KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
Filasafat Ketuhanan
Filasafat Ketuhanan

Pemikiran tentang Ketuhanan berarti membicarakan masalah
Pemikiran tentang Ketuhanan berarti membicarakan masalah
keimanan sekaligus filsafat
keimanan sekaligus filsafat

Filsafat adalah: pengetahuan tentang yang benar (knowkedge of
Filsafat adalah: pengetahuan tentang yang benar (knowkedge of
truth) yaitu “Usaha menemukan dan menggali kebenaran secara
truth) yaitu “Usaha menemukan dan menggali kebenaran secara
radikal dengan menggunakan sarana akal, menerangkan sesuatu
radikal dengan menggunakan sarana akal, menerangkan sesuatu
yang benar dan indah.
yang benar dan indah.

Sedangkan untuk mengungkap kebenaran Tuhan atau Iman hanya
Sedangkan untuk mengungkap kebenaran Tuhan atau Iman hanya
dapat diperoleh melalui hati atau keyakinan, hal ini bukan berarti
dapat diperoleh melalui hati atau keyakinan, hal ini bukan berarti
filsafat tidak akan bisa menemukan keimanan, namun dengan akal
filsafat tidak akan bisa menemukan keimanan, namun dengan akal
diharapkan dapat mempertegas keimanan seseorang.
diharapkan dapat mempertegas keimanan seseorang.

Cara memperoleh kebenaran filsafat dengan akal, sedang agama
Cara memperoleh kebenaran filsafat dengan akal, sedang agama
melalui perangkat wahyu dan hadist yg kemudian di imani dan
melalui perangkat wahyu dan hadist yg kemudian di imani dan
direnungkan sehingga ditemukan suatu kebenaran yg mutlak.
direnungkan sehingga ditemukan suatu kebenaran yg mutlak.
Sedangkan obyek filsafat dan agama sama yaitu mencari
Sedangkan obyek filsafat dan agama sama yaitu mencari
kebenaran , kebaikan dan keindahan.
kebenaran , kebaikan dan keindahan.

Tuhan dalam filsafat sudah disinggung sejak zaman Plato dan Aristoteles yang
Tuhan dalam filsafat sudah disinggung sejak zaman Plato dan Aristoteles yang
Monoisme; yaitu mengikuti faham keesaan sumber alam semesta, atau zat yang
Monoisme; yaitu mengikuti faham keesaan sumber alam semesta, atau zat yang
wajibul wujud atau keadaanya Mutlak ada.
wajibul wujud atau keadaanya Mutlak ada.

Diteruskan muridnya Platinos yang mengasumsikan bahwa di balik realita nyata
Diteruskan muridnya Platinos yang mengasumsikan bahwa di balik realita nyata
dunia ini ada The One atau yang maha satu yaitu Tuhan.
dunia ini ada The One atau yang maha satu yaitu Tuhan.

Menurut Platinos: “filsafat yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah filsafat
Menurut Platinos: “filsafat yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah filsafat
utama, yaitu ilmu tentang yang benar pertama (al-haqqul awwalu), yang menjadi
utama, yaitu ilmu tentang yang benar pertama (al-haqqul awwalu), yang menjadi
sebab bagi segala yang benar, (Harun Nasution, 1978:16).
sebab bagi segala yang benar, (Harun Nasution, 1978:16).

disini tampak benang merah pemikiran filsafat dengan agama dan lahirlah filsafat
disini tampak benang merah pemikiran filsafat dengan agama dan lahirlah filsafat
islam yang Tokohnya antara lain: Al Kindi, al-farabi, Ibnu Sina, Al-Ghozali dan
islam yang Tokohnya antara lain: Al Kindi, al-farabi, Ibnu Sina, Al-Ghozali dan
Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd

Tuhan menurut Al-Kindi adalah pencipta yang tidak mempunyai permulaan
Tuhan menurut Al-Kindi adalah pencipta yang tidak mempunyai permulaan
(Qadim). Sedangkan alam tidak kekal di zaman lampau tetapi mempunyai
(Qadim). Sedangkan alam tidak kekal di zaman lampau tetapi mempunyai
permulaan (al Hudust).
permulaan (al Hudust).

Hal ini senada dengan pernyataan Platinos yg menyatakan bahwa yang maha satu
Hal ini senada dengan pernyataan Platinos yg menyatakan bahwa yang maha satu
adalah sumber dari alam dan sumber dari segala yang ada; alam adalah emanasi dari
adalah sumber dari alam dan sumber dari segala yang ada; alam adalah emanasi dari
yang maha satu
yang maha satu .
.
Siapakah Tuhan Itu?
Siapakah Tuhan Itu?

Platinos mengasumsikan bahwa dibalik realitaas
Platinos mengasumsikan bahwa dibalik realitaas
nyata dunia ini ada
nyata dunia ini ada The one
The one atau yang maha satu
atau yang maha satu
yaitu
yaitu Tuhan yang merupakan sumber dari alam
Tuhan yang merupakan sumber dari alam
dan sumber dari segala yang benar (The first
dan sumber dari segala yang benar (The first
truth
truth:
:alhaqqul awwalu)
alhaqqul awwalu): yang benar pertama:
: yang benar pertama:
Filsafat Tertinggi (al-Kindi dan Platinos).yaitu
Filsafat Tertinggi (al-Kindi dan Platinos).yaitu
yang yang menjadi sebab bagi segala yang benar
yang yang menjadi sebab bagi segala yang benar

Sesuai faham di dalam Islam, Tuhan menurut al-
Sesuai faham di dalam Islam, Tuhan menurut al-
Kindi adalah “pencipta,” alam menurut al-kindi
Kindi adalah “pencipta,” alam menurut al-kindi
bukan kekal di zaman lampau (qadim) tetapi
bukan kekal di zaman lampau (qadim) tetapi
mempunyai permulaan, oleh karena itu al-kindi
mempunyai permulaan, oleh karena itu al-kindi
dalam hal ini lebih dekat pada falsafat Platinos
dalam hal ini lebih dekat pada falsafat Platinos
Tuhan dalam sejarah Pemikiran Manusia
Tuhan dalam sejarah Pemikiran Manusia

Tuhan di konsepsikan dalam istilah berbeda-beda;Ada
Tuhan di konsepsikan dalam istilah berbeda-beda;Ada
agama langit (samawi), ada agama bumi (ardhi), Ada
agama langit (samawi), ada agama bumi (ardhi), Ada
kepercayaan dan keyakinan tentang segala yang menguasai
kepercayaan dan keyakinan tentang segala yang menguasai
keadaan atau lingkungan
keadaan atau lingkungan

Konsep tentang tuhan melahirkan aliran-aliran pemikiran
Konsep tentang tuhan melahirkan aliran-aliran pemikiran
(Filsafat) seperti teismus, deismus ateismus dan
(Filsafat) seperti teismus, deismus ateismus dan
agnocticismus (keyakinan “ kita tidak akan dapat
agnocticismus (keyakinan “ kita tidak akan dapat
mengetahui tuhan dan mustahil membuktikan Tuhan itu ada
mengetahui tuhan dan mustahil membuktikan Tuhan itu ada
atau tidak ada)
atau tidak ada)
 Perkembangan pemikiran agama di dunia Barat; yang
Perkembangan pemikiran agama di dunia Barat; yang
kemudian lahir teori evolusionisme, yaitu proses
kemudian lahir teori evolusionisme, yaitu proses
kepercayaan dari tingkat yanng sederhana kemudian
kepercayaan dari tingkat yanng sederhana kemudian
berkembang menjadi sempurna
berkembang menjadi sempurna
Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan Menurut
Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan Menurut
teori evolusionisme (Max Muller dan E.B.Taylor)
teori evolusionisme (Max Muller dan E.B.Taylor):
:

Dinamisme; mengakui adanya kekuatan pada benda, yang
Dinamisme; mengakui adanya kekuatan pada benda, yang
berpengaruh terhadap kehidupan.
berpengaruh terhadap kehidupan.

Animisme; mempercayai adanya peran roh dalam kehidupan.
Animisme; mempercayai adanya peran roh dalam kehidupan.

Politeisme; roh yang lebih dari yang lainnya yang disebut dewa
Politeisme; roh yang lebih dari yang lainnya yang disebut dewa
dengan bidang kekuasaan masing-masing.
dengan bidang kekuasaan masing-masing.

Henoteisme; satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut
Henoteisme; satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut
Tuhan, namun masih mengakui Tuhan bangsa lain. (Tuhan tingkat
Tuhan, namun masih mengakui Tuhan bangsa lain. (Tuhan tingkat
nasional).
nasional).

Monoteisme; hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa
Monoteisme; hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa
(bersifat internasional).
(bersifat internasional).
Kepercayaan dalam filsafat
Kepercayaan dalam filsafat

Deismus; pandangan bahwa Tuhan adalah pencipta alam, tapi setelah
Deismus; pandangan bahwa Tuhan adalah pencipta alam, tapi setelah
alam ini diciptakan tuhan tidak ikut andil dan bertanggung jawab di
alam ini diciptakan tuhan tidak ikut andil dan bertanggung jawab di
dalamnya, manusia dan alam ciptaanlah yang bertanggung jawab.
dalamnya, manusia dan alam ciptaanlah yang bertanggung jawab.

Teismus; pandangan yang mempercayai adanya tuhan dan tuhan
Teismus; pandangan yang mempercayai adanya tuhan dan tuhan
adalah pencipta alam sekaligus pemeliharanya, menurutnya Tuhan
adalah pencipta alam sekaligus pemeliharanya, menurutnya Tuhan
adalah wujud tertinggi yang maha sempurna dan absolut dia berada di
adalah wujud tertinggi yang maha sempurna dan absolut dia berada di
luar dan di dalam alam jadi ada interalsi antara Tuhan dengan alam
luar dan di dalam alam jadi ada interalsi antara Tuhan dengan alam

Panteisme; pandangan bahwa seluruh alam ini adalah Tuhan dan
Panteisme; pandangan bahwa seluruh alam ini adalah Tuhan dan
tuhan adalah seluruh alam. Pan artinyaseluruh, theo artinya tuhan dan
tuhan adalah seluruh alam. Pan artinyaseluruh, theo artinya tuhan dan
ismus artinya paham, namun pentheisme berbeda dengan wahdatul
ismus artinya paham, namun pentheisme berbeda dengan wahdatul
wujud, dalam pandangan ini alam bukan tuhan tetapi bagian dari
wujud, dalam pandangan ini alam bukan tuhan tetapi bagian dari
tuhan
tuhan
Menentang teori evolusi dalam agama, Pemikiran andrew
Menentang teori evolusi dalam agama, Pemikiran andrew
lang”pemahaman manusia tentang tuhan itu melalui relevansi wahyu”
lang”pemahaman manusia tentang tuhan itu melalui relevansi wahyu”
Pemikiran tentang Tuhan di dunia modern
Pemikiran tentang Tuhan di dunia modern

Di pandang sudah taken for granted tetapi peranan tuhan dalam
Di pandang sudah taken for granted tetapi peranan tuhan dalam
kehidupan sudah dilupakan dan tidak dilibatkan secara dalam
kehidupan sudah dilupakan dan tidak dilibatkan secara dalam
kausalitas kehidupan, sehingga terjadilah pemisahan antara agama
kausalitas kehidupan, sehingga terjadilah pemisahan antara agama
dengan kehidupan yang disebut sekulerisme.
dengan kehidupan yang disebut sekulerisme.

Istilah Sekulerisme di kenalkan pertama oleh George Jacob Holyoake
Istilah Sekulerisme di kenalkan pertama oleh George Jacob Holyoake
pada tahun 1846 adalah sistem etik yang didasarkan pada prinsip
pada tahun 1846 adalah sistem etik yang didasarkan pada prinsip
moral alamiah dan terlepas dari agama wahyu atau supernaturalisme
moral alamiah dan terlepas dari agama wahyu atau supernaturalisme
(esiklopedi America ;1980;521)
(esiklopedi America ;1980;521)
Konsep Tuhan menurut istilah dalam al-Qur’an:
Konsep Tuhan menurut istilah dalam al-Qur’an:

Ilah
Ilah, Tuhan (bhs Arab) 0byek yang diagungkan atau dipentingkan manusia,
, Tuhan (bhs Arab) 0byek yang diagungkan atau dipentingkan manusia,
sehingga manusia rela dikuasainya. bisa berarti benda baik abstrak (nafsu) maupun
sehingga manusia rela dikuasainya. bisa berarti benda baik abstrak (nafsu) maupun
nyata (manusia). seperti surah al-Jatsiyah ayat 23:
nyata (manusia). seperti surah al-Jatsiyah ayat 23:

ُ
‫ه‬‫ا‬َ
‫و‬َ
‫ه‬ ُ
‫ه‬َ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ َ
‫ذ‬َ
‫خ‬َّ
‫ات‬ ِ
‫ن‬َ
‫م‬ َ
‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ
‫ر‬َ
‫ف‬َ‫أ‬
ُ
‫ه‬‫ا‬َ
‫و‬َ
‫ه‬ ُ
‫ه‬َ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ َ
‫ذ‬َ
‫خ‬َّ
‫ات‬ ِ
‫ن‬َ
‫م‬ َ
‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ
‫ر‬َ
‫ف‬َ‫أ‬

Artinya: “
Artinya: “maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Tuhan…?
sebagai Tuhan…?

Surat al-Qashas ayat 38, perkataan ilah dipakai Fira'un untuk menuhankan dirinya:
Surat al-Qashas ayat 38, perkataan ilah dipakai Fira'un untuk menuhankan dirinya:

‫ي‬ِ
‫ر‬ْ‫ي‬ َ
‫غ‬ ٍ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ ْ
‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬ ُ
‫ت‬ْ
‫ِم‬
‫ل‬ َ
‫ع‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ُ‫أَل‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُّ
‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ي‬ ُ
‫ن‬ْ
‫و‬ َ
‫ع‬ْ
‫ِر‬
‫ف‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬َ
‫و‬
‫ي‬ِ
‫ر‬ْ‫ي‬ َ
‫غ‬ ٍ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ ْ
‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬ ُ
‫ت‬ْ
‫ِم‬
‫ل‬ َ
‫ع‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ُ‫أَل‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُّ
‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ي‬ ُ
‫ن‬ْ
‫و‬ َ
‫ع‬ْ
‫ِر‬
‫ف‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬َ
‫و‬

Artinya:
Artinya: dan fir’aun berkata “wahai kaumku , aku tidak mengetahui tuhan
dan fir’aun berkata “wahai kaumku , aku tidak mengetahui tuhan
bagimu selain aku…
bagimu selain aku…

Ibnu Taymiyah memberikan definisi al-Illah sebagai berikut:
Ibnu Taymiyah memberikan definisi al-Illah sebagai berikut:

Al-Illah ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepadaNya,
Al-Illah ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepadaNya,
merendahkan diri, takut dan mengharapkanNya, padanya tempat berpasrah ketika
merendahkan diri, takut dan mengharapkanNya, padanya tempat berpasrah ketika
dalam kesulitan, berdo’a, dan bertawakkal kepadaNya untuk kemaslahatan diri,
dalam kesulitan, berdo’a, dan bertawakkal kepadaNya untuk kemaslahatan diri,
meminta perlindungan dariNya, dan menimbulkan ketenangan disaat mengingat
meminta perlindungan dariNya, dan menimbulkan ketenangan disaat mengingat
dab terpaut cinta kepadaNya. (imaduddin, 1880:56)
dab terpaut cinta kepadaNya. (imaduddin, 1880:56)
 Pengembaraan spiritual nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan dan
Pengembaraan spiritual nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan dan
berakhir pada keyakinan yang murni dan tulus atau Hanif, yaitu
berakhir pada keyakinan yang murni dan tulus atau Hanif, yaitu
ketundukan kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang diimani, yang
ketundukan kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang diimani, yang
disembah dan tempat segala-galanya bergantung semua urusan.
disembah dan tempat segala-galanya bergantung semua urusan.
dikisahka dalam surat al-An'am ayat 75-79:
dikisahka dalam surat al-An'am ayat 75-79:
 { َ
‫ِين‬
‫ن‬ِ
‫ق‬‫و‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ون‬ُ
‫ك‬َ
‫ي‬ِ
‫ل‬َ
‫و‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ َ
‫وت‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬َ
‫م‬ َ
‫م‬‫ي‬ِ
‫اه‬َ
‫ر‬ْ
‫ب‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ
‫ر‬ُ
‫ن‬ َ
‫ِك‬
‫ل‬َ
‫ذ‬َ
‫ك‬َ
‫و‬
{ َ
‫ِين‬
‫ن‬ِ
‫ق‬‫و‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ون‬ُ
‫ك‬َ
‫ي‬ِ
‫ل‬َ
‫و‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ َ
‫وت‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬َ
‫م‬ َ
‫م‬‫ي‬ِ
‫اه‬َ
‫ر‬ْ
‫ب‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ
‫ر‬ُ
‫ن‬ َ
‫ِك‬
‫ل‬َ
‫ذ‬َ
‫ك‬َ
‫و‬
75
75
َّ
‫ن‬َ
‫ج‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
َّ
‫ن‬َ
‫ج‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
{ َ
‫ِين‬
‫ل‬ِ
‫ف‬‫اآل‬ ُّ
‫ب‬ِ
‫ح‬ُ
‫أ‬ ‫ال‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ َ
‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ا‬‫ب‬َ
‫ك‬ْ
‫و‬َ
‫ك‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬ ُ
‫ل‬ْ
‫ي‬َّ
‫ل‬‫ال‬ ِ
‫ه‬ْ
‫ي‬َ‫ل‬ َ
‫ع‬
{ َ
‫ِين‬
‫ل‬ِ
‫ف‬‫اآل‬ ُّ
‫ب‬ِ
‫ح‬ُ
‫أ‬ ‫ال‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ َ
‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ا‬‫ب‬َ
‫ك‬ْ
‫و‬َ
‫ك‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬ ُ
‫ل‬ْ
‫ي‬َّ
‫ل‬‫ال‬ ِ
‫ه‬ْ
‫ي‬َ‫ل‬ َ
‫ع‬
76
76
َ
‫ر‬َ
‫م‬َ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
َ
‫ر‬َ
‫م‬َ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
{ َ
‫ين‬ِّ
‫ل‬‫ا‬ َّ
‫الض‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َّ
‫ن‬َ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ك‬‫أل‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ِي‬
‫ن‬ِ
‫د‬ْ
‫ه‬َ
‫ي‬ ْ
‫م‬َّ
‫ل‬ ‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫ل‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ َ
‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ‫ل‬َ
‫ف‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ا‬‫غ‬ِ
‫ز‬‫ا‬َ
‫ب‬
{ َ
‫ين‬ِّ
‫ل‬‫ا‬ َّ
‫الض‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َّ
‫ن‬َ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ك‬‫أل‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ِي‬
‫ن‬ِ
‫د‬ْ
‫ه‬َ
‫ي‬ ْ
‫م‬َّ
‫ل‬ ‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫ل‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ َ
‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ‫ل‬َ
‫ف‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ا‬‫غ‬ِ
‫ز‬‫ا‬َ
‫ب‬
77
77
‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ }
َ
‫ون‬ُ
‫ك‬ِ
‫ر‬ ْ
‫ش‬ُ
‫ت‬ ‫ا‬َّ
‫م‬ِّ
‫م‬ ٌ
‫يء‬ِ
‫ر‬َ
‫ب‬ ‫ي‬ِّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ق‬ ‫ا‬َ
‫ي‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ْ
‫ت‬َ‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ُ
‫ر‬َ
‫ب‬ْ
‫ك‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ة‬ َ
‫غ‬ِ
‫ز‬‫ا‬َ
‫ب‬ َ
‫س‬ْ
‫م‬ َّ
‫الش‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬
َ
‫ون‬ُ
‫ك‬ِ
‫ر‬ ْ
‫ش‬ُ
‫ت‬ ‫ا‬َّ
‫م‬ِّ
‫م‬ ٌ
‫يء‬ِ
‫ر‬َ
‫ب‬ ‫ي‬ِّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ق‬ ‫ا‬َ
‫ي‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ْ
‫ت‬َ‫ل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ُ
‫ر‬َ
‫ب‬ْ
‫ك‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫ـذ‬َ
‫ه‬ َ
‫ال‬َ
‫ق‬ ً
‫ة‬ َ
‫غ‬ِ
‫ز‬‫ا‬َ
‫ب‬ َ
‫س‬ْ
‫م‬ َّ
‫الش‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ
‫ر‬
{
{
78
78
ْ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ً
‫ا‬‫ِيف‬
‫ن‬َ
‫ح‬ َ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ َ
‫ر‬َ
‫ط‬َ
‫ف‬ ‫ِي‬
‫ذ‬َّ
‫ِل‬
‫ل‬ َ
‫ي‬ِ
‫ه‬ ْ
‫ج‬َ
‫و‬ ُ
‫ت‬ْ
‫ه‬َّ
‫ج‬َ
‫و‬ ‫ي‬ِّ
‫ن‬ِ‫إ‬ }
ْ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ً
‫ا‬‫ِيف‬
‫ن‬َ
‫ح‬ َ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ َ
‫ر‬َ
‫ط‬َ
‫ف‬ ‫ِي‬
‫ذ‬َّ
‫ِل‬
‫ل‬ َ
‫ي‬ِ
‫ه‬ ْ
‫ج‬َ
‫و‬ ُ
‫ت‬ْ
‫ه‬َّ
‫ج‬َ
‫و‬ ‫ي‬ِّ
‫ن‬ِ‫إ‬ }
 Artinya:” dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan
Artinya:” dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan
langit dan bumi, dan supaya Ibrahim termasuk orang-orang yang
langit dan bumi, dan supaya Ibrahim termasuk orang-orang yang
yakin ketika malam gelap, dilihatnya sebuah bintang, katanya” inikah
yakin ketika malam gelap, dilihatnya sebuah bintang, katanya” inikah
Tuhanku?. Tetapi setelah bintang itu tenggelam diapun berkata, “aku
Tuhanku?. Tetapi setelah bintang itu tenggelam diapun berkata, “aku
tidak menyukai yang tenggelam”. Dan setelah bulan terbit, dia berkata
tidak menyukai yang tenggelam”. Dan setelah bulan terbit, dia berkata
inikah Tuhanku? Dan ketilka bulan itu tenggelam maka dia berkata”
inikah Tuhanku? Dan ketilka bulan itu tenggelam maka dia berkata”
sesungguhnya jika Tuhan tidak memberi petunjukkepadankutentu aku
sesungguhnya jika Tuhan tidak memberi petunjukkepadankutentu aku
termasukkaum yang sesat…….
termasukkaum yang sesat…….
Siapa Tuhan yang benar menurut al-Qur’an?
Siapa Tuhan yang benar menurut al-Qur’an?

