HIKAYAT
MENTERI
SUSI
DITANGKAPNYA TRIOMACAN2000
BBM
PASTI
NAIK
EDISI 153 | 3 - 9 NOVEMBER 2014
HIKAYAT
MENTERI
SUSI
DITANGKAPNYA TRIOMACAN2000
BBM
PASTI
NAIK
EDISI 153 | 3 - 9 NOVEMBER 2014
DAFTAR ISI
Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad. Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti. Redaksi: Dimas Adityo, Irwan
Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo
Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M
Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar
Rifai, Jaffry Prabu Prakoso, Ibad Durohman, Aditya Mardiastuti. Bahasa: Habib Rifa’i,
Rahmayoga Wedar. Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo. Product
Management & IT: Sena Achari, Sofyan Hakim, Andri Kurniawan. Creative Designer: Mahmud Yunus,
Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Fuad Hasim,
Luthfy Syahban. Illustrator: Kiagus Aulianshah, Edi Wahyono.
Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769
DirekturUtama:BudionoDarsono Direktur:NurWahyuniSulistiowati,HeruTjatur,WarnedyKritikdanSaran:
appsupport@detik.com AlamatRedaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya
No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email:redaksi@majalahdetik.com
Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.
EDISI 153 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
@majalah_detik majalah detik
n BURUK KOALISI DPR DIBELAH
n FITNAHLAH DAKU KAU DITANGKAP
n JOKOWI,BERHENTILAH‘BERPUISI’
n RAHASIASUKSESSAMSUNG
n KISAHPENGHUBUNGMEGA-SBY
n MELONGOK BISNIS ALA ANAK PRESIDEN
n MODAL RP 8 JUTA, OMZET RP 300 JUTA
n MENGIKUTI GEJOLAK POLITIKA
n MEMASANG HARAPAN BARU
n TINGGAL MENGHITUNG HARI
n AMERIKA PULANG, TALIBAN DATANG
n ANJING DISAYANG, ULAMA MERADANG
INTERNASIONAL
KRIMINAL
HUKUM
KOLOM
BUKU
KATALOG
KESEHATAN
MUSIK
SENI HIBURAN / FILM
BISNIS
EKONOMI
n WISATA KE ZAMAN BATU
n SERBA-BESAR KARI JEPANG
n ‘LEGIUN ASING’ ANTI-ISIS
LENSA
n CLARALEE|BASUKIHADIMULJONO|CHRISTIAN
NASIONAL
n TERPENTAL DI MENIT AKHIR
n FILM PEKAN INI
n AGENDA
n TANCAP GAS PARA MENTERI
Cover:
Ilustrasi: Kiagus Auliansyah
n ALIEN, ADA ATAU TIADA
n ‘PIL BIRU’ MUJARAB, TAPI MENGERIKAN
n	THE JACKSONS SELALU MUDA
n MBAK BERBAJU LUSUH ITU TERNYATA...
n BUKAN DREAM TEAM
n	DIAYUN MELODRAMA NICHOLAS SPARKS
FOKUS
TELEPON
MEGA
SEBELUM
KE ISTANA
SUSISEMPATRAGUMENERIMA
TAWARANJOKOWIJADIMENTERI.
IAGALAUKALAU-KALAUTINGKAH
LAKUNYAYANGNYENTRIKJUSTRU
MEMBAWADAMPAKNEGATIFBAGI
KABINETJOKOWI.
Sehari setelah dilantik sebagai menteri, Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla langsung tancap gas. Dari seremoni serah-terima
jabatan hingga inspeksi mendakak alias sidak ke sidak.
LENSA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TAP UNTUK MELIHAT FOTO UKURAN BESAR
TANCAP GAS
PARA MENTERI
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah) saat serah-terima jabatan
dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung di Jakarta, Senin (27/10). Menteri Keuangan menargetkan pendapatan pajak yang lebih
tinggi. (Rengga Sencaya/DETIKCOM)
LENSA
MenteriPerhubunganIgnasiusJonan(kiri)menyalamipegawaiKementerianPerhubungan,Senin(27/10). Sebelumnya,Ignasiusmerupakan
Direktur Utama PT Kereta Api dan dinilai sukses sehingga ditarik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. (Hasan Alhabshy/DETIKCOM)
LENSA
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyapa para atlet di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Kamis (30/10). (Rengga
Sencaya/DETIKCOM)
LENSALENSA
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly bersama pendahulunya, Amir Syamsuddin (kiri), pada acara pisah-sambut di
kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (27/10). (Grandyos Zefna/DETIKCOM)
LENSA
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy dalam rapat bersama para menteri di bawah koordinasinya di Jakarta, Kamis (30/10).
(Agung Pambudhy/DETIKCOM)
LENSA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said (mengacungkan jempol) diapit para pejabat Kementerian Energi di Jakarta, Senin (27/10).
(Rachman Heryanto/DETIKCOM)
LENSA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
MEREKA SEMPAT MASUK DAFTAR CALON MENTERI, TAPI TAK DIPILIH
JOKOWI. ADA YANG DIMINTA MEGAWATI MENJALANKAN TUGAS LAIN.
DIMENITAKHIR
TERPENTAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
K
ANTOR Dewan Pimpinan Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa di
Jalan Raden Saleh, Jakarta Pu-
sat, Minggu petang, 26 Oktober
lalu, mendadak ramai. Para pengurus har-
ian partai serta anggota Dewan Perwaki-
lan Rakyat dari PKB hadir di sana. Mereka
menanti kedatangan para menteri baru
dari PKB, yang Ahad sore itu namanya
diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di
halaman Istana Merdeka.
Selewat magrib, tiga orang yang ditung-
gu datang. Mereka adalah Muhammad
Hanif Dhakiri, yang ditunjuk sebagai Men-
teri Tenaga Kerja; Menteri Pemuda dan
Olahraga, Imam Nahrawi; serta Menteri
Desa dan Pembangunan Daerah Terting-
gal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Hadir
pula Muhammad Nasir, yang terpilih seba-
gai Menteri Riset Teknologi dan Pendidi-
kan Tinggi, yang kabarnya juga usulan PKB.
Kedatangan empat menteri baru itu
membuat suasana markas partai pen-
dukung Jokowi-Jusuf Kalla tersebut semak-
Menteri Kabinet Kerja dari
PKB (searah jarum jam):
Imam Nahrawi, Marwan Jafar,
Hanif Dhakiri, dan M. Nasir
DOK DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
in riuh. Mereka yang hadir memberi ucapan
selamat. Sejumlah pengurus mencandai Hanif,
yang mengenakan kemeja putih kedodoran
untuk menutupi tubuh kurus­nya. Tawa pun
pecah.
Meski pertemuan yang diinisiasi para pen-
gurus partai itu diwarnai gelak tawa, ada yang
ganjil. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar
tak tampak. Padahal pria yang akrab disapa
Cak Imin itu biasanya menyempatkan diri had-
ir di acara-acara DPP PKB. Kumpul-kumpul di
hari libur itu pun terasa hambar.
Seorang sumber di kalangan internal par-
tai itu membisikkan, Muhaimin diduga masih
ngambek setelah namanya terpental dari ka-
binet bentukan Jokowi. Karena itu, malam
tersebut para kader tak ingin tampak meraya-
kan empat kursi menteri yang diperoleh PKB.
Makanan yang dihidangkan juga ala kadarnya.
“Kami tak ingin bersenang-senang di atas
penderitaan Cak Imin,” kata sumber itu. “Men-
jaga perasaan Ketua Umum.”
Joko Widodo saat
menerima surat keputusan
dukungan sebagai capres
2014-2019 dari PKB, yang
diberikan oleh Sekjen PKB
Imam Nahrawi (kanan),
disaksikan Ketua Umum
Muhaimin Iskandar (tengah)
di gedung DPP PKB,
Jakarta, Mei lalu.
MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
Sedari awal, nama Muhaimin paling santer
disebut sebagai calon menteri dari PKB, selain
Wakil Ketua Umum, yang juga pengusaha Lion
Air, Rusdi Kirana, serta Marwan Jafar. Dalam
daftar yang beredar di media, yang disebut-
sebut sebagai daftar calon menteri yang dise-
tor Jokowi ke Komisi Pemberantasan Korupsi
serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan, juga tercantum nama Imin, Rusdi,
dan Marwan.
Nah, sepekan sebelum pengumuman kabi-
net, menurut sumber majalah detik lainnya,
hanya nama Marwan yang bertahan. Sedan-
gkan nama Muhaimin dan Rusdi dicoret dari
daftar menteri Jokowi. Belum ada informasi
pasti mengapa kedua nama itu disetip.
Pada Selasa, 21 Oktober lalu, Muhaimin,
melalui akun Twitter @muhaiminiskndr, men-
yatakan lebih memilih berkonsentrasi men-
jadi Ketua Umum PKB. Sebab, kata dia, lebih
baik tidak merangkap jabatan ketua umum
dan menteri. Pada hari yang sama, ia datang
ke Istana menemui Presiden. Saat itulah ia
disebut membawa nama-nama calon menteri
pengganti.
Cuitan Muhaimin itu dilontarkan di saat ra-
mai pembe­ritaan adanya calon-calon menteri
yang dilabeli merah dan kuning oleh KPK. Tapi,
menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKB Luk-
man Edy, kedua hal itu tidak berkaitan. “Yang
ber­edar tentang itu di publik hanya spekulasi,”
ujar Lukman beberapa waktu lalu.
Presiden Jokowi maupun Ketua KPK Abra-
ham Samad sebelumnya juga merahasiakan
nama-nama calon yang disetor ke KPK untuk
ditelusuri rekam jejaknya. Termasuk siapa-sia-
pa yang tidak direkomendasikan untuk dipilih
menjadi menteri.
Muhaimin belum bisa dimintai konfirmasi.
NASIONAL
Laman Twitter Muhaimin
Iskandar
TWITTER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
Nomor telepon selulernya aktif, tapi tidak
merespons saat dihubungi. Ia juga tidak mem-
balas pesan singkat. Mantan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi itu juga tak menghadiri
acara serah-terima jabatan kepada penggan-
tinya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri,
di kantor kementerian itu, Senin pekan lalu.
Demikian halnya Rusdi Kirana, saat dihubungi
lewat ponselnya, sistem menyebut “dialihkan”,
tapi juga tidak di­respons.
Pencoretan sejumlah nama calon menteri
tidak hanya terkait dengan catatan KPK dan
PPATK. Ada juga yang didasari pertimbangan
politis. Hal itu dialami sejumlah kader Par-
tai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai
utama penyokong Jokowi. Mereka antara lain
Pramono Anung, Eva Kusuma Sundari, Hasto
Kristiyanto, Maruarar Sirait, dan Agustin Teras
Narang.
Menurut sumber di lingkup internal PDIP,
nama Eva terdepak dari daftar sejak Kamis, 23
Oktober lalu. Sedangkan nama Pramono “hi-
lang” dua hari menjelang kabinet diumumkan.
Sumber itu menuturkan, Eva dicoret karena
masukan sejumlah lembaga, seperti Badan
Intelijen Negara. Pemilihan Eva dikhawatirkan
karena suami politikus itu adalah diplomat,
warga Timor Timur.
Ketika dimintai konfirmasi, Eva menolak
berkomentar. Dia menyebut itu merupakan
Foto atas (kiri-kanan): Eva
Sundari, Maruarar Sirait,
Pramono Anung
Foto bawah: Luhut Panjaitan,
Wiranto, Hasto Kristiyanto
DOK DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
hak prerogatif presiden. Namun soal Pra-
mono, Eva mengungkapkan rekannya itu tak
menjadi menteri karena kehendak Megawati
Soekarnoputri. Ketua Umum PDIP itu mem-
inta Pram—sapaan Pramono—kembali men-
jabat sekjen partai yang ditinggalkan Tjahjo
Kumolo, yang didapuk sebagai Menteri Dalam
Negeri.
Adapun nama Maruarar, menurut seorang
petinggi partai itu, awalnya direkomendasikan
oleh Rini Soemarno, mantan Kepala Staf Tim
Transisi Jokowi-JK, yang kini menjabat Menteri
Badan Usaha Milik Negara. Tapi Ara―sapaan
Maruarar―tidak masuk kabinet karena me-
mang tak diusulkan partainya. Ara juga belum
bisa dimintai konfirmasi. Dihubungi beberapa
waktu lalu, ia bilang sedang sibuk mengurus
ayahnya yang sedang berobat di Singapura.
Sedangkan Hasto saat ditemui di acara ul-
ang tahun ke-50 Partai Golkar di Kemayoran,
Selasa pekan lalu, membenarkan namanya,
bersama beberapa kolega partainya, termasuk
yang dimintakan rekomendasi ke KPK dan
PPATK. Namun bekas Deputi Tim Transisi ini
mengaku tak tahu mengapa dirinya tak lolos
menjadi pembantu presiden. Meski begitu, ia
tak kecewa. “Penugasan utama saya di partai,”
kata Wakil Sekjen PDIP ini.
Hampir senada, Teras Narang mengaku
diminta Megawati menunaikan tugasnya se-
Pelantikan menteri-menteri
Kabinet Kerja di Istana
Negara, Senin (27/10).
BEAWIHARTA/REUTERS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
bagai Gubernur Kalimantan Tengah hingga
Agustus 2015. “Saya siap melaksanakan,” ujar
dia melalui pesan singkat.
Mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajan-
to, bekas penasihat Tim Transisi Luhut Pan-
jaitan, dan Ketua Umum Hanura Wiranto juga
sempat masuk daftar calon menteri yang be-
redar. Dua nama terakhir diplot sebagai calon
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kea-
manan. Namun dua purnawirawan jenderal
itu sama-sama terpental. Belum diketahui apa
sebabnya. Wiranto belum bisa dimintai kon-
firmasi, sementara Luhut menolak memberi
tanggapan.
“Waduh, saya tidak tahu (mengapa namanya
dicoret). Enggak usah dibahas,” tuturnya sem-
bari bergegas.
Berbeda dengan nama-nama tersebut, Yas-
sona Hamonangan Laoly malah tak menyang-
ka dirinya ditunjuk Jokowi sebagai Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Jujur saya
kaget,” ucap anggota DPR dari PDIP periode
2009-2014 ini saat ditemui.
Seorang politikus Partai Banteng menyebut
Yassona, yang namanya baru muncul di “men-
it-menit akhir”, merupakan orang dekat putri
Megawati, Puan Maharani. Faktor kedekatan
itu jugalah yang membuat sejumlah nama
gagal masuk gerbong kabinet Jokowi. “Kalau
bukan orangnya ‘Tuan Putri’ (Puan Maharani),
pasti cepat hilangnya,” katanya. n
KUSTIAH, M. RIZAL, DEDEN GUNAWAN | DIMAS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Menteri Hukum dan HAM
Yassona Hamonangan Laoly
(kiri), mantan Menteri Hukum
Patrialis Akbar (tengah), dan
Amir Syamsuddin saat serah-
terima jabatan di Jakarta,
(27/10).
GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOALISI INDONESIA HEBAT MEMBENTUK
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT TANDINGAN
DAN MELAYANGKAN MOSI TIDAK PERCAYA
TERHADAP PIMPINAN DPR. ALAT
KELENGKAPAN DEWAN JUGA DISAPU
BERSIH KOALISI MERAH PUTIH.
BURUK KOALISI
DPR DIBELAH
NASIONAL
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
S
UHU politik di gedung Dewan
Perwakilan Rakyat sepekan terakhir
terasa semakin panas. Perseteruan
dua kubu, yakni Koalisi Merah Putih
(KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH),
memuncak dengan terbelahnya DPR. Rabu,
29 Oktober lalu, KIH—terdiri atas fraksi partai
pendukung pemerintahan Joko Widodo-
Jusuf Kalla—menyatakan mosi tidak percaya
terhadap pimpinan DPR, yang seluruhnya
berasal dari fraksi-fraksi anggota KMP.
KIH—terdiri atas Fraksi Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Nasional
Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,
Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai
Persatuan Pembangunan, juga membentuk
DPR tandingan dengan pimpinan sementara
Effendy Simbolon (PDIP), Ida Fauziah (PKB),
Syaifullah Tamliha (PPP), Supriyadi (NasDem),
dan Dossy Iskandar (Hanura).
Anggota Fraksi PKB, Daniel Johan,
mengatakan pembentukan pimpinan DPR
tandingan dan mosi tidak percaya dilakukan
untuk menyelamatkan institusi DPR sebagai
Rapat paripurna
penetapan pemilihan
alat kelengkapan Dewan
pada Selasa (28/10)
berlangsung ricuh.
LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
lembaga tinggi negara. “Kelima fraksi tidak
mengakui pimpinan DPR yang ada, termasuk
pembentukan alat kelengkapan Dewan yang
dipaksakan dengan melanggar Tata Tertib
(DPR), yang tidak memenuhi 50 persen plus 1
fraksi,” kata Daniel.
DPR tandingan dibentuk lantaran pimpinan
Dewan, yang diketuai Setya Novanto (Golkar),
dianggap diskriminatif dan berpihak kepada
KMP karena tetap menggelar pemilihan
pimpinan alat kelengkapan Dewan, yang
didasari telah masuknya daftar nama anggota
Fraksi PPP DPR. Daftar nama itu dimasukkan
oleh anggota Fraksi PPP, Epyardi Asda, yang
berasal dari kubu Suryadharma Ali, yang
mendukung KMP.
Padahal, dalam sidang paripurna Selasa
pekan lalu, Fraksi PPP, yang digawangi
ketuanya, Hasrul Azwar, mempersoalkan
keabsahan daftar nama yang tidak dikeluarkan
oleh PPP versi Muktamar Surabaya itu, dengan
Ketua Umum Romahurmuziy atau Romy.
Apalagi PPP kubu Romy telah mengantongi
surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia, yang mengesahkan perubahan
susunan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat
PPP.
Namun pimpinan DPR yang memimpin
Rapat paripurna yang
dipimpin Wakil Ketua DPR
Agus Hermanto pada Selasa
(28/10) berlangsung ricuh.
LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
paripurna saat itu, Agus Hermanto dari
Demokrat, tetap mengakui daftar nama
tersebut. Hal itu memancing kemarahan
sejumlah anggota Fraksi PPP dari kubu Romy.
Dua meja dijungkirbalikkan. Rapat pun ricuh.
Pemilihan pimpinan alat kelengkapan Dewan
di komisi-komisi dan badan, yang digelar Rabu
dan Kamis pekan lalu, hanya dihadiri lima fraksi
anggota KMP, yang pada pemilihan presiden
lalu mendukung pasangan Prabowo Subianto-
Hatta Rajasa. Partai tersebut adalah
Partai Golkar, Gerindra, Partai Amanat
Nasional, Partai Demokrat, dan Partai
Keadilan Sejahtera. Sedangkan lima
fraksi pendukung pemerintah tidak
hadir.
Sejak awal KIH menolak
pemilihan dilakukan dengan sistem
paket karena koalisi ini bakal tidak
terakomodasi di kursi pimpinan komisi
maupun badan, seperti halnya pimpinan
DPR dan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Koalisi pendukung Jokowi menghendaki
pemilihan secara proporsional berdasarkan
jumlah kursi melalui musyawarah mufakat.
Namun pembicaraan yang terus dilakukan di
antara dua kubu ini tak juga mencapai titik
temu.
DenganketidakhadiranKIHdantidakadanya
nama anggota fraksi-fraksi dari koalisi itu yang
diserahkan, otomatis pimpinan 11 komisi dan
empat badan di DPR kembali disapu bersih
oleh Koalisi Merah Putih. Golkar dan Gerindra
mendapat jatah ketua, masing-masing di tiga
komisi. Demokrat dan PAN masing-masing
di dua komisi. Adapun PKS dijatah ketua di
satu komisi. Sementara itu, di empat badan
DPR, yakni Badan Kerja Sama Antar-Parlemen,
Badan Legislasi, Majelis kehormatan Dewan,
serta Badan Urusan Rumah Tangga, ketuanya
masing-masing berasal dari Demokrat,
Gerindra, PKS, dan Golkar.
PolitikusPDIP,AriefWibowo,menudingtelah
terjadi upaya-upaya politik yang tidak etis dan
tidak demokratis di DPR. “Hal-hal yang menjadi
prinsip-prinsip kita dalam berdemokrasi
diabaikan,” ujarnya Rabu pekan lalu.
Upaya yang dilakukan KMP itu, Arief
Hal-hal yang
menjadi prinsip-
prinsip kita dalam
berdemokrasi
diabaikan.
Arief Wibowo
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
menuturkan, semakin terlihat pada tiga
rapat paripurna terakhir. Koalisinya sudah
melayangkan surat protes ke pimpinan DPR
padaSelasa,28Oktoberlalu,tapitidakdigubris.
Ini menjadi dasar sikap KIH melayangkan mosi
tidak percaya kepada pimpinan DPR.
“Mosi tidak percaya ini kami sampaikan demi
terlaksananya prinsip-prinsip demokrasi yang
baik dan benar pada lembaga DPR RI yang kita
hormati, secara bersama-sama,” ucap Arief
dalam konferensi pers KIH untuk menjelaskan
pembentukan DPR tandingan,
Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
menganggap cara-cara yang dilakukan KIH
tidak demokratis. Menurut politikus PKS ini,
pemilihanpimpinankomisidanalatkelengkapan
Dewan sudah sesuai dengan aturan karena
telah ditetapkan di paripurna.
Namun bagi pakar hukum tata negara Jimly
Asshiddiqie, sikap saling ngotot dan merasa
paling benar di antara kubu KMP dan KIH
dikhawatirkan bisa berakibat buruk bagi rakyat.
“Karena bisa ditangkap secara vulgar oleh
rakyat, mendidik masyarakat untuk larut dalam
Konferensi pers Koalisi
Indonesia Hebat.
Melayangkan mosi tidak
percaya terhadap pimpinan
DPR.
LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
konflik terus-menerus,” kata Ketua Dewan
Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu ini di
Jakarta, Kamis, 29 Oktober lalu. “Kita sedih dan
menyayangkan,” ujarnya.
Menurut mantan Ketua Mahkamah
Konstitusi ini, terbelahnya DPR menjadi dua
kubu, hingga muncul DPR tandingan, baru
terjadi kali ini dalam sejarah politik Indonesia.
Hal itu tak bisa dimungkiri merupakan buntut
pelaksanaan pilpres 2014.
“Harapan kita sebetulnya, semua parpol
pascapilpres harus mulai melakukan
konsolidasi internal, harus move on.
Adayangkecewa,adayanggembira,
tapi kita harus melangkah,” tutur
Jimly.
Secara terpisah, pengamat
hukum tata negara Refly Harun
menilai, di mana pun, parlemen
harus mencerminkan representasi
dari kemajemukan. Parlemen berbeda
dengan eksekutif, yang bersifat tunggal.
Jika merebut posisi eksekutif, seorang
presiden bisa berkuasa penuh, termasuk dalam
memilih menteri-menteri di bawahnya.
“Tapi parlemen kan wakil rakyat, perwujudan
dari perwakilan rakyat yang majemuk.
Kemajemukan itu sedapat mungkin tecermin
dalam alat kelengkapan Dewan dan pimpinan
Dewan,” ucapnya.
Masalah di DPR, menurut Refly, harus
diselesaikan secara musyawarah mufakat, baik
oleh Dewan sendiri maupun para tokoh partai.
Jika musyawarah mufakat tak tercapai, harus
ada pihak eksternal yang terlibat, seperti MK.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Yasonna Hamonangan Laoly juga berharap
DPR menghentikan perpecahan ini serta
mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam
mengambil keputusan.
“Kebijakan DPR harus sesuai Pancasila,
jangan lupakan keadilan sosial,” katanya. Dia
juga menyebut para petinggi partai mesti ikut
turun tangan mengurai persoalan. “Dewa-
dewa partai harus duduk bersama.”
n DEDEN GUNAWAN, KUSTIAH, ADITYA WIDYASTUTI, SEPTIANA L. | DIM
Harapan kita
sebetulnya, semua
parpol pascapilpres
harus mulai melakukan
konsolidasi internal,
harus move on.
Jimly Asshiddiqie
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOMISI I
Ketua: Mahfudz Siddiq (PKS)
Wakil Ketua: Hasril Hamzah Tandjung
(Gerindra), Tantowi Yahya (Golkar),
Hanafi Rais (PAN)
KOMISI II
Ketua: Rambe Kamaruzaman (Golkar)
Wakil Ketua: Ahmad Riza Patria
(Gerindra), Wahidin Halim
(Demokrat), Mustafa Kamal (PKS)
KOMISI III
Ketua: Azis Syamsuddin (Golkar)
Wakil Ketua: Desmon Junaedi
Mahesa (Gerindra), Benny K. Harman
(Demokrat), Muhfachri Harahap
(PAN)
KOMISI IV
Ketua: Edhy Prabowo (Gerindra)
Wakil Ketua: Titiek Soeharto (Golkar),
Herman Khaeron (Demokrat), Viva
Yoga Mauladi (PAN)
KOMISI V
Ketua: Ferry Djemi Francis (Gerindra)
Wakil Ketua: Michael Wattimena
(Demokrat), Muhidin Mohamad Said
(Golkar), Yudi Widiana (PKS)
KOMISI VI
Ketua: Achmad Hafisz Tohir (PAN)
Wakil Ketua: Dodi Reza Alex Noerdin
(Golkar), Heri Gunawan (Gerindra),
Azam Azman Natawijana (Demokrat)
SAPU BERSIH
KOALISI
MERAH
PUTIH
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
NASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOMISI VII
Ketua: Kardaya Warnika (Gerindra)
Wakil Ketua: Satya W. Yudha (Golkar),
Mulyadi (Demokrat), Tamsil Linrung
(PKS)
KOMISI VIII
Ketua: Saleh Partaonan Daulay (PAN)
Wakil Ketua: Deding Ishak (Golkar),
Sodik Nudjahid (Gerindra), Ledia H.
Amaliah (PKS)
KOMISI IX
Ketua: Dede Yusuf Macan Effendi
(Demokrat)
Wakil Ketua: Syamsul Bachri (Golkar),
Pius Lustrilanang (Gerindra), Asman
Abnur (PAN)
KOMISI X
Ketua: Teuku Riefky Harsya
(Demokrat)
Wakil Ketua: Ridwan Hisyam (Golkar),
Nuroji (Gerindra), Sohibul Iman (PKS)
KOMISI XI
Ketua: Fadel Muhammad (Golkar)
Wakil Ketua: Gus Irawan Pasaribu
(Gerindra), Marwan Cik Asan
(Demokrat), Jon Erizal (PAN)
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen
(BKSAP)
Ketua: Nurhayati Ali Assegaf
(Demokrat)
Wakil Ketua: Meutya Hafid (Golkar),
Teguh Juwarno (PAN), Rofi’i Munawar
(PKS)
Badan Legislasi
Ketua: Sareh Wiyono (Gerindra)
Wakil Ketua: Firman Soebagyo
(Golkar), Saan Mustopa (Demokrat),
Totok Dariyanto (PAN)
Mahkamah Kehormatan Dewan
Ketua: Surahman Hidayat (PKS)
Wakil Ketua: Lili Abdjudiredja (Golkar),
Sufmi Dasco Ahmad
Badan Urusan Rumah Tangga
Ketua: Roem Kono (Golkar)
Wakil Ketua: Novita Wijayanti
(Gerindra), Agung Budi Santoso
(Demokrat)
■ ADITYA MARDIASTUTI
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TERESIAMAY/ANTARAFOTO
POLISI MENANGKAP PELAKU DUGAAN
PEMERASAN TERHADAP PETINGGI PT
TELKOM. ES DIDUGA SEBAGAI SALAH SATU
ADMIN AKUN TRIOMACAN2000, YANG CUKUP
KONDANG DI JAGAT TWITTER.
FITNAHLAH
DAKU
KAU
DITANGKAP
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
L
EBIH dari dua pekan jajaran direksi
PT Telekomunikasi Indonesia (Tel-
kom) resah. Musababnya adalah
ancaman yang ditebar lewat pesan
singkat (SMS) dari seseorang. Isi pesannya
beragam, dari tudingan, fitnah, hingga ma-
kian.
Seorang petinggi di PT Telkom menyebut-
kan, setelah ditelusuri, teror terhadap direksi
tersebut merupakan buntut pembatalan pe-
masangan iklan. Si penebar ancaman mem-
inta uang iklan dibayar di muka sebesar 100
persen. Sedangkan kebijakan manajemen,
pembayaran dilakukan setelah ada bukti iklan
ditayangkan.
Modus permintaan iklan yang dilayangkan
adalah mengirim sejumlah tautan (link) berita
dari beberapa media online miliknya serta via
akun Twitter yang berisi isu negatif tentang
Telkom. Setelah mengirim tautan, pelaku
kemudian mengirim SMS yang berisi, berita
itu bisa diredam asalkan Telkom bisa bekerja
sama.
“Ujung-ujungnya minta iklan. Tapi, karena
dia minta uang di depan, terpaksa kami tolak.
Mungkin dia marah dan meneror,” kata pe­
tinggi perusahaan telekomunikasi pelat me-
rah tersebut kepada majalah detik.
Jengah diteror, para direksi Telkom pun
sepakat melaporkan upaya pemerasan itu ke
Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Kamis,
16 Oktober lalu. Laporan itu kemudian dita­
ngani oleh Subdirektorat Cyber Crime Direk-
Kantor cabang PT Telkom di
Jalan Kebon Sirih, Jakarta
Pusat.
ARI SAPUTRA/DETIKCOM
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Foto ilustrasi pengguna
Twitter.
ARI SAPUTRA/DETIKCOM
torat Reserse Kriminal Khusus. Barang buk-
tinya berupa rekaman suara, beberapa SMS
ancaman, serta permintaan sesuatu kepada
petinggi Telkom.
Sejumlah petinggi Telkom bersama penyi­
dik sebelumnya menelusuri jati diri pelaku,
yang diketahui bernama ES. Dari penelusuran
itu juga diketahui, ES diduga sebagai salah
satu pengelola sebuah media online sekaligus
salah satu admin akun TrioMacan2000, yang
cukup kondang di jagat Twitter.
“Dari situ diketahui kalau TrioMacan2000
layaknya sebuah perusahaan. Selain memiliki
akun Twitter, mereka memiliki media online,”
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
ujar sumber itu.
KeterangansenadadikatakanKepalaBidang
Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rik-
wanto.Menurutdia,ESdidugatidak“bermain”
sendiri, tapi berkelompok. Untuk mendalami
dugaan ini, penyidik Subdirektorat Cyber
Crime juga akan menelisik kembali
perkara pencemaran nama baik
yang diduga melibatkan akun
tersebut beberapa tahun se-
belumnya.
Saat ES ditangkap di kan-
tornya, di kawasan Tebet,
Jakarta Selatan, Senin pe-
kan lalu, RN, yang diduga
merupakan pemilik lain akun
TrioMacan2000, juga tengah
berada di tempat itu. “RN per-
nah diperiksa sebagai saksi terkait
akun tersebut. Di sisi lain, ES juga
menggunakan media sosial Twitter dan
media online-nya sebagai alat untuk memeras
korban,” tutur Rikwanto.
Pria yang menjabat direktur eksekutif di se-
buah organisasi advokat itu ditangkap setelah
menerima uang Rp 50 juta dari Telkom, yang
sebelumnya melaporkan dugaan pemerasan
itu ke polisi. Uang diantarkan seorang kar-
yawan.
Setelah uang diterima, polisi melakukan
penggeledahan dan mencokok ES. Dari tem-
pat itu disita uang Rp 49.650.000 dari laci
meja kerjanya. Selain itu, ada satu tas, satu
telepon seluler merek Samsung, satu ponsel
BlackBerry, dan tiga SIM card milik ES yang
turut disita.
Secara terpisah, kuasa hukum ES, Ah-
mad Irwandi Lubis, mengakui penangkapan
kliennya. Hanya, ia membantah ES adalah
pengelola akun TrioMacan2000. Alasan dia,
selama mendampingi kliennya sejak ditang-
kap hingga kini, baik klien maupun penyidik
Polda Metro Jaya tak pernah menanyakan
atau menyatakan soal admin-admin terse-
but.
“Kenapa ada penggiringan opini ke sana?”
ucap Irwandi kepada majalah detik.
Ia juga membantah tudingan bahwa klienn-
ES juga menggunakan
media sosial Twitter dan
media online-nya sebagai
alat untuk memeras
korban.
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Brigjen Kamil Razak saat rilis
kasus penyebaran foto Jokowi
yang direkayasa di Polda
Metro Jaya, Kamis (30/10).
HASAN/DETIKCOM 		
ya melakukan pemerasan. Duit yang diterima
ES, kata Irwandi, merupakan uang muka pem-
bayaran iklan. Sebab, sejak 10 bulan lalu, ES
bersama PT Telkom memiliki kerja sama pe-
masangan iklan di media kliennya. Kerja sama
itu sempat terputus, tapi akan dilanjutkan
kembali. Tiba-tiba, ada orang yang mengaku
dari Telkom mau datang. ES pun menerima
kedatangan orang tersebut, termasuk untuk
memberikan uang itu.
Pengacara ES boleh saja berkilah soal
dugaan pemerasan yang menjerat klien-
nya. Namun polisi bakal menjerat ES den-
gan sejumlah pasal, antara lain Pasal 45
juncto Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
serta Pasal 310, 311, 368, dan Pasal 369 Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana tentang
pencemaran nama baik serta pemerasan,
yang bisa diancam hukuman enam tahun
penjara.
Kasus pidana di dunia maya tak hanya men-
jerat seorang pengacara. Seorang pemuda
pembuat tusuk sate, MA, juga berurusan
dengan polisi gara-gara menyebarkan gambar
Presiden Joko Widodo yang direkayasa dan
menjurus ke pornografi. MA dibekuk Kamis
dua pekan lalu setelah ditelusuri jati dirinya
sejak beberapa bulan lalu.
“MA ditahan karena kasus pornografi, kare-
na menyebarkan foto-foto porno yang seperti
itu. Ini kan berbahaya bagi pendidikan anak-
anak,” ujar Kepala Polri Jenderal Sutarman di
HUKUM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
kantor Wakil Pre­siden, Jalan Veteran, Jakarta
Pusat, Kamis, 30 Oktober lalu.
Terkait dengan maraknya tindak pidana
melalui dunia maya, Dadang Rahmat, dosen
Sistem dan Hukum Pers dari Universitas
Padjadjaran, Bandung, mengatakan jika info
yang disebar melalui media sosial tidak benar
dan merupakan fitnah, korban bisa melapor.
Pelaku bisa dijerat dengan hukum pidana
maupun menggunakan Undang-Undang In-
formasi dan Transaksi Elektronik.
“Siapa pun yang merasa dinistakan punya hak
membela harkat dan martabatnya. Ada etikanya
menyampaikan pendapat. Harus ada pem-
bedaan antara kritik dan hinaan,” tutur Dadang.
Jerat pidana untuk pencemaran nama baik
bukan hanya bagi pembuatnya. Penyebarnya
pun bisa dijerat, seperti yang dilakukan MA,
yang mengunggah foto Jokowi dan Megawati
yang telah direkayasa melalui akun Facebook
miliknya.
“Tersangka harus dibuktikan apakah sebagai
pembuat atau penyebar, atau pembuat dan
penyebar. Jadi hati-hati menyebar sesuatu di
Internet karena penyebaran Internet itu sa­
ngat cepat dan pesat,” ucap Dadang. ■
JAFFRY PRABU PRAKOSO, M. RIZAL | DEDEN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Ibunda MA, Mursyida,
didampingi Wakil Ketua DPR
Fadli Zon (kiri), mendatangi
Bareskrim Mabes Polri, Jumat
(31/10).
HARYANTO/DETIKCOM
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KRIMINAL
ILUSTRASI:EDIWAHYONO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
POLISI MASIH MEMBURU SARTINAH,
YANG DIDUGA MEMBUNUH
PUTRA MAJIKANNYA DI BEKASI.
KELUARGANYA DI JAWA TENGAH
MENGAKUI TERSANGKA PERNAH
SAKIT JIWA.
MBAKBERBAJU
LUSUHITU
TERNYATA...
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
E
TTINurhayatiterkejutketikatiba-tiba
sesosok wanita muda berpenampilan
lusuh berdiri di muka rumahnya, Ja-
lan Bintara 6, Gang Sawo RT 03 RW
06, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi
Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, Kamis
pagi, 16 Oktober lalu, Etti seperti biasa tengah
berjualan nasi uduk.
Wanita yang membuat Etti kaget itu me­
ngenakan kaus kucel dan bercelana pendek
selutut yang juga lusuh. Rambutnya yang
berukuran sebahu berantakan. Belek di sudut
mata dan bekas air liur di seputar bibirnya me-
nambah kesan lusuh perempuan itu.
“Waktulihatdia,sayaagaktakut,penampilan-
nya seperti orang kelainan jiwa,” kata perem­
puan berusia sekitar 50 tahun itu saat ditemui
majalahdetik,Selasa,28Oktoberlalu.“Dalam
hati saya, kenapa dia enggak cuci muka dulu,
kan mau keluar belanja,” ujarnya.
Wanita itu ternyata ingin membeli dagang­
an Etti. Ia memesan dua bungkus nasi uduk
seharga Rp 8.000, lalu membayar dengan
selembar uang Rp 10.000. Ia hanya terdiam
saat menerima uang kembalian dari Etti, yang
masih keheranan terhadap wanita tersebut.
Tapi pembeli nasi uduk itu tiba-tiba memper­
kenalkan diri.
“Saya pembantu baru di rumah gede yang
ada anjingnya, Bu,” tutur Etti, mengisahkan
perjumpaan pertamanya dengan wanita muda
yang belakangan diketahui bernama Sartinah
Foto Sartinah, yang diduga
membunuh anak balita Jason
DOK. DETIKCOM
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
itu.
Sartinah adalah pekerja rumah tangga di ke-
luarga pasang­an Janter Jupiter Simanjuntak dan
Evelyn Sianipar, yang rumahnya bertetangga
dengan Etti. Sartinah kini tengah diburu polisi
karena diduga membunuh putra Janter dan
Evelyn, Jason Matthew Simanjuntak. Bocah
berusia 3 tahun 6 bulan itu diduga dibunuh
dengan cara disayat nadinya.
Dalam obrolan itu, Etti sempat memberi
nasihat agar Sartinah menjaga anak tetangga­
nya tersebut dengan baik. Tapi saat itu Sartinah
hanya terdiam sembari menatap Etti. “Dia juga
enggak mengeluh. Dia bilang (anak majikannya
itu) baik,” ucapnya.
Etti, juga warga di sekitar Jalan Bintara 6, tak
menyangka beberapa hari kemudian wanita
muda itu menghilang, dan diduga membunuh
Jason. Kematian Jason diketahui pada Selasa, 21
Oktober lalu, ketika Evelyn pulang kerja pada
pukul 00.30 WIB.
Saat Evelyn tiba di depan rumah, pintu pagar
terbuka. Melihat keanehan tersebut, dia pun
bergegas mencari anak semata wayangnya
di kamar di lantai dua rumah tersebut. Ia lalu
melihat Jason berada di kasur seperti sedang
terlelap. Tubuhnya ditutupi selimut. Mengira
putranya sudah tidur, Evelyn kembali menutup
pintu kamar.
Namun tebersit rasa penasaran di benak
Evelyn karena kepala anaknya itu tertutup ban-
tal. Ia pun kembali ke kamar dan menghampiri
Jason. Ia terkejut melihat bagian kanan wajah
Jenazah Jason
DOK.DETIKCOM
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Jason yang sudah membiru. Begitu selimut
dibuka, bercak darah berceceran di kasur dan
tangan anaknya. Ia sontak histeris dan berte-
riak meminta tolong sembari menggendong
Jason ke luar rumah.
MendengarteriakanEvelyn,sejumlahtetang-
ga berda­tangan. Evelyn dan suaminya, yang
baru dua bulan tinggal di lingkungan tersebut,
lantas diantar dua warga membawa Jason ke
Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Jason ternyata sudah meninggal. Sementara
itu, Sartinah, yang baru bekerja selama 10 hari
di rumah itu, menghilang.
Dari olah data tempat kejadian perkara yang
dilakukan anggota Kepolisian Sektor Bekasi
Kota esok paginya, sebilah pisau stainless steel
milik Evelyn diketahui hilang. Polisi menduga
pisau itu digunakan pelaku untuk membunuh.
Barang-barang milik Sartinah juga sudah tidak
ada.
“Mungkin dihilangkan tersangka,” kata Kepa-
la Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya
Komisaris Besar Rikwanto, Senin, 27 Oktober
lalu.
Polisi sempat kesulitan mencari pelaku.
Pasalnya, keluarga korban tidak memiliki cukup
informasi terkait identitas pembantu barunya
itu. Janter Simanjuntak mengaku mempeker-
jakan Sartinah setelah mendapat rekomendasi
dari ibu mertuanya. Sedangkan sang mertua
mendapatkan pekerja rumah tangga itu dari
penjaga sekolah, Yayat, tempat ia be­kerja se-
bagai guru.
“Karena mertua sudah percaya sama penja-
ga sekolahnya, ya enggak curiga. Kami percaya
asal-usulnya, jadi enggak minta identitasnya,”
ujar Janter, yang saat dihubungi majalah detik
tengah berada di Cirebon, Jawa Barat.
Bahkan keluarga Janter dan Evelyn awalnya
tidak mengetahui nama pembantunya itu wa-
laupun sudah bekerja selama 10 hari. Suami-
istri ini hanya memanggilnya dengan sebutan
“Mbak”.
Dari Yayat dan Tarmuji, identitas pelaku
diketahui. Tarmuji adalah pacar Sartinah. Ia
mengaku baru berpacaran selama dua minggu
dengan pelaku. “Sebelumnya, pelaku minta di-
carikan pekerjaan,” Rikwanto menambahkan.
Sebelumnya,
pelaku minta
dicarikan
pekerjaan.
Komisaris Besar Rikwanto
GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Dalamupayapengejaran,Tarmujiikutdibawa
polisi untuk mencari pelaku hingga ke kam-
pung halamannya di Banjarnegara, Jawa Te­
ngah. Menurut seorang petugas di lingkungan
PolresBekasiKota,polisiberhasilmendapatkan
foto pelaku dari keluarganya di Banjarnegara.
Keluarga tersangka mengaku terakhir bertemu
dengan Sartinah saat Lebaran lalu. Itu pun ia
hanya pulang kampung selama tiga hari.
Kepada polisi, Tarmuji menceritakan bahwa
Sartinah pernah menjadi penjual kopi keliling
di sejumlah tempat di Jakarta, termasuk di ka-
Rumah keluarga pasangan
Janter dan Evelyn
JAFFRY PRABU/DETIKCOM
KRIMINAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
wasan Monumen Nasional. Sartinah juga sem-
pat mengeluh soal kenakalan anak majikannya.
Ia pernah dicakar. Dari kete­rangan pacar ter-
sangka itu, polisi juga memburunya ke sejum-
lah tempat mangkal para tunawisma.
“Sudah kami amankan tempat gelandangan.
Takutnya dia berkumpul di sana. Sebab, ka-
lau sudah kumpul, kami sulit melacak,” ucap
Kepala Subbagian Humas Polres Bekasi Ajun
Komisaris Siswo secara terpisah.
Hingga Kamis pekan lalu, Sartinah belum
ditemukan. Polisi sudah meminta keterangan
kepada warga sekampung halamannya di Jawa
Tengah, yang semuanya mengaku tidak tahu
keberadaannya.
“Ini berarti dia masih di Jakarta. Foto sudah
kami sebar,” kata Siswo. Dari keterangan kelu-
arga juga diketahui tersangka Sartinah mender-
ita sakit jiwa. “Tapi belum bisa kami simpulkan.
Ini belum terbukti.”
Bagi Janter dan Evelyn, perilaku Sartinah
selama bekerja tidak ada yang aneh. Menurut
Janter, Sartinah melakukan pekerjaan rumah
seperti biasa dan tak pernah mengeluh. Soal
penampilannya yang lusuh dianggap wajar
oleh pasang­an suami-istri ini. Keluarga menye­
rahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk
memprosesnya secara hukum. Janter meng­aku
sudah merelakan kepergian anak kesayangan-
nya itu.
“Kami sudah ikhlas, mungkin ini jalan Tuhan.
Kami sudah memaafkan perbuatannya,” ucap
pegawai bank ini, lirih. ■
JAFFRY PRABU PRAKOSA | M. RIZAL
Polres Bekasi Kota
GOOGLESTREET
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
MENKO MARITIM INDROYONO SOESILO:
TRANSPARANSI,
KUNCI
BERANTAS
MAFIA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
J
ARUM jam belum genap menunjukkan pukul
enam pagi, tapi rumah di Jalan Panglima Polim
III Nomor 7 itu sudah dipenuhi beberapa kru
stasiun televisi pada Rabu, 29 Oktober lalu.
Sang tuan rumah, Dwisuryo Indroyono Soe-
silo, keluar dari pintu samping lalu menyalami
tetamunya. Dengan alasan rumah itu bukan
milik pribadinya, Menteri Koordinator Maritim
itu menolak diwawancarai di dalam rumah. Ia
juga mewanti-wanti agar para wartawan tak
mengubah letak pot-pot tanaman di taman.
“Biar santai, di taman sini saja, ya. Saya siap,
mau sambil duduk atau berdiri,” kata Indroyo-
no tegas tapi ramah.
Kepadamajalahdetik,yangmendapatgiliran
pertama mewawancarai, ia menuturkan di-
hubungipihakIstanauntukmenghadapPresiden
Joko Widodo pada Sabtu, 18 Oktober. Karena
akhir pekan, Indroyono, yang tengah bertugas
sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan
Akuakultur Organisasi Pangan dan Pertanian
PBB (FAO) di Roma, Italia, mengaku kesulitan
mendapatkan tiket pesawat ke Jakarta. Akhirnya
ia terpaksa menggunakan maskapai yang harus
transit di Dubai selama enam jam. Ia mendarat
di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu sore
ketika pesta rakyat mulai ramai digelar. Dua hari
kemudian,JokowimenerimanyadiRuangJepara,
Istana Merdeka. “Kami berbincang selama 40
menit,” ujar Indroyono.
Toh, kepastian dirinya terpilih menjadi men-
teri baru diyakininya setelah diminta ke Istana
sekitar empat jam sebelum Presiden mengu-
mumkan susunan anggota kabinetnya. Karena
menakhodai kementerian baru, yang menjadi
ujung tombak dalam mewujudkan cita-cita
Presiden Jokowi menjadikan Indonesia seba-
gai poros maritim dunia, ia tak punya kantor
sendiri. Juga dukungan para staf.
Untungnya, Badan Pengkajian dan Penera-
pan Teknologi (BPPT) meminjamkan ruangan
di lantai tiga, bekas ruangan B.J. Habibie saat
“TERNYATA BANYAK SEKALI PERIZINAN YANG TUMPANG-TINDIH, SAMPAI SEKITAR 200
PERIZINAN DI BIDANG TRANSPORTASI LAUT.”
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
menjabat Menteri Riset dan Kepala BPPT. “Ini
ruang sakral buat saya,” ujarnya. Bagi dia, kan-
tor kementerian tak harus besar, tapi mesti
efektif, efisien, dan modern.
Terkait masalah utama yang perlu dibenahi
di empat kementerian di bawah koordinasinya,
Indroyono tegas menyebut transparansi dan
perlunya penyederhanaan perizinan. Berikut
ini petikan perbincangan dengan ahli pengin-
draan jauh itu.
Anda membawahi empat kementeri-
an....
Ya, ada Kementerian Perhubungan, Ke-
menterian Energi dan Sumber Daya Mineral,
Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta
Kementerian Pariwisata. Mengapa? Karena
empat kementerian inilah yang mampu mem-
berikanpemasukanbesarkepadanegara.Lem-
baga ini juga akan didorong memprioritaskan
kegiatannya di bidang bahari dan kemaritiman.
Apa saja program prioritas masing-mas-
ing kementerian?
Setelah menganalisis secara terperinci dan
luasberkaitandengantugasdanfungsimasing-
masing kementerian, ada beberapa program
prioritas yang akan kami wujudkan. Misalnya
di Kementerian Perhubungan, visi Presiden
saat berkampanye kan mewujudkan jalan tol
Video
Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan Puan Maharani
(tengah) didampingi Mantan Menteri
Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat Agung Laksono (kiri) dan
Menko Kemaritiman Indroyono
berfoto bersama usai acara serah-
terima jabatan di kantor Menkokesra,
Jakarta, Selasa (28/10).
MUHAMMAD IFDHAL/ANTARAFOTO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
laut. Lalu kami lihat apa permasalahannya di
situ. Ternyata banyak sekali perizinan yang
tumpang-tindih, sampai sekitar 200 perizinan
di bidang transportasi laut.
Menteri Perhubungan segera bekerja cepat
dan mengatakan, “Beri waktu kepada kami se-
lama satu bulan untuk menyederhanakan per-
izinan yang berkaitan dengan perhubungan
laut dan pelayaran.” Harapannya, Indonesia
menjadi jauh lebih menarik untuk masuknya
investasi dan investor untuk dapat memban-
gun infrastruktur.
Untuk pariwisata, seberapa besar po-
tensi wisata bahari kita sebetulnya?
Kami memang akan mengarahkan ke wisata
bahari, kaitannya dengan sailing, diving, snor-
keling, surfing, dan fishing. Kita punya lima hal
utama, yakni budaya; alam, seperti keindahan
lautterumbukarang;keramahtamahan;kuliner
yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke;
serta aneka cendera mata. Ini harus segera di-
pacu agar bisa memicu dan mengangkat sek-
tor ekonomi secara cepat. Industri pariwisataGRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
Menyederhanakanperizinanakanmembuat
Indonesiajauhlebihmenarikbagimasuknya
investasidaninvestoruntukdapatmembangun
infrastruktur.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
(Dari kiri) Menteri Kelautan
dan Perikanan Sharif C.
Sutardjo, Direktur Jenderal
Organisasi Pangan dan
Pertanian PBB (FAO) Jose
Graziano da Silva, Direktur
Sumber Daya Perikanan FAO,
serta Duta Besar RI untuk
Italia August Parengkuan
di markas FAO, Roma,
September 2014.
DOK. PRIBADI
kan tidak usah bikin pabrik. Barangnya sudah
ada semua. Tinggal sekarang bagaimana pro-
mosi digiatkan dan urusan perizinan dipermu-
dah.
Di sektor pariwisata, apa problem yang
terkait dengan perizinan?
Saya kasih contoh, ya. Kami pantau ada
400-500 yacht atau kapal pesiar mewah kecil
yang berseliweran di sekitar wilayah Indonesia
tapi sulit masuk karena sistem perizinan lama
sekali. Dibutuhkan izin satu bulan agar kapal
layar bisa masuk Indonesia. Padahal, kalau
dapat masuk dengan izin satu atau dua hari
selesai, kapal-kapal itu akan berlayar masuk
wilayah Indonesia dan mampir ke pelabuhan-
pelabuhan seluruh provinsi. Mereka menyak-
sikan kebudayaan dan seni di tiap provinsi.
Mereka tentu akan menebarkan dolarnya
sehingga akan membuka lapangan kerja dan
memberi pemasukan kepada masyarakat di
daerah yang disinggahinya.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
Terkait pencurian ikan di laut kita, Pak
Jokowi pernah mewacanakan penggu-
naan drone....
Berbicara soal illegal fishing, semua itu di-
awali dengan kurangnya transparansi dalam
masalah perizinan, soal pemberian lisensi ke-
pada kapal-kapal penangkap ikan, terutama
yang besar-besar. Indonesia memiliki 11 WPP
(wilayah pengelolaan perikanan), yang setiap
dua tahun harus merilis stok ikan yang ada di
wilayahnya. Jadi harus ada kajian stok ikan di
wilayah tersebut agar kita tahu berapa potensi
ikan yang lestari di masing-masing wilayah.
Kemudian dihitung berapa izin yang bisa diter-
bitkan untuk berapa jenis kapal.
Izinnya akan dibuat transparan dan dibuka
ke publik agar bisa ikut memantau nama
dan nomor kapalnya. Kapal yang mendapat
izin juga dipasangi VMS (vessel monitoring
systems). Jadi setiap pergerakannya akan se-
lalu terpantau. Pada saat bersamaan, dipantau
juga dengan satelit dan pusat patroli Angka-
tan Udara. Itu yang dimaksud Presiden den-
INTERVIEW
GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
Industripariwisatakantidakusahbikinpabrik.
Barangnyasudahadasemua.Tinggalsekarang
bagaimanapromosidigiatkandanurusan
perizinandipermudah.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
gan drone. Jadi dari WPP itu kita bisa melihat
kapal-kapal yang legal atau ilegal. Dari kapal
yang ilegal pun bisa diukur panjang kapalnya
dan diinventarisasi berapa volumenya, sehing-
ga kita tahu yang ilegal berapa jumlahnya dan
volume yang ditangkap berapa besar.
Kenapa asing diizinkan menangkap ikan
di perairan kita?
Dalam Undang-Undang Perikanan, luas laut
Indonesia sekitar 5,7 juta kilometer persegi.
Terdiri atas 1,9 juta kilometer persegi laut teri-
torial, seperti Laut Jawa, Banda, Sulawesi, Se-
lat Makassar. Tapi, di luar itu, 200 mil di luar
batas terluar titik-titik pangkal ada namanya
ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif). Di situ sumber
daya alamnya milik kita, ikannya milik kita.
Kalau punya laut sebesar itu dan potensi ikan
di ZEE masih besar dan kapal Indonesia tidak
bisa memanfaatkan, kan mubazir. Karena itu,
kemudian diberikanlah izin kepada kapal asing
untuk bekerja di wilayah ZEE ini.
Tadi yang dibahas kan untuk pengusaha
besar, bagaimana dengan nelayan kecil
dan menengah?
Kami juga mengupayakan nelayan tang-
kap bisa mendapatkan sarana dan prasarana
sehingga bisa bekerja. Mereka berlayar itu
membutuhkan biaya dan bagaimana caranya
biaya tersebut bisa dicari dengan sederhana,
mulai kredit dari perbankan sampai dukungan
asuransi. Sebab, nelayan kecil (dengan kapal
ukuran) dari 5 sampai 10 gross ton sangat tidak
bankable. Kalau mereka dibawa ke perbankan,
sulit mendapat kredit. Kami juga mengupaya-
Penyerahan Program FAO Tahun
2013 dari Direktur Jenderal
FAO (kanan) kepada Direktur
Sumber Daya Perikanan FAO
Indroyono Soesilo.
DOK. PRIBADI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
kan sistem rantai dingin. Cool boxes di kapal
akan ditambah dan cool storage di pelabuhan
perikanan ditambah.
Pasokan listriknya bagaimana?
Ya, memang harus ditambah. Cool storage
tanpa listrik sama saja tidak jadi cool. Ikan itu
harganya mahal kalau fresh atau beku. Kalau
sistem rantai dingin dibangun dan ikan-ikan
sudah terpilah-pilah dalam cool boxes kemu-
dian masuk ke pelabuhan perikanan ada cool
storage, nelayan-nelayan tidak akan menang-
kap harian, tapi dapat sampai mingguan. Ka-
lau cool storage penuh ikan, kapal-kapal besar
akan datang juga. Ini rantai yang harus segera
kami garap.
Selama ini Kementerian ESDM kan di
bawah Menko Perekonomian, kenapa
sekarang di bawah Kementerian Maritim?
Kita harus tahu, misalnya migas kita itu be-
rada di sekitar 60 cekungan. Nah, 40 di antara-
nya berada di lepas pantai. Selain itu, ada tiga
sumber daya energi prioritas untuk didorong,
yakni hydropower, batu bara, dan panas bumi.
Dalam rangka mewujudkan itu, sistem periz-
inan harus disederhanakan.
Soal pengembangan energi nonkonven-
sional, apakah bisa secara massal diber-
dayakan?
Brasil pada 1982 membuat program biofuel
dari ampas tebu. Pak Habibie pernah men-
Terhadappara
nelayan,akan
diupayakan
programkredit
dariperbankandan
dukunganasuransi.
DOK. PRIBADI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
coba dengan ketela. Idenya diambil dari Brasil.
Indonesia waktu itu semangat ketika harga
migas naik dari US$ 20 per barel jadi US$ 25.
Tapi, begitu harga minyak turun menjadi US$
9 pada 1983-1984, kita menyerah. Brasil tidak.
Apa yang terjadi sekarang? Semua mobil di
Brasil kandungan biofuel-nya sangat besar.
Jatuhnyadisanapenggunaanbiofuelekuivalen
dengan penggunaan minyak dan batu bara.
Jadi, jika sekarang harga minyak US$ 90, Bra-
sil itu menggunakan bahan bakar biofuel-nya
dengan harga US$ 25. Hal seperti ini jugalah
yang harus kita garap.
Seberapa siap SDM kita mengembang-
kan energi nonkonvensional?
Oh, kita sebetulnya selalu siap. Tinggal kum-
pulkan lagi para ahli yang dulu pernah mel-
akukan kajian energi gelombang, angin, dan
surya. Lalu kita undang para investor, siapa
yang tertarik untuk membangunnya.
DisektorESDM,khususnyamigas,yang
disorot soal mafianya....
Ini bisa dikaitkan dengan transparansi per­
izinan. Langkah awalnya ya ini. Semua itu harus
transparan. Berani enggak kita transparan. Kalau
sudah terbuka, pelan-pelan hal itu bisa kita ta­
ngani.Kitamulaidenganlangkahkonseptual.Bu-
Presiden Joko Widodo dan
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat
memperkenalkan satu persatu
anggota kabinetnya di Istana
Merdeka, Jakarta, Minggu
(26/10).
CAHYO/SETPRES
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
Menteri Koordinator
Perekonomian Sofyan Djalil
(kiri) bersama Menteri
Koordinator Maritim Indroyono
Soesilo (kanan) memimpin
rapat koordinasi untuk
membahas RAPBN di kantor
Kemenko Perekonomian,
Jakarta, Selasa (28/10).
YUDHI MAHATMA/ANTARA FOTO
kanhitandrun.Kitabuattransparansaja.Berapa
sih yang dibutuhkan, apakah kilang mi­nyak yang
ada di Indonesia yang kemampuannya sekian
ratus ribu barel per hari sudah mampu atau su-
dah optimal? Saya dengar belum. Saya memang
belumdapatangkayangdetail.Jumlahkemamp-
uanpengolahandikilangminyakituxkiloliterper
hari, tapi ternyata baru mampu melak­sanakan
sekiankiloliterperhari.Berartimasihadapotensi
untuk meningkatkan produksi migas dalam ne­
geri. Artinya, impor bisa dikurangi dan ini berarti
bisa menghemat devisa. Ini langkah-langkah ke
depan dan saya kira bisa kita lakukan.
Undang-Undang Kelautan meng­ama­
natkan pembentukan Badan Keamanan
Laut (Bakamla). Ini akan di bawah koordi-
nasi siapa?
Saya kira nanti awalnya kami akan bersama-
samadenganKementerianKoordinatorPolitik,
Hukum, dan Keamanan. Kita lihatlah ke depan.
Sebelumnya memang ada Bakorkamla, yang
memayungi 12 kementerian, lembaga. Masing-
masing lembaga ini, kalau menjaga keamanan
laut, membawa undang-undang sendiri. Mis-
alnya, saya penyidik perikanan yang berpatroli
di laut, ya bawa UU Perikanan. Kalau ada yang
menyelundup, tugas Bea-Cukai dengan UU
Perpajakan, dan seterusnya. Tentunya, kalau
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERVIEW
Direktur Jenderal FAO Jose
Graziano da Silva (kanan)
mengangkat Indroyono Soesilo
sebagai Direktur Sumber Daya
Perikanan dan Akuakultur FAO,
yang berkedudukan di Roma,
November 2012.
DOK. ISTIMEWA
banyak sekali seperti ini, harus dikoordinasi-
kan. Itu Bakorkamla yang cuma diatur dengan
keputusan presiden. Dengan adanya UU Ke-
lautan, dibentuk Bakamla sehingga tidak harus
semua instansi memiliki kapal patroli sendiri.
Misalnya kapal patroli Angkatan Laut ber-
patroli di Laut Arafura, di kapal itu ada pe-
nyidik perikanan, Bea-Cukai, Polri, penyidik
Kementerian Perhubungan. Mereka berlayar
bersama-sama. Kalau ada penyelundup, ya
yang menyidik dari Bea-Cukai. Kalau ada per-
ompak, begitu ditangkap, yang menyidik Polri.
Langkah-langkah inilah yang ke depan akan
dilakukan dengan adanya Bakamla, sehingga
lebih optimal dan terintegrasi.
PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BIODATA
NAMA: Profesor Dr Ir Dwisuryo
Indroyono Soesilo, MSc
TEMPAT/TANGGAL LAHIR: Bandung, 27
Maret 1955
ISTRI:Dr Ir Nining Sri Astuti, MA
ANAK:
1. Ostiawan Yudiantoro, SE Ak
2. Dwiyani Indraningsri, SS
3. Trihandoyo
PENDIDIKAN:
• S-1, Fakultas Teknik Ge-
ologi Institut Teknologi
Bandung, 1979
• S-2, Universitas Michi-
gan, Amerika Serikat,
1981
• S-3, Universitas
Iowa, Amerika Seri-
kat, 1987
•	
Program Khusus di Remote Sensing
Satellite Ground Station Management
Training, Kanada, 1992
KARIER:
•PegawaiBadanPengkajiandanPenerap­
an Teknologi (BPPT)
•	 Dosen luar biasa Kursus Staf Senior
TNI AD Seskoad Bandung
• Asisten peneliti dan asisten dosen di
Department of Geology, University of
Iowa, Amerika Serikat
•	 Dosen di Institut Teknologi Ban­dung;
Program Pascasarjana di Institut
Teknologi Sepuluh November, Sura-
baya; Universitas Trisakti; dan Univer-
sitas Indonesia
•	 Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplo-
rasi Laut Departemen Kelautan dan Peri-
kanan, 1999
•	 Kepala Badan Riset Kelautan dan Per­
ikanan Departemen Kelautan dan Per­
ikanan
•	 Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi
Pengembangan Sumber Daya Alam
•	 Sekretaris Menteri Koordinator Ke­
sejahteraan Rakyat
•	 Direktur Sumber Daya Perikanan dan
Akuakultur Food and Agriculture Or-
ganization
PENGHARGAAN:
•	 Adhicipta Rekayasa Persatuan Insinyur
Indonesia, 1993
•	 Satyalancana Pembangunan RI, 1995
•	 Satyalancana Karya Satya X, 1999
•	 Bintang Ajasa Utama, 1999
•	 Worldwide Permina Foundation
Award, Amerika Serikat, 1980
•	 IndonesianCulturalFoundationAward,
Amerika Serikat, 1981
•	 Isabel-Demple Foundation Award,
Amerika Serikat, 1984
•	 Scientific Research Honor Society,
Amerika Serikat, 1987
•	 Who’s Who of The World, 1998
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOLOM
OLEH: BURHANUDDIN MUHTADI
BIODATA
Nama:
Burhanuddin Muhtadi
Tempat/Tanggal Lahir:
Rembang, 15 Desember 1977
H
ARI sudah beranjak larut malam. Sebagian media sudah balik ke kantor
untuk memberitakan pengumuman susunan Kabinet Kerja Joko Widodo-
Jusuf Kalla, 26 Oktober 2014, pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba muncullah sosok
Jokowi. Dia mengantarkan Ara (Maruarar Sirait) pulang dari gerbang
samping Istana. Jokowi celangak-celinguk seperti mencari awak media yang tersisa.
“Ara kawan baik saya. Dia akan tetap membantu saya di pemerintahan,” kata Jokowi
tegas. Ara hanya tersenyum sambil tetap mengenakan baju putih yang disediakan
Sekretariat Negara sebagai dress code calon menteri. Ada kegetiran yang tampak
di wajah Jokowi. Dia mengantar sohibnya pulang dan menatap lama mobil yang
membawa Ara berlalu dari sudut matanya.
JOKOWI BUTUH KEMAMPUAN TEKNOKRASI DI TENGAH
TARIKAN KEPENTINGAN POLITIK DAN TUNTUTAN PUBLIK YANG
MELAMBUNG TINGGI.
JOKOWI,
BERHENTILAH
‘BERPUISI’
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOLOM
Inilah puncak dari drama tarik-ulur kabinet Jokowi dalam sepekan terakhir. Siang
harinya, Ara bertandang ke kediaman Megawati Soekarnoputri untuk meminta
restu atas rencana terpilihnya dia sebagai menteri. Konon, sang empunya rumah
tak berkenan menemuinya. Jokowi tahu Ara sudah berjuang panjang bersama
dirinya bahkan sebelum pemilihan gubernur di Jakarta. Jokowi mencoba buying
time. Waktu pengumuman kabinet sudah diundurkan dari jadwal semula. Siapa
tahu Mega berubah pikiran. Tapi harapan itu bertepuk sebelah tangan. Mega
menggunakan “hak veto"-nya untuk mencoret nama Ara dari daftar. Dan Jokowi
seolah-olah tak melawan.
Sebenarnya, dalam perspektif Jawa, Jokowi menunjuk­kan konsolidasi
perlawanan secara simbolis atas pencoretan Ara. Dengan menyebut secara
terbukabahwaAraadalahsohibdekatnyadanakanmembantupemerintahannya,
Jokowi mengirimkan pesan khusus bahwa dia tak menyerah. Wong Jawa anggone
semu, sinamun samudana, sesadone ing adu manis. Inilah politik pasemon.
Manusia Jawa cenderung semu atau terselubung. Jokowi tak sekadar melawan
dalam diam.
Susunan kabinet Jokowi memang tidak buruk, tapi juga tak bisa memunculkan
“wow factor”. Inilah yang terbaik yang bisa dilakukan Jokowi di tengah realitas
politik yang tak mudah. Jokowi bukan veto player, bukan pula “pemegang saham”
terbesar di PDI Perjuangan. Jokowi juga harus berkompromi dengan partai-
partai pendukung lainnya untuk melakukan akomodasi politik. Jokowi tidak bisa
sepenuhnya memaksimalkan hak prerogatifnya ketika bicara nama-nama menteri
yang direkomendasikan melalui jalur partai.
Padahal rekrutmen pejabat publik via partai juga tak bisa memberi garansi
meritokrasi. Masalahnya bukan sekadar partai kekurangan stok kader yang
Pendidikan
●	 Teologi dan
Filsafat IAIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta,
2002
●	 Master pertama
Fakultas Asian Studies
(MAPS) di Australian
National University
(ANU), Canberra,
Australia
●	 Master kedua bidang
political science
(research) di ANU,
2008
●	 Kandidat PhD di
Department of
Political and Social
Change, ANU
Aktivitas:
●	 Dosen di Program
Diploma Ilmu Politik,
FISIP UIN Syarif
Hidayatullah dan
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOLOM
berkualitas, tapi sistem meritokrasi seringkali membentur tembok patronasi yang
terlalu kuat di kalangan internal partai. Seleksi calon pejabat publik di dalam partai
lebih sering ditentukan bukan oleh kriteria profesionalitas, melainkan kedekatan
dengan elite. Jokowi tidak menyerah. Dia memanfaatkan KPK dan PPATK untuk
menolak calon menteri yang bermasalah. Beberapa nama yang distabilo merah
memang terjungkal, tapi daftar pengganti yang diusulkan partai juga tak serta-
merta lebih baik dari sebelumnya.
Inilah yang membuat publik tak melihat “wow effect” dalam kabinet Jokowi.
Beruntung dia masih punya ruang manuver untuk menentukan secara
lebih leluasa calon-calon menteri dari jalur profesional nonpartai.
Beberapa di antaranya memang tak selalu sesuai dengan kompetensi
danpengalamannya.Beberapapos
kementerian terkesan sudah
dipatoksebagaihargamatioleh
partai pendukung. Akibatnya,
prinsip the right person in
the right place terpaksa
dikorbankan. Sedikitnya
12 dari 16 menteri dari
partai-partai pendukung
mengisi portofolio
kementerian yang tidak
pas dengan kompetensi
dan pengalamannya.
Pascasarjana Universitas
Paramadina
●	 Peneliti Senior Lembaga
Survei Indonesia (LSI)
●	 Peneliti di Center for
the Study of Islam and
Society
●	 Program Manager for
Voter Education at The
Asia Foundation dan
Jaringan Islam Liberal
(JIL), 2004
●	 Koordinator Penelitian
Moslem Perception
on US Foreign Political
Affair yang dilakukan
oleh Kedutaan Besar
Amerika Serikat, PPIM,
JIL, LSI, dan Freedom
Institute, 2004
●	 Program Manager for
Voters Education in
General Election 2004
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOLOM
Tapi apa mau dikata, jabatan menteri adalah political appointee. Jokowi tak bisa
menafikan peran partai dalam sistem presidensial-multipartai ekstrem yang kita
anut. Dalam desain politik seperti ini, politik transaksional yang bertumpu pada
konsesi politik menjadi pemandangan lumrah. Profesionalisme dan meritokrasi tak
lagimenjadiacuan.Ketegasanmenjadibarangmahalkarenaterlalubanyakkalkulasi
politik yang menjadi konsiderans. Secara faktual, kekuatan oposisi mendominasi di
parlemen. Jokowi hanya mengandalkan koalisi minimalis dari PDI Perjuangan, PKB,
NasDem, Hanura, dan PPP. Total kekuatannya di parlemen cuma 44 persen. Jika
kelima partainya tidak diakomodasi dalam kabinet, koalisi pendukung Jokowi bisa
“masuk angin”. Stabilitas politik makin terganggu dan janji-janji Trisakti dan Nawa
Cita Jokowi makin jauh panggang daripada api.
Namun, di atas segalanya, ada harga yang harus dibayar karena tarik-ulur
penyusunan kabinet Jokowi. Kredibilitas Jokowi sedikit tercoreng karena
“penundaan” pengumuman kabinet. Padahal, ia telanjur berjanji bahwa, dalam
waktu satu-dua hari setelah pelantikan, skuat kabinet akan diumumkan. Karena
itu, protokol manajemen krisis harus segera dinyalakan. Terlalu banyak drama
dan kekacauan informasi terkait tarik-menarik distribusi kekuasaan yang melucuti
kredibilitas Jokowi. Kabinet ramping dan tanpa syarat terbukti sekadar retorika
ketimbang kenyataan.
Karena itu, Jokowi harus kembali menegakkan harga dirinya sebagai presiden
yang merdeka dengan mempertegas komitmen agar semua menteri yang sudah
dilantik menanggalkan jabatan strukturalnya di partai. Sejak awal, janji Jokowi
agar menteri-menterinya tidak merangkap jabatan di partai sudah terpatri di
memori publik. Namun, sejak pelantikan kabinet, baru tiga menteri dari NasDem
yang dilakukan oleh
Japan International
Cooperation Agency
(JICA) dan JIL, 2004
Karya:
●	 Civil Society dan
Demokrasi: Survei tentang
Partisipasi Sosial-Politik,
Jakarta: INCIS, 2003
●	 Mencari Akar Kultural
Civil Society di Indonesia,
Jakarta: INCIS, 2004
●	 Quo Vadis Pemilu 2004?,
Jakarta: Logos, 2004
●	 Defisit Pelayanan Publik:
Survei Opini Publik,
Jakarta: INCIS, 2005
●	 Dilema PKS: Suara dan
Syariah, Kepustakaan
Populer Gramedia, 2012
●	 Memperbaiki Mutu
Demokrasi di Indonesia:
Sebuah Perdebatan,
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KOLOM
yang melepas jabatannya di partai. Tjahjo Kumolo juga sudah menyatakan siap
mengundurkan diri dari jabatan Sekjen PDI Perjuangan.
Namun Puan Maharani terkesan belum sepenuhnya “ikhlas” mengundurkan
diri dari jabatan Ketua DPP PDI Perjuangan. Dia mengatakan keputusan mundur-
tidaknya tergantung fatwa Ketua Umum Megawati. Di sinilah ujian Jokowi
berikutnya untuk menegakkan komitmen. Drama pengumuman susunan kabinet,
di mana Jokowi meminta semua menterinya berlari ketika dipanggil, sementara
Puan justru berjalan santai, telanjur menjadi tontonan publik. Juga sebelum sesi
pemotretan, saat 33 menteri berjalan dari Istana Negara menuju Istana Merdeka,
hanyaPuanMaharaniyangterlihatmenumpangikendaraangolfcar.Secarasimbolis,
ini menunjukkan “ketidakberdayaan” Jokowi terhadap anak buahnya.
Keberhasilanpemerintahnantinyabukanhanyaditentukancapaian-capaianfaktual
semata, tapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan Jokowi dalam mengelola
manajemen harapan publik. Berhentilah “berpuisi”, dan mulailah membuat “prosa”.
“We campaign in poetry. But when we are elected, we are forced to govern in prose,”
ujar Mario Cuomo. Jokowi sudah cukup lama “berpuisi”, menjejali publik dengan
bait-bait yang indah didengar atau diseminarkan. Saatnya Jokowi membuat “prosa”,
yang diisi dengan narasi yang menguraikan sekaligus menyelesaikan (gets things
done). Jokowi butuh kemampuan teknokrasi di tengah tarikan kepentingan politik
dan tuntutan publik yang melambung tinggi. Selamat bekerja! n
Jakarta: Paramadina,
2012
●	 Perang Bintang 2014:
Konstelasi dan Prediksi
Pemilu dan Pilpres,
Noura Books, 2013
Penghargaan:
●	 Anugerah Media
dan Komunikator
Terbaik Pilpres 2009
kategori pengamat
dari strategic public
relations
●	 Charta Awards
kategori pengamat
dari Charta Politika,
2010
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Kepak sayap
Pangandaran, 15 Januari 1965.
“Susi, gambar apa ini?
Pesawat terbang mahal-
mahal, kok bawa ke­
ranjang ikan? Bau amis,
atuh!”
Menteri Susi
Mengaku putus se-
kolah karena sakit,
tapi kata kawannya dia
dikeluarkan gara-gara
aksi golput pemilu dan
sempat dikejar-kejar
Babinsa.
merintis bis-
nis ekspor ikan
dari jualan
keliling.
Susi ter-
bang kian
tinggi...
Sejak kecil memimpikan ingin
punya pesawat terbang.
berani melerai bentrok nelayan vs preman. Pernah
pimpin demo tolak sodetan sungai di Pangandaran.
Maskapai Susi Air dengan rute perintisnya
bikin Susi dekat dengan pejabat dan poli-
tikus. Megawati dan Jokowi pernah carter
pesawat Susi untuk kampanye.
“Ibu Susi Men-
teri Kelautan dan
Perikanan ya,”
“Yes!”
Ikaaaann...
2004: Lahirnya Susi Air
“Bisa Terbang ke
lokasi Tsunami Aceh?
TEKS: BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, 	 MONIQUE SHINTAMI, OKTA WIGUNA | ILUSTRASI: KIAGUS AULIANSYAH
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUSFOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SUSI SEMPAT RAGU MENERIMA TAWARAN JOKOWI JADI
MENTERI. IA GALAU KALAU-KALAU TINGKAH LAKUNYA
YANG NYENTRIK JUSTRU MEMBAWA DAMPAK NEGATIF
BAGI KABINET JOKOWI.
TELEPON MEGA
SEBELUMKEISTANA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Tap untuk melihat
Video
S
USI Pudjiastuti galau tingkat tinggi.
Ia baru saja pulang dari Istana setelah
bertemu Presiden Joko Widodo,
Kamis 23 Oktober 2014. Hari-hari
itu sebetulnya CEO Susi Air ini merencanakan
terbang ke Amerika Serikat untuk menengok
anaknya. Namun panggilan dari Istana tidak
mungkin diabaikannya.
Sang Presiden ternyata mengundang Susi
ke Istana untuk mengajaknya masuk dalam
KabinetKerja,yangakansegeradiumumkannya.
Kepada Jokowi, Susi sempat mengaku bahwa
ia adalah pebisnis yang dianggap “gila” dalam
membangun perusahaan. Namun Jokowi justru
menjawab Indonesia butuh orang-orang yang
“gila” seperti Susi.
Kemantapan Jokowi memilihnya menjadi
menteri inilah yang membuat galau Susi.
Ia merasa tidak cocok menjadi birokrat. Ia
perempuan yang keras kepala serta tidak suka
kompromi.Iajugatidakterbiasadenganaturan-
aturanformalyangmembatasiseorangpejabat.
Selaku CEO Susi Air, ia bebas berteriak bila
ada pekerjaan yang tidak beres. “Di sini (KKP)
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
kadang gemes tapi i have to hold it,” ucap Susi
saat ditemui majalah detik di kantor barunya,
Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.
Susi juga berat hati meninggalkan
perusahaannya. Selama dua tahun ini, ia sangat
menikmatitotalitasnyadiSusiAirhinggasukses
mengantar maskapai perintis itu berkembang
menjadi perusahaan berlevel internasional.
Saking bingungnya, Susi bahkan curhat
kepadasangcucuyangmasihberumur8tahun.
Betapa kagetnya Susi mendengar pendapat
cucunya itu. “Dia bilang, ‘Uti, this is significant
job’. (Saya balik tanya) ‘Kamu bilang significant?
Do you understand what is significant?’” cerita
Susi.
Selain sang cucu, sebenarnya Susi telah
minta pendapat teman dekatnya yang lebih
berpengalamandipemerintahan,yaknimantan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono
Kusumaatmadja dan Wakil Bupati Ciamis Jeje
Wiradinata.
Sarwono menyarankan Susi agar menerima
tawaran Jokowi. Meski tidak sekolah tinggi,
pengalaman bisnis yang mengantarkan
Susi mendapat penghargaan segudang itu
diyakini Sarwono akan membuat Susi mampu
memimpin KKP. Susi juga orang yang cerdas.
“Saya bilang, ‘Pasti kamu bisa,’” ungkap
Sarwono kepada majalah detik.
Sementara, kepada Jeje, Susi belum
menjelaskan apa posisi menteri yang akan
disandangnya. Jeje adalah teman Susi ketika
bersekolah di Sekolah Menengah Pertama
(SMP) 1 Pangandaran.
Susi juga rekan seperjuangan Jeje saat
membelakepentingannelayandipesisirselatan
Jawa Barat itu. Karena itu, Susi selalu cerita
apa saja kepada Jeje, termasuk soal panggilan
Jokowi.
“Dia bilang doain saja. (Saya tanya) apakah
Menteri Perikanan? ‘Pokona, mah, (pokoknya)
urusan lautlah,’” kata Jeje menirukan Susi saat
ditemui majalah detik.
Di tengah kegalauan itu, Susi pun merenung
dan kembali menengok ke belakang perjalanan
hidupnya. Perusahaan Susi Air bermula dari
jualanikan.Iamembelipesawatuntukmengirim
ikan sehingga bisnis komoditas laut itu maju
Diabilangdoainsaja.
(Sayatanya)apakah
MenteriPerikanan?
‘Pokona,mah,
(pokoknya)urusan
lautlah.
Wakil Bupati Ciamis Jeje
Wiradinata
BAHTIAR RIFAI/MAJALAH DETIK
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
pesat selama satu dasawarsa ini. “Maybe the
life calling me back to returning to fisheries,” ujar
Susi.
Dua hari setelah bertemu Jokowi, protokol
kepresidenan memberi tahu secara resmi
bahwa Susi ditunjuk menjadi Menteri KKP dan
menyampaikan undangan ke Istana hari Minggu.
“Sekretaris saya ditelepon Sabtu tengah malam,”
kata Susi.
Meski mendapat kepastian akan
menjadi Menteri KKP, rasa bimbang masih
menghinggapi Susi. Sampai akhirnya pagi hari
sebelum melangkah ke Istana, Susi menelepon
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
Soekarnoputri.
Susi dan Mega sudah berteman lebih
dari sepuluh tahun. Pertemanan keduanya
diperkuat oleh latar belakang sejarah yang
cukup emosional.
Ceritanya,ibundaMega,FatmawatiSoekarno,
seringpelesirankePangandaran.Adalahibunda
Susi, Suwuh Lasmi, yang selalu menjamunya di
pendapa kawedanan. “Dulu ibunya Ibu (Mega)
datang, ibu saya yang menjamu. Sekarang
Megawati saat menghadiri
pelantikan Kabinet Kerja Jokowi
di Istana Merdeka.
DOK. DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
anak Ibu (Suwuh) menjamu Ibu,” kata Susi, saat
pertama bertemu Mega pada 2002, seperti
ditirukan salah satu sumber yang menyaksikan
pertemuan itu.
Mega pun sering berkunjung dan menginap
di rumah Susi. Kebetulan, Pangandaran salah
satu lumbung suara PDI Perjuangan. Dalam
empat kali pemilu terakhir, hanya sekali partai
itu kalah, yakni saat pemilu 2004.
Dalam setiap kunjungan itu, Mega selalu
menyempatkan diri beristirahat dan makan
siang di rumah Susi nan asri. Susi pun sering
membantu kalau ada acara-acara PDI
Perjuangan di Pangandaran. Suatu kali ada
acara partai yang harus dihadiri Mega di
Pangandaran, Susi sukarela meminjamkan
pesawatnya untuk dipakai Mega.
Karena merasa sudah dekat dengan Mega
itulah maka Susi minta pertimbangan apakah
sebaiknyamenerimaataumenolakjadimenteri.
“Ibu, nanti kalau Susi enggak bisa kontrol, being
ugly on the bad mood, misalnya, apakah itu
tidak akan bikin jelek semua nanti?” kata Susi
kepada Mega.
Ia takut banyak pihak akan tercoreng
namanya jika ia tidak becus memimpin KKP.
Sayang, Susi tidak membuka apa “wejangan”
Megawati. “Saya telepon ke Bu Mega sebagai
pertimbangan saja,” kata Susi.
Sedangkan mantan Gubernur Jawa Barat
Solihin G.P., yang didaulat Susi menjadi
penasihatnya, memberi kesaksian Susi tidak
hanya dekat dengan Mega, tapi juga menjalin
relasi baik dengan Jokowi. Mereka sering
bertemu kalau sedang ada acara blusukan.
Namun Susi mengaku baru bertemu secara
personal dengan Jokowi cuma satu kali. Itu pun
sambil lalu saja ketika keduanya sama-sama
berada di Bandara Halim Perdana Kusuma.
Peristiwa itu terjadi sebelum pelantikan
presiden. Jokowi hendak pulang ke kampung
halamannya di Solo. “Cuma dua menit,” cetus
Susi.
Tetangga Susi memberi kesaksian bukan
Jokowi dan Mega saja yang dikenal Susi.
Banyak pejabat di negeri ini dan petinggi
militer yang sering berkunjung ke rumah Susi
apabila sedang ke Pangandaran. “Jadi, pantas
FOKUS
Ibu,nantikalau
Susienggakbisa
kontrol,being
uglyonthebad
mood,misalnya,
apakahitutidak
akanbikinjelek
semuananti?
Susi Pudjiastuti.
AGUNG PAMBUDHI/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
jadi pejabat karena teman-temannya penggede
semua,” kata tetangga Susi, Andersen, yang
juga teman bermusik ayah Susi ini.
Menurut Sarwono, di luar kedekatannya
dengan para pejabat itu, Susi memang layak
menjadi Menteri KKP. Susi adalah orang yang
dinamis dan cerdas.
Akhirnya, Minggu sore, Jokowi
mengumumkan kabinetnya, dan memanggil
Susidiurutankelima.“IbuSusiiniwirausahawati
pekerja keras. Mulai dari nol sampai bisa
menggabungkan dunia penerbangan dengan
maritim. Saya meyakini Ibu Susi akan banyak
bikin terobosan,” kata Jokowi.
Maka, sore itu, begitu mengetahui berita di
televisi, kagetlah keluarga besar Susi. Mereka
tidak tahu Susi batal ke Amerika dan malah
muncul di Istana. “Ya, banggalah,” kata adik
Susi, Fuad Karlan.
Masyarakat pun heboh mendapati tingkah
nyentrik Susi. Ia membalikkan stereotip citra
pejabat “baik-baik” yang umum selama ini. Ia
memilikitatodisepanjangbetiskanannyayang,
pada saat pelantikan Senin, keesokan harinya,
bahkan mengintip di belahan kebaya Susi.
Sebagai pejabat baru, Susi, yang seorang
perempuan, juga tidak segan merokok di muka
umum di lingkungan Istana Negara. Yang juga
menjadi perdebatan, ia ternyata hanya tamatan
SMP,sementaramenterilainnyabertitelprofesor.
Publik pun ramai membahas sosok pemilik
Susi Air tersebut. Komentar negatif dan positif
sama-sama imbang. Di luar soal penampilan
fisik dan pendidikan, mulai tersebar pula suara-
suara yang meragukan kredibilitas bisnis Susi.
Susi juga disebut bersuamikan warga negara
Susi di halaman Istana Merdeka
Jakarta.
MOKSA/DETIKCOM
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUSFOKUS
asing yang dikhawatirkan bisa mengganggu
kerahasiaan kelautan NKRI.
Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan
Tradisional (KNTI) Riza Damanik sampai
mengirim informasi itu dalam bentuk
surat kepada Jokowi. Katanya, Susi dapat
menimbulkan konflik kepentingan. “Itu akan
selalu sulit dihindari,” ujar Riza kepada majalah
detik.
Isu-isu miring itu rupanya mengusik Susi.
Ia kesal waktu kerjanya habis hanya untuk
mengklarifikasi isu. Terkait tudingan soal
konflik kepentingan, Susi menyatakan sudah
menyerahkan pengelolaan perusahaannya
kepada orang kepercayaan. Susi Air ia serahkan
kepada Mayjen (Purnawirawan) Sudrajat.
Sementara, PT ASI Marine Production sudah
diserahkan kepada Rustam Effendi.
Ia pun mengaku saat ini menjadi orang
tua tunggal--alias tidak bersuami--bagi tiga
anaknya. Pengakuan ini tentu untuk menjawab
kekhawatiran soal bocornya rahasia kelautan
negeri ini.
“Saya akan menunjukkan saya punya
tanggung jawab. Itu yang saya lakukan,” kata
Susi. Soal gayanya yang nyentrik, Susi pun
mengaku tidak akan berubah. “Kalau saya mau
berubah seperti birokrat atau ibu-ibu yang
manis dan feminin, saya tidak bisa. Saya sudah
50 tahun seperti ini,” tegasnya.
Sarwono menjamin Susi akan langsung tancap
gas melakukan tugasnya sebagai menteri. “Kalian
dapat menteri seperti Susi, diajak lari. Semoga
napas kalian panjang aja,” kata Sarwono menasihati
Salah satu armada Susi Air.
DOK. SUSI AIR
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
pegawaiKKP.
Peringatan Sarwono tampaknya bukan omong
kosong. Di hari pertama kerja, Susi langsung
menetapkan jadwal masuk dimajukan dari pukul
08.00 WIB menjadi pukul 07.00 WIB. “Semakin
pagi tambah semangat,” ucap Susi.
Ia juga langsung menunjukkan ketegasan
dalam memimpin lembaga itu. Ketika
menggelar rapat dengan Dirjen Perikanan
Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP), Rabu, 29 Oktober 2014, Susi beberapa
kali“sewot”saatmengetahuipendapatankapal
30 GT jauh dari target.
Menurut data KKP, kapal 30 GT saat ini
berjumlah 5.000 buah. Dalam setahun,
pendapatannya diketahui Rp 300 miliar. Berarti
satu kapal per tahun hanya bisa menghasilkan
Rp 60 juta. Padahal kapal tersebut minum solar
subdisi1,5-2tonperhari.“Kitaminta(pendapatan)
Rp 5-6 triliun. Wajar tidak? Kok diam? Setuju?”
tanya Susi. “Setuju”, jawab peserta rapat.
Ia juga akan me-review kembali izin-izin
penangkapan ikan. Dalam dua bulan ini,
penerbitan izin baru dimoratorium.
Agarnelayanbisamelaut,iaakanmemastikan
tersedianya bahan bakar dan berencana
menghapus subsidi solar nelayan. Sebagai
gantinya, subsidi itu akan berwujud alat-alat
tangkap yang lebih mendukung.
“Let see, i hope i never lose my temper, but i
do my best,” janji Susi. ■ MONIQUE SHINTAMI, BAHTIAR
RIFAI, AVITIA NURMATARI, ISFARI HIKMAT, IBAD DUROHMAN I IRWAN
NUGROHO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Kediaman Susi di jalan Merdeka,
Pangandaran.
ISFARI/MAJALAH DETIK
FOKUS
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
DONGENG
TATO
PUTRI
PAKHAJI
SUSI BUKAN BERASAL DARI KELUARGA
SEMBARANG. KELUARGANYA MERUPAKAN
HAJI YANG DIHORMATI DI PESISIR
PANGANDARAN. MENGAPA IA BERTATO?
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
S
USI Pudjiastuti adalah legenda
tentang perempuan pemberani.
Setidaknya begitulah bagi Wawan. Ia
menjadi saksi bukti keberanian Susi
empat belas tahun lalu.
Susi,yangsedanghamilmuda,bisameredam
rusuh antara nelayan dan preman. Padahal dua
kelompok itu sudah rusuh selama dua hari di
Terminal Pangandaran.
Pada tahun 2000 itu, ratusan nelayan
mengepung terminal. Mereka berteriak-teriak
menantang semua preman. Para nelayan
menuntut balas setelah seorang nelayan
dikeroyok preman.
Wawan,yangsaatitumasihberusia23tahun,
ikut bergerombol bersama nelayan. Susi, yang
mendapat laporan itu, pun langsung turun
tangan, terlebih sudah empat preman tewas.
Susi, yang saat itu terkenal sebagai
pengusaha ikan, ternyata sangat disegani
para nelayan. Para nelayan yang sudah mulai
beringas dengan mengancam pembakaran
kantor polisi, manut saja pada Susi. “Ibu Susi
yang meredakan. Padahal tadinya enggak bisa
Susi Pudjiastuti bersama
rekan di kabinet
AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
reda,” kisah Wawan.
Susi bukanlah pengusaha biasa di
Pangandaran. Ia merupakan anak ketiga
pasangan Haji Karlan dan Suwuh Lasmi, orang
kaya di wilayah itu. Saat masih kelas lima
sekolah dasar saja Susi sudah diajari menyetir
mobil Land Rover sang ayah.
KekayaanorangtuaSusitidakbisadilepaskan
dari garis Haji Ireng. Kakek buyut Susi ini adalah
tuan tanah di Pangandaran. Semua warisan
Haji Ireng jatuh ke tangan Suwuh karena ia
menjadi ahli waris satu-satunya setelah sang
adik, Abdullah, meninggal.
Semula, Karlan hanya menjadi PNS di
Pangandaran. Namun ia pensiun setelah
menikahdenganSuwuh.Ialantasterjunmenjadi
pengusaha. Karlan sering meminjamkan alat
penangkap ikan dan kredit kepada nelayan.
Makanya seluruh nelayan gampang akrab
dengan Susi.
Tak hanya di kalangan nelayan, Karlan juga
terkenal di pemerintahan. Slamet, sahabat
Karlan, mengungkapkan Karlan turut terjun
dalam proyek borongan pemerintah. Ia
memenangi tender beberapa proyek, salah
satunya pembangunan kantor urusan agama
(KUA).
Bagi warga Pangandaran, Susi merupakan
penjelmaan Karlan. Mereka sangat mirip. Lagak
bicara dan kebiasaan Susi menyetir mobil
benar-benar mirip Karlan. “Susi memahami
cara bapaknya berbincang dengan nelayan
sehingga cepat akrab,” tutur Slamet.
Memiliki nama besar bapak dan moyangnya,
Susi tetap tidak mau berpangku tangan. Ia
memilih jalan hidup berliku. Sejak remaja, ia
tidak mau bergantung pada kekayaan ayahnya.
Tahun 1980, Susi melanjutkan sekolah
ke SMA 1 Yogyakarta. Fuad menyebutkan
SMP 1 Pangandaran, tempat
Susi melewatkan pendidikan
menengah pertama
BAHTIAR/DETIKCOM
FOKUSFOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
kakaknya ingin menempuh sekolah di kota
pelajar itu karena memiliki nilai yang bagus di
SMP 1 Pangandaran.
Karlansendiritidakpernahteledormemenuhi
kebutuhan hidup anaknya di perantauan. Susi
tinggal indekos di dekat sekolahnya. Tempat
kosnya itu kini menjadi taman kanak-kanak.
Namun ia belajar mandiri dengan mulai
berdagang apa saja kepada teman-temannya.
“Dagangannya macam-macam, dari kaus
sampai makanan kecil,” kisah Fuad.
Di tengah jalan, ternyata sekolah Susi tidak
berlangsung mulus. Ia keluar dari sekolah
saat menempuh kelas dua, sekitar tahun 1981.
Konon, Susi dikeluarkan karena mendukung
aksi golput. “Isunya, ia juga menjual kaus
gerakan golput,” kata Fuad.
Karyawan PT ASI Marine Production yang
akrab dengan Susi menyebutkan bosnya
pernah dicari-cari Koramil dan polisi setelah
dikeluarkan dari SMA 1 Yogyakarta.
“Ibu Susi itu sendiri golput, lo. Sampai dikejar-
kejar, dia sempat ditangkap polisi. Waktu itu
barukeluardarisekolah,lagimenganggur,”ucap
karyawan yang tidak mau disebut namanya itu.
Slamet, yang juga guru olahraga Susi di SMP,
tidakheranbilaSusiberanigolputmeskizaman
Soeharto dilarang. Muridnya tersebut berani
berdebat dengan guru. “Dia satu-satunya siswa
yang berani bertanya di dalam kelas,” kata
FOKUS
SMA I Yogyakarta (kiri) dan
kos Susi yang kini menjadi TK
(kanan)
EDZAN RAHARJO/DETIKCOM
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Slamet.
Wawasan Susi juga luas karena gemar
membaca. Bacaannya pun tidak sembarangan:
buku-buku sosial, novel, dan filsafat.
Namun keterangan resmi dari sekolah itu
menyebutkanSusikeluarkarenamengundurkan
diri, bukan dikeluarkan karena golput. Kepala
Sekolah SMA 1 Yogyakarta, Rudy Prakanto,
menyebutkan alasan Susi mengundurkan diri
kemungkinan karena sering sakit.
“Kalau nilainya sendiri normal, ada enam,
tujuh, dan bahasa Indonesia dapat delapan,
kok,” jelas Rudy.
Pengakuan guru-guru yang pernah mengajar
pada tahun 1980-an menyebutkan Susi sering
membawa obat ke sekolah karena keluhan
sakit.
PadasaatituSusijatuhdaritanggatempatnya
kos. Kepalanya terbentur dinding hingga ia
harus rebah di kamar selama berhari-hari.
Orang tuanya lantas menjemputnya untuk
pulang. Hanya saja, setelah sembuh, ia tidak
mau melanjutkan sekolah.
Karlan sangat berang dengan sikap Susi
yang tidak mau sekolah lagi. Ia sampai tidak
mau berteguran dengan Susi selama hampir
setahun.
Lepas dari sekolah, ia lantas pulang ke
Pangandaran. Ia menjalani masa-masa sulit
karena menganggur. Daftar kebandelan Susi
bertambah.
Keterlibatannya menjadi golput di era Orde
Baru bukan satu-satunya masalah Susi dengan
polisi. Fuad mengaku kakaknya sempat
membandel usai keluar SMA. Beberapa polisi
pernah bertandang terkait kenakalan yang ia
perbuat. Hanya saja Fuad tak mau merincinya.
Tempat Pelelangan Ikan
Pangandaran
BAHTIAR/DETIKCOM
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Selain itu, kebiasaan Susi mulai bertambah. Ia
mulai mengenal rokok. Sejak menginjak bangku
SMA, kepulan asap tembakau tidak pernah
lepas dari Susi. Orang tuanya sudah berkali-kali
memperingatkan, namun tetap saja tak digubris.
Untungnya, masa ini tidak lama. Susi mulai
meneruskan usaha dagang yang ia pelajari di
Yogyakarta, dan dagangannya kini merambah
ke alat-alat rumah tangga.
Sering keliling Pangandaran dan menyadari
tempat kelahirannya itu merupakan penghasil
ikanterbesar,Susipunmulaitertarikberdagang
ikan. Tahun 1982, ia mulai merambah Tempat
Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran untuk
“menembak” ikan dari nelayan.
Usaha ini digelutinya dengan caranya sendiri.
Mantan suaminya, Yoyok Yudi Suharyo,
mengaku Susi sangat cermat mengawasi
pekerjaan. Bahkan ia rela bekerja bersanding
dengan pegawainya.
“Dia itu orangnya sangat genius, terus
dia kelihatannya mendalami, apalagi setelah
menikah enggak bisa dicegah dan dilarang.
Sampai nyuci udang itu harus sendiri,” jelasnya.
Bisnispunberkembangdengantangandingin
Susi. Kini ia, yang cuma punya ijazah SMP itu,
tak hanya berdagang ikan tetapi juga memiliki
maskapai penerbangan untuk mengirim
hasil laut. Ia makin dihormati nelayan karena
menggairahkan pasar ikan. Ia selalu membeli
ikan dengan harga tinggi.
Tapi,diselakesibukanbisnisnyaitu,Susiternyata
terus melakukan aktivitas nyentrik lainnya.
Konon, tahun 1999, ia sengaja pergi ke Bali untuk
merajah kakinya. Saat itu, Susi baru saja cerai dari
suaminya yang kedua, Daniel Kaiser.
“Kan dia goyah. Kalian tahu enggak tatonya
apa? Itu burung phoenix. Burung itu katanya
untuk keberuntungan. Dia bilang, ‘Moga-moga
gue hoki kayak burung phoenix,’” kata sumber
yang dekat dengan Susi.
Gambar hewan yang melambangkan
kemujuran itu terpampang jelas di kakinya. Kini
ia menjadi satu-satunya anggota Kabinet Kerja
Jokowi yang memiliki tato. ■
BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT (PANGANDARAN), EDZAN RAHARJO
(YOGYAKARTA),
MONIQUE SHINTAMI (JAKARTA) I ARYO BHAWONO
Suami pertama Susi, Yoyok
Yudi Suharyo
BAHTIAR/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
S
USI Pudjiastuti menyimpan kisah
asmara berliku. Kerabat dan kawan
dekat Susi mengetahui Menteri
KelautandanPerikananinimenikahtiga
kali, dua suami terakhirnya berkewarganegaraan
asing.
Suami pertama Susi bernama Yoyok Yudi
Suharyo, pedagang ikan asal Banyumas, Jawa
Tengah. Boleh dibilang, Yoyok adalah cinta
pertama Susi. Mereka bertemu saat Susi tengah
getol belajar usaha dagang ikan pada 1983.
Yoyok mengaku perkenalan mereka terjadi
di Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran saat
“nembak” ikan alias menawar ikan dari nelayan.
Adik kelas Susi semasa SMP memperkenalkan
mereka berdua.
Keduanya menjalani masa pacaran kilat. Tahun
itu juga mereka menikah. “Awalnya dia itu ke
lelang, mau beli ikan. Begitu saja. Terus ketemu
saya, nyambung, sampai kemudian menikah,” ujar
Yoyokketikaditemuimajalahdetikdirumahnya,
Jalan Pramuka, Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.
Pasanganinimenerimaberkahsetelahmenikah.
Usaha mereka berkibar di seantero pesisir selatan
dan utara Jawa hingga sebagian Sumatera. Susi
gigih mengembangkan usaha, Yoyok pun terus
membuka jaringan dagang.
“Yoyok-Susi itu identik sekali dari pantai utara
dan selatan Jawa, sampai Bengkulu, Lampung,
semua sudah pada tahu,” Yoyok mengenang.
Namunhubunganinihanyaberlangsungsekitar
lima tahun. Keduanya mengakhiri pernikahan
pada 1988. Baik Yoyok maupun Susi tidak
menyebutkan alasannya. Hanya, Yoyok bilang
TIGA KISAH CINTA
IBUMENTERI
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Susi orang yang sangat keras.
Pada 1991, Susi bertemu dengan Daniel Kaiser.
Ia seorang teknisi pesawat berkewarganegaraan
Swiss yang tengah bertandang di restoran milik
Susi,HilmanFishFarmRestaurantdiPangandaran.
“Pertama kali bertemu dengannya di restoran
miliknya. Dia buat restoran sangat cantik, dari
kayu. Suatu hari saya di sana, dan kami jatuh
cinta,” tutur Daniel.
Masa pacaran Daniel hanya berlangsung
setahun, mereka kemudian menikah pada 1992 di
Pangandaran.
Namun Daniel memiliki kenangan mendalam
dengan Susi. Ia menorehkan banyak kenangan
indah selama berumah tangga dengan Susi.
Yang paling berkesan adalah menyisir Pantai
Pangandaran dengan sepeda motor. Bahkan ia
menjuluki mantan istrinya itu Putri Laut.
Daniel merupakan satu-satunya mantan suami
Susi yang hadir saat serah-terima jabatan Menteri
Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada Rabu, 29
Oktober lalu. Ia yakin mantan istrinya itu bisa
memberikan kontribusi besar untuk Indonesia.
Hubungan mereka kandas pada 1999. Daniel
tidak menyebut alasannya. Hanya, ia memuji Susi
sebagai pribadi yang tangguh.
Suaminya terakhir adalah Christian von
Strombeck. Namun informasi mengenai Christian
tidak banyak. Hanya saja, rekan Susi yang kini
menjabat Wakil Bupati Ciamis, Jeje Wiradinata,
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Susi berenang
bersama anak dan
keluarganya
REPRO
Tap untuk mendengar
testimoni Mantan
Suami pertama Susi,
Yoyok Yudi
Suharyo
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
menyebutkan mereka menikah di Pangandaran.
“Yang saya tahu, (Susi) sudah tiga kali kawin.
Yang pertama orang sini, namanya Yoyok, lalu
Daniel, dan Christian,” ujarnya.
Hubungan ini membuahkan tiga anak, yakni
Panji Hilmansyah ketika bersama Yoyok, Nadine
Kaiser ketika bersama Daniel, dan Alvy Xavier
ketika bersama Christian.
Panji kini tengah menempuh pendidikan
instrukturpenerbangandiNaples,Florida,Amerika
Serikat. Ia sudah memberikan satu cucu kepada
Susi. Nadine menyelesaikan sarjana penerbangan
diEmbry-Riddle,Daytona.Sedangkanyangpaling
kecil masih bersekolah di Jakarta.
NamunSusihanyamenyebutkanbahwadirinya
menikah dua kali. Ia tidak mau ambil pusing
dengan gosip soal keluarganya. Ia berkeberatan
bila diwawancarai masalah pribadi. Ia mau disorot
program dan kinerjanya sebagai menteri.
Yang jelas, sebagai nenek bercucu satu, Susi
menegaskan kehidupannya sudah bahagia. “Saya
menikah dua kali dan sekarang single parent. And
I proud of my children,” Susi menegaskan. ■
MONIQUE SHINTAMI, BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT | ARYO BHAWONO
Susi memeluk
mantan suaminya,
Daniel Kaiser
CNN INDONESIA
Tap untuk mendengar
testimoni Mantan
Suami kedua Susi,
Daniel Kaiser
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUSFOKUS
IKUT LELANG IKAN DAN LOBSTER,
SUSI MALAH MENAWAR LEBIH TINGGI
KETIMBANG HARGA PASAR DAN SETELAH
ITU DILEPAS KE LAUT. GAYA BISNIS
NYELENEH BIKIN IA DISEGANI.
GAYA
BISNIS
ANEH
SUSI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
S
EBANYAK 30 bus melaju dari
Pangandaran dengan tujuan akhir
gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
Pada 1999 itu, penumpang bus itu
hendak berdemo menolak proyek sodetan
Sungai Citanduy ke Pantai Pangandaran.
Kala itu proyek tinggal selangkah lagi dimulai
karena Asian Development Bank (ADB) sudah
siap mengucurkan dana. Lahan-lahan sudah
dibebaskan Departemen Pekerjaan Umum dan
alat-alat berat juga sudah sampai ke Pangan-
daran.
Saat masa genting
itu, telepon Jeje Wira-
dinata berdering. Kala
itu Jeje adalah ang-
gota DPRD Ciamis,
Jawa Barat. Yang men-
gontak adalah kakak
kelas semasa sekolah
dasar, Susi Pudjiastuti.
“Je, di mana?”
“Saya di Ciamis.”
“ItuadapertemuandiKementerianLingkung­
an Hidup. Sudah, ke sana naik pesawat, nanti
kamu tidur di sana.”
Jeje, yang kini Wakil Bupati Ciamis, bercerita
Susi memang jadi motor penolakan sodetan
Citanduy ke Jakarta. “Biaya aksi itu 99 persen
dari Ibu (Susi),” ujarnya.
Menurut Jeje, Susi berorasi di jalanan serta
menemui pakar kelautan dan lingkungan hidup
demi meminta analisis kerugian proyek sodet­
an senilai US$ 70 juta itu.
Susi dan rombongan juga menggeruduk
kantor ADB di Jakarta. Aksi Susi ini tertangkap
radar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
(Walhi), yang mengirimnya ke markas ADB di
Manila, Filipina.
Bersama jaringan lembaga swadaya
masyarakat lainnya di Asia, menurut Direktur
Walhi kala itu, Emmy Hafild, Susi minta proyek
itu dibatalkan. Sodetan Citanduy dibuat demi
mengatasi pendangkalan muaranya di Pantai
Segara Anakan, yang mendatangkan banjir di
Cilacap, Jawa Tengah.
Namun ide membuang air dengan sodetan
ke Pangandaran bisa mematikan terumbu ka-
rang karena airnya jadi payau. Sampah yang
terbawa aliran Citanduy juga diprediksi mema-
Saat krisis moneter melanda
Indonesia pada 1997, bisnis ekspor
hasil laut dan pabrik pengolahan
ikan milik Susi tengah morat-marit
dihajar krisis moneter.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
tikan kawasan wisata di sana.
Rusaknya kawasan perairan Pangandaran
bakal mengurangi tangkapan ikan, udang,
serta lobster oleh nelayan. Itu berarti bisnis
Susi yang baru bangkit lagi pun bakal ikut mati
karena dia sangat mengandalkan hasil kerja
nelayan.
Saat krisis moneter melanda Indonesia pada
1997, bisnis ekspor hasil laut dan pabrik peng­
olahan ikan milik Susi morat-marit. Rupa-rupa
cara dilakukan Susi buat menyelamatkan usa­
hanya, termasuk menjual semua mobilnya.
Padaepisodeterpurukitu,yangtersisahanya
mobil minibus Mitsubishi L300. Tapi Susi cuek
saja naik mobil itu, bahkan saat bertemu de­
ngan petinggi sekalipun.
Pantai Pangandaran, Jawa
Barat, dipadati wisatawan.
ANTARAFOTO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Namun itu rupanya tidak cukup. Tetangga
Susi, Slamet, bercerita, saat itu bank mulai
menyegel aset-aset Susi di Pangandaran. Tapi
krisis yang membuat nilai tukar rupiah merosot
itu jadi berkah tersendiri.
Susi misalnya mulai menjual ikan layur, yang
pada 1990-an itu harganya hanya Rp 700 per
kilogram. Karena harga layur murah, nelayan
Pangandaran hanya menjadikannya lauk di ru-
mah.
Tapi Susi menemukan jalan mengekspornya
ke luar negeri, yang laku hingga Rp 12 ribu per
kilogram karena tingginya nilai dollar. Untung
besar, bisnis Susi tak jadi bang-
krut, malah belakangan mem-
beli pesawat buat mengekspor
hasil laut.
Sukses menggagalkan so­
detan Citanduy juga meng­
angkat Susi jadi pengusaha
yang dikenal di level nasional. Setelah berhasil
mengepakkan sayap bisnisnya dengan maska-
pai penerbangan Susi Air, ia didapuk ke Dewan
Penasihat Himpunan Nelayan Seluruh Indo-
nesia dan Ketua Komite Tetap Pengembangan
Kewirausahaan Usaha Kecil-Menengah Kadin
Indonesia periode 2004-2010.
l l l
BakatbisnisSusisudahterlihatsaatiaremaja.
Adik Susi, Fuad Karlan, ingat kakaknya itu su-
dah berjualan kue dan batik saat indekos di Yo-
gyakarta. Putus sekolah saat kelas II SMA, Susi
pulang ke Pangandaran dan mulai berjualan
ikan. “Pertamanya jualan ikan ketengan, sambil
jalan, sambil naik sepeda ontel,” kata Fuad saat
ditemui majalah detik.
Banyak yang mencibir Susi berdagang ikan
keliling. Pasalnya, ia keturunan Kaji Ireng, orang
terpandangdiPangandaran.NamunFuad,yang
sempat berjualan bensin, mengatakan mereka
tidak merasa malu.
Fuadbercerita,Susipukultigapagiberangkat
ke pantai karena nelayan sudah mulai kembali
dari melaut. Susi pulang lagi pukul sembilan
malam.
Saat membeli ikan di pelelangan itulah Susi
bertemu dengan Yoyok Yudi Suharyo. Pada
1983 itu, Yoyok, yang 12 tahun lebih tua ketim-
bang Susi, adalah jagoan menawar alias “nem-
bak” ikan di pelelangan ikan di pantai selatan,
Pertamanya jualan ikan
ketengan, sambil jalan,
sambil naik sepeda ontel.
~Fuad Karlan
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
mulai Cilacap hingga Pelabuhan Ratu.
Tahun itu juga mereka menikah dan sama-
sama membeli ikan dari nelayan, lalu menyalur-
kan ikan ke perusahaan hasil laut. “Jadi Ibu Susi
dilatih sama Mas Yoyok. Dia senior di sini,” kata
pegawai Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran,
Sunanto, 47 tahun.
Nama Yoyok-Susi saat itu sangat kondang di
pelelangan ikan pantai selatan Jawa Barat, bah-
kan hingga ke Cirebon, Jawa Barat, dan Cilacap,
Jawa Tengah. Yoyok ingat, saat itu Susi selalu
turun tangan sendiri mengantar ikan ke peru-
sahaan di Surabaya. “Saat hamil sampai kand-
ungan umur sembilan bulan masih ikut ngawal
ikan,” kata Yoyok kepada majalah detik.
Bisnis hasil laut Susi mulai naik level ketika ia
bertemu dengan Rustam Efendy, yang datang
ke Pangandaran pada 1986. Rustam, yang be­
kerja di perusahaan eksportir hasil laut di Jakar-
ta, ingin membeli udang dogol kualitas nomor
wahid, yang adanya di Pangandaran.
Namun Rustam ditolak di Tempat Pelelangan
TPI Pangandaran tempat dulu
Susi mengawali bisnis.
BAHTIAR/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
Ikan Pangandaran karena tidak punya kartu
anggota. Ia dibisiki orang-orang setempat agar
minta tolong kepada Susi. Setelah berembuk,
akhirnya kedua perokok berat ini sepakat, Susi
yang membeli di pelelangan, Rustam yang me-
nyiapkan kendaraan pengangkut ke Jakarta.
Bercerai dari Yoyok pada 1988, Susi me-
neruskan bisnis ekspor ikan dengan bendera
PT Andika Samudera. Para ne-
layan dan pegawai pelelangan
ikan masih ingat betul setiap
hari mereka melihat Susi yang
bercelana pendek datang pada
dini hari menaiki sepeda motor
trail.
Tapi berbeda dengan dulu
saat bersama Yoyok, gaya menawar ikan Susi di
pelelangan perlahan-lahan berubah. Sunanto,
yang tahu betul perubahan itu, mengatakan,
belakangan Susi malah sengaja menawar tinggi
kalau ada pembeli yang menyebut harga ren-
dah kepada nelayan.
Wawan, 37 tahun, yang sehari-hari jadi ne-
layan di Pangandaran, bahkan sedih jika Susi
tidak ada di pelelangan. Kalau ada Susi, kata
dia, biasanya dia dapat harga yang lebih baik.
“Pengusaha mesti tahu, good price kepada
nelayan akan increase (motivasi) mereka juga
untuknangkap,”kataSusisaatditemuimajalah
detik di kantornya, Kamis, 30 Oktober 2014.
Menurut Slamet, yang berkarib dengan ayah
Susi, Karlan, perempuan asli Pangandaran itu
memang belakangan tak perlu bersusah-payah
menawar di pelelangan. Susi mengikat nelayan
dengan meminjamkan perahu dan jaring de­
ngan syarat semua ikan dijual kepadanya.
Tak aneh jika Susi tak perlu lagi pagi buta
datang ke pelelangan seperti saat masih jualan
ikan keliling. Dulu, kata karyawan pelelangan,
Ade Mian, 58 tahun, Susi datang bersama
sepuluh karyawan sekitar pukul delapan pagi.
Sekarang tinggal karyawan yang muncul, sang
bos jarang kelihatan.
KalaupunSusiberbelanjakepelelangan,Fuad
melihat kakaknya itu aneh. Dia memborong
lobster kecil dan yang ada telur di perutnya.
Semua itu dia lempar lagi ke laut.
Ia juga membuang mobil bekas ke laut, yang
bikin orang Pangandaran heran. Ternyata mobil
itu buat rumpon untuk menarik ikan dan udang
Pengusaha mesti tahu, good
price kepada nelayan akan
increase (motivasi) mereka
juga untuk nangkap.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
beranak-pinak di sana. “Jadi dulu nelayan setiap
tiga bulan sekali di-briefing sama Ibu (Susi),”
kata Fuad.
Menurut Susi, pengusaha perikanan mesti
menjamin ketersediaan ikan buat ditangkap
nelayan. Ia bahkan sengaja menerbangkan
ikan kecil dari pelelangan Pangandaran buat
dilepas di perairan Pulau Simeulue, Aceh. Ikan-
ikan kecil itu naik Susi Air ke Jakarta, diteruskan
de­ngan pesawat Garuda Indonesia ke Medan,
lalu dengan Susi Air lagi hingga ke Simeulue.
Gaya Susi menjadi bos di kantor pun sama
tak lazimnya dengan saat membeli tangkap­
an nelayan. Setidaknya itu menurut Rustam
Efendy, yang belakangan “dibajak” Susi bekerja
di perusahaannya yang berganti nama jadi PT
ASI Marine Product.
Rustam berkali-kali melihat Susi geregetan
jika ada pekerjaan yang belum diselesaikan se-
hingga mesti turun tangan sendiri. Bahkan Susi
pun tak sungkan mengepel lantai kantor.
“Ya Allah… CEO ngepel, kami yang enggak
pernah ngepel mau tidak mau ikut ngepel juga.”
Pada 2004, Susi membuat terobosan baru
dalam bisnis ekspor ikannya. Ia membeli pe-
sawat buat mengangkut ikan dari Pangandaran
Kantor Susi Air di Pangandaran,
Jawa Barat.
BAHTIAR/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
ke Jakarta.
Rustam menjelaskan mereka mengekspor
lobster ke Jepang. Masalahnya, jumlah tang-
kapan lobster itu bergantung pada musim,
sementara buat ekspor ke luar negeri harus
mengumpulkan hingga 24 ton. Jika dikirim
memakai kapal laut ke Jakarta, nantinya harus
antre lagi di pelabuhan sehingga lobster sudah
tidak segar ketika sampai di negara tujuan.
Susi, yang sudah bersama Christian von
Strombeck, yang paham dunia penerbangan,
akhirnya menggagas
pemakaian pesawat. “Ka-
rena ada pikiran itu, di-
belilah pesawat supaya 1
ton bisa berangkat,” kata
Rustam.
Dengan pesawat, berapa pun hasil laut yang
ada langsung dikirim ke eksportir besar di Ja-
karta. “Mutunya beda kalau dikirim sehari sama
ditunggu satu bulan baru kirim,” kata Rustam.
Dua pesawat buat mengangkut hasil laut itu-
lah yang dibawa Susi buat mengantar bantuan
ke Aceh, yang baru saja dilanda gelombang
tsunami.
Terbang membawa bantuan ke Meulaboh
dan Pulau Simeulue ini membawa berkah
tersendiri buat Susi. Pertama, Susi bisa masuk
dan berbisnis lobster di Simeulue, yang sebe­
lumnya tak terjangkau pesawatnya karena tak
ada perusahaan asuransi yang mau menjamin
penerbangan ke daerah konflik.
Berkah kedua dari mengantar bantuan ke
korban tsunami Aceh adalah ide mengubah
Susi Air dari pesawat kargo ke maskapai ko­
mersial. Ide itu muncul setelah dua pesawat
Susi Air untuk sementara ditaruh di Medan
karena dicarter para relawan serta aktivis lem-
baga swadaya masyarakat lokal dan asing yang
hendak masuk Aceh.
Seusai masa tanggap darurat tsunami itu,
Susi mulai merintis rute komersial di sekitar
Medan pada 2006 memakai dua pesawat itu.
Perlahan tapi pasti, ia menambah armadanya
hingga mencapai 50 pesawat yang melayani
204 rute.
Kini Susi Air punya 23 basis operasi di Suma­
tera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Amerika.
Ya Allah… CEO ngepel, kami yang
enggak pernah ngepel mau tidak
mau ikut ngepel juga.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOKUS
SusiberencanamembukabasisbarudiBandara
Seletar, Singapura. “It’s a great company. It’s not
perfect, but very beautiful company.”
Rekam jejak Susi Air memang tak sempurna.
Rute-rute perintis yang menembus medan
berat dengan landasan seadanya membuat
pesawat Susi Air tiga kali jatuh. Setiap kali
ada kecelakaan itu, Susi biasanya menggelar
­pe­ngajian di masjid depan rumahnya.
Kini, setelah jadi menteri, Susi melepas po-
sisinya di kedua sayap bisnis yang mempeker-
jakan sekitar 800 orang, termasuk 200 ekspa-
triat yang tersebar di seluruh Indonesia. PT ASI
Marine Product dipercayakan kepada Rustam.
Sedangkan Susi Air dititipkan kepada Mayjen
(Purnawirawan) Sudrajat. n
BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, MONIQUE SHINTAMI, IBAD DURROHMAN |
OKTA WIGUNA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Helikopter Susi Air di sebuah
gedung bertingkat di Jakarta.
Susi punya 50 pesawat dan
helikopter yang melayani 204
rute.
DOK. SUSIAIR
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KATA PAK JOKOWI,
NEGERIINI
BUTUHORANG
GILASEPERTI
SAYA
SUSI PUDJIASTUTI:
“SAYA TIDAK TERBIASA DENGAN
ATURAN, DENGAN RESTRICTION
(LARANGAN), DON’T DO THIS,
DON’T DO THAT.”
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
“K
AN sudah saya bilang, ke-
marin itu wawancara tera-
khir,” kata Menteri Kelautan
dan Perikanan Susi Pudjias-
tuti begitu ditemui majalahdetik. Ia mengaku
terganggu oleh pemberitaan yang lebih ban-
yak menyorot masalah pribadinya dibanding
masalah kerja dan tanggung jawabnya sebagai
menteri.
Setelah diyakinkan bahwa wawancara tidak
akan mengungkit masalah pribadi, tapi lebih
banyak terkait dengan programnya untuk ke-
lautan dan perikanan, Ibu Menteri baru berse-
dia diwawancarai.
Sepanjang wawancara, Susi sangat antusias
menjelaskan rencana-rencana kerjanya. Ia me-
mahami dan menguasai dunia perikanan. Ia
juga sangat geram oleh tingkah nelayan yang
tidak peduli terhadap lingkungan.
Susi mengaku awalnya ragu untuk meneri-
ma tawaran menjadi menteri di Kabinet Kerja
Jokowi. Ia khawatir tingkah lakunya yang aneh
di mata kebanyakan orang justru akan men-
jelekkan kabinet Jokowi. Tapi Presiden Jokowi
meyakinkan Susi bahwa negara ini membutuh-
kannya.
“Pak Jokowi waktu itu bilang, ‘Negeri ini perlu
perubahan, Bu Susi.’ Saya bilang, ‘Bapak tahu
saya ini kadang dianggap orang sedikit gila.’
‘Kita perlu orang gila,’ kata Pak Jokowi,” ujarnya
diiringi tertawa terbahak. Sepanjang wawan-
cara, Susi menggunakan bahasa campuran In-
donesia dengan Inggris.
Berikut ini wawancara Monique Shintami
Video
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
dari majalah detik dengan Menteri Susi.
Bagaimana cara memperbaiki (masalah)
kelautan dan kehidupan nelayan?
Saya pikir itu hal yang sangat simpel diker-
jakan. Kalau pengusaha mengerjakan hal yang
sama, that will be good. Investasi tidak besar,
hanya jala apung untuk tampung, kemudian
perahu untuk bawa nelayan tangkap. Kemudi-
an (ikan dan lobster) yang bertelur tidak boleh
diambil. Lalu ikan yang kecil tidak boleh diam-
bil, saya tidak mau tampung.
Ikan dan lobster yang kecil-kecil dari Pangan-
daran saya bawa ke
Medan. Dari Pangan-
daran ke Jakarta pakai
Susi Air, lalu dari Ja-
karta ke Medan pakai
Garuda. Dari Medan
di Simeulue pakai Susi
Air lagi, saya lepas di
pulau kita. Alham-
dulillah, sampai hari
ini Simeulue sustain
terus, dan alhamdulil-
lah tidak memerlukan modal besar.
Saya ingin meng-encourage pengusaha lain
to do the same thing. Perusahaan yang multina-
sional punya bisnis kecil itu sambil membantu
nelayan. It’s a business, karena generate revenue
dan generate profit. Itu the simple thing, satu hal
yang saya sebetulnya very kind to do. Saya ngo-
brol dengan Kadin, anggota Apindo, to do the
same thing. Mereka bisa liburan ke pulau, in any
island, mereka bisa ke sana sambil liburan, se-
mentara sambil bantu marketing-nya nelayan.
Berbicara tentang regulasi, apakah ada
regulasi yang mungkin menurut Anda
membatasi nelayan?
Sebetulnya bukan membatasi. Persoalannya
kadang-kadang, kalau kita mau membuat poli-
cy yang jangka panjang, memang orang selalu
pikir ini dibatasi, sebenarnya bukan. Seperti
misalnya lingkungan, supaya nelayan tangkap
ini punya nursery yang bagus, kita buat mis-
alnya saya ingin encourage KKP (Kementerian
Kelautan dan Perikanan). Nanti saya bicara
dengan Pak Sekjen dan semua dirjen. Semua
yang akan kita berikan ke daerah, kita pastikan
daerah itu bikin perda dulu.
Serah-terima jabatan Menteri
Kelautan dan Perikanan
AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Tahun ini kita selesaikan rencana dari anggaran
yang sudah ada. Tapi, untuk 2015, rencana yang
akan dikerjakan bersama pemerintah daerah,
saya akan mensyaratkan membuat perda dulu.
Misalnya bakau tidak boleh ditebang, kepiting
atau lobster yang bertelur tidak boleh diperjual-
belikan, harus ada denda.
Bakau sangat penting. Kadang-kadang bakau
sering dipakai untuk kayu bakar, untuk tambak.
Jadi mesti kita atur yang betul, supaya tidak
tumpang-tindih dan merugikan satu sama lain.
Kenapa saya bilang begitu? Karena kalau
pertambakan intensif, dia banyak pakai ba-
han kimia, obat-obatan. Bahan kimia tersebut
kan arahnya untuk intensifikasi. Berarti untuk
mengefisienkan semua yang akan membuat
cost itu inefficient. Misalnya Thiodan (racun
serangga) dan itu untuk membunuh non-
shrimp, jadi ikan dan lainnya itu mesti mati.
Sebab, kalau tidak, mereka akan makan udang
Menteri Kelautan dan
Perikanan Susi Pudjiastuti
(tengah) didampingi Ketua
Umum Kamar Dagang
Indonesia (Kadin) Suryo
Bambang Sulisto (ketiga
dari kanan) dan Wakil
Ketua Umum Kadin Bidang
Kelautan dan Perikanan Yugi
Prayanto (ketiga dari kiri)
menyampaikan pandangan
di hadapan pengusaha yang
merupakan anggota Kadin di
Jakarta, Kamis (30/10).
