Efisiensi NEfisiensi N
Data : Darjanto diolahData : Darjanto diolah
 N : nasionalN : nasional
 L : lokalL : lokal
 E : efisienE : efisien
 TE : tidak efisienTE : tidak efisien
 T : tanggapT : tanggap
 TT : tidak tanggapTT : tidak tanggap
MasalahMasalah
 Efisien N : hasil tinggi tanpa pupuk NEfisien N : hasil tinggi tanpa pupuk N
 Apakah varietas lokal efisien N,Apakah varietas lokal efisien N,
sedangkan varietas unggul tidak efisien Nsedangkan varietas unggul tidak efisien N
 Tanggap pupuk N, diberi pupuk hasilTanggap pupuk N, diberi pupuk hasil
meningkatmeningkat
 Apakah varietas lokal tidak tanggapApakah varietas lokal tidak tanggap
terhadap pemupukan N, sedangkanterhadap pemupukan N, sedangkan
varietas unggul tanggap terhadapvarietas unggul tanggap terhadap
pemupukan Npemupukan N
Hasil BijiHasil Biji
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
0 50 100 150 200 250 300
Takaran Pupuk (N/ha)
BobotGabah(g/rumpun)
Poly. (N ET)
Poly. (L ET)
Poly. (N ETT)
Poly. (L ETT)
Poly. (N TET)
Poly. (L TET)
Poly. (N TETT)
Poly. (L TETT)
No Kelompok Efisiensi Tanggapan Varietas
NET Nasional Efisien Tanggap Ciliwung
LET Lokal Efisien Tanggap Mayangsari
NETT Nasional Efisien Tdk Tanggap Ciapus
LETT Lokal Efisien Tdk Tanggap Solo
NTET Nasional Tdk Efisien Tanggap IR 42
LTET Lokal Tdk Efisien Tanggap Arias B
NTETT Nasional Tdk Efisien Tdk Tanggap Tukad Petanu
LTETT Lokal Tdk Efisien Tdk Tanggap Dusel
 Kelompok Efisien (hasil tinggi tanpa pupukKelompok Efisien (hasil tinggi tanpa pupuk
N) dan kelompok tidak efisien (hasilN) dan kelompok tidak efisien (hasil
rendah tanpa pupuk N) dapat beruparendah tanpa pupuk N) dapat berupa
varietas lokal maupun unggul.varietas lokal maupun unggul.
 Kelompok Tanggap (hasil meningkatKelompok Tanggap (hasil meningkat
dengan pupuk N) dan kelompok Tidakdengan pupuk N) dan kelompok Tidak
Tanggap (hasil tidak meningkat denganTanggap (hasil tidak meningkat dengan
pupuk N) juga dapat berupa varietas Lokalpupuk N) juga dapat berupa varietas Lokal
dan Unggul.dan Unggul.
Serapan N Total (103)Serapan N Total (103)
9
14
19
24
29
34
39
0 50 100 150 200 250 300
Takaran Pupuk (N/ha)
SerapanNTotal(g/rumpun)
Poly. (N ET)
Poly. (L ET)
Poly. (N ETT)
Poly. (L ETT)
Poly. (N TET)
Poly. (L TET)
Poly. (N TETT)
Poly. (L TETT)
 Peningkatan takaran N, meningkatkanPeningkatan takaran N, meningkatkan
serapan N sampai batas 250 kg/haserapan N sampai batas 250 kg/ha
 Peningkatan serapan tertinggi terjadi padaPeningkatan serapan tertinggi terjadi pada
varietas lokal maupun unggul yangvarietas lokal maupun unggul yang
termasuk golongan tidak efisen dan tidaktermasuk golongan tidak efisen dan tidak
tanggap (NTETT dan LTETT)tanggap (NTETT dan LTETT)
 Varietas Lokal maupun Unggul yangVarietas Lokal maupun Unggul yang
efisien dan tanggap (NET dan LET)efisien dan tanggap (NET dan LET)
mempunyai serapan N total yang relatifmempunyai serapan N total yang relatif
rendahrendah
Efisiensi Serapan (105)Efisiensi Serapan (105)
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
0 100 200 300
Takaran Pupuk (N/ha)
EfisiensiSerapanNTotal(gN
tanaman/gNpupuk)
Poly. (N ET)
Poly. (L ET)
