NETWORK PLANNING
Taufik Hidayatulloh, M.Kom
PENGANTAR
 Network Planning merupakan sistem informasi pada penyelenggaraan
proyek
 Kegiatan proyek
 Sumber daya yang dibutuhkan oleh kegiatan
 Jadwal kegiatan
 Syarat Network Planning:
 Model harus lengkap
 Model harus cocok
 Asumsi yang dipakai tepat
 Sikap pelaksana
NETWORK DIAGRAM
 Visualisasi proyek berdasarkan network planning
 Jaringan kerja yg berisi lintasan kegiatan dan urutan peristiwa selama
penyelenggaraan proyek, dapat diketahui:
 Peristiwa/Lintasan kritis
 Peristiwa penting (mile stone)
 Network diagram digunakan agar penarikan kesimpulan tidak salah
Network Diagram : SIMBOL
 Simbol yang digunakan
dalam Network diagram
ada 3:
 ANAK PANAH
 melambangkan sebuah
kegiatan
 Selalu menuju ke arah kanan
 Dapat digambarkan secara:
X4
X2
X1
X3
X5
X6
L4
L1
L2
L3
L5
L6
Catatan:
Panjang anak panah tidak melambangkan lama
kegiatan, kecuali pada time scale network
diagram (anak panah proporsional dengan lama
kegiatan dari kegiatan yang dilambangkannya.
Network Diagram : SIMBOL
 LINGKARAN
 Melambangkan peristiwa
 Memiliki 3 ruangan
n
SPAn
SPLn
No.
Peristiwa
Bilangan yang digunakan untuk
menyatakan hari, menjelaskan
saat paling awal peristiwa
Bilangan yang digunakan untuk
menyatakan hari, menjelaskan saat
paling lambat peristiwa boleh
terjadi
Sn = SPLn – SPAn
Slack time
Network Diagram : SIMBOL
 Slack time
 Berharga positif,
bukan peristiwa kritis
 Berharga nol,
memberi arti
peristiwa merupakan
peristiwa kritis
 Berharga negatif,
memberi arti
peristiwa merupakan
peristiwa sangat kritis
n
SPAn
SPLn
n
SPAn
SPLn
Network Diagram : SIMBOL
 Contoh :
n = 10
SPAn = 95
SPLn = 99
10
95
99
Sn = SPLn – SPAn
Sn = 99 – 95
Sn = 4
11
100
100
n = 11
SPAn = 100
SPLn = 100
Sn = 100 – 100
Sn = 0
Network Diagram : SIMBOL
 ANAK PANAH TERPUTUS-
PUTUS
 Melambangkan hubungan
antar peristiwa
 Menggambarkan tidak
mengandung sumberdaya
dalam kegiatannya
4
2
1
3
5
6
Hubungan antar Simbol
 Pada gambar di bawah: terdapat sebuah peristiwa awal (PAW) dengan
sebuah kegiatan sebagai output, sebuah peristiwa akhir (PAK) dengan
sebuah kegiatan sebagai input, terdapat sebuah kegiatan yang
terletak antar PAW dan PAK.
 Tafsiran:
 Bila i terjadi, maka X bisa mulai;
 Bila X mulai, maka i pasti terjadi;
 Bila X selesai, maka j pasti terjadi
 Bila j terjadi, maka X pasti selesai.
i
SPLi
SPAi
j
SPLj
SPAj
X
L
Hubungan antar Simbol
 Pada gambar di bawah: sebuah PAW dengan beberapa output,
sebuah PAK dengan beberapa input, terdapat sebuah kegiatan
terletak antara PAW dan PAK.
