 Era revolusi industri (abad 18)
 Perubahan sistem kerja
 Penggunaan tenaga mesin
 Pengenalan metode baru pengolahan bahan baku
 Pengorganisasian pekerjaan
 Muncul penyakit yg berhubungan dengan pemajanan
 Era industrialisasi
 Perkembangan K3 mengikuti penggunaan teknologi
(APD, safety device dan alat-alat pengaman)
 Era Manajemen
 Heirich (1931), teori domino
 Bird and German, teori Loss Causation Model
 ISO, SMK3 dll
Definisi K-3
 Keilmuan
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya
dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran,
peledakan, pencemaran, penyakit, dll
(ACCIDENT PREVENTION)
Filosofi
Pemikiran dan upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan :
- tenaga kerja dan manusia pada
umumnya, baik jasmani
maupun rohani,
- hasil karya dan budaya menuju
masyarakat adil, makmur dan
sejahtera;
Tujuan
• Melindungi para pekerja dan orang
lain di tempat kerja
• Menjamin agar setiap sumber
produksi dapat dipakai secara aman
dan efisien
• Menjamin proses produksi berjalan
lancar
Keselamatan (Safety)
1. Mengendalikan kerugian dari kecelakaan
(control of accident loss)
2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan
menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak
bisa diterima (the ability to identify and
eliminate unacceptable risks)
Kesehatan (Health)
Derajat/tingkat keadaan fisik dan
psikologi individu (the degree of
physiological and psychological well
being of the individual)
Aman (safe) adalah suatu
kondisi dimana atau kapan
munculnya sumber bahaya
telah dapat dikendalikan ke
tingkat yang memadai, dan ini
adalah lawan dari bahaya
(danger).
Merupakan tingkat bahaya dari
suatu kondisi dimana atau kapan
muncul sumber bahaya.
Danger adalah lawan dari aman
atau selamat.
DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana
pada saat itu sedikit saja
ada perubahan maka
dapat mengakibatkan
terjadinya accident.
DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan berakibat cedera
pada manusia, kerusakan
barang, gangguan
terhadap pekerjaan dan
pencemaran lingkungan.
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN
$1
$5 HINGGA $50
BIAYA DALAM PEMBUKUAN:
KERUSAKAN PROPERTI
(BIAYA YANG TAK
DIASURANSIKAN)
$1 HINGGA $3
BIAYA LAIN YANG
TAK DIASURANSIKAN
BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT
• Pengobatan/ Perawatan
• Gaji (Biaya Diasuransikan)
• Kerusakan gangguan
• Kerusakan peralatan dan perkakas
• Kerusakan produk dan material
• Terlambat dan ganguan produksi
• Biaya legal hukum
• Pengeluaran biaya untuk penyediaan
fasilitas dan peralatan gawat darurat
• Sewa peralatan
• Waktu untuk penyelidikan
• Gaji terusdibayar untuk waktu yang hilang
• Biaya pemakaian pekerja pengganti dan/
atau biaya melatih
• Upah lembur
• Ekstra waktu untuk kerja administrasi
• Berkurangnya hasil produksi akibat dari
sikorban
• Hilangnya bisnis dan nama baik
GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN
BAHAN ALAT
TENAGA
KERJA
KESEHATAN KESELAMATAN
LINGKUNGAN
PROSES
• Mechanic
• Electric
• Kinetic
• Substance
s
 Flammable
 Explosive
 Combustible
 Corrosive
Accidental
release
• Accident  Injuries
 Minor
 Mayor
 Fatal
 Assets
• Mendadak, dramatis,
bencana
(Sudden Reaction)
• Process
• Equipment, facilities,
tools
• Working practices
• Guarding
• Pengalaman
• Karir lapangan +
pelatihan
1. Safety Hazard
2. Konsekuensi
. Konsentrasi kepedulian
• Titik berat pd
kerusakan asset,
fatality
• Sepertinya urgen
(bahaya mendadak)
• Prinsip pendekatan
• Pengkajian
resiko
• Utk
• Physic
• Chemical
• Biologic
• Ergonomics
• Psychosocial
