WORKSHOP TENAGA KEPENDIDIKAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PATI
ASESMEN PEMBELAJARAN
(Penilaian Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka)
Pengawas Sekolah jenjang SMP
Pati, 26-28 Oktober 2022
Fokus Utama Kegiatan
1. Memahami Paradigma Penilaian Kurikulum Merdeka
2. Memahami Asesmen Formatif, Sumatif, dan Diagnostik
3. Peran Disdikbud Kab. Pati dalam Asesmen Pembelajaran
SKENARIO KEGIATAN
1. Memahami Paradigma Penilaian Kurikulum Merdeka
Dasar Peraturan
1. UU No. 20/2003 Sistem Pendidikan Nasional
2. PP No. 4/2022 perubahan PP No.57/ 2021 Ttg SNP
3. Permendibud No. 5/ 2022 Tentang SKL
7. Kepmendikbudristek No. 17/2021 Tentang Assesmen Nasional
8. SE Sesjen Kemdikbud No. 23 Tahun 2021 Tentang Pemanfaatan Akun Pembelajaran Bagi Peserta Didik, PTK
9.Surat Edaran Dirjen GTK No. 0510/B/BS.01.01/2022 Tentang Aktivsi Akun Pembelajaran Sebagai Akses Masuk Platform Merdeka Mengajar Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
4. Kepmendikbudristek No. 56/M/2022 Ttg Penerapan Kur Merdeka
5. Permendikbud No. 16/ 2022 Tentang Standar Proses
6. Permendikbud No. 21/ 2022 Tentang Standar Penilaian
Tujuan Pendidikan Nasional
“Mencerdaskan kehidupan bangsa” (Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4), adalah cita-cita
bangsa Indonesia untuk mendidik dan menyamaratakan pendidikan ke seluruh penjuru
Indonesia agar tercapai kehidupan berbangsa yang cerdas .
“Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.”(UU No.
20/2003 psl 1 ayat 2)
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (UU No.
20/2003 psl 3)
(PP) No. 4/2022 Perubahan dari PP No. 57/2021 &(PP No.13/2015)
Tentang Standar Nasional Pendidikan
menyatakan bahwa Standar Kompetensi Lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang
Pendidikan dasar (SD-SMP) difokuskan pada:
Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
Menanamankan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila;
dan
Menumbuhkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik untuk
mengikuti Pendidikan lebih lanjut.
Permendikbudristek No. 5/2022 Tentang
Standar Kompetensi Lulusan

SKL adalah kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dari hasil
pembelajaran pada akhir Jenjang Pendidikan. (Bab I pasal 1)

SKL sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan. (Bab II pasal 3)

SKL Jenjang Dikdas berfokus :
a.
Mempersiapkan siswa untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak
mulia;
b.
Berkarakter Pancasila; dan
c.
Berkompetensi literasi dan numerasi untuk bekal pendidikan selanjutnya.(Bab IV pasal 5 ayat 2)
STRUKTUR KURIKULUM SMP
Keputusan Mendikbudristek No.56/M/2022
Terdiri atas 1(satu) fase yaitu fase D (jenjang SMP).
Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua),yaitu :
a. Pembelajaran Intrakurikuler
b. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai kokurikuler
*) dialokasikan sekitar 25% dari total JP /th
*) dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan
PERMENDIKBUD No. 16 / 2022 Tentang Standar Proses
Standar Proses adalah kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan
jenis Pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. (Bab I, pasal 1)
Standar Proses meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian Proses Pembelajaran
(bab I pasal 2 ayat 2)
Strategi pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman yang berkualitas
dengan cara: memberi kesempatan siswa pada problem/kontek nyata, mendorong interaksi
dan partisipasi aktif peserta didik, mengoptimalkan penggunaan Sumber Daya di lingkungan
sekolah dan masyarakat, menggunakan perangkat TIK(Bab 2 pasal 7 ayat 2)
Cara menilai tujuan belajar dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan beragam
Teknik dan/ instrumen penilaian sesuai dengan tujuan belajar serta mengacu pada standar
penilaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Bab 2 pasal 8 ayat 1&2)
PERMENDIKBUD NO 21/ 2022 TENTANG STANDAR PENILAIAN
1.
