INTERPRETASI SPEKTRA IR
 Spektra IR adalah gambar (grafik) dari (%T) lawan
bilangan gelombang (cm-1)
 Dalam menginterpretasi (menganalisis) suatu
spektra IR suatu senyawa maka perhatian difokus
kan pada gugus fungsional utama:
 karbonil (C=O), hidroksil (O-H),(N-H), alkena (C
=C), alkuna (C =C), nitril (C =N), NO2 dan lain-lain.
Serapan C-C tunggal dan-C-H (sp3-s) tidak perlu
ditelaah secara mendalam karena hampir semua
senyawa organik mempunyai serapan pada
daerah tersebut.
Pedoman dalam menganalisis spektra IR suatu
senyawa organik.
1. Apakah ada gugus karbonil?. Gugus C=O
terdapat pada daerah 1820-1600 cm-1
dan
puncak ini biasanya terkuat dengan penampilan
lebar tajam dan sangat karakteristik.
2. Bila gugus C=O ada maka diuji langkah-langkah
berikut. Namun bila tidak ada dilanjutkan pada
langkah 3.
a. Asam karboksilat akan memunculkan
serapan OH pada bilangan gelombang
3500-3300 cm-1
b. Amida akan muncul serapan N-H yang
medium dan tajam pada sekitar 3500 cm-1
.
c. Ester akan memunculkan sepan C-O tajam
dan kuat pada 1300-1000 cm-1
.
d. Anhidrida akan memunculkan serapan C=O
kembar 1810 cm-1
dan 1760 cm-1
dan akan lebih
spesifik bila menggunakan FTIR.
e. Aldehida akan memunculkan C-H aldehida
intensitas lemah tapi tajam pada 2850-2750
cm-1
baik yang simetri maupun anti-simetri.
f. Keton bila semua yang di atas tidak muncul
3. Bila serapan karbonil tidak ada maka.
a. Ujilah alkohol (-OH).
Serapan melebar pada sekitar 3500-3300 cm-1
(dikonformasi dengan asam karboksilat) dan
diperkuat dengan serapan C-O pada sekitar
1300-1000 cm-1
.
b. Ujilah amina (N –H).
Serapan medium pada sekitar 3500 cm-1
(dikonformasi dengan amida).
c. Ujilah eter (C-O).
Ujilah serapan pada sekitar 1300-1000 cm-1
(dikonformasi dengan alkohol dan ester).
4. Ikatan C = C alkena dan aromatis.
Untuk alkena serapan pada 1650 cm-1
, sedangkan
untuk aromatis sekitar 1650-1450 cm-1
(lebih
lemah karena adanya delokalisasi elektron), atau
yang dikenal dengan resonansi. Serapan (C-H)alifatik
(sp2
-s) alkena akan muncul di bawah 3000 cm-1
,
sedangkan (C-H)vinilik (sp2
-s) benzena akan muncul
di atas 3000 cm-1
.
5. Ikatan C ≡C alkuna dan C = N nitril.
Gugus C = N akan muncul pada sekitar 2250 cm-1
medium dan tajam, sedangkan serapan C ≡ C
lemah tapi tajam akan muncul pada sekitar 2150
cm-1
. Untuk alkuna juga diuji C-Hasetinilik (sp-s) atau
terminal pada sekitar 3300 cm-1
.
6. Gugus nitro NO2.
Serapan kuat pada sekitar 1600-1500 cm-1 dari
(N=O)anti-sim.dan juga pada 1390-1300 cm-1
cm-1 untuk (N=O)simetri.
7. Hidrokarbon jenuh.
Hidrokarbon jenuh baik alkana maupun
sikloalkana sebenarnya tidak mempunyai gugus
fungsional yang spesifik. Namun bila informasi 1
sampai 6 tidak ada maka patut diduga bahwa
spektra IR tersebut adalah hidrokarbon jenuh.
Penggunaan istilah melebar dan tajam adalah
mengacu pada penampilan fisik dari serapan,
sedangkan istilah kuat, medium dan lemah
adalah berhubungan dengan tingginya intensitas
(%T) yang dijelaskan dengan gambar .1
Serapan I mempunyai
penampilan fisik yang
melebar dan intensitas kuat
(lebar dan kuat), serapan II
berpenampilan tajam
dengan intensitas lemah
(tajam dan lemah), serapan
III tajam dan kuat
sedangkan serapan IV tajam
dan medium.
Contoh 1 : Spektra IR dari 1-Butanol
Interpretasi : Pita lebar dan kuat pada sekitar 3500-
3200 cm-1
adalah rentangan– OH yang diperkuat oleh
rentangan C-O pada sekitar 1050 cm-1
. Serapan pada
sekitar 3000-2700 cm-1
adalah rentangan C-H (sp3
-
s)dari metil dan metilen (CH2).
