KELOMPOK:
 Anglia Merza
 Agung Setyo Budi
 Mochammad Septian Boediman
 Nouldy Arnolus
 Sandy Kardiansyah
PEMBAHASAN
•Cyber Crime And Cyber Law
•Contoh Kasus dan Analisanya
•Kesimpulan
Cyber Crime And Cyber Law
CyberCrime:
merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan
teknologi internet beberapa pandapat mengasumsikan cybercrime dengan computer
crime.the U.S department of justice memberikan pengertian computer crime
sebagai “any illegal act requiring knowledge of computer technologi for its
perpetration,investigation,or prosecution”pengertian tersebut indentik dengan yang
diberikan organization of European community development,yang mendefinisikan
computer crime sebagai “any illegal,unethical or unauthorized behavior relating to
yhe automatic processing and/or the transmission of data “adapun andi hamzah
(1989) dalam tulisannya “aspek –aspek pidana dibidang computer “mengartikan
kejahatan komputer sebagai “Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat
diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal”. Dari beberapa pengertian
diatas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cyber crime dapat didefinisikan sebagai
perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang
berbasis pada kecanggihan teknologi, komputer dan telekomunikasi baik untuk
memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain.
Cyber Law:
adalah aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang
berhubungan dengan orang perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan
memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki
dunia cyber atau maya. Cyber Law sendiri merupakan istilah yang berasal dari
Cyberspace Law.
Contoh Kasus:
Belasan nasabah Bank Central Asia (BCA) di Bali selama dua hari ini mengaku
saldonya berkurang secara misterius tanpa transaksi. Laporan yang terbanyak berada di wilayah
Kuta. Polisi pun langsung menurunkan tim cyber crime guna mengusut kasus di dunia maya yang
diduga dilakukan para hacker. Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini di terjadi sejak
16-19 Januari. Hari ini sudah masuk laporan sebanyak 13 nasabah, 12 di antaranya berada di
Kuta. Satu nasabah bernamaWayan Suparta (46) asal Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud,
Gianyar. Suparta mengaku kehilangan saldonya di ATM Bank Permata Jalan Hanoman,
PadangTegal, Ubud, Gianyar sebesar Rp11,5 juta ketika akan melakukan transaksi. Sementara 12
laporan yang lain, dua di antaranya adalah warga Amerika Serikat yaitu Robert Allan Nicksic (53)
yang tinggal di Perumahan Seminyak Asri No 41, Kuta, dan Richard Lewis Garrison (62) yang
seorang pensiunan. Sama seperti yang dialami Suparta, keduanya baru menyadari saldonya
berkurang saat mengecek saldonya di ATM BCA di Jalan Dewi Sri, Kuta. Ketika dilakukan
pengecekan transaksi, Robert mendapati ada pengiriman uang yang tak diketahui sebanyak dua
kali yaitu Rp 20 juta dan Rp 5 juta pada 16 Januari 2010 sekitar pukul 15.00WITA, dan transaksi
keduanya hanya berselang semenit kemudian. Sementara Richard yang tinggal di Uma Alas Kauh
No 60, Kerobokan Kelod, Kuta Utara ini mengecek saldonya di ATM BCA Jalan Laksmana, Kuta
ini kehilangan uang sebesar Rp18,5 juta. Setelah dilakukan pengecekan, ada lima kali transaksi
pada 16 Januari 2010 ke rekening berbeda ke rekening yang berbeda.Ada pengiriman uang ke
rekening 0401541470 atas nama Gusti Putra Suardika, kemudian nomor rekening 5390183218
atas namaYan Palayuan Rp5 juta, rekening nomor 8820250941 atas nama Teguh Budi Santosa
Rp5 juta. Kemudian ada penarikan sebesar Rp 1,5 juta yang tak terdeteksi nomor rekeningnya.
Analisa Kasus:
berdasarkan kasus ini, diduga ini adalah ulah pelaku yang menggunakan
internet banking palsu. Pelaku menggunakan alamat internet lain tapi membuat
alamatnya mirip dengan internet banking yang asli dan secara otomatis bisa
merekam nomor rekening dan PIN penggunanya. Pelaku akan dikenakan dengan
pelanggaran pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 363 tentang pencurian dan
Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
KESIMPULAN

Eptik SlideShow

  • 1.
