1. Non-aktifkan Program Start-Up Extra

Ada beberapa program aplikasi yang memiliki sifat carrier (bawaan) yang
mengeksekusi program tersebut pada saat kita baru menghidupkan komputer
(start-up). Contoh umum adalah program Updater Acrobat, Real Player, AOL, MS
Groove, Winamp, Matlab, YM dan masih banyak lagi. Jika program ini aktif ketika
start-up, maka antara start-up hingga dalam keadaan normal (ready) akan
membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, non-aktifkanlah program-
program yang tidak diperlukan pada awal start-up. Sebaiknya semua program
aplikasi non-Windows dan antivirus, maka non-aktifkanlah. Berikut langkah-
langkahnya :

1.   Klik Start, lalu klik Run..

2. Ketiklah msconfig , lalu tekan enter atau klik OK.

3. Akan tampil System Configuration Utility

4. Pilih dan kliklah Startup

5.   Pada tab Startup, Anda akan melihat box-box akan ditandai check list hijau
     (v). Pelajarilah setiap item tersebut dengan melihat Command. Cobalah
     hilangkan checklist hijau (v) pada item-item program yang tidak diinginkan.
     Program-program dengan command C:Windowssebaiknya dibiarkan seperti
     kondisi semula.

6. Setelah beberapa item telah di unchekc (menghilangkan v pada box), maka
     kliklah Applydan/atau OK. Akan ada konfirmasi apakah ingin restart?

7.   Setelah restart, pada layar akan muncul konfirmasi lagi, dan pilihlah “option
     for        not          showing         this        dialogue          every
     time your PC reboots“
2 . Optimasi Aturan Tampilan (Display Setting)

Secara normal, Windows XP memberi tampilan yang “indah”, dan tentu saja ini
membutuhkan resource (cadangan memori) yang berlebih. Oleh karena itu, ada
baiknya jika Anda memilih tampilan yang biasa-biasa saja alias sederhana. Berikut
caranya:

1.   Klik start, lalu klik kanan My Computer
2. Pilih dan kliklah Properties

 3. Akan muncul System Properties

 4. Pilihlah Advanced

 5.        Pada Perfomance, kliklah Setting

 6. Akan muncul Perfomance Option dan Visual Effect

 7.        Klik Custom dan silahkan hilangkan beberapa item check list pada box, dan
           biarkan item-item dibawah ini tetap check (v).

      1.    Use visual styles on windows and buttons

      2. Show shadows under menus

      3. Show shadows under mouse pointer

      4. Show translucent selection rectangle

      5.    Show Window contents when dragging

      6. Slide taskbar buttons

      7.    Use common tasks in folders

      8. Use drop shadows for icons labels on the desktop

              Silahkan klik Apply. Dan kemudian klik OK.
3. Mempercepat Browsing File

Anda pasti mengalami ketika membuka “My Computer” untuk menelusuri folder-
folder terjadi delay (butuh waktu beberapa saat). Hal ini disebabkan karena
Windows XP secara otomatis sedang mencari file-file network dan printer setiap
kali Anda membuka Windows Explorer. Untuk mempercepat kinerja ini, maka
lakukanlah :

 1.        Klik start, dan double klik My Computer

 2. Kliklah menu Tools (bagian atas)

 3. Pilihlah Folder Options

 4. Muncul box Folder Options, dan pilihlah View
5.   Hilangkan check (v) pada Automatically search for network folders
      and
      printers check box

 6. Klik Apply dan selanjutnya OK.

 7.   Perubahan hasil akan terlihat setelah restart.
4. Jalankan Disk CleanUp

OS Windows maupun progam aplikasi selalu “menitip” file sementara (temporary
files) di “sekeliling” hard disk Anda, sehingga membutuhkan space. Hal ini akan
membuat kondisi hard disk akan “full” sehingga akan mempengaruhi faktor
kecepatan Windows serta mengurangi efisiensi akses hard disk dan operasi memori
virtual. Fenonema ini umumnya menjadi masalah ketika komputer kita digunakan
untuk browsing dan surfing internet dengan frekuensi tinggi. Cara “penyembuhan”-
nya adalah

