BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pesatnya perkembangan teknologi di zaman sekarang ini berpengaruh di berbagai bidang. .
Banyak Negara-negara bersaing dalam memajukan teknologi di Negara mereka. Tetapi Negara-
negara berkembang yang belum bias bersaing pastinya akan semakin ketinggalan. Daripaa itu Negara
yang masih berkembang melakukan berbagai hal agr dapat bersaing dengan Negara maju, yaitu
dengan melakukan transfer teknologi dengn Negara-negara yang maju. Sekarang Indonesia telah
banyak melakukan transfer teknologi dengan Negara maju, sehingga Indonesia pun dapat bersaing
dengan Negara lainnya.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen.
1.3 Ruang lingkup
Dalam makalah ini membahas transfer teknologi yang di lakukan oleh Indonesia khususnya dalam bidang
militer.
1.4 Rumusan Masalah
1. Pengertian Transformasi Teknologi
2. Transfer Teknologi militer apa saja yang telah Indonesia lakukan dan dengan Negara mana saja
Indonesia melakukan Transfer Teknologi.
3. Harapan kedepan untuk teknologi militer Indonesia.
BAB 2 PEMBAHASAN
1
2.1 Pengertian Transformasi Teknologi
Transfer teknologi adalah pergerakan/perpindahan/aliran teknologi dari satu entity ke entity
yang lain (Ramanathan, 1996). Entity yang dimaksud di sini bisa berarti antar perusahaan dalam satu
negara ataupun dari beberapa negara yang berbeda Transfer teknologi dikatakan lengkap jika entity
penerima teknologi dapat menerima, mengerti dengan jelas serta menggunakannya secara efektif
bahkan mungkin mengembangkannya menjadi lebih baik. Dulu teknologi mengalir begitu saja dan
pihak yang lebih maju teknologinya ke pihak yang masih ketinggalan teknologinya, tetapi sekarang
pengertian demikian sudah ditinggalkan. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan teknologi
yang diinginkan. Dalam pengertian transfer teknologi, terdapat enam elemen penting yang seiaiu
hadir dalam proses transfer teknologi yaitu:
1. Entity penerima teknologi dikenal dengan istilah "transferee11 dan entity penyuplai teknologi
adalah "transferor".
2. Teknologi yang ditransfer.
3. Mekanisme yang menghubungkan.
4. Lingkungan transferee
5. Lingkungan transferor.
6. Lingkungan yang lebih luas.
Banyak negara-negara berkembang sudah menyadari bahwa teknologi merupakan faktor yang
penting dalam perkembangan ekonomi. Perkembangan-perkembangan teknologi membawa pengaruh
besar terutama dalam berbagai sistem produksi yang digunakan dalam berbagai sektor industri.
Usaha pengembangan teknologi memerlukan biaya yang besar ditambah lagi dengan resiko gagalnya
juga tinggi membuat para pengusaha harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk
menanamkan modalnya. Suatu perusahaan dalam suatu negara bagaimanapun canggihnya tidak akan
dapat membuat semua teknologi yang dibutuhkannya. Sebaliknya, untuk memperoleh semua
teknologi yang dibutuhkan dengan cara membeli juga bukan merupakan cara yang efektif.
Untuk itu, banyak perusahaan yang menerapkan strategi "buat sebagian, beli sebagian" yang
dianggap lebih memungkinkan dan efektif. Untuk menerapkan strategi "buat sebagian", perusahaan
membutuhkan departemen-departemen khusus untuk penelitian dan pengembangan (R&D),
2
perencanaan teknis, pengembangan SDM, dan lain- lain. Sedangkan penerapan strategi "beli
sebagian" memerlukan adanya proses transfer teknologi baik internasional maupun intranasional.
Kegiatan yang dilakukan R&D secara garis besar dapat dibagi menjadi mengembangkan dan
menyesuaikan teknologi yang ada serta meneliti teknologi baru. Pengembangan teknologi yang ada
merupakan kegiatan melakukan perubahan pada teknologi yang ada dalam rangka perbaikan ataupun
modifikasi. Penyesuaikan teknologi yang ada difokuskan pada kegiatan menyesuaikan teknologi yang
ditransfer dengan kondisi lokal transferee. Sedangkan penelitian teknologi baru lebih ditujukan
untuk menemukan teknologi yang belum didapatkan sebelumnya dari transferor.
Proses transfer teknologi bisa dilakukan oleh transferor dan transferee yang levelnya berbeda, antara
individu dengan individu, organisasi dengan organisasi, negara dengan negara, individu
dengan organisasi, organisasi dengan negara, dan sebagainya.
Ada beberapa motivasi yang mendorong transferee untuk m elakukan transfer teknologi, yaitu:
1. Teknologi merupakan variabel yang strategis untuk perkembangan dan pertumbuhan suatu
perusahaan
2. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat semua teknologi yang dibutuhkannya.
3. Untuk menghindari biaya R&D untuk penelitian teknologi baru dengan cara langsung meniru
hasil penelitian transferor sehingga sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan untuk
mengembangkan serta memperbaiki teknologi tersebut.
