BARCELONA
POBLENOU,
KELOMPOK 1
APPLICATION OF TOD
PRINCIPLES
20-055 FAHRI ZAHRAN
20-063 BAGA REZKY ALBERT MANIK
20-065 BUDI TRI SUMATRI
20-087 HAFIZH RAJATISARRA
20-000 BRIAN BATARA
ANGGOTA
POBLENOU,
BARCELONA
Barcelona adalah kota yang padat dan
kompak, dengan segala manfaat yang
dimilikinya sehubungan dengan
kebutuhan perjalanan dan efisiensi
dalam penggunaan sumber daya alam.
Tentu saja, pada saat yang sama, kita
perlu menyadari beberapa kelemahan
yang harus segera diperbaiki: tingkat
polusi udara; kebisingan lalu lintas;
tingkat kecelakaan di jalan raya;
kurangnya tanaman hijau; kualitas ruang
untuk berinteraksi, dll.
Bentuk perkotaan Barcelona sangat dipengaruhi oleh Cerdà Plan, yang menempati bagian tengah
kota saat ini. Ildefons Cerdà membuat sketsa Barcelona, mengikuti konsep higienisme perintis abad
ke-19, berdasarkan jaringan jalan ortogonal yang berfungsi sebagai blok serba guna.
Grid yang tampaknya isotropik ini cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan grid yang sudah ada
sebelumnya dan cukup terbuka untuk memungkinkan berbagai penafsiran ulang, sesuai dengan
visi politik dan perubahan kebutuhan masyarakat, seperti yang ditunjukkan dari waktu ke waktu,
terbukti sukses dan menjadi tolok ukur internasional
Model Superblok merupakan suatu cara menata kota berdasarkan pembalikan distribusi ruang
publik antara kendaraan dan manusia, memberikan prioritas kepada warga negara, untuk
memperbaiki kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
TOD PRINCIPLES
WALK
01
CLYCLE CONNECT
TRANSIT MIX
02 03
04 05
DESINFY
06
COMPACT SHIFT
07 08
01.
WALK
Meningkatkan ruang lalu lintas yang tenang,
memberikan prioritas kepada pejalan kaki
Mempromosikan penggunaan baru di ruang
publik yang mendorong keterhubungan antar
elemen daya tarik utama
Meningkatkan variabel kelayakhunian (daya tarik
dan kenyamanan).
Beberapa jalan berfungsi untuk menyalurkan lalu
lintas kendaraan, jalan lainnya merupakan jalur
pejalan kaki dan hijau serta menghubungkan ruang
hijau, lingkungan sekitar, dan tempat-tempat
menarik, sementara jalan lainnya bebas untuk fungsi
publik, terkait dengan tempat tinggal dan kehidupan
bertetangga.
1.1. JALUR PEJALAN KAKI
Hal ini termasuk mendorong kemandirian
masyarakat, terutama anak-anak dan orang lanjut
usia, mengingat ketakutan yang disebabkan oleh lalu
lintas: membina hubungan antargenerasi melalui
ruang pertemuan dan rekreasi publik yang sesuai;
meningkatkan hubungan afektif masyarakat dengan
lingkungannya; meningkatkan keselamatan publik
dengan menghadirkan vitalitas yang lebih besar ke
jalan-jalan dan sebagainya.
1.2. PENYEBRANGAN JALAN
Terdapat hub yang penting karena kesinambungan,
fungsionalitas, hierarki spasial (bagian), kapasitas
untuk menghubungkan tempat atau bangunan atau
sejarah pribadinya yang menentukan sistem
perkotaan yang mencakup dan menghubungkan
tempat dan aktivitas.
Hal ini membuka kemungkinan ruang publik
dimanfaatkan untuk keperluan lain: seperti anak-
anak dan remaja menggunakan hak mereka untuk
bermain game, berolahraga, terlibat dalam
pertukaran budaya atau keuangan, aksi ekspresif
dan protes, dengan jalanan menjadi ruang
pertemuan antara beberapa generasi. dari orang-
orang dan kelompok.
1.3. MUKA BLOK YANG AKTIF
Akses gedung bagi pejalan kaki dapat dijangkau dengan mudah dan nyaman. Muka blok yang fleksibel dengan
berbagai kegiatan menambah titik keramaian pada kawasan.
