MAKALAH
DATA DAN SAMPEL
MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN
DOSEN PENGAMPUH:
SUDIRMAN,ST.,MM
DI SUSUN OLEH:
SRI WAHYUNINGSIH
221350006
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2022/2023
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadiran Tuhan Yang maha Kuasa atas
berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah ini.
Makalah ini tentang “Data dan Sampel”sebagaimana saya mengerjakannya
sehubungan dengan tugas yang diberikan oleh dosen. Pengerjaan Makalah ini
bertujuan agar pembaca mengerti tentang seluk beluk yang bersangkutan dengan
Data dan Sampel.
Penulis menyadari, sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya
belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan. Makalah ini tentu belum sempurna, karena
itu penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca, agar makalah menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan
datang.saya berharap makalah ini dapat menambah wawasan masyarakat.
Mohon maaf atas kesalahan dalam pemakaian kata dalam menyelesaikan
makalah ini dan penulis mengucapkan terima kasih.
Parepare,12 November 2023
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan masalah......................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................2
2.1 Pengertian Data .........................................................................................2
2.2 Teknik Pengumpulan Data.........................................................................3
2.3 Pengertian Sampel dan teknik penarik sampel...........................................6
BAB III PENUTUP.................................................................................................11
3.1 Kesimpulan..............................................................................................11
3.2 Saran........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................iv
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Data adalah hal yang sangat diperlukan dalam hidup dijaman
sekarang, dengan data kita dapat mengetahui masalah apa yang
sedang dihadapi, mengapa terjadi masalah-masalah tersebut, serta
bagaimana cara pemecahannya. Dengan data, kita dapat meramal atau
memperkirakan, apa yang kira-kira bakal terjadi di masa mendatang.
Dengan data, kita pun bisa membuat perencanaan, peramalan,
mengontrol pelaksanaan, mengevaluasi target apakah tercapai atau
tidak, dan sebagainya. Dengan adanya data, kita dapat banyak
mengetahui tentang berbagai hal.
Dalam suatu penelitian, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua
individu dalam populasi karena akan memakan banyak waktu dan
biaya yang besar. Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang
artinya contoh, comotan atau mencomot yaitu mengambil sebagian
saja dari yang banyak. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel,
dimana sampel yang diambil adalah sampel yang benar-benar
representasi atau yang mewakili seluruh populasi. Dalam suatu
penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel
adalah memperhitungkan masalah efisiensi ( waktu dan biaya) dan
masalah ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel
dapat mempertinggi ketelitian karena jika penelitian terhadap populasi
belum tentu dapat dilakukan secara teliti. Seorang peneliti dalam suatu
penelitian harus memperhitungkan dan memperhatikan hubungan
antara waktu, biaya dan tenaga yang akan dikeluarkan dengan presis
( tingkat ketepatan ) yang akan diperoleh sebagai pertimbangan dalam
menentukan metode pengambilan sampel yang akan digunakan
1.2 Rumusan masalah
1. Apa itu data,jenis-jenis data,teknik pengumpulan data,teknik
pengolahan data,teknik penyajian data dan sumber data?
2. Apa itu sampel dan teknik penarikan sampel?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu data,jenis-jenis data,teknik pengumpulan
data,teknik pengolahan data,teknik penyajian data dan sumber data
2. Untuk mengetahui apa itu sampel dan teknik penarikan sampel
2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Data
Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk
menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi
atau perusahaan. Data terdiri atas fakta-fakta dan angka-angka yang secara
relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum diolah.
Oleh karena itu dalam pengertian umum, informasi adalah komunikasi
atau penerima knowledge (pengetahuan) mengenai fakta atau keadaan.
Informasi tidak dapat “diprediksi”. Menurut David dan Olson, informasi
adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna bagi
penerima dan memiliki nilai sebagai pengembilan keputusan. Informasi
juga dapat diartikan sebagai data dari organisasi, terstruktur dan diolah
sacara konteks tertentu. Jadi pengertian informasi adalah hasil pengolahan
data yang telah mempunyai arti sehingga dapat digunakan khususnya oleh
manajemen dalam membuat keputusan.
1. Jenis-jenis Data
a. Data Menurut Cara Memperolehnya
a. Data Primer adalah data yang secara langsung diambil dari
objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun
organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop
21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
b. Data Sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung
dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi
yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau
metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya
adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset
dari surat kabar atau majalah
2. Data Berdasarkan Sumber Data
a. Data Internal merupakan data yang menggambarkan situasi dan
kondisi pada
suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data
pegawai, data produksi
b. Data Eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta
kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data
jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat
preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
3. Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
a. Data Diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli.
Contohnya : berat
badan ibu ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu,
dan lain-sebagainya.
b. Data Kontinyu yaitu data yang nilainya ada pada suatu interval
tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya.
3
Contoh : penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan
sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku
pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
4. Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
a. Data Cross Section yaitu data yang menunjukkan titik waktu
tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data
pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004,
b. Data Time Series / Berkala yaitu data yang datanya
menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara
historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai
tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai
2006, jumlah pengikut jamaah Nurdin M. Top dan Doktor
Azahari dari bulan ke bulan, dll.
