PEMERINTAH KABUPATEN FAKFAK
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN LITBANG DAERAH
Jalan Jend. Sudirman Telp. ( 0956 ) 22314, Fax. (0956) 22010
LAPORAN FINAL
Kajian Potensi dan Pengembangan
Bomberay Raya Sebagai Peluang
Provinsi Baru
2018
LINGKUP KAK
LATAR BELAKANG
DASAR HUKUM dan PRODUK YG DIHASILKAN
GAMBARAN UMUM WILAYAH
PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KAW. BOMBERAY
PELUANG MINAPOLITAN DI KAB FAKFAK
PELUANG LAINNYA DI KAB FAKFAK
POTENSI INVESTASI di KAWASAN PAPUA BARAT DAN TELUK BINTUNI
WILAYAH ADMINISTRASI PROVINSI PAPUA BARAT 2016
WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN FAKFAK 2016
KEDUDUKAN KWS BOMBERAY DALAM KONTEKS REGIONAL PAPUA BARAT
KEDUDUKAN KWS BOMBERAY DALAM KONTEKS REGIONAL KWS TELUK BINTUNI
1
2
3
FASILITAS PENUNJANG DI KAB FAKFAK
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028
KONSEP PEMBAGIAN WILAYAH CALON KAB. BOMBERAY 2028
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON KAB. BOMBERAY 2028
ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028
SKENARIO PENGEMBANGAN
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KOTA FAKFAK
TABEL SKENARIO PENGEMBANGAN
PETA INDIKASI CALON WILAYAHPROVINSI BARU
RANCANGAN ULTIMAT KONSEP
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI PUSAT PERTUMBUHAN
RENCANA ZONA PENGEMBANGAN
ZONASI PENGEMBANGAN KAW. BOMBERAY 2023
3
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON PEMEKARAN PROV PAPUA BARAT
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON PEMEKARAN PROV BOMBERAY RAYA
ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. PROV BOMBERAY RAYA 2033
RENCANA PENYEBARAN PUSAT PUSAT PERMUKIMAN
RENCANA PENYEBARAN PUSAT PUSAT FASILITAS SARANA PRASARANA
SISTEM PERGERAKAN PADA 3 ZONA
SISTEM PERGERAKAN PADA ZONA 4 DAN CONTOH VISUALISASI KONSEP ZONASI
PRAKIRAAN AWAL PEMBANGUNAN FISIK (DILUAR PEMBEBASAN LAHAN)
KESIMPULAN
26
27
28
29
30
31
32
33
34
LATAR BELAKANG
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Provinsi Papua
Barat, konektivitas Provinsi Papua Barat bagian
selatan dihubungkan dengan jaringan jalan
kolektor primer. Serta sistem perkotaan Provinsi
Papua Barat bagian selatan yang meliputi Fakfak
(sebagai PKW), Rasiei (sebagai PKL), dan Kaimana
(sebagai PKL). Namun untuk menjadikan pusat kota
Fakfak sebagai orientasi pertumbuhan di Provinsi
Papua Barat bagian selatan memiliki kendala
keterbatasan lingkungan (khususnya ketersediaan
lahan), untuk itu diperlukan adanya pusat
pertumbuhan baru sebagai orientasi pertumbuhan
ekonomi bagi Provinsi Papua Barat bagian selatan.
Berdasarkan lokasi rencana pembagian Sistem
Wilayah Pelayanan Provinsi Papua Barat (SWP),
Bomberay (Kab.Fakfak) berada pada SWP 4 dan
berbatasan dengan SWP 2. Wilayah tersebut
memiliki potensi unggulan untuk dikembangkan
meliputi sektor industri, perikanan tangkap, dan
kehutanan. Bomberay yang mempunyai fungsi
pelabuhan pengumpan primer, juga direncanakan
sebagai pengelolaan kawasan andalan Nasional dari
tiga lokasi andalan Nasional lainnya yang ada di
Provinsi Papua Barat.
