VULCANIZATION
Vulkanisasi dan Bahan-Bahan Vulkanisasi
• Vulkanisasi : merubah molekul-molekul karet menjadi jaringan dengan
pembentukan ikatan silang (crosslink).
• Jenis-jenis vulkanisasi dengan sulfur :
High sulfur system (conventional vulcanization)polysulfide (C-Sx-C, x>2)
Semi efficient vulc. (semi-EV)disulfide (C-S-S-C)
Very low sulfur & sulfurless vulc. (EV)monosulfide (C-S-C) & disulfide
dominan
• Klasifikasi Crosslinking Agents :
Sulfur & sulfur containing vulcanizing agents
Peroksida
Quinonedioximes
Polymethylolphenolic Resins
Di- and triisocyanates, urethane crosslinker
Other crosslinking agents
Karakteristik Hasil Vulkanisasi
Jenis vulkanisasi & bahan yang berbeda dalam pembentukan
ikatan silang, akan didapat karakteristik dari produk yang
berbeda pula.
Properties yang Dioptimalkan (pada vulkanisat NR)
Crosslink pendek (C-C / C-S-C) Crosslink lebih panjang (C-Sx-C)
Stabilitas panas Tensile strength
Stabilitas reversi Elasticity
Sifat antidegradasi Fatigue resistance
Permanent set
&
compression set pada T tinggi
Permanent set pada T rendah
Sulfur & Sulfur Containing
Vulcanizing Agents
Penggolongan bahan ini :
• Sulfur  soluble and insoluble.
• Selenium dan tellurium  produk lebih lemah dibanding sulfur.
• Sulfur donor  kandungan sulfur tidak stabil terhadap panas 
pada T vulkanisasi sulfur dilepaskan.
 Contoh : DPTT, DTDM, CLD, MBSS, TMTD, OTOS
 DPTT  crosslink density sangat tinggi.
 OTOS  ikatan silang dengan stabilitas panas tinggi.
Vulkanisasi sulfur
Karet tanpa ikatan rangkap (jenuh)
Karet dengan ikatan rangkap (NR, SBR, NBR, dll)
Peroksida
• Baik digunakan untuk karet sintetis jenuh (EVM, EPM, CM, Q, dll)
maupun karet diene (NBR dan EPDM).
• Tidak dugunakan untuk IIR  terurai dengan kehadiran peroksida.
Contoh : diacetylperoxide, dicumylperoxide, dll.
Beberapan keuntungan dan kelemahan vulkanisasi peroksida:
Keuntungan Kelemahan
Penyimpanan compound bebas scorch Bahan-bahan yang digunakan terbatas
karena bisa bereaksi dengan peroksida
Low compression set Kebanyakan tensile strength, tear
strength, elastisitas & dynamic properties
rendah
Stabil pada T tinggi Abrasion resistance rendah
Tidak menimbulkan bloom Swelling tinggi
Tidak menimbulkan discoloration Menimbulkan bau tidak enak & beracun
Other Crosslinking Agents
• Quinonedioximes
Paling banyak untuk IIR, jika divulkanisasi dengan sulfur perlu
waktu yang lama.
Contoh : CDO, dibenzo-CDO.
• Polymethylolphenolic resins
Heat & steam stability produk sangat baik.
Vulkanisasi lambat tetapi compression set rendah.
• Di- and triisocyanates, urethane crosslinker
Isocyanate  untuk karet diene  didapat heat & oil resistance
Urethane  untuk NR  didapat stabilitas reversi yang baik
Contoh : TDI, MOCA
• Polyamine (FKM), epoxy resins, metalloorganic & organo silicone,
etc.