5. Data Berdasarkan Jenis Datanya
a. Data Kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk
angka-angka.
Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi
badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain lain.
b. Data Kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata
yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen
terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli
terhadap psikopat dan lain-lain.
2.2 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data diartikan sebagai teknik untuk
mendapatkan data secara fisik untuk dianalisis dalam suatu studi penelitian.
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai
sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat
dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium
dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada
datanya, maka pengumpulam datanya, maka pengumpulan data dapat
menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder.
1. Teknik Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati
secara langsung maupun tidak tentang hal-hal yang diamati dan
mencatatnya pada alat observasi. Observasi sebagai teknik pengumpulan
data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik lain,
yaitu wawancara dan kuesioner.
Macam-macam Observasi dari segi pelaksanaan pengumpulan data
a. Observasi Berperan Serta ( participant observation)
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan
sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakan sebagai
sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti
ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut
merasakan suka dukanya. Dengan partisipan ini, maka data yang
4
diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada
tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
b. Observasi Nonpartisipan
Dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat langsung dengan
aktivitas orang- orang yang sedang diamati, maka dalam observasi
nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat
independen. Dari segi instrumentasi yang digunakan
c. Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang
secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan
dimana tempatnya. Jadi observasi terstruktur dilakukan apabila
peneliti telah tahu dengan pasti tentang variable apa yang akan
diamati.
d. Observasi Tidak Terstruktur
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak
dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang telah diobservasi.
Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa
yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak
menggunakan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen
yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan
2. Teknik Wawancara (Interview)
Wawancara (interview) adalah teknik penelitian yang dilaksanakan
dengan cara dialog, baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui
siaran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai
sebagai sumber data.
Macam-macam teknik wawancara (Interview)
a. Interview berstruktur
Dalam interview ini, pertanyaan dan alternative jawaban yang
diberikan interviewer telah ditetapkan terlebih dahulu.
b. Interview tidak berstruktur
Interview ini lebih bersifat informal. Pertanyaan-pertanyaan
tentang pandangan hidup, sikap, keyakinan subjek atau tentang
keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek.
3. Teknik Angket (Kuesioner)
Angket adalah instrument penelitian berupa daftar pertanyaan atau
pernyataan secara tertulis yang harus dijawab atau diisi oleh responden
sesuai dengan petunjuk pengisiannya.
Macam-macam angket (kuesioner):
a. Kuesioner berstruktur
Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai sejumlah
jawaban yang disediakan.
b. Kuesioner tak berstruktur
Kuesioner ini disebut juga kuesioner terbuka, dimana jawaban
responden terhadap setiap pertanyaan kuesioner bentuk ini dapat
diberikan secara bebas menurut pendapat sendiri.
5
c. Kuesioner kombinasi berstruktur dan tak berstruktur
Kuesioner ini sesuai dengan namanya, maka pertanyaan ini di satu
pihak member alternative jawaban yang harus dipilih, di lain pihak
member kebebasan kepada responden untuk menjawab secara
bebas lanjutan dari jawaban sebelumnya.
d. Kuesioner semi terbuka
Kuesioner yang member kebebasan kemungkinan menjawab selain
dari alternative jawaban yang sudah ada.
4. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data atau disebut proses pra-analisis mempunyai tahap-
tahap sebagai berikut:
a. Editing data
Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan
klarifikasi,keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang
terkumpul. Tujuan editing adalah untuk menghilangkan kesalah-
kesalahan yang terdapat pada pencatatan yang ada dilapangan dan
bersifat korektif. Setelah melakukan tugas lapanangan, maka
berkas-berkas catatan informasi atau data siap untuk diolah.
b. Pengembangan Variabel
Yaitu spesifikasi semua variabel yang diperlukan oleh peneliti yang
mencakup dalam data yang sudah terkumpul atau dengan kata lain
apakah semua variabel yang diperlukan sudah termasuk dalam data.
Jika belum berarti data yang terkumpul belum lengkap atau belum
mencakup semua variabel yang diteliti
c. Pengkodean Data(Coding)
Coding yaitu pemberian atau pembuatan kode pada tiap-tiap data
yang termasuk kedalam kategori yang sama. Kode adalah isyarat
yang dibuat dalam bentuk angka-angka, atau huruf yang
memberikan petunjuk, identitas pada suatu informasi atau data
yang akan dianalisis.Tujuannya yaitu agar data dapat dipindahkan
kedalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisis
berikutnya.
d. Cek Kesalahan
Peneliti melakukan pengecekan kesalahan pada data sebelum
dimasukkan kedalam komputer untuk melihat apakah langkah-
langkah sebelumnya sudah diselesaikan tanpa kesalahan yang
serius.
e. Membuat Struktur Data
Penelititi membuat struktur data yang mencakup semua data yang
dibutuhkan untuk analisis kemudian dipindahkan kedalam
komputer.
Teknik Penyajian Data
1. Tabel
Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang disusun menurut
kategori- kategori (misalnya: jumlah pegawai menurut pendidikan
6
dan masa kerja) sehingga memudahkan dalam pembuatan analisis
data.Penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk
memberikan informasi dan gambaran mengenai jumlah secara
terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam
menganalisis data tersebut.
