Jombang-Asosiasi Pengusaha
Pe­dagang dan Perajin Industri
Kayu (AP3IK) Jawa Timur me-
minta pemerintah lebih mem-
permudah proses pemberian
izin pembelian bahan baku kayu
guna meningkatkan usaha me-
reka agar lebih berkembang.
“Ada peraturan menteri yang
mengatur tata kelola hasil hu-
tan, dan ini prosesnya panjang,”
kata Ketua AP3IK Jatim Minar-
di di Jombang, Minggu.
Peraturan menteri Nomor
P.42Tahun2014tentangPenata­
usahaan Hasil Hutan Kayu yang
Berasal dari Hutan Tanaman pa­
da Hutan Produksi di dalamnya
mengatur berbagai macam hal
seperti penatausahaan hasil hu-
tan kayu, izin usaha pemanfa­
atan hasil hutan kayu, tempat
pe­nimbunan kayu hutan, dan se-
jumlah aturan lainnya.
Pihaknya mengeluhkan proses
izin yang cukup memakan wak-
tu, sebab dalam aturan itu untuk
mendapatkan kayu juga harus
melaporkan ke dinas kehu­tanan
kota ataupun provinsi. Padahal,
seharusnya setelah kayu ditebang
bisa didata dan dibuat nota sete-
lahitudiajukankeperhutani.
Ia mengeluhkan, proses yang
cukup lama untuk mendapatkan
izin kayu itu guna sebagai bahan
industri. Padahal, prospek usaha
ini cukup bagus, tapi terkendala
aturan yang cukup berbelit, pe-
dagang sulit berkembang.
Mestinya, kata dia, aturan ini
lebih dimudahkan lagi, misal-
nya terkait tempat penimbunan
kayu, serta dimudahkan dalam
proses pembayaran untuk pem-
belian kayu.
Ia juga mengatakan, sulitnya
mendapatkan izin, juga memicu
semakin menjamurnya mafia pe­
dagang. Mereka menguasai ja­
ringan, sehingga lebih mudah
mendapatkan barang dan men-
jualnya dengan harga jauh lebih
tinggi. Dalam setiap meter kubik,
selisih yang mereka dapatkan
bahkan bisa sampai Rp600 ribu.
Ia juga khawatir, jika peme-
rintah tidak lebih memudahkan
aturan untuk kayu ini, akan le-
bih banyak beredar penjualan
kayu ilegal. Terlebih lagi, selisih
harga kayu antara yang legal dan
ilegal tidak terlalu besar.
Minardijugamengatakan,sa­at
ini usaha kayu mulai lesu. Selain
karena proses administrasi yang
cukup lama, juga karena stok ba-
han baku kayu yang menyusut.
Hal ini berdampak pada lemah-
nya usaha pengolahan kayu.
“Bahan baku juga terlambat
datang, karena tebangan pro-
duksi terhambat hujan dan ini
karena musim yang mundur, se-
hingga prospek ke depan stok
kayu menyusut,” ujarnya.
Jumlah pengusaha yang ter-
gabung dalam asosiasi ini, lan-
jut dia, sekitar 400 orang yang
tersebar di wilayah Jatim. Dari
jumlah itu, mayoritas usaha ke-
cil menengah, sementara yang
usahanya cukup besar hanya
sekitar 40 persen. Mereka sela-
mainijugahanyamengandalkan
pasokan kayu dari Jatim dan bu-
kan dari luar daerah, sebab juga
menghitung besarnya ongkos
transportasi. nnt/and
Geber pameran di Surabaya
SURABAYA-Kementerian Pariwi­
sa­­ta terus mendongkrak kunju­
ng­an wisatawan ke Indonesia
khususnya di bidang Meetings,
Incentives, Conventions, Exhibi-
tion (MICE) salah satunya mela-
lui gelaran Indonesia Corporate
Meetings and Incentives Travel
Mart (ICMITM).
Pameran tahunan yang su-
dah dilaksanakan kali kedelapan,
dan tahun ini dilaksanakan di
Su­rabaya ini, dirancang dengan
sistem business to business guna
mengoptimalkan peluang bisnis
antara pelaku industri.
Direktur Jenderal Pemasaran
Pariwisata Kementerian Pariwi­
sata, Esthy Reko Astuty, menga-
takan, pelaksanaan ICMITM
yang diadakan tanggal 7-9 Mei
2015 di Surabaya akan mengop-
timalkan peluang bisnis di sek-
tor pariwisata. Tahun ini, penye-
lenggara bekerjasama dengan
Bank Danamon.
