Komponen
PENELITIAN
Pertemuan Ini akan membahas:
1. Variabel penelitian
2. Populasi dan sampel penelitian
3. Sampling
Variabel Penelitian
• Segala sesuatu yang akan menjadi objek
pengamatan penelitian
• Atribut, nilai/sifat dari objek, individu/kegiatan
yang mempunyai banyak variasi tertentu antara
satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh
peneliti untuk dipelajari dan dicari informasinya
serta ditarik kesimpulannya.
Macam Variabel Penelitian
1) Variabel bebas atau independent variable
Variabel yang nilainya mempengaruhi variabel
lainnya
2) Variabel terikat atau dependent variabel
variabel yang nilainya tergantung dari variabel
lainnya.
Contoh Variabel Penelitian
Judul Penelitian:
Penerapan Pursed Lip Breathing dalam
Menurunkan Tingkat Sesak Nafas pada Pasien
dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Variabel Penelitian dari Judul di atas adalah:
Variabel Independen
Tindakan Pursed Lip
Breathing
Variabel Dependen
Tingkat Sesak Nafas
Mendefinisikan Variabel Penelitian (Definisi
Operasional)
•Penjelasan definisi dari variabel yang telah dipilih
oleh peneliti secara operasional, praktik, riil, dan
nyata dalam lingkup objek penelitian/ objek yang
diteliti
•Definisi operasional BUKAN hasil copas
pengertian secara konsep
Contoh Definisi Operasional
Tingkat Sesak Nafas: Suatu Keadaan dimana
pernafasan seseorang berada diatas batas normal (>24
kali/menit) yang ditandai dengan nafas cepat dan dangkal.
Pursed Lip Breathing adalah suatu tindakan yang
dipercaya dapat menurunkan tingkat sesak nafas dimana
pasien diminta duduk dan bernafas dan menarik nafas dari
hidung lalu menghembuskannya dengan mulut yang
hampir tertutup (seperti bersiul) selama 4-6 detik.
POPULASI DAN SAMPEL
Pengertian
• Populasi adalah jumlah keseluruhan dari
satuan-satuan atau individu-individu yang
karakteristiknya hendak diteliti
• Sampel adalah sebagian dari populasi yang
karakteristiknya hendak diteliti
Sampel yang baik adalah sampel yang bersifat
representatif atau yang dapat menggambarkan
karakteristik
populasi
Kriteria Sampel
kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
10
Kriteria inklusi adalah
karakteristik umum
subjek penelitian dari
suatu populasi target
yang terjangkau yang
akan diteliti
Kriteria eksklusi adalah
menghilangkan/
mengeluarkan subjek
yang memenuhi
kriteria inklusi dari
penelitian karena
sebab-sebab tertentu
Ukuran Sampel
Syarat sampel yang baik adalah:
 tingkat ketepatan (precision)
 seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan sampel
yang terpilih terhadap karakteristik yang
sebenarnya dari populasi
 tingkat kepercayaan (confidence)
 derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan
sebuah sampel
 Confidence level 95%-99%.
 Semakin tinggi Condidence level semakin dapat
dipercaya data tersebut.
MENENTUKAN BESARNYA
SAMPEL
12
1. Dengan persentase (%)
2. Menggunakan tabel (Krejcie,
Nanline, dll)
3. Menggunakan nomogram Harry
King
4. Dengan rumus-rumus statistik
14
Ukuran Sampel
Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan
desain/metode penelitian yang digunakan adalah:
Deskriptif, minimal 10 % dari populasi. Untuk
populasi yang relatif kecil minimal minimal 20%.
Desain deskriptif-korelasional, minimal 30 subjek
Metode ex post facto, minimal 15 subyek per
kelompok
Metode eksperimental, minimal 15 subyek
Penggunaan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan
kondisi populasi dan keadaan lain yang berkaitan
SAMPLING
•Cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai
dengan ukuran sampel
Teknik sampling boleh
dilakukan bila populasi
bersifat homogen
ataumemiliki karakteristik
yang sama atau setidak-
tidaknya hampir sama.Bila
keadaan populasi bersifat
heterogen, sampel yang
dihasilkannya
dapat bersifat tidak
representatif atau tidak dapat
menggambarkan
karakteristik populasi.
