.
BAHAN AJAR I
Peta yaitu: gambaran umum permukaan bumi pada bidang datar yang disertai dengan
skala dan simbol-simbol.
Jenis-jenis peta:
a. Ditinjau dari bentuk : peta datar, peta relief, peta digital.
b. Ditinjau dari isi :peta umum (peta topografi), peta khusus (peta tematik)
c. Berdasarkan skala : peta skala sangat besar (peta kadaster/peta teknik),
peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil,
peta skala sangat kecil (peta kadaster).
Unsur-unsur (komponen-komponen ) peta:
a. Judul peta ; misal: Peta Pulau Sumatera,Peta KepadatanPenduduk, dll.
b. Skala : perbandinganjarakdi petadengan jaraksebenarnyadi muka bumi.
c. Legenda ; keterangansimbol-simbol yang adadi peta.
d. Pembuat dan
e. Tahun pembuatan peta
f. Simbol ; sepertisimbol titik,simbol garis, simbol area,simbol warna.
g. Letering ; tulisan yang bermaknayang adadipeta,misal: nama kota, danau, dll.
h. Inset ; peta yang adapadapetautama yang berfungsi menjelaskanpeta utama.
i. Garis koordinat ; terdiriatasgaris lintang dan garis bujur.
j. Petunjuk arah (orientasi).
Skala peta dapat dinyatakan dalam beberapa cara:
a. Skala angka (numerik) ; misal: 1 : 50.000 atau 1/50.000
b. Skala verbal ; misal: satu sentimeter sama dengan lima kilometer.
c. Skala grafis ; misal:
Manfaat peta:
1. Secara umum
1. Mengetahui letak suatu tempat
2. Mengetahui bentuk suatu wilayah
3. Sebagai petunjuk jalan, dll.
2. Secara khusus:
a. Bidang pertanian: mengetahui persebaran daerah hasil pertanian.
b. Bidang militer : mengatur strategi perang.
c. Penerbangan : mengetahui jalur-jalur penerbangan, dll.
.
Atlas yaitu: kumpulan peta yang dibukukan .
Jenis-jenis atlas:
a. Atlas nasional : menampilkan kondisi fisik dan sosial budaya suatu Negara.
b. Atlas regional : memuat negara-negara yang berada dalam satu kawasan.
c. Atlas dunia : memuat negara-negara di seluruh dunia.
d. Atlas semesta : memuat keadaan alam semesta termasuk planet, tata surya, dll.
e. Atlas khusus (tematik) : misal ; atlas geografi, atlas sejarah, atlas s.d.a, dll.
Unsur-unsur (komponen-komponen) atlas:
a. Judul atlas
b. Kata pengantar
c. Daftar isi
d. Peta
e. Legenda
f. Indeks
g. Tahun pembuatan dan penerbit.
Manfaat atlas (secara umum) :
a. Menunjukkan letak geografis dan astronomis suatu wilayah
b. Menunjukkan keadaan fisik (iklim, flora, fauna) suatu wilayah.
c. Memberi informasi keadaan sosial ekonomi (persebaran penduduk)
d. Memberi informasi keadaan budaya (candi, bangunan sejarah), dll.
Globe yaitu : tiruan bola bumi yang diperkecil menggunakan skala tertentu. Kedudukan
globe seperti kedudukan bumi yang sebenarnya yaitu miring membentuk 66,5 terhadap
bidang horizontal dan miring 23,5 terhadap bidang vertikal.
Manfaat globe:
a. Menunjukkan bentuk bumi secara utuh.
b. Menunjukkan garis lintang dan garis bujur yang sebenarnya melengkung.
c. Dapat memperagakan rotasi bumi yang berlawanan dengan arah jarum jam.
d. Menunjukkan terjadinya siang dan malam.
e. Menunjukkan pembagian daerah waktu dan pembagian iklim matahari.
f. Menunjukkan persebaran daratan dan lautan yang ada di bumi.
g. Menunjukkan letak astronomis berbagai tempat di permukaan bumi.
Garis lintang bermanfaat untuk menunjukkan pembagian iklim (iklim matahari).
Garis bujur bermanfaat untuk menunjukkan pembagian daerah waktu
Indonesia terletak antara 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT.
.
BAHAN AJAR II
Sketsa wilayah yaitu: gambaran kasar tentang suatu wilayah berdasarkan hasil
pengamatan lapangan dari si pembuat sketsa. Dalam membuat sketsa atau peta suatu
suatu wilayah dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.
 Membuat sketsa/peta secara langsung, ada beberapa tahapan:
a. Menentukan tema : daerah mana yang akan dipetakan.
b. Pengumpulan data : pengukuran di lapangan, foto udara, buku, wawancara, dll.
c. Pengolahan data : data yang terkumpul diklasifikasikan sesuai tujuan.
d. Menyajikan data dalam bentuk peta, lengkap dengan unsur-unsur sebuah peta.
 Membuat peta secara tidak langsung:
a. Menggunakan pantograph (alat untuk memperbesar/memperkecil peta)
b. Menggunakan skala
c. Menggunakan garis koordinat
d. Menggunakan fotocopy
Objek-objek yang ada di permukaan bumi akan tampak dipeta dalam bentuk symbol-
simbol, baik berupa symbol garis, titik, batang, lingkaran, bola, area dan warna, contoh:
= sungai = kota
= batas propinsi = 10.000 jiwa
= arus migrasi = jalan raya
= pelabuhan laut = danau
Beberapa aturan dalam penulisan nama unsur-unsur geografi dalam peta, antara lain:
 Kota-kota besar ditulis dengan huruf cetak kapital tegak.
 Kota-kota kecil ditulis dengan huruf cetak kecil tegak.
 Kenampakan lain di daratan juga menggunakan huruf cetak tegak.
 Kenampakan perairan biasanya ditulis dengan huruf cetak miring.
 Tulisan untuk sungai sejajar dengan arah aliran sungai, biasanya diletakkan
diatas atau di bawahnya.
Simbol kualitatif : menunjukkan jenis atau lokasi gejala atau kemampuan geografis.
Simbol kuantitatif : menggambarkan jumlah atau banyaknya gejala atau kenampakan
geografis.
.