WAHYU PUTRO A./ANTARA FOTO
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
yang mahal tadi. Jadi kita mesti atur tata ruang
itu dengan benar.
Kalau banyak kantong nelayan, di situ tidak
boleh ada tambak intensif atau tambak yang
menggunakan bahan-bahan tadi. Nah, di satu
sisi itu memang seolah-olah akan merasa di-
batasi, sebenarnya tidak. Itu tidak lama kok, 3
months, 6 months, itu akan jadi baik. Misalnya
jaring sirang untuk tangkap ikan tidak boleh di
bawah 2 inci.
ItunantiKementerianakanbikinperatu-
rannya?
Sayatidakmaubuat,pemdayangharusbuat.
Kalau pemda tidak mau buat, kita coret dari
daftar kerja sama program KKP. Ini sudah wak-
tunya. Karena saya melihat, di Pangandaran,
10 tahun yang lalu, ikan layur itu besar-besar.
Sehari bisa dapat 300 ton, satu ekornya bisa
4-5 ons beratnya. Nah, sekarang ikan layurnya
sebesar ini (sebesar dua jari tangan). Kenapa?
Karena lebar jaringnya cuma 1¼, bahkan ada
yang ¾ inci. Saking gemesnya, saya bilang, pa-
kai kelambu nyamuk saja sekalian, biar telurnya
pun kena, bisa kalian bawa. Biar nanti tidak ada
ikan lagi, habis.
Apa sih permasalahan urgen yang diha-
dapi sektor perikanan dan kelautan di In-
donesia saat ini?
You bilang tadi ada di sana. Dengar sendiri,
kan?Ternyatabeberapabalaidannelayanmen-
gaku kesulitan besarnya adalah tidak adanya
solar. Setelah saya bicara, disaksikan banyak
orang, mereka bicara sendiri, belum saya tanya,
mereka bilang harga BBM tidak masalah kalau
dinaikkan. Yang penting solarnya ada.
Sejumlah nelayan mengangkat
keranjang berisi ikan di
Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah,
beberapa waktu lalu.
OKY LUKMANSYAH/ANTARA FOTO
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Saya pikir lebih baik kita alihkan subsidi solar
tadi ke penggantian alat misalnya. Jaring yang
kecil-kecil tadi kita ganti ke yang besar. Subsidi
solarnya dihilangkan, dialihkan ke subsidi untuk
mengganti jaring yang tidak ramah lingkungan
tadi.
Apa pertimbangan Anda meninggalkan
Susi Air, sebuah perusahaan yang membe-
sarkan Anda, dan memilih jadi menteri?
It was tough choice, very tough choice (ini
pilihan yang sulit, sangat sulit). Saya dua tahun
terakhir ini mengelola Susi Air dengan betul-
betul total, very total dan very interesting time
2 tahun ini. (Susi Air) it is very beautiful, exciting
and challenging company. It’s a great company.
It’s not perfect, but very beautiful company. Saya
sangat menikmati sebetulnya waktu itu.
Cuma, saya dapat penawaran ini, saya pikir
lagi. Mau berangkat juga saya masih tanya lagi
sama Bu Mega dan tim Pak Jokowi, betul nih?
Nanti saya jalaninya gimana? Saya tidak terbia-
sa dengan aturan, dengan restriction (larangan),
don’t do this, don’t do that.
Pak Jokowi waktu itu bilang, “Negeri ini perlu
perubahan, Bu Susi.” Saya bilang, “Bapak tahu
saya ini kadang dianggap orang sedikit gila.”
”Kita perlu orang gila,” kata Pak Jokowi.
And then, the morning saya mau berangkat,
saya telepon Bu Mega, sebagai kawan untuk
memberi pertimbangan saja. “Ibu apakah saya
perlu ambil pekerjaan ini atau enggak? Nanti
kalau Susi enggak bisa kontrol, being ugly on
the bad mood misalnya, apakah itu tidak akan
Suasana asri kantor Susi di
Pangandaran.
ISFARI HIKMAT/DETIKCOM
FOKUS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
bikin jelek semua nanti.”
Kalau di Susi Air, kadang-kadang kalau saya
gemes, saya boleh teriak-teriak gitu kan. Di sini
kadang gemes tapi I have to hold it. Tapi let’s
see, I hope I never loose my tempered, but I do
my best.
Yang jelas, saya terima karena Susi Air tidak
akan existing tanpa perikanan. The purpose to
have an airline is to carry the lobster dari tempat-
tempat remote tadi.
Apa kendala terbesar dalam perikanan
di Indonesia?
Kalau kita lihat dalam perikanan, nilai teren-
dah kan ikan asin, naik ke kalengan, kemudian
yang terakhir yang sangat tinggi nilainya kan
segar dan hidup. Kendala di Indonesia adalah
infrastruktur. Dari Pangandaran ke Jakarta pal-
ing cepat 12 jam. Kalau pakai pesawat 1 jam.
Dulukitakirimpakaiair,pakaitruk,isinyapaling
bisa 300 kilogram 1 truk. Kalau Nagreg macet,
habis semua, karena panas suhunya.
To break through distance, saya pakai pe-
sawat. Tapi ya bank yang mau biayain pesawat
buat ikan kan is not easy. After 4 years, we got
the bank to finance us to got the aircraft.
Dari situ, saat saya duduk sebagai CEO Susi
Air, saya pikir, saya rasakan, the place that I
was as a Susi Air CEO, it’s starting from fisher-
ies. Maybe the life calling me back, returning
to fisheries. ■
MONIQUE SHINTAMI | IIN YUMIYANTI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Nelayan melakukan Maelo
Pukek atau menjala ikan di
tepi Pantai Purus, Padang,
September lalu.
IGGOY EL FITRA/ANTARA FOTO
KESEHATAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KESEHATAN
FOTO-FOTO:THINKSTOCK
KEMAMPUANNYA MEMANG MENGGIURKAN. TAPI EFEK
SAMPINGNYA BISA BENAR-BENAR MENGERIKAN. DARI
HIPERTENSI HINGGA KEMATIAN.
Mujarab,
‘PIL BIRU’
TAPIMENGERIKAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KESEHATAN
D
I Sini Jual Pil Biru". Kios di
pinggir jalan yang memajang
tulisan itu setiap hari Panca
lewati. Dari seorang teman-
nya, lelaki 35 tahun itu tahu, “pil biru”
adalah sebutan untuk semacam obat
kuat untuk pria.
Panca sebenarnya tidak punya
masalah dengan fungsi seksualnya.
Tapi pria yang bekerja di salah satu
kementerian itu ingin sesekali
menjajalnya.
Coba-coba juga dilakukan
Herman. Pria 45 tahun ini men-
gaku meminum pil biru yang dibe-
linya dari Internet. “Efeknya luar biasa,
lo,” ujarnya.
Di kalangan pria, pil biru memang
tak asing lagi. Obat yang kerap disebut
Viagra ini sering menjadi jawaban atas
permasalahan disfungsi ereksi, yang
menjadi momok bagi para pria.
Kemunculan obat ini di masyarakat
cukup unik. Semula, bagian riset Pfizer mer-
ancang obat ini untuk mengobati gangguan
tekanan darah tinggi dan angina.
Namun, siapa sangka, dalam percobaan
pada sejumlah orang, pil ini justru memberi
efek luar biasa. Rupanya racikan ini bisa men-
gatasi beragam permasalahan seksual.
Viagra (sildenafil) sudah lama dikenal seba-
gai obat erektogenik. Para dokter mulai mere-
sepkan pil ini untuk membantu para pria yang
mengalami disfungsi seksual dan impoten.
Dalam dosis tepat, pil ini mungkin tak akan
berbahaya. Sayangnya, obat ini dijual bebas,
sehingga orang-orang bisa membeli kapan
pun dan dalam jumlah berapa pun.
Padahal, yang namanya obat, tentu tak
boleh dikonsumsi sembarangan. Sebab, selay-
aknya obat, pil ini mempunyai efek samping
yang berbahaya.
Risiko mengkonsumsi obat kuat dirasakan
seorang pria Malaysia berusia 52 tahun. Ga-
ra-gara obat kuat yang dibelinya di Internet,
hidupnya nyaris berakhir.
KESEHATAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KESEHATAN
Dilansir Asia One, pria itu mengeluarkan
uang 480 ringgit Malaysia untuk satu botol
berisi 30 tablet pil biru. Di awal-awal, pria itu
merasa pil tersebut benar-benar luar biasa.
Namun, tiga bulan setelahnya, dia men-
dadak mengalami serangan jantung. Tak cuma
itu, dia juga terkena gagal ginjal, yang meng-
haruskannya cuci darah tiga kali seminggu.
“Dari hasil pemeriksaan, saya ternyata pu-
nya hipertensi dan ginjal saya rusak, tapi sum-
bernya dari mana belum diketahui,” ujarnya.
Baru setelah dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut, akhirnya diketahui bahwa sumber
masalah kesehatannya adalah obat kuat yang
diminumnya.
Banyak pria mungkin cuma tahu soal keam-
puhan pil biru. Tapi soal bahayanya, mereka
kebanyakan tak terlalu memikirkannya. Entah
cuek atau benar-benar tidak tahu.
Padahal, dalam sejumlah penelitian, penu-
lis studi Christopher Harte dari VA Boston
Healthcare System menemukan, Viagra dapat
mengembangkan ketergantungan psikologis.
Para pria mengalami kesulitan ereksi jika
tidak mengkonsumsi pil ini. Padahal, sebel-
umnya, mereka sehat-sehat saja dan tidak ada
masalah dengan fungsi seksualnya.
“Laki-laki muda dan sehat yang menggu-
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KESEHATAN
nakan obat ini untuk bersenang-senang saja,
nanti pada gilirannya, jika tidak minum, bisa
susah ereksi,” ujar Harte dikutip WebMD.
Menurut Harte, kondisi fungsi ereksi rendah
di sini adalah laki-laki yang kesulitan memper-
tahankan ereksinya. Ini merupakan hasil ana-
lisis terhadap 1.200 laki-laki berusia rata-rata
22 tahun.
Sebanyak 72 laki-laki menggunakan obat ini
untuk rekreasi tanpa resep dokter, 1.111 tidak
menggunakan, dan 24 sisanya memang didi-
agnosis oleh dokter.
Hasil yang dipublikasikan dalam The Journal
ofSexualMedicinemengungkapkan,dibanding
laki-laki yang tidak menggunakan obat, peng-
guna obat untuk bersenang-­senang memiliki
kepercayaan diri yang rendah dalam menca-
pai ereksi dan kepuasan secara menyeluruh,
yang pada gilirannya dikaitkan dengan fungsi
ereksi yang lebih rendah.
“Kepercayaan diri akan menurun dan
nantinya akan dikaitkan dengan fungsi ereksi
yang negatif. Karena itu, ada standar tertentu
dalam penggunaan obat ini agar bisa be­kerja
dengan baik,” ujar Harte.
Bahaya penggunaan obat kuat tanpa aturan
pemakaian yang jelas juga diakui dr Nugroho
Setiawan, MS, SpAnd. Menurut dia, efeknya
sangat bermacam-macam.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KESEHATAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Mulai hipertensi sampai kematian. “Carilah
bantuan dokter. Jika ada apa-apa, ada yang
bertanggung jawab. Jangan asal beli,” ujar dr
Nugroho.
PIL BIRU PALSU
Di samping bahaya dan efek samping
penggunaan obat kuat, ada bahaya lain yang
mengintai para pria, yakni maraknya per-
edaran pil biru palsu.
Penelitian yang dilakukan
Masyarakat Indonesia Anti-Pe-
malsuan dan Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia menyimpulkan, 33 pers-
en obat seks Viagra yang dijual secara online
dinilai palsu.
Selain itu, penelitian menyebutkan 56
persen obat kuat yang dijual di toko dan 13
persen obat di apotek palsu. Karena itu, dr
Nugroho menyarankan perlunya edukasi ke-
pada masyarakat.
“Karena apotek ini beli dari pedagang be-
sar farmasi resmi, bukan dari pedagang yang
enggak jelas, karena obat palsu itu sekarang
banyak,” ujar dr Nugroho. n
MELISA MAILOA | KEN YUNITA | ASIA ONE | WEBMD
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
KEHIDUPAN SEPERTI KELUARGA FLINTSTONES TERNYATA
BENAR-BENAR ADA. BUKTINYA ADA DI CAPPADOCIA, TURKI.
KE ZAMAN BATU
Wisata
WISATA
FOTO-FOTO:THINKSTOCK
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
D
I era modern seperti sekarang,
rasanya mustahil menemu-
kan kota bawah tanah dengan
keselu­ruhan bangunan dipahat
dari batu. Tapi siapa sangka, traveler bisa
menemukannya di Cappadocia.
Tempat ini benar-benar mengingatkan
kita pada film kartun Flintstones, yang ber-
cerita tentang kehidupan Fred Flintstones
dan keluarga pada zaman batu.
Nah, konon, Cappadocia merupakan
salah satu destinasi wisata yang seakan-
akan bisa membawa kita kembali ke za-
man batu sekaligus merasakan kehidupan
ala keluarga Flintstones.
Cappadocia terletak sekitar 320 kilo-
meter arah selatan dari Ankara, ibu kota
Republik Turki. Tempat ini terbentang di
antara Gunung Taurus dan Laut Hitam.
UntukmenujuCappadocia,adaberagam
moda transportasi yang bisa digunakan.
Mulai pesawat udara, kereta, sampai bus.
Perjalanannya bisa Anda mulai dari Istan-
bul ataupun Ankara. 
WISATA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
Cappadocia merupakan kawasan luas, terdiri atas enam kota. Salah
satu daerah yang paling sering menjadi tujuan para turis adalah
Goreme.
Pertama kali menjajakan kaki di Goreme, traveler mungkin bingung
pada penampakan di depan mata. Pemandangan batu-batu raksasa
yang justru memberikan kesan panas dan gersang.
Lalu apa keistimewaannya sehingga bebatuan ini bisa terdaftar se-
bagai warisan dunia UNESCO? Ternyata wilayah di Provinsi Anatolia
Tengah ini punya keunikan yang tak dimiliki tempat lain.
Batu-batu raksasa ini sesungguhnya sebuah kota penuh pahatan
dan dibangun ribuan tahun lalu. Ditemukan dan dibentuk oleh bang-
sa Het dari Kerajaan Hittites lebih dari 3.000 tahun yang lalu.
WISATA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATAWISATA
Kerajaan Hittites merupakan salah satu impe-
rium termaju di dunia kuno, yang berkuasa dari
1700 SM sampai 1190 SM. Bebatuan sedimen
terbentuk dari material vulkanik.
Kira-kira bebatuan ini terbentuk sekitar 9
sampai 3 juta tahun yang lalu, terkikis oleh an-
gin dan hujan hingga membentuk menara, tugu,
dan pilar.
Dulu bebatuan ini diukir dan dikeruk secara
manual untuk dijadikan tempat tinggal oleh
penduduk lokal. Bayangkan saja rumah-rumah
batu dengan atap yang beragam bentuknya,
sungguh unik, bukan? 
Meski ada semenjak zaman Kekaisaran Ro-
mawi, bangun­an ini masih terjaga dalam kondisi
yang cukup baik hingga detail interior di dalamn-
ya.
Hingga kini masih banyak penduduk memilih
tinggal di gua-gua batu, sementara sisanya ban-
yak yang dialihfungsikan menjadi biara, gereja,
hotel, kafe, restoran, bahkan butik. 
Selain pemandangan kota gua batu, trave-
ler bisa mengagumi keindahan Dark Church di
Goreme Open Air Museum. Gereja ini memiliki
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
gambar yang sangat cantik pada dindingnya.
Setiap sudut gereja ini diukir menggunakan
berbagai warna. Masih di Goreme, wisatawan
juga bisa mengunjungi Gumusler Monastery,
yang dibangun pada abad ke-10 Masehi.
Kuil ini dipahat dari batu serta memiliki
ukiran khas Mesir. Kedua obyek wisata ini
akan memberi para turis pengalaman historis
yang dibalut dalam suasana spiritual dan kebu-
dayaan. 
Selama berlibur di Cappadocia, rasanya be-
lum lengkap bila tidak naik balon udara. Tidak
perlu khawatir dengan penerbangan perdana
ini.
Pasalnya, penyedia jasa tur balon di Cap-
padocia memiliki safety record yang baik serta
pilot-pilot yang profesional. Usahakan berang-
kat saat matahari terbit.
Hal ini agar bisa melihat pancaran sinar
matahari yang menerangi bebatuan di Cappa-
docia. Sebelum terbang, mereka akan mengisi
balon dengan banyak udara.
Setelah dirasa cukup, mereka lalu menam-
bahkan udara panas dengan membakar gas
WISATA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
agar balonnya bisa mengangkat keranjang
yang berisi penumpang serta terbang di udara.
Yipiii…. balon udara pun siap berangkat!
Dengan semburan gas yang terbakar, balon
perlahan-lahan meninggalkan tanah. Benar-
benar pengalaman mendebarkan dan sulit
digambarkan dengan kata-kata.
Balon udara melaju dengan tenang, halus,
bahkan tanpa guncangan sama sekali. Setiap
detik yang berlalu di keranjang balon udara
sangatlah sensasional.
Pemandangan dari atas disajikan dalam
sudut pandang yang berbeda. Salah satunya
adalah Fairy Chimney, batu menjulang yang
berbentuk menyerupai cerobong asap.
Takterasasatujamsudahmelayangdiudara,
pilot memutuskan mencari lokasi pendaratan
yang tepat. Pilot pun akan mengarahkan untuk
WISATA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
WISATA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
bersiap di lokasi pendaratan.
Berpeganganlah pada tali
sisi di dalam keranjang dan
posisi badan bersender pada
papan pemisah keranjang
dengan arah yang berlawa-
nan dengan posisi sang pilot.
Saat balon udara kem-
bali menyentuh tanah, hanya
terasa guncangan kecil akibat
benturan, sama sekali tidak
mengerikan. Menyenangkan,
bukan?
Ketika Anda keluar, staf tur
balon udara telah menyiapkan
meja lengkap dengan bunga,
sampanye, jus jeruk, dan ser-
tifikat. Sengaja dipersiapkan
untuk merayakan penerban-
gan yang sukses. Cheers…. n
MELISA MAILOA | KEN YUNITA
WISATA
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FOTO-FOTO:RENGGASANCAYA/DETIKCOMFOTO-FOTO:RENGGASANCAYA/DETIKCOMFOTO-FOTO:GRANDYOS/DETIKCOM
KARIJEPANG
PUNYACITA
RASABERBEDA
DENGANINDIA.
PORSINYAJUMBO,
COCOKDINIKMATI
BERDUA.
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Serba-Besar
Kari Jepang
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
D
ARIluar,dekorasirestoraniniterlihat
sangat mencolok karena tata penca-
hayaannya yang kekuning-kuningan.
Sangat terang tapi tak menyilaukan.
Di depan restoran, terdapat display kaca ber-
isi jajaran makanan imitasi. Hiasan semacam
ini memang kerap ditemui di banyak restoran
Jepang.
Dekorasi ruangannya condong ke arah nat-
ural. Meja, bangku, hingga pajangannya
kebanyakan terbuat dari kayu. Terlihat
beberapa tanaman hijau di sudut ru-
angan.
Beberapa lampu gantung berlapis tirai kayu
tampak mempermanis ruangan. Di samping
tentu saja menerangi tiap meja yang diisi para
tamu.
Restoran ini merupakan salah satu cabang
Coco Ichibanya, salah satu restoran kari de­
ngan jumlah cabang terbanyak dan terbesar di
dunia.
Sejak pertama kali dibuka pada 1978 di
Jepang, Coco Ichibanya kini telah memiliki
1.300 cabang. Tersebar di Jepang, Cina, Korea,
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Taiwan, Amerika Serikat, Hawaii, Hong Kong,
dan Indonesia.
Tahun lalu restoran kari asal Jepang ini me-
milih membuka gerainya di Indonesia. Dan
Grand Indonesia Shopping Town menjadi
lokasi pertama yang dipilihnya.
Saya pun dibuat penasaran dengan cita rasa
kari Jepang itu. Karena itu, tepat pada jam ma-
kan siang, saya sengaja mendatangi mal di jan-
tung Kota Jakarta itu.
Karena dekorasinya yang mencolok tadi, tak
sulit bagi saya untuk menemukannya. Apalagi,
tepat di pintu masuk, ada petugas ramah yang
seakan menyambut kedatangan saya.
Setelah mendapat tempat duduk, seorang
pelayan perempuan langsung menyodori saya
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
satu buku menu. Di setiap list-nya, terdapat
gambar masing-masing menu.
Dengan begitu, para tamu bisa melihat wu-
jud penam­pakan menu-menu yang diinginkan.
Seperti layaknya restoran Jepang, tem-
pat ini hanya menyediakan minu-
man standar. Ocha misalnya.
Dari buku menu, saya
tahu Coco Ichibanya me-
mang konsisten dengan
hanya menawarkan
kari khas Jepang,
tanpa embel-embel
apa pun. Tapi tenang,
topping karinya sangat
beragam.
Mulaikeju,telur,daging
ayam, sapi, seafood, hingga
aneka sayuran khusus untuk
ve­getarian. Anda diperbolehkan
memilih tingkat kepedasan karinya.
Mulai mild, standar, sampai level 1-5. Uku-
ran nasi juga bisa ditentukan. Ada yang 100
gram, 250 gram (ukur­an normal), 350 gram,
450 gram, dan 550 gram.
Semakin banyak jumlah nasinya, tentu kocek
yang harus dikeluarkan juga menjadi lebih
besar. Teman saya terlebih dahulu memesan
Hamburg Curry seharga Rp 65 ribu.
Dia juga menambahkan Ve­getable Topping
seharga Rp 18 ribu. Ukuran nasi yang dipesan-
nya 250 gram, sementara tingkat kepedasan
yang dipilih level 1.
Karena tidak ada banyak pilihan untuk minu-
man, akhirnya ia memesan Iced Tea seharga
Rp 10 ribu, sementara saya memesan Chicken
Cutlet Omelette Curry seharga Rp 70 ribu.
Satu paket (Set B) Mini Salad, Iced Milk Tea,
dan Ice Cream seharga Rp 35 ribu juga saya
pesan. Saya tidak bisa menentukan jumlah be-
saran nasi dan tingkat kepedasannya.
Sambil menunggu pesanan datang, saya
melihat-lihat sekeliling. Di dinding restoran, ter-
dapat sejumlah gambar dan informasi bumbu-
bumbu yang digunakan untuk membuat kari
beserta manfaatnya untuk kesehatan.
Tak terasa, jumlah pengunjung di restoran ini
mendadak penuh. Saya baru ingat lagi, ini me-
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
mang jam makan siang. “Memang jam makan
siang penuh di sini,” ujar salah satu pelayan.
Rata-rata yang datang adalah orang-orang
kantoran. Ada pula beberapa tamunya yang
orang Jepang. Saya mulai menerka-nerka,
mungkin mereka mampir ke sini untuk meng­
obati rasa rindu pada kampung halaman, ya.
Pesanan kami datang tak lama kemudian.
Pelayannya mengeluarkan satu per satu sesuai
dengan tata urutan makan. Mulai minuman-
nya, Iced Tea dan Iced Milk Tea.
Tampilan kedua minuman ini cukup simpel
danrasanyajugabiasa-biasasaja. Tapi,
sebelum meminumnya, jangan
lupa mencampurkan gula
cair yang disajikan se-
cara terpisah.
Selain minu-
man, pelayan
turut membawa-
kan Mini Salad
dalam sebuah
mangkuk kaca
berukuran ke­cil.
Isinya terdiri atas selada merah dan hijau, jag-
ung, mentimun Jepang, dan tomat mini.
Saus yang dicampur ke dalam salad bisa di-
bilang unik. Rasanya mirip saus kacang, hanya
saja rasa asam dan manisnya lebih dominan.
Saya suka.
Selanjutnya, giliran kedua, kari kami yang da-
tang berbarengan. Pertama kali yang terlintas
di benak saya saat melihat wujud asli kari ini
adalah, “Porsinya besar banget.”
Menurut saya, ukurannya benar-benar
jumbo. Menurut saya, satu porsi kari ini lebih
cocok dihabiskan berdua. Kalau sendiri, sudah
pasti bakal kekenyangan.
Hamburg Curry dengan Vegetable Topping
ini di­siram dengan kuah berwarna cokelat
lengkap dengan potongan kentang, wortel,
irisan bawang bombai, dan sepotong daging
hamburg diiris dua.
Wangi dari beragam jenis rempah-rempahn-
ya saja sudah menggoda. Saya pun tidak dapat
menahan diri untuk mencoba kari ini. Tekstur
kuahnya sangat pas, tidak terlalu kental dan
tidak terlalu cair. Creamy!
KULINER
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Rasa gurih, asin, dan manis bercampur men-
jadi satu dengan sempurna. Bagian favorit saya
yaitu daging hamburg yang dimasak dengan
tingkat kematangan medium well.
Hasilnya, daging sapi yang juicy dan tender,
bumbunya juga terasa di setiap kunyahan.
Cara paling pas untuk menikmati hidangan
ini ya dengan memasukkan seluruh kom-
ponennya dalam satu suapan. Dijamin lebih
kaya rasa.
Jujur saja, warna kuning-cerah
dari telur dadar yang membung-
kus nasinyalah yang telah mem-
buat mata saya jatuh cinta pada
Chicken Cutlet Omelette Curry.
Telur dadar ini cenderung
belum terlalu matang sehingga
tidak kering. Kelembutannya
membuat lidah saya terbuai
hingga seolah-olah terasa me-
leleh di mulut.
Warna dan tekstur kuah kari
sama saja dengan Hamburg
Curry. Namun entah mengapa
saya merasa kuah kari yang satu ini lebih terasa
nendang di lidah.
Daging ayam dibalut dengan tepung panir
juga jadi juaranya. Potongannya besar, empuk
di dalam dan garing di luar. Suapan demi sua-
pan tidak menunjukkan tanda-tanda kari ini
akan segera tandas.
Namun perut saya rasanya sudah tak kuat
menampung saking banyaknya. Padahal masih
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
ada dua scoop es krim vanila dan stroberi leng-
kap dengan buah dan wafer cokelat di atas
meja.
Akhirnya saya memutuskan rehat dengan
kari dan sejenak mencoba mencicipi es krim
ini. Rasanya tentu mudah ditebak, manis yang
khas dari vanila dan stroberi bercampur men-
jadi satu dengan buah kalengan yang masih
garing. Nyam.
Dan saya menyudahi acara makan siang itu
dengan mening­galkan sisa nasi dan kuah kari
yang teronggok di atas piring. Lain kali, saya
akan memesan kari untuk dimakan berdua. n
MELISA MAILOA | KEN YUNITA
KULINER
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
BURSA MELEMAH SEHARI
SETELAH KABINET DIUMUMKAN.
NAMA TIM EKONOMI
PEMERINTAHAN JOKO WIDODO
KURANG MAMPU MEMUASKAN
PASAR, YANG BERHARAP
BANYAK.
BUKAN
DREAMTEAM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
S
UASANA bursa efek Indonesia
awal pekan lalu bisa dibilang
muram. Investor ramai-ramai
menjual saham sehingga harga
jatuh. Penurunan indeks saham ini terus
terjadi pada hari berikutnya. Indeks harga
saham gabungan, yang menjadi pengukur
mood bursa, anjlok dari 5.086 menjadi hanya
5.001 dalam dua hari.
Sebagian indeks bursa Asia-Pasifik memang
turun, seperti Singapura, tapi Hong Kong pada
hari kedua sudah melejit. Gerakan indeks bursa
yang tidak seragam ini memperlihatkan bahwa
indeks lebih dipengaruhi oleh situasi dalam
negeri. Dan situasi dalam negeri pada awal
pekan lalu adalah pengumuman nama menteri
GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
Seorang karyawan menunjuk
harga saham yang terpampang
di dinding gedung Bursa
Efek Jakarta. Indeks harga
saham turun setelah kabinet
diumumkan.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Pengumuman tim ekonomi di kabinet Joko
Widodo rupanya kurang mampu memuaskan
pasar.Salahsatupengamatpasarmodal,Fahrial
Anwar, mengatakan, “Pasar kecewa dengan tim
ekonomi yang dibentuk Jokowi-JK.”
Kepala Riset OSO Securities Supriyadi juga
mengungkapkan, banyak suara bernada negatif
yang memojokkan tim ekonomi Presiden Joko
Widodo. “Setelah tim ekonomi ini diumumkan,
banyak sekali yang mengeluarkan statement
negatif, terutama yang tidak suka dengan
presiden saat ini, itu satu,” ucapnya.
Padahal reaksi pasar modal ini cukup
berpengaruh terhadap perkembangan
ekonomi Indonesia. Jika bursa memandang
ekonomi negatif dan harga saham berjatuhan,
perusahaan mungkin akan menunda atau
membatalkan rencana menjual saham. Padahal
penjualan saham itu biasanya digunakan untuk
mengembangkan usaha dan menggerakkan
ekonomi.
Reaksi pasar modal juga membuat investor
kelas kakap akan menjauhi surat utang yang
diterbitkan pemerintah Indonesia. Kalaupun
bersediamembeli,merekaakanmemintabunga
yang tinggi dan, buntut-buntutnya, pemerintah
Indonesia akan membayar surat utang lebih
mahal.
Menurut Fahrial, orang-orang yang duduk
di tim ekonomi Joko Widodo tidak dikenal
sebelumnya dan tak terang reputasinya.
“Itulah yang membuat kita jadi bingung, ke
depannya seperti apa konsep ekonominya,”
ucapnya. Padahal sebelumnya pasar berharap
tim ekonomi ini bakal menjadi dream team.
“Kalau yang beginian sih, tidak usah terlalu
heboh kemarin ada Tim Transisi segala,”
katanya.
Fahrial meragukan kemampuan sejumlah
orang di tim ekonomi Jokowi. Mereka memang
bagus di bisnis masing-masing. “Tapi ingat, yang
akan diurus adalah ekonomi makro negara,
Pasar kecewa dengan tim
ekonomi yang dibentuk
Jokowi-JK.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
bukan perusahaan,” ucapnya.
Kondisiekonomidalamnegerimaupunglobal
yang terus tak stabil, ujar Fahrial, akan agak sulit
diselesaikan oleh orang yang hanya sukses di
perusahaannya saja. “Mudah-mudahan, saya
berharap, tidak seperti yang kita perkirakan,”
tuturnya.
Ia juga menyangsikan kemampuan Menteri
KoordinatorPerekonomianSofyanDjalil.Pelaku
pasar, menurut dia, belum pernah mendengar
dan melihat garis besar pemahaman ekonomi
makro Sofyan.
Hal mirip diungkapkan Supriyadi. Ia
mengatakan Prestasi Sofyan Djalil kurang
menonjol saat memimpin Kementerian BUMN.
“Ditambah lagi ia berada di luar kabinet selama
lima tahun,” katanya.
Sofyan, yang posisinya dikritik kalangan
CAHYO BRURI/SETPRES
Presiden Jokowi memimpin
rapat terbatas bidang ekonomi
di Jakarta, Kamis (30/10).
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
pasar modal, mengatakan pengalaman
sebagai menteri pada masa pemerintahan
pertama Susilo Bambang Yudhoyono akan
menjadi modal memimpin koordinasi bidang
ekonomi.
Absen lima tahun di luar kabinet juga tidak
akan menjadi penghalang. “Selama 5 tahun
tak menjabat menteri pun saya membantu
Wakil Presiden Boediono menjadi tim kajian
strategis,” ucapnya.
Meski secara umum melontarkan kritik,
Supriyadi memandang positif nama Rahmat
Gobel, yang menjadi Menteri Perdagangan,
karena ia berpengalaman memimpin
perusahaan distributor Panasonic. “Dengan
ia masuk Kementerian Perdagangan, kan
berarti banyak tuh produk yang bisa dia jual
ke luar negeri,” ucapnya.
RahmatGobelsendirisudahmengungkapkan
sejumlah prioritas kerjanya. Selain menjaga
stabilitas harga dan menyeimbangkan barang
yang diimpor dengan ekspor, katanya, “(Juga)
membentuk koalisi promosi nasional.”
Sementara itu, Fahrial menyebut nama yang
ia pandang cocok, seperti Bambang Soemantri
BrodjonegoroyangmenjadiMenteriKeuangan.
“Beliau cukup saya kenal dan beberapa
kali berdiskusi dengannya di Kementerian
Keuangan, jadi saya sedikit memahami arah
pemikirannya,” ucapnya. n BUDI ALIMUDDINADI / ANTARA
Rahmat Gobel (berbatik
merah) dalam sebuah
acara di pabrik Toyota di
Karawang, Jawa Barat.
Analis menyebut Rahmat
cukup pas sebagai Menteri
Perdagangan.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KETERANGAN
MENGIKUTI GEJOLAK
POLITIKA
I
NDEKS bursa saham sangat terpengaruh oleh gejolak politik. Proses
pemilihan presiden 2014 yang sangat panas memperlihatkan bagaimana
indeks harga saham gabungan bergerak drastis setiap kali ada dinamika
politik yang kuat. Begitu pula, ketika pasar saham kurang puas dengan
nama menteri, indeks pun turun.
25 Juli
9 Juli
22 Juli
21 Juli
26 Juli
17 Juli
20 Juli
5.058
5.300
5.200
5.100
5.000
4.900
4.800
1 AGUSTUS 2014 1 OKTOBER 2014
INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN
(Indikator naik-turunnya harga saham)
9 Juli
Pemilihan presiden berlangsung. Hitung cepat memperlihatkan Joko Widodo menang, tapi
Prabowo Subianto, dengan mengutip sumber hitung cepat lain, juga mengklaim kemenangan.
Klaim berbeda ini membuat indeks bursa turun drastis. Sehari setelah pemungutan suara,
indeks dimulai pada angka 5.109, tapi tiga hari kemudian sudah ditutup pada level 5.021.
22 Juli
KomisiPemilihanUmummenyatakanJokoWidodomenang.Prabowo,yangsemulamenyatakan
menarik diri dari proses pemilihan, juga menyiratkan akan menggugat kemenangan Joko
Widodo. Bursa pada hari itu anjlok dari 5.141 ke 5.083.
25 Juli
TimPrabowomengajukanpermohonangugatanataskemenanganJokoWidodokeMahkamah
Konstitusi. Bursa kembali turun, dibuka 5.104 dan ditutup pada 5.088.
21 Agustus
Mahkamah Konstitusi menolak semua gugatan tim Prabowo. Efek keputusan ini terasa di
bursa di pagi hari, yakni dibuka pada 5.190 dan melejit sampai 2.223. Tapi akhirnya bursa turun
ke 5.206 karena, menurut analis, pasar menunggu nama kabinet.
17 Oktober
Presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya, Prabowo, bertemu. Pertemuan ini memupus
banyak keraguan soal stabilitas politik. Bursa pun melejit, dibuka pada angka 4.958 dan ditutup
5.028.
20 Oktober
Joko Widodo, yang dilantik sebagai presiden, tidak begitu banyak mempengaruhi pasar.
Agaknya, pertemuan dengan Prabowo dipandang lebih penting sehingga indeks hanya naik
tipis ke 5.040.
26 Oktober
Kabinet baru diumumkan. Pasar modal agaknya kurang puas dengan nama-namanya sehingga
bursa di hari perdagangan berikutnya turun dari 5.086 ke 5.024.
NASKAH: NUR KHOIRI
TIMEKONOMI EKONOMI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
FOTO: HASAN/DETIKCOM
MEMASANG
HARAPANBARU
PEKERJAAN RUMAH YANG MESTI
DIBERESKAN PEMERINTAHAN SEKARANG
BUKAN HANYA SOAL SUBSIDI, TAPI JUGA
NILAI TUKAR RUPIAH DAN INVESTASI ASING.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
S
AMPAI satu tahun terakhir, dua
periode pemerintahan Susilo
Bambang Yudhoyono boleh
dibilang sukses menjaga nilai
tukar rupiah. Kecuali gejolak
pada akhir 2008 saat krisis global melanda,
rupiah kokoh dan dolar terjaga pada kisaran
Rp 8.000-9.000. Tapi petaka datang Juli tahun
lalu. Tiba-tiba saja dolar melejit dan akhir tahun
lalu sudah melewati garis Rp 12 ribu.
Rupiah yang loyo ini menjadi salah satu
pekerjaan rumah utama pemerintahan Joko
Widodo, di samping urusan lain, seperti subsidi
bahan bakar minyak. Persoalan lain yang juga
belum beres adalah penerapan aturan investasi
yang lebih tegas.
Rupiah anjlok, menurut analis pasar modal
Fahrial Anwar, karena Indonesia menggunakan
sistem devisa bebas yang terlalu liberal, yang
Presiden Jokowi sebelum
rapat kabinet terbatas
bidang ekonomi di Istana
Negara, Jakarta.
CAHYO BRURI/SETPRES
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
dijalankan berdasarkan Undang-Undang
Nomor 24 Tahun 1999. “Undang-undang ini
membiarkan investor asing masuk kapan saja
ke Indonesia dan keluar kapan saja tanpa filter
sedikit pun,” katanya.
Pemegang obligasi pemerintah Indonesia,
misalnya,akanlangsungmenjualobligasijika
kondisi Indonesia dipandang sedang jelek
atau bunga di Amerika Serikat sedang
naik. Dana hasil penjualan langsung
dipindah ke dolar dan dibawa pergi ke
Amerika Serikat. Akibatnya, rupiah akan
turun dan dolar naik dalam sekejap.
Peraturan devisa yang terlalu bebas ini
membuat rupiah sangat rentan. “Sektor ini
tak pernah disentuh oleh elite pemerintah
Indonesia,” kata Fahrial. Padahal, menurut dia,
tidak semua negara seperti itu. Ia memberi
contohThailand.Meskinegaraituterusdibekap
konflik politik, nilai tukar baht relatif kebal.
Kondisi ini, kata Fahrial, disokong oleh
aturan investasi yang cukup melindungi, yaitu
setiap investor asing tidak bisa mengeluarkan
investasi mereka seenaknya. Jika investor asing
membeli obligasi Thailand, misalnya, mereka
tidak bisa seketika itu menjualnya. Mereka
mesti memegang untuk jangka waktu tertentu.
Misalnya, surat utang bertenor 9 bulan,
mungkin investor dilarang melepas sebelum 6
bulan. “Istilahnya holding periode,” katanya.
Tahun lalu, saat rupiah mulai jatuh, sempat
muncul suara agar Undang-Undang Nomor 24
direvisi agar lalu lintas devisa ada saringannya,
tidak terlalu bebas. Saat itu juga muncul ide,
hasil ekspor sebagian mesti disimpan di bank
lokal Indonesia. Pertengahan tahun ini, Bank
Indonesia mengeluarkan peraturan yang
memaksa hasil ekspor mesti diletakkan di bank
lokal.
Fahrial mengatakan jika devisa bebas
Rupiah anjlok karena
Indonesia menggunakan
sistem devisa bebas yang
terlalu liberal.
Menteri Koordinator
Perekonomian Sofyan Djalil
RENGGA SANCAYA/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
dijalankan sebebas-bebasnya, nilai tukar rupiah
akan gampang turun. Indonesia juga gampang
bikin cemas kondisi ekonomi negara lain,
seperti Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat
menaikkan suku bunga, misalnya, Indonesia
waswas investor segera memindahkan dana
dan rupiah pun turun. “Jika persoalan lalu lintas
devisa ini tidak pernah dibenahi, kita akan terus
dalam kondisi seperti ini,” ucapnya
Padahal terus melemahnya nilai tukar
rupiah menghambat laju usaha, bahkan
menciptakan potensi kredit macet. Pemerintah
juga kelimpungan karena subsidi bahan bakar
minyak melonjak karena pembelian bensin
Premium di luar negeri mesti dalam dolar.
Sedangkan Kepala Riset OSO Securities
Supriyadi mengatakan salah satu hal utama
yang juga mesti dilakukan adalah membuat
para investor semakin bersemangat datang.
RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
TIMEKONOMI EKONOMI
Ia mengatakan, pada masa pemerintahan
sebelumnya, keran investasi memang dibuka
selebar-lebarnya. Peraturan investasi ini
memang sudah ada. “Tapi implementasinya
tidak jelas,” katanya.
Pada pemerintahan sebelumnya, bidang
pertambangan menjadi sorotan investor
asing. Larangan ekspor hasil tambang mineral
mentah, misalnya. Begitu pula soal kontrak
karya dengan Freeport.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan
Djalil mengatakan masih mengkaji urusan
kontrak karya dengan Freeport dan investor
pertambangan asing lain. “Saya belum tahu
secara detail apa masalah di sini. Nanti akan
kamilihatdulu,barukamimenentukanlangkah
selanjutnya,” ucapnya. n BUDI ALIMUDDIN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Tambang bawah tanah milik
Freeport di Papua
PUSPA PERWITASARI/ ANTARA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
PEMERINTAH SUDAH PASTI
MENAIKKAN HARGA BENSIN
PREMIUM DALAM DUA BULAN INI.
TINGGAL
MENGHITUNG
HARI
TIMEKONOMI EKONOMI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI
K
UNJUNGAN kerja pertama
Presiden Joko Widodo adalah
menengok korban letusan Gunung
Sinabung di Tanah Karo, Sumatera
Utara. Di sana, untuk pertama kalinya, Kartu
Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar
dibagikan. Ini adalah kartu yang dijanjikan agar
layanan kesehatan bisa gratis dan pendidikan
sampai tingkat SMA tak perlu bayar.
Program gratis-gratisan itu tentu saja
membutuhkan dana. Nah, dana itu akan
didapat dari pengalihan subsidi bahan bakar
minyak. Pemerintah memang sudah bersiap
untuk mengurangi subsidi BBM, waktunya
tinggal dalam hitungan jari, dalam dua bulan
ini. “Sebelum Januari 2015,” kata Menteri
Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil.
Ujian besar pertama bagi tim ekonomi
Jokowi adalah soal subsidi BBM. Jokowi dari
awal memang ingin mendapatkan ruang
fiskal—tambahan anggaran untuk infrastruktur
atau program kerakyatan—yang dijanjikannya
selama masa kampanye. Salah satunya adalah
program layanan kesehatan gratis serta
pendidikan gratis hingga tingkat SMA.
Program tersebut ditandai dengan merilis
Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia
Pintar secara bertahap kepada masyarakat.
Rencananya, pemerintah bakal merilis kartu
itu pada pekan pertama atau pekan kedua
EKONOMI
Pengendara sepeda motor
membeli BBM di pompa
bensin swalayan di sekitar
Rasuna Said, Jakarta
Selatan. Tinggal menunggu
hari, harga BBM bersubsidi
bakal naik.
ARI SAPUTRA/DETIKCOM)
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI
November.
Pemerintah berharap, dengan adanya
program tersebut, masyarakat tidak panik dan
tetap tenang saat harga BBM bersubsidi naik.
“Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia
Pintar adalah bagian dari kompensasi yang
diberikan pemerintah,” kata Menteri Keuangan
Bambang S. Brodjonegoro.
Selain layanan kesehatan
dan pendidikan gratis,
pemerintah menyediakan
anggaran Rp 5 triliun
untuk bantuan langsung
sementara setelah harga
BBM bersubsidi naik.
Mereka yang mendapat
dana ini adalah 15,5 juta
rumah tangga miskin di
seluruhIndonesia.Berbagai
program itu di atas kertas
memang dianggap dapat
meredam kekhawatiran masyarakat atas
dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Namun,menurutpengamatenergiyangjuga
anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Kurtubi,
sebaiknya pemerintah juga terbuka tentang
kondisi perminyakan di Indonesia yang sangat
terpuruk. Salah satu fakta yang perlu dibuka
ke publik adalah sangat rendahnya produksi
minyaknasional,yaknihanya800ribubarelper
hari. Sedangkan kebutuhan minyak nasional
rata-rata sekitar 1,7 juta barel per hari.
Produksi bensin juga sangat rendah
karena kilang di dalam negeri hanya mampu
memproduksiseparuhdarikebutuhannasional,
sedangkan separuh lagi harus impor. “Sekarang
kita harus mengimpor minyak mentah dan
BBM dalam jumlah dengan nilai sekitar US$ 45
miliar per tahun,” kata Kurtubi.
Pada saat produksi turun, konsumsi terus
naik. Contohnya tahun ini saja kuota bensin
Premium dan solar akan melampaui kuota
46 juta kiloliter. Jika tidak ada pengendalian
konsumsi, Pertamina memperkirakan perlu ada
tambahan Premium sebesar 800 ribu kiloliter
dan solar subsidi sebesar 1,06 juta kiloliter.
“Fakta-fakta tersebut harus dibuka pemerintah
agar masyarakat tahu mengapa harga BBM
Bambang S. Brodjonegoro
DEDHEZ ANGGARA/ANTARA FOTO
Kartu Indonesia Sehat
dan Kartu Indonesia
Pintar adalah bagian
dari kompensasi yang
diberikan pemerintah.
EKONOMI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI
bersubsidi perlu dinaikkan,” tutur Kurtubi.
Memang, sampai sekarang belum jelas
berapa besar kenaikan harga yang akan
ditetapkan. Pemerintah diperkirakan akan
menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar
Rp 1.000-3.000 per liter. Namun pemerintah
enggan memastikan berapa banyak anggaran
yang bisa dihemat dari kenaikan harga itu.
Menurut mantan Menteri Keuangan Chatib
Basri, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan
pada November sebesar Rp 3.000 per liter,
pemerintah akan memiliki tambahan anggaran
sekitar Rp 21 triliun dalam dua bulan.
Jika rencana ini berjalan seperti yang
dijelaskan Chatib, pemerintah memiliki
amunisi untuk menyelenggarakan program
kerakyatanyangsudahdisiapkan,sehinggabisa
mengurangitekananterhadapbiayakebutuhan
hidup masyarakat yang akan meningkat akibat
kenaikan harga bensin bersubsidi.
Apalagi jika kenaikan harga itu terjadi pada
akhir tahun, inflasi akan melonjak tinggi
karena akhir tahun biasanya laju permintaan
masyarakat juga meningkat karena menjelang
Natal dan tahun baru. “Momen menaikkan
harga BBM bersubsidi sebenarnya Oktober,
setelah Lebaran, karena biasanya permintaan
turun. Kalau akhir tahun, inflasi akan tinggi,”
ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin.
n HANSHENRICUSB.S.ARON
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
EKONOMI
Di sejumlah daerah, bensin
dan solar dijual pedagang
eceran. Tampak salah
sat pedagang sehabis
"kulakan" di kawasan
Rokan Hilir, Riau.
BEAWIHARTA/REUTERS
MELONGOK BISNIS ALA
ANAKPRESIDEN
BISNIS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
P
RESIDEN Joko Widodo memang
sudah dikenal luar-dalamnya oleh
orang Indonesia. Tapi keluarganya
seperti “disimpan”. Itu sebabnya,
semua orang tertarik saat ia memperkenal-
kan tiga anak­nya. Anak sulungnya, Gibran
Rakabuming Raka, menjelaskan alasan ia
tidak pernah mengikuti kampanye ayahnya:
bekerja.
Dan pekerjaannya? Pemuda 27 tahun ini
ternyata berbisnis katering sekaligus peren-
cana pernikahan dengan cap “Chilli Pari” di
kampung halamannya, Solo. Tapi seberapa
menguntungkan bisnis ini sehingga lulusan
University of Technology Insearch, Australia,
itu menggelutinya?
Gibran Rakabuming Raka di
dapur Chilli Pari
DOK. CHILLI PARI
PUTRA TERTUA PRESIDEN JOKO WIDODO MEMILIH BERWIRAUSAHA KATERING
PERNIKAHAN SELEPAS KULIAH. SEBERAPA MENJANJIKAN BISNIS YANG SEDAP INI?
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
Chilli Pari enggan membeberkan
omzetnya. Tapi paket pernikahan komplet
yang ditawarkan saat ini, mulai foto prani-
kah, dekorasi, makanan, sampai mobil pen-
gantin, mereka jual dengan rentang harga
Rp 56,6-99,9 juta untuk 1.000 tamu.
Untuk tahun depan, mereka sudah meren-
canakan harga paket itu naik sehingga harga
termurah Rp 69,9 juta dan tertinggi Rp 121
juta. “Harga tersebut masuk kategori kelas
menengah ke atas untuk pasar Kota Solo,”
kata Monie Wibowo, Manajer Pemasaran
Chilli Pari.
Dibandingkan dengan harga di Jakarta,
memang ini sedikit lebih mu-
rah. Tapi hanya sedikit. Salah
satu perusahaan katering dan
perencana pernikahan yang
terkenal di Jakarta, Tidar’s, mis-
alnya. Untuk hajatan standar
di gedung pertemuan, seperti
di Kementerian Sosial—salah
satu gedung yang laris untuk
pesta nikah—mereka mema-
sang harga Rp 93 juta untuk
1.000 tamu. Jika tamunya 500 orang, paket
standar seharga Rp 68 juta. “Ini belum ter-
masuk charge gedung,” kata Retno Susdiarti,
pendiri dan pemilik Tidar’s.
Retno mengatakan, tiap pekan rata-rata
mereka melayani lima pesta pernikahan. Ia
memang tidak bersedia mengungkapkan
omzetnya. Tapi, dengan hitungan sederhana,
jika lima pesta itu mengambil paket standar
dengan biaya Rp 68 juta, dalam sepekan
omzetnya Rp 340 juta.
Nama Tidar’s berasal dari singkatan “tiga
dara” karena Retno adalah tiga bersaudara
Retno Susdiarti, pemilik dan
pendiri Tidar's Catering
DOK. TIDAR,S CATERING
BISNIS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
dan semuanya perempuan. Sedangkan “s”
di belakang kata “Tidar’s” adalah singkatan
nama ayahnya, Sugeng. Bisnis ini dimu-
lai dari usaha kecil, kantin di SD Negeri 02
Pagi Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.
Dari warung untuk anak sekolah ini, Retno
mengembangkan bisnis makanan rantangan
untuk rumah dan kantor.
Terobosan mulai muncul saat ada pesta
pernikahan di gedung Kepolisian Daerah
Metro Jaya pada 1987. Pemilik hajat­an rupan-
ya cocok dengan masakannya dan meminta
jasa kateringnya. Sejak itu bisnis katering
perni­kahannya lancar.
Langkahberikutnyasaatiatidakhanyame-
nyediakan katering, tapi juga jasa perencana
pernikahan. Ini terjadi pada 1990, karena
banyak pelanggan yang bertanya apa ia juga
menyediakan rias pengantin, pelaminan,
dan seterusnya. “Akhirnya kami gabungkan,”
ujar Retno.
Dalam menjalankan bisnis, dia meny-
iapkan tenaga khusus, misalnya orang yang
khusus mengolah ikan, mengolah ayam, dan
membuat kue. Sedangkan untuk wedding or­
ganizer, Retno menjalin kerja sama dengan
rekanan penyedia foto studio, fotografer
pelaminan, perias pengantin, dan pembaca
acara. Menurut Retno, rekanan ini bekerja
dengan nama Tidar’s dan bukan atas nama
masing-masing.
Sedangkan Gibran memulai bisnis kate­
ring selepas kuliah pada 2010 dengan men-
cari modal sendiri ke bank-bank. Meski saat
itu ayahnya menjadi Wali Kota Solo, ia tidak
mendapatkan fasilitas. Alih-alih menda-
pat kemudahan, ayahnya malah melarang
Makanan yang disajikan
Chilli Pari dalam pesta
pernikahan di Solo
DOK. CHILLI PARI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
anaknya itu melayani katering untuk ling-
kungan Pemerintah Kota Solo.
Chilli Pari pun kemudian mengandalkan
produk agar bisnisnya lancar. Mereka, mi­
salnya, “menjual” makanan dengan sedikit
penyedap rasa sehingga lebih sehat.
Mereka juga “menjual” kebersihan dapur.
Caranya, para konsumen bebas menengok
dapur untuk melihat sendiri bagaimana
makanan disiapkan. Tour de kitchen ini ru-
panya cukup populer dan berhasil menarik
konsumen.
“Mulai sinilah mereka (konsumen) menge­
nal produk kami,” kata Monie. “Istilah Jawa
‘getok tular’ (dari mulut ke mulut), itulah
promosi yang sangat mengena dibanding
kita sebar ribuan brosur.”
Setelah empat tahun berdiri, Chilli Pari
berkembang menjadi salah satu penyedia
jasa katering dan wedding organizer yang
dikenal publik. Namun Monie enggan meng­
ungkap berapa besar modal awal maupun
omzet dari bisnis yang ditekuni Gibran ini.
Monie hanya mengatakan pesanan saat
ini mengalir cukup banyak. “Dulu setiap hari
telepon masuk berdering bisa dihitung, ka-
dangtidakadateleponsamasekali.Sekarang
telepon kantor selalu berdering dan tamu
banyak yang berkunjung,” katanya. Apalagi
setelah namanya terkenal seperti sekarang,
bisa dipastikan pesanan akan ikut membe­
ludak. n HANS HENRICUS B.S. ARON
Koki Chilli Pari dalam pesta
pernikahan
DOK. CHILLI PARI
BISNIS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MODAL
RP 8 JUTA,
OMZET
RP300
JUTABISNIS BENGKEL PERBAIKAN MOBIL
TERUS TUMBUH. MODALNYA BISA
JUTAAN, BISA PULA MILIARAN
RUPIAH. UNTUNG BERSIH PER BULAN
BISA PULUHAN JUTA RUPIAH.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
B
ENGKEL perbaikan bodi mobil
itu sangat padat. Lahan seluas satu
setengah hektare nyaris kesulitan
menampung banyaknya mobil yang
menunggu digarap oleh bengkel dengan nama
CV Karya Indah Motor itu. Tamu yang baru
datang pun meski memarkir mobilnya di jalan
masuk, di sela-sela kendaraan yang hanya luka
gores dan hancur sebagian.
Meski sudah padat seperti itu, masih ban-
yak pelanggan yang mobilnya belum dikirim
karena jadwal pengerjaannya sudah padat.
Setiap pelanggan mesti antre beberapa pekan
sebelum mobilnya bisa mulai dikerjakan. Tapi
tetap saja pelanggannya sabar menunggu.
Salah satu pelanggan yang sedang mengantar
mobilnya, Baharuddin Idris, mendengar dari
temannya soal bengkel di kawasan Siliwangi,
Bekasi, itu. “Di sini katanya hasilnya lumayan
bagus, saya ingin coba,” ucapnya.
Jumlah mobil di Indonesia memang bertam-
bahdengancepat.Saatini,sekitarsatujutamo-
Yadi di bengkel Karya Indah
Motor, Bekasi, yang ia
dirikan.
BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
bil baru terjual di ne­geri ini dalam satu tahun.
Pertambahan mobil ini membuat bisnis beng-
kel perbaikan bodi mobil—bukan perbaikan
mesin—ikut laris sehingga pe­langgan seperti
Baharuddin rela menunggu beberapa minggu
sebelum mobilnya masuk daftar pengerjaan.
Setiap bulan, rata-rata Karya Indah mem-
perbaiki 300 mobil atau 10 mobil sehari. Beng-
kel Auto Wright, yang tidak terlalu jauh dari
Karya Indah, juga menggarap ratusan mobil
per bulan. Haerul Hasmi, kepala bengkel Auto
Wright, me­ngatakan setiap bulan mereka rata-
rata memperbaiki 120-130 mobil.
Sedangkan di bengkel Auto 2000 Bekasi,
jumlah mobil yang digarap jauh lebih besar
lagi. Brantas Manunggal Wibowo, kepala
bengkel perbaikan badan dan pengecatan
mobil di sana, mencatat pasar bengkel yang
ia kepalai tumbuh 11 persen per tahun. Tahun
lalu, bengkelnya memperbaiki 11 ribu mobil
dan tahun ini, sampai September saja, sudah
melayani 13 ribu mobil. “Bisnis ini mengekor
dari pertumbuhan penjualan mobil dari tahun
ke tahun,” ucapnya.
Dengan jumlah mobil yang dikerjakan cukup
banyak, pendapatan pemilik menjadi lumayan
juga. Yadi, pendiri dan pemilik Karya Indah,
mengatakan omzet rata-rata setiap bulan seki-
tar Rp 300 juta. Dari jumlah itu, ia mendapat
sekitar 10-15 persen dari omzet atau sekitar Rp
30-45 juta per bulan dari ra­tusan mobil yang
ia perbaiki.
Saat ini ia sangat terbantu karena 21 perusa-
haan asuransi—mulai Allianz, Garda Oto, sam-
BISNIS
Suasana bengkel Auto
Wright.
BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
pai BCA Insurance—mempercayakan mobil
nasabah mereka digarap Yadi. Tapi siapa men-
gira ini semua dimulai dengan modal hanya
Rp 8 juta?
Yadi memulai bisnis ini dengan melego
sepeda motor sport Yamaha RX King. Uang
sebanyak itu, katanya, “Untuk beli mesin kom-
presor buat mengecat.” Setelah bisnisnya mu-
lai berjalan, ia kembali membeli sepeda motor
sport kesayangannya itu. “Saya beli lagi den-
gan mencicil,” katanya.
Bisnis ini muncul karena Yadi, selepas lulus
STM di Purworejo, Jawa Tengah, pada 1986,
menjadi tukang di salah satu bengkel di ka-
wasan Jakarta Selatan. Karena kerjanya dipan-
dang bagus, pada akhir 1990-an ia menjadi
kepala bengkel.
Posisi kepala bengkel belum memuaskan. Ia
melihat bahwa orang lain—terutama Tiong-
hoa—bisa membuka usaha sendiri. Karena itu,
ia keluar dari pekerjaan, menjual sepeda mo-
tor sport kesayangannya, dan membuka lapak
di Jalan Siliwangi-Narogong, kawasan industri
yang ramai yang terentang dari Bekasi hingga
Gunung Putri, Bogor.
Tapi apakah bisnisnya langsung melejit?
Ternyata tidak. Sebulan pertama ia menjadi
penganggur. Tidak ada mobil yang mampir
untuk diperbaiki. Tapi kemudian muncul pe­
langgan yang tidak disangka: pemilik mobil
yang puas saat kendaraannya digarap Yadi
saat dulu ia masih menjadi karyawan. “Mereka
tidak mencari bengkelnya, tapi mencari saya,”
ucapnya.
Pelanggan lama ini dengan cepat membuat
bengkelnya menjadi sibuk. Ia kemudian mulai
menambah orang. Untuk manajemen bengkel,
Sebuah mobil sedang
dipermak di bengkel
perbaikan bodi mobil.
BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
ia membagi anak buahnya dalam lima grup.
Setiap grup beranggotakan setidaknya empat
orang, yang terdiri atas ahli perbaikan badan
dan pengecatan. Grup dan anggotanya ini
tidak dibayar harian atau bulanan, melainkan
borongan.
Menurut Yadi, sistem borongan ini mem-
buat setiap grup lebih memiliki rasa tanggung
jawab pada bengkel tersebut. “Ini bisnis jasa,
Mas, setiap pemborong harus taat aturan
demi reputasinya juga” ucapnya.
Selain memanfaatkan getok tular, ia banyak
bergaul de­ngan polisi lalu lintas dan petugas
derek jalan tol. Petugas ini, katanya, akan
merekomendasikan bengkelnya kepada pemi-
lik mobil yang kecelakaan. Setidaknya, banyak
mobil kecelakaan yang diinapkan di beng-
kelnya. Biasanya mobil yang sudah dititipkan
oleh pemiliknya diperbaiki di bengkel ini pula.
“Masak iya, orang yang sudah menitipkan mo-
bil di sini mau bawa mobilnya ke bengkel yang
lain,” ucapnya.
Selain bisnis di bengkel, ia membuka se-
jumlah toko cat khusus mobil. Toko ini ada
di Bekasi dan Jawa Tengah. Ia juga sudah be­
rencana memperluas bengkel karena lonjakan
jumlah pelanggan.
Sementara Yadi memulai dengan modal
kecil, tidak demikian de­ngan Franky Setiawan,
yang mendirikan bengkel Auto Wright pada
2011 dengan modal mencapai Rp 11 miliar.
Modal ini untuk membeli lahan—yang cukup
mahal, yakni Rp 1 juta per meter persegi—dan
mendirikan bangunannya.
Franky awalnya memiliki bengkel bernama
Cartisan Body Repair and Painting di kawasan
Fatmawati, Jakarta Selatan, sejak awal 2000-
Haerul Hasmi, kepala
bengkel Auto Wright,
bersama seorang
karyawatinya.
BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BISNIS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
an. Bengkel ini ia tutup pada 2012 karena meli-
hat bahwa lebih menguntungkan jika lahan itu
disewakan saja. “Saat ini, bisnis bengkel mobil
di wilayah itu saya kira sudah kalah jauh den-
gan bisnis penyewaan tanah dan bangunan,”
ucapnya.
Tapi, karena ia memang senang dengan
pekerjaan cat-mengecat mobil, ia kemudian
mendirikan bengkel lain tapi di sekitar ping-
giran Jakarta, yakni di Bekasi. Meski begitu,
bengkel ini ia pandang sebagai penghasilan
tambahan. “Bisnis utama saya di properti,”
ucapnya.
Haerul, kepala bengkel milik Franky, menga­
takan 60 persen pelanggannya dikirim oleh
asuransi. Sebanyak 20 karyawan sibuk mem-
buat pekerjaan borongan dan ia bekerja sama
dengan tiga asuransi besar, yakni AXA Mandi-
ri, Asuransi Central Asia, dan Asuransi Buana
Independent.
Ia menjaga agar setidaknya 30 persen pe­
langgan bukan dari asuransi. Penyebabnya
sederhana: pelanggan nonasuransi memba-
yar kontan. Sedangkan asuransi tidak lang-
sung dibayar. Jika banyak pelanggan nonas-
uransi, cash flow per­usahaan lancar untuk
membayar pegawai atau membeli bahan
bengkel. n BUDI ALIMUDDIN
Layanan asuransi Astra.