Thaha ayat 14:
Thaha ayat 14:

‫ي‬ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ل‬ َ
‫ة‬ ‫اَل‬ َّ
‫الص‬ ِ
‫ِم‬
‫ق‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ن‬ْ
‫د‬ُ
‫ب‬ ْ
‫اع‬َ
‫ف‬ ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ ‫اَل‬ ُ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ِي‬
‫ن‬َّ
‫ن‬ِ‫إ‬
‫ي‬ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ل‬ َ
‫ة‬ ‫اَل‬ َّ
‫الص‬ ِ
‫ِم‬
‫ق‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ن‬ْ
‫د‬ُ
‫ب‬ ْ
‫اع‬َ
‫ف‬ ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ
‫ه‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ ‫اَل‬ ُ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ِي‬
‫ن‬َّ
‫ن‬ِ‫إ‬

Artinya : Sesungguhnya Akulah Allah Tidak ada Ilah
Artinya : Sesungguhnya Akulah Allah Tidak ada Ilah
(Tuhan) melainkan Aku. oleh karena itu sembahlah
(Tuhan) melainkan Aku. oleh karena itu sembahlah
Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu“
Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu“

Tauhid adalah ajaran islam yang menjelaskan bahwa
Tauhid adalah ajaran islam yang menjelaskan bahwa
Alloh adalah satu-satunya tempat bergantung semua
Alloh adalah satu-satunya tempat bergantung semua
kehidupan, (menusia, jin, malaikat, zat, partikel,
kehidupan, (menusia, jin, malaikat, zat, partikel,
benda-benda) semua ciptaan Allah baik yang makro
benda-benda) semua ciptaan Allah baik yang makro
maupun kikro yang ghaib maupunyang nyata, yang
maupun kikro yang ghaib maupunyang nyata, yang
hidup maaupun yang mati bergantung kepada Alloh,
hidup maaupun yang mati bergantung kepada Alloh,
Dia-lah tempat bermula dan kembali .
Dia-lah tempat bermula dan kembali .

Perkataan Allah nama Tuhan yang sesungguhnya
Perkataan Allah nama Tuhan yang sesungguhnya
disebutkan dalam al-Qur’an senyak 2,500 kali
disebutkan dalam al-Qur’an senyak 2,500 kali
Pembuktian Wujud Tuhan
Pembuktian Wujud Tuhan

{ ً
‫ال‬‫ِي‬‫ل‬َ
‫ق‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫م‬ْ‫ل‬ِ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ت‬‫ِي‬
‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ِ
‫ر‬ْ
‫م‬َ‫أ‬ ْ
‫ِن‬
‫م‬ ُ
‫وح‬ُّ
‫الر‬ ِ
‫ل‬ُ
‫ق‬ ِ
‫وح‬ُّ
‫الر‬ ِ
‫ن‬ َ
‫ع‬ َ
‫ك‬َ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ل‬َ
‫أ‬ ْ
‫س‬َ
‫ي‬َ
‫و‬
{ ً
‫ال‬‫ِي‬‫ل‬َ
‫ق‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫م‬ْ‫ل‬ِ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ت‬‫ِي‬
‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ِ
‫ر‬ْ
‫م‬َ‫أ‬ ْ
‫ِن‬
‫م‬ ُ
‫وح‬ُّ
‫الر‬ ِ
‫ل‬ُ
‫ق‬ ِ
‫وح‬ُّ
‫الر‬ ِ
‫ن‬ َ
‫ع‬ َ
‫ك‬َ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ل‬َ
‫أ‬ ْ
‫س‬َ
‫ي‬َ
‫و‬
85
85
}
}

Artinya
Artinya: “ mereka bertanya kepadamu (muhammad)
: “ mereka bertanya kepadamu (muhammad)
katakanlah: ruh itu urusan tuhanku, dan semua tidak diberikan
katakanlah: ruh itu urusan tuhanku, dan semua tidak diberikan
pengetahuan (dariNya melainkan sedikit”
pengetahuan (dariNya melainkan sedikit”

Karena keterbatasan ilmu manusia maka Allah melarang
Karena keterbatasan ilmu manusia maka Allah melarang
memikirkan ZatNya, tetapi justru Allah menyuruh memikirkan
memikirkan ZatNya, tetapi justru Allah menyuruh memikirkan
ciptaanNya”Tafakkarufii khalqillahi walaa tafakkaruu fi
ciptaanNya”Tafakkarufii khalqillahi walaa tafakkaruu fi
zatihi”
zatihi”

Karena dengan memikirkan ciptaannya maka secara implisit
Karena dengan memikirkan ciptaannya maka secara implisit
manusia dituntut untuk selalu meningkatkan kecerdasan
manusia dituntut untuk selalu meningkatkan kecerdasan
potensialnya (rasional dan emosional) yaitu menemukan
potensialnya (rasional dan emosional) yaitu menemukan
kebenaran(alhaqq), kebaikan (al-husn), keindahan (aljamil),
kebenaran(alhaqq), kebaikan (al-husn), keindahan (aljamil),
yang semuanya ada pada sifat-sifat Alloh.
yang semuanya ada pada sifat-sifat Alloh.

Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan
Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan
rahasianya yang pelik pasti ada sesuatu kekuatan yang telah
rahasianya yang pelik pasti ada sesuatu kekuatan yang telah
menciptakannya.
menciptakannya.

Menurut al-Kindi ada tiga jalan untuk membuktikan adanya Tuhan;
Menurut al-Kindi ada tiga jalan untuk membuktikan adanya Tuhan;
yaitu, baharunya alam, keaneka ragaman dalam wujud, dan
yaitu, baharunya alam, keaneka ragaman dalam wujud, dan
kerapian alam.
kerapian alam.

Menurut Ibnu Rusyd untuk membuktikan wujud Tuhan
Menurut Ibnu Rusyd untuk membuktikan wujud Tuhan
menggunakan
menggunakan Dalil Nidham
Dalil Nidham yang disebut juga
yang disebut juga Inayah wa al Ikhtira
Inayah wa al Ikhtira
yang artinya pemeliharaan dan penciptaan;
yang artinya pemeliharaan dan penciptaan;

Dalil Inayah
Dalil Inayah,
, adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu
adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu
menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman
menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman
alam untuk manusia, karena alam ini terjadi bukan dengan
alam untuk manusia, karena alam ini terjadi bukan dengan
kebetulan, tetapi diciptakan dengan rapi dan teratur atas ilmu dan
kebetulan, tetapi diciptakan dengan rapi dan teratur atas ilmu dan
kebijaksanaan. firman Allah dalam surat Lukman ayat 20;
kebijaksanaan. firman Allah dalam surat Lukman ayat 20;
 ً
‫ة‬َ
‫ر‬ِ
‫اه‬َ
‫ظ‬ ُ
‫ه‬َ
‫م‬َ
‫ع‬ِ
‫ن‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬ْ
‫ي‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫غ‬َ
‫ب‬ ْ
‫س‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ا‬َّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬ َ
‫ر‬َّ
‫خ‬ َ
‫س‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ْ
‫و‬َ
‫ر‬َ
‫ت‬ ْ
‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬
ً
‫ة‬َ
‫ر‬ِ
‫اه‬َ
‫ظ‬ ُ
‫ه‬َ
‫م‬َ
‫ع‬ِ
‫ن‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬ْ
‫ي‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫غ‬َ
‫ب‬ ْ
‫س‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ِ
‫ات‬َ
‫او‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ا‬َّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ل‬ َ
‫ر‬َّ
‫خ‬ َ
‫س‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ
‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ْ
‫و‬َ
‫ر‬َ
‫ت‬ ْ
‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬
{ ٍ
‫ر‬‫ِي‬
‫ن‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ ‫اَل‬َ
‫و‬ ‫ًى‬
‫د‬ُ
‫ه‬ ‫اَل‬َ
‫و‬ ٍ
‫م‬ْ‫ل‬ ِ
‫ع‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ي‬َ
‫غ‬ِ
‫ب‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ُ
‫ِل‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ج‬ُ
‫ي‬ ‫ن‬َ
‫م‬ ِ
‫اس‬َّ
‫الن‬ َ
‫ِن‬
‫م‬َ
‫و‬ ً
‫ة‬َ
‫ن‬ِ
‫اط‬َ
‫ب‬َ
‫و‬
{ ٍ
‫ر‬‫ِي‬
‫ن‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ ‫اَل‬َ
‫و‬ ‫ًى‬
‫د‬ُ
‫ه‬ ‫اَل‬َ
‫و‬ ٍ
‫م‬ْ‫ل‬ ِ
‫ع‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ي‬َ
‫غ‬ِ
‫ب‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ُ
‫ِل‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ج‬ُ
‫ي‬ ‫ن‬َ
‫م‬ ِ
‫اس‬َّ
‫الن‬ َ
‫ِن‬
‫م‬َ
‫و‬ ً
‫ة‬َ
‫ن‬ِ
‫اط‬َ
‫ب‬َ
‫و‬
20
20
}
}

Artinya:
Artinya:tidakkah kamunperhatikan sesungguhnya Allah telah
tidakkah kamunperhatikan sesungguhnya Allah telah
menundukkan untuk (kepentingan apa yang dilangit dan apa yang di
menundukkan untuk (kepentingan apa yang dilangit dan apa yang di
bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya. Dan
bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya. Dan
diantaramanusia ada yang membantah tentang keesaan Alloh
diantaramanusia ada yang membantah tentang keesaan Alloh
tanpailmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi
tanpailmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi
penerangan.
penerangan.

Dalil Ikhtira
Dalil Ikhtira, adalah teori yang mengarahkan manusia agar
, adalah teori yang mengarahkan manusia agar
mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan
mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan
pemahaman keserasian atau keharmonisan aneka ragam.
pemahaman keserasian atau keharmonisan aneka ragam.
sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ghasiyah ayat 17-
sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ghasiyah ayat 17-
22:
22:

{ ْ
‫ت‬َ
‫ق‬ِ
‫ل‬ُ
‫خ‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ل‬ِ
‫ب‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ َ
‫ون‬ُ
‫ر‬ُ
‫نظ‬َ
‫ي‬ ‫اَل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬
{ ْ
‫ت‬َ
‫ق‬ِ
‫ل‬ُ
‫خ‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ل‬ِ
‫ب‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬ َ
‫ون‬ُ
‫ر‬ُ
‫نظ‬َ
‫ي‬ ‫اَل‬َ
‫ف‬َ‫أ‬
17
17
{ ْ
‫ت‬َ
‫ع‬ِ
‫ف‬ُ
‫ر‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ‫اء‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬ }
{ ْ
‫ت‬َ
‫ع‬ِ
‫ف‬ُ
‫ر‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ‫اء‬َ
‫م‬ َّ
‫الس‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬ }
18
18
}
}
{ ْ
‫ت‬َ
‫ب‬ ِ
‫ص‬ُ
‫ن‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ال‬َ
‫ب‬ِ
‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬
{ ْ
‫ت‬َ
‫ب‬ ِ
‫ص‬ُ
‫ن‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ال‬َ
‫ب‬ِ
‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬
19
19
ْ
‫ت‬َ
‫ح‬ِ
‫ط‬ ُ
‫س‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬ }
ْ
‫ت‬َ
‫ح‬ِ
‫ط‬ ُ
‫س‬ َ
‫ف‬ْ
‫ي‬َ
‫ك‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ِ‫إ‬َ
‫و‬ }

Artinya: maka apakah mereka tidak memperhatikan unta
Artinya: maka apakah mereka tidak memperhatikan unta
bagaimana diciptakan, da langit bagaimana ia ditinggikan?
bagaimana diciptakan, da langit bagaimana ia ditinggikan?
Dan gunung-gunung bagaimana dia ditegakkan? Dan
Dan gunung-gunung bagaimana dia ditegakkan? Dan
bagaimana bumi bagaimana ia dihamparkan….
bagaimana bumi bagaimana ia dihamparkan….

Dalil Logika ilmu kalam mengatakan bahwa tidak ada yang
Dalil Logika ilmu kalam mengatakan bahwa tidak ada yang
tidak ada, karena tidak ada itu ada, artinya tidak ada itu
tidak ada, karena tidak ada itu ada, artinya tidak ada itu
keadaan yang ada, pembuat ada. mesti ada dan mustahil
keadaan yang ada, pembuat ada. mesti ada dan mustahil
pembuat ada itu tidak ada. Pembuat pertama dari pada yang
pembuat ada itu tidak ada. Pembuat pertama dari pada yang
ada dan tidaka ada itu adalah wajibul wujud atau mutlak
ada dan tidaka ada itu adalah wajibul wujud atau mutlak
adanya, yang musti ada dengan sendirinya.
adanya, yang musti ada dengan sendirinya.
 Ma’rifatullah melalui fikr dan dikr: ini merupakan laangkah
Ma’rifatullah melalui fikr dan dikr: ini merupakan laangkah
praktis lewaat kesadara hati dan akal, yaitu dengan jalan
praktis lewaat kesadara hati dan akal, yaitu dengan jalan
perenungan ayat-ayat kauniyah dan qauliyah secara terus-
perenungan ayat-ayat kauniyah dan qauliyah secara terus-
menerus sehingga ditemukan adanya kesadaran akan Tuhan
menerus sehingga ditemukan adanya kesadaran akan Tuhan
 Dapat dilakukan dengan cara membaca, melakukan hipotesa,
Dapat dilakukan dengan cara membaca, melakukan hipotesa,
penyelidikan, eksperimen, penyususnan teori tentang alam
penyelidikan, eksperimen, penyususnan teori tentang alam
sesuai dengan klasifikasi bidang-bidang dalam ilmu
sesuai dengan klasifikasi bidang-bidang dalam ilmu
pengetahuan dll.
pengetahuan dll.
 Berangkat dari berfikir induktif yaitu berfikir dari hal-hal yang
Berangkat dari berfikir induktif yaitu berfikir dari hal-hal yang
khusus dan bertindak yang konkret inilah maka manusia akan
khusus dan bertindak yang konkret inilah maka manusia akan
sampai pada kesimpula-kesimpulan yang bersifat umum akan
sampai pada kesimpula-kesimpulan yang bersifat umum akan
diperoleh suatu kebenaran, kebaikan dan keindahan yang
diperoleh suatu kebenaran, kebaikan dan keindahan yang
bersifat absolut yang ada pada Tuhan ( the ultimate reality)
bersifat absolut yang ada pada Tuhan ( the ultimate reality)
 Dalam logika islam proses tersebut dikenal dengan dengan
Dalam logika islam proses tersebut dikenal dengan dengan
istilah “al-isytisyhad bi al-syahid’alal ghaib” (mengajukan
istilah “al-isytisyhad bi al-syahid’alal ghaib” (mengajukan
bukti-bukti empiris untuk menetapkan adanya realitas ghaib)
bukti-bukti empiris untuk menetapkan adanya realitas ghaib)
Keimanan dan Ketakwaan
Keimanan dan Ketakwaan
 Apa iman itu?
Apa iman itu?
 Bahasa------> percaya
Bahasa------> percaya
 Istilah ------> meyakini dalam hati, mengucapkan dalam
Istilah ------> meyakini dalam hati, mengucapkan dalam
lisan, mewujudkan dalam amal perbuatan.
lisan, mewujudkan dalam amal perbuatan.
 Apa takwa itu?
Apa takwa itu?
 Bahasa------> memelihara
Bahasa------> memelihara
 Istilah ------> memelihara diri dari siksa dengan
Istilah ------> memelihara diri dari siksa dengan
mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala
mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala
laranganNya.
laranganNya.
 Apa aspek-aspek keimanan itu?
Apa aspek-aspek keimanan itu?
 -------> Rukun Iman
-------> Rukun Iman
Apa indikator keimanan itu?
Apa indikator keimanan itu?

(QS. al-Mukminun: 2-9)
(QS. al-Mukminun: 2-9)

{ َ
‫ون‬ُ
‫ن‬ِ
‫م‬ْ
‫ؤ‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ح‬َ
‫ل‬ْ
‫ف‬َ‫أ‬ ْ
‫د‬َ
‫ق‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫ن‬ِ
‫م‬ْ
‫ؤ‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ح‬َ
‫ل‬ْ
‫ف‬َ‫أ‬ ْ
‫د‬َ
‫ق‬
1
1
{ َ
‫ون‬ُ
‫ع‬ ِ
‫اش‬َ
‫خ‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬ ‫اَل‬ َ
‫ص‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬ }
{ َ
‫ون‬ُ
‫ع‬ ِ
‫اش‬َ
‫خ‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬ ‫اَل‬ َ
‫ص‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬ }
2
2
ِ
‫ن‬ َ
‫ع‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
ِ
‫ن‬ َ
‫ع‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{ َ
‫ون‬ ُ
‫ض‬ِ
‫ر‬ْ
‫ع‬ُ
‫م‬ ِ
‫و‬ْ
‫غ‬َّ
‫ل‬‫ال‬
{ َ
‫ون‬ ُ
‫ض‬ِ
‫ر‬ْ
‫ع‬ُ
‫م‬ ِ
‫و‬ْ
‫غ‬َّ
‫ل‬‫ال‬
3
3
{ َ
‫ون‬ُ
‫ل‬ ِ
‫اع‬َ
‫ف‬ ِ
‫ة‬‫ا‬َ
‫ك‬َّ
‫ِلز‬
‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{ َ
‫ون‬ُ
‫ل‬ ِ
‫اع‬َ
‫ف‬ ِ
‫ة‬‫ا‬َ
‫ك‬َّ
‫ِلز‬
‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
4
4
ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫وج‬ُ
‫ر‬ُ
‫ف‬ِ‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫وج‬ُ
‫ر‬ُ
‫ف‬ِ‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{ َ
‫ون‬ُ
‫ِظ‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ح‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫ِظ‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ح‬
5
5
َ
‫ِين‬
‫م‬‫و‬ُ
‫ل‬َ
‫م‬ ُ
‫ر‬ْ
‫ي‬ َ
‫غ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬ِ
‫إ‬َ
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ُ
‫ن‬‫ا‬َ
‫م‬ْ
‫ي‬َ‫أ‬ ْ
‫ت‬َ
‫ك‬َ‫ل‬َ
‫م‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ْ
‫أو‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫اج‬َ
‫و‬ْ
‫ز‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ }
َ
‫ِين‬
‫م‬‫و‬ُ
‫ل‬َ
‫م‬ ُ
‫ر‬ْ
‫ي‬ َ
‫غ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬ِ
‫إ‬َ
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ُ
‫ن‬‫ا‬َ
‫م‬ْ
‫ي‬َ‫أ‬ ْ
‫ت‬َ
‫ك‬َ‫ل‬َ
‫م‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ْ
‫أو‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫اج‬َ
‫و‬ْ
‫ز‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ }
{
{
6
6
{ َ
‫ُون‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬َ‫ل‬ْ
‫و‬ُ
‫أ‬َ
‫ف‬ َ
‫ِك‬
‫ل‬َ
‫ذ‬ ‫اء‬َ
‫ر‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫غ‬َ
‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ
‫ن‬َ
‫م‬َ
‫ف‬ }
{ َ
‫ُون‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬َ‫ل‬ْ
‫و‬ُ
‫أ‬َ
‫ف‬ َ
‫ِك‬
‫ل‬َ
‫ذ‬ ‫اء‬َ
‫ر‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫غ‬َ
‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ
‫ن‬َ
‫م‬َ
‫ف‬ }
7
7
ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫ن‬‫ا‬َ
‫م‬َ‫أِل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫ن‬‫ا‬َ
‫م‬َ‫أِل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{ َ
‫ون‬ُ
‫اع‬َ
‫ر‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫د‬ْ
‫ه‬ َ
‫ع‬َ
‫و‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫اع‬َ
‫ر‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫د‬ْ
‫ه‬ َ
‫ع‬َ
‫و‬
8
8
{ َ
‫ون‬ُ
‫ِظ‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ح‬ُ
‫ي‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫و‬َ
‫ل‬ َ
‫ص‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{ َ
‫ون‬ُ
‫ِظ‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ح‬ُ
‫ي‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫و‬َ
‫ل‬ َ
‫ص‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ }
9
9
}
}

Orang yang shalatnya khusyu`
Orang yang shalatnya khusyu`
 Menghindari perkataan yang sia-sia
Menghindari perkataan yang sia-sia
 Menunaikan zakat
Menunaikan zakat

Menjaga kemaluannya
Menjaga kemaluannya
 Memelihara amanat dan janji
Memelihara amanat dan janji
 Orang yang senantiasa berdo'a
Orang yang senantiasa berdo'a
Apa indikasi ketakwaan itu ?
Apa indikasi ketakwaan itu ?