Langkah-langkah membuat sketsa:
a. Siapkan kertas dan pensil. Ingatlah lingkungan tempat tinggal kalian.
b. Mulailah menggambar jaringan jalan dan sungai yang ada di sekitar lingkungan
tempat tinggal.
c. Gambarlah rumah atau kumpulan rumah yang kalian ingat ada di sekitar tempat
tinggal kalian.
d. Jika ada objek lainnya, lengkapi pula dengan objek-objek tersebut, seperti pohon,
pertokoan, pabrik, jalan kereta api, bank, dll.
Contoh sketsa:
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sketsa dan peta wilayah :
a. Menentukan daerah yang akan dilakukan pemetaan.
b. Mendesain symbol yang akan digunakan.
c. Mencari peta dasar dan sumber data peta dasar..
d. Menata letak unsur-unsur peta.
e. Penulisan nama-nama geografi.
f. Perbaikan kesalahan (editing).
.
BAHAN AJAR III
Kondisi geografis suatu wilayah antara lain berkaitan dengan posisi (kedudukan) suatu
wilayah dibandingkan dengan daerah- daerah lain disekitarnya serta bentang alamnya.
Secara geografis, Kepulauan Indonesia terletak antara dua benua (Benua Asia dan
Australia) serta dua samudera (Samudera Pasifik dan Hindia), yang mengakibatkan Indonesia
beriklim muson (musim), yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Berdasarkan bentang alamnya, secara umum daratan Indonesia terdiri atas
bentang alam sbb:
a. Daerah pantai : yang membatasi daratan dengan laut atau lautan.
b. Dataran rendah : daerah yang relatif rata, ketinggian 0 – 500 m dpl
c. Dataran tinggi : daerah relatif rata, dikelilingi pegunungan, ketinggian > 500 m dpl.
d. Lembah : daerah rendah di antara dua tempat yang lebih tinggi.
e. Bukit : tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada sekitarnya.
f. Pegunungan : rangkaian. dari gunung-gunung yang memanjang
g. Gunung : bentukan alam hasil proses vulkanisme.
Hal-hal yang berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia:
1. Letak Indonesia sangat strategis pada posisi persilangan dunia.
2. Indonesia beriklim muson.
3. Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya dan suku bangsa.
4. Indonesia dengan mudah dapat berhubungan dengan Negara lain di dunia.
5. Indonesia terdapat berbagai macam mata pencaharian.
6. Terdapat pola penggunaan lahan yang berbeda-beda.
Kondisi geografis suatu wilayah berpengaruh terhadap kehidupan penduduknya, spt :
a. Persebaran penduduk dan kepadatan penduduk.
 Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau akan lebih padat penduduknya.
 Sumber daya alam seperti kesuburan tanah, sumber air tanah dan potensi
barang tambang yang melimpah cenderung kepadatan penduduknya tinggi.
b. Corak kehidupan penduduk ( mata pencaharian, tingkah laku, adat istiadat,
kebudayaan, dsb )
 Daerah pantai, umumnya penduduknya sebagai nelayan atau petani tambak.
.
 Dataran rendah, penduduknya umumnya bekerja disektor pertanian,
perkebunan, industri maupun jasa.
 Dataran tinggi, penduduknya umumnya beternak, bertani / berladang.
 Pegunungan, penduduknya bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi persebaran pemukiman penduduk:
1. Kesuburan tanah, semakin subur tanah di suatu daerah semakin padat penduduk.
2. Relief, daerah yang berelief kasar penduduknya jarang, daerah dataran lebih padat.
3. Adanya fasilitas tertentu, seperti: jalan raya, sungai, sumber air, dsb.
4. Wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi seperti banjir, longsor,
cenderung dihindari penduduk.
5. Wilayah yang cuacanya ekstrim seperti daerah kutub dan gurun, jumlah
penduduknya sangat sedikit.
.
BAHAN AJAR IV
Atmosfer
Bumi kita terdiri dari 3 bagian yaitu: atmosfer ( udara ), litosfer ( batuan ) dan hidrosfer (
air ). Atmosfer adalah: lapisan gas yang menyelubungi bumi.
Sifat-sifat fisik atmosfer bumi:
a. Terdiri atas beberapa lapisan udara.
b. Transparan, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan. Udara baru
dapat dirasakan kalau bergerak ( dalam bentuk angin ) dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah.
c. Elastis dan dinamis sehingga dapat mengembang jika terkena panas dan mengerut
ketika dingin.
d. Memiliki berat sehingga dapat menimbulkan tekanan. Udara yang ada pada lapisan
bawah memiliki tekanan yang lebih besar karena menanggung berat / beban dari
lapisan udara di atasnya. Berat udara = 1300 gr per meter kubik.
e. Tersusun atas beberapa unsur ( nitrogen, oksigen, argon, karbondioksida, neon,
helium, ozon, hidrogen, kripton,xenon, metana ).
Pembagian lapisan atmosfer didasarkan pada perbedaan temperatur dan ketinggiannya
dari permukaan air laut. Lapisan-lapisan atmosfer tersebut adalah :
1. Troposfer
 Lapisan atmosfer paling bawah
 Lebar atau ketinggian lapisan 16 km di daerah tropis ( karena suhu panas
lapisan udara mengembang ) dan terus menurun sampai 10 km di atas kutub.
 Pada lapisan ini terdapat berbagai macam makhluk hidup.
 Pada lapisan ini mengalami berbagai gejala atau peristiwa cuaca ( hujan,
angin, badai )
 Batas atas lapisan troposfer disebut tropopause.
2. Stratosfer
 Batas tertinggi lapisan ini mencapai 40 km di atas permukaan bumi.
 Lapisan ini mengandung ozon ( O3 ) yang sangat penting untuk melindungi
makhluk hidup dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.
 Batas atas lapisan stratosfer disebut stratopause.
3. Mesosfer
 Ketinggian lapisan ini mencapai 80 km.
 Pada bagian puncaknya suhu bisa mencapai -900 C.
.
 Lapisan ini melindungi bumi dari jatuhnya meteor karena meteor terbakar
pada lapisan ini.
 Batas atas lapisan mesosfer disebut mesopause.
