D3 PAKT - Periklanan
1U N I V E R S I T A S P A D J A D J A R A N J A T I N A N G O R
2012
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
: - 210103120082
3
D3 PAKT - Periklanan
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1
Sensasi .................................................................................................................... 2
Persepsi ................................................................................................................... 2
Perhatian ................................................................................................................. 3
 Faktor Eksternal Penarik Perhatian ........................................................ 3
 Faktor Internal Pengaruh Perhatian ....................................................... 4
Memori ................................................................................................................... 5
 Jenis-jenis memori .................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 7
D3 PAKT - Periklanan
3
KATA PENGANTAR
Assalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tiada kata lain untuk menyampaikan terima kasih kepada Allah subhanahu wa
ta‟ala, yaitu ucapan syukur atas segala nikmat dengan curahan kasih sayang-Nya atas
selesainya penyusunan makalah ini dengan judul “Sistem Komunikasi Intrapersonal”
Makalah ini dibuat semata-mata untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
komunikasi, dan juga sebagai bahan untuk dipelajari oleh rekan-rekan yang
memerlukannya.
Segala kekurangan ataupun kelebihan dari makalah ini, penulis mohon maaf.
Karena hanya sampai disini pengetahuan yang penulis miliki. Akhir kata, penulis ucapkan
terima kasih.
Wassalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jatinangor, Oktober 2012
Penulis
D3 PAKT - Periklanan
4
1. Sensasi
Tahap paling awal dalam penerimaan informasi ialah sensasi. Sensasi berasal dari
kata “sense”, yang artinya penginderaan, yang menghubungkan organisme dengan
lingkungannya. :Bila alat-alat indera mengubah informasi menjadi impuls-implus saraf -
dengan „bahasa‟ yang dipahami („komputer‟) otak - maka terjadilah proses sensasi,” kata
Dennis Coon (1979: 79). “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak
memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali
berhubungan dengan kegiatan-kegiatan alat indera,” tulis Benyamin B. Wolman (1973:
3443).
Fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting.
Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu,
melalui alat inderalah manusia memeroleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk
berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera manusia sama, bahkan mungkin lebih dari
rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindera cahaya dan humiditas
(Leverancois, 1974: 39).
Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Psikologi menyebut sembilan
(bahkan ada yang menyebut sebelas) alat indera: penglihatan, pendengaran, kinestesis,
vestibular, perabaan, temperatur, rasa sakit, perasa, dan penciuman. Kita dapat
mengkelompokkannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi.
Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar atau dari dalam individu sendiri. Informasi
dari luar diinderai oleh eksteroseptor. Informasi dari dalam diinderai interoseptor. Selain
itu, gerakan tubuh kita sendiri diinderai oleh proprioseptor.
D3 PAKT - Periklanan
5
2. Persepsi
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan
yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan mentafsirkan pesan. Persepsi ialah
memberikan makna pada stimulus inderawi. Hubungan sensasi dengan persepsi sudah
jelas. Sensai adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu menafsirkan makna informasi
inderawi tidak hanya melibatkan sensai, tetapi juga atensi, ekspetasi, motivasi, dan memori
(Desiderato, 1976:129).
Persepsi, seperti juga sensai, ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional.
David Krech dan Richard S. Crutchfield (1977: 235) menyebutan faktor fungsional dan
faktor struktual.
3. Perhatian
“Perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi
menonjol dalam kesadaran pada saat stimulus lainnya melemah”, demikian definisi yang
diberikan oleh Kenneth E. Andersen (1972: 46), dalam buku yang ditulisnya sebagai
pengantar pada teori komunikasi. Perhatian terjadi bila kita mengonsentrasikan diri pada
salah satu alat indera kita, dan mengenyampingkan masukan-masukan melalui alat indera
yang lain.
3.1 Faktor Eksternal Penarik Perhatian
Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perhatian yang bersifat
eksternal atau penarik perhatian. Stimulus diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang
menonjol, antara lain gerakan, intensitas stimulus, kebaruan, dan perulangan.
a. Gerakan
D3 PAKT - Periklanan
6
Seperti organisme lainnya, manusia secara visual tertarik pada objek-objek yang
bergerak. Kita senang melihat huruf-huruf dalam display yang bergerak
menampilkan nama barang yang diiklankan. Pada tempat yang dipengaruhi benda-
benda mati, kita akan tertarik hanya kepada tikus kecil yang bergerak.
b. Intensitas stimuli
Kita akan memperhatikan stimulus yang lebih menonjol dari stimulus yang lain.
Warna merah pada latar belakang putih, tubuh jangkung di tengah-tengah orang
pendek, suara keras di malam sepi, iklan setengah halaman dalam surat kabar, atau
tawaran pedagang yang paling nyaring di pasar malam, sukar lolos dari perhatian
kita.
c. Kebaruan
Hal-hal yang baru, yang luar biasa, yang berbeda, akan menarik perhatian.
