Kelompok 3 ;
- Rivan parekan
- Herdi febrian
- Rizal Abdi p
- M Ghafar p r
- Syarif maulidan
Kopling Magnet di pasang pada poros
kompresor. Fungsi dari kopling
magnet adalah untuk
menghubungkan dan memutuskan
putaran engine ke kompresor.
Kopling magnet akan berfungsi ketika
air conditioner dihidupkan maka
kopling akan menghubungkan putaran
mesin dengan kompresor, sehingga
kompresor dapat bekerja.
Berikut komponen pada kopling
magnet :
Fungsi utamanya adalah
menghasilkan arus listrik, jenis arus
listrik yang diciptakannya adalah arus
bolak balik atau AC pada saat rotor
memiliki medan magnet yang
berputar.
Letak dari kumparan stator ada di
dalam alternator dan di bagian luar
dari rotor coil. Jarak antara
permukaan rotor dengan stator sendiri
hanya beberapa milimeter. Jarak
tersebut sengaja dibuat agar fungsi
stator dapat bekerja dengan baik.
 Center Piece Pulley AC memiliki peran
utama dalam menghubungkan
kompresor AC dengan mesin
kendaraan melalui sabuk penggerak.
Fungsi utamanya adalah untuk
mentransmisikan daya dari mesin ke
kompresor AC, yang menghasilkan
tekanan pada sistem AC dan
mendorong pergerakan refrigeran
untuk menghasilkan udara dingin.
Dengan demikian, Center Piece Pulley
AC memainkan peran penting dalam
menjaga performa dan efisiensi sistem
AC mobil.
Rotor merupakan komponen penggerak
sistem elektromagnetik pada motor listrik
, generator listrik , atau alternator .
Rotasinya disebabkan oleh interaksi
antara belitan dan medan magnet yang
menghasilkan torsi di sekitar sumbu
rotor.
Dalam mesin induksi tiga fasa, arus
bolak-balik yang disuplai ke belitan stator
memberinya energi untuk menciptakan
fluks magnet yang berputar. Fluks
menghasilkan medan magnet di celah
udara antara stator dan rotor dan
menginduksi tegangan yang
menghasilkan arus melalui batang rotor.
Rangkaian rotor mengalami korsleting
dan arus mengalir pada konduktor rotor.
Aksi fluks yang berputar dan arus
menghasilkan gaya yang menghasilkan
torsi untuk menghidupkan motor
 Pressure Plate, merupakan salah satu
komponen magnetic clutch yang
memiliki fungsi untuk menghubungkan
poros kompresor dengan pulley.
Pressure plate terhubung dengan
poros kompresor melalui alur yang
terdapat pada bagian tengah presure
plate. Oleh karena itu, apabila terjadi
kemagnetan pada solenoid maka
pressure plate akan tertarik dan
menempel pada pulley. Hal ini yang
menyebabkan kompresor ikut berputar
dan bekerja untuk memompa freon
atau refrigerant.
Penyebab Kerusakan Magnetic
Clutch AC
 Kerusakan pulley dapat menyebabkan fungsi AC mobil terganggu. Ada
beberapa hal yang ternyata dapat menyebabkan kopling magnet
rusak, berikut di antaranya,
 Kualitas
 Kualitas dari sebuah spare part memang sangat penting untuk
mengetahui sampai kapan komponen akan berfungsi dengan normal.
Semakin bagus kualitasnya, pulley akan semakin awet dan bisa
bekerja lebih lama. Tetapi, banyak ditemukan di pasaran kopling
magnet ini dijual dengan kualitas yang rendah.
 Umur
 Umur dari spare part ini juga bergantung pada kualitasnya. Semakin
tinggi kualitasnya, maka akan semakin lama jangka waktu
penggunaanya. Rata-rata umur magnetic klat mulai dari 3 bulan dan
bisa sampai 5 tahun.
