BUKU PINTAR
PERBANKAN
BAB 4. SISTEM KLIRING NASIONAL BANK
INDONESIA (SKNBI) DAN SISTEM BANK INDONESIA
REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS)
Penyaji:
1314105003 ANISA BETA C.R.
1314105046 FIQIH NUR AMINAH
06/11/2025 2
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring local baik
dilaksanakan oleh BI maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI.
Transaksi yg dapat dilakukan melalui sistem kliring antara lain
transfer debet dan kredit yg disertai dengan pertukaran fisik
warkat baik warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet, dll) maupun
warkat kredit.
Untuk transaksi kredit diatas 100juta dilakukan melalui Sistem Bank
Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS)
06/11/2025 3
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
4 Jenis Sistem Pelaksanaan Kegiatan Kliring
Sistem Kliring Elektronik (SKEJ)
Sistem Kliring Otomasi
Sistem Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL)
Sistem Manual (Penyelenggara Non BI)
06/11/2025 4
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Bagi Bank Indonesia
Bagi BankTujuan dan Manfaat
 Efisiensi Waktu dan Biaya
 Jangkauan transfer antarbank melalui kliring menjadi lebih luas
 Memenuhi prinip-prinsip manajemen resiko dalam penyelenggaraan kliring
yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yg dikeluarkan
oleh Bank for International Settlement (BIS)
 Efisiensi biaya operasional bank : biaya cetak dan proses administrasi warkat
kredit
 Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah
Manfaat dari Penerapan SKNBI
06/11/2025 5
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Kliring
Pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik
(DKE) antar peserta kliring baik atas nama bank
peserta maupun atas nama nasabah peserta yang
perhitungannya diseleseikan pada waktu tertentu
SKNBI
Sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring
debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya
dilakukan secara nasional
06/11/2025 6
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Penyelenggara Kliring Nasional
(PKN)
Unit kerja di kantor pusat BI yg
bertugas mengelola dan
menyelenggarakan SKNBI secara
nasional
Penyelenggara Kliring Lokal (PKL)
Unit kerja di BI dan bank yg
memperoleh persetujuan BI utk
mengelola dan menyelenggarakan
SKNBI di suatu wilayaj kliring tertentu
Penyelenggara
SKNBI
06/11/2025 7
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Penyelenggara SKNBI Terdiri dari 2 Subsistem
Kliring Debet
• Meliputi kegiatan kliring penyerahaan dan pengembalian, digunakan utk
transfer debet antar bank yg disertai penyampaian fisik warkat debet
• Penyelenggaraan kliring debet dilakukan secara local di setiap wilayah
kliring oleh PKL
• PKL akan melakukan perhitungan kliring deber berdasarkan DKE debet yg
dikirim oleh bank peserta
• Hasil perhitungan kliring debet secara local tersebut selanjutnya dikirim ke
Sistem Sentral Kliring (SSK) untuk diperhitungkan secara nasional oleh PKN
06/11/2025 8
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Penyelenggara SKNBI Terdiri dari 2 Subsistem
Kliring Kredit
• Digunakan utk transfer kredit antarbank tanpa disertai penyampaian fisik
warkat (paperless)
• Penyelenggaraan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh PKN
• Perhitungan kliring kredit dilakukan oleh PKN atas dasar DKE kredit yang
dikirim bank peserta
06/11/2025 9
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
(SKNBI)
Batasan Nominal dalam SKNBI adalah sebagai berikut
Transfer kredit
antarbank
maksimum
100juta
Nominal warkat
debet tidak
dibatasi kecuali
berupa nota debet
maksimum 10juta
06/11/2025 10
SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS
SETTLEMENT (BI-RTGS)
 Penerapan BI-RTGS di Indonesia dimulai sejak 17 November 2000
dengan nama Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement
 Transaksi pembayaran bernilai besar (High Value Payment System-
HVPS) yg memiliki potensi terjadinya resiko sistemik sebelum adanya
sistem BI-RTGS menempati bagian mayoritas dari seluruh transaksi
pembayaran
06/11/2025 11
SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS
SETTLEMENT (BI-RTGS)
Penerapan RTGS di berbagai negara didasari beberapa alasan
pokok sebagai berikut :
1. Munculnya kesadaran baru kepada berbagai bank sentral utk dpt me-
manage berbagai resiko Large Value Transfer System (LVTS). Sistem
RTGS dianggap mampu mengurangi resiko sistemik.
