The Werewolf: 
The Immortal Three 
Miki Roma Putra
1. Four Cluster 
Isaac, Eleazer, Parrish & Vladimir. Empat serangkai ini adalah pembuka semua cerita yang terjadi dalam kisah ini. Dimana mereka berempat adalah musibah yang menjadikan setiap detail nya menjadi menarik. Dan juga dimana empat sahabat ini memiliki musuh yang juga sama jumlahnya, yaitunya: Alistair, Randall, Jemaine, & Aro. 
8 anak remaja ini masih duduk di bangku SMP, tepatnya masih 2 bulan duduk di kelas 7 dan bisa dibilang anak baru di Morresey High School. Tapi bisa dikatakan bahwa mereka mempunyai kebiasaan para orang dewasa dan juga pemikiran yang sangat luar biasa. Isaac cs. adalah sekelompok remaja yang masih terbilang baik-baik saja karena mereka sangat tidak mengetahui bagaimana nenek moyang mereka sesungguhnya. Berbeda dengan mereka semua, Alistair cs. telah mengetahui lebih dulu siapa diri mereka dan kenapa mereka harus bersosialisai dengan manusia sekitar. Dan karena itulah Alistair cs. selalu mengganggu Isaac cs. sampai-sampai Isaac cs. gigit jari dengan sikap mereka tersebut. 
Aro cs. adalah anak pindahan dari Yogyakarta yang katanya mempunyai satu misi disini, dimana misi tersebut adalah misi yang tak boleh bocor kepada siapa pun karena misi tersebut mengenai bangsa mereka, Werewolf. Mereka harus menyimpan rapat-rapat misi tersebut, dan karena mereka tahu satu diantara Isaac cs. adalah satu bangsa dengan mereka. Hanya saja Isaac cs. belum menyadari siapa. 
Karena keterlambatan ekstrakurikuler mengharuskan Isaac cs. pulang sangat larut yang kebetulan mereka mengambil jalur hutan juga karena adalah jalan yang paling dekat menuju rumah. Dan disanalah suatu kejadian aneh bermula. Mereka mendengar adanya gerakan-gerakan aneh yang mengikuti
langkah mereka, bukan dari manusia tentunya, dan juga bukan dari sosok-sosok menakutkan seperti hantu, kuntilanak, dan semacamnya yang mereka lihat di bioskop-bioskop. 
“Guys, kalian dengar?” Eleazer mulai resah dengan pendengarannya, gerak-gerik aneh tersebut mengganggu langkah Eleazer. Langkah anak-anak terhenti mendengar pertanyaan Eleazer yang dianggap main-main. 
“Dengar apa El?” Isaac mulai resah. Walaupun apa yang didengar Eleazer tidak mereka dengar. Ya, mata Eleazer bermain kesudut hutan mencari sumber suara yang ia dengar. 
“El, lu lihat apa?” Parrish yang tadi biasa-biasa saja mulai resah pula, karena melihat mata Eleazer yang sibuk kesana-kesini. 
“Rish, gw merasa ada yang sedang mengikuti kita. Tapi gw juga gak yakin siapa atau apa” El menjelaskan dengan nada terbata. Dan tak lama, El memutuskan untuk kabur dari lokasi secepatnya. Tanpa pikir panjang, Isaac, Parrish, dan Vladimir lari mengejar Eleazer ke rumah. 
“Kenapa sih musti lari?” tanya Vladimir ngos-ngosan. 
“Jadi kalian tidak mendengar apa yang gw dengar?” komplain Eleazer mendengar teman-temannya tidak sepakat dengannya. 
“Ok, kalian tidak medengar apa yang gw dengar. Tapi kalian harus percaya” pinta Eleazer tukas. 
“Ok El, kita percaya” jawab Vladimir singkat. 
Alistair cs. berhasil membuat empat sahabat itu lari terbirit, walaupun mereka tak menyadari bahwasanya Eleazer lah yang membuat mereka lari seperti itu. Dan Eleazer benar-benar shock dengan apa yang didengarnya, walaupun ia belum menyadari apa yang ia dapatkan itu. Kejadian tersebut
membuat Eleazer benar-benar berhati-hati dengan segala macam situasi. Bersyukurnya, ia selalu bersama 3 sahabatnya itu. 
“Isaac, gimana kabar lu sama Irina?” tanya Vladimir sangat ingin tahu keadaan sahabatnya dengan sang pacar. 
“Kita sih baik-baik aja. Sekarang pun kita sedang mesra-mesranya” suka cita Isaac membalas pertanyaan Vladimir. 
“El, gw benar-benar penasaran sama apa yag lu dengar semalam. Emang yang lu dengar itu seperti apa El?” tanya Parrish yang kembali penasaran dengan kejadian yang hanya El bisa mendengarnya. Dan semuanya benar-benar ingin mendengar semua cerita Eleazer secara detail. 
“Ok, semalam pas kita mau pulang, kita lewat hutan itu kan?” semua terangguk ketika Eleazer menunjuk ke arah hutan yang memulai segala kejadian aneh tersebut. 
“Gw dengar langkah kaki, tapi itu bukan manusia, gw yakin. Gw fikir itu semacam makhluk-makhluk kuno gitu yang mau mencari rombongan mereka. Dan yang paling jelas gw dengar seperti serigala kelaparan gitu” pungkas Eleazer ragu menceritakannya kepada sahabatnya, dan para sahabatnya menggigit jari mendengar cerita tersebut. 
“Jadi maksud lu?” tanya Isaac bingung. 
“Gw sih berfikir kita musti hati-hati aja, karena gw yakin mereka mengintai salah satu atau beberapa dari kita” lanjut Eleazer meminta para sahabatnya berhati-hati. Sedang asyiknya membahas kejadian aneh semalam, tiba-tiba Alistair cs. datang kembali membuat masalah dengan Isaac cs.
“Irina” Isaac sebelumnya tidak membayangkan Irina bisa satu waktu datang ke kelas dengan Alistair cs., karena sebelumnya memang Irina sangat membenci Alistair cs. 
“Isaac” Irina mendekati Isaac cs. guna menjelaskan semuanya. 
“Kamu kenapa bisa datang sama mereka? Kamu kan tau mereka itu seperti apa?” tanya Isaac meminta alasan yang sangat tepat. 
“Ini terpaksa, aku kira aku telat. Kamu liat deh jam tanganmu?” perintah Irina. 
“Ok, hanya kali ini. Besok aku yang jemput kamu, aku gak rela kalo kamu satu mobil dengan mereka” tungkas Isaac. Memang Alistair cs. tak pernah berkata-kata untuk mencari masalah dengan Isaac cs. karena mereka selalu melakukan langsung segala masalah itu, dan inilah salah satunya. 
2. The Forgotten 
Di saat Eleazer bingung dengan segala hal yang mulai menghantui pendengarannya, Isaac dan Vladimir belum sedikitpun menyadari bahwasanya ada keanehan dalam diri mereka. 
“Saac, jika seandainya apa yang diceritain sama Eleazer tadi benar gimana?” tanya Vladimir yang matanya juga sibuk melihat sudut langit-langit rumah. 
“Vladimir, kenapa juga kita harus membicarakan hal itu?” selesai Isaac menanyakan hal tersebut, tiba-tiba semua cahaya mati dan membutakan penglihatan mereka berdua yang tadinya duduk diatas ranjang masing-masing disatu ruang tersebut. Namun apa yang terjadi? Sepasang mata dari masing- masing mereka menimbulkan cahaya kuning yang mereka memang tidak mengerti.
“Isaac, mata lu” 
“Kenapa dengan mata gw?” 
“Mungkin kita harus mencari cermin” tangan mereka berdua sibuk mengerayangi ranjang dimana tadinya adanya cermin kecil yang berserakan disana. Dan cermin itupun ditemukan. Isaac hanya terdiam melihat cahaya kuning dari matanya tersebut. Isaac tak bisa mengatakan apapun selain terpaku kepada cahaya tersebut. 
“Vladimir, mungkin lu juga harus melihat apa yang timbul dari mata lu” dan Isaac pun menyogohkan cermin yang ia gunakan tadi. Langsung saja Vladimir menggunakan cermin tersebut untuk menyaksikan kenyataannya. Ya, Vladimir juga terkejut dengan mata kuningnya. 
“Saac, kita harus cerita ke Ibu” 
“Lu yakin?” 
“100 persen yakin Saac, kita kan gak tau apa maksud dari semua ini. Mungkin aja Ibu tau kan?” 
“Tapi kan Vla, Ibu sama Ayah udah 3 hari pergi ke Riau. Gimana coba kita bisa menghubungi mereka. Mereka juga bilang kan kita jangan sekali-kali mencoba menghubungi mereka” langsung rasa putus asa menggerogoti hati mereka. Mereka pun memutuskan untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang hal tersebut sebelum kedua orang tuanya memberi jawaban tentang hal ini. 
Takut teman-temannya terjadi sesuatu, Eleazer & Parrish menyusul Isaac & Vladimir ke kamar mereka. Langsung ketika mendengar suara El & Parrish, mereka menutup mata dan pura-pura tidur agar sahabat mereka tidak mengetahui hal aneh tersebut. 
“Eh, lu pada udah tidur ya?” tanya Parrish mengarahkan senter yang ia pegang ke wajah Vladimir. Dan tiba-tiba pula lampu kembali nyala.
“Isaac, orang tua lu udah pulang tuh” bujuk Eleazer cengengesan. Sontak mereka berdua terbangun, karena mereka memang menunggu sang Ibu untuk meminta penjelasan. 
“Tu kan, pada pura-pura lu berdua” canda Eleazer. 
“Jadi Ibu gw belum pulang?” tanya Vladimir cekatan. Selesai itu ia dan Isaac melihat sahabat mereka yang tidak bereaksi apa-apa dengan mata mereka. Namun ketika Isaac dan Vladimir saling bertatap, mereka hanya melihat sepsang mata cokelat biasa yang sehari-harinya mereka lihat. 
“Udah bangun-bangun. Kita mau keluar nih, lu pada mau ikut gak?” ajak Parrish. Isaac & Vladimir terpaksa ikut karena dipaksa. Rencananya El & Parrish ingin mencari jajanan malam karena lapar mulai mengacak pertahanan perut mereka. Bukan tak ingin makan di rumah, tetapi mereka juga menginginkan pergi keluar karena seharian mereka hanya didalam rumah untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak tersebut. Bukannya makanan yang ditemukan, tetapi mereka malah bertemu Aro cs. 
“Kenapa musti kalian sih?” Vladimir menceloteh dengan bertemunya mereka dengan Aro cs., Aro cs. yang dari awalnya memang bangsa werewolf melihat keanehan dari mata Isaac & Vladimir, begitu pun Isaac & Vladimir yang melihat cahaya kuning pada mata Alistair cs. 
“Jadi lu orang nya?” tanya Aro berbisik, karena ia yakin Isaac & Vladimir pasti mendengar apa yang ia katakan. Ya, Isaac & Vladimir memang mendengar bisikan Aro, tetapi seperti sebelumnya, telinga Eleazer lebih tajam ketika mendengar bisikan ataupun suara dari bawah sadar manusia normal biasanya. 
“Maksud lu apa ngomong kek gitu?” Eleazer balik bertanya kepada Aro tentang bisikan tersebut. Semua terkejut dengan pertanyaan Eleazer. 
“Apa? El lu dengar apa lagi?” Parrish kebingungan sekali dengan pertanyaan Eleazer yang ditujukan kepada Aro cs., tak menjawab pertanyaan
Eleazer tadi, Alistair cs. tiba-tiba meninggalkan mereka dengan segala keanehan yang mulai hadir lagi. 
“Saac, Vla, gw tadi denger Aro nanya ke kita gitu, katanya lu ya orang nya?” Eleazer mencoba menjelaskan semuanya. Dan sepertinya Isaac & Vladimir harus secepat mungkin bertemu dengan sang Ibu untuk sebuah penjelasan, atau dengan sangat berat hati mereka harus menemui Aro cs. 
Pucuk Di Cinta, Ulam Pun Tiba. Ketika sampai di rumah, sang Ibu dan Ayah telah duduk di ruang tamu. Bersyukurnya Isaac & Vladimir tidak harus pergi menemui Alistair cs. untuk meminta penjelasan tentang keanehan tersebut. 
“Ibu, Ayah” sambut mereka berdua dengan pelukan yang diberikan berganti-gantian. 
“Isaac, Vla, kalian duduk disini bareng Ibu dan Ayah. El sama Parrish ke kamar duluan aja ya” sang Ibu memerintahkan 4 anak itu dengan tugas mereka masing-masing. Ya, dengan rasa aneh El & Parrish naik ke atas memenuhi permintaan orang tua Isaac. 
“El, katanya lu bisa denger apa aja ya? Coba deh lu konsentrasi denger pembicaraan keluarga Isaac” 
“Oh ya, mungkin aja bisa kan? Ok, gw coba” Eleazer pun mencoba berkonsentrasi mendengar setiap detail pembicaraan Isaac dan keluarganya. 
“Ibu, Ayah, kami ingin kalian menjelaskan kenapa tadi ketika lampu disini padam mata kami bercahaya dan berwarna kuning?” 
“Gak itu aja Bu, Yah. Kami juga bisa mendengar suara sekecil apapun” sang Ibu langsung melihat mata sang Ayah dimana terlihat ada beban dalam diri mereka untuk menjelaskan semuanya kepada anak mereka. 
“Mungkin sudah waktunya, Bu” sang Ayah menenangkan Ibu mereka agar berlapang hati menceritakan segalanya. 
“Ibu gak tau harus mulai dari mana, tapi Ibu hanya ingin bilang kalian harus berhati-hati karena perang baru akan dimulai” pernyataan Sang Ibu jelas
membuat Isaac & Vladimir merasa ada hal besar yang disembunyikan dari mereka. 
“Ini maksudnya apa Yah? Kita benar-benar tidak mengerti. Bu, Yah, kita ingin cerita se detail mungkin Bu, Yah” Vladimir mendesak orang tua mereka untuk secepatnya memberi tahu mereka kenyataannya. 
“Werewolf” jawab sang Ayah singkat yang membuat semuanya terdiam. Bagaimana mungkin manusia siluman itu bisa hidup di dunia nyata ini, sedang itu hanya cerita dongeng yang digunakan oleh orang tua untuk membuat anak- anak mereka tidur. 
“Apakah kalian yakin usia kalian 14 tahun?” tanya sang Ayah yang hanya direspon dengan anggukan kebingungan oleh Isaac & Vladimir. 
“Isaac, Vladimir, usia kalian sekarang adalah 140 tahun” sangat terkejut mendengar pernyataan sang Ibu yang berusaha meyakinkan mereka bahwa usia 140 tahun adalah usia yang sangat muda untuk bangsa werewolf. 
“Dulu, Ayah adalah se ekor Srigala dan Ibu adalah se ekor Kitsune yang sebenarnya adalah musuh bebuyutan dari zaman nenek moyang kita dahulu. Mereka tidak memperbolehkan siapapun mempunyai hubungan dengan lawan mereka. Namun ketika mendengar kami telah jatuh cinta, dan tidak menginginkan adanya pertumpahan darah, mereka memerintahkan kami lari ke luar batas dan mencari hiup mandiri” lanjut sang Ibu. 
“Di usia kalian yang 140 tahun ini, kalian tidak akan pernah berubah menjadi srigala. Kalian hanya memiliki perubahan pada taring, kuku, mata, terlinga, dan juga bulu pada kepada kalian” Isaac dan Vladimir mendengarkan dengan seksama sang Ayah menceritakan kepada mereka se detail mungkin. 
“Tapi, amarah kalian untuk membunuh manusia di sekitar kalian baru akan dimulai pada purnama selanjutnya” lanjut sang Ibu. 
“Jadi, kalian sudah bertemu dengan Alistair?” tanya sang Ibu. 
“Ha? Ibu kenal mereka?” Isaac penuh dengan tanda tanya.
“Mereka berempat adalah kawanan kalian, dan dua diantaranya adalah pengawal kalian” 
“Kenapa kami harus dikawal?” protes Vladimir. 
“Karena kalian lah kunci perdamaian bangsa Ayah dan juga Ibu” tukas Ayah. 
“Dan kalian pasti akan membutuhkan Randall dan juga Jemaine” wajah mereka masih dalam kebingungan besar. Kenapa? Kenapa? Dan kenapa? 
“Ingat, di saat usia kalian mencapai 170 tahun dan ditandai dengan purnama penuh, makan sosok kedua kalian akan lahir” mendengar pernyataan tersebut, Isaac dan Vladimir langsung beranjak ke kamar. 
“Tunggu Isaac, kamu harus menjaga saudara mu. Karena kamu lah yang akan memimpin dia. Temukan sebuah buku yang Ibu simpan di bawah kamar kamar, dan disana adalah bagaimana kamu mengendalikan emosi mu sebagai werewolf” langsung Isaac menatap sang Ibu dengan wajah yakin bahwa ia akan menjaga sang Adik bagaimanapun caranya. 
Sesampainya di kamar, 2 pasang mata menatap dengan keanehan. Tanpa fikir panjang Parrish menekan tombol off pada lampu kamar selama 2 detik saja. Mata Isaac dan Vladimir pun kembali bercahaya kuning. 
“Kenapa? Gw yakin El sudah tahu semua, dan El pasti udah cerita semua ke lu, Rish” tanya Isaac mulai mengatur setipa emosi yang timbul dalam dirinya. 
“Sorry Saac, Vla, gw juga musti yakinin kalo telinga gw gak ngaco. Sorry ya Saac, Vla” tutur Eleazer penuh penyesalan. 
“Gak apa El, Rish. Jadi, gw gak perlu simpan apapun dari kalian kan?” lanjut Vladimir santai. 
“Vla, mungkin ini saatnya kita mencari buku yang disebut Ibu tadi. Lu semua ikut bantu kami kan?” dengan keyakinan Isaac & Vladimir, El & Parrish dengan senang hati ikut membantu mencari kitab tersebut yang sebelumnya dikatakan sang Ibu terletak di bawah kamar mereka.
*** 
Setelah beberapa menit mencari jalan menuju ke bawah, akhirnya Eleazer menemukan jalan tepat di bawah menginjakkan kakinya. Bukan tangga yang mereka temukan, tetapi seperti seluncuran anak-anak TK yang akan menuntun mereka ke ruangan tersebut. Dengan penuh keyakinan, Isaac terlebih dahulu memasuki pintu masuk tersebut dimana diikuti oleh Vladimir, Parrish, dan terakhir Eleazer. 
“Vla, coba lu tanya ke Ibu kunci pintu nya dimana?” Isaac menyuruh Vladimir menemui Ibunya untuk meminta kunci pintunya. 
“Kuncinya adalah kuku srigala kalian. Konsentrasi dan coba lahirkan kuku pertama kalian” Sang Ibu langsung mentelepati mereka tentang kunci pintu. Baik Isaac, maupun Vladimir langsung menatap jari tangan mereka yang tidak ada apa-apa. 
“Saac, lu denger kan, KONSENTRASI” perintah Eleazer. Isaac & Vladimir pun mencoba berkonsentrasi menumbuhkan kuku pertama mereka, dimana Isaac gagal dan Vladimir berhasil menumbuhkan kuku srigala pertamanya. Pintu pu terbuka, rungan besar penuh dengan gambar srigala dan rak-rak buku itupun menyambut kedatangan mereka. Mata mereka kesana- kemari melihat setiap detail gambar yang mereka temukan. Hanya akan ada satu buku yang menjelaskan tentang werewolf kepada Isaac & Vladimir, selebihnya adalah buku yang akan menjelaskan seperti apa lawan maupun kawan dari werewolf itu sendiri. Mereka berempat berpencar untuk mencari buku tersebut. 
Mata mereka berempat tertuju pada satu tumpukan buku yang berada pada rak paling ujung, dimana buku tersebut terbungkus oleh bungkusan semacam bulu srigala dan juga dililit oleh ikatan sejenis tali. Ketika Isaac maupun Vladimir memegang buku tersebut, tangan mereka seperti tersetrum.
“Parrish, mungkin lu bisa buka ikatan ini” suruh Vladimir yang merasa janggal dengan lilitan tersebut. Takut akan terkan aliran listrik, Parrish menolak permintaan Isaac & Vladimir. 
“El” semua suara tersebut serentak menyuruh Eleazer membuka lilitan tersebut. Takut terkena hal yang sama, dengan sangat hati-hati Eleazer membuka lilitan tersebut. Dan Eleazer berhasil membuka lilitan tersebut. 
“Guys, mungkin ada hubungannya sama bangsa kalian. Tapi, lu juga srigala ya ,Rish?” pertanyaan itu mendadak keluar dari mulut Eleazer yang juga langsung membuat Parrish bertanya-tanya jenis apakah dirinya. 
“Gw bukan srigala kali El, kebetulan aja mungkin” jawab Parrish seadanya. Mulai nyaman dengan ruangan yang lumayan besar ini, mereka semua memutuskan untuk membaca buku tersebut di ruangan itu. Disela Isaac & Vladimir membaca buku tersebut, Eleazer & Parrish mencoba mencari bacaan yang mungkin juga berguna bagi mereka. Tangan Eleazer berhenti di lembaran kecil kertas yang terselip diantara banyak buku di rak dimana mereka menemukan buku tadi. 
“Vla, mungkin lembaran ini ada hubungannya sama buku itu” ucap Eleazer memberikan lembaran yang ia dapatkan tadi kepada Vladimir. Isaac mulai membuka buku yang disuruh Ibunya tadi. Mulutnya komat-kamit membaca setiap halaman buku tersebut. Dan benar, ada satu halaman dimana halaman tersebut robek. 
“Vla, coba kesiniin lembaran itu. Mungkin ada hubungannya sama halaman ini” Vladimir memberikan lembaran tersebut kepada Isaac yang sudah tidak sabar melihat apa yang sebenarnya robek pada buku tersebut. Dan disanalah halaman yang menjelaskan segalanya tentang werewolf. Isaac membacakan secara lantang tentang lembaran buku tersebut. 
“Manusia srigala akan mencapai bentuk lain mereka ketika mereka telah berusia 170 tahun atau 17 tahun pada dunia manusia, dimana pada usia itu semua hasrat pembunuh mereka semakin tinggi. Mereka akan membunuh
apapun yang mereka lihat dan apapun yang menghalangi kehendak mereka. Kehidupan manusia srigala akan terancam jika adanya hubungan yang tidak diinginkan dengan manusia karena manusia adalah makhluk penghalang terbesar bagi manusia srigala itu sendiri. Adapun lawan dari kawanan manusia srigala yaitunya: Koyote, Kitsune, & Vampire” Isaac terhenti. 77 kata tersebut sangatlah cukup baginya menyadari jenis apakah makhluk seperti dia dan Vladimir. Berbeda dengan Isaac, Vladimir malah merasa belum cukup penjelasan tentang lembaran itu. Langsung Vladimir mengambil buku tersebut dari Isaac dan melanjutkan membaca buku tersebut. 
“Untuk menghindari manusia srigala saling membunuh, mereka harus bisa mengendalikan emosi mereka dan harus pintar dalam bergaul dengan dunia manusia. Kecepatan manusia srigala 100x lebih dari manusia normal, 100x lebih kuat dari manusia normal, penglihatan 50x lebih jauh dari manusia normal, pendengaran 100x lebih jauh dari manusia normal, dan pemikiran 25x lebih cerdas dari manusia normal” dan semua pun terdiam ketika Vladimir membacakan satu paragraf tersebut kepada mereka. Isaac & Vladimir langsung terfikir kepada 2 pengawal yang dikatakan Ibunya tadi. Dan bagaimanapun, mereka harus sesegera mungkin menemui pengawal mereka. 
“Guys, mungkin besok kita bisa kesini lagi. Mending kita ke kamar trus tidur karena besok masih ada sekolah” ajak Parrish yang merasa mulai aneh dengan ruangan bawah tanah tersebut. 
Keesokkan harinya mereka berempat mencoba bersikap biasa dengan kejadian semalam, walaupun sebenarnya Eleazer sangat ingin mendengar banyak hal tentang werewolf. Pas banget, Isaac melihat Aro cs. dan langsung menghadang mereka. 
“Jadi, kapan lu latih semua kekuatan lu?” tanya Alistair yang memang tahu segalanya Isaac.
“Hari ini. Dan gw milih Jemaine yang menjadi pegawal sekaligus pelatih gw. Randall yang bakal latih saudara gw, Vladimir” cukup menjelaskan semuanya, Isaac bergegas menuju kelas. 
“Lu semua gak berharap gw bawa pengawal gw sekarang kan?” lanjut Isaac. 
“Isaac, lu jangan keras kepala. Sekarang nyawa lu sama keluarga lu dalam keadaan bahaya. Dan mau tidak mau, Jemaine dan Randall adalah bagian lu sekarang” jelas Aro. 
“Tunggu, maksud lu dalam bahaya?” 
“Ok, diusia lu yang sudah memasuki 140 tahun ini semua bangsa Kitsune akan selalu mengawasi gerak-gerik lu. Bahkan, jika ada kesempatan mereka akan langsung menikam jantung lu” lanjut Aro. 
“Isaac, gw tahu lu adalah calon pemimpin selanjutnya bangsa Srigala, dan mulai dari sekarang lu harus tahu dari mana lu melatih setiap detail kekuatan lu” potong Alistair menambah penjelasan Aro. 
“Ok, gw bawa Jemaine sama Randall sekarang juga” tukas Isaac. 
“Jem, Ran, gw harap lu bukan hanya jadi pengawal dan pelatih bagi mereka. Tapi gw mau kalian berdua juga jadi sahabat, dan gw yakin mereka adalah pemimpin yang terbaik untuk kita bangsa srigala” Alistair berharap agar itu terjadi, dan mereka mampu menjaga pemimpin mereka sebaik mungkin agar kelak bangsa srigala hidup dengan damai di dunia manusia ini. 
Dengan segala keterpaksaan, Jemaine dan Randall harus mengawal Isaac dan Vladimir mulai dari saat sekarang juga. Beranggapan tugas mereka selesai, Alistair & Aro akan kembali ke kawanan srigala dimana tempat mereka hidup dan akan menerima perintah berikutnya dari sang kepala suku. Namun setibanya di tempat kawanan, Aro & Alistair mendapati tugas lagi harus mengawasi Jemaine & Randall dalam melatih pemimpin mereka.
“Isaac, kamu kenapa kamu barengan sama Jemaine & Randall?” tanya Irina kebingungan, karena sebelumnya Isaac lah yang melarangnya untuk tidak berbarengan dengan Aro cs. 
“Irina, gak mungkin kita cerita ini ke lu. Kalo pun kita cerita, lu gak bakalan percaya, Rin” potong Vladimir menghadang Irina agar tidak mengganggu tujuan mereka. 
“Irina, aku minta maaf. Mungkin sekarang aku gak bisa cerita ke kamu. Pasti ada saat yang tepat untuk menceritakan ini semua” Isaac mencoba menjelaskan semuanya dengan santai agar Irina tak salah paham. 
“Irina, Beatrice. Kalian tidak harus khawatir dengan Isaac dan Vladimir. Karena mereka berada ditangan yang tepat. Tidak mungkin juga kami melakukan hal bodoh kepada pemimpin kami” Jemaine keceplosan mengatakan bahwa Isaac dan Vladimir adalah pemimpinnya. 
“Ha? Pemimpin?” pertanyaan Beatrice seolah mewakili rasa kebingungan ia dan Irina. Tanpa menjawab pertanyaan Irini dan Beatrice, baik Isaac maupun Vladimir langsung pergi dari hadapan Irina dan Beatrice yang diikuti Jemaine & Randall. 
“Rancu Beat, Jemaine yang salah bicara atau kita yang salah dengar?” Irina & Beatrice hanya menyaksikan 4 bidang tersebut pergi begitu saja sebelum menjawab pertanyaan mereka. Namun pertanyaan besar itu masih menghantui fikiran Irina. 