(QS. al-Baqarah: 177)
(QS. al-Baqarah: 177)
 ‫ِهّلل‬‫ا‬ِ
‫ب‬ َ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬ َّ
‫ر‬ِ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ
‫ِن‬
‫ك‬‫ـ‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ِ
‫ب‬ِ
‫ر‬ْ
‫غ‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ق‬ِ
‫ر‬ ْ
‫ش‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ل‬َ
‫ب‬ِ
‫ق‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫وه‬ُ
‫ج‬ُ
‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُّ
‫ل‬َ
‫و‬ُ
‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ َّ
‫ر‬ِ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫س‬ْ
‫ي‬َّ
‫ل‬
‫ِهّلل‬‫ا‬ِ
‫ب‬ َ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬ َّ
‫ر‬ِ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ
‫ِن‬
‫ك‬‫ـ‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ِ
‫ب‬ِ
‫ر‬ْ
‫غ‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ق‬ِ
‫ر‬ ْ
‫ش‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫ل‬َ
‫ب‬ِ
‫ق‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫وه‬ُ
‫ج‬ُ
‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُّ
‫ل‬َ
‫و‬ُ
‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ َّ
‫ر‬ِ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ
‫س‬ْ
‫ي‬َّ
‫ل‬
‫ى‬َ
‫ب‬ْ
‫ر‬ُ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ
‫و‬َ
‫ذ‬ ِ
‫ه‬ِّ
‫ب‬ُ
‫ح‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫ال‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ت‬‫آ‬َ
‫و‬ َ
‫ين‬ِّ
‫ي‬ِ
‫ب‬َّ
‫الن‬َ
‫و‬ ِ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ة‬َ
‫ك‬ِ
‫ئ‬‫آل‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ر‬ِ
‫اآلخ‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬
‫ى‬َ
‫ب‬ْ
‫ر‬ُ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ
‫و‬َ
‫ذ‬ ِ
‫ه‬ِّ
‫ب‬ُ
‫ح‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫ال‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ت‬‫آ‬َ
‫و‬ َ
‫ين‬ِّ
‫ي‬ِ
‫ب‬َّ
‫الن‬َ
‫و‬ ِ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ة‬َ
‫ك‬ِ
‫ئ‬‫آل‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ِ
‫ر‬ِ
‫اآلخ‬ ِ
‫م‬ْ
‫و‬َ
‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬
‫ى‬َ
‫ت‬‫آ‬َ
‫و‬ َ
‫ة‬‫ال‬ َّ
‫الص‬ َ
‫م‬‫ا‬َ
‫ق‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ِ
‫اب‬َ
‫ق‬ِّ
‫الر‬ ‫ِي‬
‫ف‬َ
‫و‬ َ
‫ِين‬‫ل‬ِ
‫ئ‬‫آ‬ َّ
‫الس‬َ
‫و‬ ِ
‫يل‬ِ
‫ب‬ َّ
‫الس‬ َ
‫ن‬ْ
‫ب‬‫ا‬َ
‫و‬ َ
‫ِين‬
‫ك‬‫ا‬ َ
‫س‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫م‬‫ا‬َ
‫ت‬َ
‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬
‫ى‬َ
‫ت‬‫آ‬َ
‫و‬ َ
‫ة‬‫ال‬ َّ
‫الص‬ َ
‫م‬‫ا‬َ
‫ق‬َ‫أ‬َ
‫و‬ ِ
‫اب‬َ
‫ق‬ِّ
‫الر‬ ‫ِي‬
‫ف‬َ
‫و‬ َ
‫ِين‬‫ل‬ِ
‫ئ‬‫آ‬ َّ
‫الس‬َ
‫و‬ ِ
‫يل‬ِ
‫ب‬ َّ
‫الس‬ َ
‫ن‬ْ
‫ب‬‫ا‬َ
‫و‬ َ
‫ِين‬
‫ك‬‫ا‬ َ
‫س‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫م‬‫ا‬َ
‫ت‬َ
‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬
َ
‫ين‬ِ
‫ح‬َ
‫و‬ ‫اء‬َّ
‫ر‬ َّ
‫والض‬ ‫اء‬ َ
‫س‬ْ‫أ‬َ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫ين‬ِ
‫ر‬ِ
‫ب‬‫ا‬ َّ
‫الص‬َ
‫و‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬َ
‫اه‬ َ
‫ع‬ ‫ا‬َ
‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫د‬ْ
‫ه‬َ
‫ع‬ِ
‫ب‬ َ
‫ون‬ُ
‫وف‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ َ
‫ة‬‫ا‬َ
‫ك‬َّ
‫الز‬
َ
‫ين‬ِ
‫ح‬َ
‫و‬ ‫اء‬َّ
‫ر‬ َّ
‫والض‬ ‫اء‬ َ
‫س‬ْ‫أ‬َ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫ين‬ِ
‫ر‬ِ
‫ب‬‫ا‬ َّ
‫الص‬َ
‫و‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬َ
‫اه‬ َ
‫ع‬ ‫ا‬َ
‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ
‫م‬ِ
‫ِه‬
‫د‬ْ
‫ه‬َ
‫ع‬ِ
‫ب‬ َ
‫ون‬ُ
‫وف‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ
‫و‬ َ
‫ة‬‫ا‬َ
‫ك‬َّ
‫الز‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫ق‬َّ
‫ت‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ‫ل‬‫و‬ُ
‫أ‬َ
‫و‬ ‫وا‬ُ
‫َق‬
‫د‬ َ
‫ص‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ
‫س‬ْ‫أ‬َ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫ق‬َّ
‫ت‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ‫ل‬‫و‬ُ
‫أ‬َ
‫و‬ ‫وا‬ُ
‫َق‬
‫د‬ َ
‫ص‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ
‫س‬ْ‫أ‬َ
‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬
177
177
}
}

Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab Allah, para Nabi,
Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab Allah, para Nabi,
Hari Kiamat.
Hari Kiamat.

Menafkahkan hartanya demi kepentingan kerabat, anak
Menafkahkan hartanya demi kepentingan kerabat, anak
yatim, orang miskin, musafir yang kehabisan bekal,
yatim, orang miskin, musafir yang kehabisan bekal,
peminta-peminta, memerdekakan budak
peminta-peminta, memerdekakan budak

Menegakkan shalat dan menunaikan zakat.
Menegakkan shalat dan menunaikan zakat.

Menepati janji.
Menepati janji.

Sabar dalam penderitaan dan perang.
Sabar dalam penderitaan dan perang.
Apa implikasi iman dan takwa dalam kehidupan?
Apa implikasi iman dan takwa dalam kehidupan?

Melepaskan dari belenggu kekuasaan benda dunia (al-Fatihah ayat 1-7)
Melepaskan dari belenggu kekuasaan benda dunia (al-Fatihah ayat 1-7)

Menanamkan semangat berani menghadapi maut (an-Nisa` ayat 78):
Menanamkan semangat berani menghadapi maut (an-Nisa` ayat 78):
َ
‫د‬َّ
‫ي‬ َ
‫ش‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫وج‬ُ
‫ر‬ُ
‫ب‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ت‬‫ن‬ُ
‫ك‬ ْ
‫و‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ُ
‫ت‬ْ
‫و‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُّ
‫كك‬ِ
‫ر‬ْ
‫د‬ُ
‫ي‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ك‬َ
‫ت‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬
َ
‫د‬َّ
‫ي‬ َ
‫ش‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫وج‬ُ
‫ر‬ُ
‫ب‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ْ
‫م‬ُ
‫ت‬‫ن‬ُ
‫ك‬ ْ
‫و‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ُ
‫ت‬ْ
‫و‬َ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُّ
‫كك‬ِ
‫ْر‬
‫د‬ُ
‫ي‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ك‬َ
‫ت‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun
kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh".
kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh".

Menanamkan sifat "self help" dalam hidup (Hud ayat 6):
Menanamkan sifat "self help" dalam hidup (Hud ayat 6):
ٍ
‫ين‬ِ
‫ب‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ٌّ
‫ل‬ُ
‫ك‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ َ
‫َع‬
‫د‬ْ
‫و‬َ
‫ت‬ ْ
‫س‬ُ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ا‬َ
‫ه‬َّ
‫ر‬َ
‫ق‬َ
‫ت‬ ْ
‫س‬ُ
‫م‬ ُ
‫م‬َ
‫ل‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬َ
‫و‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُ
‫ق‬ْ
‫ز‬ِ
‫ر‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ٍ
‫ة‬َّ
‫َآب‬
‫د‬ ‫ِن‬
‫م‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
ٍ
‫ين‬ِ
‫ب‬ُّ
‫م‬ ٍ
‫اب‬َ
‫ت‬ِ
‫ك‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ٌّ
‫ل‬ُ
‫ك‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ َ
‫َع‬
‫د‬ْ
‫و‬َ
‫ت‬ ْ
‫س‬ُ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ا‬َ
‫ه‬َّ
‫ر‬َ
‫ق‬َ
‫ت‬ ْ
‫س‬ُ
‫م‬ ُ
‫م‬َ
‫ل‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬َ
‫و‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُ
‫ق‬ْ
‫ز‬ِ
‫ر‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َ
‫األ‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ٍ
‫ة‬َّ
‫َآب‬
‫د‬ ‫ِن‬
‫م‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
" Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang
" Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang
memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat
memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat
penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudh)".
penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudh)".

Memberikan ketentreaman jiwa (ar-Ra`du ayat 28):
Memberikan ketentreaman jiwa (ar-Ra`du ayat 28):
ُ
‫وب‬ُ
‫ل‬ُ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ
‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫م‬ ْ
‫ط‬َ
‫ت‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ب‬ َ
‫ال‬َ‫أ‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ب‬ ‫م‬ُ
‫ه‬ُ
‫ب‬‫و‬ُ
‫ل‬ُ
‫ق‬ ُّ
‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫م‬ ْ
‫ط‬َ
‫ت‬َ
‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬
ُ
‫وب‬ُ
‫ل‬ُ
‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ
‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫م‬ ْ
‫ط‬َ
‫ت‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ب‬ َ
‫ال‬َ‫أ‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ
‫ر‬ْ
‫ك‬ِ
‫ذ‬ِ
‫ب‬ ‫م‬ُ
‫ه‬ُ
‫ب‬‫و‬ُ
‫ل‬ُ
‫ق‬ ُّ
‫ِن‬
‫ئ‬َ
‫م‬ ْ
‫ط‬َ
‫ت‬َ
‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ
‫ل‬‫ا‬
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
mengingat Allah. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
tenteram".
tenteram".

Mewujudkan kehidupan yang baik (an-Nahl ayat 97):
Mewujudkan kehidupan yang baik (an-Nahl ayat 97):
ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬‫ا‬َ
‫ك‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ِ
‫ن‬ َ
‫س‬ ْ
‫ح‬َ
‫أ‬ِ
‫ب‬ ‫م‬ُ
‫ه‬َ
‫ر‬ ْ
‫ج‬َ‫أ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ
‫ي‬ِ
‫ز‬ ْ
‫ج‬َ
‫ن‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ً
‫ة‬َ
‫ب‬ِّ
‫ي‬َ
‫ط‬ ً
‫ة‬‫ا‬َ
‫ي‬َ
‫ح‬ ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ
‫ي‬ِ
‫ي‬ ْ
‫ح‬ُ
‫ن‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ٌ
‫ِن‬
‫م‬ْ
‫ؤ‬ُ
‫م‬ َ
‫و‬ُ
‫ه‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫نث‬ُ‫أ‬ ْ
‫و‬َ‫أ‬ ٍ
‫ر‬َ
‫ك‬َ
‫ذ‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ً
‫ا‬‫ِح‬
‫ل‬‫ا‬ َ
‫ص‬ َ
‫ِل‬
‫م‬ َ
‫ع‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬
ْ‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬‫ا‬َ
‫ك‬ ‫ا‬َ
‫م‬ ِ
‫ن‬ َ
‫س‬ ْ
‫ح‬َ
‫أ‬ِ
‫ب‬ ‫م‬ُ
‫ه‬َ
‫ر‬ ْ
‫ج‬َ‫أ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ
‫ي‬ِ
‫ز‬ ْ
‫ج‬َ
‫ن‬َ
‫ل‬َ
‫و‬ ً
‫ة‬َ
‫ب‬ِّ
‫ي‬َ
‫ط‬ ً
‫ة‬‫ا‬َ
‫ي‬َ
‫ح‬ ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ
‫ي‬ِ
‫ي‬ ْ
‫ح‬ُ
‫ن‬َ
‫ل‬َ
‫ف‬ ٌ
‫ِن‬
‫م‬ْ
‫ؤ‬ُ
‫م‬ َ
‫و‬ُ
‫ه‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫نث‬ُ‫أ‬ ْ
‫و‬َ‫أ‬ ٍ
‫ر‬َ
‫ك‬َ
‫ذ‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ً
‫ا‬‫ِح‬
‫ل‬‫ا‬ َ
‫ص‬ َ
‫ِل‬
‫م‬ َ
‫ع‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬
َ
‫ون‬ُ
‫ل‬َ
‫م‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬
َ
‫ون‬ُ
‫ل‬َ
‫م‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya, Kami
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya, Kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnyakami beri
berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnyakami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang
mereka kerjakan".
mereka kerjakan".

Melahirkan sikap ihlas dan konsekuen (al-an`am ayat 162):
Melahirkan sikap ihlas dan konsekuen (al-an`am ayat 162):
َ
‫ِين‬
‫م‬َ
‫ل‬‫ا‬َ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ِهّلِل‬ ‫ِي‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫م‬َ
‫م‬َ
‫و‬ َ
‫اي‬َ
‫ي‬ ْ
‫ح‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ك‬ ُ
‫س‬ُ
‫ن‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ت‬َ
‫ال‬ َ
‫ص‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ْ
‫ل‬ُ
‫ق‬
َ
‫ِين‬
‫م‬َ
‫ل‬‫ا‬َ
‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ِهّلِل‬ ‫ِي‬
‫ت‬‫ا‬َ
‫م‬َ
‫م‬َ
‫و‬ َ
‫اي‬َ
‫ي‬ ْ
‫ح‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ك‬ ُ
‫س‬ُ
‫ن‬َ
‫و‬ ‫ِي‬
‫ت‬َ
‫ال‬ َ
‫ص‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ْ
‫ل‬ُ
‫ق‬
"Katakanlah:" sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku
"Katakanlah:" sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".

Memberikan keberuntungan (al-Baqarah ayat 5):
Memberikan keberuntungan (al-Baqarah ayat 5):
َ
‫ون‬ُ
‫ِح‬
‫ل‬ْ
‫ف‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬ْ
‫و‬ُ‫أ‬َ
‫و‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِّ
‫ب‬َّ
‫ر‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫ًى‬
‫د‬ُ
‫ه‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬ْ
‫و‬ُ‫أ‬
َ
‫ون‬ُ
‫ِح‬
‫ل‬ْ
‫ف‬ُ
‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ
‫م‬ُ
‫ه‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬ْ
‫و‬ُ‫أ‬َ
‫و‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِّ
‫ب‬َّ
‫ر‬ ‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫ًى‬
‫د‬ُ
‫ه‬ ‫ى‬َ
‫ل‬ َ
‫ع‬ َ
‫ِك‬
‫ئ‬‫ـ‬َ
‫ل‬ْ
‫و‬ُ‫أ‬
"Mereka itulah orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
"Mereka itulah orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung".
mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung".
Hakekat Manusia Menurut Islam
Hakekat Manusia Menurut Islam
Konsep Manusia
Konsep Manusia
 Siapakah Manusia?
Siapakah Manusia?
Dalam pandangan ilmu pengetahuan manusia dari segi fisik sebagai
Dalam pandangan ilmu pengetahuan manusia dari segi fisik sebagai
bagian dari spesies binatang.
bagian dari spesies binatang.
Penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens
Penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens
atau makhluk yang berkeinginan; memiliki perilaku interaksi antar
atau makhluk yang berkeinginan; memiliki perilaku interaksi antar
komponen biologis, psikologis dan sosial, juga ada unsur hewani,
komponen biologis, psikologis dan sosial, juga ada unsur hewani,
akali, nilai atau animal, rasional dan moral.
akali, nilai atau animal, rasional dan moral.
Penganut teori behaviorise menyebut manusia sebagai homo
Penganut teori behaviorise menyebut manusia sebagai homo
mechanibcus (manusia mesin).
mechanibcus (manusia mesin).
Penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens
Penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens
(makhluk berfikir);bereaksi secara aktif terhadap lingkungan
(makhluk berfikir);bereaksi secara aktif terhadap lingkungan
Dalam Ilmu Logika dikatakan manusia sebagai Al Hayawaanun Naatiq;
Dalam Ilmu Logika dikatakan manusia sebagai Al Hayawaanun Naatiq;
Hewan yang berfikir.
Hewan yang berfikir.
Menurut filosof Yunani Kuno
Menurut filosof Yunani Kuno
 Hipocrates (460-370 SM), melihat manusia dari segi fisik.yaitu terdiri dari 4
Hipocrates (460-370 SM), melihat manusia dari segi fisik.yaitu terdiri dari 4
macam sifat yang dipengaruhi oleh cairan yang ada didalamnya, sifat kering
macam sifat yang dipengaruhi oleh cairan yang ada didalamnya, sifat kering
terdapat di Chole (empedu kering), sifat basah dalam Melanchole (empedu
terdapat di Chole (empedu kering), sifat basah dalam Melanchole (empedu
hitam), sifat dingin dalam Phlegma (lendir) dan sifat panas dalam Sanguis
hitam), sifat dingin dalam Phlegma (lendir) dan sifat panas dalam Sanguis
(darah).
(darah).
 Plato (428-348 SM), menyatakan bahwa manusia adalah mahkluk yang terdiri
Plato (428-348 SM), menyatakan bahwa manusia adalah mahkluk yang terdiri
dari tubuh dan jiwa yang diantara keduanya terdapat garis pemisah. jiwa lebih
dari tubuh dan jiwa yang diantara keduanya terdapat garis pemisah. jiwa lebih
tinggi derajatnya dari jasad, dan untuk menggapai kemuliaan manusia harus
tinggi derajatnya dari jasad, dan untuk menggapai kemuliaan manusia harus
melepaskan seluruh atribut dan kebutuhan dari tubuh (jasad).
melepaskan seluruh atribut dan kebutuhan dari tubuh (jasad).
 Aristoteles (350 SM), salah seorang murid Plato; berpandangan lain. jiwa
Aristoteles (350 SM), salah seorang murid Plato; berpandangan lain. jiwa
manusia adalah mahkluk yang otonom yang berkembang menjadi lain dan
manusia adalah mahkluk yang otonom yang berkembang menjadi lain dan
tidak lepas dari jasadnya. Roh manusia berbeda dengan jiwa, yang memiliki
tidak lepas dari jasadnya. Roh manusia berbeda dengan jiwa, yang memiliki
kemampuan khas bagi manusia,.
kemampuan khas bagi manusia,.
Konsep Islam Tentang Penciptaan Manusia
Konsep Islam Tentang Penciptaan Manusia

Asal-usul manusia adalah Adam as yang tercipta dari unsur
Asal-usul manusia adalah Adam as yang tercipta dari unsur
tanah, firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 26;
tanah, firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 26;
Artinya:"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
Artinya:"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
(Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur
(Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur
hitam yang diberi bentuk".
hitam yang diberi bentuk".

Dalam perkembangan selanjutnya, proses kejadian manusia
Dalam perkembangan selanjutnya, proses kejadian manusia
adalah dari pertemuan antara air mani (sperma) laki-laki,
adalah dari pertemuan antara air mani (sperma) laki-laki,
dengan sel telur (ovum) wanita dalam rahim manusia.
dengan sel telur (ovum) wanita dalam rahim manusia.
kemudia Allah meniupkan ruh pada janin manusia.Dalam al
kemudia Allah meniupkan ruh pada janin manusia.Dalam al
Qur’an surat as Sadjah ayat 8-9
Qur’an surat as Sadjah ayat 8-9
“
“ Kemudian Dia menjadikan keturunanna dari saripati air yang
Kemudian Dia menjadikan keturunanna dari saripati air yang
hina (air mani) kemudian Dia menyempurnakan dan
hina (air mani) kemudian Dia menyempurnakan dan
meniupkan ke dalam (tubuhnya) roh (ciptaan)Nya dan Dia
meniupkan ke dalam (tubuhnya) roh (ciptaan)Nya dan Dia
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati
(tetapi)nkamu sedikit sekali bersyukur”
(tetapi)nkamu sedikit sekali bersyukur”
Jadi Fitrah manusia terdiri dari unsur jasad yang tercipta dari tanah
Jadi Fitrah manusia terdiri dari unsur jasad yang tercipta dari tanah
atau lumpur; yang merupakan simbol kerendahan, kenistaan
atau lumpur; yang merupakan simbol kerendahan, kenistaan
dan kehinaan dan unsur roh bagian yang paling suci atau
dan kehinaan dan unsur roh bagian yang paling suci atau
Potensi Fitrah Manusia
Potensi Fitrah Manusia

Potensi fisik; ada tiga;
Potensi fisik; ada tiga;

Basyar; disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 37 kali. ..innama ana
Basyar; disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 37 kali. ..innama ana
basyarummith lukum…. salah satu contoh ayatnya dalam Surat al kahfi selalu
basyarummith lukum…. salah satu contoh ayatnya dalam Surat al kahfi selalu
dihubungkan sifat-sifat biologis manusia seperti asalnya dari tanah (al hijr;33,
dihubungkan sifat-sifat biologis manusia seperti asalnya dari tanah (al hijr;33,
ar rum 20), manusia makan minum (qs. al mu’minun :33), jadi basyar berarti
ar rum 20), manusia makan minum (qs. al mu’minun :33), jadi basyar berarti
mahkluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.
mahkluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.

Insan, disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 65 kali. Contoh dalam qs. Al
Insan, disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 65 kali. Contoh dalam qs. Al
‘alaq;5 ‘allamal insaana maa lam ya’lam….konsep insan selalu dihubungkan
‘alaq;5 ‘allamal insaana maa lam ya’lam….konsep insan selalu dihubungkan
pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai mahkluk yang berfikir,
pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai mahkluk yang berfikir,
diberi ilmu dan memikul amanah ( al ahzab 72). jadi insan berarti mahkluk
diberi ilmu dan memikul amanah ( al ahzab 72). jadi insan berarti mahkluk
yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.
yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.