1.4. MUKA BLOK YANG PERMEABEL
Memperbaiki kondisi tanaman di jalanan, untuk
menciptakan habitat mikro yang
menguntungkan bagi burung dan spesies
lainnya
Menjamin keberadaan seluruh strata tanaman
(pohon, perdu, tanaman merambat, dan
tanaman merambat)
Membuat tanah permeabel untuk memastikan
air tersedia bagi tanaman di ruang publik
Mempromosikan ruang pengelolaan komunitas
hijau baru dan partisipasi masyarakat dalam
pemeliharaan penghijauan
Model Superblok mengatasi tantangan lingkungan
ini, berdasarkan pada mobilitas dan struktur layanan
perkotaan baru, serta pertumbuhan signifikan
dalam jumlah ruang hijau di kota.
1.5 PENEDUH & TEMPAT BERTEDUH
Jalur Pejalan Kaki = 3
Penyebrangan Jalan = 3
Muka Blok Yang Aktif (Secara Visual) = 6
Muka Blok Yang Permeabel = 2
Peneduh & Tempat Berteduh = 1
SCORE
02.
CYCLE
Memfasilitasi peralihan ke sarana transportasi
yang lebih efisien
Mengurangi penggunaan kendaraan,
memperkenalkan teknologi manajemen
mobilitas baru
Mempromosikan energi alternatif pada
kendaraan
Model mobilitas berkelanjutan adalah model yang
sehat dan rendah karbon yang mengutamakan
kualitas kehidupan perkotaan dan kesejahteraan
kolektif, serta penciptaan ruang kota yang nyaman
dan mendorong hidup berdampingan antar warga.
2.1. JARINGAN INFRASTRUKTUR
BERSEPEDA
Kawasan dilayani oleh transportasi seperti bus dan
kereta bawah tanah. Tersedia tempat parkir dan
penyewaan sepeda di stasiun angkutan umum
massal yaitu Llacuna Metro Station.
2.2. PARKIR SEPEDA DI STASIUN
ANGKUTAN UMUM:
Peningkatan fungsi perjalanan yang dilakukan di
kota: berjalan kaki, jalur bersepeda; aksesibilitas
transportasi umum; distribusi barang dan tempat
parkir di perkotaan, yang secara implisit melibatkan
perbaikan lingkungan dan kualitas hidup.
Penerapan Model Superblok dibarengi dengan
pengurangan lalu lintas kendaraan pribadi di kota
sebesar 21%, sehingga mendukung perubahan
moda menuju sarana transportasi yang lebih
berkelanjutan.
2.3. PARKIR SEPEDA PADA BANGUNAN
Jaringan Infrastruktur Bersepeda = 2
Parkir Sepeda di Stasiun Angkutan Umum = 1
Parkir Sepeda pada Bangunan = 1
Akses Sepeda ke Dalam Gedung = 0
SCORE
03.
CONNECT
03.
CONNECT
POIN
Jalur pejalan kaki yang singkat
Kemudahan berjalan kaki dan
aksesibilitas dari stasiun transit
Jaringan jalan dengan banyak
persimpangan
Kecepatan kendaraan yang
cenderung lambat
Ramai oleh pejalan kaki
BARCELONA
POBLENOU,
BARCELONA
POBLENOU,
Blok-blok kecil yang
terkoneksi dengan baik di
pusat kota, dengan,
Menyediakan rute langsung
dan bervariasi serta
lingkungan yang lebih
mempromosikan berjalan
kaki dan bersepeda.
Rute berjalan kaki dan
bersepeda
Penyediaan jaringan pejalan kaki yang
menyeluruh akan memberikan jaringan
yang padat akan rute pejalan kaki dan
bersepeda,
Menawarkan berbagai pilihan untuk
menuju ke tempat tujuan, dan
Memberikan akses ke sejumlah interaksi
sosial/ ekonomi yang terdapat di
sepanjang jalan.
BARCELONA
POBLENOU,
Kualitas Konektivitas
SUPERBLOCKS TO THE RESCUE
Kepadatan persimpangan jalur pejalan kaki, yang sangat bergantung
pada ukuran blok
Rute berjalan kaki dan bersepeda lebih pendek daripada rute
kendaraan bermotor
BARCELONA
POBLENOU,
Blok-blok kecil = 10
Prioritas konektivitas = 5
SCORE
04.
