DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
UPTD BALAI PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN
PROVINSI JAWA BARAT
KEBIJAKAN PELAKSANAAN
FASILITASI POS PENYULUHAN DESA
(POSLUHDES) DI JAWA BARAT
1
- Rendahnya penerapan inovasi teknologi, sosial
dan ekonomi oleh pelaku utama yang diakibatkan
dari kurangnya komunikasi dan koordinasi antar
lembaga fasilitator dan pelaku utama/pelaku
usaha
- Akses informasi yang lambat diterima oleh
masyarakat desa
- Belum optimalnya Koordinasi Kelembagaan
Penyuluhan/ Pelaku Utama / Pelaku Usaha
- Belum tertata Data Base Pembangunan Pertanian
Tk. Desa /Kelurahan;
- Belum efektif dan efisien pelayanan penyuluhan
thd Pelaku utama /pelaku usaha (BP3K/BPP
berada di Kecamatan),
- Belum tersedianya lembaga penyuluhan yang
mudah diakses oleh Pelaku utama/Pelaku Usaha
tk. Desa.
LATAR BELAKANG
2
TUJUAN DAN SASARAN
TUJUAN
• Memberdayakan pelaku
utama dan pelaku usaha di
tingkat perdesaan untuk
berpartisipasi aktif dalam
penyelenggaraan
pembangunan pertanian,
perikanan dan kehutanan
SASARAN
• Mengembangkan swadaya
masyarakat dalam kegiatan
penyuluhan, sehingga
berkembangnya Penyuluh
Swadaya dan
mengembangkan kelompok-
kelompok masyarakat
produktif mandiri berbasis
pembangunan pertanian,
perikanan dan kehutanan
3
DASAR PENYELENGGARAAN
1. Undang-Undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.154 Tahun
2014 Tentang Kelembagaan Penyuluhan Pertanian,
perikanan dan Kehutanan.
3. Peraturan Menteri Pertanian No.82 Tahun 2014
Tentang Pedoman Pembinaan Poktan, Gapoktan,
Penyusunan RDKK dan Sistem kerja Laku Susi;
4. Peraturan Menteri Pertanian No.61 Tahun 2008
Tentang Pembinaan Penyuluh Swadaya dan Swasta;
5. Peraturan Menteri Pertanian RI
No.67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang
Pembinaan Kelembagaan Petani
6. Peraturan Gubernur No... Tahun 2016 tentang
..Penumbuhan dan pEngembangan Posluhdes di Jawa
Barat
4
STRATEGI
1. Meningkatkan jumlah dan kapasitas Posluhdes di perdesaan;
2. Meningkatkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha di
perdesaan melalui kursus, fasilitasi mengakses IPTEK dan
informasi serta permodalan, dan penguatan kelembagaan
pelaku utama dan pelaku usaha
3. Mengoptimalkan ketenagaan penyuluh (PNS, Swadaya ,THL-
TB, PPB)
4. Mengoptimalkan pelaksanaan penyuluhan di perdesaan
melalui Posluhdes
5. Meningkatkan dukungan sarana dan prasarana serta
pembiayaan penyuluhan melalui posluhdes.
5
PROSES PEMBENTUKAN
Pemilihan
Desa
Dialog
Multi Pihak
POSLUHDES
6
ORGANISASI POSLUHDES
• MERUPAKAN UNIT KERJA NON STRUKTURAL
• BERKEDUDUKAN DI WILAYAH PEMERINTAHAN
DESA/KELURAHAN
• PROGRAM KERJA DITUANGKAN DALAM
PROGRAMA PENYULUHAN DESA/KELURAHAN
YANG DIUSULKAN DALAM PROSES
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
(MUSRENBANGDES)
• DIKELOLA OLEH PELAKU UTAMA DAN PELAKU
USAHA SECARA SWADAYA
7
SDM Pendukung
POSLUHDES
a. Penyuluh Pertanian,
Perikanan dan
Kehutanan
b. Penyuluh Swadaya
e. Penyuluh Swasta
f. Penyuluh THL
g. Pengendali Organisme
Pengganggu Tanaman
h. Ketua Poktan/Gapoktan
i. Babinsa
j. Kepala Desa
k. Pengawas Benih Tanaman
8
BPTP
DINAS
TEKNIS
DINAS
TEKNIS
GUBERNUR
BMPD DISKOMINFO
CAMAT
PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA
BUPATI/WALIKOT
A
UPTD
LURAH/DESA
PENYULUH
PROVINSI
TIM PEMBINA
KAB/KOTA
PELAKSANA
KECAMATAN/
TIM PELAKSANA
DESA
POPT/ PBT
PENELITI/
PENYULUH
Alur Komando
Alur Pengendalian
Alur Pembinaan
Alur Pelaksanaan
Alur Koordinasi Fungsional
Alur Koordinasi Operasional
POSLUHDES
TATA HUBUNGAN KERJA
9
POSLUHDES
PELAKU UTAMA
DAN PELAKU
USAHA
Pelaku utama
dan pelaku
usaha
PELAKU UTAMA
DAN PELAKU
USAHA
PELAKU UTAMA
DAN PELAKU
USAHA
OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI POSLUHDES
10
PELAYANAN POSLUHDES
Crop Protection
( Pelayanan Perlindungan tanaman )
- Melindungi tanaman dari serangan hama dan
penyakit.
