Tingkat Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu
Komputer
Nur Ridha Apriyanti/J1F111038
Program Studi S1 Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Jend. A. Yani Km 35.8 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
ridha_apriyanti@yahoo.co.id
Abstrak—Tugas adalah segala sesuatu yang diberikan kepada
seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu yang
telah ditetapkan, dengan tingkat kesulitan tertentu. Mahasiswa
sebagai suatu bagian dari sistem pendidikan tidak luput dari
yang namanya tugas. Tidak dipungkiri, tugas yang semakin hari
semakin banyak membuat mahasiswa melakukan penundaan
untuk mengerjakannya. Hal ini disebut dengan prokrastinasi
dan yang melakukannya disebut prokrastinator. Banyak
mahasiswa yang melakukan prokrastinasi, dengan berbagai
macam alasan. Dengan metode random sampling, diambil 20
sampel mahasiswa/i Ilmu Komputer. Diketahui bahwa 45%
mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu melakukan
prokrastinasi. Dengan 55% mengatakan alasan mereka
melakukan prokrastinasi karena terlalu banyak tugas yang
harus dikerjakan oleh mahasiswa/i.
Kata kunci Tugas, Mahasiswa, Prokrastinasi, Prokrastinator.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tidak terlepas
dari yang namanya bekerja. Baik itu bekerja dalam artian
mencari nafkah atau pun mereka yang sedang menuntut ilmu.
Setiap pekerjaan memiliki tugas dan tanggung jawabnya
masing-masing. Misalnya saja seorang mahasiswa entah itu
mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang diberi tugas
oleh dosen pengajar mata kuliah, baik dalam bentuk tugas
individu maupun tugas kelompok.
Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar
pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas
Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94)[3]. Mahasiswa dituntut
untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya tepat waktu.
Setiap mahasiswa memiliki caranya sendiri untuk
menyelesaikan tugasnya. Ada 2 cara yang dapat dilakukan
dalam menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa, yang
pertama yaitu mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya
segera. Kedua, menunda menyelesaikan tugas tersebut.
Tidak jarang setiap mahasiswa memiliki tugas lebih dari
satu. Tergantung mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa
yang bersangkutan. Tak dipungkiri dengan banyaknya tugas
yang terus berdatangan tidak sedikit mahasiswa yang
melakukan penundaaan untuk mengerjakan tugas-tugasnya
tersebut. Kegiatan menunda sesuatu pekerjaan itu disebut
prokrastinasi. Dan orang yang melakukannya disebut