TRANSIT
POIN
Angkutan umum menghubungkan
dan mengintegrasikan
Akses dan kedekatan dengan
layanan angkutan umum massal
Memungkinkan mobilitas perkotaan
yang sangat efisien
Memaksimalkan jumlah pengguna
yang dapat mengakses ke layanan
angkutan umum
BARCELONA
POBLENOU,
Alat yang membantu peluncuran Superblok pertama yang didirikan di Barcelona.
Dalam hal ini, diidentifikasi jalan-jalan yang harus menyalurkan lalu lintas jalan
raya dan angkutan umum,
Perubahan yang dilakukan di beberapa ruas jalan lainnya,
perubahan arah lalu lintas dan penerapan hambatan fisik pada titik akses untuk
membebaskan mereka dari angkutan pribadi.
Rencana Mobilitas untuk Vila de Gràcia, pada tahun 2003
BARCELONA
POBLENOU,
BARCELONA
POBLENOU,
Lalu lintas dibatasi hingga kecepatan tertinggi 20 km/jam. Prioritas di dalam
superblok diberikan kepada pejalan kaki dan pengendara sepeda.
Kendaraan umum atau kendaraan pribadi tidak diperkenankan masuk ke dalam
superblok, dan
Kendaraan yang diperbolehkan masuk hanyalah kendaraan warga, mobil dinas
seperti pemulung sampah, dan kendaraan darurat seperti ambulans.
Ruang yang direklamasi di dalam superblok digunakan sebagai tempat parkir,
tempat pejalan kaki, dan taman.
PUBLIC
TRASPORTATION
BARCELONA
POBLENOU,
El Clot Arago
Aerobus
Subway sebagai tranportasi
umum masyarakat, dan
Lokasi subway berada di
pinggir suberblocks
Bus yang menjadi trasportasi
paling sering digunakan dan
palin banyak di jumpai di
area superblocks
Jarak Berjalan Kaki Menuju Angkutan Umum =
Prasyarat TOD Standard
SCORE
05.
MIX
5.1. TATA GUNA LAHAN YANG SALING
MELENGKAPI
fasilitas di area ini terbilang sangat lengkap hal ini
dikarnakan fungsi bangunan memiliki beragam
fungsi, seperti rumah sakit, hotel, galery,
perkantoran, area toko/komersial, kantor
pemerintahan kota, gedung apartemen, sekolah
umum, sekolah khusus, salon, kantor perusahaan
swasta, dan berbagai pasilitas umum yang dapat di
jangkau oleh pengguna di area tersebut
5.2. AKSES TERHADAP SUMBER
MAKANAN
akses dari tempat tinggal menuju sumber makanan
terdekat sangat dekat yaitu sekitar 160 meter dari
jalan/depan gedung sehingga memudahkan
penghuni untuk mencari makanan segar. terdapat
juga cafe/restoran di area ini yang mudah di
jangkau.
5.3. HUNIAN BERIMBANG
terdapat perumahan sosial yang mana
diupayakan oleh pemeirintah untuk
memungkinkan masyarakat berpenghasilan
rendah dapat tinggal di area ini.
Tata Guna Lahan Yang Saling Melengkapi = 10
Akses Terhadap Sumber Makanan = 1
Hunian berimbang = 2
SCORE
06.
DENSIFY
6.1. KEPADATAN TATA GUNA
LAHAN
terdapat area yang memang dikhususkan
untuk bangunan sehingga bangunan
berdempetan namun terdapat area area
yang memang di khususkan sebagai area
terbuka umum, hal yang kurang menurut
masyarajat di barcelona kurangnya ruang
hijau sehingga pemerintah berupaya
menanm pepohonan di dekat area parkir
kepadatan tata guna lahan = 7
SCORE
07.
COMPACT
Barcelona adalah kota padat dan kompak yang memberikan berbagai manfaat terkait perjalanan dan
efisiensi sumber daya alam. Kekompakan ini mendukung vitalitas perkotaan dengan jalanan yang
berfungsi sebagai tempat perjalanan, permainan anak-anak, pertemuan penduduk setempat, olahraga,
kegiatan budaya, dan protes. Jalanan tradisionalnya bukan hanya rute perjalanan, tetapi juga pusat
kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
Kota-kota kompak memiliki banyak keunggulan sosial dan lingkungan yang tidak dapat disangkal:
pendekatan lokal; penggunaan wilayah yang minimal; skala ekonomi dalam bidang jasa, angkutan umum
dan hubungan antar kegiatan; lebih sedikit limbah energi, dll. Namun kekompakan tersebut harus ada
batasnya dan kita perlu mengetahui titik optimal bagi kualitas hidup penduduk kota dan kualitas ruang
publik kota.