Ciri-ciri Kerusakan Magnetic Clutch
AC
 Kerusakan magnetic clutch bisa terjadi karena banyak hal, tetapi
umumnya hal ini bukan kerusakan bawaan, karena bisa terjadi pada
setiap jenis mobil yang terdapat AC di dalamnya. Kerusakan pada
komponen ini dapat terdeteksi dari beberapa indikasi sebagai berikut.
 Terdapat Penurunan Kinerja AC Mobil.
 Dalam kasus ini, AC tetap hidup tetapi hembusan yang dihasilkan
tidak dingin, jadi hanya keluar angin saja. Bahkan bisa tiba-tiba terasa
panas. AC hanya bisa dingin ketika kendaraan sedang dalam
kecepatan tinggi atau pada malam hari saja.
 Terdapat Bunyi dari Magnetik Kalt
 Suara yang ditimbulkan oleh kopling magnet dapat terjadi pada saat
AC nyala maupun mati. Ketika AC mati dan keluar bunyi, biasanya ini
karena putaran pulley terus menerus bergesekan dengan centerpiece
atau pressure plate.
 Warna Pulley Berubah
 Indikasi selanjutnya adalah terdapat warna merah atau terjadi
kegosongan pada pulley. Hal ini menunjukkan adanya keausan karena
terjadi selip yang berulang kali. Akibatnya, pinggirannya menjadi
memerah karena panas.
 Kondensor
 Selanjutnya, beralih pada bagian penting lainnya
yakni kondensor. Sama seperti kompresor,
kondensor juga memiliki fungsi yang sangat
penting. Fungsi kondensor yakni sebagai
pendingin dengan cara melepaskan aura panas
dari freon. Tidak sendiri, proses pendinginan ini
dibantu oleh teman kondensor yakni cooling fan.
 Blower
 Memiliki bentuk yang cukup mirip dengan
cooling fans, blower memiliki fungsi yang
berbeda cukup jauh dengan komponen tersebut.
Fungsi utama dari blower adalah
menghembuskan udara yang melalui bagian
evaporator. Komponen AC mobil yang satu ini
menjadi ventilator dari sebuah sistem ventilasi
yang ada di mobil. Melihat dari deskripsi
tersebut, tentu Anda sudah dapat mengetahui
seberapa pentingnya blower
 AC Panel (cooling panel) adalah alat
pendingin panel elektrik yang
berfungsi untuk menjaga panel mesin
Anda dari retensi panas, debu, dan
asap pabrik. AC panel tersedia dalam
dimensi dan besar daya yang
beragam, yang dapat digunakan
sesuai kebutuhan.
 AC Panel adalah alat pendingin panel
yang bekerja dengan cara
memindahkan panas dari dalam ke
luar panel dan mendistribusikan aliran
udara dingin yang stabil ke dalam
panel.
 Dalam lingkungan pabrik, ada beberapa
permasalahan yang umum terjadi yaitu heat
problem dan adanya kontaminan seperti debu,
bahan kimia, dan asap pabrik. Mesin tanpa
pendingin cenderung memiliki lifetime yang lebih
rendah. Oleh karena itu dibutuhkan Cooling
panel (AC Panel).
 Selain Cooling panel, ada beberapa alat yang
biasa digunakan untuk mendinginkan panel
mesin, yaitu Fan, Heat Exchanger, dan Air
Conditioner. Tetapi apakah dapat bekerja
optimal?
 Penggunaan Fan maupun Heat Exchanger
untuk mendinginkan mesin, cenderung hanya
memberikan ketahanan lifetime mesin sedikit
lebih lama dibandingkan mesin tanpa pendingin.
 Sementara itu, lingkungan workshop yang
mengandalkan AC saja untuk mesinnya juga
tidaklah optimal. Hal ini dikarenakan udara yang
didistribusikan oleh AC tidak merata hingga ke
dalam mesin.
 Sedangkan dengan Cooling panel, hasil yang
didapatkan lebih maksimal karena alat dipasang
langsung pada panel mesin. Dengan begitu,
udara dingin dapat didistribusikan dengan stabil
ke dalam panel mesin dan dapat meningkatkan
performa mesin Anda.