prokrastinator. Menurut Solomon & Rothblum, 1984
prokrastinasi yaitu suatu kecenderungan untuk menundanunda dalam memulai menyelesaikan tugas secara
keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak
berguna sehingga kinerja menjadi terhambat[6].
Banyak faktor yang membuat seorang mahasiswa
melakukan prokrastinasi, misalnya saja, dia tidak menyukai
tugas yang sedang dibebankan kepadanya, tugas yang
dilakukan terlalu sulit, takut mengalami kegagalan, berpikir
masih ada waktu, malas mengerjakannya atau lebih
mementingkan hobi. Menurut Ferarri 1995 dengan melakukan
penundaan banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia.
Tugas-tugas menjadi terbengkalai, bahkan bila diselesaikan
hasilnya menjadi tidak maksimal. Penundaan juga bisa
mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan dan peluang
yang datang[6].
Tapi dari semua alasan tersebut, ada satu alasan yang
mengarah ke hal positif, yaitu menunda untuk memberikan
kesempatan pada diri sendiri untuk mendapatkan ide yang
lebih baik. Bangsa Romawi menggunakan kata procrastinare
dalam istilah militer mereka, yaitu perbuatan yang bijaksana
untuk menangguhkan keputusan menyerang dengan cara
menunggu musuh keluar yang menunjukkan suatu sikap sabar
dalam konflik militer[2].
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut:
1) Berapa banyak intensitas mahasiswa/i Ilmu Komputer
yang melakukan prokrastinasi?
2) Apakah alasan mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan
prokrastinasi?
C. Manfaat dan Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
seberapa besar tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa/i
program studi Ilmu Komputer, dan mengetahui alasan
terjadinya prokrastinasi. Penelitian ini bermanfaat sebagai
acuan pengevaluasi diri bagi mahasiswa para pelaku
prokrastinasi, atau yang biasa disebut prokrastinastor. Dengan
mengetahui alasan mereka melakukan prokrastinasi.
D. Batasan Penelitian
Batasan untuk penelitian ini adalah mahasiswa/i yang
sedang berkuliah pada tingkat semester 5, atau angkatan 2011
dari
program studi Ilmu Komputer, Fakultas MIPA
Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Yang diambil
sampel secara acak sebanyak 20 orang untuk mengisi
kuisioner yang peneliti telah sediakan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Judul penelitian ini adalah Tingkat Prokrastinasi di
Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer .
Setiap orang pasti memiliki tugasnya masing-masing.
Menurut John & Mary Miner dalam Moekijat (1998:10),
menyatakan bahwa “Tugas adalah kegiatan pekerjaan tertentu
yang dilakukan untuk suatu tujuan khusus”. Sedangkan
menurut Moekijat (1998:11), “Tugas adalah suatu bagian
atau satu unsur atau satu komponen dari suatu jabatan. Tugas
adalah gabungan dari dua unsur (elemen) atau lebih sehingga
menjadi suatu kegiatan yang lengkap” [1]. Jadi secara umum
tugas adalah suatu kegiatan atau komponen yang dilakukan
oleh seseorang atau sekelompok orang dengan jabatan tertentu
untuk mencapai suatu tujuan yang khusus.
Mahasiswa sebagai suatu bagian dan komponen dalam
pendidikan juga memiliki tugasnya tersendiri. Baik itu tugas
dalam perkuliahan pada semester awal, ataupun tugas akhir
agar dapat menjadi sarjana. Mahasiswa adalah sebutan bagi
seorang yang mengenyam pendidikan pada tingkat atas setelah
menyelesaikan sekolah menengah atasnya.
Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar
pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas
Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94). Mahasiswa dalam tahap
perkembangannya digolongkan sebagai remaja akhir dan
dewasa awal, yaitu usia 18-21 tahun dan 22-24 tahun (Monk
et. al., 2001, h. 260-262). Pada usia tersebut mahasiswa
mengalami masa peralihan dari remaja akhir ke dewasa
awal[3].
Setiap mahasiswa pasti dibebankan tugas tergantung dari
mata kuliah yang diambil olehnya. Tak sedikit mahasiswa
yang mengeluh dan merasa kurangnya waktu mereka dalam
mengerjakan tugas-tugas kuliah yang terus berdatangan.
Mereka pun dituntut untuk dapat membagi waktu mereka
untuk mengerjakan setiap tugas dengan baik. Tapi ada satu
kebiasaan mahasiswa yang sangat sering dilakukan, yaitu
prokrastinasi.
Sekarang prokrastinasi merupakan penyakit modern
(modern malady). Penelitian yang dilakukan Van Wyk pada
tahun 1978 menemukan bahwa sebanyak 15% dari populasi
agak mengalami prokrastinasi dan sebanyak 1% dari populasi
sering mengalami prokrastinasi[4].
Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin
procrastination dengan awalan “pro” yang berarti mendorong
maju atau bergerak maju dan akhiran “crastinus”. yang berarti
keputusan hari esok, atau jika digabungkan menjadi
menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya (Burka
& Yuen, 2008: 5). Burka & Yuen (2008: 6), kata prokrastinasi
yang ditulis dalam American College Dictionary, memiliki arti
menangguhkan tindakan untuk melaksanakan tugas dan
dilaksanakan pada lain waktu[2]
Prokrastinasi melibatkan kesenjangan antara niat dengan
perilaku nyata. Jika mahasiswa menunda mengerjakan tugas
sambil menunggu masukan lebih lanjut dari dosen dapat
dikategorikan sebagai prokrastinasi. Dalam kasus ini, Ferarri
(1992)
membedakan
prokrastinasi
fungsional
dan
disfungsional.
Prokrastinasi
disfungsional
merupakan
penundaan menyelesaian tugas yang merupakan prioritas
tinggi tanpa didasari oleh alasan yang masuk akal. Sebaliknya,