4. Untuk menyempurnakan output sehingga lebih sesuai dengan tuntutan konsumen dengan
menggunakan teknologi baru.
5. Untuk meningkatkan kekuatan kompetisi dalam pasar internasional dengan menggunakan
teknologi yang dapat memproduksi output yang sesuai dengan standard internasional.
6. Untuk kebutuhan pertahanan serta kebutuhan politik lainnya.
7. Untuk dapat mengejar perkembangan teknologi terbaru.
Ada motivasi lain yang mendukung transferor untuk melakukan transfer teknologi yaitu
lingkungan transferee. Lingkungan transferee berkaitan dengan kondisi lingkungan di mana transferee
menjalankan usahanya. Lingkungan transferee merupakan faktor yang sangat menentukan
berhasilnya transfer teknologi bagi transferee. Kondisi-kondisi ini meliputi antara lain:
3
1. Kemampuan pihak transferee untuk menyerap teknologi yang telah ditransfer.
2. Infrastruktur fisik berkaitan dengan fasilitas fisik yang tersedia di lingkungan transferee, misalkan
listrik, telepon, jalan raya, dan Iain-lain.
3. Ketersediaan SDM yang trampil untuk menggunakan teknologi.
4. Sikap dan komitmen untuk berubah dengan menggunakan teknologi baru yang lebih efektif dan
efisien
5. Status ekonomi berkaitan dengan keadaan ekonomi di lingkungan transferee
6. Status teknologi berkaitan dengan level teknologi yang dapat dicapai oleh transferee
2.2 Transfer Teknologi militer apa saja yang telah Indonesia lakukan dan dengan Negara mana
saja Indonesia melakukan Transfer Teknologi.
Dalam bidang militer Indonesia banyak melakukan transfer teknologi dengan banyak Negara dan
juga banyak jenis peralatan militer yang di transfer oleh Indonesia antaranya adalah sebagai
berikut;
1. Kapal selam (Korea Selatan)
Indonesia mentransfer teknologi kapal selam dengan berbagai Negara, salah satunya
dengan Korea Selatan. Indonesia baru saja memulai transfer teknologi kapal selam dengan Korea
Selatan pada tahun 2013 ini. kapal selam pertama dan kedua hasil kerja sama kedua negara akan
rampung pada 2016. Mulai April 2013, tahapan pembuatan kapal selam sudah masuk pada steel
cut atau pemotongan baja. "Steel cut merupakan tahapan awal dari pembuatan kapal selam.
Diharapkan selesai dalam 40 bulan.
pembuatan kapal selam tak tertunda seperti KFX karena mekanisme yang digunakan
adalah jual-beli, sedangkan proyek KFX menggunakan mekanisme kerja sama. "Kalau sampai
tertunda, artinya pihak Korsel harus membayar denda," kata dia. Seperti diketahui, Kemhan telah
mengirimkan 130 personel ke Korsel pada Februari 2013 lalu untuk proyek pembuatan kapal
selam.
Para personel itu diambil dari anggota TNI AL, ahli kapal selam dari PT PAL, dan
sejumlah aka demisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. "Pada 36 bulan
pertama, mereka hanya akan memperhatikan cara membuat kapal selam, dua dari tiga kapal
4
selam yang dibeli Indonesia akan dibuat di Korsel melalui perusahaan galangan Daewoo
Shipbuiliding Marine Enginering (DSME). Pembuatan kapal selam pertama berlangsung dalam
kurun 36 bulan. Selama itu pula teknisi dari Indonesia akan memperhatikan dengan saksama cara
mereka merakit hingga akhirnya kapal selam itu selesai.
Pada pembuatan kapal selam kedua, barulah para teknisi itu ikut turun. Namun,
masih akan dibantu dari pihak Korsel. "Separo teknisi dari kita, separo dari mereka," kata
dia. Pembuatan kapal selam kedua ini diperkirakan lebih singkat, yakni hanya 20 bulan.
Pasalnya, pihak Korsel dan Indonesia menargetkan bisa membangun dua kapal selam itu
dalam kurun 56 bulan atau sekitar 4,5 tahun.
Untuk pembuatan kapal selam ketiga, pengerjaan sepenuhnya dilakukan teknisi
Indonesia. Hartind mengatakan pembuatan kapal selam ketiga ini akan dilakukan di
galangan PT PAL di Surabaya.
2. Jet Tempur (China)
5
Para insinyur Indonesia sedang menyiapkan jet tempur baru. Kualitas pesawat ini
diharapkan mampu menandingi jet dari Rusia Sukhoi Mk 2. Teknisi putra bangsa bekerja
bersama dalam proyek yang disebut jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia
Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang dilakukan bersama Korea Selatan.
Sepanjang 2013 ini, para teknisi diharapkan bisa menguasai pengembangan teknis
pesawat KFX. Sampai sekarang, pengembangan teknis sudah berjalan sesuai rencana.
Delegasi Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Korea Selatan juga sudah berkunjung
ke Indonesia pekan lalu. Menurut Hartind, pihak Korsel sangat puas dengan kinerja
insinyur Indonesia.