Contoh 2 : Spektra IR dipropilamina
Interpretasi : Serapan lemah pada sekitar 3300 cm-1
adalah rentangan N-H yang telah di spike (ditambah
senyawa standar eksternal untuk memperbesar
serapan). Serapan pada sekitar 3000-2700 cm-1
adalah
rentangan C-H (sp3
-s) dari metil dan metilen (CH2).
Sedangkan serapan kuat pada sekitar 1450 cm-1
Contoh 3 : Spektra IR 2-Heptanon
Interpretasi : Serapan kuat dan tajam pada 1718 adalah
rentangan karbonil (C =O). Serapan sekitar 3000-2700 cm-1
adalah rentangan C-H (sp3
-s) dari metil dan metilen (CH2).
Tidak ada yang informasi lain yang spesifik dalam spektra
ini.
Contoh 4 : Spektra IR Butanal
Interpretasi: Serapan kuat dan tajam pada 1720 adalah rentangan
karbonil (C =O) yang diperkuat serapan pada kembar pada 2822 cm-1
dari C-H aldehid anti-semetri dan 2720 cm-1
dari C-H aldehid simetri.
Serapan pada sekitar 3000-2900 cm-1
adalah rentangan C-H (sp3
-s) dari
metil dan metilen (CH2)
Contoh 5 : Spektra IR Asam Heksanoat
Interpretasi : Serapan kuat dan lebar pada sekitar 3300-2800 cm-1
adalah rentangan O-H yang berimpit dengan serapan (C-H)str jenuh.
Puncak yang melebar adalah disebabkan adanya ikatan hidrogen pada
asam (bandingkan dengan serapan OH pada spektra 1-butanol yang
ikatan hidrogennya lebih lemah). Serapan pada 1711 cm-1
adalah
serapan (C=O)str.
Contoh 6 : Spektra IR Butilnitril
Interpretasi : Serapan tajam dan kuat pada 2249 cm-1 adalah
rentangan nitril (C=N). Serapan pada sekitar 3000-2700 adalah
rentangan C-H (sp3
-s) dari metil dan metilen (CH2). Tidak ada
informasi lain yang spesifik dalam spektra ini.
Latihan/Tugas
Berikan Interpretasi terhadap spektra berikut :
A. 1-Heksena
B. 1-Oktuna
C. 4-Oktuna

INTERPRETASI SPEKTRA Infra Merah dalam organik.pptx

  • 1.
  • 2.
     Spektra IRadalah gambar (grafik) dari (%T) lawan bilangan gelombang (cm-1)  Dalam menginterpretasi (menganalisis) suatu spektra IR suatu senyawa maka perhatian difokus kan pada gugus fungsional utama:  karbonil (C=O), hidroksil (O-H),(N-H), alkena (C =C), alkuna (C =C), nitril (C =N), NO2 dan lain-lain. Serapan C-C tunggal dan-C-H (sp3-s) tidak perlu ditelaah secara mendalam karena hampir semua senyawa organik mempunyai serapan pada daerah tersebut.
  • 3.
    Pedoman dalam menganalisisspektra IR suatu senyawa organik. 1. Apakah ada gugus karbonil?. Gugus C=O terdapat pada daerah 1820-1600 cm-1 dan puncak ini biasanya terkuat dengan penampilan lebar tajam dan sangat karakteristik. 2. Bila gugus C=O ada maka diuji langkah-langkah berikut. Namun bila tidak ada dilanjutkan pada langkah 3. a. Asam karboksilat akan memunculkan serapan OH pada bilangan gelombang 3500-3300 cm-1
  • 4.
    b. Amida akanmuncul serapan N-H yang medium dan tajam pada sekitar 3500 cm-1 . c. Ester akan memunculkan sepan C-O tajam dan kuat pada 1300-1000 cm-1 . d. Anhidrida akan memunculkan serapan C=O kembar 1810 cm-1 dan 1760 cm-1 dan akan lebih spesifik bila menggunakan FTIR. e. Aldehida akan memunculkan C-H aldehida intensitas lemah tapi tajam pada 2850-2750 cm-1 baik yang simetri maupun anti-simetri. f. Keton bila semua yang di atas tidak muncul
  • 5.
    3. Bila serapankarbonil tidak ada maka. a. Ujilah alkohol (-OH). Serapan melebar pada sekitar 3500-3300 cm-1 (dikonformasi dengan asam karboksilat) dan diperkuat dengan serapan C-O pada sekitar 1300-1000 cm-1 . b. Ujilah amina (N –H). Serapan medium pada sekitar 3500 cm-1 (dikonformasi dengan amida). c. Ujilah eter (C-O). Ujilah serapan pada sekitar 1300-1000 cm-1 (dikonformasi dengan alkohol dan ester).