• Terpapar  kontak  penyakit
mendadak, menahun, kanker dan
dampak terhadap masyarakat
umum
(Prolonged Reaction)
• Environment (bahan
pencemar)
• Exposure
• Work hours
• PPE
• Pendidikan
• Karir jab. Sesuai
pendidikan
1. Health Hazard
2. Konsekuensi
3. Konsentrasi kepedulian
• Titik berat pd
bahaya
tersembunyi
• Sepertinya kurang
urgent (laten)
• Prinsip
pendekatan
• Pengkajian
kepaparan
• Utk
memperkecil
 Damage
Logika terjadinya kecelakaan
Setiap kejadian kecelakaan, ada hubungan mata
rantai sebab-akibat (Domino Squen)
LOSSES
INSIDENT
IMMIDIATE
CAUSES
BASIC
CAUSES
LACK OF
CONTROL
LEMAHNYA
KONTROL
SEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
(Kontak)
PROGRAM
TAK SESUAI
STANDAR
TAK SESUAI
KEPATUHAN
PELAKSANAAN
FAKTOR
PERORANGAN
FAKTOR
KERJA
PERBUATAN
TAK AMAN
&
KONDISI
TAK AMAN
<KEJADIAN>
KONTAK
DENGAN
ENERGI
ATAU
BAHAN/ ZAT
KECELAKAAN
ATAU
KERUSAKAN
YANG TAK
DIHARAPKAN
THE ILCI LOSS CAUSATION MODEL
Bird & German, 1985
KERUGIAN
LEMAHNYA
KONTROL
KERUGIAN
PENYEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
KERUGIAN
LEMAHNYA
KONTROL
KERUGIAN
PENYEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
INSIDEN
 STRUCK AGAINST  menabrak/bentur benda diam/bergerak
 STRUCK BY  terpukul/tabrak oleh benda bergerak
 FALL TO  jatuh dari tempat yang lebih tinggi
 FALL ON  jatuh di tempat yang datar
 CAUGHT IN  tusuk, jepit, cubit benda runcing
 CAUGHT ON  terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar
 CAUGHT BETWEEN  terpotong, hancur, remuk
 CONTACT WITH  listrik, kimia, radiasi, panas, dingin
 OVERSTRESS  terlalu berat, cepat, tinggi, besar
 EQUIPMENT FAILURE  kegagalan mesin, peralatan
 EVIRONMENTAL RELEASE  masalah pencemaran
LEMAHNYA
KONTROL
KERUGIAN
PENYEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
SEBAB
LANGSUNG
 PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK
 APD KURANG, TIDAK LAYAK
 PERALATAN RUSAK
 RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS
 SISTEM PERINGATAN KURANG
 BAHAYA KEBAKARAN
 KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG
 KEBISINGAN
 TERPAPAR RADIASI
 TEMPERATUR EXTRIM
 PENERANGAN TIDAK LAYAK
 VENTILASI TIDAK LAYAK
 LINGKUNGAN TIDAK AMAN
 OPERASI TANPA OTORISASI
 GAGAL MEMPERINGATKAN
 GAGAL MENGAMANKAN
 KECEPATAN TIDAK LAYAK
 MEMBUAT ALAT PENGAMAN
TIDAK BERFUNGSI
 PAKAI ALAT RUSAK
 PAKAI APD TIDAK LAYAK
 PEMUATAN TIDAK LAYAK
 PENEMPATAN TIDAK LAYAK
 MENGANGKAT TIDAK LAYAK
 POSISI TIDAK AMAN
 SERVIS ALAT BEROPERASI
 BERCANDA, MAIN-MAIN
 MABOK ALKOHOL, OBAT
 GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR
LEMAHNYA
KONTROL
KERUGIAN
PENYEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
SEBAB
DASAR
 PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN
 ENGINEERING
 PENGADAAN (PURCHASING)
 KURANG PERALATAN
 MAINTENANCE
 STANDAR KERJA
 SALAH PAKAI/SALAH
MENGGUNAKAN
 KEMAMPUAN FISIK ATAU
PHISIOLOGI TIDAK LAYAK
 KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK
 STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI
 STRESS MENTAL
 KURANG PENGETAHUAN
 KURANG KEAHLIAN
 MOTIVASI TIDAK LAYAK
LEMAHNYA
KONTROL
KERUGIAN
PENYEBAB
DASAR
PENYEBAB
LANGSUNG
INSIDEN
LACK
OF
CONTROL
PROGRAM TIDAK SESUAI
STANDARD TIDAK SESUAI
KEPATUHAN TERHADAP
STANDAR
Bertujuan memperbaiki atau
meningkatkan mutu K3 melalui
pengamatan sikap dan cara
seseorang dalam melakukan
pekerjaan
Job Safety Observation
 Job Safety observation (JSO) adalah suatu
metoda pengamatan suatu pekerjaan untuk
meningkatkan mutu pelaksanaan keselamatan
kerja. Kegiatan ini biasanya dilakukan
sewaktu-waktu oleh para pengawas tanpa
sepengetahuan operator yang diobservasi.
