Pengelolaan
Limbah
Kelompok 13 :
Sherly Azzahra J. (2311010135)
Silvanni Maulida (2311010136)
Pengertian limbah
Pengertian limbah menurut kamus besar Bahasa Indonesia
adalah benda yang tidak bernilai dan tidak berharga. Serta
bisa juga diartikan sebagai sisa proses produksi. Sedangkan
menurut Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014
mengartikan bahwa limbah adalah sisa suatu usaha atau
kegiatan. Limbah berbeda dengan sampah, sampah
cenderung dianggap sebagai sisa hasil buangan yang banyak
dijumpai pada kegiatan rumah tangga. Sedangkan limbah
adalah sisa hasil buangan dari kegiatan industri.
Jenis-jenis Limbah
1.Limbah Berdasarkan Wujudnya :
Limbah cair, adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan industri.
Limbah gas dan partikel, adalah jenis limbah berbentuk gas yang banyak dibuang ke
udara.
Limbah padat, adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, dan bubur
yang berasal dari sisa proses pengolahan, sering juga disebut sebagai sampah.
2. Limbah Berdasarkan Sumbernya :
Limbah rumah tangga
Limbah industri
Limbah pertanian
Limbah konstruksi
Limbah radioaktif
3. Limbah Berdasarkan Sifatnya :
Limbah korosif, yaitu limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan membuat logam berkarat.
Limbah beracun, yaitu limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
Limbah reaktif, yaitu limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik
peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran.
Limbah mudah meledak, yaitu limbah yang melalui proses kimia menghasilkan gas dengan suhu
tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
Limbah mudah terbakar, yaitu limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau
percikan api jika berdekatan dengan api.
4. Limbah Berdasarkan Senyawanya :
Limbah organik, merupakan jenis limbah yang masih dapat diuraikan kembali oleh suatu bakteri
tertentu.
Limbah anorganik, adalah sisa limbah atau sampah yang tidak dapat diuraikan kembali, oleh bakteri
atau dekomposer.
Limbah B3, benda buangan atau limbah yang memiliki sifat dan konsentrasi, yang mengandung zat
beracun atau zat berbahaya.
Jenis-jenis Limbah
Dampak Limbah
1. Dampak Bagi Kesehatan :
Timbulnya tumpukan limbah yang beracun
Menimbulkan penyakit yang menular melalui rantai makanan
Munculnya berbagai jenis penyakit seperti gatal-gatal, diare, kolera, asma, dan lain-
lain
2. Dampak Bagi Lingkungan :
Keseimbangan lingkungan terganggu
Menurunnya kualitas lingkungan hidup
Punahnya spesies-spesies tertentu
Menurunkan estetika dan nilai keindahan lingkungan
3. Dampak Bagi Sosial dan Ekonomi Masyarakat :
Interaksi sosial yang berkurang
Fasilitas pelayanan umum terganggu
Pengelolaan limbah yang tidak memadai akan membuat lingkungan hidup di
masyarakat menjadi tidak nyaman untuk ditempati
Pengelolaan yang tepat akan menambah nilai ekonomi pada limbah yang diolah
Pengertian
Pengelolaan Limbah
Secara etimologi pengelolaan berasal dari kata kelola yang
berarti mengatur, mengendalikan, memimpin, dan
mengusahakan agar lebih baik, lebih maju, serta bertanggung
jawab atas pekerjaaan tertentu. Sedangkan secara
terminologi, pengelolaan dapat diartikan sebagai proses yang
membantu perumusan kebijaksanaan maupun tujuan dengan
memberikan pengawasan terhadap hal yang terlibat dalam
pelaksanaan. Suatu pengelolaan biasanya merujuk pada
proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai
tujuan tertentu.
Mengutip UU Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan limbah
adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan
berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan
penanganan limbah.
Tujuan
Pengelolaan Limbah
Fungsi
Pengelolaan Limbah
Secara umum, tujuan dari pengelolaan limbah adalah untuk
meminimalkan dampak negatif limbah terhadap lingkungan
hidup serta mencegah terjadinya pencemaran air, tanah, dan
udara. Selain itu, pengelolaan limbah juga bertujuan untuk
mendukung prinsip ekonomi sirkular, yaitu dengan mendorong
kegiatan daur ulang dan pemanfaatan kembali limbah sebagai
sumber daya alternatif.
Pengelolaan limbah, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis,
berfungsi untuk menurunkan tingkat bahaya limbah serta
mengubahnya menjadi produk yang lebih ramah lingkungan. Di
sisi lain, fungsi pembuangan akhir pada pengolahan limbah
adalah untuk mengelola sisa limbah yang tidak dapat
dimanfaatkan lagi, dengan cara yang aman dan sesuai standar
lingkungan.