“Mungkin seseorang harus menjelaskan semuanya kepada kita” sepertinya fikiran Beatrice sedang bekerja baik, dan tempat dimana mereka akan mendapatkan jawaban itu telah tergambar dengan jelas. 
“Gw juga gak tau Rin, Beat. Pas mau masuk sekolah Isaac langsung menemui Aro sama temen-temennya. Dan udah, kami bertiga ke kelas” ungkap Eleazer terpaksa berbohong karena sebelumnya Isaac telah membisikannya untuk tidak menceritakan segalanya ke Irina & Beatrice.
Tak lama Vladimir masuk dengan bersimbah keringat. Ya, sepertinya Jemaine & Randall telah memulai pelatihan ala militer untuk kedua pemimpin mereka. Namun, mata Irina & Beatrice beranggapan lain. Mereka menyangka bahwasanya Jemaine & Randall menghajar habis-habisan Vladimir & Isaac. 
“Vla, kenapa sih lu kesini dengan keadaan seperti ini? Pasti Irina beranggapan lu sama Isaac dihajar Jemaine & Randall” Eleazer menghadang Vladimir yang masih berdiri di depan pintu kelas. 
“Vladimir, Isaac dimana? Jangan coba sembunyiin apa-apa dari gw” ancam Irina yang khawatir dengan keadaan Isaac. 
“Lu gak perlu khawatir, Isaac pasti baik-baik aja” hibur Vladimir. 
“Sekarang Isaac dimana Vla?” tanya Irina mulai marah dengan situasi sekarang. 
“Di samping gudang sekolah” langsung ketika mendengar jawaban dari Vladimir, Irina yang ditemani Beatrice menyusul Isaac yang katanya berada di samping gudang sekolah. Berbeda dengan mereka, Vladimir mengingat bahwa Irina & Beatrice adalah manusia yang akan menghalangi langkah para werewolf. 
“El, gw mau lu sama Parrish ikutin mereka, gw khawatir kalo nanti malah mereka yang disakiti” pinta Vladimir yang memang terlihat sangat letih untuk bisa mengikuti Irina & Beatrice ke lapangan di samping gudang sekolah. Tanpa menjawab, langkah Eleazer & Parrish berlari secepat mungkin mengikuti Irina & Beatrice ke lapangan di samping gudang sekolah. Sesampainya disana, mereka tak melihat Isaac, Jemaine, & Randall maupun siapapun. Rasa takut tumbuh ketika sesuatu datang menghadang mereka. Dengan wajah srigala lengkap dengan taring-taring yang siap menikam Irina & Beatrice. Eleazer & Parrish yang disuruh mengikuti Irina & Beatrice bersembunyi melihat sesosok yang menghadang Irina & Beatrice itu. 
“Rin, sepertinya kita salah tempat” Beatrice sangat ketakutan melihat sosok tersebut. Mereka semakin menggigil melihat sosok tersebut
memperlihatkan kuku-kuku tajamnya yang siap untuk membunuh dua wanita tersebut. Langsung Eleazer & Parrish berdiri didepan Irina & Beatrice. Namun sesosok tersebut tak sendiri, dia juga ditemani beberapa kawanan srigala dan berdiri tepat dibelakang mereka. 
“Kalian siapa?” tanya Eleazer keras. Beberapa diantara mereka memang telah terbiasa berhadapan dengan manusia, sebagian dari mereka juga telah terbiasa berhadapan dengan manusia yang sengaja memburu mereka, dan sebagian dari mereka adalah srigala pemula yang butuh penyeseuaian dengan kehidupan manusia. Jawaban dari mereka hanya sebuah aungan yang membuat mereka semakin resah dengan situasi sekarang. Seperti kekuatan cahaya, Vladimir telah berdiri didepan Vladimir dan Parrish. Cahaya kuning mata Vladimir berubah menjadi sinar merah yang langsung membuat para kawanan srigala tersebut diam dan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. 
“Vla, mereka itu siapa?” Irina kehabisan akal akan apa yang dilihatnya, dan mencoba mendapatkan jawaban yang tepat untuk itu. 
“Lu jangan pernah lagi ceroboh kek gini. Kalo Eleazer, Parrish, & gw gak datang gimana? Mereka pasti udah mencabik-cabik lu berdua” bukan jawaban yang didapan Irina & Beatrice, melainkan kata yang menohok yang sebenarnya sangat benar sekali untuk dikatakan kepada mereka. 
“Kita minta maaf deh, Vla. Tapi makasih ya” ucap Beatrice penuh penyesalan. Mereka kembali ke kelas dan berusahan untuk tidak membicarakan kejadian tadi kepada orang-orang di kelas. Pemandangan berlainan ketika Isaac, Jemaine, & Randall telah duduk di bangku mereka dan berbincang layaknya seperti sahabat. 
“Irina, kamu gak apa-apa kan?” Isaac sangat khawatir seolah ia mengetahui bahwa Isaac memang mengetahui apa yang baru saja terjadi. 
“Tunggu, lu tahu dari mana?” Isaac gelagapan mendengar pertanyaan Beatrice. Mata Isaac mencoba mencari alasan, namun tak ada alasan yang bisa ia temukan untuk menceritakan apa yang sebenarnya.
“Gak penting, Beat. Yang jelas jangan pernah lagi ceroboh kek gini” Isaac menapik pertanyaan Beatrice dengan perkataan yang seolah-olah mengatakan mereka ceroboh. Tak lama bel sekolah berbunyi dan menandakan sekolah akan bubar. 
*** 
Di rumah, Isaac & Vladimir mengajak Jemaine & Randall untuk bertemu dengan Ibu mereka karena berkemungkinan ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan orang tua Isaac. 
“Gak apa-apa, Bu. Mereka sudah tahu semua” cegat Isaac ketika sang Ibu menyuruh Eleazer & Parrish untuk masuk ke kamar seperti sebelumnya. 
“Ok, jadi sudah sampai dimana kalian Jemaine, Randall? Apa langkah Gibson selanjutnya?” Isaac tidak mengetahui tentang pembicaraan antara sang Ibu dan Jemaine. 
“Sampai saat ini kamu belum mendapatkan tugas selanjutnya, kami hanya diberitahu untuk mengawal serta melatih Isaac & Vladimir” ungkap Jemaine. Pembicaraan itu terus berlanjut hingga Isaac menyadari tentang purnama bulan selanjutnya dan memutuskan untuk membicarakannya di kamar bersama Vladimir, Eleazer, Parrish, Jemaine, & Randall. 
“Randall, lu tau kapan purnama bulan selanjutnya?” tanya Isaac yang sibuk mengerayangi buku yang kemaren ia temukan di ruang bawah tanah. 
“Besok, dan lu harus siap-siap dengan segalanya. Mungkin aja hal yang tak lu ketahui besok terjadi” Randall memberitahukan garis besar tentang apa yang akan terjadi pada purnama bulan selanjutnya, dan semua bangsa srigala harus siap dengan segala kemungkinan itu. 
“El, Rish. Apapun yang bakal terjadi besok. Gw mau lu berdua ikat kita berdua sama rantai di ruang bawah, dan selesai itu lu pergi sejauh mungkin dimana gw dan Vladimir gak bakal nemuin lu” pinta Isaac yang
berkemungkinan akan menjadi permintaan pertama dalam persahabatan mereka. Hanya anggukan kecil yang diberi Eleazer & Parrish sebagai jawaban yang tepat untuk Isaac. 
Dan saat yang ditunggu itupun datang. Jemaine & Randall kembali ke kawanan menyaksikan purnama bulan malam ini. Sedang Vladimir & Isaac harus siap diikat dengan rantai agar perubahan wajah mereka atau malah selebihnya. Selesai mengikat 2 sahabatnya, Eleazer & Parrish langsung berlari sejauh mungkin agar mereka tidak ditemukan Isaac & Vladimir. Purnama bulan saat ini akan melahirkan pemimpin baru untuk kawanan srigala tentunya. Dan setelah kejadian ini, Isaac & Vladimir berkemungkinan besar tidak akan berada disini lagi jika seandainya perubahan memasuki perubahan tubuh mereka. Namun hal ajaib terjadi, di usia 140 tahun, mereka telah berubah menjadi percampuran antara srigala + kitsune berwarna abu-abu terang yang akan terlihat sangat berbeda jika mereka hidup didalam kawanan srigala maupun kitsune. Mata yang awalnya kuning, kini berubah menjadi merah terang dan tentunya hasrat membunuh itu telah tumbuh juga diikuti perubahan wujud mereka. Rantai besar yang mengikat mereka pun tak ada bandingannya dengan kekuatan baru yang mereka miliki. Ditambah indra penciuman 300x sangat tajam dari srigala normal menjadikan mereka bisa mencium bau siapapun termasuk Eleazer & Parrish. Hanya membutuhkan waktu 5 menit lamanya, mereka berhasil menemukan Eleazer & Parrish. Mereka langsung menikam Eleazer & Parrish dan menimbulkan kepanikan bagi mereka. Eleazer & Parrish yang terjatuh tak bisa bergerak, karena Isaac dan Vladimir telah mengunci setiap gerak-gerik mereka. Keringat dingin Eleazer & Parrish keluar tak berirama karena nyawa mereka dalam bahaya. Kuku-kuku kaki Isaac & Vladimir tepat berada didada mereka yang memastikan jika kuku-kuku itu menikam yang pertama yang akan robek adalah hati mereka dan mereka akan lansung kehilangan nyawa. Ketika wujud Isaac & Vladimir yang srigala menatap mata El & Parrish, mata yang semula merah seketika berubah menjadi
kuning. Ketakutan mereka berubah menjadi penasaran ketika Isaac & Vladimir pergi begitu saja meninggalkan mereka di tengah hutan itu. 
“El, lu fikir itu Isaac sama Vladimir?” tanya Parrish ngos-ngosan mengatur nafas. Tak ada jawaban, Eleazer berbalik ke rumah Isaac yang diikuti oleh Parrish yang kebingungan. Mereka tak lagi melihat dua tubuh manusia disana, mereka hanya melihat rantai-rantai besar tersebut telah rusak yang meninggalkan sedikit darah. Dan tentunya apa yang difikirkan Parrish juga terfikirkan oleh Eleazer bahwa “srigala yang menikam mereka tadi adalah Isaac & Vladimir”. 
“Rish, kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita harus mengambil buku kemaren, mungkin ada yang terlupakan saat kita membaca buku itu. dan kita harus menghilang sejauh mungkin untuk sementara ini” ajak Eleazer beranjak ke kamar Isaac dan mengotak-atik kamarnya. Karena Eleazer memang mengetahui setiap detail kamar Isaac, tak butuh waktu lama untuknya menemukan buku tersebut. Buku tersebut berhasil ia temukan dan mereka langsung menjauh dari rumah Isaac & Vladimir. Dengan sangat seksama, Eleazer & Parrish membaca isi buku tersebut yang dari awal menceritakan detail tentang manusia srigala dan kawanan yang bersamanya, maupun para lawan bangsa srigala yang akan melakukan apapun untuk meruntuhkan pemimpin bangsa srigala. 
Satu detail yang membuat Eleazer & Parrish merasa tertarik, dimana ketika salah satu werewolf adalah keturunan srigala-kitsune, mereka akan mencapai wujud lain mereka pada usia 140 tahun dan juga cahaya mata merah mereka menentukan mereka pantas menjadi pemimpin dan bisa membimbing gerombolan srigala untuk tidak membunuh manusia, melainkan menjadikan para manusia menjadi sahabat mereka. 
***
“Berarti dua srigala tadi Isaac & Vladimir!” tebak Parrish saat Eleazer menutup buku tersebut. 
“Tunggu Rish, diantara dua srigala tadi, Cuma satu doang yang bermata merah dan yang satunya lagi berwarna kuning. Gak mungkin kan hanya satu diantara Isaac maupun Vladimir yang menjadi pemimpin, sedang mereka adalah keturunan srigala-kitsune yang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin bagi bangsa srigala dan juga kitsune” Eleazer kembali kebingungan membaca buku tersebut. Ketika tadi dihadang Isaac & Vladimir, hanya satu srigala yang memiliki mata merah, yaitunya Vladimir. Mungkinkah Isaac hanya manusia srigala biasa dan tidak bisa menjadi pemimpin, atau butuh waktu lama untuk Isaac mendapatkan status tersebut? 
“Rish, apakah kita harus menjauh dulu dari mereka?” 
“Kenapa harus menjauhi mereka, El? Kita hanya perlu mengatakan kepada mereka apa yang terjadi hari ini” 
“Rish, lu gak ngerti ya? Dengan kita sedikit jaga jarak dengan mereka, mereka mungkin mengetahui apa yang telah mereka perbuat kepada kita” inisiatif tersebut memang benar apa adanya, jalan untuk berjaga jarak akhirnya mereka lakukan apakah Isaac & Vladimir sadar dengan kejadian hari ini? 
Lagi-lagi hari berlalu dan semua kembali seperti semula. Sesuai perjanjian semalam, Eleazer & Parrish harus berjaga jarak terlebih dahulu dengan Isaac maupun Vladimir. Di setiap mereka melihat Isaac maupun Vladimir, mereka harus secepat mungkin menghindari Isaac & Vladimir. Namun itu sia-sia, Isaac terlebih dahulu mengetahui apa yang telah mereka lakukan. 
“El, gw tahu apa yang lu lakuin di kamar gw. Bau lu masih sangat pekat untuk lari dari masalah ini” Isaac mengetahui segalanya, dan Eleazer tak harus lagi menghindari semua ini. 
“Isaac, lu tau apa yang lu lakuin ke kita? Lu hampir ngebunuh gw sama Parrish sama cakar lu tau” Eleazer memberi tahu kejadian di saat purnama bulan
pertama mereka. Wajah menyesal Isaac terpampang, tanpa ia sadari penyesalan yang menimbulkan amarah itu langsung memicu kuku tangan nya keluar dan diikuti dengan cahaya kuning yang berasal dari matanya. 
“Eh, lu sadar gak? Cakar lu” ucap Eleazer menahan tangan Isaac. Isaac tersadar dengan cakarnya tersebut. Ketika mata Isaac bersinar, mata Isaac masih menimbulkan warna kuning. Eleazer berfikiran bahwa srigala bermata merah yang menikamnya bukanlah Isaac, melainkan Vladimir yang terbilang cukup pesat kemajuannya dari pada Isaac. 
Dan akhirnya keadaan seperti semula, dimana mereka semua melupakan kejadian yang tidak diinginkan itu. Jemaine & Randall masih tetap berada disamping Isaac & Vladimir guna memperhatikan setiap mata-mata yang ditujukan kepada Isaac & Vladimir. Disaat sampai ke rumah, orang tua mereka tiba-tiba saja menghilang dari rumah. Mereka mencium bau srigala lain yang datang ke rumah mereka. Parrish menemukan secuil kertas yang terletak di atas meja di ruang tamu. 
“Jika kalian ingin melihat orang tua kalian baik-baik saja, datang ke hutan dimana semua ini berawal” semua menebak bahwasanya apa yang didengar Eleazer itu memang benar-benar terjadi. Mereka langsung mengambil langkah kesana termasuk Eleazer & Parrish. Mereka melihat orang tua mereka dalam keadaan tidak sadar yang diikat dengan rantai besar yang juga dialiri energi listrik yang sangat besar. Bukan werewolf lain yang mereka temui, melainkan seorang wanita yang terbilang cukup remaja dan para manusia lain yang menyebut diri mereka wolfhunters. 
“Siapa kalian?” tanya Isaac tak bisa menahan emosi. 
“Kenapa kalian menangkap orang tua saya” lanjutnya. 
“Kalian tahu, orang tua kalian lah yang akan mengantarkan kami kepada kalian. Para calon pengendali bangsa srigala dan koyote” jelas sang cewek yang bernama Allison. Allison adalah salah satu wolfhunters yang muda dan sangat bisa diandalkan. Ia memutuskan melanjutkan langkah orang tuanya untuk
memburu para werewolf karena bangsa werewolf telah mengakibatkan kematian sang ayah. Tentu Isaac cs. kenal dengan wajah Allison karena Allison juga merupakan salah satu siswa dimana mereka sekolah dan juga Allison adalah cewek tomboy yang selalu mengintai gerak-gerik mereka tanpa mereka ketahui. 
Lalu jika Allison membunuh orang tua Isaac, apakah yang akan terjadi? Ya, jika orang tua Isaac mati, maka berkuranglah para penghambat wolfhunters untuk melanjutkan langkah mereka mendapatkan para pemimpin werewolf dan membunuhnya didepan para manusia. 
“Baik, biarkan orang tua saya pergi, dan saya akan pergi bersama kalian” Isaac dengan sukarela menyerahkan diri agar orang tuanya tetap hidup. 
“Isaac, lu gak bisa gini dong. Lu harus fikirin efek nya buat kawanan lu” Parrish mencegat keinginan Isaac agar tidak secepat ini mengambil keputusan, karena bisa saja ini adalah jebakan untuk mereka. Tak lama, Aro, Alistair, Jemaine, & Randall datang mengacaukan segala rencana Allison. Alistair & Aro dengan cepat mengambil orang tua Isaac dan membawa nya pergi, sedang Jemaine & Randall memandu Isaac dan para sahabatnya mengikuti Aro & Alistair. Bukan perasaan kesal yang dirasa Allison, namun ia merasa sangat bangga karena sekali langkah ia menemukan setidaknya 6 werewolf. Arah merekapun dirubah, mereka harus mengosongkan rumah sebersih mungkin. Bisa saja Allison datang lagi kerumahnya untuk memastikan peluru peraknya tepat terkena jantung mereka. Pemandangan aneh juga terjadi ketika semua werewolf itu lari bagaikan kilat, Parrish ternyata juga mampu lari secepat para werewolf. 
“Parrish, kok bisa?” tanya Eleazer yang tadinya dipegangi Isaac. Jelas semua orang kebingungan dengan kekuatan Parrish yang tiba-tiba bisa berlari seperti The Flash. 
“Gw juga gak tau Rish, tiba-tiba aja gw didorong dan lari kayak mereka” jelas Parrish yang juga kebingungan.
“El, gak penting ngurusin itu sekarang. Kita harus nyari tempat yang aman buat orang tua gw” Isaac mempertengahi kebingungan para sahabatnya itu. Hanya ada satu tempat aman bagi mereka, yaitu sebuah goa yang tidak stupun manusia mengetahui. Ide itu disambut baik oleh Vladimir dan Isaac. Orang tua mereka yang masih tidak sadar itu pun dibawa dan sengaja mereka menyuruh Eleazer & Parrish untuk kembali ke rumah Eleazer dulu, dan nanti mereka akan menyusul ke rumah Eleazer. 
Karena Isaac melarang untuk tidak membicarakan Parrish untuk saat ini, Eleazer benar-benar menyimpan semua keanehan tentang kekuatan Parrish yang tiba-tiba muncul dikerumunan kekuatan Isaac & Vladimir. Parrish juga mulai kebingungan setiap saat mengingat kekuatan yang sangat tiba-tiba itu. Setelah memutuskan untuk berdiam diri sendiri dirumah, Parrish belum juga mendapatkan titik terang tentang jenis apakah dia. Apakah sama halnya dengan Isaac? Atau berbeda? Sorot wajah Parrish berubah ketika tak sengaja ia melihat cermin bukan wajah Parrish yang berada dicermin, melainkan seekor srigala atau lebih tepatnya wajah Kitsune dengan mata berwarna kuning seperti kawanan werewolf. 
“El, lu harus ke rumah gw sekarang. Harus” langsung Parrish mengirimi Eleazer untuk datang kerumahnya karena Parrish ingin memberitahukan segalanya kepada Eleazer. Sejauh ini, Eleazer adalah manusia yang telah mengetahui tentang manusia siluman seperti itu. Sangat kebetulan sekali, Eleazer pun tengah menuju ke rumah Parrish guna membicarakan perihal kejadian aneh di hutan tadi. 
“El, gw gak tau musti cerita dari mana, tapi ketika gw gak sengaja lihat cermin, wajah gw berubah menjadi Kitsune, El” 
“Apa? Kitsune?” 
“Iya, hewan dari spesies srigala. Tapi mata gw berwarna kuning, El” 
“Ok, kita mulai dari rumah ini. Apakah ada kemungkinan lu salah satu keturunan seperti Isaac & Vladimir”
“Tapi lu tau kan, orang tua gw udah 10 tahun lamanya pergi dari rumah” 
“Mungkin ada hubungannya” 
Kenyataannya, 10 tahun yang lalu orang tua Parrish pergi meninggalkannya bersama sang kakak, Liam. Tak lama pula, 7 tahun selanjutnya Liam pergi meninggalkan Parrish dengan alasan ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa saat, namun sampai saat ini Liam tak pernah kembali. Karena itulah Parrish sering menginap di rumah para sahabatnya. Dan berkemungkinan juga karena itulah para keluarganya meninggalkan dia untuk melindunginya dari para pemburu dan juga para musuh Kitsune. 
“Atau kita balik ke rumah Isaac” ide yang sangat berbahaya, namun mereka harus mengambil resiko itu jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Koyote. Layaknya manusia normal lain, Eleazer menggunakan mobil Isaac yang biasa ia gunakan bersama. Dengan sangat hati-hati, mereka melangkah ke ruang bawah tanah rumah Isaac. 
“Ok, sekarang kita hanya membutuhkan satu buku buat lu. Fokus sama apa yang kita cari, ok?” Eleazer memberi aba-aba agar Parrish tidak melakukan apa-apa kecuali fokus mengambil buku tentang Kitsune-nya. Lama, pun mereka tidak menemukan apa-apa di ruangan tersebut, kecuali Allison dan kelompoknya yang mulai mengobrak-abrik rumah Isaac untuk mencari Isaac dan keluarganya. Mereka bersembunyi, mencoba agar tidak ada suara yang dihasilkan dari ketakutan mereka. Shotgun yang dipegang Allison seolah bersiap menembus tubuh siapapun yang dikehendakinya. Satu peluru perak mampu membunuh satu srigala ataupun kitsune. Karena Eleazer & Parrish yang pintar bersembunyi, tangan kosong Allison pun menuntunnya keluar dari ruangan tersebut dengan meninggalkan satu tembakan tepat diatas Parrish & Eleazer bersembunyi dan membuat perasaan takut mereka semakin tinggi. Tak lama Allison keluar, mereka langsung pergi menuju ke rumah Eleazer dan mengambil mobil yang sengaja mereka jauhkan dari rumah Isaac agar tidak ketahuan oleh Allison ataupun orang-orangnya.
“El, kenapa kita tidak mencari semuanya dihalaman buku nya Isaac yang kita ambil kemaren” 
“Tapi disanakan hanya menjelaskan tentang srigala, dan para . . .”Eleazer terhenti. Ia mengingat bahwa Kitsune adalah salah satu musuh kawanan Isaac dan juga kelompok dari kawanan dari Ibu Isaac. 
“Ya, lu bener Rish. Bukunya Isaac” bahkan Eleazer semakin bersemangat untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya tentang semua ini. 
Kembali cahaya kuning Parrish bersinar yang menandakan bahwa ia siap dengan segala resiko tentang apa yang dijelaskan buku tersebut tentang siapa dirimu, jenis apakah dia, dan tentunya kelangsungan hidupnya kedepan nanti. Buku yang diambil dari rumah Isaac adalah satu-satunya buku yang menjelaskan peradaban para siluman di muka bumi ini. Peradaban para siluman yang menjadi musuh para manusia dan musuh sesamanya. 
“Rish, kita mulai dari halaman yang dirobek orang tua Isaac” Eleazer memerintah karena halaman sebelumnya telah mereka baca dan halaman itu hanya menjelaskan detail tentang manusia srigala saja. Mata Kitsune Parrish mulai sibuk mencari halaman yang berjudul Kitsune. Buku yang dipercaya menjelaskan tentang semua makhluk siluman itupun berhasil memberikan penjelasan tentang Kitsune. 
*** 
Kitsune merupakan se ekor rubah yang mampu berubah wujud menjadi manusia. Kehadiran Kitsune telah berkembang sejak abad 5 SM setelah beberapa dekade kehadiran manusia srigala. Kebanyakan Kitsune adalah para wanita. Jika Kitsune adalah seorang laki-laki, maka Kitsune tersebut adalah Kitsune pilihan yang dipilih oleh para dewa. Kitsune adalah siluman yang mampu memakan aliran listrik, ekor dan mulut mereka bisa menegluarkan api, namun kekuatan Kitsune yang paling berbahaya yaitunya
mereka bisa membunuh manusia hanya dengan satu goresan pada leher manusia. Kehadiran mereka juga menjadi ancaman bagi bangsa srigala karena Kitsune merupakan makhluk modern dan akan meminimalisirkan kehadiran para bangsa manusia srigala. Mereka adalah penipu yang sangat pandai, mereka bisa berubah wujud menjadi apapun yang mereka inginkan. Kitsune sebenarnya baru bisa berubah wujud menjadi manusia ketika mereka berumur 1000 tahun. 
“Parrish, umur lu sekarang berapa?” 
“Mana gw tau El. Buku nya bercerita kalo Kitsune itu cuma para wanita, berarti gw harus mencari mereka dong” 
“Dulu Liam pernah pelihara rubah juga, dan sekarang malah pergi bareng dia. Atau jangan-jangan rubah itu juga Kitsune kayak Liam” 
“Tunggu Rish, mungkin para Kitsune ada disekitar rumah lu. Karena lu satu-satunya Kitsune di kota ini” 
“Jangan bilang lu mau nyari mereka?” 
Pun perkataan tersebut tidak membuat niat Eleazer gagal. Terpaksa Parrish harus mengikuti kehendak Eleazer yang juga ada baiknya untuk Parrish. Malam yang lumayan dingin mengantarkan mereka ke tempat dimana awal semua terjadi. 
“Rish, kita harus hati-hatii. Bisa aja kan bukan Kitsune yang datang, tapi malah werewolf lain yang datang, atau si Allison” 
Eleazer langsung memasang telinga tajamnya, dan juga Parrish berusaha untuk mengatus emosinya sedemikian mungkin agar matanya kembali bersinar dan juga para Kitsune lain bisa merasakan kehadirannya. Langsung, seekor Kitsune berdiri didepan mereka yang membuat mereka shock. Kitsune yang lumayan besar tersebut memiliki ekor 9 yang sangat bercahaya. Dan Kitsune tersebut berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat familiar dengan mereka.
“Kebby” dua wajah tersebut tersebut terlihat sangat shock mengetahui bahwa Kitsune tersebut adalah Kebby, cewek culun yang juga sama sekolahnya dengan mereka. 
“Parrish, akhirnya lu datang juga nyari gw. Gw udah lama nunggu lu jemput kawanan lu” ucap Kebby yang ternyata juga mengetahui dari awal bahwa Parrish adalah se ekor Kitsune. 
“Tunggu, lu udah tau Parrish juga Kitsune kayak lu?” Eleazer kembali kebingungan. Ternyata di sekolahnya para murid penuh dengan misteri masing- masing dan puya andil masing-masing dalam kisah ini. 
“Buat lu El, lu belum tahu lu itu siapa? Lebih baik lu cepat menghindar dari para siluman, sebelum lu ngebunuh salah satu dari mereka” lanjut Beatrice. 
“Maksud lu apa? Gw gak mungkin kan ngebunuh sahabat gw sendiri” protes Eleazer. 
“Eleazer, dengan kekuatan supranatural lu yang bisa mendengar semuanya, Allison pasti akan nangkap lu buat ngeburu kita semua” 
“Kebby, Eleazer gak mungkin ngelakuin itu. Gak akan pernah Keb” Nahuel juga memprotes semua perkataan Kebby. Sampai saat ini, Eleazer baru menyadari kekuatannya hanya sekedar pendengaran yang luar biasa dan belum ditandai oleh hal-hal lain. 
