PENGENALAN TEKNOLOGI INTERNET & NEW MEDIA 
2ia22 Bayu radityo Universitas gunadarma
HyperText Transfer Protocol : 
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. 
Pada saat tersebut yang dipakai adalah protokol HTTP versi 0.9. Versi 0.9 ini adalah protokol transfer dokumen secara mentah, maksudnya adalah data dokumen dikirim sesuai dengan isi dari dokumen tersebut tanpa memandang tipe dari dokumen. 
Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang. 
Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1. 
Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada awal tahun 1996. Hingga Maret 1996, HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01, Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah web yang digunakan di Internet adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. 
Perusahaan yang sama juga melaporkan bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999. 
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80). 
Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. 
seperti disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan. Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan..”. 
Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:. Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten. 
Di bawah ini adalah beberapa poin penting & istilah yang perlu diketahui tentang protokol HTTP. 
 HTTP adalah Sebuah Protokol lapisan aplikasi 
 Port default jika tidak disebutkan dalam permintaan, akan diasumsikan port 80 
 Nama host dalam permintaan adalah kasus sensitif 
 WWW ( World Wide Web ) Consoritum dan satuan tugas teknik internet, baik koordinat dalam standarisasi protokol HTTP 
 HTTP memungkinkan peningkatan permintaan dan respon dengan bantuan perantara gateway, proxy, atau tunnel 
 Sumber daya yang dapat diminta dengan menggunakan HTTP disediakan dengan bantuan jenis URI ( Uniform Resource Identifier ) disebut URL ( Uniform Resource Locator ) 
 TCP ( Trasmission Control Protocol ) digunakan untuk membuat sambungan ke port 80 yang digunakan oleh HTTP secara default 
 Serangkaian permintaan dan respon HTTP disebut sebagai sesi dalam HTTP 
 HTTP versi 0.9 adalah versi pertama 
 HTTP adalah protokol stateless ( Setiap koneksi independen satu sama lain ) 
Bagaimana HTTP dapat bekerja? HTTP adalah protokol request-response. Sebagai contoh, browser Web memulai permintaan ke server, biasanya dengan membuka koneksi TCP / IP. Permintaan itu sendiri terdiri dari 
 Permintaan garis ( a request line ) 
 Permintaan header ( a request header ) dan 
 Entitas ( Entity ) 
Server akan mengirimkan respon yang terdiri 
 Baris status ( a status line ) 
 Suatu set respon header ( a set of response header ) dan 
 Entitas
Entitas dalam permintaan atau respon dapat dianggap hanya sebagai payload, yang mungkin data biner. Item lainnya adalah terbaca sebagai karakter ASCII. Ketika respon telah selesai, baik browser atau server dapat mengakhiri koneksi TCP / IP atau browser dapat mengirim permintaan lain. 
Sebagai contoh : 
Digunakan 2 ( dua ) komputer dimana satu sebagai client dan satu lagi sebagai server dengan menggunakan Apache versi 2.2.3 – 22 
Sebuah halaman default akan menampilkan pesan “Halo” dimana koneksi dimulai dari klien ke server dan akan menangkap semua lalu lintas pada server yang datang dari klien dan melihat apa yang terjadi. 
[root@slashroot1 ~]# wget http://192.168.0.103 
--15:51:09-- http://192.168.0.103/ 
Connecting to 192.168.0.103:80... connected. 
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK 
Length: 6 [text/html] 
Saving to: `index.html.7' 
100%[=======================================>] 6 --.-K/s in 0s 
15:51:09 (283 KB/s) - `index.html.7' saved [6/6] 
Dibawah ini apa yang terjadi saat server menangkap semua lalu lintas jaringan dengan menggunakan tcpdump. 
[root@slashroot2 ~]# tcpdump -i eth0 -s0 -n -A host 192.168.0.104 
tcpdump: verbose output suppressed, use -v or -vv for full protocol decode 
listening on eth0, link-type EN10MB (Ethernet), capture size 65535 bytes 
05:36:32.781066 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: S 3151905201:3151905201(0) win 5840 <mss 1460,sackOK,timestamp 6458684 0,nop,wscale 4> 
E..<..@.@......h...g.B.P..A.........UR......... 
.b.<........ 