Nas disebut sebanyak 340 kali. Seperti dalam Qs. Az zumar ; 27….walaqod
Nas disebut sebanyak 340 kali. Seperti dalam Qs. Az zumar ; 27….walaqod
dhorobna linnasi fii haadhal qur’aani min kulli matsal ……kata ini menunjuk
dhorobna linnasi fii haadhal qur’aani min kulli matsal ……kata ini menunjuk
pada semua manusia sebagai mahkluk sosial atau secara kolekif.
pada semua manusia sebagai mahkluk sosial atau secara kolekif.

jadi al-Qur`an memandang manusia sebagai mahkluk biologis, psikologis,
jadi al-Qur`an memandang manusia sebagai mahkluk biologis, psikologis,
dan sosial.
dan sosial.
Potensi ruhani;
Potensi ruhani;
1. Nafsu; kekuatan yang mengaktifkan manusia untuk mencapai
1. Nafsu; kekuatan yang mengaktifkan manusia untuk mencapai
keinginannya
keinginannya,
, tidak mengenal baik dan buruk. Nafsu terdiri 3 jiwa yaitu jiwa
tidak mengenal baik dan buruk. Nafsu terdiri 3 jiwa yaitu jiwa
nabati (tumbuh dan melahirkan). jiwa hewani (punya instink). jiwa insani
nabati (tumbuh dan melahirkan). jiwa hewani (punya instink). jiwa insani
(daya berfikir).ada 3 nafsu:
(daya berfikir).ada 3 nafsu:
Nafsu amarah, selalu menyuruh berbuat jahat
Nafsu amarah, selalu menyuruh berbuat jahat
{ ٌ
‫م‬‫ي‬ِ
‫ح‬َّ
‫ر‬ ٌ
‫ور‬ُ
‫ف‬َ
‫غ‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ َ
‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ َ
‫م‬ِ
‫ح‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫م‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫ء‬‫و‬ُّ
‫الس‬ِ
‫ب‬ ٌ
‫ة‬َ
‫ار‬َّ
‫م‬َ
‫أل‬ َ
‫س‬ْ‫ف‬َّ
‫الن‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ
‫س‬ْ‫ف‬َ
‫ن‬ ُ
‫ئ‬ِّ
‫ر‬َ
‫ب‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
{ ٌ
‫م‬‫ي‬ِ
‫ح‬َّ
‫ر‬ ٌ
‫ور‬ُ
‫ف‬َ
‫غ‬ ‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ َ
‫ي‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ َ
‫م‬ِ
‫ح‬َ
‫ر‬ ‫ا‬َ
‫م‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ِ
‫ء‬‫و‬ُّ
‫الس‬ِ
‫ب‬ ٌ
‫ة‬َ
‫ار‬َّ
‫م‬َ
‫أل‬ َ
‫س‬ْ‫ف‬َّ
‫الن‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ
‫س‬ْ‫ف‬َ
‫ن‬ ُ
‫ئ‬ِّ
‫ر‬َ
‫ب‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
53
53
}
}
Nafsu Lawwamah, jiwa yang menyesal
Nafsu Lawwamah, jiwa yang menyesal
{ ِ
‫ة‬َ
‫م‬‫ا‬َّ
‫و‬َّ‫الل‬ ِ
‫س‬ْ‫ف‬َّ
‫الن‬ِ
‫ب‬ ُ
‫م‬ِ
‫س‬ْ‫ق‬ُ‫أ‬ ‫اَل‬َ
‫و‬
{ ِ
‫ة‬َ
‫م‬‫ا‬َّ
‫و‬َّ‫الل‬ ِ
‫س‬ْ‫ف‬َّ
‫الن‬ِ
‫ب‬ ُ
‫م‬ِ
‫س‬ْ‫ق‬ُ‫أ‬ ‫اَل‬َ
‫و‬
2
2
}
}
Nafsu Mutmainnah, nafsu yang tenang
Nafsu Mutmainnah, nafsu yang tenang
{ ً
‫ة‬َّ
‫ي‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َّ
‫م‬ ً
‫ة‬َ
‫ي‬ ِ
‫اض‬َ
‫ر‬ ِ
‫ك‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ِي‬
‫ع‬ ِ
‫ج‬ْ
‫ار‬
{ ً
‫ة‬َّ
‫ي‬ ِ
‫ض‬ْ
‫ر‬َّ
‫م‬ ً
‫ة‬َ
‫ي‬ ِ
‫اض‬َ
‫ر‬ ِ
‫ك‬ِّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ِي‬
‫ع‬ ِ
‫ج‬ْ
‫ار‬
28
28
{ ‫ِي‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ب‬ِ
‫ع‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ
‫ْخ‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ف‬ }
{ ‫ِي‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ب‬ِ
‫ع‬ ‫ِي‬
‫ف‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ
‫ْخ‬
‫د‬‫ا‬َ
‫ف‬ }
29
29
‫ِي‬
‫ت‬َّ
‫ن‬َ
‫ج‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ
‫ْخ‬
‫د‬‫ا‬َ
‫و‬ }
‫ِي‬
‫ت‬َّ
‫ن‬َ
‫ج‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ
‫ْخ‬
‫د‬‫ا‬َ
‫و‬ }
{
{
30
30
}
}
2. Akal; daya berfikir yang ada pada otak disebut rasio dan
2. Akal; daya berfikir yang ada pada otak disebut rasio dan
berfikir dengan hati disebut rasa (dhauq).
berfikir dengan hati disebut rasa (dhauq).
3. al-Qolb; fisik berarti jantung atau hati, ruhani berarti pusat
3. al-Qolb; fisik berarti jantung atau hati, ruhani berarti pusat
komando anggota badan. ada tiga:
komando anggota badan. ada tiga:
 Hati yang selamat (qolbun salim); hati yang
Hati yang selamat (qolbun salim); hati yang
senantiasa cenderung pada ketaatan dan ketakwaan.
senantiasa cenderung pada ketaatan dan ketakwaan.
 Hati yang mati (qolbun mayyit); hati yang selalu
Hati yang mati (qolbun mayyit); hati yang selalu
ingkar kepada Allah, menolak kebenaran,
ingkar kepada Allah, menolak kebenaran,
membangkang.
membangkang.
 Hati yang sakit (qolbun mariidh), hati yang selalu
Hati yang sakit (qolbun mariidh), hati yang selalu
bimbang yang kadang cenderung kepada ketaatan,
bimbang yang kadang cenderung kepada ketaatan,
dan kadang cenderung mengajak kepada
dan kadang cenderung mengajak kepada
kemungkaran.
kemungkaran.
Untuk Apa di Ciptakan?
Untuk Apa di Ciptakan?

Menyembah sang Khalik (ibadah), baik ibadah
Menyembah sang Khalik (ibadah), baik ibadah
mahdhah (vertikal) yaitu hubungan manusia
mahdhah (vertikal) yaitu hubungan manusia
dengan Tuhan , maupun ghoiru mahdhah
dengan Tuhan , maupun ghoiru mahdhah
(horizontal)yaitu hubungan manusia dengan
(horizontal)yaitu hubungan manusia dengan
manusia dan alam semesta. firman Allah surat
manusia dan alam semesta. firman Allah surat
adz-dzariyat 56-58;
adz-dzariyat 56-58;

{ ِ
‫ُون‬
‫د‬ُ
‫ب‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ
‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬َ
‫و‬ َّ
‫ن‬ِ
‫ج‬ْ‫ال‬ ُ
‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
{ ِ
‫ُون‬
‫د‬ُ
‫ب‬ْ
‫ع‬َ
‫ي‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ
‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬َ
‫و‬ َّ
‫ن‬ِ
‫ج‬ْ‫ال‬ ُ
‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬
56
56
‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ه‬ْ‫ن‬ِ
‫م‬ ُ
‫د‬‫ي‬ِ
‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬ }
‫ن‬ِّ
‫م‬ ‫م‬ُ
‫ه‬ْ‫ن‬ِ
‫م‬ ُ
‫د‬‫ي‬ِ
‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬ }
{ ِ
‫ون‬ُ
‫م‬ِ
‫ع‬ ْ
‫ط‬ُ
‫ي‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ُ
‫د‬‫ي‬ِ
‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ٍ
‫ق‬ْ
‫ز‬ِّ
‫ر‬
{ ِ
‫ون‬ُ
‫م‬ِ
‫ع‬ ْ
‫ط‬ُ
‫ي‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ُ
‫د‬‫ي‬ِ
‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫م‬َ
‫و‬ ٍ
‫ق‬ْ
‫ز‬ِّ
‫ر‬
57
57
ِ
‫ة‬َّ
‫و‬ُ
‫ق‬ْ‫ال‬ ‫و‬ُ
‫ذ‬ ُ
‫اق‬َّ
‫ز‬َّ
‫الر‬ َ
‫و‬ُ
‫ه‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ }
ِ
‫ة‬َّ
‫و‬ُ
‫ق‬ْ‫ال‬ ‫و‬ُ
‫ذ‬ ُ
‫اق‬َّ
‫ز‬َّ
‫الر‬ َ
‫و‬ُ
‫ه‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ
‫ن‬ِ‫إ‬ }
{ ُ
‫ِين‬
‫ت‬َ
‫م‬ْ‫ال‬
{ ُ
‫ِين‬
‫ت‬َ
‫م‬ْ‫ال‬
58
58
}
}
Tanggung Jawab Manusia?
Tanggung Jawab Manusia?

Ada tiga : kepada diri sendiri dengan, kepada sesama, kepada Allah
Ada tiga : kepada diri sendiri dengan, kepada sesama, kepada Allah
1.
1. kepada diri sendiri; dengan menjaga perilakunya dari perbuatan tercela
kepada diri sendiri; dengan menjaga perilakunya dari perbuatan tercela
dan tazkiyyatun nafs (mensucikan diri).
dan tazkiyyatun nafs (mensucikan diri).
2.
2. kepada masyarakat; menjalankan norma-norma agama dimasyarakat
kepada masyarakat; menjalankan norma-norma agama dimasyarakat
dalam wujud membela keadilan, melakukan amar ma`ruf nahi munkar
dalam wujud membela keadilan, melakukan amar ma`ruf nahi munkar
dan berperan aktif mensejahterakan umat
dan berperan aktif mensejahterakan umat
3.
3. Kepada Allah: ada dua kewajiban;
Kepada Allah: ada dua kewajiban;

-Sebagai hamba; harus taat, tunduk dan patuh pada Allah, firman Allah
-Sebagai hamba; harus taat, tunduk dan patuh pada Allah, firman Allah
dalam surat al-baqoroh ayat 21
dalam surat al-baqoroh ayat 21

{ َ
‫ون‬ُ
‫ق‬َّ
‫ت‬َ
‫ت‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َّ‫ل‬َ
‫ع‬َ‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ
‫ق‬ ‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ‫ال‬َ
‫و‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ‫ِي‬
‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ
‫م‬ُ
‫ك‬َّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬ُ
‫ب‬ ْ
‫اع‬ ُ
‫اس‬َّ
‫الن‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُّ
‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ي‬
{ َ
‫ون‬ُ
‫ق‬َّ
‫ت‬َ
‫ت‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َّ‫ل‬َ
‫ع‬َ‫ل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ
‫ق‬ ‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ‫ال‬َ
‫و‬ ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َ
‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ‫ِي‬
‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ
‫م‬ُ
‫ك‬َّ
‫ب‬َ
‫ر‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬ُ
‫ب‬ ْ
‫اع‬ ُ
‫اس‬َّ
‫الن‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُّ
‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ
‫ي‬
21
21
}
}

-Sebagai khalifah Allah; diberi amanah untuk menjadi wakil Allah di
-Sebagai khalifah Allah; diberi amanah untuk menjadi wakil Allah di
bumi, menjadi pemimpin, pengelolan dan pemakmur bumi karena
bumi, menjadi pemimpin, pengelolan dan pemakmur bumi karena
manusia diberi kelebihan dibanding makhluk lain sebagaimana dalam surat
manusia diberi kelebihan dibanding makhluk lain sebagaimana dalam surat
at-Tiin ayat 4:
at-Tiin ayat 4:

{ ٍ
‫يم‬ِ
‫و‬ْ‫ق‬َ
‫ت‬ ِ
‫ن‬َ
‫س‬ ْ
‫ح‬َ‫أ‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫ان‬َ
‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ْ
‫د‬َ
‫ق‬َ‫ل‬
{ ٍ
‫يم‬ِ
‫و‬ْ‫ق‬َ
‫ت‬ ِ
‫ن‬َ
‫س‬ ْ
‫ح‬َ‫أ‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫ان‬َ
‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ا‬َ
‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ
‫خ‬ ْ
‫د‬َ
‫ق‬َ‫ل‬
4
4
}
}
Bagaimanakah Manusia
Bagaimanakah Manusia yang Sempurna itu?
yang Sempurna itu?

Manusia yang sempurna adala yang mampu mengembangkan,
Manusia yang sempurna adala yang mampu mengembangkan,
menjaga dan memadukan aspek ruhani berupa potensi akal, nafs, qalb,
menjaga dan memadukan aspek ruhani berupa potensi akal, nafs, qalb,
dengan aspek jasadi.
dengan aspek jasadi.

Manusia terbagi dalam enam dimensi (Murtadha Muthahhari):
Manusia terbagi dalam enam dimensi (Murtadha Muthahhari):
1.
1. Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, makan, minum,
Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, makan, minum,
istirahat, dan menikah, supaya hidup, tumbuh dan berkembang.
istirahat, dan menikah, supaya hidup, tumbuh dan berkembang.
2.
2. Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin
Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin
memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian.
memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian.
3.
3. Manusia memiliki perhatian terhadap keindahan atau estetika.
Manusia memiliki perhatian terhadap keindahan atau estetika.
4.
4. Manusia mempunyai dorongan untuk menyembah Tuhan.
Manusia mempunyai dorongan untuk menyembah Tuhan.
5.
5. Manusia memiliki kemampuan dan kekuatan berlipat ganda, karena
Manusia memiliki kemampuan dan kekuatan berlipat ganda, karena
dikaruniai akal fikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia mampu
dikaruniai akal fikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia mampu
melawan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam
melawan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam
hidupnya.
hidupnya.
6.
6. Manusia mampu mengenali dirinya sendiri jika ia mampu mengenali,
Manusia mampu mengenali dirinya sendiri jika ia mampu mengenali,
maka ia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya,
maka ia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya,
mengapa ia diciptakan, dan dari apa ia diciptakan, bagaimana proses
mengapa ia diciptakan, dan dari apa ia diciptakan, bagaimana proses
penciptaannya, dan untuk apa ia diciptakan.
penciptaannya, dan untuk apa ia diciptakan.
Bagaimana Tipologi Manusia menurut Islam?
Bagaimana Tipologi Manusia menurut Islam?
Ada tiga jenis manusia dalam al-Qur`an berdasar sikap mereka
Ada tiga jenis manusia dalam al-Qur`an berdasar sikap mereka
dalam menerima ajaran Islam, yaitu:
dalam menerima ajaran Islam, yaitu:
1.
1.Orang beriman, yaitu orang yang menerima dan meyakini ajaran
Orang beriman, yaitu orang yang menerima dan meyakini ajaran
yang dibawa oleh Rosulullah. disebut mukmin, yaitu orang yang
yang dibawa oleh Rosulullah. disebut mukmin, yaitu orang yang
menjaga dirinya dari menyekutukan Allah, selalu mengesakan
menjaga dirinya dari menyekutukan Allah, selalu mengesakan
Allah, dan seluruh amalnya hanya diniatkan untukNya.
Allah, dan seluruh amalnya hanya diniatkan untukNya.
2.
2.Orang Kafir, yaitu orang yang ingkar dan tidak percaya terhadap
Orang Kafir, yaitu orang yang ingkar dan tidak percaya terhadap
Allah dan apa yang diturunkan kepada Rosulullah.
Allah dan apa yang diturunkan kepada Rosulullah.
Jenis kufur ada dua yaitu:
Jenis kufur ada dua yaitu:
A. Kufur besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, ada
A. Kufur besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, ada
lima jenis, yaitu:
lima jenis, yaitu:
1) karena mendustakan agama, seperti dalam surat an-Ankabut ayat 68:
1) karena mendustakan agama, seperti dalam surat an-Ankabut ayat 68:

‫ى‬ً
‫و‬ْ‫ث‬َ
‫م‬ َ
‫م‬َّ
‫ن‬َ
‫ه‬َ
‫ج‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ُ
‫ه‬‫اء‬َ
‫ج‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ‫ل‬ ِّ
‫ق‬َ
‫ح‬ْ‫ال‬ِ
‫ب‬ َ
‫ب‬َّ
‫ذ‬َ
‫ك‬ ْ
‫و‬َ‫أ‬ ً‫ا‬‫ِب‬
‫ذ‬َ
‫ك‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ
‫ع‬ ‫ى‬َ
‫ر‬َ
‫ت‬ْ‫ف‬‫ا‬ ِ
‫ن‬َّ
‫ِم‬
‫م‬ ُ
‫م‬َ‫ل‬ ْ
‫ظ‬َ‫أ‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬َ
‫و‬
‫ى‬ً
‫و‬ْ‫ث‬َ
‫م‬ َ
‫م‬َّ
‫ن‬َ
‫ه‬َ
‫ج‬ ‫ِي‬
‫ف‬ َ
‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ُ
‫ه‬‫اء‬َ
‫ج‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ‫ل‬ ِّ
‫ق‬َ
‫ح‬ْ‫ال‬ِ
‫ب‬ َ
‫ب‬َّ
‫ذ‬َ
‫ك‬ ْ
‫و‬َ‫أ‬ ً‫ا‬‫ِب‬
‫ذ‬َ
‫ك‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ
‫ع‬ ‫ى‬َ
‫ر‬َ
‫ت‬ْ‫ف‬‫ا‬ ِ
‫ن‬َّ
‫ِم‬
‫م‬ ُ
‫م‬َ‫ل‬ ْ
‫ظ‬َ‫أ‬ ْ
‫ن‬َ
‫م‬َ
‫و‬
َ
‫ين‬ِ
‫ِر‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ك‬ْ‫ل‬ِّ‫ل‬
َ
‫ين‬ِ
‫ِر‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ك‬ْ‫ل‬ِّ‫ل‬
2) karena enggan dan sombong, padahal membenarkannya, dalam surat al-Baqoroh
2) karena enggan dan sombong, padahal membenarkannya, dalam surat al-Baqoroh
ayat 34:
ayat 34:

َ
‫ين‬ِ
‫ِر‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ك‬ْ‫ال‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ان‬َ
‫ك‬َ
‫و‬ َ
‫ر‬َ
‫ب‬ْ
‫ك‬َ
‫ت‬ ْ
‫اس‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫ب‬َ‫أ‬ َ
‫ِيس‬‫ل‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬َ
‫ج‬َ
‫س‬َ
‫ف‬ َ
‫م‬َ
‫د‬‫آل‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬ُ
‫ج‬ ْ
‫اس‬ ِ
‫ة‬َ
‫ك‬ِ
‫ئ‬َ
‫ال‬َ
‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ‫ا‬َ
‫ن‬ْ‫ل‬ُ
‫ق‬ ْ
‫ذ‬ِ‫إ‬َ
‫و‬
َ
‫ين‬ِ
‫ِر‬
‫ف‬‫ا‬َ
‫ك‬ْ‫ال‬ َ
‫ِن‬
‫م‬ َ
‫ان‬َ
‫ك‬َ
‫و‬ َ
‫ر‬َ
‫ب‬ْ
‫ك‬َ
‫ت‬ ْ
‫اس‬َ
‫و‬ ‫ى‬َ
‫ب‬َ‫أ‬ َ
‫ِيس‬‫ل‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ َّ
‫ال‬ِ‫إ‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬َ
‫ج‬َ
‫س‬َ
‫ف‬ َ
‫م‬َ
‫د‬‫آل‬ ْ‫ا‬‫ُو‬
‫د‬ُ
‫ج‬ ْ
‫اس‬ ِ
‫ة‬َ
‫ك‬ِ
‫ئ‬َ
‫ال‬َ
‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ‫َا‬
‫ن‬ْ‫ل‬ُ
‫ق‬ ْ
‫ذ‬ِ‫إ‬َ
‫و‬
3) kufur karena ragu, didasarkan pada keterangan surat al-kahfi ayat 35-38.
3) kufur karena ragu, didasarkan pada keterangan surat al-kahfi ayat 35-38.
4) kufur karena berpaling, di jelaskan dalam surat al-Ahqaf ayat 3:
4) kufur karena berpaling, di jelaskan dalam surat al-Ahqaf ayat 3:

َ
‫ون‬ ُ
‫ض‬ِ
‫ر‬ْ
‫ع‬ُ
‫م‬ ‫وا‬ُ
‫ِر‬
‫ذ‬‫ن‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ع‬ ‫وا‬ُ
‫ر‬َ
‫ف‬َ
‫ك‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ‫ال‬َ
‫و‬
َ
‫ون‬ ُ
‫ض‬ِ
‫ر‬ْ
‫ع‬ُ
‫م‬ ‫وا‬ُ
‫ِر‬
‫ذ‬‫ن‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َّ
‫م‬َ
‫ع‬ ‫وا‬ُ
‫ر‬َ
‫ف‬َ
‫ك‬ َ
‫ِين‬
‫ذ‬َّ‫ال‬َ
‫و‬
5) kufur karena nifak, dalam surat al-munafiqun ayat 3:
5) kufur karena nifak, dalam surat al-munafiqun ayat 3:

َ
‫ون‬ُ
‫ه‬َ
‫ق‬ْ‫ف‬َ
‫ي‬ ‫اَل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َ
‫ف‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ
‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ
‫ع‬ َ
‫ع‬ِ
‫ب‬ ُ
‫ط‬َ
‫ف‬ ‫وا‬ُ
‫ر‬َ
‫ف‬َ
‫ك‬ َّ
‫م‬ُ
‫ث‬ d‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ‫أ‬ِ
‫ب‬ َ
‫ِك‬‫ل‬َ
‫ذ‬
َ
‫ون‬ُ
‫ه‬َ
‫ق‬ْ‫ف‬َ
‫ي‬ ‫اَل‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َ
‫ف‬ ْ
‫م‬ِ
‫ه‬ِ
‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ
‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ
‫ع‬ َ
‫ع‬ِ
‫ب‬ ُ
‫ط‬َ
‫ف‬ ‫وا‬ُ
‫ر‬َ
‫ف‬َ
‫ك‬ َّ
‫م‬ُ
‫ث‬ d‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬َ
‫م‬‫آ‬ ْ
‫م‬ُ
‫ه‬َّ
‫ن‬َ‫أ‬ِ
‫ب‬ َ
‫ِك‬‫ل‬َ
‫ذ‬
b. kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama
b. kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama
Islam, dan ia adalah kufur amali sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an, seperti
Islam, dan ia adalah kufur amali sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an, seperti
kufur ni`mat, dalam surat an-Nahl ayat 83:
kufur ni`mat, dalam surat an-Nahl ayat 83:
3. Orang Munafik, yaitu menampakkan Islam dan kebaikan dan menyembunyikan
3. Orang Munafik, yaitu menampakkan Islam dan kebaikan dan menyembunyikan
kekufuran dan kejahatan. munafik nifak ada dua yaitu:
kekufuran dan kejahatan. munafik nifak ada dua yaitu:

Nifak i`tiqodi (keyakinan) n yaitu nifak besar, dimana pelakunya menampakkan
Nifak i`tiqodi (keyakinan) n yaitu nifak besar, dimana pelakunya menampakkan
keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. menyebabkan pelakunya keluar dari
keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. menyebabkan pelakunya keluar dari
Islam dan kekal didalam neraka.
Islam dan kekal didalam neraka.

