KELAS 1
Sesi 1
Arah dan Kebijakan Gerakan
Transisi PAUD ke SD yang
Menyenangkan dan pentingnya
dukungan dari Pokja Bunda PAUD
Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Perkenalan
1
Persiapan Belajar
2
KESEPAKATAN KELAS
3
Tidak menyalakan dan
membuka gawai (HP,
laptop, notebook, dan
perangkat lainnya) selama
kegiatan berlangsung
Tidak meninggalkan kelas
selama sesi
02
Pendahuluan
Tujuan Pembelajaran (Learning Outcome)
Peserta memahami arah dan kebijakan Gerakan
Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
Peserta mengetahui mengapa Pokja Bunda PAUD
diperlukan untuk mendukung Gerakan Transisi PAUD
ke SD yang Menyenangkan
03
Rangkaian Kegiatan
Mengetahui
Latar
Belakang
Gerakan
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
kelompok
Mengenal Target
Perubahan dan cara
mencapai
perubahan
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
Mengetahui
pentingnya
dukungan Pokja Bunda
PAUD
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
04
Rangkaian Kegiatan
Mengetahui
Latar
Belakang
Gerakan
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
Mengenal Target
Perubahan dan cara
mencapai
perubahan
(30 menit)
paparan
Mengetahui
pentingnya
dukungan Pokja Bunda
PAUD dan TP PKK
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
05
Saat ini, miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan
anak usia dini dan SD* masih sangat kuat di masyarakat.
Miskonsepsi seperti:
Kemampuan yang
dibangun
pada anak di PAUD sangat
berfokus pada calistung.
Kemampuan calistung
dianggap sebagai satu-
satunya bukti
keberhasilan
belajar dan dibangun
secara instan.
Tes calistung masih
diterapkan sebagai syarat
masuk SD.
*SD = SD/MI dan Kejar Paket A
06
Anak merasa belajar tidak menyenangkan.
Anak percaya bahwa dirinya tidak pintar saat tidak bisa
calistung.
Anak belum mampu mengelola emosi serta
menghargai orang lain.
Anak belum dapat merawat diri dan barang-barang
yang menjadi tanggung jawabnya.
Anak mampu membaca tetapi tidak paham arti kata.
Anak kurang terasah kemampuannya dalam
berkomunikasi.
Anak mampu melakukan penjumlahan hanya apabila
mengurutkan bilangan (karena hafal, bukan paham).
Anak merasa senang dalam belajar.
Anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau
berusaha.
Anak mampu mengelola emosi dan menghargai orang
lain.
Anak dapat merawat diri dan barang-barang yang
menjadi tanggung jawab diri.
Anak paham kata dan keterkaitannya dengan huruf
serta bunyinya.
Anak mampu menyimak dan dapat mengutarakan
gagasan sederhana.
Anak paham bahwa 5 + 3 adalah 5 objek ditambah
dengan 3 objek.
Padahal membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan
dengan cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran dapat
tercapai.
07
Kita perlu mengakhiri miskonsepsi tentang pembelajaran mulai dari sekarang.
08
Transisi PAUD ke
SD* perlu selaras
Kemampuan
fondasi dibangun
secara holistik
Kemampuan
literasi dan
numerasi
dibangun secara
bertahap dengan
cara
menyenangkan
Satuan Pendidikan
dan orang tua
perlu memahami
kesiapan
bersekolah adalah
proses, bukan
hasil
*SD = SD/MI dan Kejar Paket A
15 menit
Ayo Berdiskusi!
Apakah di wilayah Anda, miskonsepsi seperti ini juga masih
ditemukan di PAUD, SD/MI, baik swasta maupun negeri?
09
● Silakan diskusi sesuai dengan kelompok yang sudah ada
● Diskusikan pertanyaan pemantik di atas dalam diskusi kelompok ibu/bapak
● Hasil diskusi dituliskan pada flip-chart yang disediakan
● Narasumber akan mengundang 2-3 perwakilan provinsi untuk berbagi hasil diskusi
Rangkaian Kegiatan
Mengetahui
Latar
Belakang
Gerakan
(30 menit)
Paparan Diskusi
kelompok
Mengenal Target
Perubahan dan Cara
Mencapai
Perubahan
(30 menit)
Paparan
Mengetahui
pentingnya
dukungan Pokja Bunda
PAUD dan TP PKK
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
10
Bagaimana cara mengakhiri miskonsepsi tersebut? Gerakan Transisi
PAUD ke SD* yang menyenangkan, memiliki tiga Target Perubahan yang
dimulai sejak tahun ajaran baru.