4. Termosfer ( Ionosfer )
 Ketinggian lapisan ini antara 80 – 300 km dari permukaan bumi.
 Temperaturnya mendekati 17000 C.
 Pada ketinggian di atas 100 km terjadi ionisasi ( terbentuk ion + dan ion - )
dikenal dengan lapisan ionosfer.
 Lapisan ionosfer mampu memantulkan gelombang radio.
5. Eksosfer
 Lapisan terluar dari atmosfer.
 Ketinggian lapisan ini antara 800 – 1000 km.
 Pada lapisan ini udara semakin tipis dan gravitasi semakin kecil pengaruhnya
 Setelah lapisan ini terdapat ruang hampa udara.
Cuaca dan Iklim
Perbedaan cuaca dan iklim
No Cuaca Iklim
1.
2.
3.
Merupakan keadaan udara di suatu
tempat pada suatu saat.
Cuaca meliputi daerah yang sempit.
Waktunya berlangsung singkat.
Merupakan rata-rata cuaca dalam
satu tahun.
Iklim meliputi daerah yang luas.
Waktunya berlangsung lama.
Persamaan cuaca dan iklim yaitu terletak pada unsur-unsur pembentuknya, yaitu :
a. Suhu ( Temperatur udara ), yaitu:
Keadaan panas atau dinginnya udara pada suatu tempat yang dipengaruhi oleh
banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima permukaan bumi. Alat pengukurnya
thermometer.
b. Angin, yaitu:
Gerakan udara dari tempat yang bertekanan udara tinggi ke tempat yang
bertekanan rendah. Daerah yang menerima sinar matahari lebih banyak akan
.
memiliki tekanan udara yang lebih rendah. Untuk menentukan arah angin digunakan
bendera angin ( kantong angin ). Alat pengukur kecepatan angin yaitu anemometer.
c. Kelembapan udara, yaitu :
Banyaknya uap air yang terkandung di udara yang berasal dari proses penguapan.
Alat pengukur kelembapan udara yaitu : higrometer.
d. Hujan, yaitu :
Peristiwa jatuhnya titik-titik air atau es ke permukaan bumi. Alat pengukur curah
hujan yaitu : pluviograph atau ombrometer.
e. Tekanan udara, yaitu:
Berat udara di suatu satuan areal. Semakin tinggi suhu udara semakin rendah
tekanan udaranya, atau sebaliknya. Tekanan udara juga berbeda dengan semakin
tingginya suatu tempat, semakin dekat ke permukaan bumi semakin besar tekanan
udaranya, makin tinggi suatu tempat, tekanan udara semakin berkurang. Alat
pengukur tekanan udara yaitu : barometer.
Tipe-tipe Hujan
Hujan ditinjau dari proses terjadinya dibedakan atas:
1. Hujan zenithal / hujan konveksi ( hujan tropis )
Terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari, sehingga udara memuai dan naik
secara vertikal, semakin ke atas semakin dingin, dan pada ketinggian tertentu terjadi
kondensasi ( pengembunan ) membentuk awan dan terjadilah hujan deras namun
tidak berlangsung lama.
2. Hujan orografis
Terjadi akibat udara yang membawa uap air naik ke pegunungan sehingga suhunya
makin turun dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi yang akhirnya menjadi
awan dan turun sebagai hujan.
3. Hujan frontal
Terjadi jika massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin, massa udara
panas akan terangkat dan bergerak ke atas karena berat jenisnya lebih ringan.
Udara panas yang naik, suhunya akan semakin turun dan menjadi semakin dingin,
pada ketinggian tertentu akan terjadi kondensasi dan terbentuk awan lalu turun
sebagai hujan.
Menghitung suhu suatu daerah berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut.
.
Semakin tinggi suatu tempat tersebut dari permukaan air laut, maka suhunya semakin
dingin. Setiap naik 100 meter dari atas permukaan air laut maka suhunya turun rata-
rata 0,6 C ( gradien temperature ). Suhu rata-rata di permukaan air laut Indonesia
sekitar 26,3 C. Dengan demikian untuk menghitung suhu di suatu tempat pada
ketinggian tertentu dapat digunakan rumus sbb:
Keterangan :
𝑇ℎ = 𝑇𝑜 − 𝑔𝑡 × 𝐻 Th = Suhu pada ketinggian H
To = Suhu awal atau suhu di permukaan laut (rata-
rata 26,3 C)
gt = gradient temperature (rata-rata 0,6 C)
H = Ketinggian suatu tempat
Contoh:
Hitunglah suhu di puncak gunung yang berketinggian 1500 m.
Jawab: 𝑇ℎ = 𝑇𝑜 − 𝑔𝑡 × 𝐻
= 26,3 - 0,6 x 1500 = 17,3 C
ANGIN
Yaitu: udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara maksimum ke
daerah yang bertekanan udara minimum.
Proses Terjadinya Angin
Daerah A (+) ________________________ Daerah B (--)
( tekanan udara max.) gerakan udara ( tekanan udara min.)
Daerah yang menerima sinar matahari > akan memiliki tekanan udara <.
.
JENIS-JENIS ANGIN.
A. Angin Muson : Angin yang bertiup bergantian arah secara berlawanan setiap 6
bulan sekali (karena adanya perbedaan pemanasan udara antara belahan bumi
utara & selatan akibat pergeseran semu tahunan matahari).
a. Angin Muson Barat = Oktober s/d April (matahari ada di bumi bagian selatan)
Angin bertiup dari bumi utara ke selatan, Indonesia mengalami musim hujan,
karena angin tersebut banyak membawa uap air dari Samudera Pasifik.
b. Angin Muson Timur = April s/d Oktober (matahari ada di bumi utara)
Angin bertiup dari bumi selatan ke utara, Indonesia mengalami musim kemarau,
karena angin tersebut tidak membawa uap air sebab berasal dari Benua
Australia yang kering.
B. Angin Lokal (Angin Setempat) : Terjadi pada tempat-tempat tertentu.
a. Angin Laut & Angin Darat
Angin Laut (siang) ----------- darat lebih cepat panas daripada laut, maka
berhembus angin laut.
