TEKNOLOGI
FARMASI SEDIAAN
SOLID
DISPERSI SOLIDA
PROD.
SCENE:
DATE: 10-04-2023
● Penggunaan system disperse padat
banyak digunakan pada obat Kelas
BCS II, Kelarutan rendah dan
permebilitas tinggi.
DISPERSI PADAT
KONSEP DISPERSI PADAT
● Dispersi padat adalah campuran yang homogen dari satu atau
lebih bahan aktif dalam matriks yang inert.
● Tujuan untuk meningkatkan bioavalibilitas oral dari bahan obat
yang sukar larut .
● Konsep dispersi padat pertama kali dikemukakan oleh Sekiguchi
dan Obi pada tahun 1961 (Chiou and Riegelman,1971), teknologi
ini dapat memperkecil ukuran partikel bahan obat dengan
membentuk suatu campuran eutektik dari bahan obat yang sukar
larut dengan pembawa yang mudah larut dalam air, sehingga
dapat meningkatkan kelarutan serta absorpsi bahan obat.
KARAKTERISTIK DISPERSI PADAT
METODE KARAKTERISTIK DISPERSI PADAT
1. - Uji disolusi
2. - Metode termoanalitik, perbedaan
1. thermoanalysis, dan pemanasan
3. - Difraksi Sinar-X (PXRD) dan differential
scanning calorimetry (DSC)
4. - Metode fourier transformation infrared
spectroscopy (FTIR)
5. - Metode mikroskopik termasuk mikroskopi
polarisasi dan scanning electro microscopy
(SEM)
01
TUJUAN DISPERSI SOLIDA
SECARA UMUM DISPERSI PADAT DIGUNAKAN UNTUK
1
MEMPERKECIL
UKURAN PARTIKEL
2
MENINGKATKAN
WETTABILITY
3
MENINGKATKAN
POROSITAS OBAT
5
MENINGKATKAN
KELARUTAN DALAM AIR
4
MENYEDERHANAKAN
STRUKTUR KRISTAL KE
BENTUK AMORF
TEKNIK
DISPERSI
SOLIDA
Teknik yang digunakan
dalam meningktakan
disolusi dan
bioavaibilitas dari obat
yang memiliki kelarutan
dalam air buruk
MEKANISME DISPERSI SOLIDA
METODE PREPARASI SISTEM DISPERSI PADAT
PELEBURAN
1. Campuran fisik
obat dan
pembawa larut-air
dipanaskan hingga
melebur
2. Lalu didapatkan
massa padat akhir
yang hancur dan
berbubuk
01 MELTING SOLVENT
Melarutkan obat
dalam pelarut cair
yang cocok, dilakukan
inkomporasi dari
larutan akan masuk ke
lelehan PEG, kemudian
di evaporasi hingga
murni, pelarut bebas
dari film yang terlepas.
02 PELARUTAN
Campuran obat dan
pembawa yang larut
dalam pelarut yang
sesuai :
- - Evaporasi sampai
murni
- - Pelarut bebas film
yang melekat.
03
EVALUASI OBAT
PEMERIKSAAN
KARAKTERISTIK
FISIK
ANALISIS
KONTEN OBAT
PEMERIKSAAN
PELEPASAN
SECARA IN VITRO
SEBAGAI PEMBAWA BISA DIGUNKANA
• PEG, PEGs
• PVP
• Polycrylates and Polymethacrylates
• Derivate Cellolosa (HPMCP, CMEM, HMPC)
• Urea
• Sugar, polyols, their polymers
• Asam organic dan turunannya
Dari penelitian bisa diusulkan bahwa PEG 400, PEG 6000, dan methyl
Celulosa akan sangat berpotensi meningkatkan karakter kelarutan dari obat
yang kelarutannya buruk.
T
U
G
A
S
TERIMA
KASIH!

7. Dispersi Solid.pptx

  • 1.
  • 2.
    ● Penggunaan systemdisperse padat banyak digunakan pada obat Kelas BCS II, Kelarutan rendah dan permebilitas tinggi. DISPERSI PADAT
  • 3.
    KONSEP DISPERSI PADAT ●Dispersi padat adalah campuran yang homogen dari satu atau lebih bahan aktif dalam matriks yang inert. ● Tujuan untuk meningkatkan bioavalibilitas oral dari bahan obat yang sukar larut . ● Konsep dispersi padat pertama kali dikemukakan oleh Sekiguchi dan Obi pada tahun 1961 (Chiou and Riegelman,1971), teknologi ini dapat memperkecil ukuran partikel bahan obat dengan membentuk suatu campuran eutektik dari bahan obat yang sukar larut dengan pembawa yang mudah larut dalam air, sehingga dapat meningkatkan kelarutan serta absorpsi bahan obat.
  • 4.
    KARAKTERISTIK DISPERSI PADAT METODEKARAKTERISTIK DISPERSI PADAT 1. - Uji disolusi 2. - Metode termoanalitik, perbedaan 1. thermoanalysis, dan pemanasan 3. - Difraksi Sinar-X (PXRD) dan differential scanning calorimetry (DSC) 4. - Metode fourier transformation infrared spectroscopy (FTIR) 5. - Metode mikroskopik termasuk mikroskopi polarisasi dan scanning electro microscopy (SEM) 01
  • 5.
    TUJUAN DISPERSI SOLIDA SECARAUMUM DISPERSI PADAT DIGUNAKAN UNTUK 1 MEMPERKECIL UKURAN PARTIKEL 2 MENINGKATKAN WETTABILITY 3 MENINGKATKAN POROSITAS OBAT 5 MENINGKATKAN KELARUTAN DALAM AIR 4 MENYEDERHANAKAN STRUKTUR KRISTAL KE BENTUK AMORF
  • 6.
    TEKNIK DISPERSI SOLIDA Teknik yang digunakan dalammeningktakan disolusi dan bioavaibilitas dari obat yang memiliki kelarutan dalam air buruk
  • 7.
  • 8.
    METODE PREPARASI SISTEMDISPERSI PADAT PELEBURAN 1. Campuran fisik obat dan pembawa larut-air dipanaskan hingga melebur 2. Lalu didapatkan massa padat akhir yang hancur dan berbubuk 01 MELTING SOLVENT Melarutkan obat dalam pelarut cair yang cocok, dilakukan inkomporasi dari larutan akan masuk ke lelehan PEG, kemudian di evaporasi hingga murni, pelarut bebas dari film yang terlepas. 02 PELARUTAN Campuran obat dan pembawa yang larut dalam pelarut yang sesuai : - - Evaporasi sampai murni - - Pelarut bebas film yang melekat. 03
  • 9.
  • 10.
    SEBAGAI PEMBAWA BISADIGUNKANA • PEG, PEGs • PVP • Polycrylates and Polymethacrylates • Derivate Cellolosa (HPMCP, CMEM, HMPC) • Urea • Sugar, polyols, their polymers • Asam organic dan turunannya Dari penelitian bisa diusulkan bahwa PEG 400, PEG 6000, dan methyl Celulosa akan sangat berpotensi meningkatkan karakter kelarutan dari obat yang kelarutannya buruk.
  • 11.
  • 12.