Tahun depan, para teknisi harus sudah beralih pada pencapaian berikutnya, yakni
pengembangan mesin dan manufaktur. Diharapkan, pada tahap ini sudah bisa dibuat
enam buah prototipe pesawat KFX.
Menurutnya, teknisi dari Indonesia dalam alih teknologi KFX/IFX ini bisa
mengimbangi para teknisi dari Korea Selatan yang notabene adalah negara perancang
pesawat itu. "Awalnya sulit bagi teknisi kita. Tapi, saat ini mereka sudah bisa
mengimbangi," ujarnya.
Sekitar tujuh bulan lalu, Kemhan telah mengirimkan 37 teknisi untuk tahap awal
proses alih teknologi. Mereka terdiri atas enam pilot pesawat tempur TNI AU, tiga orang
dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, 24 teknisi dari PT Dirgantara
Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.
Mantan Atase Pertahanan KBRI Malaysia ini mengatakan, untuk pengiriman para
teknisi selanjutnya, Kemhan akan mempersiapkan sarana dan prasana, sumber daya
manusia, serta manajemen yang baik."Biasanya kita akan meminta kepada pihak Korea,
pengembangan apa yang bisa dilakukan lebih awal. Kita berupaya melengkapi sesuai
dengan keinginan mereka agar alih teknologi berjalan sebaik-baiknya," katanya.
Kemhan berkomitmen, alih teknologi ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi pada
proses. Hal ini dinilai penting agar proses alih teknologi benar-benar berjalan sempurna
dan Indonesia bisa segera mampu membuat jet tempur sendiri.
Rencananya, proyek KFX/IFX ini akan berlangsung hingga 2020 dengan jumlah
pesawat yang akan dibuat adalah 150 unit senilai USD 8 miliar. Sementara Indonesia
6
akan mendapatkan sebanyak 50 unit dengan anggaran sebesar USD 1,6 miliar. "Jika
lancar semua, ini adalah pesawat jet tempur pertama yang dibuat oleh ilmuwan Indonesia.
3. Rudal C-705 China
Beijing, (ANTARA Bengkulu) - Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat
memperluas kerja sama pertahanan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan
bersenjata kedua negara, hubungan lebih baik kedua pihak serta guna mendukung
stabilitas keamanan kawasan khususnya di Asia.
Demikian pokok bahasan dalam Forum ke-5 Konsultasi Pertahanan Indonesia-
China di Beijing, Kamis. Dalam forum itu, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri
Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sedangkan delegasi China dipimpin Wakil Kepala Staf
Umum Angkatan Bersenjata China Letnan Jenderal Qi Jian Guo.
Dalam dokumen resmi yang diterima ANTARA di Beijing, dalam pertemuan
tertutup itu dibahas berbagai kerja sama pertahanan yang telah dijalin dan akan
dilakukan di masa depan oleh kedua negara.
Sejak Forum Konsultasi Pertahanan Indonesia-China dibentuk pada 2007
berbagai kerja sama telah dilakukan kedua negara seperti pendidikan perwira, latihan
bersama pasukan khusus kedua negara, pelatihan pilot pesawat tempur Sukhoi TNI-
7
Angkatan Udara, kerja sama industri pertahanan dan pembelian sejumlah alat utama
sistem senjata.
Untuk bidang pendidikan dan pertukaran perwira, sejak 1967 sudah 107
personel militer Indonesia yang belajar di China. Saat ini tercatat 12 orang perwira
militer Indonesia yang belajar di China, demikian dikutip dari dokumen itu.
Sedangkan China hingga kini telah mengirimkan delapan orang perwira militernya.
Untuk latihan bersama, Indonesia dan China telah dua kali menggelar latihan
bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan
Khusus Angkatan Bersenjata China (People's Liberation Army/PLA) dengan sandi
"Sharp Knife".
Kerja sama antarpasukan khusus dalam penanggulangan terorisme, akan terus
ditingkatkan dan diperluas. Kedepan mungkin dapat dilakukan latihan bersama untuk
menghadapi ancaman non tradisional seperti penanggulangan bencana alam, demikian
sperti dikutip dalam dokumen itu.
Sedangkan dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk
memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas
proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705. Selain C-705
Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak,
serta sistem pertahanan elektronik
Forum ke-5 Konsultasi pertahanan Indonesia-China, yang berlangsung hingga
Kamis petang juga dibahas berbagai perkembangan situasi keamanan regional
khususnya di Asia Pasifik, termasuk isu di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
8
2.3 Harapan kedepan untuk teknologi militer Indonesia.
Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan banyak berbatasan dengan berbagai
negara di sekitarnya merupakan lokasi yang sangat rawan akan konflik perbatasan.