 Tafsiran:
 Bila i terjadi, maka X mungkin mulai;
 Bila X mulai, maka i pasti terjadi;
 Bila X selesai, maka j mungkin terjadi
 Bila j terjadi, maka X pasti selesai.
i
SPLi
SPAi
j
SPLj
SPAj
X
L
Hubungan antar Simbol
 Pada gambar di bawah: terdapat sebuah peristiwa awal (PAW)
dengan dummy kegiatan sebagai output, sebuah peristiwa akhir
(PAK) dengan dummy kegiatan sebagai input, terdapat sebuah
dummy yang terletak antar PAW dan PAK.
 Tafsiran:
 Bila i terjadi, maka j pasti terjadi;
 Bila j terjadi, maka i pasti terjadi.
i
SPLi
SPAi
j
SPLj
SPAj
Hubungan antar Simbol
 Pada gambar di bawah: sebuah PAW dengan beberapa output dan
dummy, sebuah PAK dengan beberapa input dan dummy, terdapat
sebuah dummy terletak antara PAW dan PAK.
 Tafsiran:
 Bila i terjadi, maka j mungkin mulai;
 Bila j terjadi, maka i pasti terjadi;
i
SPLi
SPAi
j
SPLj
SPAj
Hubungan Antar-kegiatan
 Hubungan Seri, antara 2 kegiatan terdapat hubungan
seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan
kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan.
 Kasus1; A adalah kegiatan memakai kaos kaki, B adalah
kegiatan memakai sepatu
 Peristiwa 1 terjadi, kegiatan A dimulai
 Kegiatan A selesai, maka peristiwa 2 terjadi, kegiatan B dimulai
 Kegiatan B selesai, maka peristiwa 3 terjadi
1 2 3
A B
LA LB
Hubungan Antar-kegiatan
 Hubungan Paralel, antara 2 kegiatan terdapat hubungan
seri bila untuk memulai dan atau menyelesaikan sebuah
kegiatan tidak perlu menunggu kegiatan lainnya mulai dan
atau kegiatan lainnya selesai.
 Kegiatan D memiliki PAW nomor 5, dan PAK nomor 7
 Kegiatan E memiliki PAW nomor 6, dan PAK nomor 7
 Syarat terjadinya Peristiwa 7 adalah kegiatan D selesai dan
kegiatan E selesai.
5
6
7
D
E
LD
LE
Hubungan kegiatan yang paling menentukan
 Hubungan kegiatan yang universal dan karenanya paling
menentukan adalah hubungan seri langsung, karena
dengan mengetahui pasangan-pasangan kegiatan yang
mempunyai hubungan seri langsung, maka
 Jenis hubungan lain akan diketahui;
 Dpat disusun struktur logika ketergantungan antar-kegiatan
yang ada dalam proyek, berupa diagram yang disebut Network
Diagram
 Dua kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung,
dapat dikemukakan secara lisan dengan 2 cara, yaitu:
 Satu kegiatan merupakan kegiatan pengikut (successor) dari
kegiatan lain;
 Satu kegiatan merupakan kegiatan pendahulu (predecessor)
dari kegiatan lain.
Hubungan Elementer Antar-kegiatan
 Untuk merubah penyelenggaraan proyek menjadi network diagram
dilakukan hal berikut ini:
 Mendefinisikan permasalahan
 Inventarisis kegiatan dalam penyelenggaraan proyek
 Menentukan hubugan seri langsung masing-masing kegiatan dengan kegiatan lain.
 Menyusun logika ketergantugan antar kegiatan
Permasalahan
 Menggunakan susunan balok sebagai suatu
permasalahan. Susunan balok ini bukan saja
sebagai analogi proyek fisik tetapi juga
merupakan analogi proyek nonfisik
 Contoh permasalahan :
Balok B diletakkan di atas balok A
 Permasalahan di atas bisa merupakan permasalahan
pemasangan balok, dimana untuk menempatkan
balok B, maka balok A harus sudah diletakkan
terlebih dahulu.
 Jika menggunakan analogi dari pekerjaan lain,
umpamanya, untuk membangun struktur sebuah
bangunan (kegiatan B), pekerjaan membuat fondasi
(kegiatan A) harus sudah selesai.