“Ok-ok, Sorry Keb. Selama ini gw kira lu itu cewek kutu buku yang gak mau berteman sama kita” Parrish tak habis fikir dengan perkembangan para siluman yang sangat drastis ini. 
“Dan pastinya lu pengen informasi lebih kan tentang bangsa kita?” ungkapan Kebby mewakili perasaan Parrish yang selama ini haus informasi tentang Kitsune. Kebby membawa Parrish & Eleazer ke rumahnya yang terbilang lumayan jauh dari sekolah. Dengan sangat hati-hati Kebby menceritakan semuanya kepada Parrish & Eleazer. Mereka mendengar dengan seksama. Dan semua informasi yang dibutuhkan Parrish & Eleazer memang cukup untuk saat ini tentang Kitsune maupun manusia srigala sendiri.
Dilain sisi, Isaac & Vladimir akhirnya menunaikan perintah Aro untuk tinggal sementara waktu di gua yang disebut Gua Ago. Dan dengan sangat terpaksa Isaac & Vladimir tidak mengikuti sekolah untuk sementara waktu. Namun para sahabatnya tidak mengizinkan mereka untuk libur, dengan sedikit bantuan dari sahabatnya mereka tinggal bersama Eleazer dan meminta Aro dan Alistair untuk menjaga orang tua mereka. 
“Thanks ya guys karena udah bantu gw selama ini” ungkap Isaac merasa beruntung mempunyai sahabat yang sangat baik. 
“Biasa aja kali Saac. Kita kan udah kayak sodara” canda Eleazer agar Isaac & Vladimir tidak sungkan meminta tolong kepada para sahabatnya. 
“Tunggu-tunggu, itu bukannya Parrish” ucap Vladimir menunjuk kearah sahabatnya yang kebetulan barengan bersama Kebby. Ya, setelah Parrish mengetahui bahwa dirinya adalah seekor Kitsune dan menemukan Kebby, akhirnya ia memutuskan untuk belajar kepada Kebby tentang Kitsune lebih lanjut. 
“Gw musti bilang apa ya ke lu? Nanti deh gw ceritain semua kalo udah waktunya” Eleazer sengaja mengulur waktu agar Isaac & Vladimir tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Parrish. 
“El, harus sekarang dong. Lu gak mau kan kita nikam leher lu?” langsung Isaac mengeluarkan cakarnya tepat berada keleher Eleazer, dengan segala candanya ia mengamcam sang sahabat menceritakan semuanya kepada mereka tentang Parrish. 
“Gak gini juga kali Saac. Ok deh, gw cerita” berbalik Eleazer memukul dada Isaac pelan dan membuat keadaan imbang. Melihat situasi dimana Parrish tidak bersama mereka, Eleazer menceritakan pelan namun pasti segalanya tentang Parrish. Diawali cahaya kuning yang timbul dari mata Parrish, dan diakhiri pertemuan antara Parrish & Kebby. 
“Tunggu, gw dan Isaac gak mungkin kan kembali menanyai ke Ibu tentang kawanannya? Sedang Ibu gak tahu-menahu lagi tentang Kitsune”
Vladimir berusaha melindungi sang Ibu agar mereka tidak memaksakan sang Ibu memberi informasi lagi. 
“Kalo bukan ke Ibu lu, kita dapet dari mana lagi?” seolah Eleazer hanya memberi satu pilihan kepada Isaac & Vladimir agar tidak lagi mengulur waktu agar ada titik terang lainnya dalam perkembangan siluman saat ini. 
“Kita emang gak ada pilihan lain kecuali kita langsung menanyai Parrish” memang tak ada pilihan lain untuk mereka selain langsung menyuruh Parrish memberikan informasi tersebut kepada mereka serinci mungkin. Sementara waktu, mereka membiarkan Parrish bersama Kebby dahulu. 
3. New Tragedy 
“Tapi kita gak mungkin menjadi musuh saat kita tahu bahwa kita adalah siluman yang selalu berlawanan, kan?” Parrish sekedar ingin tahu tentang prospek kedepan kehidupan mereka yang seharusnya memang memisahkan mereka setelah fakta ini terungkap. 
“Gw gak bakal biarin itu Rish. Karena gw sama Vladimir ada darah Kitsune juga” sedikit lega perasaan Parrish mendengar pernyataan Isaac. Mulai sekarang mereka harus lebih hati-hati kepada Allison dan keluarganya, karena bisa saja Allison membawa shotgun ke sekolah untuk membunuh para siluman di sekolah. Kesalahan kecil yang mereka lakukan, maka akan berakibat besar bagi semuanya. Allison tidak pernah main-main dengan shotgun dan peluru peraknya yang disengaja dibuat untuk membunuh para siluman. 
“Gini Saac, Vla. Sekarang gw juga harus nemuin para Kitsune dimana kan? Dan gw gak mikirin permusuhan kawanan kita sekarang, tapi gw bakal mikirin kehidupan gw kedepannya bersama para Kitsune” kembali Parrish memberi isyarat bahwa ia akan meninggalkan para sahabatnya untuk mencari Kitsune lain yang tersebar dimana-mana. 
“Tapi kan Huel?” Eleazer mencoba menahan permintaan Parrish yang terbilang mendadak dan juga sangat tidak masuk akal. Parrish bisa saja hidup
disini dan menemukan para Kitsune secara bersama-sama dengan para sahabatnya. Niat Parrish yang dari awal juga merupakan kebaikan semuanya, tidak bisa membuat Eleazer menahan permintaan kecil Parrish ini. Merasa semua emosinya telah keluar dan pula merasa ada perubahan para fisiknya, Isaac & Vladimir mencoba meredam segala amarah mereka dan bergegas mecari Kebby yang adalah Kitsune pertama yang ditemukan Parrish. Ya, setelah bertemu dengan Parrish, Kebby tersadar untuk mengganti penampilannya. Percuma juga ia berpenampilan sangat culun, namun kebenaran tentang dirinya telah terungkap. 
“Keb, sekarang kita gak banyak permintaan sama lu. Kita cuma minta lu agar tetap tinggal di kota ini dan juga Parrish. Karena kita semua yakin, ada jalan keluar untuk semua siluman” Isaac berusaha meyakinkan Kebby untuk bertahan dan bersama-sama berpegang tangan agar adanya perdamaian antara dua siluman tersebut. 
“Isaac, Vladimir, gw bisa aja tinggal disini buat selama-lamanya. Tapi Parrish juga pemimpin kayak kalian” pernyataan Kebby seolah bumerang bagi mereka karena Parrish lah yang mempunyai tugas paling besar bagi bangsa Kitsune. 
“Tunggu, bukan seorang pemimpin yang harus menemui para kawanannya, tapi para anggotanyalah yang harus mencari pemimpin mereka” seperti cambukan, perkataan Isaac memang lebih benar dari perkataan Kebby. Seperti sebelumnya, bukan Parrish yang menemui Kebby, tapi Kebby lah yang menemui Parrish. Dengan begitu, Kebby harus membujuk Parrish agar tetap tinggal di kota ini dan membiarkan Kitsune lain yang menemui dia, buka dia yang mencari mereka. 
***
Berlalunya waktu, berlalu pulalah usaha Kebby membujuk Parrish untuk bertahan ditempat ini. Usahanya berhasil, walaupun dengan usaha yang sangat keras agar Parrish memenuhi permintaan Isaac & Vladimir melalui dirinya. Karena saling membantu, para Kitsune dan para manusia srigala sedikit demi sedikit menemui para pemimpin mereka. Namun hanya dalam waktu yang singkat, mereka harus kembali para pemukiman mereka sebelumnya. Allison jelas tidak tinggal diam melihat para siluman bahagia, merangkak namun pasti, ia memulai dari awal lagi rencana untuk membunuh para siluman tersebut dengan memastikan peluru peraknya cukup besar dan kuat menembus tubuh para siluman. Dan waktu yang paling tepat untuk membunuh mereka adalah di saat bulan purnama selanjutnya, dimana ketika para siluman berubah menjadi wujud binatangnya. 
“Sekarang tugas kita hanya untuk belajar kelompok, gak boleh bahas yang lain, ok?” penjelasan Eleazer seolah menyebutkan bahwa ialah yang memimpin pelajaran pada hari ini yang juga diikuti beberapa teman lama dan teman barunya seperti Jemaine, Randall, Irina, Beatrice, & Kebby, dan pastinya 3 sahabat terbaiknya. 
“Tujuan kita kesini kan emang untuk belajar, kan? Emang ada pembahasan lain?” Irina membalas pernyataan Eleazer yang direspon tertawa kecil dari teman-teman yang lain. Isaac hanya diam melihat Irina dan Eleazer yang saling serang namun masih dalam garis bercanda. 
“Sudah, jangan bikin suasana makin gak kondusif dong. Kita harus menyelesaikan semua ini secepat mungkin” Vladimir mempertengahi Eleazer & Irina, semua kembali belajar. Dan akhirnya tidak ada desah dari siapapun di ruang tengah rumah Eleazer tersebut. Semua benar-benar fokus dengan semua tugas yang siap mereka lahap. Namun para werewolf tiba-tiba saja teringat akan Allison yang sudah 3 hari tidak terlihat di sekolah? Langsung saja perasaan mereka tidak enak, karena juga 2 hari lagi adalah purnama penuh. Tugas
tersebut akhirnya selesai sebersih mungkin. Semua pun bubar dari rumah Eleazer dan menyisakan para cowok. 
“Isaac, Vladimir, 2 hari lagi purnama penuh, dan kalian harus benar-benar siap karena purnama kali ini bakal berakibat sangat buruk buat para werewolf” Jemaine sekedar memberitahukan kemungkinan besar yang akan terjadi pada purnama penuh pertama mereka. Mungkin saja salah satu dari mereka terbunuh, atau salah satu dari mereka yang akan membunuh seorang manusia. 
“Gak, gw gak bakal ngikat lu pada lagi” Eleazer berespon menolak ketika Isaac & Vladimir melihat kearahnya memberi isyarat untuk mengikatnya lagi di tempat yang sama. Jelas sekali Eleazer menolak, karena berkaca dari sebelumnya, Isaac & Vladimir hampir saja membunuh Eleazer & Parrish hanya dengan satu tikaman cakar srigala mereka. 
“Jemaine, Randall, kalian udah dapat kabar dari Aro & Alistair tentang orang tua gw?” Vladimir sekedar ingin tahu keadaan orang tua mereka yang sudah beberapa minggu berdiam diri di Goa Ago bersama Aro & Vladimir. 
“Oh ya, gw lupa. Kemaren kita sempat kesana, dan orang tua lu udah sembuh dan kekuatan mereka telah kembali lagi. Mungkin sekarang Aro & Alistair udah balik ke kawanan” Randall menambahkan informasi tentang orang tua Isaac yang juga mulai melegakan pernafasan mereka. 
Akhirnya 2 hari tersebut berlalu, dimana malam harinya akan ada purnama penuh. Purnama yang akan menjadi saksi brutalnya para siluman srigala beraksi, dan juga saksi beraksinya Allison dengan sangat kejam membunuh para srigala. Segala persiapan dilakukan oleh para siluman srigala, dengan keterpaksaan Eleazer & Parrish harus kembali mengikat 2 sahabatnya dengan rantai yang lebih besar di ruang bawah tanah rumah Isaac karena juga saat itu sudah aman dari Allison dan mereka sengaja mengaliri aliran listrik agar amarah Isaac & Vladimir bisa diredam. 8 peluru perak telah disiapkan Allison untuk memburu para siluman srigala, dan jika beruntung akan ada Kitsune juga yang ia bunuh bersama kawanan siluman srigala.
“Isaac, Vladimir. Lu jangan pernah berfikir buat ngebunuh kita lagi. Karena tombol ini yang bakal membunuh lu pelan-pelan” ucap Eleazer menunjukkan tombol aliran listrik kepada Isaac & Vladimir, gertakan tersebut dilakukan agar Isaac & Vladimir bisa menguasai amarah mereka dan tak harus diikat dengan rantai lagi ketika purnama bulan. 
“Lu hanya harus lakuin apa yang harus lu lakuin” Isaac memberi isyarat bahwasanya Eleazer memang hanya harus menekan satu tombol tersebut untuk menggertak semua prilaku aneh Isaac & Vladimir. 
Purnama penuh pun dimulai. Eleazer & Parrish telah selesai mengikat Isaac & Vladimir dengan rantai yang berukuran lebih besar dan tentunya lebih kuat dari rantai kemaren & sengaja mereka mengalirkan aliran listrik yang cukup besar untuk menahan semua kekuatan mereka yang mulai meningkat. Apapun itu, Isaac & Vladimir harus juga berusaha menguasai nafsu membunuh mereka agar wujud siluman srigala bisa mereka kuasai dengan baik. Tambahan, Eleazer & Parrish juga akan berada tepat didepan mereka untuk melihat setiap kejadian yang akan terjadi para malam purnama bulan penuh itu. mengetahui bahwa hanya satu ruangan yang bisa dipakai oleh Isaac & Vladimir untuk berubah wujud, Allison memboyong 4 sepupunya yang senior dalam perihal memburu ini untuk membunuh Isaac & Vladimir. 
“El, Rish, kalian harus pergi” Isaac memerintahkan Eleazer & Vladimir agar menjauh sejauh mungkin karena Isaac tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari ruangan atas dan lebih tepatnya adalah di kamar Isaac & Vladimir. 
“Kita gak mungkin ninggalin lu berdua. Kita gak ada pilihan lain Rish” Eleazer memberi isyarat kepada Parrish untuk melepaskan rantai yang mengikat Isaac & Vladimir. Keduanya menahan aungan mereka agar Allison tidak mengetahui mereka. Walau mereka berhasil menahan aungan, tetapi lambat laun fisik mereka bertransformasi menjadi srigala. 
“Isaac, Vladimir, kalian tidak bisa bersembunyi selamanya. Peluru perak gw sendiri yang bakal mencabik jantung kalian” teriak Allison di ruangan atas.
Mereka berempat mendengar hentakan kaki Allison ketika ia seraya berkata akan membunuh Isaac & kawanannya. Tanpa fikir panjang, Eleazer & Parrish melepaskan ikatan Isaac & Vladimir dan tanpa menghiraukan bahaya yang mengancam mereka. Merasa terbebas, Vladimir mengeluarkan aungan yang sangat keras. 
“Vla” Eleazer & Parrish menggertak srigala yang siap menerkam mereka itu. Gara-gara Vladimir mengaung disaat yang tidak tepat itu, Allison pun tepat berdiri didepan mereka dengan sebuah shotgun yang lumayan besar dan siap memberi Isaac & Vladimir hadiah di malam purnama penuh ini. 
“Pesta kalian sudah berakhir” langkah Allison terhenti saat melihat Eleazer dan Parrish yang berusaha melepaskan dua ekor srigala dari ikatan rantai yang cukup besar. Eleazer & Parrish tak mempedulikan kehadiran Allison, mereka terus berusaha melepaskan rantai tersebut. 
“Kalian tahu? Peluru perak gw pasti akan ngebunuh salah satu dari kalian malam ini” lanjut Allison yang sudah menarik pelatuk shotgun terbaiknya. Berlanjut, Eleazer & Parrish berhasil melepaskan rantai tersebut. Wujud srigala Isaac & Vladimir sangat siap menerkam kehadiran Allison ditengah-tengah mereka. 
“Jangan yakin dulu Allison. Lu belum tau siapa kita” Parrish menggertak Allison untuk lebih berhati-hati kepada mereka. Cahaya pada mata Nahuel kembali bercahaya kuning lebih gelap dari sebelumnya, dan akhirnya Allison juga mengetahui fakta tersebut. 
“Ya, Kitsune. Jadi sekarang lu jadi pelindung mereka? Sadar Rish, lu itu juga musuh gerombolannya Isaac” Allison menyadarkan Parrish bahwa memang ia adalah salah satu musuh kawanan Isaac & Vladimir yang juga harus memberi perlawanan terhadap bangsa Isaac. 
“Ingat, kali ini kalian gw beri kesempatan hidup. Tapi lu semua musti tahu, selanjutnya, kalian akan jadi bangkai” penekanan pada kata bangkai membuat mereka berempat sedikit panik. Karena itu jugalah, Isaac & Vladimir
otomatis berubah menjadi manusia lagi. Sebab mereka mengesampingkan nafsu membunuh mereka kepada manusia. Allison pergi meninggalkan empat makhluk supranatural tersebut, walaupun pada kenyataannya Eleazer belum diketahui dari jenis apa. Bukan karena apa-apa, karena Eleazer masih hanya memilik satu kekuatan yang sangat jelas, yaitunya indra pendengarannya yang seperti indra pendengaran para werewolf. Perubahan wujud Isaac & Vladimir sekejap membuat 2 orang sahabatnya sangat bangga, karena dengan begitu mereka tidak perlu lagi menginkat Isaac & Vladimir dengan rantai yang bisa saja lebih besar lagi. 
“Parrish, lu musti ngingetin Beatrice tentang Allison. Dan kalo lu ketemu sama Kitsune lain, makan ingatkan selalu mereka dengan para pemburu. Karena bisa saja mereka membunuh kawanan lu” sekedar Isaac mengingatkan Parrish dan semua makhluk supranatural disekitar mereka, termasuk Eleazer yang seharusnya sudah memiliki kekuatan lain. Parrish juga mengingatkan hal yang sama kepada Isaac agar juga berhati-hati tentang Allison. Jika mungkin, Parrish & Isaac harus mempertemukan para Kitsune & werewolf disatu tempat agar terjadinya perdamaian antara dua siluman tersebut, dan bekerjasama membasmi para wolfhunters. 
*** 
Kesadaran tentang kekuatannya memang belum sepenuhnya disadari Eleazer, namun akhirnya gejala lain datang kepadanya yang berarti ada kekuatan lain yang ada dalam tubuhnya. Jika Isaac & Vladimir mendapati mata mereka berwarna merah, dan Parrish berwarna kuning, namun pada matanya berwarna hijau muda yang berarti dia bukanlah salah satu dari kawanan Isaac maupun kawanan Parrish. Ketika menyadari bahwa ada satu siluman lagi yang masih berkeliaran dimuka bumi ini, manusia hyena. Siluman yang memiliki nafsu membunuh lebih dari manusia srigala. Target utama para manusia hyena
adalah membunuh para werewolf dan siluman lain jika mereka menghadang manusia hyena. Penasaran dengan taring yang dimilikinya, Eleazer mencoba mengumpulkan semua emosinya dalam satu titik, kembali matanya bercahaya, taringnya pun tumbuh. Jika dibandingkan dengan Isaac, Eleazer memiliki taring yang lebih panjang dan tajam, namun memiliki ambisi yang paling besar untuk membunuh semua makhluk dimuka bumi ini. 
“Rish, semakin parah. Gw tunggu di rumah” Eleazer mengirim text sms kepada Parrish untuk mendengarkan apa yang sedang terjadi. Kebetulan Isaac & Vladimir sedang pergi ketempat orang tua mereka di Goa Ago. Kesempatan untuk Eleazer menjelaskan semua secara detail apa yang terjadi pada dirinya sejauh ini. Parrish akhirnya datang ke rumah Eleazer dengan kecepatan kilatnya. Pergi secara hati-hati, karena Allison mungkin saja menembakkan satu peluru perak kepada Kitsune itu. 
“Akhirnya gw nemuin siapa diri gw” Eleazer memberikan photo yang berhasil dia ambil dari wajahnya tadi kepada Parrish yang membuatnya berfikir keras. 
“Hyena” Parrish mendadak mengucapkan kata tersebut kepada Eleazer yang terlintas satu detik difikirannya. 
“Tadinya gw juga berfikir seperti itu” 
”Rish, gw gak harus tinggal disini kan?” 
“El, lu harus berani menghadapi ini semua. Lu gak akan pernah menyakiti semua sahabat lu” 
“Dan karena itu gw harus menghilang dari sini untuk sementara waktu, Rish. Gw harap lu gak cerita dulu kepada yang lain” 
Langsung Eleazer pergi menjauh untuk sementara dari keramaian itu. Tanpa arah yang jelas, namun tujuan awalnya adalah membuat semuanya menjadi lebih baik. Parrish memegang perkataan Eleazer untuk tidak mengatakan sedikit pun kepada yang lain. Selama Eleaazer pergi, selama itu pula mulut Parrish terkunci untuk kebenaran yang sebenarnya tentang Eleazer
yang tengah mencari jati dirinya di luar kota sana. Parish terpaksa berbohong kepada para guru di sekolah, ia terpaksa mengatakan perihal Eleazer tidak masuk sekolah sementara waktu karena ada urusan keluarga yang sangat mendadak sehingga harus segera diselesaikan. 
“Rish, sebenarnya apa yang lu sembunyiin dari kita? Kenapa lu gak jujur?” Vladimir memaksa Parrish agar bersikap jujur kepadanya dan Isaac. Sedang Isaac masih bungkam dan sedikit kecewa atas sikap buruk Parrish akhir- akhir ini. Parrish memang masih rutin berkomunikasi dengan Eleazer, namun itulah janji yang harus dipenuhi Parrish kepada Eleazer, menyimpan serapat- rapatnya rahasia kecil Eleazer terhadap semua orang. 
“Isaac, Vladimir,gw gak tau apa-apa tentang Eleazer. Kenapa kalian gak bisa percaya sama gw?” dan Parrish pun mendesak dua sahabatnya itu agar mempercayainya walaupun sebenarnya mereka tak harus. 
“Rish, gw gak tau musti percaya sama siapa” Isaac meninggalkan kantin dengan wajah yang sangat kecewa. Ia tak ingin melihat wajah Parrish karena terlalu kecewa terhadap sahabatnya tersebut. 
“Lu liat, sekarang saudara gw pun gak mau percaya sama lu” Vladimir memuncak. Ia pun berlalu meninggalkan Parrish sendirian di kantin. Parrish sangat kebingungan dengan dirinya sendiri. Ia tak tahu harus melakukan langkah apa lagi setelah tragedi buruk ini. 
“El, gw gak mau tau. Sekarang juga lu harus menjelaskan semuanya kepada Isaac & Vladimir. Sekarang, mereka kecewa karena gw nyembunyiin kebenaran tentang lu” tak ada langkah lain selain memberitahu kepada Eleazer tentang kejadian ini. Parrish hilang akal, fikirannya kacau, belum lagi ia harus berhadapan dengan Allison yang telah berhasil membunuh beberapa siluman seperti werewolf, & kitsune. Eleazer tak membalas semua sms dari Parrish karena memang tak ada waktu untuknya meladeni Parrish untuk saat ini. 
Eleazer telah berubah, dia bukanlah Eleazer yang dulu. Ia telah menemukan siapa dia sebenarnya dan apa yang akan ia lakukan kedepannya.
Tujuan awalnya adalah membunuh Isaac & Vladimir, yang mana akan menjadi ancaman bagi dirinya. Dalam hal ini, ada persamaan antara dirinya dan Allison, yaitunya sama-sama memburu para pemimpin kawanan srigala, atau mereka sering menyebutnya Alpha. Alpha adalah ancaman terbesar baginya, bahkan sangat besar. 
“Inilah saat kita membunuh semua Alpha yang menghalangi langkah kita” Eleazer berucap kepada sekongkolannya yang tak lain adalah Allison, hanya Allison seorang yang tau dimana Eleazer berada, karena Allison lah yang menemukan siapa Eleazer sebenarnya. 
“Dengan senang hati” Allison menjawab penuh semangat. Langkahnya seolah dibukakan dan dilancarkan dengan bekerjasamanya ia dan Eleazer. Wujud Eleazer yang sebenarnya telah lahir setelah beberapa hari pergi dari rumah, wujud Hyena nya lebih besar dari para Srigala & Kitsune. Eleazer siap mengubah semua takdir para siluman Hyena kedepannya dengan sembunuh para Alpha. 
Semua persiapan kembali dilakukan, Allison yang kembali mempersiap- kan peluru peraknya, sedang Eleazer mempersiapkan cakar panjangnya untuk menikam jantung para Alpha yang sampai saat ini hanya diketahui Isaac & Vladimir. Berbalik dari keadaan Eleazer yang semakin berubah, kini kehidupan Parrish pun seperti dibalikkan seratus delapan puluh derajat karena juga perubahan sikap Isaac & Vladimir yang juga disebabkan oleh Parrish dan juga disebabkan oleh permintaan Eleazer sendiri. Parrish tak habis fikir kepada Eleazer yang tak pernah lagi membalas setiap sms nya dan mengangkat setiap panggilannya. 
“Isaac, gw harus bicara sama lu” sorak Parrish tepat didepan rumah Isaac & Vladimir yang telah bisa ditinggali agi setelah satu bulan lamanya mereka bersembunyi dari Allison. Sekarang memang mulai lebih aman dari sebelumnya. Isaac membukakan pintu utama rumahnya,
“Kalo lu siap” Isaac memberi aba-aba. Dengan membukakan pintu berarti ia memperbolehkan Parrish memasuki rumahnya dan menceritakan semuanya. Parrish pun harus memberanikan diri menceritakan semua ancaman tersebut kepada Isaac & Vladimir. Mereka sengaja duduk di ruang bawah tanah dimana kisah ini dimulai, dan mereka juga harus mencari akhirnya di ruangan tersebut. 
“Kalian harus menjauh dari Eleazer” Parrish meminta agar 2 sahabatnya menjauh dari Eleazer yang bisa saja membunuh mereka jika ia memiliki kesempatan itu. 
“Kenapa kami harus menjauh dari Eleazer?” Isaac masih bingung dengan penjelasan yang diberikan Parrish, seolah ada bahaya besar yang menanti kematian dua srigala tersebut. Vladimir pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Isaac. 
“Eleazer akan membunuh lu” sontak Isaac & Vladimir terkejut mendengar pernyataan Parrish. 
“Atas dasar apa lu ngomong kayak gitu?” Vladimir mendesak Parrish agar menjelaskan semuanya terlebih rinci. 
“Eleazer itu siluman Hyena, dan siluman Hyena akan membunuh semua siluman yang ada dimuka bumi ini. Dan tujuan awalnya, membunuh para Alpha. Lu pasti nanya kenapa gw nyembuniin ini semua dari lu? Karena ini permintaan Eleazer sendiri sebelum akhirnya dia pergi dari kita. Dan insting gw mengatakan ia akan kembali secepat mungkin untuk membunuh kalian berdua” Parrish berhenti sejenak. Ia melihat kedua sahabatnya benar-benar kehilangan pegangan. Mata mereka mengayun kesana-kemari mencari penjelasan yang mungkin bisa menjelaskan semuanya kepada mereka. 
“Dan sekarang gw cuma ingin bilang, kalian harus siap dengan segala kemungkinannya” bukannya menakut-nakuti, hanya saja Parrish tak ingin kejadian buruk terjadi kepada sahabat-sahabatnya. Setelah Parrish menceritakan segalanya kepada Isaac & Vladimir, keadaan persahabatan mereka kembali seperti semula, walaupun tidak sebaik keadaan awal dimana persahabatan itu
digawangi 4 orang manusia, Isaac, Vladimir, Parrish, & Eleazer. Sekarang, mereka bertiga harus saling membahu agar Eleazer kembali seperti semula dan bisa bersama mereka. 
*** 
Masa sekolah pun akhirnya selesai. Baik Isaac & Vladimir, maupun Parrish, mereka harus berkeliling sekeliling kota untuk mecari kawanan mereka yang tersebar di kota ini. Parrish hanya masih menemukan Beatrice, sedang Isaac & Vladimir sudah menemukan setidaknya 5 manusia srigala dalam kawanannya. Akhirnya, Allison dan Eleazer menemukan waktu yang tepat untuk melakukan aksi mereka untuk melakukan perlawanan besar bagi semua siluman. Isaac dan Vladimir sangat bersemangat melakukan perjalanan dari hutan ke hutan untuk menemukan srigala lain yang berkeliaran disana. Namun, bukan para werewolf-lah yang mereka temukan, mereka kembali bertemu dengan manusia yang memburu bangsa mereka, Allison. 