Manfaat sampling
• Menghemat beaya
penelitian.
• Menghemat waktu
• menghasilkan data
yang lebih akurat.
• Memperluas ruang
lingkup penlitian.
Teknik sampling secara probabilitas
Merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan
peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk
menjadi sampel.
Syarat dalam penarikan sample probabilitas adalah
tersedianya daftar anggota populasi atau daftar
unsure/elemen populasi (kerangka sample/sampling frame).
17
Teknik sampling secara Nonprobabilitas
Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan
sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti
atau menurut pertimbangan pakar.
Cara ini dilakukan bila tidak mungkin diperoleh daftar
yang lengkap dari populasi penelitian, sehingga tidak
terdapat kesempatan yang sama pada anggota populasi
Teknik Sampling
18
1. Probability Sampling
• Simple Random
Sampling
• Systematic
Random Sampling
• Stratified Random
Sampling
• Cluster/Area
Random Sampling
2. Nonprobability Sampling
• Purposive
sampling
• Accidental
Sampling
• Snowball
Sampling
Beberapa Teknik Probability Sampling:
1. Simple Random Sampling ( Penarikan sample
secara Random/Acak Sederhana)
Caranya :
 Dengan mengundi elemen/anggota populasi
 Dengan menggunakan tabel angka random
Syarat:
oTersedia kerangka sampling
oSifat populasi homogen
oPopulasi tidak terlalu tersebar secara geografis
Contoh daftar/kerangka populasi
20
2. Systematic Random Sampling
(Penarikan sample secara sistematik)
Caranya:
1. Melakukan cek keadaan daftar populasi (kerangka populasi)
2. Menetapkan jarak/interval
N
I = -----------
n
I = Interval
N = Jumlah anggota populasi
n = Jumlah anggota sampel
3. Menetapkan nomor berapa peneliti akan mulai menghitung
(penetapan momor pertama ini dilakukan secara
acak/random)
1, 2, 3, 4 dan 5
4. Anggota sampel berikutnya ditentukan dengan
menambahkan interval pada nomor pertama dan seterusnya
3. Stratified Random Sampling
(Penarikan Sampel Startifikasi)
Caranya:
1. Menetapkan kriteria yang jelas yang akan
digunakan sebagai dasar penetuan strata
(lapisan).
2. Dengan dasar kriteria tersebut populasi dibagi
ke dalam sub-subpopulasi (setiap subpopulasi
diasumsikan homogen)
3. Penentuan besar sampel pada masing-masing
subpopulasi bisa proporsional bisa pula tidak.
4. Penentuan unsur bisa simple random/systematic
23
4. Cluster/area Sampling
(Penarikan Sampel
Berkelompok)
Teknik ini digunakan karena mengalami dua
permasalahan, yaitu:
1) peneliti kekurangan kerangka sampling
yang baik, suatu populasi yang menyebar;
2) Biaya yang tinggi untuk menyusun
kerangka sampling dan menjangkau setiap
elemen sample.
25
Beberapa Teknik Non Probability
Sampling
1. Purposive Sampling (Penarikan Sampel Secara
Sengaja)
• Cara ini membutuhkan kemampuan dan
pengetahuan yang baik dari peneliti terhadap
populasi penelitian.
• Untuk menentukan siapa yang menjadi anggota
sample, maka peneliti harus benar-benar
mengetahui dan beranggapan bahwa orang
yang dipilihnya dapat memberikan informasi
yang diinginkan sesuai dengan permasalahan
penelitian.
3. Accidental/Haphazard Sampling
(Penarikan Sampel Secara Kebetulan)
Penarikan sample ini dilakukan
dengan cara memilih orang yang
kebetulan ditemui.