2. Grafik
Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel sebagaimana
dikemukakan di atas, data-data kuantitatif (numerik) yang
terkumpul juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik. Penyajian
data dalam bentuk grafik adalah menggambarkan data secara visual
dalam sebuah gambar. Sehingga penyajian data dalam bentuk ini
lebih mudah untuk dibaca dan lebih menarik.
3. Penyajian Data Narasi
Penyajian data dengan narasi mengandung pengertian bahwa hasil
penelitian itu disampaikan menggunakan kalimat. Pada teknik ini,
sangatlah penting penggunaan kalimat yang efektif serta ketepatan
pemilihan diksi dan gaya bahasa. Untuk ini ada beberapa prinsip
yang perlu diperhatikan.
5. Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung
(dari tangan pertama), Contoh data primer adalah data yang
diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan
panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber.
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber
yang sudah ada.Contoh data sekunder misalnya catatan atau
dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan
publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari
majalah, dan lain sebagainya.
2.3 Pengertian Sampel dan teknik penarik sampel
1. Pengertian sampel
Pengertian sampel menurut KBBI adalah sesuatu yang digunakan
untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Sampel tak
terpisah dari populasi. Populasi sendiri adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu,
kemudian akan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari.
Agar lebih memahami apa itu sampel, simak definisi para ahli
berikut ini.
1. Menurut Somantri (2006:63)
Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut
prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.
2. Menurut Furqon (1999:2)
Sebagian anggota dari populasi disebut sampel.
7
3. Menurut Pasaribu (1975:21)
Sampel adalah sebagian dari anggota-anggota suatu golongan (kumpulan
objek-objek) yang dipakai sebagai dasar untuk mendapatkan keterangan
(atau menarik kesimpulan) mengenai golongan (kumpulan itu).
4. Menurut Arikunto (1998:117)
Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang
diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil
sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.
Teknik (metode) penentuan sampel yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
a. Dapat memberikan gambaran yang akurat tentang populasi.
b. Dapat menentukan presisi.
c. Sederhana sehingga mudah dilaksanakan.
d. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya
murah.
Dalam menentukan besar sampel perlu mempertimbangkan hal-hal
berikut:
a. Derajat keseragaman (degree of homogenity) dari populasi.
b. Presisi yang dikehendaki dari penelitian.
c. Rencana analisis.
d. Tenaga, biaya dan waktu.
e. Besar populasi
Kesimpulannya, semakin besar sampel semakin tinggi tingkat presisi
yang didapatkan.
2. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel dibagi menjadi dua, yakni probability
sampling dan non-probability sampling.
a. Teknik Probability Sampling
Probability sampling adalah metode pengambilan sampel
dengan mengasumsikan seluruh sampel memiliki kesempatan yang
setara untuk menjadi objek penelitian. Teknik ini merupakan teknik
pengambilan sampel penelitian kuantitatif. Probability sampling ini
terbagi menjadi lima jenis, yaitu:
1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random
Sampling)
Teknik pengambilan sampel acak sederhana ini merupakan teknik
yang dilakukan dengan cara menjelaskan bahwa semua anggota
populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel
penelitian. Cara pengambilannya adalah dengan angka undian.
Terdapat dua pendapat yang berkaitan dengan metode pengambilan
sampel tipe ini. Pertama adalah setiap angka yang dipilih wajib
dikembalikan lagi supaya semua sampel memiliki persentase
kesempatan yang sama. Kedua adalah angka yang dipilih tidak
8
dikembalikan. Namun, umumnya pendapat pertama yang banyak
dipilih untuk melakukan penelitian.
Pada metode sederhana ini memiliki keunggulan, yaitu
meminimalisir bias dan bisa mengetahui standar error dari penelitian.
Sedangkan kekurangannya adalah para sampel bisa jadi tidak
mewakili populasi yang ditentukan.
2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random
Sampling)
Tipe kedua adalah sampel acak secara sistematis sesuai dengan pola
tertentu. Umumnya pola yang digunakan teknik ini adalah dengan
mengambil interval atau kelipatan dari jumlah populasi dengan
jumlah sampel yang akan dipilih.
contoh teknik pengambilan sampel tipe ini misalnya, ada 10 dari 100
orang yang akan dipilih sebagai sampel. Maka setiap orang yang ada
pada kelipatan 10 akan diambil sebagai sampel. Artinya orang
dengan nomor 10, 20, 30, dan seterusnya akan dijadikan sampel
hingga 10 orang.
Kelebihan penggunaan metode tipe ini adalah lebih cepat dalam
pelaksanaannya, selain itu juga membuat peneliti tidak perlu
membuat kerangka sampel.
Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah variasinya tidak bisa
diprediksi jika urutannya tidak acak. Sampel juga berpotensi bersifat
seragam karena adanya pengulangan karakteristik.
3. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random
Sampling)
Teknik pengambilan sampel jenis ini dilakukan dengan cara
mengelompokkan anggota populasi sesuai dengan tingkatan tertentu,
yakni tinggi, sedang, dan rendah.