“Saat yang tepat bukan?” Allison tertawa kecil memperlihatkan shotgun terbaiknya yang sudah siap ditembakkan kearah mereka berdua. Allison telah merencanakan rencana besar untuk mereka berdua. 
“Ini memang saat yang tepat untuk mengakhiri semua Allison” Vladimir mulai merasakan tubuhnya melakukan perubahan para wajah, gigi, & kukunya. Matanya kembali bersinar merah, dan siap mencabik Allison dengan emosinya yang mulai memuncak. 
“Bahkan ini adalah awal” tiba-tiba Eleazer hadir tepat disamping Allison berdiri. Bahkan Eleazer lebih dari siap memulai segalanya. Dan apa yang Isaac & Vladimir lihat adalah kenyataan, dimana Eleazer telah berubah menjadi lawan mereka. Namun sebelum itu, Parrish pun telah bergabung dengan Isaac & Vladimir disana.
“El, lu musti sadar. Ini bukan diri lu. Otak lu dicuci sama Allison” Parrish mencoba menyadarkan Eleazer yang mulai bersikap tak baik kepada mereka. Kesadaran yang sudah diambil dari Eleazer oleh Allison. Akhirnya, Allison menembakkan satu peluru perak tepat ke arah jantung Vladimir yang saat itu juga jatuh ditempat. Isaac & Parrish panik dan melakukan perlawanan terhadap Eleazer dan Allison. Pertempuran antara merekapun dimulai. Allison hanya bisa bersembunyi dan menyaksikan Isaac & Parrish bersama bertempur dengan Eleazer. Melihat kesempatan ketika Vladimir mencoba bangun dan melawan efek dari peluru perak, Allison kembali menembakkan peluru lain ke arah Vladimir yang tepat terkena pada tulang keringnya. Mendengar adanya tembakan, Isaac kembali kepada saudaranya dan membiarkan Eleazer & Parrish bertempur. Parrish pun mengambil kesempatan, yaitunya mengambil pedang yang tersimpan pada salah satu ekornya. Ia harus tepat mengambil pedang tersebut, karena jika tidak, maka nyawanyalah yang menjadi taruhan. Diikuti emosi, ia berhasil mengambil pedangnya dan langsung mengarahkan ke Eleazer. Eleazer begitu pandai sehingga ia bisa menghindari pedang Kitsune tersebut. Berbalik kepada Vladimir yang mulai merasakan tubuhnya yang melemah, Isaac tak bisa melakukan apa-apa kecuali membawa Vladimir pergi. Namun Eleazer & Allison tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Eleazer mengejar Isaac & Vladimir yang diikuti oleh Parrish dibelakang mereka. Allison hanya menunggu di titik dimana mereka akan berakhir selanjutnya. 
Mereka berhenti, Isaac melepaskan Vladimir dan menyuruh Vladimir beristirahat, juga tidak melakukan gerakkan yang bisa membuat efek peluru perak Allison begitu cepat. Isaac kembali menghadiahkan Eleazer pukulan ke wajah Eleazer dan membuat Eleazer terkungkung jauh. Dan Parrish harus berhadapan dengan Allison yang selalu menjadi provokator dalam kisah ini. Allison yang dulunya pernah belajar boxing, akhirnya memutuskan untuk melawan Parrish. Eleazer pun membalas Isaac dengan pukulan yang lebih keras. Isaac lemah, ia tak mampu lagi berdiri untuk melawan. Eleazer langsung
menikam jantung dan melakukan hal tersebur berkali-kali sampai tubuh Vladimir tidak mampu lagi melakukan pergerakkan, hal tersebut membuat Vladimir langsung tidak sadarkan diri. Isaac tersadar ketika mendengar erangan kuat Vladimir, begitupun Parrish. Allison tersenyum mendengar erangan yang berarti Eleazer berhasil menaklukan se eokr Alpha, ia dan Eleazer kabur dari situasi tersebut dan meninggalkan Isaac & Parrish yang harus menerima kenyataan itu. 
“Vla, gw yakin lu kuat. Lu musti lawan luka ini” Issac tidak bisa menahan kesedihannya. Ia mencoba melakukan apa yang selau ia lakukan ketika Vladimir tengah kesakitan. 
“Saac, lu musti ikhlas. Vladimir gak bernafas lagi” Parrish mencoba menenangkan sahabatnya itu. Ia harus mengikhlaskan Vladimir yang memang telah meninggal oleh tangan Eleazer, sahabatnya. 
“ELEAZER” Isaac mengucap nama sahabatnya sangat keras yang saat itu juga menjadi musuhnya. Dendam bersemat dihatinya untuk Eleazer, karena telah merenggut saudaranya. Karena itu kemarahan yang sangat besar itu, membuat mata Isaac berubah menjadi merah dan bahkan lebih bersinar dibandingkan mata Vladimir sebelumnya. 
Allison merasa sangat puas dengan berakhirnya Vladimir ditangan Eleazer. Dan ia sangat percaya bahwa Eleazer akan melakukan hal yang lebih besar dari itu. Isaac dan Parrish masih belum bisa berfikir jernih setelah kematian Vladimir yang disebabkan oleh Eleazer. Kematian Vladimir menandakan awal semua perang terhadap bangsa Hyena dan juga Allison. Isaac & Parrish harus membuat rencana untuk menghentikan Allison & Eleazer. 
“Bu, Yah, Vladimir meninggal” Isaac memberi tahu orang tuanya. Karena merasa ia bertanggung jawab terhadap adiknya itu, Isaac tak ingin memikirkan konsekuensi yang akan diberikan orang tuanya kepadanya. Orang tuanya merasa sangat terpukul terhadap pengakuan Isaac, jelas air mata mengalir dari wajah keduanya. Terakhir mereka melihat Vladimir adalah disaat
mereka diserang oleh Allison dan para pemburu lain, dan itu adalah waktu yang telah lama sekali. 
“Kenapa bisa?” dalam tangisannya, sang Ibu masih sempat menanyakan bagaimana Vladimir bisa meninggal dalam pengawasan Isaac dan saat itu juga ada Parrish yang membantu mereka. 
“Tante, pertanyaannya bukan kenapa, tapi siapa yang membunuh Vladimir” Parrish mengalihkan pokok pertanyaan Ibu Isaac, lambat laun mereka juga harus memberi tahu siapa yang telah membunuh Vladimir. 
“Eleazer” Isaac akhirnya mengucapkan nama tersebut kepada kedua orang tuanya. Isaac mulai merasa tidak nyaman mengucapkan nama sahabat yang hanya beberapa detik berubah menjadi musuh besarnya. 
“Kalian bilang Eleazer? Eleazer itu kan cuma . . .” sang Ibu berhenti. 
“Manusia? Tante, Eleazer adalah siluman yang paling berbahaya untuk kita semua, Tante. Bahkan untuk Kitsune seperti kita” Parrish memotong perkataan Ibu Isaac. Parrish pun memberi tahu tentang Kitsune kepada salah satu gerombolannya itu. Parrish dan Isaac mulai sampai pada puncak pembicaraan mereka. Ibu Isaac tak perlu menjawab pernyataan Parrish tentang Kitsune, karena ia pun telah mengetahui dari Isaac & Vladimir sebelumnya. 
“Maksud kalian siluman Hyena?” Ayah Isaac akhirnya angkat bicara. Sedikit banyaknya, ia lebih banyak tahu tentang Hyena dari sang istri. 
“Yah, apa Ayah tahu tentang siluman Hyena?” Isaac berharap agar Ayahnya memberi tahu tentang bangsa Eleazer yang adalah ancaman terbesar bagi Kitsune, Werewolf, & manusia. Ibu Issac memberi isyarat kepada suaminya untuk memberi tahunya, mungkin inilah saat yang tepat untuk itu. 
“Sebenarnya siluman Hyena telah punah sejak abad ke-5 M. Dan Eleazer adalah satu-satunya siluman Hyena yang berhasil bangkit dari kepunahan itu. Dari awal kalian memperkenalkan Ayah kepada Eleazer, Ayah sadar ia adalah bangsa Hyena. Namun saat itu kalian masih SD. Umur Eleazer jika dihitung
sekitar 4 abad. Dan dia lebih tahu segalanya dari kita semua” Ayahnya mulai menceritakan semua hal. 
“Kenapa Eleazer selama ini bersahabat bersama kalian? Karena dia ingin mencari titik lemah dari kalian semua. Parrish, kamu harus bisa mempertahankan 9 ekormu, jika Eleazer berhasil mencabut semua ekormu, maka kehidupanmu berakhir” Ayah Isaac melanjutkan semua ceritanya dan juga berpesan agar Parrish berhati-hati terhadap sahabatnya tersebut. Tetapi semuanya mulai penasaran dengan Allison yang tiba-tiba saja memburu bangsa siluman. Memang belum semua orang yang mengetahui tentang kehidupan Allison, tapi ada dua orang yang mengetahuinya sangat baik, Beatrice, dan Kebby. Namun ketika itu pula Beatrice juga telah pergi berlibur bersama keluarganya ke Brunei, otomatis mereka harus menemui Kebby yang sangat siap dengan itu semua. 
“Rish, lu bakal bersama gw sampai akhir kan?” tanya Isaac mulai khawatir dengan semuanya. Ia berharap agar tak ada lagi yang meninggalkan seperti sebelumnya. Parrish hanya mempunyai satu janji kepada sahabatnya itu, yaitunya tetap bersama sang sahabat sampai akhir, apapun yang terjadi kepada semua makhluk dibumi ini. Kebby menceritakan semuanya, se-detail mungkin dan sebenar-benarnya. Siapa Allison, kenapa dia memburu para siluman, dan segala macam tentangnya. 
“Kebby, ekor lu masih utuh?” Parrish merubah jalur pembicaraan. Ia sekedar ingin tahu apakah Kebby masih mempunyai ekor yang utuh seperti yang ia miliki, atau bahkan Kebby juga memiliki satu pedang pada ekornya. 
“Isaac, Parrish, gw musti mencabut 8 ekor gw, karena gw sempat bicara sama Ibu Isaac tentang Kitsune. Kitsune harus mencabut 8 ekornya untuk keselamatan mereka. Berbeda dengan lu Rish, lu musti mempertahankan semua ekor lu, agar lu bisa melindungi Kitsune lain” Kebby menjawab rasa penasaran Parrish.
“Kenapa musti Parrish yang melindungi semua Kitsune?” Isaac pun mulai merasa tertarik dengan pembicaraan ini. 
“Kalian harus tahu, selama ini hanya wanita lah yang bisa menjadi Kitsune. Dan kini, seorang cowok berubah menjadi Kitsune, itu jarang terjadi. Hanya terjadi sekali dalam 3000 tahun. Jelas lu mempunyai tanggung jawab besar bagi Kitsune lain, Rish” dan akhirnya sebuah rahasia terungkap, dimana Parrish merupakan Kitsune langka yang hanya hidup sekali dalam 3000 tahun. Dan itulah mengapa Parrish tidak pernah menemui para Kitsune jantan selama ini. Yang ia temukan selalu Kitsune dengan wujud perempuan. Bagaimanapun, Parrish harus tetap menjaga 10 ekornya, dimana satu diantaranya adalah senjata terbaik Parrish. Sedang Isaac, harus secepat mungkin menghentikan langkah Allison dan mendapatkan Eleazer kembali. Dan tugas berat harus Parrish pikul agar ia menjadi Kitsune yang bisa memimpin para Kitsune lain. Penjelasan dari Kebby telah lebij dari cukup, itu menjelaskan semua yang Parrish dan Isaac inginkan. Langkah mereka selanjutnya: menyusun rencana sebaik mungkin. 
*** 
Sekolah kembali seperti semula, namun mulut semua murid masih membicarakan kematian Vladimir yang banyak dari mereka tidak mengetahui bagaimana lelaki itu mati. Bangsa siluman, terutama bangsa srigala berusaha menyembunyikan kisah itu agar semua murid tidak merasa ketakutan. 
Tentu waktu yang membosankan ketika tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan. Tapi itu tidak berlaku bagi Parrish dan Isaac. Disaat tak ada kegiatan, keputusan gila keluar dari Isaac. Ia menantang Parrish untuk berpacu lari di hutan, dengan senang hati Parrish menerima ajakan Isaac. Ya, setelah kepergian Vladimir, Isaac lebih banyak menghabiskan waktu bersama Parrish di rumahnya. Parrish juga bersedia 24 jam untuk sang sahabat. Dan perjalanan dimulai. Dibawah sinar bulan yang ditutupi awan, mereka berubah menjadi
wujud masing-masing dan saling melempar tatapan dari mata mereka yang juga saling bercahaya. Perjalanan 5 mil terasa sangat singkat bagi mereka, karena semangat mereka malam itu tidak mengisyaratkan adanya perasaan lelah dari wajah mereka. Parrish merasakan panggilan dari siluman lain ketika ia dan Isaac hendak kembali melanjutkan perjalanan malam mereka. 
“Saac, tunggu” mereka kembali ke wujud manusia, mata Parrish yang berwarna kuning keemasan pun sibuk mencari-cari asal darimana panggilan aneh itu. Mereka mendengar suara tersebut semakin keras, namun wujudnya tidak terlihat. Berbeda dengan Parrish yang merasakan panggilan dari makhluk tersebut, Isaac hanya mendengar seperti siluman biasa, yang selalu membuat mereka merasakan hal yang tak wajar lagi. 
“Rish, jangan-jangan itu Kitsune?” Isaac mencoba menebak makhluk apa yang sedang berkeliaran disekitar mereka. Parrish tidak mengiyakan, namun juga tidak menidakkan perkataan Isaac, karena itu belum bisa dibuktikan jika makhluk tersebut tidak terlihat wujudnya. Tanpa sadar, sang makhluk telah berdiri dibelakang mereka. 
“Hey, apa yang kalian lakuin disini?” mereka langsung berbalik, dan apa yang mereka lihat membuat mereka sangat kaget. Itu memang Kitsune, dan bahkan juga memiliki wujud seorang laki-laki seperti Parrish. Ekornya hanya berjumlah sembilan, berbeda dengan Parrish yang memiliki satu pedang pada ekornya, dan juga menimbulkan cahaya seperti ekor Parrish. 
“Kalian harus keluar dari sini, karena ini tidak aman bagi kalian” berlanjut tubuh berbidang tersebut memerintahkan mereka untuk segera pergi dari sana, karena pada saat itu keadaan diluar kendali. 
“Kami gak mungkin pulang, kami telah melakukan perjalanan jauh untuk mencari siluman lain, dan kami nemuin lu” Isaac menolak perintahnya. 
“Tunggu-tunggu, lu Kitsune?” tanyanya kepada Parrish yang hanya diam melihat Kitsune berwujud cowok tersebut.
“Oh, iya. Gw Kitsune” Parrish tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum kecil, karena menemukan partner Kitsune jantan. 
“Ok, gw bakal nemuin kalian disini lagi besok. Tapi kalian harus segera pergi dari sini” ia pun langsung pergi tanpa meninggalkan identitas yang pasti seperti namanya. Namun itu memberi kelegaan kepada Parrish, karena akhirnya perkataan Kebby terpatahkan setelah Kitsune yang mereka temukan di hutan tadi. Rencananya, Parrish akan mengikutsertakan Kebby untuk bertemu dengan Kitsune tadi untuk mendapatkan segala informasi tentang makhluk yang dikenal sebagai penipu tersebut. 
Kitsune tersebut bernama Avery, dia juga termasuk spesial karena ia juga bisa hidup dalam kurun waktu yang mempunyai batas yang sangat lama. Berbeda dengan Parrish yang mempunyai mata kuning emas, Avery memiliki warna mata biru cerah yang juga sangat jarang ditemui pada Kitsune di muka bumi. Namun perbedaan warna mata, tidak membuat perbedaan kekuatan yang ia miliki dengan Parrish. Jika Parrish memiliki semua kekuatan yang dimiliki para siluman Kitsune, ia pun memiliki semua kekuatan itu. Di hari selanjutnya, Avery pun menunggu kedatangan Isaac dan Parrish ditempat awal mereka bertemu, jarak yang lumayan jauh dari rumah Isaac. Karena ketidaksabaran yang dimiliki Parrish, mereka datang tepat waktu, termasuk Kebby. 
“Ikutin gw” Avery memberi perintah kepada mereka untuk ikut bersamanya. Avery menuntun mereka ke sebuah tempat dimana para siluman hidup damai didalamnya. Mereka bertiga pun mengikuti kemana Avery menuntun mereka. Mereka sampai di sebuah bangunan yang tepat ditengah hutan. Sebuah bangun tak lebih kecil dari sebuah rumah, dan terlihat sangat tua. Mungkinkah disana Avery tinggal? 
“Ini tempat apa?” Parrish bukan hanya penasaran, namun juga merasa ada keanehan dalam rumah tersebut. 
“Nanti kalian juga tahu” jawaban yang diberi Avery masih menjadi teka- teki bagi mereka semua. Avery pun masuk kedalam rumah tersebut, namun 3
siluman tersebut masih berdiri terpaku didepan pintu rumah tersebut. Jika dilihat dari jauh, dinding rumah tersebut hanya hitam polos dan tak ada corak tertentu. Namun jika dilihat dari dekat, maka dinding rumah tersebut memiliki berbagai macam gambar simbol yang hanya bangsa siluman lah yang mengetahuinya. Mereka tak ingin lama-lama terpaku akan simbol tersebut, mereka akhirnya terpana untuk masuk kedalam rumah tersebut yang hanya diterangi oleh cahaya bulan tanpa satupun listrik. 
“Oh ya, gw lupa. Nama gw Avery. Gw udah tau kalian semua. Isaac, Parrish, dan Kebby” tak hanya memperkenalkan diri, Avery juga mengetahui identitas tiga siluman tersebut. Mereka bertiga tak terkejut dengan kenalnya Avery terhadap mereka, karena setiap ada siluman baru yang hadir, mereka pasti mengenal satu sama lain. 
“Isaac werewolf, Parrish dan Kebby Kitsune” pernyataan selanjutnya dari Avery membuat mereka kagum, karena Avery mengetahui mereka itu jenis siluman apa. 
“Avery, lu beneran tinggal disini?” Kebby mulai merasa tak nyaman dengan keadaan rumah tersebut. Karena yang menerangi rumah tersebut hanyalah cahaya bulan, dan mata mereka. 
“Gak, gw cuma sering aja ngabisin waktu gw disini. Dulu, ini memang rumah gw, tapi setelah para pemburu membunuh semua keluarga gw, gw pindah” dan Avery adalah salah satu yang telah lama diincar oleh para pemburu. Kenyataannya, keluarganya telah dulu mati karena adanya tangan kejam para pemburu. 
“Hyena” lanjutnya. Kata tersebut membuat Isaac dan Parrish langsung teringat dengan sahabatnya yang telah membunuh Vladimir dengan sangat kejam. Isaac mencoba menahan amarahnya agar tidak membahayakan dirinya juga.
“Bisa lu jelasin kepada kita, kenapa manusia bisa bekerjasama dengan siluman Hyena?” Parrish mulai mengubah jalur pembicaraan. Pertanyaan dasar yang akan mereka tahu dari Avery. 
“Para leluhur siluman memanggil mereka werehyena. Mereka bisa saja menjadi sahabat yang baik untuk manusia, dan juga sebaliknya. Mereka bisa menjadi ancaman besar bagi manusia. Kebanyakan werehyena berukuran lebih kecil, namun spesiesnya juga berukuran dua kali lipat lebih besar dari srigala. Jika kita mencarinya, kita tidak akan menemukannya, tapi merekalah yang akan menemukan kita. Para werehyena dikenal karena mereka pandai menyembunyikan bau mereka dari siluman apapun, dan karena itulah kita tidak harus mencari mereka. Titik lemah mereka, tidak ada” Avery menyampaikan semuanya kepada tiga siluman tersebut. Dengan itu juga, mereka harus siap karena akan susah melumpuhkan werehyena seperti Eleazer. 
“Avery, apa kita bisa menghentikan mereka?’ Kebby langsung menanyakan point paling penting tersebut karena ia tidak ingin adanya pertumpahan darah lagi. Pada akhirnya, yang diinginkan semua makhluk dibumi ini adalah hidup dengan damai. 
“Sampai sekarang, gw masih mencari tahu apa yang bisa mengakhiri semua ini” Avery pun masih dalam perjalanan menuju pintu kedamaian. Baik Isaac maupun Parrish tentu tak ingin membunuh Eleazer walaupun Eleazer telah membunuh Vladimir sebelumnya, mereka hanya ingin Eleazer kembali seperti sedia kala. 
Pembicaraan selesai, namun Avery ikut bersama Parrish dan Isaac untuk mencapai keinginan mereka, kedamaian. Avery memutuskan untuk pindah ke kota dimana Parrish dan Isaac tinggal, untuk mengubah kehidupannya yang selalu sendiri, juga mengubah semua takdir semua siluman kedepannya. Beruntung orang tua Isaac juga telah mengenal Avery sebelumnya, karena mereka yang sering melakukan perjalanan malam dan melakukan pertemuan dengan para siluman, termasuk Avery yang mereka temui sekitar 4 bulan yang
lalu. Avery pun memiliki kekayaan yang sangat melimpah, karena warisan orang tuanya yang semakin hari semakin berlimpah ruah. Karena itulah ia memutuskan untuk bersekolah dimana Isaac dan Parrish bersekolah. 
*** 
Ketika sekolah aktif kembali, dalam arti masa liburan telah habis. Semua murid kembali memasuki gerbang masa depan. Ketika pertama kali meihat gedung sekolah yang berlantai 3, Avery mengingat bahwa bangunan itu bukan bangunan biasa. Di dalam bangunan tersebut, terdapat sebuah aturan dan kekuatan yang sangat kuat yang melindungi gedung tersebut. 
“Ave, kenapa bingung? Masuk yuk?” Isaac merangkul Avery untuk masuk ke sekolah barunya itu yang ternyata memang bukan sekedar bangunan biasa. Avery pun melempar kebingungannya dan masuk dengan Isaac ke kelas. Karena kapasitas dalam kelas Isaac & Parrish yang sudah penuh, Avery akhirnya masuk ke kelas Eleazer & Allison. Karena itu merupakan ajaran baru, semua murid kelas dua belas sekarang pun diacak. Isaac, Parrish, Beatrice dan Irina duduk dikelas yang berbeda dengan Allison, Eleazer, Kebby, dan Avery. Sedang Aro, Alistair, Jemaine, dan Randall menghilang begitu saja dari permukaan sekolah setelah kematian Vladimir. 
“Saac, Rish, gw mau bicara sama lu berdua. Hari ini sepulang sekolah dilapangan” karena telah memiliki CP Isaac dan Parrish, Avery hanya mengirimi mereka text sms untuk mengadakan pertemuan dilapangan setelah kelas bubar, menurut Avery, pembicaraan ini adalah pembicaraan tentang sekolah mereka ini. 
“Ave, lu harus siap sekolah disini” bisik Kebby yang duduk tepat dibelakang Avery. Avery hanya memberi senyuman kecil sambil menyelipkan pandangannya kepada Allison dan Eleazer tanpa mereka sadari. Sedang Eleazer dan Allison tengah sibuk membicarakan hal-hal lain. Karena merasa bahwa sekolah ini sudah dibangun dengan beberapa aturan tentang hubungan manusia
dengan para siluman, Avery dengan percaya diri memperkenalkan dirinya kepada Allison dan Eleazer. 
“Hey” Avery memperkenalkan diri kepada dua orang tersebut. Ia berlagak seperti tidak tahu bahwa mereka tidak terlibat dalam kisah ini, yang ia tahu mereka hanyalah dua orang murdi biasa seperti yang lainnya. Keduanya memberi senyum perkenalkan kepada Avery pertanda bahwa mereka memang tidak ada kaitannya dengan semua itu. Akhirnya perkenalan Avery dengan Eleazer dan Allison berlangsung dengan sangat baik, karena sepertinya Allison dan Eleazer juga menerima kehadiran Avery di sekolah barunya. Hal unik terlihat ketika Avery menyaksikan mainan tas Allison yang terbagi dari empat bagian, tubuh srigala yang dibagi empat, kepala, kaki, dan tubuh mereka yang dibagi dua. Itu semua tak membuat Avery terkejut karena ia memang telah mengetahui keluarga besar Allison adlah keluarga pemburu para siluman. Selama pelajaran berlangsung, Avery tidak pernah benar-benar memperhatikan sang guru ketika menjelaskan materi pelajaran. Ia masih terkejut dengan dijadikannya bangunan ini menjadi sebuah sekolah, dan dimana didalamnya terdapat pergaulan antara manusia dengan siluman. 
Tepat sepulang sekolah, Avery menunggu Isaac dan Parrish di lapangan. Isaac dan Parrish tidak membuang banyak waktu untuk membuat Avery menunggu mereka terlalu lama. 
“Ada apa sih sebenarnya, Ave?” Avery melihat kesana-kemari ketika Parrish menanyakan perihal mereka dilapangan. Avery memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mengikuti mereka, takutnya semua akan terbongkar begitu saja. 
“Gw mau nanya juga sama kalian, sekolah ini sejak kapan berdiri?” Avery memastika terlebih dahulu apakah yang ia fikirkan itu benar. Parrish dan Isaac tidak tahu pasti kapan sekolah itu dibangun, namun mereka mengetahui kapan sekolah itu aktif sebagai sekolah.
“Kita juga gak tau pasti, Ave. Yang kita tau, sekolah ini sudah aktif sejak 35 tahu belakangan” Isaac menjelaskan kapan sekolah itu mulai aktif, Isaac dan Parrish semakin tidak menegrti dengan jalur pembicaraan Avery. 
“Kalian harus tahu, sekolah ini dulunya adalah sebuah tahanan untuk para siluman” Avery memberikan pernyataan mengejutkan. Fakta dimana dulunya sekolah mereka adalah sebuah bangunan yang digunakan sebagai penjara untuk semua siluman, dan juga sebagai tempat eksekusi terburuk bagi bangsa siluman. 
“Di belakang sekolah ada gudang kan?” Avery kembali memberi tahu Isaac & Parrish bahwa sesuatu yang besar disimpan di dalam gudang sekolah, dan mereka harus masuk kesana, saat itu juga. Sesampainya di gudang, Avery kembali melihat keadaan sekitar untuk memastikan bahwa mereka aman. Hanya dengan sedikit tendangan, pintu gudang terbuka lebar. Mereka tidak menemukan barang-barang yang berarti, mereka hanya menemukan dus bekas dan barang-barang yang selayaknya tinggal di gudang. 
“Kalian tidak melihat apa-apa kan?” teka-teki yang diberi Avery semakin rumit dan juga menarik, karena mereka telah menunggu terlalu lama untuk sesuatu yang besar. Avery memindahkan beberapa dus bekas yang terletak di sudut gudang, lalu ia menarik lantai dimana hanya lantai ukuran 1x1 meter itulah yang terbuat dari papan. Lantai tersebut sama hal nya dengan lantai yang dulu pernah Isaac temukan di dalam kamarnya, bedanya lantai di gudang memiliki kurang lebih 20 anak tangga untuk menghubungkan gudang dengan ruang bawah tanahnya. Avery langsung menekan tombol yang berada pada pintu masuk rungan tersebut karena ia sudah hafal dengan ruangan tersebut. Dan apa yang mereka lihat, sangatlah membuat Isaac & Parrish bertambah terkejut lagi. Setidaknya, 7 ruang tahanan mereka lihat. Bukti perkataan Avery memang benar. Ruang tahanan disini memang lebih sedikit dibandingkan yang dimiliki oleh sekolah pada dahulunya, karena memang ruang bawah tanah ini digunakan untuk menahan semua kunci keberhasilan para siluman, seperti pemimpin para siluman.
