Dasar Algoritma
Pemrograman
OLEH :
R. Arri Widyanto
Agenda
 Dasar Algoritma
 Konsep Pemrograman
 Struktur logika program
 Struktur Urut
 Struktur Keputusan
 Struktu Majemuk
 Perulangan
Introduksi (1)
 Pengertian algoritma sangat lekat dengan
kata logika, yaitu kemampuan seorang
manusia untuk berfikir dengan akal tentang
suatu permasalahan menghasilkan :
 kebenaran, dibuktikan dan dapat diterima akal,
logika seringkali dihubungkan dengan
kecerdasan, seseorang yang mampu berlogika
dengan baik sering orang menyebutnya sebagai
pribadi yang cerdas.
 Dalam menyelesaikan suatu masalahpun logika
mutlak diperlukan.
Introduksi (2)
 Pembuatan logika program akan lebih mudah
dibuat dan dikomunikasikan dengan
menggunakan algoritma (algorithm).
 Definisi : Algoritma adalah urutan langkah
berhingga untuk memecahkan masalah
logika atau matematika.
Introduksi (3)
 Algoritma disebut juga dengan motode,
teknik, atau prosedur.
 Algoritma berasal dari kata“algorism” yang
dikenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Musa
Al-Khowarizmi dalam bukunya yang berjudul
Kitab Al Jabr Waal Muqobala (The Book of
Restoration and Reduction).
Dasar-dasar algoritma (1)
 Standar teknik pemecahan masalah
 Teknik Top-Down; merupakan teknik pemecahan
masalah dengan cara membagi suatu masalah
yang kompleks dibagi menjadi sub bagian yang
paling kecil, kemudian disusun langkah
penyelesaia masalah secara detail.
 Teknik Bottom-Up; merupakan teknik
penyelesaian masalah dengan cara
mengumpulkan dari sub-sub bagian menjadi satu
kesatuan. Teknik ini sudah mulai ditinggalkan
karena kesulitan dalam hal standarisasi.
Dasar-dasar algoritma (2)
 Langkah penyelesaian masalah dinyatakan
dengan pernyataan (statement)
 Statement -> aksi (action).
 Langkah tersebut berupa : runtunan aksi,
pemilihan dan perulangan.
 Struktur dasar algoritma :
 Urut (sequential)
 Keputusan /Pemilihan (selection)
 Perulangan (repetition)
Dasar-dasar algoritma (3)
 Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan
biasanya menggunakan metode :
1. English structure; yaitu penyajian algoritma
menggunakan bahasa yang dipakai manusia (dalam
hal ini adalah bahasa Inggris sebagai basisnya,
tetapi dapat juga menggunakan bahasa Indonesia)
2. Pseudocode; yaitu menggunakan kode yang mirip
dengan bahasa pemrograman. Bahasa
pemrograman yang dipakai misalnya: bahasa C,
bahasa Pascal dan bahasa Basic.
Dasar-dasar algoritma (4)
3. Bagan atau gambar.
Salah satu bagan yang digunakan
untuk menyatakan algoritma ialahyang
disebut dengan bagan alir (flowchart).
Bagan alir terdiri atas sekumpulan
gambar yang digunakan menyatakan
simbol-simbol tertentu.
Simbol-simbol Flowchart
 Terminal / proses. (awal /
akhir)
 Proses
 Preparation
 Titik keputusan /
Pemilihan proses.
 Input / output
 Penghubung
(halaman yang sama)
 Arah arus / proses
 Penghubung
(halaman yang
berbeda)
Konsep Pemrograman
 Variabel
 Besaran yang dapat berubah-ubah harganya
 Contoh Pemberian nilai variabel:
 Konstanta :
 Variabel yang nilainya adalah tetap.
A←10
X←A+B
A=10
X=A+B
Struktur Urut (1)
 Sering disebut dengan struktur runtut.
 Tiap pernyataan diikuti dengan pernyataan
berikutnya
START
Proses 1
Proses 2
END
Struktur Urut (2)
 Contoh :
 Algoritma menghitung jumlah 2 bilangan :
1. Isikan nilai A dengan 2
2. Isikan nilai B dengan 5
3. Hitung C=A + B
4. Cetak C
Struktur Urut (3)
 Program :
100 INPUT “ Nilai A : “; A
200 INPUT “ Nilai B : “; B
300 C= A+B
400 PRINT “ Nilai A + B adalah : “;C
500 END
Struktur Keputusan (1)
 Sering disebut juga dengan Pemilihan.