prokrastinasi fungsional merupakan penundaan mengerjakan
tugas dengan tujuan memperoleh informasi yang lengkap dan
akurat. Bercermin pada contoh di atas, mahasiswa yang
menunda menyelesaikan tugas termasuk kategori prokrastinasi
fungsional[4].
III. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan
teknik random sampling. Teknik random sampling
(probability sampling) atau pengambilan sampling secara acak
adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu
dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama
memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi
anggota sampel[5]. Sampel diambil dari populasi mahasiswa/i
semester 5 Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA
Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Diambil sampel
secara acak sebanyak 20 orang mahasiswa/i dari seluruh
mahasiswa semester 5 yang masih aktif melakukan kegiatan
perkuliahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
dengan kuisioner. Responden akan diminta mengisi kuisioner
yang berisi 20 pertanyaan, 5 pertanyaan umum tentang
kegiatan yang dilakukan dan tentang intensitas penundaan
dalam mengerjakan tugas dan 15 pernyataan tentang alasan
melakukan prokrastinasi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Data hasil kuisioner untuk tingkat prokrastinator yaitu:
Intensitas Prokrastinasi
5% 5%
Tidak pernah
Kadang-kadang
45%

45%

Hampir selalu
Selalu

Gambar 1. Grafik Intensitas Prokrastinasi di Kalangan
Mahasiswa/i Ilmu Komputer
Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh
Mahasiswa/i Ilmu Komputer
Presentase Pemilih (%)
Sama
Alasan
Sangat
Sekali Tidak Hampir Benar
Benar
Tidak
1
0
35
40
20
5
2
0
20
70
10
0
3
0
0
10
35
55
4
0
35
20
40
5
5
0
15
30
30
25
6
0
0
70
20
10
7
0
10
30
50
10
8
20
25
25
5
25
9
0
40
45
15
0
10
0
25
50
15
10
11
0
10
40
45
5
12
0
20
55
15
5
13
5
35
30
20
10
-

Presentase Pemilih (%)
Alasan
14
15

Sama
Sekali
Tidak
0
5

Tidak

Hampir

Benar

Sangat
Benar

15
10

30
25

35
50

20
10

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan dari pengumpulan data yang
peneliti lakukan terhadap 20 orang yang dipilih secara acak
untuk mengisi kuisioner, tingkat intensitas mahasiswa/i
melakukan prokrastinasi dapat dilihat pada Gambar 1. Grafik
Intensitas Prokrastinasi di kalangan Mahasiswa/i Ilmu
Komputer, 45% menjawab hampir selalu, 45% menjawab
kadang-kadang, 5% menjawab tidak pernah, 5% menjawab
selalu dan 0% menjawab tidak pernah,dalam melakukan
prokrastinasi.
Rumus perhitungan presentase pemilih:
%=
× 100%
(1)

Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh
Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang dipilih oleh responden.
Digunakan perhitungan dengan teknik, mencari nilai modus,
yaitu jawaban yang frekuensi dipilih oleh responden memiliki
nilai tinggi. Alasan yang akan peneliti gunakan sebagai hasil
merupakan alasan yang bernilai “Sangat Benar” dan “Benar”.
Sehingga dari Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang
Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer, terdapat 6 alasan
yang responden pilih sebagai alasan seorang prokrastinator
yaitu untuk alasan no 3 yang berbunyi “Terlalu banyak tugas
yang harus dikerjakan” sebanyak 55% responden memilih
alasan ini sebagai alasan yang sangat benar. Alasan no 4
berbunyi “Anda khawatir akan mendapat nilai buruk”
sebanyak 40% responden menilai alasan tersebut benar.
Alasan no 7 berbunyi “Anda merasa terbebani dengan adanya
tugas tersebut” sebanyak 50% responden menilai alasan
tersebut benar. Alasan no 11 berbunyi “Anda menunggu
kalau-kalau ada informasi tambahan yang diberikan dosen”
sebanyak 45% responden menilai alasan tersebut benar.
Alasan no 14 berbunyi “Kegiatan di luar lebih menyenangkan
daripada menyelesaikan tugas” sebanyak 35% responden
menilai alasan tersebut benar. Dan alasan no 15 berbunyi
“Anda merasa jenuh dalam mengerjakan tugas” sebanyak 50%
responden menilai alasan tersebut benar.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan,
peneliti dapat menarik kesimpulan dan memberikan saran
sebagai berikut:
A. Kesimpulan
1) Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang sedang menjalani
semester 5 hampir selalu (45%) dan kadang-kadang
(45%) melakukan prokrastinasi.
2) Alasan Mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan
prokrastinasi yaitu karena:
- Terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh
mahasiswa/i.
- Mahasiswa/i merasa khawatir akan mendapat nilai
buruk.
- Mahasiswa/i merasa terbebani dengan adanya tugas
tersebut.
- Mahasiswa/i menunggu kalau-kalau ada informasi
tambahan yang diberikan dosen.