- Perlindungan lingkungan melalui tanaman budidaya.
Meliputi :
- Kesuburan Tanah
- Pengendalian Hama Terpadu ( PHT )
11
Crop Development
( Pembangunan /pengembangan terhadap Sistem
budidaya )
- Mengarahkan pelaku Utama kearah ekonomi maju.
PELAYANAN POSLUHDES
12
Crop Education
( Pendidikan dan pelatihan mengenai Teknologi
pertanian )
- Memberikan pendidikan dan pelatihan
terhadap Pelaku utama dan berbagai
kalangan lembaga pendidikan baik TK, SD,
SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.
- Sosialisasi aplikasi Teknologi Pertanian yang
baik dan benar, agar pelaku Utama terhindar
dari bahaya keracunan.
PELAYANAN POSLUHDES
13
UJI COBA PENERAPAN IT DENGAN
POSLUHDES
14
Uji coba penerapan IT dengan Posluhdes melalui
teleconference, dalam rangka pemanfaatan teknologi
informasi untuk melakukan pertemuan dengan
posluhdes secara jarak jauh dalam waktu yang
bersamaan di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat
dengan tujuan :
1. Informasi dapat tersampaikan dengan cepat;
2. Efisensi waktu, tenaga dan biaya;
3. Permasalahan ada dapat disampaikan secara tatap
muka dan langsung mendapatkan jawabanya
15
Pengembangan penyuluhan pertanian
secara online membutuhkan komunikasi
tatap muka ( teleconference ) secara
intensif dengan para posluhdes , dalam hal
sebagai berikut :
- Penerbitas SK Gubernur : Tentang Tim
Pengembangan Kelembagaan Posluhdes
- Sosialisasi,
- Bimbingan teknis ,
- Uji Coba Melalui Media Teleconferen
;dengan Posluhdes
KONDISI POSLUHDES DI JAWA BARAT
16
No. Kabupaten Data Awal (unit)
Data Hasil Verifikasi
(unit)
Keterangan
1. Subang 6 8
2. Purwakarta 2 16
3. Tasikmalaya 4 39
4. Ciamis 30 53
5. Majalengka 6 111
6. Indramayu 6 312
7. Cianjur 125 233
8. Bandung 24 24
9. Garut 12 347
10. Bogor 5 87
11. Bekasi 6 83
12. Kuningan 6 137
13. Sumedang 6 60
14. Bandung Barat 2 51
15. Karawang 6 246
16. Cirebon 306 309
17. Sukabumi - 121
18. Pangandaran - 33
JUMLAH 552 2.270
(Sumber : Bakorluh Jabar, 2016)
(*) Jumlah Desa : 5.813 Desa
IMPLEMENTASI
SINERGI PROGRAM
DAN KEGIATAN
POSLUHDES
POSLUHDES
BPMPD
-Sarana
Prasarana
Desa
DISKOMINFO
- Sistem IT
-Database
Dinas Rumpun
Pertanian,
Perikanan dan
Kehutanan
- Program dan
Kegiatan Teknis
BAKORLUH
- Program Pendidikan
SDM
- Kelembagaan
- Metoda Penyuluhan
17
ROADMAP POSLUHDES
2015 2016 2017 2018
Pelatihan
Posluhdes
Model : 100
orang
Advokasi terhadap
Kab/Kota, Kec/Desa
Penumbuhan Posluhdes
Fasilitasi Program dan
kegiatan terhadap
Posluhdes
Pengawalan dan
Pendampingan dalam rangka
optimalisasi peran posluhdes
Fasilitasi 25
Posluhdes
Identifikasi ulang posluhdes
yang sudah terbentuk
Fasilitasi Sarana Prasarana
Posluhdes (Kesekretariatan,
IT dll)
Fasilitasi Sarana Prasarana
Posluhdes (Kesekretariatan, IT
dll)
Pengawalan dan
Pendampingan :
550 Posluhdes
Pengawalan dan
Pendampingan dalam
rangka penumbuhan dan
pembinaan posluhdes
Pengawalan dan
Pendampingan dalam
rangka penumbuhan dan
pembinaan posluhdes
Peningkatan Kapasitas SDM
dan kelembagaan Posluhdes
Modeling POSLUHDES
terintegrasi sebanyak 10 di
wilayah DAS Citarum (GCB)
Kab. Bandung, 15 di wilayah
Geopark Ciletuh Sukabumi
Peningkatan Kapasitas SDM
dan kelembagaan Posluhdes
Pengembangan Unit
Usaha/Koperasi Perdesaan di
27 Kab/Kota
Peningkatan Kapasitas SDM