Bengkel tidak boleh
mengandalkan sepenuhnya
pada pelanggan dari
asuransi.
IWAN/ANTARA FOTO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
ALIEN, ADA ATAU TIADA
“TIDAK MUNGKIN DI DALAM ALAM SEMESTA SELUAS INI
MANUSIA HIDUP SENDIRI.”
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
SAINS
Sebab, hanya satu
peradaban dengan
teknologi maju di
alam semesta dan
hanya akan ada
satu... yakni kita,
manusia.
P
ADA pertengahan Agustus 1977,
nyaris semua orang di Amerika
tengah membicarakan kematian Raja
Rock and Roll, Elvis Aaron Presley.
Namun Jerry Ehman seolah-olah tak peduli.
Alih-alih memelototi berita kematian Elvis
di televisi, Jerry, kala itu 37 tahun, malah asyik
mencermati cetakan hasil “penyadapan”
Observatorium Radio Universitas Negeri Ohio
di Columbus, Ohio. Teleskop radio tipe Kraus
di kampus Universitas Negeri Ohio mulai
dibangun pada 1956 dan beroperasi sejak 1961
untuk “menguping” sinyal-sinyal radio dari luar
tata surya.
Pada 15 Agustus pukul 10.16 malam, sehari
sebelum kematian Elvis, Big Ear alias Si
Kuping Besar—julukan bagi Observatorium di
Columbus itu—menangkap sinyal tak biasa.
Pada satu kolom vertikal tertulis “6EQUJ5”.
Biasanya, data-data dari Big Ear hanya memuat
angka-angka dari 1 dan 2. Semakin besar angka,
berarti semakin besar intensitas sinyal radio itu.
Huruf“U”kurang-lebihnilainyasetaraangka31.
“Aku tak pernah menemui sinyal radio sekuat
itu sebelumnya,” kata Jerry.
Setelah dihitung, sumber sinyal selama 20
detik itu diperkirakan berasal dari konstelasi
bintang Sagitarius, sekitar 2,5 derajat ke arah
selatan dari kelompok bintang Chi Sagittarii.
Jerry girang tak kepalang saat membaca sinyal
radio itu—dengan pena merah dia menulis
“Wow” di samping kertas cetakan sinyal. John
Krauss dan Bob Dixon, dua bosnya di Big Ear,
juga sama senangnya.
Mereka menduga ada “sesuatu” di luar
angkasa sana yang mengirimkan pesan
ke bumi. Selama bertahun-tahun, Ehman
dan kawan-kawannya di Big Ear meneliti
adakah kemungkinan sumber sinyal lain yang
tertangkap teleskop radio Kuping Besar: satelit
atau pesawat. Ehman meyakini transmisi pada
frekuensi 1420,4556 MHz itu tak berasal dari
pesawat atau satelit yang mengorbit bumi.
Lalu dari mana sumber sinyal Wow
tersebut? Hingga hari ini, sinyal Wow tetap
jadi misteri. Walaupun sudah berulang kali
mencoba mencari kembali dengan teleskop
yang lebih canggih, sinyal serupa tak pernah
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
lagi tertangkap teleskop radio di muka bumi
sampai detik ini. “Data-data itu masih kelewat
sedikit untuk mengambil kesimpulan. Aku
harus mengatakan, asal-muasal sinyal itu masih
menjadi satu pertanyaan terbuka,” kata Ehman,
empat tahun lalu.
Dengan meminjam persamaan astronom
Frank Drake, menurut Brian Cox, fisikawan
kondang dari Inggris, ditaksir ada dua hingga
50 ribu zona di alam semesta yang bisa jadi
ditinggali makhluk cerdas seperti manusia.
Mengutip Paradoks Fermi, Profesor Brian
bertanya: jika ada ribuan peradaban di alam
semesta, mengapa tak sekali pun kita bisa
mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari luar
bumi?
“Sebab, hanya satu peradaban dengan
teknologi maju di alam semesta dan hanya
akan ada satu... yakni kita, manusia. Kita unik,”
kata Profesor Cox, pekan lalu.
●●●
Benarkah tak ada peradaban lain, kehidupan
makhluk cerdas lain, selain peradaban manusia
di bumi? Brian Cox barangkali tak percaya ada
kehidupan seperti manusia di luar bumi. Tapi
dia juga tidak punya bukti bahwa peradaban
makhluk cerdas—entah dia menyerupai
manusia atau tidak—tak ada di planet lain.
Seth Shostak dan ratusan ilmuwan di
Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI)
Institute, juga mungkin ribuan ilmuwan lain,
punya pendapat berseberangan dengan Brian
Cox, fisikawan di Universitas Manchester.
Namun Shostak, Direktur Pusat Riset SETI,
mengingatkan bahwa bisa jadi kehidupan di
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
EXOPOLITICS
luar sana sama sekali tak mirip manusia.
“Kitatakberasumsimerekamenyerupaikita....
Kita berasumsi ilmu fisika mereka mirip dengan
kita.... Bahwa mereka mengirimkan informasi
dengan sinyal radio atau laser dari mana pun
mereka berada,” Shostak menulis bulan lalu.
Berdasarkan asumsi itulah selama puluhan
tahun para astronom memasang “telinga” ke
atas langit sana, mencoba menangkap sinyal
dari luar bumi, dari luar tata surya.
Perburuan para astronom mencari tanda-
tanda kehidupan di luar bumi masih sangat
panjang. Menurut Shostak, pencarian makhluk
lain itu masih tahap “bayi”, tak mungkin
menyimpulkan apakah ada atau tiada makhluk
cerdas lain di luar bumi. “Ibarat perjalanan
Columbus mencari benua baru, dia baru
berlayarbeberapapuluhkilometerdariSpanyol
dan berkata, ‘Tak ada apa pun di luar sana,’”
kata Shostak.
Setelah teleskop Big Ear menangkap sinyal
Wow, berulang kali Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA) mendanai proyek pencarian
kehidupan cerdas di luar sana alias proyek
SETI. Pada 1992, NASA meluncurkan proyek
Microwave Observing Program (MOP) dengan
memanfaatkan jaringan NASA Deep Space
dan teleskop di Observatorium Arecibo di
Kita tak berasumsi
mereka menyerupai
kita.... Kita
berasumsi ilmu
fisika mereka mirip
dengan kita.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
Seth Shostak, Direktur
Pusat Riset SETI
WESOMEUNIVERSE
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
Puerto Riko. Namun, belum setahun berjalan,
proyek itu dibatalkan setelah dikritik oleh
Kongres Amerika. Jill Tarter dan SETI Institute
melanjutkan proyek MOP setelah Kongres
menjegal anggaran proyek tersebut. Tarter
dan timnya mengamati sekitar 1.000 bintang
terdekat dengan tata surya.
Namun, tanpa sokongan pemerintah,
proyek SETI itu ngos-ngosan mempertahankan
napas. Kendati sudah pensiun dua tahun lalu,
setelah hampir empat puluh tahun memburu
kehidupan lain di luar bumi, Jill Tarter tak bisa
leyeh-leyeh berjemur di sebuah pantai tropis
menikmati hari tua. Dia malah sibuk mencari
dana bagi mantan kantornya itu.
Kondisi keuangan SETI Research memang
sedang benar-benar “tipis”. Mereka terpaksa
menghentikan operasi beberapa teleskop
radionya karena kurang biaya. “Itu adalah alarm
bahaya. Aku tak bisa membiarkannya. Kondisi
kami benar-benar kritis,” ujar Tarter, mantan
Direktur SETI Research, beberapa waktu lalu.
TarterinilahsumberinspirasibagiCarlSagansaat
menulis novel Contact, yang menceritakan soal
obsesiEleanor“Ellie”AnnArrowayberkomunikasi
dengan makhluk lain di luar angkasa. Di versi
filmnya, Ellie Arroway diperankan oleh Jodie
Foster.
Selera NASA terhadap proyek pencarian
tanda kehidupan lain di luar bumi memang
pasang-surut. Tiga pekan lalu, NASA
menyetujui dana riset bagi sejumlah lembaga
riset, salah satunya SETI Institute, untuk
meneliti asal-muasal kehidupan dan mencari
kemungkinan kehidupan lain di luar planet
ini. “Tidak mungkin di dalam alam semesta
seluasinimanusiahidupsendiri,”kataCharles
SAINS
Sinyal Wow
BIGEAR
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
Bolden, Kepala NASA.
Michael Garrett, astronom dari Belanda,
mengatakan mungkin saja ada peradaban lain
di atas sana, tapi jaraknya kelewat jauh dari
bumi sehingga sampai detik ini tak terdeteksi
rupa-rupa alat observasi.
Bayangkan saja, diameter Galaksi Bima Sakti
lebih dari 100 ribu tahun cahaya—1 tahun
cahaya kurang-lebih setara dengan 10 triliun
kilometer. Sementara itu, kecepatan cahaya
di ruang hampa saja hanya sekitar 300 ribu
kilometer per detik. Butuh waktu 4 tahun
bagi sinyal radio dari bumi untuk menjangkau
bintang terdekat setelah matahari, yakni Alpha
Centauri. Dan butuh 100 ribu tahun untuk
mencapai tepi Galaksi Bima Sakti.
Jadi, seandainya ada peradaban modern
berjarak1.000tahuncahayadaribumi,menurut
Garrett, dengan teknologi saat ini, hampir tak
mungkin terjalin komunikasi dengan bumi.
Sebab, paling tidak butuh 1.000 tahun hingga
sinyal dari bumi tiba di planet itu. “Proyek
SETI memang tak gampang, tapi pencarian itu
layak dikerjakan. Sebab, pertanyaan itu sangat
penting.... Semua orang ingin tahu, bahkan
orang-orang di pinggir jalan juga ingin tahu,
ada apa di luar sana,” kata Garrett, beberapa
pekan lalu. ■
SAPTO PRADITYO | NASA | DISCOVERY | IBTIMES | DAILYMAIL | SPACE
SAINS
Observatorium Big Ear
di Ohio
BIGEAR
TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SAINS
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
LIMA TEMPAT YANG MUNGKIN
DITINGGALI MAKHLUK HIDUP
INI dia lima tempat, menurut Seth Shostak, astronom senior dari SETI Institute, yang mungkin
saja ditinggali makhluk hidup. “Tapi jangan harap menemukan makhluk yang bisa berbicara di
tempat itu,” kata Seth. Sebab, selain mikroba, hampir mustahil bisa bertahan hidup di sana.
5. CALLISTO
Kondisi fisiknya
kurang-lebih sama
dengan saudaranya,
Europa. Air itu
terkubur sedalam puluhan kilometer
dalam lapisan yang sangat keras.
1. ENCELADUS
Wahana Cassini milik
NASA pernah memotret
jejak geiser di bagian
selatan bulan Planet
Saturnus ini. Kemungkinan
ada air di bawah permukaan Enceladus.
3. MARS
Kemungkinan ada air di
bawah permukaan kawah
Horowitz di Planet Mars.
2. TITAN
Bulan terbesar Planet
Saturnus ini merupakan
satu-satunya tempat di
dalam tata surya yang bisa
dijumpai cairan. Tentu saja selain di bumi.
4. EUROPA
Para astronom
meyakini,
di bawah
permukaan es
sangat keras
yang menyelimuti bulan Planet Jupiter
ini terdapat lautan air asin.
SAINS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
‘LEGIUN ASING’ ANTI-ISIS“MEREKA TAK INGIN HANYA DUDUK MENONTON
SEMUA INI TERJADI DI DEPAN MATA.”
INTERNASIONAL
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
M
EREKA bertempur untuk orang-
orang yang tak pernah dikenal
dan rela meninggalkan semua
yang mereka sayangi. Jordan
Matson, 28 tahun, harus meninggalkan pacar
dan pekerjaannya di Madison, Wisconsin,
sementara Jeremy Woodard, 28 tahun, dengan
berat hati meninggalkan anak perempuannya
yang baru berumur 4 tahun.
Duabulanlalu,JordantibadiRojava,kotakecil
diwilayahutaraSuriah.DiaterbangdariAmerika
menuju Turki. Di sana, sudah ada anggota
Yekineyen Parastina Gel (YPG) atau Unit
Perlindungan Rakyat Kurdistan, menunggunya.
Beberapa bulan sebelumnya, Jordan sudah
menjalin kontak dengan YPG lewat Facebook.
Dari Turki, mereka menyeberang ke Rojava.
Begitu tiba di Rojava, tak sempat menghela
napas, Jordan dan milisi YPG langsung terlibat
baku tembak dengan kelompok militan Negara
Islam alias ISIS. Sial bagi Jordan, dia terluka
terkena serpihan mortar yang ditembakkan
milisi ISIS. Sekarang Jordan sudah hampir
sembuh dan siap kembali ke medan tempur
melawan ISIS.
Jordan sempat berdinas di divisi infanteri
militer Amerika Serikat selama dua tahun.
Menurut Military Times, dia sempat menjalani
latihan di sekolah infanteri Fort Benning dan
Fort Bragg. Hingga usai dari dinas militer pada
2007, Jordan mendapatkan sejumlah medali:
National Defense Service Medal, Global War
on Terrorism Service Medal, Army Service
Ribbon, dan Parachutist Badge.
INTERNASIONAL
Konvoi milisi Peshmerga dari
Kurdistan disambut keturunan
Kurdi di Turki saat melintasi
perbatasan Kiziltepe, Turki-
Suriah, Rabu (29/10).
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
“Seumur hidup aku ingin menjadi prajurit,”
kata Jordan dua pekan lalu. Sebelum tiba di
Rojava, dia tak pernah terlibat dalam perang
sesungguhnya. Bekerja sebagai karyawan
Bank Home Savings, dari pukul 9 pagi hingga
5 sore, tak cocok bagi Jordan, yang punya
hormon adrenalin tinggi.
“Kehidupan sipil sepertinya
bukan untukku.... Aku juga
tak nyaman dengan kerja dari
pukul 9 sampai 5.”
Tekanan darahnya naik
seketika saat mendengar
kabar Kota Mosul di Irak
direbut oleh milisi ISIS. Dia
masih ingat berapa banyak
temannya di dinas militer
yang kehilangan nyawa di
Irak.
“Berapa banyak saudaraku yang membayar
dengan hidup mereka supaya negara itu
bisa hidup di alam demokrasi. Aku tak bisa
membiarkan negara itu jatuh ke tangan ISIS
sehingga pengorbanan saudara-saudaraku itu
sia-sia,” kata Jordan.
Sekalipun teman-temannya sangat sedikit
yang bisa berbahasa Inggris, demikian pula
dia tak bisa bercakap bahasa Kurdi, Jordan
segera merasa kerasan tinggal di medan
perang seperti Suriah. “Aku merasa tenang di
sini,” katanya santai. Dia tak terlalu pusing soal
apakah bisa pulang ke Amerika. Bahkan jika
tak bisa kembali lagi ke negaranya, dia juga tak
risau. “Ketika perang ini usai dan ISIS sudah
dihancurkan, baru aku memikirkan hal itu.”
Selama dalam perawatan, Jordan
menghabiskan waktu berseluncur di Internet
dan jejaring sosial, mengajak teman-temannya
bergabung dengannya melawan ISIS di Suriah
dan Irak. “Kita harus melawan ISIS sebelum
mereka tumbuh semakin besar,” Jordan
meyakinkan.Menurutdia,banyakyangtertarik,
terutama para veteran militer. Ada yang dari
Eropa Timur, Eropa Barat, Australia, Amerika,
juga Kanada. “Mereka tak ingin hanya duduk
menonton semua ini terjadi di depan mata.”
TaksepertiJordanyangtakpunyapengalaman
tempur, Jeremy Woodard, 28 tahun, mantan
AKU TAK BISA
MEMBIARKAN NEGARA
ITU JATUH KE TANGAN
ISIS.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
prajurit di Divisi Kedua Infanteri, pernah dikirim
keIrakdanAfganistan.PemudadariMississippi,
Amerika, itu tiba di perbatasan Suriah dengan
Irak hanya berselang beberapa hari sebelum
Jordan.
“Aku sudah membunuh dua milisi ISIS dalam
pertempuran pertama di Jezza. Aku harap
jumlahnya terus bertambah,” katanya dua
pekan lalu. “Aku tak pernah berpikir bakal ada
di Suriah untuk membunuh orang. Tapi orang-
orang ini membunuh warga yang tak punya
dosa.”
Keluarga Jeremy, kata Stephen Woodard,
pamannya, sama sekali tak keberatan dia pergi
mempertaruhkan nyawa di Suriah. “Banyak
orang berpikir entah dia gila atau tolol. Tapi dia
melakukan hal yang benar,” kata sang paman.
“Dia berjuang bagi orang-orang yang tak
mampu mempertahankan diri.... Jika tak punya
tanggungan keluarga, aku sendiri juga berniat
Milisi Kurdi, YPG,
menguburkan teman
mereka di Ras-al-Ain,
Provinsi Hasakah,
Suriah, pertengahan
Oktober lalu. Anggota
YPG itu tewas dalam
pertempuran melawan
ISIS.
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
berangkat ke sana.”
Soal agama tak jadi pikiran bagi keluarga
Woodard. “Kami keluarga Kristen. Di sana,
orang-orang Kristen juga dianiaya ISIS, sama
dengan kelompok lain yang berseberangan
keyakinan dengan ISIS,” kata Stephen.
●●●
Medan perang
Suriah dan Irak
menyedot ribuan
orang dari seluruh
dunia. Menurut laporan Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada sekitar 15
ribu orang dari 80 negara di dunia yang berniat
“berjihad”bersamaISISdansejumlahkelompok
militan lain. Bahkan dari negara-negara yang
sebelumnya tak terdengar ada kaitan dengan
kelompok jihad, seperti Cile atau Norwegia.
Kendati jumlahnya masih relatif kecil, ada
juga orang-orang seperti Jordan, Jeremy, dan
sebagainya yang berperang untuk kubu di
seberang ISIS. Bukan cuma para veteran, tapi
ada pula anggota geng motor. Klaas Otto,
bos geng motor dari Belanda, No Surrender,
mengatakan ada tiga anak buahnya dari
Amsterdam, Rotterdam, dan Breda yang telah
berangkat ke Suriah, bergabung dengan milisi
Kurdi, untuk berperang melawan ISIS.
“Mereka ingin berbuat sesuatu setelah
melihat video pemenggalan kepala oleh milisi
ISIS,” kata Otto. Dan mereka bukan berandalan
begajulan yang doyan mabuk, yang hanya bakal
bikin kekacauan di negeri yang dirundung
perang itu. Menurut Otto, ketiga temannya itu
terlatih menggunakan senjata, berpengalaman,
dan sangat berdisiplin. “Mereka tak minum
alkohol,jugataksukabegadangdiklubmalam.”
Kristopher Nicholaidis, 28 tahun, seorang
senimandiYunani.Sudahlamadiaberhubungan
dengan para pengungsi muslim di Yunani. “Aku
berasal dari keluarga politik dan aku seorang
sosialis demokrat. Aku memanfaatkan karya
seni untuk melawan penindasan komunitas
imigran muslim oleh kelompok fasis Partai
Fajar Keemasan,” katanya.
Partai yang dipimpin oleh Nikolaos
AKU MELIHAT ISIS SEBAGAI
KELOMPOK FASIS TERBESAR
ABAD KE-21 YANG BAKAL JADI
ANCAMAN GLOBAL.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Michaloliakos itu memang terus gembar-
gembor melawan imigran di Yunani. “Sekarang
akumelihatISISsebagaikelompokfasisterbesar
abad ke-21 yang bakal jadi ancaman global,”
ujarnya. Sejak lima bulan lalu, Nicholaidis
bergabung dengan milisi Kurdi, YPG, di Rojava.
YPG kalah jumlah dan kalah jauh dalam hal
kekuatan senjata dari milisi ISIS. Sebenarnya
mereka sangat butuh bantuan. Tapi, menurut
Kapten Azad Hussein, salah satu komandan YPG
di Jaz'a, mereka tak mau sembarangan orang
bergabung. “Kami akan menolak orang-orang
yangkecewadenganhidupnyadanberharapbisa
bertualang di sini,” kata Kapten Azad.
Herish Ali, 19 tahun, keturunan Kurdi dari
Inggris, bersama tiga temannya, terpaksa
Jordan Matson dan
anggota milisi YPG
MASHABLE
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
balik kanan dan pulang kembali setelah milisi
Kurdistan, YPG dan Peshmerga, menolak niat
merekabergabung.“Merekamintakamipulang
ke Eropa dan melanjutkan sekolah,” Herish
menuturkan pengalamannya.
Bagi Zuleikha Mohammad, Ketua Komite
Ibu Para Martir di Rojava, Nicholaidis, Jordan,
Jeremy, Arsalan Cilik, mahasiswa salah satu
kampus kondang di Turki, dan para relawan
asing yang bertempur melawan ISIS, seperti
anaknya sendiri. Anak kandungnya bergabung
dengan YPG dan tewas dalam pertempuran
melawan ISIS beberapa bulan lalu. “Mereka
anak-anak kami dan Rojava adalah kampung
halaman mereka,” kata Zuleikha. ■ SAPTO PRADITYO |
GUARDIAN | ABC | CNN | INDEPENDENT | YOURMIDDLEEAST
Brian Wilson (tengah),
relawan dari Amerika
Serikat, bergabung
dengan milisi Kurdi,
YPG.
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
“AKU BERI JAMINAN KEPADA KALIAN, JIKA MEREKA DATANG DAN MENYERANG
KAMI SERATUS KALI, MEREKA AKAN KAMI KALAHKAN.”
AMERIKA PULANG,
TALIBANDATANG
FOTO: OMAR SOBHANI/REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
“P
EMBERONTAKAN”
warga Gizab melawan
Taliban pada Juni 2010
dipantik “perebutan”
uang senilai sekitar Rp 230 juta. Lalay, seorang
pemiliktokodiGizab,bersamaparakerabatdan
tetangganya mendapatkan uang itu sebagai
kompensasi dari pemerintah Afganistan.
Sejumlah milisi Taliban meminta Lalay
menyerahkan uang itu. “Uang dari pemerintah
itu haram,” seorang komandan Taliban
memberikan dalih. Lalay tak paham omongan
sang komandan. “Jika uang ini terlarang untuk
kami, mestinya juga haram bagi kalian,”
Lalay menjawab perintah komandan Taliban.
Tersinggungolehjawabannya,Talibanmenahan
saudara laki-laki dan ayah Lalay.
KalapolehtindakanTaliban,Lalaytakberpikir
panjang. Bersama belasan kerabatnya, mereka
melawanmilisiTalibandengansenjataseadanya.
Di pinggir kota, mereka menangkap seorang
anggota Taliban. “Sudah cukup kami ditindas
mereka,” kata Lalay, geram. Melihat kenekatan
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Sekelompok milisi
Taliban mengendarai
sepeda motor di
sebuah kota di
Afganistan, Juli 2009.
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Lalay dan teman-temannya, sebagian warga
Gizab turut angkat senapan melawan Taliban.
Berjarak hampir 100 kilometer dari ibu kota
Provinsi Uruzgan, Tarinkot, Gizab tak tersentuh
pasukan keamanan Afganistan, sehingga
membuat Taliban leluasa berkuasa. “Taliban
merasa daerah ini tak akan bisa disentuh,” kata
Brigadir Jenderal Austin S. Miller, Komandan
Operasi Khusus Militer Amerika Serikat di
Afganistan, kala itu.
Namun Lalay dan ratusan warga Gizab, dan
belakangan disokong oleh pasukan khusus
Australia dan Amerika, membuktikan bahwa
Taliban bisa ditaklukkan. “Memang masih ada
Taliban di daerah pegunungan... tapi mereka
tak berani keluar dan melawan kami,” kata
Lalay, empat tahun lalu.
Setahun lalu, pasukan aliansi internasional
yangdipimpinAmerikameninggalkanUruzgan
dan menyerahkan urusan keamanan kepada
pasukan Afganistan. Pekan lalu, pasukan
internasional juga telah menyerahkan dua
kamp terbesar di Afganistan, Kamp Bastion
dan Kamp Leatherneck di Provinsi Helmand,
kepada pasukan Afganistan. Mulai Januari
nanti, hanya akan ada sekitar 12 ribu tentara
gabungan internasional yang masih bertahan
di Afganistan dari semula 55 ribu prajurit pada
Januari 2009.
Tak ada pasukan internasional, empat
tahun setelah ditendang dari Gizab, kini besar
kemungkinan Taliban bakal kembali berkuasa
di kota itu. Sejak beberapa bulan lalu, Gizab
menjadi medan tempur tentara pemerintah
Afganistan melawan Taliban. Milisi Taliban
mengancam warga Gizab supaya tak bekerja
sama dengan tentara pemerintah.
“Mereka menggunakan warga sipil sebagai
tameng dan menembak tentara pemerintah
dari rumah warga,” Haji Abdur Rab, Kepala
Dewan Pembangunan Gizab, mengeluh.
KondisiwargaGizabsungguhrunyam.Pasukan
JIKA UANG INI TERLARANG UNTUK KAMI,
MESTINYA JUGA HARAM BAGI KALIAN.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
pemerintah di Tarinkot tak berdaya membantu
mengusir Taliban. Jalan penghubung ke Gizab
sudah dihancurkan milisi Taliban.
Bantuan militer hanya bisa diberikan lewat
udara. Padahal, menurut Kolonel Rasul
Kandahari, Komandan Brigade Keempat di
Uruzgan, mereka hanya punya tiga helikopter
untuk menjaga empat provinsi, itu pun
persenjataannya hanya ala kadarnya. Seorang
tetua suku di Gizab menuturkan, sekarang
Taliban telah menguasai lebih dari 80 persen
wilayah kota tersebut.
Tak hanya di Gizab Taliban kembali datang,
tapi juga di sejumlah wilayah lain di Afganistan.
Pada 2009, Taliban bisa diusir dari Provinsi
Kunduz, wilayah di utara Afganistan, berkat
sokongan pasukan internasional. Sekarang,
setelah sebagian besar pasukan gabungan itu
ditarik pulang ke negerinya, Taliban merangsek
kembali. Dua distrik di Provinsi Kunduz, yakni
CharDaradanArchi,sudahhampirsepenuhnya
dikuasai Taliban.
Presiden baru Afganistan, Ashraf Ghani,
sudah memerintahkan pengiriman tentara
dari Mazar-i-Sharif, kota utama di wilayah
utara. Ketimbang bertempur langsung di darat,
Milisi Taliban berpose
bersama senjata
mereka di sebuah
tempat di Afganistan
pada Oktober 2009.
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
menurut seorang warga Kota Kunduz, prajurit
pemerintah memilih menghujankan roket ke
wilayahyangdikuasaiTaliban.Akibatnya,malah
warga sipil yang jadi korban.
“Setiap saat Taliban bisa merebut kota ini
jika mereka mau,” kata Hajji Aman, pengusaha
di Kota Kunduz. “Saat ini mereka cuma tak
mau direpotkan urusan mengelola kota saja.”
Seorang pekerja kemanusiaan internasional
menuturkan, Taliban sudah menjadi bayangan
pemerintah di daerah itu. “Kami tak bisa
melakukan apa pun tanpa persetujuan Taliban.”
Kendati sejumlah wilayah telah jatuh ke
tanganTalibandanjumlahpasukaninternasional
sudah dipangkas habis, militer Afganistan
sepertinya tak terlalu khawatir. “Kami sudah
berlatih sangat lama dan sekarang semuanya
sudah siap.... Aku beri jaminan kepada kalian,
jika mereka datang dan menyerang kami
seratus kali, mereka akan kami kalahkan,” kata
Jenderal Zamin Hassam, Komandan Korps 215.
Jenderal John Campbell, komandan pasukan
internasional, juga tak terlalu risau. “Taliban
mungkin merebut sejumlah wilayah, tapi itu
hanya sementara.... Begitu militer Afganistan
paham situasinya, mereka akan rebut kembali.”
Bukan cuma lemahnya kekuatan pasukan
pemerintah, birokrasi yang korup dan
berantakan juga punya andil atas kebangkitan
Taliban. Sebagian rakyat Afganistan sudah
lelah dengan birokrasi yang kacau dan korup.
Mereka memilih berpaling kembali ke Taliban
untuk menuntaskan masalahnya. “Pengadilan
Taliban sangat cepat dan mereka benar-benar
melakukan apa yang mereka katakan,” kata
MohammadNazar,tetuasukudiDistrikChahar
Dara.
Sardar, 23 tahun, tukang cukur rambut di
Kota Kunduz, menuturkan pengalamannya
bagaimana petugas pemerintah meminta
uang pelicin untuk menuntaskan sengketa
keluarganya. Jengkel terhadap petugas
pemerintah yang doyan suap tapi tak becus
SETIAP SAAT TALIBAN BISA MEREBUT KOTA
INI JIKA MEREKA MAU.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
kerja, dia berpaling ke Taliban. “Mereka datang
ke rumah kami di Char Dara dan masalah itu
kelar dalam dua hari,” kata Sardar, dua pekan
lalu.
Belajar dari kekalahan mereka di masa lalu,
milisi Taliban menggunakan taktik baru untuk
bertahan hidup dan merebut kembali simpati
warga Afganistan. Taliban sengaja tak unjuk
diri supaya tak jadi target serangan pasukan
internasional. Taliban memilih taktik “gerilya”.
Mereka mengirim hakim-hakim syariah dari
rumah ke rumah untuk menuntaskan masalah
warga.
“Sebagian warga memilih kami karena kami
punya sistem yang bagus dan tak ada korupsi,”
ujar Mullah Abdul Bakhi, salah satu hakim
Taliban. Di sebagian wilayah yang kini mereka
kuasai, Taliban juga membiarkan sekolah bagi
perempuan terus beroperasi.
Bahkan beberapa pemimpin Taliban
mengirimkan anak perempuannya ke sekolah.
Namun sekolah itu memisahkan kelas murid
perempuan dengan laki-laki. “Sekarang dia
kelas dua dan jadi murid terbaik di kelasnya,”
kata Ahmad Muttawakil, mantan Menteri Luar
Negeri Taliban, dengan bangga. n SAPTO PRADITYO |
REUTERS | GUARDIAN | NYTIMES | WASHINGTON POST
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Tentara Afganistan
memeriksa rumah
yang menjadi
korban serangan
bom milisi Taliban
di Provinsi Kunduz,
Senin (27/10).
REUTERS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERNASIONAL
ANJING
DISAYANG,
ULAMA
MERADANG“JANGAN COBA-COBA MENCIPTAKAN BUDAYA
YANG BERTENTANGAN DENGAN ISLAM,”
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
N
IAT baik saja kadang tak cukup
untuk membebaskan diri dari
masalah. Paling tidak itulah yang
dialami Syed Azmi Alhabshi, 30
tahun. Sebenarnya niat pemuda muslim dari
Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, itu tak jelek-
jelek amat, malah mungkin bisa dibilang baik.
Dia trenyuh melihat cara warga Malaysia
memperlakukan anjing. “Aku sering melihat
orang mengusir anjing, bahkan melemparinya
dengan batu,” kata Azmi dua pekan lalu. Dia
berniat mengikis anggapan buruk terhadap
anjing di Malaysia. “Aku ingin mengumpulkan
warga Malaysia dan membantu mereka
mengatasi rasa takut terhadap anjing.”
Bersama beberapa temannya, Azmi berniat
KLCOCONUTS
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
membikin acara bertajuk “I Want to Touch
a Dog”, bertempat di Central Park, Bandar
Utama, Petaling Jaya. Sebenarnya, menurut
Azmi, sejumlah orang mengkritik niatnya.
Namun dia memilih jalan terus.
Ada sejumlah pembicara dalam acara
tersebut, di antaranya dokter hewan Hasnul
Ismail, penyelamat binatang Muhamad Razeef
CheShamah,ulamadariPertubuhanKesedaran
Melayu dan Islam, Iqbal Parjin, dan sopir taksi
Mohammad Kamil
Affendy.
Islam, menurut
Iqbal, tak pernah
mengajari umatnya
untuk membenci
anjing. “Walaupun air
liur anjing najis dan
bulunya tak bersih,
semestinya kita tak merendahkan anjing.
Jangan menyakiti dan melempari mereka
dengan sesuatu... anjing juga makhluk ciptaan
Allah,” kata Iqbal.
Tak disangka Azmi, lebih dari seribu orang
datang. Dari para pemilik anjing hingga orang-
orangyanghanyaingintahusoalanjing,seperti
Fatimah, 23 tahun. Ibu dua anak itu tampak
tak sungkan mondar-mandir di antara anjing-
anjing. “Aku ingin tahu bagaimana berinteraksi
dengan anjing, juga cara menyucikan diri
setelah memegang anjing,” kata Fatimah.
Pemilik anjing seperti Aaron Choo, 25 tahun,
juga girang melihat sebagian warga muslim
Malaysia tak lagi punya pikiran negatif tentang
anjing. “Aku senang melihat warga muslim
Malaysiamaumemegangdanbelajarmengenai
anjing,” kata Aaron. Namun kegembiraan Azmi,
Aaron, dan teman-teman mereka tak berumur
panjang.
Acara itu membuat sejumlah ulama Malaysia
sewot berat, apalagi menyaksikan beberapa
perempuan berkerudung tampak memeluk
anjing. “Ada ulat di otak mereka yang membuat
acara itu,” kata Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat,
pemimpin spiritual Partai Islam Pan-Malaysia
(PAS). Datuk Nooh Gadut, mantan mufti Johor,
menganggap acara pegang-memegang anjing
itu merupakan penghinaan terhadap otoritas
ANJING JUGA MAKHLUK
CIPTAAN ALLAH.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Islam dan ulama Malaysia.
Menurut Datuk Nooh, seorang muslim
dilarang memegang anjing karena binatang itu
najis dan kotor. “Memegang anjing terlarang
karenatigahal,karenaalasanagama,kesehatan,
danbudaya.Jadijangancoba-cobamenciptakan
budaya yang bertentangan dengan Islam,”
Datuk Nooh memberi peringatan.
Mereka yang mencerca Syed Azmi
mengunggah nomor ponselnya di Internet.
Walhasil, hanya dalam sepekan, ponselnya
dibanjiricaci-maki,bahkanancaman“hukuman”
MALAYSIAINSIDER
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
mati.“Adayangmengancamakanmematahkan
tulangnya, bahkan ada yang mengatakan akan
membunuhnya jika bertemu di jalan. Dia
menjadi takut keluar,” kata Syahredzan Johan,
pengacara Azmi. Polisi juga menyarankannya
bersembunyi untuk sementara.
Sempat sepekan menghilang, akhirnya
Azmi unjuk diri. Didampingi Syahredzan, dia
menyampaikan permintaan maaf. “Aku tak
bermaksud memberikan masalah bagi siapa
pun... aku tak berniat membelokkan
keyakinan, menghina ulama, atau
mempromosikan liberalisme,” Azmi
membacakan pernyataannya. Norhayati
Ismail, koordinator lain acara itu,
mengatakan mereka tak bisa mencegah
orang-orang yang datang untuk
memegang atau memeluk anjing.
Urusan itu rupanya tak selesai dengan
maaf saja. Jabatan Kemajuan Islam Malaysia
(Jakim) berniat memanggil Azmi dan teman-
temannya. “Kami ingin tahu mengapa mereka
membuat acara itu dan apakah ada agenda
tersembunyi,” kata Datuk Seri Jamil Khir
Baharom, menteri di Kantor Perdana Menteri
Malaysia.
Walaupun suaranya tak senyaring mereka
yangmencaci-makiacarapeganganjingitu,tak
sedikit pula yang menyokong Azmi dan kawan-
kawannya. “Aku tak bermaksud menentang
para ulama, tapi aku harap mereka bisa melihat
bahwa Azmi benar-benar berniat baik,” ujar
AnasZubedy,temanbaikAzmi.Dimediasosial,
Azmi juga punya “pasukan” pendukung.
"Kenapa Syed Azmi nak kena minta maaf?
Kalau aku jadi dia, mati sepuluh kali pun aku
takkan minta maaf sebab aku tak buat salah,"
@ewanmarcuz menulis di laman Twitter.
Marina Mahathir, putri mantan Perdana
Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, juga
mengkritik mereka yang mencaci acara Azmi.
“Aku tak sadar bahwa kebaikan sekarang
dianggap sebagai satu hal tercela.... Berapa
banyak energi yang akan kita habiskan untuk
kebencian ini? Dan bagaimana membenci
sesuatudanapapunbisamembuatkitamenjadi
seorang muslim yang lebih baik?” Marina
menulis.
ADAYANGMENGANCAM
AKANMEMATAHKAN
TULANGNYA.”
INTERNASIONAL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Suri Kempe, manajer program di Sisters in
Islam, bersuara lebih lagi melawan ancaman
terhadap Azmi. “Tanggapan dan ancaman
kekerasanitusungguhmengerikan,memalukan,
danjelasbertentangandenganIslam,”kataSuri.
“Sungguh ironis, kelakuan buruk itu dilakukan
atas nama membela Islam.”
Mantan mufti Perlis, Mohamad Asri
Zainul Abidin, mengatakan mereka yang
menyatakan memegang anjing sebagai
tindakan haram karena binatang itu dianggap
kotor justru berpikiran dangkal. “Apakah
artinya juga kita dilarang memegang kotoran
sendiri,” dia bertanya. Tapi dia juga menilai
penyelenggaraan acara itu kurang bijaksana.
Azmi terlalu menyepelekan kemungkinan
reaksi masyarakat muslim Malaysia. “Ketika
kalian menyuruh orang melakukan sesuatu
yang tak pernah mereka kerjakan, tentu
mereka merasa aneh. Proses ini harus
bertahap.” ■ SAPTO PRADITYO | MALAYSIAINSIDER | MALAYMAIL
| THESTAR | NST | NYTIMES
Jemaat Pendeta
T.B. Joshua
TBJOSHUAFANCLUB
MALAYMAIL
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
PEOPLE
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
P
ARAS cantik para selebritas Korea Selatan masih
menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat dunia.
Terbukti, sejumlah nama artis Negeri Ginseng masuk
jajaran wanita tercantik dunia.
Salah satunya model sekaligus aktris Lee Sung-min atau yang
akrab disapa Clara Lee. Pesona yang terpancar dari bintang film
High Kick ini membuatnya menduduki posisi kedua daftar 100
Most Beautiful Women in the World 2014.
Daftar itu dirilis Mode Lifestyle Magazine pada 28 Oktober
lalu. Tak tanggung-tanggung, wanita yang lahir di Swiss pada 15
Januari 1986 ini berhasil mengalahkan Jessica Alba, yang berada
di urutan keempat.
Sementaraitu,ScarlettJohanssonberadadipering­katkeenam
dan Angelina Jolie harus puas berada di peringkat kesepuluh.
Sedangkan posisi pertama diduduki oleh artis Amerika Serikat,
Tania Marie Caringi.
Popularitas Clara di dunia hiburan Korea Selatan mulai me-
nanjak setelah ia membintangi film layar lebar yang bergenre
drama-erotis berjudul Five Senses of Eros.
Sejak itu dia juga sering menuai pujian dari berbagai kalan-
gan atas kecantikan dan tubuh yang sempurna. Wah, selamat
Clara. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA
PEOPLE
PEOPLE
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
P
EDAS menjadi kesukaan Christian
Sugiono. Maka, saat dia diminta
menjajal masakan dengan rasa
paling pedas sedunia, suami Titi
Kamal ini sama sekali tak ingin melewat-
kannya.
Kesempatan mencicipi makanan dengan
bumbu merica terpedas itu datang saat Christian
mengunjungi ­Afrika. Tanpa berpikir panjang, bapak satu
anak ini langsung mencobanya.
“Itu salah satu jenis makanan seru yang aku coba,
semacam merica Afrika tapi rasanya terpedas di dunia,”
ujar pria yang memulai karier sebagai model ini.
Dalam sekejap, makanan pedas itu langsung dila-
hapnya hingga tuntas. Meski kepedasan, pria blasteran
Indonesia-Jerman ini mengaku keta­gihan.
“Aku memang suka pedas sih, jadi mau pedas kayak
apa, ya ayo aja,” ujarnya.
Meski gemar makan, Christian mengaku tak pandai
memasak. Paling-paling dia hanya meng­order asisten ru-
mah tangganya untuk mencoba-coba resep masakan. n
MELISA MAILOA | KEN YUNITA
PEOPLE
TIAN/DETIKHOT
PEOPLE
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
S
EBAGAI Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, Basuki Hadimuljono tentu gampang saja
membeli gadget keluaran terbaru yang supercang-
gih. Namun pria yang sebelumnya menjadi Komisaris
Utama PT Wijaya Karya ini ternyata lebih suka telepon seluler
(HP) jadul-nya.
“Asal bisa (buat kirim) SMS dan telepon nih HP saya,” ujar
Basuki sambil menunjukkan HP jadul dengan keypad 12 tombol.
Jangankan chatting, ponsel milik pria kelahiran 5 November
1954 ini juga tak bisa digunakan untuk ber-selfie ria. Namun
Basuki mengaku tak malu meski banyak rekannya mengguna-
kan smartphone keluaran terbaru.
“He-he-he... biar saja. Ngapain malu, malah saya tunjukin nih,”
ujar Basuki sambil sekali lagi mengeluarkan ponsel mungil dari
sakunya.
Basuki baru saja dilantik menjadi salah satu menteri di Kabi-
net Kerja Presiden Joko Widodo. Di era pemerintahan Susilo
Bambang Yu­dhoyono, Basuki pernah dipercaya menjadi tim
penanggulangan lumpur Lapindo.
Basuki meraih gelar sarjana (S-1) dari Fakultas Teknik Geologi
UniversitasGadjahMadapada1979.Diakemudianmelanjutkan
studi ke Teknik Sipil Colorado State University, Amerika Serikat,
di bidang pengairan. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA
PEOPLE
ANTARAFOTO/ANDIKAWAHYU
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN MUSIKSENI HIBURAN MUSIK
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
The
Jacksons
Selalu
Muda
GRUP LEGENDARIS THE JACKSONS
TAK KEHILANGAN PESONA WALAU
SUDAH KEHILANGAN MICHAEL.
PENGGEMARNYA BAHKAN DARI
KALANGAN MUDA.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN MUSIK
L
AYAR terbuka ketika
waktu menunjukkan
pukul 9.30 malam. Empat
pria berdiri agak di bela-
kang, tak terkena sorot
lampu, hanya siluet yang
terbentuk. Penonton pun
berseru-seru.
Seketika musik mengentak. Can You Feel It,
lagu dari 1980, dinyanyikan. Empat pria itu,
Jackie, 63 tahun, Tito (61), Jermaine (59), dan
Marlon Jackson (57), melangkah ke depan, ke
bawah sorot lampu, bersama koreografi ener-
getik dan kompak. Keempatnya mengenakan
setelan hitam-hitam, kecuali Tito yang berbaju
merah, senada dengan warna gitarnya. Histeria
penonton makin menjadi.
Empat laki-laki yang tergabung dalam The
Jacksons itu menutup pergelaran tahunan
SoundsFair di panggung utama Plenary Hall
Jakarta Convention Center, 26 Oktober 2014.
SoundsFair adalah festival musik garapan Java
Festival Production yang menampilkan pe­
nyanyi dari beragam genre musik. Tahun ini
adalah gelaran pertamanya dan diharapkan
menjadi program tahunan seperti halnya Java-
Jazz Festival.
SoundsFair2014jugamenjadiajangpenyanyi
memperkenalkan album/single terbaru, seba-
gaimana dilakukan Ipang yang merilis single
Cari Celah, Gilbert Pohan merilis single Nyany-
ian Rumah, dan album Seeds oleh Neonomora.
Sebelum The Jacksons, panggung Plenary Hall
diisi Yuna, penyanyi muda asal Malaysia, mem-
bawakan Favorit Things, Penakut, Mountains,
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN MUSIK
Lullabies, Terukir di Bintang, Lelaki, Decorate, dan
ditutup dengan Rescue. Dia juga berjanji akan
datang lagi ke Indonesia dengan syarat ditraktir
bakso dan nasi Padang.
Sophie Ellis-Bextor, penyanyi pop asal Inggris
yang tampil di Java Soulnation Festival 2011, kali
ini mengisi panggung SoundsFair. Dia meng-
hangatkan Jakarta lewat Runaway Daydreamer, 13
Little Dolls, Take Me Home, Why Don’t You Feel So
Good, Sing It Back, Heartbreak (Make Me Dancer),
dan tentu saja Murder on the Dance Floor.
Jika menengok barisan artis yang tampil, sep-
erti Cody Simpson, Magic!, Tokyo Sky Paradise
Orchestra, Tulus, dan RAN, merupakan kejutan
besar ketika penonton mereka ternyata meng-
gilaiTheJacksonsjuga.Pasalnya,lagu-lagugrup
ini menjuarai anak tangga pada 1970-an, ketika
remaja-dewasa-muda itu belum lahir.
The Jacksons dibentuk di Gary, Indiana,
Amerika Serikat, pada 1964 dengan nama The
Jackson Brothers. Grup ini beranggotakan
Jackie, Tito, Jermaine, Marlon, dan Michael
Jackson. Lima bersaudara anak pasangan Joe
dan ­Katherine Jackson itu kemudian berganti
nama jadi The Jacksons 5. Michael Jackson,
yang pernah ditahbiskan sebagai King of Pop,
tutup usia pada 2009 pada usia 51 tahun.
Selain lagu-lagunya yang melegenda, grup
ini berusaha terus mempertahankan kekhasan
koreografi mereka walau usia personelnya tak
lagi bisa dibilang muda. Seperti sederet lagu
setelah Can You Feel It yang mereka nyanyikan
tanpa jeda, yakni Blame It on the Boogie (1978),
Show You the Way (1977), serta dua single milik
Michael Jackson, I Wanna Be Where You Are
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN MUSIK
(1972) dan Rock with You (1979).
Layar di panggung dan dua layar di samp-
ingnya kemudian menayangkan video perjala-
nan karier The Jacksons sejak masih kecil dan
remaja, penampilan mereka di televisi, rumah
masa kecil yang sederhana, serta wawancara
dengan Katherine dan Joe. Katherine bercer-
ita bagaimana suara anak-anak ini saat sedang
menyanyi terdengar sampai setengah blok
jaraknya. Histeria penonton yang meneriak-
kan “Michael!” atau “I love you, Michael!” tak
terbendung setiap kali wajah Michael Jackson
muncul di layar.
Setelah penayangan video, keempatnya kem-
bali ke panggung. Sebelum menyanyi, Marlon
menyapa penonton, “Terima kasih sudah berta-
hun-tahun mendukung The Jacksons. Kita berse-
nang-senang malam ini….” Belum selesai Marlon
bicara, Jackie menyela, “Hei, tak mungkin mereka
bersenang-senang tanpa lagu-lagu lama kita, sep-
erti ABC dan I Want You Back.”
Aha! Itu tandanya lagu-lagu legenda akan di-
mainkan. Penonton bersiap, tak sabar, dan dar!
I Want You Back (1973) mereka nyanyikan den-
gan koreografi khas memutar tangan di depan
dada sambil membungkukkan badan.
Berlanjut ke ABC (1970), Dancing Machine
(1973), NeverCanSayGoodbye(1971),sertaI’llBe
There (1970), yang pada 1993 dinyanyikan kem-
bali oleh Mariah Carey dan mendapat sukses
besar. Penonton, yang dari tadi tak henti-henti
menggoyangkan badan, kini menurunkan suhu
sejenak, ikut menyanyi sejak bait pertama sam-
bil melambaikan dua tangan. You and I must
make a pact/ We must bring salvation back/
SENI HIBURAN MUSIK
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN MUSIK
Where there is love, I’ll be there….
Suasana romantis itu “diturunkan” lagi ketika
Marlon membawakan Gone Too Soon, yang
jadi single Michael pada 1990 dalam album
Dangerous, sementara layar menampilkan slide
foto-foto Michael Jackson. Sendu pun meruap.
Namun itu tak lama. Panggung kembali dien-
tak lewat Can’t Let Her Get Away, yang juga
dari album Dangerous.
Setelah Marlon memperkenalkan band, The
Jackson berlanjut ke This Place Hotel (1980), lalu
ke dua single milik Michael, Wanna Be Startin’
Somethin’darialbumThriller(1982)danDon’tStop
till It Get Enough dari album Off the Wall (1979).
Keempatnyamengajaksatupenontonkeatas
panggung,ikutmenirukangerakanmerekasaat
menyanyikan Shake Your Body (1978). Setelah
lagu usai, empat personel The Jacksons turun
dari panggung, bersalaman dengan penonton
di barisan depan, naik ke panggung lagi untuk
kemudian sama-sama membungkukkan badan
sebelum layar menutup kembali. ■ SILVIA GALIKANO
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN FILMSENI HIBURAN FILMSENI HIBURAN FILM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Diayun Melodrama
Nicholas Sparks
SEPASANG KEKASIH MASA SMA BERTEMU LAGI SETELAH
20 TAHUN. PERTEMUAN INI MEMBUKA SEBUAH KENYATAAN
YANG SELAMA INI TAK DISADARI.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN FILM
MAJALAH DETIK 23 - 29 DESEMBER 2013MAJALAH DETIK 3 - 9 MARET 2014
S
ATU lagi novel Nicholas Sparks
diangkat ke layar lebar. Setelah
Message in a Bottle (karya
pertamanya yang difilmkan pada
1999), A Walk to Remember (2002), The
Notebook (2004), dan Safe Haven (2013), kini
giliran The Best of Me jadi karyanya ke-9 yang
difilmkan.
Ceritanya sedikit-banyak tipikal adaptasi
Sparks, tentang pasangan kekasih masa SMA
yang bertemu lagi 20 tahun kemudian. Seperti
biasa juga, diisi pemain rupawan, setting cantik,
cerita ringan tapi dengan jurus andalan dialog-
dialoglayakkutip,sertaklimaksyangmenguras
emosi.
Film dibuka dengan adegan Dawson (James
SENI HIBURAN FILM
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Judul: TheBestofMe
Genre: Drama,Romance
Sutradara: MichaelHoffman
Produksi: RelativityMedia
Pemain:
JamesMarsden,
MichelleMonaghan,
LukeBracey,Liana
Liberato,LukeBracey
Durasi:
1jam59menit
Tap untuk melihat Video
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN FILM
Marsden) duduk di rig lepas pantai tempatnya
bekerja sebagai pekerja tambang, membaca
buku Stephen Hawking. Di atasnya langit
malam. Setelah menekur beberapa lama, dia
mengangkat kepala, menatap bintang-bintang
yang memenuhi langit.
Layar kemudian berpindah ke Amanda
(Michelle Monaghan) yang berada di tempat
lain, juga sedang menatap bintang dari teras
rumahnya. Sebentar dia katakan kepada putra
remajanya yang duduk di samping bahwa dia
dulu kerap mengira takdir tertulis di antara
bintang-bintang.
Sebuah panggilan telepon dari pengacara
mengabarkan bahwa Tuck baru saja wafat
dan Amanda diminta datang ke Oriental,
North Carolina, perihal wasiat. Telepon yang
sama juga diterima Dawson. Wafatnya Tuck
mempertemukan kembali Amanda dengan
Dawson, pasangan kekasih 20 tahun lalu, saat
keduanya sama-sama SMA.
Dawson berasal dari keluarga kriminal.
Ayahnya sering memukul dan memuntahkan
makian serta hinaan. Dua abangnya tak banyak
beda, dan mendukung apa pun tindakan
ayahnya. Hingga Dawson tak tahan lagi, dia
pergi meninggalkan rumah.
Ditengahhujanderasdanpetirmemekakkan
telinga, Dawson, yang tak punya tujuan,
berteduh di bangunan terdekat. Pintunya
digembok, dia masuk lewat jendela yang tak
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN FILM
dikunci. Bangunan itu adalah garasi milik Tuck
(Gerald McRaney), seorang sepuh
yang hidup sendiri setelah istrinya
meninggal beberapa tahun lalu.
Tuck mengizinkan anak muda
itu tinggal di garasinya selama dia
inginkan. Sebagai imbalan, Dawson
merapikan halaman rumah Tuck
yang, sejak istrinya wafat, tak lagi
terurus.
Dawson kemudian mengenal
Amanda, putri tunggal seorang kaya
kolektormobilmewah.Merekasering
menghabiskan waktu di rumah Tuck.
Tuck menyayangi keduanya bagai anak
sendiri.
Sebuah peristiwa maut yang melibatkan
Dawson, ayah dan dua abangnya, serta
seorang sahabatnya menyebabkan Dawson
dipenjara selama delapan tahun. Dia
pun memutus hubungan dan menutup
komunikasi dengan Amanda, semata-mata
tak ingin melihat perempuan yang sangat
dia cintai itu menderita.
Ambil tisu dan bersiaplah menguras hati
saat menonton melodrama Nicholas Sparks
ini. Seperti The Notebook, narasi The Best of Me
bermain di dua bingkai waktu, masa kini dan
masa lalu, yang diceritakan dalam alur maju-
mundur.
Walau semua unsurnya serbafamiliar, film
iniberhasilmempertahankanpenontontetap
di tempat dari awal sampai akhir. Sebagian
besar berkat dua pemain muda yang luar
biasa, Liana Liberato sebagai Amanda muda
dan Luke Bracey sebagai Dawson muda, yang
punya chemistry kuat. Cinta monyet berlatar
belakang 1980-an mereka pampangkan
dengan manisnya.
Sutradara Michael Hoffman bersama penulis
skenario Will Fetters dan J. Mills Goodloe
sepertinya mengetes kesabaran penonton
melalui jalan cerita yang lambat dan subplot
yang “bertubi-tubi”. Meski begitu, poin-poin
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
Seperti The Notebook,
narasi The Best of Me
bermain di dua bingkai
waktu, masa kini
dan masa lalu, yang
diceritakan dalam alur
maju-mundur.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SENI HIBURAN FILM
dramanya ampuh membuat beberapa kali
penonton mengusap air mata dan dialognya
bakal banyak dikutip sebagai status di media
sosial, seperti “I lost you once, and I’m not
gonna loose again”.
The Best of Me adalah drama standar yang
memaksimalkan setting North Carolina yang
cantik, menggali rasa romantis yang paling
murni, dan skor apik. Setidaknya, sempurna
untuk menemani kencan. ■ SILVIA GALIKANO
MAJALAH DETIK 22 - 28 SEPTEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FILM PEKAN INI
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014
FILM PEKAN INI
APPY New Year adalah film komedi-drama
Bollywood yang disutradarai Farah Khan
dan Gauri Khan. Berkisah tentang kumpulan
tim pecundang yang berencana melakukan
pencurian berlian terbesar dalam sejarah. Film ini merupakan
kolaborasi ketiga Khan dengan sang sutradara. Sebelumnya,
mereka bekerja di Main Hoon Na (2004) dan Om Shanti Om
(2007).
JENIS FILM: ACTION, COMEDY, DRAMA | PRODUSER: GAURI
KHAN | PRODUKSI: YASH RAJ FILMS | SUTRADARA: FARAH
KHAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
FILM PEKAN INI
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014
FILM PEKAN INI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
SEKUTU hampir mengalahkan tentara Nazi
Jerman pada Perang Dunia II. Pasukan Sekutu
pimpinan Sersan Wardaddy (Brad Pitt) mendapat
misiterakhiryangsangatberbahaya,yaknibersama
anak buahnya membawa tank jenis Sherman yang
diberi nama Fury untuk menyerang sisa-sisa tentara Nazi di jantung
Kota Jerman.  Walau pasukannya kalah jumlah dan persenjataan,
mereka berusaha mengalahkan pasukan Nazi Jerman.
JENIS FILM: ACTION, DRAMA, WAR | PRODUSER: DAVID
AYER, BILL BLOCK, JOHN LESHER, ETHAN SMITH |
PRODUKSI: QED INTERNATIONAL | SUTRADARA: DAVID
AYER | DURASI:135 MENIT
FILM PEKAN INI
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014MAJALAH DETIK 4 - 10 NOVEMBER 2013
FILM PEKAN INI
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
OKI Carl Casper
(Jon Favreau) tiba-
tiba berhenti dari
pekerjaannya di sebuah
restoran terkemuka di Los Angeles. Dia
menolak berkompromi dengan pemilik
restoran yang diktator (Dustin Hoffman).
Carl memutuskan menetap di Miami.
Bersama mantan istri (Sofia Vergara),
teman (John Leguizamo), dan anaknya
(Emjay Anthony), dia memulai usaha truk
makanan. Melalui semua ini, apakah koki
Carl menemukan kembali semangatnya
memasak, bertahan hidup, dan cinta?
JENIS FILM: DRAMA, KOMEDI
| PRODUSER: JON FAVREAU |
PRODUKSI: OPEN ROAD FILMS |
SUTRADARA: JON FAVREAU |
DURASI:114 MENIT
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BUKU
K
INI siapa yang tidak mengenal Samsung Electronics? Ponsel pintar
buat­an perusahaan elektronik asal Korea Selatan ini sekarang mera-
jai pasar dunia. Sukses Samsung tidak bisa dilepaskan dari Lee Kun-
hee. Dialah sang penyelamat Samsung. Buku Samsung Code (27 Prinsip
Pengembang­an Pribadi dan Organisasi ala Samsung) membeberkan prinsip-prinsip
“MAU TIDAK MAU KITA
HARUS BERUBAH. GANTI
SEMUA KECUALI ISTRI DAN
ANAK ANDA.”
BUKU
JUDUL BUKU:
Samsung Code (27 Prinsip
Pengembangan Pribadi dan
Organisasi ala Samsung)
PENULIS:
Kim Byung-wan
PENERBIT:
Noura
TERBITAN:
September 2014
TEBAL:
252 halaman
RAHASIA SUKSES
SAMSUNG
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BUKU
Lee Kun-hee dalam menyulap Samsung dari perusahaan kecil yang bangkrut men-
jadi perusahaan kelas dunia.
Lee adalah anak ketiga dari pemilik sekaligus pendiri Samsung Group, Lee
Byung-cul, dan istrinya, Park Du-eul. Lee Kun-hee memimpin Samsung saat peru-
sahaan itu dalam kondisi sangat buruk, bangkrut pada 1985.
Kim Byung-wan, dalam buku ini, menceritakan Lee Kun-hee dipandang seb-
elah mata pada awal-awal memimpin Samsung. Nama besar sang ayah menjadi
beban baginya. Para petinggi perusahaan, staf, sekretariat, media massa, dan
masyarakat umum penasaran terhadap apa yang akan dilakukan Lee Kun-hee un-
tuk menyelamatkan Samsung setelah kematian sang ayah.
Ia sering mendengar orang-orang meragukan dan meremehkannya. “Apakah
Lee Kun-hee bisa memimpin Samsung dengan baik seperti ayahnya?” kata Lee.
Parahnya, sarjana ekonomi dari Universitas Waseda, Jepang, itu juga meragu-
kan dirinya sendiri. Ia merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa. Ia benar-benar
bingung, apa yang harus diperbuat, terlebih kondisi di luar Samsung juga tidak
mendukung. Ekonomi dunia melambat, posisi perekonomian Korea berada di
tiga terbawah negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat. “Sejak
menjadi direktur pada 1987, saya tidak tahu harus berbuat apa,” kata pemilik gelar
MBA dari George Washington University, Amerika Serikat, itu.
Lima tahun pertama memimpin Samsung benar-benar menjadi mimpi buruk
Lee. Pada 1992, ia sampai mengalami insomnia. Ia khawatir akan kehilangan Sam-
sung dan seluruh anak usaha. Ia tidak bisa tidur dan tidak doyan makan sampai
berat badannya turun 10 kilogram. “Nafsu makan saya hilang karena stres hingga
tidak makan sama sekali.”
Pada 1993, Lee menyadari Samsung dianggap sebagai produk ecek-ecek untuk
kelas menengah ke bawah. Saat ia mengunjungi sebuah toko elektronik di pusat
THINKSTOCK
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
BUKU
Kota Los Angeles, dia terkejut melihat produk GE, Whirlpool, Philips, Sony, dan
NEC dipajang di tengah-tengah toko, sedangkan produk Samsung tersembunyi di
sudut toko.
Lee benar-benar mendapat tamparan saat Tamio Fukuda mengkritik habis peru-
sahaannya. Fukuda menyebut Samsung Electronics sedang sakit. “Perusahaan itu
akan gagal kalau tidak segera memperbaiki diri.”
Lantas bagaimana Lee Kun-hee menyelamatkan Samsung? Inilah yang dikupas
dalam Samsung Code. Kim Byung-wan mengupas satu per satu dari 27 prinsip Lee.
Prinsip pertama adalah mencari informasi sebanyak mungkin. Dalam prinsip ini,
Kim memaparkan kebiasaan Lee yang suka memberi kuliah kepada karyawannya.
Lee juga membuat dua buku Manajemen Baru Samsung dan Terminologi Sam-
sung: Mari Satukan Visi. Setiap pagi ia mewajibkan seluruh karyawan Samsung
membaca dua buku itu. Lee juga memberikan kuliah selama satu jam untuk mem-
perjelas prinsip-prinsip di buku yang ditulisnya itu.
Tidak jarang, Lee Kun-hee jadi bahan tertawaan saat memberikan kuliah. Misalnya
saat ia meminta para bawahannya agar tidak ragu mengubah semua kebiasaan yang
sudahmengakarpuluhantahun.“Mautidakmaukitaharusberubah.”Secaraekstrem,
ia memberi perumpamaan: Semua harus diganti, kecuali istri dan anak.
Kebiasaan Lee Kun-hee memberi kuliah itu mendapat kritik keras. Namun Lee
tidak peduli. Ia tetap melanjutkan aktivitas kuliah umumnya itu. Karyawan yang
gagal mencapai target ia beri motivasi terus-menerus.
