CONSUMENT PRICE INDEKSCONSUMENT PRICE INDEKS
(INDEKS HARGA KONSUMEN)(INDEKS HARGA KONSUMEN)
Inflasi  Kenaikkan harga barang yang terus
menerus dan bersifat umum
Inflasi menyebabkan :
1. Menurunnya Tingkat Kesejahteraan Rakyat
2. Makin buruknya distribusi pendapatan
3. Terganggunya stabilitas ekonomi
Apabila inflasi terjadi secara terus menerus,
maka akan menyebabkan hiperinflasi.
Contoh : Pada tahun 1960an, Indonesia
mengalami hiperinflasi hingga ± 623%.
Indeks Harga KonsumenIndeks Harga Konsumen
IHK  ukuran biaya barang dan jasa
keseluruhan yang dibeli oleh rata-rata
konsumen.
Mengukur IHK :
1. Menentukan paket barang dan jasa pada
keranjang IHK.
2. Mengadakan survey bulanan terhadap harga.
3. Menghitung IHK.
Paket barang dan jasa pada keranjangPaket barang dan jasa pada keranjang
IHKIHK
 Menurut BPS  “Dalam menyusun IHK, data harga
konsumen atau retail diperoleh dari 66 kota dan
mencakup antara 284 - 441 barang dan jasa yang
dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran
yaitu: bahan makanan; makanan jadi, minuman,
rokok dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas
dan bahan bakar; sandang; kesehatan;
pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan
transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.”
Perhitungan IHKPerhitungan IHK
CPI =Cost of CPI Basket at current price x 100
Cost of CPI Basket at base-period pices
Perhitungan InflasiPerhitungan Inflasi
Inflation Rate = CPI this year – CPI last year x 100Inflation Rate = CPI this year – CPI last year x 100
CPI last yearCPI last year
Kelemahan IHKKelemahan IHK
1. Adanya barang baru  Dulu : Mesin ketik, sekarang :
komputer (lebih mahal).
2. Perubahan kualitas  barang-barang yang mengalami
peningkatan kualitas akan mengalami kenaikkan harga.
3. Bias substitusi  IHK mengabaikan kemungkinan
substitusi konsumsi.
4. Pergantian outlet  kenakkan harga membuat penjual
menggunakan outlet yang lebih murah.
Alternatif Perhitungan Inflasi selain IHKAlternatif Perhitungan Inflasi selain IHK
Indeks Harga Perdagangan Besar (Wholesale Price
Index) disebut juga Indeks harga produsen.
Inflasi = (IHPBt – IHPBt-1) x 100%
IHPBt-1
Akhir PeriodeAkhir Periode IHPBIHPB PerubahanPerubahan
IHPB (%)IHPB (%)
19951995 240240 11,6211,62
19961996 259259 7,927,92
19971997 282282 8,888,88
19981998 568568
Alternatif Perhitungan Inflasi selain IHKAlternatif Perhitungan Inflasi selain IHK
PDB Deflator atau Indeks Harga Implist (IHI)
Inflasi = (IHIt – IHIt-1) x 100%
IHIt-1
Akhir PeriodeAkhir Periode IHIIHI Perubahan IHIPerubahan IHI
(%)(%)
19901990 100100 9,059,05
19911991 108,70108,70 8,708,70
19921992 116,7116,7 7,367,36
19931993 139139
IHK VS GDP DEFLATOR
IHK VS GDP DEFLATOR

Consumer Price Indeks

  • 1.
    CONSUMENT PRICE INDEKSCONSUMENTPRICE INDEKS (INDEKS HARGA KONSUMEN)(INDEKS HARGA KONSUMEN)
  • 2.
    Inflasi  Kenaikkanharga barang yang terus menerus dan bersifat umum Inflasi menyebabkan : 1. Menurunnya Tingkat Kesejahteraan Rakyat 2. Makin buruknya distribusi pendapatan 3. Terganggunya stabilitas ekonomi Apabila inflasi terjadi secara terus menerus, maka akan menyebabkan hiperinflasi. Contoh : Pada tahun 1960an, Indonesia mengalami hiperinflasi hingga ± 623%.
  • 3.
    Indeks Harga KonsumenIndeksHarga Konsumen IHK  ukuran biaya barang dan jasa keseluruhan yang dibeli oleh rata-rata konsumen. Mengukur IHK : 1. Menentukan paket barang dan jasa pada keranjang IHK. 2. Mengadakan survey bulanan terhadap harga. 3. Menghitung IHK.
  • 4.
    Paket barang danjasa pada keranjangPaket barang dan jasa pada keranjang IHKIHK  Menurut BPS  “Dalam menyusun IHK, data harga konsumen atau retail diperoleh dari 66 kota dan mencakup antara 284 - 441 barang dan jasa yang dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran yaitu: bahan makanan; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi dan olah raga; dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.”
  • 5.
    Perhitungan IHKPerhitungan IHK CPI=Cost of CPI Basket at current price x 100 Cost of CPI Basket at base-period pices Perhitungan InflasiPerhitungan Inflasi Inflation Rate = CPI this year – CPI last year x 100Inflation Rate = CPI this year – CPI last year x 100 CPI last yearCPI last year
  • 6.
    Kelemahan IHKKelemahan IHK 1.Adanya barang baru  Dulu : Mesin ketik, sekarang : komputer (lebih mahal). 2. Perubahan kualitas  barang-barang yang mengalami peningkatan kualitas akan mengalami kenaikkan harga. 3. Bias substitusi  IHK mengabaikan kemungkinan substitusi konsumsi. 4. Pergantian outlet  kenakkan harga membuat penjual menggunakan outlet yang lebih murah.
  • 7.
    Alternatif Perhitungan Inflasiselain IHKAlternatif Perhitungan Inflasi selain IHK Indeks Harga Perdagangan Besar (Wholesale Price Index) disebut juga Indeks harga produsen. Inflasi = (IHPBt – IHPBt-1) x 100% IHPBt-1 Akhir PeriodeAkhir Periode IHPBIHPB PerubahanPerubahan IHPB (%)IHPB (%) 19951995 240240 11,6211,62 19961996 259259 7,927,92 19971997 282282 8,888,88 19981998 568568
  • 8.
    Alternatif Perhitungan Inflasiselain IHKAlternatif Perhitungan Inflasi selain IHK PDB Deflator atau Indeks Harga Implist (IHI) Inflasi = (IHIt – IHIt-1) x 100% IHIt-1 Akhir PeriodeAkhir Periode IHIIHI Perubahan IHIPerubahan IHI (%)(%) 19901990 100100 9,059,05 19911991 108,70108,70 8,708,70 19921992 116,7116,7 7,367,36 19931993 139139
  • 9.
    IHK VS GDPDEFLATOR
  • 10.
    IHK VS GDPDEFLATOR