dan kelembagaan Posluhdes
Penumbuhan Posluhdes
Terpadu di 27 Kab/Kota
Optimalisasi Posluhdes di 27
Kab/kota
Penyusunan Regulasi
Fasilitasi Posluhdes
Pengembangan Unit
Usaha/Koperasi Perdesaan
di 27 Kab/Kota
18
Pengembangan Jarkomluhdes
Di Jawa Barat
Tahun 2016 : APBD-P Tahap 1 Penyusunan Soft Ware :
• Penyusunan Desain dan Struktur Aplikasi Database Jarkomluhdes ;
• Pengembangan Desain Pemprograman Posluhdes
• Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Posluhdes (2 Kab : Ciamis dan
Sukabumi) : Temu Teknis , Bimtek, Rembug Tani dan KursusTani
Tahun 2017 : Tahap II Fasilitasi Perangkat Keras /hard Ware
• Pelaksana Prov : Dinas Tan. Pangan/UPTD Bapusluhtan
a. Penyusunan Juklak
b. Penyusunan Spesifikasi Teknis
c. Sosialisasi, Pembinaan dan Monev
• Pelaksana : 18 Kabupaten
• Jumlah 500 unit melalui Bantuan Keuangan Pemprov Jawa Barat untuk : Perangkat
Pendukung Jarkomluhdes (Pengadaan melalui E-Catalog) dan Aplikasi Video
Conference dan Audio System (Pengadaan melalui model lelang per masing-masing
daerah tergantung unit masing-masing kab)
19
KRITERIA POSLUHDES YANG MENERIMA BANTUAN KEUANGAN
FASILITASI GUBERNUR JAWA BARAT
Kriteria Pos Penyuluhan Desa/Kelurahan yang berhak menerima
Bantuan Keuangan Fasilitasi Sarana Prasarana Pos Penyuluhan Desa
terdiri sebagai berikut:
• Sudah terbentuk dan dikukuhkan oleh Bupati;
• Memiliki struktur organisasi dan pengelola yang aktif;
• Memiliki sekretariat yang memadai;
• Memiliki kelompok-kelompok tani binaan (pelaku utama dan pelaku
usaha);
• Memiliki Programa Penyuluhan Desa dan telah melaksanakan
penyuluhan di wilayahnya;
• Dapat mengakses jaringan internet
• Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan
internet, yang ditunjuk sebagai admin pengelola jaringan
komunikasi posluhdes;
• Memiliki fasilitas untuk melakukan percontohan
PENGEMBANGAN SISTEM JARINGAN KOMUNIKASI POSLUHDES
( JARKOMLUHDES ) PROVINSI JAWA BARAT
MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN BANTUAN KEUANGAN FASILITASI POS
PENYULUHAN DESA
A. Provinsi
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPT Balai Pusat Penyuluhan Pertanian Provinsi Jawa
Barat bertanggung jawab dalam pembinaan penumbuhan dan pengembangan Posluhdes/Kelurahan
dengan tugas sebagai berikut :
• Menyusun Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa Pemerintah
Provinsi Jawa Barat sebagai acuan dalam penyaluran Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa
Barat kepada Posluhdes
• Mensosialisasikan Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada kabupaten/kota lokasi penerima Bantuan Keuangan
Fasilitasi Posluhdes;
• Menyusun spesifikasi fasilitasi Bantuan Keuangan Posluhdes.
• Menyusun rencana dan melaksanakan pembinaan penumbuhan dan pengembangan
Posluhdes/Kelurahan dalam rangka pemberdayaan petani/kelompok tani di desa;
• Melakukan kompilasi dan vadilasi, verifikasi data berdasarkan hasil selesksi penerima Bantuan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diusulkan;
• Melakukan monitoring dan evaluasi hasil Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Posluhdes dari
Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
• Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Posluhdes di Jawa Barat.