 1.   Klik start, dan double klik My Computer

 2. Klik kanan pada Drive C hard disk

 3. Kliklah Disk Cleanup

 4. Tunggulah beberapa saat dan akan muncul Disk Cleanup for (C:)

 5.   Pilihlah (berikan check list V) pada Temporary Internet Files and
      Recycle Bin

 6. Klik OK dan selesai

 7.   Catatan : sebaiknya dilakukan 1 atau 2 minggu sekali
5. Disk Defragmenter

Sering mengcopy dan mendelete file-file dalam hard disk menyebabkan susunan
file-file dalam hard disk berantarakan. Antara file folder A akan berserakan diantara
folder B, C, atau D. Dan juga sebaliknya file folder B bisa berserakan diantara space
folder A, C atau D dan seterusnya. Hal ini akan memperlambat kinerja Windows
dalam mengakses data (pembaca hard disk akan mencari file-file cakram pada
hard disk yang telah berserakan). Dan biasanya, setelah penggunaan dan peng-
copy-an/ pen-delete-an terjadi selama 1, 2, 3 atau 4 bulan, maka struktur file akan
berserakan. Untuk itu, kita perlu merapikan file tersebut. Caranya sebagai berikut :
1.   Klik start dan pilih All Programs

 2. Pilih Accessories

 3. Pilih System Tools

 4. Pilih Disk Defragmenter

 5.   Akan muncul “Disk Defragmenter” dengan tampilan volume hard disk kita

 6. Kliklah Volume C, dan klik Analyze

 7.   Setelah beberapa saat, akan muncul hasil analisisnya. Akan muncul hasil yakni
      “You do not need to defragment this volume” atau “You need to defragment
      this volume“.

 8. Jika yang muncul adalah “You need to defragment this volume“, maka
      kliklahDefragment. Jika sebaliknya, maka kliklah Close.

 9. Setelah seleasai di C, Anda dapat mengecek untuk partisi hard disk di D, E dan
      seterusnya.

 10. Catatan : lakukan pengecekan dan/atau defragment 2 atau 3 bulan sekali.
      Jangan sering-sering defragment karena akan berdampak buruk pada hard
      disk. Maksimum sekali dalam 2 bulan atau lebih.
6. Bersihkan Sistem Register yang Tidak digunakan *

Cara 6 agak sulit karena membutuhkan program untuk membersihkan/mendelete
sistem register program-program yang sudah tidak digunakan lagi (sisa-sisa
uninstall program). Disamping itu, banyak juga file-file register yang error dalam
OS Windows seiring berjalannya waktu. Hal ini akan memperlambat kinerja
Windows. Oleh karena itu, secara periodik (mungkin 3 atau 6 bulan sekali) kita
perlu me’maintenance” file-file register yang bermasalah. Beberapa program
membersihkan sistem register seperti Ashampoo TuneUp Utilities, RegCure dan
masih banyak lagi. Sebenarnya, jika Anda mengerti fungsi register pada Windows,
Anda dapat melakukannya secara manual melalui command regedit. Namun, agak
sulit untuk awam.



1. Untuk menurunkan waktu booting dan meningkatkan performa, tidak usah
menggunakan software defrag pihak ketiga, gunakan saja perangkat Defragmenter
yang buatan (built-in) Windows, tidak akan jauh beda. Dan juga, sebaiknya
menggunakan Harddisk dengan tipe Ultra-133 atau Serial ATA (SATA) dengan
buffer 8-MB.

2. Jika RAM PC kurang dari 512 MB, maka sebaiknya ditambah kapasitas
memorinya. Hal ini relatif tidak mahal dan akan membantu meningkatkan performa
sistem anda secara dramatis.

3. Pastikan file system yang digunakan Windows XP adalah NTFS. Cara
memeriksanya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Klik Properties.

Kalau ternyata file system Anda menggunakan FAT32, maka untuk mengubahnya
adalah dengan cara sebagai berikut:
• Backup data-data penting dulu ya.
• Klik Start > Run > ketik CMD
• Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik:
Code:
CONVERT C: /FS:NTFS

Catatan: Komputer jangan disela ketika melakukan konversi ini, dan juga dalam
keadaan bebas dari virus. File system yang digunakan oleh drive bootable
(biasanya C:) bisa FAT32 atau NTFS. Saya sangat merekomendasikan untuk
menggunakan NTFS demi keamanan superior, ketahanan dan efisiensi ruang yang
lebih besar.

4. Non aktifkan File Indexing. Layanan File Indexing mengekstraksi informasi dari
dokumen-dokumen dan file-file lainnya yang ada pada harddisk dan membuat
sebuah "searchable keyword index" (index keyword pencarian). Bisa dibayangkan
proses ini sangat memberatkan sistem.

