COGNITIVE DISSONANCE
  DISONAN KOGNITIF




    I DON’T KNOW WHAT THAT IS!!!
Cognitive dissonance is the term used in modern psychology to
describe the state of holding two or more
conflicting cognitions (e.g. ideas, beliefs,
values, emotional reactions) simultaneously.

Teori disonan kognitif merupakan sebuah teori dalam psikologi
sosial yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan
seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku yang saling
bertentangan dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah
demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut.



           *DEFINITION OF THEORY
                              DEFINISI TEORI
In a state of dissonance, people may sometimes feel
surprise, dread, guilt, anger, or embarrassment.

Dalam keadaan disonan, kadang-kala orang tersebut
mungkin berasa terkejut, takut, rasa bersalah, marah,
atau rasa malu.
*Leon
  Festinger
      (1957)
*MAIN CONCEPTS AND VARIABLES
      KONSEP UTAMA DAN VARIABEL
     Cognitive - Way of knowing beliefs,judgments,and
      thought.
      Kognitif - Cara/proses kita mengetahui, percaya,
      membuat andaian / pertimbangan, dan pemikiran

     Cognitive dissonance - Feeling of discomfort from
      inconsistent attitudes, thought, and behaviours.
       Disonan kognitif-Perasaan tidak selesa akibat daripada
       ketidakselarian dalam pemikiran, sikap, dan tingkahlaku.
* VARIABLE OF THEORY
 PEMBOLEHUBAH TEORI
  •   Independent Variable: Conflicts Between the
      Cognitions (i.e.: Beliefs, opinions, attitudes,
      behaviours…)
      Angkubah Bebas: Konflik Antara Kognisi
      (cth:kepercayaan, pandangan, sikap, kelakuan…)
  •   Dependent variable:
      Reaction (Strengthen of Dissonance
      Angkubah Bergantung:
      Reaksi (Kedayaan Disonan)
*   When conflict between cognitions found bigger, the bigger
    dissonant will occur.
    Apabila konflik antara kognisi yang ditemui semakin besar, disonan
    yang timbul akan semakin besar.


*   When conflict between cognitions found smaller, dissonant occur
    also decrease.
    Apabila konflik antara kognisi yang ditemui semakin kecil, disonan
    yang timbul juga akan berkurang.
Application / Aplikasi



Teori Disonan digunakan dalam semua situasi yang melibatkan
pembentukan sikap dan perubahan. Ia khususnya berkaitan
dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.
* Advertisement
  Creativity of advertisement  cause dissonance 
 approach to product
 Pengiklanan
 Iklan yang kreatif  menyebabkan disonansi  ingin tahu
 lebih tentang produk tersebut


* Education
 Teacher comes out a concept that different from students
 perspective  students confuse (dissonance)  find out the
 answer
 Pembelajaran
 Guru menyatakan konsep yang berbeza daripada pelajar 
 pelajar keliru (disonansi)  ingin mencari jawapan
*FUTURE OF THEORY
                     MASA DEPAN TEORI
* The more difficult we received to enter into a group at the beginning, the
 higher the commitment given after admission.
 Semakin sukar kita diterima untuk memasuki sesuatu kumpulan pada
 waktu permulaan, semakin tinggi komitmen yang diberi setelah diterima
 masuk.

* Knowledge of the implications of their actions in the future makes them
 easier to face the results of their actions.
 Pengetahuan tentang implikasi tindakan mereka pada masa
 depan membuatkan mereka lebih mudah menghadapi hasil
 tindakan mereka.
METHOD TO RESOLVE DISSONANCE
               CARA UNTUK MENGATASI DISONANSI

~Change beliefs
Perhaps the simplest way to resolve dissonance between actions and
beliefs is simply to change your beliefs.
cheating in exam is wrong, but you did it. (dissonance occur)

   change belief: cheating in exam is normal phenomena.

~Mengubahkan Kepercayaan
Cara yang paling mudah untuk menyelesaikan percanggahan antara tindakan dan
kepercayaan ialah mengubah kepercayaan anda.
meniru/menipu dalam peperiksaan adalah salah, tetapi kamu telah melakukannya.

  mengubah kepercayaan: meniru/menipu dalam peperiksaan adalah fenomena yang
  biasa.
~Change Action
A second option would be to make sure that you never do
this action again. Lord knows that guilt and anxiety can be
motivators for changing behavior. So, you may say to
yourself that you will never cheat on a test again, and this
may aid in resolving the dissonance.


