Nama Kelompok : • Muhammad Anwar Ibrahim 
• Rendi Andriansyah 
• Rizki Ananda 
• Seto Al Hafiz 
• Anita Aprilianti 
• Rosita 
• Reni Iskandaria 
Kelas : XI-Multimedia-3 
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia 
“Tukang Sampah”
A. Wawancara 
 Hari/Tanggal : Kamis/21 Agustus 2014 
 Pukul : 17.00 – 17.15 WIB 
 Tempat : Di Rumah Kediaman Bapak Heriawan 
 Narasumber : Bapak Heriawan, 
Salah satu petugas kebersihan di sekitar Jl. Penganten Ali 
 Pewawancara : • Anita Aprilianti 
• Rosita
B. Laporan Hasil Wawancara 
Bpk. Heriawan 
Berikut perbincangan kami kepada salah satu petugas kebersihan yang ada di 
sekitar Jl. Penganten Ali yang berusia 40 tahun. 
 Pewawancara : Sejak kapan Bapak melakukan pekerjaan ini? 
 Narasumber : Sejak tahun 2000 – Sampai Sekarang 
 Pewawancara : Dimana Bapak mengambil sampah? 
 Narasumber : Dari daerah AMD sampai daerah Sekolah Bina Dharma 
 Pewawancara : Berapa pendapatan Bapak selama Sebulan? 
 Narasumber : Rp. 1.000.000,00,- / Bulan 
 Pewawancara : Mengapa Bapak mengambil pekerjaan ini? 
 Narasumber : Karena sangat bermanfaat 
 Pewawancara : Berapa jumlah keluarga Bapak? 
 Narasumber : 5 (Lima) 
 Pewawancara : Pernah bekerja apa Bapak sebelumnya? 
 Narasumber : Proyek 
 Pewawancara : Apakah Bapak ada pekerjaan sampingan? 
 Narasumber : Tidak ada 
 Pewawancara : Pernahkah Bapak menemukan sesuatu yang berharga? 
 Narasumber : Tidak
 Pewawancara : Apa alat-alat yang digunakan bapak untuk melakukan pekerjaan ini? 
 Narasumber : Gerobak untuk membawa sampah, sedangkan sapu untuk 
membesihkannya 
 Pewawancara : Dalam bentuk apa sampah yang paling banyak dibawa? 
 Narasumber : Kebanyakan Sayuran dan Plastik 
 Pewawancara : Kira-kira berapa banyak sampah per/hari? 
 Narasumber : 5 sampai 6 gerobak 
 Pewawancara : Apakah tidak ada pengolahan sampah seperti daur ulang? 
 Narasumber : Tidak ada 
 Pewawancara : Apa saran Bapak yang ingin dikatakan kepada masyarakat sekitar? 
 Narasumber : Saran saya marilah kita jaga lingkungan dengan membuang sampah 
pada tempatnya
C. Kesimpulan 
Sampah bisa bermanfaat bagi sebagian orang, Sampah juga bisa membuat 
bencana. Tidak ada sampah itu bersih, indah dan enak dipandang. Apa jadinya kalau 
sampah berserakan. Tapi beruntunglah, sekarang ini ada pembersih lingkungan salah 
satunya Bapak Heriawan. Beliau salah satu petugas kebersihan disekitar Jl. Penganten Ali. 
Usianya sekitar 40 tahun tidak mengurungkankan niatnya untuk membersihkan 
lingkungan sekitar. 
“Saya memilih pekerjaan ini karena sangat bermanfaat,” ucap Bapak Heriawan. 
Petugas kebersihan seperti Bapak Heriawan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. 
Pasalnya dapat dibuktikan kesadaran akan lingkungan bagi masyarakat sekarang menurun. 
Walaupun sudah ada tempat sampah tetap saja dihiraukan.”Setiap harinya kira-kira 5 
sampai 6 gerobak sampah,” Ungkapnya. 