05:36:32.781957 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: S 3165795006:3165795006(0) ack 3151905202 win 5792 <mss 1460,sackOK,timestamp 6465077 6458684,nop,wscale 4> 
E..<..@.@......g...h.P.B..2...A......h......... 
.b.5.b.<.... 
05:36:32.783047 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: . ack 1 win 365 <nop,nop,timestamp 6458685 6465077> 
E..4..@.@......h...g.B.P..A...2....m.d..... 
.b.=.b.5 
05:36:32.784509 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: P 1:121(120) ack 1 win 365 <nop,nop,timestamp 6458685 6465077> 
E.....@.@......h...g.B.P..A...2....m....... 
.b.=.b.5GET / HTTP/1.0 
User-Agent: Wget/1.10.2 (Red Hat modified) 
Accept: */* 
Host: 192.168.0.103 
Connection: Keep-Alive 
05:36:32.784551 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: . ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465080 6458685> 
E..4..@.@.$....g...h.P.B..2...B*...j....... 
.b.8.b.= 
05:36:32.786377 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: P 1:268(267) ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465082 6458685> 
E..?..@.@.#....g...h.P.B..2...B*...j.Q..... 
.b.:.b.=HTTP/1.1 200 OK 
Date: Thu, 21 Feb 2013 10:36:32 GMT 
Server: Apache/2.2.3 (Red Hat)
Last-Modified: Thu, 21 Feb 2013 09:47:39 GMT 
ETag: "377709-6-f71984c0" 
Accept-Ranges: bytes 
Content-Length: 6 
Connection: close 
Content-Type: text/html; charset=UTF-8 
hello 
05:36:32.787006 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: F 268:268(0) ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465082 6458685> 
E..4..@.@.$....g...h.P.B..3...B*...j....... 
.b.:.b.= 
05:36:32.787622 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: . ack 268 win 432 <nop,nop,t 
Cara kerja HTTP :
Metode Permintaan 
HTTP menetapkan sembilan metode (kadang disebut "verbs") yang menunjukkan tindakan yang ingin dilakukan terhadap sumber teridentifikasi. Hal yang diwakili sumber ini, berupa data yang sudah ada atau data yang diciptakan secara dinamis, bergantung pada implementasi peladen. Biasanya sumber ini berkaitan dengan berkas atau keluaran dari berkas pelaksana yang menetap di peladen. 
HEAD 
Meminta tanggapan yang identik dengan tanggapan yang sesuai dengan permintaan GET, namun tanpa badan tanggapan. Ini berguna untuk mengakses informasi meta yang tertulis dalam kepala tanggapan tanpa perlu mengangkut seluruh konten. 
GET 
Meminta representasi sumber tertentu. Permintaan menggunakan GET (dan beberapa metode HTTP lain) "tidak boleh memiliki kepentingan melakukan tindakan selain pengaksesan". W3C telah menerbitkan prinsip panduan mengenai perbedaan ini dengan menyatakan, "desain aplikasi web harus mematuhi prinsip di atas, serta batasan sejenis.” 
POST 
Mengirimkan data untuk diproses (misalnya dari bentuk HTML) ke sumber teridentifikasi. Data dimasukkan dalam badan permintaan. Ini dapat menghasilkan pembentukan sumber baru atau pemutakhiran sumber yang sudah ada atau keduanya. 
PUT 
Mengunggah representasi sumber tertentu. 
DELETE 
Menghapus sumber tertentu. 
TRACE 
Menggaungkan kembali permintaan yang diterima, sehingga klien dapat melihat perubahan atau tambahan yang dilakukan oleh peladen perantara. 
OPTIONS 
Mengembalikan metode HTTP yang didukung peladen untuk URL tertentu. Ini dapat digunakan untuk memeriksa fungsionalitas peladen web dengan meminta '*' daripada fungsionalitas sumber tertentu. 
CONNECT 
Menukarkan koneksi permintaan dengan terowongan TCP/IP transparan, biasanya untuk memfasilitasi komunikasi terenkripsi SSL (HTTPS) melalui proksi HTTP tak terenkripsi. 
PATCH 
Menerapkan modifikasi parsial terhadap sumber. 
Peladen HTTP diminta untuk mengimplementasikan sedikitnya metode GET dan HEAD dan jika mungkin, metode OPTIONS.