Cara kerjanya sbb:
Seorang user mencari kata, frase, atau properti sebuah dokumen, dari dokumen-
dokumen yang jumlahnya ratusan atau ribuan dan ia tidak tahu nama dari dokumen
yang dicari. Windows XP dengan fungsi built-in search masih bisa melakukan
berbagai macam jenis pencarian tanpa melibatkan Indexing Service. Tapi agak
lebih lama. Sistem Operasi harus membuka tiap file ketika diminta tolong mencari
apa yang user inginkan.

Kebanyakan orang tidak membutuhkan fitur pencarian ini. Yang biasanya
membutuhkan adalah lingkungan perusahaan yang besar dimana ribuan dokumen
diletakkan pada paling tidak satu server. Akan tetapi jika hanya semacam system
builder, yang kebanyakan kliennya adalah bisnis kecil dan menengah, dan jika para
klien tidak membutuhkan fitur tersebut, saya rekomendasikan supaya
mendisfungsikannnya (disable) layanan tersebut.

Caranya Mendisfungsikannya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Pilih Properties
d. Hilangkan tanda centang (checklist) "Allow Indexing Service to index this disk for
fast file searching."
e. Klik tombol Apply, muncul: apply changes to "C: subfolders and files"
f. Klik tombol OK.
Jika ada pesan peringatan atau error muncul (seperti "Access is denied"), klik
tombol Ignore All.

5. Update driver VGA dan chipset motherboard, termasuk update BIOS dan
konfigurasinya. Carilah info-info tentang konfigurasi BIOS secara tepat di internet.

6. Kosongkan folder Prefetch windows setiap 3 bulan atau lebih. Windows XP
merekam sebagian dari data atau aplikasi yang sering digunakan agar membuat
proses load kelihatan lebih cepat ketika dipanggil oleh user. Hal ini bagus, tetapi
untuk waktu yang lama, folder prefetch bisa jadi kelebihan muatan referensi file dan
aplikasi yang tidak lagi digunakan. Jika hal itu terjadi, Windows XP akan
membuang-buang waktu dan memperlambat performa sistem, ketika melakukan
load aplikasi atau file. Tidak ada yang penting dalam folder tersebut, dan seluruh
isinya aman untuk dihapus. Folder tersebut terletak di: C:¥WINDOWS¥Prefetch¥

7. Sekali sebulan jalankan disk cleanup.
Caranya:
a. Buka Windows Explorer (My Computer)
b. Klik kanan pada drive C:
c. Pilih Properties
d. Klik tombol Disk Cleanup dan delete semua file temporer.
8. Pada Device Manager, klik ganda pada IDE ATA/ATAPI Controllers device, dan
pastikan DMA di-enable (diaktifkan) untuk tiap drive yang terhubung ke Primary
Controller dan atau Secondary controller. Lakukan hal ini dengan cara:
a. Klik ganda pada Primary IDE Channel. kemudian klik tab Advance Settings.
b. Pastikan Transfer Mode -nya diset pada "DMA if Available" untuk kedua Device 0
dan Device 1.
c. Lakukan hal serupa pada Secondary IDE Channel.
9. Upgrade Pengkabelan.

Untuk peningkatan teknologi harddisk, dibutuhkan pengakabelan yang akan
mendorong performa lebih baik. Pastikan untuk menggunakan kabel 80-wire Ultra-
133 untuk semua device IDE dan gunakan konektor yang cocok dengan socket
Master/Slave/Motherboard. Kalo Device-nya cuma satu, harus dihubungkan pada
konektor yang paling ujung dari kabel pita (kabel data), jangan pada konektor yang
di tengah kabel pita, jika tidak, maka akan terjadi masalah sinyal. Pada harddisk
ultra DMA, masalah sinyal ini bisa mencegah harddisk memaksimalkan potensinya.

10. Buang semua spyware dari komputer.
Gunakan program gratisan seperti AdAware buatan Lavasoft atau SpyBot Search &
Destroy. Setelah program ini terinstal, pastikan untuk melakukan cek update dan
mendownloadnya jika ada, sebelum melakukan pencarian spyware di komputer.
Apapun program yang ditemukan bisa dihapus secara aman. Semua program
gratisan yang meminta spyware untuk dijalankan tidak akan berfungsi lagi. Jika
program-program gratisan itu masih dibutuhkan tinggal instal lagi saja.

11. Buang semua program atau item yang tidak perlu dari rutin (routin) Windows
Startup dengan menggunakan utilitas MSCONFIG.
Caranya:
a. Klik Start > Run > ketik MSCONFIG > klik OK
b. Klik tab StartUp ?> kemudian hilangkan checklist (tanda centang) dari program
yangtidak diinginkan.