DEFINISI
• JSA adalah suatu pendekatan struktural untuk
mengidentifikasi potensi bahaya dalam suatu
pekerjaan dan memberikan langkah-langkah
perbaikan.
• JSA dibuat dengan cara membagi pekerjaan
dalam langkah-langkah pekerjaan, selanjutnya
menganalisis bahaya yang ada pada tiap
langkah kerja tersebut, memberikan langlah-
langkah perbaikan, hingga akhirnya didapati
suatu urutan pekerjaan yang aman.
IDENTIFIKASI BAHAYA
 BAHAN / MATERIAL, ALAT/MESIN
 SIFAT PEKERJAAN
 METODE KERJA
 LINGKUNGAN KERJA
 PROSES PRODUKSI
Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera?
Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari :
JSA TERDIRI DARI:
(1)
• Pekerjaan yang akan dianalisis
• Detail pekerjaan menjadi langkah-langkah
yang logis
• Identifikasi sumber bahaya dari setiap
langkah, khususnya bahaya kebakaran dan
peledakan
• Kembangkan cara eliminasi resiko atau
mengukur pengurangan terhadap bahaya
yang teridentifikasi
PEKERJAAN YANG MANA YANG
MEMERLUKAN JSA?
• Pekerjaan dimana pengalaman lewat
berpotensi terhadap kecederaan,
kebakaran/peledakan, terganggu proses,
pencemaran lingkungan
• Pekerjaan yang kritikal
• Pekerjaan baru
• Pekerjaan yang berubah
• Pekerjaan dimana terlibatnya personil baru
untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
DETAIL PEKERJAAN MENJADI LANGKAH
YANG LOGIS
Identifikasi langkah-langkah simple
yang akan dilakukan.
• Secara umum sebaiknya kurang
dari 10 langkah.
LANGKAH KERJA PEKERJAAN LAS
& PEMOTONGAN DGN API
1. Penyiapan silinder gas, cutting
torch (suluh), selang-selang dan
peralatan lain dan objek yang akan
dilas/ dipotong.
2. Mengidupkan torch (suluh).
3. Memotong objek dengan toch.
4. Mengelas objek dengan torch.
5. Melepas peralatan dan
membersihkan tempat kerja.
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan)
IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER BAHAYA DARI SETIAP
LANGKAH KERJA.
Pertimbangan terhadap bahaya pisik berikut:
• Tekanan
• Sumber-sumber penyalaan api terbuka
• Gas dan Cairan mudah terbakar
• Botol gas bertekanan
• Bejana tekan
• Kelistrikan
• Penanganan bahan kimia
• Gesekan
• Peralatan berputar
• Kendaraan mobil
• Ketinggian
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan)
Pertimbangan terhadap bahaya pisik berikut (Lanjutan):
• Tertumbuk
• Terperangkap dalam atau apada
• Regangan otot
• Objek terjatuh
• Saling menumbur
• Terpeleset/jatuh
• Terhirup
• Kebakaran/ledakan
• Paparan gas/panas/asap/debu/kimia
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan)
Pertimbangan terhadap bahaya fisik berikut :
• Udara
• Objek panas
• Penggunaan peralatan & perkakas
• Saluran pemipaan
• Vibrasi
• Kebisingan
• Penumpukan material
• Daerah rawan petir
• Tempat tertutup
• Tempat masuk
• Objek bergerak
• Radiasi
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan)
Juga perlu pertimbangan terhadap:
• Kecederaan manusia
• Pencemaran lingkungan
• Kerusakan peralatan
• Faktor manusia, seperti:
- Kompetensi, Training,
- Sehat, Lelah dll.
