R/ Moxam 1 tab
Lanprasid 1/2 tab
Fucoidan 1 tab
Mf dtd da in caps XX
S.1 dd 1
R/ Osteokom no XX
s 1 d d 1
pro : A
Moxam
 Komposisi
meloxicam 7,5 mg dan 15 mg
 Indikasi
Osteoarthritis : 7,5 mg / hari, dpt ditingkatkan
s.d 15 mg / hari
Rheumatoid arthritis : 15 mg / hari, dpt dikurangi
hingga 7,5 mg / hari
 Dosis
1 kali sehari
 Kontra indikasi
- hipersensitif terhadap aspirin dan obat-obat
antiinflamasi non steroid lainnya
- penyakit ginjal berat
- wanita hamil, ibu menyusui, anak-anak
- ulserasi peptikum aktif atau berulang
- insufisiensi ginjal berat non dialisa
 Efek Samping
Gangguan saluran pencernaan, edema, nyeri, pusing,
sakit kepala, anemia, nyeri sendi, nyeri pada
punggung dan pinggul, insomnia, infeksi saluran
nafas, gatal-gatal, ruam, sering buang air kecil,
infeksi saluran kemih
 Interaksi Obat
- ACE inhibitor : menurunkan efek antihipertensi
(antagonis)
- Lithium : meningkatkan efek samping
- Warfarin : meningkatkan efek samping pendarahan
- AINS meningkatkan efek samping
Lanpracid
 Komposisi : lansoprazole
 Indikasi : Pengobatan jangka pendek pada ulkus
duodenum, ulkus gaster jinak & refluks esofagitis
 Dosis :
- ulkus duodenal : 30mg/hr selama 4minggu
- ulkus gatrik & esofagitis erosif 30mg/hr selama 8 minggu
 Bentuk sediaan: kapsul
Efek Samping :
Sakit kepala, diare, nyeri abdomen,
dispepsia, mual, muntah, mulut
kering, konstipasi, perut kembung,
pusing, lelah, ruam kulit, urtikaria,
pruritus. Peningkatan hasil tes fungsi
hati. Artalgia, edema perifer, depresi,
trombositopenia, eosinofilia,
lekopenia.
Fucoidan
 Komposisi: sulfated polysaccharide
 Indikasi: Untuk kesehatan lambung
 Sediaan: food supplement dan nutraceutical
 Osteokom
 Komposisi :
glukosamine hydrochloride 500 mg
chondroitin sulphate 400 mg
methylsulfonylmethan 200 mg
selenium 15 mg
zinc 5 mg
manganese 50 mcg
magnesium glycerophosphate 10 mg
vitamin C 50 mg
- Sediaan: Kaplet salut selaput, dapat dikonsumsi dengan
makanan
 Indikasi : osteoartritis, mempertahankan kesehatan
sendi,
 Dosis : Kaplet Terapi pada indlvidu dg BB > 55 kg 1
kaplet 3x/hari, < 55 kg 1 kaplet 2 x/hari. dosis
pemeliharaan 1 kaplet/hari.
Screening resep
Administrative Error
1. Nama, SIP, Alamat, Paraf Dokter (-)
2. Nama Pasien (√ )
3. Alamat Pasien (-)
4. Jenis Kelamin Pasien (√ )
5. Umur Pasien (√ )
6. Berat Badan Pasien (-)
7. Nomor Registrasi (-)
8. Diagnosa (-)
9. Jenis Obat (√ )
10. Cara Pemakaian (√ )
Administrative Error
Pharmaceutical Error
Clinical Error
Pharmaceutical Error
- Apakah bentuk sediaan sesuai dengan yang tersedia? Dalam
resep, lanpracid diberikan ½ tablet. Dalam kenyataannya,
lanpracid bentuk sediaannya adalah kapsul.
- Apakah ada bentuk sediaan yang lebih sesuai? Sebaiknya tidak
diracik menjadi kapsul
- Apakah dosis obat sesuai dengan ketersediaan? Fucoidan adalah
food supplement, tidak ada dosis untuk fuciodan
- Apakah harus disiapkan secara khusus? Bila ada, harus dijamin
kestabilannya! Sebaiknya dipersiapkan secara terpisah dan tidak
dibuat kapsul.
- Tentukan jumlah obat dan kapan daluwarsanya? Jumlah obat
dan Tanggal daluwarsa harus selalu ditulis.
- Apakah ada instruksi pemakaian yang harus di sampaikan? Obat
dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
Clinical Error
- Alergi obat: harus diberikan informasi tentang
efek samping yang akan timbul
- Kemungkinan pemakaian tidak benar dan
Penjadwalan yang tidak benar: literatur dan
informasi harus lengkap.
- Duplikasi dari obat (Polypharmacy): tidak ada
- Additive effects: tidak ada
- Interaksi Obat-obat: interaksi antara obat
NSAID lain dapat meningkatkan efek
samping
- Interaksi Obat-Penyakit: efek samping
moxam adalah menyebabkan nyeri sendi
maka dapat meningkatkan sakit pada
OA/RA, karena pasien geriatrik maka
kemungkinan fungsi ginjal sudah menurun.