Poly. (N ETT)
Poly. (L ETT)
Poly. (N TET)
Poly. (L TET)
Poly. (N TETT)
Poly. (L TETT)
 Efisiensi serapan meningkat denganEfisiensi serapan meningkat dengan
peningkatan takaran N sampai sekitar 150peningkatan takaran N sampai sekitar 150
kg/hakg/ha
 Efisiensi serapan tertinggi terjadi padaEfisiensi serapan tertinggi terjadi pada
varietas lokal maupun unggul yangvarietas lokal maupun unggul yang
termasuk golongan tidak efisen dan tidaktermasuk golongan tidak efisen dan tidak
tanggap (NTETT dan LTETT)tanggap (NTETT dan LTETT)
 Varietas Lokal maupun Unggul yangVarietas Lokal maupun Unggul yang
efisien dan tanggap (NET dan LET)efisien dan tanggap (NET dan LET)
mempunyai efisiensi serapan N total yangmempunyai efisiensi serapan N total yang
relatif rendahrelatif rendah
Hubungan Serapan N dengan LuasHubungan Serapan N dengan Luas
Permukaan akarPermukaan akar
y= -0.2321x+ 26.163
R2
= 0.0034
0
10
20
30
40
50
4 6 8 10 12 14 16 18
Luas Permukaan Akar (dm2/rumpun)
SerapanN(g/rumpun)
Hubungan Serapan N denganHubungan Serapan N dengan
Permeabilitas AkarPermeabilitas Akar
 Permeabilitas akar didekati denganPermeabilitas akar didekati dengan
perhitunganperhitungan
Serapan N : Luas Permukaan AkarSerapan N : Luas Permukaan Akar
 Serapan N Tabel 35 (hal. 103)Serapan N Tabel 35 (hal. 103)
 Luas : Tabel 18 (hal. 75)Luas : Tabel 18 (hal. 75)
R2
= 0.7867
0
10
20
30
40
50
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Permeabilitas
SerapanN
Efisensi N untuk GabahEfisensi N untuk Gabah
10
20
30
40
50
60
70
0 100 200 300
Takaran Pupuk (N/ha)
EfisiensiNuntukGabah(g
gabah/gNpupuk)
Poly. (N ET)
Poly. (L ET)
Poly. (N ETT)
Poly. (L ETT)
Poly. (N TET)
Poly. (L TET)
Poly. (N TETT)
Poly. (L TETT)
Indeks Panen NitrogenIndeks Panen Nitrogen
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0 50 100 150 200 250
Takaran Pupuk N(kg/ha)
IndeksPanenN
Poly. (NET)
Poly. (LET)
Poly. (NETT)
Poly. (LETT)
Poly. (NTET)
Poly. (NTETT)
Poly. (LTETT)
 Efisiensi serapan N ke gabah menurunEfisiensi serapan N ke gabah menurun
dengan meningkatnya takaran pupuk Ndengan meningkatnya takaran pupuk N
yang diberikanyang diberikan
 Varietas Lokal dan Unggul yang efisienVarietas Lokal dan Unggul yang efisien
dan tanggap mempunyai efisiensi N kedan tanggap mempunyai efisiensi N ke
gabah yang tinggi.gabah yang tinggi.
 Varietas Lokal dan Unggul yang tidakVarietas Lokal dan Unggul yang tidak
efisien dan tidak tanggap mempunyaiefisien dan tidak tanggap mempunyai
efisiensi N ke gabah yang rendah.efisiensi N ke gabah yang rendah.
Hubungan Bobot Gabah denganHubungan Bobot Gabah dengan
N total dan N gabahN total dan N gabah
y = 3.7061x + 54.069
R2
= 0.8414
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
0 5 10 15 20
N Gabah (g/rumpun)
BobotGabah(g/rumpun)
y = 0.1275x + 79.087
R2
= 0.0037
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
10 15 20 25 30 35 40 45 50
N Total (g/rumpun)
BobotGabah(g/rumpun)
y= 101.85x+ 48.857
R2
= 0.8777
0
20
40
60
80
100
120
140
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8
Indeks Panen Nitrogen
HasilGabah(g/rumpun)

Kuliah nutrisi n, fis cek nutrisi 2

  • 1.