 Aksi dikerjakan jika kondisi tertentu terpenuhi
Mulai
Syarat Perintah 1
Perintah 2
Selesai
Data
Struktur Keputusan (2)
 Syarat pengujian dengan melakukan
pembanding.
 Pembanding berupa :
 = ; sama dengan
 < ; lebih kecil
 >; lebih besar
 <=; lebih kecil atau sama dengan
 >=; lebih besar atau sama dengan
 <>; tidak sama dengan
Struktur Keputusan (3)
 Contoh :
 Pada saat menjalankan kendaraan,
dipersimpangan terdapat lampu merah. Pada
saat lampu menyala merah, maka kendaraan
akan dihentikan.
 Ditulis dalam bentuk algoritma :
 Jika lampu menyala merah, maka
berhenti
Struktur Keputusan (4)
 Contoh menampilkan
bilangan positif dan
negatif :
 Algorimanya :
1. Masukan suatu
bilangan
2. Bandingkan, bila
bilangan lebih besar
dari nol keterangan=
positif
3. Jika tidak, keterangan =
negatif
4. Cetak keterangan
Mulai
Bil > 0 Ket=positif
Ket=negatif
Selesai
Input, bil
Cetak, ket
ya
tidak
Struktur Perulangan (1)
 Pada struktur ini ada bagian program yang
diulang, selama syarat dipenuhi.
 Struktur perulangan mempunyai beberapa
bentuk :
 For – Next
 While – Wend
 Do – Loop Until
Struktur Perulangan (2)
 For-Next; eksekusi
program akan diulangi
selama kondisi atau
syarat perulangan
dipenuhi.
 Pengujian dilakukan
sebelum blok program
dikerjakan.
 Jumlah perulangan
sudah ditentukan dari
awal.
START
END
For var, awal,
akhir, step
Next
Perintah
Struktur Perulangan (3)
 While-Wend; merupakan
perulangan dengan cara
melakukan pengujian
kondisi terlebih dahulu.
Selama kondisi ini dipenuhi
maka proses perulangan
akan dikerjakan.
 Struktur ini lebih fleksibel
karena jumlah perulangan
tidak harus ditentukan
START
END
Perintah
Syarat
Struktur Perulangan (4)
 Do-Loop Until;
Blok program
akan dilakukan
pengulangan;
setelah syarat
terpenuhi
proses berhenti.
START
END
Perintah
Syarat

01. Dasar-dasar Algoritma Pemrograman menggunakan Visual Basic

  • 1.
  • 2.
    Agenda  Dasar Algoritma Konsep Pemrograman  Struktur logika program  Struktur Urut  Struktur Keputusan  Struktu Majemuk  Perulangan
  • 3.
    Introduksi (1)  Pengertianalgoritma sangat lekat dengan kata logika, yaitu kemampuan seorang manusia untuk berfikir dengan akal tentang suatu permasalahan menghasilkan :  kebenaran, dibuktikan dan dapat diterima akal, logika seringkali dihubungkan dengan kecerdasan, seseorang yang mampu berlogika dengan baik sering orang menyebutnya sebagai pribadi yang cerdas.  Dalam menyelesaikan suatu masalahpun logika mutlak diperlukan.
  • 4.
    Introduksi (2)  Pembuatanlogika program akan lebih mudah dibuat dan dikomunikasikan dengan menggunakan algoritma (algorithm).  Definisi : Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika.
  • 5.
    Introduksi (3)  Algoritmadisebut juga dengan motode, teknik, atau prosedur.  Algoritma berasal dari kata“algorism” yang dikenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Musa Al-Khowarizmi dalam bukunya yang berjudul Kitab Al Jabr Waal Muqobala (The Book of Restoration and Reduction).
  • 6.
    Dasar-dasar algoritma (1) Standar teknik pemecahan masalah  Teknik Top-Down; merupakan teknik pemecahan masalah dengan cara membagi suatu masalah yang kompleks dibagi menjadi sub bagian yang paling kecil, kemudian disusun langkah penyelesaia masalah secara detail.  Teknik Bottom-Up; merupakan teknik penyelesaian masalah dengan cara mengumpulkan dari sub-sub bagian menjadi satu kesatuan. Teknik ini sudah mulai ditinggalkan karena kesulitan dalam hal standarisasi.
  • 7.
    Dasar-dasar algoritma (2) Langkah penyelesaian masalah dinyatakan dengan pernyataan (statement)  Statement -> aksi (action).  Langkah tersebut berupa : runtunan aksi, pemilihan dan perulangan.  Struktur dasar algoritma :  Urut (sequential)  Keputusan /Pemilihan (selection)  Perulangan (repetition)
  • 8.