Sistem
Pengeloaan Limbah
Reduce
3.Pengumpulandan
pengankutan
Limbahyangtelahdipilah
kemudian dikumpulkan
dan diangkut menuju
fasilitas pengolahan atau
tempat pembuangan
akhir. Pada tahapan ini,
diperlukan armada dan
sistem logistik yang
amandanefisien.
4. Pengolahan
Proses pengolahan limbah
bertujuan untuk mengurangi
volume, bahaya, atau bahkan
mengubah limbah menjadi
produk bernilai guna. Metode
pengolahan sangat beragam,
tergantung pada jenis limbah dan
teknologi yang digunakan. Limbah
organik, misalnya, dapat diolah
menjadi kompos atau biogas,
sedangkan limbah anorganik
seperti plastik bisa didaur ulang
menjadi bahan baku baru.
5. Pembuangan akhir
Pembuangan yang ideal
dilakukan di tempat
pembuangan akhir
(TPA) yang berteknologi
sanitary landfill, yaitu
pembuangan limbah
dengan pengelolaan
leachate dan gas
metana agar tidak
mencemari lingkungan
sekitar.
1. Pengurangan di sumber
Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan
prinsip konsumsi bijak, menggunakan bahan
ramah lingkungan, dan mendorong
perubahan perilaku konsumen maupun
produsen.
2. Pemilahan sampah (sorting)
Setelah limbah dihasilkan, tahap
selanjutnya adalah pemilahan berdasarkan
jenisnya seperti limbah organik, anorganik,
dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).
Kesimpulan
Limbah merupakan sisa hasil kegiatan manusia maupun alam yang sudah
tidak memiliki nilai guna pada pemiliknya, tetapi dapat memberikan
dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Limbah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu limbah padat,
cair, gas, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta
berdasarkan sumbernya seperti limbah domestik, industri, pertanian, dan
medis.
Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan,
merusak ekosistem, dan menimbulkan penyakit.
Pengelolaan limbah adalah rangkaian kegiatan yang mencakup
pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemanfaatan kembali, dan
pembuangan akhir limbah dengan cara yang aman, efisien, dan ramah
lingkungan.
Tujuan utama pengelolaan limbah adalah untuk melindungi lingkungan
dan kesehatan manusia. Fungsinya meliputi pengurangan dampak
negatif limbah dan pemanfaatan ulang limbah sebagai sumber daya.
Sistem pengelolaan limbah mencakup berbagai pendekatan seperti
reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang),
dan recovery (pemulihan energi), serta pembuangan akhir yang sesuai
standar.
Terima
Kasih
Bersama-sama, kita bisa menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat untuk
generasi mendatang.

Kelompok 13. Pendidikan Lingkungan.pdf..

  • 1.
    Pengelolaan Limbah Kelompok 13 : SherlyAzzahra J. (2311010135) Silvanni Maulida (2311010136)
  • 2.
    Pengertian limbah Pengertian limbahmenurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah benda yang tidak bernilai dan tidak berharga. Serta bisa juga diartikan sebagai sisa proses produksi. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 mengartikan bahwa limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan. Limbah berbeda dengan sampah, sampah cenderung dianggap sebagai sisa hasil buangan yang banyak dijumpai pada kegiatan rumah tangga. Sedangkan limbah adalah sisa hasil buangan dari kegiatan industri.
  • 3.
    Jenis-jenis Limbah 1.Limbah BerdasarkanWujudnya : Limbah cair, adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan industri. Limbah gas dan partikel, adalah jenis limbah berbentuk gas yang banyak dibuang ke udara. Limbah padat, adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan, sering juga disebut sebagai sampah. 2. Limbah Berdasarkan Sumbernya : Limbah rumah tangga Limbah industri Limbah pertanian Limbah konstruksi Limbah radioaktif
  • 4.
    3. Limbah BerdasarkanSifatnya : Limbah korosif, yaitu limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan membuat logam berkarat. Limbah beracun, yaitu limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah reaktif, yaitu limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran. Limbah mudah meledak, yaitu limbah yang melalui proses kimia menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan. Limbah mudah terbakar, yaitu limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api. 4. Limbah Berdasarkan Senyawanya : Limbah organik, merupakan jenis limbah yang masih dapat diuraikan kembali oleh suatu bakteri tertentu. Limbah anorganik, adalah sisa limbah atau sampah yang tidak dapat diuraikan kembali, oleh bakteri atau dekomposer. Limbah B3, benda buangan atau limbah yang memiliki sifat dan konsentrasi, yang mengandung zat beracun atau zat berbahaya. Jenis-jenis Limbah
  • 5.