Elemen Network Diagram
 Perbedaan elemen Network Diagram dengan Network
Diagram, terletak pada tidak adanya keharusan bagi
sebuah elemen network diagram dimulai pada satu
peristiwa awal (PAW) dan selesai pada satu peristiwa
akhir (PAK).
 Cara menyusun elemen network diagram adalah:
 Rangkaikan pasangan-pasangan kegiatan yang
mempunyai hubungan seri langsung.
 Setiap kegiatan hanya digambar satu kali, tidak
boleh lebih
 Jumlah dummy dan jumlah peristiwa tidak boleh
kurang dab tidak boleh lebih dari yang diperlukan.
Contoh kasus
 Kasus 1
 Kegiatan Y merupakan kegiatan pengikut dari kegiatan X
 Kegiatan X merupakan kegiatan pendahulu dari kegiatan Y
X Y
KASUS 2
 Elemen network diagram untuk kedua alternatif
tersebut di atas adalah sebagai berikut:
Kegiatan Kegiatan Pendahulu
A -
B A
Kegiatan Kegiatan Pengikut
A B
B -
10 11 12
A B
KASUS 3
 Dua buah balok B dan balok C diletakkan di atas
sebuah balok A
Kegiatan Kegiatan Pendahulu
A -
B A
C A
Kegiatan Kegiatan Pengikut
A B,C
B -
C -
10 11
12
A
B
C
13
KASUS 4
 Dua buah balok yakni balok B dan balok C ditempatkan di
atas balok A, pada kedua balok B dan C ditempatkan pula
balok D.
Kegiatan Kegiatan Pendahulu
A -
B A
C A
D B,C
Kegiatan Kegiatan Pengikut
A B,C
B D
C D
D -
11 12
A
B
C
10 13
11
A
10 13 14
12
D
B
C
D
dB
dC
dB ≥ dC
Network Diagram
21 25
W
X3
20 26
Y
X4
X1
X2
d4
d3
d2
d1
21
W
20 25 26
X1
X2
X3
X4
d1
d2
d3
d4
24
23
22
Kembali

0009-Network Planning (tambahan).pptx

  • 1.
  • 2.
    PENGANTAR  Network Planningmerupakan sistem informasi pada penyelenggaraan proyek  Kegiatan proyek  Sumber daya yang dibutuhkan oleh kegiatan  Jadwal kegiatan  Syarat Network Planning:  Model harus lengkap  Model harus cocok  Asumsi yang dipakai tepat  Sikap pelaksana
  • 3.
    NETWORK DIAGRAM  Visualisasiproyek berdasarkan network planning  Jaringan kerja yg berisi lintasan kegiatan dan urutan peristiwa selama penyelenggaraan proyek, dapat diketahui:  Peristiwa/Lintasan kritis  Peristiwa penting (mile stone)  Network diagram digunakan agar penarikan kesimpulan tidak salah
  • 4.
    Network Diagram :SIMBOL  Simbol yang digunakan dalam Network diagram ada 3:  ANAK PANAH  melambangkan sebuah kegiatan  Selalu menuju ke arah kanan  Dapat digambarkan secara: X4 X2 X1 X3 X5 X6 L4 L1 L2 L3 L5 L6 Catatan: Panjang anak panah tidak melambangkan lama kegiatan, kecuali pada time scale network diagram (anak panah proporsional dengan lama kegiatan dari kegiatan yang dilambangkannya.
  • 5.
    Network Diagram :SIMBOL  LINGKARAN  Melambangkan peristiwa  Memiliki 3 ruangan n SPAn SPLn No. Peristiwa Bilangan yang digunakan untuk menyatakan hari, menjelaskan saat paling awal peristiwa Bilangan yang digunakan untuk menyatakan hari, menjelaskan saat paling lambat peristiwa boleh terjadi Sn = SPLn – SPAn Slack time
  • 6.