- Operasi berkesinambungan
- Teman sekerja
SUMBER BAHAYA
Memotong objek dengan torch.
1. Gas oksigen dan asetilen bercampur dalam
torch dan selang menyebabkan ledakan dan
kebakaran pada selang, torch dan silinder
2. Decomposition (pecah molekul) asetilen
karena tekanan tidak seimbang menyebabkan
peledakan dan kebakaran pada selang dan
torch.
Memotong objek dengan torch.
Sumber bahaya:
Gas oksigen dan asetilen bercampur dalam torch dan
selang menyebabkan ledakan dan kebakaran pada selang,
torch dan silinder
Pengendalian risiko:
- Melakukan pembersihan torch sebelum dan ketika
sedang digunakan
- Menempatkan flashback arrestors
- Melakukan purging sebelum torch dinyalakan
- ………….
PENGENDALIAN RESIKO
Pengendalian Bahaya
Menghilangkan (Elimination)
• Menghilangkan sumber bahaya kaki
tersangkut/terbentur (trip hazard) di atas lantai
• Membuang/ memusnahkan bahan kimia yang tidak
diperlukan lagi
• Memperbaiki peralatan yang rusak
Pengendalian Bahaya
Penggantian (Subtitution)
• Mengganti pemakaian bahan-bahan kimia dengan
bahan yang rendah tingkat bahayanya
• Mengganti pasir silika (sand blasting) dengan
copper slag (grit blasting) pada pekerjaan
abbrfasive blasting
• Mengganti proses kering dengan proses basah
• Mengganti cara kerja manual handling dengan
mechanical handling
•
Pengendalian Bahaya
• Rekayasa (Engineering)
• Program desain ulang untuk mengurangi tingkat
kebisingan
• Memasang/ mengatur ventilasi udara di daerah
lingkungan pengecatatan
• Memasang pagar pengaman mesin pada bagian-bagian
mesin yang bergerak
• Menggunakan anti-glare screen pada layar monitor
komputer
• Memasang flashback arrestor pada saluran oksigen dan
asetilin pada pekerjaan oxy-cutting
• Administrasi (Administrative)
• Pemeliharaan secara reguler
• Mendesain ulang cara kerja
• Penyediaan SOP
• Membatasi paparan pekerja terhadap bahaya
• Pelatihan
Pengendalian Bahaya
Dasar  K3 Pengambilan Contoh Air Sampling.pptx

Dasar K3 Pengambilan Contoh Air Sampling.pptx

  • 2.
     Era revolusiindustri (abad 18)  Perubahan sistem kerja  Penggunaan tenaga mesin  Pengenalan metode baru pengolahan bahan baku  Pengorganisasian pekerjaan  Muncul penyakit yg berhubungan dengan pemajanan  Era industrialisasi  Perkembangan K3 mengikuti penggunaan teknologi (APD, safety device dan alat-alat pengaman)  Era Manajemen  Heirich (1931), teori domino  Bird and German, teori Loss Causation Model  ISO, SMK3 dll
  • 3.
    Definisi K-3  Keilmuan Suatuilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dll (ACCIDENT PREVENTION) Filosofi Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan : - tenaga kerja dan manusia pada umumnya, baik jasmani maupun rohani, - hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera;
  • 4.
    Tujuan • Melindungi parapekerja dan orang lain di tempat kerja • Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien • Menjamin proses produksi berjalan lancar
  • 5.
    Keselamatan (Safety) 1. Mengendalikankerugian dari kecelakaan (control of accident loss) 2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks)
  • 6.
    Kesehatan (Health) Derajat/tingkat keadaanfisik dan psikologi individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual)
  • 7.
    Aman (safe) adalahsuatu kondisi dimana atau kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan ke tingkat yang memadai, dan ini adalah lawan dari bahaya (danger).
  • 8.
