Berita Koplak BBM Turun Lagi
Bikers : Udah baca berita hari ini?
Pancalers : Belum. Berita apa?
Bikers : Katanya harga BBM mau turun lagi.
Pancalers : Apa pengaruhnya? Toh selama ini saya tak pernah pakai BBM
Bikers : Iya lo pake sepeda pancal sih cukup diisi nasi pecel. Tapi bagi bikers itu berita
bagus. Kan ngebut motor harus pakai BBM.
Pancalers : Waduh!! Naik motor sambil BBMan itu kan bahaya banget?
Bikers : (geregetan) Yang kita omongin ini bahan bakar minyak, bukan Blackberry... Dasar
katrok!!
Pancalers : Ini orang diingetin baek-baek kok malah ngamuk sih... Orang katrok juga tahu
kalo ngisi bahan bakar minyak itu harus turun dari motor dulu trus tutup tangkinya dibuka
baru bisa diisi. Kalo sambil ngebut mana bisa ngisi? Heran, motor aja keren tapi otak isi
duren!!
Anekdot Kocak Nama Panggilan
Sableng : Apa sebutan yang pas untuk orang jahat?
Gemblung : Penjahat
Sableng : Kalo orang yang suka merampok apa nama panggilannya?
Gemblung : Perampok
Sableng : Yang suka mencuri dipanggil apa?
Gemblung : Pencuri
Sableng : Nah, kalo orang jahat yang suka merampok dan mencuri dipanggil siapa?
Gemblung : Dipanggilkan polisi, bego!!
Guru dengan Muridnya kelas 1
Murid A : “Bu gulu` kata Bagus, atu tambah atau itu sebelas iya Bu”
Guru : “Salah nak, yang benar itu dua”, sambil menjelaskan kembali pada Bagus
Bagus : “Salah Bu Guru, ni saya buktikan ya”, (Bagus maju dan menulis di papan tulis
dengan angka 11)”sebelas kan bu?”
Guru : “ Parah – parah, dasar anak kecil diberitahu masih aja ngeyel, gimana ntar
besaranya?”. Batinya dalam hati
Kisah Gokil Pengendara Motor
Polisi lalu lintas melambaikan tangan bermaksud menghentikan pengendara sepeda motor
yang berboncengan tiga. Tapi motor tersebut berusaha melarikan diri sehingga memaksa
petugas tersebut mengejar. Setelah beberapa saat terjadi adegan kejar mengejar, motor itupun
akhirnya tertangkap.
“Kenapa kamu kabur saat saya hentikan?!” tanya pak polisi seraya menuliskan surat tilang.
“Demi keselamatan, pak,” jawab si pengendara.
“Demi keselamatan apa? Kamu tahu boncengan bertiga itu justru membahayakan
keselamatan.”
“Tuh bapak udah tahu. Bertiga aja bahaya, kenapa bapak mau ikut naik berempat?”
Tuna Rungu
Sejak kecil, Polem punya masalah dengan pendengaran. Ia bisa disebut sebagai tuna rungu.
Semua orang sekampung telah mengetahuinya. Namun, karena sedang dalam masa darurat
militer, orang-orang kampung menasihati Polem agar hati-hati bila mencari kayu di hutan.
Sebab, tak jarang mereka akan kepergok patroli TNI dan bisa menimbulkan salah paham bila
nanti Polem ditanya.
Tetapi, Pak Geuchik yang bijak memberikan trik-trik khusus kepada Polem.
Kata Pak Geuchik, pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh aparat bila ketemu warga sipil
pasti; “kamu mau ke mana!”
Tentu saja Polem tidak akan mendengar pertanyaan itu. Tetapi asal ada yang buka mulut,
jawabannya harus: “Mencari kayu, Pak…”
Lalu, kata Pak Geuchik, pertanyaan kedua biasanya adalah; “Kamu ada lihat GAM?”
Maka Polem harus menjawab, “Tidak ada lihat, Pak…” (maksudnya tidak lihat/tidak tahu)
Tapi dasar Polem tuna rungu, dia pun tidak menangkap sepenuhnya trik yang diberikan Pak
Geuchik kepadanya. Yang “didengar” Polem adalah; “Apa Bapak tidak lihat?”
Suatu hari, berangkatlah Polem ke hutan untuk mencari kayu. Benar saja, di tengah jalan, dia
bertemu dengan sepasukan TNI yang sedang patroli.
“Hei, kamu! Berhenti! Kamu mau ke mana?”
Melihat gerakan bibir para serdadu itu, Polem langsung teringat jawaban pertama; “Mencari
kayu, Pak…”
“Kamu ada lihat GAM?”
Polem pun langsung menjawab dengan kalimat kedua; “Apa Bapak tidak lihat?”
dan… Buk! Buk! Buk!
Tentu saja para serdadu dari Jakarta itu menafsirkan kalimat Polem sebagai tantangan yang
biasanya berbunyi begini: “Apa Bapak tidak lihat? (Ya, saya ini GAM-nya!”) [A]

Anekdot

  • 1.