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar peserta didik. (ps 1: ayat 1)
2.
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar
peserta didik.(ps 1: ayat 2)
3.
Prosedur Penilaian hasil belajar Peserta Didik meliputi:
a. perumusan tujuan Penilaian;
b. pemilihan dan/atau pengembangan instrumen Penilaian;
c. pelaksanaan Penilaian;
d. pengolahan hasil Penilaian; dan
e. pelaporan hasil Penilaian. (pasal 3: ayat 1)
4. Bentuk Laporan Penilaian terdiri: Laporan Kemajuan belajar dan laporan hasil belajar / berupa Rapor atau bentuk lainnya) (pasal 8)
5. Bentuk Penilaian terdiri atas: Penilaian Formatif dan Sumatif (pasal 9)
Penilaian Formatif berfungsi untuk mengetahui kesulitan belajar dan perkembangan belajar siswa.
Penilaian Sumatif untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan.
PERMENDIKBUD NO 21/ 2022 TENTANG STANDAR PENILAIAN
6. Penentuan kenaikan kelas mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang
mencerminkan pencapaian Peserta Didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler
serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran. (pasal 10)
7. Penentuan kelulusan dari Satuan Pendidikan mempertimbangkan laporan kemajuan
belajar yang mencerminkan pencapaian Peserta Didik pada semua mata pelajaran dan
ekstrakurikuler serta prestasi lain pada:
a. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat; dan
b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama atau bentuk lain yang sederajat
dan sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat. (pasal 10)
(Pasal 11)
Satuan Pendidikan menetapkan mekanisme penentuan kenaikan kelas dan kelulusan dari
Satuan Pendidikan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh kepala unit utama yang
membidangi kurikulum dan asesmen.
Pasal 12
Pedoman penyusunan prosedur dan bentuk Penilaian hasil belajar Peserta Didik ditetapkan
oleh kepala unit utama yang membidangi kurikulum dan asesmen. (Kepmendikbudristek
no.56/M/2022 Direktorat, pusat perbukuan, ult, pusdatin kemendikbud dll)
ARAHAN UU SISDIKNAS NO. 20/ 2003
Pasal 58 ayat 1 “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk
memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara
berkesinambungan”.
Pasal 58 ayat 2 “Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan
dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik
untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan”
Evaluasi siswa
(Formatif dan Sumatif)
Evaluasi sistem
Tujuan utama Mendorong, memantau kemajuan,
dan
menilai hasil belajar siswa
Menilai pencapaian standar
pendidikan
pada level nasional (Asesmen Nas)
Pelaksana Guru Lembaga mandiri
Prinsip pelaksanaan
Berkesinambungan (sebagai bagian dari
proses belajar-mengajar)
Berkala, menyeluruh, transparan, dan
Sistemik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang
mengukur kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada pilihan yang paling benar, yang ada pilihan yang
paling sesuai kesiapan satuan pendidikan. Semakin sesuai maka semakin efektif implementasi Kurikulum Merdeka.
Pilihan 3: Mandiri Berbagi
Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar
di satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.
Pilihan 2: Mandiri Berubah
Menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan
pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.
Pilihan 1: Mandiri Belajar
Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum
satuan pendidikan yang sedang diterapkan.