Angin darat (malam) -------- malam hari darat lebih cepat dingin daripada laut,
maka berhembus angin darat.
b. Angin Lembah & Angin Gunung
Angin Lembah ----------- siang hari daerah puncak gunung lebih cepat panas
daripada lembah, angin bertiup dari lembah ke gunung.
Angin Gunung ----------- malam hari puncak gunung lebih cepat dingin daripada
lembah, angin bertiup dari gunung ke lembah.
C. Angin Jatuh (Fohn) : Angin yang bertiup dari puncak gunung yang sifatnya panas
dan kering karena sudah tidak mengandung uap air.
.
Contoh : -Angin Bahorok (Sumatera Utara)
-Angin Kumbang (Cirebon/Jabar)
SIKLUS HIDROLOGI
Yaitu : Rangkaian proses perubahan tempat dan wujud air (cair, gas & padat) yang
terjadi secara berulang.
Fotocopy siklus hidrologi buku ips terpadu
Jenis-Jenis Air Permukaan & Air Tanah :
Air Permukaan = Peraian darat yang ada di muka bumi
1. Danau
2. Sungai
Air tanah = Air yang tersimpan dalam tanah berasal dari air hujan & air laut.
Manfaat air permukaan :
a. Sebagai sarana transportasi
b. Untuk irigasi
c. Sumber perikanan darat
d. Kebutuhan air minum (PDAM)
e. Pembangkit listrik (PLTA)
f. Sarana olahraga & rekreasi
Manfaat air tanah:
a. Untuk kebutuhan rumah tangga (MCK)
b. Untuk kebutuhan industry
c. Untuk kebutuhan air bagi makhluk hidup
.
d. Tersedianya air bersih secara alami.
e. Pengikat butir-butir tanah.
ZONA LAUT Menurut Letak & Kedalamannya
Macam-macam Laut menurut Letaknya:
1. Laut Pedalaman = Laut yang terletak di tengah-tengah / dikelilingi daratan.
Contoh: Laut Mati,Laut Baltik, Laut Hitam, Laut Kaspia.
2. Laut Tengah = Laut yang terletak antara 2 benua.
Contoh: Laut Merah, Laut Tengah.
3. Laut Tepi = Laut yang terletak di tepi benua.
Contoh: Laut Jepang, Laut Cina Selatan.
Macam-macam Laut Menurut Kedalaman:
1. Wilayah Pasang (Litoral) = Pesisir laut antara garis pasang & garis surut.
(kedalaman 0 meter).
2. Wilayah Laut Dangkal (Neritis)= Kedalaman 0 – 200 m.
3. Wilayah Laut Dalam (Batial) = Kedalaman 200 – 1000 m.
4. Wilayah Laut Sangat Dalam (Abisal) = Kedalaman > 1000 m (palung laut).
BATAS WILAYAH LAUT
Batas wilayah laut Indonesia terdiri atas 3 batas laut:
1. Batas Landas Kontinen = Dasar laut yang dari segi geologi maupun
geomorfologinya merupakan kelanjutan dari kontinen (benua). Kedalaman
landas kontinen tidak lebih dari 200 m. Dari garis pantai ke arah lautan sejauh
200 m.
.
2. Batas Laut Teritorial = Laut lebar sejauh 200 mil diukur dari garis dasar,
walaupun Negara memiliki kedaulatan penuh, namun tetap harus menyediakan
jalur pelayaran lalu lintas damai pada jalur tersebut.
3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) = Laut lebar sejauh 200 mil dari garis dasar.
Negara berhak atas sda yang ada dan Negara asing bebas melakukan
pelayaran dan penerbangan di atas zona tersebut.
Fotocopy modul hal 108 & 109
Tentang skema batas laut
S E J A R A H
PERKEMBANGAN AGAMA, KEBUDAYAAN & PEMERINTAHAN PADA MASA HINDU
BUDHA DI INDONESIA
a. Proses Masuk & Berkembangnya Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia
Sejak abad ke-1 Masehi, wilayah Indonesia sudah banyak menarik bangsa asing
terutama pedagang untuk mengunjunginya, karena :
1. Letaknya strategis pada jalur perdagangan antara Cina & India
2. Tanah Indonesia subur
3. Indonesia dilalui angin musim yang dapat dimanfaatkan untuk pelayaran
Pada perkembangan selanjutnya para pedagang India yang menuju Cina tidak hanya
melewati Selat Malaka tapi juga menyusuri pantai P Sumatera, P Jawa, pantai timur P
Kalimantan dan terus ke Cina. Dalam perjalanannya banyak yang singgah di Indonesia.
Banyak unsur budaya asing yang masuk dan bercampur dengan budaya Indonesia,
.
diantaranya Cina, India, Arab dan Persia. Yang paling menonjol pengaruhnya pada
awal abad ke-1 Masehi adalah kebudayaan India yang didasari oleh ajaran Hindu
Budha. Teori masuknya agama Hindu ke Indonesia diantaranya :
a. Teori Brahmana
Para Brahmana sengaja diundang oleh para raja untuk memimpin upacara dalam
rangka mengesahkan dan memperkuat kedudukan raja, mereka tinggal di istana
sebagai penasehat raja.
b. Teori Ksatria
Dimasa lampau di India sering teradi peperangan antar golongan. Para prajurit
(ksatria) yang kalah perang meninggalkan India, ada di antaranya yang sampai ke
nusantara membentuk kelompok baru dan terjadilah proses penyebaran agama dan
budaya Hindu.
c. Teori Waisya
Kelompok waisya (pedagang) dari India berhubungan dengan para penguasa serta
rakyatnya, sehingga membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya
Hindu.
d. Teori Sudra
Peperangan yang terjadi di India menyebabkan gelombang sudra (rakyat jelata)
menjadi orang buangan. Mereka meninggalkan India mengikuti kaum waisya.
Dengan jumlah yang besar mereka memberikan andil dalam penyebaran budaya
Hindu ke Nusantara.
e. Teori Arus Balik
Dalam perkembangan selanjutnya orang Indonesia banyak yang belajar agama
Hindu ke India. Setelah kembali mereka menyebarkan dan mengembangkan
kebudayaan dan agama Hindu.
f. Melalui Perkawinan
Dalam beberapa hal terjadi percampuran antara unsure budaya asli nusantara
dengan unsure budaya Hindu Budha, contoh prasasti berbentuk yupa (tugu batu).