Terlebih indonesia merupakan wilayah strategis yang terletak dekat dengan beberapa
titik jalaur pelayaran dunia, salah satunya adalah selat malaka, yang merupakan urat nadi
perekonomian yang menjadi tangung jawab tiga negara yaitu adalah indonesia,
Singapura, dan Malaysia. Potensi besar yang dimiliki selat malaka sebenarnya sama
pentinnya denan Terusan Suez dan terusan Panama, karena selat Malaka membentuk jalur
pelayaran terusan anara Samudra Hindia dan Samudera Pasifik serta penghubung tiga
dari negara-negara penduduk terbesar seperti India, Indonesia dan Cina. Di samping itu
potensi besar lainnya adalah sebanyak 1200 kapal melintasi selat malaka setiap harinya,
22 kapal super ultra large dengan mengangkut antara sperlima dan seperempat
perdanganan laut dunia. Potensi besar ini seharusnya menjadi sebuah perhatian
pemerintah dalam meningkatkan pertahanan laut indonesia.
9
Sebuah pemaduan unsur antara kekuatan militer dan diplomasi guna
mengamankan kepentingan nasional merupakan kepentingan primer yang seharusnya
mampu di sadari oleh berbagai pihak yang berperan saat ini. Penggunaan kekuatan
Angkatan Laut dalam masa damai dan perang adalah praktik yang lumrah. Inilah yang
dikenal dengan istilah gun boat (diplomasi kapal perang) dan selanjutnya muncul istilah
naval diplomacy. Melihat hal ini keterbutuhan akan teknologi pertahanan merupakan
sesuatu yang dijadikan sebuah prioritas melihat keterbutuhan kedepan yang sangat
mendesak. Tentunya kedepan indonesia harus meningkatkan kekuatan pertahanan yang
saat ini dimiliki, harapannya indonesia bukan hanya menambahkan kuantitas Alusista
sebagai penjaga pertahanan pertama, namun mamapu meningkatkan kwalitas Alusista
kedepannya. Dengan upaya membangun industri pertahanan negara yang maksimal
harapannya ketergantungan terhadap asing dan hobi membeli peralatanbekas kedepannya
mampu diminimalisir.
Jika kita menegok tentang pertahanan laut indonesia saat ini kita bisa melihat
bahwa sampai saat ini indonesia hanya memiliki dua kapal selam, terlebih lagi jika kita
melihat bagaimana kondisi pertahanan laut lainnya dari kapal-kapal yang dimiliki TNI
AL saat ini kurang lebih 148 kapal perang berbagai kelas dan jenis 2 kapal layar tiang
tinggi, kapal patroli yang panjangnya kurang dari 36 meter yang biasa disebut KAL atau
kapal angkatan laut yang berjumlah 317 unit. Kemudian dari beberapa kapal tersebut
ternyata adalah kapal ex Jerman dan kapal peninggalan perang dunia kedua. Tentunya
melihat tersebut kondisi kapal sudah di pastikan tidak dalam kondisi
maksimal.Disamping itu untuk memantau kondisi perairan indonesia memiliki 15 stasiun
yang di kendalikan oleh Bakormala (Badan Kordinasi Keamanan Laut Republik
Indonesia), diantaranya Rescue Coordinating Centre (RCC) yang terletak di Ttanjung
Balai Karimun, Maritime Rescue Coordinating Centre (MRCC) Batam, RCC Natuna,
RCC Sambas, GS Bangka Belitung, RCC Bali, RCC Tarakan, RCC Kupang, MRCC
Ambon, RCC Jayapura, RCC Tual, RCC Merauke, (Ground Station) GS MRCC Bitung
dan Puskodal Jakarta. Dengan menggabungkan kekuaan pertahanan laut yang ada dari
segi peralatan tempur dan IT tentunya hal tersebut harus senantiasa di tingkatkan untuk
mendapatkan kekuatan pertahanan dan keamanan laut yang kuat. Karena saat ini
10
pertahanan dan keamanan merupakan hal yang sangat mendesak untuk terus senantiasa di
tingkatkan.
Harapan besar dengan ditingkatkannya anggaran pertahanan indonesia kedepan
indonesia akan mampu meningkatkan kekuatan pertahanan yang dimiliki saat ini. Hal
tersebut tentunya akan menjadi sebuah pendukung berbagai diplomasi yang terjadi pada
wilayah konflik antara indonesia dan negara sekitarnya. Dengan meningkatnya kondisi
pertahanan laut indonesia tentunya akan membuat indonesia menjadi lebih bermartabat di
mata negara tetangga.
11
BAB 3 PENUTUP
3.1Kesimpulan
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dan analisis dengan baik dari berbagai sumber yang kami peroleh,
baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui penelitian pada sumber yaitu Google , dapat
kami ambil sebagai berikut
1. Dengan adanya transfer teknologi dibidang militer yang lebih efektif, sehingga dapt
membantu perkembangan persenjataan dan pertahanan militer indonesia.
2. Agenda transfer teknologi yang telah disepakati, memiliki keuntungan tersendiri bagi
indonesia,
diantaranya: indonesia dapat menghemat anggaran negara untuk melakukan riset tentang
teknologi yang di inginkan. Juga dari teknologi yang di dapat memalui transfer teknologi
indonesia boleh mengembangkan teknologi yang sudah di dapatnya.
