KONSEP KEPENDUDUKAN
Kelompok 1
Aisiyah Zuhra 19221001
Amelia Indah Pratiwi 19221003
Bening Maira Sugeta 19221006
Ramadhany Hafsah Qonita 19221025
Matkul : KB dan Pelayanan Kontrasepsi
Dosen Pengampu : Yulia Arifin,S.SiT.M.Keb
PENGERTIAN PENDUDUK
Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang
asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
#7
Kependudukan adalah hal ihwal yang
berkaitan dengan jumlah, struktur,
pertumbuhan, persebaran, mobilitas,
penyebaran, kualitas, dan kondisi
kesejahteraan yang menyangkut politik,
ekonomi, sosial budaya, agama serta
lingkungan penduduk setempat.
Perkembangan kependudukan dan
pembangunan keluarga adalah upaya
terencana untuk mewujudkan penduduk
tumbuh seimbang dan mengembangkan
kualitas penduduk pada seluruh dimensi
penduduk.
PENGELOMPOKAN PENDUDUK BERDASARKAN
CIRI – CIRI TERTENTU DAPAT
DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI BERIKUT:
Biologi: umur dan jenis kelamin
Sosial: pendidikan dan status
Ekonomi: jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan,
dan tingkat pendapatan
Geografi: tempat tinggal
Budaya: agama dan adat istiadat
PENYEBAB PERUBAHAN
PENDUDUK
1. Adanya Transmigrasi
2. Adanya Urbanisasi
3. Kurangnya fasilitas di daerah itu
4. Lingkungan yang kotor
#3
· Natalitas ( Kelahiran )
· Mortalitas ( kematian )
· Migrasi ( Perpindahan )
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERPINDAHAN PENDUDUK
Dinamika penduduk(perubahan penduduk) merupakan hasil proses
yang menambah & mengurangi penduduk (pertumbuhan alamiah) di
suatu wilayah tertentu pd waktu tertentu dibandingkan dengan
waktu sebelum nya. Pertambahan penduduk secara alami di suatu
wilayah tertentu dipengaruhi oleh jumlah kelahiran dan jumlah
kematian
Dinamika penduduk menyebabkan transisi demografi Dalam
transisi demografi terjadi perubahan struktur penduduk (penduduk
usia produktif dan non produktif. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan dinamika penduduk: kelahiran, kematian dan
perpindahan.
RUMUS PERTUMBUHAN
PENDUDUK
Keterangan:
· P = pertumbuhan penduduk
· L = jumlah kelahiran
· M = jumlah kematian
· I = jumlah imigrasi
· E = jumlah emigrasi
P = (L – M) + (I – E)
CONTOH :
Disini misalnya selama tahun 2016 di desa A terdapat data jumlah
kelahiran 120 sebanyak jiwa, sedangkan jumlah kematian sebanyak 13
jiwa, pendatang 23 jiwa, dan yang mengajukan perpindahan penduduk
berjumlah 15 jiwa. Maka pertumbuhan penduduk desa Z selama tahun
2008 dapat dihitung sebagai berikut.
#7
Pertumbuhan penduduk = (L – M) + (I – E) = (120 – 13) + (23 – 15) = 115
Dari perhitungan diatas, dapatlah kita simpulkan bahwa pertumbuhan
penduduk desa A pada tahun 2016 adalah 115 jiwa.
FAKTOR DEMOGRAFI YG
MEMPENGARUHI LAJU PENDUDUK
a. Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah
penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka
kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung
Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap
1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)
Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui
kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya
pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok
usia muda jauh lebih rendah.
Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap
seribu bayi yang lahir.
Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun. Besarnya
angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator
tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
#6
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang
rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas
sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka
kematian bayi baru lahir. Untuk angka kematian bayi ukurannya:
1. Rendah, jika IMR antara 15-35.
2. Sedang, jika IMR antara 36-75.
Tinggi, jika IMR antara 76-125.
b. Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-
laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Adanya program KB mengupayakan pembatasan jumlah anak.
Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal
berusia 19 tahun.
Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup
Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai
anak ke – 2.
Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor penghambat
kelahiran (anti natalitas), antara lain:
C . MIGRASI (MOBILITAS)
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam
mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang
melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan
perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja. Faktor-faktor
terjadinya migrasi:
1.Persediaan sumber daya alam
Pengertian mengenai perubahan ini sangat penting
dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang
tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis
sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan
akan segera punah.