Screen shot terminal Ubuntu yang menunjukan sesi telnet yang berisi permintaan HTTP / Respon yang dibuat ke halaman utama Wikipedia bahasa Inggris. 
Manfaat HTTP protokol ini adalah untuk menghubungkan klien ke server maka dengan bengitu situs dapat terbuka. 
Sedangkan kelemahan dari HTTP rentan terhadap virus dimana saat ini banyak pengguna yang menggunakan HTTP sebagai sarana koneksi internet dan salah satu mediasi penyimpanan data penting. Namun, tidak semua orang menggunakan fasilitas ini untuk berbuat baik dan bermanfaat, ada juga yang menggunakannya untuk menipu, merusak dan menyebar virus. Penyebaran virus melalui media HTTP sangat rentan dan rawan bagi pengguna internet dengan media blog, jika ini terjadi, maka Jaringan yang digunakan akan terjangkit virus sesuai dengan tingkat bahaya virus yang masuk. Dapat dipastikan bahwa sebuah alamat atau URL yang menggunakan protokol dengan HTTP cenderung dapat menyebabkan adanya Virus atau hal yang dapat berbahaya. Namun tidak perlu khawatir, search engine google sudah antisipasi hal ini dengan membuat sebuah batasan. Lalu adakah Protokol web yang aman selain HTTP? Jelas ada, apakah itu? Protokol yang aman untuk digunakan adalah HTTPs tetapi saat ini HTTPs masih banyak digunakan untuk instasi bank dan situs transfer uang secara online untuk karena untuk mencegah hal – hal yang tidak di inginkan.
Sumber : 
http://en.wikipedia.org/wiki/Hypertext_Transfer_Protocol 
http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Transfer_Hiperteks 
http://www.slashroot.in/httphypertext-transfer-protocol-request-and-response 
http://www.terwujud.com/2012/07/mengenal-identitas-http-hypertext.html 
E-Book : 
http://condor.depaul.edu/dmumaugh/readings/handouts/SE435/HTTP/http.pdf 
tools.ietf.org/pdf/rfc2616 
www.silicon-press.com/briefs/brief.http/brief.pdf

HTTP Protokol

  • 1.
    PENGENALAN TEKNOLOGI INTERNET& NEW MEDIA 2ia22 Bayu radityo Universitas gunadarma
  • 2.
    HyperText Transfer Protocol: Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Pada saat tersebut yang dipakai adalah protokol HTTP versi 0.9. Versi 0.9 ini adalah protokol transfer dokumen secara mentah, maksudnya adalah data dokumen dikirim sesuai dengan isi dari dokumen tersebut tanpa memandang tipe dari dokumen. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang. Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1. Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada awal tahun 1996. Hingga Maret 1996, HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01, Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah web yang digunakan di Internet adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Perusahaan yang sama juga melaporkan bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999. HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
  • 3.
    HTTP tidaklah terbatasuntuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan. Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan..”. Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:. Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten. Di bawah ini adalah beberapa poin penting & istilah yang perlu diketahui tentang protokol HTTP.  HTTP adalah Sebuah Protokol lapisan aplikasi  Port default jika tidak disebutkan dalam permintaan, akan diasumsikan port 80  Nama host dalam permintaan adalah kasus sensitif  WWW ( World Wide Web ) Consoritum dan satuan tugas teknik internet, baik koordinat dalam standarisasi protokol HTTP  HTTP memungkinkan peningkatan permintaan dan respon dengan bantuan perantara gateway, proxy, atau tunnel  Sumber daya yang dapat diminta dengan menggunakan HTTP disediakan dengan bantuan jenis URI ( Uniform Resource Identifier ) disebut URL ( Uniform Resource Locator )  TCP ( Trasmission Control Protocol ) digunakan untuk membuat sambungan ke port 80 yang digunakan oleh HTTP secara default  Serangkaian permintaan dan respon HTTP disebut sebagai sesi dalam HTTP  HTTP versi 0.9 adalah versi pertama  HTTP adalah protokol stateless ( Setiap koneksi independen satu sama lain ) Bagaimana HTTP dapat bekerja? HTTP adalah protokol request-response. Sebagai contoh, browser Web memulai permintaan ke server, biasanya dengan membuka koneksi TCP / IP. Permintaan itu sendiri terdiri dari  Permintaan garis ( a request line )  Permintaan header ( a request header ) dan  Entitas ( Entity ) Server akan mengirimkan respon yang terdiri  Baris status ( a status line )  Suatu set respon header ( a set of response header ) dan  Entitas
  • 4.