Nifak amali, yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang munafik, tapi
Nifak amali, yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang munafik, tapi
masih ada iman dalam hati
masih ada iman dalam hati

KONSEP KETUHANAN,KEIMANAN, Manusia agar menjadi manusia sempurna

  • 1.
    KONSEP KETUHANAN DALAMISLAM KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
  • 2.
    Filasafat Ketuhanan Filasafat Ketuhanan  Pemikirantentang Ketuhanan berarti membicarakan masalah Pemikiran tentang Ketuhanan berarti membicarakan masalah keimanan sekaligus filsafat keimanan sekaligus filsafat  Filsafat adalah: pengetahuan tentang yang benar (knowkedge of Filsafat adalah: pengetahuan tentang yang benar (knowkedge of truth) yaitu “Usaha menemukan dan menggali kebenaran secara truth) yaitu “Usaha menemukan dan menggali kebenaran secara radikal dengan menggunakan sarana akal, menerangkan sesuatu radikal dengan menggunakan sarana akal, menerangkan sesuatu yang benar dan indah. yang benar dan indah.  Sedangkan untuk mengungkap kebenaran Tuhan atau Iman hanya Sedangkan untuk mengungkap kebenaran Tuhan atau Iman hanya dapat diperoleh melalui hati atau keyakinan, hal ini bukan berarti dapat diperoleh melalui hati atau keyakinan, hal ini bukan berarti filsafat tidak akan bisa menemukan keimanan, namun dengan akal filsafat tidak akan bisa menemukan keimanan, namun dengan akal diharapkan dapat mempertegas keimanan seseorang. diharapkan dapat mempertegas keimanan seseorang.  Cara memperoleh kebenaran filsafat dengan akal, sedang agama Cara memperoleh kebenaran filsafat dengan akal, sedang agama melalui perangkat wahyu dan hadist yg kemudian di imani dan melalui perangkat wahyu dan hadist yg kemudian di imani dan direnungkan sehingga ditemukan suatu kebenaran yg mutlak. direnungkan sehingga ditemukan suatu kebenaran yg mutlak. Sedangkan obyek filsafat dan agama sama yaitu mencari Sedangkan obyek filsafat dan agama sama yaitu mencari kebenaran , kebaikan dan keindahan. kebenaran , kebaikan dan keindahan.
  • 3.
     Tuhan dalam filsafatsudah disinggung sejak zaman Plato dan Aristoteles yang Tuhan dalam filsafat sudah disinggung sejak zaman Plato dan Aristoteles yang Monoisme; yaitu mengikuti faham keesaan sumber alam semesta, atau zat yang Monoisme; yaitu mengikuti faham keesaan sumber alam semesta, atau zat yang wajibul wujud atau keadaanya Mutlak ada. wajibul wujud atau keadaanya Mutlak ada.  Diteruskan muridnya Platinos yang mengasumsikan bahwa di balik realita nyata Diteruskan muridnya Platinos yang mengasumsikan bahwa di balik realita nyata dunia ini ada The One atau yang maha satu yaitu Tuhan. dunia ini ada The One atau yang maha satu yaitu Tuhan.  Menurut Platinos: “filsafat yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah filsafat Menurut Platinos: “filsafat yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah filsafat utama, yaitu ilmu tentang yang benar pertama (al-haqqul awwalu), yang menjadi utama, yaitu ilmu tentang yang benar pertama (al-haqqul awwalu), yang menjadi sebab bagi segala yang benar, (Harun Nasution, 1978:16). sebab bagi segala yang benar, (Harun Nasution, 1978:16).  disini tampak benang merah pemikiran filsafat dengan agama dan lahirlah filsafat disini tampak benang merah pemikiran filsafat dengan agama dan lahirlah filsafat islam yang Tokohnya antara lain: Al Kindi, al-farabi, Ibnu Sina, Al-Ghozali dan islam yang Tokohnya antara lain: Al Kindi, al-farabi, Ibnu Sina, Al-Ghozali dan Ibnu Rusyd Ibnu Rusyd  Tuhan menurut Al-Kindi adalah pencipta yang tidak mempunyai permulaan Tuhan menurut Al-Kindi adalah pencipta yang tidak mempunyai permulaan (Qadim). Sedangkan alam tidak kekal di zaman lampau tetapi mempunyai (Qadim). Sedangkan alam tidak kekal di zaman lampau tetapi mempunyai permulaan (al Hudust). permulaan (al Hudust).  Hal ini senada dengan pernyataan Platinos yg menyatakan bahwa yang maha satu Hal ini senada dengan pernyataan Platinos yg menyatakan bahwa yang maha satu adalah sumber dari alam dan sumber dari segala yang ada; alam adalah emanasi dari adalah sumber dari alam dan sumber dari segala yang ada; alam adalah emanasi dari yang maha satu yang maha satu . .
  • 4.
    Siapakah Tuhan Itu? SiapakahTuhan Itu?  Platinos mengasumsikan bahwa dibalik realitaas Platinos mengasumsikan bahwa dibalik realitaas nyata dunia ini ada nyata dunia ini ada The one The one atau yang maha satu atau yang maha satu yaitu yaitu Tuhan yang merupakan sumber dari alam Tuhan yang merupakan sumber dari alam dan sumber dari segala yang benar (The first dan sumber dari segala yang benar (The first truth truth: :alhaqqul awwalu) alhaqqul awwalu): yang benar pertama: : yang benar pertama: Filsafat Tertinggi (al-Kindi dan Platinos).yaitu Filsafat Tertinggi (al-Kindi dan Platinos).yaitu yang yang menjadi sebab bagi segala yang benar yang yang menjadi sebab bagi segala yang benar  Sesuai faham di dalam Islam, Tuhan menurut al- Sesuai faham di dalam Islam, Tuhan menurut al- Kindi adalah “pencipta,” alam menurut al-kindi Kindi adalah “pencipta,” alam menurut al-kindi bukan kekal di zaman lampau (qadim) tetapi bukan kekal di zaman lampau (qadim) tetapi mempunyai permulaan, oleh karena itu al-kindi mempunyai permulaan, oleh karena itu al-kindi dalam hal ini lebih dekat pada falsafat Platinos dalam hal ini lebih dekat pada falsafat Platinos
  • 5.
    Tuhan dalam sejarahPemikiran Manusia Tuhan dalam sejarah Pemikiran Manusia  Tuhan di konsepsikan dalam istilah berbeda-beda;Ada Tuhan di konsepsikan dalam istilah berbeda-beda;Ada agama langit (samawi), ada agama bumi (ardhi), Ada agama langit (samawi), ada agama bumi (ardhi), Ada kepercayaan dan keyakinan tentang segala yang menguasai kepercayaan dan keyakinan tentang segala yang menguasai keadaan atau lingkungan keadaan atau lingkungan  Konsep tentang tuhan melahirkan aliran-aliran pemikiran Konsep tentang tuhan melahirkan aliran-aliran pemikiran (Filsafat) seperti teismus, deismus ateismus dan (Filsafat) seperti teismus, deismus ateismus dan agnocticismus (keyakinan “ kita tidak akan dapat agnocticismus (keyakinan “ kita tidak akan dapat mengetahui tuhan dan mustahil membuktikan Tuhan itu ada mengetahui tuhan dan mustahil membuktikan Tuhan itu ada atau tidak ada) atau tidak ada)  Perkembangan pemikiran agama di dunia Barat; yang Perkembangan pemikiran agama di dunia Barat; yang kemudian lahir teori evolusionisme, yaitu proses kemudian lahir teori evolusionisme, yaitu proses kepercayaan dari tingkat yanng sederhana kemudian kepercayaan dari tingkat yanng sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna berkembang menjadi sempurna
  • 6.
    Sejarah Pemikiran ManusiaTentang Tuhan Menurut Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan Menurut teori evolusionisme (Max Muller dan E.B.Taylor) teori evolusionisme (Max Muller dan E.B.Taylor): :  Dinamisme; mengakui adanya kekuatan pada benda, yang Dinamisme; mengakui adanya kekuatan pada benda, yang berpengaruh terhadap kehidupan. berpengaruh terhadap kehidupan.  Animisme; mempercayai adanya peran roh dalam kehidupan. Animisme; mempercayai adanya peran roh dalam kehidupan.  Politeisme; roh yang lebih dari yang lainnya yang disebut dewa Politeisme; roh yang lebih dari yang lainnya yang disebut dewa dengan bidang kekuasaan masing-masing. dengan bidang kekuasaan masing-masing.  Henoteisme; satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut Henoteisme; satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut Tuhan, namun masih mengakui Tuhan bangsa lain. (Tuhan tingkat Tuhan, namun masih mengakui Tuhan bangsa lain. (Tuhan tingkat nasional). nasional).  Monoteisme; hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa Monoteisme; hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa (bersifat internasional). (bersifat internasional).
  • 7.
    Kepercayaan dalam filsafat Kepercayaandalam filsafat  Deismus; pandangan bahwa Tuhan adalah pencipta alam, tapi setelah Deismus; pandangan bahwa Tuhan adalah pencipta alam, tapi setelah alam ini diciptakan tuhan tidak ikut andil dan bertanggung jawab di alam ini diciptakan tuhan tidak ikut andil dan bertanggung jawab di dalamnya, manusia dan alam ciptaanlah yang bertanggung jawab. dalamnya, manusia dan alam ciptaanlah yang bertanggung jawab.  Teismus; pandangan yang mempercayai adanya tuhan dan tuhan Teismus; pandangan yang mempercayai adanya tuhan dan tuhan adalah pencipta alam sekaligus pemeliharanya, menurutnya Tuhan adalah pencipta alam sekaligus pemeliharanya, menurutnya Tuhan adalah wujud tertinggi yang maha sempurna dan absolut dia berada di adalah wujud tertinggi yang maha sempurna dan absolut dia berada di luar dan di dalam alam jadi ada interalsi antara Tuhan dengan alam luar dan di dalam alam jadi ada interalsi antara Tuhan dengan alam  Panteisme; pandangan bahwa seluruh alam ini adalah Tuhan dan Panteisme; pandangan bahwa seluruh alam ini adalah Tuhan dan tuhan adalah seluruh alam. Pan artinyaseluruh, theo artinya tuhan dan tuhan adalah seluruh alam. Pan artinyaseluruh, theo artinya tuhan dan ismus artinya paham, namun pentheisme berbeda dengan wahdatul ismus artinya paham, namun pentheisme berbeda dengan wahdatul wujud, dalam pandangan ini alam bukan tuhan tetapi bagian dari wujud, dalam pandangan ini alam bukan tuhan tetapi bagian dari tuhan tuhan Menentang teori evolusi dalam agama, Pemikiran andrew Menentang teori evolusi dalam agama, Pemikiran andrew lang”pemahaman manusia tentang tuhan itu melalui relevansi wahyu” lang”pemahaman manusia tentang tuhan itu melalui relevansi wahyu”
  • 8.
    Pemikiran tentang Tuhandi dunia modern Pemikiran tentang Tuhan di dunia modern  Di pandang sudah taken for granted tetapi peranan tuhan dalam Di pandang sudah taken for granted tetapi peranan tuhan dalam kehidupan sudah dilupakan dan tidak dilibatkan secara dalam kehidupan sudah dilupakan dan tidak dilibatkan secara dalam kausalitas kehidupan, sehingga terjadilah pemisahan antara agama kausalitas kehidupan, sehingga terjadilah pemisahan antara agama dengan kehidupan yang disebut sekulerisme. dengan kehidupan yang disebut sekulerisme.  Istilah Sekulerisme di kenalkan pertama oleh George Jacob Holyoake Istilah Sekulerisme di kenalkan pertama oleh George Jacob Holyoake pada tahun 1846 adalah sistem etik yang didasarkan pada prinsip pada tahun 1846 adalah sistem etik yang didasarkan pada prinsip moral alamiah dan terlepas dari agama wahyu atau supernaturalisme moral alamiah dan terlepas dari agama wahyu atau supernaturalisme (esiklopedi America ;1980;521) (esiklopedi America ;1980;521)
  • 9.
    Konsep Tuhan menurutistilah dalam al-Qur’an: Konsep Tuhan menurut istilah dalam al-Qur’an:  Ilah Ilah, Tuhan (bhs Arab) 0byek yang diagungkan atau dipentingkan manusia, , Tuhan (bhs Arab) 0byek yang diagungkan atau dipentingkan manusia, sehingga manusia rela dikuasainya. bisa berarti benda baik abstrak (nafsu) maupun sehingga manusia rela dikuasainya. bisa berarti benda baik abstrak (nafsu) maupun nyata (manusia). seperti surah al-Jatsiyah ayat 23: nyata (manusia). seperti surah al-Jatsiyah ayat 23:  ُ ‫ه‬‫ا‬َ ‫و‬َ ‫ه‬ ُ ‫ه‬َ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ َ ‫ذ‬َ ‫خ‬َّ ‫ات‬ ِ ‫ن‬َ ‫م‬ َ ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ ‫ر‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ُ ‫ه‬‫ا‬َ ‫و‬َ ‫ه‬ ُ ‫ه‬َ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ َ ‫ذ‬َ ‫خ‬َّ ‫ات‬ ِ ‫ن‬َ ‫م‬ َ ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫أ‬َ ‫ر‬َ ‫ف‬َ‫أ‬  Artinya: “ Artinya: “maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan…? sebagai Tuhan…?  Surat al-Qashas ayat 38, perkataan ilah dipakai Fira'un untuk menuhankan dirinya: Surat al-Qashas ayat 38, perkataan ilah dipakai Fira'un untuk menuhankan dirinya:  ‫ي‬ِ ‫ر‬ْ‫ي‬ َ ‫غ‬ ٍ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ ْ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬ ُ ‫ت‬ْ ‫ِم‬ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ُ‫أَل‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُّ ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ ُ ‫ن‬ْ ‫و‬ َ ‫ع‬ْ ‫ِر‬ ‫ف‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬َ ‫و‬ ‫ي‬ِ ‫ر‬ْ‫ي‬ َ ‫غ‬ ٍ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ ْ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬ ُ ‫ت‬ْ ‫ِم‬ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ُ‫أَل‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُّ ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ ُ ‫ن‬ْ ‫و‬ َ ‫ع‬ْ ‫ِر‬ ‫ف‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬َ ‫و‬  Artinya: Artinya: dan fir’aun berkata “wahai kaumku , aku tidak mengetahui tuhan dan fir’aun berkata “wahai kaumku , aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku… bagimu selain aku…  Ibnu Taymiyah memberikan definisi al-Illah sebagai berikut: Ibnu Taymiyah memberikan definisi al-Illah sebagai berikut:  Al-Illah ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepadaNya, Al-Illah ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepadaNya, merendahkan diri, takut dan mengharapkanNya, padanya tempat berpasrah ketika merendahkan diri, takut dan mengharapkanNya, padanya tempat berpasrah ketika dalam kesulitan, berdo’a, dan bertawakkal kepadaNya untuk kemaslahatan diri, dalam kesulitan, berdo’a, dan bertawakkal kepadaNya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dariNya, dan menimbulkan ketenangan disaat mengingat meminta perlindungan dariNya, dan menimbulkan ketenangan disaat mengingat dab terpaut cinta kepadaNya. (imaduddin, 1880:56) dab terpaut cinta kepadaNya. (imaduddin, 1880:56)
  • 10.
     Pengembaraan spiritualnabi Ibrahim dalam mencari Tuhan dan Pengembaraan spiritual nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan dan berakhir pada keyakinan yang murni dan tulus atau Hanif, yaitu berakhir pada keyakinan yang murni dan tulus atau Hanif, yaitu ketundukan kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang diimani, yang ketundukan kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang diimani, yang disembah dan tempat segala-galanya bergantung semua urusan. disembah dan tempat segala-galanya bergantung semua urusan. dikisahka dalam surat al-An'am ayat 75-79: dikisahka dalam surat al-An'am ayat 75-79:  { َ ‫ِين‬ ‫ن‬ِ ‫ق‬‫و‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ون‬ُ ‫ك‬َ ‫ي‬ِ ‫ل‬َ ‫و‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ َ ‫وت‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬َ ‫م‬ َ ‫م‬‫ي‬ِ ‫اه‬َ ‫ر‬ْ ‫ب‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ ‫ر‬ُ ‫ن‬ َ ‫ِك‬ ‫ل‬َ ‫ذ‬َ ‫ك‬َ ‫و‬ { َ ‫ِين‬ ‫ن‬ِ ‫ق‬‫و‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ون‬ُ ‫ك‬َ ‫ي‬ِ ‫ل‬َ ‫و‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ َ ‫وت‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬َ ‫م‬ َ ‫م‬‫ي‬ِ ‫اه‬َ ‫ر‬ْ ‫ب‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ ‫ر‬ُ ‫ن‬ َ ‫ِك‬ ‫ل‬َ ‫ذ‬َ ‫ك‬َ ‫و‬ 75 75 َّ ‫ن‬َ ‫ج‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } َّ ‫ن‬َ ‫ج‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } { َ ‫ِين‬ ‫ل‬ِ ‫ف‬‫اآل‬ ُّ ‫ب‬ِ ‫ح‬ُ ‫أ‬ ‫ال‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ َ ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ا‬‫ب‬َ ‫ك‬ْ ‫و‬َ ‫ك‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ ُ ‫ل‬ْ ‫ي‬َّ ‫ل‬‫ال‬ ِ ‫ه‬ْ ‫ي‬َ‫ل‬ َ ‫ع‬ { َ ‫ِين‬ ‫ل‬ِ ‫ف‬‫اآل‬ ُّ ‫ب‬ِ ‫ح‬ُ ‫أ‬ ‫ال‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ َ ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ا‬‫ب‬َ ‫ك‬ْ ‫و‬َ ‫ك‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ ُ ‫ل‬ْ ‫ي‬َّ ‫ل‬‫ال‬ ِ ‫ه‬ْ ‫ي‬َ‫ل‬ َ ‫ع‬ 76 76 َ ‫ر‬َ ‫م‬َ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } َ ‫ر‬َ ‫م‬َ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } { َ ‫ين‬ِّ ‫ل‬‫ا‬ َّ ‫الض‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َّ ‫ن‬َ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ك‬‫أل‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ِي‬ ‫ن‬ِ ‫د‬ْ ‫ه‬َ ‫ي‬ ْ ‫م‬َّ ‫ل‬ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫ل‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ َ ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ‫ل‬َ ‫ف‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ا‬‫غ‬ِ ‫ز‬‫ا‬َ ‫ب‬ { َ ‫ين‬ِّ ‫ل‬‫ا‬ َّ ‫الض‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َّ ‫ن‬َ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ك‬‫أل‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ِي‬ ‫ن‬ِ ‫د‬ْ ‫ه‬َ ‫ي‬ ْ ‫م‬َّ ‫ل‬ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫ل‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ َ ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ‫ل‬َ ‫ف‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ا‬‫غ‬ِ ‫ز‬‫ا‬َ ‫ب‬ 77 77 ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ } َ ‫ون‬ُ ‫ك‬ِ ‫ر‬ ْ ‫ش‬ُ ‫ت‬ ‫ا‬َّ ‫م‬ِّ ‫م‬ ٌ ‫يء‬ِ ‫ر‬َ ‫ب‬ ‫ي‬ِّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ق‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ْ ‫ت‬َ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ُ ‫ر‬َ ‫ب‬ْ ‫ك‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ة‬ َ ‫غ‬ِ ‫ز‬‫ا‬َ ‫ب‬ َ ‫س‬ْ ‫م‬ َّ ‫الش‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ َ ‫ون‬ُ ‫ك‬ِ ‫ر‬ ْ ‫ش‬ُ ‫ت‬ ‫ا‬َّ ‫م‬ِّ ‫م‬ ٌ ‫يء‬ِ ‫ر‬َ ‫ب‬ ‫ي‬ِّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ق‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ْ ‫ت‬َ‫ل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ُ ‫ر‬َ ‫ب‬ْ ‫ك‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫ـذ‬َ ‫ه‬ َ ‫ال‬َ ‫ق‬ ً ‫ة‬ َ ‫غ‬ِ ‫ز‬‫ا‬َ ‫ب‬ َ ‫س‬ْ ‫م‬ َّ ‫الش‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ ‫ر‬ { { 78 78 ْ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ً ‫ا‬‫ِيف‬ ‫ن‬َ ‫ح‬ َ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ َ ‫ر‬َ ‫ط‬َ ‫ف‬ ‫ِي‬ ‫ذ‬َّ ‫ِل‬ ‫ل‬ َ ‫ي‬ِ ‫ه‬ ْ ‫ج‬َ ‫و‬ ُ ‫ت‬ْ ‫ه‬َّ ‫ج‬َ ‫و‬ ‫ي‬ِّ ‫ن‬ِ‫إ‬ } ْ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ً ‫ا‬‫ِيف‬ ‫ن‬َ ‫ح‬ َ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ َ ‫ر‬َ ‫ط‬َ ‫ف‬ ‫ِي‬ ‫ذ‬َّ ‫ِل‬ ‫ل‬ َ ‫ي‬ِ ‫ه‬ ْ ‫ج‬َ ‫و‬ ُ ‫ت‬ْ ‫ه‬َّ ‫ج‬َ ‫و‬ ‫ي‬ِّ ‫ن‬ِ‫إ‬ }  Artinya:” dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan Artinya:” dan begitulah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan langit dan bumi, dan supaya Ibrahim termasuk orang-orang yang langit dan bumi, dan supaya Ibrahim termasuk orang-orang yang yakin ketika malam gelap, dilihatnya sebuah bintang, katanya” inikah yakin ketika malam gelap, dilihatnya sebuah bintang, katanya” inikah Tuhanku?. Tetapi setelah bintang itu tenggelam diapun berkata, “aku Tuhanku?. Tetapi setelah bintang itu tenggelam diapun berkata, “aku tidak menyukai yang tenggelam”. Dan setelah bulan terbit, dia berkata tidak menyukai yang tenggelam”. Dan setelah bulan terbit, dia berkata inikah Tuhanku? Dan ketilka bulan itu tenggelam maka dia berkata” inikah Tuhanku? Dan ketilka bulan itu tenggelam maka dia berkata” sesungguhnya jika Tuhan tidak memberi petunjukkepadankutentu aku sesungguhnya jika Tuhan tidak memberi petunjukkepadankutentu aku termasukkaum yang sesat……. termasukkaum yang sesat…….