    Dasar-dasar algoritma (3) Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan biasanya menggunakan metode : 1. English structure; yaitu penyajian algoritma menggunakan bahasa yang dipakai manusia (dalam hal ini adalah bahasa Inggris sebagai basisnya, tetapi dapat juga menggunakan bahasa Indonesia) 2. Pseudocode; yaitu menggunakan kode yang mirip dengan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang dipakai misalnya: bahasa C, bahasa Pascal dan bahasa Basic.
  • 9.
    Dasar-dasar algoritma (4) 3.Bagan atau gambar. Salah satu bagan yang digunakan untuk menyatakan algoritma ialahyang disebut dengan bagan alir (flowchart). Bagan alir terdiri atas sekumpulan gambar yang digunakan menyatakan simbol-simbol tertentu.
  • 10.
    Simbol-simbol Flowchart  Terminal/ proses. (awal / akhir)  Proses  Preparation  Titik keputusan / Pemilihan proses.
  • 11.
     Input /output  Penghubung (halaman yang sama)  Arah arus / proses  Penghubung (halaman yang berbeda)
  • 12.
    Konsep Pemrograman  Variabel Besaran yang dapat berubah-ubah harganya  Contoh Pemberian nilai variabel:  Konstanta :  Variabel yang nilainya adalah tetap. A←10 X←A+B A=10 X=A+B
  • 13.
    Struktur Urut (1) Sering disebut dengan struktur runtut.  Tiap pernyataan diikuti dengan pernyataan berikutnya START Proses 1 Proses 2 END
  • 14.
    Struktur Urut (2) Contoh :  Algoritma menghitung jumlah 2 bilangan : 1. Isikan nilai A dengan 2 2. Isikan nilai B dengan 5 3. Hitung C=A + B 4. Cetak C
  • 15.
    Struktur Urut (3) Program : 100 INPUT “ Nilai A : “; A 200 INPUT “ Nilai B : “; B 300 C= A+B 400 PRINT “ Nilai A + B adalah : “;C 500 END
  • 16.
    Struktur Keputusan (1) Sering disebut juga dengan Pemilihan.  Aksi dikerjakan jika kondisi tertentu terpenuhi Mulai Syarat Perintah 1 Perintah 2 Selesai Data
  • 17.
    Struktur Keputusan (2) Syarat pengujian dengan melakukan pembanding.  Pembanding berupa :  = ; sama dengan  < ; lebih kecil  >; lebih besar  <=; lebih kecil atau sama dengan  >=; lebih besar atau sama dengan  <>; tidak sama dengan
  • 18.
    Struktur Keputusan (3) Contoh :  Pada saat menjalankan kendaraan, dipersimpangan terdapat lampu merah. Pada saat lampu menyala merah, maka kendaraan akan dihentikan.  Ditulis dalam bentuk algoritma :  Jika lampu menyala merah, maka berhenti
  • 19.
    Struktur Keputusan (4) Contoh menampilkan bilangan positif dan negatif :  Algorimanya : 1. Masukan suatu bilangan 2. Bandingkan, bila bilangan lebih besar dari nol keterangan= positif 3. Jika tidak, keterangan = negatif 4. Cetak keterangan Mulai Bil > 0 Ket=positif Ket=negatif Selesai Input, bil Cetak, ket ya tidak
  • 20.
    Struktur Perulangan (1) Pada struktur ini ada bagian program yang diulang, selama syarat dipenuhi.  Struktur perulangan mempunyai beberapa bentuk :  For – Next  While – Wend  Do – Loop Until
  • 21.
    Struktur Perulangan (2) For-Next; eksekusi program akan diulangi selama kondisi atau syarat perulangan dipenuhi.  Pengujian dilakukan sebelum blok program dikerjakan.  Jumlah perulangan sudah ditentukan dari awal. START END For var, awal, akhir, step Next Perintah
  • 22.
    Struktur Perulangan (3) While-Wend; merupakan perulangan dengan cara melakukan pengujian kondisi terlebih dahulu. Selama kondisi ini dipenuhi maka proses perulangan akan dikerjakan.  Struktur ini lebih fleksibel karena jumlah perulangan tidak harus ditentukan START END Perintah Syarat
  • 23.
    Struktur Perulangan (4) Do-Loop Until; Blok program akan dilakukan pengulangan; setelah syarat terpenuhi proses berhenti. START END Perintah Syarat