Tiga Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri
16
UNTUK KURIKULUM MERDEKA
OPSI PILIHAN 2 MANDIRI BERUBAH
ASESMEN INTRAKURIKULER DAN KOKURIKULER
 Kokurikuler
P5 (PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA )
(K13 NILAI SIKAP DAN KETERAMPILAN)
HASIL AKHIR BERUPA LAPORAN PROJEK DAN
GELAR KARYA
BENTUK INSTRUMEN NON TES
Predikat nilai
A=sangat berkembang (SB),
B=berkembang sesuai harapan (SBH)
C=mulai berkembang (MB)
D=belum berkembang (BB)
 Intrakurikuler
11 MATA PELAJARAN
(K13 Nilai Pengetahuan)
BENTUK INSTRUMEN TES
Interval nilai 0-100
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 IPA
6 IPS
7 Bahasa Inggris
8
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
9 Informatika
10
Seni Budaya ** : musik, rupa,
teater, tari
11 Muatan Lokal ***: Bahasa Jawa
PERMENDIKBUDRISTEK NO.21 TAHUN 2022
Perencanaan & pelaksanaan
asesmen formatif dan sumatif
memperhatikan :
1)Penerapan Pola pikir bertumbuh
(growth mindset)
2)Terpadu (mencakup sikap,
pengetahuan, keterampilan yang
saling terkait)
3)Keleluasaan dalam menentukan
waktu asesmen
4)Keleluasaan dalam menentukan
jenis asesmen (as/for/of learning)
5) Keleluasaan dalam menggunakan tehnik
(observasi/ perfoma/ tes tertulis/lisan) dan
instrumen asesmen (rubrik/ ceklis/catatan
anekdot/grafik)
6) Keleluasaan dalam menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
7) Keleluasaan dalam mengolah Hasil Asesmen
(hasil formatif dan sumatif)
8) Keleluasaan dalam menentukan Kriteria
Kenaikan Kelas
Pemahaman yang perlu dimiliki pendidik untuk melaksanakan
asesmen dengan efektif
PENENTUAN KRITERIA KENAIKAN KELAS,
DENGAN MEMPERTIMBANGKAN :
1. Laporan Kemajuan Belajar
2. Laporan Pencapaian Projek Profil Pelajar Pancasila
3. Portofolio peserta didik
4. Ekstrakurikuler / prestasi/ penghargaan peserta
didik
5. Tingkat kehadiran
PRINSIP
ASESMEN
KERANGKA PENGEMBANGAN
PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA
Pembelajaran merupakan satu siklus
yang berawal dari pemetaan (standar
kompetensi/capaian pembelajaran),
perencanaan proses pembelajaran
(Silabus/ Alur Tujuan Pembelajaran-
Modul Ajar(RPP)), dan pelaksanaan
asesmen/ penilaian untuk
memperbaiki pembelajaran
sehingga peserta didik dapat
mencapai kompetensi yang
diharapkan.
2. Memahami Asesmen Formatif, Sumatif, dan Diagnotik
PENILAIAN FORMATIF, SUMATIF DAN
DIAGNOSTIK
• “Assessment sebagai proses sistematik pengumpulan, penganalisaan,
dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa
mencapai tujuan “. (Gronlund (1984) dalam Asep Jihad dan Abdul Haris)
• Asesmen pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan informasi
dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk landasan
pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut
kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun
kebijakan-kebijakan sekolah. Terdiri atas….
Untuk mengidentifikasi karakter
belajar dan kemampuan/
kompetensi awal siswa sebagai
bekal awal ikut pembelajaran
(sebagai titik awal perjalanan
belajar--setiap siswa kondisinya
beragam)
Penilaian untuk & sebagai proses pembelajaran
(Assesmen for & as Learning)
Penilaian pada akhir proses pembelajaran
(Assesmen of Learning)
Kondisi saat ini
Fungsi Asesmen Formatif dan Sumatif
Harapan dengan
Kurikulum Merdeka
Assessment
of Learning
Assessment
for Learning
Assessment
as Learning
Assessment
of Learning
Assessment
for Learning
Assessment
as Learning
Assessment of learning paling dominan
dilakukan oleh Guru
Mengutamakan assessment as learning
dan assessment for learning
asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as
Learning), asesmen untuk proses pembelajaran
(assessment for Learning), dan asesmen pada akhir proses
pembelajaran (assessment of learning).
Fungsi Asesmen Formatif dan Sumatif
Proporsi fungsi assessment as, for, dan of
learning.
Pada Kurikulum Merdeka guru
diharapkan memberikan proporsi
lebih banyak pada pelaksanaan
asesmen formatif daripada
menitikberatkan orientasi pada
asesmen sumatif.