Freon atau refrigerant adalah senyawa
kimia yang berguna untuk mentransfer
panas dan dalam prosesnya mengalami
perubahan wujud dari gas menjadi
cairan, begitu juga sebaliknya. Kadang
kala, masyarakat menyebutnya juga
sebagai freon.
Refrigerant biasanya digunakan pada
alat yang memiliki fungsi pengaturan
suhu, seperti kulkas, pendingin ruangan,
dan pemanas geothermal. Penamaan
produk refrigerant pun umumnya diawali
dengan huruf R. Setelah huruf R,
kemudian diikuti angka yang ditentukan
berdasarkan struktur kimia masing-
masing senyawa, seperti R22, R32,
R410a, dan lainnya.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya,
refrigerant adalah solusi udara dingin
ruangan karena biasanya pun digunakan
sebagai komponen AC. Untuk mengenal
refrigerant lebih lanjut, berikut
penjelasan lengkapnya, dari karakteristik
senyawa sampai jenis-jenis yang ada di
pasaran.
 Karakteristik Senyawa Refrigerant
 Seperti yang dijelaskan di atas bahwa refrigerant adalah suatu senyawa kimia.
Senyawa ini bisa mengubah gas menjadi air dan sebaliknya sehingga dibutuhkan
lebih banyak pemberian suhu dan tekanan. Untuk itu, refrigerant memiliki karakteristik
senyawa tertentu, yaitu sebagai berikut.
 Titik didihnya rendah
 Kalor latennya tinggi
 Tidak korosif
 Tidak mudah terbakar dan meledak
 Baunya mudah dicium sehingga kebocoran bisa mudah dideteksi
 Mudah bercampur dengan minyak
 Fungsi Refrigerant
 Refrigerant adalah komponen penting pada
sistem pendingin, seperti AC. Fungsi
utamanya adalah menyerap dan membawa
panas yang berasal dari dalam ruangan ke
luar lingkungan. Dalam hal ini, refrigeran
akan disirkulasikan ke seluruh komponen AC
untuk menjalankan fungsinya dan seiring
mengalirnya refrigerant ke seluruh bagian
AC, fluida tersebut akan mengalami
perubahan bentuk dari cairan menjadi gas,
begitu pun sebaliknya.
 Namun, hal yang perlu diperhatikan, tak
semua jenis refrigerant cocok untuk dijadikan
sebagai pembawa panas pada AC. Beberapa
di antaranya ada yang tidak ramah
lingkungan sehingga butuh pertimbangan.
 Kegunaan Refrigerant
 Menghangatkan
 Khusus di negara-negara barat, diaplikasikan
sistem geothermal yang berguna menjaga
suhu ruangan agar tetap stabil. Jika
memasuki musim dingin, tentunya ini sangat
membantu menjaga suhu ruangan tetap
hangat.
 Mendinginkan dan Membekukan
 Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya
bahwa refrigerant adalah senyawa yang bisa
menghantarkan panas sehingga bisa
dimanfaatkan pada sistem heat pump untuk
mewujudkan suhu udara dingin. Tak hanya
itu, senyawa ini pun bisa mendukung fungsi
pembekuan pada freezer kulkas.
 CFC, terdiri dari klorin, fluorin, dan karbon, jenis ini terbukti merusak ozon sehingga
pemakaiannya sudah dilarang. Contohnya, R-11, R-12, R-13, dan R-113.
 HCFC, singkatan dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Meski lebih aman dari
CFC, banyak negara yang berkomitmen memberhentikan pemakaiannya karena tetap
berdampak negatif pada lingkungan. Contohnya, R-22, R-123, dan R-142b.
 HFC, terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon. Meski lebih aman dibandingkan dua
jenis di atas, namun beberapa negara, seperti Jepang, tetap ingin menurunkan
pemakaiannya. Contohnya, R-32, R-143a, dan R-152a.
 HC, terdiri dari hidrogen dan karbon, jenis ini adalah salah satu alternatif yang disukai
karena lebih aman dari tiga refrigerant di atas. Contohnya, R290, R600, dan R600a.