    Merupakan tingkat bahayadari suatu kondisi dimana atau kapan muncul sumber bahaya. Danger adalah lawan dari aman atau selamat.
  • 9.
    DEFINISI INCIDENT Suatu kejadianyang tidak diinginkan, bilamana pada saat itu sedikit saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan terjadinya accident.
  • 10.
    DEFINISI ACCIDENT Suatu kejadianyang tidak diinginkan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, gangguan terhadap pekerjaan dan pencemaran lingkungan.
  • 11.
    GUNUNG ES -BIAYA KECELAKAAN
  • 12.
    $1 $5 HINGGA $50 BIAYADALAM PEMBUKUAN: KERUSAKAN PROPERTI (BIAYA YANG TAK DIASURANSIKAN) $1 HINGGA $3 BIAYA LAIN YANG TAK DIASURANSIKAN BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT • Pengobatan/ Perawatan • Gaji (Biaya Diasuransikan) • Kerusakan gangguan • Kerusakan peralatan dan perkakas • Kerusakan produk dan material • Terlambat dan ganguan produksi • Biaya legal hukum • Pengeluaran biaya untuk penyediaan fasilitas dan peralatan gawat darurat • Sewa peralatan • Waktu untuk penyelidikan • Gaji terusdibayar untuk waktu yang hilang • Biaya pemakaian pekerja pengganti dan/ atau biaya melatih • Upah lembur • Ekstra waktu untuk kerja administrasi • Berkurangnya hasil produksi akibat dari sikorban • Hilangnya bisnis dan nama baik GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN
  • 13.
  • 14.
    • Mechanic • Electric •Kinetic • Substance s  Flammable  Explosive  Combustible  Corrosive Accidental release • Accident  Injuries  Minor  Mayor  Fatal  Assets • Mendadak, dramatis, bencana (Sudden Reaction) • Process • Equipment, facilities, tools • Working practices • Guarding • Pengalaman • Karir lapangan + pelatihan 1. Safety Hazard 2. Konsekuensi . Konsentrasi kepedulian • Titik berat pd kerusakan asset, fatality • Sepertinya urgen (bahaya mendadak) • Prinsip pendekatan • Pengkajian resiko • Utk • Physic • Chemical • Biologic • Ergonomics • Psychosocial • Terpapar  kontak  penyakit mendadak, menahun, kanker dan dampak terhadap masyarakat umum (Prolonged Reaction) • Environment (bahan pencemar) • Exposure • Work hours • PPE • Pendidikan • Karir jab. Sesuai pendidikan 1. Health Hazard 2. Konsekuensi 3. Konsentrasi kepedulian • Titik berat pd bahaya tersembunyi • Sepertinya kurang urgent (laten) • Prinsip pendekatan • Pengkajian kepaparan • Utk memperkecil  Damage
  • 15.
    Logika terjadinya kecelakaan Setiapkejadian kecelakaan, ada hubungan mata rantai sebab-akibat (Domino Squen) LOSSES INSIDENT IMMIDIATE CAUSES BASIC CAUSES LACK OF CONTROL
  • 16.
    LEMAHNYA KONTROL SEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN (Kontak) PROGRAM TAK SESUAI STANDAR TAK SESUAI KEPATUHAN PELAKSANAAN FAKTOR PERORANGAN FAKTOR KERJA PERBUATAN TAKAMAN & KONDISI TAK AMAN <KEJADIAN> KONTAK DENGAN ENERGI ATAU BAHAN/ ZAT KECELAKAAN ATAU KERUSAKAN YANG TAK DIHARAPKAN THE ILCI LOSS CAUSATION MODEL Bird & German, 1985 KERUGIAN
  • 17.
  • 18.
    LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN INSIDEN  STRUCK AGAINST menabrak/bentur benda diam/bergerak  STRUCK BY  terpukul/tabrak oleh benda bergerak  FALL TO  jatuh dari tempat yang lebih tinggi  FALL ON  jatuh di tempat yang datar  CAUGHT IN  tusuk, jepit, cubit benda runcing  CAUGHT ON  terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar  CAUGHT BETWEEN  terpotong, hancur, remuk  CONTACT WITH  listrik, kimia, radiasi, panas, dingin  OVERSTRESS  terlalu berat, cepat, tinggi, besar  EQUIPMENT FAILURE  kegagalan mesin, peralatan  EVIRONMENTAL RELEASE  masalah pencemaran
  • 19.
    LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN SEBAB LANGSUNG  PELINDUNG/PEMBATAS TIDAKLAYAK  APD KURANG, TIDAK LAYAK  PERALATAN RUSAK  RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS  SISTEM PERINGATAN KURANG  BAHAYA KEBAKARAN  KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG  KEBISINGAN  TERPAPAR RADIASI  TEMPERATUR EXTRIM  PENERANGAN TIDAK LAYAK  VENTILASI TIDAK LAYAK  LINGKUNGAN TIDAK AMAN  OPERASI TANPA OTORISASI  GAGAL MEMPERINGATKAN  GAGAL MENGAMANKAN  KECEPATAN TIDAK LAYAK  MEMBUAT ALAT PENGAMAN TIDAK BERFUNGSI  PAKAI ALAT RUSAK  PAKAI APD TIDAK LAYAK  PEMUATAN TIDAK LAYAK  PENEMPATAN TIDAK LAYAK  MENGANGKAT TIDAK LAYAK  POSISI TIDAK AMAN  SERVIS ALAT BEROPERASI  BERCANDA, MAIN-MAIN  MABOK ALKOHOL, OBAT  GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR
  • 20.
    LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN SEBAB DASAR  PENGAWASAN /KEPEMIMPINAN  ENGINEERING  PENGADAAN (PURCHASING)  KURANG PERALATAN  MAINTENANCE  STANDAR KERJA  SALAH PAKAI/SALAH MENGGUNAKAN  KEMAMPUAN FISIK ATAU PHISIOLOGI TIDAK LAYAK  KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK  STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI  STRESS MENTAL  KURANG PENGETAHUAN  KURANG KEAHLIAN  MOTIVASI TIDAK LAYAK
  • 21.
  • 22.
    Bertujuan memperbaiki atau meningkatkanmutu K3 melalui pengamatan sikap dan cara seseorang dalam melakukan pekerjaan
  • 23.
    Job Safety Observation Job Safety observation (JSO) adalah suatu metoda pengamatan suatu pekerjaan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan keselamatan kerja. Kegiatan ini biasanya dilakukan sewaktu-waktu oleh para pengawas tanpa sepengetahuan operator yang diobservasi.
  • 24.
    DEFINISI • JSA adalahsuatu pendekatan struktural untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam suatu pekerjaan dan memberikan langkah-langkah perbaikan. • JSA dibuat dengan cara membagi pekerjaan dalam langkah-langkah pekerjaan, selanjutnya menganalisis bahaya yang ada pada tiap langkah kerja tersebut, memberikan langlah- langkah perbaikan, hingga akhirnya didapati suatu urutan pekerjaan yang aman.
  • 25.
    IDENTIFIKASI BAHAYA  BAHAN/ MATERIAL, ALAT/MESIN  SIFAT PEKERJAAN  METODE KERJA  LINGKUNGAN KERJA  PROSES PRODUKSI Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari :
  • 26.
    JSA TERDIRI DARI: (1) •Pekerjaan yang akan dianalisis • Detail pekerjaan menjadi langkah-langkah yang logis • Identifikasi sumber bahaya dari setiap langkah, khususnya bahaya kebakaran dan peledakan • Kembangkan cara eliminasi resiko atau mengukur pengurangan terhadap bahaya yang teridentifikasi
  • 27.
    PEKERJAAN YANG MANAYANG MEMERLUKAN JSA? • Pekerjaan dimana pengalaman lewat berpotensi terhadap kecederaan, kebakaran/peledakan, terganggu proses, pencemaran lingkungan • Pekerjaan yang kritikal • Pekerjaan baru • Pekerjaan yang berubah • Pekerjaan dimana terlibatnya personil baru untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
  • 28.
    DETAIL PEKERJAAN MENJADILANGKAH YANG LOGIS Identifikasi langkah-langkah simple yang akan dilakukan. • Secara umum sebaiknya kurang dari 10 langkah.
  • 29.