  • 6.
    4. Ikatan C= C alkena dan aromatis. Untuk alkena serapan pada 1650 cm-1 , sedangkan untuk aromatis sekitar 1650-1450 cm-1 (lebih lemah karena adanya delokalisasi elektron), atau yang dikenal dengan resonansi. Serapan (C-H)alifatik (sp2 -s) alkena akan muncul di bawah 3000 cm-1 , sedangkan (C-H)vinilik (sp2 -s) benzena akan muncul di atas 3000 cm-1 . 5. Ikatan C ≡C alkuna dan C = N nitril. Gugus C = N akan muncul pada sekitar 2250 cm-1 medium dan tajam, sedangkan serapan C ≡ C lemah tapi tajam akan muncul pada sekitar 2150 cm-1 . Untuk alkuna juga diuji C-Hasetinilik (sp-s) atau terminal pada sekitar 3300 cm-1 .
  • 7.
    6. Gugus nitroNO2. Serapan kuat pada sekitar 1600-1500 cm-1 dari (N=O)anti-sim.dan juga pada 1390-1300 cm-1 cm-1 untuk (N=O)simetri. 7. Hidrokarbon jenuh. Hidrokarbon jenuh baik alkana maupun sikloalkana sebenarnya tidak mempunyai gugus fungsional yang spesifik. Namun bila informasi 1 sampai 6 tidak ada maka patut diduga bahwa spektra IR tersebut adalah hidrokarbon jenuh.
  • 8.
    Penggunaan istilah melebardan tajam adalah mengacu pada penampilan fisik dari serapan, sedangkan istilah kuat, medium dan lemah adalah berhubungan dengan tingginya intensitas (%T) yang dijelaskan dengan gambar .1 Serapan I mempunyai penampilan fisik yang melebar dan intensitas kuat (lebar dan kuat), serapan II berpenampilan tajam dengan intensitas lemah (tajam dan lemah), serapan III tajam dan kuat sedangkan serapan IV tajam dan medium.
  • 9.
    Contoh 1 :Spektra IR dari 1-Butanol Interpretasi : Pita lebar dan kuat pada sekitar 3500- 3200 cm-1 adalah rentangan– OH yang diperkuat oleh rentangan C-O pada sekitar 1050 cm-1 . Serapan pada sekitar 3000-2700 cm-1 adalah rentangan C-H (sp3 - s)dari metil dan metilen (CH2).
  • 10.
    Contoh 2 :Spektra IR dipropilamina Interpretasi : Serapan lemah pada sekitar 3300 cm-1 adalah rentangan N-H yang telah di spike (ditambah senyawa standar eksternal untuk memperbesar serapan). Serapan pada sekitar 3000-2700 cm-1 adalah rentangan C-H (sp3 -s) dari metil dan metilen (CH2). Sedangkan serapan kuat pada sekitar 1450 cm-1
  • 11.
    Contoh 3 :Spektra IR 2-Heptanon Interpretasi : Serapan kuat dan tajam pada 1718 adalah rentangan karbonil (C =O). Serapan sekitar 3000-2700 cm-1 adalah rentangan C-H (sp3 -s) dari metil dan metilen (CH2). Tidak ada yang informasi lain yang spesifik dalam spektra ini.
  • 12.
    Contoh 4 :Spektra IR Butanal Interpretasi: Serapan kuat dan tajam pada 1720 adalah rentangan karbonil (C =O) yang diperkuat serapan pada kembar pada 2822 cm-1 dari C-H aldehid anti-semetri dan 2720 cm-1 dari C-H aldehid simetri. Serapan pada sekitar 3000-2900 cm-1 adalah rentangan C-H (sp3 -s) dari metil dan metilen (CH2)
  • 13.
    Contoh 5 :Spektra IR Asam Heksanoat Interpretasi : Serapan kuat dan lebar pada sekitar 3300-2800 cm-1 adalah rentangan O-H yang berimpit dengan serapan (C-H)str jenuh. Puncak yang melebar adalah disebabkan adanya ikatan hidrogen pada asam (bandingkan dengan serapan OH pada spektra 1-butanol yang ikatan hidrogennya lebih lemah). Serapan pada 1711 cm-1 adalah serapan (C=O)str.
  • 14.
    Contoh 6 :Spektra IR Butilnitril Interpretasi : Serapan tajam dan kuat pada 2249 cm-1 adalah rentangan nitril (C=N). Serapan pada sekitar 3000-2700 adalah rentangan C-H (sp3 -s) dari metil dan metilen (CH2). Tidak ada informasi lain yang spesifik dalam spektra ini.
  • 15.
    Latihan/Tugas Berikan Interpretasi terhadapspektra berikut : A. 1-Heksena
  • 16.
  • 17.