~Mengubah tindakan
Pilihan kedua adalah memastikan bahawa anda tidak mengulangi
tindakan ini sekali lagi. Tuhan akan mengetahui bahawa kesalahan dan
kebimbangan mungkin adalah faktor untuk mengubah tingkah laku
seseorang. Jadi, anda memberitahu diri tidak akan meniru ujian lagi ,
cara ini mungkin dapat menyelesaikan masalah percanggahan
~Change perception of action
A third and more complex method of resolution is to change the way
you view/remember/perceive your action. In more colloquial terms, you
would "rationalize" your actions. For example, you might decide that the
test you cheated on was for a dumb class that you didn’t need anyway.
Or you may say to yourself that everyone cheats so why not you? In
other words, you think about your action in a different manner or
context so that it no longer appears to be inconsistent with your beliefs.


~Tukar Persepsi Tindakan
kaedah ketiga ialah mengubah cara anda melihat /mengingat / memerhati
tindakan anda. Dalam terma yang lebih basahan, anda akan "merasionalkan"
tindakan anda. Misalnya, anda boleh menganggapkan bahawa anda berada
kelas yang tidak begitu cermerlang kenapa perlu meniru dalam ujian ini.Ataupun
anda menganggapkan semua orang pun meniru jadi kenapa saya tidak boleh?
Dengan kata lain, anda berfikir tindakan anda dalam cara lain supaya ia tidak
lagi muncul untuk menjadi berlawan dengan kepercayaan anda.
CRITICISMS
                          KRITIKAN
*   This Theory assessed less owning use because this theory not explain
    clearly and how a person will be trying to reduce dissonance.
    Teori ini dinilai kurang memiliki kegunaan kerana teori ini tidak
    menjelaskan secara menyeluruh kapan dan bagaimana seseorang akan
     mencuba untuk mengurangi disonan.

*   The testing possibility not fully exist in this theory. The testing possibility
    mean ability to prove what theory is true or wrong.
    Kemungkinan pengujian tidak sepenuhnya terdapat dalam teori ini.
    Kemungkinan pengujian bererti kemampuan untuk membuktikan apakah
    teori tersebut .
The End
Sekian Terima
Kasih