    LANGKAH KERJA PEKERJAANLAS & PEMOTONGAN DGN API 1. Penyiapan silinder gas, cutting torch (suluh), selang-selang dan peralatan lain dan objek yang akan dilas/ dipotong. 2. Mengidupkan torch (suluh). 3. Memotong objek dengan toch. 4. Mengelas objek dengan torch. 5. Melepas peralatan dan membersihkan tempat kerja.
  • 30.
    LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan) IDENTIFIKASISUMBER-SUMBER BAHAYA DARI SETIAP LANGKAH KERJA. Pertimbangan terhadap bahaya pisik berikut: • Tekanan • Sumber-sumber penyalaan api terbuka • Gas dan Cairan mudah terbakar • Botol gas bertekanan • Bejana tekan • Kelistrikan • Penanganan bahan kimia • Gesekan • Peralatan berputar • Kendaraan mobil • Ketinggian
  • 31.
    LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan) Pertimbanganterhadap bahaya pisik berikut (Lanjutan): • Tertumbuk • Terperangkap dalam atau apada • Regangan otot • Objek terjatuh • Saling menumbur • Terpeleset/jatuh • Terhirup • Kebakaran/ledakan • Paparan gas/panas/asap/debu/kimia
  • 32.
    LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan) Pertimbanganterhadap bahaya fisik berikut : • Udara • Objek panas • Penggunaan peralatan & perkakas • Saluran pemipaan • Vibrasi • Kebisingan • Penumpukan material • Daerah rawan petir • Tempat tertutup • Tempat masuk • Objek bergerak • Radiasi
  • 33.
    LANGKAH PELAKSANAAN (Lanjutan) Jugaperlu pertimbangan terhadap: • Kecederaan manusia • Pencemaran lingkungan • Kerusakan peralatan • Faktor manusia, seperti: - Kompetensi, Training, - Sehat, Lelah dll. - Operasi berkesinambungan - Teman sekerja
  • 34.
    SUMBER BAHAYA Memotong objekdengan torch. 1. Gas oksigen dan asetilen bercampur dalam torch dan selang menyebabkan ledakan dan kebakaran pada selang, torch dan silinder 2. Decomposition (pecah molekul) asetilen karena tekanan tidak seimbang menyebabkan peledakan dan kebakaran pada selang dan torch.
  • 35.
    Memotong objek dengantorch. Sumber bahaya: Gas oksigen dan asetilen bercampur dalam torch dan selang menyebabkan ledakan dan kebakaran pada selang, torch dan silinder Pengendalian risiko: - Melakukan pembersihan torch sebelum dan ketika sedang digunakan - Menempatkan flashback arrestors - Melakukan purging sebelum torch dinyalakan - …………. PENGENDALIAN RESIKO
  • 36.
    Pengendalian Bahaya Menghilangkan (Elimination) •Menghilangkan sumber bahaya kaki tersangkut/terbentur (trip hazard) di atas lantai • Membuang/ memusnahkan bahan kimia yang tidak diperlukan lagi • Memperbaiki peralatan yang rusak
  • 37.
    Pengendalian Bahaya Penggantian (Subtitution) •Mengganti pemakaian bahan-bahan kimia dengan bahan yang rendah tingkat bahayanya • Mengganti pasir silika (sand blasting) dengan copper slag (grit blasting) pada pekerjaan abbrfasive blasting • Mengganti proses kering dengan proses basah • Mengganti cara kerja manual handling dengan mechanical handling •
  • 38.
    Pengendalian Bahaya • Rekayasa(Engineering) • Program desain ulang untuk mengurangi tingkat kebisingan • Memasang/ mengatur ventilasi udara di daerah lingkungan pengecatatan • Memasang pagar pengaman mesin pada bagian-bagian mesin yang bergerak • Menggunakan anti-glare screen pada layar monitor komputer • Memasang flashback arrestor pada saluran oksigen dan asetilin pada pekerjaan oxy-cutting
  • 39.
    • Administrasi (Administrative) •Pemeliharaan secara reguler • Mendesain ulang cara kerja • Penyediaan SOP • Membatasi paparan pekerja terhadap bahaya • Pelatihan Pengendalian Bahaya