Pencepat Primer dan Sekunder
• Pencepat primer : waktu pravulkanisasi panjang
• Pencepat sekunder : waktu pravulkanisasi pendek
Dithiophosphate
Dithiocarbamate
Guanidine
Thiuram
Sulfenamide
Mercapto
Pencepat
Sekunder
Pencepat
Primer
Pencepat
sekunder
Pencepat
primer
Laju vulkanisasi
bertambah, keamanan
scorch terjamin
Vulcanization Accelerators
Golongan Respon terhadap vulkanisasi Contoh
Mercapto
CUKUP CEPAT,
umumnya kombinasi, scorch sedang
MBT, MBTS (retarder
CR), ZMBT (untuk lateks)
Sulfenamide
CEPAT-DITUNDA,
tunggal/kombinasi, scorch panjang
CBS, TBBS, MBS, DCBS
Dithiocarbamate
SANGAT CEPAT,
sec. acc. utk mercapto & sulfenamide
ZDMC, ZDBC, ZDEC
Thiuram
SANGAT CEPAT,
sec. acc. utk mercapto & sulfenamide
TMTD (sulfur donor
semi-EV), TMTM, DPTT
Guanidine
SEDANG,
sec. acc. utk mercapto & sulfenamide
DPG, DOTG, OTBG
Aldehyde-Amine LAMBAT BAA, HEXA, TCT
Thiourea CEPAT, untuk vulkanisasi CR ETU, DPTU, DETU
Dithiophosphate CEPAT, biasanya kombinasi ZDBP, CuIDP
Pencepat Mercapto
• Biasanya digunakan bersama acc. basa (guanidine)
vulkanisasi lebih cepat, crosslink density naik
• Kombinasi dengan thiuram  untuk vulkanisasi karet yg
lambat (IIR & EPDM).
• Perlu penambahan ZnO + stearic acid / bisa diganti
dengan Zn-soap.
• Tidak menimbulkan staining.
• Biasanya untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR, NBR.
• Retarder : asam organik volatilitas rendah.
Pencepat Sulfenamide
• Laju vulkanisasi dipengaruhi penambahan pencepat
sekunder (thiuram & dithiocarbamate).
• Penambahan accelerator cepat  sebagai retarder.
• Processing safety meningkat : CBS < TBBS < MBS < DCBS.
• Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap.
• Tidak menyebabkan staining tapi bisa menguningkan
vulkanisat.
• Untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR, NBR ; dalam
kombinasi  EPDM ; kurang cocok untuk CR.
• Retarder : asam organik volatilitas rendah.
Pencepat Dithiocarbamate
• Dithiocarbamat ada bermacam-macam : Zn, ammonium, logam
lain  beda di scorch time.
• Ammonium terutama untuk latex ; Se, Pb, Bi, Cu jarang dipakai.
• Dipakai sendiriprocess safety tidak baik karena sangat cepat.
• Scorch time & process safety meningkat: ZDBC < ZDEC < ZEPC <
ZDMC < Z5MC < ZBEC.
• Jika ditambah thiuram / thiazole  laju vulkanisasi bisa
dikurangi, process safety naik.
• Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap.
• Cocok untuk banyak tipe karet, khususnya semua karet diene
termasuk IIR & EPDM, kecuali CR.
• Retarder : asam organik volatilitas rendah ; kombinasi acc.
Pencepat Thiuram
• Sedikit lebih lambat dari dithiocarbamat saat awal
vulkanisasi.
• Penambahan sulfenamide  menunda scorch time tanpa
mempengaruhi total curing time.
• Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap.
• Tidak menimbulkan staining.
• Cocok untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR & NBR serta
karet dengan ketidakjenuhan rendah : EPDM, ETER, IIR.
Pencepat Guanidine
• Jarang dipakai sebagai acc. tunggal karena menimbulkan
long scorch & long vulcanization time.
• Paling sering digabungkan dengan acc. Mercapto.
• Perlu penambahan Zno. Penambahan stearic acid akan
menghambat. Bisa juga menggunakan Zn-soap.
• Menyebabkan staining.
• Dalam kombinasi dengan thiazole, thiuram &
dithiocarbamate  digunakan untuk karet NR, IR, BR,
SBR, NBR. Kurang berguna untuk IIR & EPDM.
• Bisa diperlambat dengan menurunkan nilai pH  dengan
penambahan asam.
Penggiat (Activator)
• Bahan yang ditambahkan bersama accelerator untuk
menambah laju vulkanisasi (cure rate).
• ZnO, MgO (biasanya untuk CR).
fatty acid
(stearic acid)
sulfur ZnO
karet
dispersi
filler & chemicals
meningkat
scorch time
meningkat
Penghambat vulkanisasi
(Vulcanization Retarder)
Bahan yang digunakan untuk mencegah vulkanisasi yang prematur
kombinasi
acelerator
Efek
retard
acc. sekunder
acc. primer
penambahan
asam organik
volatilitas rendah
asam benzoat (BES)
phthalic anhydride (PTA)
asam salisilat (SCS)
memperpanjang scorch time & curing time
menambah scorch time saja
CTP
NDPA
Sekian
dan
TerimaKasih

vulcanization 1 (2).pptx

  • 1.
  • 2.