    Network Diagram :SIMBOL  Slack time  Berharga positif, bukan peristiwa kritis  Berharga nol, memberi arti peristiwa merupakan peristiwa kritis  Berharga negatif, memberi arti peristiwa merupakan peristiwa sangat kritis n SPAn SPLn n SPAn SPLn
  • 7.
    Network Diagram :SIMBOL  Contoh : n = 10 SPAn = 95 SPLn = 99 10 95 99 Sn = SPLn – SPAn Sn = 99 – 95 Sn = 4 11 100 100 n = 11 SPAn = 100 SPLn = 100 Sn = 100 – 100 Sn = 0
  • 8.
    Network Diagram :SIMBOL  ANAK PANAH TERPUTUS- PUTUS  Melambangkan hubungan antar peristiwa  Menggambarkan tidak mengandung sumberdaya dalam kegiatannya 4 2 1 3 5 6
  • 9.
    Hubungan antar Simbol Pada gambar di bawah: terdapat sebuah peristiwa awal (PAW) dengan sebuah kegiatan sebagai output, sebuah peristiwa akhir (PAK) dengan sebuah kegiatan sebagai input, terdapat sebuah kegiatan yang terletak antar PAW dan PAK.  Tafsiran:  Bila i terjadi, maka X bisa mulai;  Bila X mulai, maka i pasti terjadi;  Bila X selesai, maka j pasti terjadi  Bila j terjadi, maka X pasti selesai. i SPLi SPAi j SPLj SPAj X L
  • 10.
    Hubungan antar Simbol Pada gambar di bawah: sebuah PAW dengan beberapa output, sebuah PAK dengan beberapa input, terdapat sebuah kegiatan terletak antara PAW dan PAK.  Tafsiran:  Bila i terjadi, maka X mungkin mulai;  Bila X mulai, maka i pasti terjadi;  Bila X selesai, maka j mungkin terjadi  Bila j terjadi, maka X pasti selesai. i SPLi SPAi j SPLj SPAj X L
  • 11.
    Hubungan antar Simbol Pada gambar di bawah: terdapat sebuah peristiwa awal (PAW) dengan dummy kegiatan sebagai output, sebuah peristiwa akhir (PAK) dengan dummy kegiatan sebagai input, terdapat sebuah dummy yang terletak antar PAW dan PAK.  Tafsiran:  Bila i terjadi, maka j pasti terjadi;  Bila j terjadi, maka i pasti terjadi. i SPLi SPAi j SPLj SPAj
  • 12.
    Hubungan antar Simbol Pada gambar di bawah: sebuah PAW dengan beberapa output dan dummy, sebuah PAK dengan beberapa input dan dummy, terdapat sebuah dummy terletak antara PAW dan PAK.  Tafsiran:  Bila i terjadi, maka j mungkin mulai;  Bila j terjadi, maka i pasti terjadi; i SPLi SPAi j SPLj SPAj
  • 13.
    Hubungan Antar-kegiatan  HubunganSeri, antara 2 kegiatan terdapat hubungan seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan.  Kasus1; A adalah kegiatan memakai kaos kaki, B adalah kegiatan memakai sepatu  Peristiwa 1 terjadi, kegiatan A dimulai  Kegiatan A selesai, maka peristiwa 2 terjadi, kegiatan B dimulai  Kegiatan B selesai, maka peristiwa 3 terjadi 1 2 3 A B LA LB
  • 14.
    Hubungan Antar-kegiatan  HubunganParalel, antara 2 kegiatan terdapat hubungan seri bila untuk memulai dan atau menyelesaikan sebuah kegiatan tidak perlu menunggu kegiatan lainnya mulai dan atau kegiatan lainnya selesai.  Kegiatan D memiliki PAW nomor 5, dan PAK nomor 7  Kegiatan E memiliki PAW nomor 6, dan PAK nomor 7  Syarat terjadinya Peristiwa 7 adalah kegiatan D selesai dan kegiatan E selesai. 5 6 7 D E LD LE
  • 15.