Tidak paham dengan item-item tersebut? Kunjungi WinTasks Process Library. Situs
itu memuat proses sistem, aplikasi yang diketahui dan juga tentang referensi
spyware dan penjelsannya. Atau bisa diidentifikasi nama item-item tersebut secara
langsung dengan menggunakan google.

12. Buang semua program yang tidak digunakan dari Add/Remove Programs di
Control Panel.

13. Matikan beberapa atau semua animasi yang tidak dibutuhkan dan nonaktifkan
(disable) active desktop.
Pada kenyataannya, untuk optimasi performa, matikan semua animasi. Windows
Xp menawarkan banyak setting-setting yang berbeda pada bagian ini.

Caranya:
a. Klik System Icon di Control Panel
b. Klik tab Advance
c. Klik tombol Settings pada kotak Performance.
d. Hilangkan checklist (tanda centang) opsi apa saja yang tidak ingin dijalankan.
Atau bisa langsung klik pada Radio Button: Adjust for best performance.

14. Kalo bisa mengedit Registry Windows XP, lakukan untuk meningkatkan
performa XP.
Bisa menggunakan software tweak atau manual mengedit registry. Di internet
sudah banyak tersebar.

15. Kunjungi situs update Microsoft Windows secara rutin dan download semua
update yang berlabel Critical.
Download juga Optional update yang dibutuhkan. (ingat, kalau software OS
windows XP -nya bajakan, jangan coba-coba untuk mengupdate, bisa dikasih
"stempel" tanda bajakan sama Microsoft yang justru akan memperlambat sistem
ketika booting dan running).

16. Update anti virus dalam sepekan sekali atau bahkan harian. Pastikan hanya
satu software yang terinstal. Menggabungkan lebih dari satu antivirus hanya akan
mengundang penyakit bagi performa dan kahandalan komputer.

17. Pastikan font yang terinstal kurang dari 500 jenis saja pada komputer. Makin
banyak font, makin lambatlah sistem. Walaupun windows XP lebih efisien dalam
menangani font dari pada versi sebelumnya, tapi kelebihan font akan berdampak
pada melemahnya sistem.

18. Jangan partisi harddisk. (Opsional saja)
NTFS File System Windows XP berjalan lebih efisien pada satu partisi yang besar.
Data tidak lebih aman pada partisi terpisah, dan format ulang tidak dibutuhkan
untuk instal ulang Sistem Operasi (OS). Satu partisi ini berfungsi agar tidak ada
pembatasan oleh partisi akan tetapi akan dibatasi oleh ukuran kapasitas harddisk
itu sendiri. Sehingga tidak perlu melakukan resize partisi yang meghabiskan waktu
dan resiko kehilangan data.

19. Lakukan pengecekan terhadap sistem RAM untuk memastikan beroperasi
dengan baik.
Saya merekomendasikan untuk menggunakan program gratisan MemTest86.
Setelah didownload, bisa membuat bootable CD atau disket (sesuai pilihan) yang
akan melakukan 10 macam tes pada memory PC secara otomatis setelah
malakukan boot dengan CD atau disket yang dibuat. Biarkan semua tes berjalan
sampai paling tidak melewati 3 tes selesai dari 10 tes. Jika program mendapati
error, matikan dan cabut listrik komputer, cabut RAM memory, ganti dengan yang
lain dan lakukan tes lagi. Ingat, memory yang rusak tidak bisa diperbaiki, dan hanya
bisa diganti.

20. Jika terdapat CD atau DVD recorder / writer, carilah update firmware dari
pabriknya. Pada beberapa kasus, upgrade terbukti bisa mempercepat recorder
tersebut dan biasanya gratis.

21. Non aktifkan (disable) service (layanan) yang tidak penting.
Windows XP memasang banyak service yang tidak dibutuhkan. Untuk menentukan
service apa saja yang tidak dibutuhkan, buka situs Black Viper untuk konfigurasi
Windows XP.

22. Jika tampilan tunggal Windows Explorer mengalami masalah ketika
menampilkan file dan menghambat sistem operasi, lakukan langkah berikut:
a. Buka My Computer
b. Klik Tools
c. Klik tab View
d. Geser / gulung ke bawah menuju "Launch folder windows in a separate process",
aktifkan opsi ini. Setelah komputer di-restart, opsi ini akan berjalan.