    Efisiensi NEfisiensi N Data: Darjanto diolahData : Darjanto diolah
  • 2.
     N :nasionalN : nasional  L : lokalL : lokal  E : efisienE : efisien  TE : tidak efisienTE : tidak efisien  T : tanggapT : tanggap  TT : tidak tanggapTT : tidak tanggap
  • 3.
    MasalahMasalah  Efisien N: hasil tinggi tanpa pupuk NEfisien N : hasil tinggi tanpa pupuk N  Apakah varietas lokal efisien N,Apakah varietas lokal efisien N, sedangkan varietas unggul tidak efisien Nsedangkan varietas unggul tidak efisien N  Tanggap pupuk N, diberi pupuk hasilTanggap pupuk N, diberi pupuk hasil meningkatmeningkat  Apakah varietas lokal tidak tanggapApakah varietas lokal tidak tanggap terhadap pemupukan N, sedangkanterhadap pemupukan N, sedangkan varietas unggul tanggap terhadapvarietas unggul tanggap terhadap pemupukan Npemupukan N
  • 4.
    Hasil BijiHasil Biji 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 050 100 150 200 250 300 Takaran Pupuk (N/ha) BobotGabah(g/rumpun) Poly. (N ET) Poly. (L ET) Poly. (N ETT) Poly. (L ETT) Poly. (N TET) Poly. (L TET) Poly. (N TETT) Poly. (L TETT)
  • 5.
    No Kelompok EfisiensiTanggapan Varietas NET Nasional Efisien Tanggap Ciliwung LET Lokal Efisien Tanggap Mayangsari NETT Nasional Efisien Tdk Tanggap Ciapus LETT Lokal Efisien Tdk Tanggap Solo NTET Nasional Tdk Efisien Tanggap IR 42 LTET Lokal Tdk Efisien Tanggap Arias B NTETT Nasional Tdk Efisien Tdk Tanggap Tukad Petanu LTETT Lokal Tdk Efisien Tdk Tanggap Dusel
  • 6.
     Kelompok Efisien(hasil tinggi tanpa pupukKelompok Efisien (hasil tinggi tanpa pupuk N) dan kelompok tidak efisien (hasilN) dan kelompok tidak efisien (hasil rendah tanpa pupuk N) dapat beruparendah tanpa pupuk N) dapat berupa varietas lokal maupun unggul.varietas lokal maupun unggul.  Kelompok Tanggap (hasil meningkatKelompok Tanggap (hasil meningkat dengan pupuk N) dan kelompok Tidakdengan pupuk N) dan kelompok Tidak Tanggap (hasil tidak meningkat denganTanggap (hasil tidak meningkat dengan pupuk N) juga dapat berupa varietas Lokalpupuk N) juga dapat berupa varietas Lokal dan Unggul.dan Unggul.
  • 7.
    Serapan N Total(103)Serapan N Total (103) 9 14 19 24 29 34 39 0 50 100 150 200 250 300 Takaran Pupuk (N/ha) SerapanNTotal(g/rumpun) Poly. (N ET) Poly. (L ET) Poly. (N ETT) Poly. (L ETT) Poly. (N TET) Poly. (L TET) Poly. (N TETT) Poly. (L TETT)
  • 8.
     Peningkatan takaranN, meningkatkanPeningkatan takaran N, meningkatkan serapan N sampai batas 250 kg/haserapan N sampai batas 250 kg/ha  Peningkatan serapan tertinggi terjadi padaPeningkatan serapan tertinggi terjadi pada varietas lokal maupun unggul yangvarietas lokal maupun unggul yang termasuk golongan tidak efisen dan tidaktermasuk golongan tidak efisen dan tidak tanggap (NTETT dan LTETT)tanggap (NTETT dan LTETT)  Varietas Lokal maupun Unggul yangVarietas Lokal maupun Unggul yang efisien dan tanggap (NET dan LET)efisien dan tanggap (NET dan LET) mempunyai serapan N total yang relatifmempunyai serapan N total yang relatif rendahrendah
  • 9.