Satuan pendidikan perlu
1
2
3
Menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan
peserta didik baru di SD.
Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru
selama dua minggu pertama (di PAUD dan SD).
Menerapkan pembelajaran yang membangun enam
kemampuan fondasi anak (di PAUD dan SD).
*SD = SD/MI dan Kejar Paket A
11
Setiap anak memiliki hak
untuk mendapatkan layanan
pendidikan dasar. Sangat
tidak tepat apabila anak
diberikan syarat tes untuk
dapat mendapatkan layanan
tersebut.
Masih banyak anak yang
belum pernah mendapatkan
kesempatan belajar di satuan
PAUD.
Tes baca tulis hitung telah
dilarang melalui:
1. Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010
tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan
Pendidikan.
2. Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Nomor 1 Tahun 2021
tentang Penerimaan
Peserta Didik Baru.
1
Pada Target Perubahan 1, Satuan pendidikan perlu menghilangkan tes
calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD*.
12
*SD = SD/MI dan Kejar Paket A
Pada dua minggu pertama tahun ajaran baru
01
Satuan PAUD dan SD/MI memfasilitasi peserta
didik baru serta orang tua untuk berkenalan
dengan lingkungan belajarnya
Dengan masa perkenalan, diharapkan peserta didik
baru dapat merasa nyaman dalam berkegiatan
belajar.
02
Satuan PAUD dan SD/MI mengenal peserta didik
baru lebih jauh melalui kegiatan belajar
2
Pada Target Perubahan 2, Satuan pendidikan perlu menerapkan masa
perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama.
13
● Kenali peserta didik baru dengan menerapkan
kegiatan pembelajaran yang memberi
informasi tentang kebutuhan belajar peserta
didik.
● Hargai proses peserta didik baru yang
berbeda-beda, karena membangun
kemampuan fondasi perlu dilakukan secara
bertahap.
Kegiatan Pengenalan Lingkungan Belajar
1. Mengajak peserta didik baru untuk berkeliling ke
seluruh area sekolah:
a. Menjelaskan fasilitas, sarana, dan prasarana
yang terdapat di sekolah serta kegunaannya.
b. Mengenal semua warga sekolah, mulai dari
teman sekelas, pendidik, tenaga
kependidikan, dan peserta didik lainnya,
sampai petugas kebersihan, petugas
keamanan dan lain-lain.
1. Mengenalkan kegiatan yang dilakukan mulai
waktu peserta didik baru datang ke sekolah
hingga waktu pulang sehingga terbiasa dengan
budaya sekolah.
Perkenalan Orang Tua dengan Pihak
Sekolah
1. Orang tua/wali peserta didik baru diundang ke
sekolah dan diberikan informasi
program/kegiatan yang akan dilaksanakan
dalam satu tahun ajaran.
2. Pihak sekolah mengenalkan fungsi dari buku
harian yang dapat digunakan oleh orang
tua/wali murid berkomunikasi dengan guru
mengenai kondisi atau kebutuhan peserta
didik baru.
14
Contoh kegiatan pengenalan pada dua minggu awal
tahun ajaran baru.
1
Mengenal nilai agama dan
budi pekerti.
2
Keterampilan sosial dan
bahasa untuk berinteraksi.
3
Kematangan emosi untuk
berkegiatan di lingkungan
belajar.
4
Kematangan kognitif untuk
melakukan kegiatan belajar,
seperti kepemilikan dasar
literasi, numerasi.
5
Pengembangan keterampilan
motorik dan perawatan diri
untuk berpartisipasi di
lingkungan belajar secara
mandiri.
6
Pemaknaan terhadap
belajar yang positif.
15
3
Pada Target Perubahan 3, satuan pendidikan perlu menerapkan
pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak.
Pembelajaran aktif dan eksploratif,
membangun rasa ingin tahu, dan sarat
dengan interaksi positif yang
membangun percaya diri anak.
Hasil asesmen dipergunakan sebagai
dasar pembinaan individu anak.
Hindari melakukan pembandingan dan
pelabelan kepada anak.