2. Sistem RTGS dapat mengurangi timbulnya float sehingga dapat
mendukung efektifitas pengawasan perbankan
3. Sistem RTGS memungkinkan dilakukannya integrasi dengan berbagai
aplikasi sistem pembayaran seperti pasar uang dan pasar modal,
Delivery versus Payment (DVP)
06/11/2025 12
SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS
SETTLEMENT (BI-RTGS)
Pengertian BI-RTGS
Sistem BI-RTGS adalah proses penyeleseian akhir transaksi
pembayaran yang dilakukan per transaksi danbersifat real time
(electronically processed), dimana rekening peserta dapat
didebet/dikredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah
pembayaran dan penerimaan pembayaran
06/11/2025 13
SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS
SETTLEMENT (BI-RTGS)
Tujuan BI-RTGS
Menyediakan sarana transfer dana antarbank peserta yang
lebih cepat, efisien, andal dan aman
Kepastian settlement dapat diperoleh lebih cepat
Menyediakan informasi rekening peserta secara real time dan
menyeluruh
Meningkatkan disiplin dan profesionalisme peserta dalam
mengelola likuiditasnya
Mengurangi resiko-resiko settlement
06/11/2025 14
MEKANISME SETTELEMENT
NET SETTLEMENT
Proses penyelesaian akhir transaksi-transaksi pembayaran yang
dilakukan pada akhir suatu periode dengan melakukan offseting
antara kewajiban-kewajiban pembayaran dengan hak-hak
penerimaan sehingga hanya ada satu net hak atau kewajiban yang
akan di settle untuk masing-masing rekening bank
06/11/2025 15
RESIKO-RESIKO SISTEM PEMBAYARAN
RESIKO KREDIT
1
• Resiko dimana counterparty tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk
membayar secara penuh baik pada saat jatuh tempo maupun pada saat
sesudahnya.
RESIKO LIKUIDITAS
2
• Resiko dimana counterparty tidak mampu membayar secara
keseluruhan pada saat jatuh tempo tetapi membayar sesudah jatuh
tempo.
SYSTEMIC RISK
3
• Resiko kegagalan salah satu bank peserta dalam memenuhi
kewajibannya yang jatuh tempo sehingga menyebabkan bank peserta
lain juga mengalami kesulitan likuiditas yang pada gilirannya menjadi
tidak mampu memenuhi kwajiban-kewajibannya.
06/11/2025 16
BI-RTGS MEMINIMALKAN SYSTEMIC RISK
Penurunan secara signifikan intraday interbank exposure akan dapat mengurangi
kemungkinan ketidakmampuan suatu peserta dalam menutup kerugian atau
kekurangan likuiditas karena peserta lain tidak mampu memenuhi kewajibannya
Sistem BI-RTGS akan dapat mencegah kemungkinan terjadinya unwiding
payment yang dapat merupakan penyebab terjadinya systemic risk dalam
settlement
Karena peserta dapat melakukan settlement setiap saat selama window time
maka waktu settlement tidak lagi terfokus pada suatu waktu tertentu. Hal ini
memberikan waktu yang cukup bagi bank peserta untuk menyelesaikan kesulitan
likuiditasnya dengan cara meminjam dari bank peserta lain atau menunggu
transfer masuk dari bank peserta lain
06/11/2025 17
KARAKTERISTIK SISTEM BI-RTGS
V-SHAPED STRUCTURE
PESERTA
MENGIRIM
PESERTA
MENERIMA
RCC
1. Full Payment
Massage
3. Full Payment
Massage
2. Settlement
06/11/2025 18
KARAKTERISTIK SISTEM BI-RTGS
PESERTA BI-RTGS
STATUS AKTIVITAS PENYEBAB
Aktif (Active) • Dapat mengirim transfer keluar
• Dapat menerima transfer masuk
• Dapat melakukan seluruh fungsi lainnya
dalam RTGS terminal
N/A
Ditangguhkan
(suspend)
• Dapat menerima transfer masuk
• Dapat melakukan seluruh fungsi lainnya
dalam RTGS terminal
• Tidak dapat mengirim transfer keluar
• Rekening bersaldo negative
sampai dengan cut off time
• Permintaan tertulis dari instansi
dlm melakukan pengawasan
terhadap peserta
Dibekukan
(Freeze)
• Tdk dpt mengirim transfer keluar
• Tdk dpt menerima transfer masuk
• Dpt melakukan fasilitas inquiry
• Permintaan tertulis dari pihak
yg berwenang dalam melakukan
pengawasan terhadap peserta
Ditutup (Close) • Seluruh transaksi yg ditujukan kpd
peserta akan ditolak oleh RCC
• Transaksi dlm sistem antrean akan batal
secara otomatis
• Permintaan tertulis dr pihak yg
berwenang dlm melakukan
pengawasan thd peserta
• Keputusan merger, akuisisi,