“Di sekolah ini, kalian semua sekolah di tempat yang sangat aman untuk para bangsa siluman dan manusia. Karena di sekolah ini telah tertera aturan tentang sakit-menyakiti antara manusia dan siluman. Dulu, nenek moyang kita, pemimpin dari segala siluman sebelum akhirnya para siluman berpisah, telah melakukan persetujuan dengan pempimpin para manusia untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat yang bisa digunakan untuk manusia dan para siluman untuk melakukan belajar-mengajar. Disini bukan hanya murid yang memiliki kekuatan seperti kita, tapi guru-guru kita sebagian adalah para siluman seperti kita. Para siluman yang hidup disini telah melupakan nafsu mereka untuk membunuh para manusia, karena mereka yakin jika mereka bisa menahan nafsu itu, mereka akan hidup dengan damai dengan manusia” Avery masih menceritakan sedikit detail tentang sejarah sekolah itu. avery pun menunjukkan bukti tertulis tentang kesepakatan itu agar Isaac & Parrish percaya dengan apa yang ia katakan. Wajah Isaac & Parrish semakin bingung mendengar pernyataan tersebut. Kenapa orang tua mereka tidak pernah menjelaskan kepada mereka tentang itu sebelumnya? Apakah orang tua mereka bertujuan untuk melindungi mereka, para bangsa siluman? 
4. 3 in 1 
“Tunggu” Isaac tiba-tiba mencium bau manusia yang baru saja keluar dari ruangan itu. Bau nya semakin kuat ketika mereka berjalan menuju lorong di ujuang ruangan untuk bersembunyi. 
“Ave, Saac. Kita harus secepatnya keluar dari tempat ini” karena merasa tak lagi aman, Parrish meminta kedua temannya tersebut untuk secepatnya meninggalkan ruangan ini. Mungkin saja Eleazer telah mengintai mereka sebelum mereka datang ke ruangan ini, atau bahkan Allison yang telah bersiap- siap menembaki mereka dengan peluru perak.
Dan akhirnya kejadian yang tak diinginkan terjadi. Eleazer dan Allison memang telah menunggu di depan pintu gudang. Dua ekor Kitsune dan seekor srigala melawan seekor Hyena dan seorang manusia. 
“Avery, selamat bergabung” Allison mengucapkan dengan nada yang sangat semangat. Kenapa tidak, karena ia mempunyai satu target lagi untuk dibunuh selain Isaac, Parrish, dan yang lainnya. 
“Dengan senang hati, Allison” pun Avery membalas dengan sedikit senyuman yang membuat Allison berubah menjadi kesal dengan melihat wajah Avery. Mereka bertiga telah bersiap melawan Eleazer & Allison. Namun perperangan sepertinya akan bertambah seru, karena pada saat itu juga terjadi bulan purnama. 
“Dan disinilah akhir hidup kalian” Allison langsung menembakkan shotgun terbaiknya. Semua siluman tersebut langsung berpencar guna mengelabui Allison dan Eleazer. Eleazer pun semakin ganas, ia mulai bingas dari sebelumnya. Semua siluman telah berubah menjadi wujud sebenarnya mereka. Entah disengaja atau tidak, Allison menembak Eleazer dengan peluru perak terakhirnya. Eleazer hilang kendali, dan langsung pingsan. Takut efek yang ditimbulkan peluru perak semakin buruk, Isaac & Parrish membawa Eleazer ke rumahnya. 
“Gw gak habis fikir sama Allison, kenapa dia sampai menembak Eleazer?” Parrish merasa ada keanehan saat itu. Kenapa dengan mendadak Allison menembak Eleazer? Bukankah selama ini mereka adalah partner kerja untuk memburu para siluman. Dan kanehan yang lain adalah, tubuh Eleazer yang tiba-tiba sembuh dan dapat melawan efek dari peluru Allison, namun Eleazer masih masih tidak sadarkan diri. 
“Kalian harus membunuh Allison” tangan Eleazer menahan tangan Isaac dengan sangat kuat. Eleazer telah siuman, namun tak lama Eleazer pun menyusul Vladimir. Tubuhnya memang mengalami penyembuhan yang cepat, namun peluru Allison terlebih dahulu menikam tepat di jantungnya. Sama
halnya yang terjadi dengan Vladimir, tubuh Eleazer berubah menjadi abu ketika jantungnya tak lagi berdetak. 
Setelah kehadiran Allison, telah banyak nyawa siluman tak bersalah yag mati sia-sia. Kehadiran Isaac & Parrish sangatlah dibutuhkan, karena mereka adalah kunci perdamaian antara bangsa manusia dan bangsa siluman. Begitu pula dengan kehadiran Avery, ia adalah sosok yang akan menghentikan segalanya, dengan ia mengetahui sejarah para siluman dan lebih lama hidup dengan para siluman, dan lebih lama berbaur dengan pemburu yang selalu memburu siluman. 
“Ave, kenapa pada buku yang di beri Ibu Isaac, gak ada nama werehyena?” Parrish mencoba mengingat kembali sebuah buku yang dulunya mereka baca bersama di ruangan di bawah kamar Isaac. Ya, sebuah buku yang dulu diberikan orang tua Isaac untuk memberikan informasi-informasi tentang bangsa siluman tentunya. 
“Maksud lu robekan kertas ini?” Avery menunjukkan sebuah robekan kertas kepada Isaac & Parrish yang bertuliskan werehyena, dan itu menjelaskan bahwa memang buku itu menjelaskan semua detail tentang para musuh werewolf. Isaac dan Parrish juga masih susah menerima fakta yang sesungguhnya, Vladimir dan Eleazer mati sia-sia karena Allison. Beruntung, dengan hadirnya Avery, sedikit memberi mereka kesempatan memenangkan perang ini dari Allison. 
“Ibu Isaac memberi gw robekan ini ketika kami melakukan pertemuan terakhir sebelum akhirnya gw bertemu kalian. Kenapa dia menyuruh gw nyimpan ini? Karena dia fikir kalian belum siap dengan semua ini. Kalian masih butuh pelajaran lagi, kalian butuh penguasaan kekuatan kalian, dan kalian belum cukup dewasa untuk itu” Avery melanjutkan kisahnya. Isaac dan Parrish mendengarkan cerita Avery dengan seksama, karena mereka merasa itulah titik dari semuanya, BELAJAR, KONTROL, & DEWASA. Tapi bukan hanya itu yang harus mereka miliki, tetapi juga rencana yang matang untuk mengalahkan
segalanya. Tiba-tiba, Parrish harus pulang ke rumah. Karena juga mendadak sang kakak, Liam, juga telah sampai di rumah. 
“Ave, bukannya Kitsune bermata kuning emas?” 
“Oh itu, mata gw. Emang mata gw berwarna apa?” 
“Ave, jangan belagak gak tahu. Lu udah tahu sebenarnya kan, mata lu itu berwarna biru. Dan itu bukan mata Kitsune” 
“Gw, keturunan Kitsune-werehyena” 
“Ha? Gw gak pernah dengar tentang itu” 
“Juga gw Saac, gw gak pernah tahu ternyata mama gw itu Kitsune, dan papa gw itu werehyena. Sama halnya dengan lu, tapi Ayah lu werewolf, kan?” 
“Ok, bagaimana dengan Parrish? Dan kenapa Parrish itu Kitsune yang spesial?” 
“Sedang kedua orang tua Parrish adalah murni manusia” 
“Liam? Kakaknya Parrish?” 
“Liam adalah anak angkat orang tua Parrish. Mereka tidak menyadari bahwa Liam adalah seekor Kitsune, dan karena itu pula, mereka berhasil mendapatkan anak, Parrish. Ajaibnya, Parrish adalah seekor Kitsune seperti kakaknya” 
“Trus, bagaimana dengan dendam Allison?” 
“Gw masih mencari tentang mereka” 
Pembicaraan tersebut jelas membuat teka-teki tentang Liam, bagaiamana mungkin Parrish bisa terlahir dari dua orang yang murni memiliki wujud manusia tanpa kekuatan seperti siluman. Liam, Kitsune yang lahir sebelum Parrish dan telah kehilangan 8 ekornya demi menjaga sang adik, Parrish. Terkuak lagi sebuah misteri, Liam memang disengaja untuk di taruh di rumah orang tua mereka yang sekarang, karena Liam adalah Kitsune yang akan menjaga Parrish sampai Parrish siap untuk membuat sejarah baru. Dan itulah kenapa Parrish merupakan Kitsune yang sangat spesial sejauh ini. Berbalik ke Liam, Liam juga mempunyai pendaping, Kitsune wanita. Kitsune yang juga dari
awal telah memperhatikan Liam dari kejauhan. Dan ketika berumur 10 tahun, barulah Kitsune tersebut menjadi peliharaan Liam. 
“Liam” 
“Parrish” 
“Isaac mana?” 
“Di rumah” 
“Bareng Avery?” 
“Tu kan. Lu udah tahu semuanya” 
“Parrish, gw lahir duluan dari lu. Dan gw lebih tahu dari lu” 
“Dan gw tahu kalo lu itu juga Kitsune” 
“Ha? Kitsune?” 
“Liam, jangan pernah nyembunyiin apa-apa lagi dari gw” 
“Lu mau cerita yang sesungguhnya?” 
“Jelas gw pengen tahu yang sebenarnya, Liam” 
“Sebelumnya gw mau bertanya, lu udah tau tentang rubahnya?” 
“Udah, gw cuma mau dengar itu semua dari mulut lu, Liam” 
“Gw Kitsune, Rish. Gw kayak lu” 
“Kan, lu. Kenapa gak dari dulu bilang ke gw?” 
“Parrish, percaya sama gw. Lu belum siap untuk itu” 
“Dan lu abang gw. Seharusnya lu bilang dari dulu” 
“Lu tahu, ekor gw cuma ada satu. Gw kehilangan 8 ekor gw hanya untuk jagain lu Rish” 
“Liam, kenapa lu harus mastiin gw untuk aman?” 
“Parrish, lu itu spesial. Lu tahu kan? Mama sama Papa itu manusia. Mereka bukan siluman kayak kita” 
“Trus lu?” 
“Gw bukan anak Papa sama Mama” 
“Kenapa bisa?” 
“Rish, gw gak harus cerita kan?”
“Gw gak mau dengar ceritanya dari orang lain, Liam. Gw pengen abang gw yang jelasin semua ke gw” 
Liam akhirnya menceritakan semuanya kepada Parrish, tapi dia masih menyimpan cerita tentang Irina yang tiba-tiba menyerang Beatrice dan rubah yang selalu bersamanya. Lain halnya dengan mereka, Avery juga masih menjelaskan tentang berapa banyak siluman yang masih hidup di bumi Indonesia sampai sekarang ini. Peradaban siluman yang dimulai dari Eropa, dan sampai akhirnya mereka mempunyai tempat di Indonesia. 
Setelah pulang ke rumah, tentunya Liam lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Parrish, karena juga rubah yang selalu bersamanya juga telah tewas ketika mereka dalam perjalanan pulang, dan itu semua ulah manusia yang mempunyai misi seperti Allison. 
*** 
Satu lagi kenyataan yang harus diterima oleh semua siluman, dan khusunya Isaac. Irina, sang pacar juga merupakan seorang wolfhunter seperti Allison. Irina memang hanya manusia yang selama ini bersembunyi dibalik Beatrice agar para siluman seperti Isaac tidak mengetahui bahwa ia lah yang telah merencanakan semuanya, dan barulah memberi perintah kepada Allison untuk melakukan semua rencana mereka. 
“Irina, seharusnya lu gak pernah bersembunyi kayak gini” 
“Lu tau kan, Al. Gw sembunyi agar mereka percaya sama gw, dan disaat mereka percaya, boom” 
“Tapi lu udah ngabisin banyak waktu buat sembunyi” 
“Bukan berarti gw takut kan?” 
“Gini Rin, sekarang kita harus membunuh semua siluman secepat mungkin” 
“Gw setuju, dan gw minta Isaac harus mati ditangan gw”
“Itu terserah lu Rin, bagaimana dengan Beatrice?” 
“Beatrice? Juga udah tewas” 
“Gimana bisaa tewas?” 
“Lu tau kan rubah yang selalu pergi bareng Liam, kakaknya Parrish. Gw cuma memberi sedikit bumbu aja agar mereka saling menyerang satu sama lain” 
“Dan Liam?” 
“Dia menghilang. Tapi gw yakin dia masih hidup dan pasti dia mengadu kepada adik kesayangannya” 
“Gw gak peduli lagi, Rin. Gw hanya ingin mereka membalas semua kematian keluarga kita” 
Dan Irina adalah sepupu Allison yang selama ini lebih tenag dari Allison. Dan karena itu juga, Irina berhasil menyembunyikan segala dendamnya dari semua sahabatnya selama ini. Dia berhasil tersenyum dibalik tangis dan irisan yang perih yang tepat tertanam dihatinya. Irisan luka karena kematian keluarga besar tepat didepan mata yang dikarenakan oleh sekawanan werewolf. Satu janji Irina, Isaac akan mati ditangannya. Jika ia tak berhasil, maka Irina lah yang akan mati ditangan Isaac, hanya itu. 
Akhirnya, setelah satu minggu kepulangan Liam, dia baru bisa bertemu dengan Isaac & Avery, dikarenakan ia harus beristirahat yang cukup setelah kejadian yang menimpanya. Ditemani sang adik, mereka datang ke rumah Isaac dimana pada saat itu juga ada Avery yang tengah berbincang dengan Ibu dan Ayah Isaac. 
“Rish, lu gak ngomong ke kita kalo kakak lu pulang ya?” tanya Isaac berbisik kepada Parrish dengan nada bercanda kepada sahabatnya tersebut. 
“Gimana mau bilang ke kalian, Liam nya sendiri gak ngebolehin” berbalik Parrish membisikan jawaban yang sangat tepat kepada Isaac yang juga bisa didengar oleh seisi ruangan tersebut karena didalam ruangan tersebut adalah para siluman.
“Sorry Saac gw gak bilang ke lu. Soalnya ini juga menyangkut Irina” Isaac langsung terdiam ketika Liam menyebutkan nama Irina didepan orang tuanya dan juga ia. Liam pun tidak dengan nada bercanda menyebutkan nama Irina. 
“Maksud lu?” Isaac bertanya dengan nada penasaran kepada Liam yang juga sudah dianggapnya sebagai kakanya sendiri. Ia pun tak segan hanya menyebutkan nama ketika berbincang dengannya. 
“Irina, sepupunya Allison” di ruangan tersebut, hanya Isaac lah yang benar-benar terkejut mendengar bahwa Irina juga berasal dari keluarga pemburu yang selama ini memburu mereka. Orang tua Isaac dan Avery juga telah mengethaui dari lama tentang Irina. Wajah cantiknya mampu mengelabui kpribadian Isaac. Parrish baru mengetahui ketika Liam pulang dan menceritakan kronologis kejadian dimana rubah yang selalu bersamanya dan juga Beatrice telah tewas di tempat dan saat yang sama. 
“Isaac, kita semua sudah mengetahui dari awal. Bahkan, Irina lebih berbahaya dari Allison” mendengar sang Ibu mengucapkan kaliam terakhir, Isaac langsung mengambil kunci motornya, dan pergi meninggalkan mereka menuju ke rumah Allison. Kenapa ia pergi ke rumah Allison? Karena selama ini Irina tidak pernah membolehkan ia dan teman-temannya bertanggang ke rumah Irina, bahkan untuk belajar. Tidak mungkin mereka semua mengikuti Isaac ke sarang musuh. Yang mengikuti Isaac hanyalah Avery dan Parrish. 
“Allison, keluar lu sekarang” sorak Isaac sangat lantang. Tak lama, bukannya Allison, tetapi malah Irina yang keluar dengan tangan kosong. 
“Ada apa?” tanya Irina lebih lantang seolah tak mengetahui bahwa tubuh yang berdiri didepannya adalah Isaac. 
“Irina, ternyata kamu . . .” 
“Ya, aku yang akan mengakhiri kehidupan kamu, Isaac” potong Irina. 
“Isaac, aku udah bosan hidup dengan topeng polos terus. Aku ingin hidup ku yang dulu. Berburu para siluman dan membunuh mereka” lanjutnya. Isaac
hanya diam melihat perubahan Irina yang sangat drastis tersebut. Ia hanya mengepalkan tangannya sekuat mungkin. 
“Yaudah, bunuh” hanya mengucapkan kata bunuh, Allison yang masih berada didalam, menembakkan shotgun nya tepat pata dada Isaac. Isaac langsung lumpuh, pergerakkannya melemah. Allison pun keluar setelah Isaac benar-benar tak mampu bergerak. 
“Al. Lu gila ya?” Irina langsung emosi melihat Allison yang tiba-tiba saja menyerang Isaac tanpa peritahnya. 
“Rin, lu kelamaaan” pungkas Allison. 
“Lu tau kan, Isaac harus mati ditangan gw” Irina tak terlalu kuat, namun Isaac mendengar perkataan Irina yang langsung membuatnya semakin mengeracau. Isaac bangkit dan langsung membawa kabur Irina. Allison tak tinggal diam, diapun kian kemari menembakkan shotgun nya menuju Isaac, namun masih saja meleset. Isaac ingat sebuah tempat dimana dahulunya Avery membawanya bersama Parrish untuk mengetahui sejarah berdirinya sekolah mereka, Morresey High School. 
“Isaac, kamu mau bawa aku kemana?” 
“Ke masa lalu” 
“Maksud kamu masa lalu?” 
“Kamu pun pasti udah tau, Rin. Aku hanya ingin memperlihatkan bagaimana manusia menahan bangsa siluman dahulunya. Kamu itu, itu semua ulah manusia yang menyiksa kaumku” 
“Isaac, manusia hanya ingin hidup damai dengan para siluman. Tapi apa? Bangsa siluman duluan yang menyerang manusia” 
“Tapi kenapa harus kalian siksa sekejam ini?” 
“Kami tidak menyiksa, Saac. Kami membunuh” 
“Dan cara kalian membunuh” 
Cahaya lampu pun menyala secara tiba-tiba. Ternyata didalam ruangan tersebut telah berdiri sekelompok manusia dengan senjata mereka masing-
masing. Itu semua adalah rencana Allison, namun Allison memutuskan tidak datang. 
“Siapa kalian?” Irina memang tidak mengetahui mereka yang kebanyakan memakai jaket kulit hitam dan berkepala plontos, juga mereka terlihat berumur 25-30 tahunan. Mereka tak menjawab, malahan mereka memompa senjata mereka dan siap untuk menembakkan kearah Isaac dan Irina. 
“Awas, Rin” Isaac langsung merangkul Irina dan membawanya pergi dari sana, namun tiba-tiba juga pintu ruangan tersebut telah dikunci dari atas. Tapi sebelumnya, Avery, Parrish, Liam, dan Kebby pun juga telah berdiri di belakang Isaac, mereka siap mengakhiri perang dingin tersebut. 
“Saac, lebih baik lu bawa Irina sejauh mungkin” perintah Liam yang langsung Isaac lakukan. Ia dan Irina mencari pintu manual dimana pintu yang bisa membawa mereka keluar dari ruangan tersebut. Liam, Parrish, Avery, dan juga Kebby akhirnya berperang dengan tangan kosong melawan para manusia yang sangat kejam tersebut. Isaac dan Irina menemukan pintu kecil yang menghubungkan ruangan tersebut dengan ruangan guru yang sangat jauh jaraknya jika dihitung dari ruangan tersebut. 
“Stop” Irina mencegat langkah Isaac diwaktu mereka akan sampai ke ruangan guru. Isaac langsung berhenti. 
“Kenapa?” tanya Isaac. 
“Gw gak bisa pergi sama lu” jelas Irina yang telah merubah tata bahasanya terhadap Isaac dari “AKU-KAMU” menjadi “LU-GW”. 
“Jelas kamu harus pergi bersama aku, Rin. Aku akan buka mata kamu tentang apa yang sebenarnya terjadi antara bangsa aku dan juga kamu” Isaac bersikeras membawa Irina bersamanya saat itu juga. 
“Gw harus balik ke tempat tadi, gw harus akhiri semua” 
“Maksud kamu?” 
“Mengakhiri perang dingin ini dengan perdamaian Isaac” Pun langsung Isaac memutar balik arah mereka ke ruangan sebelumnya yang lumayan jauh
jika dilakukan dengan jalan kaki. Sesampainya disana, mereka melihat para siluman masih beradu kuat, namun Allison juga ada disana. Perkataan Irina tentang perdamaian berubah ketika ia masuk kebarisan Allison. 
“Isaac, gw hidup buat mengakhiri bangsa kalian. Bukan buat nyerah kayak tadi” perubahan Irina memang membuat Isaac semakin tidak bisa memendam amarahnya. Rencana untuk tidak melakukan perlawanan berubah ketika wajahnya berubah menjadi wajah srigala, dan juga kuku-kukunya yang menandakan akan mengakhiri perang ini, bagaimanapun. 
“Jika itu mau kamu” Isaac hanya memberi jawaban singkat pertanda ia menerima ajakan perperangan tersebut. Alison memberi Irina sebuah senjata yang sudah lama tidak Irina gunakan untuk berburu para siluman. Senjata yang ukurannya lebih kecil dari ukuran senjata Allison, dan juga memiliki peluru yang berbeda dengan yang dimiliki oleh Allison, pemanah yang sudah dimodifikasi dengan gaya modern. 
Kenapa para siluman dan manusia berperang? Manusia beranggapan bahwa para siluman telah membuat kekacauan dimuka bumi ini. Dimulai dari hal kecil, seperti memperlihatkan diri mereka kepada manusia disaat yang tidak tepat. Hinggal hal besar seperti membunuh manusia dengan sangat ganas, bahkan mereka membuat manusia bertransformasi menjadi siluman seperti para siluman. Adakah penawar agar semua makhluk dibumi ini damai? Adakah? 
Liam, Avery, Parrish, dan Kebby masih mempunyai tenaga untuk melawan manusia, walau mereka tak menggunakan senjata seprti para manusia. Walapun Liam telah tertembak dua peluru, namun semangatnya untuk menghentikan perlawanan manusia masih utuh. Pun peluru yang terkena pada tubuh Liam hanya peluru biasa. Dilain sisi, Isaac masih berdiri kaku di depan Allison dan Irina yang sudah siap menembak Isaa, namun mereka berdua belum menekan tombol senjata mereka untuk menembak Isaac. Entah apa yang ditunggu mereka berdua sehingga mereka pun terdiam seperti Isaac.
“Tunggu apa lagi? Langsung aja tembak kalo kalian ingin gw mati” Isaac memerintahlan kedua bersaudara itu untuk langsung menembaknya. Untuk langsung mengakhiri hidupnya. Isaac pasrah jika ia memang harus mati oleh peluru Irina ataupun Allison. Allison langsung menembakkan shotgunnya dan membuat Irina jelas terkaget. Itu adalah peluru perak Allison yang terakhir setelah menghabiskan beberapa pelurunya melawan Avery, Parrish, Liam, dan Kebby. 
“Allison, lu gila ya?” ekspresi Irina memperlihatkan bahwa ia memang terkejut dengan langkah yang diambil oleh Allison. Sebenarnya, ia juga tidak tega untuk membunuh Isaac dan para siluman lainnya, namu ia harus menunaikan dendam keluarganya agar keluarganya bahagia. 
“Jangan pernah beranjak dari tempat kamu” Isaac mencegat Irina yang ingin mendekatinya dan menolongnya. Isaac tak ingin lagi Irina menyentuhnya. Cukup kali ini ia melihat Irina yang akan mengakhiri hidupnya. 
“Jangan pernah sentuh gw dengan tangan kotor lu” Isaac semakin mengeluarkan amarahnya didepan Allison dan Irina. Irina hanya tertunduk dan sedih, ini pertama kalinya Isaac berkata sangat kasar kepadanya. Ia pun merubah tata bahasanya seperti yang dilakukan Irina kepadanya. 
“Rin, ini emang udah saatnya” Allison memberi semangat kepada Irina agar secepatnya membunuh Isaac. Kitsune dikenal sebagai makhluk yang bisa memakan aliran listrik. Ketika teringat dengan hal itu, Parrish dan Avery langsung mengsiasati semua hal di ruangan tersebut. Mereka menggunakan tangan mereka memakan semua aliran listrik yang ada di ruangan tersebut dan seketika semua ruangan tersebut menjadi sangat gelap gulita. Liam langsung membawa Isaac jauh dari tempat itu, diikuti Kebby, Avery, dan Parrish. Irina dan Allison tidak bisa melihat apapun kecuali warna hitam yang menyelimuti mata mereka. 
Setibanya di rumah, semua siluman tersebut saling membantu menolong nyawa Isaac, agar tidak seperti Vladimir yang telah tewas terlebih dahulu.
Orang tua Isaac pun juga membantu agar anak mereka selamat seperti semula lagi. 
“Yah, ayah harus mencabut pelurunya, sebelum efeknya semakin menjalar” Ibu Isaac menyuruh sang suami untuk melakukan hal tersebut karena hanya Ayah Isaac lah satu-satunya werewolf yang tertinggal disana. Ayah Isaac langsung memasukkan jari telunjuknya kedalam dada Isaac tepat disamping jantung Isaac terletak. Ia merasakan pelurunya dan langsung mencabut peluru tersebut dengan kukunya. Sebelumnya, tubuh Isaac yang terkena peluru perak Allison memulai bereaksi dengan berubah warna menjadi hitam dan menjalar seperti akar. Dengan berhasilnya peluru tersebut dicabut, Isaac mendapatkan kesempatan untuk hidup lagi dan melanjutkan perjalanannya menuju perdamaian. Setelah menyelamatkan nyawa anaknya, kedua orang tua Isaac harus membicarakan perihal yang lebih penting berdua. 
“Mas, apakah kita harus memberi tahu mereka tentang segerombolan siluman itu?” 
“Belum waktunya, Bu. Kita harus memastikan bahwa mereka akan benar- benar datang” 
“Apakah maksud kamu kita harus pergi dari rumah lagi?” 
“Apakah kita mempunyai pilihan lain?” 
Orang tua Isaac membicarakan tentang segerombolan siluman yang tergabung dari Kitsune, werewolf, dan werehyena yang akan mendatangi kota mereka. Tepatnya mereka akan menemui Isaac, Parrish, dan Avery, krena mereka bertiga adalah siluman yang lahir dengan sangat spesial. Liam juga telah mengetahui bahwa nanti akan ada segerombolan siluman yang akan datang ke kota ini untuk menemui mereka bertiga. 
“Kalian bisa menjaga Isaac sampai dia sembuh kan?” tanya Ibu Isaac yang telah siap melakukan perjalanan menemui para siluman lain. 
“Emang om sama tante mau kemana?” Kebby berbalik bertanya karena melihat pasangan tersebut sangat khawatir dan tergesa-gesa.
“Belum saatnya kalian tahu” jawab Ayah Isaac singkat. 
“Liam, mungkin kamu ingin ikut dengan kami” lanjut Ayah Isaac menawarkan Liam untuk pergi dengan mereka. Dengan sedikit merasa aneh, Liam pun menerima tawaran tersebut. 
“Liam, lu musti hati-hati. Gw gak pengen lu kenapa-napa” dengan nada cemas, Parrish memeluk kakaknya tersebut dengan sangat erat. 
“Pasti, lu juga” Liam melepaskan pelukan Parrish dan langsung pergi dengan orang tua Isaac yang sudah menunggu dia di depan pintu. 
Liam dan kedua orang tua Isaac pun akhirnya pergi untuk menemui para siluman yang akan datang ke kota itu, dan juga orang tua Isaac juga ingin berbicara dengan Liam tentang para kawanan siluman tersebut. Liam yang awalnya tidak tahu-menahu tentang rencana orang tua Isaac, hanya diam jika kedua orang tua Isaac tidak mengajaknya untuk berbicara. 
“Liam, kamu tahu kenapa kami mengajak kamu?” tanya Ayah Isaac menghentikan langkah mereka. 
“Beneran Om, Tante, Liam gak tahu sama sekali tentang ini” Liam menjawab tenang. 
