CARA BERBUSANA MENURUT
ISLAM
Berbusana atau menutup aurat pada dasarnya
merupakan hak manusia yang diaktualkan
pada saat mereka memiliki kesadaran.
Bahkan semenjak bapak kita yang pertama
Adam AS telah memiliki pakaian untuk
menutupi aurotnya, juga siti Hawa. Namun di
peradaban yang lain, ternyata masih ada
golongan yang belum mengenal pakaian,
seperti di Athena kuno, sezaman dengan
filosof termasyhur Plato, menurut sejarahwan
ternyata mereka bersosialisasi tanpa
menggunakan sehelai pakaian pun.
Berpakaian sesuai syariat islam hukumnya
wajib bagi seluruh umat muslim di dunia.
Namun budaya berpakaian sesuai syariat
islam pun saat ini sudah memudar, anak
muda mulai terpengaruh oleh budaya pakaian
dari barat. Ironisnya mereka (perempuan)
seakan bangga memamerkan lekuk tubuh
serta bentuk tubuhnya. Mereka (perempuan)
seringkali memamerkan bagian tertentu pada
tubuh mereka dengan tujuan untuk
mendapatkan pujian dari oranglain akan
indahnya tubuh mereka. Perbuatan tersebut
sudah tentu diharamkan oleh agama islam.
Adab berpakaian adalah sebagai berikut :
 Pakaian harus menutupi aurat.
 Pakaian harus bersih dan rapi
 Untuk laki-laki, agar memakai pakaian yang
panjang sampai menutupi aurat
 Sedangkan wanita, harus menggunakan pakaian
yang menutupi anggota tubuhnya kecuali wajah
dan kedua telapak tangan
 Para lelaki muslim, haram hukumnya
menggunakan sutra dan emas. Oleh karena itu,
dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan
barang-barang diatas sebagaimana
sabda Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya dua
benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki
ummatku.” (H.R.Abu Daud)
 Dalam islam tidak diperkenankan lelaki
memakai pakaian wanita dan sebaliknya.
 Dalam ajaran islam, hukumnya sunat
memakai pakaian dengan diawali bagian
kanan
 Tidak diperkenankan memakai pakaian yang
mewah
 Lebih mengutamakan pakaian yang berwarna
putih
 Hendaklah berpakaian yang rapi dan sopan
 Berikut ini beberapa riwayat yang kuat dari salaf
tentang hal ini:
 Dari Ibrahim an Nakha’i, bersama Alqamah dan al
Aswad beliau menjumpai beberapa istri Nabi. beliau
melihat para istri Nabi tersebut mengenakan pakaian
berwarna merah.
 Dari Ibnu Abi Mulaikah, aku melihat Ummi Salamah
mengenakan kain yang dicelup dengan ‘ushfur (baca:
berwarna merah).
 Dari Hisyam dari Fathimah bin al Mundzir,
sesungguhnya asma’ memakai pakaian yang dicelup
dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah)
 Dari Said bin Jubair, beliau melihat salah seorang istri
Nabi yang thawaf mengelilingi Ka’bah sambil
mengenakan pakaian yang dicelup
dengan ‘ushfur(Baca: Berwarna merah). (Lihat Jilbab
Mar’ah Muslimah karya al Albani hal. 122-123).
 Surah An-Nur Ayat 31
ُ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ج‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ف‬ َ‫ن‬ْ‫ظ‬َ‫ف‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ ِ
‫ار‬َ‫ص‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ْن‬‫ض‬ُ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ِ‫ت‬‫َا‬‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ َ‫و‬
ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ال‬ِ‫إ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ
‫ز‬ َ‫ِين‬‫د‬ْ‫ب‬
ُ‫خ‬ِ‫ب‬ َ‫ْن‬‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ْ‫ل‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ ِ
‫ر‬ُ‫م‬
ِ‫اء‬َ‫ب‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ب‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬ِ‫ل‬ ‫ال‬ِ‫إ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ
‫ز‬ َ‫ِين‬‫د‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬‫ُو‬‫ي‬ُ‫ج‬
َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬
َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬ ِ‫َاء‬‫ن‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫و‬
‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬ ْ‫و‬
َ‫أ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ْ‫ت‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬ِ‫ن‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬‫ا‬ َ‫َو‬‫خ‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬
‫اإل‬ ‫ي‬ِ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ
‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫ين‬ِ‫ع‬ِ‫ب‬‫ا‬َّ‫ت‬‫ال‬ ِ‫و‬
ْ‫ف‬ِِّ‫الط‬ ِ‫و‬َ‫أ‬ ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ج‬ِِّ
‫الر‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬
ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ِ‫ل‬
ْ‫ُخ‬‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ِ‫ل‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ل‬ُ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ َ‫ْن‬‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫س‬ِِّ‫ن‬‫ال‬ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ر‬ ْ‫و‬َ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ه‬ْ‫ظ‬َ‫ي‬
‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ُوا‬‫ب‬‫و‬ُ‫ت‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ
‫ز‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ين‬ِ‫ف‬
َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ِ َّ
‫َّللا‬
َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ا‬
َ‫ون‬ُ‫ح‬ِ‫ل‬ْ‫ف‬ُ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬
 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka,
atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka,
atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai
keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu
sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu
beruntung.