3. Bahwa transfer teknologi merupakan salah satu cara/sarana pendukung yang effektif dan
efisien, dalam mmerupakan salah satu cara/sarana pendukung yang effektif dan efisien
sebagai sebuah pelepas dahaga teknologi di era yang serba canggih seperti sekrang ini
12

Transfer teknologi dibidang militer

  • 1.
    BAB 1 PENDAHULUAN 1.1LATAR BELAKANG Pesatnya perkembangan teknologi di zaman sekarang ini berpengaruh di berbagai bidang. . Banyak Negara-negara bersaing dalam memajukan teknologi di Negara mereka. Tetapi Negara- negara berkembang yang belum bias bersaing pastinya akan semakin ketinggalan. Daripaa itu Negara yang masih berkembang melakukan berbagai hal agr dapat bersaing dengan Negara maju, yaitu dengan melakukan transfer teknologi dengn Negara-negara yang maju. Sekarang Indonesia telah banyak melakukan transfer teknologi dengan Negara maju, sehingga Indonesia pun dapat bersaing dengan Negara lainnya. 1.2 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. 1.3 Ruang lingkup Dalam makalah ini membahas transfer teknologi yang di lakukan oleh Indonesia khususnya dalam bidang militer. 1.4 Rumusan Masalah 1. Pengertian Transformasi Teknologi 2. Transfer Teknologi militer apa saja yang telah Indonesia lakukan dan dengan Negara mana saja Indonesia melakukan Transfer Teknologi. 3. Harapan kedepan untuk teknologi militer Indonesia. BAB 2 PEMBAHASAN 1
  • 2.
    2.1 Pengertian TransformasiTeknologi Transfer teknologi adalah pergerakan/perpindahan/aliran teknologi dari satu entity ke entity yang lain (Ramanathan, 1996). Entity yang dimaksud di sini bisa berarti antar perusahaan dalam satu negara ataupun dari beberapa negara yang berbeda Transfer teknologi dikatakan lengkap jika entity penerima teknologi dapat menerima, mengerti dengan jelas serta menggunakannya secara efektif bahkan mungkin mengembangkannya menjadi lebih baik. Dulu teknologi mengalir begitu saja dan pihak yang lebih maju teknologinya ke pihak yang masih ketinggalan teknologinya, tetapi sekarang pengertian demikian sudah ditinggalkan. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan teknologi yang diinginkan. Dalam pengertian transfer teknologi, terdapat enam elemen penting yang seiaiu hadir dalam proses transfer teknologi yaitu: 1. Entity penerima teknologi dikenal dengan istilah "transferee11 dan entity penyuplai teknologi adalah "transferor". 2. Teknologi yang ditransfer. 3. Mekanisme yang menghubungkan. 4. Lingkungan transferee 5. Lingkungan transferor. 6. Lingkungan yang lebih luas. Banyak negara-negara berkembang sudah menyadari bahwa teknologi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan ekonomi. Perkembangan-perkembangan teknologi membawa pengaruh besar terutama dalam berbagai sistem produksi yang digunakan dalam berbagai sektor industri. Usaha pengembangan teknologi memerlukan biaya yang besar ditambah lagi dengan resiko gagalnya juga tinggi membuat para pengusaha harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya. Suatu perusahaan dalam suatu negara bagaimanapun canggihnya tidak akan dapat membuat semua teknologi yang dibutuhkannya. Sebaliknya, untuk memperoleh semua teknologi yang dibutuhkan dengan cara membeli juga bukan merupakan cara yang efektif. Untuk itu, banyak perusahaan yang menerapkan strategi "buat sebagian, beli sebagian" yang dianggap lebih memungkinkan dan efektif. Untuk menerapkan strategi "buat sebagian", perusahaan membutuhkan departemen-departemen khusus untuk penelitian dan pengembangan (R&D), 2
  • 3.
    perencanaan teknis, pengembanganSDM, dan lain- lain. Sedangkan penerapan strategi "beli sebagian" memerlukan adanya proses transfer teknologi baik internasional maupun intranasional. Kegiatan yang dilakukan R&D secara garis besar dapat dibagi menjadi mengembangkan dan menyesuaikan teknologi yang ada serta meneliti teknologi baru. Pengembangan teknologi yang ada merupakan kegiatan melakukan perubahan pada teknologi yang ada dalam rangka perbaikan ataupun modifikasi. Penyesuaikan teknologi yang ada difokuskan pada kegiatan menyesuaikan teknologi yang ditransfer dengan kondisi lokal transferee. Sedangkan penelitian teknologi baru lebih ditujukan untuk menemukan teknologi yang belum didapatkan sebelumnya dari transferor. Proses transfer teknologi bisa dilakukan oleh transferor dan transferee yang levelnya berbeda, antara individu dengan individu, organisasi dengan organisasi, negara dengan negara, individu dengan organisasi, organisasi dengan negara, dan sebagainya. Ada beberapa motivasi yang mendorong transferee untuk m elakukan transfer teknologi, yaitu: 1. Teknologi merupakan variabel yang strategis untuk perkembangan dan pertumbuhan suatu perusahaan 2. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat semua teknologi yang dibutuhkannya. 3. Untuk menghindari biaya R&D untuk penelitian teknologi baru dengan cara langsung meniru hasil penelitian transferor sehingga sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan untuk mengembangkan serta memperbaiki teknologi tersebut. 4. Untuk menyempurnakan output sehingga lebih sesuai dengan tuntutan konsumen dengan menggunakan teknologi baru. 5. Untuk meningkatkan kekuatan kompetisi dalam pasar internasional dengan menggunakan teknologi yang dapat memproduksi output yang sesuai dengan standard internasional. 6. Untuk kebutuhan pertahanan serta kebutuhan politik lainnya. 7. Untuk dapat mengejar perkembangan teknologi terbaru. Ada motivasi lain yang mendukung transferor untuk melakukan transfer teknologi yaitu lingkungan transferee. Lingkungan transferee berkaitan dengan kondisi lingkungan di mana transferee menjalankan usahanya. Lingkungan transferee merupakan faktor yang sangat menentukan berhasilnya transfer teknologi bagi transferee. Kondisi-kondisi ini meliputi antara lain: 3
  • 4.
