RAHMA CITA HALIDA 1320.221.119
Pembimbing:
dr. Nurtakdir Kurnia Setiawan, Sp.S
JOURNAL READING
Penyakit
Parkinson
Penurunan
amplitudo
gerakan
Hipokinesia Kekakuan
Resting
tremor
25% Defisit kognitif
Perhatian
Memori
Visuospatial
Fungsi eksekutif
 Ganglia basalis (kebanyakan dipengaruhi oleh
proyeksi dopaminergik) tampaknya memiliki peran
penting dalam memediasi modulasi kognitif dan
motorik untuk menghasilkan keputusan yang tepat
terhadap tindakan yang dihasilkan atas tugas yang
sedang dilakukan.
KRITERIA INKLUSI KRITERIA EKSKLUSI
Diagnosis penyakit
Parkinson menurut
Kriteria UK Brain
Bank dan MMSE
dengan skor > 24.
• Diskinesia parah atau fluktuasi on-off
• Defisit pemahaman parah
• Gangguan psikotik
• Riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat
• Defisit sensasi somatik yang melibatkan
anggota tubuh bagian bawah
• Gangguan vestibular atau paroksismal
vertigo,
• Kondisi neurologis atau ortopedi lainnya
yang melibatkan anggota badan bagian
bawah
 Pasien diinstruksikan meminum obat secara
teratur
 Subjek dilakukan penilaian selama fase “on”
(1-2,5 jam setelah meminum dosis pagi
Frontal Assessment
Battery-Italian
(FAB-it)
Montreal Overall
Cognitive
Assessment
(MoCA)
Trail
Making
Test
(TMT)
Semantic
Verbal
FluencyTest
(SVF)
Memory
with
Interference
(MI)
Beck
Depression
Inventory
(BDI)
Berg BalanceTest
(BBS)
10-Meter
Walking
Test
(10MWT)
6-Minutes
WalkingTest
(6MWT),
Timed Up
and Go
Test
(TUG)
Unified
Parkinson’s
Disease Rating
Scale
(UPDRS)
 Statistical Package for Social Sciences
software, versi 20.0, untuk Macintosh.
 Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk
menentukan korelasi antara hasil motorik
dan kognitif.
Variabel Indepeden Variabel Dependen
FAB-it
Moca
SVF
TMT-B
Usia
BDI
BBS
TUG
TUG-COG
Tingkat alpha untuk signifikansi ditetapkan pada 𝑃 <0,05
 Subjek 12 laki-laki, 8 perempuan.
 Dari 46 pasien rawat jalan yang di rawat inap
di Neurological Rehabilitation Unit of the
Azienda Ospedaliera Universitaria ofVerona,
Italy.
 Periode Januari sampai Juni 2014
Korelasi dan Motorik
BBS & FAB-It terkait langsung (𝑃 <0,001 dan ρ = 0,790)
BBS & Moca terkait langsung (𝑃 = 0,015 dan ρ = 0,534)
BBS &TMT-B berbanding terbalik (𝑃 = 0,005 dan ρ = -0,597
TUG & Moca berbanding terbalik (𝑃 = 0,045 dan ρ = -0,564)
TUG & SVF berbanding terbalik (𝑃 <0,006 dan ρ = -0,713)
TUG &TMT-B berhubungan langsung (𝑃 = 0,021 dan ρ = -0,630)
TUG-COG & Moca berbanding terbalik (𝑃 = 0,025 dan ρ = -0,667)
TUG-COG &TMT-B berhubungan langsung (𝑃 <0,020 dan ρ = 0,683)
(Tabel 2).
Analisis regresi linier berganda menunjukkan hubungan langsung yang
signifikan antara BBS dan FAB-it (𝑃 = 0,042; β = 0.640)
(Tabel 3)
Keterampilan
keseimbangan (Yang
diukur dengan BBS)
Fungsi eksekutif (yang
diukur dengan FAB-it)
Gangguan kognitif (yang
diukur dengan MoCA)
Beralih perhatian antara
dua hal (yang diukur
denganTMT-B).
Mobilitas fungsional (diukur
denganTUG)
Menunjukkan korelasi yang
signifikan dengan gangguan
kognitif (diukur dengan moca)
Kefasihan lisan (diukur dengan
SVF)
Kemampuan untuk beralih
perhatian di antara dua hal
(diukur denganTMT-B)
Mobilitas fungsional
dievaluasi di bawah
kondisi tugas ganda (yang
diukur olehTUG-COG)
Gangguan kognitif
(diukur dengan Moca)
Kemampuan untuk
mengalihkan perhatian
antara dua hal (diukur
dengan BTMT-)
 Lee dan rekan hanya memeriksa keterampilan instabilitas postural
dengan penurunan fungsi kognitif. Mereka menunjukkan korelasi
signifikan antara skor keseimbangan dan visuospatial dan fungsi
memori.
 Yogev dan rekan kerja hanya menyelidiki hubungan antara
kemampuan berjalan dan fungsi kognitif. Mereka menemukan
bahwa fungsi eksekutif secara signifikan berkorelasi dengan
variabilitas gaya berjalan selama dual-tasking.