    Vulkanisasi dan Bahan-BahanVulkanisasi • Vulkanisasi : merubah molekul-molekul karet menjadi jaringan dengan pembentukan ikatan silang (crosslink). • Jenis-jenis vulkanisasi dengan sulfur : High sulfur system (conventional vulcanization)polysulfide (C-Sx-C, x>2) Semi efficient vulc. (semi-EV)disulfide (C-S-S-C) Very low sulfur & sulfurless vulc. (EV)monosulfide (C-S-C) & disulfide dominan • Klasifikasi Crosslinking Agents : Sulfur & sulfur containing vulcanizing agents Peroksida Quinonedioximes Polymethylolphenolic Resins Di- and triisocyanates, urethane crosslinker Other crosslinking agents
  • 3.
    Karakteristik Hasil Vulkanisasi Jenisvulkanisasi & bahan yang berbeda dalam pembentukan ikatan silang, akan didapat karakteristik dari produk yang berbeda pula. Properties yang Dioptimalkan (pada vulkanisat NR) Crosslink pendek (C-C / C-S-C) Crosslink lebih panjang (C-Sx-C) Stabilitas panas Tensile strength Stabilitas reversi Elasticity Sifat antidegradasi Fatigue resistance Permanent set & compression set pada T tinggi Permanent set pada T rendah
  • 4.
    Sulfur & SulfurContaining Vulcanizing Agents Penggolongan bahan ini : • Sulfur  soluble and insoluble. • Selenium dan tellurium  produk lebih lemah dibanding sulfur. • Sulfur donor  kandungan sulfur tidak stabil terhadap panas  pada T vulkanisasi sulfur dilepaskan.  Contoh : DPTT, DTDM, CLD, MBSS, TMTD, OTOS  DPTT  crosslink density sangat tinggi.  OTOS  ikatan silang dengan stabilitas panas tinggi. Vulkanisasi sulfur Karet tanpa ikatan rangkap (jenuh) Karet dengan ikatan rangkap (NR, SBR, NBR, dll)
  • 5.
    Peroksida • Baik digunakanuntuk karet sintetis jenuh (EVM, EPM, CM, Q, dll) maupun karet diene (NBR dan EPDM). • Tidak dugunakan untuk IIR  terurai dengan kehadiran peroksida. Contoh : diacetylperoxide, dicumylperoxide, dll. Beberapan keuntungan dan kelemahan vulkanisasi peroksida: Keuntungan Kelemahan Penyimpanan compound bebas scorch Bahan-bahan yang digunakan terbatas karena bisa bereaksi dengan peroksida Low compression set Kebanyakan tensile strength, tear strength, elastisitas & dynamic properties rendah Stabil pada T tinggi Abrasion resistance rendah Tidak menimbulkan bloom Swelling tinggi Tidak menimbulkan discoloration Menimbulkan bau tidak enak & beracun
  • 6.
    Other Crosslinking Agents •Quinonedioximes Paling banyak untuk IIR, jika divulkanisasi dengan sulfur perlu waktu yang lama. Contoh : CDO, dibenzo-CDO. • Polymethylolphenolic resins Heat & steam stability produk sangat baik. Vulkanisasi lambat tetapi compression set rendah. • Di- and triisocyanates, urethane crosslinker Isocyanate  untuk karet diene  didapat heat & oil resistance Urethane  untuk NR  didapat stabilitas reversi yang baik Contoh : TDI, MOCA • Polyamine (FKM), epoxy resins, metalloorganic & organo silicone, etc.
  • 7.
    Pencepat Primer danSekunder • Pencepat primer : waktu pravulkanisasi panjang • Pencepat sekunder : waktu pravulkanisasi pendek Dithiophosphate Dithiocarbamate Guanidine Thiuram Sulfenamide Mercapto Pencepat Sekunder Pencepat Primer Pencepat sekunder Pencepat primer Laju vulkanisasi bertambah, keamanan scorch terjamin
  • 8.
    Vulcanization Accelerators Golongan Responterhadap vulkanisasi Contoh Mercapto CUKUP CEPAT, umumnya kombinasi, scorch sedang MBT, MBTS (retarder CR), ZMBT (untuk lateks) Sulfenamide CEPAT-DITUNDA, tunggal/kombinasi, scorch panjang CBS, TBBS, MBS, DCBS Dithiocarbamate SANGAT CEPAT, sec. acc. utk mercapto & sulfenamide ZDMC, ZDBC, ZDEC Thiuram SANGAT CEPAT, sec. acc. utk mercapto & sulfenamide TMTD (sulfur donor semi-EV), TMTM, DPTT Guanidine SEDANG, sec. acc. utk mercapto & sulfenamide DPG, DOTG, OTBG Aldehyde-Amine LAMBAT BAA, HEXA, TCT Thiourea CEPAT, untuk vulkanisasi CR ETU, DPTU, DETU Dithiophosphate CEPAT, biasanya kombinasi ZDBP, CuIDP
  • 9.
