Suatu caramengosongkan kandung kemih
dengan memasukkan selang (kateter) ke dalam
kandung kemih agar urin keluar dengan
sendirinya.
3.
Mencegah infeksikandung kemih
Memantau produksi urine
Untuk mengosongkan kandung kemih
Untuk mendapatkan spesimen urine
4.
Kateter danwadah penampung
Sabun dan air dengan waslap atau tisu basah
non parfum atau tisu pembersih bayi
Tempat urine
Lubrikan larut air
5.
• Jelaskan prosedur
–Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan
kerjasama
• Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang
tepat
– Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur
yang tepat
• Tutup ruangan atau tirai
– Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi
selama prosedur
6.
• Cuci tangan
–Mengurangi transmisi mikroorganisme
• Berdiri di sebelah kanan tempat tidur
– Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan semua
peralatan yang mudah dijangkau
• Lepas pakaian anak
– Agar tidak basah
• Basahi ujung selang dengan menempatkan
pelumas pada jari tangan dan meratakannya pada
selang atau dengan membenamkan keteter di
dalam lubrican yang dituangkan di atas tisu bersih
7.
– Untuk mempermudahinsersi kateter melalui meatus
uretra
• Pegang ujung penis tegak lurus, jika anak tidak
disirkumsisi tarik prepusium ke belakang sejauh
mungkin tanpa memaksa
– Meluruskan kanalis uretra untuk memudahkan insersi
kateter
• Usap ujung penis dengan tisu basah non parfum ,
tisu pembersih bayi atau waslap bersih dengan
sabun dan air
– Mengurangi jumlah mikroorganisme pada meatus dan
berpindah dari area yang paling terkontaminasi ke area
yang paling terkontaminasi
8.
Pegang penistegak lurus, dorong ke dalam
lubang urinarius dengan perlahan. Tepat
sebelum kandung kemih, mungkin akan terasa
ada tahanan. Jangan mendorong selang keluar
masuk bila terdapat tahanan. Tahan selang dan
terus menggerakkannya dengan perlahan
dengan tekanan yang halus tapi tegas sampai
otot berelaksasi
Beritahu anak untuk menarik napas dalam dan
9.
menghembuskannya dengan perlahan
Membantu anak untuk rileks
Terus masukkan selang sampai urine keluar.
Kemudian masukkan selang kira-kira 1,25 cm
dan tahan sampai urine berhenti mengalir.
Dorong prepusium ke arah depan jika perlu,
jangan pernah membiarkannya tertarik ke
belakang
10.
Biarkan semuaurine keluar
Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti
ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak
dengan tangan.
Membantu mengosongkan kandung kemih dari
semua urine
Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai
keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan
urine mengalir sampai kandung kemih
11.
kosong
Cuci tangandan kateter dengan sabun dan air.
Bilas bagian dalam selang dengan baik
menggunakan air bersih.
Puji anak atas kerjasamanya
Keringkan kateter dan simpan di temoat yang
kering
Catat waktunya
12.
Jangan pernahmemakai lagi kateter yang
tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah
warna atau rusak
13.
Jelaskan prosedur
Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan
kerjasama
Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang
tepat
Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur
yang tepat
Tutup ruangan atau tirai
Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi
selama prosedur
14.
Cuci tangan
Mengurangi transmisi mikroorganisme
Berdiri di sebelah kanan tempat tidur
Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan
semua peralatan yang mudah dijangkau
Lepas pakaian anak
Agar tidak basah
Berikan posisi senyaman mungkin pada anak,
dengan berbaring smbil menekan lututseperti
pada posisi “seperti katak”
15.
Rentangkan labiadengan ibu jari dan jari
tengah dan cari lubang urinarius (uretra)
Basuh labia 1-2 kali dengan tisu basah non
parfum, tisu pembersih bayi atau dengan
sabun dan air hangat. Pastikan membasuhnya
dari depan ke belakang dan jangan pernah dari
belakang ke depan melewati lubang
Basahi 5 cm ujung selang dengan
menempatkan pelumas pada jari tangan dan
16.
dengan membenamkan kateterke dalam
lubrikan yang dituangkan di atas tisu basah.
Masukkan selang dengan perlahan ke dalam
uretra sampaim urine mulai mengalir.
Kemudian masukkan dengan perlahan kira-
kira 1,25 cm.
17.
Biarkan semuaurine keluar
Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti
ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak
dengan tangan.
Membantu mengosongkan kandung kemih dari
semua urine
Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai
keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan
urine mengalir sampai kandung kemih
18.
kosong
Cuci tangandan kateter dengan sabun dan air.
Bilas bagian dalam selang dengan baik
menggunakan air bersih.
Puji anak atas kerjasamanya
Keringkan kateter dan simpan di temoat yang
kering
Catat waktunya
19.
Jangan pernahmemakai lagi kateter yang
tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah
warna atau rusak