VERBA BAHASA JAWA YANG TERSERAP
DALAM BAHASA INDONESIA
Oleh:
Ni Made Meri Apridayanti
1501105002
meriapridayanti12@gmail.com
I Nyoman Sedana Yoga Anugraha
1501105009
yogaanugrahaya@gmail.com
Dewa Ayu Karina Dwi Payanti 1501105017
karinadwipayanti2@gmail.com
Marieta Bona Devita 1501105026
marietadev@yaho.co.id
PENGERTIAN VERBA
 Menurut Sudaryanto (1991:6) yang dimaksud verba adalah
kata yang menyatakan perbuatan, dapat dinyatakan dengan
modus perintah, dan bervalensi dengan aspek
keberlangsungan yang dinyatakan dengan kata ‘lagi’ (sedang).
Pendapat lain dikemukakan oleh Harimurti Kridalaksana
(1993:226) menyatakan bahwa verba adalah kelas kata yang
biasanya berfungsi sebagai predikat dalam beberapa bahasa
lain. Selanjutnya pendapat yang hampir sama juga
dikemukakan oleh Mess (1992:4) menyatakan bahwa sesuai
dengan namanya, kata kerja pada umumnya menyatakan suatu
pekerjaan, perbuatan atau gerak. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa kata kerja atau verba adalah kelas kata yang
menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau
pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini umumnya menjadi
predikat dalam suatu frasa atau kalimat.
BERDASARKAN OBJEKNYA, KATA KERJA ATAU
VERBA DIBAGI MENJADI DUA.
 Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan
pelengkap atau objek, semisal memukul (bola).
 Kata kerja instranstitif adalah kata kerja yang tidak
membutuhkan pelengkap, semisal lari.
CONTOH KATEGORI VERBA DALAM BAHASA
INDONESIA.
1. Verba tindak/ perbuatan
 Verba yang menunjukan perilaku, baik fisik maupun
psikologis. Contoh: Ayah menggerutu.
2 Verba keadaan
 Verba yang mengisyaratkan acuan verba berada dalam situasi
tertentu. Verba ini jumlahnya sedikit dan sering tumpang
tindih dengan verba proses maupun dengan adjektiva. Contoh:
Sepulang sekolah ia mendengar kabar yang menyedihkan itu.
3 Verba proses
 Verba proses dapat dikenali melalui dua indikator: (a) dapat
digunakan untuk menjawab pertanyaan: Apa yang terjadi pada
subjek? (b) mengisyaratkan adanya perubahan dari satu
keadaan ke keadaan lain. Contoh: Padi di sawah Pak Jali
mengering, Air di sawah mulai mengering.
VERBA DALAM BAHASA JAWA
 Verba tindak/ perbuatan dalam bahasa Jawa
1. Milih ‘memilih’
2. Mbedhol ‘mencabut’
3. Ngunci ‘mengunci’
4. Nggawe ‘membuat’
5. Nyacad ‘mencela’
6. Njupuk ‘mengambil’
7. Moco ‘baca’ Bapak moco Koran tiap
isuk (Bapak baca Koran setiap pagi)
8. Ngalem ‘memuji’
9. Marep ‘menghadap’
10. Manembah ‘bersujud’
11. Maradhayoh ‘bertamu’
12. Obong ‘bakar’
13. Mangan ‘makan’ kulo mangan jam siji
(Aku makan jam satu)
14. Turon ‘tidur’ Ayah turon neng
teras (Ayah tidur di teras)
 Verba Keadaan dalam bahasa Jawa
1. Ireng ‘hitam’
2. Resik ‘bersih’
3. Lara ‘sakit’ tanganku lara tenan (tanganku
sakit sekali)
4. Ijo ‘hijau’
5. Seneng ‘suka’ kulo seneng kambek klambimu
(saya suka dengan bajumu)
6. Peteng ‘gelap’
7. Katog ‘puas’
8. Gayu ‘tawa’
9. Sedeh ‘sedih’
10. Kesed ‘malas’
11. Panas ‘panas’ Sakiki cuacane panas banget
(Sekarang cuacanya panas sekali)
 Verba Proses dalam bahasa Jawa
1. Keghodog ‘terebus’
2. Tandur ‘tandur’
3. Undhuh ‘panen’
4. Siset ‘kelupas’
5. Gareng ‘mengering’ klambine wes do gareng
(bajunya sudah mongering)
6. Menyilik ‘mengecil’ Sepatune adekku wes menyilik
(Sepatu adikku sudah mengecil
7. Menguneng ‘menguning’ Mangga ka ewes
menguneng (Mangga itu sudah menguning)
NO BAHASA JAWA BAHASA INDONESIA
1 Teng (dhateng) Datang
Analisis: Asal kata teng adalah dhateng, huruf awal dha- hilang
karena terjadi proses aferesis yakni menanggalkan huruf awal atau
awal suku kata.
2 Magawe Berkerja
Analisis: Ma + gawe. Mendapat prefiks ma- yang sama sepereti ber-
dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna sedang melakukan
kegiatan.
3 Moco Baca
Analisis: Asal katanya adalah baca tetapi orang Jawa sering
melafalkan a menjadi o sehingga menjadi boco, kemudian karena b dan
m memiliki ciri-ciri yang sama (bilabial) dan fonem [m] lebih gampang
untuk dilafalkan, maka orang Jawa lebih mudah melafalkan moco
daripada boco.
4 Tumindhak Tindak
Analisis: Bentuk tumindhak terjadi melalui proses t- um- dan bentuk
dasar tindhak 'tindak‘.
5 Nyanyi Bernyanyi
Analisis: Dalam bahasa Jawa nyanyi tidak diberikan prefiks karena
sudah bermakna melakukan kegiatan. Contoh kalimat: Mbakyu ku agek
nyanyi.
