• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Citra indraja
 

Citra indraja

on

  • 4,428 views

description of remote sencing

description of remote sencing

Statistics

Views

Total Views
4,428
Views on SlideShare
4,428
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
45
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Citra indraja Citra indraja Presentation Transcript

    • BAHAN AJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI JURUSAN ILMU-ILMU ALAM SEMESTER 2
      • MENGANALISIS GEJALA SOSIAL DI MUKA BUMI,
      • INTERAKSINYA, DAN PENGARUHNYA TERHADAP
      • KEHIDUPAN DAN PERKEMBANGAN WILAYAH
      • KOMPETENSI DASAR :
      • 1.3 MENYIMPULKAN INFORMASI TENTANG SEBARAN,
      • POLA, DAN HUBUNGAN ANTAR OBYEK GEOGRAFI
      • MELALUI PETA DAN CITRA PENGINDERAAN JAUH
      STANDAR KOMPETENSI
    • INDIKATOR 1 : MENGIDENTIFIKASI PERSEBARAN OBYEK GEOGRAFI (FISIK, SOSIAL) MELALUI PETA DAN CITRA PENGINDERAAN JAUH MENENTUKAN SUATU PERSEBARAN OBYEK GEOGRAFI APAKAH MENGELOMPOK, RANDOM ATAU SERAGAM DAPAT DILAKUKAN DENGAN ANALISIS TETANGGA TERDEKAT (NEAREST NEIGHBOUR ANALYSIS) SBB : 1. TENTUKAN BATAS WILAYAH YANG AKAN DISEDIKI 2. UBAH SIMBOL WILAYAH MENJADI SIMBOL TITIK 3. SETIAP TITIK DIBERI NOMOR URUT ATAU KODE 4. UKUR JARAK TERDEKAT DAN CATAT HASILNYA 5. HITUNG PARAMETER TETANGGA TERDEKAT DENGAN RUMUS :
    • KETERANGAN : r = jarak tiap titik tempat ke tetangganya yang terdekat (A=aktual) yaitu jarak ke tetangga terdekat yang diharapkan penyebaran secara random dari kepadatan P Persamaannya dapat ditulis :
    • NILAI R ANTARA O SAMPAI 2,1491 JIKA DIBENTANGKAN PADA SEBUAH GARIS ADALAH SBB : 0 0,7 1,4 2,15 I II III KETERANGAN : I : POLA BERGEROMBOL II : POLA RANDOM III : POLA TERSEBAR MERATA
    • INDIKATOR 2 : MENGIDENTIFIKASI POLA DAN HUBUNGAN SPASIAL OBYEK GEOGRAFI POLA PERSEBARAN YANG BERKAITAN DENGAN OBYEK GEOGRAFI MISALNYA POLA PERMUKIMAN YANG MEMAN- JANG MENGIKUTI JALAN, MEMANJANG MENGIKUTI ALUR SUNGAI, DSB. HUBUNGAN ANTARA OBYEK GEOGRAFI DAPAT DIIDENTIFIKASI DARI KENAMPAKAN YANG ADA. MISALNYA KAITAN ANTARA DELTA DENGAN DAS, POLA DAN HUBUNGAN ANTARA FAKTOR MANUSIA DAN LINGKUNGAN FISIK
    • INDIKATOR 3 : IDENTIFIKASI BENTANG ALAM DAN BENTANG BUDAYA MELALUI PETA DAN CITRA PENGINDERAAN JAUH PETA MENGGUNAKAN SIMBOL YANG LANGSUNG DAPAT DITENTUKAN LETAK DAN NAMA OBYEK YANG DIGAMBAR. OBYEK BUDAYA SEPERTI KOTA, JALAN, DAN PELABUHAN UDARA DAPAT DIIDENTIFIKASI BERDASARKAN SIMBOL YANG TERTERA PADA PETA. ARTI SIMBOL PETA TERDAPAT DI DALAM LEGENDA. OBYEK ALAM SEPERTI GUNUNG, SUNGAI, DAN DANAU DAPAT DIBACA KARENA SETIAP OBYEK DAN LETAKNYA TELAH DIBERI NAMA. CONTOH IDENTIFIKASI DAPAT DILIHAT PADA PETA SBB :