Harapannya, akan mendukung
proses penanaman kesadaran
kepada siswa bahwa proses lebih
penting daripada sebatas hasil
akhir.
Asesmen
Formatif
Asesmen
Sumatif
Penting!
PENEKANAN PADA ASESMEN FORMATIF
Mengapa Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif penting?
Mengubah paradigma belajar
yang semula menitik beratkan pada
nilai akhir menjadi belajar yang
menitik beratkan pada proses.
Jika ketergantungan pada asesmen
sumatif masih terjadi dengan
umpan balik yang sedikit, maka
dapat menghambat proses siswa
untuk memperoleh capaian belajar
yang maksimal.
Asesmen
Formatif
Asesmen Sumatif
Proporsi fungsi assessment as, for, dan of
learning.
Ladder of Feedback
Penjelasan
lengkap lihat
“panduan
pembelajaran
dan asesmen”
CONTOH TAHAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK
REFERENSI

Panduan Pembelajaran dan Asesmen
(pdf)

https://s.id/kurikulum-merdeka

contoh
Rapor intrakurikuler
Rapor P5
CONTOH DAFTAR NILAI INTRAKULRIKULER
CONTOH DAFTAR NILAI INTRAKULRIKULER
CONTOH RAPOR INTRAKULRIKULER
3. Peran Disdikbud Kab. Pati dalam Asesmen Pembelajaran
Helpdesk Daerah
Untuk berkonsultasi dengan cepat, satuan pendidikan dan pendidik dapat menghubungi tim helpdesk di
tingkat daerah
Pemerintah Pusat memberikan dukungan dan dampingan untuk helpdesk daerah
Unsur Tim Helpdesk : UPT Kemdikbudristek , Disdikbud Kab. Pati, Koordinator Pengawas
Memfasilitasi Komunitas Praktisi
Disdikbud Kab. Pati mendorong dan memfasilitasi proses belajar para pendidik dan tenaga
kependidikan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka melalui dukungan terhadap beragam komunitas
praktisi, misalnya MKKS, MGMP, PKG (Pusat Kegiatan Gugus), serta komunitas bagi guru untuk belajar
Memfasilitasi kolaborasi satuan pendidikan dan masyarakat
Disdikbud Kab. Pati menjadi hub atau penghubung antara satuan pendidikan dan masyarakat
(perguruan tinggi, organisasi non-profit, komunitas pendidikan, dsb.) yang dapat mendukung satuan
pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka
TERIMA
KASIH
Asesmen Pembelajaran
Kurikulum Merdeka

Asesmen Penilaian Implementasi Kurikulum Merdeka.ppt

  • 1.
    WORKSHOP TENAGA KEPENDIDIKAN DINASPENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PATI ASESMEN PEMBELAJARAN (Penilaian Pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka) Pengawas Sekolah jenjang SMP Pati, 26-28 Oktober 2022
  • 2.
    Fokus Utama Kegiatan 1.Memahami Paradigma Penilaian Kurikulum Merdeka 2. Memahami Asesmen Formatif, Sumatif, dan Diagnostik 3. Peran Disdikbud Kab. Pati dalam Asesmen Pembelajaran
  • 3.
  • 4.
    1. Memahami ParadigmaPenilaian Kurikulum Merdeka
  • 5.
    Dasar Peraturan 1. UUNo. 20/2003 Sistem Pendidikan Nasional 2. PP No. 4/2022 perubahan PP No.57/ 2021 Ttg SNP 3. Permendibud No. 5/ 2022 Tentang SKL 7. Kepmendikbudristek No. 17/2021 Tentang Assesmen Nasional 8. SE Sesjen Kemdikbud No. 23 Tahun 2021 Tentang Pemanfaatan Akun Pembelajaran Bagi Peserta Didik, PTK 9.Surat Edaran Dirjen GTK No. 0510/B/BS.01.01/2022 Tentang Aktivsi Akun Pembelajaran Sebagai Akses Masuk Platform Merdeka Mengajar Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan 4. Kepmendikbudristek No. 56/M/2022 Ttg Penerapan Kur Merdeka 5. Permendikbud No. 16/ 2022 Tentang Standar Proses 6. Permendikbud No. 21/ 2022 Tentang Standar Penilaian
  • 6.