Pusat pertumbuhan baru sebagai upaya dari
pengembangan wilayah dimaksudkan untuk
memperkecil kesenjangan pertumbuhan,
ketimpangan antar wilayah dan juga mensinergiskan
pertumbuhan antar wilayah. Dalam konteks
Nasional adanya kesenjangan pembangunan antara
wilayah menyebabkan tidak tercapainya tujuan
pembangunan Nasional secara keseluruhan.
6
Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini sebagai berikut:
- Menganalisis potensi wilayah yang ada disekitar
Bomberay Raya.
- Menganalisis kemungkinan pemekaran
wilayah.Kabupaten Fak Fak melalui pengembangan pusat
pertumbuhan kota baru Bomberay Raya.
- Ultimate Konsep pengambangan wilayah Bomberay Raya.
Untuk dapat menjadi Ibu kota Provinsi baru dari
pemekaran wilayah Provinsi Papua Barat yaitu Papua
Barat Bagian selatan
- Menganalisis kelayakan pengembangan Bomberay Raya
sebagai pusat pertumbuhan baru dan menjadi titik tolak
untuk upaya pemekaran wilayah Kabupaten dan Provinsi
dimasa mendatang dari sisi biaya dan manfaat.
Maksud dan Tujuan
Sesuai KAK
Maksud Penyusunan Kajian Potensi dan Pengembangan
Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru berfokus pada
studi potensi pengembangan pusat pertumbuhan baru.
Tujuan dari Penyusunan Kajian Potensi dan
Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru
adalah Menilai kelayakan Bomberay Raya Sebagai Pusat
Pertumbuhan Baru di Provinsi Papua Barat Bagian
Selatan.
Ruang Lingkup dan Lokasi Pekerjaan
Lingkup Wilayah
Lingkup wilayah kajian meliputi Kawasan Perkotaan
Bomberay yang meliputi Wilayah Bomberay yang
berada pada Kabupaten Fakfak.
Lingkup Kegiatan/ Pekerjaan
- Melakukan telaahan dan kajian terhadap literatur
dan kebijakan/peraturan perundang-undangan
terkait pertumbuhan ekonomi wilayah,
pengembangan wilayah, dan penyelenggaraan
infrastruktur.
- Melakukan identifikasi awal issue strategis
pengembangan wilayah.
- Melakukan survei pengumpulan data dan
informasi secara primer dan sekunder.
- Melakukan analisis dalam rangka penyusunan
Kajian Potensi dan Pengembangan Bomberay Raya
Sebagai Provinsi Baru yang setidaknya meliputi:
• Analisis kondisi sosial kependudukan;
• Analisis posisi dan peran wilayah studi dalam
konstelasi regional;
• Kajian sosial, ekonomi dan lingkungan;
• Analisis potensi, masalah, peluang dan
tantangan pengembangan kawasan/wilayah;
• Ultimate Konsep pengambangan wilayah
Bomberay Raya; 7
LINGKUP KAK
a) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang
Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan
Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat
(Lembaran Negara RI Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 2907);
b) Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Pemerintahan
Daerah;
c) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
d) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4548);
f) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007
tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran
Negara RI Tahun 2007 Nomor33, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 4700);
g) Undang-Undang Nomor26 Tahun 2007
tentang Penataan Ruang
Tersusunnya dokumen Kajian dan
Pengembangan Bomberay Raya
Sebagai Provinsi Baru dalam Rangka
Percepatan Pembangunan secara
komprehensif terhadap dinamika
pembangunan Kabupaten secara
terpadu dengan keseluruhan
perencanaan kabupaten Fakfak.