B. Kabupaten/Kota
Dinas Pertanian/Kelembagaan yang membidangi penyuluhan pertanian di kabupaten/kota
bertanggungjawab dalam pembinaan penumbuhan dan pengembangan Posluhdes/Kelurahan dalam
pelaksanaannya dengan tugas sebagai berikut:
1. Bupati/Walikota menunjuk pejabat Eselon II pada Dinas Pertanian/Badan/ Lembaga yang
menangani Penyuluhan Pertanian yang bertanggung jawab terhadap program Bantuan
Keuangan Fasilitasi Posluhdes dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
2. Berdasarkan Pedoman Umum yang dikeluarkan oleh Provinsi, Kabupaten/Kota melalui
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menyusun Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan
Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa Pemerintah Kabupaten/Kota dengan :
• Dasar Hukum Pemberian Bantuan Pemerintah;
• Tujuan Penggunaan Bantuan Pemerintah;
• Pemberi Bantuan Pemerintah;
• Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah;
• Bentuk Bantuan Pemerintah;
• Alokasi anggaran dan Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah;
• Tata Kelola Pencairan Dana Bantuan Pemerintah;
• Penyaluran Dana Bantuan Pemerintah;
• Pertanggung Jawaban Bantuan Pemerintah;
• Ketentuan Perpajakan;
• Sanksi.
3. Kabupaten/Kota melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan seleksi penerima bantuan
fasilitasi Posluhdes berdasarkan kriteria atau persyaratan yang telah ditetapkan dalam petunjuk
teknis;
4. Kabupaten/Kota melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan hasil seleksi Menetapkan
SK Penerima Bantuan Fasilitasi Posluhdes yang disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran sebagai
dasar pemberian bantuan yang memuat:
a. Lokasi Penerima Bantuan;
b. Jumlah barang yang akan diterima;
5. Dalam rangka Pengadaan Barang untuk Bantuan Fasilitasi Posluhdes yang disalurkan dalam
bentuk barang kepada Penerima Barang yaitu Posluhdes, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
ditunjuk menandatangani kontrak pengadaan barang dengan penyedia barang dengan pedoman
kepada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang/ Jasa
Pemerintah ;
6. Pelaksanaan penyaluran bantuan sarana/prasarana dalam bentuk barang kepada penerima
bantuan yaitu Posluhdes dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen atau Penyedia
barang/jasa sesuai kontrak termasuk pelaksanaan penyaluran sampai diterima oleh
Posluhdes disertai dengan:
a. Berita acara penyelesaian pekerjaan;
b. Berita acara serah terima barang;
c. Foto atau dokumentasi barang yang dibeli;
d. Surat pernyataan bahwa bukti penyaluran telah disampaikan; dan
e. Bukti setor ke rekening kas negara dalam hal terdapat sisa bantuan
7. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kab/Kota melakukan verifikasi atas
laporan pertanggung jawaban dan mengesahkan Berita Acara Serah Terima
(BAST) setelah hasil verifikasi sesuai dengan perjanjian kerjasama;
8. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kab/kota melaksanakan Monitoring dan
Evaluasi dengan melakukan pengawasan berdasarkan:
a. Kesesuaian antara pelaksanaan penyaluran bantuan dengan pedoman
umum/juklak dan juknis yang telah ditetapkan serta peraturan yang
berlaku;
b. Kesesuaian antara target pencapaian dan realisasi;
9. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kab/kota mengambil langkah-langkah
tindak lanjut berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi untuk perbaikan
penyaluran Bantuan Fasilitasi Sarana Prasarana Posluhdes.
GAMBARAN POSLUHDES
JAWA BARAT
25
Aktivitas Lapangan
26
Konsultasi mengenai OPT
( Organisme Pengganggu Tanaman )
27
Budidaya Jambu Biji Budidaya Semut Rangrang
Peternakan Sapi
28
29
Teleconference POSLUHDES di ruang ASDA II
30
Teleconference BAKORLUH dengan POSLUHDES Ciemas Kec. Ciracap
31
Teleconference dengan Kementerian Desa
32
Teleconference Gubenur & Wagub dengan POSLUHDES yang ada di
Kab. Ciamis (Desa Sindang Kasih dan Bendasari )
TEMU TEKNIS PENGEMBANGAN POSLUHDES
(DS. BUDIHARJA, KEC. SINDANGKASIH, KAB. CIAMIS)
REMBUG TANI PENGEMBANGAN POSLUHDES
(DS. BUDIHARJA, KEC. SINDANGKASIH, KAB. CIAMIS)
NOVEMBER 2016
REMBUG TANI PENGEMBANGAN POSLUHDES
(DS. KAWALIMUKTI, KEC. KAWALI, KAB. CIAMIS)
NOVEMBER 2016
BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN POSLUHDES
(KAB. SUKABUMI) SEPTEMBER 2016
BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN POSLUHDES
(KAB. SUKABUMI) SEPTEMBER 2016
UJI COBA PEMANFAATAN JARKOMLUHDES (TELECONFERENCE) DI DINAS
TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DENGAN 18 KABUPATEN PENERIMA
KEGIATAN FASILITASI POSLUHDES
TANGGAL 27 JULI 2017
38
DOKUMENTASI PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS
JARKOMLUHDES DI KABUPATEN PANGANDARAN
39
Dengan mengoptimalkan peran Posluhdes dapat
meningkatkan peranan pelaku utama/usaha dalam
pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.