  • 11.
    Siapa Tuhan yangbenar menurut al-Qur’an? Siapa Tuhan yang benar menurut al-Qur’an?  Thaha ayat 14: Thaha ayat 14:  ‫ي‬ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ل‬ َ ‫ة‬ ‫اَل‬ َّ ‫الص‬ ِ ‫ِم‬ ‫ق‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ن‬ْ ‫د‬ُ ‫ب‬ ْ ‫اع‬َ ‫ف‬ ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫اَل‬ ُ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ِي‬ ‫ن‬َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ل‬ َ ‫ة‬ ‫اَل‬ َّ ‫الص‬ ِ ‫ِم‬ ‫ق‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ن‬ْ ‫د‬ُ ‫ب‬ ْ ‫اع‬َ ‫ف‬ ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ ‫ه‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫اَل‬ ُ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ِي‬ ‫ن‬َّ ‫ن‬ِ‫إ‬  Artinya : Sesungguhnya Akulah Allah Tidak ada Ilah Artinya : Sesungguhnya Akulah Allah Tidak ada Ilah (Tuhan) melainkan Aku. oleh karena itu sembahlah (Tuhan) melainkan Aku. oleh karena itu sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu“ Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu“  Tauhid adalah ajaran islam yang menjelaskan bahwa Tauhid adalah ajaran islam yang menjelaskan bahwa Alloh adalah satu-satunya tempat bergantung semua Alloh adalah satu-satunya tempat bergantung semua kehidupan, (menusia, jin, malaikat, zat, partikel, kehidupan, (menusia, jin, malaikat, zat, partikel, benda-benda) semua ciptaan Allah baik yang makro benda-benda) semua ciptaan Allah baik yang makro maupun kikro yang ghaib maupunyang nyata, yang maupun kikro yang ghaib maupunyang nyata, yang hidup maaupun yang mati bergantung kepada Alloh, hidup maaupun yang mati bergantung kepada Alloh, Dia-lah tempat bermula dan kembali . Dia-lah tempat bermula dan kembali .  Perkataan Allah nama Tuhan yang sesungguhnya Perkataan Allah nama Tuhan yang sesungguhnya disebutkan dalam al-Qur’an senyak 2,500 kali disebutkan dalam al-Qur’an senyak 2,500 kali
  • 12.
    Pembuktian Wujud Tuhan PembuktianWujud Tuhan  { ً ‫ال‬‫ِي‬‫ل‬َ ‫ق‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫م‬ْ‫ل‬ِ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ت‬‫ِي‬ ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ِ ‫ر‬ْ ‫م‬َ‫أ‬ ْ ‫ِن‬ ‫م‬ ُ ‫وح‬ُّ ‫الر‬ ِ ‫ل‬ُ ‫ق‬ ِ ‫وح‬ُّ ‫الر‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ع‬ َ ‫ك‬َ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ل‬َ ‫أ‬ ْ ‫س‬َ ‫ي‬َ ‫و‬ { ً ‫ال‬‫ِي‬‫ل‬َ ‫ق‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫م‬ْ‫ل‬ِ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ت‬‫ِي‬ ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ِ ‫ر‬ْ ‫م‬َ‫أ‬ ْ ‫ِن‬ ‫م‬ ُ ‫وح‬ُّ ‫الر‬ ِ ‫ل‬ُ ‫ق‬ ِ ‫وح‬ُّ ‫الر‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ع‬ َ ‫ك‬َ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ل‬َ ‫أ‬ ْ ‫س‬َ ‫ي‬َ ‫و‬ 85 85 } }  Artinya Artinya: “ mereka bertanya kepadamu (muhammad) : “ mereka bertanya kepadamu (muhammad) katakanlah: ruh itu urusan tuhanku, dan semua tidak diberikan katakanlah: ruh itu urusan tuhanku, dan semua tidak diberikan pengetahuan (dariNya melainkan sedikit” pengetahuan (dariNya melainkan sedikit”  Karena keterbatasan ilmu manusia maka Allah melarang Karena keterbatasan ilmu manusia maka Allah melarang memikirkan ZatNya, tetapi justru Allah menyuruh memikirkan memikirkan ZatNya, tetapi justru Allah menyuruh memikirkan ciptaanNya”Tafakkarufii khalqillahi walaa tafakkaruu fi ciptaanNya”Tafakkarufii khalqillahi walaa tafakkaruu fi zatihi” zatihi”  Karena dengan memikirkan ciptaannya maka secara implisit Karena dengan memikirkan ciptaannya maka secara implisit manusia dituntut untuk selalu meningkatkan kecerdasan manusia dituntut untuk selalu meningkatkan kecerdasan potensialnya (rasional dan emosional) yaitu menemukan potensialnya (rasional dan emosional) yaitu menemukan kebenaran(alhaqq), kebaikan (al-husn), keindahan (aljamil), kebenaran(alhaqq), kebaikan (al-husn), keindahan (aljamil), yang semuanya ada pada sifat-sifat Alloh. yang semuanya ada pada sifat-sifat Alloh.  Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik pasti ada sesuatu kekuatan yang telah rahasianya yang pelik pasti ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. menciptakannya.
  • 13.
     Menurut al-Kindi adatiga jalan untuk membuktikan adanya Tuhan; Menurut al-Kindi ada tiga jalan untuk membuktikan adanya Tuhan; yaitu, baharunya alam, keaneka ragaman dalam wujud, dan yaitu, baharunya alam, keaneka ragaman dalam wujud, dan kerapian alam. kerapian alam.  Menurut Ibnu Rusyd untuk membuktikan wujud Tuhan Menurut Ibnu Rusyd untuk membuktikan wujud Tuhan menggunakan menggunakan Dalil Nidham Dalil Nidham yang disebut juga yang disebut juga Inayah wa al Ikhtira Inayah wa al Ikhtira yang artinya pemeliharaan dan penciptaan; yang artinya pemeliharaan dan penciptaan;  Dalil Inayah Dalil Inayah, , adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman alam untuk manusia, karena alam ini terjadi bukan dengan alam untuk manusia, karena alam ini terjadi bukan dengan kebetulan, tetapi diciptakan dengan rapi dan teratur atas ilmu dan kebetulan, tetapi diciptakan dengan rapi dan teratur atas ilmu dan kebijaksanaan. firman Allah dalam surat Lukman ayat 20; kebijaksanaan. firman Allah dalam surat Lukman ayat 20;  ً ‫ة‬َ ‫ر‬ِ ‫اه‬َ ‫ظ‬ ُ ‫ه‬َ ‫م‬َ ‫ع‬ِ ‫ن‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫غ‬َ ‫ب‬ ْ ‫س‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ا‬َّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬ َ ‫ر‬َّ ‫خ‬ َ ‫س‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ْ ‫و‬َ ‫ر‬َ ‫ت‬ ْ ‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ً ‫ة‬َ ‫ر‬ِ ‫اه‬َ ‫ظ‬ ُ ‫ه‬َ ‫م‬َ ‫ع‬ِ ‫ن‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫غ‬َ ‫ب‬ ْ ‫س‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ِ ‫ات‬َ ‫او‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ا‬َّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ل‬ َ ‫ر‬َّ ‫خ‬ َ ‫س‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ْ ‫و‬َ ‫ر‬َ ‫ت‬ ْ ‫م‬َ‫ل‬َ‫أ‬ { ٍ ‫ر‬‫ِي‬ ‫ن‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ ‫ًى‬ ‫د‬ُ ‫ه‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ ٍ ‫م‬ْ‫ل‬ ِ ‫ع‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ي‬َ ‫غ‬ِ ‫ب‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ُ ‫ِل‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ج‬ُ ‫ي‬ ‫ن‬َ ‫م‬ ِ ‫اس‬َّ ‫الن‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬َ ‫و‬ ً ‫ة‬َ ‫ن‬ِ ‫اط‬َ ‫ب‬َ ‫و‬ { ٍ ‫ر‬‫ِي‬ ‫ن‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ ‫ًى‬ ‫د‬ُ ‫ه‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ ٍ ‫م‬ْ‫ل‬ ِ ‫ع‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ي‬َ ‫غ‬ِ ‫ب‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ُ ‫ِل‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ج‬ُ ‫ي‬ ‫ن‬َ ‫م‬ ِ ‫اس‬َّ ‫الن‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬َ ‫و‬ ً ‫ة‬َ ‫ن‬ِ ‫اط‬َ ‫ب‬َ ‫و‬ 20 20 } }  Artinya: Artinya:tidakkah kamunperhatikan sesungguhnya Allah telah tidakkah kamunperhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan apa yang dilangit dan apa yang di menundukkan untuk (kepentingan apa yang dilangit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya. Dan bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya. Dan diantaramanusia ada yang membantah tentang keesaan Alloh diantaramanusia ada yang membantah tentang keesaan Alloh tanpailmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi tanpailmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. penerangan.
  • 14.
     Dalil Ikhtira Dalil Ikhtira,adalah teori yang mengarahkan manusia agar , adalah teori yang mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan mampu menghayati wujud Allah melalui penghayatan dan pemahaman keserasian atau keharmonisan aneka ragam. pemahaman keserasian atau keharmonisan aneka ragam. sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ghasiyah ayat 17- sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ghasiyah ayat 17- 22: 22:  { ْ ‫ت‬َ ‫ق‬ِ ‫ل‬ُ ‫خ‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ل‬ِ ‫ب‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ َ ‫ون‬ُ ‫ر‬ُ ‫نظ‬َ ‫ي‬ ‫اَل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ { ْ ‫ت‬َ ‫ق‬ِ ‫ل‬ُ ‫خ‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ل‬ِ ‫ب‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬ َ ‫ون‬ُ ‫ر‬ُ ‫نظ‬َ ‫ي‬ ‫اَل‬َ ‫ف‬َ‫أ‬ 17 17 { ْ ‫ت‬َ ‫ع‬ِ ‫ف‬ُ ‫ر‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ‫اء‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ } { ْ ‫ت‬َ ‫ع‬ِ ‫ف‬ُ ‫ر‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ‫اء‬َ ‫م‬ َّ ‫الس‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ } 18 18 } } { ْ ‫ت‬َ ‫ب‬ ِ ‫ص‬ُ ‫ن‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ال‬َ ‫ب‬ِ ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ { ْ ‫ت‬َ ‫ب‬ ِ ‫ص‬ُ ‫ن‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ال‬َ ‫ب‬ِ ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ 19 19 ْ ‫ت‬َ ‫ح‬ِ ‫ط‬ ُ ‫س‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ } ْ ‫ت‬َ ‫ح‬ِ ‫ط‬ ُ ‫س‬ َ ‫ف‬ْ ‫ي‬َ ‫ك‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ‫أْل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ }  Artinya: maka apakah mereka tidak memperhatikan unta Artinya: maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, da langit bagaimana ia ditinggikan? bagaimana diciptakan, da langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana dia ditegakkan? Dan Dan gunung-gunung bagaimana dia ditegakkan? Dan bagaimana bumi bagaimana ia dihamparkan…. bagaimana bumi bagaimana ia dihamparkan….  Dalil Logika ilmu kalam mengatakan bahwa tidak ada yang Dalil Logika ilmu kalam mengatakan bahwa tidak ada yang tidak ada, karena tidak ada itu ada, artinya tidak ada itu tidak ada, karena tidak ada itu ada, artinya tidak ada itu keadaan yang ada, pembuat ada. mesti ada dan mustahil keadaan yang ada, pembuat ada. mesti ada dan mustahil pembuat ada itu tidak ada. Pembuat pertama dari pada yang pembuat ada itu tidak ada. Pembuat pertama dari pada yang ada dan tidaka ada itu adalah wajibul wujud atau mutlak ada dan tidaka ada itu adalah wajibul wujud atau mutlak adanya, yang musti ada dengan sendirinya. adanya, yang musti ada dengan sendirinya.
  • 15.
     Ma’rifatullah melaluifikr dan dikr: ini merupakan laangkah Ma’rifatullah melalui fikr dan dikr: ini merupakan laangkah praktis lewaat kesadara hati dan akal, yaitu dengan jalan praktis lewaat kesadara hati dan akal, yaitu dengan jalan perenungan ayat-ayat kauniyah dan qauliyah secara terus- perenungan ayat-ayat kauniyah dan qauliyah secara terus- menerus sehingga ditemukan adanya kesadaran akan Tuhan menerus sehingga ditemukan adanya kesadaran akan Tuhan  Dapat dilakukan dengan cara membaca, melakukan hipotesa, Dapat dilakukan dengan cara membaca, melakukan hipotesa, penyelidikan, eksperimen, penyususnan teori tentang alam penyelidikan, eksperimen, penyususnan teori tentang alam sesuai dengan klasifikasi bidang-bidang dalam ilmu sesuai dengan klasifikasi bidang-bidang dalam ilmu pengetahuan dll. pengetahuan dll.  Berangkat dari berfikir induktif yaitu berfikir dari hal-hal yang Berangkat dari berfikir induktif yaitu berfikir dari hal-hal yang khusus dan bertindak yang konkret inilah maka manusia akan khusus dan bertindak yang konkret inilah maka manusia akan sampai pada kesimpula-kesimpulan yang bersifat umum akan sampai pada kesimpula-kesimpulan yang bersifat umum akan diperoleh suatu kebenaran, kebaikan dan keindahan yang diperoleh suatu kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bersifat absolut yang ada pada Tuhan ( the ultimate reality) bersifat absolut yang ada pada Tuhan ( the ultimate reality)  Dalam logika islam proses tersebut dikenal dengan dengan Dalam logika islam proses tersebut dikenal dengan dengan istilah “al-isytisyhad bi al-syahid’alal ghaib” (mengajukan istilah “al-isytisyhad bi al-syahid’alal ghaib” (mengajukan bukti-bukti empiris untuk menetapkan adanya realitas ghaib) bukti-bukti empiris untuk menetapkan adanya realitas ghaib)
  • 16.
    Keimanan dan Ketakwaan Keimanandan Ketakwaan  Apa iman itu? Apa iman itu?  Bahasa------> percaya Bahasa------> percaya  Istilah ------> meyakini dalam hati, mengucapkan dalam Istilah ------> meyakini dalam hati, mengucapkan dalam lisan, mewujudkan dalam amal perbuatan. lisan, mewujudkan dalam amal perbuatan.  Apa takwa itu? Apa takwa itu?  Bahasa------> memelihara Bahasa------> memelihara  Istilah ------> memelihara diri dari siksa dengan Istilah ------> memelihara diri dari siksa dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNya. laranganNya.  Apa aspek-aspek keimanan itu? Apa aspek-aspek keimanan itu?  -------> Rukun Iman -------> Rukun Iman
  • 17.
    Apa indikator keimananitu? Apa indikator keimanan itu?  (QS. al-Mukminun: 2-9) (QS. al-Mukminun: 2-9)  { َ ‫ون‬ُ ‫ن‬ِ ‫م‬ْ ‫ؤ‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ح‬َ ‫ل‬ْ ‫ف‬َ‫أ‬ ْ ‫د‬َ ‫ق‬ { َ ‫ون‬ُ ‫ن‬ِ ‫م‬ْ ‫ؤ‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ح‬َ ‫ل‬ْ ‫ف‬َ‫أ‬ ْ ‫د‬َ ‫ق‬ 1 1 { َ ‫ون‬ُ ‫ع‬ ِ ‫اش‬َ ‫خ‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬ ‫اَل‬ َ ‫ص‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ } { َ ‫ون‬ُ ‫ع‬ ِ ‫اش‬َ ‫خ‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬ ‫اَل‬ َ ‫ص‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ } 2 2 ِ ‫ن‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } ِ ‫ن‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } { َ ‫ون‬ ُ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ع‬ُ ‫م‬ ِ ‫و‬ْ ‫غ‬َّ ‫ل‬‫ال‬ { َ ‫ون‬ ُ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ع‬ُ ‫م‬ ِ ‫و‬ْ ‫غ‬َّ ‫ل‬‫ال‬ 3 3 { َ ‫ون‬ُ ‫ل‬ ِ ‫اع‬َ ‫ف‬ ِ ‫ة‬‫ا‬َ ‫ك‬َّ ‫ِلز‬ ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } { َ ‫ون‬ُ ‫ل‬ ِ ‫اع‬َ ‫ف‬ ِ ‫ة‬‫ا‬َ ‫ك‬َّ ‫ِلز‬ ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } 4 4 ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫وج‬ُ ‫ر‬ُ ‫ف‬ِ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫وج‬ُ ‫ر‬ُ ‫ف‬ِ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } { َ ‫ون‬ُ ‫ِظ‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ح‬ { َ ‫ون‬ُ ‫ِظ‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ح‬ 5 5 َ ‫ِين‬ ‫م‬‫و‬ُ ‫ل‬َ ‫م‬ ُ ‫ر‬ْ ‫ي‬ َ ‫غ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬ِ ‫إ‬َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ُ ‫ن‬‫ا‬َ ‫م‬ْ ‫ي‬َ‫أ‬ ْ ‫ت‬َ ‫ك‬َ‫ل‬َ ‫م‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ْ ‫أو‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫اج‬َ ‫و‬ْ ‫ز‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ } َ ‫ِين‬ ‫م‬‫و‬ُ ‫ل‬َ ‫م‬ ُ ‫ر‬ْ ‫ي‬ َ ‫غ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬ِ ‫إ‬َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ُ ‫ن‬‫ا‬َ ‫م‬ْ ‫ي‬َ‫أ‬ ْ ‫ت‬َ ‫ك‬َ‫ل‬َ ‫م‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ْ ‫أو‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫اج‬َ ‫و‬ْ ‫ز‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ } { { 6 6 { َ ‫ُون‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬َ‫ل‬ْ ‫و‬ُ ‫أ‬َ ‫ف‬ َ ‫ِك‬ ‫ل‬َ ‫ذ‬ ‫اء‬َ ‫ر‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫غ‬َ ‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ ‫ن‬َ ‫م‬َ ‫ف‬ } { َ ‫ُون‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬َ‫ل‬ْ ‫و‬ُ ‫أ‬َ ‫ف‬ َ ‫ِك‬ ‫ل‬َ ‫ذ‬ ‫اء‬َ ‫ر‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫غ‬َ ‫ت‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ ‫ن‬َ ‫م‬َ ‫ف‬ } 7 7 ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫ن‬‫ا‬َ ‫م‬َ‫أِل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫ن‬‫ا‬َ ‫م‬َ‫أِل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } { َ ‫ون‬ُ ‫اع‬َ ‫ر‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫د‬ْ ‫ه‬ َ ‫ع‬َ ‫و‬ { َ ‫ون‬ُ ‫اع‬َ ‫ر‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫د‬ْ ‫ه‬ َ ‫ع‬َ ‫و‬ 8 8 { َ ‫ون‬ُ ‫ِظ‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ح‬ُ ‫ي‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫و‬َ ‫ل‬ َ ‫ص‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } { َ ‫ون‬ُ ‫ِظ‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ح‬ُ ‫ي‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫و‬َ ‫ل‬ َ ‫ص‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ } 9 9 } }  Orang yang shalatnya khusyu` Orang yang shalatnya khusyu`  Menghindari perkataan yang sia-sia Menghindari perkataan yang sia-sia  Menunaikan zakat Menunaikan zakat  Menjaga kemaluannya Menjaga kemaluannya  Memelihara amanat dan janji Memelihara amanat dan janji  Orang yang senantiasa berdo'a Orang yang senantiasa berdo'a
  • 18.