Model Superblok merupakan suatu cara menata kota berdasarkan pembalikan distribusi ruang publik
antara kendaraan dan manusia, memberikan prioritas kepada warga negara, untuk memperbaiki kondisi
lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
7.1. AREA PERKOTAAN:
MODEL SEBELUM MODEL SETELAH SUPERBLOK
Penerapan model superblok di Barcelona membawa dampak positif yang signifikan pada perkembangan
kota. model superblok meningkatkan mobilitas berbasis transportasi umum, mengurangi kemacetan,
dan memperbaiki kualitas lingkungan. Dengan perhatian pada ruang terbuka dan penggunaan lahan
yang efisien, superblok menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan berkelanjutan. Meskipun
demikian, perlu manajemen hati-hati untuk menangani tantangan seperti gentrifikasi dan memastikan
inklusi masyarakat dalam proses pembangunan.
7.2. PILIHAN BERANGKUTAN UMUM:
Selama bertahun-tahun, lalu lintas kendaraan bermotor telah
menjadi sumber utama polusi di kota, khususnya kontaminan
seperti nitrogen oksida dan partikulat, serta menjadi sumber utama
kebisingan.
kemudian diangkat Model mobilitas berkelanjutan yang adalah
model yang sehat dan rendah karbon yang mengutamakan kualitas
kehidupan perkotaan dan kesejahteraan kolektif, serta penciptaan
ruang kota yang nyaman dan mendorong hidup berdampingan
antar warga.
Oleh karena itu, tindakan utama yang akan dilakukan untuk
meningkatkan kualitas lingkungan Barcelona dan memenuhi tujuan
yang ditetapkan berdasarkan peraturan Eropa adalah:
-Memfasilitasi peralihan ke sarana transportasi yang lebih efisien.
-Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memperkenalkan
teknologi manajemen mobilitas baru dengan transfortasi umum.
- Mempromosikan energi alternatif pada kendaraan.
Area Perkotaan = 9
Pilihan Berangkutan Umum = 5
SCORE
08.
SHIFT
8.1 PARKIR
OFF-STREET:
Salah satu masalah utama yang
harus diatasi adalah banyaknya
jumlah kendaraan pribadi di jalanan
Barcelona. Meskipun hanya mewakili
25% dari perjalanan yang dilakukan
oleh penduduk Barcelona, mobil dan
moped, baik dalam lalu lintas atau
parkir, mengambil antara 50% dan
70% dari ruang di banyak jalan.
8.2. TINGKAT KEPADATAN
AKSES KENDARAAN BERMOTOR
(DRIVEWAY)
Menurut pemodelan Rueda,
pengurangan lalu lintas kendaraan
secara keseluruhan sebesar 13 persen
akan memungkinkan Barcelona untuk
menerapkan rencana superblok tanpa
peningkatan lalu lintas bersih saat
masih melewati jalan raya. Jika semua
jaringan mobilitas ini diterapkan
sepenuhnya, ia memperkirakan jaringan
tersebut dapat mengurangi lalu lintas
secara keseluruhan sebesar 21 persen,
yang berarti warga di sepanjang sisa
jalan akan menjadi lebih baik.
8.3. LUASAN DAERAH
MILIK JALAN UNTUK
KENDARAAN BERMOTOR
Perencanaan skala besar kota yang pertama
adalah Rencana Cerdà. Cerdà merencanakan
jaringan kontinu sepanjang 113,3 m kali 113,3 m
blok, dari Besòs hingga Montjuïc, dengan lebar
jalan berkisar antara 20 m, 30 m, dan 60 m. Dia
telah menyediakan elemen dalam grid yang
lebih besar dari satu blok, sehingga ruang hijau
di setiap blok dapat ditambahkan dan diperluas.
