TEKNOLOGI HASIL
PETERNAKAN
DAN PERIKANAN
ABON SAPI
Kelompok: ITP 5D
Teguh Setyawan 201710220311125
Gumelar Wahyu 201710220311128
Putri Desia C.H. 201710220311136
Hilda Firsta R. 201710220311157
Alinda Citra M. 201710220311159
ABON SAPI
 Abon merupakan salah satu jenis makanan kering berbentuk khas.
 Proses pengolahan daging yang melibatkan banyak proses, antara lain perebusan
daging, penyuwiran, pembumbuan, penggorengan, dan pengepresan.
 Pembuatan abon dijadikan alternatif pengolahan bahan pangan sehingga umur
simpan bahan pangan dapat lebih lama karena abon merupakan produk kering
 Proses pembuatan abon ini sudah lama dikenal oleh masyarakat karena dalam proses
pembuatannya dapat dibuat dengan cara yang tradisional.
 Seiring dengan perkembangan teknologi ditemukan alat yang lebih canggih yang
mampu membantu dalam proses pembuatan abon yaitu Food procesor.
ABON SAPI
SNI 01-3707-1995 menyebutkan abon adalah suatu
jenis makanan kering berbentuk khas, dibuat dari
daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng
dan dipres.
Faktor-faktor yang mempengaruhi standar mutu abon antara lain :
1. Kadar air – berpengaruh terhadap daya simpan dan keawetan abon.
2. Kadar abu – menurunkan derajat penerimaan dari konsumen.
3. Kadar protein – sebagai petunjuk beberapa jumlah daging/ikan yang digunakan
untuk abon
4. Kadar lemak – berhubungan dengan bahan baku yang digunakan, ada tidaknya
menggunakan minyak goreng dalam penggorengan
Bahan Baku Pembuatan Abon Sapi
Daging Sapi Rempah-rempah Gula Pasir
Gula Jawa Santan Garam
Bawang Putih
Bawang Merah Kemiri
• Panci
• Timbangan digital
• Wadah stainless
• Wajan penggorengan
• Spatula
• Mesin press
• Saringan
• Plastik polypropilen (PP)
Alat – alat yang digunakan
Daging Sapi
Penimbangan
Perebusan daging sapi
T=100°C; t=1-2 jam
Didiamkan
T=25°C
Penyuwiran dan penyampuran
dengan bumbu
Penggorengan
T=170-200°C
Pengemasan
Penyortiran
Penirisan
Produk Abon
Sapi
Bawang merah-putih,
gula jawa, rempah-
rempah, gula pasir dan
garam dihaluskan dan
disangrai kemudian
ditambahkan santan
kelapa
Diagram Alir Proses
Pembuatan Abon Sapi
• Perebusan merupakan cara memasak
dengan panas basah, makanan yang
dimasak kontak langsung dengan air
mendidih. Bahan dicelupkan dalm air
laludidihkan sampai waktu yang
dibutuhkan
• Tujuan perebusan atau pengukusan
adalah membuat tekstur bahan
menjadi empuk. Kondisi bahan yang
empuk mudah dicabik-cabik menjadi
serat yang lebih halus
Perebusan Daging
Penyuwiran
Penyuwiran dimaksudkan agar bahan
terpisah-pisah menjadi serat-serat yang
halus dan mudah untuk dicampurkan
dengan bumbu sehingga bumbu
mudah meresap ke dalam daging.
Tekstur berupa serat-serat halus
merupakan ciri khas abon. Untuk skala
industri, pencabikan dapat dilakukan
dengan mesin.
Mesin Suwir
 Jenis bumbu yang digunakan dalam pembuatan abon adalah bawang merah,
bawang putih, cabe, kemiri, ketumbar, laos, gula, garam sereh dan daun salam.
Bumbu yang ditambahkan pada pembuatan abon bertujuan memberikan aroma,
rasa yang dapat membangkitkan selera makan dan sebagai pengawet.
 Agar abon memiliki rasa gurih, saat pemberian bumbu ditambahkan pula santan
kental. Bahan dipanaskan sambil diaduk-aduk hingga santan kering dan bumbu
meresap.