    1. Kemampuan pihaktransferee untuk menyerap teknologi yang telah ditransfer. 2. Infrastruktur fisik berkaitan dengan fasilitas fisik yang tersedia di lingkungan transferee, misalkan listrik, telepon, jalan raya, dan Iain-lain. 3. Ketersediaan SDM yang trampil untuk menggunakan teknologi. 4. Sikap dan komitmen untuk berubah dengan menggunakan teknologi baru yang lebih efektif dan efisien 5. Status ekonomi berkaitan dengan keadaan ekonomi di lingkungan transferee 6. Status teknologi berkaitan dengan level teknologi yang dapat dicapai oleh transferee 2.2 Transfer Teknologi militer apa saja yang telah Indonesia lakukan dan dengan Negara mana saja Indonesia melakukan Transfer Teknologi. Dalam bidang militer Indonesia banyak melakukan transfer teknologi dengan banyak Negara dan juga banyak jenis peralatan militer yang di transfer oleh Indonesia antaranya adalah sebagai berikut; 1. Kapal selam (Korea Selatan) Indonesia mentransfer teknologi kapal selam dengan berbagai Negara, salah satunya dengan Korea Selatan. Indonesia baru saja memulai transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan pada tahun 2013 ini. kapal selam pertama dan kedua hasil kerja sama kedua negara akan rampung pada 2016. Mulai April 2013, tahapan pembuatan kapal selam sudah masuk pada steel cut atau pemotongan baja. "Steel cut merupakan tahapan awal dari pembuatan kapal selam. Diharapkan selesai dalam 40 bulan. pembuatan kapal selam tak tertunda seperti KFX karena mekanisme yang digunakan adalah jual-beli, sedangkan proyek KFX menggunakan mekanisme kerja sama. "Kalau sampai tertunda, artinya pihak Korsel harus membayar denda," kata dia. Seperti diketahui, Kemhan telah mengirimkan 130 personel ke Korsel pada Februari 2013 lalu untuk proyek pembuatan kapal selam. Para personel itu diambil dari anggota TNI AL, ahli kapal selam dari PT PAL, dan sejumlah aka demisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. "Pada 36 bulan pertama, mereka hanya akan memperhatikan cara membuat kapal selam, dua dari tiga kapal 4
  • 5.
    selam yang dibeliIndonesia akan dibuat di Korsel melalui perusahaan galangan Daewoo Shipbuiliding Marine Enginering (DSME). Pembuatan kapal selam pertama berlangsung dalam kurun 36 bulan. Selama itu pula teknisi dari Indonesia akan memperhatikan dengan saksama cara mereka merakit hingga akhirnya kapal selam itu selesai. Pada pembuatan kapal selam kedua, barulah para teknisi itu ikut turun. Namun, masih akan dibantu dari pihak Korsel. "Separo teknisi dari kita, separo dari mereka," kata dia. Pembuatan kapal selam kedua ini diperkirakan lebih singkat, yakni hanya 20 bulan. Pasalnya, pihak Korsel dan Indonesia menargetkan bisa membangun dua kapal selam itu dalam kurun 56 bulan atau sekitar 4,5 tahun. Untuk pembuatan kapal selam ketiga, pengerjaan sepenuhnya dilakukan teknisi Indonesia. Hartind mengatakan pembuatan kapal selam ketiga ini akan dilakukan di galangan PT PAL di Surabaya. 2. Jet Tempur (China) 5
  • 6.