23. Setidaknya sekali setahun, buka casing komputer dan bersihkan semua debu
dan "puing-puingnya". Sementara itu cek juga kipasnya, apakah putarannya masih
proporsional.

1

  • 1.
    1. Non-aktifkan ProgramStart-Up Extra Ada beberapa program aplikasi yang memiliki sifat carrier (bawaan) yang mengeksekusi program tersebut pada saat kita baru menghidupkan komputer (start-up). Contoh umum adalah program Updater Acrobat, Real Player, AOL, MS Groove, Winamp, Matlab, YM dan masih banyak lagi. Jika program ini aktif ketika start-up, maka antara start-up hingga dalam keadaan normal (ready) akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, non-aktifkanlah program- program yang tidak diperlukan pada awal start-up. Sebaiknya semua program aplikasi non-Windows dan antivirus, maka non-aktifkanlah. Berikut langkah- langkahnya : 1. Klik Start, lalu klik Run.. 2. Ketiklah msconfig , lalu tekan enter atau klik OK. 3. Akan tampil System Configuration Utility 4. Pilih dan kliklah Startup 5. Pada tab Startup, Anda akan melihat box-box akan ditandai check list hijau (v). Pelajarilah setiap item tersebut dengan melihat Command. Cobalah hilangkan checklist hijau (v) pada item-item program yang tidak diinginkan. Program-program dengan command C:Windowssebaiknya dibiarkan seperti kondisi semula. 6. Setelah beberapa item telah di unchekc (menghilangkan v pada box), maka kliklah Applydan/atau OK. Akan ada konfirmasi apakah ingin restart? 7. Setelah restart, pada layar akan muncul konfirmasi lagi, dan pilihlah “option for not showing this dialogue every time your PC reboots“ 2 . Optimasi Aturan Tampilan (Display Setting) Secara normal, Windows XP memberi tampilan yang “indah”, dan tentu saja ini membutuhkan resource (cadangan memori) yang berlebih. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda memilih tampilan yang biasa-biasa saja alias sederhana. Berikut caranya: 1. Klik start, lalu klik kanan My Computer
  • 2.
    2. Pilih dankliklah Properties 3. Akan muncul System Properties 4. Pilihlah Advanced 5. Pada Perfomance, kliklah Setting 6. Akan muncul Perfomance Option dan Visual Effect 7. Klik Custom dan silahkan hilangkan beberapa item check list pada box, dan biarkan item-item dibawah ini tetap check (v). 1. Use visual styles on windows and buttons 2. Show shadows under menus 3. Show shadows under mouse pointer 4. Show translucent selection rectangle 5. Show Window contents when dragging 6. Slide taskbar buttons 7. Use common tasks in folders 8. Use drop shadows for icons labels on the desktop Silahkan klik Apply. Dan kemudian klik OK. 3. Mempercepat Browsing File Anda pasti mengalami ketika membuka “My Computer” untuk menelusuri folder- folder terjadi delay (butuh waktu beberapa saat). Hal ini disebabkan karena Windows XP secara otomatis sedang mencari file-file network dan printer setiap kali Anda membuka Windows Explorer. Untuk mempercepat kinerja ini, maka lakukanlah : 1. Klik start, dan double klik My Computer 2. Kliklah menu Tools (bagian atas) 3. Pilihlah Folder Options 4. Muncul box Folder Options, dan pilihlah View
  • 3.
    5. Hilangkan check (v) pada Automatically search for network folders and printers check box 6. Klik Apply dan selanjutnya OK. 7. Perubahan hasil akan terlihat setelah restart. 4. Jalankan Disk CleanUp OS Windows maupun progam aplikasi selalu “menitip” file sementara (temporary files) di “sekeliling” hard disk Anda, sehingga membutuhkan space. Hal ini akan membuat kondisi hard disk akan “full” sehingga akan mempengaruhi faktor kecepatan Windows serta mengurangi efisiensi akses hard disk dan operasi memori virtual. Fenonema ini umumnya menjadi masalah ketika komputer kita digunakan untuk browsing dan surfing internet dengan frekuensi tinggi. Cara “penyembuhan”- nya adalah 1. Klik start, dan double klik My Computer 2. Klik kanan pada Drive C hard disk 3. Kliklah Disk Cleanup 4. Tunggulah beberapa saat dan akan muncul Disk Cleanup for (C:) 5. Pilihlah (berikan check