Proses tenderselalu diawali dengan undangan
untuk melakukan tender yang biasanya
diumumkan melalui media massa. Informasi
yang minimal harus ada diantaranya:
1. Pemilik proyek
2. Tanggal dokumen tender
3. Tanggal pemasukan penawaran
4. Tanggal pengumuman pemenang
5. Tanggal dimulainya pekerjaan
6. Waktu penyelesaian pekerjaan
7. Tipe kontrak
8. Penjelasan singkat mengenai proyek
3.
PERIODE TENDER
Periode proyektidak boleh terlalu panjang
karena akan mempengaruhi keseluruhan
waktu perencanaan proyek konstruksi
Periode tender juga tidak boleh terlalu
singkat karena akan mempengaruhi
kualitas penawaran yang dimasukkan oleh
peserta tender.
Tender Terbuka(Open Tendering)
Diawali dengan pengumuman kepada publik
melalui media cetak, media sosial.
keuntungan kelemahan
Mengurangi kecendrungan
keberpihakan
Banyaknya kontraktor yang tidak
sesuai dengan persyaratan
Kesempatan terbuka untuk
kontraktor yang mampu
memenuhi persyaratan tetapi
tidak masuk dalam perhitungan
Membutuhkan waktu dan usaha
yang lebih lama dalam proses
seleksi dan meningkatkan
alokasi biaya tender
Menciptakan proses yang
kompetitif sehingga diperoleh
penawaran yang terbaik
Terdapat potensi resiko dimana
harga penawaran terbaik
diberikan oleh kontraktor yang
belum berpengalaman
6.
Tender Selektif(Selective Tendering)
Terbatas kepada kontraktor yang sudah diketahui
rekam jejaknya oleh pemilik proyek.
keuntungan kelemahan
Menghemat biaya dan waktu
pelaksanaan tender
Harga penawaran dapat lebih
tinggi karena kurangnya
kompetitor
Dapat dipastikan hanya
kontraktor – kontraktor yang
mampu dan cocok yang
mengikuti tender
Pemilik proyek atau konsultan
akan sering dihubungi oleh para
kontarktor agar bisa
mendapatkan proyek
7.
Tender Selektif(Selective Tendering)
Terbatas kepada kontraktor yang sudah diketahui
rekam jejaknya oleh pemilik proyek. Pemilik
proyek juga dapat melakukan penunjukan
langsung karena sudah memiliki kecendrungan.
keuntungan kelemahan
Menghemat biaya dan waktu
pelaksanaan tender
Harga penawaran dapat lebih
tinggi karena kurangnya
kompetitor
Dapat dipastikan hanya
kontraktor – kontraktor yang
mampu dan cocok yang
mengikuti tender
Pemilik proyek atau konsultan
akan sering dihubungi oleh para
kontarktor agar bisa
mendapatkan proyek
8.
Tender Negosiasi(Negotiated Tendering)
Pemilik proyek mengundang dan melakukan
diskusi detail dengan kontraktor untuk
melaksanakan pekerjaan. Kontraktor dapat
memberikan masukan serta saran dalam design
dan metode pelaksanaan.
keuntungan kelemahan
Metode ini berguna saat metode
lainnya tidak dapat menjaring
kontraktor yang sesuai, dimana
proyek ini memerlukan keahlian
khusus
Kurangnnya kompetisi dan
dibutuhkannya spesialisasi
sehingga harga penawaran
menjadi lebih tinggi
9.
Tender Bertahap(Serial Tendering)
Metode ini biasanya digunakan pada proyek
berskala besar atau mega project. Ketika sebuah
proyek besar dilaksanakan dalam beberapa
tahapan, biasanya terdapat sejumlah kontrak yang
berbeda.
keuntungan kelemahan
Tidak perlu memulangkan tim
proyek dan pekerja
Metode ini hanya dapat
digunakan apabila pemilik
proyek memang memiliki sebuah
program proyek yang
berkelanjutan misalnya pada
proyek development
Harga penawaran dapat ditekan
karena kontraktor diberikan
kesempatan untuk meneruskan
pekerjaan
Kontraktor harus bisa
memastikan bahwa pelaksaan
metode ini bukan karena pemilik
proyek kesulitan financial
10.
DOKUMEN TENDER
Dalampenilaian penawaran pekerjaan,
seringkali yang menjadi patokan utama panitia
tender adalah besar kecilnya harga penawaran.
Harga penawaran bukanlah satu satunya tetapi
kualitas peserta juga harus dinilai.
Yang dimaksud dengan kualitas peserta yaitu:
pengalaman, rekam jejak, prestasi, stabilitas
keuangan, dan kemampuan sumber daya
11.
PROSES TENDER
Prosestender menyesuaikan dengan metode
tender yang diterapkan oleh pemilik proyek.
Satu satunya yang menjadi pedoman dalam
menentukan pemenang tender adalah
dokumen tender.
Ketika peserta tender telah memenuhi
persyaratan dan memberikan harga
penawaran terbaik, maka peserta tersebut
dinyatakan sebagai pemenang tender.