Contoh teknik pengambilan sampel tipe ini adalah ketika melakukan
penelitian tentang pekerjaan yang dilihat berdasarkan usia. Jadi
sampel yang diambil dengan cara mengelompokkan sampel ke
dalam kategori usia muda, sedang, dan dewasa.
4. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random
Sampling)
Teknik pengambilan sampel ini ditentukan dengan berdasarkan
kelompok suatu wilayah dari populasi penelitian. Teknik ini akan
mengelompokkan sampel sesuai dengan wilayah anggota populaso/
Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk mencari tahu perbedaan
yang ada di dalam wilayah tertentu.
Contoh teknik pengambilan sampel jenis ini adalah ketika ada
penelitian yang akan mencari tahu tingkat partisipasi pemilihan
umum di Jawa tengah. Dari situ, sampel yang akan digunakan adlaah
beberapa wilayah di Jawa Tengah.
9
5. Area Sampling (Multistage Sampling)
Teknik multi stage sampling adalah penggabungan antara beberapa
metode sampling secara bersamaan dengan tujuan supaya efektif dan
efisien. Jadi ada dua teknik sampling yang digunakan.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan
teknik sampling ini, yaitu menetapkan populasi dan tingkatan,
menghitung besarnya sampel, mengambil secara acak unsur yang
ada di tiap tingkatan, dan kemudian mengambil sampel secara acak
lagi sesuai besaran sampel di tingkatan akhir.
b. Non-Probability Sampling
Non-probability sampling adalah lawan dari probability
sampling, jadi pengambilan sampel dilakukan tidak secara acak.
Maksudnya adalah pengambilan sampel tidak memberikan
kesempatan yang sama kepada setiap sampel yang dipilih. Teknik ini
biasanya dipilih ketika populasi belum atau tidak dapat ditentukan
secara pasti.
Teknik ini terbagi menjadi enam jenis, yaitu:
1. Purposive Sampling
Purposive sampling adalah penentuan sampel berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Penetapan itu
dilakukan sesuai dengan pertimbangan yang dinilai dapat
mewakili populasi.
Teknik sampling tipe ini bisa dibilang menjadi salah satu
teknik yang paling banyak digunakan dalam penelitian. sebab,
teknik ini cenderung menghasilkan sampel yang berkualitas.
Hal itu dikarenakan peneliti sudah menentukan sendiri kriteria
yang menurutnya akan merepresentasikan populasi.
Kelebihan dari metode ini adalah tujuan dari penelitian akan
lebih terarah. Selain itu, sampel juga akan relevan dengan
penelitian yang dilakukan.
Sedangkan kekurangannya adalah tidak bisa menjamin bahwa
sampel dapat menjadi representasi populasi.
2. Snowball Sampling
Snowball sampling juga dikenal dengan teknik bola salju.
Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara
wawancara kepada sampel pertama untuk mengambil sampel
berikutnya dan secara terus menerus hingga kebutuhan sampel
dapat terpenuhi seperti bola salju yang akan terus membesar
juga menggelinding dari atas ke bawah.
Teknik ini cocok untuk penelitian yang membutuhkan privasi
yang tinggi, misalnya pada kelompok-kelompok seperti
penderita HIV, penyintas kekerasan seksual, dan lain
sebagainya.
10
3. Accidental Sampling
Accidental sampling adalah teknik pengambilan sampel
yang sifatnya lebih insidental. Jadi sampel yang diambil sesuai
dengan orang yang memang kebetulan ditemui oleh peneliti.
Jadi misalnya adalah penelitian terhadap kepuasan konsumen.
Peneliti bisa menunggu pembeli untuk dijadikan sebagai
sampel penelitian.
Namun, teknik pengambilan sampel jenis ini memiliki
kekurangan, yaitu berpotensi membutuhkan waktu yang lebih
lama dan responden yang didapat memiliki karakteristik yang
bersifat acak.
4. Quota Sampling
Teknik pengambilan sampel ini adalah dengan cara
menentukan jumlah sampel penelitian lebih dulu. Misalnya
dalam sehari peneliti menetapkan harus mendapatkan 10
sampel untuk diteliti.
Kelebihan dari teknik ini adalah pengambilan sampelnya
bersifat lebih praktis karena sampelnya sudah diketahui.
Sedangkan kekurangannya adalah bias dalam penelitian
cenderung tinggi.
5. Teknik Sampel Jenuh
Teknik pengambilan sampel jenuh adalah menggunakan
seluruh populasi sebagai sampel. Teknik ini digunakan ketika
populasi yang akan diteliti kurang dari 30 orang.
6. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling
Teknik sampling sistematis dilakukan dengan cara yang
sistematis yaitu misalnya dengan memberikan nomor terhadap
populasi yang akan diteliti. Misalnya ketika ingin meneliti 20
siswa, maka sampel-sampel itu akan diurutkan dari 1 hingga
20.
11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk
menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi
atau perusahaan. Data terdiri atas fakta-fakta dan angka-angka yang secara
relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum
diolah. Sedangkan sampel adalah sesuatu yang digunakan untuk
menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Sampel tak terpisah
dari populasi. Populasi sendiri adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, kemudian akan
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari.