Osteokom digunakan untuk
mengembalikan komposisi tulang rawan
sehingga dapat mengurangi gejala OA
Drug Related Problems (DRP’s)
1. Untreated indications: –
2. Improper drug selection:
3. Medication use without indication:
4. Sub therapeutic dosage: Moxam lebih baik diberikan
dalam dosis rendah
5. Over dosage: -
6. Adverse reaction: saluran pencernaan terganggu akibat
di berikan obat lambung
7. Compliance: pasien geriatrik, sering lupa minum obat
Solusi drp
1. Ada Indikasi yang tidak di obati namun obat diberikan,
sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
2. Konsultasikan pada dokter, fucoidan perlu atau tidak karena
sudah ada lanprasid sudah mengobati iritasi lambung.
3. Fucoidan merupakan food supplement
4. Mual muntah diatasi dengan cara minum air mineral, minum
obat dapat bersamaan dengan makanan atau satu-dua jam
setelah makan.
5. Dosis di konsultasikan dengan dokter. karena pasien geriatrik
memiliki fungsi ginjal yang sudah menurun sehingga akan
mengakibatkan toksis apabila diberikan dalam dosis yang lebih
besar
6. Edukasi pasien dan keluarga pasien (PIO bersama keluarga) agar
dalam mengkonsumsi obat tidak terlewt
PIO
 Apoteker memanggil pasien
 Apoteker memperkenalkan diri
 Menanyakan 3 prime question:
1. Apa yang dokter katakan tentang sakit ibu
2. apa yang sudah dokter jelaskan tentang obat yang
dapatkan
3. Apa yang dokter harapkan setelah ibu minum obat
tersebut
PIO
 Menanyakan life style pasien
 Menjelaskan obat yang diperoleh dan bagaimana cara
minum obatnya :
1. R/ pertama, diminum 1 kali sehari 1 kapsul,
sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan atau
sesudah makan (1-2 jam).
2. R/ kedua , diminum 1 kali sehari 1 kapsul, diminum
setelah minum obat pertama
PIO
 Edukasi juga keluarga pasien tentang cara penggunaan
obat dan gaya hidup pasien.
 Anjurkan pasien untuk istirahat yang cukup
 Anjurkan pasien untuk membatasi aktivitas agar
OA/RA tidak sering kambuh.

Mengkaji resep moxam

  • 1.
    R/ Moxam 1tab Lanprasid 1/2 tab Fucoidan 1 tab Mf dtd da in caps XX S.1 dd 1 R/ Osteokom no XX s 1 d d 1 pro : A
  • 2.
    Moxam  Komposisi meloxicam 7,5mg dan 15 mg  Indikasi Osteoarthritis : 7,5 mg / hari, dpt ditingkatkan s.d 15 mg / hari Rheumatoid arthritis : 15 mg / hari, dpt dikurangi hingga 7,5 mg / hari  Dosis 1 kali sehari
  • 3.
     Kontra indikasi -hipersensitif terhadap aspirin dan obat-obat antiinflamasi non steroid lainnya - penyakit ginjal berat - wanita hamil, ibu menyusui, anak-anak - ulserasi peptikum aktif atau berulang - insufisiensi ginjal berat non dialisa
  • 4.
     Efek Samping Gangguansaluran pencernaan, edema, nyeri, pusing, sakit kepala, anemia, nyeri sendi, nyeri pada punggung dan pinggul, insomnia, infeksi saluran nafas, gatal-gatal, ruam, sering buang air kecil, infeksi saluran kemih  Interaksi Obat - ACE inhibitor : menurunkan efek antihipertensi (antagonis) - Lithium : meningkatkan efek samping - Warfarin : meningkatkan efek samping pendarahan - AINS meningkatkan efek samping
  • 5.
    Lanpracid  Komposisi :lansoprazole  Indikasi : Pengobatan jangka pendek pada ulkus duodenum, ulkus gaster jinak & refluks esofagitis  Dosis : - ulkus duodenal : 30mg/hr selama 4minggu - ulkus gatrik & esofagitis erosif 30mg/hr selama 8 minggu  Bentuk sediaan: kapsul
  • 6.
    Efek Samping : Sakitkepala, diare, nyeri abdomen, dispepsia, mual, muntah, mulut kering, konstipasi, perut kembung, pusing, lelah, ruam kulit, urtikaria, pruritus. Peningkatan hasil tes fungsi hati. Artalgia, edema perifer, depresi, trombositopenia, eosinofilia, lekopenia.
  • 7.
    Fucoidan  Komposisi: sulfatedpolysaccharide  Indikasi: Untuk kesehatan lambung  Sediaan: food supplement dan nutraceutical
  • 8.
