OLEH
UMI HIDAJAH, S.KEP.NS.
 Suatu cara mengosongkan kandung kemih
dengan memasukkan selang (kateter) ke dalam
kandung kemih agar urin keluar dengan
sendirinya.
 Mencegah infeksi kandung kemih
 Memantau produksi urine
 Untuk mengosongkan kandung kemih
 Untuk mendapatkan spesimen urine
 Kateter dan wadah penampung
 Sabun dan air dengan waslap atau tisu basah
non parfum atau tisu pembersih bayi
 Tempat urine
 Lubrikan larut air
• Jelaskan prosedur
– Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan
kerjasama
• Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang
tepat
– Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur
yang tepat
• Tutup ruangan atau tirai
– Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi
selama prosedur
• Cuci tangan
– Mengurangi transmisi mikroorganisme
• Berdiri di sebelah kanan tempat tidur
– Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan semua
peralatan yang mudah dijangkau
• Lepas pakaian anak
– Agar tidak basah
• Basahi ujung selang dengan menempatkan
pelumas pada jari tangan dan meratakannya pada
selang atau dengan membenamkan keteter di
dalam lubrican yang dituangkan di atas tisu bersih
– Untuk mempermudah insersi kateter melalui meatus
uretra
• Pegang ujung penis tegak lurus, jika anak tidak
disirkumsisi tarik prepusium ke belakang sejauh
mungkin tanpa memaksa
– Meluruskan kanalis uretra untuk memudahkan insersi
kateter
• Usap ujung penis dengan tisu basah non parfum ,
tisu pembersih bayi atau waslap bersih dengan
sabun dan air
– Mengurangi jumlah mikroorganisme pada meatus dan
berpindah dari area yang paling terkontaminasi ke area
yang paling terkontaminasi
 Pegang penis tegak lurus, dorong ke dalam
lubang urinarius dengan perlahan. Tepat
sebelum kandung kemih, mungkin akan terasa
ada tahanan. Jangan mendorong selang keluar
masuk bila terdapat tahanan. Tahan selang dan
terus menggerakkannya dengan perlahan
dengan tekanan yang halus tapi tegas sampai
otot berelaksasi
 Beritahu anak untuk menarik napas dalam dan
menghembuskannya dengan perlahan
 Membantu anak untuk rileks
 Terus masukkan selang sampai urine keluar.
Kemudian masukkan selang kira-kira 1,25 cm
dan tahan sampai urine berhenti mengalir.
 Dorong prepusium ke arah depan jika perlu,
jangan pernah membiarkannya tertarik ke
belakang
 Biarkan semua urine keluar
 Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti
ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak
dengan tangan.
 Membantu mengosongkan kandung kemih dari
semua urine
 Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai
keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan
urine mengalir sampai kandung kemih
kosong
 Cuci tangan dan kateter dengan sabun dan air.
Bilas bagian dalam selang dengan baik
menggunakan air bersih.
 Puji anak atas kerjasamanya
 Keringkan kateter dan simpan di temoat yang
kering
 Catat waktunya
 Jangan pernah memakai lagi kateter yang
tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah
warna atau rusak
 Jelaskan prosedur
 Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan
kerjasama
 Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang
tepat
 Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur
yang tepat
 Tutup ruangan atau tirai
 Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi
selama prosedur
 Cuci tangan
 Mengurangi transmisi mikroorganisme
 Berdiri di sebelah kanan tempat tidur
 Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan
semua peralatan yang mudah dijangkau
 Lepas pakaian anak
 Agar tidak basah
 Berikan posisi senyaman mungkin pada anak,
dengan berbaring smbil menekan lututseperti
pada posisi “seperti katak”
 Rentangkan labia dengan ibu jari dan jari
tengah dan cari lubang urinarius (uretra)
 Basuh labia 1-2 kali dengan tisu basah non
parfum, tisu pembersih bayi atau dengan
sabun dan air hangat. Pastikan membasuhnya
dari depan ke belakang dan jangan pernah dari
belakang ke depan melewati lubang
 Basahi 5 cm ujung selang dengan
menempatkan pelumas pada jari tangan dan
dengan membenamkan kateter ke dalam
lubrikan yang dituangkan di atas tisu basah.
 Masukkan selang dengan perlahan ke dalam
uretra sampaim urine mulai mengalir.
Kemudian masukkan dengan perlahan kira-
kira 1,25 cm.
 Biarkan semua urine keluar
 Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti
ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak
dengan tangan.
 Membantu mengosongkan kandung kemih dari
semua urine
 Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai
keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan
urine mengalir sampai kandung kemih
kosong
 Cuci tangan dan kateter dengan sabun dan air.
Bilas bagian dalam selang dengan baik
menggunakan air bersih.
 Puji anak atas kerjasamanya
 Keringkan kateter dan simpan di temoat yang
kering
 Catat waktunya
 Jangan pernah memakai lagi kateter yang
tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah
warna atau rusak

KATETERISASI INTERMITEN [Asuhan Keperawatan]

  • 1.
  • 2.
     Suatu caramengosongkan kandung kemih dengan memasukkan selang (kateter) ke dalam kandung kemih agar urin keluar dengan sendirinya.