Kebiasaan mendirikan tugu batu merupakan kebudayaan asli Indonesia, sedangkan
tulisan Pallawa merupakan pengaruh Hindu. Percampuran antara dua kebudayaan
dimana kebudayaan aslinya tidak hilang disebut akulturasi.
.

Bahan ajar ips kls vii sm 2

  • 1.
    . BAHAN AJAR I Petayaitu: gambaran umum permukaan bumi pada bidang datar yang disertai dengan skala dan simbol-simbol. Jenis-jenis peta: a. Ditinjau dari bentuk : peta datar, peta relief, peta digital. b. Ditinjau dari isi :peta umum (peta topografi), peta khusus (peta tematik) c. Berdasarkan skala : peta skala sangat besar (peta kadaster/peta teknik), peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, peta skala sangat kecil (peta kadaster). Unsur-unsur (komponen-komponen ) peta: a. Judul peta ; misal: Peta Pulau Sumatera,Peta KepadatanPenduduk, dll. b. Skala : perbandinganjarakdi petadengan jaraksebenarnyadi muka bumi. c. Legenda ; keterangansimbol-simbol yang adadi peta. d. Pembuat dan e. Tahun pembuatan peta f. Simbol ; sepertisimbol titik,simbol garis, simbol area,simbol warna. g. Letering ; tulisan yang bermaknayang adadipeta,misal: nama kota, danau, dll. h. Inset ; peta yang adapadapetautama yang berfungsi menjelaskanpeta utama. i. Garis koordinat ; terdiriatasgaris lintang dan garis bujur. j. Petunjuk arah (orientasi). Skala peta dapat dinyatakan dalam beberapa cara: a. Skala angka (numerik) ; misal: 1 : 50.000 atau 1/50.000 b. Skala verbal ; misal: satu sentimeter sama dengan lima kilometer. c. Skala grafis ; misal: Manfaat peta: 1. Secara umum 1. Mengetahui letak suatu tempat 2. Mengetahui bentuk suatu wilayah 3. Sebagai petunjuk jalan, dll. 2. Secara khusus: a. Bidang pertanian: mengetahui persebaran daerah hasil pertanian. b. Bidang militer : mengatur strategi perang. c. Penerbangan : mengetahui jalur-jalur penerbangan, dll.
  • 2.
    . Atlas yaitu: kumpulanpeta yang dibukukan . Jenis-jenis atlas: a. Atlas nasional : menampilkan kondisi fisik dan sosial budaya suatu Negara. b. Atlas regional : memuat negara-negara yang berada dalam satu kawasan. c. Atlas dunia : memuat negara-negara di seluruh dunia. d. Atlas semesta : memuat keadaan alam semesta termasuk planet, tata surya, dll. e. Atlas khusus (tematik) : misal ; atlas geografi, atlas sejarah, atlas s.d.a, dll. Unsur-unsur (komponen-komponen) atlas: a. Judul atlas b. Kata pengantar c. Daftar isi d. Peta e. Legenda f. Indeks g. Tahun pembuatan dan penerbit. Manfaat atlas (secara umum) : a. Menunjukkan letak geografis dan astronomis suatu wilayah b. Menunjukkan keadaan fisik (iklim, flora, fauna) suatu wilayah. c. Memberi informasi keadaan sosial ekonomi (persebaran penduduk) d. Memberi informasi keadaan budaya (candi, bangunan sejarah), dll. Globe yaitu : tiruan bola bumi yang diperkecil menggunakan skala tertentu. Kedudukan globe seperti kedudukan bumi yang sebenarnya yaitu miring membentuk 66,5 terhadap bidang horizontal dan miring 23,5 terhadap bidang vertikal. Manfaat globe: a. Menunjukkan bentuk bumi secara utuh. b. Menunjukkan garis lintang dan garis bujur yang sebenarnya melengkung. c. Dapat memperagakan rotasi bumi yang berlawanan dengan arah jarum jam. d. Menunjukkan terjadinya siang dan malam. e. Menunjukkan pembagian daerah waktu dan pembagian iklim matahari. f. Menunjukkan persebaran daratan dan lautan yang ada di bumi. g. Menunjukkan letak astronomis berbagai tempat di permukaan bumi. Garis lintang bermanfaat untuk menunjukkan pembagian iklim (iklim matahari). Garis bujur bermanfaat untuk menunjukkan pembagian daerah waktu Indonesia terletak antara 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT.
  • 3.
    . BAHAN AJAR II Sketsawilayah yaitu: gambaran kasar tentang suatu wilayah berdasarkan hasil pengamatan lapangan dari si pembuat sketsa. Dalam membuat sketsa atau peta suatu suatu wilayah dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.  Membuat sketsa/peta secara langsung, ada beberapa tahapan: a. Menentukan tema : daerah mana yang akan dipetakan. b. Pengumpulan data : pengukuran di lapangan, foto udara, buku, wawancara, dll. c. Pengolahan data : data yang terkumpul diklasifikasikan sesuai tujuan. d. Menyajikan data dalam bentuk peta, lengkap dengan unsur-unsur sebuah peta.  Membuat peta secara tidak langsung: a. Menggunakan pantograph (alat untuk memperbesar/memperkecil peta) b. Menggunakan skala c. Menggunakan garis koordinat d. Menggunakan fotocopy Objek-objek yang ada di permukaan bumi akan tampak dipeta dalam bentuk symbol- simbol, baik berupa symbol garis, titik, batang, lingkaran, bola, area dan warna, contoh: = sungai = kota = batas propinsi = 10.000 jiwa = arus migrasi = jalan raya = pelabuhan laut = danau Beberapa aturan dalam penulisan nama unsur-unsur geografi dalam peta, antara lain:  Kota-kota besar ditulis dengan huruf cetak kapital tegak.  Kota-kota kecil ditulis dengan huruf cetak kecil tegak.  Kenampakan lain di daratan juga menggunakan huruf cetak tegak.  Kenampakan perairan biasanya ditulis dengan huruf cetak miring.  Tulisan untuk sungai sejajar dengan arah aliran sungai, biasanya diletakkan diatas atau di bawahnya. Simbol kualitatif : menunjukkan jenis atau lokasi gejala atau kemampuan geografis. Simbol kuantitatif : menggambarkan jumlah atau banyaknya gejala atau kenampakan geografis.