TERIMAKASIH

VERBA BAHASA INDONESIA.pptx

  • 1.
    VERBA BAHASA JAWAYANG TERSERAP DALAM BAHASA INDONESIA Oleh: Ni Made Meri Apridayanti 1501105002 meriapridayanti12@gmail.com I Nyoman Sedana Yoga Anugraha 1501105009 yogaanugrahaya@gmail.com Dewa Ayu Karina Dwi Payanti 1501105017 karinadwipayanti2@gmail.com Marieta Bona Devita 1501105026 marietadev@yaho.co.id
  • 2.
    PENGERTIAN VERBA  MenurutSudaryanto (1991:6) yang dimaksud verba adalah kata yang menyatakan perbuatan, dapat dinyatakan dengan modus perintah, dan bervalensi dengan aspek keberlangsungan yang dinyatakan dengan kata ‘lagi’ (sedang). Pendapat lain dikemukakan oleh Harimurti Kridalaksana (1993:226) menyatakan bahwa verba adalah kelas kata yang biasanya berfungsi sebagai predikat dalam beberapa bahasa lain. Selanjutnya pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Mess (1992:4) menyatakan bahwa sesuai dengan namanya, kata kerja pada umumnya menyatakan suatu pekerjaan, perbuatan atau gerak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kata kerja atau verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini umumnya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat.
  • 3.
    BERDASARKAN OBJEKNYA, KATAKERJA ATAU VERBA DIBAGI MENJADI DUA.  Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek, semisal memukul (bola).  Kata kerja instranstitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap, semisal lari.
  • 4.
    CONTOH KATEGORI VERBADALAM BAHASA INDONESIA. 1. Verba tindak/ perbuatan  Verba yang menunjukan perilaku, baik fisik maupun psikologis. Contoh: Ayah menggerutu. 2 Verba keadaan  Verba yang mengisyaratkan acuan verba berada dalam situasi tertentu. Verba ini jumlahnya sedikit dan sering tumpang tindih dengan verba proses maupun dengan adjektiva. Contoh: Sepulang sekolah ia mendengar kabar yang menyedihkan itu. 3 Verba proses  Verba proses dapat dikenali melalui dua indikator: (a) dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan: Apa yang terjadi pada subjek? (b) mengisyaratkan adanya perubahan dari satu keadaan ke keadaan lain. Contoh: Padi di sawah Pak Jali mengering, Air di sawah mulai mengering.
  • 5.
    VERBA DALAM BAHASAJAWA  Verba tindak/ perbuatan dalam bahasa Jawa 1. Milih ‘memilih’ 2. Mbedhol ‘mencabut’ 3. Ngunci ‘mengunci’ 4. Nggawe ‘membuat’ 5. Nyacad ‘mencela’ 6. Njupuk ‘mengambil’ 7. Moco ‘baca’ Bapak moco Koran tiap isuk (Bapak baca Koran setiap pagi)
  • 6.
    8. Ngalem ‘memuji’ 9.Marep ‘menghadap’ 10. Manembah ‘bersujud’ 11. Maradhayoh ‘bertamu’ 12. Obong ‘bakar’ 13. Mangan ‘makan’ kulo mangan jam siji (Aku makan jam satu) 14. Turon ‘tidur’ Ayah turon neng teras (Ayah tidur di teras)
  • 7.
     Verba Keadaandalam bahasa Jawa 1. Ireng ‘hitam’ 2. Resik ‘bersih’ 3. Lara ‘sakit’ tanganku lara tenan (tanganku sakit sekali) 4. Ijo ‘hijau’ 5. Seneng ‘suka’ kulo seneng kambek klambimu (saya suka dengan bajumu)
  • 8.
    6. Peteng ‘gelap’ 7.Katog ‘puas’ 8. Gayu ‘tawa’ 9. Sedeh ‘sedih’ 10. Kesed ‘malas’ 11. Panas ‘panas’ Sakiki cuacane panas banget (Sekarang cuacanya panas sekali)
  • 9.
     Verba Prosesdalam bahasa Jawa 1. Keghodog ‘terebus’ 2. Tandur ‘tandur’ 3. Undhuh ‘panen’ 4. Siset ‘kelupas’ 5. Gareng ‘mengering’ klambine wes do gareng (bajunya sudah mongering) 6. Menyilik ‘mengecil’ Sepatune adekku wes menyilik (Sepatu adikku sudah mengecil 7. Menguneng ‘menguning’ Mangga ka ewes menguneng (Mangga itu sudah menguning)
  • 10.
    NO BAHASA JAWABAHASA INDONESIA 1 Teng (dhateng) Datang Analisis: Asal kata teng adalah dhateng, huruf awal dha- hilang karena terjadi proses aferesis yakni menanggalkan huruf awal atau awal suku kata. 2 Magawe Berkerja Analisis: Ma + gawe. Mendapat prefiks ma- yang sama sepereti ber- dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna sedang melakukan kegiatan. 3 Moco Baca Analisis: Asal katanya adalah baca tetapi orang Jawa sering melafalkan a menjadi o sehingga menjadi boco, kemudian karena b dan m memiliki ciri-ciri yang sama (bilabial) dan fonem [m] lebih gampang untuk dilafalkan, maka orang Jawa lebih mudah melafalkan moco daripada boco. 4 Tumindhak Tindak Analisis: Bentuk tumindhak terjadi melalui proses t- um- dan bentuk dasar tindhak 'tindak‘. 5 Nyanyi Bernyanyi Analisis: Dalam bahasa Jawa nyanyi tidak diberikan prefiks karena sudah bermakna melakukan kegiatan. Contoh kalimat: Mbakyu ku agek nyanyi.
  • 11.