Parkir di pinggir jalan = 8
Tingkat kepadatan akses kendaraan bermotor = 1
luasan daerah milik jalan untuk ke daraan bermotor =8
SCORE
FINAL SCORE
WALK = 15/15
CYCLE = 4/5
CONNECT = 15/15
TRANSIT = Prasyarat TOD Standard
MIX = 13/15
DENSIFY = 7/15
COMPACT = 14/15
SHIFT = 17/20
81/100
THANK YOU

Application of tod principles ini poblenou

  • 1.
  • 2.
    20-055 FAHRI ZAHRAN 20-063BAGA REZKY ALBERT MANIK 20-065 BUDI TRI SUMATRI 20-087 HAFIZH RAJATISARRA 20-000 BRIAN BATARA ANGGOTA
  • 3.
    POBLENOU, BARCELONA Barcelona adalah kotayang padat dan kompak, dengan segala manfaat yang dimilikinya sehubungan dengan kebutuhan perjalanan dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam. Tentu saja, pada saat yang sama, kita perlu menyadari beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki: tingkat polusi udara; kebisingan lalu lintas; tingkat kecelakaan di jalan raya; kurangnya tanaman hijau; kualitas ruang untuk berinteraksi, dll.
  • 4.
    Bentuk perkotaan Barcelonasangat dipengaruhi oleh Cerdà Plan, yang menempati bagian tengah kota saat ini. Ildefons Cerdà membuat sketsa Barcelona, mengikuti konsep higienisme perintis abad ke-19, berdasarkan jaringan jalan ortogonal yang berfungsi sebagai blok serba guna. Grid yang tampaknya isotropik ini cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan grid yang sudah ada sebelumnya dan cukup terbuka untuk memungkinkan berbagai penafsiran ulang, sesuai dengan visi politik dan perubahan kebutuhan masyarakat, seperti yang ditunjukkan dari waktu ke waktu, terbukti sukses dan menjadi tolok ukur internasional Model Superblok merupakan suatu cara menata kota berdasarkan pembalikan distribusi ruang publik antara kendaraan dan manusia, memberikan prioritas kepada warga negara, untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
  • 6.
    TOD PRINCIPLES WALK 01 CLYCLE CONNECT TRANSITMIX 02 03 04 05 DESINFY 06 COMPACT SHIFT 07 08
  • 7.
  • 8.
    Meningkatkan ruang lalulintas yang tenang, memberikan prioritas kepada pejalan kaki Mempromosikan penggunaan baru di ruang publik yang mendorong keterhubungan antar elemen daya tarik utama Meningkatkan variabel kelayakhunian (daya tarik dan kenyamanan). Beberapa jalan berfungsi untuk menyalurkan lalu lintas kendaraan, jalan lainnya merupakan jalur pejalan kaki dan hijau serta menghubungkan ruang hijau, lingkungan sekitar, dan tempat-tempat menarik, sementara jalan lainnya bebas untuk fungsi publik, terkait dengan tempat tinggal dan kehidupan bertetangga. 1.1. JALUR PEJALAN KAKI
  • 9.
    Hal ini termasukmendorong kemandirian masyarakat, terutama anak-anak dan orang lanjut usia, mengingat ketakutan yang disebabkan oleh lalu lintas: membina hubungan antargenerasi melalui ruang pertemuan dan rekreasi publik yang sesuai; meningkatkan hubungan afektif masyarakat dengan lingkungannya; meningkatkan keselamatan publik dengan menghadirkan vitalitas yang lebih besar ke jalan-jalan dan sebagainya. 1.2. PENYEBRANGAN JALAN
  • 10.
    Terdapat hub yangpenting karena kesinambungan, fungsionalitas, hierarki spasial (bagian), kapasitas untuk menghubungkan tempat atau bangunan atau sejarah pribadinya yang menentukan sistem perkotaan yang mencakup dan menghubungkan tempat dan aktivitas. Hal ini membuka kemungkinan ruang publik dimanfaatkan untuk keperluan lain: seperti anak- anak dan remaja menggunakan hak mereka untuk bermain game, berolahraga, terlibat dalam pertukaran budaya atau keuangan, aksi ekspresif dan protes, dengan jalanan menjadi ruang pertemuan antara beberapa generasi. dari orang- orang dan kelompok. 1.3. MUKA BLOK YANG AKTIF
  • 11.
    Akses gedung bagipejalan kaki dapat dijangkau dengan mudah dan nyaman. Muka blok yang fleksibel dengan berbagai kegiatan menambah titik keramaian pada kawasan. 1.4. MUKA BLOK YANG PERMEABEL
  • 12.