meliputi :
- Penerapan teknologi tepat guna
- Perkembangan Pasar
- Kemudahan penyediaan modal
- Percepatan akses informasi
- Berkembangnya unit usaha perdesaan
- Menumbuhkembangkan penyuluh swadaya
Penutup
40
HATUR NUHUN
41

Kebijakan

  • 1.
    DINAS TANAMAN PANGANDAN HORTIKULTURA UPTD BALAI PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PELAKSANAAN FASILITASI POS PENYULUHAN DESA (POSLUHDES) DI JAWA BARAT 1
  • 2.
    - Rendahnya penerapaninovasi teknologi, sosial dan ekonomi oleh pelaku utama yang diakibatkan dari kurangnya komunikasi dan koordinasi antar lembaga fasilitator dan pelaku utama/pelaku usaha - Akses informasi yang lambat diterima oleh masyarakat desa - Belum optimalnya Koordinasi Kelembagaan Penyuluhan/ Pelaku Utama / Pelaku Usaha - Belum tertata Data Base Pembangunan Pertanian Tk. Desa /Kelurahan; - Belum efektif dan efisien pelayanan penyuluhan thd Pelaku utama /pelaku usaha (BP3K/BPP berada di Kecamatan), - Belum tersedianya lembaga penyuluhan yang mudah diakses oleh Pelaku utama/Pelaku Usaha tk. Desa. LATAR BELAKANG 2
  • 3.
    TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN •Memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat perdesaan untuk berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan SASARAN • Mengembangkan swadaya masyarakat dalam kegiatan penyuluhan, sehingga berkembangnya Penyuluh Swadaya dan mengembangkan kelompok- kelompok masyarakat produktif mandiri berbasis pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan 3
  • 4.
    DASAR PENYELENGGARAAN 1. Undang-UndangNo.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.154 Tahun 2014 Tentang Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, perikanan dan Kehutanan. 3. Peraturan Menteri Pertanian No.82 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembinaan Poktan, Gapoktan, Penyusunan RDKK dan Sistem kerja Laku Susi; 4. Peraturan Menteri Pertanian No.61 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Penyuluh Swadaya dan Swasta; 5. Peraturan Menteri Pertanian RI No.67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani 6. Peraturan Gubernur No... Tahun 2016 tentang ..Penumbuhan dan pEngembangan Posluhdes di Jawa Barat 4
  • 5.
    STRATEGI 1. Meningkatkan jumlahdan kapasitas Posluhdes di perdesaan; 2. Meningkatkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan melalui kursus, fasilitasi mengakses IPTEK dan informasi serta permodalan, dan penguatan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha 3. Mengoptimalkan ketenagaan penyuluh (PNS, Swadaya ,THL- TB, PPB) 4. Mengoptimalkan pelaksanaan penyuluhan di perdesaan melalui Posluhdes 5. Meningkatkan dukungan sarana dan prasarana serta pembiayaan penyuluhan melalui posluhdes. 5
  • 6.
  • 7.
    ORGANISASI POSLUHDES • MERUPAKANUNIT KERJA NON STRUKTURAL • BERKEDUDUKAN DI WILAYAH PEMERINTAHAN DESA/KELURAHAN • PROGRAM KERJA DITUANGKAN DALAM PROGRAMA PENYULUHAN DESA/KELURAHAN YANG DIUSULKAN DALAM PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA (MUSRENBANGDES) • DIKELOLA OLEH PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA SECARA SWADAYA 7
  • 8.
    SDM Pendukung POSLUHDES a. PenyuluhPertanian, Perikanan dan Kehutanan b. Penyuluh Swadaya e. Penyuluh Swasta f. Penyuluh THL g. Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman h. Ketua Poktan/Gapoktan i. Babinsa j. Kepala Desa k. Pengawas Benih Tanaman 8
  • 9.
    BPTP DINAS TEKNIS DINAS TEKNIS GUBERNUR BMPD DISKOMINFO CAMAT PELAKU UTAMADAN PELAKU USAHA BUPATI/WALIKOT A UPTD LURAH/DESA PENYULUH PROVINSI TIM PEMBINA KAB/KOTA PELAKSANA KECAMATAN/ TIM PELAKSANA DESA POPT/ PBT PENELITI/ PENYULUH Alur Komando Alur Pengendalian Alur Pembinaan Alur Pelaksanaan Alur Koordinasi Fungsional Alur Koordinasi Operasional POSLUHDES TATA HUBUNGAN KERJA 9
  • 10.