konsolidasi atau pencabutan
izin usaha bank
06/11/2025 19
MEKANISME TRANSFER DANA BI-RTGS
1. Bank peserta pengirim menginput credit transfer ke dalam
terminal RTGS (RT) utk selanjutnya ditransmisikan ke RCC di
BI
2. RCC memproses credit transfer dengan mekasnisme sebagai
berikut
a. Mengecek kecukupan saldo apakah saldo apakah saldo
rekening giro bank peserta pengirim lbh besar dari atau
sama dgn nilai nominal credit transfer
b. Jika saldo rekening giro bank peserta pengirim mencukupi
akan dilakukan posting secara simultan pd rekening giro
bank peserta pengirim dan rekening giro bank peserta
penerima
c. Jika saldo rekening giro bank peserta pengirim tidak
mencukupi, credit transfer tersebut akan ditempatkan dlm
antrean sistem BI-RTGS
3. Informasi credit transfer yg telah diseleseikan akan
ditransmisikan secara otomatis oleh RCC ke RT bank peserta
pengirim dan RT bank peserta penerima
06/11/2025 20
WINDOW
TIME
Waktu transfer antar peserta utk kepentingan nasabah saat ini dibatasi
mulai pk.06.30 – 16.30WIB
No Money
No Game
Sistem BI-RTGS hanya memperbolehkan bank peserta utk mengkredit
rekening bank peserta BI-RTGS lainnya. Dengan demikian, bank
peserta BI-RTGS tdk diperkenankan utk mendebet rekening bank
peserta BI-RTGS.
06/11/2025 21
CAPPING
1. Digunakan untuk memperkecil risiko sistem pembayaran sebagai akibat
penggunaan net settlement dalam proses kliring
2. Kliring (capping kliring) digunakan sebagai jalan bagi Bank Indonesia dalam
menetapkan batas maksimum nominal transaksi yang diperbolehkan.
3. Pada prosesnya, kliring akan diturunkan secara bertahap sehingga
transaksi yang melewati kliring akan berkurang dan pada gilirannya risiko
akibat penggunaan net settlementi dapat diturunkan
06/11/2025 22
QUEQUE MANAGEMENT DAN GRIDLOCK
RESOLUTION
Queue dalam BI-RTGS merupakan kondisi dimana saldo rekening giro
bank peserta yang akan didebet lebih kecil dai nilai transaksi
pembayaran yang dikirimkan oleh peserta.
1. Antrean dalam sistem BI-RTGS berbasis pada priority level dan First
In First Out (FIFO)
2. Modul antrean dalam sistem BI-RTGS dilengkapi dengan fasilitas
Bypass FIFO yang bekerja secara otomatis jika antrean mencapai
jumlah tertentu dengan maksud untuk mengurangi jumlah antrean
3. Priority level dalam modul antrean di sistem BI-RTGS adalah sebagai
berikut :
a.Prioritas Pertama : Pembebanan hasil kliring
b.Prioritas Kedua :Transaksi peserta dengan BI/Pemerintah
c.Prioritas Ketigas : Credit transfer yang berasal dari peserta BI-
RTGS
d.Apabila BI-RTGS mendeteksi terjadinya gridlock maka fasilitas
gridlock resolution akan dijalankan secara otomatis maupun manual
berdasarkan kriteria kecukupan saldo atau menggunakan metode
First Available Fisrt Out (FAFO)
06/11/2025 23
FASILITAS LIKUIDITAS INTRAHARI (FLI) DAN FASILITAS
PENDANAAN JANGKA PENDEK (FPJP)
Ketentuan dalam fasilitas FLI BI-RTGS antara lain :
1. Untuk mendapatkan fasilitas FLI, bank peserta BI-RTGS harus
mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia
2. Bank harus memiliki kesehatan minimal cukup baik, yaitu bank yang
masih beroperasi
3. Bank Peserta harus menggadaikan SBI dan atau obligasi pemerintah
yang nilainya sekurang-kurangnya sebesar nilai FLI sebagai collateral
sehingga fasilitas FLI bersifat terjamin 100%
4. Penggunaan FLI dilakukan secara otomatis pada saat saldo rekening
giro tidak mencukupi untuk melakukan transaksi keluar sepanjang
kekurangan tersebut tidak melebihi nilai FLI (provided when needed)
5. Pada saat bank peserta menerima transfer masuk maka secara
otomatis transaksi masuk tersebut akan digunakan untuk mengurangi
saldo FLI yang digunakan
06/11/2025 24
6. FLI hanya dapat dipergunakan dari pukul 06.30 sampai dengan pukul
17.00 WIB sedangkan untuk pelunasan FLI dilakukan paling lambat
pukul 18.00WIB. Apabila peserta tidak mampu mengembalikan tepat
pada waktunya maka fasilitas FLI tersebut akan berubah menjadi
Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang (FPJP) overnight.