    Tujuan Pendidikan Nasional “Mencerdaskankehidupan bangsa” (Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4), adalah cita-cita bangsa Indonesia untuk mendidik dan menyamaratakan pendidikan ke seluruh penjuru Indonesia agar tercapai kehidupan berbangsa yang cerdas . “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.”(UU No. 20/2003 psl 1 ayat 2) “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (UU No. 20/2003 psl 3)
  • 8.
    (PP) No. 4/2022Perubahan dari PP No. 57/2021 &(PP No.13/2015) Tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa Standar Kompetensi Lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar (SD-SMP) difokuskan pada: Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia; Menanamankan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan Menumbuhkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik untuk mengikuti Pendidikan lebih lanjut.
  • 9.
    Permendikbudristek No. 5/2022Tentang Standar Kompetensi Lulusan  SKL adalah kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dari hasil pembelajaran pada akhir Jenjang Pendidikan. (Bab I pasal 1)  SKL sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan. (Bab II pasal 3)  SKL Jenjang Dikdas berfokus : a. Mempersiapkan siswa untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia; b. Berkarakter Pancasila; dan c. Berkompetensi literasi dan numerasi untuk bekal pendidikan selanjutnya.(Bab IV pasal 5 ayat 2)
  • 10.
    STRUKTUR KURIKULUM SMP KeputusanMendikbudristek No.56/M/2022 Terdiri atas 1(satu) fase yaitu fase D (jenjang SMP). Struktur kurikulum SMP/MTs terbagi menjadi 2 (dua),yaitu : a. Pembelajaran Intrakurikuler b. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai kokurikuler *) dialokasikan sekitar 25% dari total JP /th *) dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan
  • 12.
    PERMENDIKBUD No. 16/ 2022 Tentang Standar Proses Standar Proses adalah kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. (Bab I, pasal 1) Standar Proses meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian Proses Pembelajaran (bab I pasal 2 ayat 2) Strategi pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman yang berkualitas dengan cara: memberi kesempatan siswa pada problem/kontek nyata, mendorong interaksi dan partisipasi aktif peserta didik, mengoptimalkan penggunaan Sumber Daya di lingkungan sekolah dan masyarakat, menggunakan perangkat TIK(Bab 2 pasal 7 ayat 2) Cara menilai tujuan belajar dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan beragam Teknik dan/ instrumen penilaian sesuai dengan tujuan belajar serta mengacu pada standar penilaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Bab 2 pasal 8 ayat 1&2)
  • 13.
    PERMENDIKBUD NO 21/2022 TENTANG STANDAR PENILAIAN 1. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar peserta didik. (ps 1: ayat 1) 2. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik.(ps 1: ayat 2) 3. Prosedur Penilaian hasil belajar Peserta Didik meliputi: a. perumusan tujuan Penilaian; b. pemilihan dan/atau pengembangan instrumen Penilaian; c. pelaksanaan Penilaian; d. pengolahan hasil Penilaian; dan e. pelaporan hasil Penilaian. (pasal 3: ayat 1) 4. Bentuk Laporan Penilaian terdiri: Laporan Kemajuan belajar dan laporan hasil belajar / berupa Rapor atau bentuk lainnya) (pasal 8) 5. Bentuk Penilaian terdiri atas: Penilaian Formatif dan Sumatif (pasal 9) Penilaian Formatif berfungsi untuk mengetahui kesulitan belajar dan perkembangan belajar siswa. Penilaian Sumatif untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan.
  • 14.