 1. Azab Buat Perempuan Yang Membuka Rambut Kepalanya
selain Suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api
Neraka Sehingga Mendidih Otaknya Dan ini terjadi sampai
berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup
rambut kepalanya.
 2. Perempuan Yang Suka Berpakaian Seksi dan Menonjolkan
dadanya adalah :
“Digantung dengan rantai api neraka dimana dada dan pusatnya
diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan
panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia
dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini. ”
 3. Azab Buat Perempuan Yang Suka Menjadi Penggoda dan
Berusaha Menggairahkan Pria lain dengan tubuhnya yang aduhai
adalah “PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN
MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI”
( Hadits Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim )
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka. (QS. At Tahriim: 8)
1. Batasan aurat wanita di depan suami. Allah
ta’ala memulai firman-Nya dalam surat an-
Nuur ayat 31 tentang bolehnya wanita
menampakkan perhiasannya adalah kepada
suami. Sebagaimana telah diketahui bahwa
suami adalah mahram wanita yang terjadi
akibat mushaharah (ikatan pernikahan). Dan
suami boleh melihat dan menikmati seluruh
anggota tubuh istrinya
2. Batasan aurat wanita di depan wanita
lainnya. Aurat seorang wanita yang wajib
ditutupi di depan kaum wanita lainnya, sama
dengan aurat lelaki di depan kaum lelaki
lainnya, yaitu daerah antara pusar hingga
lutut. Dan sabda Nabi saw:
 “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki
(lainnya), dan janganlah pula seorang wanita
melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria
tidak boleh bersama pria lain dalam satu
kain, dan tidak boleh pula seorang wanita
bersama wanita lainnya dalam satu kain.”
3. Batasan aurat wanita di depan para budak. Di
dalam ayat di atas, disebutkan atau budak-budak
yang mereka miliki…”, di mana maksud ayat ini
mencakup budak laki-laki maupun wanita.
4. Batasan aurat wanita di depan orang yang tidak
memiliki hasrat (syahwat) terhadap wanita. Imam
Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan “Maknanya
adalah para pelayan dan pembantu yang tidak
sepadan, sementara dalam akal mereka terdapat
kelemahan.” Maksudnya adalah orang-orang
tersebut tidak memiliki hasrat terhadap wanita
disebabkan usianya yang sudah lanjut, kelainan
seksual (banci), atau menderita penyakit seksual
(impoten/lemah syahwat).
5. Batasan aurat wanita di depan anak-anak
yang belum mengerti tentang aurat wanita
Maksudnya adalah anak yang masih kecil dan
tidak mengerti tentang keadaan kaum wanita
dan aurat mereka. Anak yang belum
memahami aurat, tidak mengapa bila dia
masuk ke ruangan wanita. Adapun jika anak
tersebut telah memasuki masa pubertas atau
mendekatinya, di mana dia mulai mengerti
tentang semua itu, dan dapat membedakan
antara wanita yang cantik dan yang tidak
cantik, maka dia tidak boleh lagi masuk ke
dalam ruangan wanita.
 Seorang mahram, kecuali suami wanita tersebut, boleh melihat
perhiasan seorang wanita -berdasarkan pada penjelasan
terdahulu- dengan syarat bukan dalam keadaan menikmatinya
dan disertai dengan syahwat. Jika hal itu terjadi, maka tidak syak
(ragu) dan tidak ada khilaf (perselisihan) dalam masalah ini
bahwa hal itu terlarang hukumnya. [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita
(II/159)]
 Seorang wanita boleh menanggalkan pakaiannya jika dia merasa
aman dari kemungkinan adanya orang-orang asing yang dapat
melihatnya dan ditempat orang-orang yang terpercaya (khusus
yang menjadi mahramnya), di mana orang-orang tersebut
mengetahui ketentuan-ketentuan Allah sehingga mereka
menjaga kehormatan dan kesucian seorang muslimah. [Lihat
Panduan Lengkap Nikah (hal. 103) dan tambahan penjelasan
secara khusus dalam Syarah al-Arba’un al-Uswah (no. 26)]
 Dan hendaknya seorang wanita tetap memelihara hijabnya dan
menjaga auratnya kecuali yang biasa nampak darinya, di depan
seluruh mahramnya -kecuali suami-, agar muru’ah (kehormatan)
dan “iffah (kesucian diri) dapat senantiasa terjaga.
dokumen.tips_ppt-busana-islam.pptx

dokumen.tips_ppt-busana-islam.pptx

  • 1.