2.Lingkungan social budaya
Subyek utama dalam mengungkap permasalahan
lingkungan hidup adalah manusia. Manusia dan
lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang
sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima
pengaruh satu sama lain.
3.Potensi ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam
struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha
meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah
kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui
penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan
pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan
kemampuan berorganisasi, dan manajemen.
4.Alat masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur
bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai
kemungkinan untuk dapat melahirkan anak
BONUS DEMOGRAFI
Demographic dividend atau bonus demografi adalah suatu kondisi dimana
populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif.
Usia produktif yang dimaksud adalah rentang usia 15 hingga 64 tahun. Titik ini
menjadi peluang besar bagi sebuah negara untuk meningkatkan performa
ekonomi industri.
Bonus demografi tidak dapat berulang di dalam satu
siklus demografi. Saat window of opportunity berakhir,
perekonomian secara otomatis mengikuti siklus
demografi berikutnya. Dengan angka fertilitas yang
sudah berada pada tingkat yang rendah, bahkan di
beberapa negara Eropa dan di Jepang tingkatnya
sudah di bawah replacement rate, dan disertai
dengan angka harapan hidup yang makin tinggi,
populasi kemudian mengalami periode penuaan
(ageing population).
Penuaan populasi yang tidak dapat
terhindarkan tak hanya akan meningkatkan
angka ketergantungan, tapi juga diprediksikan
akan membawa dampak penurunan kinerja
pada perekonomian. Tanpa persiapan yang
memadai, kebutuhan akan jaminan sosial
seperti pensiun dan perlindungan kesehatan
juga akan sulilt terantisipasi
DAMPAK POSITIF BONUS DEMOGRAFI
1. Membuka peluang tenaga kerja
Salah satu dari dampak positif bonus demografi adalah momen yang tepat bagi
perusahaan untuk mencari kandidat yang kompeten. Hal ini juga bisa menjadi
keuntungan bagi Anda yang termasuk dalam usia produktif.
2. Perkembangan ekonomi
Masa ini jelas membantu perkembangan ekonomi sebuah negara. Karena berarti semakin banyak
individu yang mendapatkan kesempatan kerja, sehingga semakin banyak sumber daya manusia
yang dimanfaatkan. Selain peluang tenaga kerja, dampak positif bonus demografi juga tercermin
dari semakin banyaknya investasi yang dilakukan.
Dengan begitu, otomatis akan membantu sektor ekonomi untuk semakin bertumbuh. Pertumbuhan
tersebut juga bisa membantu pemerintah dalam mempersiapkan percepatan pembangunan
negara menjadi lebih maju.
DAMPAK NEGATIF BONUS DEMOGRAFI
1. Membludaknya angka pengangguran
Pertama, dampak bonus demografi adalah
membludaknya angka pengangguran.
Jumlah usia produktif yang diperkirakan
mencapai 60%-70% dari total penduduk. Jika
kesempatan ini tidak disalurkan dengan baik,
bukan tidak mungkin malah menjadi
bencana bagi suatu negara.
Jumlah yang besar itu justru bisa menjadi titik
dimana angka pengangguran akan
membludak. Karena itu, tindakan preventif
seperti perancangan peluang kerja sejak dini
bisa dilakukan sebagai pencegahan.
2. Kualitas dan kualifikasi SDM yang tidak
seimbang
Dengan banyaknya usia produktif, perusahaan
yang berlomba membuka peluang pekerja akan
semakin selektif. Mereka tidak menginginkan
dari sekian banyak individu masuk
sembarangan, sehingga kualifikasi yang
ditetapkan juga akan semakin sulit.
Dampak negatif bonus demografi ini menjadi
tantangan bagi pemerintah, perusahaan,
sekaligus para individu usia produktif itu sendiri.
Jika pemerintah tidak berhasil menyediakan
fasilitas untuk membentuk sumber daya
manusia dengan baik, maka akan terjadi
ketidakseimbangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BONUS DEMOGRAFI
a.Pertama, meningkatnya usia harapan
hidup dapat cenderung mendorong pekerja
melakukan antisipasi dengan menaikkan
tabungan. Peningkatan tabungan kemudian
dapat meningkatkan investasi dan
membawa dampak yang positif untuk
pertumbuhan ekonomi.
b.Kedua, dengan fakta bahwa di
kebanyakan negara berkembang banyak
terdapat pekerja yang underemployed atau
bahkan secara efektif bisa dikatakan
menganggur, maka pekerja-pekerja ini
diharapkan dapat menggantikan
tenagatenaga kerja yang pensiun.