    Para insinyur Indonesiasedang menyiapkan jet tempur baru. Kualitas pesawat ini diharapkan mampu menandingi jet dari Rusia Sukhoi Mk 2. Teknisi putra bangsa bekerja bersama dalam proyek yang disebut jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang dilakukan bersama Korea Selatan. Sepanjang 2013 ini, para teknisi diharapkan bisa menguasai pengembangan teknis pesawat KFX. Sampai sekarang, pengembangan teknis sudah berjalan sesuai rencana. Delegasi Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Korea Selatan juga sudah berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Menurut Hartind, pihak Korsel sangat puas dengan kinerja insinyur Indonesia. Tahun depan, para teknisi harus sudah beralih pada pencapaian berikutnya, yakni pengembangan mesin dan manufaktur. Diharapkan, pada tahap ini sudah bisa dibuat enam buah prototipe pesawat KFX. Menurutnya, teknisi dari Indonesia dalam alih teknologi KFX/IFX ini bisa mengimbangi para teknisi dari Korea Selatan yang notabene adalah negara perancang pesawat itu. "Awalnya sulit bagi teknisi kita. Tapi, saat ini mereka sudah bisa mengimbangi," ujarnya. Sekitar tujuh bulan lalu, Kemhan telah mengirimkan 37 teknisi untuk tahap awal proses alih teknologi. Mereka terdiri atas enam pilot pesawat tempur TNI AU, tiga orang dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, 24 teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung. Mantan Atase Pertahanan KBRI Malaysia ini mengatakan, untuk pengiriman para teknisi selanjutnya, Kemhan akan mempersiapkan sarana dan prasana, sumber daya manusia, serta manajemen yang baik."Biasanya kita akan meminta kepada pihak Korea, pengembangan apa yang bisa dilakukan lebih awal. Kita berupaya melengkapi sesuai dengan keinginan mereka agar alih teknologi berjalan sebaik-baiknya," katanya. Kemhan berkomitmen, alih teknologi ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi pada proses. Hal ini dinilai penting agar proses alih teknologi benar-benar berjalan sempurna dan Indonesia bisa segera mampu membuat jet tempur sendiri. Rencananya, proyek KFX/IFX ini akan berlangsung hingga 2020 dengan jumlah pesawat yang akan dibuat adalah 150 unit senilai USD 8 miliar. Sementara Indonesia 6
  • 7.
    akan mendapatkan sebanyak50 unit dengan anggaran sebesar USD 1,6 miliar. "Jika lancar semua, ini adalah pesawat jet tempur pertama yang dibuat oleh ilmuwan Indonesia. 3. Rudal C-705 China Beijing, (ANTARA Bengkulu) - Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperluas kerja sama pertahanan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan bersenjata kedua negara, hubungan lebih baik kedua pihak serta guna mendukung stabilitas keamanan kawasan khususnya di Asia. Demikian pokok bahasan dalam Forum ke-5 Konsultasi Pertahanan Indonesia- China di Beijing, Kamis. Dalam forum itu, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sedangkan delegasi China dipimpin Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata China Letnan Jenderal Qi Jian Guo. Dalam dokumen resmi yang diterima ANTARA di Beijing, dalam pertemuan tertutup itu dibahas berbagai kerja sama pertahanan yang telah dijalin dan akan dilakukan di masa depan oleh kedua negara. Sejak Forum Konsultasi Pertahanan Indonesia-China dibentuk pada 2007 berbagai kerja sama telah dilakukan kedua negara seperti pendidikan perwira, latihan bersama pasukan khusus kedua negara, pelatihan pilot pesawat tempur Sukhoi TNI- 7
  • 8.
    Angkatan Udara, kerjasama industri pertahanan dan pembelian sejumlah alat utama sistem senjata. Untuk bidang pendidikan dan pertukaran perwira, sejak 1967 sudah 107 personel militer Indonesia yang belajar di China. Saat ini tercatat 12 orang perwira militer Indonesia yang belajar di China, demikian dikutip dari dokumen itu. Sedangkan China hingga kini telah mengirimkan delapan orang perwira militernya. Untuk latihan bersama, Indonesia dan China telah dua kali menggelar latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People's Liberation Army/PLA) dengan sandi "Sharp Knife". Kerja sama antarpasukan khusus dalam penanggulangan terorisme, akan terus ditingkatkan dan diperluas. Kedepan mungkin dapat dilakukan latihan bersama untuk menghadapi ancaman non tradisional seperti penanggulangan bencana alam, demikian sperti dikutip dalam dokumen itu. Sedangkan dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705. Selain C-705 Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan elektronik Forum ke-5 Konsultasi pertahanan Indonesia-China, yang berlangsung hingga Kamis petang juga dibahas berbagai perkembangan situasi keamanan regional khususnya di Asia Pasifik, termasuk isu di Laut China Timur dan Laut China Selatan. 8
  • 9.
    2.3 Harapan kedepanuntuk teknologi militer Indonesia. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan banyak berbatasan dengan berbagai negara di sekitarnya merupakan lokasi yang sangat rawan akan konflik perbatasan. Terlebih indonesia merupakan wilayah strategis yang terletak dekat dengan beberapa titik jalaur pelayaran dunia, salah satunya adalah selat malaka, yang merupakan urat nadi perekonomian yang menjadi tangung jawab tiga negara yaitu adalah indonesia, Singapura, dan Malaysia. Potensi besar yang dimiliki selat malaka sebenarnya sama pentinnya denan Terusan Suez dan terusan Panama, karena selat Malaka membentuk jalur pelayaran terusan anara Samudra Hindia dan Samudera Pasifik serta penghubung tiga dari negara-negara penduduk terbesar seperti India, Indonesia dan Cina. Di samping itu potensi besar lainnya adalah sebanyak 1200 kapal melintasi selat malaka setiap harinya, 22 kapal super ultra large dengan mengangkut antara sperlima dan seperempat perdanganan laut dunia. Potensi besar ini seharusnya menjadi sebuah perhatian pemerintah dalam meningkatkan pertahanan laut indonesia. 9
  • 10.