Laporkan perkembangan peserta didik
baru kepada orang tua/wali saat
pelaporan hasil belajar. Sampaikan
yang sudah baik dan yang masih perlu
penguatan. Dengan demikian peserta
didik baru mendapatkan
pendampingan di satuan pendidikan
maupun di rumah.
Satuan pendidikan perlu merancang kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan dan efektif dalam membangun kemampuan
fondasi.
16
Sumber Belajar Mandiri di Kanal
Kemendikbudristek
Tersedia modul belajar, contoh instrumen asesmen awal, perangkat ajar lain serta
video inspirasi untuk guru-guru PAUD, SD/MI/Sederajat mempersiapkan tahun
ajaran baru.
Bahan dapat diakses di Platform Merdeka Mengajar Seri Pelatihan Mandiri (topik
transisi PAUD ke SD yang menyenangkan) atau melalui laman transisi PAUD-SD:
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/transisipaudsd/
Video Inspirasi
Dapat diakses di Laman Transisi
PAUD-SD.
Diklat Teknis
Dapat diakses di Laman Transisi
PAUD-SD.
Akses melalui Laman dan PMM
Upaya mencapai tiga Target Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan ragam Alat Bantu yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek
baik untuk Dinas, Satuan Pendidikan, Mitra, maupun orang tua dan masyarakat.
17
Selain itu, Kemendikbudristek juga telah mempersiapkan rangkaian kegiatan
advokasi gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan sepanjang tahun 2023.
Dua di antaranya melibatkan Pokja Bunda PAUD.
Selain 9 acara ini, advokasi juga dilakukan rutin melalui media dan kanal-kanal Kemdikbudristek (medsos, webinar, laman, dan lain-lain).
FEB MAR APR MEI JUN JUL OKT
Sosialisasi SE
Transisi PAUD ke
SD yang
Menyenangkan
kepada Dinas*
Episode Merdeka
Belajar (EMB) ke-
24: Transisi PAUD
ke SD yang
Menyenangkan
Silaturahmi
Merdeka Belajar
(SMB)
Bimtek Pokja
Bunda PAUD
Kab/Kota seluruh
provinsi
Webinar
Kurikulum
Merdeka, seri
Transisi PAUD ke
SD yang
Menyenangkan
Penyampaian
Komitmen
Dukungan Bunda
PAUD dan PKK
Webinar DWP
Transisi PAUD ke
SD yang
Menyenangkan
Launching Diklat
Teknis Transisi
PAUD ke SD yang
Menyenangkan
Apresiasi Bunda
PAUD dalam
penguatan
Transisi PAUD ke
SD yang
Menyenangkan
18
Ayo Bermain: Mencari Target!
Ikuti arahan fasilitator kelompok
masing-masing!
10 menit
19
Langkah Bermain: Mencari target!
1. Permainan akan dilakukan dalam setiap kelompok
2. Setiap kelompok akan mendapatkan lembar kerja (flipchart) dan
paket pernyataan dan paket jawaban yang telah disediakan
3. Peserta kelompok selanjutnya berdiskusi untuk mencocokkan
pilihan jawaban pada lembar kerja
4. Pertanyaan pemantik untuk mencocokkan jawaban:
a. Apa yang perlu terjadi?
b. Mengapa hal tersebut perlu terjadi?
c. Alat bantu yang dapat digunakan?
d. Kegiatan apa yang dapat dilakukan?
5. Perwakilan kelompok mempresentasikan rasional dari jawaban
kelompok kepada Pemateri
10 menit
20
21
Lembar Kerja pada Flipchart:
Mencari Target!
PAKET PERNYATAAN PAKET JAWABAN
[tempel di sini] [tempel di sini]
[tempel di sini] [tempel di sini]
[tempel di sini] [tempel di sini]
[tempel di sini] [tempel di sini]
Diskusi
Diskusikan hasil konfirmasi pemahaman
dengan fasilitator di kelompok Anda!
5 menit
22
Rangkaian Kegiatan
Mengetahui
Latar
Belakang
Gerakan
(30 menit)
Paparan
Mengenal Target
Perubahan dan cara
mencapai
perubahan
(30 menit)
Target perubahan
Ragam alat bantu dan
kegiatan advokasi
Mengetahui
pentingnya
dukungan Pokja Bunda
PAUD
(30 menit)
Paparan dan Diskusi
Kelompok
23
Mengapa Pokja Bunda PAUD
memiliki peran penting dalam
menguatkan gerakan Transisi
PAUD ke SD yang Menyenangkan?