    Memperbaiki kondisi tanamandi jalanan, untuk menciptakan habitat mikro yang menguntungkan bagi burung dan spesies lainnya Menjamin keberadaan seluruh strata tanaman (pohon, perdu, tanaman merambat, dan tanaman merambat) Membuat tanah permeabel untuk memastikan air tersedia bagi tanaman di ruang publik Mempromosikan ruang pengelolaan komunitas hijau baru dan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan penghijauan Model Superblok mengatasi tantangan lingkungan ini, berdasarkan pada mobilitas dan struktur layanan perkotaan baru, serta pertumbuhan signifikan dalam jumlah ruang hijau di kota. 1.5 PENEDUH & TEMPAT BERTEDUH
  • 13.
    Jalur Pejalan Kaki= 3 Penyebrangan Jalan = 3 Muka Blok Yang Aktif (Secara Visual) = 6 Muka Blok Yang Permeabel = 2 Peneduh & Tempat Berteduh = 1 SCORE
  • 14.
  • 15.
    Memfasilitasi peralihan kesarana transportasi yang lebih efisien Mengurangi penggunaan kendaraan, memperkenalkan teknologi manajemen mobilitas baru Mempromosikan energi alternatif pada kendaraan Model mobilitas berkelanjutan adalah model yang sehat dan rendah karbon yang mengutamakan kualitas kehidupan perkotaan dan kesejahteraan kolektif, serta penciptaan ruang kota yang nyaman dan mendorong hidup berdampingan antar warga. 2.1. JARINGAN INFRASTRUKTUR BERSEPEDA
  • 16.
    Kawasan dilayani olehtransportasi seperti bus dan kereta bawah tanah. Tersedia tempat parkir dan penyewaan sepeda di stasiun angkutan umum massal yaitu Llacuna Metro Station. 2.2. PARKIR SEPEDA DI STASIUN ANGKUTAN UMUM:
  • 17.
    Peningkatan fungsi perjalananyang dilakukan di kota: berjalan kaki, jalur bersepeda; aksesibilitas transportasi umum; distribusi barang dan tempat parkir di perkotaan, yang secara implisit melibatkan perbaikan lingkungan dan kualitas hidup. Penerapan Model Superblok dibarengi dengan pengurangan lalu lintas kendaraan pribadi di kota sebesar 21%, sehingga mendukung perubahan moda menuju sarana transportasi yang lebih berkelanjutan. 2.3. PARKIR SEPEDA PADA BANGUNAN
  • 18.
    Jaringan Infrastruktur Bersepeda= 2 Parkir Sepeda di Stasiun Angkutan Umum = 1 Parkir Sepeda pada Bangunan = 1 Akses Sepeda ke Dalam Gedung = 0 SCORE
  • 19.
  • 20.
    POIN Jalur pejalan kakiyang singkat Kemudahan berjalan kaki dan aksesibilitas dari stasiun transit Jaringan jalan dengan banyak persimpangan Kecepatan kendaraan yang cenderung lambat Ramai oleh pejalan kaki BARCELONA POBLENOU,
  • 21.
    BARCELONA POBLENOU, Blok-blok kecil yang terkoneksidengan baik di pusat kota, dengan, Menyediakan rute langsung dan bervariasi serta lingkungan yang lebih mempromosikan berjalan kaki dan bersepeda. Rute berjalan kaki dan bersepeda
  • 22.
    Penyediaan jaringan pejalankaki yang menyeluruh akan memberikan jaringan yang padat akan rute pejalan kaki dan bersepeda, Menawarkan berbagai pilihan untuk menuju ke tempat tujuan, dan Memberikan akses ke sejumlah interaksi sosial/ ekonomi yang terdapat di sepanjang jalan. BARCELONA POBLENOU, Kualitas Konektivitas
  • 23.
    SUPERBLOCKS TO THERESCUE Kepadatan persimpangan jalur pejalan kaki, yang sangat bergantung pada ukuran blok Rute berjalan kaki dan bersepeda lebih pendek daripada rute kendaraan bermotor BARCELONA POBLENOU,
  • 24.
    Blok-blok kecil =10 Prioritas konektivitas = 5 SCORE
  • 25.
  • 26.