Produk Yang Dihasilkan
8
DASAR HUKUM DAN PRODUK YANG DIHASILKAN
Dasar Hukum
Dan Potensi Pengembangan
GAMBARAN UMUM WILAYAH
10
WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN FAKFAK th 2016
FASILITAS PENUNJANG DI KAB FAKFAK
12
PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KAW. BOMBERAY
13
PELUANG MINAPOLITAN DI KAB FAKFAK
14
PELUANG LAINNYA DI KAB FAKFAK
15
WILAYAH ADMINISTRASI PROVINSI PAPUA BARAT 2016
Informasi dasar sebagai pertimbangan untuk
menentukan batasan pembentukan
pemekaran provinsi baru
16
17
18
Kawasan Papua Barat
POTENSI INVESTASI di KAWASAN PAPUA BARAT DAN TELUK BINTUNI
19
20
SKENARIO PENGEMBANGAN
Justifikasi
Pengembangan
Bomberay sebagai
kota pusat
pertumbuhan baru
Justifikasi Pengembangan
Bomberay sebagai pusat
kota pemekaran kabupaten
baru
Justifikasi Pengembangan
Bomberay sebagai pusat
kota pemekaran provinsi
baru
?5-10 th ?15-20 th ?25-30 th
21
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KOTA FAKFAK
22
TABEL SKENARIO PENGEMBANGAN
23
Indikasi Calon
Wilayah Provinsi Baru ?
PETA INDIKASI CALON WILAYAH PROVINSI BARU
24
1. Mengembangkan Kawasan Bomberay Sebagai
Pusat Pertumbuhan Baru
• Jumlah arus investasi yang akan masuk di kawasan
Teluk Bintuni adalah sebesar US$ 8 miliar atau
setara dengan Rp 106,4 triliun. Investasi
tersebut akan dipergunakan untuk membangun LNG
Tangguh Train 3.
Dengan mempertimbangkan
• Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan mencapai
8000 orang, dengan memprioritaskan sebanyak
35% nya adalah warga asli Papua.
• Akan segera dibangun kamp karyawan sebanyak
6000 unit, jalan, jembatan dan berbagai prasarana
pendukung lainnya.
• Bila telah beroperasi maka tak kurang dari 10.000
karyawan diperlukan untuk menjalankan LNG Tangguh
Train 3
• Secara jarak hanya sekitar 60-80 km dari pusat
pengembangan LNG Tangguh Train 3
• Dengan mempertimbangkan berbagai hal yang telah
diuraikan sebelumnya diperkirakan Kota Fakfak tidak
akan mampu menampung limpahan arus investasi dan
tenaga kerja.. Melihat kerterbatasan yang ada pada
kota Fakfak maka perlu dikembangkan pusat
pertumbuhan baru.
RANCANGAN ULTIMAT KONSEP
26
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI PUSAT PERTUMBUHAN
27
RENCANA ZONA PENGEMBANGAN
28
ZONASI PENGEMBANGAN KAW. BOMBERAY 2023
Target Perkiraaan Jumlah
Penduduk minimal : 45.000 Jiwa
10.000 jw pertumbuhan alami
35.000 kebutuhan Tenaga Kerja
Luasan Kw Pertumbuhan
Bomberay : 200.000 ha
29
2. Mengembangkan Kawasan
Bomberay Sebagai calon Ibu Kota
Kabupaten Baru
• Jumlah arus investasi yang akan masuk di kawasan Teluk
Bintuni adalah sebesar US$ 8 miliar atau setara dengan
Rp 106,4 triliun. Maka perlu diantisipasi dengan matang
untuk menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Multiplier
effect yang ditimbulkan bila 10.000 tenaga kerja yang
dibutuhkan untuk mengoperasikan LNG Tanggung Train 3
maka tak kurang dari 30 ribu jiwa tenga kerja dengan
keluarganya perlu segera diapkan sarana dan
prasarananya. Sementara multiplier kegiatan yang lain
juga akan tumbuh, sehingga diperkirakan jumlah
penduduk akibat pendatang/migrasi akan terus bertambah
segera memenuhi kawasan LNG tangguh Train 3.