7. Pada saat T+1 sampai dengan pukul 16.00WIB, Bank Indonesia akan
menagih seluruh kewajiban peserta tersebut dengan menggunakan
transaksi “Super Priority” yang akan didahulukan settlement-nya
dibandingkan transaksi-transaksi lainnya.
8. Dalam hal saldo giro tidak mencukupi untuk pelunasan FPJP sampai
dengan pukul 17.00 WIB dan peserta yang bersangkutan tidak
mengajukan FPJP baru sampai dengan pukul 18.15WIB, maka
pelunasan dilakukan dengan mengeksekusi agunan.
06/11/2025 25
InformationTechnology Security dan
Disaster Recovery Plan (DRP)
• Sistem BI-RTGS merupakan sistem yang sangat sarat dengan teknologi
informasi (TI).
• Penggunaan hardware, software serta sarana telekomunikasi data yang canggih
sangat diperlukan untuk memastikan seluruh sistem BI-RTGS berjalan sangat
aman, disamping berbagai security layer telah diaplikasikannya.
• Bank Indonesia sebagai host sistem BI-RTGS telah menyiapkan Disaster Recover
Plan (DRP) dan Disaster Recovery Centre (DRC) untuk meyakinkan bahwa
sistem pembayaran di Indonesia telah didukung oleh infrastruktur yang andal.
06/11/2025 26

BAB 4 SKNBI dan Sistem BI-RTGS di Indonesia.pptx

  • 1.
    BUKU PINTAR PERBANKAN BAB 4.SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) DAN SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS) Penyaji: 1314105003 ANISA BETA C.R. 1314105046 FIQIH NUR AMINAH
  • 2.
    06/11/2025 2 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring local baik dilaksanakan oleh BI maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI. Transaksi yg dapat dilakukan melalui sistem kliring antara lain transfer debet dan kredit yg disertai dengan pertukaran fisik warkat baik warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet, dll) maupun warkat kredit. Untuk transaksi kredit diatas 100juta dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS)
  • 3.
    06/11/2025 3 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) 4 Jenis Sistem Pelaksanaan Kegiatan Kliring Sistem Kliring Elektronik (SKEJ) Sistem Kliring Otomasi Sistem Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL) Sistem Manual (Penyelenggara Non BI)
  • 4.
    06/11/2025 4 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Bagi Bank Indonesia Bagi BankTujuan dan Manfaat  Efisiensi Waktu dan Biaya  Jangkauan transfer antarbank melalui kliring menjadi lebih luas  Memenuhi prinip-prinsip manajemen resiko dalam penyelenggaraan kliring yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yg dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS)  Efisiensi biaya operasional bank : biaya cetak dan proses administrasi warkat kredit  Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah Manfaat dari Penerapan SKNBI
  • 5.
    06/11/2025 5 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Kliring Pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar peserta kliring baik atas nama bank peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diseleseikan pada waktu tertentu SKNBI Sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional
  • 6.
    06/11/2025 6 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Penyelenggara Kliring Nasional (PKN) Unit kerja di kantor pusat BI yg bertugas mengelola dan menyelenggarakan SKNBI secara nasional Penyelenggara Kliring Lokal (PKL) Unit kerja di BI dan bank yg memperoleh persetujuan BI utk mengelola dan menyelenggarakan SKNBI di suatu wilayaj kliring tertentu Penyelenggara SKNBI
  • 7.
