Please .. Look and listen to everythings I’ll we
showing .
                                            TQ
Wisata Religi

Masjid Tuo Kayu Jao


               Loading .....
               Please wait ^^
By :

            Olga Tiara***
*** Andwiana Mardhatila
Sejarah Mesjid
          Masjid Tuo ini adalah
salah satu mesjid peniggalan
dari zaman Pra-slam yang
terletak di Jorong Kayu Jao
, Nagari Batang Barus
, Kecamatan Gunung Talang
, Kabupaten Solok , Propinsi
Sumatera Barat.
Sejarah Mesjid


                                              Klik Here!!
                                              If you Like ^^




Diketahui bahwa mesjid ini didirikan pada tahun 1599.
Hal ini membuktikan bahwa Ajaran Agama Islam di
Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat ternyata telah
berkembang sejak 413 tahun yang lalu .
Peranan Mesjid
    Mesjid Tuo memiliki peranan penting
  dalam kehidupan bernagari. Masjid ini
          pun tak hanya menjadi tempat
   melaksanakan ibadah, tapi dahulunya
juga dijadikan sebagai tempat berunding
 dan mu-syawarah. Bahkan, pada zaman
     kolonial , masjid ini juga jadi tempat
        berlindung dan mengatur strategi
                                    perang.
Ciri Fisik Mesjid
Masjid ini terdiri dari :
• 3 lapis atap ijuk .
• 13 jendela .
• 27 tiang penyangga di dalam mesjid .
• 1 buah tabuh / bedug di samping
  mesjid .
Masjid Tuo Kayu Jao                                        Masjid Demak Banten

     Masjid Tuo dari segi fisik identik dengan mesjid demak banten yang
 atapnya juga bersusun tiga . Namun dari beberapa segi, Masjid Tuo Kayu
 Jao memiliki beberapa keunggulan. Terutama dari segi filosofis dan
 isyarat-isyarat pada bangunan mesjid .
• Disamping mesjid ini juga
  masih kokoh berdiri sebuah
  bangunan kecil beratap
  gonjong dua yang
  berisikan tabuh (bedug)
  , yang diyakini masyarakat
  seusia dengan masjid
  tersebut kira-kira berumur
  4 abad.
Masjid Tuo Kayu Jao
Masjid ini merupakan satu penanda bahwa
penduduk daerah sumatera barat khususnya
Solok telah menerapkan Adat Basandi
Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Hal ini juga
didukung dengan banyaknya filosofi dan isyarat-
isyarat pada bangunan masjid yang
menggambarkan paduan serasi antara adat dan
agama.
Filosofi dan isyarat-isyarat pada bangunan mesjid Tuo :
• Atapnya yang terbuat dari ijuk.   • Kuatnya agama Islam di
  melambangkan desain rumah           daerah tersebut juga
  adat Minangkabau yaitu Rumah        tergambar dari jumlah
  Gadang.                             jendelanya yang 13 buah.
• Jumlah tiangnya sebanyak 27         Ini untuk mengisyaratkan
  buah yang melambangkan              rukum Shalat yang 13
  enam suku yang masing-masing        macam.
  terdiri dari ampek jinih (empat   • Di bagian mihrab (mimbar
  unsur pemerintahan adat)            dan tempat imam ) juga
  sehingga jumlahnya 24 bagian.       diberi gonjong seperti
  Ditambah tiga unsur dari            Rumah Gadang.
  agama yaitu khatib, imam dan
  bilal, sehingga jumlahnya
  menjadi 27.
Keunikan pada Masjid Tuo
• Hal unik dari pembangunan mesjid ini adalah
  , ciri khas mesjid yang tidak menggunakan paku
  pada setiap sambungannya tapi menggunakan
  pasak di setiap sambungannya .
• Atapnya memiliki seperti desain rumah adat
  minangkabau yakni Rumah gadang yang memiliki
  gonjong , tapi bedanya di sini gonjongnya terletak
  di bagian mihrab nya .
Keunikan pada Masjid Tuo
• Selain itu untuk menentukan lokasi pemba-ngunan
  masjid, bermusyawarahlah imam, khatib, dan
  bilal, yang disepakati dengan cara mengha-nyutkan
  sebatang kayu. Maka di mana kayu tersebut
  berhenti, maka di sanalah masjid didirikan.
• Masjid tuo ini pun dapat mudah di kenali dengan ciri
  menggunakan serat berupa ijuk pada atapnya
Masjid Tuo Kayu Jao