• Kedepan agar tidak terjadi kesulitan mencari lahan akibat
arus investasi yang deras dan jumlah penduduk yang
terus bertambah maka diperlukan perencanaan yang
matang sejak awal. Oleh karenanya pembangunan
berbagai fasilitas yang mendesak segera dan layanan
publik akan lebih mudah bila mengembangkan kawasan
Bomberay dsk sebagai kabupaten baru. Untuk itu perlu di
rencanakan dari awal fungsi-fungsi kawasan sebagai
pusat pemerintahan, permukiman, perdagangan jasa
bisnis pendidikan dan lain-lain yang diperlukan.
PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028
Berdasarkan perkiraan setelah pusat pertumbuhan baru pada
kawasan bomberay terbangun maka pada 5 th kemudian setelah
tahun 2023 atau di tahun 2028 kawasan bomberay akan semakin
berkembang dan dapat dimekarkan menjadi kabupaten baru, yakni
Kab Bomberay. Hal ini dapat dipahami sebab dari total jumlah
penduduk kawasan bomberay selama 5 yang lalu telah melampaui
60 ribu jiwa. Sebab dengan masuknya 2 distrik lagi menambah
penduduk sekitar 5000 jiwa lebih. Jumlah 60 ribu jiwa tersebut
berasal dari pertumbuhan penduduk normal 3,37% per th. sehingga
lima tahun kemudian jumlah penduduk diperkirakan menjadi lebih
dari 60 ribu jiwa lebih 30
KONSEP PEMBAGIAN WILAYAH CALON KAB. BOMBERAY 2028
31
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON KAB. BOMBERAY 2028
Kabupaten Bomberay
100. 000 jiwa
Luas : 6085 km2
32
ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028
Target Perkiraaan Jumlah Penduduk ibu
kota kab : 60.000 Jw
Kebutuhan Angkatan kerja 15.000
Kabupaten Bomberay
100.000 jiwa
Angkatan kerja 25.000
Luasan Ibu Kota Kab Bomberay : 300 ha
33
34
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON PEMEKARAN PROV PAPUA BARAT
35
CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON PEMEKARAN PROV BOMBERAY RAYA
Target Perkiraaan Jumlah
Penduduk kawasan ibu kota:
70.000 Jiwa
Provinsi
Bomberay Raya
350. 000 jiwa
Luas : 38585 km2
36
ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. PROV BOMBERAY RAYA 2033
37
RENCANA STRUKTUR RUANG DAN PENYEBARAN PUSAT PUSAT PERMUKIMAN
PUSAT PEMUKIMAN
DG @ 5000 JIWA
Luas lahan yg
dibutukan min
200 ha
39
RENCANA PENYEBARAN PUSAT PUSAT FASILITAS SARANA PRASARANA
SISTEM PERGERAKAN PADA 3 ZONA
41
SISTEM PERGERAKAN PADA ZONA 4 DAN CONTOH VISUALISASI KONSEP ZONASI
42
PRAKIRAAN AWAL PEMBANGUNAN FISIK (DILUAR PEMBEBASAN LAHAN)
KESIMPULAN
44
Bila kawasan ini akan dijadikan sebuah Provinsi Baru, sebagai Provinsi
Bomberay Raya Tahapan yang harus dilakukan sebelumnya adalah:
a. Proses, Target serta penetapan Distrik Bomberay sebagai pusat
pertumbuhan baru th 2018-2028 kemudian menjadi Ibu kota
kabupaten Bomberay th 2028-2033 dan selanjutnya dapat menjadi
lokasi ibu kota provinsi Bomberay Raya yang dicanangkan selama 15-
20 th ke depan atau di th 2033-2038
b. Sejalan dengan hal ini Kab Fakfak dapat memekarkan terlebih dahulu
dengan membentuk kota adm Fakfak, dan Kab Fakfak induk beribukota
di Kokas
c. Pada th 2028 dikembangkan sebagai Kabupaten Pemekaran Bomberay
dengan ibukota Bomberay
d. Sejalan dengan hal tersebut wilayah Kabupaten Kaimana dapat
dimekarkan menjadi 2 kabupaten, Kab Kaimana Barat dan Kab
Kaimana Timur
e. Target 2033-2038 sebagai Pembentukan Daerah Otonomi sebagai
Provinsu baru , Provinsi Bomberay Raya dapat terlaksana. dengan
pertimbangan ke empat langkah di atas telah dilakukan.