 HFO, terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon, jenis ini terbukti lebih ramah
lingkungan karena tidak mencemari ozon. Contohnya, R-1234yf.
Komponen – komponen AC.pptx

Komponen – komponen AC.pptx

  • 1.
    Kelompok 3 ; -Rivan parekan - Herdi febrian - Rizal Abdi p - M Ghafar p r - Syarif maulidan
  • 2.
    Kopling Magnet dipasang pada poros kompresor. Fungsi dari kopling magnet adalah untuk menghubungkan dan memutuskan putaran engine ke kompresor. Kopling magnet akan berfungsi ketika air conditioner dihidupkan maka kopling akan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor, sehingga kompresor dapat bekerja. Berikut komponen pada kopling magnet :
  • 3.
    Fungsi utamanya adalah menghasilkanarus listrik, jenis arus listrik yang diciptakannya adalah arus bolak balik atau AC pada saat rotor memiliki medan magnet yang berputar. Letak dari kumparan stator ada di dalam alternator dan di bagian luar dari rotor coil. Jarak antara permukaan rotor dengan stator sendiri hanya beberapa milimeter. Jarak tersebut sengaja dibuat agar fungsi stator dapat bekerja dengan baik.
  • 4.
     Center PiecePulley AC memiliki peran utama dalam menghubungkan kompresor AC dengan mesin kendaraan melalui sabuk penggerak. Fungsi utamanya adalah untuk mentransmisikan daya dari mesin ke kompresor AC, yang menghasilkan tekanan pada sistem AC dan mendorong pergerakan refrigeran untuk menghasilkan udara dingin. Dengan demikian, Center Piece Pulley AC memainkan peran penting dalam menjaga performa dan efisiensi sistem AC mobil.
  • 5.
    Rotor merupakan komponenpenggerak sistem elektromagnetik pada motor listrik , generator listrik , atau alternator . Rotasinya disebabkan oleh interaksi antara belitan dan medan magnet yang menghasilkan torsi di sekitar sumbu rotor. Dalam mesin induksi tiga fasa, arus bolak-balik yang disuplai ke belitan stator memberinya energi untuk menciptakan fluks magnet yang berputar. Fluks menghasilkan medan magnet di celah udara antara stator dan rotor dan menginduksi tegangan yang menghasilkan arus melalui batang rotor. Rangkaian rotor mengalami korsleting dan arus mengalir pada konduktor rotor. Aksi fluks yang berputar dan arus menghasilkan gaya yang menghasilkan torsi untuk menghidupkan motor
  • 6.
     Pressure Plate,merupakan salah satu komponen magnetic clutch yang memiliki fungsi untuk menghubungkan poros kompresor dengan pulley. Pressure plate terhubung dengan poros kompresor melalui alur yang terdapat pada bagian tengah presure plate. Oleh karena itu, apabila terjadi kemagnetan pada solenoid maka pressure plate akan tertarik dan menempel pada pulley. Hal ini yang menyebabkan kompresor ikut berputar dan bekerja untuk memompa freon atau refrigerant.
  • 7.
