Makalah ini membahas tentang "sopan santun korupsi" di Indonesia, di mana para pimpinan secara sengaja membiarkan tumbuhnya mindset yang kondusif terhadap perilaku korupsi. Gaya manajemen seperti ini disebut Neo Fir'aunisme, diambil dari contoh kepemimpinan Fir'aun yang zalim dan licik. Neo Fir'aunisme menciptakan lingkungan yang memungkinkan korupsi dengan memberikan reward