3.2 Saran
Kami yakin dalam pembuatan makalah ini masih ada banyak
kekurangan dan kesalahan oleh karena itu saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
iv
DAFTAR PUSTAKA
Cokroaminoto. Teknik Penyajian Data dengan Narasi. dalam
http://cokroaminoto.blogetery.com/2009/07/21/teknik-penyajian-data-dengan
narasi/ diakses Minggu 19 Maret 2017 pukul 09.00 WIB.
Fauzi, Mochamad.2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Semarang: Walisongo
Press
Margono. 2010. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta : Penerbit Rineka
Cipta
Muhtar, Evendi. Teknik Penyajian Data, dalam
http://evendimuhtar.blogspot.co.id/2015/07/teknik-penyajian-data.html diakses
Minggu 19 Maret 2017 pukul 07.00 WIB.
Nasum, Ferdi. Metode pengumpulan Data Kuantitatif, dalam http://ferdy-
nasum.blogspot.com/2011/11/metode-pengumpulan-data-kuantitatif.html diakses
pada Kamis 16 Maret 2017 pukul 13.00 WIB.
Arikunto, Suharsimi.(2000). Manajemen PenelitianJakarta:Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi.(2010).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik.Yogyakarta:Penerbit Rineka Cipta.

CONTOH MATERI DATA DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN

  • 1.
    MAKALAH DATA DAN SAMPEL MATAKULIAH METODOLOGI PENELITIAN DOSEN PENGAMPUH: SUDIRMAN,ST.,MM DI SUSUN OLEH: SRI WAHYUNINGSIH 221350006 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE 2022/2023
  • 2.
    ii KATA PENGANTAR Puji syukurpenulis ucapkan kehadiran Tuhan Yang maha Kuasa atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini tentang “Data dan Sampel”sebagaimana saya mengerjakannya sehubungan dengan tugas yang diberikan oleh dosen. Pengerjaan Makalah ini bertujuan agar pembaca mengerti tentang seluk beluk yang bersangkutan dengan Data dan Sampel. Penulis menyadari, sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Makalah ini tentu belum sempurna, karena itu penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar makalah menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.saya berharap makalah ini dapat menambah wawasan masyarakat. Mohon maaf atas kesalahan dalam pemakaian kata dalam menyelesaikan makalah ini dan penulis mengucapkan terima kasih. Parepare,12 November 2023 Penyusun
  • 3.
    iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................................................................................ii DAFTARISI............................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1 1.1 Latar Belakang...........................................................................................1 1.2 Rumusan masalah......................................................................................1 1.3 Tujuan........................................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................2 2.1 Pengertian Data .........................................................................................2 2.2 Teknik Pengumpulan Data.........................................................................3 2.3 Pengertian Sampel dan teknik penarik sampel...........................................6 BAB III PENUTUP.................................................................................................11 3.1 Kesimpulan..............................................................................................11 3.2 Saran........................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................iv
  • 4.
    1 BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Data adalah hal yang sangat diperlukan dalam hidup dijaman sekarang, dengan data kita dapat mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi, mengapa terjadi masalah-masalah tersebut, serta bagaimana cara pemecahannya. Dengan data, kita dapat meramal atau memperkirakan, apa yang kira-kira bakal terjadi di masa mendatang. Dengan data, kita pun bisa membuat perencanaan, peramalan, mengontrol pelaksanaan, mengevaluasi target apakah tercapai atau tidak, dan sebagainya. Dengan adanya data, kita dapat banyak mengetahui tentang berbagai hal. Dalam suatu penelitian, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua individu dalam populasi karena akan memakan banyak waktu dan biaya yang besar. Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, comotan atau mencomot yaitu mengambil sebagian saja dari yang banyak. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel, dimana sampel yang diambil adalah sampel yang benar-benar representasi atau yang mewakili seluruh populasi. Dalam suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel adalah memperhitungkan masalah efisiensi ( waktu dan biaya) dan masalah ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi ketelitian karena jika penelitian terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan secara teliti. Seorang peneliti dalam suatu penelitian harus memperhitungkan dan memperhatikan hubungan antara waktu, biaya dan tenaga yang akan dikeluarkan dengan presis ( tingkat ketepatan ) yang akan diperoleh sebagai pertimbangan dalam menentukan metode pengambilan sampel yang akan digunakan 1.2 Rumusan masalah 1. Apa itu data,jenis-jenis data,teknik pengumpulan data,teknik pengolahan data,teknik penyajian data dan sumber data? 2. Apa itu sampel dan teknik penarikan sampel? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui apa itu data,jenis-jenis data,teknik pengumpulan data,teknik pengolahan data,teknik penyajian data dan sumber data 2. Untuk mengetahui apa itu sampel dan teknik penarikan sampel
  • 5.