list V) pada Temporary Internet Files and Recycle Bin 6. Klik OK dan selesai 7. Catatan : sebaiknya dilakukan 1 atau 2 minggu sekali 5. Disk Defragmenter Sering mengcopy dan mendelete file-file dalam hard disk menyebabkan susunan file-file dalam hard disk berantarakan. Antara file folder A akan berserakan diantara folder B, C, atau D. Dan juga sebaliknya file folder B bisa berserakan diantara space folder A, C atau D dan seterusnya. Hal ini akan memperlambat kinerja Windows dalam mengakses data (pembaca hard disk akan mencari file-file cakram pada hard disk yang telah berserakan). Dan biasanya, setelah penggunaan dan peng- copy-an/ pen-delete-an terjadi selama 1, 2, 3 atau 4 bulan, maka struktur file akan berserakan. Untuk itu, kita perlu merapikan file tersebut. Caranya sebagai berikut :
  • 4.
    1. Klik start dan pilih All Programs 2. Pilih Accessories 3. Pilih System Tools 4. Pilih Disk Defragmenter 5. Akan muncul “Disk Defragmenter” dengan tampilan volume hard disk kita 6. Kliklah Volume C, dan klik Analyze 7. Setelah beberapa saat, akan muncul hasil analisisnya. Akan muncul hasil yakni “You do not need to defragment this volume” atau “You need to defragment this volume“. 8. Jika yang muncul adalah “You need to defragment this volume“, maka kliklahDefragment. Jika sebaliknya, maka kliklah Close. 9. Setelah seleasai di C, Anda dapat mengecek untuk partisi hard disk di D, E dan seterusnya. 10. Catatan : lakukan pengecekan dan/atau defragment 2 atau 3 bulan sekali. Jangan sering-sering defragment karena akan berdampak buruk pada hard disk. Maksimum sekali dalam 2 bulan atau lebih. 6. Bersihkan Sistem Register yang Tidak digunakan * Cara 6 agak sulit karena membutuhkan program untuk membersihkan/mendelete sistem register program-program yang sudah tidak digunakan lagi (sisa-sisa uninstall program). Disamping itu, banyak juga file-file register yang error dalam OS Windows seiring berjalannya waktu. Hal ini akan memperlambat kinerja Windows. Oleh karena itu, secara periodik (mungkin 3 atau 6 bulan sekali) kita perlu me’maintenance” file-file register yang bermasalah. Beberapa program membersihkan sistem register seperti Ashampoo TuneUp Utilities, RegCure dan masih banyak lagi. Sebenarnya, jika Anda mengerti fungsi register pada Windows, Anda dapat melakukannya secara manual melalui command regedit. Namun, agak sulit untuk awam. 1. Untuk menurunkan waktu booting dan meningkatkan performa, tidak usah menggunakan software defrag pihak ketiga, gunakan saja perangkat Defragmenter
  • 5.
    yang buatan (built-in)Windows, tidak akan jauh beda. Dan juga, sebaiknya menggunakan Harddisk dengan tipe Ultra-133 atau Serial ATA (SATA) dengan buffer 8-MB. 2. Jika RAM PC kurang dari 512 MB, maka sebaiknya ditambah kapasitas memorinya. Hal ini relatif tidak mahal dan akan membantu meningkatkan performa sistem anda secara dramatis. 3. Pastikan file system yang digunakan Windows XP adalah NTFS. Cara memeriksanya: a. Buka Windows Explorer (My Computer) b. Klik kanan pada drive C: c. Klik Properties. Kalau ternyata file system Anda menggunakan FAT32, maka untuk mengubahnya adalah dengan cara sebagai berikut: • Backup data-data penting dulu ya. • Klik Start > Run > ketik CMD • Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik: Code: CONVERT C: /FS:NTFS Catatan: Komputer jangan disela ketika melakukan konversi ini, dan juga dalam keadaan bebas dari virus. File system yang digunakan oleh drive bootable (biasanya C:) bisa FAT32 atau NTFS. Saya sangat merekomendasikan untuk menggunakan NTFS demi keamanan superior, ketahanan dan efisiensi ruang yang lebih besar. 4. Non aktifkan File Indexing. Layanan File Indexing mengekstraksi informasi dari dokumen-dokumen dan file-file lainnya yang ada pada harddisk dan membuat sebuah "searchable keyword index" (index keyword pencarian). Bisa dibayangkan proses ini sangat memberatkan sistem. Cara kerjanya sbb: Seorang user mencari kata, frase, atau properti sebuah dokumen, dari dokumen- dokumen yang jumlahnya ratusan atau ribuan dan ia tidak tahu nama dari dokumen yang dicari. Windows XP dengan fungsi built-in search masih bisa melakukan berbagai macam jenis pencarian tanpa melibatkan Indexing Service. Tapi agak lebih lama. Sistem Operasi harus membuka tiap file ketika diminta tolong mencari apa yang user inginkan. Kebanyakan orang tidak membutuhkan fitur pencarian ini. Yang biasanya membutuhkan adalah lingkungan perusahaan yang besar dimana ribuan dokumen diletakkan pada paling tidak satu server. Akan tetapi jika hanya semacam system