 Santan merupakan emulsi lemak dalam air berwarna putih yang diperoleh dari
daging kelapa segar. santan dapat menambah cita rasa dan nilai gizi produk yang
dihasilkan. Santan memberi rasa gurih karena kandungan lemaknya yang cukup
tinggi. Semakin tua umur buah kelapa maka kandungan lemaknya makin tinggi
Penambahan Bumbu
Penggorengan
 Teknik peggorengan pada abon menggunakan teknik deep frying
 Penggorengan mampu memperbaiki tekstur bahan dan mernberi aroma dan rasa
yang baik. Penggorengan dilakukan hingga abon berwarna coklat keemasan
 Minyak yang digunakan dalam pembuatan abon harus berkualitas baik, belum
tengik, dan memiliki titik asap yang tinggi.
 Minyak goreng yang telah tengik atau minyak goreng yang belum dimurnikan
(minyak kelentik) tidak baik untuk menggoreng abon sehingga mempengaruhi
kualitas abon.
Penirisan atau Pengepresan
 Penirisan minyak atau pengepresan perlu dilakukan dengan tujuan untuk
memisahkan atau menghilangkan minyak dengan abon.
 Sisa minyak yang banyak harus dilakukan pengepresan dengan menggunakan alat
pengepres khusus. Sisa minyak yang tertinggal pada abon dapat menurunkan
kualitas dari abon karena kandungan lemak yang tinggi akan dapat menimbulkan
ketengikan.
Pengemasan
 Pengemasan makanan bertujuan untuk mempertahankan kualitas, menghindari kerusakan
selama penyimpanan, memudahkan transportasi, dan memudahkan penanganan
selanjutnya.
 Pengemasan dapat mencegah penguapan air, masuknya gas oksigen, melindungi makanan
terhadap debu dan kotoran lain, mencegah terjadinya penurunan berat, dan melindungi
produk dari kontaminasi serangga dan mikrobia
 Kondisi kemasan harus tertutup rapat agar abon tidak mudah teroksidasi yang dapat
mengakibatkan ketengikan. Bahan kemasan harus tidak tembus air karena mengingat abon
merupakan produk kering
 Bahan yang paling sering digunakan untuk pengemasan abon adalah plastik. Ada dua
jenis plastik yang populer digunakan untuk pengemasan abon, yaitu plastik polietilen (PE)
dan plastik poliepropilene (PP).
 Plastik polietilen tahan asam, basa, lemak, minyak, dan pelarut organik. Plastik polietilen
tidak menunjukkan perubahan pada suhu maksimum 930 C -1210 C dan suhu minimum -
460 C - -570 C. Tetapi platik polietilen memiliki permeabilitas yang cukup tinggi terhadap
gas-gas organik sehingga masih dapat teroksidasi apabila disimpan dalam jangka waktu
yang terlalu lama.
 Kemasan lain yang dapat digunakan adalah alumunium foil dan kaleng yangsudah
dilapisi timah, tetapi harga kemasan ini relatif mahal
Abon Sapi
mengandung energi
sebesar 212 kilokalori,
protein 18 gram,
karbohidrat 59,3 gram,
lemak 10,6 gram,
kalsium 150 miligram,
fosfor 209 miligram, dan
zat besi 12,3 miligram.
Selain itu di dalam
Abon Sapi juga
terkandung vitamin A
sebanyak 0 IU, vitamin
B1 0,17 miligram dan
vitamin C 0 miligram.
Hasil tersebut didapat
dari melakukan
penelitian terhadap 100
gram Abon Sapi,
dengan jumlah yang
dapat dimakan
sebanyak 100 %
Nama Bahan Makanan : Abon Sapi
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Abon Sapi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Abon Sapi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food
Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Abon Sapi = 212 kkal
Jumlah Kandungan Protein Abon Sapi = 18 gr
Jumlah Kandungan Lemak Abon Sapi = 10,6 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Abon Sapi = 59,3 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Abon Sapi = 150 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Abon Sapi = 209 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Abon Sapi = 12,3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Abon Sapi = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Abon Sapi = 0,17 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Abon Sapi = 0 mg
Khasiat / Manfaat Abon Sapi : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : A
Kandungan Gizi Abon sapi
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
THANK YOU

Membuat ABON yang berasal dari SAPI.pptx

  • 1.
    TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN ABONSAPI Kelompok: ITP 5D Teguh Setyawan 201710220311125 Gumelar Wahyu 201710220311128 Putri Desia C.H. 201710220311136 Hilda Firsta R. 201710220311157 Alinda Citra M. 201710220311159 ABON SAPI
  • 2.
     Abon merupakansalah satu jenis makanan kering berbentuk khas.  Proses pengolahan daging yang melibatkan banyak proses, antara lain perebusan daging, penyuwiran, pembumbuan, penggorengan, dan pengepresan.  Pembuatan abon dijadikan alternatif pengolahan bahan pangan sehingga umur simpan bahan pangan dapat lebih lama karena abon merupakan produk kering  Proses pembuatan abon ini sudah lama dikenal oleh masyarakat karena dalam proses pembuatannya dapat dibuat dengan cara yang tradisional.  Seiring dengan perkembangan teknologi ditemukan alat yang lebih canggih yang mampu membantu dalam proses pembuatan abon yaitu Food procesor. ABON SAPI
  • 3.
    SNI 01-3707-1995 menyebutkanabon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas, dibuat dari daging, direbus disayat-sayat, dibumbui, digoreng dan dipres. Faktor-faktor yang mempengaruhi standar mutu abon antara lain : 1. Kadar air – berpengaruh terhadap daya simpan dan keawetan abon. 2. Kadar abu – menurunkan derajat penerimaan dari konsumen. 3. Kadar protein – sebagai petunjuk beberapa jumlah daging/ikan yang digunakan untuk abon 4. Kadar lemak – berhubungan dengan bahan baku yang digunakan, ada tidaknya menggunakan minyak goreng dalam penggorengan
  • 4.
    Bahan Baku PembuatanAbon Sapi Daging Sapi Rempah-rempah Gula Pasir Gula Jawa Santan Garam
  • 5.
  • 6.
    • Panci • Timbangandigital • Wadah stainless • Wajan penggorengan • Spatula • Mesin press • Saringan • Plastik polypropilen (PP) Alat – alat yang digunakan
  • 7.
    Daging Sapi Penimbangan Perebusan dagingsapi T=100°C; t=1-2 jam Didiamkan T=25°C Penyuwiran dan penyampuran dengan bumbu Penggorengan T=170-200°C Pengemasan Penyortiran Penirisan Produk Abon Sapi Bawang merah-putih, gula jawa, rempah- rempah, gula pasir dan garam dihaluskan dan disangrai kemudian ditambahkan santan kelapa Diagram Alir Proses Pembuatan Abon Sapi
  • 8.
    • Perebusan merupakancara memasak dengan panas basah, makanan yang dimasak kontak langsung dengan air mendidih. Bahan dicelupkan dalm air laludidihkan sampai waktu yang dibutuhkan • Tujuan perebusan atau pengukusan adalah membuat tekstur bahan menjadi empuk. Kondisi bahan yang empuk mudah dicabik-cabik menjadi serat yang lebih halus Perebusan Daging
  • 9.
    Penyuwiran Penyuwiran dimaksudkan agarbahan terpisah-pisah menjadi serat-serat yang halus dan mudah untuk dicampurkan dengan bumbu sehingga bumbu mudah meresap ke dalam daging. Tekstur berupa serat-serat halus merupakan ciri khas abon. Untuk skala industri, pencabikan dapat dilakukan dengan mesin. Mesin Suwir
  • 10.
     Jenis bumbuyang digunakan dalam pembuatan abon adalah bawang merah, bawang putih, cabe, kemiri, ketumbar, laos, gula, garam sereh dan daun salam. Bumbu yang ditambahkan pada pembuatan abon bertujuan memberikan aroma, rasa yang dapat membangkitkan selera makan dan sebagai pengawet.  Agar abon memiliki rasa gurih, saat pemberian bumbu ditambahkan pula santan kental. Bahan dipanaskan sambil diaduk-aduk hingga santan kering dan bumbu meresap.  Santan merupakan emulsi lemak dalam air berwarna putih yang diperoleh dari daging kelapa segar. santan dapat menambah cita rasa dan nilai gizi produk yang dihasilkan. Santan memberi rasa gurih karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Semakin tua umur buah kelapa maka kandungan lemaknya makin tinggi Penambahan Bumbu
  • 11.