Selain berbicara untuk mensosialisasi prinsip-prinsipnya, Lee memegang prinsip
“Jadilah Pendengar yang Baik dan Rendah Hati”. Ini prinsip ke-15. Ia yakin menjadi
pendengar yang baik jauh lebih penting daripada menjadi orang yang pandai ber-
bicara. n IIN YUMIYANTI
Karyawan yang
gagal mencapai
target ia beri
motivasi terus-
menerus.
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KATALOG
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014
KATALOG
JUDUL: ORANG JALANAN MASUK ISTANA
| PENULIS: HERU LELONO | PENYUNTING:
FENTY EFFENDY | PENERBIT: RUAS | TERBITAN:
JULI 2014| TEBAL: 306 HALAMAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
KISAH
PENGHUBUNG
MEGA-SBY
S
AAT kerusuhan melanda Ibu Kota pada
pertengahan Mei 1998, Taufiq Kiemas baru saja
mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Pada
waktu yang sama, mendarat pula Direktur
Utama BRI Djokosantoso Moeljono dan Direktur
Astra Palgunadi untuk kepentingan berbeda. Tak ada
kendaraan yang menjemput mereka. Atas inisiatif Heru
Lelono, yang bersahabat dengan Taufiq, ketiganya
menggunakanambulansmilikBRI.KebetulanHeruadalah
adik Djokosantoso. Untuk mengelabui massa di Jakarta,
ketiganya menyamar sebagai pasien dan dokter.
Nama Heru mencuat dan menjadi gunjingan publik
dalam skandal eksperimen pangan dan energi, padi Super
Toy dan Blue Energi. Dia adalah staf khusus Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun. Keduanya
menjalin persahabatan sejak menjelang runtuhnya era
Orde Baru.
Sebelum banyak membantu SBY, Heru dikenal sebagai
“orangdekat”Megawati.Dialahyangmenjadipenghubung
pertemuan-pertemuan rahasia antara Megawati dan SBY.
Banyak hal diungkap Heru tentang Mega dan SBY
dalam buku ini, baik hal pribadi maupun yang sudah
umum diketahui publik. Lumayan menarik. Apalagi
Fenty Effendy selaku penyunting menyajikannya secara
bertutur. Seperti menyimak orang tengah mendongeng.
HERULELONO.BLOGSPOT
KATALOG
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014
KATALOG
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
JUDUL: PERJUANGAN MELAWAN LUPA | PENULIS: NASIHIN
MASHA | PENERBIT: REPUBLIKA | TERBITAN: SEPTEMBER
2014| TEBAL: 351 HALAMAN
B
UKU ini merupakan kumpulan dari 73 tulisan Nasihin
di rubrik Resonansi harian Republika selama 2012-
2014. Rubrik ini awalnya cuma ada setiap Ahad
dengan penulis tetap Farid Gaban. Sebelum menjadi
Pemimpin Redaksi Republika, Nasihin, yang merintis karier
kewartawanansejak1992,pernahmengikutipelatihanreportase
investigasi dan literary journalism bersama Janet Steele dari
George Washington University.
Sesuai dengan judulnya, lewat buku ini Nasihin menebar
pesan-pesan optimisme. Di tengah birokrasi dan penegakan
hukum yang dirasa kian bobrok dan praktek korupsi yang
merusak berbagai sendi kehidupan, dia mengajak kita
menjaga optimisme. Munculnya sosok Wali Kota Surabaya Tri
Rismaharini, pelatih sepak bola Indra Sjafrie, hingga pengusaha
Erick Thohir, yang membeli klub sepak bola Italia, Inter Milan,
adalah sejumput asa untuk menjaga optimisme itu. Berbeda
dengan rubrik opini atau editorial, Resonansi biasa ditampilkan
dalam gaya penulisan yang cair.
PESANOPTIMISMEALA NASIHIN
KATALOG
MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014
KATALOG
JUDUL: DONNY FATTAH,40TAHUN DALAM GOD BLESS |
PENULIS: ASRIAT GINTING | PENERBIT: UNIFIKATA | TERBITAN:
2013| TEBAL: 207 HALAMAN
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
B
UKU ini mengungkap sosok Donny Fatah sebagai
musikus, suami, ayah, dan insan dengan jalan
hidupnya yang penuh warna. Penuh warna karena
pembetot bas grup rock legendaris God Bless itu
juga mahir menciptakan lagu. Sebanyak 12 lagu telah diciptakan
selama bergabung dengan God Bless, di antaranya Hijau dan
Sahabat dalam album Godbless 36. Kedua lagu itu diciptakan
bersama istri keduanya, Diah.
Ya, semasa bersama istri pertamanya, Rinny Noor, Donny
pernah menjadi Staf Konsulat Jenderal RI di Houston, Amerika
Serikat, pada 1981. Tapi tujuh tahun kemudian dia berpisah. Di
saat itulah ia kembali terjerumus ke dunia hitam. Tapi seka­
ligus juga lebih mendalami Islam. Bahkan, pada 1994, Donny
menunaikan ibadah haji.
Sebagai penggemar berat God Bless, Asriat Ginting cukup
berhasil mengungkap warna-warni kehidupan Donny. Ia menu-
liskannya secara sederhana, mengalir, dan enak dicerna. Toh,
seperti halnya Ian Antono, Donny tetap sosok yang pendiam.
Semoga bakal ada buku lanjutan tentang personel God Bless
lainnya atau riwayat lengkap tentang God Bless itu sendiri.
SIPENDIAM
PENUHWARNA
GODBLESSROCK.COM
AGENDA
MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
INDONESIA DANCE FESTIVAL (IDF) 2014:
CRY JAILOLO & IN BETWEEN
RABU, 5 NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Eko Su-
priyanto (Indonesia) & Katia Engel, (Jerman), JUMAT, 7
NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Tao Ye Dance (Cina),
Gedung Kesenian Jakarta
ROCK HARMONY
7 NOVEMBER 2014, PUKUL 18.00 WIB, Convention Hall
Hotel Harris Bandung Jalan Peta Nomor 241 (Festival
Citylink) Bandung, Promotor: Buana Sagra Kreasi Media
FESTIVAL BUDAYA SEI MAHAKAM
6 NOVEMBER 2014, Bentara Budaya Jakarta
STAGE EMPIRE
“ONE NIGHT AFFAIR WITH TITI DJ”
6 NOVEMBER 2014, PUKUL 23.00 WIB, Colosseum Club,
Jalan Kunir Nomor 7, Kota Tua, Jakarta Barat, Promotor:
Colosseum Club
DISNEY LIVE
THREE CLASSIC FAIRY TALES
7 NOVEMBER 2014, PUKUL 15.00 WIB, Tennis Indoor
Senayan, Jakarta, Promotor: Trilogy Live
TAO DANCE THEATER
FROM CHINA “2
7 NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Gedung Kesenian
Jakarta, Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Jakarta, Promo-
tor: Gedung Kesenian Jakarta
ALUNAN UNTUK PEJUANG
Oleh Dian HP feat. Chandra Satria, Sita Nursanti, Gabriel
Harvianto, Christine Tambunan, SABTU, 8 NOVEMBER
2014, PUKUL 15.00 WIB, Galeri Indonesia Kaya
MUSIKAL TARI CINTA INDONESIA
Oleh Hops Puppet and Friends feat. Naura, MINGGU, 9
NOVEMBER 2014, PUKUL 15.00 WIB,Galeri Indonesia Kaya
AlamatRedaksi: Aldevco Octagon Building Lt. 4
Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472
Email: redaksi@majalahdetik.com
Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.
@majalah_detik majalah detik

Majalah detik

  • 1.
    HIKAYAT MENTERI SUSI DITANGKAPNYA TRIOMACAN2000 BBM PASTI NAIK EDISI 153| 3 - 9 NOVEMBER 2014 HIKAYAT MENTERI SUSI DITANGKAPNYA TRIOMACAN2000 BBM PASTI NAIK EDISI 153 | 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 2.
    DAFTAR ISI Pemimpin Redaksi:Arifin Asydhad. Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti. Redaksi: Dimas Adityo, Irwan Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai, Jaffry Prabu Prakoso, Ibad Durohman, Aditya Mardiastuti. Bahasa: Habib Rifa’i, Rahmayoga Wedar. Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo. Product Management & IT: Sena Achari, Sofyan Hakim, Andri Kurniawan. Creative Designer: Mahmud Yunus, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Fuad Hasim, Luthfy Syahban. Illustrator: Kiagus Aulianshah, Edi Wahyono. Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 DirekturUtama:BudionoDarsono Direktur:NurWahyuniSulistiowati,HeruTjatur,WarnedyKritikdanSaran: appsupport@detik.com AlamatRedaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email:redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. EDISI 153 3 - 9 NOVEMBER 2014 SAINS @majalah_detik majalah detik n BURUK KOALISI DPR DIBELAH n FITNAHLAH DAKU KAU DITANGKAP n JOKOWI,BERHENTILAH‘BERPUISI’ n RAHASIASUKSESSAMSUNG n KISAHPENGHUBUNGMEGA-SBY n MELONGOK BISNIS ALA ANAK PRESIDEN n MODAL RP 8 JUTA, OMZET RP 300 JUTA n MENGIKUTI GEJOLAK POLITIKA n MEMASANG HARAPAN BARU n TINGGAL MENGHITUNG HARI n AMERIKA PULANG, TALIBAN DATANG n ANJING DISAYANG, ULAMA MERADANG INTERNASIONAL KRIMINAL HUKUM KOLOM BUKU KATALOG KESEHATAN MUSIK SENI HIBURAN / FILM BISNIS EKONOMI n WISATA KE ZAMAN BATU n SERBA-BESAR KARI JEPANG n ‘LEGIUN ASING’ ANTI-ISIS LENSA n CLARALEE|BASUKIHADIMULJONO|CHRISTIAN NASIONAL n TERPENTAL DI MENIT AKHIR n FILM PEKAN INI n AGENDA n TANCAP GAS PARA MENTERI Cover: Ilustrasi: Kiagus Auliansyah n ALIEN, ADA ATAU TIADA n ‘PIL BIRU’ MUJARAB, TAPI MENGERIKAN n THE JACKSONS SELALU MUDA n MBAK BERBAJU LUSUH ITU TERNYATA... n BUKAN DREAM TEAM n DIAYUN MELODRAMA NICHOLAS SPARKS FOKUS TELEPON MEGA SEBELUM KE ISTANA SUSISEMPATRAGUMENERIMA TAWARANJOKOWIJADIMENTERI. IAGALAUKALAU-KALAUTINGKAH LAKUNYAYANGNYENTRIKJUSTRU MEMBAWADAMPAKNEGATIFBAGI KABINETJOKOWI.
  • 4.
    Sehari setelah dilantiksebagai menteri, Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla langsung tancap gas. Dari seremoni serah-terima jabatan hingga inspeksi mendakak alias sidak ke sidak. LENSA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 TAP UNTUK MELIHAT FOTO UKURAN BESAR TANCAP GAS PARA MENTERI
  • 5.
    Menteri Keuangan BambangBrodjonegoro (kiri) dan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (tengah) saat serah-terima jabatan dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung di Jakarta, Senin (27/10). Menteri Keuangan menargetkan pendapatan pajak yang lebih tinggi. (Rengga Sencaya/DETIKCOM) LENSA
  • 6.
    MenteriPerhubunganIgnasiusJonan(kiri)menyalamipegawaiKementerianPerhubungan,Senin(27/10). Sebelumnya,Ignasiusmerupakan Direktur UtamaPT Kereta Api dan dinilai sukses sehingga ditarik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. (Hasan Alhabshy/DETIKCOM) LENSA
  • 7.
    Menteri Pemuda danOlahraga Imam Nahrawi menyapa para atlet di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Kamis (30/10). (Rengga Sencaya/DETIKCOM) LENSALENSA
  • 8.
    Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Yasonna Laoly bersama pendahulunya, Amir Syamsuddin (kiri), pada acara pisah-sambut di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (27/10). (Grandyos Zefna/DETIKCOM) LENSA
  • 9.
    Menteri Koordinator Politik,Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy dalam rapat bersama para menteri di bawah koordinasinya di Jakarta, Kamis (30/10). (Agung Pambudhy/DETIKCOM) LENSA
  • 10.
    Menteri Energi danSumber Daya Mineral Sudirman Said (mengacungkan jempol) diapit para pejabat Kementerian Energi di Jakarta, Senin (27/10). (Rachman Heryanto/DETIKCOM) LENSA
  • 11.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL MEREKA SEMPAT MASUK DAFTAR CALON MENTERI, TAPI TAK DIPILIH JOKOWI. ADA YANG DIMINTA MEGAWATI MENJALANKAN TUGAS LAIN. DIMENITAKHIR TERPENTAL
  • 12.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL K ANTOR Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pu- sat, Minggu petang, 26 Oktober lalu, mendadak ramai. Para pengurus har- ian partai serta anggota Dewan Perwaki- lan Rakyat dari PKB hadir di sana. Mereka menanti kedatangan para menteri baru dari PKB, yang Ahad sore itu namanya diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka. Selewat magrib, tiga orang yang ditung- gu datang. Mereka adalah Muhammad Hanif Dhakiri, yang ditunjuk sebagai Men- teri Tenaga Kerja; Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi; serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Terting- gal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Hadir pula Muhammad Nasir, yang terpilih seba- gai Menteri Riset Teknologi dan Pendidi- kan Tinggi, yang kabarnya juga usulan PKB. Kedatangan empat menteri baru itu membuat suasana markas partai pen- dukung Jokowi-Jusuf Kalla tersebut semak- Menteri Kabinet Kerja dari PKB (searah jarum jam): Imam Nahrawi, Marwan Jafar, Hanif Dhakiri, dan M. Nasir DOK DETIKCOM
  • 13.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL in riuh. Mereka yang hadir memberi ucapan selamat. Sejumlah pengurus mencandai Hanif, yang mengenakan kemeja putih kedodoran untuk menutupi tubuh kurus­nya. Tawa pun pecah. Meski pertemuan yang diinisiasi para pen- gurus partai itu diwarnai gelak tawa, ada yang ganjil. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tak tampak. Padahal pria yang akrab disapa Cak Imin itu biasanya menyempatkan diri had- ir di acara-acara DPP PKB. Kumpul-kumpul di hari libur itu pun terasa hambar. Seorang sumber di kalangan internal par- tai itu membisikkan, Muhaimin diduga masih ngambek setelah namanya terpental dari ka- binet bentukan Jokowi. Karena itu, malam tersebut para kader tak ingin tampak meraya- kan empat kursi menteri yang diperoleh PKB. Makanan yang dihidangkan juga ala kadarnya. “Kami tak ingin bersenang-senang di atas penderitaan Cak Imin,” kata sumber itu. “Men- jaga perasaan Ketua Umum.” Joko Widodo saat menerima surat keputusan dukungan sebagai capres 2014-2019 dari PKB, yang diberikan oleh Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), disaksikan Ketua Umum Muhaimin Iskandar (tengah) di gedung DPP PKB, Jakarta, Mei lalu. MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
  • 14.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL Sedari awal, nama Muhaimin paling santer disebut sebagai calon menteri dari PKB, selain Wakil Ketua Umum, yang juga pengusaha Lion Air, Rusdi Kirana, serta Marwan Jafar. Dalam daftar yang beredar di media, yang disebut- sebut sebagai daftar calon menteri yang dise- tor Jokowi ke Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, juga tercantum nama Imin, Rusdi, dan Marwan. Nah, sepekan sebelum pengumuman kabi- net, menurut sumber majalah detik lainnya, hanya nama Marwan yang bertahan. Sedan- gkan nama Muhaimin dan Rusdi dicoret dari daftar menteri Jokowi. Belum ada informasi pasti mengapa kedua nama itu disetip. Pada Selasa, 21 Oktober lalu, Muhaimin, melalui akun Twitter @muhaiminiskndr, men- yatakan lebih memilih berkonsentrasi men- jadi Ketua Umum PKB. Sebab, kata dia, lebih baik tidak merangkap jabatan ketua umum dan menteri. Pada hari yang sama, ia datang ke Istana menemui Presiden. Saat itulah ia disebut membawa nama-nama calon menteri pengganti. Cuitan Muhaimin itu dilontarkan di saat ra- mai pembe­ritaan adanya calon-calon menteri yang dilabeli merah dan kuning oleh KPK. Tapi, menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKB Luk- man Edy, kedua hal itu tidak berkaitan. “Yang ber­edar tentang itu di publik hanya spekulasi,” ujar Lukman beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi maupun Ketua KPK Abra- ham Samad sebelumnya juga merahasiakan nama-nama calon yang disetor ke KPK untuk ditelusuri rekam jejaknya. Termasuk siapa-sia- pa yang tidak direkomendasikan untuk dipilih menjadi menteri. Muhaimin belum bisa dimintai konfirmasi. NASIONAL Laman Twitter Muhaimin Iskandar TWITTER
  • 15.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL Nomor telepon selulernya aktif, tapi tidak merespons saat dihubungi. Ia juga tidak mem- balas pesan singkat. Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu juga tak menghadiri acara serah-terima jabatan kepada penggan- tinya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, di kantor kementerian itu, Senin pekan lalu. Demikian halnya Rusdi Kirana, saat dihubungi lewat ponselnya, sistem menyebut “dialihkan”, tapi juga tidak di­respons. Pencoretan sejumlah nama calon menteri tidak hanya terkait dengan catatan KPK dan PPATK. Ada juga yang didasari pertimbangan politis. Hal itu dialami sejumlah kader Par- tai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai utama penyokong Jokowi. Mereka antara lain Pramono Anung, Eva Kusuma Sundari, Hasto Kristiyanto, Maruarar Sirait, dan Agustin Teras Narang. Menurut sumber di lingkup internal PDIP, nama Eva terdepak dari daftar sejak Kamis, 23 Oktober lalu. Sedangkan nama Pramono “hi- lang” dua hari menjelang kabinet diumumkan. Sumber itu menuturkan, Eva dicoret karena masukan sejumlah lembaga, seperti Badan Intelijen Negara. Pemilihan Eva dikhawatirkan karena suami politikus itu adalah diplomat, warga Timor Timur. Ketika dimintai konfirmasi, Eva menolak berkomentar. Dia menyebut itu merupakan Foto atas (kiri-kanan): Eva Sundari, Maruarar Sirait, Pramono Anung Foto bawah: Luhut Panjaitan, Wiranto, Hasto Kristiyanto DOK DETIKCOM
  • 16.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL hak prerogatif presiden. Namun soal Pra- mono, Eva mengungkapkan rekannya itu tak menjadi menteri karena kehendak Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum PDIP itu mem- inta Pram—sapaan Pramono—kembali men- jabat sekjen partai yang ditinggalkan Tjahjo Kumolo, yang didapuk sebagai Menteri Dalam Negeri. Adapun nama Maruarar, menurut seorang petinggi partai itu, awalnya direkomendasikan oleh Rini Soemarno, mantan Kepala Staf Tim Transisi Jokowi-JK, yang kini menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara. Tapi Ara―sapaan Maruarar―tidak masuk kabinet karena me- mang tak diusulkan partainya. Ara juga belum bisa dimintai konfirmasi. Dihubungi beberapa waktu lalu, ia bilang sedang sibuk mengurus ayahnya yang sedang berobat di Singapura. Sedangkan Hasto saat ditemui di acara ul- ang tahun ke-50 Partai Golkar di Kemayoran, Selasa pekan lalu, membenarkan namanya, bersama beberapa kolega partainya, termasuk yang dimintakan rekomendasi ke KPK dan PPATK. Namun bekas Deputi Tim Transisi ini mengaku tak tahu mengapa dirinya tak lolos menjadi pembantu presiden. Meski begitu, ia tak kecewa. “Penugasan utama saya di partai,” kata Wakil Sekjen PDIP ini. Hampir senada, Teras Narang mengaku diminta Megawati menunaikan tugasnya se- Pelantikan menteri-menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Senin (27/10). BEAWIHARTA/REUTERS
  • 17.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 NASIONAL bagai Gubernur Kalimantan Tengah hingga Agustus 2015. “Saya siap melaksanakan,” ujar dia melalui pesan singkat. Mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajan- to, bekas penasihat Tim Transisi Luhut Pan- jaitan, dan Ketua Umum Hanura Wiranto juga sempat masuk daftar calon menteri yang be- redar. Dua nama terakhir diplot sebagai calon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kea- manan. Namun dua purnawirawan jenderal itu sama-sama terpental. Belum diketahui apa sebabnya. Wiranto belum bisa dimintai kon- firmasi, sementara Luhut menolak memberi tanggapan. “Waduh, saya tidak tahu (mengapa namanya dicoret). Enggak usah dibahas,” tuturnya sem- bari bergegas. Berbeda dengan nama-nama tersebut, Yas- sona Hamonangan Laoly malah tak menyang- ka dirinya ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Jujur saya kaget,” ucap anggota DPR dari PDIP periode 2009-2014 ini saat ditemui. Seorang politikus Partai Banteng menyebut Yassona, yang namanya baru muncul di “men- it-menit akhir”, merupakan orang dekat putri Megawati, Puan Maharani. Faktor kedekatan itu jugalah yang membuat sejumlah nama gagal masuk gerbong kabinet Jokowi. “Kalau bukan orangnya ‘Tuan Putri’ (Puan Maharani), pasti cepat hilangnya,” katanya. n KUSTIAH, M. RIZAL, DEDEN GUNAWAN | DIMAS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Menteri Hukum dan HAM Yassona Hamonangan Laoly (kiri), mantan Menteri Hukum Patrialis Akbar (tengah), dan Amir Syamsuddin saat serah- terima jabatan di Jakarta, (27/10). GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
  • 18.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 KOALISI INDONESIA HEBAT MEMBENTUK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT TANDINGAN DAN MELAYANGKAN MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP PIMPINAN DPR. ALAT KELENGKAPAN DEWAN JUGA DISAPU BERSIH KOALISI MERAH PUTIH. BURUK KOALISI DPR DIBELAH NASIONAL
  • 19.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 S UHU politik di gedung Dewan Perwakilan Rakyat sepekan terakhir terasa semakin panas. Perseteruan dua kubu, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), memuncak dengan terbelahnya DPR. Rabu, 29 Oktober lalu, KIH—terdiri atas fraksi partai pendukung pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla—menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR, yang seluruhnya berasal dari fraksi-fraksi anggota KMP. KIH—terdiri atas Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Nasional Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, juga membentuk DPR tandingan dengan pimpinan sementara Effendy Simbolon (PDIP), Ida Fauziah (PKB), Syaifullah Tamliha (PPP), Supriyadi (NasDem), dan Dossy Iskandar (Hanura). Anggota Fraksi PKB, Daniel Johan, mengatakan pembentukan pimpinan DPR tandingan dan mosi tidak percaya dilakukan untuk menyelamatkan institusi DPR sebagai Rapat paripurna penetapan pemilihan alat kelengkapan Dewan pada Selasa (28/10) berlangsung ricuh. LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
  • 20.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 lembaga tinggi negara. “Kelima fraksi tidak mengakui pimpinan DPR yang ada, termasuk pembentukan alat kelengkapan Dewan yang dipaksakan dengan melanggar Tata Tertib (DPR), yang tidak memenuhi 50 persen plus 1 fraksi,” kata Daniel. DPR tandingan dibentuk lantaran pimpinan Dewan, yang diketuai Setya Novanto (Golkar), dianggap diskriminatif dan berpihak kepada KMP karena tetap menggelar pemilihan pimpinan alat kelengkapan Dewan, yang didasari telah masuknya daftar nama anggota Fraksi PPP DPR. Daftar nama itu dimasukkan oleh anggota Fraksi PPP, Epyardi Asda, yang berasal dari kubu Suryadharma Ali, yang mendukung KMP. Padahal, dalam sidang paripurna Selasa pekan lalu, Fraksi PPP, yang digawangi ketuanya, Hasrul Azwar, mempersoalkan keabsahan daftar nama yang tidak dikeluarkan oleh PPP versi Muktamar Surabaya itu, dengan Ketua Umum Romahurmuziy atau Romy. Apalagi PPP kubu Romy telah mengantongi surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang mengesahkan perubahan susunan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat PPP. Namun pimpinan DPR yang memimpin Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto pada Selasa (28/10) berlangsung ricuh. LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
  • 21.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 paripurna saat itu, Agus Hermanto dari Demokrat, tetap mengakui daftar nama tersebut. Hal itu memancing kemarahan sejumlah anggota Fraksi PPP dari kubu Romy. Dua meja dijungkirbalikkan. Rapat pun ricuh. Pemilihan pimpinan alat kelengkapan Dewan di komisi-komisi dan badan, yang digelar Rabu dan Kamis pekan lalu, hanya dihadiri lima fraksi anggota KMP, yang pada pemilihan presiden lalu mendukung pasangan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa. Partai tersebut adalah Partai Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan lima fraksi pendukung pemerintah tidak hadir. Sejak awal KIH menolak pemilihan dilakukan dengan sistem paket karena koalisi ini bakal tidak terakomodasi di kursi pimpinan komisi maupun badan, seperti halnya pimpinan DPR dan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Koalisi pendukung Jokowi menghendaki pemilihan secara proporsional berdasarkan jumlah kursi melalui musyawarah mufakat. Namun pembicaraan yang terus dilakukan di antara dua kubu ini tak juga mencapai titik temu. DenganketidakhadiranKIHdantidakadanya nama anggota fraksi-fraksi dari koalisi itu yang diserahkan, otomatis pimpinan 11 komisi dan empat badan di DPR kembali disapu bersih oleh Koalisi Merah Putih. Golkar dan Gerindra mendapat jatah ketua, masing-masing di tiga komisi. Demokrat dan PAN masing-masing di dua komisi. Adapun PKS dijatah ketua di satu komisi. Sementara itu, di empat badan DPR, yakni Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, Badan Legislasi, Majelis kehormatan Dewan, serta Badan Urusan Rumah Tangga, ketuanya masing-masing berasal dari Demokrat, Gerindra, PKS, dan Golkar. PolitikusPDIP,AriefWibowo,menudingtelah terjadi upaya-upaya politik yang tidak etis dan tidak demokratis di DPR. “Hal-hal yang menjadi prinsip-prinsip kita dalam berdemokrasi diabaikan,” ujarnya Rabu pekan lalu. Upaya yang dilakukan KMP itu, Arief Hal-hal yang menjadi prinsip- prinsip kita dalam berdemokrasi diabaikan. Arief Wibowo
  • 22.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 menuturkan, semakin terlihat pada tiga rapat paripurna terakhir. Koalisinya sudah melayangkan surat protes ke pimpinan DPR padaSelasa,28Oktoberlalu,tapitidakdigubris. Ini menjadi dasar sikap KIH melayangkan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR. “Mosi tidak percaya ini kami sampaikan demi terlaksananya prinsip-prinsip demokrasi yang baik dan benar pada lembaga DPR RI yang kita hormati, secara bersama-sama,” ucap Arief dalam konferensi pers KIH untuk menjelaskan pembentukan DPR tandingan, Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menganggap cara-cara yang dilakukan KIH tidak demokratis. Menurut politikus PKS ini, pemilihanpimpinankomisidanalatkelengkapan Dewan sudah sesuai dengan aturan karena telah ditetapkan di paripurna. Namun bagi pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie, sikap saling ngotot dan merasa paling benar di antara kubu KMP dan KIH dikhawatirkan bisa berakibat buruk bagi rakyat. “Karena bisa ditangkap secara vulgar oleh rakyat, mendidik masyarakat untuk larut dalam Konferensi pers Koalisi Indonesia Hebat. Melayangkan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR. LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM
  • 23.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 konflik terus-menerus,” kata Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu ini di Jakarta, Kamis, 29 Oktober lalu. “Kita sedih dan menyayangkan,” ujarnya. Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, terbelahnya DPR menjadi dua kubu, hingga muncul DPR tandingan, baru terjadi kali ini dalam sejarah politik Indonesia. Hal itu tak bisa dimungkiri merupakan buntut pelaksanaan pilpres 2014. “Harapan kita sebetulnya, semua parpol pascapilpres harus mulai melakukan konsolidasi internal, harus move on. Adayangkecewa,adayanggembira, tapi kita harus melangkah,” tutur Jimly. Secara terpisah, pengamat hukum tata negara Refly Harun menilai, di mana pun, parlemen harus mencerminkan representasi dari kemajemukan. Parlemen berbeda dengan eksekutif, yang bersifat tunggal. Jika merebut posisi eksekutif, seorang presiden bisa berkuasa penuh, termasuk dalam memilih menteri-menteri di bawahnya. “Tapi parlemen kan wakil rakyat, perwujudan dari perwakilan rakyat yang majemuk. Kemajemukan itu sedapat mungkin tecermin dalam alat kelengkapan Dewan dan pimpinan Dewan,” ucapnya. Masalah di DPR, menurut Refly, harus diselesaikan secara musyawarah mufakat, baik oleh Dewan sendiri maupun para tokoh partai. Jika musyawarah mufakat tak tercapai, harus ada pihak eksternal yang terlibat, seperti MK. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly juga berharap DPR menghentikan perpecahan ini serta mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam mengambil keputusan. “Kebijakan DPR harus sesuai Pancasila, jangan lupakan keadilan sosial,” katanya. Dia juga menyebut para petinggi partai mesti ikut turun tangan mengurai persoalan. “Dewa- dewa partai harus duduk bersama.” n DEDEN GUNAWAN, KUSTIAH, ADITYA WIDYASTUTI, SEPTIANA L. | DIM Harapan kita sebetulnya, semua parpol pascapilpres harus mulai melakukan konsolidasi internal, harus move on. Jimly Asshiddiqie
  • 24.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOMISI I Ketua: Mahfudz Siddiq (PKS) Wakil Ketua: Hasril Hamzah Tandjung (Gerindra), Tantowi Yahya (Golkar), Hanafi Rais (PAN) KOMISI II Ketua: Rambe Kamaruzaman (Golkar) Wakil Ketua: Ahmad Riza Patria (Gerindra), Wahidin Halim (Demokrat), Mustafa Kamal (PKS) KOMISI III Ketua: Azis Syamsuddin (Golkar) Wakil Ketua: Desmon Junaedi Mahesa (Gerindra), Benny K. Harman (Demokrat), Muhfachri Harahap (PAN) KOMISI IV Ketua: Edhy Prabowo (Gerindra) Wakil Ketua: Titiek Soeharto (Golkar), Herman Khaeron (Demokrat), Viva Yoga Mauladi (PAN) KOMISI V Ketua: Ferry Djemi Francis (Gerindra) Wakil Ketua: Michael Wattimena (Demokrat), Muhidin Mohamad Said (Golkar), Yudi Widiana (PKS) KOMISI VI Ketua: Achmad Hafisz Tohir (PAN) Wakil Ketua: Dodi Reza Alex Noerdin (Golkar), Heri Gunawan (Gerindra), Azam Azman Natawijana (Demokrat) SAPU BERSIH KOALISI MERAH PUTIH MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 25.
    NASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 KOMISI VII Ketua: Kardaya Warnika (Gerindra) Wakil Ketua: Satya W. Yudha (Golkar), Mulyadi (Demokrat), Tamsil Linrung (PKS) KOMISI VIII Ketua: Saleh Partaonan Daulay (PAN) Wakil Ketua: Deding Ishak (Golkar), Sodik Nudjahid (Gerindra), Ledia H. Amaliah (PKS) KOMISI IX Ketua: Dede Yusuf Macan Effendi (Demokrat) Wakil Ketua: Syamsul Bachri (Golkar), Pius Lustrilanang (Gerindra), Asman Abnur (PAN) KOMISI X Ketua: Teuku Riefky Harsya (Demokrat) Wakil Ketua: Ridwan Hisyam (Golkar), Nuroji (Gerindra), Sohibul Iman (PKS) KOMISI XI Ketua: Fadel Muhammad (Golkar) Wakil Ketua: Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Marwan Cik Asan (Demokrat), Jon Erizal (PAN) Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Ketua: Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat) Wakil Ketua: Meutya Hafid (Golkar), Teguh Juwarno (PAN), Rofi’i Munawar (PKS) Badan Legislasi Ketua: Sareh Wiyono (Gerindra) Wakil Ketua: Firman Soebagyo (Golkar), Saan Mustopa (Demokrat), Totok Dariyanto (PAN) Mahkamah Kehormatan Dewan Ketua: Surahman Hidayat (PKS) Wakil Ketua: Lili Abdjudiredja (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad Badan Urusan Rumah Tangga Ketua: Roem Kono (Golkar) Wakil Ketua: Novita Wijayanti (Gerindra), Agung Budi Santoso (Demokrat) ■ ADITYA MARDIASTUTI
  • 26.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 HUKUM MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 TERESIAMAY/ANTARAFOTO POLISI MENANGKAP PELAKU DUGAAN PEMERASAN TERHADAP PETINGGI PT TELKOM. ES DIDUGA SEBAGAI SALAH SATU ADMIN AKUN TRIOMACAN2000, YANG CUKUP KONDANG DI JAGAT TWITTER. FITNAHLAH DAKU KAU DITANGKAP
  • 27.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 L EBIH dari dua pekan jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Tel- kom) resah. Musababnya adalah ancaman yang ditebar lewat pesan singkat (SMS) dari seseorang. Isi pesannya beragam, dari tudingan, fitnah, hingga ma- kian. Seorang petinggi di PT Telkom menyebut- kan, setelah ditelusuri, teror terhadap direksi tersebut merupakan buntut pembatalan pe- masangan iklan. Si penebar ancaman mem- inta uang iklan dibayar di muka sebesar 100 persen. Sedangkan kebijakan manajemen, pembayaran dilakukan setelah ada bukti iklan ditayangkan. Modus permintaan iklan yang dilayangkan adalah mengirim sejumlah tautan (link) berita dari beberapa media online miliknya serta via akun Twitter yang berisi isu negatif tentang Telkom. Setelah mengirim tautan, pelaku kemudian mengirim SMS yang berisi, berita itu bisa diredam asalkan Telkom bisa bekerja sama. “Ujung-ujungnya minta iklan. Tapi, karena dia minta uang di depan, terpaksa kami tolak. Mungkin dia marah dan meneror,” kata pe­ tinggi perusahaan telekomunikasi pelat me- rah tersebut kepada majalah detik. Jengah diteror, para direksi Telkom pun sepakat melaporkan upaya pemerasan itu ke Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Kamis, 16 Oktober lalu. Laporan itu kemudian dita­ ngani oleh Subdirektorat Cyber Crime Direk- Kantor cabang PT Telkom di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. ARI SAPUTRA/DETIKCOM
  • 28.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Foto ilustrasi pengguna Twitter. ARI SAPUTRA/DETIKCOM torat Reserse Kriminal Khusus. Barang buk- tinya berupa rekaman suara, beberapa SMS ancaman, serta permintaan sesuatu kepada petinggi Telkom. Sejumlah petinggi Telkom bersama penyi­ dik sebelumnya menelusuri jati diri pelaku, yang diketahui bernama ES. Dari penelusuran itu juga diketahui, ES diduga sebagai salah satu pengelola sebuah media online sekaligus salah satu admin akun TrioMacan2000, yang cukup kondang di jagat Twitter. “Dari situ diketahui kalau TrioMacan2000 layaknya sebuah perusahaan. Selain memiliki akun Twitter, mereka memiliki media online,”
  • 29.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 ujar sumber itu. KeterangansenadadikatakanKepalaBidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rik- wanto.Menurutdia,ESdidugatidak“bermain” sendiri, tapi berkelompok. Untuk mendalami dugaan ini, penyidik Subdirektorat Cyber Crime juga akan menelisik kembali perkara pencemaran nama baik yang diduga melibatkan akun tersebut beberapa tahun se- belumnya. Saat ES ditangkap di kan- tornya, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin pe- kan lalu, RN, yang diduga merupakan pemilik lain akun TrioMacan2000, juga tengah berada di tempat itu. “RN per- nah diperiksa sebagai saksi terkait akun tersebut. Di sisi lain, ES juga menggunakan media sosial Twitter dan media online-nya sebagai alat untuk memeras korban,” tutur Rikwanto. Pria yang menjabat direktur eksekutif di se- buah organisasi advokat itu ditangkap setelah menerima uang Rp 50 juta dari Telkom, yang sebelumnya melaporkan dugaan pemerasan itu ke polisi. Uang diantarkan seorang kar- yawan. Setelah uang diterima, polisi melakukan penggeledahan dan mencokok ES. Dari tem- pat itu disita uang Rp 49.650.000 dari laci meja kerjanya. Selain itu, ada satu tas, satu telepon seluler merek Samsung, satu ponsel BlackBerry, dan tiga SIM card milik ES yang turut disita. Secara terpisah, kuasa hukum ES, Ah- mad Irwandi Lubis, mengakui penangkapan kliennya. Hanya, ia membantah ES adalah pengelola akun TrioMacan2000. Alasan dia, selama mendampingi kliennya sejak ditang- kap hingga kini, baik klien maupun penyidik Polda Metro Jaya tak pernah menanyakan atau menyatakan soal admin-admin terse- but. “Kenapa ada penggiringan opini ke sana?” ucap Irwandi kepada majalah detik. Ia juga membantah tudingan bahwa klienn- ES juga menggunakan media sosial Twitter dan media online-nya sebagai alat untuk memeras korban.
  • 30.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Brigjen Kamil Razak saat rilis kasus penyebaran foto Jokowi yang direkayasa di Polda Metro Jaya, Kamis (30/10). HASAN/DETIKCOM ya melakukan pemerasan. Duit yang diterima ES, kata Irwandi, merupakan uang muka pem- bayaran iklan. Sebab, sejak 10 bulan lalu, ES bersama PT Telkom memiliki kerja sama pe- masangan iklan di media kliennya. Kerja sama itu sempat terputus, tapi akan dilanjutkan kembali. Tiba-tiba, ada orang yang mengaku dari Telkom mau datang. ES pun menerima kedatangan orang tersebut, termasuk untuk memberikan uang itu. Pengacara ES boleh saja berkilah soal dugaan pemerasan yang menjerat klien- nya. Namun polisi bakal menjerat ES den- gan sejumlah pasal, antara lain Pasal 45 juncto Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 310, 311, 368, dan Pasal 369 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencemaran nama baik serta pemerasan, yang bisa diancam hukuman enam tahun penjara. Kasus pidana di dunia maya tak hanya men- jerat seorang pengacara. Seorang pemuda pembuat tusuk sate, MA, juga berurusan dengan polisi gara-gara menyebarkan gambar Presiden Joko Widodo yang direkayasa dan menjurus ke pornografi. MA dibekuk Kamis dua pekan lalu setelah ditelusuri jati dirinya sejak beberapa bulan lalu. “MA ditahan karena kasus pornografi, kare- na menyebarkan foto-foto porno yang seperti itu. Ini kan berbahaya bagi pendidikan anak- anak,” ujar Kepala Polri Jenderal Sutarman di
  • 31.
    HUKUM MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 kantor Wakil Pre­siden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober lalu. Terkait dengan maraknya tindak pidana melalui dunia maya, Dadang Rahmat, dosen Sistem dan Hukum Pers dari Universitas Padjadjaran, Bandung, mengatakan jika info yang disebar melalui media sosial tidak benar dan merupakan fitnah, korban bisa melapor. Pelaku bisa dijerat dengan hukum pidana maupun menggunakan Undang-Undang In- formasi dan Transaksi Elektronik. “Siapa pun yang merasa dinistakan punya hak membela harkat dan martabatnya. Ada etikanya menyampaikan pendapat. Harus ada pem- bedaan antara kritik dan hinaan,” tutur Dadang. Jerat pidana untuk pencemaran nama baik bukan hanya bagi pembuatnya. Penyebarnya pun bisa dijerat, seperti yang dilakukan MA, yang mengunggah foto Jokowi dan Megawati yang telah direkayasa melalui akun Facebook miliknya. “Tersangka harus dibuktikan apakah sebagai pembuat atau penyebar, atau pembuat dan penyebar. Jadi hati-hati menyebar sesuatu di Internet karena penyebaran Internet itu sa­ ngat cepat dan pesat,” ucap Dadang. ■ JAFFRY PRABU PRAKOSO, M. RIZAL | DEDEN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Ibunda MA, Mursyida, didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri), mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jumat (31/10). HARYANTO/DETIKCOM TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
  • 32.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KRIMINAL ILUSTRASI:EDIWAHYONO MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 POLISI MASIH MEMBURU SARTINAH, YANG DIDUGA MEMBUNUH PUTRA MAJIKANNYA DI BEKASI. KELUARGANYA DI JAWA TENGAH MENGAKUI TERSANGKA PERNAH SAKIT JIWA. MBAKBERBAJU LUSUHITU TERNYATA...
  • 33.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 E TTINurhayatiterkejutketikatiba-tiba sesosok wanita muda berpenampilan lusuh berdiri di muka rumahnya, Ja- lan Bintara 6, Gang Sawo RT 03 RW 06, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, Kamis pagi, 16 Oktober lalu, Etti seperti biasa tengah berjualan nasi uduk. Wanita yang membuat Etti kaget itu me­ ngenakan kaus kucel dan bercelana pendek selutut yang juga lusuh. Rambutnya yang berukuran sebahu berantakan. Belek di sudut mata dan bekas air liur di seputar bibirnya me- nambah kesan lusuh perempuan itu. “Waktulihatdia,sayaagaktakut,penampilan- nya seperti orang kelainan jiwa,” kata perem­ puan berusia sekitar 50 tahun itu saat ditemui majalahdetik,Selasa,28Oktoberlalu.“Dalam hati saya, kenapa dia enggak cuci muka dulu, kan mau keluar belanja,” ujarnya. Wanita itu ternyata ingin membeli dagang­ an Etti. Ia memesan dua bungkus nasi uduk seharga Rp 8.000, lalu membayar dengan selembar uang Rp 10.000. Ia hanya terdiam saat menerima uang kembalian dari Etti, yang masih keheranan terhadap wanita tersebut. Tapi pembeli nasi uduk itu tiba-tiba memper­ kenalkan diri. “Saya pembantu baru di rumah gede yang ada anjingnya, Bu,” tutur Etti, mengisahkan perjumpaan pertamanya dengan wanita muda yang belakangan diketahui bernama Sartinah Foto Sartinah, yang diduga membunuh anak balita Jason DOK. DETIKCOM
  • 34.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 itu. Sartinah adalah pekerja rumah tangga di ke- luarga pasang­an Janter Jupiter Simanjuntak dan Evelyn Sianipar, yang rumahnya bertetangga dengan Etti. Sartinah kini tengah diburu polisi karena diduga membunuh putra Janter dan Evelyn, Jason Matthew Simanjuntak. Bocah berusia 3 tahun 6 bulan itu diduga dibunuh dengan cara disayat nadinya. Dalam obrolan itu, Etti sempat memberi nasihat agar Sartinah menjaga anak tetangga­ nya tersebut dengan baik. Tapi saat itu Sartinah hanya terdiam sembari menatap Etti. “Dia juga enggak mengeluh. Dia bilang (anak majikannya itu) baik,” ucapnya. Etti, juga warga di sekitar Jalan Bintara 6, tak menyangka beberapa hari kemudian wanita muda itu menghilang, dan diduga membunuh Jason. Kematian Jason diketahui pada Selasa, 21 Oktober lalu, ketika Evelyn pulang kerja pada pukul 00.30 WIB. Saat Evelyn tiba di depan rumah, pintu pagar terbuka. Melihat keanehan tersebut, dia pun bergegas mencari anak semata wayangnya di kamar di lantai dua rumah tersebut. Ia lalu melihat Jason berada di kasur seperti sedang terlelap. Tubuhnya ditutupi selimut. Mengira putranya sudah tidur, Evelyn kembali menutup pintu kamar. Namun tebersit rasa penasaran di benak Evelyn karena kepala anaknya itu tertutup ban- tal. Ia pun kembali ke kamar dan menghampiri Jason. Ia terkejut melihat bagian kanan wajah Jenazah Jason DOK.DETIKCOM
  • 35.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Jason yang sudah membiru. Begitu selimut dibuka, bercak darah berceceran di kasur dan tangan anaknya. Ia sontak histeris dan berte- riak meminta tolong sembari menggendong Jason ke luar rumah. MendengarteriakanEvelyn,sejumlahtetang- ga berda­tangan. Evelyn dan suaminya, yang baru dua bulan tinggal di lingkungan tersebut, lantas diantar dua warga membawa Jason ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Jason ternyata sudah meninggal. Sementara itu, Sartinah, yang baru bekerja selama 10 hari di rumah itu, menghilang. Dari olah data tempat kejadian perkara yang dilakukan anggota Kepolisian Sektor Bekasi Kota esok paginya, sebilah pisau stainless steel milik Evelyn diketahui hilang. Polisi menduga pisau itu digunakan pelaku untuk membunuh. Barang-barang milik Sartinah juga sudah tidak ada. “Mungkin dihilangkan tersangka,” kata Kepa- la Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin, 27 Oktober lalu. Polisi sempat kesulitan mencari pelaku. Pasalnya, keluarga korban tidak memiliki cukup informasi terkait identitas pembantu barunya itu. Janter Simanjuntak mengaku mempeker- jakan Sartinah setelah mendapat rekomendasi dari ibu mertuanya. Sedangkan sang mertua mendapatkan pekerja rumah tangga itu dari penjaga sekolah, Yayat, tempat ia be­kerja se- bagai guru. “Karena mertua sudah percaya sama penja- ga sekolahnya, ya enggak curiga. Kami percaya asal-usulnya, jadi enggak minta identitasnya,” ujar Janter, yang saat dihubungi majalah detik tengah berada di Cirebon, Jawa Barat. Bahkan keluarga Janter dan Evelyn awalnya tidak mengetahui nama pembantunya itu wa- laupun sudah bekerja selama 10 hari. Suami- istri ini hanya memanggilnya dengan sebutan “Mbak”. Dari Yayat dan Tarmuji, identitas pelaku diketahui. Tarmuji adalah pacar Sartinah. Ia mengaku baru berpacaran selama dua minggu dengan pelaku. “Sebelumnya, pelaku minta di- carikan pekerjaan,” Rikwanto menambahkan. Sebelumnya, pelaku minta dicarikan pekerjaan. Komisaris Besar Rikwanto GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM
  • 36.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Dalamupayapengejaran,Tarmujiikutdibawa polisi untuk mencari pelaku hingga ke kam- pung halamannya di Banjarnegara, Jawa Te­ ngah. Menurut seorang petugas di lingkungan PolresBekasiKota,polisiberhasilmendapatkan foto pelaku dari keluarganya di Banjarnegara. Keluarga tersangka mengaku terakhir bertemu dengan Sartinah saat Lebaran lalu. Itu pun ia hanya pulang kampung selama tiga hari. Kepada polisi, Tarmuji menceritakan bahwa Sartinah pernah menjadi penjual kopi keliling di sejumlah tempat di Jakarta, termasuk di ka- Rumah keluarga pasangan Janter dan Evelyn JAFFRY PRABU/DETIKCOM
  • 37.
    KRIMINAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 wasan Monumen Nasional. Sartinah juga sem- pat mengeluh soal kenakalan anak majikannya. Ia pernah dicakar. Dari kete­rangan pacar ter- sangka itu, polisi juga memburunya ke sejum- lah tempat mangkal para tunawisma. “Sudah kami amankan tempat gelandangan. Takutnya dia berkumpul di sana. Sebab, ka- lau sudah kumpul, kami sulit melacak,” ucap Kepala Subbagian Humas Polres Bekasi Ajun Komisaris Siswo secara terpisah. Hingga Kamis pekan lalu, Sartinah belum ditemukan. Polisi sudah meminta keterangan kepada warga sekampung halamannya di Jawa Tengah, yang semuanya mengaku tidak tahu keberadaannya. “Ini berarti dia masih di Jakarta. Foto sudah kami sebar,” kata Siswo. Dari keterangan kelu- arga juga diketahui tersangka Sartinah mender- ita sakit jiwa. “Tapi belum bisa kami simpulkan. Ini belum terbukti.” Bagi Janter dan Evelyn, perilaku Sartinah selama bekerja tidak ada yang aneh. Menurut Janter, Sartinah melakukan pekerjaan rumah seperti biasa dan tak pernah mengeluh. Soal penampilannya yang lusuh dianggap wajar oleh pasang­an suami-istri ini. Keluarga menye­ rahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memprosesnya secara hukum. Janter meng­aku sudah merelakan kepergian anak kesayangan- nya itu. “Kami sudah ikhlas, mungkin ini jalan Tuhan. Kami sudah memaafkan perbuatannya,” ucap pegawai bank ini, lirih. ■ JAFFRY PRABU PRAKOSA | M. RIZAL Polres Bekasi Kota GOOGLESTREET
  • 38.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW MENKO MARITIM INDROYONO SOESILO: TRANSPARANSI, KUNCI BERANTAS MAFIA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW
  • 39.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW J ARUM jam belum genap menunjukkan pukul enam pagi, tapi rumah di Jalan Panglima Polim III Nomor 7 itu sudah dipenuhi beberapa kru stasiun televisi pada Rabu, 29 Oktober lalu. Sang tuan rumah, Dwisuryo Indroyono Soe- silo, keluar dari pintu samping lalu menyalami tetamunya. Dengan alasan rumah itu bukan milik pribadinya, Menteri Koordinator Maritim itu menolak diwawancarai di dalam rumah. Ia juga mewanti-wanti agar para wartawan tak mengubah letak pot-pot tanaman di taman. “Biar santai, di taman sini saja, ya. Saya siap, mau sambil duduk atau berdiri,” kata Indroyo- no tegas tapi ramah. Kepadamajalahdetik,yangmendapatgiliran pertama mewawancarai, ia menuturkan di- hubungipihakIstanauntukmenghadapPresiden Joko Widodo pada Sabtu, 18 Oktober. Karena akhir pekan, Indroyono, yang tengah bertugas sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan Akuakultur Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia, mengaku kesulitan mendapatkan tiket pesawat ke Jakarta. Akhirnya ia terpaksa menggunakan maskapai yang harus transit di Dubai selama enam jam. Ia mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu sore ketika pesta rakyat mulai ramai digelar. Dua hari kemudian,JokowimenerimanyadiRuangJepara, Istana Merdeka. “Kami berbincang selama 40 menit,” ujar Indroyono. Toh, kepastian dirinya terpilih menjadi men- teri baru diyakininya setelah diminta ke Istana sekitar empat jam sebelum Presiden mengu- mumkan susunan anggota kabinetnya. Karena menakhodai kementerian baru, yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia seba- gai poros maritim dunia, ia tak punya kantor sendiri. Juga dukungan para staf. Untungnya, Badan Pengkajian dan Penera- pan Teknologi (BPPT) meminjamkan ruangan di lantai tiga, bekas ruangan B.J. Habibie saat “TERNYATA BANYAK SEKALI PERIZINAN YANG TUMPANG-TINDIH, SAMPAI SEKITAR 200 PERIZINAN DI BIDANG TRANSPORTASI LAUT.”
  • 40.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW menjabat Menteri Riset dan Kepala BPPT. “Ini ruang sakral buat saya,” ujarnya. Bagi dia, kan- tor kementerian tak harus besar, tapi mesti efektif, efisien, dan modern. Terkait masalah utama yang perlu dibenahi di empat kementerian di bawah koordinasinya, Indroyono tegas menyebut transparansi dan perlunya penyederhanaan perizinan. Berikut ini petikan perbincangan dengan ahli pengin- draan jauh itu. Anda membawahi empat kementeri- an.... Ya, ada Kementerian Perhubungan, Ke- menterian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata. Mengapa? Karena empat kementerian inilah yang mampu mem- berikanpemasukanbesarkepadanegara.Lem- baga ini juga akan didorong memprioritaskan kegiatannya di bidang bahari dan kemaritiman. Apa saja program prioritas masing-mas- ing kementerian? Setelah menganalisis secara terperinci dan luasberkaitandengantugasdanfungsimasing- masing kementerian, ada beberapa program prioritas yang akan kami wujudkan. Misalnya di Kementerian Perhubungan, visi Presiden saat berkampanye kan mewujudkan jalan tol Video Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) didampingi Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono (kiri) dan Menko Kemaritiman Indroyono berfoto bersama usai acara serah- terima jabatan di kantor Menkokesra, Jakarta, Selasa (28/10). MUHAMMAD IFDHAL/ANTARAFOTO
  • 41.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW laut. Lalu kami lihat apa permasalahannya di situ. Ternyata banyak sekali perizinan yang tumpang-tindih, sampai sekitar 200 perizinan di bidang transportasi laut. Menteri Perhubungan segera bekerja cepat dan mengatakan, “Beri waktu kepada kami se- lama satu bulan untuk menyederhanakan per- izinan yang berkaitan dengan perhubungan laut dan pelayaran.” Harapannya, Indonesia menjadi jauh lebih menarik untuk masuknya investasi dan investor untuk dapat memban- gun infrastruktur. Untuk pariwisata, seberapa besar po- tensi wisata bahari kita sebetulnya? Kami memang akan mengarahkan ke wisata bahari, kaitannya dengan sailing, diving, snor- keling, surfing, dan fishing. Kita punya lima hal utama, yakni budaya; alam, seperti keindahan lautterumbukarang;keramahtamahan;kuliner yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke; serta aneka cendera mata. Ini harus segera di- pacu agar bisa memicu dan mengangkat sek- tor ekonomi secara cepat. Industri pariwisataGRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM Menyederhanakanperizinanakanmembuat Indonesiajauhlebihmenarikbagimasuknya investasidaninvestoruntukdapatmembangun infrastruktur.
  • 42.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW (Dari kiri) Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Jose Graziano da Silva, Direktur Sumber Daya Perikanan FAO, serta Duta Besar RI untuk Italia August Parengkuan di markas FAO, Roma, September 2014. DOK. PRIBADI kan tidak usah bikin pabrik. Barangnya sudah ada semua. Tinggal sekarang bagaimana pro- mosi digiatkan dan urusan perizinan dipermu- dah. Di sektor pariwisata, apa problem yang terkait dengan perizinan? Saya kasih contoh, ya. Kami pantau ada 400-500 yacht atau kapal pesiar mewah kecil yang berseliweran di sekitar wilayah Indonesia tapi sulit masuk karena sistem perizinan lama sekali. Dibutuhkan izin satu bulan agar kapal layar bisa masuk Indonesia. Padahal, kalau dapat masuk dengan izin satu atau dua hari selesai, kapal-kapal itu akan berlayar masuk wilayah Indonesia dan mampir ke pelabuhan- pelabuhan seluruh provinsi. Mereka menyak- sikan kebudayaan dan seni di tiap provinsi. Mereka tentu akan menebarkan dolarnya sehingga akan membuka lapangan kerja dan memberi pemasukan kepada masyarakat di daerah yang disinggahinya.
  • 43.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW Terkait pencurian ikan di laut kita, Pak Jokowi pernah mewacanakan penggu- naan drone.... Berbicara soal illegal fishing, semua itu di- awali dengan kurangnya transparansi dalam masalah perizinan, soal pemberian lisensi ke- pada kapal-kapal penangkap ikan, terutama yang besar-besar. Indonesia memiliki 11 WPP (wilayah pengelolaan perikanan), yang setiap dua tahun harus merilis stok ikan yang ada di wilayahnya. Jadi harus ada kajian stok ikan di wilayah tersebut agar kita tahu berapa potensi ikan yang lestari di masing-masing wilayah. Kemudian dihitung berapa izin yang bisa diter- bitkan untuk berapa jenis kapal. Izinnya akan dibuat transparan dan dibuka ke publik agar bisa ikut memantau nama dan nomor kapalnya. Kapal yang mendapat izin juga dipasangi VMS (vessel monitoring systems). Jadi setiap pergerakannya akan se- lalu terpantau. Pada saat bersamaan, dipantau juga dengan satelit dan pusat patroli Angka- tan Udara. Itu yang dimaksud Presiden den- INTERVIEW GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM Industripariwisatakantidakusahbikinpabrik. Barangnyasudahadasemua.Tinggalsekarang bagaimanapromosidigiatkandanurusan perizinandipermudah.