“Tahun ini sekitar 500 peru­
sa­haan multinasional pemegang
Kartu Korporasi Danamon dise­
leksiuntukmemperoleh60corpo­
rate buyers ICMITM 2015. Na-
mun, dengan ketentuan memiliki
alokasi dana yang memadai untuk
kegiatanMICEdalamsatutahun,”
ujarnya kepada wartawan dise-
la pembukaan ICMITM di Hotel
BumiSurabaya,Jumat(8/5/2015).
Pada gelaran tahun ini, akan di-
ikuti industri perhotelan, penye-
dia sarana ruang rapat, jasa tras-
portasi, jasa perjalanan wisata dan
insentif, pengelola theme park,
outbond dan team buil­ding, event
organizer. Sebanyak 30% dian-
taranyaadalahpendatangbaru.
Kegiatan tahun ini diharap-
kan sekaligus bisa mempromosi­
kan Jatim sebagai destinasi
MICE yang kian diminati karena
ditunjang oleh banyaknya venue
MICE dengan daya tampung cu-
kup besar.
“Ditargetkan tahun ini Kemen­
terian Pariwisata bisa menggaet
sedikitnya yang menargetkan 12
jutawisatawan.Darijumlahitudi-
harapkan sekitar 3% berasal dari
kontribusiMICE,”katanya.nkbc
Surabaya Post 11senin
11 mei 2015ekonomi
Kemenpar Bidik 360 Ribu Wisatawan MICE
Asosiasi Perajin Kayu
Izin Beli Dipermudah
Kapal Roro Ramaikan Short Sea Shipping
Surabaya -  KapalRollOff-RollOn
(RoRo) KM Mutiara Persada III
yang dioperasikan oleh PT Ato-
sim Lampung Pelayaran (APL)
yang rabu (6/5) lalu diresmi-
kan oleh  Menteri Perhubungan
(Menhub) Ignasius Jonankare­
na turut dalam program Short
Sea Shipping (SSS) telah sampai
untuk pelayaran perdananya di
pelabuhan Tanjung Perak.
Kapal yang memiliki panjang
/ Lenght of All (LOA) 151 meter
dan berbobot mati 15.000 Gross
Tonage  (GT) tersebut disebut-
sebut sebagai pelopor kapal “Tol
Laut” dengan rute tetap Lam-
pung - Surabaya dan sebaliknya.
Kapasitas KM Mutiara Persada
III dapat memuat 600 orang pe-
numpang, 150 unit truck, dan 50
kendaraan pribadi.
Deputy Pelindo III Tanjung
Perak Bambang Hasbullah me-
ngatakan, bahwa  KM Mutiara
Samudera III  adalah  kapalRo-
Ro pertama yang melayani pela­
yaran logistik berjadwal dan te­
tap  dari  Dermaga Pelabuhan
Panjang, Lampung,ke pelabuh­
an Tanjung Perak.
“Kami sangat bangga dengan
antusias para operator kapal
yang turut mendukung program
tol laut melalui SSS, semoga te­
kad kami untuk mengurangi bia­
ya logistik nasional dapat duku­
ngan dari semua pihak demi
In­donesia tercinta,” ujarnya.
Dengan kehadiran KM Mu-
tiara Persada III yang melayani
Pelabuhan Panjang, Lampung –
Pelabuhan Tanjung Perak, Sura-
baya,  diharapkan dapat menu­
run­kan biaya logistik, dan dapat
mengurangi beban jalur darat
pantura hingga 30 persen.
Menurut Dhany Rachmad
Agustian, Kahumas Pelindo III
Tanjung Perak, bila mengguna-
kan  jalur darat dengankenda­
raan truk, jarak tempuh antara
Lampung ke Surabaya bisa me-
makan waktu antara 90 sampai
100 jam. Tetapi bila mengguna-
kan kapal, jarak tempuhnya ha-
nya sekitar 39 jam.
“Kami berharap ke depannya
tidak hanya satu kapal RoRo yang
beroperasi. Setidaknya bisa ber-
tambah lagi sehingga jarak pela­
yanannya tidak terlalu lama  de-
ngan beberapa rute alternatif
di­mana diperlukan sinergi yang
baik antar operator kapal da-
lam pembagian rutenya sehingga
jalurtollautdapatmeratadanada
kepastian yang sangat diperlukan
bagipemilikbarang,” tambahnya.