TERIMAKASIH
Atas Perhatian
dan
Masukkannya

Kajian prov bomberay raya

  • 1.
    PEMERINTAH KABUPATEN FAKFAK BADANPERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN LITBANG DAERAH Jalan Jend. Sudirman Telp. ( 0956 ) 22314, Fax. (0956) 22010 LAPORAN FINAL Kajian Potensi dan Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Peluang Provinsi Baru 2018
  • 2.
    LINGKUP KAK LATAR BELAKANG DASARHUKUM dan PRODUK YG DIHASILKAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KAW. BOMBERAY PELUANG MINAPOLITAN DI KAB FAKFAK PELUANG LAINNYA DI KAB FAKFAK POTENSI INVESTASI di KAWASAN PAPUA BARAT DAN TELUK BINTUNI WILAYAH ADMINISTRASI PROVINSI PAPUA BARAT 2016 WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN FAKFAK 2016 KEDUDUKAN KWS BOMBERAY DALAM KONTEKS REGIONAL PAPUA BARAT KEDUDUKAN KWS BOMBERAY DALAM KONTEKS REGIONAL KWS TELUK BINTUNI 1 2 3 FASILITAS PENUNJANG DI KAB FAKFAK 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
  • 3.
    PENGEMBANGAN CALON KAB.BOMBERAY 2028 KONSEP PEMBAGIAN WILAYAH CALON KAB. BOMBERAY 2028 CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON KAB. BOMBERAY 2028 ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028 SKENARIO PENGEMBANGAN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KOTA FAKFAK TABEL SKENARIO PENGEMBANGAN PETA INDIKASI CALON WILAYAHPROVINSI BARU RANCANGAN ULTIMAT KONSEP CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI PUSAT PERTUMBUHAN RENCANA ZONA PENGEMBANGAN ZONASI PENGEMBANGAN KAW. BOMBERAY 2023 3 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
  • 4.
    CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASICALON PEMEKARAN PROV PAPUA BARAT CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASI CALON PEMEKARAN PROV BOMBERAY RAYA ZONASI PENGEMBANGAN CALON KAB. PROV BOMBERAY RAYA 2033 RENCANA PENYEBARAN PUSAT PUSAT PERMUKIMAN RENCANA PENYEBARAN PUSAT PUSAT FASILITAS SARANA PRASARANA SISTEM PERGERAKAN PADA 3 ZONA SISTEM PERGERAKAN PADA ZONA 4 DAN CONTOH VISUALISASI KONSEP ZONASI PRAKIRAAN AWAL PEMBANGUNAN FISIK (DILUAR PEMBEBASAN LAHAN) KESIMPULAN 26 27 28 29 30 31 32 33 34
  • 6.
    LATAR BELAKANG Berdasarkan RencanaTata Ruang Provinsi Papua Barat, konektivitas Provinsi Papua Barat bagian selatan dihubungkan dengan jaringan jalan kolektor primer. Serta sistem perkotaan Provinsi Papua Barat bagian selatan yang meliputi Fakfak (sebagai PKW), Rasiei (sebagai PKL), dan Kaimana (sebagai PKL). Namun untuk menjadikan pusat kota Fakfak sebagai orientasi pertumbuhan di Provinsi Papua Barat bagian selatan memiliki kendala keterbatasan lingkungan (khususnya ketersediaan lahan), untuk itu diperlukan adanya pusat pertumbuhan baru sebagai orientasi pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi Papua Barat bagian selatan. Berdasarkan lokasi rencana pembagian Sistem Wilayah Pelayanan Provinsi Papua Barat (SWP), Bomberay (Kab.Fakfak) berada pada SWP 4 dan berbatasan dengan SWP 2. Wilayah tersebut memiliki potensi unggulan untuk dikembangkan meliputi sektor industri, perikanan tangkap, dan kehutanan. Bomberay yang mempunyai fungsi pelabuhan pengumpan primer, juga direncanakan sebagai pengelolaan kawasan andalan Nasional dari tiga lokasi andalan Nasional lainnya yang ada di Provinsi Papua Barat. Pusat pertumbuhan baru sebagai upaya dari pengembangan wilayah dimaksudkan untuk memperkecil kesenjangan pertumbuhan, ketimpangan antar wilayah dan juga mensinergiskan pertumbuhan antar wilayah. Dalam konteks Nasional adanya kesenjangan pembangunan antara wilayah menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembangunan Nasional secara keseluruhan. 6
  • 7.