    Penyebab Kerusakan Magnetic ClutchAC  Kerusakan pulley dapat menyebabkan fungsi AC mobil terganggu. Ada beberapa hal yang ternyata dapat menyebabkan kopling magnet rusak, berikut di antaranya,  Kualitas  Kualitas dari sebuah spare part memang sangat penting untuk mengetahui sampai kapan komponen akan berfungsi dengan normal. Semakin bagus kualitasnya, pulley akan semakin awet dan bisa bekerja lebih lama. Tetapi, banyak ditemukan di pasaran kopling magnet ini dijual dengan kualitas yang rendah.  Umur  Umur dari spare part ini juga bergantung pada kualitasnya. Semakin tinggi kualitasnya, maka akan semakin lama jangka waktu penggunaanya. Rata-rata umur magnetic klat mulai dari 3 bulan dan bisa sampai 5 tahun. Ciri-ciri Kerusakan Magnetic Clutch AC  Kerusakan magnetic clutch bisa terjadi karena banyak hal, tetapi umumnya hal ini bukan kerusakan bawaan, karena bisa terjadi pada setiap jenis mobil yang terdapat AC di dalamnya. Kerusakan pada komponen ini dapat terdeteksi dari beberapa indikasi sebagai berikut.  Terdapat Penurunan Kinerja AC Mobil.  Dalam kasus ini, AC tetap hidup tetapi hembusan yang dihasilkan tidak dingin, jadi hanya keluar angin saja. Bahkan bisa tiba-tiba terasa panas. AC hanya bisa dingin ketika kendaraan sedang dalam kecepatan tinggi atau pada malam hari saja.  Terdapat Bunyi dari Magnetik Kalt  Suara yang ditimbulkan oleh kopling magnet dapat terjadi pada saat AC nyala maupun mati. Ketika AC mati dan keluar bunyi, biasanya ini karena putaran pulley terus menerus bergesekan dengan centerpiece atau pressure plate.  Warna Pulley Berubah  Indikasi selanjutnya adalah terdapat warna merah atau terjadi kegosongan pada pulley. Hal ini menunjukkan adanya keausan karena terjadi selip yang berulang kali. Akibatnya, pinggirannya menjadi memerah karena panas.
  • 8.
     Kondensor  Selanjutnya,beralih pada bagian penting lainnya yakni kondensor. Sama seperti kompresor, kondensor juga memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi kondensor yakni sebagai pendingin dengan cara melepaskan aura panas dari freon. Tidak sendiri, proses pendinginan ini dibantu oleh teman kondensor yakni cooling fan.  Blower  Memiliki bentuk yang cukup mirip dengan cooling fans, blower memiliki fungsi yang berbeda cukup jauh dengan komponen tersebut. Fungsi utama dari blower adalah menghembuskan udara yang melalui bagian evaporator. Komponen AC mobil yang satu ini menjadi ventilator dari sebuah sistem ventilasi yang ada di mobil. Melihat dari deskripsi tersebut, tentu Anda sudah dapat mengetahui seberapa pentingnya blower
  • 9.
     AC Panel(cooling panel) adalah alat pendingin panel elektrik yang berfungsi untuk menjaga panel mesin Anda dari retensi panas, debu, dan asap pabrik. AC panel tersedia dalam dimensi dan besar daya yang beragam, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.  AC Panel adalah alat pendingin panel yang bekerja dengan cara memindahkan panas dari dalam ke luar panel dan mendistribusikan aliran udara dingin yang stabil ke dalam panel.
  • 10.
     Dalam lingkunganpabrik, ada beberapa permasalahan yang umum terjadi yaitu heat problem dan adanya kontaminan seperti debu, bahan kimia, dan asap pabrik. Mesin tanpa pendingin cenderung memiliki lifetime yang lebih rendah. Oleh karena itu dibutuhkan Cooling panel (AC Panel).  Selain Cooling panel, ada beberapa alat yang biasa digunakan untuk mendinginkan panel mesin, yaitu Fan, Heat Exchanger, dan Air Conditioner. Tetapi apakah dapat bekerja optimal?  Penggunaan Fan maupun Heat Exchanger untuk mendinginkan mesin, cenderung hanya memberikan ketahanan lifetime mesin sedikit lebih lama dibandingkan mesin tanpa pendingin.  Sementara itu, lingkungan workshop yang mengandalkan AC saja untuk mesinnya juga tidaklah optimal. Hal ini dikarenakan udara yang didistribusikan oleh AC tidak merata hingga ke dalam mesin.  Sedangkan dengan Cooling panel, hasil yang didapatkan lebih maksimal karena alat dipasang langsung pada panel mesin. Dengan begitu, udara dingin dapat didistribusikan dengan stabil ke dalam panel mesin dan dapat meningkatkan performa mesin Anda.
  • 11.
