Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Kampanye New Normal dan Reisa Effect?

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 31 Ad

Kampanye New Normal dan Reisa Effect?

Download to read offline

Indonesia merupakan negara yang paling “semangat” membahas “New Normal” di dunia, lalu USA, dan UK.
Kunjungan Jokowi ke sebuah mall di Bekasi (26 Mei) merupakan awal melonjaknya percakapan tentang ”New Normal” di Indonesia, karena diikuti dengan kampanya “New Normal” dan perdebatannya yang cukup masif.
Tingginya percakapan didorong oleh 3 aktivitas:
Kampanye New Normal oleh tim media sosial pemerintah.
Kampanye New Normal oleh jaringan humas Polri.
Response publik dan oposisi yang tidak yakin Indonesia siap New Normal.
Suara dari dokter (nakes) nyaris tak membentuk cluster tersendiri. Kekhawatiran mereka atas New Normal tertutup oleh masifnya kampanye yang mempromosikan kesiapan menuju New Normal.

Indonesia merupakan negara yang paling “semangat” membahas “New Normal” di dunia, lalu USA, dan UK.
Kunjungan Jokowi ke sebuah mall di Bekasi (26 Mei) merupakan awal melonjaknya percakapan tentang ”New Normal” di Indonesia, karena diikuti dengan kampanya “New Normal” dan perdebatannya yang cukup masif.
Tingginya percakapan didorong oleh 3 aktivitas:
Kampanye New Normal oleh tim media sosial pemerintah.
Kampanye New Normal oleh jaringan humas Polri.
Response publik dan oposisi yang tidak yakin Indonesia siap New Normal.
Suara dari dokter (nakes) nyaris tak membentuk cluster tersendiri. Kekhawatiran mereka atas New Normal tertutup oleh masifnya kampanye yang mempromosikan kesiapan menuju New Normal.

Advertisement
Advertisement

More Related Content

Similar to Kampanye New Normal dan Reisa Effect? (20)

Advertisement

More from Ismail Fahmi (20)

Recently uploaded (20)

Advertisement

Kampanye New Normal dan Reisa Effect?

  1. 1. KAMPANYE NEW NORMAL DAN REISA EFFECT? ISMAIL FAHMI, PHD FOUNDER DRONE EMPRIT TWITTER 16 MEI – 8 JUNI 2020
  2. 2. WHO IS WINNING, NEARLY THERE, AND NEED ACTION? 2 Source: https://www.endcoronavirus.org/countries
  3. 3. REKOR KASUS POSITIF BARU – 6 JUNI 2020 3
  4. 4. VOLUME & TREND GLOBAL: ‘NEW NORMAL’ 4 Keywords: New Normal 26 Mei: Jokowi mengunjungi mall di Bekasi, persiapan New Normal
  5. 5. ‘NEW NORMAL’ MENTIONS BY COUNTRY 5
  6. 6. DISTRIBUTION OF ‘NEW NORMAL’ MENTIONS BY TWITTER USER LOCATION 6
  7. 7. SNA ‘NEW NORMAL’ 7 PRO OPPOSITION MEDIA PRO GOVERNMENT INDONESIA
  8. 8. SNA (ZOOMED) 8 PRO OPPOSITION MEDIA PRO GOVERNMENT
  9. 9. SNA ‘NEW NORMAL’: USER & HASHTAGS 9 PRO OPPOSITION MEDIA POLRI NETWORK PRO GOVERNMENT
  10. 10. SNA HASHTAGS: POLRI NETWORK 10 POLRI NETWORK
  11. 11. SNA HASHTAGS: PRO OPPOSITION & MEDIA 11 PRO OPPOSITION MEDIA
  12. 12. SNA HASHTAGS: PRO GOVERNMENT 12 PRO GOVERNMENT
  13. 13. TOP INFLUENCERS ‘NEW NORMAL’ 13
  14. 14. TOP 100 INFLUENCERS 14
  15. 15. TOP HASHTAGS: 16-25 MEI (SEBELUM JOKOWI KE MALL DI BEKASI) 15
  16. 16. TOP 40 HASHTAGS: 16-25 MEI (SEBELUM JOKOWI KE MALL DI BEKASI) 16
  17. 17. TOP HASHTAGS: 26 MEI – 5 JUNI (SETELAH JOKOWI KE MALL DI BEKASI) 17
  18. 18. TOP 40 HASHTAGS: 26 MEI – 5 JUNI (SETELAH JOKOWI KE MALL DI BEKASI) 18
  19. 19. TOP HASHTAGS 16 MEI – 8 JUNI 19
  20. 20. TOP 100 HASHTAGS ‘NEW NORMAL’ 16 MEI – 8 JUNI 2020 20
  21. 21. EMOSI: TIDAK YAKIN DENGAN KESIAPAN SARANA & LAYANAN KESEHATAN, KURVA BELUM TURUN 21 Tidak yakin, karena: • Kasus korona masih tinggi (misal Surabaya). • Negara lain mulai saat kurva melandai, Indonesia masih naik. • Potensi gelombang ke-2 corona. • Jumlah test masih kecil. • Seperti perang tanpa senjata. Kasus korona masih tinggi Kurva masih naik Potensi gelombang kedua Test masih kecil Perang tanpa senjata
  22. 22. TOP 5 TWIT ‘NEW NORMAL’ 22
  23. 23. QUOTE DARI NAKES 23
  24. 24. REISA
  25. 25. REISA MENDAPAT PENERIMAAN POSITIF YANG SANGAT TINGGI 25
  26. 26. SNA ‘REISA’ 26 Netizen Umum
  27. 27. NARASI ‘REISA’ 27
  28. 28. MOST SHARED IMAGES 28
  29. 29. REISA BERHASIL MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEPADA PEMERINTAH DALAM KOMUNIKASI COVID19 29
  30. 30. KESIMPULAN /1 • Indonesia merupakan negara yang paling “semangat” membahas “New Normal” di dunia, lalu USA, dan UK. • Kunjungan Jokowi ke sebuah mall di Bekasi (26 Mei) merupakan awal melonjaknya percakapan tentang ”New Normal” di Indonesia, karena diikuti dengan kampanya “New Normal” dan perdebatannya yang cukup masif. • Tingginya percakapan didorong oleh 3 aktivitas: • Kampanye New Normal oleh tim media sosial pemerintah. • Kampanye New Normal oleh jaringan humas Polri. • Response publik dan oposisi yang tidak yakin Indonesia siap New Normal. • Suara dari dokter (nakes) nyaris tak membentuk cluster tersendiri. Kekhawatiran mereka atas New Normal tertutup oleh masifnya kampanye yang mempromosikan kesiapan menuju New Normal. 30
  31. 31. KESIMPULAN /2 • Response warganet berupa “distrust” atau tidak percaya Indonesia siap, karena: • Kasus korona masih tinggi. • Seharusnya seperti negara lain yang mulai saat kurva melandai, bukan seperti Indonesia yang kurva masih naik. • Potensi gelombang 2 corona. • Jumlah test masih kecil. • Masyarakat tidak disiplin, dan kedisiplinan selama ini tidak ditegakkan dengan tegas. • Reisa Effect? • Masih terlalu dini, namun trend sementara telah berhasil membangun kepercayaan dan sentimen positif terhadap strategi komunikasi pemerintah. • Efek positif yang diharapkan untuk penyiapan menuju New Normal (misal agar publik disiplin menggunakan masker, physical distancing, dll). • Netizen yang meresponse kebanyakan baru dari kalangan umum. 31

×