    06/11/2025 7 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Penyelenggara SKNBI Terdiri dari 2 Subsistem Kliring Debet • Meliputi kegiatan kliring penyerahaan dan pengembalian, digunakan utk transfer debet antar bank yg disertai penyampaian fisik warkat debet • Penyelenggaraan kliring debet dilakukan secara local di setiap wilayah kliring oleh PKL • PKL akan melakukan perhitungan kliring deber berdasarkan DKE debet yg dikirim oleh bank peserta • Hasil perhitungan kliring debet secara local tersebut selanjutnya dikirim ke Sistem Sentral Kliring (SSK) untuk diperhitungkan secara nasional oleh PKN
  • 8.
    06/11/2025 8 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Penyelenggara SKNBI Terdiri dari 2 Subsistem Kliring Kredit • Digunakan utk transfer kredit antarbank tanpa disertai penyampaian fisik warkat (paperless) • Penyelenggaraan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh PKN • Perhitungan kliring kredit dilakukan oleh PKN atas dasar DKE kredit yang dikirim bank peserta
  • 9.
    06/11/2025 9 SISTEM KLIRINGNASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI) Batasan Nominal dalam SKNBI adalah sebagai berikut Transfer kredit antarbank maksimum 100juta Nominal warkat debet tidak dibatasi kecuali berupa nota debet maksimum 10juta
  • 10.
    06/11/2025 10 SISTEM BANKINDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS)  Penerapan BI-RTGS di Indonesia dimulai sejak 17 November 2000 dengan nama Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement  Transaksi pembayaran bernilai besar (High Value Payment System- HVPS) yg memiliki potensi terjadinya resiko sistemik sebelum adanya sistem BI-RTGS menempati bagian mayoritas dari seluruh transaksi pembayaran
  • 11.
    06/11/2025 11 SISTEM BANKINDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS) Penerapan RTGS di berbagai negara didasari beberapa alasan pokok sebagai berikut : 1. Munculnya kesadaran baru kepada berbagai bank sentral utk dpt me- manage berbagai resiko Large Value Transfer System (LVTS). Sistem RTGS dianggap mampu mengurangi resiko sistemik. 2. Sistem RTGS dapat mengurangi timbulnya float sehingga dapat mendukung efektifitas pengawasan perbankan 3. Sistem RTGS memungkinkan dilakukannya integrasi dengan berbagai aplikasi sistem pembayaran seperti pasar uang dan pasar modal, Delivery versus Payment (DVP)
  • 12.
    06/11/2025 12 SISTEM BANKINDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS) Pengertian BI-RTGS Sistem BI-RTGS adalah proses penyeleseian akhir transaksi pembayaran yang dilakukan per transaksi danbersifat real time (electronically processed), dimana rekening peserta dapat didebet/dikredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah pembayaran dan penerimaan pembayaran
  • 13.
    06/11/2025 13 SISTEM BANKINDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS) Tujuan BI-RTGS Menyediakan sarana transfer dana antarbank peserta yang lebih cepat, efisien, andal dan aman Kepastian settlement dapat diperoleh lebih cepat Menyediakan informasi rekening peserta secara real time dan menyeluruh Meningkatkan disiplin dan profesionalisme peserta dalam mengelola likuiditasnya Mengurangi resiko-resiko settlement
  • 14.
    06/11/2025 14 MEKANISME SETTELEMENT NETSETTLEMENT Proses penyelesaian akhir transaksi-transaksi pembayaran yang dilakukan pada akhir suatu periode dengan melakukan offseting antara kewajiban-kewajiban pembayaran dengan hak-hak penerimaan sehingga hanya ada satu net hak atau kewajiban yang akan di settle untuk masing-masing rekening bank
  • 15.
    06/11/2025 15 RESIKO-RESIKO SISTEMPEMBAYARAN RESIKO KREDIT 1 • Resiko dimana counterparty tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar secara penuh baik pada saat jatuh tempo maupun pada saat sesudahnya. RESIKO LIKUIDITAS 2 • Resiko dimana counterparty tidak mampu membayar secara keseluruhan pada saat jatuh tempo tetapi membayar sesudah jatuh tempo. SYSTEMIC RISK 3 • Resiko kegagalan salah satu bank peserta dalam memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo sehingga menyebabkan bank peserta lain juga mengalami kesulitan likuiditas yang pada gilirannya menjadi tidak mampu memenuhi kwajiban-kewajibannya.