    POSLUHDES PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA Pelakuutama dan pelaku usaha PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI POSLUHDES 10
  • 11.
    PELAYANAN POSLUHDES Crop Protection (Pelayanan Perlindungan tanaman ) - Melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. - Perlindungan lingkungan melalui tanaman budidaya. Meliputi : - Kesuburan Tanah - Pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) 11
  • 12.
    Crop Development ( Pembangunan/pengembangan terhadap Sistem budidaya ) - Mengarahkan pelaku Utama kearah ekonomi maju. PELAYANAN POSLUHDES 12
  • 13.
    Crop Education ( Pendidikandan pelatihan mengenai Teknologi pertanian ) - Memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap Pelaku utama dan berbagai kalangan lembaga pendidikan baik TK, SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi. - Sosialisasi aplikasi Teknologi Pertanian yang baik dan benar, agar pelaku Utama terhindar dari bahaya keracunan. PELAYANAN POSLUHDES 13
  • 14.
    UJI COBA PENERAPANIT DENGAN POSLUHDES 14 Uji coba penerapan IT dengan Posluhdes melalui teleconference, dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi untuk melakukan pertemuan dengan posluhdes secara jarak jauh dalam waktu yang bersamaan di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat dengan tujuan : 1. Informasi dapat tersampaikan dengan cepat; 2. Efisensi waktu, tenaga dan biaya; 3. Permasalahan ada dapat disampaikan secara tatap muka dan langsung mendapatkan jawabanya
  • 15.
    15 Pengembangan penyuluhan pertanian secaraonline membutuhkan komunikasi tatap muka ( teleconference ) secara intensif dengan para posluhdes , dalam hal sebagai berikut : - Penerbitas SK Gubernur : Tentang Tim Pengembangan Kelembagaan Posluhdes - Sosialisasi, - Bimbingan teknis , - Uji Coba Melalui Media Teleconferen ;dengan Posluhdes
  • 16.
    KONDISI POSLUHDES DIJAWA BARAT 16 No. Kabupaten Data Awal (unit) Data Hasil Verifikasi (unit) Keterangan 1. Subang 6 8 2. Purwakarta 2 16 3. Tasikmalaya 4 39 4. Ciamis 30 53 5. Majalengka 6 111 6. Indramayu 6 312 7. Cianjur 125 233 8. Bandung 24 24 9. Garut 12 347 10. Bogor 5 87 11. Bekasi 6 83 12. Kuningan 6 137 13. Sumedang 6 60 14. Bandung Barat 2 51 15. Karawang 6 246 16. Cirebon 306 309 17. Sukabumi - 121 18. Pangandaran - 33 JUMLAH 552 2.270 (Sumber : Bakorluh Jabar, 2016) (*) Jumlah Desa : 5.813 Desa
  • 17.
    IMPLEMENTASI SINERGI PROGRAM DAN KEGIATAN POSLUHDES POSLUHDES BPMPD -Sarana Prasarana Desa DISKOMINFO -Sistem IT -Database Dinas Rumpun Pertanian, Perikanan dan Kehutanan - Program dan Kegiatan Teknis BAKORLUH - Program Pendidikan SDM - Kelembagaan - Metoda Penyuluhan 17
  • 18.
    ROADMAP POSLUHDES 2015 20162017 2018 Pelatihan Posluhdes Model : 100 orang Advokasi terhadap Kab/Kota, Kec/Desa Penumbuhan Posluhdes Fasilitasi Program dan kegiatan terhadap Posluhdes Pengawalan dan Pendampingan dalam rangka optimalisasi peran posluhdes Fasilitasi 25 Posluhdes Identifikasi ulang posluhdes yang sudah terbentuk Fasilitasi Sarana Prasarana Posluhdes (Kesekretariatan, IT dll) Fasilitasi Sarana Prasarana Posluhdes (Kesekretariatan, IT dll) Pengawalan dan Pendampingan : 550 Posluhdes Pengawalan dan Pendampingan dalam rangka penumbuhan dan pembinaan posluhdes Pengawalan dan Pendampingan dalam rangka penumbuhan dan pembinaan posluhdes Peningkatan Kapasitas SDM dan kelembagaan Posluhdes Modeling POSLUHDES terintegrasi sebanyak 10 di wilayah DAS Citarum (GCB) Kab. Bandung, 15 di wilayah Geopark Ciletuh Sukabumi Peningkatan Kapasitas SDM dan kelembagaan Posluhdes Pengembangan Unit Usaha/Koperasi Perdesaan di 27 Kab/Kota Peningkatan Kapasitas SDM dan kelembagaan Posluhdes Penumbuhan Posluhdes Terpadu di 27 Kab/Kota Optimalisasi Posluhdes di 27 Kab/kota Penyusunan Regulasi Fasilitasi Posluhdes Pengembangan Unit Usaha/Koperasi Perdesaan di 27 Kab/Kota 18
  • 19.