“
“
24
Secara umum, Pokja Bunda PAUD merupakan mitra strategis yang
dapat berkontribusi dalam mendukung gerakan transisi PAUD ke
SD yang menyenangkan dan perlu bekerjasama dengan TP PKK
POKJA BUNDA PAUD
Tim Penggerak Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluarga
1
Pokja Bunda PAUD dan TP-PKK sangat diperlukan
sebagai mitra utama dalam agenda pembangunan
(misalnya memperkuat pembelajaran Anak Usia Dini
di SD)
2
Penerima manfaat* program Pokja Bunda PAUD dan TP-
PKK beririsan dengan anak usia PAUD dan SD beserta
keluarganya
*Pokja Bunda PAUD: Anak usia Dini yang berada di PAUD
*TP-PKK: Keluarga, termasuk keluarga yang memiliki anak
di PAUD dan SD (anak usia 0 - 8 tahun)
3
Pokja Bunda PAUD dan TP-PKK memiliki daya tekan yang
kuat dalam mengimbaskan gerakan khususnya di lingkup
masyarakat dan orang tua
kolaborasi
25
Selain itu, Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan turut
mendukung Visi Pokja Bunda PAUD
Visi pokja Bunda PAUD: penguatan
layanan untuk anak usia dini
berkualitas.
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan
mendukung pencapaian visi Pokja Bunda PAUD
karena anak usia Dini di PAUD akan mendapatkan
pembinaan kemampuan fondasi menyeluruh dan
mendapatkan proses pembelajaran yang lebih
sesuai dengan kebutuhannya.
Visi PKK: penguatan karakter keluarga.
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan
mendukung pencapaian Visi TP PKK saat keluarga
memahami bagaimana mendampingi anak di
lingkungan keluarga dengan lebih baik sehingga
kemampuan fondasi anak dapat terbangun.
26
27
15 menit
Ayo
Berdiskusi!
Sebagai Pokja Bunda PAUD, bagaimana pendapat Anda terkait
peran tersebut? Adakah peran lain yang dapat Anda lakukan
untuk mendukung gerakan ini?
● Silakan diskusi sesuai dengan kelompok yang sudah ada
● Diskusikan pertanyaan pemantik di atas dalam diskusi kelompok ibu/bapak
● Hasil diskusi dituliskan pada kertas plano yang disediakan
● Berikan kesempatan pada beberapa perwakilan peserta berbagi hasil diskusinya di
kelas besar
Oleh karenanya…
Kemendikbudristek mengajak Pokja Bunda
PAUD dan TP-PKK mengambil peran untuk
bergerak bersama untuk anak-anak
Indonesia.
TERIMA KASIH
atas kesediaan Anda mengambil peran untuk
menyukseskan Transisi PAUD ke SD yang
Menyenangkan dengan mengikuti rangkaian Bimtek
ini. 28

Bimtek Pokja Bunda PAUD Sesi 1 - Arah dan Kebijakan-Batch 2.pptx

  • 1.
    KELAS 1 Sesi 1 Arahdan Kebijakan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dan pentingnya dukungan dari Pokja Bunda PAUD Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • 2.
    Perkenalan 1 Persiapan Belajar 2 KESEPAKATAN KELAS 3 Tidakmenyalakan dan membuka gawai (HP, laptop, notebook, dan perangkat lainnya) selama kegiatan berlangsung Tidak meninggalkan kelas selama sesi 02
  • 3.
    Pendahuluan Tujuan Pembelajaran (LearningOutcome) Peserta memahami arah dan kebijakan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Peserta mengetahui mengapa Pokja Bunda PAUD diperlukan untuk mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan 03
  • 4.
    Rangkaian Kegiatan Mengetahui Latar Belakang Gerakan (30 menit) Paparandan Diskusi kelompok Mengenal Target Perubahan dan cara mencapai perubahan (30 menit) Paparan dan Diskusi Kelompok Mengetahui pentingnya dukungan Pokja Bunda PAUD (30 menit) Paparan dan Diskusi Kelompok 04
  • 5.