3. Snow-ball Sampling
(Penarikan Sampel Bola Salju)
Cara penarikan sampel ini dimulai dengan jumlah
yang sedikit akhirnya menjadi banyak, dengan
beberapa tahap.
Pertama, menentukan satu atau beberapa orang
untuk diwawancarai.
Selanjutnya orang-orang tersebut akan berperan
sebagai titik awal penarikan sampel selanjutnya.
• Salah satu kelemahannya adalah sampel yang pada tahap
berikutnya adalah orang-orang terdekat (peer group). Karena
itu orang pertama dipilih lebih dari satu.

KOMPONEN PENELITIAN dalam melakukan research

  • 1.
  • 2.
    Pertemuan Ini akanmembahas: 1. Variabel penelitian 2. Populasi dan sampel penelitian 3. Sampling
  • 3.
    Variabel Penelitian • Segalasesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian • Atribut, nilai/sifat dari objek, individu/kegiatan yang mempunyai banyak variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasinya serta ditarik kesimpulannya.
  • 4.
    Macam Variabel Penelitian 1)Variabel bebas atau independent variable Variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya 2) Variabel terikat atau dependent variabel variabel yang nilainya tergantung dari variabel lainnya.
  • 5.
    Contoh Variabel Penelitian JudulPenelitian: Penerapan Pursed Lip Breathing dalam Menurunkan Tingkat Sesak Nafas pada Pasien dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Variabel Penelitian dari Judul di atas adalah: Variabel Independen Tindakan Pursed Lip Breathing Variabel Dependen Tingkat Sesak Nafas
  • 6.
    Mendefinisikan Variabel Penelitian(Definisi Operasional) •Penjelasan definisi dari variabel yang telah dipilih oleh peneliti secara operasional, praktik, riil, dan nyata dalam lingkup objek penelitian/ objek yang diteliti •Definisi operasional BUKAN hasil copas pengertian secara konsep
  • 7.
    Contoh Definisi Operasional TingkatSesak Nafas: Suatu Keadaan dimana pernafasan seseorang berada diatas batas normal (>24 kali/menit) yang ditandai dengan nafas cepat dan dangkal. Pursed Lip Breathing adalah suatu tindakan yang dipercaya dapat menurunkan tingkat sesak nafas dimana pasien diminta duduk dan bernafas dan menarik nafas dari hidung lalu menghembuskannya dengan mulut yang hampir tertutup (seperti bersiul) selama 4-6 detik.
  • 8.
  • 9.
    Pengertian • Populasi adalahjumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti • Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti Sampel yang baik adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi
  • 10.
    Kriteria Sampel kriteria inklusidan kriteria eksklusi. 10 Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti Kriteria eksklusi adalah menghilangkan/ mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu
  • 11.
    Ukuran Sampel Syarat sampelyang baik adalah:  tingkat ketepatan (precision)  seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan sampel yang terpilih terhadap karakteristik yang sebenarnya dari populasi  tingkat kepercayaan (confidence)  derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel  Confidence level 95%-99%.  Semakin tinggi Condidence level semakin dapat dipercaya data tersebut.
  • 12.
    MENENTUKAN BESARNYA SAMPEL 12 1. Denganpersentase (%) 2. Menggunakan tabel (Krejcie, Nanline, dll) 3. Menggunakan nomogram Harry King 4. Dengan rumus-rumus statistik
  • 14.
  • 15.
    Ukuran Sampel Ukuran minimumsampel yang dapat diterima berdasarkan desain/metode penelitian yang digunakan adalah: Deskriptif, minimal 10 % dari populasi. Untuk populasi yang relatif kecil minimal minimal 20%. Desain deskriptif-korelasional, minimal 30 subjek Metode ex post facto, minimal 15 subyek per kelompok Metode eksperimental, minimal 15 subyek Penggunaan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi populasi dan keadaan lain yang berkaitan
  • 16.