Aruskunjungankapaldiempat
Terminal Pelabuhan Tanjung Pe-
rak  hingga April 2015  tercatat se-
banyak 25.072.902 dalam satuan
GTnaik4persendibandingtahun
2014diperiodeyangsama. nand
Kapal Roll Off-Roll On (RoRo) KM Mutiara Persada III saat bersandar diTanjung Perak.
Para peserta Meetings, Incentives, Conventions, Exhibition (MICE)
Ketua AP3IK Jatim Minardi.

11 ekonomi

  • 1.
    Jombang-Asosiasi Pengusaha Pe­dagang danPerajin Industri Kayu (AP3IK) Jawa Timur me- minta pemerintah lebih mem- permudah proses pemberian izin pembelian bahan baku kayu guna meningkatkan usaha me- reka agar lebih berkembang. “Ada peraturan menteri yang mengatur tata kelola hasil hu- tan, dan ini prosesnya panjang,” kata Ketua AP3IK Jatim Minar- di di Jombang, Minggu. Peraturan menteri Nomor P.42Tahun2014tentangPenata­ usahaan Hasil Hutan Kayu yang Berasal dari Hutan Tanaman pa­ da Hutan Produksi di dalamnya mengatur berbagai macam hal seperti penatausahaan hasil hu- tan kayu, izin usaha pemanfa­ atan hasil hutan kayu, tempat pe­nimbunan kayu hutan, dan se- jumlah aturan lainnya. Pihaknya mengeluhkan proses izin yang cukup memakan wak- tu, sebab dalam aturan itu untuk mendapatkan kayu juga harus melaporkan ke dinas kehu­tanan kota ataupun provinsi. Padahal, seharusnya setelah kayu ditebang bisa didata dan dibuat nota sete- lahitudiajukankeperhutani. Ia mengeluhkan, proses yang cukup lama untuk mendapatkan izin kayu itu guna sebagai bahan industri. Padahal, prospek usaha ini cukup bagus, tapi terkendala aturan yang cukup berbelit, pe- dagang sulit berkembang. Mestinya, kata dia, aturan ini lebih dimudahkan lagi, misal- nya terkait tempat penimbunan kayu, serta dimudahkan dalam proses pembayaran untuk pem- belian kayu. Ia juga mengatakan, sulitnya mendapatkan izin, juga memicu semakin menjamurnya mafia pe­ dagang. Mereka menguasai ja­ ringan, sehingga lebih mudah mendapatkan barang dan men- jualnya dengan harga jauh lebih tinggi. Dalam setiap meter kubik, selisih yang mereka dapatkan bahkan bisa sampai Rp600 ribu. Ia juga khawatir, jika peme- rintah tidak lebih memudahkan aturan untuk kayu ini, akan le- bih banyak beredar penjualan kayu ilegal. Terlebih lagi, selisih harga kayu antara yang legal dan ilegal tidak terlalu besar. Minardijugamengatakan,sa­at ini usaha kayu mulai lesu. Selain karena proses administrasi yang cukup lama, juga karena stok ba- han baku kayu yang menyusut. Hal ini berdampak pada lemah- nya usaha pengolahan kayu. “Bahan baku juga terlambat datang, karena tebangan pro- duksi terhambat hujan dan ini karena musim yang mundur, se- hingga prospek ke depan stok kayu menyusut,” ujarnya. Jumlah pengusaha yang ter- gabung dalam asosiasi ini, lan- jut dia, sekitar 400 orang yang tersebar di wilayah Jatim. Dari jumlah itu, mayoritas usaha ke- cil menengah, sementara yang usahanya cukup besar hanya sekitar 40 persen. Mereka sela- mainijugahanyamengandalkan pasokan kayu dari Jatim dan bu- kan dari luar daerah, sebab juga menghitung besarnya ongkos transportasi. nnt/and Geber pameran di Surabaya SURABAYA-Kementerian Pariwi­ sa­­ta terus mendongkrak kunju­ ng­an wisatawan ke Indonesia khususnya di bidang Meetings, Incentives, Conventions, Exhibi- tion (MICE) salah satunya mela- lui gelaran Indonesia Corporate Meetings and Incentives Travel Mart (ICMITM). Pameran tahunan yang su- dah dilaksanakan kali kedelapan, dan tahun ini dilaksanakan di Su­rabaya ini, dirancang dengan sistem business to business guna mengoptimalkan peluang bisnis antara pelaku industri. Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwi­ sata, Esthy Reko Astuty, menga- takan, pelaksanaan ICMITM yang diadakan tanggal 7-9 Mei 2015 di Surabaya akan mengop- timalkan peluang bisnis di sek- tor pariwisata. Tahun ini, penye- lenggara bekerjasama dengan Bank Danamon. “Tahun ini sekitar 500 peru­ sa­haan multinasional pemegang Kartu Korporasi Danamon dise­ leksiuntukmemperoleh60corpo­ rate buyers ICMITM 2015. Na- mun, dengan ketentuan memiliki alokasi dana yang memadai untuk kegiatanMICEdalamsatutahun,” ujarnya kepada wartawan dise- la pembukaan ICMITM di Hotel BumiSurabaya,Jumat(8/5/2015). Pada gelaran tahun ini, akan di- ikuti industri perhotelan, penye- dia sarana ruang rapat, jasa tras- portasi, jasa perjalanan wisata dan insentif, pengelola theme park, outbond dan team buil­ding, event organizer. Sebanyak 30% dian- taranyaadalahpendatangbaru. Kegiatan tahun ini diharap- kan sekaligus bisa mempromosi­ kan Jatim sebagai destinasi MICE yang kian diminati karena ditunjang oleh banyaknya venue MICE dengan daya tampung cu- kup besar. “Ditargetkan tahun ini Kemen­ terian Pariwisata bisa menggaet sedikitnya yang menargetkan 12 jutawisatawan.Darijumlahitudi- harapkan sekitar 3% berasal dari kontribusiMICE,”katanya.nkbc Surabaya Post 11senin 11 mei 2015ekonomi Kemenpar Bidik 360 Ribu Wisatawan MICE Asosiasi Perajin Kayu Izin Beli Dipermudah Kapal Roro Ramaikan Short Sea Shipping Surabaya -  KapalRollOff-RollOn (RoRo) KM Mutiara Persada III yang dioperasikan oleh PT Ato- sim Lampung Pelayaran (APL) yang rabu (6/5) lalu diresmi- kan oleh  Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonankare­ na turut dalam program Short Sea Shipping (SSS) telah sampai untuk pelayaran perdananya di pelabuhan Tanjung Perak. Kapal yang memiliki panjang / Lenght of All (LOA) 151 meter dan berbobot mati 15.000 Gross Tonage  (GT) tersebut disebut- sebut sebagai pelopor kapal “Tol Laut” dengan rute tetap Lam- pung - Surabaya dan sebaliknya. Kapasitas KM Mutiara Persada III dapat memuat 600 orang pe- numpang, 150 unit truck, dan 50 kendaraan pribadi. Deputy Pelindo III Tanjung Perak Bambang Hasbullah me- ngatakan, bahwa  KM Mutiara Samudera III  adalah  kapalRo- Ro pertama yang melayani pela­ yaran logistik berjadwal dan te­ tap  dari  Dermaga Pelabuhan Panjang, Lampung,ke pelabuh­ an Tanjung Perak. “Kami sangat bangga dengan antusias para operator kapal yang turut mendukung program tol laut melalui SSS, semoga te­ kad kami untuk mengurangi bia­ ya logistik nasional dapat duku­ ngan dari semua pihak demi In­donesia tercinta,” ujarnya. Dengan kehadiran KM Mu- tiara Persada III yang melayani Pelabuhan Panjang, Lampung – Pelabuhan Tanjung Perak, Sura- baya,  diharapkan dapat menu­ run­kan biaya logistik, dan dapat mengurangi beban jalur darat pantura hingga 30 persen. Menurut Dhany Rachmad Agustian, Kahumas Pelindo III Tanjung Perak, bila mengguna- kan  jalur darat dengankenda­ raan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa me- makan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tetapi bila mengguna- kan kapal, jarak tempuhnya ha- nya sekitar 39 jam. “Kami berharap ke depannya tidak hanya satu kapal RoRo yang beroperasi. Setidaknya bisa ber- tambah lagi sehingga jarak pela­ yanannya tidak terlalu lama  de- ngan beberapa rute alternatif di­mana diperlukan sinergi yang baik antar operator kapal da- lam pembagian rutenya sehingga jalurtollautdapatmeratadanada kepastian yang sangat diperlukan bagipemilikbarang,” tambahnya. Aruskunjungankapaldiempat Terminal Pelabuhan Tanjung Pe- rak  hingga April 2015  tercatat se- banyak 25.072.902 dalam satuan GTnaik4persendibandingtahun 2014diperiodeyangsama. nand Kapal Roll Off-Roll On (RoRo) KM Mutiara Persada III saat bersandar diTanjung Perak. Para peserta Meetings, Incentives, Conventions, Exhibition (MICE) Ketua AP3IK Jatim Minardi.