-

Mahasiswa/i merasa kegiatan di luar lebih
menyenangkan daripada menyelesaikan tugas.
Mahasiswa/i merasa jenuh dalam mengerjakan
tugas.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa
banyaknya mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu dan
kadang-kadang melakukan prokrastinasi, diharapkan hal itu
dapat dikurangi, agar dapat menunjang prestasi, dan
manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan apa
yang bisa dikerjakan sekarang, tanpa menunggu dan menunda
mengerjakannya. Lebih banyak bertanya dalam mengerjakan
tugas yang tidak dipahami. Dan lebih pandai dalam mengatur
waktu sehingga waktu tidak terbuang sia-sia.
DAFTAR PUSTAKA
Arini. 2012. Bab 2 Skripsi.
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/1234567
89/1733/BAB%20II%20Skripsi%20(Fixed).pdf?sequen
ce=2
Diakses pada 13 Oktober 2013.
[2]
Febrian, Ogie. 2013. Bab 2.
http://eprints.uny.ac.id/9883/2/BAB%202%20%2008104244022.pdf
Diakses pada 5 Oktober 2013.
[3]
Gunawati, Rindang., Sri Hartati, Anita Listiara. 2006.
Hubungan antara Efektivitas Komunikasi MahasiswaDosen Pembimbing Utama Skripsi dengan Stres dalam
Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Program Studi
Psikologi
Fakultas
Kedokteran
Universitas
Diponegoro. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro.
Vol.3 No.2.
[4]
Ilfiandra. 2010. Penanganan Prokrastinasi Akademik Siswa
Sekolah Menengah Atas: Konsep dan Aplikasi. Jurnal
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.
[5]
Hasibuan, Zainal A. Metode Penelitian Pada Bidang Ilmu
Komputer dan Teknologi Informasi. Fakultas Ilmu
Komputer Universitas Indonesia. Depok. 2007.
[6]
Utaminingsih, Sartika., Iman Setyabudi. 2012. Tipe
Kepribadian dan Prokrastinasi Akademik pada Siswa
SMA “X” Tangerang. Jurnal Psikologi. Vol.10 No.1.
[1]

Laporan akhir tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa(i) ilmu komputer