    2 BAB II PEMBAHASAN 2.1Pengertian Data Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi atau perusahaan. Data terdiri atas fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum diolah. Oleh karena itu dalam pengertian umum, informasi adalah komunikasi atau penerima knowledge (pengetahuan) mengenai fakta atau keadaan. Informasi tidak dapat “diprediksi”. Menurut David dan Olson, informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna bagi penerima dan memiliki nilai sebagai pengembilan keputusan. Informasi juga dapat diartikan sebagai data dari organisasi, terstruktur dan diolah sacara konteks tertentu. Jadi pengertian informasi adalah hasil pengolahan data yang telah mempunyai arti sehingga dapat digunakan khususnya oleh manajemen dalam membuat keputusan. 1. Jenis-jenis Data a. Data Menurut Cara Memperolehnya a. Data Primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop. b. Data Sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah 2. Data Berdasarkan Sumber Data a. Data Internal merupakan data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi b. Data Eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya. 3. Jenis Data Berdasarkan Sifat Data a. Data Diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya : berat badan ibu ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya. b. Data Kontinyu yaitu data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya.
  • 6.
    3 Contoh : penggunaankata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. 4. Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya a. Data Cross Section yaitu data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, b. Data Time Series / Berkala yaitu data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah Nurdin M. Top dan Doktor Azahari dari bulan ke bulan, dll. 5. Data Berdasarkan Jenis Datanya a. Data Kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain lain. b. Data Kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain. 2.2 Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data diartikan sebagai teknik untuk mendapatkan data secara fisik untuk dianalisis dalam suatu studi penelitian. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada datanya, maka pengumpulam datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. 1. Teknik Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung maupun tidak tentang hal-hal yang diamati dan mencatatnya pada alat observasi. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Macam-macam Observasi dari segi pelaksanaan pengumpulan data a. Observasi Berperan Serta ( participant observation) Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan partisipan ini, maka data yang
  • 7.
    4 diperoleh akan lebihlengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. b. Observasi Nonpartisipan Dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas orang- orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Dari segi instrumentasi yang digunakan c. Observasi Terstruktur Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya. Jadi observasi terstruktur dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan pasti tentang variable apa yang akan diamati. d. Observasi Tidak Terstruktur Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang telah diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan 2. Teknik Wawancara (Interview) Wawancara (interview) adalah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog, baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui siaran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data. Macam-macam teknik wawancara (Interview) a. Interview berstruktur Dalam interview ini, pertanyaan dan alternative jawaban yang diberikan interviewer telah ditetapkan terlebih dahulu. b. Interview tidak berstruktur Interview ini lebih bersifat informal. Pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan hidup, sikap, keyakinan subjek atau tentang keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek. 3. Teknik Angket (Kuesioner) Angket adalah instrument penelitian berupa daftar pertanyaan atau pernyataan secara tertulis yang harus dijawab atau diisi oleh responden sesuai dengan petunjuk pengisiannya. Macam-macam angket (kuesioner): a. Kuesioner berstruktur Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai sejumlah jawaban yang disediakan. b. Kuesioner tak berstruktur Kuesioner ini disebut juga kuesioner terbuka, dimana jawaban responden terhadap setiap pertanyaan kuesioner bentuk ini dapat diberikan secara bebas menurut pendapat sendiri.
  • 8.
    5 c. Kuesioner kombinasiberstruktur dan tak berstruktur Kuesioner ini sesuai dengan namanya, maka pertanyaan ini di satu pihak member alternative jawaban yang harus dipilih, di lain pihak member kebebasan kepada responden untuk menjawab secara bebas lanjutan dari jawaban sebelumnya. d. Kuesioner semi terbuka Kuesioner yang member kebebasan kemungkinan menjawab selain dari alternative jawaban yang sudah ada. 4. Teknik Pengolahan Data Pengolahan data atau disebut proses pra-analisis mempunyai tahap- tahap sebagai berikut: a. Editing data Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan klarifikasi,keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang terkumpul. Tujuan editing adalah untuk menghilangkan kesalah- kesalahan yang terdapat pada pencatatan yang ada dilapangan dan bersifat korektif. Setelah melakukan tugas lapanangan, maka berkas-berkas catatan informasi atau data siap untuk diolah. b. Pengembangan Variabel Yaitu spesifikasi semua variabel yang diperlukan oleh peneliti yang mencakup dalam data yang sudah terkumpul atau dengan kata lain apakah semua variabel yang diperlukan sudah termasuk dalam data. Jika belum berarti data yang terkumpul belum lengkap atau belum mencakup semua variabel yang diteliti c. Pengkodean Data(Coding) Coding yaitu pemberian atau pembuatan kode pada tiap-tiap data yang termasuk kedalam kategori yang sama. Kode adalah isyarat yang dibuat dalam bentuk angka-angka, atau huruf yang memberikan petunjuk, identitas pada suatu informasi atau data yang akan dianalisis.Tujuannya yaitu agar data dapat dipindahkan kedalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisis berikutnya. d. Cek Kesalahan Peneliti melakukan pengecekan kesalahan pada data sebelum dimasukkan kedalam komputer untuk melihat apakah langkah- langkah sebelumnya sudah diselesaikan tanpa kesalahan yang serius. e. Membuat Struktur Data Penelititi membuat struktur data yang mencakup semua data yang dibutuhkan untuk analisis kemudian dipindahkan kedalam komputer. Teknik Penyajian Data 1. Tabel Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori- kategori (misalnya: jumlah pegawai menurut pendidikan
  • 9.