    POIN Angkutan umum menghubungkan danmengintegrasikan Akses dan kedekatan dengan layanan angkutan umum massal Memungkinkan mobilitas perkotaan yang sangat efisien Memaksimalkan jumlah pengguna yang dapat mengakses ke layanan angkutan umum BARCELONA POBLENOU,
  • 27.
    Alat yang membantupeluncuran Superblok pertama yang didirikan di Barcelona. Dalam hal ini, diidentifikasi jalan-jalan yang harus menyalurkan lalu lintas jalan raya dan angkutan umum, Perubahan yang dilakukan di beberapa ruas jalan lainnya, perubahan arah lalu lintas dan penerapan hambatan fisik pada titik akses untuk membebaskan mereka dari angkutan pribadi. Rencana Mobilitas untuk Vila de Gràcia, pada tahun 2003 BARCELONA POBLENOU,
  • 28.
    BARCELONA POBLENOU, Lalu lintas dibatasihingga kecepatan tertinggi 20 km/jam. Prioritas di dalam superblok diberikan kepada pejalan kaki dan pengendara sepeda. Kendaraan umum atau kendaraan pribadi tidak diperkenankan masuk ke dalam superblok, dan Kendaraan yang diperbolehkan masuk hanyalah kendaraan warga, mobil dinas seperti pemulung sampah, dan kendaraan darurat seperti ambulans. Ruang yang direklamasi di dalam superblok digunakan sebagai tempat parkir, tempat pejalan kaki, dan taman.
  • 29.
    PUBLIC TRASPORTATION BARCELONA POBLENOU, El Clot Arago Aerobus Subwaysebagai tranportasi umum masyarakat, dan Lokasi subway berada di pinggir suberblocks Bus yang menjadi trasportasi paling sering digunakan dan palin banyak di jumpai di area superblocks
  • 30.
    Jarak Berjalan KakiMenuju Angkutan Umum = Prasyarat TOD Standard SCORE
  • 31.
  • 32.
    5.1. TATA GUNALAHAN YANG SALING MELENGKAPI fasilitas di area ini terbilang sangat lengkap hal ini dikarnakan fungsi bangunan memiliki beragam fungsi, seperti rumah sakit, hotel, galery, perkantoran, area toko/komersial, kantor pemerintahan kota, gedung apartemen, sekolah umum, sekolah khusus, salon, kantor perusahaan swasta, dan berbagai pasilitas umum yang dapat di jangkau oleh pengguna di area tersebut
  • 33.
    5.2. AKSES TERHADAPSUMBER MAKANAN akses dari tempat tinggal menuju sumber makanan terdekat sangat dekat yaitu sekitar 160 meter dari jalan/depan gedung sehingga memudahkan penghuni untuk mencari makanan segar. terdapat juga cafe/restoran di area ini yang mudah di jangkau.
  • 34.
    5.3. HUNIAN BERIMBANG terdapatperumahan sosial yang mana diupayakan oleh pemeirintah untuk memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat tinggal di area ini.
  • 35.
    Tata Guna LahanYang Saling Melengkapi = 10 Akses Terhadap Sumber Makanan = 1 Hunian berimbang = 2 SCORE
  • 36.
  • 37.
    6.1. KEPADATAN TATAGUNA LAHAN terdapat area yang memang dikhususkan untuk bangunan sehingga bangunan berdempetan namun terdapat area area yang memang di khususkan sebagai area terbuka umum, hal yang kurang menurut masyarajat di barcelona kurangnya ruang hijau sehingga pemerintah berupaya menanm pepohonan di dekat area parkir
  • 38.
    kepadatan tata gunalahan = 7 SCORE
  • 39.
  • 40.
    Barcelona adalah kotapadat dan kompak yang memberikan berbagai manfaat terkait perjalanan dan efisiensi sumber daya alam. Kekompakan ini mendukung vitalitas perkotaan dengan jalanan yang berfungsi sebagai tempat perjalanan, permainan anak-anak, pertemuan penduduk setempat, olahraga, kegiatan budaya, dan protes. Jalanan tradisionalnya bukan hanya rute perjalanan, tetapi juga pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Kota-kota kompak memiliki banyak keunggulan sosial dan lingkungan yang tidak dapat disangkal: pendekatan lokal; penggunaan wilayah yang minimal; skala ekonomi dalam bidang jasa, angkutan umum dan hubungan antar kegiatan; lebih sedikit limbah energi, dll. Namun kekompakan tersebut harus ada batasnya dan kita perlu mengetahui titik optimal bagi kualitas hidup penduduk kota dan kualitas ruang publik kota. Model Superblok merupakan suatu cara menata kota berdasarkan pembalikan distribusi ruang publik antara kendaraan dan manusia, memberikan prioritas kepada warga negara, untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. 7.1. AREA PERKOTAAN:
  • 41.