 Allcock dan rekan, tentang kemampuan kognitif, hanya menyelidiki
keterampilan perhatian dan menemukan hubungan antara
frekuensi jatuh dan perhatian.
 Williams dan rekan kerja hanya mengkorelasi kemampuan motorik
dengan nilai tes skrining kognitif, dan menemukan hubungan antara
postural / ketidakstabilan berjalan dan MMSE.
 Domell¨of dan rekan mengeeksplorasi aspek kognisi manakah yang
berhubungan dengan ke tanda-tanda motorik yang berbeda yang
diselidiki oleh UPDRS.
 Mereka menemukan bahwa bradikinesia berkaitan dengan fungsi
eksekutif (memori kerja dan mental fleksibilitas), sedangkan tanda-
tanda aksial (seperti ketidakstabilan postural, gangguan gaya
berjalan, dan disfungsi bulbar) berkaitan dengan memori dan
kemampuan visuospatial.
 Poletti dan rekannya melaporkan bahwa skor bradikinesia
pada UPDRS memprediksi kemampuan tugas-tugas
eksekutif.Tapi berbeda dari Domell¨of dan studi kolega ',
analisis korelasi mengungkapkan bahwa tanda-tanda aksial
juga dikaitkan dengan defisit eksekutif.
 Analisis regresi kami menunjukkan hubungan yang signifikan
antara keterampilan keseimbangan (yang diukur dengan BBS)
dan fungsi eksekutif (yang diukur dengan FAB-it).
 Dari sudut pandang rehabilitasi, hal ini mungkin berguna untuk
memperjelas aspek-aspek hubungan antara defisit kognitif dan
disfungsi motorik pada pasien dengan penyakit Parkinson untuk
mengembangkan program rehabilitasi lebih tepat yang juga
termasuk situasi ekologi untuk pelatihan motorik dan fungsi
kognitif.
 Ukuran sampel kecil
 Mengekslklusikan pasien dengan mmse skor <24;
 Tidak menilai fungsi memori
 Tidak bisa menarik kesimpulan tentang hubungan fungsi
kognitif dan motorik di negara tanpa pengobatan
 Tidak menyertakan instrumen parameter untuk
mengevaluasi kemampuan berjalan dan keseimbangan.
 Penemuan ini dapat membantu identifikasi awal dari defisit
kognitif atau disfungsi motorik pada pasien dengan penyakit
Parkinson
 Studi prospektif skala besar di masa depan termasuk alat
pemeriksaan kemampuan motorik lain diperlukan untuk
memperkuat hasil kami dan dapat mengeksplorasi lebih baik
mengenai efek pelatihan pada hubungan kognitif-motorik
pada pasien dengan PD.

Journal Reading

  • 1.
    RAHMA CITA HALIDA1320.221.119 Pembimbing: dr. Nurtakdir Kurnia Setiawan, Sp.S JOURNAL READING
  • 2.
  • 3.
     Ganglia basalis(kebanyakan dipengaruhi oleh proyeksi dopaminergik) tampaknya memiliki peran penting dalam memediasi modulasi kognitif dan motorik untuk menghasilkan keputusan yang tepat terhadap tindakan yang dihasilkan atas tugas yang sedang dilakukan.
  • 4.
    KRITERIA INKLUSI KRITERIAEKSKLUSI Diagnosis penyakit Parkinson menurut Kriteria UK Brain Bank dan MMSE dengan skor > 24. • Diskinesia parah atau fluktuasi on-off • Defisit pemahaman parah • Gangguan psikotik • Riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat • Defisit sensasi somatik yang melibatkan anggota tubuh bagian bawah • Gangguan vestibular atau paroksismal vertigo, • Kondisi neurologis atau ortopedi lainnya yang melibatkan anggota badan bagian bawah
  • 5.
     Pasien diinstruksikanmeminum obat secara teratur  Subjek dilakukan penilaian selama fase “on” (1-2,5 jam setelah meminum dosis pagi
  • 6.
  • 7.
    Berg BalanceTest (BBS) 10-Meter Walking Test (10MWT) 6-Minutes WalkingTest (6MWT), Timed Up andGo Test (TUG) Unified Parkinson’s Disease Rating Scale (UPDRS)
  • 8.
     Statistical Packagefor Social Sciences software, versi 20.0, untuk Macintosh.  Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk menentukan korelasi antara hasil motorik dan kognitif.
  • 9.
    Variabel Indepeden VariabelDependen FAB-it Moca SVF TMT-B Usia BDI BBS TUG TUG-COG Tingkat alpha untuk signifikansi ditetapkan pada 𝑃 <0,05
  • 10.
     Subjek 12laki-laki, 8 perempuan.  Dari 46 pasien rawat jalan yang di rawat inap di Neurological Rehabilitation Unit of the Azienda Ospedaliera Universitaria ofVerona, Italy.  Periode Januari sampai Juni 2014
  • 12.