  • 44.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW gan drone. Jadi dari WPP itu kita bisa melihat kapal-kapal yang legal atau ilegal. Dari kapal yang ilegal pun bisa diukur panjang kapalnya dan diinventarisasi berapa volumenya, sehing- ga kita tahu yang ilegal berapa jumlahnya dan volume yang ditangkap berapa besar. Kenapa asing diizinkan menangkap ikan di perairan kita? Dalam Undang-Undang Perikanan, luas laut Indonesia sekitar 5,7 juta kilometer persegi. Terdiri atas 1,9 juta kilometer persegi laut teri- torial, seperti Laut Jawa, Banda, Sulawesi, Se- lat Makassar. Tapi, di luar itu, 200 mil di luar batas terluar titik-titik pangkal ada namanya ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif). Di situ sumber daya alamnya milik kita, ikannya milik kita. Kalau punya laut sebesar itu dan potensi ikan di ZEE masih besar dan kapal Indonesia tidak bisa memanfaatkan, kan mubazir. Karena itu, kemudian diberikanlah izin kepada kapal asing untuk bekerja di wilayah ZEE ini. Tadi yang dibahas kan untuk pengusaha besar, bagaimana dengan nelayan kecil dan menengah? Kami juga mengupayakan nelayan tang- kap bisa mendapatkan sarana dan prasarana sehingga bisa bekerja. Mereka berlayar itu membutuhkan biaya dan bagaimana caranya biaya tersebut bisa dicari dengan sederhana, mulai kredit dari perbankan sampai dukungan asuransi. Sebab, nelayan kecil (dengan kapal ukuran) dari 5 sampai 10 gross ton sangat tidak bankable. Kalau mereka dibawa ke perbankan, sulit mendapat kredit. Kami juga mengupaya- Penyerahan Program FAO Tahun 2013 dari Direktur Jenderal FAO (kanan) kepada Direktur Sumber Daya Perikanan FAO Indroyono Soesilo. DOK. PRIBADI
  • 45.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW kan sistem rantai dingin. Cool boxes di kapal akan ditambah dan cool storage di pelabuhan perikanan ditambah. Pasokan listriknya bagaimana? Ya, memang harus ditambah. Cool storage tanpa listrik sama saja tidak jadi cool. Ikan itu harganya mahal kalau fresh atau beku. Kalau sistem rantai dingin dibangun dan ikan-ikan sudah terpilah-pilah dalam cool boxes kemu- dian masuk ke pelabuhan perikanan ada cool storage, nelayan-nelayan tidak akan menang- kap harian, tapi dapat sampai mingguan. Ka- lau cool storage penuh ikan, kapal-kapal besar akan datang juga. Ini rantai yang harus segera kami garap. Selama ini Kementerian ESDM kan di bawah Menko Perekonomian, kenapa sekarang di bawah Kementerian Maritim? Kita harus tahu, misalnya migas kita itu be- rada di sekitar 60 cekungan. Nah, 40 di antara- nya berada di lepas pantai. Selain itu, ada tiga sumber daya energi prioritas untuk didorong, yakni hydropower, batu bara, dan panas bumi. Dalam rangka mewujudkan itu, sistem periz- inan harus disederhanakan. Soal pengembangan energi nonkonven- sional, apakah bisa secara massal diber- dayakan? Brasil pada 1982 membuat program biofuel dari ampas tebu. Pak Habibie pernah men- Terhadappara nelayan,akan diupayakan programkredit dariperbankandan dukunganasuransi. DOK. PRIBADI
  • 46.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW coba dengan ketela. Idenya diambil dari Brasil. Indonesia waktu itu semangat ketika harga migas naik dari US$ 20 per barel jadi US$ 25. Tapi, begitu harga minyak turun menjadi US$ 9 pada 1983-1984, kita menyerah. Brasil tidak. Apa yang terjadi sekarang? Semua mobil di Brasil kandungan biofuel-nya sangat besar. Jatuhnyadisanapenggunaanbiofuelekuivalen dengan penggunaan minyak dan batu bara. Jadi, jika sekarang harga minyak US$ 90, Bra- sil itu menggunakan bahan bakar biofuel-nya dengan harga US$ 25. Hal seperti ini jugalah yang harus kita garap. Seberapa siap SDM kita mengembang- kan energi nonkonvensional? Oh, kita sebetulnya selalu siap. Tinggal kum- pulkan lagi para ahli yang dulu pernah mel- akukan kajian energi gelombang, angin, dan surya. Lalu kita undang para investor, siapa yang tertarik untuk membangunnya. DisektorESDM,khususnyamigas,yang disorot soal mafianya.... Ini bisa dikaitkan dengan transparansi per­ izinan. Langkah awalnya ya ini. Semua itu harus transparan. Berani enggak kita transparan. Kalau sudah terbuka, pelan-pelan hal itu bisa kita ta­ ngani.Kitamulaidenganlangkahkonseptual.Bu- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memperkenalkan satu persatu anggota kabinetnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10). CAHYO/SETPRES
  • 47.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil (kiri) bersama Menteri Koordinator Maritim Indroyono Soesilo (kanan) memimpin rapat koordinasi untuk membahas RAPBN di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10). YUDHI MAHATMA/ANTARA FOTO kanhitandrun.Kitabuattransparansaja.Berapa sih yang dibutuhkan, apakah kilang mi­nyak yang ada di Indonesia yang kemampuannya sekian ratus ribu barel per hari sudah mampu atau su- dah optimal? Saya dengar belum. Saya memang belumdapatangkayangdetail.Jumlahkemamp- uanpengolahandikilangminyakituxkiloliterper hari, tapi ternyata baru mampu melak­sanakan sekiankiloliterperhari.Berartimasihadapotensi untuk meningkatkan produksi migas dalam ne­ geri. Artinya, impor bisa dikurangi dan ini berarti bisa menghemat devisa. Ini langkah-langkah ke depan dan saya kira bisa kita lakukan. Undang-Undang Kelautan meng­ama­ natkan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Ini akan di bawah koordi- nasi siapa? Saya kira nanti awalnya kami akan bersama- samadenganKementerianKoordinatorPolitik, Hukum, dan Keamanan. Kita lihatlah ke depan. Sebelumnya memang ada Bakorkamla, yang memayungi 12 kementerian, lembaga. Masing- masing lembaga ini, kalau menjaga keamanan laut, membawa undang-undang sendiri. Mis- alnya, saya penyidik perikanan yang berpatroli di laut, ya bawa UU Perikanan. Kalau ada yang menyelundup, tugas Bea-Cukai dengan UU Perpajakan, dan seterusnya. Tentunya, kalau
  • 48.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERVIEW Direktur Jenderal FAO Jose Graziano da Silva (kanan) mengangkat Indroyono Soesilo sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan Akuakultur FAO, yang berkedudukan di Roma, November 2012. DOK. ISTIMEWA banyak sekali seperti ini, harus dikoordinasi- kan. Itu Bakorkamla yang cuma diatur dengan keputusan presiden. Dengan adanya UU Ke- lautan, dibentuk Bakamla sehingga tidak harus semua instansi memiliki kapal patroli sendiri. Misalnya kapal patroli Angkatan Laut ber- patroli di Laut Arafura, di kapal itu ada pe- nyidik perikanan, Bea-Cukai, Polri, penyidik Kementerian Perhubungan. Mereka berlayar bersama-sama. Kalau ada penyelundup, ya yang menyidik dari Bea-Cukai. Kalau ada per- ompak, begitu ditangkap, yang menyidik Polri. Langkah-langkah inilah yang ke depan akan dilakukan dengan adanya Bakamla, sehingga lebih optimal dan terintegrasi. PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT
  • 49.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BIODATA NAMA: Profesor Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo, MSc TEMPAT/TANGGAL LAHIR: Bandung, 27 Maret 1955 ISTRI:Dr Ir Nining Sri Astuti, MA ANAK: 1. Ostiawan Yudiantoro, SE Ak 2. Dwiyani Indraningsri, SS 3. Trihandoyo PENDIDIKAN: • S-1, Fakultas Teknik Ge- ologi Institut Teknologi Bandung, 1979 • S-2, Universitas Michi- gan, Amerika Serikat, 1981 • S-3, Universitas Iowa, Amerika Seri- kat, 1987 • Program Khusus di Remote Sensing Satellite Ground Station Management Training, Kanada, 1992 KARIER: •PegawaiBadanPengkajiandanPenerap­ an Teknologi (BPPT) • Dosen luar biasa Kursus Staf Senior TNI AD Seskoad Bandung • Asisten peneliti dan asisten dosen di Department of Geology, University of Iowa, Amerika Serikat • Dosen di Institut Teknologi Ban­dung; Program Pascasarjana di Institut Teknologi Sepuluh November, Sura- baya; Universitas Trisakti; dan Univer- sitas Indonesia • Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplo- rasi Laut Departemen Kelautan dan Peri- kanan, 1999 • Kepala Badan Riset Kelautan dan Per­ ikanan Departemen Kelautan dan Per­ ikanan • Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam • Sekretaris Menteri Koordinator Ke­ sejahteraan Rakyat • Direktur Sumber Daya Perikanan dan Akuakultur Food and Agriculture Or- ganization PENGHARGAAN: • Adhicipta Rekayasa Persatuan Insinyur Indonesia, 1993 • Satyalancana Pembangunan RI, 1995 • Satyalancana Karya Satya X, 1999 • Bintang Ajasa Utama, 1999 • Worldwide Permina Foundation Award, Amerika Serikat, 1980 • IndonesianCulturalFoundationAward, Amerika Serikat, 1981 • Isabel-Demple Foundation Award, Amerika Serikat, 1984 • Scientific Research Honor Society, Amerika Serikat, 1987 • Who’s Who of The World, 1998
  • 50.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOLOM OLEH: BURHANUDDIN MUHTADI BIODATA Nama: Burhanuddin Muhtadi Tempat/Tanggal Lahir: Rembang, 15 Desember 1977 H ARI sudah beranjak larut malam. Sebagian media sudah balik ke kantor untuk memberitakan pengumuman susunan Kabinet Kerja Joko Widodo- Jusuf Kalla, 26 Oktober 2014, pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba muncullah sosok Jokowi. Dia mengantarkan Ara (Maruarar Sirait) pulang dari gerbang samping Istana. Jokowi celangak-celinguk seperti mencari awak media yang tersisa. “Ara kawan baik saya. Dia akan tetap membantu saya di pemerintahan,” kata Jokowi tegas. Ara hanya tersenyum sambil tetap mengenakan baju putih yang disediakan Sekretariat Negara sebagai dress code calon menteri. Ada kegetiran yang tampak di wajah Jokowi. Dia mengantar sohibnya pulang dan menatap lama mobil yang membawa Ara berlalu dari sudut matanya. JOKOWI BUTUH KEMAMPUAN TEKNOKRASI DI TENGAH TARIKAN KEPENTINGAN POLITIK DAN TUNTUTAN PUBLIK YANG MELAMBUNG TINGGI. JOKOWI, BERHENTILAH ‘BERPUISI’
  • 51.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOLOM Inilah puncak dari drama tarik-ulur kabinet Jokowi dalam sepekan terakhir. Siang harinya, Ara bertandang ke kediaman Megawati Soekarnoputri untuk meminta restu atas rencana terpilihnya dia sebagai menteri. Konon, sang empunya rumah tak berkenan menemuinya. Jokowi tahu Ara sudah berjuang panjang bersama dirinya bahkan sebelum pemilihan gubernur di Jakarta. Jokowi mencoba buying time. Waktu pengumuman kabinet sudah diundurkan dari jadwal semula. Siapa tahu Mega berubah pikiran. Tapi harapan itu bertepuk sebelah tangan. Mega menggunakan “hak veto"-nya untuk mencoret nama Ara dari daftar. Dan Jokowi seolah-olah tak melawan. Sebenarnya, dalam perspektif Jawa, Jokowi menunjuk­kan konsolidasi perlawanan secara simbolis atas pencoretan Ara. Dengan menyebut secara terbukabahwaAraadalahsohibdekatnyadanakanmembantupemerintahannya, Jokowi mengirimkan pesan khusus bahwa dia tak menyerah. Wong Jawa anggone semu, sinamun samudana, sesadone ing adu manis. Inilah politik pasemon. Manusia Jawa cenderung semu atau terselubung. Jokowi tak sekadar melawan dalam diam. Susunan kabinet Jokowi memang tidak buruk, tapi juga tak bisa memunculkan “wow factor”. Inilah yang terbaik yang bisa dilakukan Jokowi di tengah realitas politik yang tak mudah. Jokowi bukan veto player, bukan pula “pemegang saham” terbesar di PDI Perjuangan. Jokowi juga harus berkompromi dengan partai- partai pendukung lainnya untuk melakukan akomodasi politik. Jokowi tidak bisa sepenuhnya memaksimalkan hak prerogatifnya ketika bicara nama-nama menteri yang direkomendasikan melalui jalur partai. Padahal rekrutmen pejabat publik via partai juga tak bisa memberi garansi meritokrasi. Masalahnya bukan sekadar partai kekurangan stok kader yang Pendidikan ● Teologi dan Filsafat IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2002 ● Master pertama Fakultas Asian Studies (MAPS) di Australian National University (ANU), Canberra, Australia ● Master kedua bidang political science (research) di ANU, 2008 ● Kandidat PhD di Department of Political and Social Change, ANU Aktivitas: ● Dosen di Program Diploma Ilmu Politik, FISIP UIN Syarif Hidayatullah dan
  • 52.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOLOM berkualitas, tapi sistem meritokrasi seringkali membentur tembok patronasi yang terlalu kuat di kalangan internal partai. Seleksi calon pejabat publik di dalam partai lebih sering ditentukan bukan oleh kriteria profesionalitas, melainkan kedekatan dengan elite. Jokowi tidak menyerah. Dia memanfaatkan KPK dan PPATK untuk menolak calon menteri yang bermasalah. Beberapa nama yang distabilo merah memang terjungkal, tapi daftar pengganti yang diusulkan partai juga tak serta- merta lebih baik dari sebelumnya. Inilah yang membuat publik tak melihat “wow effect” dalam kabinet Jokowi. Beruntung dia masih punya ruang manuver untuk menentukan secara lebih leluasa calon-calon menteri dari jalur profesional nonpartai. Beberapa di antaranya memang tak selalu sesuai dengan kompetensi danpengalamannya.Beberapapos kementerian terkesan sudah dipatoksebagaihargamatioleh partai pendukung. Akibatnya, prinsip the right person in the right place terpaksa dikorbankan. Sedikitnya 12 dari 16 menteri dari partai-partai pendukung mengisi portofolio kementerian yang tidak pas dengan kompetensi dan pengalamannya. Pascasarjana Universitas Paramadina ● Peneliti Senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) ● Peneliti di Center for the Study of Islam and Society ● Program Manager for Voter Education at The Asia Foundation dan Jaringan Islam Liberal (JIL), 2004 ● Koordinator Penelitian Moslem Perception on US Foreign Political Affair yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, PPIM, JIL, LSI, dan Freedom Institute, 2004 ● Program Manager for Voters Education in General Election 2004
  • 53.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOLOM Tapi apa mau dikata, jabatan menteri adalah political appointee. Jokowi tak bisa menafikan peran partai dalam sistem presidensial-multipartai ekstrem yang kita anut. Dalam desain politik seperti ini, politik transaksional yang bertumpu pada konsesi politik menjadi pemandangan lumrah. Profesionalisme dan meritokrasi tak lagimenjadiacuan.Ketegasanmenjadibarangmahalkarenaterlalubanyakkalkulasi politik yang menjadi konsiderans. Secara faktual, kekuatan oposisi mendominasi di parlemen. Jokowi hanya mengandalkan koalisi minimalis dari PDI Perjuangan, PKB, NasDem, Hanura, dan PPP. Total kekuatannya di parlemen cuma 44 persen. Jika kelima partainya tidak diakomodasi dalam kabinet, koalisi pendukung Jokowi bisa “masuk angin”. Stabilitas politik makin terganggu dan janji-janji Trisakti dan Nawa Cita Jokowi makin jauh panggang daripada api. Namun, di atas segalanya, ada harga yang harus dibayar karena tarik-ulur penyusunan kabinet Jokowi. Kredibilitas Jokowi sedikit tercoreng karena “penundaan” pengumuman kabinet. Padahal, ia telanjur berjanji bahwa, dalam waktu satu-dua hari setelah pelantikan, skuat kabinet akan diumumkan. Karena itu, protokol manajemen krisis harus segera dinyalakan. Terlalu banyak drama dan kekacauan informasi terkait tarik-menarik distribusi kekuasaan yang melucuti kredibilitas Jokowi. Kabinet ramping dan tanpa syarat terbukti sekadar retorika ketimbang kenyataan. Karena itu, Jokowi harus kembali menegakkan harga dirinya sebagai presiden yang merdeka dengan mempertegas komitmen agar semua menteri yang sudah dilantik menanggalkan jabatan strukturalnya di partai. Sejak awal, janji Jokowi agar menteri-menterinya tidak merangkap jabatan di partai sudah terpatri di memori publik. Namun, sejak pelantikan kabinet, baru tiga menteri dari NasDem yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan JIL, 2004 Karya: ● Civil Society dan Demokrasi: Survei tentang Partisipasi Sosial-Politik, Jakarta: INCIS, 2003 ● Mencari Akar Kultural Civil Society di Indonesia, Jakarta: INCIS, 2004 ● Quo Vadis Pemilu 2004?, Jakarta: Logos, 2004 ● Defisit Pelayanan Publik: Survei Opini Publik, Jakarta: INCIS, 2005 ● Dilema PKS: Suara dan Syariah, Kepustakaan Populer Gramedia, 2012 ● Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan,
  • 54.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KOLOM yang melepas jabatannya di partai. Tjahjo Kumolo juga sudah menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan Sekjen PDI Perjuangan. Namun Puan Maharani terkesan belum sepenuhnya “ikhlas” mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPP PDI Perjuangan. Dia mengatakan keputusan mundur- tidaknya tergantung fatwa Ketua Umum Megawati. Di sinilah ujian Jokowi berikutnya untuk menegakkan komitmen. Drama pengumuman susunan kabinet, di mana Jokowi meminta semua menterinya berlari ketika dipanggil, sementara Puan justru berjalan santai, telanjur menjadi tontonan publik. Juga sebelum sesi pemotretan, saat 33 menteri berjalan dari Istana Negara menuju Istana Merdeka, hanyaPuanMaharaniyangterlihatmenumpangikendaraangolfcar.Secarasimbolis, ini menunjukkan “ketidakberdayaan” Jokowi terhadap anak buahnya. Keberhasilanpemerintahnantinyabukanhanyaditentukancapaian-capaianfaktual semata, tapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan Jokowi dalam mengelola manajemen harapan publik. Berhentilah “berpuisi”, dan mulailah membuat “prosa”. “We campaign in poetry. But when we are elected, we are forced to govern in prose,” ujar Mario Cuomo. Jokowi sudah cukup lama “berpuisi”, menjejali publik dengan bait-bait yang indah didengar atau diseminarkan. Saatnya Jokowi membuat “prosa”, yang diisi dengan narasi yang menguraikan sekaligus menyelesaikan (gets things done). Jokowi butuh kemampuan teknokrasi di tengah tarikan kepentingan politik dan tuntutan publik yang melambung tinggi. Selamat bekerja! n Jakarta: Paramadina, 2012 ● Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres, Noura Books, 2013 Penghargaan: ● Anugerah Media dan Komunikator Terbaik Pilpres 2009 kategori pengamat dari strategic public relations ● Charta Awards kategori pengamat dari Charta Politika, 2010 MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 55.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Kepak sayap Pangandaran, 15 Januari 1965. “Susi, gambar apa ini? Pesawat terbang mahal- mahal, kok bawa ke­ ranjang ikan? Bau amis, atuh!” Menteri Susi Mengaku putus se- kolah karena sakit, tapi kata kawannya dia dikeluarkan gara-gara aksi golput pemilu dan sempat dikejar-kejar Babinsa. merintis bis- nis ekspor ikan dari jualan keliling. Susi ter- bang kian tinggi... Sejak kecil memimpikan ingin punya pesawat terbang. berani melerai bentrok nelayan vs preman. Pernah pimpin demo tolak sodetan sungai di Pangandaran. Maskapai Susi Air dengan rute perintisnya bikin Susi dekat dengan pejabat dan poli- tikus. Megawati dan Jokowi pernah carter pesawat Susi untuk kampanye. “Ibu Susi Men- teri Kelautan dan Perikanan ya,” “Yes!” Ikaaaann... 2004: Lahirnya Susi Air “Bisa Terbang ke lokasi Tsunami Aceh? TEKS: BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, MONIQUE SHINTAMI, OKTA WIGUNA | ILUSTRASI: KIAGUS AULIANSYAH
  • 56.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUSFOKUS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 SUSI SEMPAT RAGU MENERIMA TAWARAN JOKOWI JADI MENTERI. IA GALAU KALAU-KALAU TINGKAH LAKUNYA YANG NYENTRIK JUSTRU MEMBAWA DAMPAK NEGATIF BAGI KABINET JOKOWI. TELEPON MEGA SEBELUMKEISTANA
  • 57.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Tap untuk melihat Video S USI Pudjiastuti galau tingkat tinggi. Ia baru saja pulang dari Istana setelah bertemu Presiden Joko Widodo, Kamis 23 Oktober 2014. Hari-hari itu sebetulnya CEO Susi Air ini merencanakan terbang ke Amerika Serikat untuk menengok anaknya. Namun panggilan dari Istana tidak mungkin diabaikannya. Sang Presiden ternyata mengundang Susi ke Istana untuk mengajaknya masuk dalam KabinetKerja,yangakansegeradiumumkannya. Kepada Jokowi, Susi sempat mengaku bahwa ia adalah pebisnis yang dianggap “gila” dalam membangun perusahaan. Namun Jokowi justru menjawab Indonesia butuh orang-orang yang “gila” seperti Susi. Kemantapan Jokowi memilihnya menjadi menteri inilah yang membuat galau Susi. Ia merasa tidak cocok menjadi birokrat. Ia perempuan yang keras kepala serta tidak suka kompromi.Iajugatidakterbiasadenganaturan- aturanformalyangmembatasiseorangpejabat. Selaku CEO Susi Air, ia bebas berteriak bila ada pekerjaan yang tidak beres. “Di sini (KKP)
  • 58.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS kadang gemes tapi i have to hold it,” ucap Susi saat ditemui majalah detik di kantor barunya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta. Susi juga berat hati meninggalkan perusahaannya. Selama dua tahun ini, ia sangat menikmatitotalitasnyadiSusiAirhinggasukses mengantar maskapai perintis itu berkembang menjadi perusahaan berlevel internasional. Saking bingungnya, Susi bahkan curhat kepadasangcucuyangmasihberumur8tahun. Betapa kagetnya Susi mendengar pendapat cucunya itu. “Dia bilang, ‘Uti, this is significant job’. (Saya balik tanya) ‘Kamu bilang significant? Do you understand what is significant?’” cerita Susi. Selain sang cucu, sebenarnya Susi telah minta pendapat teman dekatnya yang lebih berpengalamandipemerintahan,yaknimantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja dan Wakil Bupati Ciamis Jeje Wiradinata. Sarwono menyarankan Susi agar menerima tawaran Jokowi. Meski tidak sekolah tinggi, pengalaman bisnis yang mengantarkan Susi mendapat penghargaan segudang itu diyakini Sarwono akan membuat Susi mampu memimpin KKP. Susi juga orang yang cerdas. “Saya bilang, ‘Pasti kamu bisa,’” ungkap Sarwono kepada majalah detik. Sementara, kepada Jeje, Susi belum menjelaskan apa posisi menteri yang akan disandangnya. Jeje adalah teman Susi ketika bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Pangandaran. Susi juga rekan seperjuangan Jeje saat membelakepentingannelayandipesisirselatan Jawa Barat itu. Karena itu, Susi selalu cerita apa saja kepada Jeje, termasuk soal panggilan Jokowi. “Dia bilang doain saja. (Saya tanya) apakah Menteri Perikanan? ‘Pokona, mah, (pokoknya) urusan lautlah,’” kata Jeje menirukan Susi saat ditemui majalah detik. Di tengah kegalauan itu, Susi pun merenung dan kembali menengok ke belakang perjalanan hidupnya. Perusahaan Susi Air bermula dari jualanikan.Iamembelipesawatuntukmengirim ikan sehingga bisnis komoditas laut itu maju Diabilangdoainsaja. (Sayatanya)apakah MenteriPerikanan? ‘Pokona,mah, (pokoknya)urusan lautlah. Wakil Bupati Ciamis Jeje Wiradinata BAHTIAR RIFAI/MAJALAH DETIK
  • 59.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS pesat selama satu dasawarsa ini. “Maybe the life calling me back to returning to fisheries,” ujar Susi. Dua hari setelah bertemu Jokowi, protokol kepresidenan memberi tahu secara resmi bahwa Susi ditunjuk menjadi Menteri KKP dan menyampaikan undangan ke Istana hari Minggu. “Sekretaris saya ditelepon Sabtu tengah malam,” kata Susi. Meski mendapat kepastian akan menjadi Menteri KKP, rasa bimbang masih menghinggapi Susi. Sampai akhirnya pagi hari sebelum melangkah ke Istana, Susi menelepon Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Susi dan Mega sudah berteman lebih dari sepuluh tahun. Pertemanan keduanya diperkuat oleh latar belakang sejarah yang cukup emosional. Ceritanya,ibundaMega,FatmawatiSoekarno, seringpelesirankePangandaran.Adalahibunda Susi, Suwuh Lasmi, yang selalu menjamunya di pendapa kawedanan. “Dulu ibunya Ibu (Mega) datang, ibu saya yang menjamu. Sekarang Megawati saat menghadiri pelantikan Kabinet Kerja Jokowi di Istana Merdeka. DOK. DETIKCOM
  • 60.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS anak Ibu (Suwuh) menjamu Ibu,” kata Susi, saat pertama bertemu Mega pada 2002, seperti ditirukan salah satu sumber yang menyaksikan pertemuan itu. Mega pun sering berkunjung dan menginap di rumah Susi. Kebetulan, Pangandaran salah satu lumbung suara PDI Perjuangan. Dalam empat kali pemilu terakhir, hanya sekali partai itu kalah, yakni saat pemilu 2004. Dalam setiap kunjungan itu, Mega selalu menyempatkan diri beristirahat dan makan siang di rumah Susi nan asri. Susi pun sering membantu kalau ada acara-acara PDI Perjuangan di Pangandaran. Suatu kali ada acara partai yang harus dihadiri Mega di Pangandaran, Susi sukarela meminjamkan pesawatnya untuk dipakai Mega. Karena merasa sudah dekat dengan Mega itulah maka Susi minta pertimbangan apakah sebaiknyamenerimaataumenolakjadimenteri. “Ibu, nanti kalau Susi enggak bisa kontrol, being ugly on the bad mood, misalnya, apakah itu tidak akan bikin jelek semua nanti?” kata Susi kepada Mega. Ia takut banyak pihak akan tercoreng namanya jika ia tidak becus memimpin KKP. Sayang, Susi tidak membuka apa “wejangan” Megawati. “Saya telepon ke Bu Mega sebagai pertimbangan saja,” kata Susi. Sedangkan mantan Gubernur Jawa Barat Solihin G.P., yang didaulat Susi menjadi penasihatnya, memberi kesaksian Susi tidak hanya dekat dengan Mega, tapi juga menjalin relasi baik dengan Jokowi. Mereka sering bertemu kalau sedang ada acara blusukan. Namun Susi mengaku baru bertemu secara personal dengan Jokowi cuma satu kali. Itu pun sambil lalu saja ketika keduanya sama-sama berada di Bandara Halim Perdana Kusuma. Peristiwa itu terjadi sebelum pelantikan presiden. Jokowi hendak pulang ke kampung halamannya di Solo. “Cuma dua menit,” cetus Susi. Tetangga Susi memberi kesaksian bukan Jokowi dan Mega saja yang dikenal Susi. Banyak pejabat di negeri ini dan petinggi militer yang sering berkunjung ke rumah Susi apabila sedang ke Pangandaran. “Jadi, pantas FOKUS Ibu,nantikalau Susienggakbisa kontrol,being uglyonthebad mood,misalnya, apakahitutidak akanbikinjelek semuananti? Susi Pudjiastuti. AGUNG PAMBUDHI/DETIKCOM
  • 61.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS jadi pejabat karena teman-temannya penggede semua,” kata tetangga Susi, Andersen, yang juga teman bermusik ayah Susi ini. Menurut Sarwono, di luar kedekatannya dengan para pejabat itu, Susi memang layak menjadi Menteri KKP. Susi adalah orang yang dinamis dan cerdas. Akhirnya, Minggu sore, Jokowi mengumumkan kabinetnya, dan memanggil Susidiurutankelima.“IbuSusiiniwirausahawati pekerja keras. Mulai dari nol sampai bisa menggabungkan dunia penerbangan dengan maritim. Saya meyakini Ibu Susi akan banyak bikin terobosan,” kata Jokowi. Maka, sore itu, begitu mengetahui berita di televisi, kagetlah keluarga besar Susi. Mereka tidak tahu Susi batal ke Amerika dan malah muncul di Istana. “Ya, banggalah,” kata adik Susi, Fuad Karlan. Masyarakat pun heboh mendapati tingkah nyentrik Susi. Ia membalikkan stereotip citra pejabat “baik-baik” yang umum selama ini. Ia memilikitatodisepanjangbetiskanannyayang, pada saat pelantikan Senin, keesokan harinya, bahkan mengintip di belahan kebaya Susi. Sebagai pejabat baru, Susi, yang seorang perempuan, juga tidak segan merokok di muka umum di lingkungan Istana Negara. Yang juga menjadi perdebatan, ia ternyata hanya tamatan SMP,sementaramenterilainnyabertitelprofesor. Publik pun ramai membahas sosok pemilik Susi Air tersebut. Komentar negatif dan positif sama-sama imbang. Di luar soal penampilan fisik dan pendidikan, mulai tersebar pula suara- suara yang meragukan kredibilitas bisnis Susi. Susi juga disebut bersuamikan warga negara Susi di halaman Istana Merdeka Jakarta. MOKSA/DETIKCOM FOKUS
  • 62.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUSFOKUS asing yang dikhawatirkan bisa mengganggu kerahasiaan kelautan NKRI. Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional (KNTI) Riza Damanik sampai mengirim informasi itu dalam bentuk surat kepada Jokowi. Katanya, Susi dapat menimbulkan konflik kepentingan. “Itu akan selalu sulit dihindari,” ujar Riza kepada majalah detik. Isu-isu miring itu rupanya mengusik Susi. Ia kesal waktu kerjanya habis hanya untuk mengklarifikasi isu. Terkait tudingan soal konflik kepentingan, Susi menyatakan sudah menyerahkan pengelolaan perusahaannya kepada orang kepercayaan. Susi Air ia serahkan kepada Mayjen (Purnawirawan) Sudrajat. Sementara, PT ASI Marine Production sudah diserahkan kepada Rustam Effendi. Ia pun mengaku saat ini menjadi orang tua tunggal--alias tidak bersuami--bagi tiga anaknya. Pengakuan ini tentu untuk menjawab kekhawatiran soal bocornya rahasia kelautan negeri ini. “Saya akan menunjukkan saya punya tanggung jawab. Itu yang saya lakukan,” kata Susi. Soal gayanya yang nyentrik, Susi pun mengaku tidak akan berubah. “Kalau saya mau berubah seperti birokrat atau ibu-ibu yang manis dan feminin, saya tidak bisa. Saya sudah 50 tahun seperti ini,” tegasnya. Sarwono menjamin Susi akan langsung tancap gas melakukan tugasnya sebagai menteri. “Kalian dapat menteri seperti Susi, diajak lari. Semoga napas kalian panjang aja,” kata Sarwono menasihati Salah satu armada Susi Air. DOK. SUSI AIR
  • 63.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS pegawaiKKP. Peringatan Sarwono tampaknya bukan omong kosong. Di hari pertama kerja, Susi langsung menetapkan jadwal masuk dimajukan dari pukul 08.00 WIB menjadi pukul 07.00 WIB. “Semakin pagi tambah semangat,” ucap Susi. Ia juga langsung menunjukkan ketegasan dalam memimpin lembaga itu. Ketika menggelar rapat dengan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu, 29 Oktober 2014, Susi beberapa kali“sewot”saatmengetahuipendapatankapal 30 GT jauh dari target. Menurut data KKP, kapal 30 GT saat ini berjumlah 5.000 buah. Dalam setahun, pendapatannya diketahui Rp 300 miliar. Berarti satu kapal per tahun hanya bisa menghasilkan Rp 60 juta. Padahal kapal tersebut minum solar subdisi1,5-2tonperhari.“Kitaminta(pendapatan) Rp 5-6 triliun. Wajar tidak? Kok diam? Setuju?” tanya Susi. “Setuju”, jawab peserta rapat. Ia juga akan me-review kembali izin-izin penangkapan ikan. Dalam dua bulan ini, penerbitan izin baru dimoratorium. Agarnelayanbisamelaut,iaakanmemastikan tersedianya bahan bakar dan berencana menghapus subsidi solar nelayan. Sebagai gantinya, subsidi itu akan berwujud alat-alat tangkap yang lebih mendukung. “Let see, i hope i never lose my temper, but i do my best,” janji Susi. ■ MONIQUE SHINTAMI, BAHTIAR RIFAI, AVITIA NURMATARI, ISFARI HIKMAT, IBAD DUROHMAN I IRWAN NUGROHO MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Kediaman Susi di jalan Merdeka, Pangandaran. ISFARI/MAJALAH DETIK FOKUS TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
  • 64.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 FOKUS DONGENG TATO PUTRI PAKHAJI SUSI BUKAN BERASAL DARI KELUARGA SEMBARANG. KELUARGANYA MERUPAKAN HAJI YANG DIHORMATI DI PESISIR PANGANDARAN. MENGAPA IA BERTATO?
  • 65.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS S USI Pudjiastuti adalah legenda tentang perempuan pemberani. Setidaknya begitulah bagi Wawan. Ia menjadi saksi bukti keberanian Susi empat belas tahun lalu. Susi,yangsedanghamilmuda,bisameredam rusuh antara nelayan dan preman. Padahal dua kelompok itu sudah rusuh selama dua hari di Terminal Pangandaran. Pada tahun 2000 itu, ratusan nelayan mengepung terminal. Mereka berteriak-teriak menantang semua preman. Para nelayan menuntut balas setelah seorang nelayan dikeroyok preman. Wawan,yangsaatitumasihberusia23tahun, ikut bergerombol bersama nelayan. Susi, yang mendapat laporan itu, pun langsung turun tangan, terlebih sudah empat preman tewas. Susi, yang saat itu terkenal sebagai pengusaha ikan, ternyata sangat disegani para nelayan. Para nelayan yang sudah mulai beringas dengan mengancam pembakaran kantor polisi, manut saja pada Susi. “Ibu Susi yang meredakan. Padahal tadinya enggak bisa Susi Pudjiastuti bersama rekan di kabinet AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM.
  • 66.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS reda,” kisah Wawan. Susi bukanlah pengusaha biasa di Pangandaran. Ia merupakan anak ketiga pasangan Haji Karlan dan Suwuh Lasmi, orang kaya di wilayah itu. Saat masih kelas lima sekolah dasar saja Susi sudah diajari menyetir mobil Land Rover sang ayah. KekayaanorangtuaSusitidakbisadilepaskan dari garis Haji Ireng. Kakek buyut Susi ini adalah tuan tanah di Pangandaran. Semua warisan Haji Ireng jatuh ke tangan Suwuh karena ia menjadi ahli waris satu-satunya setelah sang adik, Abdullah, meninggal. Semula, Karlan hanya menjadi PNS di Pangandaran. Namun ia pensiun setelah menikahdenganSuwuh.Ialantasterjunmenjadi pengusaha. Karlan sering meminjamkan alat penangkap ikan dan kredit kepada nelayan. Makanya seluruh nelayan gampang akrab dengan Susi. Tak hanya di kalangan nelayan, Karlan juga terkenal di pemerintahan. Slamet, sahabat Karlan, mengungkapkan Karlan turut terjun dalam proyek borongan pemerintah. Ia memenangi tender beberapa proyek, salah satunya pembangunan kantor urusan agama (KUA). Bagi warga Pangandaran, Susi merupakan penjelmaan Karlan. Mereka sangat mirip. Lagak bicara dan kebiasaan Susi menyetir mobil benar-benar mirip Karlan. “Susi memahami cara bapaknya berbincang dengan nelayan sehingga cepat akrab,” tutur Slamet. Memiliki nama besar bapak dan moyangnya, Susi tetap tidak mau berpangku tangan. Ia memilih jalan hidup berliku. Sejak remaja, ia tidak mau bergantung pada kekayaan ayahnya. Tahun 1980, Susi melanjutkan sekolah ke SMA 1 Yogyakarta. Fuad menyebutkan SMP 1 Pangandaran, tempat Susi melewatkan pendidikan menengah pertama BAHTIAR/DETIKCOM FOKUSFOKUS
  • 67.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS kakaknya ingin menempuh sekolah di kota pelajar itu karena memiliki nilai yang bagus di SMP 1 Pangandaran. Karlansendiritidakpernahteledormemenuhi kebutuhan hidup anaknya di perantauan. Susi tinggal indekos di dekat sekolahnya. Tempat kosnya itu kini menjadi taman kanak-kanak. Namun ia belajar mandiri dengan mulai berdagang apa saja kepada teman-temannya. “Dagangannya macam-macam, dari kaus sampai makanan kecil,” kisah Fuad. Di tengah jalan, ternyata sekolah Susi tidak berlangsung mulus. Ia keluar dari sekolah saat menempuh kelas dua, sekitar tahun 1981. Konon, Susi dikeluarkan karena mendukung aksi golput. “Isunya, ia juga menjual kaus gerakan golput,” kata Fuad. Karyawan PT ASI Marine Production yang akrab dengan Susi menyebutkan bosnya pernah dicari-cari Koramil dan polisi setelah dikeluarkan dari SMA 1 Yogyakarta. “Ibu Susi itu sendiri golput, lo. Sampai dikejar- kejar, dia sempat ditangkap polisi. Waktu itu barukeluardarisekolah,lagimenganggur,”ucap karyawan yang tidak mau disebut namanya itu. Slamet, yang juga guru olahraga Susi di SMP, tidakheranbilaSusiberanigolputmeskizaman Soeharto dilarang. Muridnya tersebut berani berdebat dengan guru. “Dia satu-satunya siswa yang berani bertanya di dalam kelas,” kata FOKUS SMA I Yogyakarta (kiri) dan kos Susi yang kini menjadi TK (kanan) EDZAN RAHARJO/DETIKCOM FOKUS
  • 68.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Slamet. Wawasan Susi juga luas karena gemar membaca. Bacaannya pun tidak sembarangan: buku-buku sosial, novel, dan filsafat. Namun keterangan resmi dari sekolah itu menyebutkanSusikeluarkarenamengundurkan diri, bukan dikeluarkan karena golput. Kepala Sekolah SMA 1 Yogyakarta, Rudy Prakanto, menyebutkan alasan Susi mengundurkan diri kemungkinan karena sering sakit. “Kalau nilainya sendiri normal, ada enam, tujuh, dan bahasa Indonesia dapat delapan, kok,” jelas Rudy. Pengakuan guru-guru yang pernah mengajar pada tahun 1980-an menyebutkan Susi sering membawa obat ke sekolah karena keluhan sakit. PadasaatituSusijatuhdaritanggatempatnya kos. Kepalanya terbentur dinding hingga ia harus rebah di kamar selama berhari-hari. Orang tuanya lantas menjemputnya untuk pulang. Hanya saja, setelah sembuh, ia tidak mau melanjutkan sekolah. Karlan sangat berang dengan sikap Susi yang tidak mau sekolah lagi. Ia sampai tidak mau berteguran dengan Susi selama hampir setahun. Lepas dari sekolah, ia lantas pulang ke Pangandaran. Ia menjalani masa-masa sulit karena menganggur. Daftar kebandelan Susi bertambah. Keterlibatannya menjadi golput di era Orde Baru bukan satu-satunya masalah Susi dengan polisi. Fuad mengaku kakaknya sempat membandel usai keluar SMA. Beberapa polisi pernah bertandang terkait kenakalan yang ia perbuat. Hanya saja Fuad tak mau merincinya. Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran BAHTIAR/DETIKCOM FOKUS
  • 69.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Selain itu, kebiasaan Susi mulai bertambah. Ia mulai mengenal rokok. Sejak menginjak bangku SMA, kepulan asap tembakau tidak pernah lepas dari Susi. Orang tuanya sudah berkali-kali memperingatkan, namun tetap saja tak digubris. Untungnya, masa ini tidak lama. Susi mulai meneruskan usaha dagang yang ia pelajari di Yogyakarta, dan dagangannya kini merambah ke alat-alat rumah tangga. Sering keliling Pangandaran dan menyadari tempat kelahirannya itu merupakan penghasil ikanterbesar,Susipunmulaitertarikberdagang ikan. Tahun 1982, ia mulai merambah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran untuk “menembak” ikan dari nelayan. Usaha ini digelutinya dengan caranya sendiri. Mantan suaminya, Yoyok Yudi Suharyo, mengaku Susi sangat cermat mengawasi pekerjaan. Bahkan ia rela bekerja bersanding dengan pegawainya. “Dia itu orangnya sangat genius, terus dia kelihatannya mendalami, apalagi setelah menikah enggak bisa dicegah dan dilarang. Sampai nyuci udang itu harus sendiri,” jelasnya. Bisnispunberkembangdengantangandingin Susi. Kini ia, yang cuma punya ijazah SMP itu, tak hanya berdagang ikan tetapi juga memiliki maskapai penerbangan untuk mengirim hasil laut. Ia makin dihormati nelayan karena menggairahkan pasar ikan. Ia selalu membeli ikan dengan harga tinggi. Tapi,diselakesibukanbisnisnyaitu,Susiternyata terus melakukan aktivitas nyentrik lainnya. Konon, tahun 1999, ia sengaja pergi ke Bali untuk merajah kakinya. Saat itu, Susi baru saja cerai dari suaminya yang kedua, Daniel Kaiser. “Kan dia goyah. Kalian tahu enggak tatonya apa? Itu burung phoenix. Burung itu katanya untuk keberuntungan. Dia bilang, ‘Moga-moga gue hoki kayak burung phoenix,’” kata sumber yang dekat dengan Susi. Gambar hewan yang melambangkan kemujuran itu terpampang jelas di kakinya. Kini ia menjadi satu-satunya anggota Kabinet Kerja Jokowi yang memiliki tato. ■ BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT (PANGANDARAN), EDZAN RAHARJO (YOGYAKARTA), MONIQUE SHINTAMI (JAKARTA) I ARYO BHAWONO Suami pertama Susi, Yoyok Yudi Suharyo BAHTIAR/DETIKCOM
  • 70.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS S USI Pudjiastuti menyimpan kisah asmara berliku. Kerabat dan kawan dekat Susi mengetahui Menteri KelautandanPerikananinimenikahtiga kali, dua suami terakhirnya berkewarganegaraan asing. Suami pertama Susi bernama Yoyok Yudi Suharyo, pedagang ikan asal Banyumas, Jawa Tengah. Boleh dibilang, Yoyok adalah cinta pertama Susi. Mereka bertemu saat Susi tengah getol belajar usaha dagang ikan pada 1983. Yoyok mengaku perkenalan mereka terjadi di Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran saat “nembak” ikan alias menawar ikan dari nelayan. Adik kelas Susi semasa SMP memperkenalkan mereka berdua. Keduanya menjalani masa pacaran kilat. Tahun itu juga mereka menikah. “Awalnya dia itu ke lelang, mau beli ikan. Begitu saja. Terus ketemu saya, nyambung, sampai kemudian menikah,” ujar Yoyokketikaditemuimajalahdetikdirumahnya, Jalan Pramuka, Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Pasanganinimenerimaberkahsetelahmenikah. Usaha mereka berkibar di seantero pesisir selatan dan utara Jawa hingga sebagian Sumatera. Susi gigih mengembangkan usaha, Yoyok pun terus membuka jaringan dagang. “Yoyok-Susi itu identik sekali dari pantai utara dan selatan Jawa, sampai Bengkulu, Lampung, semua sudah pada tahu,” Yoyok mengenang. Namunhubunganinihanyaberlangsungsekitar lima tahun. Keduanya mengakhiri pernikahan pada 1988. Baik Yoyok maupun Susi tidak menyebutkan alasannya. Hanya, Yoyok bilang TIGA KISAH CINTA IBUMENTERI FOKUS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 FOKUS
  • 71.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Susi orang yang sangat keras. Pada 1991, Susi bertemu dengan Daniel Kaiser. Ia seorang teknisi pesawat berkewarganegaraan Swiss yang tengah bertandang di restoran milik Susi,HilmanFishFarmRestaurantdiPangandaran. “Pertama kali bertemu dengannya di restoran miliknya. Dia buat restoran sangat cantik, dari kayu. Suatu hari saya di sana, dan kami jatuh cinta,” tutur Daniel. Masa pacaran Daniel hanya berlangsung setahun, mereka kemudian menikah pada 1992 di Pangandaran. Namun Daniel memiliki kenangan mendalam dengan Susi. Ia menorehkan banyak kenangan indah selama berumah tangga dengan Susi. Yang paling berkesan adalah menyisir Pantai Pangandaran dengan sepeda motor. Bahkan ia menjuluki mantan istrinya itu Putri Laut. Daniel merupakan satu-satunya mantan suami Susi yang hadir saat serah-terima jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada Rabu, 29 Oktober lalu. Ia yakin mantan istrinya itu bisa memberikan kontribusi besar untuk Indonesia. Hubungan mereka kandas pada 1999. Daniel tidak menyebut alasannya. Hanya, ia memuji Susi sebagai pribadi yang tangguh. Suaminya terakhir adalah Christian von Strombeck. Namun informasi mengenai Christian tidak banyak. Hanya saja, rekan Susi yang kini menjabat Wakil Bupati Ciamis, Jeje Wiradinata, FOKUS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Susi berenang bersama anak dan keluarganya REPRO Tap untuk mendengar testimoni Mantan Suami pertama Susi, Yoyok Yudi Suharyo
  • 72.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 menyebutkan mereka menikah di Pangandaran. “Yang saya tahu, (Susi) sudah tiga kali kawin. Yang pertama orang sini, namanya Yoyok, lalu Daniel, dan Christian,” ujarnya. Hubungan ini membuahkan tiga anak, yakni Panji Hilmansyah ketika bersama Yoyok, Nadine Kaiser ketika bersama Daniel, dan Alvy Xavier ketika bersama Christian. Panji kini tengah menempuh pendidikan instrukturpenerbangandiNaples,Florida,Amerika Serikat. Ia sudah memberikan satu cucu kepada Susi. Nadine menyelesaikan sarjana penerbangan diEmbry-Riddle,Daytona.Sedangkanyangpaling kecil masih bersekolah di Jakarta. NamunSusihanyamenyebutkanbahwadirinya menikah dua kali. Ia tidak mau ambil pusing dengan gosip soal keluarganya. Ia berkeberatan bila diwawancarai masalah pribadi. Ia mau disorot program dan kinerjanya sebagai menteri. Yang jelas, sebagai nenek bercucu satu, Susi menegaskan kehidupannya sudah bahagia. “Saya menikah dua kali dan sekarang single parent. And I proud of my children,” Susi menegaskan. ■ MONIQUE SHINTAMI, BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT | ARYO BHAWONO Susi memeluk mantan suaminya, Daniel Kaiser CNN INDONESIA Tap untuk mendengar testimoni Mantan Suami kedua Susi, Daniel Kaiser
  • 73.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUSFOKUS IKUT LELANG IKAN DAN LOBSTER, SUSI MALAH MENAWAR LEBIH TINGGI KETIMBANG HARGA PASAR DAN SETELAH ITU DILEPAS KE LAUT. GAYA BISNIS NYELENEH BIKIN IA DISEGANI. GAYA BISNIS ANEH SUSI MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 74.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS S EBANYAK 30 bus melaju dari Pangandaran dengan tujuan akhir gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Pada 1999 itu, penumpang bus itu hendak berdemo menolak proyek sodetan Sungai Citanduy ke Pantai Pangandaran. Kala itu proyek tinggal selangkah lagi dimulai karena Asian Development Bank (ADB) sudah siap mengucurkan dana. Lahan-lahan sudah dibebaskan Departemen Pekerjaan Umum dan alat-alat berat juga sudah sampai ke Pangan- daran. Saat masa genting itu, telepon Jeje Wira- dinata berdering. Kala itu Jeje adalah ang- gota DPRD Ciamis, Jawa Barat. Yang men- gontak adalah kakak kelas semasa sekolah dasar, Susi Pudjiastuti. “Je, di mana?” “Saya di Ciamis.” “ItuadapertemuandiKementerianLingkung­ an Hidup. Sudah, ke sana naik pesawat, nanti kamu tidur di sana.” Jeje, yang kini Wakil Bupati Ciamis, bercerita Susi memang jadi motor penolakan sodetan Citanduy ke Jakarta. “Biaya aksi itu 99 persen dari Ibu (Susi),” ujarnya. Menurut Jeje, Susi berorasi di jalanan serta menemui pakar kelautan dan lingkungan hidup demi meminta analisis kerugian proyek sodet­ an senilai US$ 70 juta itu. Susi dan rombongan juga menggeruduk kantor ADB di Jakarta. Aksi Susi ini tertangkap radar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), yang mengirimnya ke markas ADB di Manila, Filipina. Bersama jaringan lembaga swadaya masyarakat lainnya di Asia, menurut Direktur Walhi kala itu, Emmy Hafild, Susi minta proyek itu dibatalkan. Sodetan Citanduy dibuat demi mengatasi pendangkalan muaranya di Pantai Segara Anakan, yang mendatangkan banjir di Cilacap, Jawa Tengah. Namun ide membuang air dengan sodetan ke Pangandaran bisa mematikan terumbu ka- rang karena airnya jadi payau. Sampah yang terbawa aliran Citanduy juga diprediksi mema- Saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1997, bisnis ekspor hasil laut dan pabrik pengolahan ikan milik Susi tengah morat-marit dihajar krisis moneter.
  • 75.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS tikan kawasan wisata di sana. Rusaknya kawasan perairan Pangandaran bakal mengurangi tangkapan ikan, udang, serta lobster oleh nelayan. Itu berarti bisnis Susi yang baru bangkit lagi pun bakal ikut mati karena dia sangat mengandalkan hasil kerja nelayan. Saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1997, bisnis ekspor hasil laut dan pabrik peng­ olahan ikan milik Susi morat-marit. Rupa-rupa cara dilakukan Susi buat menyelamatkan usa­ hanya, termasuk menjual semua mobilnya. Padaepisodeterpurukitu,yangtersisahanya mobil minibus Mitsubishi L300. Tapi Susi cuek saja naik mobil itu, bahkan saat bertemu de­ ngan petinggi sekalipun. Pantai Pangandaran, Jawa Barat, dipadati wisatawan. ANTARAFOTO
  • 76.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Namun itu rupanya tidak cukup. Tetangga Susi, Slamet, bercerita, saat itu bank mulai menyegel aset-aset Susi di Pangandaran. Tapi krisis yang membuat nilai tukar rupiah merosot itu jadi berkah tersendiri. Susi misalnya mulai menjual ikan layur, yang pada 1990-an itu harganya hanya Rp 700 per kilogram. Karena harga layur murah, nelayan Pangandaran hanya menjadikannya lauk di ru- mah. Tapi Susi menemukan jalan mengekspornya ke luar negeri, yang laku hingga Rp 12 ribu per kilogram karena tingginya nilai dollar. Untung besar, bisnis Susi tak jadi bang- krut, malah belakangan mem- beli pesawat buat mengekspor hasil laut. Sukses menggagalkan so­ detan Citanduy juga meng­ angkat Susi jadi pengusaha yang dikenal di level nasional. Setelah berhasil mengepakkan sayap bisnisnya dengan maska- pai penerbangan Susi Air, ia didapuk ke Dewan Penasihat Himpunan Nelayan Seluruh Indo- nesia dan Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan Usaha Kecil-Menengah Kadin Indonesia periode 2004-2010. l l l BakatbisnisSusisudahterlihatsaatiaremaja. Adik Susi, Fuad Karlan, ingat kakaknya itu su- dah berjualan kue dan batik saat indekos di Yo- gyakarta. Putus sekolah saat kelas II SMA, Susi pulang ke Pangandaran dan mulai berjualan ikan. “Pertamanya jualan ikan ketengan, sambil jalan, sambil naik sepeda ontel,” kata Fuad saat ditemui majalah detik. Banyak yang mencibir Susi berdagang ikan keliling. Pasalnya, ia keturunan Kaji Ireng, orang terpandangdiPangandaran.NamunFuad,yang sempat berjualan bensin, mengatakan mereka tidak merasa malu. Fuadbercerita,Susipukultigapagiberangkat ke pantai karena nelayan sudah mulai kembali dari melaut. Susi pulang lagi pukul sembilan malam. Saat membeli ikan di pelelangan itulah Susi bertemu dengan Yoyok Yudi Suharyo. Pada 1983 itu, Yoyok, yang 12 tahun lebih tua ketim- bang Susi, adalah jagoan menawar alias “nem- bak” ikan di pelelangan ikan di pantai selatan, Pertamanya jualan ikan ketengan, sambil jalan, sambil naik sepeda ontel. ~Fuad Karlan
  • 77.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS mulai Cilacap hingga Pelabuhan Ratu. Tahun itu juga mereka menikah dan sama- sama membeli ikan dari nelayan, lalu menyalur- kan ikan ke perusahaan hasil laut. “Jadi Ibu Susi dilatih sama Mas Yoyok. Dia senior di sini,” kata pegawai Tempat Pelelangan Ikan Pangandaran, Sunanto, 47 tahun. Nama Yoyok-Susi saat itu sangat kondang di pelelangan ikan pantai selatan Jawa Barat, bah- kan hingga ke Cirebon, Jawa Barat, dan Cilacap, Jawa Tengah. Yoyok ingat, saat itu Susi selalu turun tangan sendiri mengantar ikan ke peru- sahaan di Surabaya. “Saat hamil sampai kand- ungan umur sembilan bulan masih ikut ngawal ikan,” kata Yoyok kepada majalah detik. Bisnis hasil laut Susi mulai naik level ketika ia bertemu dengan Rustam Efendy, yang datang ke Pangandaran pada 1986. Rustam, yang be­ kerja di perusahaan eksportir hasil laut di Jakar- ta, ingin membeli udang dogol kualitas nomor wahid, yang adanya di Pangandaran. Namun Rustam ditolak di Tempat Pelelangan TPI Pangandaran tempat dulu Susi mengawali bisnis. BAHTIAR/DETIKCOM
  • 78.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS Ikan Pangandaran karena tidak punya kartu anggota. Ia dibisiki orang-orang setempat agar minta tolong kepada Susi. Setelah berembuk, akhirnya kedua perokok berat ini sepakat, Susi yang membeli di pelelangan, Rustam yang me- nyiapkan kendaraan pengangkut ke Jakarta. Bercerai dari Yoyok pada 1988, Susi me- neruskan bisnis ekspor ikan dengan bendera PT Andika Samudera. Para ne- layan dan pegawai pelelangan ikan masih ingat betul setiap hari mereka melihat Susi yang bercelana pendek datang pada dini hari menaiki sepeda motor trail. Tapi berbeda dengan dulu saat bersama Yoyok, gaya menawar ikan Susi di pelelangan perlahan-lahan berubah. Sunanto, yang tahu betul perubahan itu, mengatakan, belakangan Susi malah sengaja menawar tinggi kalau ada pembeli yang menyebut harga ren- dah kepada nelayan. Wawan, 37 tahun, yang sehari-hari jadi ne- layan di Pangandaran, bahkan sedih jika Susi tidak ada di pelelangan. Kalau ada Susi, kata dia, biasanya dia dapat harga yang lebih baik. “Pengusaha mesti tahu, good price kepada nelayan akan increase (motivasi) mereka juga untuknangkap,”kataSusisaatditemuimajalah detik di kantornya, Kamis, 30 Oktober 2014. Menurut Slamet, yang berkarib dengan ayah Susi, Karlan, perempuan asli Pangandaran itu memang belakangan tak perlu bersusah-payah menawar di pelelangan. Susi mengikat nelayan dengan meminjamkan perahu dan jaring de­ ngan syarat semua ikan dijual kepadanya. Tak aneh jika Susi tak perlu lagi pagi buta datang ke pelelangan seperti saat masih jualan ikan keliling. Dulu, kata karyawan pelelangan, Ade Mian, 58 tahun, Susi datang bersama sepuluh karyawan sekitar pukul delapan pagi. Sekarang tinggal karyawan yang muncul, sang bos jarang kelihatan. KalaupunSusiberbelanjakepelelangan,Fuad melihat kakaknya itu aneh. Dia memborong lobster kecil dan yang ada telur di perutnya. Semua itu dia lempar lagi ke laut. Ia juga membuang mobil bekas ke laut, yang bikin orang Pangandaran heran. Ternyata mobil itu buat rumpon untuk menarik ikan dan udang Pengusaha mesti tahu, good price kepada nelayan akan increase (motivasi) mereka juga untuk nangkap.
  • 79.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS beranak-pinak di sana. “Jadi dulu nelayan setiap tiga bulan sekali di-briefing sama Ibu (Susi),” kata Fuad. Menurut Susi, pengusaha perikanan mesti menjamin ketersediaan ikan buat ditangkap nelayan. Ia bahkan sengaja menerbangkan ikan kecil dari pelelangan Pangandaran buat dilepas di perairan Pulau Simeulue, Aceh. Ikan- ikan kecil itu naik Susi Air ke Jakarta, diteruskan de­ngan pesawat Garuda Indonesia ke Medan, lalu dengan Susi Air lagi hingga ke Simeulue. Gaya Susi menjadi bos di kantor pun sama tak lazimnya dengan saat membeli tangkap­ an nelayan. Setidaknya itu menurut Rustam Efendy, yang belakangan “dibajak” Susi bekerja di perusahaannya yang berganti nama jadi PT ASI Marine Product. Rustam berkali-kali melihat Susi geregetan jika ada pekerjaan yang belum diselesaikan se- hingga mesti turun tangan sendiri. Bahkan Susi pun tak sungkan mengepel lantai kantor. “Ya Allah… CEO ngepel, kami yang enggak pernah ngepel mau tidak mau ikut ngepel juga.” Pada 2004, Susi membuat terobosan baru dalam bisnis ekspor ikannya. Ia membeli pe- sawat buat mengangkut ikan dari Pangandaran Kantor Susi Air di Pangandaran, Jawa Barat. BAHTIAR/DETIKCOM
  • 80.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS ke Jakarta. Rustam menjelaskan mereka mengekspor lobster ke Jepang. Masalahnya, jumlah tang- kapan lobster itu bergantung pada musim, sementara buat ekspor ke luar negeri harus mengumpulkan hingga 24 ton. Jika dikirim memakai kapal laut ke Jakarta, nantinya harus antre lagi di pelabuhan sehingga lobster sudah tidak segar ketika sampai di negara tujuan. Susi, yang sudah bersama Christian von Strombeck, yang paham dunia penerbangan, akhirnya menggagas pemakaian pesawat. “Ka- rena ada pikiran itu, di- belilah pesawat supaya 1 ton bisa berangkat,” kata Rustam. Dengan pesawat, berapa pun hasil laut yang ada langsung dikirim ke eksportir besar di Ja- karta. “Mutunya beda kalau dikirim sehari sama ditunggu satu bulan baru kirim,” kata Rustam. Dua pesawat buat mengangkut hasil laut itu- lah yang dibawa Susi buat mengantar bantuan ke Aceh, yang baru saja dilanda gelombang tsunami. Terbang membawa bantuan ke Meulaboh dan Pulau Simeulue ini membawa berkah tersendiri buat Susi. Pertama, Susi bisa masuk dan berbisnis lobster di Simeulue, yang sebe­ lumnya tak terjangkau pesawatnya karena tak ada perusahaan asuransi yang mau menjamin penerbangan ke daerah konflik. Berkah kedua dari mengantar bantuan ke korban tsunami Aceh adalah ide mengubah Susi Air dari pesawat kargo ke maskapai ko­ mersial. Ide itu muncul setelah dua pesawat Susi Air untuk sementara ditaruh di Medan karena dicarter para relawan serta aktivis lem- baga swadaya masyarakat lokal dan asing yang hendak masuk Aceh. Seusai masa tanggap darurat tsunami itu, Susi mulai merintis rute komersial di sekitar Medan pada 2006 memakai dua pesawat itu. Perlahan tapi pasti, ia menambah armadanya hingga mencapai 50 pesawat yang melayani 204 rute. Kini Susi Air punya 23 basis operasi di Suma­ tera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Amerika. Ya Allah… CEO ngepel, kami yang enggak pernah ngepel mau tidak mau ikut ngepel juga.
  • 81.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOKUS SusiberencanamembukabasisbarudiBandara Seletar, Singapura. “It’s a great company. It’s not perfect, but very beautiful company.” Rekam jejak Susi Air memang tak sempurna. Rute-rute perintis yang menembus medan berat dengan landasan seadanya membuat pesawat Susi Air tiga kali jatuh. Setiap kali ada kecelakaan itu, Susi biasanya menggelar ­pe­ngajian di masjid depan rumahnya. Kini, setelah jadi menteri, Susi melepas po- sisinya di kedua sayap bisnis yang mempeker- jakan sekitar 800 orang, termasuk 200 ekspa- triat yang tersebar di seluruh Indonesia. PT ASI Marine Product dipercayakan kepada Rustam. Sedangkan Susi Air dititipkan kepada Mayjen (Purnawirawan) Sudrajat. n BAHTIAR RIFAI, ISFARI HIKMAT, MONIQUE SHINTAMI, IBAD DURROHMAN | OKTA WIGUNA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Helikopter Susi Air di sebuah gedung bertingkat di Jakarta. Susi punya 50 pesawat dan helikopter yang melayani 204 rute. DOK. SUSIAIR
  • 82.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KATA PAK JOKOWI, NEGERIINI BUTUHORANG GILASEPERTI SAYA SUSI PUDJIASTUTI: “SAYA TIDAK TERBIASA DENGAN ATURAN, DENGAN RESTRICTION (LARANGAN), DON’T DO THIS, DON’T DO THAT.”
  • 83.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 “K AN sudah saya bilang, ke- marin itu wawancara tera- khir,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjias- tuti begitu ditemui majalahdetik. Ia mengaku terganggu oleh pemberitaan yang lebih ban- yak menyorot masalah pribadinya dibanding masalah kerja dan tanggung jawabnya sebagai menteri. Setelah diyakinkan bahwa wawancara tidak akan mengungkit masalah pribadi, tapi lebih banyak terkait dengan programnya untuk ke- lautan dan perikanan, Ibu Menteri baru berse- dia diwawancarai. Sepanjang wawancara, Susi sangat antusias menjelaskan rencana-rencana kerjanya. Ia me- mahami dan menguasai dunia perikanan. Ia juga sangat geram oleh tingkah nelayan yang tidak peduli terhadap lingkungan. Susi mengaku awalnya ragu untuk meneri- ma tawaran menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Ia khawatir tingkah lakunya yang aneh di mata kebanyakan orang justru akan men- jelekkan kabinet Jokowi. Tapi Presiden Jokowi meyakinkan Susi bahwa negara ini membutuh- kannya. “Pak Jokowi waktu itu bilang, ‘Negeri ini perlu perubahan, Bu Susi.’ Saya bilang, ‘Bapak tahu saya ini kadang dianggap orang sedikit gila.’ ‘Kita perlu orang gila,’ kata Pak Jokowi,” ujarnya diiringi tertawa terbahak. Sepanjang wawan- cara, Susi menggunakan bahasa campuran In- donesia dengan Inggris. Berikut ini wawancara Monique Shintami Video
  • 84.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 dari majalah detik dengan Menteri Susi. Bagaimana cara memperbaiki (masalah) kelautan dan kehidupan nelayan? Saya pikir itu hal yang sangat simpel diker- jakan. Kalau pengusaha mengerjakan hal yang sama, that will be good. Investasi tidak besar, hanya jala apung untuk tampung, kemudian perahu untuk bawa nelayan tangkap. Kemudi- an (ikan dan lobster) yang bertelur tidak boleh diambil. Lalu ikan yang kecil tidak boleh diam- bil, saya tidak mau tampung. Ikan dan lobster yang kecil-kecil dari Pangan- daran saya bawa ke Medan. Dari Pangan- daran ke Jakarta pakai Susi Air, lalu dari Ja- karta ke Medan pakai Garuda. Dari Medan di Simeulue pakai Susi Air lagi, saya lepas di pulau kita. Alham- dulillah, sampai hari ini Simeulue sustain terus, dan alhamdulil- lah tidak memerlukan modal besar. Saya ingin meng-encourage pengusaha lain to do the same thing. Perusahaan yang multina- sional punya bisnis kecil itu sambil membantu nelayan. It’s a business, karena generate revenue dan generate profit. Itu the simple thing, satu hal yang saya sebetulnya very kind to do. Saya ngo- brol dengan Kadin, anggota Apindo, to do the same thing. Mereka bisa liburan ke pulau, in any island, mereka bisa ke sana sambil liburan, se- mentara sambil bantu marketing-nya nelayan. Berbicara tentang regulasi, apakah ada regulasi yang mungkin menurut Anda membatasi nelayan? Sebetulnya bukan membatasi. Persoalannya kadang-kadang, kalau kita mau membuat poli- cy yang jangka panjang, memang orang selalu pikir ini dibatasi, sebenarnya bukan. Seperti misalnya lingkungan, supaya nelayan tangkap ini punya nursery yang bagus, kita buat mis- alnya saya ingin encourage KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Nanti saya bicara dengan Pak Sekjen dan semua dirjen. Semua yang akan kita berikan ke daerah, kita pastikan daerah itu bikin perda dulu. Serah-terima jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM
  • 85.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Tahun ini kita selesaikan rencana dari anggaran yang sudah ada. Tapi, untuk 2015, rencana yang akan dikerjakan bersama pemerintah daerah, saya akan mensyaratkan membuat perda dulu. Misalnya bakau tidak boleh ditebang, kepiting atau lobster yang bertelur tidak boleh diperjual- belikan, harus ada denda. Bakau sangat penting. Kadang-kadang bakau sering dipakai untuk kayu bakar, untuk tambak. Jadi mesti kita atur yang betul, supaya tidak tumpang-tindih dan merugikan satu sama lain. Kenapa saya bilang begitu? Karena kalau pertambakan intensif, dia banyak pakai ba- han kimia, obat-obatan. Bahan kimia tersebut kan arahnya untuk intensifikasi. Berarti untuk mengefisienkan semua yang akan membuat cost itu inefficient. Misalnya Thiodan (racun serangga) dan itu untuk membunuh non- shrimp, jadi ikan dan lainnya itu mesti mati. Sebab, kalau tidak, mereka akan makan udang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) didampingi Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto (ketiga dari kanan) dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto (ketiga dari kiri) menyampaikan pandangan di hadapan pengusaha yang merupakan anggota Kadin di Jakarta, Kamis (30/10). WAHYU PUTRO A./ANTARA FOTO
  • 86.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 yang mahal tadi. Jadi kita mesti atur tata ruang itu dengan benar. Kalau banyak kantong nelayan, di situ tidak boleh ada tambak intensif atau tambak yang menggunakan bahan-bahan tadi. Nah, di satu sisi itu memang seolah-olah akan merasa di- batasi, sebenarnya tidak. Itu tidak lama kok, 3 months, 6 months, itu akan jadi baik. Misalnya jaring sirang untuk tangkap ikan tidak boleh di bawah 2 inci. ItunantiKementerianakanbikinperatu- rannya? Sayatidakmaubuat,pemdayangharusbuat. Kalau pemda tidak mau buat, kita coret dari daftar kerja sama program KKP. Ini sudah wak- tunya. Karena saya melihat, di Pangandaran, 10 tahun yang lalu, ikan layur itu besar-besar. Sehari bisa dapat 300 ton, satu ekornya bisa 4-5 ons beratnya. Nah, sekarang ikan layurnya sebesar ini (sebesar dua jari tangan). Kenapa? Karena lebar jaringnya cuma 1¼, bahkan ada yang ¾ inci. Saking gemesnya, saya bilang, pa- kai kelambu nyamuk saja sekalian, biar telurnya pun kena, bisa kalian bawa. Biar nanti tidak ada ikan lagi, habis. Apa sih permasalahan urgen yang diha- dapi sektor perikanan dan kelautan di In- donesia saat ini? You bilang tadi ada di sana. Dengar sendiri, kan?Ternyatabeberapabalaidannelayanmen- gaku kesulitan besarnya adalah tidak adanya solar. Setelah saya bicara, disaksikan banyak orang, mereka bicara sendiri, belum saya tanya, mereka bilang harga BBM tidak masalah kalau dinaikkan. Yang penting solarnya ada. Sejumlah nelayan mengangkat keranjang berisi ikan di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. OKY LUKMANSYAH/ANTARA FOTO
  • 87.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Saya pikir lebih baik kita alihkan subsidi solar tadi ke penggantian alat misalnya. Jaring yang kecil-kecil tadi kita ganti ke yang besar. Subsidi solarnya dihilangkan, dialihkan ke subsidi untuk mengganti jaring yang tidak ramah lingkungan tadi. Apa pertimbangan Anda meninggalkan Susi Air, sebuah perusahaan yang membe- sarkan Anda, dan memilih jadi menteri? It was tough choice, very tough choice (ini pilihan yang sulit, sangat sulit). Saya dua tahun terakhir ini mengelola Susi Air dengan betul- betul total, very total dan very interesting time 2 tahun ini. (Susi Air) it is very beautiful, exciting and challenging company. It’s a great company. It’s not perfect, but very beautiful company. Saya sangat menikmati sebetulnya waktu itu. Cuma, saya dapat penawaran ini, saya pikir lagi. Mau berangkat juga saya masih tanya lagi sama Bu Mega dan tim Pak Jokowi, betul nih? Nanti saya jalaninya gimana? Saya tidak terbia- sa dengan aturan, dengan restriction (larangan), don’t do this, don’t do that. Pak Jokowi waktu itu bilang, “Negeri ini perlu perubahan, Bu Susi.” Saya bilang, “Bapak tahu saya ini kadang dianggap orang sedikit gila.” ”Kita perlu orang gila,” kata Pak Jokowi. And then, the morning saya mau berangkat, saya telepon Bu Mega, sebagai kawan untuk memberi pertimbangan saja. “Ibu apakah saya perlu ambil pekerjaan ini atau enggak? Nanti kalau Susi enggak bisa kontrol, being ugly on the bad mood misalnya, apakah itu tidak akan Suasana asri kantor Susi di Pangandaran. ISFARI HIKMAT/DETIKCOM
  • 88.