    Apa indikasi ketakwaanitu ? Apa indikasi ketakwaan itu ?  (QS. al-Baqarah: 177) (QS. al-Baqarah: 177)  ‫ِهّلل‬‫ا‬ِ ‫ب‬ َ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬ َّ ‫ر‬ِ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ ‫ِن‬ ‫ك‬‫ـ‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ِ ‫ب‬ِ ‫ر‬ْ ‫غ‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ق‬ِ ‫ر‬ ْ ‫ش‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ل‬َ ‫ب‬ِ ‫ق‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫وه‬ُ ‫ج‬ُ ‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُّ ‫ل‬َ ‫و‬ُ ‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ َّ ‫ر‬ِ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫س‬ْ ‫ي‬َّ ‫ل‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ِ ‫ب‬ َ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬ َّ ‫ر‬ِ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ ‫ِن‬ ‫ك‬‫ـ‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ِ ‫ب‬ِ ‫ر‬ْ ‫غ‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ق‬ِ ‫ر‬ ْ ‫ش‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ل‬َ ‫ب‬ِ ‫ق‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫وه‬ُ ‫ج‬ُ ‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُّ ‫ل‬َ ‫و‬ُ ‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ َّ ‫ر‬ِ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ ‫س‬ْ ‫ي‬َّ ‫ل‬ ‫ى‬َ ‫ب‬ْ ‫ر‬ُ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ ‫و‬َ ‫ذ‬ ِ ‫ه‬ِّ ‫ب‬ُ ‫ح‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫ال‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ت‬‫آ‬َ ‫و‬ َ ‫ين‬ِّ ‫ي‬ِ ‫ب‬َّ ‫الن‬َ ‫و‬ ِ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ة‬َ ‫ك‬ِ ‫ئ‬‫آل‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ر‬ِ ‫اآلخ‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫ب‬ْ ‫ر‬ُ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ ‫و‬َ ‫ذ‬ ِ ‫ه‬ِّ ‫ب‬ُ ‫ح‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫ال‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ت‬‫آ‬َ ‫و‬ َ ‫ين‬ِّ ‫ي‬ِ ‫ب‬َّ ‫الن‬َ ‫و‬ ِ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ة‬َ ‫ك‬ِ ‫ئ‬‫آل‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ِ ‫ر‬ِ ‫اآلخ‬ ِ ‫م‬ْ ‫و‬َ ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫ت‬‫آ‬َ ‫و‬ َ ‫ة‬‫ال‬ َّ ‫الص‬ َ ‫م‬‫ا‬َ ‫ق‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ِ ‫اب‬َ ‫ق‬ِّ ‫الر‬ ‫ِي‬ ‫ف‬َ ‫و‬ َ ‫ِين‬‫ل‬ِ ‫ئ‬‫آ‬ َّ ‫الس‬َ ‫و‬ ِ ‫يل‬ِ ‫ب‬ َّ ‫الس‬ َ ‫ن‬ْ ‫ب‬‫ا‬َ ‫و‬ َ ‫ِين‬ ‫ك‬‫ا‬ َ ‫س‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫م‬‫ا‬َ ‫ت‬َ ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫ت‬‫آ‬َ ‫و‬ َ ‫ة‬‫ال‬ َّ ‫الص‬ َ ‫م‬‫ا‬َ ‫ق‬َ‫أ‬َ ‫و‬ ِ ‫اب‬َ ‫ق‬ِّ ‫الر‬ ‫ِي‬ ‫ف‬َ ‫و‬ َ ‫ِين‬‫ل‬ِ ‫ئ‬‫آ‬ َّ ‫الس‬َ ‫و‬ ِ ‫يل‬ِ ‫ب‬ َّ ‫الس‬ َ ‫ن‬ْ ‫ب‬‫ا‬َ ‫و‬ َ ‫ِين‬ ‫ك‬‫ا‬ َ ‫س‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫م‬‫ا‬َ ‫ت‬َ ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ َ ‫ين‬ِ ‫ح‬َ ‫و‬ ‫اء‬َّ ‫ر‬ َّ ‫والض‬ ‫اء‬ َ ‫س‬ْ‫أ‬َ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫ين‬ِ ‫ر‬ِ ‫ب‬‫ا‬ َّ ‫الص‬َ ‫و‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬َ ‫اه‬ َ ‫ع‬ ‫ا‬َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫د‬ْ ‫ه‬َ ‫ع‬ِ ‫ب‬ َ ‫ون‬ُ ‫وف‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ َ ‫ة‬‫ا‬َ ‫ك‬َّ ‫الز‬ َ ‫ين‬ِ ‫ح‬َ ‫و‬ ‫اء‬َّ ‫ر‬ َّ ‫والض‬ ‫اء‬ َ ‫س‬ْ‫أ‬َ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫ين‬ِ ‫ر‬ِ ‫ب‬‫ا‬ َّ ‫الص‬َ ‫و‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬َ ‫اه‬ َ ‫ع‬ ‫ا‬َ ‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ ‫م‬ِ ‫ِه‬ ‫د‬ْ ‫ه‬َ ‫ع‬ِ ‫ب‬ َ ‫ون‬ُ ‫وف‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬َ ‫و‬ َ ‫ة‬‫ا‬َ ‫ك‬َّ ‫الز‬ { َ ‫ون‬ُ ‫ق‬َّ ‫ت‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ‫ل‬‫و‬ُ ‫أ‬َ ‫و‬ ‫وا‬ُ ‫َق‬ ‫د‬ َ ‫ص‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ ‫س‬ْ‫أ‬َ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ { َ ‫ون‬ُ ‫ق‬َّ ‫ت‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ‫ل‬‫و‬ُ ‫أ‬َ ‫و‬ ‫وا‬ُ ‫َق‬ ‫د‬ َ ‫ص‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ ‫س‬ْ‫أ‬َ ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ 177 177 } }  Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab Allah, para Nabi, Percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab Allah, para Nabi, Hari Kiamat. Hari Kiamat.  Menafkahkan hartanya demi kepentingan kerabat, anak Menafkahkan hartanya demi kepentingan kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir yang kehabisan bekal, yatim, orang miskin, musafir yang kehabisan bekal, peminta-peminta, memerdekakan budak peminta-peminta, memerdekakan budak  Menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Menegakkan shalat dan menunaikan zakat.  Menepati janji. Menepati janji.  Sabar dalam penderitaan dan perang. Sabar dalam penderitaan dan perang.
  • 19.
    Apa implikasi imandan takwa dalam kehidupan? Apa implikasi iman dan takwa dalam kehidupan?  Melepaskan dari belenggu kekuasaan benda dunia (al-Fatihah ayat 1-7) Melepaskan dari belenggu kekuasaan benda dunia (al-Fatihah ayat 1-7)  Menanamkan semangat berani menghadapi maut (an-Nisa` ayat 78): Menanamkan semangat berani menghadapi maut (an-Nisa` ayat 78): َ ‫د‬َّ ‫ي‬ َ ‫ش‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫وج‬ُ ‫ر‬ُ ‫ب‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ت‬‫ن‬ُ ‫ك‬ ْ ‫و‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ُ ‫ت‬ْ ‫و‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُّ ‫كك‬ِ ‫ر‬ْ ‫د‬ُ ‫ي‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ك‬َ ‫ت‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ َ ‫د‬َّ ‫ي‬ َ ‫ش‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫وج‬ُ ‫ر‬ُ ‫ب‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ْ ‫م‬ُ ‫ت‬‫ن‬ُ ‫ك‬ ْ ‫و‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ُ ‫ت‬ْ ‫و‬َ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُّ ‫كك‬ِ ‫ْر‬ ‫د‬ُ ‫ي‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ك‬َ ‫ت‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh". kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh".  Menanamkan sifat "self help" dalam hidup (Hud ayat 6): Menanamkan sifat "self help" dalam hidup (Hud ayat 6): ٍ ‫ين‬ِ ‫ب‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ٌّ ‫ل‬ُ ‫ك‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ َ ‫َع‬ ‫د‬ْ ‫و‬َ ‫ت‬ ْ ‫س‬ُ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ا‬َ ‫ه‬َّ ‫ر‬َ ‫ق‬َ ‫ت‬ ْ ‫س‬ُ ‫م‬ ُ ‫م‬َ ‫ل‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬َ ‫و‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُ ‫ق‬ْ ‫ز‬ِ ‫ر‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ٍ ‫ة‬َّ ‫َآب‬ ‫د‬ ‫ِن‬ ‫م‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ٍ ‫ين‬ِ ‫ب‬ُّ ‫م‬ ٍ ‫اب‬َ ‫ت‬ِ ‫ك‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ٌّ ‫ل‬ُ ‫ك‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ َ ‫َع‬ ‫د‬ْ ‫و‬َ ‫ت‬ ْ ‫س‬ُ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ا‬َ ‫ه‬َّ ‫ر‬َ ‫ق‬َ ‫ت‬ ْ ‫س‬ُ ‫م‬ ُ ‫م‬َ ‫ل‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬َ ‫و‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُ ‫ق‬ْ ‫ز‬ِ ‫ر‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َ ‫األ‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ٍ ‫ة‬َّ ‫َآب‬ ‫د‬ ‫ِن‬ ‫م‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ " Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang " Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudh)". penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudh)".  Memberikan ketentreaman jiwa (ar-Ra`du ayat 28): Memberikan ketentreaman jiwa (ar-Ra`du ayat 28): ُ ‫وب‬ُ ‫ل‬ُ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫م‬ ْ ‫ط‬َ ‫ت‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ب‬ َ ‫ال‬َ‫أ‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ب‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ُ ‫ب‬‫و‬ُ ‫ل‬ُ ‫ق‬ ُّ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫م‬ ْ ‫ط‬َ ‫ت‬َ ‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫وب‬ُ ‫ل‬ُ ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫م‬ ْ ‫ط‬َ ‫ت‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ب‬ َ ‫ال‬َ‫أ‬ ‫ِهّلل‬‫ا‬ ِ ‫ر‬ْ ‫ك‬ِ ‫ذ‬ِ ‫ب‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ُ ‫ب‬‫و‬ُ ‫ل‬ُ ‫ق‬ ُّ ‫ِن‬ ‫ئ‬َ ‫م‬ ْ ‫ط‬َ ‫ت‬َ ‫و‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ ‫ل‬‫ا‬ "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi mengingat Allah. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". tenteram".
  • 20.
     Mewujudkan kehidupan yangbaik (an-Nahl ayat 97): Mewujudkan kehidupan yang baik (an-Nahl ayat 97): ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬‫ا‬َ ‫ك‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ِ ‫ن‬ َ ‫س‬ ْ ‫ح‬َ ‫أ‬ِ ‫ب‬ ‫م‬ُ ‫ه‬َ ‫ر‬ ْ ‫ج‬َ‫أ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ ‫ي‬ِ ‫ز‬ ْ ‫ج‬َ ‫ن‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ً ‫ة‬َ ‫ب‬ِّ ‫ي‬َ ‫ط‬ ً ‫ة‬‫ا‬َ ‫ي‬َ ‫ح‬ ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ ‫ي‬ِ ‫ي‬ ْ ‫ح‬ُ ‫ن‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ٌ ‫ِن‬ ‫م‬ْ ‫ؤ‬ُ ‫م‬ َ ‫و‬ُ ‫ه‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫نث‬ُ‫أ‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ٍ ‫ر‬َ ‫ك‬َ ‫ذ‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ً ‫ا‬‫ِح‬ ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ص‬ َ ‫ِل‬ ‫م‬ َ ‫ع‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬ ْ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬‫ا‬َ ‫ك‬ ‫ا‬َ ‫م‬ ِ ‫ن‬ َ ‫س‬ ْ ‫ح‬َ ‫أ‬ِ ‫ب‬ ‫م‬ُ ‫ه‬َ ‫ر‬ ْ ‫ج‬َ‫أ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ ‫ي‬ِ ‫ز‬ ْ ‫ج‬َ ‫ن‬َ ‫ل‬َ ‫و‬ ً ‫ة‬َ ‫ب‬ِّ ‫ي‬َ ‫ط‬ ً ‫ة‬‫ا‬َ ‫ي‬َ ‫ح‬ ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ ‫ي‬ِ ‫ي‬ ْ ‫ح‬ُ ‫ن‬َ ‫ل‬َ ‫ف‬ ٌ ‫ِن‬ ‫م‬ْ ‫ؤ‬ُ ‫م‬ َ ‫و‬ُ ‫ه‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫نث‬ُ‫أ‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ٍ ‫ر‬َ ‫ك‬َ ‫ذ‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ً ‫ا‬‫ِح‬ ‫ل‬‫ا‬ َ ‫ص‬ َ ‫ِل‬ ‫م‬ َ ‫ع‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬ َ ‫ون‬ُ ‫ل‬َ ‫م‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬ َ ‫ون‬ُ ‫ل‬َ ‫م‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬ "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya, Kami perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya, Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnyakami beri berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnyakami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang mereka kerjakan". mereka kerjakan".  Melahirkan sikap ihlas dan konsekuen (al-an`am ayat 162): Melahirkan sikap ihlas dan konsekuen (al-an`am ayat 162): َ ‫ِين‬ ‫م‬َ ‫ل‬‫ا‬َ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ِهّلِل‬ ‫ِي‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫م‬َ ‫م‬َ ‫و‬ َ ‫اي‬َ ‫ي‬ ْ ‫ح‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ك‬ ُ ‫س‬ُ ‫ن‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ت‬َ ‫ال‬ َ ‫ص‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ ‫ل‬ُ ‫ق‬ َ ‫ِين‬ ‫م‬َ ‫ل‬‫ا‬َ ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ِهّلِل‬ ‫ِي‬ ‫ت‬‫ا‬َ ‫م‬َ ‫م‬َ ‫و‬ َ ‫اي‬َ ‫ي‬ ْ ‫ح‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ك‬ ُ ‫س‬ُ ‫ن‬َ ‫و‬ ‫ِي‬ ‫ت‬َ ‫ال‬ َ ‫ص‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ ‫ل‬ُ ‫ق‬ "Katakanlah:" sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku "Katakanlah:" sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam". hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".  Memberikan keberuntungan (al-Baqarah ayat 5): Memberikan keberuntungan (al-Baqarah ayat 5): َ ‫ون‬ُ ‫ِح‬ ‫ل‬ْ ‫ف‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬ْ ‫و‬ُ‫أ‬َ ‫و‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِّ ‫ب‬َّ ‫ر‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫ًى‬ ‫د‬ُ ‫ه‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬ْ ‫و‬ُ‫أ‬ َ ‫ون‬ُ ‫ِح‬ ‫ل‬ْ ‫ف‬ُ ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ ‫م‬ُ ‫ه‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬ْ ‫و‬ُ‫أ‬َ ‫و‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِّ ‫ب‬َّ ‫ر‬ ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫ًى‬ ‫د‬ُ ‫ه‬ ‫ى‬َ ‫ل‬ َ ‫ع‬ َ ‫ِك‬ ‫ئ‬‫ـ‬َ ‫ل‬ْ ‫و‬ُ‫أ‬ "Mereka itulah orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan "Mereka itulah orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung". mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung".
  • 21.
    Hakekat Manusia MenurutIslam Hakekat Manusia Menurut Islam
  • 22.
    Konsep Manusia Konsep Manusia Siapakah Manusia? Siapakah Manusia? Dalam pandangan ilmu pengetahuan manusia dari segi fisik sebagai Dalam pandangan ilmu pengetahuan manusia dari segi fisik sebagai bagian dari spesies binatang. bagian dari spesies binatang. Penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens Penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens atau makhluk yang berkeinginan; memiliki perilaku interaksi antar atau makhluk yang berkeinginan; memiliki perilaku interaksi antar komponen biologis, psikologis dan sosial, juga ada unsur hewani, komponen biologis, psikologis dan sosial, juga ada unsur hewani, akali, nilai atau animal, rasional dan moral. akali, nilai atau animal, rasional dan moral. Penganut teori behaviorise menyebut manusia sebagai homo Penganut teori behaviorise menyebut manusia sebagai homo mechanibcus (manusia mesin). mechanibcus (manusia mesin). Penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens Penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (makhluk berfikir);bereaksi secara aktif terhadap lingkungan (makhluk berfikir);bereaksi secara aktif terhadap lingkungan Dalam Ilmu Logika dikatakan manusia sebagai Al Hayawaanun Naatiq; Dalam Ilmu Logika dikatakan manusia sebagai Al Hayawaanun Naatiq; Hewan yang berfikir. Hewan yang berfikir.
  • 23.
    Menurut filosof YunaniKuno Menurut filosof Yunani Kuno  Hipocrates (460-370 SM), melihat manusia dari segi fisik.yaitu terdiri dari 4 Hipocrates (460-370 SM), melihat manusia dari segi fisik.yaitu terdiri dari 4 macam sifat yang dipengaruhi oleh cairan yang ada didalamnya, sifat kering macam sifat yang dipengaruhi oleh cairan yang ada didalamnya, sifat kering terdapat di Chole (empedu kering), sifat basah dalam Melanchole (empedu terdapat di Chole (empedu kering), sifat basah dalam Melanchole (empedu hitam), sifat dingin dalam Phlegma (lendir) dan sifat panas dalam Sanguis hitam), sifat dingin dalam Phlegma (lendir) dan sifat panas dalam Sanguis (darah). (darah).  Plato (428-348 SM), menyatakan bahwa manusia adalah mahkluk yang terdiri Plato (428-348 SM), menyatakan bahwa manusia adalah mahkluk yang terdiri dari tubuh dan jiwa yang diantara keduanya terdapat garis pemisah. jiwa lebih dari tubuh dan jiwa yang diantara keduanya terdapat garis pemisah. jiwa lebih tinggi derajatnya dari jasad, dan untuk menggapai kemuliaan manusia harus tinggi derajatnya dari jasad, dan untuk menggapai kemuliaan manusia harus melepaskan seluruh atribut dan kebutuhan dari tubuh (jasad). melepaskan seluruh atribut dan kebutuhan dari tubuh (jasad).  Aristoteles (350 SM), salah seorang murid Plato; berpandangan lain. jiwa Aristoteles (350 SM), salah seorang murid Plato; berpandangan lain. jiwa manusia adalah mahkluk yang otonom yang berkembang menjadi lain dan manusia adalah mahkluk yang otonom yang berkembang menjadi lain dan tidak lepas dari jasadnya. Roh manusia berbeda dengan jiwa, yang memiliki tidak lepas dari jasadnya. Roh manusia berbeda dengan jiwa, yang memiliki kemampuan khas bagi manusia,. kemampuan khas bagi manusia,.
  • 24.
    Konsep Islam TentangPenciptaan Manusia Konsep Islam Tentang Penciptaan Manusia  Asal-usul manusia adalah Adam as yang tercipta dari unsur Asal-usul manusia adalah Adam as yang tercipta dari unsur tanah, firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 26; tanah, firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 26; Artinya:"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Artinya:"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". hitam yang diberi bentuk".  Dalam perkembangan selanjutnya, proses kejadian manusia Dalam perkembangan selanjutnya, proses kejadian manusia adalah dari pertemuan antara air mani (sperma) laki-laki, adalah dari pertemuan antara air mani (sperma) laki-laki, dengan sel telur (ovum) wanita dalam rahim manusia. dengan sel telur (ovum) wanita dalam rahim manusia. kemudia Allah meniupkan ruh pada janin manusia.Dalam al kemudia Allah meniupkan ruh pada janin manusia.Dalam al Qur’an surat as Sadjah ayat 8-9 Qur’an surat as Sadjah ayat 8-9 “ “ Kemudian Dia menjadikan keturunanna dari saripati air yang Kemudian Dia menjadikan keturunanna dari saripati air yang hina (air mani) kemudian Dia menyempurnakan dan hina (air mani) kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) roh (ciptaan)Nya dan Dia meniupkan ke dalam (tubuhnya) roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tetapi)nkamu sedikit sekali bersyukur” (tetapi)nkamu sedikit sekali bersyukur” Jadi Fitrah manusia terdiri dari unsur jasad yang tercipta dari tanah Jadi Fitrah manusia terdiri dari unsur jasad yang tercipta dari tanah atau lumpur; yang merupakan simbol kerendahan, kenistaan atau lumpur; yang merupakan simbol kerendahan, kenistaan dan kehinaan dan unsur roh bagian yang paling suci atau dan kehinaan dan unsur roh bagian yang paling suci atau
  • 25.