    Freon atau refrigerantadalah senyawa kimia yang berguna untuk mentransfer panas dan dalam prosesnya mengalami perubahan wujud dari gas menjadi cairan, begitu juga sebaliknya. Kadang kala, masyarakat menyebutnya juga sebagai freon. Refrigerant biasanya digunakan pada alat yang memiliki fungsi pengaturan suhu, seperti kulkas, pendingin ruangan, dan pemanas geothermal. Penamaan produk refrigerant pun umumnya diawali dengan huruf R. Setelah huruf R, kemudian diikuti angka yang ditentukan berdasarkan struktur kimia masing- masing senyawa, seperti R22, R32, R410a, dan lainnya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, refrigerant adalah solusi udara dingin ruangan karena biasanya pun digunakan sebagai komponen AC. Untuk mengenal refrigerant lebih lanjut, berikut penjelasan lengkapnya, dari karakteristik senyawa sampai jenis-jenis yang ada di pasaran.
  • 12.
     Karakteristik SenyawaRefrigerant  Seperti yang dijelaskan di atas bahwa refrigerant adalah suatu senyawa kimia. Senyawa ini bisa mengubah gas menjadi air dan sebaliknya sehingga dibutuhkan lebih banyak pemberian suhu dan tekanan. Untuk itu, refrigerant memiliki karakteristik senyawa tertentu, yaitu sebagai berikut.  Titik didihnya rendah  Kalor latennya tinggi  Tidak korosif  Tidak mudah terbakar dan meledak  Baunya mudah dicium sehingga kebocoran bisa mudah dideteksi  Mudah bercampur dengan minyak
  • 13.
     Fungsi Refrigerant Refrigerant adalah komponen penting pada sistem pendingin, seperti AC. Fungsi utamanya adalah menyerap dan membawa panas yang berasal dari dalam ruangan ke luar lingkungan. Dalam hal ini, refrigeran akan disirkulasikan ke seluruh komponen AC untuk menjalankan fungsinya dan seiring mengalirnya refrigerant ke seluruh bagian AC, fluida tersebut akan mengalami perubahan bentuk dari cairan menjadi gas, begitu pun sebaliknya.  Namun, hal yang perlu diperhatikan, tak semua jenis refrigerant cocok untuk dijadikan sebagai pembawa panas pada AC. Beberapa di antaranya ada yang tidak ramah lingkungan sehingga butuh pertimbangan.  Kegunaan Refrigerant  Menghangatkan  Khusus di negara-negara barat, diaplikasikan sistem geothermal yang berguna menjaga suhu ruangan agar tetap stabil. Jika memasuki musim dingin, tentunya ini sangat membantu menjaga suhu ruangan tetap hangat.  Mendinginkan dan Membekukan  Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa refrigerant adalah senyawa yang bisa menghantarkan panas sehingga bisa dimanfaatkan pada sistem heat pump untuk mewujudkan suhu udara dingin. Tak hanya itu, senyawa ini pun bisa mendukung fungsi pembekuan pada freezer kulkas.
  • 14.
     CFC, terdiridari klorin, fluorin, dan karbon, jenis ini terbukti merusak ozon sehingga pemakaiannya sudah dilarang. Contohnya, R-11, R-12, R-13, dan R-113.  HCFC, singkatan dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Meski lebih aman dari CFC, banyak negara yang berkomitmen memberhentikan pemakaiannya karena tetap berdampak negatif pada lingkungan. Contohnya, R-22, R-123, dan R-142b.  HFC, terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon. Meski lebih aman dibandingkan dua jenis di atas, namun beberapa negara, seperti Jepang, tetap ingin menurunkan pemakaiannya. Contohnya, R-32, R-143a, dan R-152a.  HC, terdiri dari hidrogen dan karbon, jenis ini adalah salah satu alternatif yang disukai karena lebih aman dari tiga refrigerant di atas. Contohnya, R290, R600, dan R600a.  HFO, terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon, jenis ini terbukti lebih ramah lingkungan karena tidak mencemari ozon. Contohnya, R-1234yf.