    MODEL SEBELUM MODELSETELAH SUPERBLOK Penerapan model superblok di Barcelona membawa dampak positif yang signifikan pada perkembangan kota. model superblok meningkatkan mobilitas berbasis transportasi umum, mengurangi kemacetan, dan memperbaiki kualitas lingkungan. Dengan perhatian pada ruang terbuka dan penggunaan lahan yang efisien, superblok menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan berkelanjutan. Meskipun demikian, perlu manajemen hati-hati untuk menangani tantangan seperti gentrifikasi dan memastikan inklusi masyarakat dalam proses pembangunan.
  • 42.
    7.2. PILIHAN BERANGKUTANUMUM: Selama bertahun-tahun, lalu lintas kendaraan bermotor telah menjadi sumber utama polusi di kota, khususnya kontaminan seperti nitrogen oksida dan partikulat, serta menjadi sumber utama kebisingan. kemudian diangkat Model mobilitas berkelanjutan yang adalah model yang sehat dan rendah karbon yang mengutamakan kualitas kehidupan perkotaan dan kesejahteraan kolektif, serta penciptaan ruang kota yang nyaman dan mendorong hidup berdampingan antar warga. Oleh karena itu, tindakan utama yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan Barcelona dan memenuhi tujuan yang ditetapkan berdasarkan peraturan Eropa adalah: -Memfasilitasi peralihan ke sarana transportasi yang lebih efisien. -Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memperkenalkan teknologi manajemen mobilitas baru dengan transfortasi umum. - Mempromosikan energi alternatif pada kendaraan.
  • 43.
    Area Perkotaan =9 Pilihan Berangkutan Umum = 5 SCORE
  • 44.
  • 45.
    8.1 PARKIR OFF-STREET: Salah satumasalah utama yang harus diatasi adalah banyaknya jumlah kendaraan pribadi di jalanan Barcelona. Meskipun hanya mewakili 25% dari perjalanan yang dilakukan oleh penduduk Barcelona, mobil dan moped, baik dalam lalu lintas atau parkir, mengambil antara 50% dan 70% dari ruang di banyak jalan.
  • 46.
    8.2. TINGKAT KEPADATAN AKSESKENDARAAN BERMOTOR (DRIVEWAY) Menurut pemodelan Rueda, pengurangan lalu lintas kendaraan secara keseluruhan sebesar 13 persen akan memungkinkan Barcelona untuk menerapkan rencana superblok tanpa peningkatan lalu lintas bersih saat masih melewati jalan raya. Jika semua jaringan mobilitas ini diterapkan sepenuhnya, ia memperkirakan jaringan tersebut dapat mengurangi lalu lintas secara keseluruhan sebesar 21 persen, yang berarti warga di sepanjang sisa jalan akan menjadi lebih baik.
  • 47.
    8.3. LUASAN DAERAH MILIKJALAN UNTUK KENDARAAN BERMOTOR Perencanaan skala besar kota yang pertama adalah Rencana Cerdà. Cerdà merencanakan jaringan kontinu sepanjang 113,3 m kali 113,3 m blok, dari Besòs hingga Montjuïc, dengan lebar jalan berkisar antara 20 m, 30 m, dan 60 m. Dia telah menyediakan elemen dalam grid yang lebih besar dari satu blok, sehingga ruang hijau di setiap blok dapat ditambahkan dan diperluas.
  • 48.
    Parkir di pinggirjalan = 8 Tingkat kepadatan akses kendaraan bermotor = 1 luasan daerah milik jalan untuk ke daraan bermotor =8 SCORE
  • 49.
    FINAL SCORE WALK =15/15 CYCLE = 4/5 CONNECT = 15/15 TRANSIT = Prasyarat TOD Standard MIX = 13/15 DENSIFY = 7/15 COMPACT = 14/15 SHIFT = 17/20 81/100
  • 50.