    Korelasi dan Motorik BBS& FAB-It terkait langsung (𝑃 <0,001 dan ρ = 0,790) BBS & Moca terkait langsung (𝑃 = 0,015 dan ρ = 0,534) BBS &TMT-B berbanding terbalik (𝑃 = 0,005 dan ρ = -0,597 TUG & Moca berbanding terbalik (𝑃 = 0,045 dan ρ = -0,564) TUG & SVF berbanding terbalik (𝑃 <0,006 dan ρ = -0,713) TUG &TMT-B berhubungan langsung (𝑃 = 0,021 dan ρ = -0,630) TUG-COG & Moca berbanding terbalik (𝑃 = 0,025 dan ρ = -0,667) TUG-COG &TMT-B berhubungan langsung (𝑃 <0,020 dan ρ = 0,683) (Tabel 2). Analisis regresi linier berganda menunjukkan hubungan langsung yang signifikan antara BBS dan FAB-it (𝑃 = 0,042; β = 0.640) (Tabel 3)
  • 15.
    Keterampilan keseimbangan (Yang diukur denganBBS) Fungsi eksekutif (yang diukur dengan FAB-it) Gangguan kognitif (yang diukur dengan MoCA) Beralih perhatian antara dua hal (yang diukur denganTMT-B).
  • 16.
    Mobilitas fungsional (diukur denganTUG) Menunjukkankorelasi yang signifikan dengan gangguan kognitif (diukur dengan moca) Kefasihan lisan (diukur dengan SVF) Kemampuan untuk beralih perhatian di antara dua hal (diukur denganTMT-B)
  • 17.
    Mobilitas fungsional dievaluasi dibawah kondisi tugas ganda (yang diukur olehTUG-COG) Gangguan kognitif (diukur dengan Moca) Kemampuan untuk mengalihkan perhatian antara dua hal (diukur dengan BTMT-)
  • 18.
     Lee danrekan hanya memeriksa keterampilan instabilitas postural dengan penurunan fungsi kognitif. Mereka menunjukkan korelasi signifikan antara skor keseimbangan dan visuospatial dan fungsi memori.  Yogev dan rekan kerja hanya menyelidiki hubungan antara kemampuan berjalan dan fungsi kognitif. Mereka menemukan bahwa fungsi eksekutif secara signifikan berkorelasi dengan variabilitas gaya berjalan selama dual-tasking.  Allcock dan rekan, tentang kemampuan kognitif, hanya menyelidiki keterampilan perhatian dan menemukan hubungan antara frekuensi jatuh dan perhatian.
  • 19.
     Williams danrekan kerja hanya mengkorelasi kemampuan motorik dengan nilai tes skrining kognitif, dan menemukan hubungan antara postural / ketidakstabilan berjalan dan MMSE.  Domell¨of dan rekan mengeeksplorasi aspek kognisi manakah yang berhubungan dengan ke tanda-tanda motorik yang berbeda yang diselidiki oleh UPDRS.  Mereka menemukan bahwa bradikinesia berkaitan dengan fungsi eksekutif (memori kerja dan mental fleksibilitas), sedangkan tanda- tanda aksial (seperti ketidakstabilan postural, gangguan gaya berjalan, dan disfungsi bulbar) berkaitan dengan memori dan kemampuan visuospatial.
  • 20.
     Poletti danrekannya melaporkan bahwa skor bradikinesia pada UPDRS memprediksi kemampuan tugas-tugas eksekutif.Tapi berbeda dari Domell¨of dan studi kolega ', analisis korelasi mengungkapkan bahwa tanda-tanda aksial juga dikaitkan dengan defisit eksekutif.
  • 21.
     Analisis regresikami menunjukkan hubungan yang signifikan antara keterampilan keseimbangan (yang diukur dengan BBS) dan fungsi eksekutif (yang diukur dengan FAB-it).  Dari sudut pandang rehabilitasi, hal ini mungkin berguna untuk memperjelas aspek-aspek hubungan antara defisit kognitif dan disfungsi motorik pada pasien dengan penyakit Parkinson untuk mengembangkan program rehabilitasi lebih tepat yang juga termasuk situasi ekologi untuk pelatihan motorik dan fungsi kognitif.
  • 22.
     Ukuran sampelkecil  Mengekslklusikan pasien dengan mmse skor <24;  Tidak menilai fungsi memori  Tidak bisa menarik kesimpulan tentang hubungan fungsi kognitif dan motorik di negara tanpa pengobatan  Tidak menyertakan instrumen parameter untuk mengevaluasi kemampuan berjalan dan keseimbangan.
  • 23.
     Penemuan inidapat membantu identifikasi awal dari defisit kognitif atau disfungsi motorik pada pasien dengan penyakit Parkinson  Studi prospektif skala besar di masa depan termasuk alat pemeriksaan kemampuan motorik lain diperlukan untuk memperkuat hasil kami dan dapat mengeksplorasi lebih baik mengenai efek pelatihan pada hubungan kognitif-motorik pada pasien dengan PD.