Beberapa eksperimen juga membuktikan stimulus yang luar biasa lebih mudah
dipelajari atau diingat. Karena alasan inilah maka orang mengejar novel baru
terbit, film yang baru beredar, atau kendaraan yang memiliki rancangan mutakhir.
d. Perulangan
Hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedkiti variasi, akan
menarik perhatian. Di sini, unsur familiarity berpadu dengan unsur novelty.
Perulangan juga mengandung unsur sugesti: mempengaruhi bawah sadar kita.
Bukan hanya pemasang iklan, yang memopuulerkan produk dengan mengulang-
ulang “jingles” atau slogan-slogan, tetapi juga kaum politisi memanfaatkan prinsip
perulangan.
3.2 Faktor Internal Pengaruh Perhatian
D3 PAKT - Periklanan
7
Ada kecenderungan kita melihat apa yang indera kita lihat, kita mendengar apa yang
ingin kita dengar. Perbedaan perhatian ini timbul dari faktor-faktor internal dalam diri
kita. Berikut adalah contoh faktor yang memengaruhi perhatian kita:
a. Faktor biologis
Dalam keadaan lapar, seluruh pikiran didominasi oleh makanan. Oleh karena itu,
yang paling menarik perhatiannya adalah makanan.
b. Faktor sosiopsikologis
Setiap hal yang kita suguhkan pada orang lain akan memberikan pengalamn yang
berbeda-beda antar satu orang dengan orang lain. Karena itu setiap pendapat yang
diberikan oleh orang lain, selalu berbeda dengan pemikiran kita, walaupun ada saja
beberapa hal yang mirip dengan persepsi kita.
Kenneth E. Andersen (1972: 51-52) menyimpulkan dalil-dalil tentang perhatian
selektif yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli komunikasi.
1) Perhatian itu merupakan proses yang aktif dan dinamis, bukan pasif dan refleksif.
2) Kita cenderung memperhatikan hal-hal tertentu yang penting, menonjol, atau
melibatkan diri kita.
3) Kita menaruh perhatian kepada hal-hal tertentu sesuai dengan kepercayaan, sikap,
nilai, kebiasaan, dan kepentingan kita.
4) Kebiasaan sangat penting dalam menentukan apa yang menarik perhatian, tetapi
juga apa yang secara potensial akan menarik perhatian kita.
5) Dalam situasi tertentu kita secara sengaja menstrukturkan perilaku kita untuk
menghindari terpaan stimulus tertentu yang kita ingin kita abaikan.
D3 PAKT - Periklanan
8
6) Walaupun perhatian kepada stimulus berarti stimulus tersebut lebih kuat dan lebih
hidup dalam kesadaran kita.
7) Perhatian bergantung kepada kesiapan mental kita.
8) Intensitas perhatian tidak konstan.
Faktor fungsional berasala dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain
yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal. Yang membentuk
persepsi bukan jenis atau bentuk stimulus, tetapi karakteristik orang yang memberikan
respons pada stimulus itu.
Faktor-faktor fungsional yang memengrauhi persepsi lazim disebut sebagai
kerangka rujukan. Mula-mula konsep ini berasal dari penelitian psikofisik yang berkaitan
dengan persepsi objek. Dalam kegiatan komunikasi, kerangka rujukan memengaruhi
bagaimana orang memberi makna pada pesa yang diterimanya.
Menurut McDavid dan Harari (1968: 140), para psikolog menganggap konsep
kerangka rujukan ini amat berguna untuk menganalisis interpretasi perseptual dari
peristiwa yang dialami.
Faktor-faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimulus fisik dan efek-efek
saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu. Para psikolog Gestalt, seperti
Kohler, Wartheimer (1959), dan Koffka, merumuskan prinsip-prinsip persepsi yang
bersifat struktural.
4. Memori
D3 PAKT - Periklanan
9
Dalam komunikasi intrapersonal, memori memgang peranan penting dalam
memngaruhi baik persepsi. Mempelajari memori membawa kita pada psikologi kognitif,
terutama sekali, pada model manusia sebagai pengolah informasi.
Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme
sanggup merekam fakta-fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk
membimbing perilakunya. Ini definisi dari Schlessinger dan Groves (1976: 352).
Secara singkat, memori melewati tiga proses: perekaman, penyimpanan, dan
pemanggilan. Perekaman adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan sirkit
saraf internal. Penyimpanan, proses yang kedua, adalah menentukan berapa lama informasi
itu berada beserta kita, dalam bentuk apa, dan dimana. Pemanggilan, dalam bahasa sehari-
hari, mengingat lagi adalah menggunakan informasi yang disimpan.
Jenis-jenis Memori
Kita hanya mengetahui memori pada tahap ketiga: pemanggilan kembali.
