Sistem skor trauma digunakan untuk menilai kuantitatif berat ringannya cidera dan memprediksi hasilnya. Terdapat tiga jenis sistem: anatomi (mendeskripsikan cidera), fisiologi (mengukur tanda-tanda vital), dan kombinasi keduanya. Namun tidak ada standar dan masing-masing memiliki keterbatasan seperti kebutuhan informasi cidera yang akurat dan sulit dinilai pada kondisi darurat.