    Pengembangan Jarkomluhdes Di JawaBarat Tahun 2016 : APBD-P Tahap 1 Penyusunan Soft Ware : • Penyusunan Desain dan Struktur Aplikasi Database Jarkomluhdes ; • Pengembangan Desain Pemprograman Posluhdes • Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Posluhdes (2 Kab : Ciamis dan Sukabumi) : Temu Teknis , Bimtek, Rembug Tani dan KursusTani Tahun 2017 : Tahap II Fasilitasi Perangkat Keras /hard Ware • Pelaksana Prov : Dinas Tan. Pangan/UPTD Bapusluhtan a. Penyusunan Juklak b. Penyusunan Spesifikasi Teknis c. Sosialisasi, Pembinaan dan Monev • Pelaksana : 18 Kabupaten • Jumlah 500 unit melalui Bantuan Keuangan Pemprov Jawa Barat untuk : Perangkat Pendukung Jarkomluhdes (Pengadaan melalui E-Catalog) dan Aplikasi Video Conference dan Audio System (Pengadaan melalui model lelang per masing-masing daerah tergantung unit masing-masing kab) 19
  • 20.
    KRITERIA POSLUHDES YANGMENERIMA BANTUAN KEUANGAN FASILITASI GUBERNUR JAWA BARAT Kriteria Pos Penyuluhan Desa/Kelurahan yang berhak menerima Bantuan Keuangan Fasilitasi Sarana Prasarana Pos Penyuluhan Desa terdiri sebagai berikut: • Sudah terbentuk dan dikukuhkan oleh Bupati; • Memiliki struktur organisasi dan pengelola yang aktif; • Memiliki sekretariat yang memadai; • Memiliki kelompok-kelompok tani binaan (pelaku utama dan pelaku usaha); • Memiliki Programa Penyuluhan Desa dan telah melaksanakan penyuluhan di wilayahnya; • Dapat mengakses jaringan internet • Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan internet, yang ditunjuk sebagai admin pengelola jaringan komunikasi posluhdes; • Memiliki fasilitas untuk melakukan percontohan
  • 21.
    PENGEMBANGAN SISTEM JARINGANKOMUNIKASI POSLUHDES ( JARKOMLUHDES ) PROVINSI JAWA BARAT MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN BANTUAN KEUANGAN FASILITASI POS PENYULUHAN DESA A. Provinsi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPT Balai Pusat Penyuluhan Pertanian Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab dalam pembinaan penumbuhan dan pengembangan Posluhdes/Kelurahan dengan tugas sebagai berikut : • Menyusun Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan dalam penyaluran Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Posluhdes • Mensosialisasikan Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada kabupaten/kota lokasi penerima Bantuan Keuangan Fasilitasi Posluhdes; • Menyusun spesifikasi fasilitasi Bantuan Keuangan Posluhdes. • Menyusun rencana dan melaksanakan pembinaan penumbuhan dan pengembangan Posluhdes/Kelurahan dalam rangka pemberdayaan petani/kelompok tani di desa; • Melakukan kompilasi dan vadilasi, verifikasi data berdasarkan hasil selesksi penerima Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diusulkan; • Melakukan monitoring dan evaluasi hasil Pelaksanaan Bantuan Keuangan Fasilitasi Posluhdes dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat; • Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Posluhdes di Jawa Barat.
  • 22.
    B. Kabupaten/Kota Dinas Pertanian/Kelembagaanyang membidangi penyuluhan pertanian di kabupaten/kota bertanggungjawab dalam pembinaan penumbuhan dan pengembangan Posluhdes/Kelurahan dalam pelaksanaannya dengan tugas sebagai berikut: 1. Bupati/Walikota menunjuk pejabat Eselon II pada Dinas Pertanian/Badan/ Lembaga yang menangani Penyuluhan Pertanian yang bertanggung jawab terhadap program Bantuan Keuangan Fasilitasi Posluhdes dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat; 2. Berdasarkan Pedoman Umum yang dikeluarkan oleh Provinsi, Kabupaten/Kota melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menyusun Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Keuangan Fasilitasi Pos Penyuluhan Desa Pemerintah Kabupaten/Kota dengan : • Dasar Hukum Pemberian Bantuan Pemerintah; • Tujuan Penggunaan Bantuan Pemerintah; • Pemberi Bantuan Pemerintah; • Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah; • Bentuk Bantuan Pemerintah; • Alokasi anggaran dan Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah; • Tata Kelola Pencairan Dana Bantuan Pemerintah; • Penyaluran Dana Bantuan Pemerintah; • Pertanggung Jawaban Bantuan Pemerintah; • Ketentuan Perpajakan; • Sanksi.