Kita patut bersyukur dan menghargai pekerjaan ini, tanpanya kita pasti terusik 
oleh sampah dan tidak ada sampah itu bersih. Saran Bapak Heriawan marilah kita jaga 
lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Wawancara

Wawancara

  • 1.
    Nama Kelompok :• Muhammad Anwar Ibrahim • Rendi Andriansyah • Rizki Ananda • Seto Al Hafiz • Anita Aprilianti • Rosita • Reni Iskandaria Kelas : XI-Multimedia-3 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia “Tukang Sampah”
  • 2.
    A. Wawancara Hari/Tanggal : Kamis/21 Agustus 2014  Pukul : 17.00 – 17.15 WIB  Tempat : Di Rumah Kediaman Bapak Heriawan  Narasumber : Bapak Heriawan, Salah satu petugas kebersihan di sekitar Jl. Penganten Ali  Pewawancara : • Anita Aprilianti • Rosita
  • 3.
    B. Laporan HasilWawancara Bpk. Heriawan Berikut perbincangan kami kepada salah satu petugas kebersihan yang ada di sekitar Jl. Penganten Ali yang berusia 40 tahun.  Pewawancara : Sejak kapan Bapak melakukan pekerjaan ini?  Narasumber : Sejak tahun 2000 – Sampai Sekarang  Pewawancara : Dimana Bapak mengambil sampah?  Narasumber : Dari daerah AMD sampai daerah Sekolah Bina Dharma  Pewawancara : Berapa pendapatan Bapak selama Sebulan?  Narasumber : Rp. 1.000.000,00,- / Bulan  Pewawancara : Mengapa Bapak mengambil pekerjaan ini?  Narasumber : Karena sangat bermanfaat  Pewawancara : Berapa jumlah keluarga Bapak?  Narasumber : 5 (Lima)  Pewawancara : Pernah bekerja apa Bapak sebelumnya?  Narasumber : Proyek  Pewawancara : Apakah Bapak ada pekerjaan sampingan?  Narasumber : Tidak ada  Pewawancara : Pernahkah Bapak menemukan sesuatu yang berharga?  Narasumber : Tidak
  • 4.
     Pewawancara :Apa alat-alat yang digunakan bapak untuk melakukan pekerjaan ini?  Narasumber : Gerobak untuk membawa sampah, sedangkan sapu untuk membesihkannya  Pewawancara : Dalam bentuk apa sampah yang paling banyak dibawa?  Narasumber : Kebanyakan Sayuran dan Plastik  Pewawancara : Kira-kira berapa banyak sampah per/hari?  Narasumber : 5 sampai 6 gerobak  Pewawancara : Apakah tidak ada pengolahan sampah seperti daur ulang?  Narasumber : Tidak ada  Pewawancara : Apa saran Bapak yang ingin dikatakan kepada masyarakat sekitar?  Narasumber : Saran saya marilah kita jaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya
  • 5.
    C. Kesimpulan Sampahbisa bermanfaat bagi sebagian orang, Sampah juga bisa membuat bencana. Tidak ada sampah itu bersih, indah dan enak dipandang. Apa jadinya kalau sampah berserakan. Tapi beruntunglah, sekarang ini ada pembersih lingkungan salah satunya Bapak Heriawan. Beliau salah satu petugas kebersihan disekitar Jl. Penganten Ali. Usianya sekitar 40 tahun tidak mengurungkankan niatnya untuk membersihkan lingkungan sekitar. “Saya memilih pekerjaan ini karena sangat bermanfaat,” ucap Bapak Heriawan. Petugas kebersihan seperti Bapak Heriawan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Pasalnya dapat dibuktikan kesadaran akan lingkungan bagi masyarakat sekarang menurun. Walaupun sudah ada tempat sampah tetap saja dihiraukan.”Setiap harinya kira-kira 5 sampai 6 gerobak sampah,” Ungkapnya. Kita patut bersyukur dan menghargai pekerjaan ini, tanpanya kita pasti terusik oleh sampah dan tidak ada sampah itu bersih. Saran Bapak Heriawan marilah kita jaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.