    FOKUS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 bikin jelek semua nanti.” Kalau di Susi Air, kadang-kadang kalau saya gemes, saya boleh teriak-teriak gitu kan. Di sini kadang gemes tapi I have to hold it. Tapi let’s see, I hope I never loose my tempered, but I do my best. Yang jelas, saya terima karena Susi Air tidak akan existing tanpa perikanan. The purpose to have an airline is to carry the lobster dari tempat- tempat remote tadi. Apa kendala terbesar dalam perikanan di Indonesia? Kalau kita lihat dalam perikanan, nilai teren- dah kan ikan asin, naik ke kalengan, kemudian yang terakhir yang sangat tinggi nilainya kan segar dan hidup. Kendala di Indonesia adalah infrastruktur. Dari Pangandaran ke Jakarta pal- ing cepat 12 jam. Kalau pakai pesawat 1 jam. Dulukitakirimpakaiair,pakaitruk,isinyapaling bisa 300 kilogram 1 truk. Kalau Nagreg macet, habis semua, karena panas suhunya. To break through distance, saya pakai pe- sawat. Tapi ya bank yang mau biayain pesawat buat ikan kan is not easy. After 4 years, we got the bank to finance us to got the aircraft. Dari situ, saat saya duduk sebagai CEO Susi Air, saya pikir, saya rasakan, the place that I was as a Susi Air CEO, it’s starting from fisher- ies. Maybe the life calling me back, returning to fisheries. ■ MONIQUE SHINTAMI | IIN YUMIYANTI MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Nelayan melakukan Maelo Pukek atau menjala ikan di tepi Pantai Purus, Padang, September lalu. IGGOY EL FITRA/ANTARA FOTO
  • 89.
    KESEHATAN MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KESEHATAN FOTO-FOTO:THINKSTOCK KEMAMPUANNYA MEMANG MENGGIURKAN. TAPI EFEK SAMPINGNYA BISA BENAR-BENAR MENGERIKAN. DARI HIPERTENSI HINGGA KEMATIAN. Mujarab, ‘PIL BIRU’ TAPIMENGERIKAN
  • 90.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KESEHATAN D I Sini Jual Pil Biru". Kios di pinggir jalan yang memajang tulisan itu setiap hari Panca lewati. Dari seorang teman- nya, lelaki 35 tahun itu tahu, “pil biru” adalah sebutan untuk semacam obat kuat untuk pria. Panca sebenarnya tidak punya masalah dengan fungsi seksualnya. Tapi pria yang bekerja di salah satu kementerian itu ingin sesekali menjajalnya. Coba-coba juga dilakukan Herman. Pria 45 tahun ini men- gaku meminum pil biru yang dibe- linya dari Internet. “Efeknya luar biasa, lo,” ujarnya. Di kalangan pria, pil biru memang tak asing lagi. Obat yang kerap disebut Viagra ini sering menjadi jawaban atas permasalahan disfungsi ereksi, yang menjadi momok bagi para pria. Kemunculan obat ini di masyarakat cukup unik. Semula, bagian riset Pfizer mer- ancang obat ini untuk mengobati gangguan tekanan darah tinggi dan angina. Namun, siapa sangka, dalam percobaan pada sejumlah orang, pil ini justru memberi efek luar biasa. Rupanya racikan ini bisa men- gatasi beragam permasalahan seksual. Viagra (sildenafil) sudah lama dikenal seba- gai obat erektogenik. Para dokter mulai mere- sepkan pil ini untuk membantu para pria yang mengalami disfungsi seksual dan impoten. Dalam dosis tepat, pil ini mungkin tak akan berbahaya. Sayangnya, obat ini dijual bebas, sehingga orang-orang bisa membeli kapan pun dan dalam jumlah berapa pun. Padahal, yang namanya obat, tentu tak boleh dikonsumsi sembarangan. Sebab, selay- aknya obat, pil ini mempunyai efek samping yang berbahaya. Risiko mengkonsumsi obat kuat dirasakan seorang pria Malaysia berusia 52 tahun. Ga- ra-gara obat kuat yang dibelinya di Internet, hidupnya nyaris berakhir. KESEHATAN
  • 91.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KESEHATAN Dilansir Asia One, pria itu mengeluarkan uang 480 ringgit Malaysia untuk satu botol berisi 30 tablet pil biru. Di awal-awal, pria itu merasa pil tersebut benar-benar luar biasa. Namun, tiga bulan setelahnya, dia men- dadak mengalami serangan jantung. Tak cuma itu, dia juga terkena gagal ginjal, yang meng- haruskannya cuci darah tiga kali seminggu. “Dari hasil pemeriksaan, saya ternyata pu- nya hipertensi dan ginjal saya rusak, tapi sum- bernya dari mana belum diketahui,” ujarnya. Baru setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya diketahui bahwa sumber masalah kesehatannya adalah obat kuat yang diminumnya. Banyak pria mungkin cuma tahu soal keam- puhan pil biru. Tapi soal bahayanya, mereka kebanyakan tak terlalu memikirkannya. Entah cuek atau benar-benar tidak tahu. Padahal, dalam sejumlah penelitian, penu- lis studi Christopher Harte dari VA Boston Healthcare System menemukan, Viagra dapat mengembangkan ketergantungan psikologis. Para pria mengalami kesulitan ereksi jika tidak mengkonsumsi pil ini. Padahal, sebel- umnya, mereka sehat-sehat saja dan tidak ada masalah dengan fungsi seksualnya. “Laki-laki muda dan sehat yang menggu-
  • 92.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KESEHATAN nakan obat ini untuk bersenang-senang saja, nanti pada gilirannya, jika tidak minum, bisa susah ereksi,” ujar Harte dikutip WebMD. Menurut Harte, kondisi fungsi ereksi rendah di sini adalah laki-laki yang kesulitan memper- tahankan ereksinya. Ini merupakan hasil ana- lisis terhadap 1.200 laki-laki berusia rata-rata 22 tahun. Sebanyak 72 laki-laki menggunakan obat ini untuk rekreasi tanpa resep dokter, 1.111 tidak menggunakan, dan 24 sisanya memang didi- agnosis oleh dokter. Hasil yang dipublikasikan dalam The Journal ofSexualMedicinemengungkapkan,dibanding laki-laki yang tidak menggunakan obat, peng- guna obat untuk bersenang-­senang memiliki kepercayaan diri yang rendah dalam menca- pai ereksi dan kepuasan secara menyeluruh, yang pada gilirannya dikaitkan dengan fungsi ereksi yang lebih rendah. “Kepercayaan diri akan menurun dan nantinya akan dikaitkan dengan fungsi ereksi yang negatif. Karena itu, ada standar tertentu dalam penggunaan obat ini agar bisa be­kerja dengan baik,” ujar Harte. Bahaya penggunaan obat kuat tanpa aturan pemakaian yang jelas juga diakui dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd. Menurut dia, efeknya sangat bermacam-macam.
  • 93.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KESEHATAN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Mulai hipertensi sampai kematian. “Carilah bantuan dokter. Jika ada apa-apa, ada yang bertanggung jawab. Jangan asal beli,” ujar dr Nugroho. PIL BIRU PALSU Di samping bahaya dan efek samping penggunaan obat kuat, ada bahaya lain yang mengintai para pria, yakni maraknya per- edaran pil biru palsu. Penelitian yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti-Pe- malsuan dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyimpulkan, 33 pers- en obat seks Viagra yang dijual secara online dinilai palsu. Selain itu, penelitian menyebutkan 56 persen obat kuat yang dijual di toko dan 13 persen obat di apotek palsu. Karena itu, dr Nugroho menyarankan perlunya edukasi ke- pada masyarakat. “Karena apotek ini beli dari pedagang be- sar farmasi resmi, bukan dari pedagang yang enggak jelas, karena obat palsu itu sekarang banyak,” ujar dr Nugroho. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA | ASIA ONE | WEBMD
  • 94.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA KEHIDUPAN SEPERTI KELUARGA FLINTSTONES TERNYATA BENAR-BENAR ADA. BUKTINYA ADA DI CAPPADOCIA, TURKI. KE ZAMAN BATU Wisata WISATA FOTO-FOTO:THINKSTOCK MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 95.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA D I era modern seperti sekarang, rasanya mustahil menemu- kan kota bawah tanah dengan keselu­ruhan bangunan dipahat dari batu. Tapi siapa sangka, traveler bisa menemukannya di Cappadocia. Tempat ini benar-benar mengingatkan kita pada film kartun Flintstones, yang ber- cerita tentang kehidupan Fred Flintstones dan keluarga pada zaman batu. Nah, konon, Cappadocia merupakan salah satu destinasi wisata yang seakan- akan bisa membawa kita kembali ke za- man batu sekaligus merasakan kehidupan ala keluarga Flintstones. Cappadocia terletak sekitar 320 kilo- meter arah selatan dari Ankara, ibu kota Republik Turki. Tempat ini terbentang di antara Gunung Taurus dan Laut Hitam. UntukmenujuCappadocia,adaberagam moda transportasi yang bisa digunakan. Mulai pesawat udara, kereta, sampai bus. Perjalanannya bisa Anda mulai dari Istan- bul ataupun Ankara.  WISATA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 96.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA Cappadocia merupakan kawasan luas, terdiri atas enam kota. Salah satu daerah yang paling sering menjadi tujuan para turis adalah Goreme. Pertama kali menjajakan kaki di Goreme, traveler mungkin bingung pada penampakan di depan mata. Pemandangan batu-batu raksasa yang justru memberikan kesan panas dan gersang. Lalu apa keistimewaannya sehingga bebatuan ini bisa terdaftar se- bagai warisan dunia UNESCO? Ternyata wilayah di Provinsi Anatolia Tengah ini punya keunikan yang tak dimiliki tempat lain. Batu-batu raksasa ini sesungguhnya sebuah kota penuh pahatan dan dibangun ribuan tahun lalu. Ditemukan dan dibentuk oleh bang- sa Het dari Kerajaan Hittites lebih dari 3.000 tahun yang lalu. WISATA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 97.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATAWISATA Kerajaan Hittites merupakan salah satu impe- rium termaju di dunia kuno, yang berkuasa dari 1700 SM sampai 1190 SM. Bebatuan sedimen terbentuk dari material vulkanik. Kira-kira bebatuan ini terbentuk sekitar 9 sampai 3 juta tahun yang lalu, terkikis oleh an- gin dan hujan hingga membentuk menara, tugu, dan pilar. Dulu bebatuan ini diukir dan dikeruk secara manual untuk dijadikan tempat tinggal oleh penduduk lokal. Bayangkan saja rumah-rumah batu dengan atap yang beragam bentuknya, sungguh unik, bukan?  Meski ada semenjak zaman Kekaisaran Ro- mawi, bangun­an ini masih terjaga dalam kondisi yang cukup baik hingga detail interior di dalamn- ya. Hingga kini masih banyak penduduk memilih tinggal di gua-gua batu, sementara sisanya ban- yak yang dialihfungsikan menjadi biara, gereja, hotel, kafe, restoran, bahkan butik.  Selain pemandangan kota gua batu, trave- ler bisa mengagumi keindahan Dark Church di Goreme Open Air Museum. Gereja ini memiliki
  • 98.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA gambar yang sangat cantik pada dindingnya. Setiap sudut gereja ini diukir menggunakan berbagai warna. Masih di Goreme, wisatawan juga bisa mengunjungi Gumusler Monastery, yang dibangun pada abad ke-10 Masehi. Kuil ini dipahat dari batu serta memiliki ukiran khas Mesir. Kedua obyek wisata ini akan memberi para turis pengalaman historis yang dibalut dalam suasana spiritual dan kebu- dayaan.  Selama berlibur di Cappadocia, rasanya be- lum lengkap bila tidak naik balon udara. Tidak perlu khawatir dengan penerbangan perdana ini. Pasalnya, penyedia jasa tur balon di Cap- padocia memiliki safety record yang baik serta pilot-pilot yang profesional. Usahakan berang- kat saat matahari terbit. Hal ini agar bisa melihat pancaran sinar matahari yang menerangi bebatuan di Cappa- docia. Sebelum terbang, mereka akan mengisi balon dengan banyak udara. Setelah dirasa cukup, mereka lalu menam- bahkan udara panas dengan membakar gas WISATA
  • 99.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA agar balonnya bisa mengangkat keranjang yang berisi penumpang serta terbang di udara. Yipiii…. balon udara pun siap berangkat! Dengan semburan gas yang terbakar, balon perlahan-lahan meninggalkan tanah. Benar- benar pengalaman mendebarkan dan sulit digambarkan dengan kata-kata. Balon udara melaju dengan tenang, halus, bahkan tanpa guncangan sama sekali. Setiap detik yang berlalu di keranjang balon udara sangatlah sensasional. Pemandangan dari atas disajikan dalam sudut pandang yang berbeda. Salah satunya adalah Fairy Chimney, batu menjulang yang berbentuk menyerupai cerobong asap. Takterasasatujamsudahmelayangdiudara, pilot memutuskan mencari lokasi pendaratan yang tepat. Pilot pun akan mengarahkan untuk WISATA
  • 100.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 WISATA MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 bersiap di lokasi pendaratan. Berpeganganlah pada tali sisi di dalam keranjang dan posisi badan bersender pada papan pemisah keranjang dengan arah yang berlawa- nan dengan posisi sang pilot. Saat balon udara kem- bali menyentuh tanah, hanya terasa guncangan kecil akibat benturan, sama sekali tidak mengerikan. Menyenangkan, bukan? Ketika Anda keluar, staf tur balon udara telah menyiapkan meja lengkap dengan bunga, sampanye, jus jeruk, dan ser- tifikat. Sengaja dipersiapkan untuk merayakan penerban- gan yang sukses. Cheers…. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA WISATA
  • 101.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 FOTO-FOTO:RENGGASANCAYA/DETIKCOMFOTO-FOTO:RENGGASANCAYA/DETIKCOMFOTO-FOTO:GRANDYOS/DETIKCOM KARIJEPANG PUNYACITA RASABERBEDA DENGANINDIA. PORSINYAJUMBO, COCOKDINIKMATI BERDUA. KULINER MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Serba-Besar Kari Jepang
  • 102.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 D ARIluar,dekorasirestoraniniterlihat sangat mencolok karena tata penca- hayaannya yang kekuning-kuningan. Sangat terang tapi tak menyilaukan. Di depan restoran, terdapat display kaca ber- isi jajaran makanan imitasi. Hiasan semacam ini memang kerap ditemui di banyak restoran Jepang. Dekorasi ruangannya condong ke arah nat- ural. Meja, bangku, hingga pajangannya kebanyakan terbuat dari kayu. Terlihat beberapa tanaman hijau di sudut ru- angan. Beberapa lampu gantung berlapis tirai kayu tampak mempermanis ruangan. Di samping tentu saja menerangi tiap meja yang diisi para tamu. Restoran ini merupakan salah satu cabang Coco Ichibanya, salah satu restoran kari de­ ngan jumlah cabang terbanyak dan terbesar di dunia. Sejak pertama kali dibuka pada 1978 di Jepang, Coco Ichibanya kini telah memiliki 1.300 cabang. Tersebar di Jepang, Cina, Korea,
  • 103.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Taiwan, Amerika Serikat, Hawaii, Hong Kong, dan Indonesia. Tahun lalu restoran kari asal Jepang ini me- milih membuka gerainya di Indonesia. Dan Grand Indonesia Shopping Town menjadi lokasi pertama yang dipilihnya. Saya pun dibuat penasaran dengan cita rasa kari Jepang itu. Karena itu, tepat pada jam ma- kan siang, saya sengaja mendatangi mal di jan- tung Kota Jakarta itu. Karena dekorasinya yang mencolok tadi, tak sulit bagi saya untuk menemukannya. Apalagi, tepat di pintu masuk, ada petugas ramah yang seakan menyambut kedatangan saya. Setelah mendapat tempat duduk, seorang pelayan perempuan langsung menyodori saya
  • 104.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 satu buku menu. Di setiap list-nya, terdapat gambar masing-masing menu. Dengan begitu, para tamu bisa melihat wu- jud penam­pakan menu-menu yang diinginkan. Seperti layaknya restoran Jepang, tem- pat ini hanya menyediakan minu- man standar. Ocha misalnya. Dari buku menu, saya tahu Coco Ichibanya me- mang konsisten dengan hanya menawarkan kari khas Jepang, tanpa embel-embel apa pun. Tapi tenang, topping karinya sangat beragam. Mulaikeju,telur,daging ayam, sapi, seafood, hingga aneka sayuran khusus untuk ve­getarian. Anda diperbolehkan memilih tingkat kepedasan karinya. Mulai mild, standar, sampai level 1-5. Uku- ran nasi juga bisa ditentukan. Ada yang 100 gram, 250 gram (ukur­an normal), 350 gram, 450 gram, dan 550 gram. Semakin banyak jumlah nasinya, tentu kocek yang harus dikeluarkan juga menjadi lebih besar. Teman saya terlebih dahulu memesan Hamburg Curry seharga Rp 65 ribu. Dia juga menambahkan Ve­getable Topping seharga Rp 18 ribu. Ukuran nasi yang dipesan- nya 250 gram, sementara tingkat kepedasan yang dipilih level 1. Karena tidak ada banyak pilihan untuk minu- man, akhirnya ia memesan Iced Tea seharga Rp 10 ribu, sementara saya memesan Chicken Cutlet Omelette Curry seharga Rp 70 ribu. Satu paket (Set B) Mini Salad, Iced Milk Tea, dan Ice Cream seharga Rp 35 ribu juga saya pesan. Saya tidak bisa menentukan jumlah be- saran nasi dan tingkat kepedasannya. Sambil menunggu pesanan datang, saya melihat-lihat sekeliling. Di dinding restoran, ter- dapat sejumlah gambar dan informasi bumbu- bumbu yang digunakan untuk membuat kari beserta manfaatnya untuk kesehatan. Tak terasa, jumlah pengunjung di restoran ini mendadak penuh. Saya baru ingat lagi, ini me-
  • 105.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 mang jam makan siang. “Memang jam makan siang penuh di sini,” ujar salah satu pelayan. Rata-rata yang datang adalah orang-orang kantoran. Ada pula beberapa tamunya yang orang Jepang. Saya mulai menerka-nerka, mungkin mereka mampir ke sini untuk meng­ obati rasa rindu pada kampung halaman, ya. Pesanan kami datang tak lama kemudian. Pelayannya mengeluarkan satu per satu sesuai dengan tata urutan makan. Mulai minuman- nya, Iced Tea dan Iced Milk Tea. Tampilan kedua minuman ini cukup simpel danrasanyajugabiasa-biasasaja. Tapi, sebelum meminumnya, jangan lupa mencampurkan gula cair yang disajikan se- cara terpisah. Selain minu- man, pelayan turut membawa- kan Mini Salad dalam sebuah mangkuk kaca berukuran ke­cil. Isinya terdiri atas selada merah dan hijau, jag- ung, mentimun Jepang, dan tomat mini. Saus yang dicampur ke dalam salad bisa di- bilang unik. Rasanya mirip saus kacang, hanya saja rasa asam dan manisnya lebih dominan. Saya suka. Selanjutnya, giliran kedua, kari kami yang da- tang berbarengan. Pertama kali yang terlintas di benak saya saat melihat wujud asli kari ini adalah, “Porsinya besar banget.” Menurut saya, ukurannya benar-benar jumbo. Menurut saya, satu porsi kari ini lebih cocok dihabiskan berdua. Kalau sendiri, sudah pasti bakal kekenyangan. Hamburg Curry dengan Vegetable Topping ini di­siram dengan kuah berwarna cokelat lengkap dengan potongan kentang, wortel, irisan bawang bombai, dan sepotong daging hamburg diiris dua. Wangi dari beragam jenis rempah-rempahn- ya saja sudah menggoda. Saya pun tidak dapat menahan diri untuk mencoba kari ini. Tekstur kuahnya sangat pas, tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair. Creamy! KULINER
  • 106.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Rasa gurih, asin, dan manis bercampur men- jadi satu dengan sempurna. Bagian favorit saya yaitu daging hamburg yang dimasak dengan tingkat kematangan medium well. Hasilnya, daging sapi yang juicy dan tender, bumbunya juga terasa di setiap kunyahan. Cara paling pas untuk menikmati hidangan ini ya dengan memasukkan seluruh kom- ponennya dalam satu suapan. Dijamin lebih kaya rasa. Jujur saja, warna kuning-cerah dari telur dadar yang membung- kus nasinyalah yang telah mem- buat mata saya jatuh cinta pada Chicken Cutlet Omelette Curry. Telur dadar ini cenderung belum terlalu matang sehingga tidak kering. Kelembutannya membuat lidah saya terbuai hingga seolah-olah terasa me- leleh di mulut. Warna dan tekstur kuah kari sama saja dengan Hamburg Curry. Namun entah mengapa saya merasa kuah kari yang satu ini lebih terasa nendang di lidah. Daging ayam dibalut dengan tepung panir juga jadi juaranya. Potongannya besar, empuk di dalam dan garing di luar. Suapan demi sua- pan tidak menunjukkan tanda-tanda kari ini akan segera tandas. Namun perut saya rasanya sudah tak kuat menampung saking banyaknya. Padahal masih
  • 107.
    KULINER MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 ada dua scoop es krim vanila dan stroberi leng- kap dengan buah dan wafer cokelat di atas meja. Akhirnya saya memutuskan rehat dengan kari dan sejenak mencoba mencicipi es krim ini. Rasanya tentu mudah ditebak, manis yang khas dari vanila dan stroberi bercampur men- jadi satu dengan buah kalengan yang masih garing. Nyam. Dan saya menyudahi acara makan siang itu dengan mening­galkan sisa nasi dan kuah kari yang teronggok di atas piring. Lain kali, saya akan memesan kari untuk dimakan berdua. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA KULINER MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 108.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI BURSA MELEMAH SEHARI SETELAH KABINET DIUMUMKAN. NAMA TIM EKONOMI PEMERINTAHAN JOKO WIDODO KURANG MAMPU MEMUASKAN PASAR, YANG BERHARAP BANYAK. BUKAN DREAMTEAM MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 109.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI S UASANA bursa efek Indonesia awal pekan lalu bisa dibilang muram. Investor ramai-ramai menjual saham sehingga harga jatuh. Penurunan indeks saham ini terus terjadi pada hari berikutnya. Indeks harga saham gabungan, yang menjadi pengukur mood bursa, anjlok dari 5.086 menjadi hanya 5.001 dalam dua hari. Sebagian indeks bursa Asia-Pasifik memang turun, seperti Singapura, tapi Hong Kong pada hari kedua sudah melejit. Gerakan indeks bursa yang tidak seragam ini memperlihatkan bahwa indeks lebih dipengaruhi oleh situasi dalam negeri. Dan situasi dalam negeri pada awal pekan lalu adalah pengumuman nama menteri GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM Seorang karyawan menunjuk harga saham yang terpampang di dinding gedung Bursa Efek Jakarta. Indeks harga saham turun setelah kabinet diumumkan.
  • 110.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pengumuman tim ekonomi di kabinet Joko Widodo rupanya kurang mampu memuaskan pasar.Salahsatupengamatpasarmodal,Fahrial Anwar, mengatakan, “Pasar kecewa dengan tim ekonomi yang dibentuk Jokowi-JK.” Kepala Riset OSO Securities Supriyadi juga mengungkapkan, banyak suara bernada negatif yang memojokkan tim ekonomi Presiden Joko Widodo. “Setelah tim ekonomi ini diumumkan, banyak sekali yang mengeluarkan statement negatif, terutama yang tidak suka dengan presiden saat ini, itu satu,” ucapnya. Padahal reaksi pasar modal ini cukup berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Jika bursa memandang ekonomi negatif dan harga saham berjatuhan, perusahaan mungkin akan menunda atau membatalkan rencana menjual saham. Padahal penjualan saham itu biasanya digunakan untuk mengembangkan usaha dan menggerakkan ekonomi. Reaksi pasar modal juga membuat investor kelas kakap akan menjauhi surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia. Kalaupun bersediamembeli,merekaakanmemintabunga yang tinggi dan, buntut-buntutnya, pemerintah Indonesia akan membayar surat utang lebih mahal. Menurut Fahrial, orang-orang yang duduk di tim ekonomi Joko Widodo tidak dikenal sebelumnya dan tak terang reputasinya. “Itulah yang membuat kita jadi bingung, ke depannya seperti apa konsep ekonominya,” ucapnya. Padahal sebelumnya pasar berharap tim ekonomi ini bakal menjadi dream team. “Kalau yang beginian sih, tidak usah terlalu heboh kemarin ada Tim Transisi segala,” katanya. Fahrial meragukan kemampuan sejumlah orang di tim ekonomi Jokowi. Mereka memang bagus di bisnis masing-masing. “Tapi ingat, yang akan diurus adalah ekonomi makro negara, Pasar kecewa dengan tim ekonomi yang dibentuk Jokowi-JK.
  • 111.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI bukan perusahaan,” ucapnya. Kondisiekonomidalamnegerimaupunglobal yang terus tak stabil, ujar Fahrial, akan agak sulit diselesaikan oleh orang yang hanya sukses di perusahaannya saja. “Mudah-mudahan, saya berharap, tidak seperti yang kita perkirakan,” tuturnya. Ia juga menyangsikan kemampuan Menteri KoordinatorPerekonomianSofyanDjalil.Pelaku pasar, menurut dia, belum pernah mendengar dan melihat garis besar pemahaman ekonomi makro Sofyan. Hal mirip diungkapkan Supriyadi. Ia mengatakan Prestasi Sofyan Djalil kurang menonjol saat memimpin Kementerian BUMN. “Ditambah lagi ia berada di luar kabinet selama lima tahun,” katanya. Sofyan, yang posisinya dikritik kalangan CAHYO BRURI/SETPRES Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas bidang ekonomi di Jakarta, Kamis (30/10).
  • 112.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI pasar modal, mengatakan pengalaman sebagai menteri pada masa pemerintahan pertama Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi modal memimpin koordinasi bidang ekonomi. Absen lima tahun di luar kabinet juga tidak akan menjadi penghalang. “Selama 5 tahun tak menjabat menteri pun saya membantu Wakil Presiden Boediono menjadi tim kajian strategis,” ucapnya. Meski secara umum melontarkan kritik, Supriyadi memandang positif nama Rahmat Gobel, yang menjadi Menteri Perdagangan, karena ia berpengalaman memimpin perusahaan distributor Panasonic. “Dengan ia masuk Kementerian Perdagangan, kan berarti banyak tuh produk yang bisa dia jual ke luar negeri,” ucapnya. RahmatGobelsendirisudahmengungkapkan sejumlah prioritas kerjanya. Selain menjaga stabilitas harga dan menyeimbangkan barang yang diimpor dengan ekspor, katanya, “(Juga) membentuk koalisi promosi nasional.” Sementara itu, Fahrial menyebut nama yang ia pandang cocok, seperti Bambang Soemantri BrodjonegoroyangmenjadiMenteriKeuangan. “Beliau cukup saya kenal dan beberapa kali berdiskusi dengannya di Kementerian Keuangan, jadi saya sedikit memahami arah pemikirannya,” ucapnya. n BUDI ALIMUDDINADI / ANTARA Rahmat Gobel (berbatik merah) dalam sebuah acara di pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat. Analis menyebut Rahmat cukup pas sebagai Menteri Perdagangan. MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 113.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 KETERANGAN MENGIKUTI GEJOLAK POLITIKA I NDEKS bursa saham sangat terpengaruh oleh gejolak politik. Proses pemilihan presiden 2014 yang sangat panas memperlihatkan bagaimana indeks harga saham gabungan bergerak drastis setiap kali ada dinamika politik yang kuat. Begitu pula, ketika pasar saham kurang puas dengan nama menteri, indeks pun turun. 25 Juli 9 Juli 22 Juli 21 Juli 26 Juli 17 Juli 20 Juli 5.058 5.300 5.200 5.100 5.000 4.900 4.800 1 AGUSTUS 2014 1 OKTOBER 2014 INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (Indikator naik-turunnya harga saham) 9 Juli Pemilihan presiden berlangsung. Hitung cepat memperlihatkan Joko Widodo menang, tapi Prabowo Subianto, dengan mengutip sumber hitung cepat lain, juga mengklaim kemenangan. Klaim berbeda ini membuat indeks bursa turun drastis. Sehari setelah pemungutan suara, indeks dimulai pada angka 5.109, tapi tiga hari kemudian sudah ditutup pada level 5.021. 22 Juli KomisiPemilihanUmummenyatakanJokoWidodomenang.Prabowo,yangsemulamenyatakan menarik diri dari proses pemilihan, juga menyiratkan akan menggugat kemenangan Joko Widodo. Bursa pada hari itu anjlok dari 5.141 ke 5.083. 25 Juli TimPrabowomengajukanpermohonangugatanataskemenanganJokoWidodokeMahkamah Konstitusi. Bursa kembali turun, dibuka 5.104 dan ditutup pada 5.088. 21 Agustus Mahkamah Konstitusi menolak semua gugatan tim Prabowo. Efek keputusan ini terasa di bursa di pagi hari, yakni dibuka pada 5.190 dan melejit sampai 2.223. Tapi akhirnya bursa turun ke 5.206 karena, menurut analis, pasar menunggu nama kabinet. 17 Oktober Presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya, Prabowo, bertemu. Pertemuan ini memupus banyak keraguan soal stabilitas politik. Bursa pun melejit, dibuka pada angka 4.958 dan ditutup 5.028. 20 Oktober Joko Widodo, yang dilantik sebagai presiden, tidak begitu banyak mempengaruhi pasar. Agaknya, pertemuan dengan Prabowo dipandang lebih penting sehingga indeks hanya naik tipis ke 5.040. 26 Oktober Kabinet baru diumumkan. Pasar modal agaknya kurang puas dengan nama-namanya sehingga bursa di hari perdagangan berikutnya turun dari 5.086 ke 5.024. NASKAH: NUR KHOIRI TIMEKONOMI EKONOMI
  • 114.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI FOTO: HASAN/DETIKCOM MEMASANG HARAPANBARU PEKERJAAN RUMAH YANG MESTI DIBERESKAN PEMERINTAHAN SEKARANG BUKAN HANYA SOAL SUBSIDI, TAPI JUGA NILAI TUKAR RUPIAH DAN INVESTASI ASING. MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI
  • 115.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI S AMPAI satu tahun terakhir, dua periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono boleh dibilang sukses menjaga nilai tukar rupiah. Kecuali gejolak pada akhir 2008 saat krisis global melanda, rupiah kokoh dan dolar terjaga pada kisaran Rp 8.000-9.000. Tapi petaka datang Juli tahun lalu. Tiba-tiba saja dolar melejit dan akhir tahun lalu sudah melewati garis Rp 12 ribu. Rupiah yang loyo ini menjadi salah satu pekerjaan rumah utama pemerintahan Joko Widodo, di samping urusan lain, seperti subsidi bahan bakar minyak. Persoalan lain yang juga belum beres adalah penerapan aturan investasi yang lebih tegas. Rupiah anjlok, menurut analis pasar modal Fahrial Anwar, karena Indonesia menggunakan sistem devisa bebas yang terlalu liberal, yang Presiden Jokowi sebelum rapat kabinet terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta. CAHYO BRURI/SETPRES
  • 116.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1999. “Undang-undang ini membiarkan investor asing masuk kapan saja ke Indonesia dan keluar kapan saja tanpa filter sedikit pun,” katanya. Pemegang obligasi pemerintah Indonesia, misalnya,akanlangsungmenjualobligasijika kondisi Indonesia dipandang sedang jelek atau bunga di Amerika Serikat sedang naik. Dana hasil penjualan langsung dipindah ke dolar dan dibawa pergi ke Amerika Serikat. Akibatnya, rupiah akan turun dan dolar naik dalam sekejap. Peraturan devisa yang terlalu bebas ini membuat rupiah sangat rentan. “Sektor ini tak pernah disentuh oleh elite pemerintah Indonesia,” kata Fahrial. Padahal, menurut dia, tidak semua negara seperti itu. Ia memberi contohThailand.Meskinegaraituterusdibekap konflik politik, nilai tukar baht relatif kebal. Kondisi ini, kata Fahrial, disokong oleh aturan investasi yang cukup melindungi, yaitu setiap investor asing tidak bisa mengeluarkan investasi mereka seenaknya. Jika investor asing membeli obligasi Thailand, misalnya, mereka tidak bisa seketika itu menjualnya. Mereka mesti memegang untuk jangka waktu tertentu. Misalnya, surat utang bertenor 9 bulan, mungkin investor dilarang melepas sebelum 6 bulan. “Istilahnya holding periode,” katanya. Tahun lalu, saat rupiah mulai jatuh, sempat muncul suara agar Undang-Undang Nomor 24 direvisi agar lalu lintas devisa ada saringannya, tidak terlalu bebas. Saat itu juga muncul ide, hasil ekspor sebagian mesti disimpan di bank lokal Indonesia. Pertengahan tahun ini, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan yang memaksa hasil ekspor mesti diletakkan di bank lokal. Fahrial mengatakan jika devisa bebas Rupiah anjlok karena Indonesia menggunakan sistem devisa bebas yang terlalu liberal. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil RENGGA SANCAYA/DETIKCOM
  • 117.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI dijalankan sebebas-bebasnya, nilai tukar rupiah akan gampang turun. Indonesia juga gampang bikin cemas kondisi ekonomi negara lain, seperti Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat menaikkan suku bunga, misalnya, Indonesia waswas investor segera memindahkan dana dan rupiah pun turun. “Jika persoalan lalu lintas devisa ini tidak pernah dibenahi, kita akan terus dalam kondisi seperti ini,” ucapnya Padahal terus melemahnya nilai tukar rupiah menghambat laju usaha, bahkan menciptakan potensi kredit macet. Pemerintah juga kelimpungan karena subsidi bahan bakar minyak melonjak karena pembelian bensin Premium di luar negeri mesti dalam dolar. Sedangkan Kepala Riset OSO Securities Supriyadi mengatakan salah satu hal utama yang juga mesti dilakukan adalah membuat para investor semakin bersemangat datang. RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM
  • 118.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 TIMEKONOMI EKONOMI Ia mengatakan, pada masa pemerintahan sebelumnya, keran investasi memang dibuka selebar-lebarnya. Peraturan investasi ini memang sudah ada. “Tapi implementasinya tidak jelas,” katanya. Pada pemerintahan sebelumnya, bidang pertambangan menjadi sorotan investor asing. Larangan ekspor hasil tambang mineral mentah, misalnya. Begitu pula soal kontrak karya dengan Freeport. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan masih mengkaji urusan kontrak karya dengan Freeport dan investor pertambangan asing lain. “Saya belum tahu secara detail apa masalah di sini. Nanti akan kamilihatdulu,barukamimenentukanlangkah selanjutnya,” ucapnya. n BUDI ALIMUDDIN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Tambang bawah tanah milik Freeport di Papua PUSPA PERWITASARI/ ANTARA
  • 119.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 PEMERINTAH SUDAH PASTI MENAIKKAN HARGA BENSIN PREMIUM DALAM DUA BULAN INI. TINGGAL MENGHITUNG HARI TIMEKONOMI EKONOMI
  • 120.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI K UNJUNGAN kerja pertama Presiden Joko Widodo adalah menengok korban letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Di sana, untuk pertama kalinya, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar dibagikan. Ini adalah kartu yang dijanjikan agar layanan kesehatan bisa gratis dan pendidikan sampai tingkat SMA tak perlu bayar. Program gratis-gratisan itu tentu saja membutuhkan dana. Nah, dana itu akan didapat dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak. Pemerintah memang sudah bersiap untuk mengurangi subsidi BBM, waktunya tinggal dalam hitungan jari, dalam dua bulan ini. “Sebelum Januari 2015,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. Ujian besar pertama bagi tim ekonomi Jokowi adalah soal subsidi BBM. Jokowi dari awal memang ingin mendapatkan ruang fiskal—tambahan anggaran untuk infrastruktur atau program kerakyatan—yang dijanjikannya selama masa kampanye. Salah satunya adalah program layanan kesehatan gratis serta pendidikan gratis hingga tingkat SMA. Program tersebut ditandai dengan merilis Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar secara bertahap kepada masyarakat. Rencananya, pemerintah bakal merilis kartu itu pada pekan pertama atau pekan kedua EKONOMI Pengendara sepeda motor membeli BBM di pompa bensin swalayan di sekitar Rasuna Said, Jakarta Selatan. Tinggal menunggu hari, harga BBM bersubsidi bakal naik. ARI SAPUTRA/DETIKCOM)
  • 121.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI November. Pemerintah berharap, dengan adanya program tersebut, masyarakat tidak panik dan tetap tenang saat harga BBM bersubsidi naik. “Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar adalah bagian dari kompensasi yang diberikan pemerintah,” kata Menteri Keuangan Bambang S. Brodjonegoro. Selain layanan kesehatan dan pendidikan gratis, pemerintah menyediakan anggaran Rp 5 triliun untuk bantuan langsung sementara setelah harga BBM bersubsidi naik. Mereka yang mendapat dana ini adalah 15,5 juta rumah tangga miskin di seluruhIndonesia.Berbagai program itu di atas kertas memang dianggap dapat meredam kekhawatiran masyarakat atas dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun,menurutpengamatenergiyangjuga anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Kurtubi, sebaiknya pemerintah juga terbuka tentang kondisi perminyakan di Indonesia yang sangat terpuruk. Salah satu fakta yang perlu dibuka ke publik adalah sangat rendahnya produksi minyaknasional,yaknihanya800ribubarelper hari. Sedangkan kebutuhan minyak nasional rata-rata sekitar 1,7 juta barel per hari. Produksi bensin juga sangat rendah karena kilang di dalam negeri hanya mampu memproduksiseparuhdarikebutuhannasional, sedangkan separuh lagi harus impor. “Sekarang kita harus mengimpor minyak mentah dan BBM dalam jumlah dengan nilai sekitar US$ 45 miliar per tahun,” kata Kurtubi. Pada saat produksi turun, konsumsi terus naik. Contohnya tahun ini saja kuota bensin Premium dan solar akan melampaui kuota 46 juta kiloliter. Jika tidak ada pengendalian konsumsi, Pertamina memperkirakan perlu ada tambahan Premium sebesar 800 ribu kiloliter dan solar subsidi sebesar 1,06 juta kiloliter. “Fakta-fakta tersebut harus dibuka pemerintah agar masyarakat tahu mengapa harga BBM Bambang S. Brodjonegoro DEDHEZ ANGGARA/ANTARA FOTO Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar adalah bagian dari kompensasi yang diberikan pemerintah. EKONOMI
  • 122.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 EKONOMI TIMEKONOMI EKONOMI bersubsidi perlu dinaikkan,” tutur Kurtubi. Memang, sampai sekarang belum jelas berapa besar kenaikan harga yang akan ditetapkan. Pemerintah diperkirakan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.000-3.000 per liter. Namun pemerintah enggan memastikan berapa banyak anggaran yang bisa dihemat dari kenaikan harga itu. Menurut mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan pada November sebesar Rp 3.000 per liter, pemerintah akan memiliki tambahan anggaran sekitar Rp 21 triliun dalam dua bulan. Jika rencana ini berjalan seperti yang dijelaskan Chatib, pemerintah memiliki amunisi untuk menyelenggarakan program kerakyatanyangsudahdisiapkan,sehinggabisa mengurangitekananterhadapbiayakebutuhan hidup masyarakat yang akan meningkat akibat kenaikan harga bensin bersubsidi. Apalagi jika kenaikan harga itu terjadi pada akhir tahun, inflasi akan melonjak tinggi karena akhir tahun biasanya laju permintaan masyarakat juga meningkat karena menjelang Natal dan tahun baru. “Momen menaikkan harga BBM bersubsidi sebenarnya Oktober, setelah Lebaran, karena biasanya permintaan turun. Kalau akhir tahun, inflasi akan tinggi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin. n HANSHENRICUSB.S.ARON MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 EKONOMI Di sejumlah daerah, bensin dan solar dijual pedagang eceran. Tampak salah sat pedagang sehabis "kulakan" di kawasan Rokan Hilir, Riau. BEAWIHARTA/REUTERS
  • 123.
  • 124.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS P RESIDEN Joko Widodo memang sudah dikenal luar-dalamnya oleh orang Indonesia. Tapi keluarganya seperti “disimpan”. Itu sebabnya, semua orang tertarik saat ia memperkenal- kan tiga anak­nya. Anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan alasan ia tidak pernah mengikuti kampanye ayahnya: bekerja. Dan pekerjaannya? Pemuda 27 tahun ini ternyata berbisnis katering sekaligus peren- cana pernikahan dengan cap “Chilli Pari” di kampung halamannya, Solo. Tapi seberapa menguntungkan bisnis ini sehingga lulusan University of Technology Insearch, Australia, itu menggelutinya? Gibran Rakabuming Raka di dapur Chilli Pari DOK. CHILLI PARI PUTRA TERTUA PRESIDEN JOKO WIDODO MEMILIH BERWIRAUSAHA KATERING PERNIKAHAN SELEPAS KULIAH. SEBERAPA MENJANJIKAN BISNIS YANG SEDAP INI?
  • 125.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS Chilli Pari enggan membeberkan omzetnya. Tapi paket pernikahan komplet yang ditawarkan saat ini, mulai foto prani- kah, dekorasi, makanan, sampai mobil pen- gantin, mereka jual dengan rentang harga Rp 56,6-99,9 juta untuk 1.000 tamu. Untuk tahun depan, mereka sudah meren- canakan harga paket itu naik sehingga harga termurah Rp 69,9 juta dan tertinggi Rp 121 juta. “Harga tersebut masuk kategori kelas menengah ke atas untuk pasar Kota Solo,” kata Monie Wibowo, Manajer Pemasaran Chilli Pari. Dibandingkan dengan harga di Jakarta, memang ini sedikit lebih mu- rah. Tapi hanya sedikit. Salah satu perusahaan katering dan perencana pernikahan yang terkenal di Jakarta, Tidar’s, mis- alnya. Untuk hajatan standar di gedung pertemuan, seperti di Kementerian Sosial—salah satu gedung yang laris untuk pesta nikah—mereka mema- sang harga Rp 93 juta untuk 1.000 tamu. Jika tamunya 500 orang, paket standar seharga Rp 68 juta. “Ini belum ter- masuk charge gedung,” kata Retno Susdiarti, pendiri dan pemilik Tidar’s. Retno mengatakan, tiap pekan rata-rata mereka melayani lima pesta pernikahan. Ia memang tidak bersedia mengungkapkan omzetnya. Tapi, dengan hitungan sederhana, jika lima pesta itu mengambil paket standar dengan biaya Rp 68 juta, dalam sepekan omzetnya Rp 340 juta. Nama Tidar’s berasal dari singkatan “tiga dara” karena Retno adalah tiga bersaudara Retno Susdiarti, pemilik dan pendiri Tidar's Catering DOK. TIDAR,S CATERING BISNIS
  • 126.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS dan semuanya perempuan. Sedangkan “s” di belakang kata “Tidar’s” adalah singkatan nama ayahnya, Sugeng. Bisnis ini dimu- lai dari usaha kecil, kantin di SD Negeri 02 Pagi Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dari warung untuk anak sekolah ini, Retno mengembangkan bisnis makanan rantangan untuk rumah dan kantor. Terobosan mulai muncul saat ada pesta pernikahan di gedung Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 1987. Pemilik hajat­an rupan- ya cocok dengan masakannya dan meminta jasa kateringnya. Sejak itu bisnis katering perni­kahannya lancar. Langkahberikutnyasaatiatidakhanyame- nyediakan katering, tapi juga jasa perencana pernikahan. Ini terjadi pada 1990, karena banyak pelanggan yang bertanya apa ia juga menyediakan rias pengantin, pelaminan, dan seterusnya. “Akhirnya kami gabungkan,” ujar Retno. Dalam menjalankan bisnis, dia meny- iapkan tenaga khusus, misalnya orang yang khusus mengolah ikan, mengolah ayam, dan membuat kue. Sedangkan untuk wedding or­ ganizer, Retno menjalin kerja sama dengan rekanan penyedia foto studio, fotografer pelaminan, perias pengantin, dan pembaca acara. Menurut Retno, rekanan ini bekerja dengan nama Tidar’s dan bukan atas nama masing-masing. Sedangkan Gibran memulai bisnis kate­ ring selepas kuliah pada 2010 dengan men- cari modal sendiri ke bank-bank. Meski saat itu ayahnya menjadi Wali Kota Solo, ia tidak mendapatkan fasilitas. Alih-alih menda- pat kemudahan, ayahnya malah melarang Makanan yang disajikan Chilli Pari dalam pesta pernikahan di Solo DOK. CHILLI PARI
  • 127.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 anaknya itu melayani katering untuk ling- kungan Pemerintah Kota Solo. Chilli Pari pun kemudian mengandalkan produk agar bisnisnya lancar. Mereka, mi­ salnya, “menjual” makanan dengan sedikit penyedap rasa sehingga lebih sehat. Mereka juga “menjual” kebersihan dapur. Caranya, para konsumen bebas menengok dapur untuk melihat sendiri bagaimana makanan disiapkan. Tour de kitchen ini ru- panya cukup populer dan berhasil menarik konsumen. “Mulai sinilah mereka (konsumen) menge­ nal produk kami,” kata Monie. “Istilah Jawa ‘getok tular’ (dari mulut ke mulut), itulah promosi yang sangat mengena dibanding kita sebar ribuan brosur.” Setelah empat tahun berdiri, Chilli Pari berkembang menjadi salah satu penyedia jasa katering dan wedding organizer yang dikenal publik. Namun Monie enggan meng­ ungkap berapa besar modal awal maupun omzet dari bisnis yang ditekuni Gibran ini. Monie hanya mengatakan pesanan saat ini mengalir cukup banyak. “Dulu setiap hari telepon masuk berdering bisa dihitung, ka- dangtidakadateleponsamasekali.Sekarang telepon kantor selalu berdering dan tamu banyak yang berkunjung,” katanya. Apalagi setelah namanya terkenal seperti sekarang, bisa dipastikan pesanan akan ikut membe­ ludak. n HANS HENRICUS B.S. ARON Koki Chilli Pari dalam pesta pernikahan DOK. CHILLI PARI
  • 128.
    BISNIS MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 MODAL RP 8 JUTA, OMZET RP300 JUTABISNIS BENGKEL PERBAIKAN MOBIL TERUS TUMBUH. MODALNYA BISA JUTAAN, BISA PULA MILIARAN RUPIAH. UNTUNG BERSIH PER BULAN BISA PULUHAN JUTA RUPIAH.
  • 129.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS B ENGKEL perbaikan bodi mobil itu sangat padat. Lahan seluas satu setengah hektare nyaris kesulitan menampung banyaknya mobil yang menunggu digarap oleh bengkel dengan nama CV Karya Indah Motor itu. Tamu yang baru datang pun meski memarkir mobilnya di jalan masuk, di sela-sela kendaraan yang hanya luka gores dan hancur sebagian. Meski sudah padat seperti itu, masih ban- yak pelanggan yang mobilnya belum dikirim karena jadwal pengerjaannya sudah padat. Setiap pelanggan mesti antre beberapa pekan sebelum mobilnya bisa mulai dikerjakan. Tapi tetap saja pelanggannya sabar menunggu. Salah satu pelanggan yang sedang mengantar mobilnya, Baharuddin Idris, mendengar dari temannya soal bengkel di kawasan Siliwangi, Bekasi, itu. “Di sini katanya hasilnya lumayan bagus, saya ingin coba,” ucapnya. Jumlah mobil di Indonesia memang bertam- bahdengancepat.Saatini,sekitarsatujutamo- Yadi di bengkel Karya Indah Motor, Bekasi, yang ia dirikan. BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
  • 130.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS bil baru terjual di ne­geri ini dalam satu tahun. Pertambahan mobil ini membuat bisnis beng- kel perbaikan bodi mobil—bukan perbaikan mesin—ikut laris sehingga pe­langgan seperti Baharuddin rela menunggu beberapa minggu sebelum mobilnya masuk daftar pengerjaan. Setiap bulan, rata-rata Karya Indah mem- perbaiki 300 mobil atau 10 mobil sehari. Beng- kel Auto Wright, yang tidak terlalu jauh dari Karya Indah, juga menggarap ratusan mobil per bulan. Haerul Hasmi, kepala bengkel Auto Wright, me­ngatakan setiap bulan mereka rata- rata memperbaiki 120-130 mobil. Sedangkan di bengkel Auto 2000 Bekasi, jumlah mobil yang digarap jauh lebih besar lagi. Brantas Manunggal Wibowo, kepala bengkel perbaikan badan dan pengecatan mobil di sana, mencatat pasar bengkel yang ia kepalai tumbuh 11 persen per tahun. Tahun lalu, bengkelnya memperbaiki 11 ribu mobil dan tahun ini, sampai September saja, sudah melayani 13 ribu mobil. “Bisnis ini mengekor dari pertumbuhan penjualan mobil dari tahun ke tahun,” ucapnya. Dengan jumlah mobil yang dikerjakan cukup banyak, pendapatan pemilik menjadi lumayan juga. Yadi, pendiri dan pemilik Karya Indah, mengatakan omzet rata-rata setiap bulan seki- tar Rp 300 juta. Dari jumlah itu, ia mendapat sekitar 10-15 persen dari omzet atau sekitar Rp 30-45 juta per bulan dari ra­tusan mobil yang ia perbaiki. Saat ini ia sangat terbantu karena 21 perusa- haan asuransi—mulai Allianz, Garda Oto, sam- BISNIS Suasana bengkel Auto Wright. BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
  • 131.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS pai BCA Insurance—mempercayakan mobil nasabah mereka digarap Yadi. Tapi siapa men- gira ini semua dimulai dengan modal hanya Rp 8 juta? Yadi memulai bisnis ini dengan melego sepeda motor sport Yamaha RX King. Uang sebanyak itu, katanya, “Untuk beli mesin kom- presor buat mengecat.” Setelah bisnisnya mu- lai berjalan, ia kembali membeli sepeda motor sport kesayangannya itu. “Saya beli lagi den- gan mencicil,” katanya. Bisnis ini muncul karena Yadi, selepas lulus STM di Purworejo, Jawa Tengah, pada 1986, menjadi tukang di salah satu bengkel di ka- wasan Jakarta Selatan. Karena kerjanya dipan- dang bagus, pada akhir 1990-an ia menjadi kepala bengkel. Posisi kepala bengkel belum memuaskan. Ia melihat bahwa orang lain—terutama Tiong- hoa—bisa membuka usaha sendiri. Karena itu, ia keluar dari pekerjaan, menjual sepeda mo- tor sport kesayangannya, dan membuka lapak di Jalan Siliwangi-Narogong, kawasan industri yang ramai yang terentang dari Bekasi hingga Gunung Putri, Bogor. Tapi apakah bisnisnya langsung melejit? Ternyata tidak. Sebulan pertama ia menjadi penganggur. Tidak ada mobil yang mampir untuk diperbaiki. Tapi kemudian muncul pe­ langgan yang tidak disangka: pemilik mobil yang puas saat kendaraannya digarap Yadi saat dulu ia masih menjadi karyawan. “Mereka tidak mencari bengkelnya, tapi mencari saya,” ucapnya. Pelanggan lama ini dengan cepat membuat bengkelnya menjadi sibuk. Ia kemudian mulai menambah orang. Untuk manajemen bengkel, Sebuah mobil sedang dipermak di bengkel perbaikan bodi mobil. BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
  • 132.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS ia membagi anak buahnya dalam lima grup. Setiap grup beranggotakan setidaknya empat orang, yang terdiri atas ahli perbaikan badan dan pengecatan. Grup dan anggotanya ini tidak dibayar harian atau bulanan, melainkan borongan. Menurut Yadi, sistem borongan ini mem- buat setiap grup lebih memiliki rasa tanggung jawab pada bengkel tersebut. “Ini bisnis jasa, Mas, setiap pemborong harus taat aturan demi reputasinya juga” ucapnya. Selain memanfaatkan getok tular, ia banyak bergaul de­ngan polisi lalu lintas dan petugas derek jalan tol. Petugas ini, katanya, akan merekomendasikan bengkelnya kepada pemi- lik mobil yang kecelakaan. Setidaknya, banyak mobil kecelakaan yang diinapkan di beng- kelnya. Biasanya mobil yang sudah dititipkan oleh pemiliknya diperbaiki di bengkel ini pula. “Masak iya, orang yang sudah menitipkan mo- bil di sini mau bawa mobilnya ke bengkel yang lain,” ucapnya. Selain bisnis di bengkel, ia membuka se- jumlah toko cat khusus mobil. Toko ini ada di Bekasi dan Jawa Tengah. Ia juga sudah be­ rencana memperluas bengkel karena lonjakan jumlah pelanggan. Sementara Yadi memulai dengan modal kecil, tidak demikian de­ngan Franky Setiawan, yang mendirikan bengkel Auto Wright pada 2011 dengan modal mencapai Rp 11 miliar. Modal ini untuk membeli lahan—yang cukup mahal, yakni Rp 1 juta per meter persegi—dan mendirikan bangunannya. Franky awalnya memiliki bengkel bernama Cartisan Body Repair and Painting di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, sejak awal 2000- Haerul Hasmi, kepala bengkel Auto Wright, bersama seorang karyawatinya. BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM
  • 133.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BISNIS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 an. Bengkel ini ia tutup pada 2012 karena meli- hat bahwa lebih menguntungkan jika lahan itu disewakan saja. “Saat ini, bisnis bengkel mobil di wilayah itu saya kira sudah kalah jauh den- gan bisnis penyewaan tanah dan bangunan,” ucapnya. Tapi, karena ia memang senang dengan pekerjaan cat-mengecat mobil, ia kemudian mendirikan bengkel lain tapi di sekitar ping- giran Jakarta, yakni di Bekasi. Meski begitu, bengkel ini ia pandang sebagai penghasilan tambahan. “Bisnis utama saya di properti,” ucapnya. Haerul, kepala bengkel milik Franky, menga­ takan 60 persen pelanggannya dikirim oleh asuransi. Sebanyak 20 karyawan sibuk mem- buat pekerjaan borongan dan ia bekerja sama dengan tiga asuransi besar, yakni AXA Mandi- ri, Asuransi Central Asia, dan Asuransi Buana Independent. Ia menjaga agar setidaknya 30 persen pe­ langgan bukan dari asuransi. Penyebabnya sederhana: pelanggan nonasuransi memba- yar kontan. Sedangkan asuransi tidak lang- sung dibayar. Jika banyak pelanggan nonas- uransi, cash flow per­usahaan lancar untuk membayar pegawai atau membeli bahan bengkel. n BUDI ALIMUDDIN Layanan asuransi Astra. Bengkel tidak boleh mengandalkan sepenuhnya pada pelanggan dari asuransi. IWAN/ANTARA FOTO
  • 134.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SAINS ALIEN, ADA ATAU TIADA “TIDAK MUNGKIN DI DALAM ALAM SEMESTA SELUAS INI MANUSIA HIDUP SENDIRI.” MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 SAINS
  • 135.