    6 dan masa kerja)sehingga memudahkan dalam pembuatan analisis data.Penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam menganalisis data tersebut. 2. Grafik Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data kuantitatif (numerik) yang terkumpul juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik. Penyajian data dalam bentuk grafik adalah menggambarkan data secara visual dalam sebuah gambar. Sehingga penyajian data dalam bentuk ini lebih mudah untuk dibaca dan lebih menarik. 3. Penyajian Data Narasi Penyajian data dengan narasi mengandung pengertian bahwa hasil penelitian itu disampaikan menggunakan kalimat. Pada teknik ini, sangatlah penting penggunaan kalimat yang efektif serta ketepatan pemilihan diksi dan gaya bahasa. Untuk ini ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. 5. Sumber Data Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. 1. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber. 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya. 2.3 Pengertian Sampel dan teknik penarik sampel 1. Pengertian sampel Pengertian sampel menurut KBBI adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Sampel tak terpisah dari populasi. Populasi sendiri adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, kemudian akan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Agar lebih memahami apa itu sampel, simak definisi para ahli berikut ini. 1. Menurut Somantri (2006:63) Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. 2. Menurut Furqon (1999:2) Sebagian anggota dari populasi disebut sampel.
  • 10.
    7 3. Menurut Pasaribu(1975:21) Sampel adalah sebagian dari anggota-anggota suatu golongan (kumpulan objek-objek) yang dipakai sebagai dasar untuk mendapatkan keterangan (atau menarik kesimpulan) mengenai golongan (kumpulan itu). 4. Menurut Arikunto (1998:117) Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Teknik (metode) penentuan sampel yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Dapat memberikan gambaran yang akurat tentang populasi. b. Dapat menentukan presisi. c. Sederhana sehingga mudah dilaksanakan. d. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya murah. Dalam menentukan besar sampel perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Derajat keseragaman (degree of homogenity) dari populasi. b. Presisi yang dikehendaki dari penelitian. c. Rencana analisis. d. Tenaga, biaya dan waktu. e. Besar populasi Kesimpulannya, semakin besar sampel semakin tinggi tingkat presisi yang didapatkan. 2. Teknik Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dibagi menjadi dua, yakni probability sampling dan non-probability sampling. a. Teknik Probability Sampling Probability sampling adalah metode pengambilan sampel dengan mengasumsikan seluruh sampel memiliki kesempatan yang setara untuk menjadi objek penelitian. Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif. Probability sampling ini terbagi menjadi lima jenis, yaitu: 1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling) Teknik pengambilan sampel acak sederhana ini merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menjelaskan bahwa semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian. Cara pengambilannya adalah dengan angka undian. Terdapat dua pendapat yang berkaitan dengan metode pengambilan sampel tipe ini. Pertama adalah setiap angka yang dipilih wajib dikembalikan lagi supaya semua sampel memiliki persentase kesempatan yang sama. Kedua adalah angka yang dipilih tidak
  • 11.
    8 dikembalikan. Namun, umumnyapendapat pertama yang banyak dipilih untuk melakukan penelitian. Pada metode sederhana ini memiliki keunggulan, yaitu meminimalisir bias dan bisa mengetahui standar error dari penelitian. Sedangkan kekurangannya adalah para sampel bisa jadi tidak mewakili populasi yang ditentukan. 2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling) Tipe kedua adalah sampel acak secara sistematis sesuai dengan pola tertentu. Umumnya pola yang digunakan teknik ini adalah dengan mengambil interval atau kelipatan dari jumlah populasi dengan jumlah sampel yang akan dipilih. contoh teknik pengambilan sampel tipe ini misalnya, ada 10 dari 100 orang yang akan dipilih sebagai sampel. Maka setiap orang yang ada pada kelipatan 10 akan diambil sebagai sampel. Artinya orang dengan nomor 10, 20, 30, dan seterusnya akan dijadikan sampel hingga 10 orang. Kelebihan penggunaan metode tipe ini adalah lebih cepat dalam pelaksanaannya, selain itu juga membuat peneliti tidak perlu membuat kerangka sampel. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah variasinya tidak bisa diprediksi jika urutannya tidak acak. Sampel juga berpotensi bersifat seragam karena adanya pengulangan karakteristik. 3. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling) Teknik pengambilan sampel jenis ini dilakukan dengan cara mengelompokkan anggota populasi sesuai dengan tingkatan tertentu, yakni tinggi, sedang, dan rendah. Contoh teknik pengambilan sampel tipe ini adalah ketika melakukan penelitian tentang pekerjaan yang dilihat berdasarkan usia. Jadi sampel yang diambil dengan cara mengelompokkan sampel ke dalam kategori usia muda, sedang, dan dewasa. 4. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling) Teknik pengambilan sampel ini ditentukan dengan berdasarkan kelompok suatu wilayah dari populasi penelitian. Teknik ini akan mengelompokkan sampel sesuai dengan wilayah anggota populaso/ Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk mencari tahu perbedaan yang ada di dalam wilayah tertentu. Contoh teknik pengambilan sampel jenis ini adalah ketika ada penelitian yang akan mencari tahu tingkat partisipasi pemilihan umum di Jawa tengah. Dari situ, sampel yang akan digunakan adlaah beberapa wilayah di Jawa Tengah.
  • 12.