  • 16.
    06/11/2025 16 BI-RTGS MEMINIMALKANSYSTEMIC RISK Penurunan secara signifikan intraday interbank exposure akan dapat mengurangi kemungkinan ketidakmampuan suatu peserta dalam menutup kerugian atau kekurangan likuiditas karena peserta lain tidak mampu memenuhi kewajibannya Sistem BI-RTGS akan dapat mencegah kemungkinan terjadinya unwiding payment yang dapat merupakan penyebab terjadinya systemic risk dalam settlement Karena peserta dapat melakukan settlement setiap saat selama window time maka waktu settlement tidak lagi terfokus pada suatu waktu tertentu. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi bank peserta untuk menyelesaikan kesulitan likuiditasnya dengan cara meminjam dari bank peserta lain atau menunggu transfer masuk dari bank peserta lain
  • 17.
    06/11/2025 17 KARAKTERISTIK SISTEMBI-RTGS V-SHAPED STRUCTURE PESERTA MENGIRIM PESERTA MENERIMA RCC 1. Full Payment Massage 3. Full Payment Massage 2. Settlement
  • 18.
    06/11/2025 18 KARAKTERISTIK SISTEMBI-RTGS PESERTA BI-RTGS STATUS AKTIVITAS PENYEBAB Aktif (Active) • Dapat mengirim transfer keluar • Dapat menerima transfer masuk • Dapat melakukan seluruh fungsi lainnya dalam RTGS terminal N/A Ditangguhkan (suspend) • Dapat menerima transfer masuk • Dapat melakukan seluruh fungsi lainnya dalam RTGS terminal • Tidak dapat mengirim transfer keluar • Rekening bersaldo negative sampai dengan cut off time • Permintaan tertulis dari instansi dlm melakukan pengawasan terhadap peserta Dibekukan (Freeze) • Tdk dpt mengirim transfer keluar • Tdk dpt menerima transfer masuk • Dpt melakukan fasilitas inquiry • Permintaan tertulis dari pihak yg berwenang dalam melakukan pengawasan terhadap peserta Ditutup (Close) • Seluruh transaksi yg ditujukan kpd peserta akan ditolak oleh RCC • Transaksi dlm sistem antrean akan batal secara otomatis • Permintaan tertulis dr pihak yg berwenang dlm melakukan pengawasan thd peserta • Keputusan merger, akuisisi, konsolidasi atau pencabutan izin usaha bank
  • 19.
    06/11/2025 19 MEKANISME TRANSFERDANA BI-RTGS 1. Bank peserta pengirim menginput credit transfer ke dalam terminal RTGS (RT) utk selanjutnya ditransmisikan ke RCC di BI 2. RCC memproses credit transfer dengan mekasnisme sebagai berikut a. Mengecek kecukupan saldo apakah saldo apakah saldo rekening giro bank peserta pengirim lbh besar dari atau sama dgn nilai nominal credit transfer b. Jika saldo rekening giro bank peserta pengirim mencukupi akan dilakukan posting secara simultan pd rekening giro bank peserta pengirim dan rekening giro bank peserta penerima c. Jika saldo rekening giro bank peserta pengirim tidak mencukupi, credit transfer tersebut akan ditempatkan dlm antrean sistem BI-RTGS 3. Informasi credit transfer yg telah diseleseikan akan ditransmisikan secara otomatis oleh RCC ke RT bank peserta pengirim dan RT bank peserta penerima
  • 20.
    06/11/2025 20 WINDOW TIME Waktu transferantar peserta utk kepentingan nasabah saat ini dibatasi mulai pk.06.30 – 16.30WIB No Money No Game Sistem BI-RTGS hanya memperbolehkan bank peserta utk mengkredit rekening bank peserta BI-RTGS lainnya. Dengan demikian, bank peserta BI-RTGS tdk diperkenankan utk mendebet rekening bank peserta BI-RTGS.
  • 21.