Pemanggilan diketahui dengan empat cara, yaitu:
1) Pengingatan
2) Pengenalan
3) Belajar lagi
4) Redintegrasi
D3 PAKT - Periklanan
10
DAFTAR PUSTAKA
Rakhmat, Jalaluddin.2012.Psikologi Komunikasi.Bandung.Rosda

Komunikasi Intrapersonal

  • 1.
    D3 PAKT -Periklanan 1U N I V E R S I T A S P A D J A D J A R A N J A T I N A N G O R 2012 KOMUNIKASI INTERPERSONAL : - 210103120082 3
  • 2.
    D3 PAKT -Periklanan 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1 Sensasi .................................................................................................................... 2 Persepsi ................................................................................................................... 2 Perhatian ................................................................................................................. 3  Faktor Eksternal Penarik Perhatian ........................................................ 3  Faktor Internal Pengaruh Perhatian ....................................................... 4 Memori ................................................................................................................... 5  Jenis-jenis memori .................................................................................... 6 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 7
  • 3.
    D3 PAKT -Periklanan 3 KATA PENGANTAR Assalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakatuh Tiada kata lain untuk menyampaikan terima kasih kepada Allah subhanahu wa ta‟ala, yaitu ucapan syukur atas segala nikmat dengan curahan kasih sayang-Nya atas selesainya penyusunan makalah ini dengan judul “Sistem Komunikasi Intrapersonal” Makalah ini dibuat semata-mata untuk menyelesaikan tugas mata kuliah komunikasi, dan juga sebagai bahan untuk dipelajari oleh rekan-rekan yang memerlukannya. Segala kekurangan ataupun kelebihan dari makalah ini, penulis mohon maaf. Karena hanya sampai disini pengetahuan yang penulis miliki. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih. Wassalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakatuh Jatinangor, Oktober 2012 Penulis
  • 4.
    D3 PAKT -Periklanan 4 1. Sensasi Tahap paling awal dalam penerimaan informasi ialah sensasi. Sensasi berasal dari kata “sense”, yang artinya penginderaan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. :Bila alat-alat indera mengubah informasi menjadi impuls-implus saraf - dengan „bahasa‟ yang dipahami („komputer‟) otak - maka terjadilah proses sensasi,” kata Dennis Coon (1979: 79). “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan-kegiatan alat indera,” tulis Benyamin B. Wolman (1973: 3443). Fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat inderalah manusia memeroleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera manusia sama, bahkan mungkin lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindera cahaya dan humiditas (Leverancois, 1974: 39). Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Psikologi menyebut sembilan (bahkan ada yang menyebut sebelas) alat indera: penglihatan, pendengaran, kinestesis, vestibular, perabaan, temperatur, rasa sakit, perasa, dan penciuman. Kita dapat mengkelompokkannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar atau dari dalam individu sendiri. Informasi dari luar diinderai oleh eksteroseptor. Informasi dari dalam diinderai interoseptor. Selain itu, gerakan tubuh kita sendiri diinderai oleh proprioseptor.
  • 5.
    D3 PAKT -Periklanan 5 2. Persepsi Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan mentafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulus inderawi. Hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensai adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensai, tetapi juga atensi, ekspetasi, motivasi, dan memori (Desiderato, 1976:129). Persepsi, seperti juga sensai, ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional. David Krech dan Richard S. Crutchfield (1977: 235) menyebutan faktor fungsional dan faktor struktual. 3. Perhatian “Perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimulus lainnya melemah”, demikian definisi yang diberikan oleh Kenneth E. Andersen (1972: 46), dalam buku yang ditulisnya sebagai pengantar pada teori komunikasi. Perhatian terjadi bila kita mengonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengenyampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain. 3.1 Faktor Eksternal Penarik Perhatian Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perhatian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian. Stimulus diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain gerakan, intensitas stimulus, kebaruan, dan perulangan. a. Gerakan
  • 6.
    D3 PAKT -Periklanan 6 Seperti organisme lainnya, manusia secara visual tertarik pada objek-objek yang bergerak. Kita senang melihat huruf-huruf dalam display yang bergerak menampilkan nama barang yang diiklankan. Pada tempat yang dipengaruhi benda- benda mati, kita akan tertarik hanya kepada tikus kecil yang bergerak. b. Intensitas stimuli Kita akan memperhatikan stimulus yang lebih menonjol dari stimulus yang lain. Warna merah pada latar belakang putih, tubuh jangkung di tengah-tengah orang pendek, suara keras di malam sepi, iklan setengah halaman dalam surat kabar, atau tawaran pedagang yang paling nyaring di pasar malam, sukar lolos dari perhatian kita. c. Kebaruan Hal-hal yang baru, yang luar biasa, yang berbeda, akan menarik perhatian. Beberapa eksperimen juga membuktikan stimulus yang luar biasa lebih mudah dipelajari atau diingat. Karena alasan inilah maka orang mengejar novel baru terbit, film yang baru beredar, atau kendaraan yang memiliki rancangan mutakhir. d. Perulangan Hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedkiti variasi, akan menarik perhatian. Di sini, unsur familiarity berpadu dengan unsur novelty. Perulangan juga mengandung unsur sugesti: mempengaruhi bawah sadar kita. Bukan hanya pemasang iklan, yang memopuulerkan produk dengan mengulang- ulang “jingles” atau slogan-slogan, tetapi juga kaum politisi memanfaatkan prinsip perulangan. 3.2 Faktor Internal Pengaruh Perhatian
  • 7.