    •  
    • IDENTIFIKASI BENTANG ALAM DAN BENTANG BUDAYA MELALUI CITRA PENGINDERAAN JAUH
      • TIAP LEMBAR FOTO UDARA MEMILIKI INFORMASI TEPI SBB :
      • TANDA FIDUCIAL
      • TITIK PRINCIPAL
      • WATERPASS
      • JAM TERBANG
      • FOKUS KAMERA
      • ALTIMETER
      • INFORMASI LEMBAGA
      • NOMOR FOTO UDARA
    •  
    • UNTUK INTERPRETASI FOTO UDARA HARUS DIKENALI SKALA FOTO. SKALA FOTO TERGANTUNG KETINGGIAN PESAWAT SAAT PEMOTRETAN. KETINGGIAN PEMOTRETAN DAPAT DILIHAT DARI ANGKA ALTIMETER PADA INFORMASI TEPI. ANGKA ALTIMETER ADALAH TINGGI YANG DIUKUR DARI ATAS PERMUKAAN AIR LAUT DAN DIBERI SIMBOL (H), SEDANG KETINGGIAN OBYEK DI PERMUKAAN BUMI DITANDAI DENGAN SIMBOL (h). UNTUK MENGUKUR TINGGI OBYEK PERMUKAAN BUMI YANG SESUNGGUHNYA DIGUNAKAN RUMUS : KETINGGIAN PESAWAT – KETINGGIAN OBYEK (H-h) MENENTUKAN SKALA FOTO MENGGUNAKAN RUMUS : F ADALAH PANJANG FOKUS KAMERA (JARAK LENSA KE EMULSI FILM)
    • LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI BENTANG ALAM DAN BENTANG BUDAYA 1. RONA (TINGKAT KEGELAPAN ATAU KECERAHAN SUATU OBYEK), MISAL AIR RONANYA GELAP, JALAN RAYA RONA- NYA CERAH. 4. BENTUK (KERANGKA SUATU OBYEK YANG MUDAH DIKENALI) MISALNYA GEDUNG SEKOLAH BERBENTUK HURUF I, L DAN U 2. TEKSTUR (FREKUENSI PERUBAHAN RONA PADA CITRA), MISALNYA HUTAN TEKSTURNYA KASAR. 3. UKURAN (JARAK, LUAS, TINGGI, KEMIRINGAN, DAN VOLUME) MISALNYA LAPANGAN SEPAKBOLA UKURANNYA 80X100 M
    • 8. ASOSIASI (KETERKAITAN SUATU OBYEK DENGAN OBYEK LAINNYA), MISALNYA GAWANG BERASOSIASI DENGAN LAPANGAN SEPAKBOLA. 6. BAYANGAN (MEMBANTU MEMPERJELAS PROFIL OBYEK), MISALNYA MENARA DAN GEDUNG PERKANTORAN. 5. POLA (KARAKTER SUATU OBYEK YANG TERSUSUN DARI PE- NGULANGAN BENTUK OBYEK), MISALNYA PERKEBUNAN KARET POLANYA TERATUR. 7. SITUS (KARAKTERISTIK SUATU OBYEK DALAM HUBUNGAN- NYA DENGAN OBYEK LAIN), MISALNYA SITUS KEBUN TEH TERLETAK DI DAERAH PEGUNUNGAN.
    • 9. KONVERGENSI BUKTI (PENGGABUNGAN BEBERAPA UNSUR INTERPRETASI HINGGA LINGKUPNYA SEMPIT DAN TERARAH PADA SUATU KESIMPULAN), MISALNYA TUMBUHAN BERTA- JUK BINTANG, UNTUK MENGETAHUI JENISNYA DIGUNAKAN UNSUR-UNSUR INTERPRETASI LAIN. BENTUK POLA UKURAN SITUS KELAPA KELAPA SAWIT NIPAH ENAU NIPAH SAGU ENAU ENAU SAGU SAGU SAGU TAJUK BERBENTUK BINTANG TTDAK TERATUR TINGGI > 10 M AIR PAYAU
    • INDIKATOR 4 : MENGHITUNG LUAS BENTANG BUDAYA : ALAT UKUR LUAS ADA 3, YAITU :
      • ALAT UKUR SEDERHANA :
      • a. METODE STRIP
      • b. METODE PERSEGI
      • c. METODE JARINGAN TITIK
      2. ALAT MEKANIK : - PLANIMETER 3. ALAT ELEKTRONIK : - ELECTRONIC DIGITIZER