  • 1.
    Tingkat Prokrastinasi diKalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer Nur Ridha Apriyanti/J1F111038 Program Studi S1 Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Universitas Lambung Mangkurat Jalan Jend. A. Yani Km 35.8 Banjarbaru, Kalimantan Selatan ridha_apriyanti@yahoo.co.id Abstrak—Tugas adalah segala sesuatu yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, dengan tingkat kesulitan tertentu. Mahasiswa sebagai suatu bagian dari sistem pendidikan tidak luput dari yang namanya tugas. Tidak dipungkiri, tugas yang semakin hari semakin banyak membuat mahasiswa melakukan penundaan untuk mengerjakannya. Hal ini disebut dengan prokrastinasi dan yang melakukannya disebut prokrastinator. Banyak mahasiswa yang melakukan prokrastinasi, dengan berbagai macam alasan. Dengan metode random sampling, diambil 20 sampel mahasiswa/i Ilmu Komputer. Diketahui bahwa 45% mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu melakukan prokrastinasi. Dengan 55% mengatakan alasan mereka melakukan prokrastinasi karena terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa/i. Kata kunci Tugas, Mahasiswa, Prokrastinasi, Prokrastinator. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tidak terlepas dari yang namanya bekerja. Baik itu bekerja dalam artian mencari nafkah atau pun mereka yang sedang menuntut ilmu. Setiap pekerjaan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Misalnya saja seorang mahasiswa entah itu mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang diberi tugas oleh dosen pengajar mata kuliah, baik dalam bentuk tugas individu maupun tugas kelompok. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94)[3]. Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya tepat waktu. Setiap mahasiswa memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa, yang pertama yaitu mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya segera. Kedua, menunda menyelesaikan tugas tersebut. Tidak jarang setiap mahasiswa memiliki tugas lebih dari satu. Tergantung mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan. Tak dipungkiri dengan banyaknya tugas yang terus berdatangan tidak sedikit mahasiswa yang melakukan penundaaan untuk mengerjakan tugas-tugasnya tersebut. Kegiatan menunda sesuatu pekerjaan itu disebut prokrastinasi. Dan orang yang melakukannya disebut prokrastinator. Menurut Solomon & Rothblum, 1984 prokrastinasi yaitu suatu kecenderungan untuk menundanunda dalam memulai menyelesaikan tugas secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna sehingga kinerja menjadi terhambat[6]. Banyak faktor yang membuat seorang mahasiswa melakukan prokrastinasi, misalnya saja, dia tidak menyukai tugas yang sedang dibebankan kepadanya, tugas yang dilakukan terlalu sulit, takut mengalami kegagalan, berpikir masih ada waktu, malas mengerjakannya atau lebih mementingkan hobi. Menurut Ferarri 1995 dengan melakukan penundaan banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia. Tugas-tugas menjadi terbengkalai, bahkan bila diselesaikan hasilnya menjadi tidak maksimal. Penundaan juga bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan dan peluang yang datang[6]. Tapi dari semua alasan tersebut, ada satu alasan yang mengarah ke hal positif, yaitu menunda untuk memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mendapatkan ide yang lebih baik. Bangsa Romawi menggunakan kata procrastinare dalam istilah militer mereka, yaitu perbuatan yang bijaksana untuk menangguhkan keputusan menyerang dengan cara menunggu musuh keluar yang menunjukkan suatu sikap sabar dalam konflik militer[2]. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Berapa banyak intensitas mahasiswa/i Ilmu Komputer yang melakukan prokrastinasi? 2) Apakah alasan mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan prokrastinasi? C. Manfaat dan Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa/i program studi Ilmu Komputer, dan mengetahui alasan terjadinya prokrastinasi. Penelitian ini bermanfaat sebagai acuan pengevaluasi diri bagi mahasiswa para pelaku prokrastinasi, atau yang biasa disebut prokrastinastor. Dengan mengetahui alasan mereka melakukan prokrastinasi. D. Batasan Penelitian Batasan untuk penelitian ini adalah mahasiswa/i yang sedang berkuliah pada tingkat semester 5, atau angkatan 2011
  • 2.