    Rangkaian Kegiatan Mengetahui Latar Belakang Gerakan (30 menit) Paparandan Diskusi Kelompok Mengenal Target Perubahan dan cara mencapai perubahan (30 menit) paparan Mengetahui pentingnya dukungan Pokja Bunda PAUD dan TP PKK (30 menit) Paparan dan Diskusi Kelompok 05
  • 6.
    Saat ini, miskonsepsitentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan anak usia dini dan SD* masih sangat kuat di masyarakat. Miskonsepsi seperti: Kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung. Kemampuan calistung dianggap sebagai satu- satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan. Tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD. *SD = SD/MI dan Kejar Paket A 06
  • 7.
    Anak merasa belajartidak menyenangkan. Anak percaya bahwa dirinya tidak pintar saat tidak bisa calistung. Anak belum mampu mengelola emosi serta menghargai orang lain. Anak belum dapat merawat diri dan barang-barang yang menjadi tanggung jawabnya. Anak mampu membaca tetapi tidak paham arti kata. Anak kurang terasah kemampuannya dalam berkomunikasi. Anak mampu melakukan penjumlahan hanya apabila mengurutkan bilangan (karena hafal, bukan paham). Anak merasa senang dalam belajar. Anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha. Anak mampu mengelola emosi dan menghargai orang lain. Anak dapat merawat diri dan barang-barang yang menjadi tanggung jawab diri. Anak paham kata dan keterkaitannya dengan huruf serta bunyinya. Anak mampu menyimak dan dapat mengutarakan gagasan sederhana. Anak paham bahwa 5 + 3 adalah 5 objek ditambah dengan 3 objek. Padahal membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran dapat tercapai. 07
  • 8.
    Kita perlu mengakhirimiskonsepsi tentang pembelajaran mulai dari sekarang. 08 Transisi PAUD ke SD* perlu selaras Kemampuan fondasi dibangun secara holistik Kemampuan literasi dan numerasi dibangun secara bertahap dengan cara menyenangkan Satuan Pendidikan dan orang tua perlu memahami kesiapan bersekolah adalah proses, bukan hasil *SD = SD/MI dan Kejar Paket A
  • 9.
    15 menit Ayo Berdiskusi! Apakahdi wilayah Anda, miskonsepsi seperti ini juga masih ditemukan di PAUD, SD/MI, baik swasta maupun negeri? 09 ● Silakan diskusi sesuai dengan kelompok yang sudah ada ● Diskusikan pertanyaan pemantik di atas dalam diskusi kelompok ibu/bapak ● Hasil diskusi dituliskan pada flip-chart yang disediakan ● Narasumber akan mengundang 2-3 perwakilan provinsi untuk berbagi hasil diskusi
  • 10.
    Rangkaian Kegiatan Mengetahui Latar Belakang Gerakan (30 menit) PaparanDiskusi kelompok Mengenal Target Perubahan dan Cara Mencapai Perubahan (30 menit) Paparan Mengetahui pentingnya dukungan Pokja Bunda PAUD dan TP PKK (30 menit) Paparan dan Diskusi Kelompok 10
  • 11.
    Bagaimana cara mengakhirimiskonsepsi tersebut? Gerakan Transisi PAUD ke SD* yang menyenangkan, memiliki tiga Target Perubahan yang dimulai sejak tahun ajaran baru. Satuan pendidikan perlu 1 2 3 Menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD. Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama (di PAUD dan SD). Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak (di PAUD dan SD). *SD = SD/MI dan Kejar Paket A 11
  • 12.
    Setiap anak memilikihak untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar. Sangat tidak tepat apabila anak diberikan syarat tes untuk dapat mendapatkan layanan tersebut. Masih banyak anak yang belum pernah mendapatkan kesempatan belajar di satuan PAUD. Tes baca tulis hitung telah dilarang melalui: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 2. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. 1 Pada Target Perubahan 1, Satuan pendidikan perlu menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD*. 12 *SD = SD/MI dan Kejar Paket A
  • 13.