“Trus bagaimana dengan kawanan siluman yang akan datang menemui Isaac, Avery, dan juga adikmu, Parrish” Ibu Isaac memberi clue agar Liam mengingat apa yang tengah mereka bicarakan. Liam pun berusaha untuk mengingat. 
“Jadi Om sama Tante ngajak Liam pergi hanya untuk ingin tahu tentang kawanan siluman itu?” Liam mulai merasa orang tua Isaac memanfaatkannya. 
“Liam, kami hanya ingin kamu mengakui bahwa kamu mengetahui mereka akan datang, kan?” Ayah Isaac pun mulai emosi. 
“Om, Tante. Ok kalau kalian berdua ingin tahu. Ya, sebelum Liam balik kesini, Liam telah bertemu dengan Gibson. Mereka merencanakan untuk datang kesini setelah purnama penuh selanjutnya. 1 minggu lagi” Liam menjelaskan
bahwa ia telah bertemu dengan Gibson, pemimpin para siluman di negeri seberang. 
“Gibson? Bukankah para siluman telah mengusirnya karena ia berkhianat?” Ibu Isaac mengingat bahwa Gibson telah diusir dari kawanan, karena Gibson yang berkhianat dan malah bergabung dengan manusia untuk memburu para siluman. 
“Gibson telah kembali kekawanan Om, Tante. Karena hanya Gibson yang bisa membawa para siluman kepada Isaac, Avery, dan juga Parrish” semua akhirnya dituturkan Liam kepada orang tua Isaac. Mereka bergegas pergi menuju kawanan siluman yang masih dipimpin oleh Gibson. 
Isaac masih tidak sadarkan diri setelah sang Ayah berhasil mencabut peluru yang bersarang didadanya, Avery, Parrish, dan Kebby pun masih setia menemani Isaac. Tapi, secara tiba-tiba Isaac bangun dan membuat ketiga temannya terkejut. 
“Isaac” ucap Avery, Kebby, dan Parrish berbarengan. 
“Kita harus menemui Gibson” itulah kalimat pertama yang Isaac ucapkan ketika dia baru sadar dari sekaratnya. Tak mementingkan ketiga temannya, ia langsung menuju tempat Gibson yang ia juga tidak mengetahui. 
“Isaac, lu mau nyari Gibson dimana?” Kebby pun menanyakan hal yang Isaac sendiri tidak mempunyai jawabannya. 
“Lagian, Liam sama orang tua lu lagi dijalan menuju ke tempat Gibson” Parrish keceplosan memberi tahukan bahwa Isaac telah didahului oleh kedua orang tuanya dan Liam. 
“Berarti mereka tahu dimana Gibson. Kita harus menyusul mereka” Isaac langsung bergeas menyusul Liam dan kedua orang tuanya. Ketiga temannya hanya diam melihat kepergiaan Isaac yang tiba-tiba, dan mau tak mau mereka harus menyusul Isaac juga, agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. 
Gibson akhirnya bertemu dengan Liam dan kedua orang tua Isaac, Gibson dan yang lain telah melakukan perjalanan panjang, dan hanya bersisa 12 KM
jarak mereka ke Morresey High Schhol untuk menemui Avery, Isaac, dan Parrish. 
“Gibson” Ayah Isaac menghadang Gibson dan rombongan untuk berhenti melakukan perjalanan. Gibson dan rombongannya hanya sedikit terkejut 
“Jameson, kami sudah menunggu kalian” jawab Gibson menyambut kedatangan saudara kembarnya. Gibson dan Jameson adalah saudara kembar seperti Isaac dan Vladimir, walaupun wajah mereka sangat berbeda seperti yang juga terjadi pada Isaac dan Vladimir. Namun mereka telah terpisah selama 400 tahun lamanya karena Gibson yang tidak bisa menahan nafsunya untuk mengacau di duinia manusia. 
“Owh, Liam. Apa kabar?” Gibson berpindah ketika melihat Liam bersama orang tua Isaac. 
“Baik” jawab Liam singkat. 
“Gibson, kenapa kamu mau menemui 3 remaja yang belum siap itu?” Ibu Isaac bertanya kepada point penting yang mengaju kepada Avery, Isaac, dan Parrish. 
“Noshiko, kami sangat perlu bertemu dengan 3 anak muda itu” Gibson tidak menyebutkan kenapa ia dan kawanannya harus menemui Avery, Isaac, dan Parrish. 
“Kami hanya ingin jalan keluar dari semua perang kita dengan para manusia” Gibson pun langsung memberi jawaban tepat kepada Noshiko (Ibu Isaac) dan Jameson (Ayah Isaac). 
“Bukankah tidak ada jalan keluar antara manusia dan siluman?” Noshiko menebak. 
“Ada Om, Tante” jawab Liam mengagetkan Noshiko dan Jameson, dan juga Gibson. 
“Maksud kamu apa, Liam?” Noshiko memaksa Liam agar memberi jawaban yang pasti, bukan memberi teka-teki sepeti itu.
“Kita hanya perlu membuktikan kepada manusia bahwa kita bukanlah parasit di bumi ini” Isaac menjawab dari jauh pertanyaan sang Ibu. Semua siluman pun diam melihat kehadiran Isaac, Avery, Parrish, dan juga Kebby. Semua memang terkejut dengan kedatangan Isaac yang mendadak, terutama orang tuanya karena sebelumnya Isaac masih dalam keadaan sekarat melawan efek peluru Allison. 
“Isaac, kenapa kamu disini?” Jameson masih bingung dengan anaknya yang tiba-tiba sembuh dari sekaratnya. 
“Ayah, Ibu. Om Gibson dan para siluman ini melakukan hal yang sangat tepat karena memang hanya aku, Avery, dan Parrish yang mengetahuinya” Isaac menjelaskan sedikit detail tentang pertemuan itu. 
“3 bertiga maksdu lu Saac?” tanya Parrish kebingungan dengan pernyataan Isaac. 
“Parrish, lu lahir dari rahim dari sepasang manusia. Dan mereka murni manusia kan? Nah lu Ave, lu juga lahir dari percampuran seperti gw, tapi lu lahir dari Kitsune-werehyena, kan?” Isaac membuka penjelasan tentang mereka bertiga. 
“Ave, Rish. Kita bertiga itu ABADI” Isaac kembali membuat pernyataan mengejutkan. Mereka bertiga sangat spesial, mereka bertiga adalah siluman yang bisa hidup sampai akhir zaman, bahkan sampai zaman para siluman habis. Misalnya, Isaac yang bisa melawan efek peluru perak Allison. Werewolf pasti mati ketika peluru perak menancap di tubuh mereka. Pada keadaan sekarat, Isaac mengalami mimpi yang pernah ia alami ketika belum mengetahui bahwa ia adalah werewolf. Se ekor srigala datang menemuinya, se ekor srigala yang mempunyai ekor Kitsune dan mempunyai motif bulu seperti Hyena, dialah nenek moyang para siluman. Matanya berwarna seperti mata Hyena namun sedikit lebih terang. Ia berbicara kepada Isaac bahwa hanya 3 siluman spesial lah yang bisa mengakhiri perang ini. Siluman yang lahir dari percampuran werewolf-Kitsune, Kitsune-werehyena, dan siluman yang lahir dari darah
manusia murni. 3 siluman tersebutlah yang akan merubah segala sejarah tentang manusia dan para siluman. 
“Kita hanya perlu membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dengan damai” Isaac melanjutkan ceritanya. 
“Tapi kan, Saac. Manusia tidak akan pernah percaya kepada kita” Parrish berputus asa dengan segala kemungkinan. 
“Isaac, lakukan apa yang bisa kalian lakukan. Jika itu harus mengambil jalan buntu, kami bersama kalian” Gibson memberi semangat kepada Isaac untuk memimpin dan mengakhiri perang ini secara damai. Isaac dengan percaya diri menerima kepercayaan Gibson kepadanya, sontak Avery dan Parrish harus setuju dengan langkah yang diambil Isaac karena mereka juga merupakan kunci dari semua ini. 
“Kalian bisa beristirahat disini, atau melanjutkan perjalanan kalian menuju kota” Gibson memberi dua pilihan kepada gerimbolannya, semuanya memilih opsi kedua dan mengikuti Isaac. Memang tidak sampai di kota, mereka hanya sampai ditepian kota yang bisa memuat jumlah mereka. Kenapa tepian kota? Karena Allison pasti telah menunggu mereka jika mereka sampai ke kota. 
“Isaac, terimakasih karena kamu sudah memberi kami harapan untuk hidup” ucap Gibson yang merasa memiliki semangat untuk hidup berdampingan dengan manusia lagi setelah ia bertemu dengan Isaac dan kawanannya. Malam ini mereka semua harus beristirahat terlebih dahulu ditepian kota agar stamina mereka kembali. Keesokkan harinya barulah mereka semua beranjak. Isaac memimpin mereka semua untuk menjalankan segala rencana. 
“Irina, malam ini. Aku ingin kamu nemuin aku di bukit belakang sekolah. Malam ini” Isaac mengirimi Irina text sms agar bertemu dengannya untuk mengakhiri semua perang tersebut. Irina menebak bahwa Isaac akan membawa banyak siluman pada pertemuan tersebut, ia pun membawa semua pasukannya untuk pertemuan malam nanti, termasuk Allison.
“Saac, lu yakin malam ini?” Parrish tak yakin dengan keputusan Isaac yang langsung memutuskan malam itu sebagai malam terakhir mereka untuk berperang. 
“Rish, lebih cepat lebih baik. Jika kita nunggu lama, maka akan banyak nyawa lagi yang melayang” Avery menegaskan ia mendukung langkah Isaac. 
“Dan apa lu yakin semua berakhir malam ini?” Parrish kembali menanyakan keyakinan Isaac tentang perang tersebut. 
“Gw harus yakin, Rish” Isaac pun menjawab dengan tegas. Isaac dan Avery yakin bahwa mereka bisa menghentikan semua permasalahannya, namun tidak bagi Parrish, ia masih belum yakin dengan semua ini. Baginya masih ada keanehn dalam perjanjian nanti malam tersebut. 
“Isaac, lu bilang semua keturunan siluman campuran adalah abadi. Berarti Vladimir?” Parrish mengingatkan bahwa Vladimir juga siluman dengan darah campuran seperti Isaac. Isaac mapun Parrish jelas berfikir keras tentang Vladimir karena Vladimir juga satu darah dengan Isaac. 
“Tapi jasad Vladimir juga udah ngilang, Rish” Isaac juga baru mengingat bahwa tubuh Vladimir juga entah dimana sekarang. 
“Sekarang kita harus bertemu orang tua gw” Isaac buru-buru menemui orang tuanya untuk memastikan semua itu. memastikan apakah Vladimir sama dengan mereka, jika ia kemanakah Vladimir sekarang? 
“Bu” 
“Isaac, tentang Vladimir?” 
“Jelas” 
“Vladimir tidak abadi” 
“Kenapa Ibu bisa yakin?” 
“Karena hanya kamu satu-satunya percampuran Kitsune-werewolf yang abadi” 
“Isaac masih tidak mengerti, Bu”
“Isaac, kamu sama Vladimir memang werwolf spesial. Tapi Vladimir tidak sama dengan kamu. Walaupun darah Ibu mengalir dalam tubuhnya, tetapi tubuhnya menolak semua gen dari Ibu. Dan kamu tahu artinya apa?” 
“Werewolf mendominan gen-nya” 
“Tepat sekali” 
Ibu Isaac menjelaskan semuanya dengan jelas, dan Isaac mengerti semua jawaban dengan jelas pula. Jadi, tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Vladimir telah tenang. 
Pertanyaannya sekarang, apakah manusia bisa berdamai dengan siluman seperti siluman lakukan? Karena bisa dilihat perlakuan dari masing-masing bangsa yang tidak bisa melakukan semuanya dengan kesabaran. 
*** 
Detik demi detik berlalu, matahari pun berubah menjadi bulan. Bisa dihitung beberapa jam lagi akan terjadi purnama penuh. Isaac dan para kawanannya mulai mempersiapkan diri mereka. Begitupun Irina dan Allison yang juga menyiapkan diri mereka untuk pertemuan yang akan menentukan segalanya. Baik Irina maupun Allison, segera menuju tempat pertemuan seperti yang diktakan Isaac kepada mereka, Bukit belakang sekolah. Mereka sengaja membawa pasukan terbaik mereka agar para siluman tahu bahwa mereka serius. Berbeda dengan mereka, Isaac hanya membawa Avery dan Parrish dalam pertemuan mereka, jika ada suatu hal yang benar-benar mencurigakan mereka, barulah siluman lain datang. 
“Gw bilang tadi kan cuma lu sama Allison” secara permanen, Isaac telah mengubah tata bahasanya terhadap Irina. Irina terlihat berbeda sekali, ia bersikap lebih cuek dengan Isaac. 
“Kami juga tidak mengatakan tidak kan?” Allison menjawab pertanyaan Isaac. Irina masih berfikir apakah ia harus membunuh Isaac dan kawanannya.
Ketika semua serempak memompa pistol masing-masing. Para siluman datang dari segala sudut di Bukit tersebut. 
“Kami pun tidak mengatakan kami datang bertiga” tukas Avery dengan licik. Sama halnya dengan para manusia, para siluman pun telah siap jika manusia menarik pematuk pistol mereka. 
“Kami kesini bukan untuk melanjutkan perang, tapi mengakhiri” papar Isaac. Para manusia menurun kan semua senjata mereka tapi itu tidak menjamin mereka tidak akan menyerang. 
“Kalian fikir kami harus?” Allison mengacau. 
“Kami tidak pernah memaksa kalian untuk melakukannya, tapi kami hanya memberi opsi kalian untuk hidup” Parrish lebih mengacau dari pada Allison. Tak lama ketika semua manusia dan siluman mulai menyepakati perjajian, segerombolan siluman paling berbahaya datang, werehyena. Mereka tidak berkata apa-apa, namun langsung menyerang semua yang ada disana. Keadaan pun menjadi tidak terkendali, para manusia dan siluman berhamburan melakukan perlawanan. 
“Eleazer” wajah Isaac berubah sangat pesat. Mereka menyangka bahwa Eleazer telah mati setelah ditembak Allison. Semuanya berhenti tanpa aba-aba. Tak hanya Isaac, semua yang ada disana jelas merasa sangat aneh melihat Eleazer yang masih hidup, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. 
“Bagaimana? Terkejut? Gw aja” ucap Eleazer kepada Isaac yang masih terpana melihat kedatangan Eleazer. 
“Gw ingetin, gw bukan makhluk lemah kayak kalian. Dan lu semua lihat kan, jumlah gw bahkan berkembang pesat” lanjut Eleazer. 
“El, gimana bisa lu masih hidup?” potong Isaac. 
“Isaac, peluru gak bakal mempan bagi gw. Gw masih butuh hal yang luar biasa agar kalian semua bisa bunuh gw” Eleazer menyombong. 
“Dan lu Allison, lu bakal mati dengan senjata lu sendiri” tutur Eleazer memindahkan pandangannya kepada Allison yang merasa tidak bersalah dengan
apapun. Allison menjawab Eleazer dengan tembakan serupa yang ia lakukan kepada Eleazer beberapa waktu lalu dan membuat semua orang terkejut. Awalnya Eleazer merasa sedikit pusing, namun akhirnya ia bisa melawan efek peluru perak dari Allison. Langsung Eleazer memerintahkan semua pasukannya melakukan perlawan kepada semua makhluk disana. Mau tak mau, Isaac dan kawanannya juga harus melawan. Dan secara tidak langsung, Isaac dan kawanannya telah bersatu dengan manusia melawan Eleazer beserta kawanannya. 
“Allison, kami gak perlu buktiian sama kalian bahwa kami dipihak kalian, kan?” tanya Parrish yang juga kebetulan berdampingan dengan Allison melawan pasukan Eleazer, 
“Apa gw minta?” jawab Allison ketus. Allison lalu berlanjut meninggalkan Parrish dan kembali ke medan perang melawan pasukan Eleazer. Parrish mengikuti Allison agar ia bisa membuktikan inilah yang akan menyatukan manusia dan para siluman. Dilain sisi, Isaac, Irina, dan Avery bersama-sama melawan Eleazer yang telah menewaskan sepertiga jumlah manusia dan para siluman. Peluru perak memang telah beberapa menusuk tubuhnya, namun tubuhnya masih saja bisa melawan efek dari peluru tersebut. 
“Inilah saatnya lu mati” tepat Eleazer menusuk jantung Allison sangat dalam dan hampir menembus tubuhnya, erangan Allison sempat terdengar keras oleh Irina, Irina dan Isaac langsung mengejar tubuh Allison yang jatuh tepat didepannya. 
“Irina, maafin gw kalo gw belum sempat ngebahagiain lu” 
“Lu jangan banyak bicara dulu” 
“Isaac, maafin gw” ucap Allison yang hanya ditanggapi anggukan kecil oleh Isaac. 
“Isaac, gw harap lu mau jagain Irina sampai kapanpun” 
“Pasti”
Allison menutup mata untuk selamanya. Jika cakar Eleazer tidak menegai jantung Allison, maka ia masih bisa hidup tapi ia juga akan bertransformasi menjadi werehyena. Wajah Irina mulai tak kompromi, genggaman keras tangannya jelas menggambarkan dendam yang sangat bersar untuk Eleazer. 
“Irina, lu mau ngebales kematian Allison? Coba” Eleazer menganggap enteng kemampuan Irina yan mulai bersiap membunuhnya. 
“Dan lu fikir gw bakal membunuh lu dengan perak? Salah besar” Irina menyerang Eleazer dengan tangan kosong. Rencananya ia akan berkerja sama dengan Isaac untuk memenggal kepala Eleazer, tapi Isaac hanya diam terlebih dahulu. Ia hanya menyaksikan Irina dan Eleazer saling menyudutkan, jika ia melihat kesempatan untuk memenggal kepala Eleazer, barulah ia bekerja. Tak lama, kesempatan itu datang. Langsung Isaac mengunci kedua tangan Eleazer dari belakang dan Eleazer benar-benar tidak bisa bergerak. 
“Lu fikir gw akan membunuh lu dengan praknya Allison? Lu salah, El” buka Irina. Eleazer tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan keadaannya. Jika meminta pasukannya untuk menolongnya, pasukannya pun sudah mulai kehilangan energi untuk melawan para siluman yang semakin kesani semakin banyak membantu. 
“Bagaimana kalo” jelas bunyi tulang leher Eleazer berbunyi keras. Tepat, Kepala Eleazer berpisah dari tubuhnya untuk selamanya. Tak hanya itu saja, Irina juga membakar kepala dan tubuh Eleazer di dua tempat yang berbeda agar tidak ada kemungkinan Eleazer untuk hidup kembali. Awalnya, Isaac tidak bisa melihat sang sahabat mati, namun karena juga Eleazer telah membunuh Vladimir, maka ia berhak mendapatkan semua itu. walaupun merasa dendamnya telah lunas, tapi Irina masih sangat terpukul dengan kepergian Allison. Tubuh Eleazer pun hangus dibakar oleh api, maka dari itu semua pertempuran itupun selesai.
“Bagaimana? Diterimakah kami di dunia manusia?” tanya Isaac bercanda. Semua siluman sangat berharap agar Irina mengeluarkan suara yang tept untuk semua penduduk bumi ini. 
“Asal kalian tidak mengacau” isyarat Irina bahwa manusia telah menerima siluman untuk hidup berdampingan dengan para manusia. Morresey High School yang dahulunya hanya berfungsi sebagai sekolah, kini digunakan kedua belah pihak untuk melacak pergerakan baru di wilayah kota tersebut. 
“Akhirnya, akhir yang damai” Parrish merasa lega dengan akhir peperangan tersebut. 
“Rin, terimakasih banyak ya untuk segalanya” ucap Isaac merayu. 
“Ini juga karena kalian semua kok. Karena kalian juga membantu membasmi satu siluman jahat itu” Irina sengaja memperkeras volume pada kata siluman jahat tersebut. Kini, ia merasa tak butuh lagi menyembunyikan identitasnya sebagai keturunan wolfhunters. 
“Tunggu, lu gak bermaksud bakal pergi dari sini kan, Ave?” tiba-tiba Parrish bertanya hal konyol kepada Avery yang sudah nyaman tinggal di kota ini. 
“Gara-gara lu ini, Rish. Coba lu gak bilang itu, gw kan keinget Kitsune yang lain” Avery melemah. 
“Maksud lu?” 
“Setiap satu kali 100 tahun, lahir 12 Kitsune spesial di kawanan gw. Dan mau gak mau gw harus balik. Masih ada satu werehyena yang mengincar mereka setiap tahun itu ” terang Avery. 
“Keberatan kalo kami ikut?” tiba-tiba Kebby hadir dan menawarkan untuk ikut bersama Avery. Wajah Avery memerah malu akan kedatangan Kebby. 
“Gw bukannya melarang kalian. Gw lebih suka bepergian sendiri kesana. Karena jarak dari sini ke sana itu 120 mil” tutur Avery.
“Ini kesempatan kita, Ave. Kita harus bisa nejaga bayi-bayi Kitsune itu” Irina semangat sekali untuk bepergian jauh. 
Dan terpaksa Avery mengiyakan permintaan 4 sahabatnya tersebut untuk ikut bersamanya ke kota yang disebut dengan nama Terminus. Kota yang telah merubah Avery menjadi Kitsune yang sangat bijak dan jauh dari sikap murni Kitsune, penipu.

The werewolf [The Immortal Three]

  • 1.
    The Werewolf: TheImmortal Three Miki Roma Putra
  • 2.
    1. Four Cluster Isaac, Eleazer, Parrish & Vladimir. Empat serangkai ini adalah pembuka semua cerita yang terjadi dalam kisah ini. Dimana mereka berempat adalah musibah yang menjadikan setiap detail nya menjadi menarik. Dan juga dimana empat sahabat ini memiliki musuh yang juga sama jumlahnya, yaitunya: Alistair, Randall, Jemaine, & Aro. 8 anak remaja ini masih duduk di bangku SMP, tepatnya masih 2 bulan duduk di kelas 7 dan bisa dibilang anak baru di Morresey High School. Tapi bisa dikatakan bahwa mereka mempunyai kebiasaan para orang dewasa dan juga pemikiran yang sangat luar biasa. Isaac cs. adalah sekelompok remaja yang masih terbilang baik-baik saja karena mereka sangat tidak mengetahui bagaimana nenek moyang mereka sesungguhnya. Berbeda dengan mereka semua, Alistair cs. telah mengetahui lebih dulu siapa diri mereka dan kenapa mereka harus bersosialisai dengan manusia sekitar. Dan karena itulah Alistair cs. selalu mengganggu Isaac cs. sampai-sampai Isaac cs. gigit jari dengan sikap mereka tersebut. Aro cs. adalah anak pindahan dari Yogyakarta yang katanya mempunyai satu misi disini, dimana misi tersebut adalah misi yang tak boleh bocor kepada siapa pun karena misi tersebut mengenai bangsa mereka, Werewolf. Mereka harus menyimpan rapat-rapat misi tersebut, dan karena mereka tahu satu diantara Isaac cs. adalah satu bangsa dengan mereka. Hanya saja Isaac cs. belum menyadari siapa. Karena keterlambatan ekstrakurikuler mengharuskan Isaac cs. pulang sangat larut yang kebetulan mereka mengambil jalur hutan juga karena adalah jalan yang paling dekat menuju rumah. Dan disanalah suatu kejadian aneh bermula. Mereka mendengar adanya gerakan-gerakan aneh yang mengikuti
  • 3.
    langkah mereka, bukandari manusia tentunya, dan juga bukan dari sosok-sosok menakutkan seperti hantu, kuntilanak, dan semacamnya yang mereka lihat di bioskop-bioskop. “Guys, kalian dengar?” Eleazer mulai resah dengan pendengarannya, gerak-gerik aneh tersebut mengganggu langkah Eleazer. Langkah anak-anak terhenti mendengar pertanyaan Eleazer yang dianggap main-main. “Dengar apa El?” Isaac mulai resah. Walaupun apa yang didengar Eleazer tidak mereka dengar. Ya, mata Eleazer bermain kesudut hutan mencari sumber suara yang ia dengar. “El, lu lihat apa?” Parrish yang tadi biasa-biasa saja mulai resah pula, karena melihat mata Eleazer yang sibuk kesana-kesini. “Rish, gw merasa ada yang sedang mengikuti kita. Tapi gw juga gak yakin siapa atau apa” El menjelaskan dengan nada terbata. Dan tak lama, El memutuskan untuk kabur dari lokasi secepatnya. Tanpa pikir panjang, Isaac, Parrish, dan Vladimir lari mengejar Eleazer ke rumah. “Kenapa sih musti lari?” tanya Vladimir ngos-ngosan. “Jadi kalian tidak mendengar apa yang gw dengar?” komplain Eleazer mendengar teman-temannya tidak sepakat dengannya. “Ok, kalian tidak medengar apa yang gw dengar. Tapi kalian harus percaya” pinta Eleazer tukas. “Ok El, kita percaya” jawab Vladimir singkat. Alistair cs. berhasil membuat empat sahabat itu lari terbirit, walaupun mereka tak menyadari bahwasanya Eleazer lah yang membuat mereka lari seperti itu. Dan Eleazer benar-benar shock dengan apa yang didengarnya, walaupun ia belum menyadari apa yang ia dapatkan itu. Kejadian tersebut
  • 4.
    membuat Eleazer benar-benarberhati-hati dengan segala macam situasi. Bersyukurnya, ia selalu bersama 3 sahabatnya itu. “Isaac, gimana kabar lu sama Irina?” tanya Vladimir sangat ingin tahu keadaan sahabatnya dengan sang pacar. “Kita sih baik-baik aja. Sekarang pun kita sedang mesra-mesranya” suka cita Isaac membalas pertanyaan Vladimir. “El, gw benar-benar penasaran sama apa yag lu dengar semalam. Emang yang lu dengar itu seperti apa El?” tanya Parrish yang kembali penasaran dengan kejadian yang hanya El bisa mendengarnya. Dan semuanya benar-benar ingin mendengar semua cerita Eleazer secara detail. “Ok, semalam pas kita mau pulang, kita lewat hutan itu kan?” semua terangguk ketika Eleazer menunjuk ke arah hutan yang memulai segala kejadian aneh tersebut. “Gw dengar langkah kaki, tapi itu bukan manusia, gw yakin. Gw fikir itu semacam makhluk-makhluk kuno gitu yang mau mencari rombongan mereka. Dan yang paling jelas gw dengar seperti serigala kelaparan gitu” pungkas Eleazer ragu menceritakannya kepada sahabatnya, dan para sahabatnya menggigit jari mendengar cerita tersebut. “Jadi maksud lu?” tanya Isaac bingung. “Gw sih berfikir kita musti hati-hati aja, karena gw yakin mereka mengintai salah satu atau beberapa dari kita” lanjut Eleazer meminta para sahabatnya berhati-hati. Sedang asyiknya membahas kejadian aneh semalam, tiba-tiba Alistair cs. datang kembali membuat masalah dengan Isaac cs.
  • 5.