    SAINS Sebab, hanya satu peradabandengan teknologi maju di alam semesta dan hanya akan ada satu... yakni kita, manusia. P ADA pertengahan Agustus 1977, nyaris semua orang di Amerika tengah membicarakan kematian Raja Rock and Roll, Elvis Aaron Presley. Namun Jerry Ehman seolah-olah tak peduli. Alih-alih memelototi berita kematian Elvis di televisi, Jerry, kala itu 37 tahun, malah asyik mencermati cetakan hasil “penyadapan” Observatorium Radio Universitas Negeri Ohio di Columbus, Ohio. Teleskop radio tipe Kraus di kampus Universitas Negeri Ohio mulai dibangun pada 1956 dan beroperasi sejak 1961 untuk “menguping” sinyal-sinyal radio dari luar tata surya. Pada 15 Agustus pukul 10.16 malam, sehari sebelum kematian Elvis, Big Ear alias Si Kuping Besar—julukan bagi Observatorium di Columbus itu—menangkap sinyal tak biasa. Pada satu kolom vertikal tertulis “6EQUJ5”. Biasanya, data-data dari Big Ear hanya memuat angka-angka dari 1 dan 2. Semakin besar angka, berarti semakin besar intensitas sinyal radio itu. Huruf“U”kurang-lebihnilainyasetaraangka31. “Aku tak pernah menemui sinyal radio sekuat itu sebelumnya,” kata Jerry. Setelah dihitung, sumber sinyal selama 20 detik itu diperkirakan berasal dari konstelasi bintang Sagitarius, sekitar 2,5 derajat ke arah selatan dari kelompok bintang Chi Sagittarii. Jerry girang tak kepalang saat membaca sinyal radio itu—dengan pena merah dia menulis “Wow” di samping kertas cetakan sinyal. John Krauss dan Bob Dixon, dua bosnya di Big Ear, juga sama senangnya. Mereka menduga ada “sesuatu” di luar angkasa sana yang mengirimkan pesan ke bumi. Selama bertahun-tahun, Ehman dan kawan-kawannya di Big Ear meneliti adakah kemungkinan sumber sinyal lain yang tertangkap teleskop radio Kuping Besar: satelit atau pesawat. Ehman meyakini transmisi pada frekuensi 1420,4556 MHz itu tak berasal dari pesawat atau satelit yang mengorbit bumi. Lalu dari mana sumber sinyal Wow tersebut? Hingga hari ini, sinyal Wow tetap jadi misteri. Walaupun sudah berulang kali mencoba mencari kembali dengan teleskop yang lebih canggih, sinyal serupa tak pernah MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 136.
    lagi tertangkap teleskopradio di muka bumi sampai detik ini. “Data-data itu masih kelewat sedikit untuk mengambil kesimpulan. Aku harus mengatakan, asal-muasal sinyal itu masih menjadi satu pertanyaan terbuka,” kata Ehman, empat tahun lalu. Dengan meminjam persamaan astronom Frank Drake, menurut Brian Cox, fisikawan kondang dari Inggris, ditaksir ada dua hingga 50 ribu zona di alam semesta yang bisa jadi ditinggali makhluk cerdas seperti manusia. Mengutip Paradoks Fermi, Profesor Brian bertanya: jika ada ribuan peradaban di alam semesta, mengapa tak sekali pun kita bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari luar bumi? “Sebab, hanya satu peradaban dengan teknologi maju di alam semesta dan hanya akan ada satu... yakni kita, manusia. Kita unik,” kata Profesor Cox, pekan lalu. ●●● Benarkah tak ada peradaban lain, kehidupan makhluk cerdas lain, selain peradaban manusia di bumi? Brian Cox barangkali tak percaya ada kehidupan seperti manusia di luar bumi. Tapi dia juga tidak punya bukti bahwa peradaban makhluk cerdas—entah dia menyerupai manusia atau tidak—tak ada di planet lain. Seth Shostak dan ratusan ilmuwan di Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, juga mungkin ribuan ilmuwan lain, punya pendapat berseberangan dengan Brian Cox, fisikawan di Universitas Manchester. Namun Shostak, Direktur Pusat Riset SETI, mengingatkan bahwa bisa jadi kehidupan di MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 SAINS EXOPOLITICS
  • 137.
    luar sana samasekali tak mirip manusia. “Kitatakberasumsimerekamenyerupaikita.... Kita berasumsi ilmu fisika mereka mirip dengan kita.... Bahwa mereka mengirimkan informasi dengan sinyal radio atau laser dari mana pun mereka berada,” Shostak menulis bulan lalu. Berdasarkan asumsi itulah selama puluhan tahun para astronom memasang “telinga” ke atas langit sana, mencoba menangkap sinyal dari luar bumi, dari luar tata surya. Perburuan para astronom mencari tanda- tanda kehidupan di luar bumi masih sangat panjang. Menurut Shostak, pencarian makhluk lain itu masih tahap “bayi”, tak mungkin menyimpulkan apakah ada atau tiada makhluk cerdas lain di luar bumi. “Ibarat perjalanan Columbus mencari benua baru, dia baru berlayarbeberapapuluhkilometerdariSpanyol dan berkata, ‘Tak ada apa pun di luar sana,’” kata Shostak. Setelah teleskop Big Ear menangkap sinyal Wow, berulang kali Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendanai proyek pencarian kehidupan cerdas di luar sana alias proyek SETI. Pada 1992, NASA meluncurkan proyek Microwave Observing Program (MOP) dengan memanfaatkan jaringan NASA Deep Space dan teleskop di Observatorium Arecibo di Kita tak berasumsi mereka menyerupai kita.... Kita berasumsi ilmu fisika mereka mirip dengan kita. MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 SAINS Seth Shostak, Direktur Pusat Riset SETI WESOMEUNIVERSE
  • 138.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SAINS Puerto Riko. Namun, belum setahun berjalan, proyek itu dibatalkan setelah dikritik oleh Kongres Amerika. Jill Tarter dan SETI Institute melanjutkan proyek MOP setelah Kongres menjegal anggaran proyek tersebut. Tarter dan timnya mengamati sekitar 1.000 bintang terdekat dengan tata surya. Namun, tanpa sokongan pemerintah, proyek SETI itu ngos-ngosan mempertahankan napas. Kendati sudah pensiun dua tahun lalu, setelah hampir empat puluh tahun memburu kehidupan lain di luar bumi, Jill Tarter tak bisa leyeh-leyeh berjemur di sebuah pantai tropis menikmati hari tua. Dia malah sibuk mencari dana bagi mantan kantornya itu. Kondisi keuangan SETI Research memang sedang benar-benar “tipis”. Mereka terpaksa menghentikan operasi beberapa teleskop radionya karena kurang biaya. “Itu adalah alarm bahaya. Aku tak bisa membiarkannya. Kondisi kami benar-benar kritis,” ujar Tarter, mantan Direktur SETI Research, beberapa waktu lalu. TarterinilahsumberinspirasibagiCarlSagansaat menulis novel Contact, yang menceritakan soal obsesiEleanor“Ellie”AnnArrowayberkomunikasi dengan makhluk lain di luar angkasa. Di versi filmnya, Ellie Arroway diperankan oleh Jodie Foster. Selera NASA terhadap proyek pencarian tanda kehidupan lain di luar bumi memang pasang-surut. Tiga pekan lalu, NASA menyetujui dana riset bagi sejumlah lembaga riset, salah satunya SETI Institute, untuk meneliti asal-muasal kehidupan dan mencari kemungkinan kehidupan lain di luar planet ini. “Tidak mungkin di dalam alam semesta seluasinimanusiahidupsendiri,”kataCharles SAINS Sinyal Wow BIGEAR
  • 139.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SAINS Bolden, Kepala NASA. Michael Garrett, astronom dari Belanda, mengatakan mungkin saja ada peradaban lain di atas sana, tapi jaraknya kelewat jauh dari bumi sehingga sampai detik ini tak terdeteksi rupa-rupa alat observasi. Bayangkan saja, diameter Galaksi Bima Sakti lebih dari 100 ribu tahun cahaya—1 tahun cahaya kurang-lebih setara dengan 10 triliun kilometer. Sementara itu, kecepatan cahaya di ruang hampa saja hanya sekitar 300 ribu kilometer per detik. Butuh waktu 4 tahun bagi sinyal radio dari bumi untuk menjangkau bintang terdekat setelah matahari, yakni Alpha Centauri. Dan butuh 100 ribu tahun untuk mencapai tepi Galaksi Bima Sakti. Jadi, seandainya ada peradaban modern berjarak1.000tahuncahayadaribumi,menurut Garrett, dengan teknologi saat ini, hampir tak mungkin terjalin komunikasi dengan bumi. Sebab, paling tidak butuh 1.000 tahun hingga sinyal dari bumi tiba di planet itu. “Proyek SETI memang tak gampang, tapi pencarian itu layak dikerjakan. Sebab, pertanyaan itu sangat penting.... Semua orang ingin tahu, bahkan orang-orang di pinggir jalan juga ingin tahu, ada apa di luar sana,” kata Garrett, beberapa pekan lalu. ■ SAPTO PRADITYO | NASA | DISCOVERY | IBTIMES | DAILYMAIL | SPACE SAINS Observatorium Big Ear di Ohio BIGEAR TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR
  • 140.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SAINS MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 LIMA TEMPAT YANG MUNGKIN DITINGGALI MAKHLUK HIDUP INI dia lima tempat, menurut Seth Shostak, astronom senior dari SETI Institute, yang mungkin saja ditinggali makhluk hidup. “Tapi jangan harap menemukan makhluk yang bisa berbicara di tempat itu,” kata Seth. Sebab, selain mikroba, hampir mustahil bisa bertahan hidup di sana. 5. CALLISTO Kondisi fisiknya kurang-lebih sama dengan saudaranya, Europa. Air itu terkubur sedalam puluhan kilometer dalam lapisan yang sangat keras. 1. ENCELADUS Wahana Cassini milik NASA pernah memotret jejak geiser di bagian selatan bulan Planet Saturnus ini. Kemungkinan ada air di bawah permukaan Enceladus. 3. MARS Kemungkinan ada air di bawah permukaan kawah Horowitz di Planet Mars. 2. TITAN Bulan terbesar Planet Saturnus ini merupakan satu-satunya tempat di dalam tata surya yang bisa dijumpai cairan. Tentu saja selain di bumi. 4. EUROPA Para astronom meyakini, di bawah permukaan es sangat keras yang menyelimuti bulan Planet Jupiter ini terdapat lautan air asin. SAINS
  • 141.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 ‘LEGIUN ASING’ ANTI-ISIS“MEREKA TAK INGIN HANYA DUDUK MENONTON SEMUA INI TERJADI DI DEPAN MATA.” INTERNASIONAL
  • 142.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 M EREKA bertempur untuk orang- orang yang tak pernah dikenal dan rela meninggalkan semua yang mereka sayangi. Jordan Matson, 28 tahun, harus meninggalkan pacar dan pekerjaannya di Madison, Wisconsin, sementara Jeremy Woodard, 28 tahun, dengan berat hati meninggalkan anak perempuannya yang baru berumur 4 tahun. Duabulanlalu,JordantibadiRojava,kotakecil diwilayahutaraSuriah.DiaterbangdariAmerika menuju Turki. Di sana, sudah ada anggota Yekineyen Parastina Gel (YPG) atau Unit Perlindungan Rakyat Kurdistan, menunggunya. Beberapa bulan sebelumnya, Jordan sudah menjalin kontak dengan YPG lewat Facebook. Dari Turki, mereka menyeberang ke Rojava. Begitu tiba di Rojava, tak sempat menghela napas, Jordan dan milisi YPG langsung terlibat baku tembak dengan kelompok militan Negara Islam alias ISIS. Sial bagi Jordan, dia terluka terkena serpihan mortar yang ditembakkan milisi ISIS. Sekarang Jordan sudah hampir sembuh dan siap kembali ke medan tempur melawan ISIS. Jordan sempat berdinas di divisi infanteri militer Amerika Serikat selama dua tahun. Menurut Military Times, dia sempat menjalani latihan di sekolah infanteri Fort Benning dan Fort Bragg. Hingga usai dari dinas militer pada 2007, Jordan mendapatkan sejumlah medali: National Defense Service Medal, Global War on Terrorism Service Medal, Army Service Ribbon, dan Parachutist Badge. INTERNASIONAL Konvoi milisi Peshmerga dari Kurdistan disambut keturunan Kurdi di Turki saat melintasi perbatasan Kiziltepe, Turki- Suriah, Rabu (29/10). REUTERS
  • 143.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 “Seumur hidup aku ingin menjadi prajurit,” kata Jordan dua pekan lalu. Sebelum tiba di Rojava, dia tak pernah terlibat dalam perang sesungguhnya. Bekerja sebagai karyawan Bank Home Savings, dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, tak cocok bagi Jordan, yang punya hormon adrenalin tinggi. “Kehidupan sipil sepertinya bukan untukku.... Aku juga tak nyaman dengan kerja dari pukul 9 sampai 5.” Tekanan darahnya naik seketika saat mendengar kabar Kota Mosul di Irak direbut oleh milisi ISIS. Dia masih ingat berapa banyak temannya di dinas militer yang kehilangan nyawa di Irak. “Berapa banyak saudaraku yang membayar dengan hidup mereka supaya negara itu bisa hidup di alam demokrasi. Aku tak bisa membiarkan negara itu jatuh ke tangan ISIS sehingga pengorbanan saudara-saudaraku itu sia-sia,” kata Jordan. Sekalipun teman-temannya sangat sedikit yang bisa berbahasa Inggris, demikian pula dia tak bisa bercakap bahasa Kurdi, Jordan segera merasa kerasan tinggal di medan perang seperti Suriah. “Aku merasa tenang di sini,” katanya santai. Dia tak terlalu pusing soal apakah bisa pulang ke Amerika. Bahkan jika tak bisa kembali lagi ke negaranya, dia juga tak risau. “Ketika perang ini usai dan ISIS sudah dihancurkan, baru aku memikirkan hal itu.” Selama dalam perawatan, Jordan menghabiskan waktu berseluncur di Internet dan jejaring sosial, mengajak teman-temannya bergabung dengannya melawan ISIS di Suriah dan Irak. “Kita harus melawan ISIS sebelum mereka tumbuh semakin besar,” Jordan meyakinkan.Menurutdia,banyakyangtertarik, terutama para veteran militer. Ada yang dari Eropa Timur, Eropa Barat, Australia, Amerika, juga Kanada. “Mereka tak ingin hanya duduk menonton semua ini terjadi di depan mata.” TaksepertiJordanyangtakpunyapengalaman tempur, Jeremy Woodard, 28 tahun, mantan AKU TAK BISA MEMBIARKAN NEGARA ITU JATUH KE TANGAN ISIS.”
  • 144.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 prajurit di Divisi Kedua Infanteri, pernah dikirim keIrakdanAfganistan.PemudadariMississippi, Amerika, itu tiba di perbatasan Suriah dengan Irak hanya berselang beberapa hari sebelum Jordan. “Aku sudah membunuh dua milisi ISIS dalam pertempuran pertama di Jezza. Aku harap jumlahnya terus bertambah,” katanya dua pekan lalu. “Aku tak pernah berpikir bakal ada di Suriah untuk membunuh orang. Tapi orang- orang ini membunuh warga yang tak punya dosa.” Keluarga Jeremy, kata Stephen Woodard, pamannya, sama sekali tak keberatan dia pergi mempertaruhkan nyawa di Suriah. “Banyak orang berpikir entah dia gila atau tolol. Tapi dia melakukan hal yang benar,” kata sang paman. “Dia berjuang bagi orang-orang yang tak mampu mempertahankan diri.... Jika tak punya tanggungan keluarga, aku sendiri juga berniat Milisi Kurdi, YPG, menguburkan teman mereka di Ras-al-Ain, Provinsi Hasakah, Suriah, pertengahan Oktober lalu. Anggota YPG itu tewas dalam pertempuran melawan ISIS. REUTERS
  • 145.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 berangkat ke sana.” Soal agama tak jadi pikiran bagi keluarga Woodard. “Kami keluarga Kristen. Di sana, orang-orang Kristen juga dianiaya ISIS, sama dengan kelompok lain yang berseberangan keyakinan dengan ISIS,” kata Stephen. ●●● Medan perang Suriah dan Irak menyedot ribuan orang dari seluruh dunia. Menurut laporan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada sekitar 15 ribu orang dari 80 negara di dunia yang berniat “berjihad”bersamaISISdansejumlahkelompok militan lain. Bahkan dari negara-negara yang sebelumnya tak terdengar ada kaitan dengan kelompok jihad, seperti Cile atau Norwegia. Kendati jumlahnya masih relatif kecil, ada juga orang-orang seperti Jordan, Jeremy, dan sebagainya yang berperang untuk kubu di seberang ISIS. Bukan cuma para veteran, tapi ada pula anggota geng motor. Klaas Otto, bos geng motor dari Belanda, No Surrender, mengatakan ada tiga anak buahnya dari Amsterdam, Rotterdam, dan Breda yang telah berangkat ke Suriah, bergabung dengan milisi Kurdi, untuk berperang melawan ISIS. “Mereka ingin berbuat sesuatu setelah melihat video pemenggalan kepala oleh milisi ISIS,” kata Otto. Dan mereka bukan berandalan begajulan yang doyan mabuk, yang hanya bakal bikin kekacauan di negeri yang dirundung perang itu. Menurut Otto, ketiga temannya itu terlatih menggunakan senjata, berpengalaman, dan sangat berdisiplin. “Mereka tak minum alkohol,jugataksukabegadangdiklubmalam.” Kristopher Nicholaidis, 28 tahun, seorang senimandiYunani.Sudahlamadiaberhubungan dengan para pengungsi muslim di Yunani. “Aku berasal dari keluarga politik dan aku seorang sosialis demokrat. Aku memanfaatkan karya seni untuk melawan penindasan komunitas imigran muslim oleh kelompok fasis Partai Fajar Keemasan,” katanya. Partai yang dipimpin oleh Nikolaos AKU MELIHAT ISIS SEBAGAI KELOMPOK FASIS TERBESAR ABAD KE-21 YANG BAKAL JADI ANCAMAN GLOBAL.”
  • 146.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Michaloliakos itu memang terus gembar- gembor melawan imigran di Yunani. “Sekarang akumelihatISISsebagaikelompokfasisterbesar abad ke-21 yang bakal jadi ancaman global,” ujarnya. Sejak lima bulan lalu, Nicholaidis bergabung dengan milisi Kurdi, YPG, di Rojava. YPG kalah jumlah dan kalah jauh dalam hal kekuatan senjata dari milisi ISIS. Sebenarnya mereka sangat butuh bantuan. Tapi, menurut Kapten Azad Hussein, salah satu komandan YPG di Jaz'a, mereka tak mau sembarangan orang bergabung. “Kami akan menolak orang-orang yangkecewadenganhidupnyadanberharapbisa bertualang di sini,” kata Kapten Azad. Herish Ali, 19 tahun, keturunan Kurdi dari Inggris, bersama tiga temannya, terpaksa Jordan Matson dan anggota milisi YPG MASHABLE
  • 147.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 balik kanan dan pulang kembali setelah milisi Kurdistan, YPG dan Peshmerga, menolak niat merekabergabung.“Merekamintakamipulang ke Eropa dan melanjutkan sekolah,” Herish menuturkan pengalamannya. Bagi Zuleikha Mohammad, Ketua Komite Ibu Para Martir di Rojava, Nicholaidis, Jordan, Jeremy, Arsalan Cilik, mahasiswa salah satu kampus kondang di Turki, dan para relawan asing yang bertempur melawan ISIS, seperti anaknya sendiri. Anak kandungnya bergabung dengan YPG dan tewas dalam pertempuran melawan ISIS beberapa bulan lalu. “Mereka anak-anak kami dan Rojava adalah kampung halaman mereka,” kata Zuleikha. ■ SAPTO PRADITYO | GUARDIAN | ABC | CNN | INDEPENDENT | YOURMIDDLEEAST Brian Wilson (tengah), relawan dari Amerika Serikat, bergabung dengan milisi Kurdi, YPG. REUTERS
  • 148.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 “AKU BERI JAMINAN KEPADA KALIAN, JIKA MEREKA DATANG DAN MENYERANG KAMI SERATUS KALI, MEREKA AKAN KAMI KALAHKAN.” AMERIKA PULANG, TALIBANDATANG FOTO: OMAR SOBHANI/REUTERS
  • 149.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 “P EMBERONTAKAN” warga Gizab melawan Taliban pada Juni 2010 dipantik “perebutan” uang senilai sekitar Rp 230 juta. Lalay, seorang pemiliktokodiGizab,bersamaparakerabatdan tetangganya mendapatkan uang itu sebagai kompensasi dari pemerintah Afganistan. Sejumlah milisi Taliban meminta Lalay menyerahkan uang itu. “Uang dari pemerintah itu haram,” seorang komandan Taliban memberikan dalih. Lalay tak paham omongan sang komandan. “Jika uang ini terlarang untuk kami, mestinya juga haram bagi kalian,” Lalay menjawab perintah komandan Taliban. Tersinggungolehjawabannya,Talibanmenahan saudara laki-laki dan ayah Lalay. KalapolehtindakanTaliban,Lalaytakberpikir panjang. Bersama belasan kerabatnya, mereka melawanmilisiTalibandengansenjataseadanya. Di pinggir kota, mereka menangkap seorang anggota Taliban. “Sudah cukup kami ditindas mereka,” kata Lalay, geram. Melihat kenekatan MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Sekelompok milisi Taliban mengendarai sepeda motor di sebuah kota di Afganistan, Juli 2009. REUTERS
  • 150.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Lalay dan teman-temannya, sebagian warga Gizab turut angkat senapan melawan Taliban. Berjarak hampir 100 kilometer dari ibu kota Provinsi Uruzgan, Tarinkot, Gizab tak tersentuh pasukan keamanan Afganistan, sehingga membuat Taliban leluasa berkuasa. “Taliban merasa daerah ini tak akan bisa disentuh,” kata Brigadir Jenderal Austin S. Miller, Komandan Operasi Khusus Militer Amerika Serikat di Afganistan, kala itu. Namun Lalay dan ratusan warga Gizab, dan belakangan disokong oleh pasukan khusus Australia dan Amerika, membuktikan bahwa Taliban bisa ditaklukkan. “Memang masih ada Taliban di daerah pegunungan... tapi mereka tak berani keluar dan melawan kami,” kata Lalay, empat tahun lalu. Setahun lalu, pasukan aliansi internasional yangdipimpinAmerikameninggalkanUruzgan dan menyerahkan urusan keamanan kepada pasukan Afganistan. Pekan lalu, pasukan internasional juga telah menyerahkan dua kamp terbesar di Afganistan, Kamp Bastion dan Kamp Leatherneck di Provinsi Helmand, kepada pasukan Afganistan. Mulai Januari nanti, hanya akan ada sekitar 12 ribu tentara gabungan internasional yang masih bertahan di Afganistan dari semula 55 ribu prajurit pada Januari 2009. Tak ada pasukan internasional, empat tahun setelah ditendang dari Gizab, kini besar kemungkinan Taliban bakal kembali berkuasa di kota itu. Sejak beberapa bulan lalu, Gizab menjadi medan tempur tentara pemerintah Afganistan melawan Taliban. Milisi Taliban mengancam warga Gizab supaya tak bekerja sama dengan tentara pemerintah. “Mereka menggunakan warga sipil sebagai tameng dan menembak tentara pemerintah dari rumah warga,” Haji Abdur Rab, Kepala Dewan Pembangunan Gizab, mengeluh. KondisiwargaGizabsungguhrunyam.Pasukan JIKA UANG INI TERLARANG UNTUK KAMI, MESTINYA JUGA HARAM BAGI KALIAN.”
  • 151.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 pemerintah di Tarinkot tak berdaya membantu mengusir Taliban. Jalan penghubung ke Gizab sudah dihancurkan milisi Taliban. Bantuan militer hanya bisa diberikan lewat udara. Padahal, menurut Kolonel Rasul Kandahari, Komandan Brigade Keempat di Uruzgan, mereka hanya punya tiga helikopter untuk menjaga empat provinsi, itu pun persenjataannya hanya ala kadarnya. Seorang tetua suku di Gizab menuturkan, sekarang Taliban telah menguasai lebih dari 80 persen wilayah kota tersebut. Tak hanya di Gizab Taliban kembali datang, tapi juga di sejumlah wilayah lain di Afganistan. Pada 2009, Taliban bisa diusir dari Provinsi Kunduz, wilayah di utara Afganistan, berkat sokongan pasukan internasional. Sekarang, setelah sebagian besar pasukan gabungan itu ditarik pulang ke negerinya, Taliban merangsek kembali. Dua distrik di Provinsi Kunduz, yakni CharDaradanArchi,sudahhampirsepenuhnya dikuasai Taliban. Presiden baru Afganistan, Ashraf Ghani, sudah memerintahkan pengiriman tentara dari Mazar-i-Sharif, kota utama di wilayah utara. Ketimbang bertempur langsung di darat, Milisi Taliban berpose bersama senjata mereka di sebuah tempat di Afganistan pada Oktober 2009. REUTERS
  • 152.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 menurut seorang warga Kota Kunduz, prajurit pemerintah memilih menghujankan roket ke wilayahyangdikuasaiTaliban.Akibatnya,malah warga sipil yang jadi korban. “Setiap saat Taliban bisa merebut kota ini jika mereka mau,” kata Hajji Aman, pengusaha di Kota Kunduz. “Saat ini mereka cuma tak mau direpotkan urusan mengelola kota saja.” Seorang pekerja kemanusiaan internasional menuturkan, Taliban sudah menjadi bayangan pemerintah di daerah itu. “Kami tak bisa melakukan apa pun tanpa persetujuan Taliban.” Kendati sejumlah wilayah telah jatuh ke tanganTalibandanjumlahpasukaninternasional sudah dipangkas habis, militer Afganistan sepertinya tak terlalu khawatir. “Kami sudah berlatih sangat lama dan sekarang semuanya sudah siap.... Aku beri jaminan kepada kalian, jika mereka datang dan menyerang kami seratus kali, mereka akan kami kalahkan,” kata Jenderal Zamin Hassam, Komandan Korps 215. Jenderal John Campbell, komandan pasukan internasional, juga tak terlalu risau. “Taliban mungkin merebut sejumlah wilayah, tapi itu hanya sementara.... Begitu militer Afganistan paham situasinya, mereka akan rebut kembali.” Bukan cuma lemahnya kekuatan pasukan pemerintah, birokrasi yang korup dan berantakan juga punya andil atas kebangkitan Taliban. Sebagian rakyat Afganistan sudah lelah dengan birokrasi yang kacau dan korup. Mereka memilih berpaling kembali ke Taliban untuk menuntaskan masalahnya. “Pengadilan Taliban sangat cepat dan mereka benar-benar melakukan apa yang mereka katakan,” kata MohammadNazar,tetuasukudiDistrikChahar Dara. Sardar, 23 tahun, tukang cukur rambut di Kota Kunduz, menuturkan pengalamannya bagaimana petugas pemerintah meminta uang pelicin untuk menuntaskan sengketa keluarganya. Jengkel terhadap petugas pemerintah yang doyan suap tapi tak becus SETIAP SAAT TALIBAN BISA MEREBUT KOTA INI JIKA MEREKA MAU.”
  • 153.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 kerja, dia berpaling ke Taliban. “Mereka datang ke rumah kami di Char Dara dan masalah itu kelar dalam dua hari,” kata Sardar, dua pekan lalu. Belajar dari kekalahan mereka di masa lalu, milisi Taliban menggunakan taktik baru untuk bertahan hidup dan merebut kembali simpati warga Afganistan. Taliban sengaja tak unjuk diri supaya tak jadi target serangan pasukan internasional. Taliban memilih taktik “gerilya”. Mereka mengirim hakim-hakim syariah dari rumah ke rumah untuk menuntaskan masalah warga. “Sebagian warga memilih kami karena kami punya sistem yang bagus dan tak ada korupsi,” ujar Mullah Abdul Bakhi, salah satu hakim Taliban. Di sebagian wilayah yang kini mereka kuasai, Taliban juga membiarkan sekolah bagi perempuan terus beroperasi. Bahkan beberapa pemimpin Taliban mengirimkan anak perempuannya ke sekolah. Namun sekolah itu memisahkan kelas murid perempuan dengan laki-laki. “Sekarang dia kelas dua dan jadi murid terbaik di kelasnya,” kata Ahmad Muttawakil, mantan Menteri Luar Negeri Taliban, dengan bangga. n SAPTO PRADITYO | REUTERS | GUARDIAN | NYTIMES | WASHINGTON POST MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Tentara Afganistan memeriksa rumah yang menjadi korban serangan bom milisi Taliban di Provinsi Kunduz, Senin (27/10). REUTERS
  • 154.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INTERNASIONAL ANJING DISAYANG, ULAMA MERADANG“JANGAN COBA-COBA MENCIPTAKAN BUDAYA YANG BERTENTANGAN DENGAN ISLAM,” MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 155.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 N IAT baik saja kadang tak cukup untuk membebaskan diri dari masalah. Paling tidak itulah yang dialami Syed Azmi Alhabshi, 30 tahun. Sebenarnya niat pemuda muslim dari Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, itu tak jelek- jelek amat, malah mungkin bisa dibilang baik. Dia trenyuh melihat cara warga Malaysia memperlakukan anjing. “Aku sering melihat orang mengusir anjing, bahkan melemparinya dengan batu,” kata Azmi dua pekan lalu. Dia berniat mengikis anggapan buruk terhadap anjing di Malaysia. “Aku ingin mengumpulkan warga Malaysia dan membantu mereka mengatasi rasa takut terhadap anjing.” Bersama beberapa temannya, Azmi berniat KLCOCONUTS
  • 156.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 membikin acara bertajuk “I Want to Touch a Dog”, bertempat di Central Park, Bandar Utama, Petaling Jaya. Sebenarnya, menurut Azmi, sejumlah orang mengkritik niatnya. Namun dia memilih jalan terus. Ada sejumlah pembicara dalam acara tersebut, di antaranya dokter hewan Hasnul Ismail, penyelamat binatang Muhamad Razeef CheShamah,ulamadariPertubuhanKesedaran Melayu dan Islam, Iqbal Parjin, dan sopir taksi Mohammad Kamil Affendy. Islam, menurut Iqbal, tak pernah mengajari umatnya untuk membenci anjing. “Walaupun air liur anjing najis dan bulunya tak bersih, semestinya kita tak merendahkan anjing. Jangan menyakiti dan melempari mereka dengan sesuatu... anjing juga makhluk ciptaan Allah,” kata Iqbal. Tak disangka Azmi, lebih dari seribu orang datang. Dari para pemilik anjing hingga orang- orangyanghanyaingintahusoalanjing,seperti Fatimah, 23 tahun. Ibu dua anak itu tampak tak sungkan mondar-mandir di antara anjing- anjing. “Aku ingin tahu bagaimana berinteraksi dengan anjing, juga cara menyucikan diri setelah memegang anjing,” kata Fatimah. Pemilik anjing seperti Aaron Choo, 25 tahun, juga girang melihat sebagian warga muslim Malaysia tak lagi punya pikiran negatif tentang anjing. “Aku senang melihat warga muslim Malaysiamaumemegangdanbelajarmengenai anjing,” kata Aaron. Namun kegembiraan Azmi, Aaron, dan teman-teman mereka tak berumur panjang. Acara itu membuat sejumlah ulama Malaysia sewot berat, apalagi menyaksikan beberapa perempuan berkerudung tampak memeluk anjing. “Ada ulat di otak mereka yang membuat acara itu,” kata Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat, pemimpin spiritual Partai Islam Pan-Malaysia (PAS). Datuk Nooh Gadut, mantan mufti Johor, menganggap acara pegang-memegang anjing itu merupakan penghinaan terhadap otoritas ANJING JUGA MAKHLUK CIPTAAN ALLAH.”
  • 157.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Islam dan ulama Malaysia. Menurut Datuk Nooh, seorang muslim dilarang memegang anjing karena binatang itu najis dan kotor. “Memegang anjing terlarang karenatigahal,karenaalasanagama,kesehatan, danbudaya.Jadijangancoba-cobamenciptakan budaya yang bertentangan dengan Islam,” Datuk Nooh memberi peringatan. Mereka yang mencerca Syed Azmi mengunggah nomor ponselnya di Internet. Walhasil, hanya dalam sepekan, ponselnya dibanjiricaci-maki,bahkanancaman“hukuman” MALAYSIAINSIDER
  • 158.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 mati.“Adayangmengancamakanmematahkan tulangnya, bahkan ada yang mengatakan akan membunuhnya jika bertemu di jalan. Dia menjadi takut keluar,” kata Syahredzan Johan, pengacara Azmi. Polisi juga menyarankannya bersembunyi untuk sementara. Sempat sepekan menghilang, akhirnya Azmi unjuk diri. Didampingi Syahredzan, dia menyampaikan permintaan maaf. “Aku tak bermaksud memberikan masalah bagi siapa pun... aku tak berniat membelokkan keyakinan, menghina ulama, atau mempromosikan liberalisme,” Azmi membacakan pernyataannya. Norhayati Ismail, koordinator lain acara itu, mengatakan mereka tak bisa mencegah orang-orang yang datang untuk memegang atau memeluk anjing. Urusan itu rupanya tak selesai dengan maaf saja. Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) berniat memanggil Azmi dan teman- temannya. “Kami ingin tahu mengapa mereka membuat acara itu dan apakah ada agenda tersembunyi,” kata Datuk Seri Jamil Khir Baharom, menteri di Kantor Perdana Menteri Malaysia. Walaupun suaranya tak senyaring mereka yangmencaci-makiacarapeganganjingitu,tak sedikit pula yang menyokong Azmi dan kawan- kawannya. “Aku tak bermaksud menentang para ulama, tapi aku harap mereka bisa melihat bahwa Azmi benar-benar berniat baik,” ujar AnasZubedy,temanbaikAzmi.Dimediasosial, Azmi juga punya “pasukan” pendukung. "Kenapa Syed Azmi nak kena minta maaf? Kalau aku jadi dia, mati sepuluh kali pun aku takkan minta maaf sebab aku tak buat salah," @ewanmarcuz menulis di laman Twitter. Marina Mahathir, putri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, juga mengkritik mereka yang mencaci acara Azmi. “Aku tak sadar bahwa kebaikan sekarang dianggap sebagai satu hal tercela.... Berapa banyak energi yang akan kita habiskan untuk kebencian ini? Dan bagaimana membenci sesuatudanapapunbisamembuatkitamenjadi seorang muslim yang lebih baik?” Marina menulis. ADAYANGMENGANCAM AKANMEMATAHKAN TULANGNYA.”
  • 159.
    INTERNASIONAL MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 Suri Kempe, manajer program di Sisters in Islam, bersuara lebih lagi melawan ancaman terhadap Azmi. “Tanggapan dan ancaman kekerasanitusungguhmengerikan,memalukan, danjelasbertentangandenganIslam,”kataSuri. “Sungguh ironis, kelakuan buruk itu dilakukan atas nama membela Islam.” Mantan mufti Perlis, Mohamad Asri Zainul Abidin, mengatakan mereka yang menyatakan memegang anjing sebagai tindakan haram karena binatang itu dianggap kotor justru berpikiran dangkal. “Apakah artinya juga kita dilarang memegang kotoran sendiri,” dia bertanya. Tapi dia juga menilai penyelenggaraan acara itu kurang bijaksana. Azmi terlalu menyepelekan kemungkinan reaksi masyarakat muslim Malaysia. “Ketika kalian menyuruh orang melakukan sesuatu yang tak pernah mereka kerjakan, tentu mereka merasa aneh. Proses ini harus bertahap.” ■ SAPTO PRADITYO | MALAYSIAINSIDER | MALAYMAIL | THESTAR | NST | NYTIMES Jemaat Pendeta T.B. Joshua TBJOSHUAFANCLUB MALAYMAIL MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 160.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014
  • 161.
    PEOPLE MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 P ARAS cantik para selebritas Korea Selatan masih menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat dunia. Terbukti, sejumlah nama artis Negeri Ginseng masuk jajaran wanita tercantik dunia. Salah satunya model sekaligus aktris Lee Sung-min atau yang akrab disapa Clara Lee. Pesona yang terpancar dari bintang film High Kick ini membuatnya menduduki posisi kedua daftar 100 Most Beautiful Women in the World 2014. Daftar itu dirilis Mode Lifestyle Magazine pada 28 Oktober lalu. Tak tanggung-tanggung, wanita yang lahir di Swiss pada 15 Januari 1986 ini berhasil mengalahkan Jessica Alba, yang berada di urutan keempat. Sementaraitu,ScarlettJohanssonberadadipering­katkeenam dan Angelina Jolie harus puas berada di peringkat kesepuluh. Sedangkan posisi pertama diduduki oleh artis Amerika Serikat, Tania Marie Caringi. Popularitas Clara di dunia hiburan Korea Selatan mulai me- nanjak setelah ia membintangi film layar lebar yang bergenre drama-erotis berjudul Five Senses of Eros. Sejak itu dia juga sering menuai pujian dari berbagai kalan- gan atas kecantikan dan tubuh yang sempurna. Wah, selamat Clara. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA PEOPLE
  • 162.
    PEOPLE MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 P EDAS menjadi kesukaan Christian Sugiono. Maka, saat dia diminta menjajal masakan dengan rasa paling pedas sedunia, suami Titi Kamal ini sama sekali tak ingin melewat- kannya. Kesempatan mencicipi makanan dengan bumbu merica terpedas itu datang saat Christian mengunjungi ­Afrika. Tanpa berpikir panjang, bapak satu anak ini langsung mencobanya. “Itu salah satu jenis makanan seru yang aku coba, semacam merica Afrika tapi rasanya terpedas di dunia,” ujar pria yang memulai karier sebagai model ini. Dalam sekejap, makanan pedas itu langsung dila- hapnya hingga tuntas. Meski kepedasan, pria blasteran Indonesia-Jerman ini mengaku keta­gihan. “Aku memang suka pedas sih, jadi mau pedas kayak apa, ya ayo aja,” ujarnya. Meski gemar makan, Christian mengaku tak pandai memasak. Paling-paling dia hanya meng­order asisten ru- mah tangganya untuk mencoba-coba resep masakan. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA PEOPLE TIAN/DETIKHOT
  • 163.
    PEOPLE MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 S EBAGAI Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tentu gampang saja membeli gadget keluaran terbaru yang supercang- gih. Namun pria yang sebelumnya menjadi Komisaris Utama PT Wijaya Karya ini ternyata lebih suka telepon seluler (HP) jadul-nya. “Asal bisa (buat kirim) SMS dan telepon nih HP saya,” ujar Basuki sambil menunjukkan HP jadul dengan keypad 12 tombol. Jangankan chatting, ponsel milik pria kelahiran 5 November 1954 ini juga tak bisa digunakan untuk ber-selfie ria. Namun Basuki mengaku tak malu meski banyak rekannya mengguna- kan smartphone keluaran terbaru. “He-he-he... biar saja. Ngapain malu, malah saya tunjukin nih,” ujar Basuki sambil sekali lagi mengeluarkan ponsel mungil dari sakunya. Basuki baru saja dilantik menjadi salah satu menteri di Kabi- net Kerja Presiden Joko Widodo. Di era pemerintahan Susilo Bambang Yu­dhoyono, Basuki pernah dipercaya menjadi tim penanggulangan lumpur Lapindo. Basuki meraih gelar sarjana (S-1) dari Fakultas Teknik Geologi UniversitasGadjahMadapada1979.Diakemudianmelanjutkan studi ke Teknik Sipil Colorado State University, Amerika Serikat, di bidang pengairan. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA PEOPLE ANTARAFOTO/ANDIKAWAHYU
  • 164.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN MUSIKSENI HIBURAN MUSIK MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 The Jacksons Selalu Muda GRUP LEGENDARIS THE JACKSONS TAK KEHILANGAN PESONA WALAU SUDAH KEHILANGAN MICHAEL. PENGGEMARNYA BAHKAN DARI KALANGAN MUDA.
  • 165.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN MUSIK L AYAR terbuka ketika waktu menunjukkan pukul 9.30 malam. Empat pria berdiri agak di bela- kang, tak terkena sorot lampu, hanya siluet yang terbentuk. Penonton pun berseru-seru. Seketika musik mengentak. Can You Feel It, lagu dari 1980, dinyanyikan. Empat pria itu, Jackie, 63 tahun, Tito (61), Jermaine (59), dan Marlon Jackson (57), melangkah ke depan, ke bawah sorot lampu, bersama koreografi ener- getik dan kompak. Keempatnya mengenakan setelan hitam-hitam, kecuali Tito yang berbaju merah, senada dengan warna gitarnya. Histeria penonton makin menjadi. Empat laki-laki yang tergabung dalam The Jacksons itu menutup pergelaran tahunan SoundsFair di panggung utama Plenary Hall Jakarta Convention Center, 26 Oktober 2014. SoundsFair adalah festival musik garapan Java Festival Production yang menampilkan pe­ nyanyi dari beragam genre musik. Tahun ini adalah gelaran pertamanya dan diharapkan menjadi program tahunan seperti halnya Java- Jazz Festival. SoundsFair2014jugamenjadiajangpenyanyi memperkenalkan album/single terbaru, seba- gaimana dilakukan Ipang yang merilis single Cari Celah, Gilbert Pohan merilis single Nyany- ian Rumah, dan album Seeds oleh Neonomora. Sebelum The Jacksons, panggung Plenary Hall diisi Yuna, penyanyi muda asal Malaysia, mem- bawakan Favorit Things, Penakut, Mountains,
  • 166.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN MUSIK Lullabies, Terukir di Bintang, Lelaki, Decorate, dan ditutup dengan Rescue. Dia juga berjanji akan datang lagi ke Indonesia dengan syarat ditraktir bakso dan nasi Padang. Sophie Ellis-Bextor, penyanyi pop asal Inggris yang tampil di Java Soulnation Festival 2011, kali ini mengisi panggung SoundsFair. Dia meng- hangatkan Jakarta lewat Runaway Daydreamer, 13 Little Dolls, Take Me Home, Why Don’t You Feel So Good, Sing It Back, Heartbreak (Make Me Dancer), dan tentu saja Murder on the Dance Floor. Jika menengok barisan artis yang tampil, sep- erti Cody Simpson, Magic!, Tokyo Sky Paradise Orchestra, Tulus, dan RAN, merupakan kejutan besar ketika penonton mereka ternyata meng- gilaiTheJacksonsjuga.Pasalnya,lagu-lagugrup ini menjuarai anak tangga pada 1970-an, ketika remaja-dewasa-muda itu belum lahir. The Jacksons dibentuk di Gary, Indiana, Amerika Serikat, pada 1964 dengan nama The Jackson Brothers. Grup ini beranggotakan Jackie, Tito, Jermaine, Marlon, dan Michael Jackson. Lima bersaudara anak pasangan Joe dan ­Katherine Jackson itu kemudian berganti nama jadi The Jacksons 5. Michael Jackson, yang pernah ditahbiskan sebagai King of Pop, tutup usia pada 2009 pada usia 51 tahun. Selain lagu-lagunya yang melegenda, grup ini berusaha terus mempertahankan kekhasan koreografi mereka walau usia personelnya tak lagi bisa dibilang muda. Seperti sederet lagu setelah Can You Feel It yang mereka nyanyikan tanpa jeda, yakni Blame It on the Boogie (1978), Show You the Way (1977), serta dua single milik Michael Jackson, I Wanna Be Where You Are
  • 167.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN MUSIK (1972) dan Rock with You (1979). Layar di panggung dan dua layar di samp- ingnya kemudian menayangkan video perjala- nan karier The Jacksons sejak masih kecil dan remaja, penampilan mereka di televisi, rumah masa kecil yang sederhana, serta wawancara dengan Katherine dan Joe. Katherine bercer- ita bagaimana suara anak-anak ini saat sedang menyanyi terdengar sampai setengah blok jaraknya. Histeria penonton yang meneriak- kan “Michael!” atau “I love you, Michael!” tak terbendung setiap kali wajah Michael Jackson muncul di layar. Setelah penayangan video, keempatnya kem- bali ke panggung. Sebelum menyanyi, Marlon menyapa penonton, “Terima kasih sudah berta- hun-tahun mendukung The Jacksons. Kita berse- nang-senang malam ini….” Belum selesai Marlon bicara, Jackie menyela, “Hei, tak mungkin mereka bersenang-senang tanpa lagu-lagu lama kita, sep- erti ABC dan I Want You Back.” Aha! Itu tandanya lagu-lagu legenda akan di- mainkan. Penonton bersiap, tak sabar, dan dar! I Want You Back (1973) mereka nyanyikan den- gan koreografi khas memutar tangan di depan dada sambil membungkukkan badan. Berlanjut ke ABC (1970), Dancing Machine (1973), NeverCanSayGoodbye(1971),sertaI’llBe There (1970), yang pada 1993 dinyanyikan kem- bali oleh Mariah Carey dan mendapat sukses besar. Penonton, yang dari tadi tak henti-henti menggoyangkan badan, kini menurunkan suhu sejenak, ikut menyanyi sejak bait pertama sam- bil melambaikan dua tangan. You and I must make a pact/ We must bring salvation back/ SENI HIBURAN MUSIK
  • 168.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN MUSIK Where there is love, I’ll be there…. Suasana romantis itu “diturunkan” lagi ketika Marlon membawakan Gone Too Soon, yang jadi single Michael pada 1990 dalam album Dangerous, sementara layar menampilkan slide foto-foto Michael Jackson. Sendu pun meruap. Namun itu tak lama. Panggung kembali dien- tak lewat Can’t Let Her Get Away, yang juga dari album Dangerous. Setelah Marlon memperkenalkan band, The Jackson berlanjut ke This Place Hotel (1980), lalu ke dua single milik Michael, Wanna Be Startin’ Somethin’darialbumThriller(1982)danDon’tStop till It Get Enough dari album Off the Wall (1979). Keempatnyamengajaksatupenontonkeatas panggung,ikutmenirukangerakanmerekasaat menyanyikan Shake Your Body (1978). Setelah lagu usai, empat personel The Jacksons turun dari panggung, bersalaman dengan penonton di barisan depan, naik ke panggung lagi untuk kemudian sama-sama membungkukkan badan sebelum layar menutup kembali. ■ SILVIA GALIKANO MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 169.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN FILMSENI HIBURAN FILMSENI HIBURAN FILM MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Diayun Melodrama Nicholas Sparks SEPASANG KEKASIH MASA SMA BERTEMU LAGI SETELAH 20 TAHUN. PERTEMUAN INI MEMBUKA SEBUAH KENYATAAN YANG SELAMA INI TAK DISADARI.
  • 170.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN FILM MAJALAH DETIK 23 - 29 DESEMBER 2013MAJALAH DETIK 3 - 9 MARET 2014 S ATU lagi novel Nicholas Sparks diangkat ke layar lebar. Setelah Message in a Bottle (karya pertamanya yang difilmkan pada 1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004), dan Safe Haven (2013), kini giliran The Best of Me jadi karyanya ke-9 yang difilmkan. Ceritanya sedikit-banyak tipikal adaptasi Sparks, tentang pasangan kekasih masa SMA yang bertemu lagi 20 tahun kemudian. Seperti biasa juga, diisi pemain rupawan, setting cantik, cerita ringan tapi dengan jurus andalan dialog- dialoglayakkutip,sertaklimaksyangmenguras emosi. Film dibuka dengan adegan Dawson (James SENI HIBURAN FILM MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Judul: TheBestofMe Genre: Drama,Romance Sutradara: MichaelHoffman Produksi: RelativityMedia Pemain: JamesMarsden, MichelleMonaghan, LukeBracey,Liana Liberato,LukeBracey Durasi: 1jam59menit Tap untuk melihat Video
  • 171.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN FILM Marsden) duduk di rig lepas pantai tempatnya bekerja sebagai pekerja tambang, membaca buku Stephen Hawking. Di atasnya langit malam. Setelah menekur beberapa lama, dia mengangkat kepala, menatap bintang-bintang yang memenuhi langit. Layar kemudian berpindah ke Amanda (Michelle Monaghan) yang berada di tempat lain, juga sedang menatap bintang dari teras rumahnya. Sebentar dia katakan kepada putra remajanya yang duduk di samping bahwa dia dulu kerap mengira takdir tertulis di antara bintang-bintang. Sebuah panggilan telepon dari pengacara mengabarkan bahwa Tuck baru saja wafat dan Amanda diminta datang ke Oriental, North Carolina, perihal wasiat. Telepon yang sama juga diterima Dawson. Wafatnya Tuck mempertemukan kembali Amanda dengan Dawson, pasangan kekasih 20 tahun lalu, saat keduanya sama-sama SMA. Dawson berasal dari keluarga kriminal. Ayahnya sering memukul dan memuntahkan makian serta hinaan. Dua abangnya tak banyak beda, dan mendukung apa pun tindakan ayahnya. Hingga Dawson tak tahan lagi, dia pergi meninggalkan rumah. Ditengahhujanderasdanpetirmemekakkan telinga, Dawson, yang tak punya tujuan, berteduh di bangunan terdekat. Pintunya digembok, dia masuk lewat jendela yang tak MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 172.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN FILM dikunci. Bangunan itu adalah garasi milik Tuck (Gerald McRaney), seorang sepuh yang hidup sendiri setelah istrinya meninggal beberapa tahun lalu. Tuck mengizinkan anak muda itu tinggal di garasinya selama dia inginkan. Sebagai imbalan, Dawson merapikan halaman rumah Tuck yang, sejak istrinya wafat, tak lagi terurus. Dawson kemudian mengenal Amanda, putri tunggal seorang kaya kolektormobilmewah.Merekasering menghabiskan waktu di rumah Tuck. Tuck menyayangi keduanya bagai anak sendiri. Sebuah peristiwa maut yang melibatkan Dawson, ayah dan dua abangnya, serta seorang sahabatnya menyebabkan Dawson dipenjara selama delapan tahun. Dia pun memutus hubungan dan menutup komunikasi dengan Amanda, semata-mata tak ingin melihat perempuan yang sangat dia cintai itu menderita. Ambil tisu dan bersiaplah menguras hati saat menonton melodrama Nicholas Sparks ini. Seperti The Notebook, narasi The Best of Me bermain di dua bingkai waktu, masa kini dan masa lalu, yang diceritakan dalam alur maju- mundur. Walau semua unsurnya serbafamiliar, film iniberhasilmempertahankanpenontontetap di tempat dari awal sampai akhir. Sebagian besar berkat dua pemain muda yang luar biasa, Liana Liberato sebagai Amanda muda dan Luke Bracey sebagai Dawson muda, yang punya chemistry kuat. Cinta monyet berlatar belakang 1980-an mereka pampangkan dengan manisnya. Sutradara Michael Hoffman bersama penulis skenario Will Fetters dan J. Mills Goodloe sepertinya mengetes kesabaran penonton melalui jalan cerita yang lambat dan subplot yang “bertubi-tubi”. Meski begitu, poin-poin MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 Seperti The Notebook, narasi The Best of Me bermain di dua bingkai waktu, masa kini dan masa lalu, yang diceritakan dalam alur maju-mundur.
  • 173.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 SENI HIBURAN FILM dramanya ampuh membuat beberapa kali penonton mengusap air mata dan dialognya bakal banyak dikutip sebagai status di media sosial, seperti “I lost you once, and I’m not gonna loose again”. The Best of Me adalah drama standar yang memaksimalkan setting North Carolina yang cantik, menggali rasa romantis yang paling murni, dan skor apik. Setidaknya, sempurna untuk menemani kencan. ■ SILVIA GALIKANO MAJALAH DETIK 22 - 28 SEPTEMBER 2014MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 174.
    FILM PEKAN INI MAJALAHDETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014 FILM PEKAN INI APPY New Year adalah film komedi-drama Bollywood yang disutradarai Farah Khan dan Gauri Khan. Berkisah tentang kumpulan tim pecundang yang berencana melakukan pencurian berlian terbesar dalam sejarah. Film ini merupakan kolaborasi ketiga Khan dengan sang sutradara. Sebelumnya, mereka bekerja di Main Hoon Na (2004) dan Om Shanti Om (2007). JENIS FILM: ACTION, COMEDY, DRAMA | PRODUSER: GAURI KHAN | PRODUKSI: YASH RAJ FILMS | SUTRADARA: FARAH KHAN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 175.
    FILM PEKAN INI MAJALAHDETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014 FILM PEKAN INI MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 SEKUTU hampir mengalahkan tentara Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Pasukan Sekutu pimpinan Sersan Wardaddy (Brad Pitt) mendapat misiterakhiryangsangatberbahaya,yaknibersama anak buahnya membawa tank jenis Sherman yang diberi nama Fury untuk menyerang sisa-sisa tentara Nazi di jantung Kota Jerman.  Walau pasukannya kalah jumlah dan persenjataan, mereka berusaha mengalahkan pasukan Nazi Jerman. JENIS FILM: ACTION, DRAMA, WAR | PRODUSER: DAVID AYER, BILL BLOCK, JOHN LESHER, ETHAN SMITH | PRODUKSI: QED INTERNATIONAL | SUTRADARA: DAVID AYER | DURASI:135 MENIT
  • 176.
    FILM PEKAN INI MAJALAHDETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014MAJALAH DETIK 4 - 10 NOVEMBER 2013 FILM PEKAN INI MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 OKI Carl Casper (Jon Favreau) tiba- tiba berhenti dari pekerjaannya di sebuah restoran terkemuka di Los Angeles. Dia menolak berkompromi dengan pemilik restoran yang diktator (Dustin Hoffman). Carl memutuskan menetap di Miami. Bersama mantan istri (Sofia Vergara), teman (John Leguizamo), dan anaknya (Emjay Anthony), dia memulai usaha truk makanan. Melalui semua ini, apakah koki Carl menemukan kembali semangatnya memasak, bertahan hidup, dan cinta? JENIS FILM: DRAMA, KOMEDI | PRODUSER: JON FAVREAU | PRODUKSI: OPEN ROAD FILMS | SUTRADARA: JON FAVREAU | DURASI:114 MENIT
  • 177.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BUKU K INI siapa yang tidak mengenal Samsung Electronics? Ponsel pintar buat­an perusahaan elektronik asal Korea Selatan ini sekarang mera- jai pasar dunia. Sukses Samsung tidak bisa dilepaskan dari Lee Kun- hee. Dialah sang penyelamat Samsung. Buku Samsung Code (27 Prinsip Pengembang­an Pribadi dan Organisasi ala Samsung) membeberkan prinsip-prinsip “MAU TIDAK MAU KITA HARUS BERUBAH. GANTI SEMUA KECUALI ISTRI DAN ANAK ANDA.” BUKU JUDUL BUKU: Samsung Code (27 Prinsip Pengembangan Pribadi dan Organisasi ala Samsung) PENULIS: Kim Byung-wan PENERBIT: Noura TERBITAN: September 2014 TEBAL: 252 halaman RAHASIA SUKSES SAMSUNG
  • 178.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BUKU Lee Kun-hee dalam menyulap Samsung dari perusahaan kecil yang bangkrut men- jadi perusahaan kelas dunia. Lee adalah anak ketiga dari pemilik sekaligus pendiri Samsung Group, Lee Byung-cul, dan istrinya, Park Du-eul. Lee Kun-hee memimpin Samsung saat peru- sahaan itu dalam kondisi sangat buruk, bangkrut pada 1985. Kim Byung-wan, dalam buku ini, menceritakan Lee Kun-hee dipandang seb- elah mata pada awal-awal memimpin Samsung. Nama besar sang ayah menjadi beban baginya. Para petinggi perusahaan, staf, sekretariat, media massa, dan masyarakat umum penasaran terhadap apa yang akan dilakukan Lee Kun-hee un- tuk menyelamatkan Samsung setelah kematian sang ayah. Ia sering mendengar orang-orang meragukan dan meremehkannya. “Apakah Lee Kun-hee bisa memimpin Samsung dengan baik seperti ayahnya?” kata Lee. Parahnya, sarjana ekonomi dari Universitas Waseda, Jepang, itu juga meragu- kan dirinya sendiri. Ia merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa. Ia benar-benar bingung, apa yang harus diperbuat, terlebih kondisi di luar Samsung juga tidak mendukung. Ekonomi dunia melambat, posisi perekonomian Korea berada di tiga terbawah negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat. “Sejak menjadi direktur pada 1987, saya tidak tahu harus berbuat apa,” kata pemilik gelar MBA dari George Washington University, Amerika Serikat, itu. Lima tahun pertama memimpin Samsung benar-benar menjadi mimpi buruk Lee. Pada 1992, ia sampai mengalami insomnia. Ia khawatir akan kehilangan Sam- sung dan seluruh anak usaha. Ia tidak bisa tidur dan tidak doyan makan sampai berat badannya turun 10 kilogram. “Nafsu makan saya hilang karena stres hingga tidak makan sama sekali.” Pada 1993, Lee menyadari Samsung dianggap sebagai produk ecek-ecek untuk kelas menengah ke bawah. Saat ia mengunjungi sebuah toko elektronik di pusat THINKSTOCK
  • 179.
    MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 BUKU Kota Los Angeles, dia terkejut melihat produk GE, Whirlpool, Philips, Sony, dan NEC dipajang di tengah-tengah toko, sedangkan produk Samsung tersembunyi di sudut toko. Lee benar-benar mendapat tamparan saat Tamio Fukuda mengkritik habis peru- sahaannya. Fukuda menyebut Samsung Electronics sedang sakit. “Perusahaan itu akan gagal kalau tidak segera memperbaiki diri.” Lantas bagaimana Lee Kun-hee menyelamatkan Samsung? Inilah yang dikupas dalam Samsung Code. Kim Byung-wan mengupas satu per satu dari 27 prinsip Lee. Prinsip pertama adalah mencari informasi sebanyak mungkin. Dalam prinsip ini, Kim memaparkan kebiasaan Lee yang suka memberi kuliah kepada karyawannya. Lee juga membuat dua buku Manajemen Baru Samsung dan Terminologi Sam- sung: Mari Satukan Visi. Setiap pagi ia mewajibkan seluruh karyawan Samsung membaca dua buku itu. Lee juga memberikan kuliah selama satu jam untuk mem- perjelas prinsip-prinsip di buku yang ditulisnya itu. Tidak jarang, Lee Kun-hee jadi bahan tertawaan saat memberikan kuliah. Misalnya saat ia meminta para bawahannya agar tidak ragu mengubah semua kebiasaan yang sudahmengakarpuluhantahun.“Mautidakmaukitaharusberubah.”Secaraekstrem, ia memberi perumpamaan: Semua harus diganti, kecuali istri dan anak. Kebiasaan Lee Kun-hee memberi kuliah itu mendapat kritik keras. Namun Lee tidak peduli. Ia tetap melanjutkan aktivitas kuliah umumnya itu. Karyawan yang gagal mencapai target ia beri motivasi terus-menerus. Selain berbicara untuk mensosialisasi prinsip-prinsipnya, Lee memegang prinsip “Jadilah Pendengar yang Baik dan Rendah Hati”. Ini prinsip ke-15. Ia yakin menjadi pendengar yang baik jauh lebih penting daripada menjadi orang yang pandai ber- bicara. n IIN YUMIYANTI Karyawan yang gagal mencapai target ia beri motivasi terus- menerus. MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014
  • 180.
    KATALOG MAJALAH DETIK 29SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014 KATALOG JUDUL: ORANG JALANAN MASUK ISTANA | PENULIS: HERU LELONO | PENYUNTING: FENTY EFFENDY | PENERBIT: RUAS | TERBITAN: JULI 2014| TEBAL: 306 HALAMAN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 KISAH PENGHUBUNG MEGA-SBY S AAT kerusuhan melanda Ibu Kota pada pertengahan Mei 1998, Taufiq Kiemas baru saja mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Pada waktu yang sama, mendarat pula Direktur Utama BRI Djokosantoso Moeljono dan Direktur Astra Palgunadi untuk kepentingan berbeda. Tak ada kendaraan yang menjemput mereka. Atas inisiatif Heru Lelono, yang bersahabat dengan Taufiq, ketiganya menggunakanambulansmilikBRI.KebetulanHeruadalah adik Djokosantoso. Untuk mengelabui massa di Jakarta, ketiganya menyamar sebagai pasien dan dokter. Nama Heru mencuat dan menjadi gunjingan publik dalam skandal eksperimen pangan dan energi, padi Super Toy dan Blue Energi. Dia adalah staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun. Keduanya menjalin persahabatan sejak menjelang runtuhnya era Orde Baru. Sebelum banyak membantu SBY, Heru dikenal sebagai “orangdekat”Megawati.Dialahyangmenjadipenghubung pertemuan-pertemuan rahasia antara Megawati dan SBY. Banyak hal diungkap Heru tentang Mega dan SBY dalam buku ini, baik hal pribadi maupun yang sudah umum diketahui publik. Lumayan menarik. Apalagi Fenty Effendy selaku penyunting menyajikannya secara bertutur. Seperti menyimak orang tengah mendongeng. HERULELONO.BLOGSPOT
  • 181.
    KATALOG MAJALAH DETIK 29SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014 KATALOG MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 JUDUL: PERJUANGAN MELAWAN LUPA | PENULIS: NASIHIN MASHA | PENERBIT: REPUBLIKA | TERBITAN: SEPTEMBER 2014| TEBAL: 351 HALAMAN B UKU ini merupakan kumpulan dari 73 tulisan Nasihin di rubrik Resonansi harian Republika selama 2012- 2014. Rubrik ini awalnya cuma ada setiap Ahad dengan penulis tetap Farid Gaban. Sebelum menjadi Pemimpin Redaksi Republika, Nasihin, yang merintis karier kewartawanansejak1992,pernahmengikutipelatihanreportase investigasi dan literary journalism bersama Janet Steele dari George Washington University. Sesuai dengan judulnya, lewat buku ini Nasihin menebar pesan-pesan optimisme. Di tengah birokrasi dan penegakan hukum yang dirasa kian bobrok dan praktek korupsi yang merusak berbagai sendi kehidupan, dia mengajak kita menjaga optimisme. Munculnya sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pelatih sepak bola Indra Sjafrie, hingga pengusaha Erick Thohir, yang membeli klub sepak bola Italia, Inter Milan, adalah sejumput asa untuk menjaga optimisme itu. Berbeda dengan rubrik opini atau editorial, Resonansi biasa ditampilkan dalam gaya penulisan yang cair. PESANOPTIMISMEALA NASIHIN
  • 182.
    KATALOG MAJALAH DETIK 29SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014 KATALOG JUDUL: DONNY FATTAH,40TAHUN DALAM GOD BLESS | PENULIS: ASRIAT GINTING | PENERBIT: UNIFIKATA | TERBITAN: 2013| TEBAL: 207 HALAMAN MAJALAH DETIK 3 - 9 NOVEMBER 2014 B UKU ini mengungkap sosok Donny Fatah sebagai musikus, suami, ayah, dan insan dengan jalan hidupnya yang penuh warna. Penuh warna karena pembetot bas grup rock legendaris God Bless itu juga mahir menciptakan lagu. Sebanyak 12 lagu telah diciptakan selama bergabung dengan God Bless, di antaranya Hijau dan Sahabat dalam album Godbless 36. Kedua lagu itu diciptakan bersama istri keduanya, Diah. Ya, semasa bersama istri pertamanya, Rinny Noor, Donny pernah menjadi Staf Konsulat Jenderal RI di Houston, Amerika Serikat, pada 1981. Tapi tujuh tahun kemudian dia berpisah. Di saat itulah ia kembali terjerumus ke dunia hitam. Tapi seka­ ligus juga lebih mendalami Islam. Bahkan, pada 1994, Donny menunaikan ibadah haji. Sebagai penggemar berat God Bless, Asriat Ginting cukup berhasil mengungkap warna-warni kehidupan Donny. Ia menu- liskannya secara sederhana, mengalir, dan enak dicerna. Toh, seperti halnya Ian Antono, Donny tetap sosok yang pendiam. Semoga bakal ada buku lanjutan tentang personel God Bless lainnya atau riwayat lengkap tentang God Bless itu sendiri. SIPENDIAM PENUHWARNA GODBLESSROCK.COM
  • 183.
    AGENDA MAJALAH DETIK 3- 9 NOVEMBER 2014 INDONESIA DANCE FESTIVAL (IDF) 2014: CRY JAILOLO & IN BETWEEN RABU, 5 NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Eko Su- priyanto (Indonesia) & Katia Engel, (Jerman), JUMAT, 7 NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Tao Ye Dance (Cina), Gedung Kesenian Jakarta ROCK HARMONY 7 NOVEMBER 2014, PUKUL 18.00 WIB, Convention Hall Hotel Harris Bandung Jalan Peta Nomor 241 (Festival Citylink) Bandung, Promotor: Buana Sagra Kreasi Media FESTIVAL BUDAYA SEI MAHAKAM 6 NOVEMBER 2014, Bentara Budaya Jakarta STAGE EMPIRE “ONE NIGHT AFFAIR WITH TITI DJ” 6 NOVEMBER 2014, PUKUL 23.00 WIB, Colosseum Club, Jalan Kunir Nomor 7, Kota Tua, Jakarta Barat, Promotor: Colosseum Club DISNEY LIVE THREE CLASSIC FAIRY TALES 7 NOVEMBER 2014, PUKUL 15.00 WIB, Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Promotor: Trilogy Live TAO DANCE THEATER FROM CHINA “2 7 NOVEMBER 2014, PUKUL 20.00 WIB, Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Jakarta, Promo- tor: Gedung Kesenian Jakarta ALUNAN UNTUK PEJUANG Oleh Dian HP feat. Chandra Satria, Sita Nursanti, Gabriel Harvianto, Christine Tambunan, SABTU, 8 NOVEMBER 2014, PUKUL 15.00 WIB, Galeri Indonesia Kaya MUSIKAL TARI CINTA INDONESIA Oleh Hops Puppet and Friends feat. Naura, MINGGU, 9 NOVEMBER 2014, PUKUL 15.00 WIB,Galeri Indonesia Kaya
  • 184.
    AlamatRedaksi: Aldevco OctagonBuilding Lt. 4 Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. @majalah_detik majalah detik