    Hubungan kegiatan yangpaling menentukan  Hubungan kegiatan yang universal dan karenanya paling menentukan adalah hubungan seri langsung, karena dengan mengetahui pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung, maka  Jenis hubungan lain akan diketahui;  Dpat disusun struktur logika ketergantungan antar-kegiatan yang ada dalam proyek, berupa diagram yang disebut Network Diagram  Dua kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung, dapat dikemukakan secara lisan dengan 2 cara, yaitu:  Satu kegiatan merupakan kegiatan pengikut (successor) dari kegiatan lain;  Satu kegiatan merupakan kegiatan pendahulu (predecessor) dari kegiatan lain.
  • 16.
    Hubungan Elementer Antar-kegiatan Untuk merubah penyelenggaraan proyek menjadi network diagram dilakukan hal berikut ini:  Mendefinisikan permasalahan  Inventarisis kegiatan dalam penyelenggaraan proyek  Menentukan hubugan seri langsung masing-masing kegiatan dengan kegiatan lain.  Menyusun logika ketergantugan antar kegiatan
  • 17.
    Permasalahan  Menggunakan susunanbalok sebagai suatu permasalahan. Susunan balok ini bukan saja sebagai analogi proyek fisik tetapi juga merupakan analogi proyek nonfisik  Contoh permasalahan : Balok B diletakkan di atas balok A  Permasalahan di atas bisa merupakan permasalahan pemasangan balok, dimana untuk menempatkan balok B, maka balok A harus sudah diletakkan terlebih dahulu.  Jika menggunakan analogi dari pekerjaan lain, umpamanya, untuk membangun struktur sebuah bangunan (kegiatan B), pekerjaan membuat fondasi (kegiatan A) harus sudah selesai.
  • 18.
    Elemen Network Diagram Perbedaan elemen Network Diagram dengan Network Diagram, terletak pada tidak adanya keharusan bagi sebuah elemen network diagram dimulai pada satu peristiwa awal (PAW) dan selesai pada satu peristiwa akhir (PAK).  Cara menyusun elemen network diagram adalah:  Rangkaikan pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung.  Setiap kegiatan hanya digambar satu kali, tidak boleh lebih  Jumlah dummy dan jumlah peristiwa tidak boleh kurang dab tidak boleh lebih dari yang diperlukan.
  • 19.
    Contoh kasus  Kasus1  Kegiatan Y merupakan kegiatan pengikut dari kegiatan X  Kegiatan X merupakan kegiatan pendahulu dari kegiatan Y X Y
  • 20.
    KASUS 2  Elemennetwork diagram untuk kedua alternatif tersebut di atas adalah sebagai berikut: Kegiatan Kegiatan Pendahulu A - B A Kegiatan Kegiatan Pengikut A B B - 10 11 12 A B
  • 21.
    KASUS 3  Duabuah balok B dan balok C diletakkan di atas sebuah balok A Kegiatan Kegiatan Pendahulu A - B A C A Kegiatan Kegiatan Pengikut A B,C B - C - 10 11 12 A B C 13
  • 22.
    KASUS 4  Duabuah balok yakni balok B dan balok C ditempatkan di atas balok A, pada kedua balok B dan C ditempatkan pula balok D. Kegiatan Kegiatan Pendahulu A - B A C A D B,C Kegiatan Kegiatan Pengikut A B,C B D C D D - 11 12 A B C 10 13 11 A 10 13 14 12 D B C D dB dC dB ≥ dC
  • 23.
    Network Diagram 21 25 W X3 2026 Y X4 X1 X2 d4 d3 d2 d1 21 W 20 25 26 X1 X2 X3 X4 d1 d2 d3 d4 24 23 22
  • 24.