    “Irina” Isaac sebelumnyatidak membayangkan Irina bisa satu waktu datang ke kelas dengan Alistair cs., karena sebelumnya memang Irina sangat membenci Alistair cs. “Isaac” Irina mendekati Isaac cs. guna menjelaskan semuanya. “Kamu kenapa bisa datang sama mereka? Kamu kan tau mereka itu seperti apa?” tanya Isaac meminta alasan yang sangat tepat. “Ini terpaksa, aku kira aku telat. Kamu liat deh jam tanganmu?” perintah Irina. “Ok, hanya kali ini. Besok aku yang jemput kamu, aku gak rela kalo kamu satu mobil dengan mereka” tungkas Isaac. Memang Alistair cs. tak pernah berkata-kata untuk mencari masalah dengan Isaac cs. karena mereka selalu melakukan langsung segala masalah itu, dan inilah salah satunya. 2. The Forgotten Di saat Eleazer bingung dengan segala hal yang mulai menghantui pendengarannya, Isaac dan Vladimir belum sedikitpun menyadari bahwasanya ada keanehan dalam diri mereka. “Saac, jika seandainya apa yang diceritain sama Eleazer tadi benar gimana?” tanya Vladimir yang matanya juga sibuk melihat sudut langit-langit rumah. “Vladimir, kenapa juga kita harus membicarakan hal itu?” selesai Isaac menanyakan hal tersebut, tiba-tiba semua cahaya mati dan membutakan penglihatan mereka berdua yang tadinya duduk diatas ranjang masing-masing disatu ruang tersebut. Namun apa yang terjadi? Sepasang mata dari masing- masing mereka menimbulkan cahaya kuning yang mereka memang tidak mengerti.
  • 6.
    “Isaac, mata lu” “Kenapa dengan mata gw?” “Mungkin kita harus mencari cermin” tangan mereka berdua sibuk mengerayangi ranjang dimana tadinya adanya cermin kecil yang berserakan disana. Dan cermin itupun ditemukan. Isaac hanya terdiam melihat cahaya kuning dari matanya tersebut. Isaac tak bisa mengatakan apapun selain terpaku kepada cahaya tersebut. “Vladimir, mungkin lu juga harus melihat apa yang timbul dari mata lu” dan Isaac pun menyogohkan cermin yang ia gunakan tadi. Langsung saja Vladimir menggunakan cermin tersebut untuk menyaksikan kenyataannya. Ya, Vladimir juga terkejut dengan mata kuningnya. “Saac, kita harus cerita ke Ibu” “Lu yakin?” “100 persen yakin Saac, kita kan gak tau apa maksud dari semua ini. Mungkin aja Ibu tau kan?” “Tapi kan Vla, Ibu sama Ayah udah 3 hari pergi ke Riau. Gimana coba kita bisa menghubungi mereka. Mereka juga bilang kan kita jangan sekali-kali mencoba menghubungi mereka” langsung rasa putus asa menggerogoti hati mereka. Mereka pun memutuskan untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang hal tersebut sebelum kedua orang tuanya memberi jawaban tentang hal ini. Takut teman-temannya terjadi sesuatu, Eleazer & Parrish menyusul Isaac & Vladimir ke kamar mereka. Langsung ketika mendengar suara El & Parrish, mereka menutup mata dan pura-pura tidur agar sahabat mereka tidak mengetahui hal aneh tersebut. “Eh, lu pada udah tidur ya?” tanya Parrish mengarahkan senter yang ia pegang ke wajah Vladimir. Dan tiba-tiba pula lampu kembali nyala.
  • 7.
    “Isaac, orang tualu udah pulang tuh” bujuk Eleazer cengengesan. Sontak mereka berdua terbangun, karena mereka memang menunggu sang Ibu untuk meminta penjelasan. “Tu kan, pada pura-pura lu berdua” canda Eleazer. “Jadi Ibu gw belum pulang?” tanya Vladimir cekatan. Selesai itu ia dan Isaac melihat sahabat mereka yang tidak bereaksi apa-apa dengan mata mereka. Namun ketika Isaac dan Vladimir saling bertatap, mereka hanya melihat sepsang mata cokelat biasa yang sehari-harinya mereka lihat. “Udah bangun-bangun. Kita mau keluar nih, lu pada mau ikut gak?” ajak Parrish. Isaac & Vladimir terpaksa ikut karena dipaksa. Rencananya El & Parrish ingin mencari jajanan malam karena lapar mulai mengacak pertahanan perut mereka. Bukan tak ingin makan di rumah, tetapi mereka juga menginginkan pergi keluar karena seharian mereka hanya didalam rumah untuk mengerjakan tugas yang sangat banyak tersebut. Bukannya makanan yang ditemukan, tetapi mereka malah bertemu Aro cs. “Kenapa musti kalian sih?” Vladimir menceloteh dengan bertemunya mereka dengan Aro cs., Aro cs. yang dari awalnya memang bangsa werewolf melihat keanehan dari mata Isaac & Vladimir, begitu pun Isaac & Vladimir yang melihat cahaya kuning pada mata Alistair cs. “Jadi lu orang nya?” tanya Aro berbisik, karena ia yakin Isaac & Vladimir pasti mendengar apa yang ia katakan. Ya, Isaac & Vladimir memang mendengar bisikan Aro, tetapi seperti sebelumnya, telinga Eleazer lebih tajam ketika mendengar bisikan ataupun suara dari bawah sadar manusia normal biasanya. “Maksud lu apa ngomong kek gitu?” Eleazer balik bertanya kepada Aro tentang bisikan tersebut. Semua terkejut dengan pertanyaan Eleazer. “Apa? El lu dengar apa lagi?” Parrish kebingungan sekali dengan pertanyaan Eleazer yang ditujukan kepada Aro cs., tak menjawab pertanyaan
  • 8.
    Eleazer tadi, Alistaircs. tiba-tiba meninggalkan mereka dengan segala keanehan yang mulai hadir lagi. “Saac, Vla, gw tadi denger Aro nanya ke kita gitu, katanya lu ya orang nya?” Eleazer mencoba menjelaskan semuanya. Dan sepertinya Isaac & Vladimir harus secepat mungkin bertemu dengan sang Ibu untuk sebuah penjelasan, atau dengan sangat berat hati mereka harus menemui Aro cs. Pucuk Di Cinta, Ulam Pun Tiba. Ketika sampai di rumah, sang Ibu dan Ayah telah duduk di ruang tamu. Bersyukurnya Isaac & Vladimir tidak harus pergi menemui Alistair cs. untuk meminta penjelasan tentang keanehan tersebut. “Ibu, Ayah” sambut mereka berdua dengan pelukan yang diberikan berganti-gantian. “Isaac, Vla, kalian duduk disini bareng Ibu dan Ayah. El sama Parrish ke kamar duluan aja ya” sang Ibu memerintahkan 4 anak itu dengan tugas mereka masing-masing. Ya, dengan rasa aneh El & Parrish naik ke atas memenuhi permintaan orang tua Isaac. “El, katanya lu bisa denger apa aja ya? Coba deh lu konsentrasi denger pembicaraan keluarga Isaac” “Oh ya, mungkin aja bisa kan? Ok, gw coba” Eleazer pun mencoba berkonsentrasi mendengar setiap detail pembicaraan Isaac dan keluarganya. “Ibu, Ayah, kami ingin kalian menjelaskan kenapa tadi ketika lampu disini padam mata kami bercahaya dan berwarna kuning?” “Gak itu aja Bu, Yah. Kami juga bisa mendengar suara sekecil apapun” sang Ibu langsung melihat mata sang Ayah dimana terlihat ada beban dalam diri mereka untuk menjelaskan semuanya kepada anak mereka. “Mungkin sudah waktunya, Bu” sang Ayah menenangkan Ibu mereka agar berlapang hati menceritakan segalanya. “Ibu gak tau harus mulai dari mana, tapi Ibu hanya ingin bilang kalian harus berhati-hati karena perang baru akan dimulai” pernyataan Sang Ibu jelas
  • 9.
    membuat Isaac &Vladimir merasa ada hal besar yang disembunyikan dari mereka. “Ini maksudnya apa Yah? Kita benar-benar tidak mengerti. Bu, Yah, kita ingin cerita se detail mungkin Bu, Yah” Vladimir mendesak orang tua mereka untuk secepatnya memberi tahu mereka kenyataannya. “Werewolf” jawab sang Ayah singkat yang membuat semuanya terdiam. Bagaimana mungkin manusia siluman itu bisa hidup di dunia nyata ini, sedang itu hanya cerita dongeng yang digunakan oleh orang tua untuk membuat anak- anak mereka tidur. “Apakah kalian yakin usia kalian 14 tahun?” tanya sang Ayah yang hanya direspon dengan anggukan kebingungan oleh Isaac & Vladimir. “Isaac, Vladimir, usia kalian sekarang adalah 140 tahun” sangat terkejut mendengar pernyataan sang Ibu yang berusaha meyakinkan mereka bahwa usia 140 tahun adalah usia yang sangat muda untuk bangsa werewolf. “Dulu, Ayah adalah se ekor Srigala dan Ibu adalah se ekor Kitsune yang sebenarnya adalah musuh bebuyutan dari zaman nenek moyang kita dahulu. Mereka tidak memperbolehkan siapapun mempunyai hubungan dengan lawan mereka. Namun ketika mendengar kami telah jatuh cinta, dan tidak menginginkan adanya pertumpahan darah, mereka memerintahkan kami lari ke luar batas dan mencari hiup mandiri” lanjut sang Ibu. “Di usia kalian yang 140 tahun ini, kalian tidak akan pernah berubah menjadi srigala. Kalian hanya memiliki perubahan pada taring, kuku, mata, terlinga, dan juga bulu pada kepada kalian” Isaac dan Vladimir mendengarkan dengan seksama sang Ayah menceritakan kepada mereka se detail mungkin. “Tapi, amarah kalian untuk membunuh manusia di sekitar kalian baru akan dimulai pada purnama selanjutnya” lanjut sang Ibu. “Jadi, kalian sudah bertemu dengan Alistair?” tanya sang Ibu. “Ha? Ibu kenal mereka?” Isaac penuh dengan tanda tanya.
  • 10.
    “Mereka berempat adalahkawanan kalian, dan dua diantaranya adalah pengawal kalian” “Kenapa kami harus dikawal?” protes Vladimir. “Karena kalian lah kunci perdamaian bangsa Ayah dan juga Ibu” tukas Ayah. “Dan kalian pasti akan membutuhkan Randall dan juga Jemaine” wajah mereka masih dalam kebingungan besar. Kenapa? Kenapa? Dan kenapa? “Ingat, di saat usia kalian mencapai 170 tahun dan ditandai dengan purnama penuh, makan sosok kedua kalian akan lahir” mendengar pernyataan tersebut, Isaac dan Vladimir langsung beranjak ke kamar. “Tunggu Isaac, kamu harus menjaga saudara mu. Karena kamu lah yang akan memimpin dia. Temukan sebuah buku yang Ibu simpan di bawah kamar kamar, dan disana adalah bagaimana kamu mengendalikan emosi mu sebagai werewolf” langsung Isaac menatap sang Ibu dengan wajah yakin bahwa ia akan menjaga sang Adik bagaimanapun caranya. Sesampainya di kamar, 2 pasang mata menatap dengan keanehan. Tanpa fikir panjang Parrish menekan tombol off pada lampu kamar selama 2 detik saja. Mata Isaac dan Vladimir pun kembali bercahaya kuning. “Kenapa? Gw yakin El sudah tahu semua, dan El pasti udah cerita semua ke lu, Rish” tanya Isaac mulai mengatur setipa emosi yang timbul dalam dirinya. “Sorry Saac, Vla, gw juga musti yakinin kalo telinga gw gak ngaco. Sorry ya Saac, Vla” tutur Eleazer penuh penyesalan. “Gak apa El, Rish. Jadi, gw gak perlu simpan apapun dari kalian kan?” lanjut Vladimir santai. “Vla, mungkin ini saatnya kita mencari buku yang disebut Ibu tadi. Lu semua ikut bantu kami kan?” dengan keyakinan Isaac & Vladimir, El & Parrish dengan senang hati ikut membantu mencari kitab tersebut yang sebelumnya dikatakan sang Ibu terletak di bawah kamar mereka.
  • 11.
    *** Setelah beberapamenit mencari jalan menuju ke bawah, akhirnya Eleazer menemukan jalan tepat di bawah menginjakkan kakinya. Bukan tangga yang mereka temukan, tetapi seperti seluncuran anak-anak TK yang akan menuntun mereka ke ruangan tersebut. Dengan penuh keyakinan, Isaac terlebih dahulu memasuki pintu masuk tersebut dimana diikuti oleh Vladimir, Parrish, dan terakhir Eleazer. “Vla, coba lu tanya ke Ibu kunci pintu nya dimana?” Isaac menyuruh Vladimir menemui Ibunya untuk meminta kunci pintunya. “Kuncinya adalah kuku srigala kalian. Konsentrasi dan coba lahirkan kuku pertama kalian” Sang Ibu langsung mentelepati mereka tentang kunci pintu. Baik Isaac, maupun Vladimir langsung menatap jari tangan mereka yang tidak ada apa-apa. “Saac, lu denger kan, KONSENTRASI” perintah Eleazer. Isaac & Vladimir pun mencoba berkonsentrasi menumbuhkan kuku pertama mereka, dimana Isaac gagal dan Vladimir berhasil menumbuhkan kuku srigala pertamanya. Pintu pu terbuka, rungan besar penuh dengan gambar srigala dan rak-rak buku itupun menyambut kedatangan mereka. Mata mereka kesana- kemari melihat setiap detail gambar yang mereka temukan. Hanya akan ada satu buku yang menjelaskan tentang werewolf kepada Isaac & Vladimir, selebihnya adalah buku yang akan menjelaskan seperti apa lawan maupun kawan dari werewolf itu sendiri. Mereka berempat berpencar untuk mencari buku tersebut. Mata mereka berempat tertuju pada satu tumpukan buku yang berada pada rak paling ujung, dimana buku tersebut terbungkus oleh bungkusan semacam bulu srigala dan juga dililit oleh ikatan sejenis tali. Ketika Isaac maupun Vladimir memegang buku tersebut, tangan mereka seperti tersetrum.
  • 12.
    “Parrish, mungkin lubisa buka ikatan ini” suruh Vladimir yang merasa janggal dengan lilitan tersebut. Takut akan terkan aliran listrik, Parrish menolak permintaan Isaac & Vladimir. “El” semua suara tersebut serentak menyuruh Eleazer membuka lilitan tersebut. Takut terkena hal yang sama, dengan sangat hati-hati Eleazer membuka lilitan tersebut. Dan Eleazer berhasil membuka lilitan tersebut. “Guys, mungkin ada hubungannya sama bangsa kalian. Tapi, lu juga srigala ya ,Rish?” pertanyaan itu mendadak keluar dari mulut Eleazer yang juga langsung membuat Parrish bertanya-tanya jenis apakah dirinya. “Gw bukan srigala kali El, kebetulan aja mungkin” jawab Parrish seadanya. Mulai nyaman dengan ruangan yang lumayan besar ini, mereka semua memutuskan untuk membaca buku tersebut di ruangan itu. Disela Isaac & Vladimir membaca buku tersebut, Eleazer & Parrish mencoba mencari bacaan yang mungkin juga berguna bagi mereka. Tangan Eleazer berhenti di lembaran kecil kertas yang terselip diantara banyak buku di rak dimana mereka menemukan buku tadi. “Vla, mungkin lembaran ini ada hubungannya sama buku itu” ucap Eleazer memberikan lembaran yang ia dapatkan tadi kepada Vladimir. Isaac mulai membuka buku yang disuruh Ibunya tadi. Mulutnya komat-kamit membaca setiap halaman buku tersebut. Dan benar, ada satu halaman dimana halaman tersebut robek. “Vla, coba kesiniin lembaran itu. Mungkin ada hubungannya sama halaman ini” Vladimir memberikan lembaran tersebut kepada Isaac yang sudah tidak sabar melihat apa yang sebenarnya robek pada buku tersebut. Dan disanalah halaman yang menjelaskan segalanya tentang werewolf. Isaac membacakan secara lantang tentang lembaran buku tersebut. “Manusia srigala akan mencapai bentuk lain mereka ketika mereka telah berusia 170 tahun atau 17 tahun pada dunia manusia, dimana pada usia itu semua hasrat pembunuh mereka semakin tinggi. Mereka akan membunuh
  • 13.
    apapun yang merekalihat dan apapun yang menghalangi kehendak mereka. Kehidupan manusia srigala akan terancam jika adanya hubungan yang tidak diinginkan dengan manusia karena manusia adalah makhluk penghalang terbesar bagi manusia srigala itu sendiri. Adapun lawan dari kawanan manusia srigala yaitunya: Koyote, Kitsune, & Vampire” Isaac terhenti. 77 kata tersebut sangatlah cukup baginya menyadari jenis apakah makhluk seperti dia dan Vladimir. Berbeda dengan Isaac, Vladimir malah merasa belum cukup penjelasan tentang lembaran itu. Langsung Vladimir mengambil buku tersebut dari Isaac dan melanjutkan membaca buku tersebut. “Untuk menghindari manusia srigala saling membunuh, mereka harus bisa mengendalikan emosi mereka dan harus pintar dalam bergaul dengan dunia manusia. Kecepatan manusia srigala 100x lebih dari manusia normal, 100x lebih kuat dari manusia normal, penglihatan 50x lebih jauh dari manusia normal, pendengaran 100x lebih jauh dari manusia normal, dan pemikiran 25x lebih cerdas dari manusia normal” dan semua pun terdiam ketika Vladimir membacakan satu paragraf tersebut kepada mereka. Isaac & Vladimir langsung terfikir kepada 2 pengawal yang dikatakan Ibunya tadi. Dan bagaimanapun, mereka harus sesegera mungkin menemui pengawal mereka. “Guys, mungkin besok kita bisa kesini lagi. Mending kita ke kamar trus tidur karena besok masih ada sekolah” ajak Parrish yang merasa mulai aneh dengan ruangan bawah tanah tersebut. Keesokkan harinya mereka berempat mencoba bersikap biasa dengan kejadian semalam, walaupun sebenarnya Eleazer sangat ingin mendengar banyak hal tentang werewolf. Pas banget, Isaac melihat Aro cs. dan langsung menghadang mereka. “Jadi, kapan lu latih semua kekuatan lu?” tanya Alistair yang memang tahu segalanya Isaac.
  • 14.
    “Hari ini. Dangw milih Jemaine yang menjadi pegawal sekaligus pelatih gw. Randall yang bakal latih saudara gw, Vladimir” cukup menjelaskan semuanya, Isaac bergegas menuju kelas. “Lu semua gak berharap gw bawa pengawal gw sekarang kan?” lanjut Isaac. “Isaac, lu jangan keras kepala. Sekarang nyawa lu sama keluarga lu dalam keadaan bahaya. Dan mau tidak mau, Jemaine dan Randall adalah bagian lu sekarang” jelas Aro. “Tunggu, maksud lu dalam bahaya?” “Ok, diusia lu yang sudah memasuki 140 tahun ini semua bangsa Kitsune akan selalu mengawasi gerak-gerik lu. Bahkan, jika ada kesempatan mereka akan langsung menikam jantung lu” lanjut Aro. “Isaac, gw tahu lu adalah calon pemimpin selanjutnya bangsa Srigala, dan mulai dari sekarang lu harus tahu dari mana lu melatih setiap detail kekuatan lu” potong Alistair menambah penjelasan Aro. “Ok, gw bawa Jemaine sama Randall sekarang juga” tukas Isaac. “Jem, Ran, gw harap lu bukan hanya jadi pengawal dan pelatih bagi mereka. Tapi gw mau kalian berdua juga jadi sahabat, dan gw yakin mereka adalah pemimpin yang terbaik untuk kita bangsa srigala” Alistair berharap agar itu terjadi, dan mereka mampu menjaga pemimpin mereka sebaik mungkin agar kelak bangsa srigala hidup dengan damai di dunia manusia ini. Dengan segala keterpaksaan, Jemaine dan Randall harus mengawal Isaac dan Vladimir mulai dari saat sekarang juga. Beranggapan tugas mereka selesai, Alistair & Aro akan kembali ke kawanan srigala dimana tempat mereka hidup dan akan menerima perintah berikutnya dari sang kepala suku. Namun setibanya di tempat kawanan, Aro & Alistair mendapati tugas lagi harus mengawasi Jemaine & Randall dalam melatih pemimpin mereka.
  • 15.
    “Isaac, kamu kenapakamu barengan sama Jemaine & Randall?” tanya Irina kebingungan, karena sebelumnya Isaac lah yang melarangnya untuk tidak berbarengan dengan Aro cs. “Irina, gak mungkin kita cerita ini ke lu. Kalo pun kita cerita, lu gak bakalan percaya, Rin” potong Vladimir menghadang Irina agar tidak mengganggu tujuan mereka. “Irina, aku minta maaf. Mungkin sekarang aku gak bisa cerita ke kamu. Pasti ada saat yang tepat untuk menceritakan ini semua” Isaac mencoba menjelaskan semuanya dengan santai agar Irina tak salah paham. “Irina, Beatrice. Kalian tidak harus khawatir dengan Isaac dan Vladimir. Karena mereka berada ditangan yang tepat. Tidak mungkin juga kami melakukan hal bodoh kepada pemimpin kami” Jemaine keceplosan mengatakan bahwa Isaac dan Vladimir adalah pemimpinnya. “Ha? Pemimpin?” pertanyaan Beatrice seolah mewakili rasa kebingungan ia dan Irina. Tanpa menjawab pertanyaan Irini dan Beatrice, baik Isaac maupun Vladimir langsung pergi dari hadapan Irina dan Beatrice yang diikuti Jemaine & Randall. “Rancu Beat, Jemaine yang salah bicara atau kita yang salah dengar?” Irina & Beatrice hanya menyaksikan 4 bidang tersebut pergi begitu saja sebelum menjawab pertanyaan mereka. Namun pertanyaan besar itu masih menghantui fikiran Irina. “Mungkin seseorang harus menjelaskan semuanya kepada kita” sepertinya fikiran Beatrice sedang bekerja baik, dan tempat dimana mereka akan mendapatkan jawaban itu telah tergambar dengan jelas. “Gw juga gak tau Rin, Beat. Pas mau masuk sekolah Isaac langsung menemui Aro sama temen-temennya. Dan udah, kami bertiga ke kelas” ungkap Eleazer terpaksa berbohong karena sebelumnya Isaac telah membisikannya untuk tidak menceritakan segalanya ke Irina & Beatrice.
  • 16.
    Tak lama Vladimirmasuk dengan bersimbah keringat. Ya, sepertinya Jemaine & Randall telah memulai pelatihan ala militer untuk kedua pemimpin mereka. Namun, mata Irina & Beatrice beranggapan lain. Mereka menyangka bahwasanya Jemaine & Randall menghajar habis-habisan Vladimir & Isaac. “Vla, kenapa sih lu kesini dengan keadaan seperti ini? Pasti Irina beranggapan lu sama Isaac dihajar Jemaine & Randall” Eleazer menghadang Vladimir yang masih berdiri di depan pintu kelas. “Vladimir, Isaac dimana? Jangan coba sembunyiin apa-apa dari gw” ancam Irina yang khawatir dengan keadaan Isaac. “Lu gak perlu khawatir, Isaac pasti baik-baik aja” hibur Vladimir. “Sekarang Isaac dimana Vla?” tanya Irina mulai marah dengan situasi sekarang. “Di samping gudang sekolah” langsung ketika mendengar jawaban dari Vladimir, Irina yang ditemani Beatrice menyusul Isaac yang katanya berada di samping gudang sekolah. Berbeda dengan mereka, Vladimir mengingat bahwa Irina & Beatrice adalah manusia yang akan menghalangi langkah para werewolf. “El, gw mau lu sama Parrish ikutin mereka, gw khawatir kalo nanti malah mereka yang disakiti” pinta Vladimir yang memang terlihat sangat letih untuk bisa mengikuti Irina & Beatrice ke lapangan di samping gudang sekolah. Tanpa menjawab, langkah Eleazer & Parrish berlari secepat mungkin mengikuti Irina & Beatrice ke lapangan di samping gudang sekolah. Sesampainya disana, mereka tak melihat Isaac, Jemaine, & Randall maupun siapapun. Rasa takut tumbuh ketika sesuatu datang menghadang mereka. Dengan wajah srigala lengkap dengan taring-taring yang siap menikam Irina & Beatrice. Eleazer & Parrish yang disuruh mengikuti Irina & Beatrice bersembunyi melihat sesosok yang menghadang Irina & Beatrice itu. “Rin, sepertinya kita salah tempat” Beatrice sangat ketakutan melihat sosok tersebut. Mereka semakin menggigil melihat sosok tersebut
  • 17.
    memperlihatkan kuku-kuku tajamnyayang siap untuk membunuh dua wanita tersebut. Langsung Eleazer & Parrish berdiri didepan Irina & Beatrice. Namun sesosok tersebut tak sendiri, dia juga ditemani beberapa kawanan srigala dan berdiri tepat dibelakang mereka. “Kalian siapa?” tanya Eleazer keras. Beberapa diantara mereka memang telah terbiasa berhadapan dengan manusia, sebagian dari mereka juga telah terbiasa berhadapan dengan manusia yang sengaja memburu mereka, dan sebagian dari mereka adalah srigala pemula yang butuh penyeseuaian dengan kehidupan manusia. Jawaban dari mereka hanya sebuah aungan yang membuat mereka semakin resah dengan situasi sekarang. Seperti kekuatan cahaya, Vladimir telah berdiri didepan Vladimir dan Parrish. Cahaya kuning mata Vladimir berubah menjadi sinar merah yang langsung membuat para kawanan srigala tersebut diam dan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. “Vla, mereka itu siapa?” Irina kehabisan akal akan apa yang dilihatnya, dan mencoba mendapatkan jawaban yang tepat untuk itu. “Lu jangan pernah lagi ceroboh kek gini. Kalo Eleazer, Parrish, & gw gak datang gimana? Mereka pasti udah mencabik-cabik lu berdua” bukan jawaban yang didapan Irina & Beatrice, melainkan kata yang menohok yang sebenarnya sangat benar sekali untuk dikatakan kepada mereka. “Kita minta maaf deh, Vla. Tapi makasih ya” ucap Beatrice penuh penyesalan. Mereka kembali ke kelas dan berusahan untuk tidak membicarakan kejadian tadi kepada orang-orang di kelas. Pemandangan berlainan ketika Isaac, Jemaine, & Randall telah duduk di bangku mereka dan berbincang layaknya seperti sahabat. “Irina, kamu gak apa-apa kan?” Isaac sangat khawatir seolah ia mengetahui bahwa Isaac memang mengetahui apa yang baru saja terjadi. “Tunggu, lu tahu dari mana?” Isaac gelagapan mendengar pertanyaan Beatrice. Mata Isaac mencoba mencari alasan, namun tak ada alasan yang bisa ia temukan untuk menceritakan apa yang sebenarnya.
  • 18.