    Penggorengan  Teknik peggorenganpada abon menggunakan teknik deep frying  Penggorengan mampu memperbaiki tekstur bahan dan mernberi aroma dan rasa yang baik. Penggorengan dilakukan hingga abon berwarna coklat keemasan  Minyak yang digunakan dalam pembuatan abon harus berkualitas baik, belum tengik, dan memiliki titik asap yang tinggi.  Minyak goreng yang telah tengik atau minyak goreng yang belum dimurnikan (minyak kelentik) tidak baik untuk menggoreng abon sehingga mempengaruhi kualitas abon.
  • 12.
    Penirisan atau Pengepresan Penirisan minyak atau pengepresan perlu dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan atau menghilangkan minyak dengan abon.  Sisa minyak yang banyak harus dilakukan pengepresan dengan menggunakan alat pengepres khusus. Sisa minyak yang tertinggal pada abon dapat menurunkan kualitas dari abon karena kandungan lemak yang tinggi akan dapat menimbulkan ketengikan.
  • 13.
    Pengemasan  Pengemasan makananbertujuan untuk mempertahankan kualitas, menghindari kerusakan selama penyimpanan, memudahkan transportasi, dan memudahkan penanganan selanjutnya.  Pengemasan dapat mencegah penguapan air, masuknya gas oksigen, melindungi makanan terhadap debu dan kotoran lain, mencegah terjadinya penurunan berat, dan melindungi produk dari kontaminasi serangga dan mikrobia  Kondisi kemasan harus tertutup rapat agar abon tidak mudah teroksidasi yang dapat mengakibatkan ketengikan. Bahan kemasan harus tidak tembus air karena mengingat abon merupakan produk kering
  • 14.
     Bahan yangpaling sering digunakan untuk pengemasan abon adalah plastik. Ada dua jenis plastik yang populer digunakan untuk pengemasan abon, yaitu plastik polietilen (PE) dan plastik poliepropilene (PP).  Plastik polietilen tahan asam, basa, lemak, minyak, dan pelarut organik. Plastik polietilen tidak menunjukkan perubahan pada suhu maksimum 930 C -1210 C dan suhu minimum - 460 C - -570 C. Tetapi platik polietilen memiliki permeabilitas yang cukup tinggi terhadap gas-gas organik sehingga masih dapat teroksidasi apabila disimpan dalam jangka waktu yang terlalu lama.  Kemasan lain yang dapat digunakan adalah alumunium foil dan kaleng yangsudah dilapisi timah, tetapi harga kemasan ini relatif mahal
  • 15.
    Abon Sapi mengandung energi sebesar212 kilokalori, protein 18 gram, karbohidrat 59,3 gram, lemak 10,6 gram, kalsium 150 miligram, fosfor 209 miligram, dan zat besi 12,3 miligram. Selain itu di dalam Abon Sapi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,17 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Abon Sapi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 % Nama Bahan Makanan : Abon Sapi Nama Lain / Alternatif : - Banyaknya Abon Sapi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr Bagian Abon Sapi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 % Jumlah Kandungan Energi Abon Sapi = 212 kkal Jumlah Kandungan Protein Abon Sapi = 18 gr Jumlah Kandungan Lemak Abon Sapi = 10,6 gr Jumlah Kandungan Karbohidrat Abon Sapi = 59,3 gr Jumlah Kandungan Kalsium Abon Sapi = 150 mg Jumlah Kandungan Fosfor Abon Sapi = 209 mg Jumlah Kandungan Zat Besi Abon Sapi = 12,3 mg Jumlah Kandungan Vitamin A Abon Sapi = 0 IU Jumlah Kandungan Vitamin B1 Abon Sapi = 0,17 mg Jumlah Kandungan Vitamin C Abon Sapi = 0 mg Khasiat / Manfaat Abon Sapi : - (Belum Tersedia) Huruf Awal Nama Bahan Makanan : A Kandungan Gizi Abon sapi Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • 16.