    Efisiensi Serapan (105)EfisiensiSerapan (105) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 0 100 200 300 Takaran Pupuk (N/ha) EfisiensiSerapanNTotal(gN tanaman/gNpupuk) Poly. (N ET) Poly. (L ET) Poly. (N ETT) Poly. (L ETT) Poly. (N TET) Poly. (L TET) Poly. (N TETT) Poly. (L TETT)
  • 10.
     Efisiensi serapanmeningkat denganEfisiensi serapan meningkat dengan peningkatan takaran N sampai sekitar 150peningkatan takaran N sampai sekitar 150 kg/hakg/ha  Efisiensi serapan tertinggi terjadi padaEfisiensi serapan tertinggi terjadi pada varietas lokal maupun unggul yangvarietas lokal maupun unggul yang termasuk golongan tidak efisen dan tidaktermasuk golongan tidak efisen dan tidak tanggap (NTETT dan LTETT)tanggap (NTETT dan LTETT)  Varietas Lokal maupun Unggul yangVarietas Lokal maupun Unggul yang efisien dan tanggap (NET dan LET)efisien dan tanggap (NET dan LET) mempunyai efisiensi serapan N total yangmempunyai efisiensi serapan N total yang relatif rendahrelatif rendah
  • 11.
    Hubungan Serapan Ndengan LuasHubungan Serapan N dengan Luas Permukaan akarPermukaan akar y= -0.2321x+ 26.163 R2 = 0.0034 0 10 20 30 40 50 4 6 8 10 12 14 16 18 Luas Permukaan Akar (dm2/rumpun) SerapanN(g/rumpun)
  • 12.
    Hubungan Serapan NdenganHubungan Serapan N dengan Permeabilitas AkarPermeabilitas Akar  Permeabilitas akar didekati denganPermeabilitas akar didekati dengan perhitunganperhitungan Serapan N : Luas Permukaan AkarSerapan N : Luas Permukaan Akar  Serapan N Tabel 35 (hal. 103)Serapan N Tabel 35 (hal. 103)  Luas : Tabel 18 (hal. 75)Luas : Tabel 18 (hal. 75)
  • 13.
    R2 = 0.7867 0 10 20 30 40 50 0 12 3 4 5 6 7 8 9 Permeabilitas SerapanN
  • 14.
    Efisensi N untukGabahEfisensi N untuk Gabah 10 20 30 40 50 60 70 0 100 200 300 Takaran Pupuk (N/ha) EfisiensiNuntukGabah(g gabah/gNpupuk) Poly. (N ET) Poly. (L ET) Poly. (N ETT) Poly. (L ETT) Poly. (N TET) Poly. (L TET) Poly. (N TETT) Poly. (L TETT)
  • 15.
    Indeks Panen NitrogenIndeksPanen Nitrogen 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0 50 100 150 200 250 Takaran Pupuk N(kg/ha) IndeksPanenN Poly. (NET) Poly. (LET) Poly. (NETT) Poly. (LETT) Poly. (NTET) Poly. (NTETT) Poly. (LTETT)
  • 16.
     Efisiensi serapanN ke gabah menurunEfisiensi serapan N ke gabah menurun dengan meningkatnya takaran pupuk Ndengan meningkatnya takaran pupuk N yang diberikanyang diberikan  Varietas Lokal dan Unggul yang efisienVarietas Lokal dan Unggul yang efisien dan tanggap mempunyai efisiensi N kedan tanggap mempunyai efisiensi N ke gabah yang tinggi.gabah yang tinggi.  Varietas Lokal dan Unggul yang tidakVarietas Lokal dan Unggul yang tidak efisien dan tidak tanggap mempunyaiefisien dan tidak tanggap mempunyai efisiensi N ke gabah yang rendah.efisiensi N ke gabah yang rendah.
  • 17.
    Hubungan Bobot GabahdenganHubungan Bobot Gabah dengan N total dan N gabahN total dan N gabah y = 3.7061x + 54.069 R2 = 0.8414 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 0 5 10 15 20 N Gabah (g/rumpun) BobotGabah(g/rumpun) y = 0.1275x + 79.087 R2 = 0.0037 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 15 20 25 30 35 40 45 50 N Total (g/rumpun) BobotGabah(g/rumpun)
  • 18.
    y= 101.85x+ 48.857 R2 =0.8777 0 20 40 60 80 100 120 140 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 Indeks Panen Nitrogen HasilGabah(g/rumpun)