  • 3.
     Mencegah infeksikandung kemih  Memantau produksi urine  Untuk mengosongkan kandung kemih  Untuk mendapatkan spesimen urine
  • 4.
     Kateter danwadah penampung  Sabun dan air dengan waslap atau tisu basah non parfum atau tisu pembersih bayi  Tempat urine  Lubrikan larut air
  • 5.
    • Jelaskan prosedur –Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan kerjasama • Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang tepat – Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur yang tepat • Tutup ruangan atau tirai – Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi selama prosedur
  • 6.
    • Cuci tangan –Mengurangi transmisi mikroorganisme • Berdiri di sebelah kanan tempat tidur – Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan semua peralatan yang mudah dijangkau • Lepas pakaian anak – Agar tidak basah • Basahi ujung selang dengan menempatkan pelumas pada jari tangan dan meratakannya pada selang atau dengan membenamkan keteter di dalam lubrican yang dituangkan di atas tisu bersih
  • 7.
    – Untuk mempermudahinsersi kateter melalui meatus uretra • Pegang ujung penis tegak lurus, jika anak tidak disirkumsisi tarik prepusium ke belakang sejauh mungkin tanpa memaksa – Meluruskan kanalis uretra untuk memudahkan insersi kateter • Usap ujung penis dengan tisu basah non parfum , tisu pembersih bayi atau waslap bersih dengan sabun dan air – Mengurangi jumlah mikroorganisme pada meatus dan berpindah dari area yang paling terkontaminasi ke area yang paling terkontaminasi
  • 8.
     Pegang penistegak lurus, dorong ke dalam lubang urinarius dengan perlahan. Tepat sebelum kandung kemih, mungkin akan terasa ada tahanan. Jangan mendorong selang keluar masuk bila terdapat tahanan. Tahan selang dan terus menggerakkannya dengan perlahan dengan tekanan yang halus tapi tegas sampai otot berelaksasi  Beritahu anak untuk menarik napas dalam dan
  • 9.
    menghembuskannya dengan perlahan Membantu anak untuk rileks  Terus masukkan selang sampai urine keluar. Kemudian masukkan selang kira-kira 1,25 cm dan tahan sampai urine berhenti mengalir.  Dorong prepusium ke arah depan jika perlu, jangan pernah membiarkannya tertarik ke belakang
  • 10.
     Biarkan semuaurine keluar  Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak dengan tangan.  Membantu mengosongkan kandung kemih dari semua urine  Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan urine mengalir sampai kandung kemih
  • 11.
    kosong  Cuci tangandan kateter dengan sabun dan air. Bilas bagian dalam selang dengan baik menggunakan air bersih.  Puji anak atas kerjasamanya  Keringkan kateter dan simpan di temoat yang kering  Catat waktunya
  • 12.
     Jangan pernahmemakai lagi kateter yang tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah warna atau rusak
  • 13.
     Jelaskan prosedur Untuk meminimalkan ansietas dan meningkatkan kerjasama  Tinggikan tempat ridur pada ketinggian yang tepat  Meningkatkan penggunaan mekanika tempat tidur yang tepat  Tutup ruangan atau tirai  Mengurangi rasa malu dan membantu relaksasi selama prosedur
  • 14.
     Cuci tangan Mengurangi transmisi mikroorganisme  Berdiri di sebelah kanan tempat tidur  Keberhasilan memerlukan posisi nyaman dengan semua peralatan yang mudah dijangkau  Lepas pakaian anak  Agar tidak basah  Berikan posisi senyaman mungkin pada anak, dengan berbaring smbil menekan lututseperti pada posisi “seperti katak”
  • 15.
     Rentangkan labiadengan ibu jari dan jari tengah dan cari lubang urinarius (uretra)  Basuh labia 1-2 kali dengan tisu basah non parfum, tisu pembersih bayi atau dengan sabun dan air hangat. Pastikan membasuhnya dari depan ke belakang dan jangan pernah dari belakang ke depan melewati lubang  Basahi 5 cm ujung selang dengan menempatkan pelumas pada jari tangan dan
  • 16.
    dengan membenamkan kateterke dalam lubrikan yang dituangkan di atas tisu basah.  Masukkan selang dengan perlahan ke dalam uretra sampaim urine mulai mengalir. Kemudian masukkan dengan perlahan kira- kira 1,25 cm.
  • 17.
     Biarkan semuaurine keluar  Beritahu anak untuk meremas perutnya seperti ketika hendak defekasi, atau tekan perut anak dengan tangan.  Membantu mengosongkan kandung kemih dari semua urine  Lepas selang dengan perlahan, bila urine mulai keluar lagi, hentikan pelepasan dan biarkan urine mengalir sampai kandung kemih
  • 18.
    kosong  Cuci tangandan kateter dengan sabun dan air. Bilas bagian dalam selang dengan baik menggunakan air bersih.  Puji anak atas kerjasamanya  Keringkan kateter dan simpan di temoat yang kering  Catat waktunya
  • 19.
     Jangan pernahmemakai lagi kateter yang tampak kasar, kaku, telah dipakai dan berubah warna atau rusak