    dari program studi IlmuKomputer, Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Yang diambil sampel secara acak sebanyak 20 orang untuk mengisi kuisioner yang peneliti telah sediakan. II. TINJAUAN PUSTAKA Judul penelitian ini adalah Tingkat Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer . Setiap orang pasti memiliki tugasnya masing-masing. Menurut John & Mary Miner dalam Moekijat (1998:10), menyatakan bahwa “Tugas adalah kegiatan pekerjaan tertentu yang dilakukan untuk suatu tujuan khusus”. Sedangkan menurut Moekijat (1998:11), “Tugas adalah suatu bagian atau satu unsur atau satu komponen dari suatu jabatan. Tugas adalah gabungan dari dua unsur (elemen) atau lebih sehingga menjadi suatu kegiatan yang lengkap” [1]. Jadi secara umum tugas adalah suatu kegiatan atau komponen yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan jabatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang khusus. Mahasiswa sebagai suatu bagian dan komponen dalam pendidikan juga memiliki tugasnya tersendiri. Baik itu tugas dalam perkuliahan pada semester awal, ataupun tugas akhir agar dapat menjadi sarjana. Mahasiswa adalah sebutan bagi seorang yang mengenyam pendidikan pada tingkat atas setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94). Mahasiswa dalam tahap perkembangannya digolongkan sebagai remaja akhir dan dewasa awal, yaitu usia 18-21 tahun dan 22-24 tahun (Monk et. al., 2001, h. 260-262). Pada usia tersebut mahasiswa mengalami masa peralihan dari remaja akhir ke dewasa awal[3]. Setiap mahasiswa pasti dibebankan tugas tergantung dari mata kuliah yang diambil olehnya. Tak sedikit mahasiswa yang mengeluh dan merasa kurangnya waktu mereka dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang terus berdatangan. Mereka pun dituntut untuk dapat membagi waktu mereka untuk mengerjakan setiap tugas dengan baik. Tapi ada satu kebiasaan mahasiswa yang sangat sering dilakukan, yaitu prokrastinasi. Sekarang prokrastinasi merupakan penyakit modern (modern malady). Penelitian yang dilakukan Van Wyk pada tahun 1978 menemukan bahwa sebanyak 15% dari populasi agak mengalami prokrastinasi dan sebanyak 1% dari populasi sering mengalami prokrastinasi[4]. Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan “pro” yang berarti mendorong maju atau bergerak maju dan akhiran “crastinus”. yang berarti keputusan hari esok, atau jika digabungkan menjadi menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya (Burka & Yuen, 2008: 5). Burka & Yuen (2008: 6), kata prokrastinasi yang ditulis dalam American College Dictionary, memiliki arti menangguhkan tindakan untuk melaksanakan tugas dan dilaksanakan pada lain waktu[2] Prokrastinasi melibatkan kesenjangan antara niat dengan perilaku nyata. Jika mahasiswa menunda mengerjakan tugas sambil menunggu masukan lebih lanjut dari dosen dapat dikategorikan sebagai prokrastinasi. Dalam kasus ini, Ferarri (1992) membedakan prokrastinasi fungsional dan disfungsional. Prokrastinasi disfungsional merupakan penundaan menyelesaian tugas yang merupakan prioritas tinggi tanpa didasari oleh alasan yang masuk akal. Sebaliknya, prokrastinasi fungsional merupakan penundaan mengerjakan tugas dengan tujuan memperoleh informasi yang lengkap dan akurat. Bercermin pada contoh di atas, mahasiswa yang menunda menyelesaikan tugas termasuk kategori prokrastinasi fungsional[4]. III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan teknik random sampling. Teknik random sampling (probability sampling) atau pengambilan sampling secara acak adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel[5]. Sampel diambil dari populasi mahasiswa/i semester 5 Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Diambil sampel secara acak sebanyak 20 orang mahasiswa/i dari seluruh mahasiswa semester 5 yang masih aktif melakukan kegiatan perkuliahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan kuisioner. Responden akan diminta mengisi kuisioner yang berisi 20 pertanyaan, 5 pertanyaan umum tentang kegiatan yang dilakukan dan tentang intensitas penundaan dalam mengerjakan tugas dan 15 pernyataan tentang alasan melakukan prokrastinasi. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Data hasil kuisioner untuk tingkat prokrastinator yaitu: Intensitas Prokrastinasi 5% 5% Tidak pernah Kadang-kadang 45% 45% Hampir selalu Selalu Gambar 1. Grafik Intensitas Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer Presentase Pemilih (%) Sama Alasan Sangat Sekali Tidak Hampir Benar Benar Tidak 1 0 35 40 20 5 2 0 20 70 10 0 3 0 0 10 35 55 4 0 35 20 40 5 5 0 15 30 30 25 6 0 0 70 20 10 7 0 10 30 50 10 8 20 25 25 5 25 9 0 40 45 15 0 10 0 25 50 15 10 11 0 10 40 45 5 12 0 20 55 15 5 13 5 35 30 20 10