    SAMPLING •Cara untuk menentukansampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen ataumemiliki karakteristik yang sama atau setidak- tidaknya hampir sama.Bila keadaan populasi bersifat heterogen, sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi. Manfaat sampling • Menghemat beaya penelitian. • Menghemat waktu • menghasilkan data yang lebih akurat. • Memperluas ruang lingkup penlitian.
  • 17.
    Teknik sampling secaraprobabilitas Merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Syarat dalam penarikan sample probabilitas adalah tersedianya daftar anggota populasi atau daftar unsure/elemen populasi (kerangka sample/sampling frame). 17 Teknik sampling secara Nonprobabilitas Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Cara ini dilakukan bila tidak mungkin diperoleh daftar yang lengkap dari populasi penelitian, sehingga tidak terdapat kesempatan yang sama pada anggota populasi
  • 18.
    Teknik Sampling 18 1. ProbabilitySampling • Simple Random Sampling • Systematic Random Sampling • Stratified Random Sampling • Cluster/Area Random Sampling 2. Nonprobability Sampling • Purposive sampling • Accidental Sampling • Snowball Sampling
  • 19.
    Beberapa Teknik ProbabilitySampling: 1. Simple Random Sampling ( Penarikan sample secara Random/Acak Sederhana) Caranya :  Dengan mengundi elemen/anggota populasi  Dengan menggunakan tabel angka random Syarat: oTersedia kerangka sampling oSifat populasi homogen oPopulasi tidak terlalu tersebar secara geografis
  • 20.
  • 21.
    2. Systematic RandomSampling (Penarikan sample secara sistematik) Caranya: 1. Melakukan cek keadaan daftar populasi (kerangka populasi) 2. Menetapkan jarak/interval N I = ----------- n I = Interval N = Jumlah anggota populasi n = Jumlah anggota sampel 3. Menetapkan nomor berapa peneliti akan mulai menghitung (penetapan momor pertama ini dilakukan secara acak/random) 1, 2, 3, 4 dan 5 4. Anggota sampel berikutnya ditentukan dengan menambahkan interval pada nomor pertama dan seterusnya
  • 22.
    3. Stratified RandomSampling (Penarikan Sampel Startifikasi) Caranya: 1. Menetapkan kriteria yang jelas yang akan digunakan sebagai dasar penetuan strata (lapisan). 2. Dengan dasar kriteria tersebut populasi dibagi ke dalam sub-subpopulasi (setiap subpopulasi diasumsikan homogen) 3. Penentuan besar sampel pada masing-masing subpopulasi bisa proporsional bisa pula tidak. 4. Penentuan unsur bisa simple random/systematic
  • 23.
  • 24.
    4. Cluster/area Sampling (PenarikanSampel Berkelompok) Teknik ini digunakan karena mengalami dua permasalahan, yaitu: 1) peneliti kekurangan kerangka sampling yang baik, suatu populasi yang menyebar; 2) Biaya yang tinggi untuk menyusun kerangka sampling dan menjangkau setiap elemen sample.
  • 25.
  • 26.
    Beberapa Teknik NonProbability Sampling 1. Purposive Sampling (Penarikan Sampel Secara Sengaja) • Cara ini membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang baik dari peneliti terhadap populasi penelitian. • Untuk menentukan siapa yang menjadi anggota sample, maka peneliti harus benar-benar mengetahui dan beranggapan bahwa orang yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian.
  • 27.
    3. Accidental/Haphazard Sampling (PenarikanSampel Secara Kebetulan) Penarikan sample ini dilakukan dengan cara memilih orang yang kebetulan ditemui.
  • 28.
    3. Snow-ball Sampling (PenarikanSampel Bola Salju) Cara penarikan sampel ini dimulai dengan jumlah yang sedikit akhirnya menjadi banyak, dengan beberapa tahap. Pertama, menentukan satu atau beberapa orang untuk diwawancarai. Selanjutnya orang-orang tersebut akan berperan sebagai titik awal penarikan sampel selanjutnya. • Salah satu kelemahannya adalah sampel yang pada tahap berikutnya adalah orang-orang terdekat (peer group). Karena itu orang pertama dipilih lebih dari satu.