  • 23.
    3. Kabupaten/Kota melaluiPejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan seleksi penerima bantuan fasilitasi Posluhdes berdasarkan kriteria atau persyaratan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis; 4. Kabupaten/Kota melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdasarkan hasil seleksi Menetapkan SK Penerima Bantuan Fasilitasi Posluhdes yang disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran sebagai dasar pemberian bantuan yang memuat: a. Lokasi Penerima Bantuan; b. Jumlah barang yang akan diterima; 5. Dalam rangka Pengadaan Barang untuk Bantuan Fasilitasi Posluhdes yang disalurkan dalam bentuk barang kepada Penerima Barang yaitu Posluhdes, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditunjuk menandatangani kontrak pengadaan barang dengan penyedia barang dengan pedoman kepada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah ; 6. Pelaksanaan penyaluran bantuan sarana/prasarana dalam bentuk barang kepada penerima bantuan yaitu Posluhdes dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen atau Penyedia barang/jasa sesuai kontrak termasuk pelaksanaan penyaluran sampai diterima oleh Posluhdes disertai dengan: a. Berita acara penyelesaian pekerjaan; b. Berita acara serah terima barang; c. Foto atau dokumentasi barang yang dibeli; d. Surat pernyataan bahwa bukti penyaluran telah disampaikan; dan e. Bukti setor ke rekening kas negara dalam hal terdapat sisa bantuan
  • 24.
    7. Pejabat PembuatKomitmen (PPK) Kab/Kota melakukan verifikasi atas laporan pertanggung jawaban dan mengesahkan Berita Acara Serah Terima (BAST) setelah hasil verifikasi sesuai dengan perjanjian kerjasama; 8. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kab/kota melaksanakan Monitoring dan Evaluasi dengan melakukan pengawasan berdasarkan: a. Kesesuaian antara pelaksanaan penyaluran bantuan dengan pedoman umum/juklak dan juknis yang telah ditetapkan serta peraturan yang berlaku; b. Kesesuaian antara target pencapaian dan realisasi; 9. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kab/kota mengambil langkah-langkah tindak lanjut berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi untuk perbaikan penyaluran Bantuan Fasilitasi Sarana Prasarana Posluhdes.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Konsultasi mengenai OPT (Organisme Pengganggu Tanaman ) 27
  • 28.
    Budidaya Jambu BijiBudidaya Semut Rangrang Peternakan Sapi 28
  • 29.
  • 30.
    30 Teleconference BAKORLUH denganPOSLUHDES Ciemas Kec. Ciracap
  • 31.
  • 32.
    32 Teleconference Gubenur &Wagub dengan POSLUHDES yang ada di Kab. Ciamis (Desa Sindang Kasih dan Bendasari )
  • 33.
    TEMU TEKNIS PENGEMBANGANPOSLUHDES (DS. BUDIHARJA, KEC. SINDANGKASIH, KAB. CIAMIS)
  • 34.
    REMBUG TANI PENGEMBANGANPOSLUHDES (DS. BUDIHARJA, KEC. SINDANGKASIH, KAB. CIAMIS) NOVEMBER 2016
  • 35.
    REMBUG TANI PENGEMBANGANPOSLUHDES (DS. KAWALIMUKTI, KEC. KAWALI, KAB. CIAMIS) NOVEMBER 2016
  • 36.
    BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGANPOSLUHDES (KAB. SUKABUMI) SEPTEMBER 2016
  • 37.
    BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGANPOSLUHDES (KAB. SUKABUMI) SEPTEMBER 2016
  • 38.
    UJI COBA PEMANFAATANJARKOMLUHDES (TELECONFERENCE) DI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DENGAN 18 KABUPATEN PENERIMA KEGIATAN FASILITASI POSLUHDES TANGGAL 27 JULI 2017 38
  • 39.
    DOKUMENTASI PELAKSANAAN BIMBINGANTEKNIS JARKOMLUHDES DI KABUPATEN PANGANDARAN 39
  • 40.
    Dengan mengoptimalkan peranPosluhdes dapat meningkatkan peranan pelaku utama/usaha dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. meliputi : - Penerapan teknologi tepat guna - Perkembangan Pasar - Kemudahan penyediaan modal - Percepatan akses informasi - Berkembangnya unit usaha perdesaan - Menumbuhkembangkan penyuluh swadaya Penutup 40
  • 41.