c.Ketiga, penurunan populasi anak-anak di
periode ageing sudah menjadi
keniscayaan.Dengan kondisi seperti ini, baik
pemerintah maupun keluarga sebenar-nya
berkesempatan untuk dapat berinvestasi lebih
banyak pada kesehatan dan pendidikan anak-
anaknya. Investasi seperti ini dapat
menghasilkan angkatan kerja yang lebih
produktif.
d.Keempat, dunia swasta bisa memainkan
peran pula dalam mengantisipasi periode
penuaan populasi dengan membuat
perubahanperubahan yang mendorong tenaga
kerja-tenaga kerja tua untuk tetap berada di
dalam angkatan kerja dan membatasi
terjadinya penurunan produktivitas mereka.
UKURAN DASAR DEMOGRAFI
a. Rate
Angka yang menunjukkan kemungkinan
terjadinya suatu kejadian/penyakit tertentu
dalam populasi dan waktu tertentu atau
perbandingan antara kejadian dengan
jumlah penduduk yang memiliki resiko
kejadian tersebut. Digunakan untuk
menyatakan dinamika dan kecepatan
kejadian tertentu dalam masyarakat. Contoh:
Morbidity rate, Mortality rate, Natality rate)
b. Rasio/Ratio
Perbandingan antara nomerator dan
denominator pada suatu waktu, atau
perbandingan 2 bilangan yang tidak saling
tergantung dan digunakan untuk
menyatakan besarnya kejadian.
c. Proporsi
Perbandingan antara pembilang (Numerator) dengan
penyebut (denominator) dimana Numerator
termasuk/bagian dari denominator, dengan satuan %
d. Rata-rata
Yaitu ukuran nilai tengah yang diperoleh dengan cara
menjumlahkan semua nilai pengamatan yang didapat
kemudian dibagi banyaknya pengamatan yang ada.
e. Frekuensi
Yaitu ukuran yang menyatakan berapa kali
aktivitas/suatu kegiatan dilaksanakan pada periode
waktu tertentu.
f. Cakupan
Ukuran untuk menilai pencapaian hasil pelaksanaan
dari suatu terget kegiatan yang ditentukan pada periode
tertentu..
KESIMPULAN
Dari hasil yang di dapat bahwa dapat di simpulkan yaitu :
Penduduk adalah orang atau orang-orang yang mendiami suatu
tempat (kampung, negara, dan pulau) yang tercatat sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat tersebut.
Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah
dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli,
penduduk pendatang, penduduk sementara, dan tamu. Penduduk asli
adalah orang yang menetap sejak lahir.
Penyebab perubahan penduduk
Adanya Transmigrasi
Adanya Urbanisasi
Kurangnya fasilitas di daerah itu
Lingkungan yang kotor
Faktor yang mempengaruhi
perpindahan penduduk antara lain :
· Natalitas ( Kelahiran )
· Mortalitas ( kematian )
· Migrasi ( Perpindahan )
THANK YOU

KONSEP KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BER.pdf

  • 1.
    KONSEP KEPENDUDUKAN Kelompok 1 AisiyahZuhra 19221001 Amelia Indah Pratiwi 19221003 Bening Maira Sugeta 19221006 Ramadhany Hafsah Qonita 19221025 Matkul : KB dan Pelayanan Kontrasepsi Dosen Pengampu : Yulia Arifin,S.SiT.M.Keb
  • 2.
    PENGERTIAN PENDUDUK Penduduk adalahwarga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. #7 Kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, dan kondisi kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, agama serta lingkungan penduduk setempat. Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upaya terencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi penduduk.
  • 3.
    PENGELOMPOKAN PENDUDUK BERDASARKAN CIRI– CIRI TERTENTU DAPAT DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI BERIKUT: Biologi: umur dan jenis kelamin Sosial: pendidikan dan status Ekonomi: jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan, dan tingkat pendapatan Geografi: tempat tinggal Budaya: agama dan adat istiadat
  • 4.
    PENYEBAB PERUBAHAN PENDUDUK 1. AdanyaTransmigrasi 2. Adanya Urbanisasi 3. Kurangnya fasilitas di daerah itu 4. Lingkungan yang kotor #3 · Natalitas ( Kelahiran ) · Mortalitas ( kematian ) · Migrasi ( Perpindahan ) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERPINDAHAN PENDUDUK
  • 5.