  • 4.
    . Langkah-langkah membuat sketsa: a.Siapkan kertas dan pensil. Ingatlah lingkungan tempat tinggal kalian. b. Mulailah menggambar jaringan jalan dan sungai yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal. c. Gambarlah rumah atau kumpulan rumah yang kalian ingat ada di sekitar tempat tinggal kalian. d. Jika ada objek lainnya, lengkapi pula dengan objek-objek tersebut, seperti pohon, pertokoan, pabrik, jalan kereta api, bank, dll. Contoh sketsa: Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sketsa dan peta wilayah : a. Menentukan daerah yang akan dilakukan pemetaan. b. Mendesain symbol yang akan digunakan. c. Mencari peta dasar dan sumber data peta dasar.. d. Menata letak unsur-unsur peta. e. Penulisan nama-nama geografi. f. Perbaikan kesalahan (editing).
  • 5.
    . BAHAN AJAR III Kondisigeografis suatu wilayah antara lain berkaitan dengan posisi (kedudukan) suatu wilayah dibandingkan dengan daerah- daerah lain disekitarnya serta bentang alamnya. Secara geografis, Kepulauan Indonesia terletak antara dua benua (Benua Asia dan Australia) serta dua samudera (Samudera Pasifik dan Hindia), yang mengakibatkan Indonesia beriklim muson (musim), yaitu musim hujan dan musim kemarau. Berdasarkan bentang alamnya, secara umum daratan Indonesia terdiri atas bentang alam sbb: a. Daerah pantai : yang membatasi daratan dengan laut atau lautan. b. Dataran rendah : daerah yang relatif rata, ketinggian 0 – 500 m dpl c. Dataran tinggi : daerah relatif rata, dikelilingi pegunungan, ketinggian > 500 m dpl. d. Lembah : daerah rendah di antara dua tempat yang lebih tinggi. e. Bukit : tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada sekitarnya. f. Pegunungan : rangkaian. dari gunung-gunung yang memanjang g. Gunung : bentukan alam hasil proses vulkanisme. Hal-hal yang berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia: 1. Letak Indonesia sangat strategis pada posisi persilangan dunia. 2. Indonesia beriklim muson. 3. Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya dan suku bangsa. 4. Indonesia dengan mudah dapat berhubungan dengan Negara lain di dunia. 5. Indonesia terdapat berbagai macam mata pencaharian. 6. Terdapat pola penggunaan lahan yang berbeda-beda. Kondisi geografis suatu wilayah berpengaruh terhadap kehidupan penduduknya, spt : a. Persebaran penduduk dan kepadatan penduduk.  Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau akan lebih padat penduduknya.  Sumber daya alam seperti kesuburan tanah, sumber air tanah dan potensi barang tambang yang melimpah cenderung kepadatan penduduknya tinggi. b. Corak kehidupan penduduk ( mata pencaharian, tingkah laku, adat istiadat, kebudayaan, dsb )  Daerah pantai, umumnya penduduknya sebagai nelayan atau petani tambak.
  • 6.
    .  Dataran rendah,penduduknya umumnya bekerja disektor pertanian, perkebunan, industri maupun jasa.  Dataran tinggi, penduduknya umumnya beternak, bertani / berladang.  Pegunungan, penduduknya bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi persebaran pemukiman penduduk: 1. Kesuburan tanah, semakin subur tanah di suatu daerah semakin padat penduduk. 2. Relief, daerah yang berelief kasar penduduknya jarang, daerah dataran lebih padat. 3. Adanya fasilitas tertentu, seperti: jalan raya, sungai, sumber air, dsb. 4. Wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi seperti banjir, longsor, cenderung dihindari penduduk. 5. Wilayah yang cuacanya ekstrim seperti daerah kutub dan gurun, jumlah penduduknya sangat sedikit.
  • 7.
    . BAHAN AJAR IV Atmosfer Bumikita terdiri dari 3 bagian yaitu: atmosfer ( udara ), litosfer ( batuan ) dan hidrosfer ( air ). Atmosfer adalah: lapisan gas yang menyelubungi bumi. Sifat-sifat fisik atmosfer bumi: a. Terdiri atas beberapa lapisan udara. b. Transparan, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan. Udara baru dapat dirasakan kalau bergerak ( dalam bentuk angin ) dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. c. Elastis dan dinamis sehingga dapat mengembang jika terkena panas dan mengerut ketika dingin. d. Memiliki berat sehingga dapat menimbulkan tekanan. Udara yang ada pada lapisan bawah memiliki tekanan yang lebih besar karena menanggung berat / beban dari lapisan udara di atasnya. Berat udara = 1300 gr per meter kubik. e. Tersusun atas beberapa unsur ( nitrogen, oksigen, argon, karbondioksida, neon, helium, ozon, hidrogen, kripton,xenon, metana ). Pembagian lapisan atmosfer didasarkan pada perbedaan temperatur dan ketinggiannya dari permukaan air laut. Lapisan-lapisan atmosfer tersebut adalah : 1. Troposfer  Lapisan atmosfer paling bawah  Lebar atau ketinggian lapisan 16 km di daerah tropis ( karena suhu panas lapisan udara mengembang ) dan terus menurun sampai 10 km di atas kutub.  Pada lapisan ini terdapat berbagai macam makhluk hidup.  Pada lapisan ini mengalami berbagai gejala atau peristiwa cuaca ( hujan, angin, badai )  Batas atas lapisan troposfer disebut tropopause. 2. Stratosfer  Batas tertinggi lapisan ini mencapai 40 km di atas permukaan bumi.  Lapisan ini mengandung ozon ( O3 ) yang sangat penting untuk melindungi makhluk hidup dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.  Batas atas lapisan stratosfer disebut stratopause. 3. Mesosfer  Ketinggian lapisan ini mencapai 80 km.  Pada bagian puncaknya suhu bisa mencapai -900 C.
  • 8.