    06/11/2025 21 CAPPING 1. Digunakanuntuk memperkecil risiko sistem pembayaran sebagai akibat penggunaan net settlement dalam proses kliring 2. Kliring (capping kliring) digunakan sebagai jalan bagi Bank Indonesia dalam menetapkan batas maksimum nominal transaksi yang diperbolehkan. 3. Pada prosesnya, kliring akan diturunkan secara bertahap sehingga transaksi yang melewati kliring akan berkurang dan pada gilirannya risiko akibat penggunaan net settlementi dapat diturunkan
  • 22.
    06/11/2025 22 QUEQUE MANAGEMENTDAN GRIDLOCK RESOLUTION Queue dalam BI-RTGS merupakan kondisi dimana saldo rekening giro bank peserta yang akan didebet lebih kecil dai nilai transaksi pembayaran yang dikirimkan oleh peserta. 1. Antrean dalam sistem BI-RTGS berbasis pada priority level dan First In First Out (FIFO) 2. Modul antrean dalam sistem BI-RTGS dilengkapi dengan fasilitas Bypass FIFO yang bekerja secara otomatis jika antrean mencapai jumlah tertentu dengan maksud untuk mengurangi jumlah antrean 3. Priority level dalam modul antrean di sistem BI-RTGS adalah sebagai berikut : a.Prioritas Pertama : Pembebanan hasil kliring b.Prioritas Kedua :Transaksi peserta dengan BI/Pemerintah c.Prioritas Ketigas : Credit transfer yang berasal dari peserta BI- RTGS d.Apabila BI-RTGS mendeteksi terjadinya gridlock maka fasilitas gridlock resolution akan dijalankan secara otomatis maupun manual berdasarkan kriteria kecukupan saldo atau menggunakan metode First Available Fisrt Out (FAFO)
  • 23.
    06/11/2025 23 FASILITAS LIKUIDITASINTRAHARI (FLI) DAN FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK (FPJP) Ketentuan dalam fasilitas FLI BI-RTGS antara lain : 1. Untuk mendapatkan fasilitas FLI, bank peserta BI-RTGS harus mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia 2. Bank harus memiliki kesehatan minimal cukup baik, yaitu bank yang masih beroperasi 3. Bank Peserta harus menggadaikan SBI dan atau obligasi pemerintah yang nilainya sekurang-kurangnya sebesar nilai FLI sebagai collateral sehingga fasilitas FLI bersifat terjamin 100% 4. Penggunaan FLI dilakukan secara otomatis pada saat saldo rekening giro tidak mencukupi untuk melakukan transaksi keluar sepanjang kekurangan tersebut tidak melebihi nilai FLI (provided when needed) 5. Pada saat bank peserta menerima transfer masuk maka secara otomatis transaksi masuk tersebut akan digunakan untuk mengurangi saldo FLI yang digunakan
  • 24.
    06/11/2025 24 6. FLIhanya dapat dipergunakan dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 17.00 WIB sedangkan untuk pelunasan FLI dilakukan paling lambat pukul 18.00WIB. Apabila peserta tidak mampu mengembalikan tepat pada waktunya maka fasilitas FLI tersebut akan berubah menjadi Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang (FPJP) overnight. 7. Pada saat T+1 sampai dengan pukul 16.00WIB, Bank Indonesia akan menagih seluruh kewajiban peserta tersebut dengan menggunakan transaksi “Super Priority” yang akan didahulukan settlement-nya dibandingkan transaksi-transaksi lainnya. 8. Dalam hal saldo giro tidak mencukupi untuk pelunasan FPJP sampai dengan pukul 17.00 WIB dan peserta yang bersangkutan tidak mengajukan FPJP baru sampai dengan pukul 18.15WIB, maka pelunasan dilakukan dengan mengeksekusi agunan.
  • 25.
    06/11/2025 25 InformationTechnology Securitydan Disaster Recovery Plan (DRP) • Sistem BI-RTGS merupakan sistem yang sangat sarat dengan teknologi informasi (TI). • Penggunaan hardware, software serta sarana telekomunikasi data yang canggih sangat diperlukan untuk memastikan seluruh sistem BI-RTGS berjalan sangat aman, disamping berbagai security layer telah diaplikasikannya. • Bank Indonesia sebagai host sistem BI-RTGS telah menyiapkan Disaster Recover Plan (DRP) dan Disaster Recovery Centre (DRC) untuk meyakinkan bahwa sistem pembayaran di Indonesia telah didukung oleh infrastruktur yang andal.
  • 26.