    D3 PAKT -Periklanan 7 Ada kecenderungan kita melihat apa yang indera kita lihat, kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Perbedaan perhatian ini timbul dari faktor-faktor internal dalam diri kita. Berikut adalah contoh faktor yang memengaruhi perhatian kita: a. Faktor biologis Dalam keadaan lapar, seluruh pikiran didominasi oleh makanan. Oleh karena itu, yang paling menarik perhatiannya adalah makanan. b. Faktor sosiopsikologis Setiap hal yang kita suguhkan pada orang lain akan memberikan pengalamn yang berbeda-beda antar satu orang dengan orang lain. Karena itu setiap pendapat yang diberikan oleh orang lain, selalu berbeda dengan pemikiran kita, walaupun ada saja beberapa hal yang mirip dengan persepsi kita. Kenneth E. Andersen (1972: 51-52) menyimpulkan dalil-dalil tentang perhatian selektif yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli komunikasi. 1) Perhatian itu merupakan proses yang aktif dan dinamis, bukan pasif dan refleksif. 2) Kita cenderung memperhatikan hal-hal tertentu yang penting, menonjol, atau melibatkan diri kita. 3) Kita menaruh perhatian kepada hal-hal tertentu sesuai dengan kepercayaan, sikap, nilai, kebiasaan, dan kepentingan kita. 4) Kebiasaan sangat penting dalam menentukan apa yang menarik perhatian, tetapi juga apa yang secara potensial akan menarik perhatian kita. 5) Dalam situasi tertentu kita secara sengaja menstrukturkan perilaku kita untuk menghindari terpaan stimulus tertentu yang kita ingin kita abaikan.
  • 8.
    D3 PAKT -Periklanan 8 6) Walaupun perhatian kepada stimulus berarti stimulus tersebut lebih kuat dan lebih hidup dalam kesadaran kita. 7) Perhatian bergantung kepada kesiapan mental kita. 8) Intensitas perhatian tidak konstan. Faktor fungsional berasala dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal. Yang membentuk persepsi bukan jenis atau bentuk stimulus, tetapi karakteristik orang yang memberikan respons pada stimulus itu. Faktor-faktor fungsional yang memengrauhi persepsi lazim disebut sebagai kerangka rujukan. Mula-mula konsep ini berasal dari penelitian psikofisik yang berkaitan dengan persepsi objek. Dalam kegiatan komunikasi, kerangka rujukan memengaruhi bagaimana orang memberi makna pada pesa yang diterimanya. Menurut McDavid dan Harari (1968: 140), para psikolog menganggap konsep kerangka rujukan ini amat berguna untuk menganalisis interpretasi perseptual dari peristiwa yang dialami. Faktor-faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimulus fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu. Para psikolog Gestalt, seperti Kohler, Wartheimer (1959), dan Koffka, merumuskan prinsip-prinsip persepsi yang bersifat struktural. 4. Memori
  • 9.
    D3 PAKT -Periklanan 9 Dalam komunikasi intrapersonal, memori memgang peranan penting dalam memngaruhi baik persepsi. Mempelajari memori membawa kita pada psikologi kognitif, terutama sekali, pada model manusia sebagai pengolah informasi. Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta-fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Ini definisi dari Schlessinger dan Groves (1976: 352). Secara singkat, memori melewati tiga proses: perekaman, penyimpanan, dan pemanggilan. Perekaman adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan sirkit saraf internal. Penyimpanan, proses yang kedua, adalah menentukan berapa lama informasi itu berada beserta kita, dalam bentuk apa, dan dimana. Pemanggilan, dalam bahasa sehari- hari, mengingat lagi adalah menggunakan informasi yang disimpan. Jenis-jenis Memori Kita hanya mengetahui memori pada tahap ketiga: pemanggilan kembali. Pemanggilan diketahui dengan empat cara, yaitu: 1) Pengingatan 2) Pengenalan 3) Belajar lagi 4) Redintegrasi
  • 10.
    D3 PAKT -Periklanan 10 DAFTAR PUSTAKA Rakhmat, Jalaluddin.2012.Psikologi Komunikasi.Bandung.Rosda