    .  Lapisan inimelindungi bumi dari jatuhnya meteor karena meteor terbakar pada lapisan ini.  Batas atas lapisan mesosfer disebut mesopause. 4. Termosfer ( Ionosfer )  Ketinggian lapisan ini antara 80 – 300 km dari permukaan bumi.  Temperaturnya mendekati 17000 C.  Pada ketinggian di atas 100 km terjadi ionisasi ( terbentuk ion + dan ion - ) dikenal dengan lapisan ionosfer.  Lapisan ionosfer mampu memantulkan gelombang radio. 5. Eksosfer  Lapisan terluar dari atmosfer.  Ketinggian lapisan ini antara 800 – 1000 km.  Pada lapisan ini udara semakin tipis dan gravitasi semakin kecil pengaruhnya  Setelah lapisan ini terdapat ruang hampa udara. Cuaca dan Iklim Perbedaan cuaca dan iklim No Cuaca Iklim 1. 2. 3. Merupakan keadaan udara di suatu tempat pada suatu saat. Cuaca meliputi daerah yang sempit. Waktunya berlangsung singkat. Merupakan rata-rata cuaca dalam satu tahun. Iklim meliputi daerah yang luas. Waktunya berlangsung lama. Persamaan cuaca dan iklim yaitu terletak pada unsur-unsur pembentuknya, yaitu : a. Suhu ( Temperatur udara ), yaitu: Keadaan panas atau dinginnya udara pada suatu tempat yang dipengaruhi oleh banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima permukaan bumi. Alat pengukurnya thermometer. b. Angin, yaitu: Gerakan udara dari tempat yang bertekanan udara tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Daerah yang menerima sinar matahari lebih banyak akan
  • 9.
    . memiliki tekanan udarayang lebih rendah. Untuk menentukan arah angin digunakan bendera angin ( kantong angin ). Alat pengukur kecepatan angin yaitu anemometer. c. Kelembapan udara, yaitu : Banyaknya uap air yang terkandung di udara yang berasal dari proses penguapan. Alat pengukur kelembapan udara yaitu : higrometer. d. Hujan, yaitu : Peristiwa jatuhnya titik-titik air atau es ke permukaan bumi. Alat pengukur curah hujan yaitu : pluviograph atau ombrometer. e. Tekanan udara, yaitu: Berat udara di suatu satuan areal. Semakin tinggi suhu udara semakin rendah tekanan udaranya, atau sebaliknya. Tekanan udara juga berbeda dengan semakin tingginya suatu tempat, semakin dekat ke permukaan bumi semakin besar tekanan udaranya, makin tinggi suatu tempat, tekanan udara semakin berkurang. Alat pengukur tekanan udara yaitu : barometer. Tipe-tipe Hujan Hujan ditinjau dari proses terjadinya dibedakan atas: 1. Hujan zenithal / hujan konveksi ( hujan tropis ) Terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari, sehingga udara memuai dan naik secara vertikal, semakin ke atas semakin dingin, dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi ( pengembunan ) membentuk awan dan terjadilah hujan deras namun tidak berlangsung lama. 2. Hujan orografis Terjadi akibat udara yang membawa uap air naik ke pegunungan sehingga suhunya makin turun dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi yang akhirnya menjadi awan dan turun sebagai hujan. 3. Hujan frontal Terjadi jika massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin, massa udara panas akan terangkat dan bergerak ke atas karena berat jenisnya lebih ringan. Udara panas yang naik, suhunya akan semakin turun dan menjadi semakin dingin, pada ketinggian tertentu akan terjadi kondensasi dan terbentuk awan lalu turun sebagai hujan. Menghitung suhu suatu daerah berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut.
  • 10.
    . Semakin tinggi suatutempat tersebut dari permukaan air laut, maka suhunya semakin dingin. Setiap naik 100 meter dari atas permukaan air laut maka suhunya turun rata- rata 0,6 C ( gradien temperature ). Suhu rata-rata di permukaan air laut Indonesia sekitar 26,3 C. Dengan demikian untuk menghitung suhu di suatu tempat pada ketinggian tertentu dapat digunakan rumus sbb: Keterangan : 𝑇ℎ = 𝑇𝑜 − 𝑔𝑡 × 𝐻 Th = Suhu pada ketinggian H To = Suhu awal atau suhu di permukaan laut (rata- rata 26,3 C) gt = gradient temperature (rata-rata 0,6 C) H = Ketinggian suatu tempat Contoh: Hitunglah suhu di puncak gunung yang berketinggian 1500 m. Jawab: 𝑇ℎ = 𝑇𝑜 − 𝑔𝑡 × 𝐻 = 26,3 - 0,6 x 1500 = 17,3 C ANGIN Yaitu: udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara maksimum ke daerah yang bertekanan udara minimum. Proses Terjadinya Angin Daerah A (+) ________________________ Daerah B (--) ( tekanan udara max.) gerakan udara ( tekanan udara min.) Daerah yang menerima sinar matahari > akan memiliki tekanan udara <.
  • 11.
    . JENIS-JENIS ANGIN. A. AnginMuson : Angin yang bertiup bergantian arah secara berlawanan setiap 6 bulan sekali (karena adanya perbedaan pemanasan udara antara belahan bumi utara & selatan akibat pergeseran semu tahunan matahari). a. Angin Muson Barat = Oktober s/d April (matahari ada di bumi bagian selatan) Angin bertiup dari bumi utara ke selatan, Indonesia mengalami musim hujan, karena angin tersebut banyak membawa uap air dari Samudera Pasifik. b. Angin Muson Timur = April s/d Oktober (matahari ada di bumi utara) Angin bertiup dari bumi selatan ke utara, Indonesia mengalami musim kemarau, karena angin tersebut tidak membawa uap air sebab berasal dari Benua Australia yang kering. B. Angin Lokal (Angin Setempat) : Terjadi pada tempat-tempat tertentu. a. Angin Laut & Angin Darat Angin Laut (siang) ----------- darat lebih cepat panas daripada laut, maka berhembus angin laut. Angin darat (malam) -------- malam hari darat lebih cepat dingin daripada laut, maka berhembus angin darat. b. Angin Lembah & Angin Gunung Angin Lembah ----------- siang hari daerah puncak gunung lebih cepat panas daripada lembah, angin bertiup dari lembah ke gunung. Angin Gunung ----------- malam hari puncak gunung lebih cepat dingin daripada lembah, angin bertiup dari gunung ke lembah. C. Angin Jatuh (Fohn) : Angin yang bertiup dari puncak gunung yang sifatnya panas dan kering karena sudah tidak mengandung uap air.