    Sasaran Sasaran dari kegiatanini sebagai berikut: - Menganalisis potensi wilayah yang ada disekitar Bomberay Raya. - Menganalisis kemungkinan pemekaran wilayah.Kabupaten Fak Fak melalui pengembangan pusat pertumbuhan kota baru Bomberay Raya. - Ultimate Konsep pengambangan wilayah Bomberay Raya. Untuk dapat menjadi Ibu kota Provinsi baru dari pemekaran wilayah Provinsi Papua Barat yaitu Papua Barat Bagian selatan - Menganalisis kelayakan pengembangan Bomberay Raya sebagai pusat pertumbuhan baru dan menjadi titik tolak untuk upaya pemekaran wilayah Kabupaten dan Provinsi dimasa mendatang dari sisi biaya dan manfaat. Maksud dan Tujuan Sesuai KAK Maksud Penyusunan Kajian Potensi dan Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru berfokus pada studi potensi pengembangan pusat pertumbuhan baru. Tujuan dari Penyusunan Kajian Potensi dan Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru adalah Menilai kelayakan Bomberay Raya Sebagai Pusat Pertumbuhan Baru di Provinsi Papua Barat Bagian Selatan. Ruang Lingkup dan Lokasi Pekerjaan Lingkup Wilayah Lingkup wilayah kajian meliputi Kawasan Perkotaan Bomberay yang meliputi Wilayah Bomberay yang berada pada Kabupaten Fakfak. Lingkup Kegiatan/ Pekerjaan - Melakukan telaahan dan kajian terhadap literatur dan kebijakan/peraturan perundang-undangan terkait pertumbuhan ekonomi wilayah, pengembangan wilayah, dan penyelenggaraan infrastruktur. - Melakukan identifikasi awal issue strategis pengembangan wilayah. - Melakukan survei pengumpulan data dan informasi secara primer dan sekunder. - Melakukan analisis dalam rangka penyusunan Kajian Potensi dan Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru yang setidaknya meliputi: • Analisis kondisi sosial kependudukan; • Analisis posisi dan peran wilayah studi dalam konstelasi regional; • Kajian sosial, ekonomi dan lingkungan; • Analisis potensi, masalah, peluang dan tantangan pengembangan kawasan/wilayah; • Ultimate Konsep pengambangan wilayah Bomberay Raya; 7 LINGKUP KAK
  • 8.
    a) Undang-Undang Nomor12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara RI Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 2907); b) Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Pemerintahan Daerah; c) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); d) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); f) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor33, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4700); g) Undang-Undang Nomor26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Tersusunnya dokumen Kajian dan Pengembangan Bomberay Raya Sebagai Provinsi Baru dalam Rangka Percepatan Pembangunan secara komprehensif terhadap dinamika pembangunan Kabupaten secara terpadu dengan keseluruhan perencanaan kabupaten Fakfak. Produk Yang Dihasilkan 8 DASAR HUKUM DAN PRODUK YANG DIHASILKAN Dasar Hukum
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    PELUANG LAINNYA DIKAB FAKFAK 15
  • 16.
    WILAYAH ADMINISTRASI PROVINSIPAPUA BARAT 2016 Informasi dasar sebagai pertimbangan untuk menentukan batasan pembentukan pemekaran provinsi baru 16
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Kawasan Papua Barat POTENSIINVESTASI di KAWASAN PAPUA BARAT DAN TELUK BINTUNI 19
  • 20.