  • 6.
    builder, yang kebanyakankliennya adalah bisnis kecil dan menengah, dan jika para klien tidak membutuhkan fitur tersebut, saya rekomendasikan supaya mendisfungsikannnya (disable) layanan tersebut. Caranya Mendisfungsikannya: a. Buka Windows Explorer (My Computer) b. Klik kanan pada drive C: c. Pilih Properties d. Hilangkan tanda centang (checklist) "Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching." e. Klik tombol Apply, muncul: apply changes to "C: subfolders and files" f. Klik tombol OK. Jika ada pesan peringatan atau error muncul (seperti "Access is denied"), klik tombol Ignore All. 5. Update driver VGA dan chipset motherboard, termasuk update BIOS dan konfigurasinya. Carilah info-info tentang konfigurasi BIOS secara tepat di internet. 6. Kosongkan folder Prefetch windows setiap 3 bulan atau lebih. Windows XP merekam sebagian dari data atau aplikasi yang sering digunakan agar membuat proses load kelihatan lebih cepat ketika dipanggil oleh user. Hal ini bagus, tetapi untuk waktu yang lama, folder prefetch bisa jadi kelebihan muatan referensi file dan aplikasi yang tidak lagi digunakan. Jika hal itu terjadi, Windows XP akan membuang-buang waktu dan memperlambat performa sistem, ketika melakukan load aplikasi atau file. Tidak ada yang penting dalam folder tersebut, dan seluruh isinya aman untuk dihapus. Folder tersebut terletak di: C:¥WINDOWS¥Prefetch¥ 7. Sekali sebulan jalankan disk cleanup. Caranya: a. Buka Windows Explorer (My Computer) b. Klik kanan pada drive C: c. Pilih Properties d. Klik tombol Disk Cleanup dan delete semua file temporer. 8. Pada Device Manager, klik ganda pada IDE ATA/ATAPI Controllers device, dan pastikan DMA di-enable (diaktifkan) untuk tiap drive yang terhubung ke Primary Controller dan atau Secondary controller. Lakukan hal ini dengan cara: a. Klik ganda pada Primary IDE Channel. kemudian klik tab Advance Settings. b. Pastikan Transfer Mode -nya diset pada "DMA if Available" untuk kedua Device 0 dan Device 1. c. Lakukan hal serupa pada Secondary IDE Channel. 9. Upgrade Pengkabelan. Untuk peningkatan teknologi harddisk, dibutuhkan pengakabelan yang akan mendorong performa lebih baik. Pastikan untuk menggunakan kabel 80-wire Ultra-
  • 7.
    133 untuk semuadevice IDE dan gunakan konektor yang cocok dengan socket Master/Slave/Motherboard. Kalo Device-nya cuma satu, harus dihubungkan pada konektor yang paling ujung dari kabel pita (kabel data), jangan pada konektor yang di tengah kabel pita, jika tidak, maka akan terjadi masalah sinyal. Pada harddisk ultra DMA, masalah sinyal ini bisa mencegah harddisk memaksimalkan potensinya. 10. Buang semua spyware dari komputer. Gunakan program gratisan seperti AdAware buatan Lavasoft atau SpyBot Search & Destroy. Setelah program ini terinstal, pastikan untuk melakukan cek update dan mendownloadnya jika ada, sebelum melakukan pencarian spyware di komputer. Apapun program yang ditemukan bisa dihapus secara aman. Semua program gratisan yang meminta spyware untuk dijalankan tidak akan berfungsi lagi. Jika program-program gratisan itu masih dibutuhkan tinggal instal lagi saja. 11. Buang semua program atau item yang tidak perlu dari rutin (routin) Windows Startup dengan menggunakan utilitas MSCONFIG. Caranya: a. Klik Start > Run > ketik MSCONFIG > klik OK b. Klik tab StartUp ?