    Dinamika penduduk(perubahan penduduk)merupakan hasil proses yang menambah & mengurangi penduduk (pertumbuhan alamiah) di suatu wilayah tertentu pd waktu tertentu dibandingkan dengan waktu sebelum nya. Pertambahan penduduk secara alami di suatu wilayah tertentu dipengaruhi oleh jumlah kelahiran dan jumlah kematian Dinamika penduduk menyebabkan transisi demografi Dalam transisi demografi terjadi perubahan struktur penduduk (penduduk usia produktif dan non produktif. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinamika penduduk: kelahiran, kematian dan perpindahan.
  • 6.
    RUMUS PERTUMBUHAN PENDUDUK Keterangan: · P= pertumbuhan penduduk · L = jumlah kelahiran · M = jumlah kematian · I = jumlah imigrasi · E = jumlah emigrasi P = (L – M) + (I – E)
  • 7.
    CONTOH : Disini misalnyaselama tahun 2016 di desa A terdapat data jumlah kelahiran 120 sebanyak jiwa, sedangkan jumlah kematian sebanyak 13 jiwa, pendatang 23 jiwa, dan yang mengajukan perpindahan penduduk berjumlah 15 jiwa. Maka pertumbuhan penduduk desa Z selama tahun 2008 dapat dihitung sebagai berikut. #7 Pertumbuhan penduduk = (L – M) + (I – E) = (120 – 13) + (23 – 15) = 115 Dari perhitungan diatas, dapatlah kita simpulkan bahwa pertumbuhan penduduk desa A pada tahun 2016 adalah 115 jiwa.
  • 8.
    FAKTOR DEMOGRAFI YG MEMPENGARUHILAJU PENDUDUK a. Kematian (Mortalitas) Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu. Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR) Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR) Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.
  • 9.
    Bayi adalah kelompokorang yang berusia 0-1 tahun. Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk. #6 Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir. Untuk angka kematian bayi ukurannya: 1. Rendah, jika IMR antara 15-35. 2. Sedang, jika IMR antara 36-75. Tinggi, jika IMR antara 76-125.
  • 10.
    b. Kelahiran (Natalitas) Kelahiranbersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain: Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu. Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua. Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki- laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi. Adanya program KB mengupayakan pembatasan jumlah anak. Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2. Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
  • 11.
    C . MIGRASI(MOBILITAS) Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja. Faktor-faktor terjadinya migrasi: 1.Persediaan sumber daya alam Pengertian mengenai perubahan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan akan segera punah. 2.Lingkungan social budaya Subyek utama dalam mengungkap permasalahan lingkungan hidup adalah manusia. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh satu sama lain. 3.Potensi ekonomi Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen. 4.Alat masa depan Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak
  • 12.
    BONUS DEMOGRAFI Demographic dividendatau bonus demografi adalah suatu kondisi dimana populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah rentang usia 15 hingga 64 tahun. Titik ini menjadi peluang besar bagi sebuah negara untuk meningkatkan performa ekonomi industri. Bonus demografi tidak dapat berulang di dalam satu siklus demografi. Saat window of opportunity berakhir, perekonomian secara otomatis mengikuti siklus demografi berikutnya. Dengan angka fertilitas yang sudah berada pada tingkat yang rendah, bahkan di beberapa negara Eropa dan di Jepang tingkatnya sudah di bawah replacement rate, dan disertai dengan angka harapan hidup yang makin tinggi, populasi kemudian mengalami periode penuaan (ageing population). Penuaan populasi yang tidak dapat terhindarkan tak hanya akan meningkatkan angka ketergantungan, tapi juga diprediksikan akan membawa dampak penurunan kinerja pada perekonomian. Tanpa persiapan yang memadai, kebutuhan akan jaminan sosial seperti pensiun dan perlindungan kesehatan juga akan sulilt terantisipasi
  • 13.
    DAMPAK POSITIF BONUSDEMOGRAFI 1. Membuka peluang tenaga kerja Salah satu dari dampak positif bonus demografi adalah momen yang tepat bagi perusahaan untuk mencari kandidat yang kompeten. Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi Anda yang termasuk dalam usia produktif. 2. Perkembangan ekonomi Masa ini jelas membantu perkembangan ekonomi sebuah negara. Karena berarti semakin banyak individu yang mendapatkan kesempatan kerja, sehingga semakin banyak sumber daya manusia yang dimanfaatkan. Selain peluang tenaga kerja, dampak positif bonus demografi juga tercermin dari semakin banyaknya investasi yang dilakukan. Dengan begitu, otomatis akan membantu sektor ekonomi untuk semakin bertumbuh. Pertumbuhan tersebut juga bisa membantu pemerintah dalam mempersiapkan percepatan pembangunan negara menjadi lebih maju.