    Entitas dalam permintaanatau respon dapat dianggap hanya sebagai payload, yang mungkin data biner. Item lainnya adalah terbaca sebagai karakter ASCII. Ketika respon telah selesai, baik browser atau server dapat mengakhiri koneksi TCP / IP atau browser dapat mengirim permintaan lain. Sebagai contoh : Digunakan 2 ( dua ) komputer dimana satu sebagai client dan satu lagi sebagai server dengan menggunakan Apache versi 2.2.3 – 22 Sebuah halaman default akan menampilkan pesan “Halo” dimana koneksi dimulai dari klien ke server dan akan menangkap semua lalu lintas pada server yang datang dari klien dan melihat apa yang terjadi. [root@slashroot1 ~]# wget http://192.168.0.103 --15:51:09-- http://192.168.0.103/ Connecting to 192.168.0.103:80... connected. HTTP request sent, awaiting response... 200 OK Length: 6 [text/html] Saving to: `index.html.7' 100%[=======================================>] 6 --.-K/s in 0s 15:51:09 (283 KB/s) - `index.html.7' saved [6/6] Dibawah ini apa yang terjadi saat server menangkap semua lalu lintas jaringan dengan menggunakan tcpdump. [root@slashroot2 ~]# tcpdump -i eth0 -s0 -n -A host 192.168.0.104 tcpdump: verbose output suppressed, use -v or -vv for full protocol decode listening on eth0, link-type EN10MB (Ethernet), capture size 65535 bytes 05:36:32.781066 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: S 3151905201:3151905201(0) win 5840 <mss 1460,sackOK,timestamp 6458684 0,nop,wscale 4> E..<..@.@......h...g.B.P..A.........UR......... .b.<........ 05:36:32.781957 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: S 3165795006:3165795006(0) ack 3151905202 win 5792 <mss 1460,sackOK,timestamp 6465077 6458684,nop,wscale 4> E..<..@.@......g...h.P.B..2...A......h......... .b.5.b.<.... 05:36:32.783047 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: . ack 1 win 365 <nop,nop,timestamp 6458685 6465077> E..4..@.@......h...g.B.P..A...2....m.d..... .b.=.b.5 05:36:32.784509 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: P 1:121(120) ack 1 win 365 <nop,nop,timestamp 6458685 6465077> E.....@.@......h...g.B.P..A...2....m....... .b.=.b.5GET / HTTP/1.0 User-Agent: Wget/1.10.2 (Red Hat modified) Accept: */* Host: 192.168.0.103 Connection: Keep-Alive 05:36:32.784551 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: . ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465080 6458685> E..4..@.@.$....g...h.P.B..2...B*...j....... .b.8.b.= 05:36:32.786377 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: P 1:268(267) ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465082 6458685> E..?..@.@.#....g...h.P.B..2...B*...j.Q..... .b.:.b.=HTTP/1.1 200 OK Date: Thu, 21 Feb 2013 10:36:32 GMT Server: Apache/2.2.3 (Red Hat)
  • 5.
    Last-Modified: Thu, 21Feb 2013 09:47:39 GMT ETag: "377709-6-f71984c0" Accept-Ranges: bytes Content-Length: 6 Connection: close Content-Type: text/html; charset=UTF-8 hello 05:36:32.787006 IP 192.168.0.103.http > 192.168.0.104.52802: F 268:268(0) ack 121 win 362 <nop,nop,timestamp 6465082 6458685> E..4..@.@.$....g...h.P.B..3...B*...j....... .b.:.b.= 05:36:32.787622 IP 192.168.0.104.52802 > 192.168.0.103.http: . ack 268 win 432 <nop,nop,t Cara kerja HTTP :
  • 6.