  • 12.
    . Contoh : -AnginBahorok (Sumatera Utara) -Angin Kumbang (Cirebon/Jabar) SIKLUS HIDROLOGI Yaitu : Rangkaian proses perubahan tempat dan wujud air (cair, gas & padat) yang terjadi secara berulang. Fotocopy siklus hidrologi buku ips terpadu Jenis-Jenis Air Permukaan & Air Tanah : Air Permukaan = Peraian darat yang ada di muka bumi 1. Danau 2. Sungai Air tanah = Air yang tersimpan dalam tanah berasal dari air hujan & air laut. Manfaat air permukaan : a. Sebagai sarana transportasi b. Untuk irigasi c. Sumber perikanan darat d. Kebutuhan air minum (PDAM) e. Pembangkit listrik (PLTA) f. Sarana olahraga & rekreasi Manfaat air tanah: a. Untuk kebutuhan rumah tangga (MCK) b. Untuk kebutuhan industry c. Untuk kebutuhan air bagi makhluk hidup
  • 13.
    . d. Tersedianya airbersih secara alami. e. Pengikat butir-butir tanah. ZONA LAUT Menurut Letak & Kedalamannya Macam-macam Laut menurut Letaknya: 1. Laut Pedalaman = Laut yang terletak di tengah-tengah / dikelilingi daratan. Contoh: Laut Mati,Laut Baltik, Laut Hitam, Laut Kaspia. 2. Laut Tengah = Laut yang terletak antara 2 benua. Contoh: Laut Merah, Laut Tengah. 3. Laut Tepi = Laut yang terletak di tepi benua. Contoh: Laut Jepang, Laut Cina Selatan. Macam-macam Laut Menurut Kedalaman: 1. Wilayah Pasang (Litoral) = Pesisir laut antara garis pasang & garis surut. (kedalaman 0 meter). 2. Wilayah Laut Dangkal (Neritis)= Kedalaman 0 – 200 m. 3. Wilayah Laut Dalam (Batial) = Kedalaman 200 – 1000 m. 4. Wilayah Laut Sangat Dalam (Abisal) = Kedalaman > 1000 m (palung laut). BATAS WILAYAH LAUT Batas wilayah laut Indonesia terdiri atas 3 batas laut: 1. Batas Landas Kontinen = Dasar laut yang dari segi geologi maupun geomorfologinya merupakan kelanjutan dari kontinen (benua). Kedalaman landas kontinen tidak lebih dari 200 m. Dari garis pantai ke arah lautan sejauh 200 m.
  • 14.
    . 2. Batas LautTeritorial = Laut lebar sejauh 200 mil diukur dari garis dasar, walaupun Negara memiliki kedaulatan penuh, namun tetap harus menyediakan jalur pelayaran lalu lintas damai pada jalur tersebut. 3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) = Laut lebar sejauh 200 mil dari garis dasar. Negara berhak atas sda yang ada dan Negara asing bebas melakukan pelayaran dan penerbangan di atas zona tersebut. Fotocopy modul hal 108 & 109 Tentang skema batas laut S E J A R A H PERKEMBANGAN AGAMA, KEBUDAYAAN & PEMERINTAHAN PADA MASA HINDU BUDHA DI INDONESIA a. Proses Masuk & Berkembangnya Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia Sejak abad ke-1 Masehi, wilayah Indonesia sudah banyak menarik bangsa asing terutama pedagang untuk mengunjunginya, karena : 1. Letaknya strategis pada jalur perdagangan antara Cina & India 2. Tanah Indonesia subur 3. Indonesia dilalui angin musim yang dapat dimanfaatkan untuk pelayaran Pada perkembangan selanjutnya para pedagang India yang menuju Cina tidak hanya melewati Selat Malaka tapi juga menyusuri pantai P Sumatera, P Jawa, pantai timur P Kalimantan dan terus ke Cina. Dalam perjalanannya banyak yang singgah di Indonesia. Banyak unsur budaya asing yang masuk dan bercampur dengan budaya Indonesia,
  • 15.
    . diantaranya Cina, India,Arab dan Persia. Yang paling menonjol pengaruhnya pada awal abad ke-1 Masehi adalah kebudayaan India yang didasari oleh ajaran Hindu Budha. Teori masuknya agama Hindu ke Indonesia diantaranya : a. Teori Brahmana Para Brahmana sengaja diundang oleh para raja untuk memimpin upacara dalam rangka mengesahkan dan memperkuat kedudukan raja, mereka tinggal di istana sebagai penasehat raja. b. Teori Ksatria Dimasa lampau di India sering teradi peperangan antar golongan. Para prajurit (ksatria) yang kalah perang meninggalkan India, ada di antaranya yang sampai ke nusantara membentuk kelompok baru dan terjadilah proses penyebaran agama dan budaya Hindu. c. Teori Waisya Kelompok waisya (pedagang) dari India berhubungan dengan para penguasa serta rakyatnya, sehingga membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. d. Teori Sudra Peperangan yang terjadi di India menyebabkan gelombang sudra (rakyat jelata) menjadi orang buangan. Mereka meninggalkan India mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang besar mereka memberikan andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. e. Teori Arus Balik Dalam perkembangan selanjutnya orang Indonesia banyak yang belajar agama Hindu ke India. Setelah kembali mereka menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan dan agama Hindu. f. Melalui Perkawinan Dalam beberapa hal terjadi percampuran antara unsure budaya asli nusantara dengan unsure budaya Hindu Budha, contoh prasasti berbentuk yupa (tugu batu). Kebiasaan mendirikan tugu batu merupakan kebudayaan asli Indonesia, sedangkan tulisan Pallawa merupakan pengaruh Hindu. Percampuran antara dua kebudayaan dimana kebudayaan aslinya tidak hilang disebut akulturasi.
  • 16.