    Sebuah pemaduan unsurantara kekuatan militer dan diplomasi guna mengamankan kepentingan nasional merupakan kepentingan primer yang seharusnya mampu di sadari oleh berbagai pihak yang berperan saat ini. Penggunaan kekuatan Angkatan Laut dalam masa damai dan perang adalah praktik yang lumrah. Inilah yang dikenal dengan istilah gun boat (diplomasi kapal perang) dan selanjutnya muncul istilah naval diplomacy. Melihat hal ini keterbutuhan akan teknologi pertahanan merupakan sesuatu yang dijadikan sebuah prioritas melihat keterbutuhan kedepan yang sangat mendesak. Tentunya kedepan indonesia harus meningkatkan kekuatan pertahanan yang saat ini dimiliki, harapannya indonesia bukan hanya menambahkan kuantitas Alusista sebagai penjaga pertahanan pertama, namun mamapu meningkatkan kwalitas Alusista kedepannya. Dengan upaya membangun industri pertahanan negara yang maksimal harapannya ketergantungan terhadap asing dan hobi membeli peralatanbekas kedepannya mampu diminimalisir. Jika kita menegok tentang pertahanan laut indonesia saat ini kita bisa melihat bahwa sampai saat ini indonesia hanya memiliki dua kapal selam, terlebih lagi jika kita melihat bagaimana kondisi pertahanan laut lainnya dari kapal-kapal yang dimiliki TNI AL saat ini kurang lebih 148 kapal perang berbagai kelas dan jenis 2 kapal layar tiang tinggi, kapal patroli yang panjangnya kurang dari 36 meter yang biasa disebut KAL atau kapal angkatan laut yang berjumlah 317 unit. Kemudian dari beberapa kapal tersebut ternyata adalah kapal ex Jerman dan kapal peninggalan perang dunia kedua. Tentunya melihat tersebut kondisi kapal sudah di pastikan tidak dalam kondisi maksimal.Disamping itu untuk memantau kondisi perairan indonesia memiliki 15 stasiun yang di kendalikan oleh Bakormala (Badan Kordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia), diantaranya Rescue Coordinating Centre (RCC) yang terletak di Ttanjung Balai Karimun, Maritime Rescue Coordinating Centre (MRCC) Batam, RCC Natuna, RCC Sambas, GS Bangka Belitung, RCC Bali, RCC Tarakan, RCC Kupang, MRCC Ambon, RCC Jayapura, RCC Tual, RCC Merauke, (Ground Station) GS MRCC Bitung dan Puskodal Jakarta. Dengan menggabungkan kekuaan pertahanan laut yang ada dari segi peralatan tempur dan IT tentunya hal tersebut harus senantiasa di tingkatkan untuk mendapatkan kekuatan pertahanan dan keamanan laut yang kuat. Karena saat ini 10
  • 11.
    pertahanan dan keamananmerupakan hal yang sangat mendesak untuk terus senantiasa di tingkatkan. Harapan besar dengan ditingkatkannya anggaran pertahanan indonesia kedepan indonesia akan mampu meningkatkan kekuatan pertahanan yang dimiliki saat ini. Hal tersebut tentunya akan menjadi sebuah pendukung berbagai diplomasi yang terjadi pada wilayah konflik antara indonesia dan negara sekitarnya. Dengan meningkatnya kondisi pertahanan laut indonesia tentunya akan membuat indonesia menjadi lebih bermartabat di mata negara tetangga. 11
  • 12.
    BAB 3 PENUTUP 3.1Kesimpulan Kesimpulan Berdasarkanpengamatan dan analisis dengan baik dari berbagai sumber yang kami peroleh, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui penelitian pada sumber yaitu Google , dapat kami ambil sebagai berikut 1. Dengan adanya transfer teknologi dibidang militer yang lebih efektif, sehingga dapt membantu perkembangan persenjataan dan pertahanan militer indonesia. 2. Agenda transfer teknologi yang telah disepakati, memiliki keuntungan tersendiri bagi indonesia, diantaranya: indonesia dapat menghemat anggaran negara untuk melakukan riset tentang teknologi yang di inginkan. Juga dari teknologi yang di dapat memalui transfer teknologi indonesia boleh mengembangkan teknologi yang sudah di dapatnya. 3. Bahwa transfer teknologi merupakan salah satu cara/sarana pendukung yang effektif dan efisien, dalam mmerupakan salah satu cara/sarana pendukung yang effektif dan efisien sebagai sebuah pelepas dahaga teknologi di era yang serba canggih seperti sekrang ini 12