    Berita Koplak BBMTurun Lagi Bikers : Udah baca berita hari ini? Pancalers : Belum. Berita apa? Bikers : Katanya harga BBM mau turun lagi. Pancalers : Apa pengaruhnya? Toh selama ini saya tak pernah pakai BBM Bikers : Iya lo pake sepeda pancal sih cukup diisi nasi pecel. Tapi bagi bikers itu berita bagus. Kan ngebut motor harus pakai BBM. Pancalers : Waduh!! Naik motor sambil BBMan itu kan bahaya banget? Bikers : (geregetan) Yang kita omongin ini bahan bakar minyak, bukan Blackberry... Dasar katrok!! Pancalers : Ini orang diingetin baek-baek kok malah ngamuk sih... Orang katrok juga tahu kalo ngisi bahan bakar minyak itu harus turun dari motor dulu trus tutup tangkinya dibuka baru bisa diisi. Kalo sambil ngebut mana bisa ngisi? Heran, motor aja keren tapi otak isi duren!!
  • 2.
    Anekdot Kocak NamaPanggilan Sableng : Apa sebutan yang pas untuk orang jahat? Gemblung : Penjahat Sableng : Kalo orang yang suka merampok apa nama panggilannya? Gemblung : Perampok Sableng : Yang suka mencuri dipanggil apa? Gemblung : Pencuri Sableng : Nah, kalo orang jahat yang suka merampok dan mencuri dipanggil siapa? Gemblung : Dipanggilkan polisi, bego!!
  • 3.
    Guru dengan Muridnyakelas 1 Murid A : “Bu gulu` kata Bagus, atu tambah atau itu sebelas iya Bu” Guru : “Salah nak, yang benar itu dua”, sambil menjelaskan kembali pada Bagus Bagus : “Salah Bu Guru, ni saya buktikan ya”, (Bagus maju dan menulis di papan tulis dengan angka 11)”sebelas kan bu?” Guru : “ Parah – parah, dasar anak kecil diberitahu masih aja ngeyel, gimana ntar besaranya?”. Batinya dalam hati
  • 4.
    Kisah Gokil PengendaraMotor Polisi lalu lintas melambaikan tangan bermaksud menghentikan pengendara sepeda motor yang berboncengan tiga. Tapi motor tersebut berusaha melarikan diri sehingga memaksa petugas tersebut mengejar. Setelah beberapa saat terjadi adegan kejar mengejar, motor itupun akhirnya tertangkap. “Kenapa kamu kabur saat saya hentikan?!” tanya pak polisi seraya menuliskan surat tilang. “Demi keselamatan, pak,” jawab si pengendara. “Demi keselamatan apa? Kamu tahu boncengan bertiga itu justru membahayakan keselamatan.” “Tuh bapak udah tahu. Bertiga aja bahaya, kenapa bapak mau ikut naik berempat?”
  • 5.
    Tuna Rungu Sejak kecil,Polem punya masalah dengan pendengaran. Ia bisa disebut sebagai tuna rungu. Semua orang sekampung telah mengetahuinya. Namun, karena sedang dalam masa darurat militer, orang-orang kampung menasihati Polem agar hati-hati bila mencari kayu di hutan. Sebab, tak jarang mereka akan kepergok patroli TNI dan bisa menimbulkan salah paham bila nanti Polem ditanya. Tetapi, Pak Geuchik yang bijak memberikan trik-trik khusus kepada Polem. Kata Pak Geuchik, pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh aparat bila ketemu warga sipil pasti; “kamu mau ke mana!” Tentu saja Polem tidak akan mendengar pertanyaan itu. Tetapi asal ada yang buka mulut, jawabannya harus: “Mencari kayu, Pak…” Lalu, kata Pak Geuchik, pertanyaan kedua biasanya adalah; “Kamu ada lihat GAM?” Maka Polem harus menjawab, “Tidak ada lihat, Pak…” (maksudnya tidak lihat/tidak tahu) Tapi dasar Polem tuna rungu, dia pun tidak menangkap sepenuhnya trik yang diberikan Pak Geuchik kepadanya. Yang “didengar” Polem adalah; “Apa Bapak tidak lihat?” Suatu hari, berangkatlah Polem ke hutan untuk mencari kayu. Benar saja, di tengah jalan, dia bertemu dengan sepasukan TNI yang sedang patroli. “Hei, kamu! Berhenti! Kamu mau ke mana?” Melihat gerakan bibir para serdadu itu, Polem langsung teringat jawaban pertama; “Mencari kayu, Pak…” “Kamu ada lihat GAM?” Polem pun langsung menjawab dengan kalimat kedua; “Apa Bapak tidak lihat?” dan… Buk! Buk! Buk! Tentu saja para serdadu dari Jakarta itu menafsirkan kalimat Polem sebagai tantangan yang biasanya berbunyi begini: “Apa Bapak tidak lihat? (Ya, saya ini GAM-nya!”) [A]