  • 2.
    Berbusana atau menutupaurat pada dasarnya merupakan hak manusia yang diaktualkan pada saat mereka memiliki kesadaran. Bahkan semenjak bapak kita yang pertama Adam AS telah memiliki pakaian untuk menutupi aurotnya, juga siti Hawa. Namun di peradaban yang lain, ternyata masih ada golongan yang belum mengenal pakaian, seperti di Athena kuno, sezaman dengan filosof termasyhur Plato, menurut sejarahwan ternyata mereka bersosialisasi tanpa menggunakan sehelai pakaian pun.
  • 3.
    Berpakaian sesuai syariatislam hukumnya wajib bagi seluruh umat muslim di dunia. Namun budaya berpakaian sesuai syariat islam pun saat ini sudah memudar, anak muda mulai terpengaruh oleh budaya pakaian dari barat. Ironisnya mereka (perempuan) seakan bangga memamerkan lekuk tubuh serta bentuk tubuhnya. Mereka (perempuan) seringkali memamerkan bagian tertentu pada tubuh mereka dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari oranglain akan indahnya tubuh mereka. Perbuatan tersebut sudah tentu diharamkan oleh agama islam.
  • 4.
    Adab berpakaian adalahsebagai berikut :  Pakaian harus menutupi aurat.  Pakaian harus bersih dan rapi  Untuk laki-laki, agar memakai pakaian yang panjang sampai menutupi aurat  Sedangkan wanita, harus menggunakan pakaian yang menutupi anggota tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan  Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas. Oleh karena itu, dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan barang-barang diatas sebagaimana sabda Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki ummatku.” (H.R.Abu Daud)
  • 5.
     Dalam islamtidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita dan sebaliknya.  Dalam ajaran islam, hukumnya sunat memakai pakaian dengan diawali bagian kanan  Tidak diperkenankan memakai pakaian yang mewah  Lebih mengutamakan pakaian yang berwarna putih  Hendaklah berpakaian yang rapi dan sopan
  • 6.
     Berikut inibeberapa riwayat yang kuat dari salaf tentang hal ini:  Dari Ibrahim an Nakha’i, bersama Alqamah dan al Aswad beliau menjumpai beberapa istri Nabi. beliau melihat para istri Nabi tersebut mengenakan pakaian berwarna merah.  Dari Ibnu Abi Mulaikah, aku melihat Ummi Salamah mengenakan kain yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah).  Dari Hisyam dari Fathimah bin al Mundzir, sesungguhnya asma’ memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah)  Dari Said bin Jubair, beliau melihat salah seorang istri Nabi yang thawaf mengelilingi Ka’bah sambil mengenakan pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur(Baca: Berwarna merah). (Lihat Jilbab Mar’ah Muslimah karya al Albani hal. 122-123).
  • 7.
     Surah An-NurAyat 31 ُ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ج‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ف‬ َ‫ن‬ْ‫ظ‬َ‫ف‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ ِ ‫ار‬َ‫ص‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ْن‬‫ض‬ُ‫ض‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ِ‫ت‬‫َا‬‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫ل‬ُ‫ق‬ َ‫و‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ال‬ِ‫إ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ ‫ز‬ َ‫ِين‬‫د‬ْ‫ب‬ ُ‫خ‬ِ‫ب‬ َ‫ْن‬‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ْ‫ل‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ ِ ‫ر‬ُ‫م‬ ِ‫اء‬َ‫ب‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ب‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬ِ‫ل‬ ‫ال‬ِ‫إ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ ‫ز‬ َ‫ِين‬‫د‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬‫ُو‬‫ي‬ُ‫ج‬ َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫َا‬‫ن‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬ َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ب‬ ِ‫َاء‬‫ن‬ْ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫و‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬ ْ‫و‬ َ‫أ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ْ‫ت‬َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬ِ‫ن‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬‫ا‬ َ‫َو‬‫خ‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬ ‫اإل‬ ‫ي‬ِ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ ِ ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫ين‬ِ‫ع‬ِ‫ب‬‫ا‬َّ‫ت‬‫ال‬ ِ‫و‬ ْ‫ف‬ِِّ‫الط‬ ِ‫و‬َ‫أ‬ ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ج‬ِِّ ‫الر‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ِ‫ل‬ ْ‫ُخ‬‫ي‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫م‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ي‬ِ‫ل‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ل‬ُ‫ج‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ َ‫ْن‬‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫س‬ِِّ‫ن‬‫ال‬ ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ر‬ ْ‫و‬َ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ه‬ْ‫ظ‬َ‫ي‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ُوا‬‫ب‬‫و‬ُ‫ت‬ َ‫و‬ َّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ت‬َ‫ن‬‫ي‬ ِ ‫ز‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ين‬ِ‫ف‬ َ‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ ِ َّ ‫َّللا‬ َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ا‬ َ‫ون‬ُ‫ح‬ِ‫ل‬ْ‫ف‬ُ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬  Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
  • 8.