    Dampak Limbah 1. DampakBagi Kesehatan : Timbulnya tumpukan limbah yang beracun Menimbulkan penyakit yang menular melalui rantai makanan Munculnya berbagai jenis penyakit seperti gatal-gatal, diare, kolera, asma, dan lain- lain 2. Dampak Bagi Lingkungan : Keseimbangan lingkungan terganggu Menurunnya kualitas lingkungan hidup Punahnya spesies-spesies tertentu Menurunkan estetika dan nilai keindahan lingkungan 3. Dampak Bagi Sosial dan Ekonomi Masyarakat : Interaksi sosial yang berkurang Fasilitas pelayanan umum terganggu Pengelolaan limbah yang tidak memadai akan membuat lingkungan hidup di masyarakat menjadi tidak nyaman untuk ditempati Pengelolaan yang tepat akan menambah nilai ekonomi pada limbah yang diolah
  • 6.
    Pengertian Pengelolaan Limbah Secara etimologipengelolaan berasal dari kata kelola yang berarti mengatur, mengendalikan, memimpin, dan mengusahakan agar lebih baik, lebih maju, serta bertanggung jawab atas pekerjaaan tertentu. Sedangkan secara terminologi, pengelolaan dapat diartikan sebagai proses yang membantu perumusan kebijaksanaan maupun tujuan dengan memberikan pengawasan terhadap hal yang terlibat dalam pelaksanaan. Suatu pengelolaan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Mengutip UU Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan limbah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan limbah.
  • 7.
    Tujuan Pengelolaan Limbah Fungsi Pengelolaan Limbah Secaraumum, tujuan dari pengelolaan limbah adalah untuk meminimalkan dampak negatif limbah terhadap lingkungan hidup serta mencegah terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara. Selain itu, pengelolaan limbah juga bertujuan untuk mendukung prinsip ekonomi sirkular, yaitu dengan mendorong kegiatan daur ulang dan pemanfaatan kembali limbah sebagai sumber daya alternatif. Pengelolaan limbah, baik secara fisik, kimiawi, maupun biologis, berfungsi untuk menurunkan tingkat bahaya limbah serta mengubahnya menjadi produk yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, fungsi pembuangan akhir pada pengolahan limbah adalah untuk mengelola sisa limbah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi, dengan cara yang aman dan sesuai standar lingkungan.
  • 8.
    Sistem Pengeloaan Limbah Reduce 3.Pengumpulandan pengankutan Limbahyangtelahdipilah kemudian dikumpulkan dandiangkut menuju fasilitas pengolahan atau tempat pembuangan akhir. Pada tahapan ini, diperlukan armada dan sistem logistik yang amandanefisien. 4. Pengolahan Proses pengolahan limbah bertujuan untuk mengurangi volume, bahaya, atau bahkan mengubah limbah menjadi produk bernilai guna. Metode pengolahan sangat beragam, tergantung pada jenis limbah dan teknologi yang digunakan. Limbah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos atau biogas, sedangkan limbah anorganik seperti plastik bisa didaur ulang menjadi bahan baku baru. 5. Pembuangan akhir Pembuangan yang ideal dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) yang berteknologi sanitary landfill, yaitu pembuangan limbah dengan pengelolaan leachate dan gas metana agar tidak mencemari lingkungan sekitar. 1. Pengurangan di sumber Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip konsumsi bijak, menggunakan bahan ramah lingkungan, dan mendorong perubahan perilaku konsumen maupun produsen. 2. Pemilahan sampah (sorting) Setelah limbah dihasilkan, tahap selanjutnya adalah pemilahan berdasarkan jenisnya seperti limbah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).
  • 9.
    Kesimpulan Limbah merupakan sisahasil kegiatan manusia maupun alam yang sudah tidak memiliki nilai guna pada pemiliknya, tetapi dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Limbah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu limbah padat, cair, gas, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta berdasarkan sumbernya seperti limbah domestik, industri, pertanian, dan medis. Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan menimbulkan penyakit. Pengelolaan limbah adalah rangkaian kegiatan yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemanfaatan kembali, dan pembuangan akhir limbah dengan cara yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Tujuan utama pengelolaan limbah adalah untuk melindungi lingkungan dan kesehatan manusia. Fungsinya meliputi pengurangan dampak negatif limbah dan pemanfaatan ulang limbah sebagai sumber daya. Sistem pengelolaan limbah mencakup berbagai pendekatan seperti reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang), dan recovery (pemulihan energi), serta pembuangan akhir yang sesuai standar.
  • 10.
    Terima Kasih Bersama-sama, kita bisamenciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk generasi mendatang.