    9 5. Area Sampling(Multistage Sampling) Teknik multi stage sampling adalah penggabungan antara beberapa metode sampling secara bersamaan dengan tujuan supaya efektif dan efisien. Jadi ada dua teknik sampling yang digunakan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan teknik sampling ini, yaitu menetapkan populasi dan tingkatan, menghitung besarnya sampel, mengambil secara acak unsur yang ada di tiap tingkatan, dan kemudian mengambil sampel secara acak lagi sesuai besaran sampel di tingkatan akhir. b. Non-Probability Sampling Non-probability sampling adalah lawan dari probability sampling, jadi pengambilan sampel dilakukan tidak secara acak. Maksudnya adalah pengambilan sampel tidak memberikan kesempatan yang sama kepada setiap sampel yang dipilih. Teknik ini biasanya dipilih ketika populasi belum atau tidak dapat ditentukan secara pasti. Teknik ini terbagi menjadi enam jenis, yaitu: 1. Purposive Sampling Purposive sampling adalah penentuan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Penetapan itu dilakukan sesuai dengan pertimbangan yang dinilai dapat mewakili populasi. Teknik sampling tipe ini bisa dibilang menjadi salah satu teknik yang paling banyak digunakan dalam penelitian. sebab, teknik ini cenderung menghasilkan sampel yang berkualitas. Hal itu dikarenakan peneliti sudah menentukan sendiri kriteria yang menurutnya akan merepresentasikan populasi. Kelebihan dari metode ini adalah tujuan dari penelitian akan lebih terarah. Selain itu, sampel juga akan relevan dengan penelitian yang dilakukan. Sedangkan kekurangannya adalah tidak bisa menjamin bahwa sampel dapat menjadi representasi populasi. 2. Snowball Sampling Snowball sampling juga dikenal dengan teknik bola salju. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara wawancara kepada sampel pertama untuk mengambil sampel berikutnya dan secara terus menerus hingga kebutuhan sampel dapat terpenuhi seperti bola salju yang akan terus membesar juga menggelinding dari atas ke bawah. Teknik ini cocok untuk penelitian yang membutuhkan privasi yang tinggi, misalnya pada kelompok-kelompok seperti penderita HIV, penyintas kekerasan seksual, dan lain sebagainya.
  • 13.
    10 3. Accidental Sampling Accidentalsampling adalah teknik pengambilan sampel yang sifatnya lebih insidental. Jadi sampel yang diambil sesuai dengan orang yang memang kebetulan ditemui oleh peneliti. Jadi misalnya adalah penelitian terhadap kepuasan konsumen. Peneliti bisa menunggu pembeli untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Namun, teknik pengambilan sampel jenis ini memiliki kekurangan, yaitu berpotensi membutuhkan waktu yang lebih lama dan responden yang didapat memiliki karakteristik yang bersifat acak. 4. Quota Sampling Teknik pengambilan sampel ini adalah dengan cara menentukan jumlah sampel penelitian lebih dulu. Misalnya dalam sehari peneliti menetapkan harus mendapatkan 10 sampel untuk diteliti. Kelebihan dari teknik ini adalah pengambilan sampelnya bersifat lebih praktis karena sampelnya sudah diketahui. Sedangkan kekurangannya adalah bias dalam penelitian cenderung tinggi. 5. Teknik Sampel Jenuh Teknik pengambilan sampel jenuh adalah menggunakan seluruh populasi sebagai sampel. Teknik ini digunakan ketika populasi yang akan diteliti kurang dari 30 orang. 6. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling Teknik sampling sistematis dilakukan dengan cara yang sistematis yaitu misalnya dengan memberikan nomor terhadap populasi yang akan diteliti. Misalnya ketika ingin meneliti 20 siswa, maka sampel-sampel itu akan diurutkan dari 1 hingga 20.
  • 14.
    11 BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi atau perusahaan. Data terdiri atas fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum diolah. Sedangkan sampel adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Sampel tak terpisah dari populasi. Populasi sendiri adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, kemudian akan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. 3.2 Saran Kami yakin dalam pembuatan makalah ini masih ada banyak kekurangan dan kesalahan oleh karena itu saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
  • 15.
    iv DAFTAR PUSTAKA Cokroaminoto. TeknikPenyajian Data dengan Narasi. dalam http://cokroaminoto.blogetery.com/2009/07/21/teknik-penyajian-data-dengan narasi/ diakses Minggu 19 Maret 2017 pukul 09.00 WIB. Fauzi, Mochamad.2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Semarang: Walisongo Press Margono. 2010. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta Muhtar, Evendi. Teknik Penyajian Data, dalam http://evendimuhtar.blogspot.co.id/2015/07/teknik-penyajian-data.html diakses Minggu 19 Maret 2017 pukul 07.00 WIB. Nasum, Ferdi. Metode pengumpulan Data Kuantitatif, dalam http://ferdy- nasum.blogspot.com/2011/11/metode-pengumpulan-data-kuantitatif.html diakses pada Kamis 16 Maret 2017 pukul 13.00 WIB. Arikunto, Suharsimi.(2000). Manajemen PenelitianJakarta:Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi.(2010).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Yogyakarta:Penerbit Rineka Cipta.