Kom 3207 cognitive dissonance

  • 1.
    COGNITIVE DISSONANCE DISONAN KOGNITIF I DON’T KNOW WHAT THAT IS!!!
  • 2.
    Cognitive dissonance isthe term used in modern psychology to describe the state of holding two or more conflicting cognitions (e.g. ideas, beliefs, values, emotional reactions) simultaneously. Teori disonan kognitif merupakan sebuah teori dalam psikologi sosial yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku yang saling bertentangan dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut. *DEFINITION OF THEORY DEFINISI TEORI
  • 3.
    In a stateof dissonance, people may sometimes feel surprise, dread, guilt, anger, or embarrassment. Dalam keadaan disonan, kadang-kala orang tersebut mungkin berasa terkejut, takut, rasa bersalah, marah, atau rasa malu.
  • 4.
  • 5.
    *MAIN CONCEPTS ANDVARIABLES KONSEP UTAMA DAN VARIABEL  Cognitive - Way of knowing beliefs,judgments,and thought. Kognitif - Cara/proses kita mengetahui, percaya, membuat andaian / pertimbangan, dan pemikiran  Cognitive dissonance - Feeling of discomfort from inconsistent attitudes, thought, and behaviours. Disonan kognitif-Perasaan tidak selesa akibat daripada ketidakselarian dalam pemikiran, sikap, dan tingkahlaku.
  • 6.
    * VARIABLE OFTHEORY PEMBOLEHUBAH TEORI • Independent Variable: Conflicts Between the Cognitions (i.e.: Beliefs, opinions, attitudes, behaviours…) Angkubah Bebas: Konflik Antara Kognisi (cth:kepercayaan, pandangan, sikap, kelakuan…) • Dependent variable: Reaction (Strengthen of Dissonance Angkubah Bergantung: Reaksi (Kedayaan Disonan)
  • 7.
    * When conflict between cognitions found bigger, the bigger dissonant will occur. Apabila konflik antara kognisi yang ditemui semakin besar, disonan yang timbul akan semakin besar. * When conflict between cognitions found smaller, dissonant occur also decrease. Apabila konflik antara kognisi yang ditemui semakin kecil, disonan yang timbul juga akan berkurang.
  • 8.
    Application / Aplikasi TeoriDisonan digunakan dalam semua situasi yang melibatkan pembentukan sikap dan perubahan. Ia khususnya berkaitan dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.
  • 9.
    * Advertisement Creativity of advertisement  cause dissonance  approach to product Pengiklanan Iklan yang kreatif  menyebabkan disonansi  ingin tahu lebih tentang produk tersebut * Education Teacher comes out a concept that different from students perspective  students confuse (dissonance)  find out the answer Pembelajaran Guru menyatakan konsep yang berbeza daripada pelajar  pelajar keliru (disonansi)  ingin mencari jawapan
  • 10.
    *FUTURE OF THEORY MASA DEPAN TEORI * The more difficult we received to enter into a group at the beginning, the higher the commitment given after admission. Semakin sukar kita diterima untuk memasuki sesuatu kumpulan pada waktu permulaan, semakin tinggi komitmen yang diberi setelah diterima masuk. * Knowledge of the implications of their actions in the future makes them easier to face the results of their actions. Pengetahuan tentang implikasi tindakan mereka pada masa depan membuatkan mereka lebih mudah menghadapi hasil tindakan mereka.
  • 11.
    METHOD TO RESOLVEDISSONANCE CARA UNTUK MENGATASI DISONANSI ~Change beliefs Perhaps the simplest way to resolve dissonance between actions and beliefs is simply to change your beliefs. cheating in exam is wrong, but you did it. (dissonance occur) change belief: cheating in exam is normal phenomena. ~Mengubahkan Kepercayaan Cara yang paling mudah untuk menyelesaikan percanggahan antara tindakan dan kepercayaan ialah mengubah kepercayaan anda. meniru/menipu dalam peperiksaan adalah salah, tetapi kamu telah melakukannya. mengubah kepercayaan: meniru/menipu dalam peperiksaan adalah fenomena yang biasa.
  • 12.
    ~Change Action A secondoption would be to make sure that you never do this action again. Lord knows that guilt and anxiety can be motivators for changing behavior. So, you may say to yourself that you will never cheat on a test again, and this may aid in resolving the dissonance. ~Mengubah tindakan Pilihan kedua adalah memastikan bahawa anda tidak mengulangi tindakan ini sekali lagi. Tuhan akan mengetahui bahawa kesalahan dan kebimbangan mungkin adalah faktor untuk mengubah tingkah laku seseorang. Jadi, anda memberitahu diri tidak akan meniru ujian lagi , cara ini mungkin dapat menyelesaikan masalah percanggahan
  • 13.
    ~Change perception ofaction A third and more complex method of resolution is to change the way you view/remember/perceive your action. In more colloquial terms, you would "rationalize" your actions. For example, you might decide that the test you cheated on was for a dumb class that you didn’t need anyway. Or you may say to yourself that everyone cheats so why not you? In other words, you think about your action in a different manner or context so that it no longer appears to be inconsistent with your beliefs. ~Tukar Persepsi Tindakan kaedah ketiga ialah mengubah cara anda melihat /mengingat / memerhati tindakan anda. Dalam terma yang lebih basahan, anda akan "merasionalkan" tindakan anda. Misalnya, anda boleh menganggapkan bahawa anda berada kelas yang tidak begitu cermerlang kenapa perlu meniru dalam ujian ini.Ataupun anda menganggapkan semua orang pun meniru jadi kenapa saya tidak boleh? Dengan kata lain, anda berfikir tindakan anda dalam cara lain supaya ia tidak lagi muncul untuk menjadi berlawan dengan kepercayaan anda.
  • 15.
    CRITICISMS KRITIKAN * This Theory assessed less owning use because this theory not explain clearly and how a person will be trying to reduce dissonance. Teori ini dinilai kurang memiliki kegunaan kerana teori ini tidak menjelaskan secara menyeluruh kapan dan bagaimana seseorang akan mencuba untuk mengurangi disonan. * The testing possibility not fully exist in this theory. The testing possibility mean ability to prove what theory is true or wrong. Kemungkinan pengujian tidak sepenuhnya terdapat dalam teori ini. Kemungkinan pengujian bererti kemampuan untuk membuktikan apakah teori tersebut .
  • 16.