    Pada dua minggupertama tahun ajaran baru 01 Satuan PAUD dan SD/MI memfasilitasi peserta didik baru serta orang tua untuk berkenalan dengan lingkungan belajarnya Dengan masa perkenalan, diharapkan peserta didik baru dapat merasa nyaman dalam berkegiatan belajar. 02 Satuan PAUD dan SD/MI mengenal peserta didik baru lebih jauh melalui kegiatan belajar 2 Pada Target Perubahan 2, Satuan pendidikan perlu menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama. 13 ● Kenali peserta didik baru dengan menerapkan kegiatan pembelajaran yang memberi informasi tentang kebutuhan belajar peserta didik. ● Hargai proses peserta didik baru yang berbeda-beda, karena membangun kemampuan fondasi perlu dilakukan secara bertahap.
  • 14.
    Kegiatan Pengenalan LingkunganBelajar 1. Mengajak peserta didik baru untuk berkeliling ke seluruh area sekolah: a. Menjelaskan fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di sekolah serta kegunaannya. b. Mengenal semua warga sekolah, mulai dari teman sekelas, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik lainnya, sampai petugas kebersihan, petugas keamanan dan lain-lain. 1. Mengenalkan kegiatan yang dilakukan mulai waktu peserta didik baru datang ke sekolah hingga waktu pulang sehingga terbiasa dengan budaya sekolah. Perkenalan Orang Tua dengan Pihak Sekolah 1. Orang tua/wali peserta didik baru diundang ke sekolah dan diberikan informasi program/kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun ajaran. 2. Pihak sekolah mengenalkan fungsi dari buku harian yang dapat digunakan oleh orang tua/wali murid berkomunikasi dengan guru mengenai kondisi atau kebutuhan peserta didik baru. 14 Contoh kegiatan pengenalan pada dua minggu awal tahun ajaran baru.
  • 15.
    1 Mengenal nilai agamadan budi pekerti. 2 Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi. 3 Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar. 4 Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, seperti kepemilikan dasar literasi, numerasi. 5 Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri. 6 Pemaknaan terhadap belajar yang positif. 15 3 Pada Target Perubahan 3, satuan pendidikan perlu menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak.
  • 16.
    Pembelajaran aktif daneksploratif, membangun rasa ingin tahu, dan sarat dengan interaksi positif yang membangun percaya diri anak. Hasil asesmen dipergunakan sebagai dasar pembinaan individu anak. Hindari melakukan pembandingan dan pelabelan kepada anak. Laporkan perkembangan peserta didik baru kepada orang tua/wali saat pelaporan hasil belajar. Sampaikan yang sudah baik dan yang masih perlu penguatan. Dengan demikian peserta didik baru mendapatkan pendampingan di satuan pendidikan maupun di rumah. Satuan pendidikan perlu merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dalam membangun kemampuan fondasi. 16
  • 17.
    Sumber Belajar Mandiridi Kanal Kemendikbudristek Tersedia modul belajar, contoh instrumen asesmen awal, perangkat ajar lain serta video inspirasi untuk guru-guru PAUD, SD/MI/Sederajat mempersiapkan tahun ajaran baru. Bahan dapat diakses di Platform Merdeka Mengajar Seri Pelatihan Mandiri (topik transisi PAUD ke SD yang menyenangkan) atau melalui laman transisi PAUD-SD: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/transisipaudsd/ Video Inspirasi Dapat diakses di Laman Transisi PAUD-SD. Diklat Teknis Dapat diakses di Laman Transisi PAUD-SD. Akses melalui Laman dan PMM Upaya mencapai tiga Target Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan ragam Alat Bantu yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek baik untuk Dinas, Satuan Pendidikan, Mitra, maupun orang tua dan masyarakat. 17
  • 18.
    Selain itu, Kemendikbudristekjuga telah mempersiapkan rangkaian kegiatan advokasi gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan sepanjang tahun 2023. Dua di antaranya melibatkan Pokja Bunda PAUD. Selain 9 acara ini, advokasi juga dilakukan rutin melalui media dan kanal-kanal Kemdikbudristek (medsos, webinar, laman, dan lain-lain). FEB MAR APR MEI JUN JUL OKT Sosialisasi SE Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan kepada Dinas* Episode Merdeka Belajar (EMB) ke- 24: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) Bimtek Pokja Bunda PAUD Kab/Kota seluruh provinsi Webinar Kurikulum Merdeka, seri Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Penyampaian Komitmen Dukungan Bunda PAUD dan PKK Webinar DWP Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Launching Diklat Teknis Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Apresiasi Bunda PAUD dalam penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan 18
  • 19.