    Metode Permintaan HTTPmenetapkan sembilan metode (kadang disebut "verbs") yang menunjukkan tindakan yang ingin dilakukan terhadap sumber teridentifikasi. Hal yang diwakili sumber ini, berupa data yang sudah ada atau data yang diciptakan secara dinamis, bergantung pada implementasi peladen. Biasanya sumber ini berkaitan dengan berkas atau keluaran dari berkas pelaksana yang menetap di peladen. HEAD Meminta tanggapan yang identik dengan tanggapan yang sesuai dengan permintaan GET, namun tanpa badan tanggapan. Ini berguna untuk mengakses informasi meta yang tertulis dalam kepala tanggapan tanpa perlu mengangkut seluruh konten. GET Meminta representasi sumber tertentu. Permintaan menggunakan GET (dan beberapa metode HTTP lain) "tidak boleh memiliki kepentingan melakukan tindakan selain pengaksesan". W3C telah menerbitkan prinsip panduan mengenai perbedaan ini dengan menyatakan, "desain aplikasi web harus mematuhi prinsip di atas, serta batasan sejenis.” POST Mengirimkan data untuk diproses (misalnya dari bentuk HTML) ke sumber teridentifikasi. Data dimasukkan dalam badan permintaan. Ini dapat menghasilkan pembentukan sumber baru atau pemutakhiran sumber yang sudah ada atau keduanya. PUT Mengunggah representasi sumber tertentu. DELETE Menghapus sumber tertentu. TRACE Menggaungkan kembali permintaan yang diterima, sehingga klien dapat melihat perubahan atau tambahan yang dilakukan oleh peladen perantara. OPTIONS Mengembalikan metode HTTP yang didukung peladen untuk URL tertentu. Ini dapat digunakan untuk memeriksa fungsionalitas peladen web dengan meminta '*' daripada fungsionalitas sumber tertentu. CONNECT Menukarkan koneksi permintaan dengan terowongan TCP/IP transparan, biasanya untuk memfasilitasi komunikasi terenkripsi SSL (HTTPS) melalui proksi HTTP tak terenkripsi. PATCH Menerapkan modifikasi parsial terhadap sumber. Peladen HTTP diminta untuk mengimplementasikan sedikitnya metode GET dan HEAD dan jika mungkin, metode OPTIONS.
  • 7.
    Screen shot terminalUbuntu yang menunjukan sesi telnet yang berisi permintaan HTTP / Respon yang dibuat ke halaman utama Wikipedia bahasa Inggris. Manfaat HTTP protokol ini adalah untuk menghubungkan klien ke server maka dengan bengitu situs dapat terbuka. Sedangkan kelemahan dari HTTP rentan terhadap virus dimana saat ini banyak pengguna yang menggunakan HTTP sebagai sarana koneksi internet dan salah satu mediasi penyimpanan data penting. Namun, tidak semua orang menggunakan fasilitas ini untuk berbuat baik dan bermanfaat, ada juga yang menggunakannya untuk menipu, merusak dan menyebar virus. Penyebaran virus melalui media HTTP sangat rentan dan rawan bagi pengguna internet dengan media blog, jika ini terjadi, maka Jaringan yang digunakan akan terjangkit virus sesuai dengan tingkat bahaya virus yang masuk. Dapat dipastikan bahwa sebuah alamat atau URL yang menggunakan protokol dengan HTTP cenderung dapat menyebabkan adanya Virus atau hal yang dapat berbahaya. Namun tidak perlu khawatir, search engine google sudah antisipasi hal ini dengan membuat sebuah batasan. Lalu adakah Protokol web yang aman selain HTTP? Jelas ada, apakah itu? Protokol yang aman untuk digunakan adalah HTTPs tetapi saat ini HTTPs masih banyak digunakan untuk instasi bank dan situs transfer uang secara online untuk karena untuk mencegah hal – hal yang tidak di inginkan.
  • 8.
    Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Hypertext_Transfer_Protocol http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Transfer_Hiperteks http://www.slashroot.in/httphypertext-transfer-protocol-request-and-response http://www.terwujud.com/2012/07/mengenal-identitas-http-hypertext.html E-Book : http://condor.depaul.edu/dmumaugh/readings/handouts/SE435/HTTP/http.pdf tools.ietf.org/pdf/rfc2616 www.silicon-press.com/briefs/brief.http/brief.pdf