> kemudian hilangkan checklist (tanda centang) dari program yangtidak diinginkan. Tidak paham dengan item-item tersebut? Kunjungi WinTasks Process Library. Situs itu memuat proses sistem, aplikasi yang diketahui dan juga tentang referensi spyware dan penjelsannya. Atau bisa diidentifikasi nama item-item tersebut secara langsung dengan menggunakan google. 12. Buang semua program yang tidak digunakan dari Add/Remove Programs di Control Panel. 13. Matikan beberapa atau semua animasi yang tidak dibutuhkan dan nonaktifkan (disable) active desktop. Pada kenyataannya, untuk optimasi performa, matikan semua animasi. Windows Xp menawarkan banyak setting-setting yang berbeda pada bagian ini. Caranya: a. Klik System Icon di Control Panel b. Klik tab Advance c. Klik tombol Settings pada kotak Performance. d. Hilangkan checklist (tanda centang) opsi apa saja yang tidak ingin dijalankan. Atau bisa langsung klik pada Radio Button: Adjust for best performance. 14. Kalo bisa mengedit Registry Windows XP, lakukan untuk meningkatkan performa XP. Bisa menggunakan software tweak atau manual mengedit registry. Di internet
  • 8.
    sudah banyak tersebar. 15.Kunjungi situs update Microsoft Windows secara rutin dan download semua update yang berlabel Critical. Download juga Optional update yang dibutuhkan. (ingat, kalau software OS windows XP -nya bajakan, jangan coba-coba untuk mengupdate, bisa dikasih "stempel" tanda bajakan sama Microsoft yang justru akan memperlambat sistem ketika booting dan running). 16. Update anti virus dalam sepekan sekali atau bahkan harian. Pastikan hanya satu software yang terinstal. Menggabungkan lebih dari satu antivirus hanya akan mengundang penyakit bagi performa dan kahandalan komputer. 17. Pastikan font yang terinstal kurang dari 500 jenis saja pada komputer. Makin banyak font, makin lambatlah sistem. Walaupun windows XP lebih efisien dalam menangani font dari pada versi sebelumnya, tapi kelebihan font akan berdampak pada melemahnya sistem. 18. Jangan partisi harddisk. (Opsional saja) NTFS File System Windows XP berjalan lebih efisien pada satu partisi yang besar. Data tidak lebih aman pada partisi terpisah, dan format ulang tidak dibutuhkan untuk instal ulang Sistem Operasi (OS). Satu partisi ini berfungsi agar tidak ada pembatasan oleh partisi akan tetapi akan dibatasi oleh ukuran kapasitas harddisk itu sendiri. Sehingga tidak perlu melakukan resize partisi yang meghabiskan waktu dan resiko kehilangan data. 19. Lakukan pengecekan terhadap sistem RAM untuk memastikan beroperasi dengan baik. Saya merekomendasikan untuk menggunakan program gratisan MemTest86. Setelah didownload, bisa membuat bootable CD atau disket (sesuai pilihan) yang akan melakukan 10 macam tes pada memory PC secara otomatis setelah malakukan boot dengan CD atau disket yang dibuat. Biarkan semua tes berjalan sampai paling tidak melewati 3 tes selesai dari 10 tes. Jika program mendapati error, matikan dan cabut listrik komputer, cabut RAM memory, ganti dengan yang lain dan lakukan tes lagi. Ingat, memory yang rusak tidak bisa diperbaiki, dan hanya bisa diganti. 20. Jika terdapat CD atau DVD recorder / writer, carilah update firmware dari pabriknya. Pada beberapa kasus, upgrade terbukti bisa mempercepat recorder tersebut dan biasanya gratis. 21. Non aktifkan (disable) service (layanan) yang tidak penting. Windows XP memasang banyak service yang tidak dibutuhkan. Untuk menentukan service apa saja yang tidak dibutuhkan, buka situs Black Viper untuk konfigurasi
  • 9.
    Windows XP. 22. Jikatampilan tunggal Windows Explorer mengalami masalah ketika menampilkan file dan menghambat sistem operasi, lakukan langkah berikut: a. Buka My Computer b. Klik Tools c. Klik tab View d. Geser / gulung ke bawah menuju "Launch folder windows in a separate process", aktifkan opsi ini. Setelah komputer di-restart, opsi ini akan berjalan. 23. Setidaknya sekali setahun, buka casing komputer dan bersihkan semua debu dan "puing-puingnya". Sementara itu cek juga kipasnya, apakah putarannya masih proporsional.