    Pencepat Mercapto • Biasanyadigunakan bersama acc. basa (guanidine) vulkanisasi lebih cepat, crosslink density naik • Kombinasi dengan thiuram  untuk vulkanisasi karet yg lambat (IIR & EPDM). • Perlu penambahan ZnO + stearic acid / bisa diganti dengan Zn-soap. • Tidak menimbulkan staining. • Biasanya untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR, NBR. • Retarder : asam organik volatilitas rendah.
  • 10.
    Pencepat Sulfenamide • Lajuvulkanisasi dipengaruhi penambahan pencepat sekunder (thiuram & dithiocarbamate). • Penambahan accelerator cepat  sebagai retarder. • Processing safety meningkat : CBS < TBBS < MBS < DCBS. • Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap. • Tidak menyebabkan staining tapi bisa menguningkan vulkanisat. • Untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR, NBR ; dalam kombinasi  EPDM ; kurang cocok untuk CR. • Retarder : asam organik volatilitas rendah.
  • 11.
    Pencepat Dithiocarbamate • Dithiocarbamatada bermacam-macam : Zn, ammonium, logam lain  beda di scorch time. • Ammonium terutama untuk latex ; Se, Pb, Bi, Cu jarang dipakai. • Dipakai sendiriprocess safety tidak baik karena sangat cepat. • Scorch time & process safety meningkat: ZDBC < ZDEC < ZEPC < ZDMC < Z5MC < ZBEC. • Jika ditambah thiuram / thiazole  laju vulkanisasi bisa dikurangi, process safety naik. • Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap. • Cocok untuk banyak tipe karet, khususnya semua karet diene termasuk IIR & EPDM, kecuali CR. • Retarder : asam organik volatilitas rendah ; kombinasi acc.
  • 12.
    Pencepat Thiuram • Sedikitlebih lambat dari dithiocarbamat saat awal vulkanisasi. • Penambahan sulfenamide  menunda scorch time tanpa mempengaruhi total curing time. • Perlu penambahan ZnO + stearic acid / Zn-soap. • Tidak menimbulkan staining. • Cocok untuk karet-karet : NR, IR, BR, SBR & NBR serta karet dengan ketidakjenuhan rendah : EPDM, ETER, IIR.
  • 13.
    Pencepat Guanidine • Jarangdipakai sebagai acc. tunggal karena menimbulkan long scorch & long vulcanization time. • Paling sering digabungkan dengan acc. Mercapto. • Perlu penambahan Zno. Penambahan stearic acid akan menghambat. Bisa juga menggunakan Zn-soap. • Menyebabkan staining. • Dalam kombinasi dengan thiazole, thiuram & dithiocarbamate  digunakan untuk karet NR, IR, BR, SBR, NBR. Kurang berguna untuk IIR & EPDM. • Bisa diperlambat dengan menurunkan nilai pH  dengan penambahan asam.
  • 14.
    Penggiat (Activator) • Bahanyang ditambahkan bersama accelerator untuk menambah laju vulkanisasi (cure rate). • ZnO, MgO (biasanya untuk CR). fatty acid (stearic acid) sulfur ZnO karet dispersi filler & chemicals meningkat scorch time meningkat
  • 15.
    Penghambat vulkanisasi (Vulcanization Retarder) Bahanyang digunakan untuk mencegah vulkanisasi yang prematur kombinasi acelerator Efek retard acc. sekunder acc. primer penambahan asam organik volatilitas rendah asam benzoat (BES) phthalic anhydride (PTA) asam salisilat (SCS) memperpanjang scorch time & curing time menambah scorch time saja CTP NDPA
  • 16.

Editor's Notes

  • #9 Dithiophosphat kebanyakan dipakai buat EPDM  biasanya kombinasi dg thiazole, thiuram & dithiocarbamate. Thiourea khusus digunakan utk vulkanisasi CR, epichlorohydrine dan EPDM.
  • #12 Dithiocarbamate & thiuram sangat polar  bloom di karet non polar (NR, EPDM).