  • 21.
    SKENARIO PENGEMBANGAN Justifikasi Pengembangan Bomberay sebagai kotapusat pertumbuhan baru Justifikasi Pengembangan Bomberay sebagai pusat kota pemekaran kabupaten baru Justifikasi Pengembangan Bomberay sebagai pusat kota pemekaran provinsi baru ?5-10 th ?15-20 th ?25-30 th 21
  • 22.
    DAYA DUKUNG DANDAYA TAMPUNG KOTA FAKFAK 22
  • 23.
  • 24.
    Indikasi Calon Wilayah ProvinsiBaru ? PETA INDIKASI CALON WILAYAH PROVINSI BARU 24
  • 26.
    1. Mengembangkan KawasanBomberay Sebagai Pusat Pertumbuhan Baru • Jumlah arus investasi yang akan masuk di kawasan Teluk Bintuni adalah sebesar US$ 8 miliar atau setara dengan Rp 106,4 triliun. Investasi tersebut akan dipergunakan untuk membangun LNG Tangguh Train 3. Dengan mempertimbangkan • Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan mencapai 8000 orang, dengan memprioritaskan sebanyak 35% nya adalah warga asli Papua. • Akan segera dibangun kamp karyawan sebanyak 6000 unit, jalan, jembatan dan berbagai prasarana pendukung lainnya. • Bila telah beroperasi maka tak kurang dari 10.000 karyawan diperlukan untuk menjalankan LNG Tangguh Train 3 • Secara jarak hanya sekitar 60-80 km dari pusat pengembangan LNG Tangguh Train 3 • Dengan mempertimbangkan berbagai hal yang telah diuraikan sebelumnya diperkirakan Kota Fakfak tidak akan mampu menampung limpahan arus investasi dan tenaga kerja.. Melihat kerterbatasan yang ada pada kota Fakfak maka perlu dikembangkan pusat pertumbuhan baru. RANCANGAN ULTIMAT KONSEP 26
  • 27.
    CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASIPUSAT PERTUMBUHAN 27
  • 28.
  • 29.
    ZONASI PENGEMBANGAN KAW.BOMBERAY 2023 Target Perkiraaan Jumlah Penduduk minimal : 45.000 Jiwa 10.000 jw pertumbuhan alami 35.000 kebutuhan Tenaga Kerja Luasan Kw Pertumbuhan Bomberay : 200.000 ha 29
  • 30.
    2. Mengembangkan Kawasan BomberaySebagai calon Ibu Kota Kabupaten Baru • Jumlah arus investasi yang akan masuk di kawasan Teluk Bintuni adalah sebesar US$ 8 miliar atau setara dengan Rp 106,4 triliun. Maka perlu diantisipasi dengan matang untuk menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Multiplier effect yang ditimbulkan bila 10.000 tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan LNG Tanggung Train 3 maka tak kurang dari 30 ribu jiwa tenga kerja dengan keluarganya perlu segera diapkan sarana dan prasarananya. Sementara multiplier kegiatan yang lain juga akan tumbuh, sehingga diperkirakan jumlah penduduk akibat pendatang/migrasi akan terus bertambah segera memenuhi kawasan LNG tangguh Train 3. • Kedepan agar tidak terjadi kesulitan mencari lahan akibat arus investasi yang deras dan jumlah penduduk yang terus bertambah maka diperlukan perencanaan yang matang sejak awal. Oleh karenanya pembangunan berbagai fasilitas yang mendesak segera dan layanan publik akan lebih mudah bila mengembangkan kawasan Bomberay dsk sebagai kabupaten baru. Untuk itu perlu di rencanakan dari awal fungsi-fungsi kawasan sebagai pusat pemerintahan, permukiman, perdagangan jasa bisnis pendidikan dan lain-lain yang diperlukan. PENGEMBANGAN CALON KAB. BOMBERAY 2028 Berdasarkan perkiraan setelah pusat pertumbuhan baru pada kawasan bomberay terbangun maka pada 5 th kemudian setelah tahun 2023 atau di tahun 2028 kawasan bomberay akan semakin berkembang dan dapat dimekarkan menjadi kabupaten baru, yakni Kab Bomberay. Hal ini dapat dipahami sebab dari total jumlah penduduk kawasan bomberay selama 5 yang lalu telah melampaui 60 ribu jiwa. Sebab dengan masuknya 2 distrik lagi menambah penduduk sekitar 5000 jiwa lebih. Jumlah 60 ribu jiwa tersebut berasal dari pertumbuhan penduduk normal 3,37% per th. sehingga lima tahun kemudian jumlah penduduk diperkirakan menjadi lebih dari 60 ribu jiwa lebih 30
  • 31.