    KELOMPOK:  Anglia Merza Agung Setyo Budi  Mochammad Septian Boediman  Nouldy Arnolus  Sandy Kardiansyah
  • 2.
    PEMBAHASAN •Cyber Crime AndCyber Law •Contoh Kasus dan Analisanya •Kesimpulan
  • 3.
    Cyber Crime AndCyber Law CyberCrime: merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet beberapa pandapat mengasumsikan cybercrime dengan computer crime.the U.S department of justice memberikan pengertian computer crime sebagai “any illegal act requiring knowledge of computer technologi for its perpetration,investigation,or prosecution”pengertian tersebut indentik dengan yang diberikan organization of European community development,yang mendefinisikan computer crime sebagai “any illegal,unethical or unauthorized behavior relating to yhe automatic processing and/or the transmission of data “adapun andi hamzah (1989) dalam tulisannya “aspek –aspek pidana dibidang computer “mengartikan kejahatan komputer sebagai “Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal”. Dari beberapa pengertian diatas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cyber crime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi, komputer dan telekomunikasi baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Cyber Law: adalah aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan orang perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki dunia cyber atau maya. Cyber Law sendiri merupakan istilah yang berasal dari Cyberspace Law.
  • 4.
    Contoh Kasus: Belasan nasabahBank Central Asia (BCA) di Bali selama dua hari ini mengaku saldonya berkurang secara misterius tanpa transaksi. Laporan yang terbanyak berada di wilayah Kuta. Polisi pun langsung menurunkan tim cyber crime guna mengusut kasus di dunia maya yang diduga dilakukan para hacker. Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini di terjadi sejak 16-19 Januari. Hari ini sudah masuk laporan sebanyak 13 nasabah, 12 di antaranya berada di Kuta. Satu nasabah bernamaWayan Suparta (46) asal Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud, Gianyar. Suparta mengaku kehilangan saldonya di ATM Bank Permata Jalan Hanoman, PadangTegal, Ubud, Gianyar sebesar Rp11,5 juta ketika akan melakukan transaksi. Sementara 12 laporan yang lain, dua di antaranya adalah warga Amerika Serikat yaitu Robert Allan Nicksic (53) yang tinggal di Perumahan Seminyak Asri No 41, Kuta, dan Richard Lewis Garrison (62) yang seorang pensiunan. Sama seperti yang dialami Suparta, keduanya baru menyadari saldonya berkurang saat mengecek saldonya di ATM BCA di Jalan Dewi Sri, Kuta. Ketika dilakukan pengecekan transaksi, Robert mendapati ada pengiriman uang yang tak diketahui sebanyak dua kali yaitu Rp 20 juta dan Rp 5 juta pada 16 Januari 2010 sekitar pukul 15.00WITA, dan transaksi keduanya hanya berselang semenit kemudian. Sementara Richard yang tinggal di Uma Alas Kauh No 60, Kerobokan Kelod, Kuta Utara ini mengecek saldonya di ATM BCA Jalan Laksmana, Kuta ini kehilangan uang sebesar Rp18,5 juta. Setelah dilakukan pengecekan, ada lima kali transaksi pada 16 Januari 2010 ke rekening berbeda ke rekening yang berbeda.Ada pengiriman uang ke rekening 0401541470 atas nama Gusti Putra Suardika, kemudian nomor rekening 5390183218 atas namaYan Palayuan Rp5 juta, rekening nomor 8820250941 atas nama Teguh Budi Santosa Rp5 juta. Kemudian ada penarikan sebesar Rp 1,5 juta yang tak terdeteksi nomor rekeningnya.
  • 5.
    Analisa Kasus: berdasarkan kasusini, diduga ini adalah ulah pelaku yang menggunakan internet banking palsu. Pelaku menggunakan alamat internet lain tapi membuat alamatnya mirip dengan internet banking yang asli dan secara otomatis bisa merekam nomor rekening dan PIN penggunanya. Pelaku akan dikenakan dengan pelanggaran pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 363 tentang pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
  • 6.