    PERMENDIKBUD NO 21/2022 TENTANG STANDAR PENILAIAN 6. Penentuan kenaikan kelas mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian Peserta Didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran. (pasal 10) 7. Penentuan kelulusan dari Satuan Pendidikan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian Peserta Didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain pada: a. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat; dan b. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama atau bentuk lain yang sederajat dan sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat. (pasal 10) (Pasal 11) Satuan Pendidikan menetapkan mekanisme penentuan kenaikan kelas dan kelulusan dari Satuan Pendidikan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh kepala unit utama yang membidangi kurikulum dan asesmen. Pasal 12 Pedoman penyusunan prosedur dan bentuk Penilaian hasil belajar Peserta Didik ditetapkan oleh kepala unit utama yang membidangi kurikulum dan asesmen. (Kepmendikbudristek no.56/M/2022 Direktorat, pusat perbukuan, ult, pusdatin kemendikbud dll)
  • 15.
    ARAHAN UU SISDIKNASNO. 20/ 2003 Pasal 58 ayat 1 “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan”. Pasal 58 ayat 2 “Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan” Evaluasi siswa (Formatif dan Sumatif) Evaluasi sistem Tujuan utama Mendorong, memantau kemajuan, dan menilai hasil belajar siswa Menilai pencapaian standar pendidikan pada level nasional (Asesmen Nas) Pelaksana Guru Lembaga mandiri Prinsip pelaksanaan Berkesinambungan (sebagai bagian dari proses belajar-mengajar) Berkala, menyeluruh, transparan, dan Sistemik
  • 16.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada pilihan yang paling benar, yang ada pilihan yang paling sesuai kesiapan satuan pendidikan. Semakin sesuai maka semakin efektif implementasi Kurikulum Merdeka. Pilihan 3: Mandiri Berbagi Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar di satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Pilihan 2: Mandiri Berubah Menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Pilihan 1: Mandiri Belajar Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan. Tiga Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri 16
  • 18.
    UNTUK KURIKULUM MERDEKA OPSIPILIHAN 2 MANDIRI BERUBAH ASESMEN INTRAKURIKULER DAN KOKURIKULER  Kokurikuler P5 (PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ) (K13 NILAI SIKAP DAN KETERAMPILAN) HASIL AKHIR BERUPA LAPORAN PROJEK DAN GELAR KARYA BENTUK INSTRUMEN NON TES Predikat nilai A=sangat berkembang (SB), B=berkembang sesuai harapan (SBH) C=mulai berkembang (MB) D=belum berkembang (BB)  Intrakurikuler 11 MATA PELAJARAN (K13 Nilai Pengetahuan) BENTUK INSTRUMEN TES Interval nilai 0-100 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Pancasila 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 IPA 6 IPS 7 Bahasa Inggris 8 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 9 Informatika 10 Seni Budaya ** : musik, rupa, teater, tari 11 Muatan Lokal ***: Bahasa Jawa
  • 20.
  • 22.
    Perencanaan & pelaksanaan asesmenformatif dan sumatif memperhatikan : 1)Penerapan Pola pikir bertumbuh (growth mindset) 2)Terpadu (mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan yang saling terkait) 3)Keleluasaan dalam menentukan waktu asesmen 4)Keleluasaan dalam menentukan jenis asesmen (as/for/of learning) 5) Keleluasaan dalam menggunakan tehnik (observasi/ perfoma/ tes tertulis/lisan) dan instrumen asesmen (rubrik/ ceklis/catatan anekdot/grafik) 6) Keleluasaan dalam menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 7) Keleluasaan dalam mengolah Hasil Asesmen (hasil formatif dan sumatif) 8) Keleluasaan dalam menentukan Kriteria Kenaikan Kelas Pemahaman yang perlu dimiliki pendidik untuk melaksanakan asesmen dengan efektif
  • 23.
    PENENTUAN KRITERIA KENAIKANKELAS, DENGAN MEMPERTIMBANGKAN : 1. Laporan Kemajuan Belajar 2. Laporan Pencapaian Projek Profil Pelajar Pancasila 3. Portofolio peserta didik 4. Ekstrakurikuler / prestasi/ penghargaan peserta didik 5. Tingkat kehadiran
  • 24.
  • 30.