  • 14.
    DAMPAK NEGATIF BONUSDEMOGRAFI 1. Membludaknya angka pengangguran Pertama, dampak bonus demografi adalah membludaknya angka pengangguran. Jumlah usia produktif yang diperkirakan mencapai 60%-70% dari total penduduk. Jika kesempatan ini tidak disalurkan dengan baik, bukan tidak mungkin malah menjadi bencana bagi suatu negara. Jumlah yang besar itu justru bisa menjadi titik dimana angka pengangguran akan membludak. Karena itu, tindakan preventif seperti perancangan peluang kerja sejak dini bisa dilakukan sebagai pencegahan. 2. Kualitas dan kualifikasi SDM yang tidak seimbang Dengan banyaknya usia produktif, perusahaan yang berlomba membuka peluang pekerja akan semakin selektif. Mereka tidak menginginkan dari sekian banyak individu masuk sembarangan, sehingga kualifikasi yang ditetapkan juga akan semakin sulit. Dampak negatif bonus demografi ini menjadi tantangan bagi pemerintah, perusahaan, sekaligus para individu usia produktif itu sendiri. Jika pemerintah tidak berhasil menyediakan fasilitas untuk membentuk sumber daya manusia dengan baik, maka akan terjadi ketidakseimbangan.
  • 15.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIBONUS DEMOGRAFI a.Pertama, meningkatnya usia harapan hidup dapat cenderung mendorong pekerja melakukan antisipasi dengan menaikkan tabungan. Peningkatan tabungan kemudian dapat meningkatkan investasi dan membawa dampak yang positif untuk pertumbuhan ekonomi. b.Kedua, dengan fakta bahwa di kebanyakan negara berkembang banyak terdapat pekerja yang underemployed atau bahkan secara efektif bisa dikatakan menganggur, maka pekerja-pekerja ini diharapkan dapat menggantikan tenagatenaga kerja yang pensiun. c.Ketiga, penurunan populasi anak-anak di periode ageing sudah menjadi keniscayaan.Dengan kondisi seperti ini, baik pemerintah maupun keluarga sebenar-nya berkesempatan untuk dapat berinvestasi lebih banyak pada kesehatan dan pendidikan anak- anaknya. Investasi seperti ini dapat menghasilkan angkatan kerja yang lebih produktif. d.Keempat, dunia swasta bisa memainkan peran pula dalam mengantisipasi periode penuaan populasi dengan membuat perubahanperubahan yang mendorong tenaga kerja-tenaga kerja tua untuk tetap berada di dalam angkatan kerja dan membatasi terjadinya penurunan produktivitas mereka.
  • 16.
    UKURAN DASAR DEMOGRAFI a.Rate Angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian/penyakit tertentu dalam populasi dan waktu tertentu atau perbandingan antara kejadian dengan jumlah penduduk yang memiliki resiko kejadian tersebut. Digunakan untuk menyatakan dinamika dan kecepatan kejadian tertentu dalam masyarakat. Contoh: Morbidity rate, Mortality rate, Natality rate) b. Rasio/Ratio Perbandingan antara nomerator dan denominator pada suatu waktu, atau perbandingan 2 bilangan yang tidak saling tergantung dan digunakan untuk menyatakan besarnya kejadian. c. Proporsi Perbandingan antara pembilang (Numerator) dengan penyebut (denominator) dimana Numerator termasuk/bagian dari denominator, dengan satuan % d. Rata-rata Yaitu ukuran nilai tengah yang diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai pengamatan yang didapat kemudian dibagi banyaknya pengamatan yang ada. e. Frekuensi Yaitu ukuran yang menyatakan berapa kali aktivitas/suatu kegiatan dilaksanakan pada periode waktu tertentu. f. Cakupan Ukuran untuk menilai pencapaian hasil pelaksanaan dari suatu terget kegiatan yang ditentukan pada periode tertentu..
  • 17.
    KESIMPULAN Dari hasil yangdi dapat bahwa dapat di simpulkan yaitu : Penduduk adalah orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat tersebut. Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli, penduduk pendatang, penduduk sementara, dan tamu. Penduduk asli adalah orang yang menetap sejak lahir. Penyebab perubahan penduduk Adanya Transmigrasi Adanya Urbanisasi Kurangnya fasilitas di daerah itu Lingkungan yang kotor Faktor yang mempengaruhi perpindahan penduduk antara lain : · Natalitas ( Kelahiran ) · Mortalitas ( kematian ) · Migrasi ( Perpindahan )
  • 18.