        Dalam perkembangan menjadi tempat pariwisata Masjid Tuo ini
sangat memukau pengunjung. karna tidak hanya dari segi arsitektur
bangunan yang unik, tapi juga dari kondisi alam yang memiliki topografi
menawan. Masjid ini berada di lokasi yang berhawa sejuk dan dikelilingi oleh
perkebunan teh. Di samping itu, kontur wilayahnya sangat memukau. Terdiri
dari lurah dan bukit yang saling bertaut dan berkombinasi sempurna.
Masjid Tuo Kayu Jao
         Masjid-masjid di Minangkabau tidak jauh
berbeda dengan mesjid-mesjid kuno di Indonesia, yang
membedakan dengan mesjid luar Minangkabau adalah
makna-makna dibalik simbol-simbol budaya yang
diapresiasikan dalam bentuk arsitektur mesjid.
         Keberlanjutan budaya pra Islam sangat kental
dilihat terhadap mesjid-mesjid kuno di Minangkabau.
Material kultur pra Islam telah menjadi living monument
dalam kehidupan masyarakat Minangkabau karena
budaya pra Islam tidak ditinggalkan tetapi
kolaborasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan
arsitektur yang Indah dan mengagumkan .
The End
Thank you very much to your attention and sorry
for we are mistakes ..

                             Wassalam.