    Ayo Bermain: MencariTarget! Ikuti arahan fasilitator kelompok masing-masing! 10 menit 19
  • 20.
    Langkah Bermain: Mencaritarget! 1. Permainan akan dilakukan dalam setiap kelompok 2. Setiap kelompok akan mendapatkan lembar kerja (flipchart) dan paket pernyataan dan paket jawaban yang telah disediakan 3. Peserta kelompok selanjutnya berdiskusi untuk mencocokkan pilihan jawaban pada lembar kerja 4. Pertanyaan pemantik untuk mencocokkan jawaban: a. Apa yang perlu terjadi? b. Mengapa hal tersebut perlu terjadi? c. Alat bantu yang dapat digunakan? d. Kegiatan apa yang dapat dilakukan? 5. Perwakilan kelompok mempresentasikan rasional dari jawaban kelompok kepada Pemateri 10 menit 20
  • 21.
    21 Lembar Kerja padaFlipchart: Mencari Target! PAKET PERNYATAAN PAKET JAWABAN [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini] [tempel di sini]
  • 22.
    Diskusi Diskusikan hasil konfirmasipemahaman dengan fasilitator di kelompok Anda! 5 menit 22
  • 23.
    Rangkaian Kegiatan Mengetahui Latar Belakang Gerakan (30 menit) Paparan MengenalTarget Perubahan dan cara mencapai perubahan (30 menit) Target perubahan Ragam alat bantu dan kegiatan advokasi Mengetahui pentingnya dukungan Pokja Bunda PAUD (30 menit) Paparan dan Diskusi Kelompok 23
  • 24.
    Mengapa Pokja BundaPAUD memiliki peran penting dalam menguatkan gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan? “ “ 24
  • 25.
    Secara umum, PokjaBunda PAUD merupakan mitra strategis yang dapat berkontribusi dalam mendukung gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan perlu bekerjasama dengan TP PKK POKJA BUNDA PAUD Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga 1 Pokja Bunda PAUD dan TP-PKK sangat diperlukan sebagai mitra utama dalam agenda pembangunan (misalnya memperkuat pembelajaran Anak Usia Dini di SD) 2 Penerima manfaat* program Pokja Bunda PAUD dan TP- PKK beririsan dengan anak usia PAUD dan SD beserta keluarganya *Pokja Bunda PAUD: Anak usia Dini yang berada di PAUD *TP-PKK: Keluarga, termasuk keluarga yang memiliki anak di PAUD dan SD (anak usia 0 - 8 tahun) 3 Pokja Bunda PAUD dan TP-PKK memiliki daya tekan yang kuat dalam mengimbaskan gerakan khususnya di lingkup masyarakat dan orang tua kolaborasi 25
  • 26.
    Selain itu, GerakanTransisi PAUD ke SD yang Menyenangkan turut mendukung Visi Pokja Bunda PAUD Visi pokja Bunda PAUD: penguatan layanan untuk anak usia dini berkualitas. Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan mendukung pencapaian visi Pokja Bunda PAUD karena anak usia Dini di PAUD akan mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi menyeluruh dan mendapatkan proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Visi PKK: penguatan karakter keluarga. Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan mendukung pencapaian Visi TP PKK saat keluarga memahami bagaimana mendampingi anak di lingkungan keluarga dengan lebih baik sehingga kemampuan fondasi anak dapat terbangun. 26
  • 27.
    27 15 menit Ayo Berdiskusi! Sebagai PokjaBunda PAUD, bagaimana pendapat Anda terkait peran tersebut? Adakah peran lain yang dapat Anda lakukan untuk mendukung gerakan ini? ● Silakan diskusi sesuai dengan kelompok yang sudah ada ● Diskusikan pertanyaan pemantik di atas dalam diskusi kelompok ibu/bapak ● Hasil diskusi dituliskan pada kertas plano yang disediakan ● Berikan kesempatan pada beberapa perwakilan peserta berbagi hasil diskusinya di kelas besar
  • 28.
    Oleh karenanya… Kemendikbudristek mengajakPokja Bunda PAUD dan TP-PKK mengambil peran untuk bergerak bersama untuk anak-anak Indonesia. TERIMA KASIH atas kesediaan Anda mengambil peran untuk menyukseskan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dengan mengikuti rangkaian Bimtek ini. 28