     Osteokom  Komposisi: glukosamine hydrochloride 500 mg chondroitin sulphate 400 mg methylsulfonylmethan 200 mg selenium 15 mg zinc 5 mg manganese 50 mcg magnesium glycerophosphate 10 mg vitamin C 50 mg - Sediaan: Kaplet salut selaput, dapat dikonsumsi dengan makanan
  • 9.
     Indikasi :osteoartritis, mempertahankan kesehatan sendi,  Dosis : Kaplet Terapi pada indlvidu dg BB > 55 kg 1 kaplet 3x/hari, < 55 kg 1 kaplet 2 x/hari. dosis pemeliharaan 1 kaplet/hari.
  • 10.
    Screening resep Administrative Error 1.Nama, SIP, Alamat, Paraf Dokter (-) 2. Nama Pasien (√ ) 3. Alamat Pasien (-) 4. Jenis Kelamin Pasien (√ ) 5. Umur Pasien (√ ) 6. Berat Badan Pasien (-) 7. Nomor Registrasi (-) 8. Diagnosa (-) 9. Jenis Obat (√ ) 10. Cara Pemakaian (√ ) Administrative Error Pharmaceutical Error Clinical Error
  • 11.
    Pharmaceutical Error - Apakahbentuk sediaan sesuai dengan yang tersedia? Dalam resep, lanpracid diberikan ½ tablet. Dalam kenyataannya, lanpracid bentuk sediaannya adalah kapsul. - Apakah ada bentuk sediaan yang lebih sesuai? Sebaiknya tidak diracik menjadi kapsul - Apakah dosis obat sesuai dengan ketersediaan? Fucoidan adalah food supplement, tidak ada dosis untuk fuciodan - Apakah harus disiapkan secara khusus? Bila ada, harus dijamin kestabilannya! Sebaiknya dipersiapkan secara terpisah dan tidak dibuat kapsul. - Tentukan jumlah obat dan kapan daluwarsanya? Jumlah obat dan Tanggal daluwarsa harus selalu ditulis. - Apakah ada instruksi pemakaian yang harus di sampaikan? Obat dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
  • 12.
    Clinical Error - Alergiobat: harus diberikan informasi tentang efek samping yang akan timbul - Kemungkinan pemakaian tidak benar dan Penjadwalan yang tidak benar: literatur dan informasi harus lengkap. - Duplikasi dari obat (Polypharmacy): tidak ada - Additive effects: tidak ada
  • 13.
    - Interaksi Obat-obat:interaksi antara obat NSAID lain dapat meningkatkan efek samping - Interaksi Obat-Penyakit: efek samping moxam adalah menyebabkan nyeri sendi maka dapat meningkatkan sakit pada OA/RA, karena pasien geriatrik maka kemungkinan fungsi ginjal sudah menurun. Osteokom digunakan untuk mengembalikan komposisi tulang rawan sehingga dapat mengurangi gejala OA
  • 14.
    Drug Related Problems(DRP’s) 1. Untreated indications: – 2. Improper drug selection: 3. Medication use without indication: 4. Sub therapeutic dosage: Moxam lebih baik diberikan dalam dosis rendah 5. Over dosage: - 6. Adverse reaction: saluran pencernaan terganggu akibat di berikan obat lambung 7. Compliance: pasien geriatrik, sering lupa minum obat
  • 15.
    Solusi drp 1. AdaIndikasi yang tidak di obati namun obat diberikan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 2. Konsultasikan pada dokter, fucoidan perlu atau tidak karena sudah ada lanprasid sudah mengobati iritasi lambung. 3. Fucoidan merupakan food supplement 4. Mual muntah diatasi dengan cara minum air mineral, minum obat dapat bersamaan dengan makanan atau satu-dua jam setelah makan. 5. Dosis di konsultasikan dengan dokter. karena pasien geriatrik memiliki fungsi ginjal yang sudah menurun sehingga akan mengakibatkan toksis apabila diberikan dalam dosis yang lebih besar 6. Edukasi pasien dan keluarga pasien (PIO bersama keluarga) agar dalam mengkonsumsi obat tidak terlewt
  • 16.
    PIO  Apoteker memanggilpasien  Apoteker memperkenalkan diri  Menanyakan 3 prime question: 1. Apa yang dokter katakan tentang sakit ibu 2. apa yang sudah dokter jelaskan tentang obat yang dapatkan 3. Apa yang dokter harapkan setelah ibu minum obat tersebut
  • 17.
    PIO  Menanyakan lifestyle pasien  Menjelaskan obat yang diperoleh dan bagaimana cara minum obatnya : 1. R/ pertama, diminum 1 kali sehari 1 kapsul, sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan atau sesudah makan (1-2 jam). 2. R/ kedua , diminum 1 kali sehari 1 kapsul, diminum setelah minum obat pertama
  • 18.
    PIO  Edukasi jugakeluarga pasien tentang cara penggunaan obat dan gaya hidup pasien.  Anjurkan pasien untuk istirahat yang cukup  Anjurkan pasien untuk membatasi aktivitas agar OA/RA tidak sering kambuh.