Tugas presentasi

  • 1.
    Please .. Lookand listen to everythings I’ll we showing . TQ
  • 3.
    Wisata Religi Masjid TuoKayu Jao Loading ..... Please wait ^^
  • 4.
    By : Olga Tiara*** *** Andwiana Mardhatila
  • 5.
    Sejarah Mesjid Masjid Tuo ini adalah salah satu mesjid peniggalan dari zaman Pra-slam yang terletak di Jorong Kayu Jao , Nagari Batang Barus , Kecamatan Gunung Talang , Kabupaten Solok , Propinsi Sumatera Barat.
  • 6.
    Sejarah Mesjid Klik Here!! If you Like ^^ Diketahui bahwa mesjid ini didirikan pada tahun 1599. Hal ini membuktikan bahwa Ajaran Agama Islam di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat ternyata telah berkembang sejak 413 tahun yang lalu .
  • 7.
    Peranan Mesjid Mesjid Tuo memiliki peranan penting dalam kehidupan bernagari. Masjid ini pun tak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tapi dahulunya juga dijadikan sebagai tempat berunding dan mu-syawarah. Bahkan, pada zaman kolonial , masjid ini juga jadi tempat berlindung dan mengatur strategi perang.
  • 8.
    Ciri Fisik Mesjid Masjidini terdiri dari : • 3 lapis atap ijuk . • 13 jendela . • 27 tiang penyangga di dalam mesjid . • 1 buah tabuh / bedug di samping mesjid .
  • 9.
    Masjid Tuo KayuJao Masjid Demak Banten Masjid Tuo dari segi fisik identik dengan mesjid demak banten yang atapnya juga bersusun tiga . Namun dari beberapa segi, Masjid Tuo Kayu Jao memiliki beberapa keunggulan. Terutama dari segi filosofis dan isyarat-isyarat pada bangunan mesjid .
  • 10.
    • Disamping mesjidini juga masih kokoh berdiri sebuah bangunan kecil beratap gonjong dua yang berisikan tabuh (bedug) , yang diyakini masyarakat seusia dengan masjid tersebut kira-kira berumur 4 abad.
  • 11.
    Masjid Tuo KayuJao Masjid ini merupakan satu penanda bahwa penduduk daerah sumatera barat khususnya Solok telah menerapkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Hal ini juga didukung dengan banyaknya filosofi dan isyarat- isyarat pada bangunan masjid yang menggambarkan paduan serasi antara adat dan agama.
  • 12.
    Filosofi dan isyarat-isyaratpada bangunan mesjid Tuo : • Atapnya yang terbuat dari ijuk. • Kuatnya agama Islam di melambangkan desain rumah daerah tersebut juga adat Minangkabau yaitu Rumah tergambar dari jumlah Gadang. jendelanya yang 13 buah. • Jumlah tiangnya sebanyak 27 Ini untuk mengisyaratkan buah yang melambangkan rukum Shalat yang 13 enam suku yang masing-masing macam. terdiri dari ampek jinih (empat • Di bagian mihrab (mimbar unsur pemerintahan adat) dan tempat imam ) juga sehingga jumlahnya 24 bagian. diberi gonjong seperti Ditambah tiga unsur dari Rumah Gadang. agama yaitu khatib, imam dan bilal, sehingga jumlahnya menjadi 27.
  • 13.
    Keunikan pada MasjidTuo • Hal unik dari pembangunan mesjid ini adalah , ciri khas mesjid yang tidak menggunakan paku pada setiap sambungannya tapi menggunakan pasak di setiap sambungannya . • Atapnya memiliki seperti desain rumah adat minangkabau yakni Rumah gadang yang memiliki gonjong , tapi bedanya di sini gonjongnya terletak di bagian mihrab nya .
  • 14.
    Keunikan pada MasjidTuo • Selain itu untuk menentukan lokasi pemba-ngunan masjid, bermusyawarahlah imam, khatib, dan bilal, yang disepakati dengan cara mengha-nyutkan sebatang kayu. Maka di mana kayu tersebut berhenti, maka di sanalah masjid didirikan. • Masjid tuo ini pun dapat mudah di kenali dengan ciri menggunakan serat berupa ijuk pada atapnya
  • 15.
    Masjid Tuo KayuJao Dalam perkembangan menjadi tempat pariwisata Masjid Tuo ini sangat memukau pengunjung. karna tidak hanya dari segi arsitektur bangunan yang unik, tapi juga dari kondisi alam yang memiliki topografi menawan. Masjid ini berada di lokasi yang berhawa sejuk dan dikelilingi oleh perkebunan teh. Di samping itu, kontur wilayahnya sangat memukau. Terdiri dari lurah dan bukit yang saling bertaut dan berkombinasi sempurna.
  • 16.
    Masjid Tuo KayuJao Masjid-masjid di Minangkabau tidak jauh berbeda dengan mesjid-mesjid kuno di Indonesia, yang membedakan dengan mesjid luar Minangkabau adalah makna-makna dibalik simbol-simbol budaya yang diapresiasikan dalam bentuk arsitektur mesjid. Keberlanjutan budaya pra Islam sangat kental dilihat terhadap mesjid-mesjid kuno di Minangkabau. Material kultur pra Islam telah menjadi living monument dalam kehidupan masyarakat Minangkabau karena budaya pra Islam tidak ditinggalkan tetapi kolaborasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan arsitektur yang Indah dan mengagumkan .
  • 17.
    The End Thank youvery much to your attention and sorry for we are mistakes .. Wassalam.

Editor's Notes

  • #13 Atapnya yang terbuat dari ijuk. melambangkan desain rumah adat Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Di bagian mihrab (mimbar dan tempat imam ) juga diberi gonjong seperti Rumah Gadang.Jumlah tiangnya sebanyak 27 buah yang melambangkan enam suku yang masing-masing terdiri dari ampek jinih (empat unsur pemerintahan adat) sehingga jumlahnya 24 bagian. Ditambah tiga unsur dari agama yaitu khatib, imam dan bilal, sehingga jumlahnya menjadi 27. Kuatnya agama Islam di daerah tersebut juga tergambar dari jumlah jendelanya yang 13 buah. Ini untuk mengisyaratkan rukum Shalat yang 13 macam.
  • #14 Mihrab mimbar dan tempat imam
  • #17 living monument (monument yang masih difungsikan)