  • 3.
    - Presentase Pemilih (%) Alasan 14 15 Sama Sekali Tidak 0 5 Tidak Hampir Benar Sangat Benar 15 10 30 25 35 50 20 10 B.Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan dari pengumpulan data yang peneliti lakukan terhadap 20 orang yang dipilih secara acak untuk mengisi kuisioner, tingkat intensitas mahasiswa/i melakukan prokrastinasi dapat dilihat pada Gambar 1. Grafik Intensitas Prokrastinasi di kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer, 45% menjawab hampir selalu, 45% menjawab kadang-kadang, 5% menjawab tidak pernah, 5% menjawab selalu dan 0% menjawab tidak pernah,dalam melakukan prokrastinasi. Rumus perhitungan presentase pemilih: %= × 100% (1) Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang dipilih oleh responden. Digunakan perhitungan dengan teknik, mencari nilai modus, yaitu jawaban yang frekuensi dipilih oleh responden memiliki nilai tinggi. Alasan yang akan peneliti gunakan sebagai hasil merupakan alasan yang bernilai “Sangat Benar” dan “Benar”. Sehingga dari Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer, terdapat 6 alasan yang responden pilih sebagai alasan seorang prokrastinator yaitu untuk alasan no 3 yang berbunyi “Terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan” sebanyak 55% responden memilih alasan ini sebagai alasan yang sangat benar. Alasan no 4 berbunyi “Anda khawatir akan mendapat nilai buruk” sebanyak 40% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 7 berbunyi “Anda merasa terbebani dengan adanya tugas tersebut” sebanyak 50% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 11 berbunyi “Anda menunggu kalau-kalau ada informasi tambahan yang diberikan dosen” sebanyak 45% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 14 berbunyi “Kegiatan di luar lebih menyenangkan daripada menyelesaikan tugas” sebanyak 35% responden menilai alasan tersebut benar. Dan alasan no 15 berbunyi “Anda merasa jenuh dalam mengerjakan tugas” sebanyak 50% responden menilai alasan tersebut benar. V. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan dan memberikan saran sebagai berikut: A. Kesimpulan 1) Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang sedang menjalani semester 5 hampir selalu (45%) dan kadang-kadang (45%) melakukan prokrastinasi. 2) Alasan Mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan prokrastinasi yaitu karena: - Terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa/i. - Mahasiswa/i merasa khawatir akan mendapat nilai buruk. - Mahasiswa/i merasa terbebani dengan adanya tugas tersebut. - Mahasiswa/i menunggu kalau-kalau ada informasi tambahan yang diberikan dosen. - Mahasiswa/i merasa kegiatan di luar lebih menyenangkan daripada menyelesaikan tugas. Mahasiswa/i merasa jenuh dalam mengerjakan tugas. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa banyaknya mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu dan kadang-kadang melakukan prokrastinasi, diharapkan hal itu dapat dikurangi, agar dapat menunjang prestasi, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang, tanpa menunggu dan menunda mengerjakannya. Lebih banyak bertanya dalam mengerjakan tugas yang tidak dipahami. Dan lebih pandai dalam mengatur waktu sehingga waktu tidak terbuang sia-sia. DAFTAR PUSTAKA Arini. 2012. Bab 2 Skripsi. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/1234567 89/1733/BAB%20II%20Skripsi%20(Fixed).pdf?sequen ce=2 Diakses pada 13 Oktober 2013. [2] Febrian, Ogie. 2013. Bab 2. http://eprints.uny.ac.id/9883/2/BAB%202%20%2008104244022.pdf Diakses pada 5 Oktober 2013. [3] Gunawati, Rindang., Sri Hartati, Anita Listiara. 2006. Hubungan antara Efektivitas Komunikasi MahasiswaDosen Pembimbing Utama Skripsi dengan Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.3 No.2. [4] Ilfiandra. 2010. Penanganan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas: Konsep dan Aplikasi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. [5] Hasibuan, Zainal A. Metode Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Depok. 2007. [6] Utaminingsih, Sartika., Iman Setyabudi. 2012. Tipe Kepribadian dan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA “X” Tangerang. Jurnal Psikologi. Vol.10 No.1. [1]