    Potensi Fitrah Manusia PotensiFitrah Manusia  Potensi fisik; ada tiga; Potensi fisik; ada tiga;  Basyar; disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 37 kali. ..innama ana Basyar; disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 37 kali. ..innama ana basyarummith lukum…. salah satu contoh ayatnya dalam Surat al kahfi selalu basyarummith lukum…. salah satu contoh ayatnya dalam Surat al kahfi selalu dihubungkan sifat-sifat biologis manusia seperti asalnya dari tanah (al hijr;33, dihubungkan sifat-sifat biologis manusia seperti asalnya dari tanah (al hijr;33, ar rum 20), manusia makan minum (qs. al mu’minun :33), jadi basyar berarti ar rum 20), manusia makan minum (qs. al mu’minun :33), jadi basyar berarti mahkluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan. mahkluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.  Insan, disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 65 kali. Contoh dalam qs. Al Insan, disebutkan dalam al-Qur`an sebanyak 65 kali. Contoh dalam qs. Al ‘alaq;5 ‘allamal insaana maa lam ya’lam….konsep insan selalu dihubungkan ‘alaq;5 ‘allamal insaana maa lam ya’lam….konsep insan selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai mahkluk yang berfikir, pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai mahkluk yang berfikir, diberi ilmu dan memikul amanah ( al ahzab 72). jadi insan berarti mahkluk diberi ilmu dan memikul amanah ( al ahzab 72). jadi insan berarti mahkluk yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan. yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.  Nas disebut sebanyak 340 kali. Seperti dalam Qs. Az zumar ; 27….walaqod Nas disebut sebanyak 340 kali. Seperti dalam Qs. Az zumar ; 27….walaqod dhorobna linnasi fii haadhal qur’aani min kulli matsal ……kata ini menunjuk dhorobna linnasi fii haadhal qur’aani min kulli matsal ……kata ini menunjuk pada semua manusia sebagai mahkluk sosial atau secara kolekif. pada semua manusia sebagai mahkluk sosial atau secara kolekif.  jadi al-Qur`an memandang manusia sebagai mahkluk biologis, psikologis, jadi al-Qur`an memandang manusia sebagai mahkluk biologis, psikologis, dan sosial. dan sosial.
  • 26.
    Potensi ruhani; Potensi ruhani; 1.Nafsu; kekuatan yang mengaktifkan manusia untuk mencapai 1. Nafsu; kekuatan yang mengaktifkan manusia untuk mencapai keinginannya keinginannya, , tidak mengenal baik dan buruk. Nafsu terdiri 3 jiwa yaitu jiwa tidak mengenal baik dan buruk. Nafsu terdiri 3 jiwa yaitu jiwa nabati (tumbuh dan melahirkan). jiwa hewani (punya instink). jiwa insani nabati (tumbuh dan melahirkan). jiwa hewani (punya instink). jiwa insani (daya berfikir).ada 3 nafsu: (daya berfikir).ada 3 nafsu: Nafsu amarah, selalu menyuruh berbuat jahat Nafsu amarah, selalu menyuruh berbuat jahat { ٌ ‫م‬‫ي‬ِ ‫ح‬َّ ‫ر‬ ٌ ‫ور‬ُ ‫ف‬َ ‫غ‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ َ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ َ ‫م‬ِ ‫ح‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫م‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫ء‬‫و‬ُّ ‫الس‬ِ ‫ب‬ ٌ ‫ة‬َ ‫ار‬َّ ‫م‬َ ‫أل‬ َ ‫س‬ْ‫ف‬َّ ‫الن‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ ‫س‬ْ‫ف‬َ ‫ن‬ ُ ‫ئ‬ِّ ‫ر‬َ ‫ب‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ { ٌ ‫م‬‫ي‬ِ ‫ح‬َّ ‫ر‬ ٌ ‫ور‬ُ ‫ف‬َ ‫غ‬ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ َ ‫ي‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ َ ‫م‬ِ ‫ح‬َ ‫ر‬ ‫ا‬َ ‫م‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ِ ‫ء‬‫و‬ُّ ‫الس‬ِ ‫ب‬ ٌ ‫ة‬َ ‫ار‬َّ ‫م‬َ ‫أل‬ َ ‫س‬ْ‫ف‬َّ ‫الن‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ ‫س‬ْ‫ف‬َ ‫ن‬ ُ ‫ئ‬ِّ ‫ر‬َ ‫ب‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ 53 53 } } Nafsu Lawwamah, jiwa yang menyesal Nafsu Lawwamah, jiwa yang menyesal { ِ ‫ة‬َ ‫م‬‫ا‬َّ ‫و‬َّ‫الل‬ ِ ‫س‬ْ‫ف‬َّ ‫الن‬ِ ‫ب‬ ُ ‫م‬ِ ‫س‬ْ‫ق‬ُ‫أ‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ { ِ ‫ة‬َ ‫م‬‫ا‬َّ ‫و‬َّ‫الل‬ ِ ‫س‬ْ‫ف‬َّ ‫الن‬ِ ‫ب‬ ُ ‫م‬ِ ‫س‬ْ‫ق‬ُ‫أ‬ ‫اَل‬َ ‫و‬ 2 2 } } Nafsu Mutmainnah, nafsu yang tenang Nafsu Mutmainnah, nafsu yang tenang { ً ‫ة‬َّ ‫ي‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َّ ‫م‬ ً ‫ة‬َ ‫ي‬ ِ ‫اض‬َ ‫ر‬ ِ ‫ك‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ِي‬ ‫ع‬ ِ ‫ج‬ْ ‫ار‬ { ً ‫ة‬َّ ‫ي‬ ِ ‫ض‬ْ ‫ر‬َّ ‫م‬ ً ‫ة‬َ ‫ي‬ ِ ‫اض‬َ ‫ر‬ ِ ‫ك‬ِّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ِي‬ ‫ع‬ ِ ‫ج‬ْ ‫ار‬ 28 28 { ‫ِي‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ب‬ِ ‫ع‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ ‫ْخ‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ف‬ } { ‫ِي‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ب‬ِ ‫ع‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ ‫ْخ‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫ف‬ } 29 29 ‫ِي‬ ‫ت‬َّ ‫ن‬َ ‫ج‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ ‫ْخ‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫و‬ } ‫ِي‬ ‫ت‬َّ ‫ن‬َ ‫ج‬ ‫ِي‬‫ل‬ُ ‫ْخ‬ ‫د‬‫ا‬َ ‫و‬ } { { 30 30 } }
  • 27.
    2. Akal; dayaberfikir yang ada pada otak disebut rasio dan 2. Akal; daya berfikir yang ada pada otak disebut rasio dan berfikir dengan hati disebut rasa (dhauq). berfikir dengan hati disebut rasa (dhauq). 3. al-Qolb; fisik berarti jantung atau hati, ruhani berarti pusat 3. al-Qolb; fisik berarti jantung atau hati, ruhani berarti pusat komando anggota badan. ada tiga: komando anggota badan. ada tiga:  Hati yang selamat (qolbun salim); hati yang Hati yang selamat (qolbun salim); hati yang senantiasa cenderung pada ketaatan dan ketakwaan. senantiasa cenderung pada ketaatan dan ketakwaan.  Hati yang mati (qolbun mayyit); hati yang selalu Hati yang mati (qolbun mayyit); hati yang selalu ingkar kepada Allah, menolak kebenaran, ingkar kepada Allah, menolak kebenaran, membangkang. membangkang.  Hati yang sakit (qolbun mariidh), hati yang selalu Hati yang sakit (qolbun mariidh), hati yang selalu bimbang yang kadang cenderung kepada ketaatan, bimbang yang kadang cenderung kepada ketaatan, dan kadang cenderung mengajak kepada dan kadang cenderung mengajak kepada kemungkaran. kemungkaran.
  • 28.
    Untuk Apa diCiptakan? Untuk Apa di Ciptakan?  Menyembah sang Khalik (ibadah), baik ibadah Menyembah sang Khalik (ibadah), baik ibadah mahdhah (vertikal) yaitu hubungan manusia mahdhah (vertikal) yaitu hubungan manusia dengan Tuhan , maupun ghoiru mahdhah dengan Tuhan , maupun ghoiru mahdhah (horizontal)yaitu hubungan manusia dengan (horizontal)yaitu hubungan manusia dengan manusia dan alam semesta. firman Allah surat manusia dan alam semesta. firman Allah surat adz-dzariyat 56-58; adz-dzariyat 56-58;  { ِ ‫ُون‬ ‫د‬ُ ‫ب‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ ‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬َ ‫و‬ َّ ‫ن‬ِ ‫ج‬ْ‫ال‬ ُ ‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ { ِ ‫ُون‬ ‫د‬ُ ‫ب‬ْ ‫ع‬َ ‫ي‬ِ‫ل‬ ‫اَّل‬ِ‫إ‬ َ ‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬َ ‫و‬ َّ ‫ن‬ِ ‫ج‬ْ‫ال‬ ُ ‫ت‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ 56 56 ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ْ‫ن‬ِ ‫م‬ ُ ‫د‬‫ي‬ِ ‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬ } ‫ن‬ِّ ‫م‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ْ‫ن‬ِ ‫م‬ ُ ‫د‬‫ي‬ِ ‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬ } { ِ ‫ون‬ُ ‫م‬ِ ‫ع‬ ْ ‫ط‬ُ ‫ي‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ُ ‫د‬‫ي‬ِ ‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ٍ ‫ق‬ْ ‫ز‬ِّ ‫ر‬ { ِ ‫ون‬ُ ‫م‬ِ ‫ع‬ ْ ‫ط‬ُ ‫ي‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ُ ‫د‬‫ي‬ِ ‫ر‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ٍ ‫ق‬ْ ‫ز‬ِّ ‫ر‬ 57 57 ِ ‫ة‬َّ ‫و‬ُ ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫و‬ُ ‫ذ‬ ُ ‫اق‬َّ ‫ز‬َّ ‫الر‬ َ ‫و‬ُ ‫ه‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ } ِ ‫ة‬َّ ‫و‬ُ ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫و‬ُ ‫ذ‬ ُ ‫اق‬َّ ‫ز‬َّ ‫الر‬ َ ‫و‬ُ ‫ه‬ َ‫هَّلل‬‫ا‬ َّ ‫ن‬ِ‫إ‬ } { ُ ‫ِين‬ ‫ت‬َ ‫م‬ْ‫ال‬ { ُ ‫ِين‬ ‫ت‬َ ‫م‬ْ‫ال‬ 58 58 } }
  • 29.
    Tanggung Jawab Manusia? TanggungJawab Manusia?  Ada tiga : kepada diri sendiri dengan, kepada sesama, kepada Allah Ada tiga : kepada diri sendiri dengan, kepada sesama, kepada Allah 1. 1. kepada diri sendiri; dengan menjaga perilakunya dari perbuatan tercela kepada diri sendiri; dengan menjaga perilakunya dari perbuatan tercela dan tazkiyyatun nafs (mensucikan diri). dan tazkiyyatun nafs (mensucikan diri). 2. 2. kepada masyarakat; menjalankan norma-norma agama dimasyarakat kepada masyarakat; menjalankan norma-norma agama dimasyarakat dalam wujud membela keadilan, melakukan amar ma`ruf nahi munkar dalam wujud membela keadilan, melakukan amar ma`ruf nahi munkar dan berperan aktif mensejahterakan umat dan berperan aktif mensejahterakan umat 3. 3. Kepada Allah: ada dua kewajiban; Kepada Allah: ada dua kewajiban;  -Sebagai hamba; harus taat, tunduk dan patuh pada Allah, firman Allah -Sebagai hamba; harus taat, tunduk dan patuh pada Allah, firman Allah dalam surat al-baqoroh ayat 21 dalam surat al-baqoroh ayat 21  { َ ‫ون‬ُ ‫ق‬َّ ‫ت‬َ ‫ت‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َّ‫ل‬َ ‫ع‬َ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ ‫ق‬ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬َ ‫و‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ‫ِي‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ ‫م‬ُ ‫ك‬َّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬ُ ‫ب‬ ْ ‫اع‬ ُ ‫اس‬َّ ‫الن‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُّ ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ { َ ‫ون‬ُ ‫ق‬َّ ‫ت‬َ ‫ت‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َّ‫ل‬َ ‫ع‬َ‫ل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬َ ‫ق‬ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬َ ‫و‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َ ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ‫ِي‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ ‫م‬ُ ‫ك‬َّ ‫ب‬َ ‫ر‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬ُ ‫ب‬ ْ ‫اع‬ ُ ‫اس‬َّ ‫الن‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُّ ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ ‫ي‬ 21 21 } }  -Sebagai khalifah Allah; diberi amanah untuk menjadi wakil Allah di -Sebagai khalifah Allah; diberi amanah untuk menjadi wakil Allah di bumi, menjadi pemimpin, pengelolan dan pemakmur bumi karena bumi, menjadi pemimpin, pengelolan dan pemakmur bumi karena manusia diberi kelebihan dibanding makhluk lain sebagaimana dalam surat manusia diberi kelebihan dibanding makhluk lain sebagaimana dalam surat at-Tiin ayat 4: at-Tiin ayat 4:  { ٍ ‫يم‬ِ ‫و‬ْ‫ق‬َ ‫ت‬ ِ ‫ن‬َ ‫س‬ ْ ‫ح‬َ‫أ‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫ان‬َ ‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ْ ‫د‬َ ‫ق‬َ‫ل‬ { ٍ ‫يم‬ِ ‫و‬ْ‫ق‬َ ‫ت‬ ِ ‫ن‬َ ‫س‬ ْ ‫ح‬َ‫أ‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫ان‬َ ‫نس‬ِ‫إْل‬‫ا‬ ‫ا‬َ ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ل‬َ ‫خ‬ ْ ‫د‬َ ‫ق‬َ‫ل‬ 4 4 } }
  • 30.
    Bagaimanakah Manusia Bagaimanakah Manusiayang Sempurna itu? yang Sempurna itu?  Manusia yang sempurna adala yang mampu mengembangkan, Manusia yang sempurna adala yang mampu mengembangkan, menjaga dan memadukan aspek ruhani berupa potensi akal, nafs, qalb, menjaga dan memadukan aspek ruhani berupa potensi akal, nafs, qalb, dengan aspek jasadi. dengan aspek jasadi.  Manusia terbagi dalam enam dimensi (Murtadha Muthahhari): Manusia terbagi dalam enam dimensi (Murtadha Muthahhari): 1. 1. Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, makan, minum, Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, makan, minum, istirahat, dan menikah, supaya hidup, tumbuh dan berkembang. istirahat, dan menikah, supaya hidup, tumbuh dan berkembang. 2. 2. Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. 3. 3. Manusia memiliki perhatian terhadap keindahan atau estetika. Manusia memiliki perhatian terhadap keindahan atau estetika. 4. 4. Manusia mempunyai dorongan untuk menyembah Tuhan. Manusia mempunyai dorongan untuk menyembah Tuhan. 5. 5. Manusia memiliki kemampuan dan kekuatan berlipat ganda, karena Manusia memiliki kemampuan dan kekuatan berlipat ganda, karena dikaruniai akal fikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia mampu dikaruniai akal fikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia mampu melawan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam melawan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam hidupnya. hidupnya. 6. 6. Manusia mampu mengenali dirinya sendiri jika ia mampu mengenali, Manusia mampu mengenali dirinya sendiri jika ia mampu mengenali, maka ia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya, maka ia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya, mengapa ia diciptakan, dan dari apa ia diciptakan, bagaimana proses mengapa ia diciptakan, dan dari apa ia diciptakan, bagaimana proses penciptaannya, dan untuk apa ia diciptakan. penciptaannya, dan untuk apa ia diciptakan.
  • 31.
    Bagaimana Tipologi Manusiamenurut Islam? Bagaimana Tipologi Manusia menurut Islam? Ada tiga jenis manusia dalam al-Qur`an berdasar sikap mereka Ada tiga jenis manusia dalam al-Qur`an berdasar sikap mereka dalam menerima ajaran Islam, yaitu: dalam menerima ajaran Islam, yaitu: 1. 1.Orang beriman, yaitu orang yang menerima dan meyakini ajaran Orang beriman, yaitu orang yang menerima dan meyakini ajaran yang dibawa oleh Rosulullah. disebut mukmin, yaitu orang yang yang dibawa oleh Rosulullah. disebut mukmin, yaitu orang yang menjaga dirinya dari menyekutukan Allah, selalu mengesakan menjaga dirinya dari menyekutukan Allah, selalu mengesakan Allah, dan seluruh amalnya hanya diniatkan untukNya. Allah, dan seluruh amalnya hanya diniatkan untukNya. 2. 2.Orang Kafir, yaitu orang yang ingkar dan tidak percaya terhadap Orang Kafir, yaitu orang yang ingkar dan tidak percaya terhadap Allah dan apa yang diturunkan kepada Rosulullah. Allah dan apa yang diturunkan kepada Rosulullah. Jenis kufur ada dua yaitu: Jenis kufur ada dua yaitu: A. Kufur besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, ada A. Kufur besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam, ada lima jenis, yaitu: lima jenis, yaitu: 1) karena mendustakan agama, seperti dalam surat an-Ankabut ayat 68: 1) karena mendustakan agama, seperti dalam surat an-Ankabut ayat 68:  ‫ى‬ً ‫و‬ْ‫ث‬َ ‫م‬ َ ‫م‬َّ ‫ن‬َ ‫ه‬َ ‫ج‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ُ ‫ه‬‫اء‬َ ‫ج‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ‫ل‬ ِّ ‫ق‬َ ‫ح‬ْ‫ال‬ِ ‫ب‬ َ ‫ب‬َّ ‫ذ‬َ ‫ك‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ً‫ا‬‫ِب‬ ‫ذ‬َ ‫ك‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ ‫ع‬ ‫ى‬َ ‫ر‬َ ‫ت‬ْ‫ف‬‫ا‬ ِ ‫ن‬َّ ‫ِم‬ ‫م‬ ُ ‫م‬َ‫ل‬ ْ ‫ظ‬َ‫أ‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬َ ‫و‬ ‫ى‬ً ‫و‬ْ‫ث‬َ ‫م‬ َ ‫م‬َّ ‫ن‬َ ‫ه‬َ ‫ج‬ ‫ِي‬ ‫ف‬ َ ‫س‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫أ‬ ُ ‫ه‬‫اء‬َ ‫ج‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ‫ل‬ ِّ ‫ق‬َ ‫ح‬ْ‫ال‬ِ ‫ب‬ َ ‫ب‬َّ ‫ذ‬َ ‫ك‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ً‫ا‬‫ِب‬ ‫ذ‬َ ‫ك‬ ِ‫هَّلل‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ ‫ع‬ ‫ى‬َ ‫ر‬َ ‫ت‬ْ‫ف‬‫ا‬ ِ ‫ن‬َّ ‫ِم‬ ‫م‬ ُ ‫م‬َ‫ل‬ ْ ‫ظ‬َ‫أ‬ ْ ‫ن‬َ ‫م‬َ ‫و‬ َ ‫ين‬ِ ‫ِر‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ك‬ْ‫ل‬ِّ‫ل‬ َ ‫ين‬ِ ‫ِر‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ك‬ْ‫ل‬ِّ‫ل‬
  • 32.
    2) karena enggandan sombong, padahal membenarkannya, dalam surat al-Baqoroh 2) karena enggan dan sombong, padahal membenarkannya, dalam surat al-Baqoroh ayat 34: ayat 34:  َ ‫ين‬ِ ‫ِر‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ك‬ْ‫ال‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ان‬َ ‫ك‬َ ‫و‬ َ ‫ر‬َ ‫ب‬ْ ‫ك‬َ ‫ت‬ ْ ‫اس‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫ب‬َ‫أ‬ َ ‫ِيس‬‫ل‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬َ ‫ج‬َ ‫س‬َ ‫ف‬ َ ‫م‬َ ‫د‬‫آل‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬ُ ‫ج‬ ْ ‫اس‬ ِ ‫ة‬َ ‫ك‬ِ ‫ئ‬َ ‫ال‬َ ‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ‫ا‬َ ‫ن‬ْ‫ل‬ُ ‫ق‬ ْ ‫ذ‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ َ ‫ين‬ِ ‫ِر‬ ‫ف‬‫ا‬َ ‫ك‬ْ‫ال‬ َ ‫ِن‬ ‫م‬ َ ‫ان‬َ ‫ك‬َ ‫و‬ َ ‫ر‬َ ‫ب‬ْ ‫ك‬َ ‫ت‬ ْ ‫اس‬َ ‫و‬ ‫ى‬َ ‫ب‬َ‫أ‬ َ ‫ِيس‬‫ل‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ َّ ‫ال‬ِ‫إ‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬َ ‫ج‬َ ‫س‬َ ‫ف‬ َ ‫م‬َ ‫د‬‫آل‬ ْ‫ا‬‫ُو‬ ‫د‬ُ ‫ج‬ ْ ‫اس‬ ِ ‫ة‬َ ‫ك‬ِ ‫ئ‬َ ‫ال‬َ ‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ‫َا‬ ‫ن‬ْ‫ل‬ُ ‫ق‬ ْ ‫ذ‬ِ‫إ‬َ ‫و‬ 3) kufur karena ragu, didasarkan pada keterangan surat al-kahfi ayat 35-38. 3) kufur karena ragu, didasarkan pada keterangan surat al-kahfi ayat 35-38. 4) kufur karena berpaling, di jelaskan dalam surat al-Ahqaf ayat 3: 4) kufur karena berpaling, di jelaskan dalam surat al-Ahqaf ayat 3:  َ ‫ون‬ ُ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ع‬ُ ‫م‬ ‫وا‬ُ ‫ِر‬ ‫ذ‬‫ن‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ع‬ ‫وا‬ُ ‫ر‬َ ‫ف‬َ ‫ك‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬َ ‫و‬ َ ‫ون‬ ُ ‫ض‬ِ ‫ر‬ْ ‫ع‬ُ ‫م‬ ‫وا‬ُ ‫ِر‬ ‫ذ‬‫ن‬ُ‫أ‬ ‫ا‬َّ ‫م‬َ ‫ع‬ ‫وا‬ُ ‫ر‬َ ‫ف‬َ ‫ك‬ َ ‫ِين‬ ‫ذ‬َّ‫ال‬َ ‫و‬ 5) kufur karena nifak, dalam surat al-munafiqun ayat 3: 5) kufur karena nifak, dalam surat al-munafiqun ayat 3:  َ ‫ون‬ُ ‫ه‬َ ‫ق‬ْ‫ف‬َ ‫ي‬ ‫اَل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ ‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ ‫ع‬ َ ‫ع‬ِ ‫ب‬ ُ ‫ط‬َ ‫ف‬ ‫وا‬ُ ‫ر‬َ ‫ف‬َ ‫ك‬ َّ ‫م‬ُ ‫ث‬ d‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ‫أ‬ِ ‫ب‬ َ ‫ِك‬‫ل‬َ ‫ذ‬ َ ‫ون‬ُ ‫ه‬َ ‫ق‬ْ‫ف‬َ ‫ي‬ ‫اَل‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َ ‫ف‬ ْ ‫م‬ِ ‫ه‬ِ ‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ ‫ق‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ ‫ع‬ َ ‫ع‬ِ ‫ب‬ ُ ‫ط‬َ ‫ف‬ ‫وا‬ُ ‫ر‬َ ‫ف‬َ ‫ك‬ َّ ‫م‬ُ ‫ث‬ d‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬َ ‫م‬‫آ‬ ْ ‫م‬ُ ‫ه‬َّ ‫ن‬َ‫أ‬ِ ‫ب‬ َ ‫ِك‬‫ل‬َ ‫ذ‬ b. kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama b. kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an, seperti Islam, dan ia adalah kufur amali sebagaimana disebutkan dalam al-Qur`an, seperti kufur ni`mat, dalam surat an-Nahl ayat 83: kufur ni`mat, dalam surat an-Nahl ayat 83: 3. Orang Munafik, yaitu menampakkan Islam dan kebaikan dan menyembunyikan 3. Orang Munafik, yaitu menampakkan Islam dan kebaikan dan menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. munafik nifak ada dua yaitu: kekufuran dan kejahatan. munafik nifak ada dua yaitu:  Nifak i`tiqodi (keyakinan) n yaitu nifak besar, dimana pelakunya menampakkan Nifak i`tiqodi (keyakinan) n yaitu nifak besar, dimana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. menyebabkan pelakunya keluar dari keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. menyebabkan pelakunya keluar dari Islam dan kekal didalam neraka. Islam dan kekal didalam neraka.  Nifak amali, yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang munafik, tapi Nifak amali, yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang munafik, tapi masih ada iman dalam hati masih ada iman dalam hati