    KONSEP PEMBAGIAN WILAYAHCALON KAB. BOMBERAY 2028 31
  • 32.
    CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASICALON KAB. BOMBERAY 2028 Kabupaten Bomberay 100. 000 jiwa Luas : 6085 km2 32
  • 33.
    ZONASI PENGEMBANGAN CALONKAB. BOMBERAY 2028 Target Perkiraaan Jumlah Penduduk ibu kota kab : 60.000 Jw Kebutuhan Angkatan kerja 15.000 Kabupaten Bomberay 100.000 jiwa Angkatan kerja 25.000 Luasan Ibu Kota Kab Bomberay : 300 ha 33
  • 34.
  • 35.
    CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASICALON PEMEKARAN PROV PAPUA BARAT 35
  • 36.
    CAKUPAN WILAYAH ADMINISTRASICALON PEMEKARAN PROV BOMBERAY RAYA Target Perkiraaan Jumlah Penduduk kawasan ibu kota: 70.000 Jiwa Provinsi Bomberay Raya 350. 000 jiwa Luas : 38585 km2 36
  • 37.
    ZONASI PENGEMBANGAN CALONKAB. PROV BOMBERAY RAYA 2033 37
  • 39.
    RENCANA STRUKTUR RUANGDAN PENYEBARAN PUSAT PUSAT PERMUKIMAN PUSAT PEMUKIMAN DG @ 5000 JIWA Luas lahan yg dibutukan min 200 ha 39
  • 40.
    RENCANA PENYEBARAN PUSATPUSAT FASILITAS SARANA PRASARANA
  • 41.
  • 42.
    SISTEM PERGERAKAN PADAZONA 4 DAN CONTOH VISUALISASI KONSEP ZONASI 42
  • 43.
    PRAKIRAAN AWAL PEMBANGUNANFISIK (DILUAR PEMBEBASAN LAHAN)
  • 44.
    KESIMPULAN 44 Bila kawasan iniakan dijadikan sebuah Provinsi Baru, sebagai Provinsi Bomberay Raya Tahapan yang harus dilakukan sebelumnya adalah: a. Proses, Target serta penetapan Distrik Bomberay sebagai pusat pertumbuhan baru th 2018-2028 kemudian menjadi Ibu kota kabupaten Bomberay th 2028-2033 dan selanjutnya dapat menjadi lokasi ibu kota provinsi Bomberay Raya yang dicanangkan selama 15- 20 th ke depan atau di th 2033-2038 b. Sejalan dengan hal ini Kab Fakfak dapat memekarkan terlebih dahulu dengan membentuk kota adm Fakfak, dan Kab Fakfak induk beribukota di Kokas c. Pada th 2028 dikembangkan sebagai Kabupaten Pemekaran Bomberay dengan ibukota Bomberay d. Sejalan dengan hal tersebut wilayah Kabupaten Kaimana dapat dimekarkan menjadi 2 kabupaten, Kab Kaimana Barat dan Kab Kaimana Timur e. Target 2033-2038 sebagai Pembentukan Daerah Otonomi sebagai Provinsu baru , Provinsi Bomberay Raya dapat terlaksana. dengan pertimbangan ke empat langkah di atas telah dilakukan.
  • 45.