Mas Mono berjuang dari menjadi office boy hingga menjadi juragan ayam bakar dengan tujuh outlet dan omset ratusan juta per bulan. Ia belajar komputer sambil bekerja sebagai office boy dan memulai usaha dengan berjualan gorengan keliling. Meski awalnya omset hanya Rp. 15.000-20.000 per hari, ia tetap optimis dan percaya diri bahwa bisnisnya akan laku.