    KERANGKA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PADAPEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA Pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan (standar kompetensi/capaian pembelajaran), perencanaan proses pembelajaran (Silabus/ Alur Tujuan Pembelajaran- Modul Ajar(RPP)), dan pelaksanaan asesmen/ penilaian untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.
  • 31.
    2. Memahami AsesmenFormatif, Sumatif, dan Diagnotik
  • 32.
    PENILAIAN FORMATIF, SUMATIFDAN DIAGNOSTIK • “Assessment sebagai proses sistematik pengumpulan, penganalisaan, dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa mencapai tujuan “. (Gronlund (1984) dalam Asep Jihad dan Abdul Haris) • Asesmen pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk landasan pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Terdiri atas….
  • 33.
    Untuk mengidentifikasi karakter belajardan kemampuan/ kompetensi awal siswa sebagai bekal awal ikut pembelajaran (sebagai titik awal perjalanan belajar--setiap siswa kondisinya beragam) Penilaian untuk & sebagai proses pembelajaran (Assesmen for & as Learning) Penilaian pada akhir proses pembelajaran (Assesmen of Learning)
  • 34.
    Kondisi saat ini FungsiAsesmen Formatif dan Sumatif Harapan dengan Kurikulum Merdeka Assessment of Learning Assessment for Learning Assessment as Learning Assessment of Learning Assessment for Learning Assessment as Learning Assessment of learning paling dominan dilakukan oleh Guru Mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning
  • 35.
    asesmen sebagai prosespembelajaran (assessment as Learning), asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for Learning), dan asesmen pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).
  • 36.
    Fungsi Asesmen Formatifdan Sumatif Proporsi fungsi assessment as, for, dan of learning. Pada Kurikulum Merdeka guru diharapkan memberikan proporsi lebih banyak pada pelaksanaan asesmen formatif daripada menitikberatkan orientasi pada asesmen sumatif. Harapannya, akan mendukung proses penanaman kesadaran kepada siswa bahwa proses lebih penting daripada sebatas hasil akhir. Asesmen Formatif Asesmen Sumatif Penting!
  • 37.
    PENEKANAN PADA ASESMENFORMATIF Mengapa Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif penting? Mengubah paradigma belajar yang semula menitik beratkan pada nilai akhir menjadi belajar yang menitik beratkan pada proses. Jika ketergantungan pada asesmen sumatif masih terjadi dengan umpan balik yang sedikit, maka dapat menghambat proses siswa untuk memperoleh capaian belajar yang maksimal. Asesmen Formatif Asesmen Sumatif Proporsi fungsi assessment as, for, dan of learning.
  • 40.
  • 44.
  • 48.
  • 50.
    REFERENSI  Panduan Pembelajaran danAsesmen (pdf)  https://s.id/kurikulum-merdeka  contoh Rapor intrakurikuler Rapor P5
  • 51.
    CONTOH DAFTAR NILAIINTRAKULRIKULER
  • 52.
    CONTOH DAFTAR NILAIINTRAKULRIKULER
  • 53.
  • 57.
    3. Peran DisdikbudKab. Pati dalam Asesmen Pembelajaran
  • 58.
    Helpdesk Daerah Untuk berkonsultasidengan cepat, satuan pendidikan dan pendidik dapat menghubungi tim helpdesk di tingkat daerah Pemerintah Pusat memberikan dukungan dan dampingan untuk helpdesk daerah Unsur Tim Helpdesk : UPT Kemdikbudristek , Disdikbud Kab. Pati, Koordinator Pengawas Memfasilitasi Komunitas Praktisi Disdikbud Kab. Pati mendorong dan memfasilitasi proses belajar para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka melalui dukungan terhadap beragam komunitas praktisi, misalnya MKKS, MGMP, PKG (Pusat Kegiatan Gugus), serta komunitas bagi guru untuk belajar Memfasilitasi kolaborasi satuan pendidikan dan masyarakat Disdikbud Kab. Pati menjadi hub atau penghubung antara satuan pendidikan dan masyarakat (perguruan tinggi, organisasi non-profit, komunitas pendidikan, dsb.) yang dapat mendukung satuan pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka
  • 59.