     1. AzabBuat Perempuan Yang Membuka Rambut Kepalanya selain Suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api Neraka Sehingga Mendidih Otaknya Dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.  2. Perempuan Yang Suka Berpakaian Seksi dan Menonjolkan dadanya adalah : “Digantung dengan rantai api neraka dimana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini. ”  3. Azab Buat Perempuan Yang Suka Menjadi Penggoda dan Berusaha Menggairahkan Pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah “PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI” ( Hadits Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim ) Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. At Tahriim: 8)
  • 9.
    1. Batasan auratwanita di depan suami. Allah ta’ala memulai firman-Nya dalam surat an- Nuur ayat 31 tentang bolehnya wanita menampakkan perhiasannya adalah kepada suami. Sebagaimana telah diketahui bahwa suami adalah mahram wanita yang terjadi akibat mushaharah (ikatan pernikahan). Dan suami boleh melihat dan menikmati seluruh anggota tubuh istrinya
  • 10.
    2. Batasan auratwanita di depan wanita lainnya. Aurat seorang wanita yang wajib ditutupi di depan kaum wanita lainnya, sama dengan aurat lelaki di depan kaum lelaki lainnya, yaitu daerah antara pusar hingga lutut. Dan sabda Nabi saw:  “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kain.”
  • 11.
    3. Batasan auratwanita di depan para budak. Di dalam ayat di atas, disebutkan atau budak-budak yang mereka miliki…”, di mana maksud ayat ini mencakup budak laki-laki maupun wanita. 4. Batasan aurat wanita di depan orang yang tidak memiliki hasrat (syahwat) terhadap wanita. Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan “Maknanya adalah para pelayan dan pembantu yang tidak sepadan, sementara dalam akal mereka terdapat kelemahan.” Maksudnya adalah orang-orang tersebut tidak memiliki hasrat terhadap wanita disebabkan usianya yang sudah lanjut, kelainan seksual (banci), atau menderita penyakit seksual (impoten/lemah syahwat).
  • 12.
    5. Batasan auratwanita di depan anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita Maksudnya adalah anak yang masih kecil dan tidak mengerti tentang keadaan kaum wanita dan aurat mereka. Anak yang belum memahami aurat, tidak mengapa bila dia masuk ke ruangan wanita. Adapun jika anak tersebut telah memasuki masa pubertas atau mendekatinya, di mana dia mulai mengerti tentang semua itu, dan dapat membedakan antara wanita yang cantik dan yang tidak cantik, maka dia tidak boleh lagi masuk ke dalam ruangan wanita.
  • 13.
     Seorang mahram,kecuali suami wanita tersebut, boleh melihat perhiasan seorang wanita -berdasarkan pada penjelasan terdahulu- dengan syarat bukan dalam keadaan menikmatinya dan disertai dengan syahwat. Jika hal itu terjadi, maka tidak syak (ragu) dan tidak ada khilaf (perselisihan) dalam masalah ini bahwa hal itu terlarang hukumnya. [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/159)]  Seorang wanita boleh menanggalkan pakaiannya jika dia merasa aman dari kemungkinan adanya orang-orang asing yang dapat melihatnya dan ditempat orang-orang yang terpercaya (khusus yang menjadi mahramnya), di mana orang-orang tersebut mengetahui ketentuan-ketentuan Allah sehingga mereka menjaga kehormatan dan kesucian seorang muslimah. [Lihat Panduan Lengkap Nikah (hal. 103) dan tambahan penjelasan secara khusus dalam Syarah al-Arba’un al-Uswah (no. 26)]  Dan hendaknya seorang wanita tetap memelihara hijabnya dan menjaga auratnya kecuali yang biasa nampak darinya, di depan seluruh mahramnya -kecuali suami-, agar muru’ah (kehormatan) dan “iffah (kesucian diri) dapat senantiasa terjaga.