    “Gak penting, Beat.Yang jelas jangan pernah lagi ceroboh kek gini” Isaac menapik pertanyaan Beatrice dengan perkataan yang seolah-olah mengatakan mereka ceroboh. Tak lama bel sekolah berbunyi dan menandakan sekolah akan bubar. *** Di rumah, Isaac & Vladimir mengajak Jemaine & Randall untuk bertemu dengan Ibu mereka karena berkemungkinan ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan orang tua Isaac. “Gak apa-apa, Bu. Mereka sudah tahu semua” cegat Isaac ketika sang Ibu menyuruh Eleazer & Parrish untuk masuk ke kamar seperti sebelumnya. “Ok, jadi sudah sampai dimana kalian Jemaine, Randall? Apa langkah Gibson selanjutnya?” Isaac tidak mengetahui tentang pembicaraan antara sang Ibu dan Jemaine. “Sampai saat ini kamu belum mendapatkan tugas selanjutnya, kami hanya diberitahu untuk mengawal serta melatih Isaac & Vladimir” ungkap Jemaine. Pembicaraan itu terus berlanjut hingga Isaac menyadari tentang purnama bulan selanjutnya dan memutuskan untuk membicarakannya di kamar bersama Vladimir, Eleazer, Parrish, Jemaine, & Randall. “Randall, lu tau kapan purnama bulan selanjutnya?” tanya Isaac yang sibuk mengerayangi buku yang kemaren ia temukan di ruang bawah tanah. “Besok, dan lu harus siap-siap dengan segalanya. Mungkin aja hal yang tak lu ketahui besok terjadi” Randall memberitahukan garis besar tentang apa yang akan terjadi pada purnama bulan selanjutnya, dan semua bangsa srigala harus siap dengan segala kemungkinan itu. “El, Rish. Apapun yang bakal terjadi besok. Gw mau lu berdua ikat kita berdua sama rantai di ruang bawah, dan selesai itu lu pergi sejauh mungkin dimana gw dan Vladimir gak bakal nemuin lu” pinta Isaac yang
  • 19.
    berkemungkinan akan menjadipermintaan pertama dalam persahabatan mereka. Hanya anggukan kecil yang diberi Eleazer & Parrish sebagai jawaban yang tepat untuk Isaac. Dan saat yang ditunggu itupun datang. Jemaine & Randall kembali ke kawanan menyaksikan purnama bulan malam ini. Sedang Vladimir & Isaac harus siap diikat dengan rantai agar perubahan wajah mereka atau malah selebihnya. Selesai mengikat 2 sahabatnya, Eleazer & Parrish langsung berlari sejauh mungkin agar mereka tidak ditemukan Isaac & Vladimir. Purnama bulan saat ini akan melahirkan pemimpin baru untuk kawanan srigala tentunya. Dan setelah kejadian ini, Isaac & Vladimir berkemungkinan besar tidak akan berada disini lagi jika seandainya perubahan memasuki perubahan tubuh mereka. Namun hal ajaib terjadi, di usia 140 tahun, mereka telah berubah menjadi percampuran antara srigala + kitsune berwarna abu-abu terang yang akan terlihat sangat berbeda jika mereka hidup didalam kawanan srigala maupun kitsune. Mata yang awalnya kuning, kini berubah menjadi merah terang dan tentunya hasrat membunuh itu telah tumbuh juga diikuti perubahan wujud mereka. Rantai besar yang mengikat mereka pun tak ada bandingannya dengan kekuatan baru yang mereka miliki. Ditambah indra penciuman 300x sangat tajam dari srigala normal menjadikan mereka bisa mencium bau siapapun termasuk Eleazer & Parrish. Hanya membutuhkan waktu 5 menit lamanya, mereka berhasil menemukan Eleazer & Parrish. Mereka langsung menikam Eleazer & Parrish dan menimbulkan kepanikan bagi mereka. Eleazer & Parrish yang terjatuh tak bisa bergerak, karena Isaac dan Vladimir telah mengunci setiap gerak-gerik mereka. Keringat dingin Eleazer & Parrish keluar tak berirama karena nyawa mereka dalam bahaya. Kuku-kuku kaki Isaac & Vladimir tepat berada didada mereka yang memastikan jika kuku-kuku itu menikam yang pertama yang akan robek adalah hati mereka dan mereka akan lansung kehilangan nyawa. Ketika wujud Isaac & Vladimir yang srigala menatap mata El & Parrish, mata yang semula merah seketika berubah menjadi
  • 20.
    kuning. Ketakutan merekaberubah menjadi penasaran ketika Isaac & Vladimir pergi begitu saja meninggalkan mereka di tengah hutan itu. “El, lu fikir itu Isaac sama Vladimir?” tanya Parrish ngos-ngosan mengatur nafas. Tak ada jawaban, Eleazer berbalik ke rumah Isaac yang diikuti oleh Parrish yang kebingungan. Mereka tak lagi melihat dua tubuh manusia disana, mereka hanya melihat rantai-rantai besar tersebut telah rusak yang meninggalkan sedikit darah. Dan tentunya apa yang difikirkan Parrish juga terfikirkan oleh Eleazer bahwa “srigala yang menikam mereka tadi adalah Isaac & Vladimir”. “Rish, kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita harus mengambil buku kemaren, mungkin ada yang terlupakan saat kita membaca buku itu. dan kita harus menghilang sejauh mungkin untuk sementara ini” ajak Eleazer beranjak ke kamar Isaac dan mengotak-atik kamarnya. Karena Eleazer memang mengetahui setiap detail kamar Isaac, tak butuh waktu lama untuknya menemukan buku tersebut. Buku tersebut berhasil ia temukan dan mereka langsung menjauh dari rumah Isaac & Vladimir. Dengan sangat seksama, Eleazer & Parrish membaca isi buku tersebut yang dari awal menceritakan detail tentang manusia srigala dan kawanan yang bersamanya, maupun para lawan bangsa srigala yang akan melakukan apapun untuk meruntuhkan pemimpin bangsa srigala. Satu detail yang membuat Eleazer & Parrish merasa tertarik, dimana ketika salah satu werewolf adalah keturunan srigala-kitsune, mereka akan mencapai wujud lain mereka pada usia 140 tahun dan juga cahaya mata merah mereka menentukan mereka pantas menjadi pemimpin dan bisa membimbing gerombolan srigala untuk tidak membunuh manusia, melainkan menjadikan para manusia menjadi sahabat mereka. ***
  • 21.
    “Berarti dua srigalatadi Isaac & Vladimir!” tebak Parrish saat Eleazer menutup buku tersebut. “Tunggu Rish, diantara dua srigala tadi, Cuma satu doang yang bermata merah dan yang satunya lagi berwarna kuning. Gak mungkin kan hanya satu diantara Isaac maupun Vladimir yang menjadi pemimpin, sedang mereka adalah keturunan srigala-kitsune yang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin bagi bangsa srigala dan juga kitsune” Eleazer kembali kebingungan membaca buku tersebut. Ketika tadi dihadang Isaac & Vladimir, hanya satu srigala yang memiliki mata merah, yaitunya Vladimir. Mungkinkah Isaac hanya manusia srigala biasa dan tidak bisa menjadi pemimpin, atau butuh waktu lama untuk Isaac mendapatkan status tersebut? “Rish, apakah kita harus menjauh dulu dari mereka?” “Kenapa harus menjauhi mereka, El? Kita hanya perlu mengatakan kepada mereka apa yang terjadi hari ini” “Rish, lu gak ngerti ya? Dengan kita sedikit jaga jarak dengan mereka, mereka mungkin mengetahui apa yang telah mereka perbuat kepada kita” inisiatif tersebut memang benar apa adanya, jalan untuk berjaga jarak akhirnya mereka lakukan apakah Isaac & Vladimir sadar dengan kejadian hari ini? Lagi-lagi hari berlalu dan semua kembali seperti semula. Sesuai perjanjian semalam, Eleazer & Parrish harus berjaga jarak terlebih dahulu dengan Isaac maupun Vladimir. Di setiap mereka melihat Isaac maupun Vladimir, mereka harus secepat mungkin menghindari Isaac & Vladimir. Namun itu sia-sia, Isaac terlebih dahulu mengetahui apa yang telah mereka lakukan. “El, gw tahu apa yang lu lakuin di kamar gw. Bau lu masih sangat pekat untuk lari dari masalah ini” Isaac mengetahui segalanya, dan Eleazer tak harus lagi menghindari semua ini. “Isaac, lu tau apa yang lu lakuin ke kita? Lu hampir ngebunuh gw sama Parrish sama cakar lu tau” Eleazer memberi tahu kejadian di saat purnama bulan
  • 22.
    pertama mereka. Wajahmenyesal Isaac terpampang, tanpa ia sadari penyesalan yang menimbulkan amarah itu langsung memicu kuku tangan nya keluar dan diikuti dengan cahaya kuning yang berasal dari matanya. “Eh, lu sadar gak? Cakar lu” ucap Eleazer menahan tangan Isaac. Isaac tersadar dengan cakarnya tersebut. Ketika mata Isaac bersinar, mata Isaac masih menimbulkan warna kuning. Eleazer berfikiran bahwa srigala bermata merah yang menikamnya bukanlah Isaac, melainkan Vladimir yang terbilang cukup pesat kemajuannya dari pada Isaac. Dan akhirnya keadaan seperti semula, dimana mereka semua melupakan kejadian yang tidak diinginkan itu. Jemaine & Randall masih tetap berada disamping Isaac & Vladimir guna memperhatikan setiap mata-mata yang ditujukan kepada Isaac & Vladimir. Disaat sampai ke rumah, orang tua mereka tiba-tiba saja menghilang dari rumah. Mereka mencium bau srigala lain yang datang ke rumah mereka. Parrish menemukan secuil kertas yang terletak di atas meja di ruang tamu. “Jika kalian ingin melihat orang tua kalian baik-baik saja, datang ke hutan dimana semua ini berawal” semua menebak bahwasanya apa yang didengar Eleazer itu memang benar-benar terjadi. Mereka langsung mengambil langkah kesana termasuk Eleazer & Parrish. Mereka melihat orang tua mereka dalam keadaan tidak sadar yang diikat dengan rantai besar yang juga dialiri energi listrik yang sangat besar. Bukan werewolf lain yang mereka temui, melainkan seorang wanita yang terbilang cukup remaja dan para manusia lain yang menyebut diri mereka wolfhunters. “Siapa kalian?” tanya Isaac tak bisa menahan emosi. “Kenapa kalian menangkap orang tua saya” lanjutnya. “Kalian tahu, orang tua kalian lah yang akan mengantarkan kami kepada kalian. Para calon pengendali bangsa srigala dan koyote” jelas sang cewek yang bernama Allison. Allison adalah salah satu wolfhunters yang muda dan sangat bisa diandalkan. Ia memutuskan melanjutkan langkah orang tuanya untuk
  • 23.
    memburu para werewolfkarena bangsa werewolf telah mengakibatkan kematian sang ayah. Tentu Isaac cs. kenal dengan wajah Allison karena Allison juga merupakan salah satu siswa dimana mereka sekolah dan juga Allison adalah cewek tomboy yang selalu mengintai gerak-gerik mereka tanpa mereka ketahui. Lalu jika Allison membunuh orang tua Isaac, apakah yang akan terjadi? Ya, jika orang tua Isaac mati, maka berkuranglah para penghambat wolfhunters untuk melanjutkan langkah mereka mendapatkan para pemimpin werewolf dan membunuhnya didepan para manusia. “Baik, biarkan orang tua saya pergi, dan saya akan pergi bersama kalian” Isaac dengan sukarela menyerahkan diri agar orang tuanya tetap hidup. “Isaac, lu gak bisa gini dong. Lu harus fikirin efek nya buat kawanan lu” Parrish mencegat keinginan Isaac agar tidak secepat ini mengambil keputusan, karena bisa saja ini adalah jebakan untuk mereka. Tak lama, Aro, Alistair, Jemaine, & Randall datang mengacaukan segala rencana Allison. Alistair & Aro dengan cepat mengambil orang tua Isaac dan membawa nya pergi, sedang Jemaine & Randall memandu Isaac dan para sahabatnya mengikuti Aro & Alistair. Bukan perasaan kesal yang dirasa Allison, namun ia merasa sangat bangga karena sekali langkah ia menemukan setidaknya 6 werewolf. Arah merekapun dirubah, mereka harus mengosongkan rumah sebersih mungkin. Bisa saja Allison datang lagi kerumahnya untuk memastikan peluru peraknya tepat terkena jantung mereka. Pemandangan aneh juga terjadi ketika semua werewolf itu lari bagaikan kilat, Parrish ternyata juga mampu lari secepat para werewolf. “Parrish, kok bisa?” tanya Eleazer yang tadinya dipegangi Isaac. Jelas semua orang kebingungan dengan kekuatan Parrish yang tiba-tiba bisa berlari seperti The Flash. “Gw juga gak tau Rish, tiba-tiba aja gw didorong dan lari kayak mereka” jelas Parrish yang juga kebingungan.
  • 24.
    “El, gak pentingngurusin itu sekarang. Kita harus nyari tempat yang aman buat orang tua gw” Isaac mempertengahi kebingungan para sahabatnya itu. Hanya ada satu tempat aman bagi mereka, yaitu sebuah goa yang tidak stupun manusia mengetahui. Ide itu disambut baik oleh Vladimir dan Isaac. Orang tua mereka yang masih tidak sadar itu pun dibawa dan sengaja mereka menyuruh Eleazer & Parrish untuk kembali ke rumah Eleazer dulu, dan nanti mereka akan menyusul ke rumah Eleazer. Karena Isaac melarang untuk tidak membicarakan Parrish untuk saat ini, Eleazer benar-benar menyimpan semua keanehan tentang kekuatan Parrish yang tiba-tiba muncul dikerumunan kekuatan Isaac & Vladimir. Parrish juga mulai kebingungan setiap saat mengingat kekuatan yang sangat tiba-tiba itu. Setelah memutuskan untuk berdiam diri sendiri dirumah, Parrish belum juga mendapatkan titik terang tentang jenis apakah dia. Apakah sama halnya dengan Isaac? Atau berbeda? Sorot wajah Parrish berubah ketika tak sengaja ia melihat cermin bukan wajah Parrish yang berada dicermin, melainkan seekor srigala atau lebih tepatnya wajah Kitsune dengan mata berwarna kuning seperti kawanan werewolf. “El, lu harus ke rumah gw sekarang. Harus” langsung Parrish mengirimi Eleazer untuk datang kerumahnya karena Parrish ingin memberitahukan segalanya kepada Eleazer. Sejauh ini, Eleazer adalah manusia yang telah mengetahui tentang manusia siluman seperti itu. Sangat kebetulan sekali, Eleazer pun tengah menuju ke rumah Parrish guna membicarakan perihal kejadian aneh di hutan tadi. “El, gw gak tau musti cerita dari mana, tapi ketika gw gak sengaja lihat cermin, wajah gw berubah menjadi Kitsune, El” “Apa? Kitsune?” “Iya, hewan dari spesies srigala. Tapi mata gw berwarna kuning, El” “Ok, kita mulai dari rumah ini. Apakah ada kemungkinan lu salah satu keturunan seperti Isaac & Vladimir”
  • 25.
    “Tapi lu taukan, orang tua gw udah 10 tahun lamanya pergi dari rumah” “Mungkin ada hubungannya” Kenyataannya, 10 tahun yang lalu orang tua Parrish pergi meninggalkannya bersama sang kakak, Liam. Tak lama pula, 7 tahun selanjutnya Liam pergi meninggalkan Parrish dengan alasan ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa saat, namun sampai saat ini Liam tak pernah kembali. Karena itulah Parrish sering menginap di rumah para sahabatnya. Dan berkemungkinan juga karena itulah para keluarganya meninggalkan dia untuk melindunginya dari para pemburu dan juga para musuh Kitsune. “Atau kita balik ke rumah Isaac” ide yang sangat berbahaya, namun mereka harus mengambil resiko itu jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Koyote. Layaknya manusia normal lain, Eleazer menggunakan mobil Isaac yang biasa ia gunakan bersama. Dengan sangat hati-hati, mereka melangkah ke ruang bawah tanah rumah Isaac. “Ok, sekarang kita hanya membutuhkan satu buku buat lu. Fokus sama apa yang kita cari, ok?” Eleazer memberi aba-aba agar Parrish tidak melakukan apa-apa kecuali fokus mengambil buku tentang Kitsune-nya. Lama, pun mereka tidak menemukan apa-apa di ruangan tersebut, kecuali Allison dan kelompoknya yang mulai mengobrak-abrik rumah Isaac untuk mencari Isaac dan keluarganya. Mereka bersembunyi, mencoba agar tidak ada suara yang dihasilkan dari ketakutan mereka. Shotgun yang dipegang Allison seolah bersiap menembus tubuh siapapun yang dikehendakinya. Satu peluru perak mampu membunuh satu srigala ataupun kitsune. Karena Eleazer & Parrish yang pintar bersembunyi, tangan kosong Allison pun menuntunnya keluar dari ruangan tersebut dengan meninggalkan satu tembakan tepat diatas Parrish & Eleazer bersembunyi dan membuat perasaan takut mereka semakin tinggi. Tak lama Allison keluar, mereka langsung pergi menuju ke rumah Eleazer dan mengambil mobil yang sengaja mereka jauhkan dari rumah Isaac agar tidak ketahuan oleh Allison ataupun orang-orangnya.
  • 26.
    “El, kenapa kitatidak mencari semuanya dihalaman buku nya Isaac yang kita ambil kemaren” “Tapi disanakan hanya menjelaskan tentang srigala, dan para . . .”Eleazer terhenti. Ia mengingat bahwa Kitsune adalah salah satu musuh kawanan Isaac dan juga kelompok dari kawanan dari Ibu Isaac. “Ya, lu bener Rish. Bukunya Isaac” bahkan Eleazer semakin bersemangat untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya tentang semua ini. Kembali cahaya kuning Parrish bersinar yang menandakan bahwa ia siap dengan segala resiko tentang apa yang dijelaskan buku tersebut tentang siapa dirimu, jenis apakah dia, dan tentunya kelangsungan hidupnya kedepan nanti. Buku yang diambil dari rumah Isaac adalah satu-satunya buku yang menjelaskan peradaban para siluman di muka bumi ini. Peradaban para siluman yang menjadi musuh para manusia dan musuh sesamanya. “Rish, kita mulai dari halaman yang dirobek orang tua Isaac” Eleazer memerintah karena halaman sebelumnya telah mereka baca dan halaman itu hanya menjelaskan detail tentang manusia srigala saja. Mata Kitsune Parrish mulai sibuk mencari halaman yang berjudul Kitsune. Buku yang dipercaya menjelaskan tentang semua makhluk siluman itupun berhasil memberikan penjelasan tentang Kitsune. *** Kitsune merupakan se ekor rubah yang mampu berubah wujud menjadi manusia. Kehadiran Kitsune telah berkembang sejak abad 5 SM setelah beberapa dekade kehadiran manusia srigala. Kebanyakan Kitsune adalah para wanita. Jika Kitsune adalah seorang laki-laki, maka Kitsune tersebut adalah Kitsune pilihan yang dipilih oleh para dewa. Kitsune adalah siluman yang mampu memakan aliran listrik, ekor dan mulut mereka bisa menegluarkan api, namun kekuatan Kitsune yang paling berbahaya yaitunya
  • 27.
    mereka bisa membunuhmanusia hanya dengan satu goresan pada leher manusia. Kehadiran mereka juga menjadi ancaman bagi bangsa srigala karena Kitsune merupakan makhluk modern dan akan meminimalisirkan kehadiran para bangsa manusia srigala. Mereka adalah penipu yang sangat pandai, mereka bisa berubah wujud menjadi apapun yang mereka inginkan. Kitsune sebenarnya baru bisa berubah wujud menjadi manusia ketika mereka berumur 1000 tahun. “Parrish, umur lu sekarang berapa?” “Mana gw tau El. Buku nya bercerita kalo Kitsune itu cuma para wanita, berarti gw harus mencari mereka dong” “Dulu Liam pernah pelihara rubah juga, dan sekarang malah pergi bareng dia. Atau jangan-jangan rubah itu juga Kitsune kayak Liam” “Tunggu Rish, mungkin para Kitsune ada disekitar rumah lu. Karena lu satu-satunya Kitsune di kota ini” “Jangan bilang lu mau nyari mereka?” Pun perkataan tersebut tidak membuat niat Eleazer gagal. Terpaksa Parrish harus mengikuti kehendak Eleazer yang juga ada baiknya untuk Parrish. Malam yang lumayan dingin mengantarkan mereka ke tempat dimana awal semua terjadi. “Rish, kita harus hati-hatii. Bisa aja kan bukan Kitsune yang datang, tapi malah werewolf lain yang datang, atau si Allison” Eleazer langsung memasang telinga tajamnya, dan juga Parrish berusaha untuk mengatus emosinya sedemikian mungkin agar matanya kembali bersinar dan juga para Kitsune lain bisa merasakan kehadirannya. Langsung, seekor Kitsune berdiri didepan mereka yang membuat mereka shock. Kitsune yang lumayan besar tersebut memiliki ekor 9 yang sangat bercahaya. Dan Kitsune tersebut berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat familiar dengan mereka.
  • 28.
    “Kebby” dua wajahtersebut tersebut terlihat sangat shock mengetahui bahwa Kitsune tersebut adalah Kebby, cewek culun yang juga sama sekolahnya dengan mereka. “Parrish, akhirnya lu datang juga nyari gw. Gw udah lama nunggu lu jemput kawanan lu” ucap Kebby yang ternyata juga mengetahui dari awal bahwa Parrish adalah se ekor Kitsune. “Tunggu, lu udah tau Parrish juga Kitsune kayak lu?” Eleazer kembali kebingungan. Ternyata di sekolahnya para murid penuh dengan misteri masing- masing dan puya andil masing-masing dalam kisah ini. “Buat lu El, lu belum tahu lu itu siapa? Lebih baik lu cepat menghindar dari para siluman, sebelum lu ngebunuh salah satu dari mereka” lanjut Beatrice. “Maksud lu apa? Gw gak mungkin kan ngebunuh sahabat gw sendiri” protes Eleazer. “Eleazer, dengan kekuatan supranatural lu yang bisa mendengar semuanya, Allison pasti akan nangkap lu buat ngeburu kita semua” “Kebby, Eleazer gak mungkin ngelakuin itu. Gak akan pernah Keb” Nahuel juga memprotes semua perkataan Kebby. Sampai saat ini, Eleazer baru menyadari kekuatannya hanya sekedar pendengaran yang luar biasa dan belum ditandai oleh hal-hal lain. “Ok-ok, Sorry Keb. Selama ini gw kira lu itu cewek kutu buku yang gak mau berteman sama kita” Parrish tak habis fikir dengan perkembangan para siluman yang sangat drastis ini. “Dan pastinya lu pengen informasi lebih kan tentang bangsa kita?” ungkapan Kebby mewakili perasaan Parrish yang selama ini haus informasi tentang Kitsune. Kebby membawa Parrish & Eleazer ke rumahnya yang terbilang lumayan jauh dari sekolah. Dengan sangat hati-hati Kebby menceritakan semuanya kepada Parrish & Eleazer. Mereka mendengar dengan seksama. Dan semua informasi yang dibutuhkan Parrish & Eleazer memang cukup untuk saat ini tentang Kitsune maupun manusia srigala sendiri.
  • 29.
    Dilain sisi, Isaac& Vladimir akhirnya menunaikan perintah Aro untuk tinggal sementara waktu di gua yang disebut Gua Ago. Dan dengan sangat terpaksa Isaac & Vladimir tidak mengikuti sekolah untuk sementara waktu. Namun para sahabatnya tidak mengizinkan mereka untuk libur, dengan sedikit bantuan dari sahabatnya mereka tinggal bersama Eleazer dan meminta Aro dan Alistair untuk menjaga orang tua mereka. “Thanks ya guys karena udah bantu gw selama ini” ungkap Isaac merasa beruntung mempunyai sahabat yang sangat baik. “Biasa aja kali Saac. Kita kan udah kayak sodara” canda Eleazer agar Isaac & Vladimir tidak sungkan meminta tolong kepada para sahabatnya. “Tunggu-tunggu, itu bukannya Parrish” ucap Vladimir menunjuk kearah sahabatnya yang kebetulan barengan bersama Kebby. Ya, setelah Parrish mengetahui bahwa dirinya adalah seekor Kitsune dan menemukan Kebby, akhirnya ia memutuskan untuk belajar kepada Kebby tentang Kitsune lebih lanjut. “Gw musti bilang apa ya ke lu? Nanti deh gw ceritain semua kalo udah waktunya” Eleazer sengaja mengulur waktu agar Isaac & Vladimir tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Parrish. “El, harus sekarang dong. Lu gak mau kan kita nikam leher lu?” langsung Isaac mengeluarkan cakarnya tepat berada keleher Eleazer, dengan segala candanya ia mengamcam sang sahabat menceritakan semuanya kepada mereka tentang Parrish. “Gak gini juga kali Saac. Ok deh, gw cerita” berbalik Eleazer memukul dada Isaac pelan dan membuat keadaan imbang. Melihat situasi dimana Parrish tidak bersama mereka, Eleazer menceritakan pelan namun pasti segalanya tentang Parrish. Diawali cahaya kuning yang timbul dari mata Parrish, dan diakhiri pertemuan antara Parrish & Kebby. “Tunggu, gw dan Isaac gak mungkin kan kembali menanyai ke Ibu tentang kawanannya? Sedang Ibu gak tahu-menahu lagi tentang Kitsune”
  • 30.
    Vladimir berusaha melindungisang Ibu agar mereka tidak memaksakan sang Ibu memberi informasi lagi. “Kalo bukan ke Ibu lu, kita dapet dari mana lagi?” seolah Eleazer hanya memberi satu pilihan kepada Isaac & Vladimir agar tidak lagi mengulur waktu agar ada titik terang lainnya dalam perkembangan siluman saat ini. “Kita emang gak ada pilihan lain kecuali kita langsung menanyai Parrish” memang tak ada pilihan lain untuk mereka selain langsung menyuruh Parrish memberikan informasi tersebut kepada mereka serinci mungkin. Sementara waktu, mereka membiarkan Parrish bersama Kebby dahulu. 3. New Tragedy “Tapi kita gak mungkin menjadi musuh saat kita tahu bahwa kita adalah siluman yang selalu berlawanan, kan?” Parrish sekedar ingin tahu tentang prospek kedepan kehidupan mereka yang seharusnya memang memisahkan mereka setelah fakta ini terungkap. “Gw gak bakal biarin itu Rish. Karena gw sama Vladimir ada darah Kitsune juga” sedikit lega perasaan Parrish mendengar pernyataan Isaac. Mulai sekarang mereka harus lebih hati-hati kepada Allison dan keluarganya, karena bisa saja Allison membawa shotgun ke sekolah untuk membunuh para siluman di sekolah. Kesalahan kecil yang mereka lakukan, maka akan berakibat besar bagi semuanya. Allison tidak pernah main-main dengan shotgun dan peluru peraknya yang disengaja dibuat untuk membunuh para siluman. “Gini Saac, Vla. Sekarang gw juga harus nemuin para Kitsune dimana kan? Dan gw gak mikirin permusuhan kawanan kita sekarang, tapi gw bakal mikirin kehidupan gw kedepannya bersama para Kitsune” kembali Parrish memberi isyarat bahwa ia akan meninggalkan para sahabatnya untuk mencari Kitsune lain yang tersebar dimana-mana. “Tapi kan Huel?” Eleazer mencoba menahan permintaan Parrish yang terbilang mendadak dan juga sangat tidak masuk akal. Parrish bisa saja hidup
  • 31.
    disini dan menemukanpara Kitsune secara bersama-sama dengan para sahabatnya. Niat Parrish yang dari awal juga merupakan kebaikan semuanya, tidak bisa membuat Eleazer menahan permintaan kecil Parrish ini. Merasa semua emosinya telah keluar dan pula merasa ada perubahan para fisiknya, Isaac & Vladimir mencoba meredam segala amarah mereka dan bergegas mecari Kebby yang adalah Kitsune pertama yang ditemukan Parrish. Ya, setelah bertemu dengan Parrish, Kebby tersadar untuk mengganti penampilannya. Percuma juga ia berpenampilan sangat culun, namun kebenaran tentang dirinya telah terungkap. “Keb, sekarang kita gak banyak permintaan sama lu. Kita cuma minta lu agar tetap tinggal di kota ini dan juga Parrish. Karena kita semua yakin, ada jalan keluar untuk semua siluman” Isaac berusaha meyakinkan Kebby untuk bertahan dan bersama-sama berpegang tangan agar adanya perdamaian antara dua siluman tersebut. “Isaac, Vladimir, gw bisa aja tinggal disini buat selama-lamanya. Tapi Parrish juga pemimpin kayak kalian” pernyataan Kebby seolah bumerang bagi mereka karena Parrish lah yang mempunyai tugas paling besar bagi bangsa Kitsune. “Tunggu, bukan seorang pemimpin yang harus menemui para kawanannya, tapi para anggotanyalah yang harus mencari pemimpin mereka” seperti cambukan, perkataan Isaac memang lebih benar dari perkataan Kebby. Seperti sebelumnya, bukan Parrish yang menemui Kebby, tapi Kebby lah yang menemui Parrish. Dengan begitu, Kebby harus membujuk Parrish agar tetap tinggal di kota ini dan membiarkan Kitsune lain yang menemui dia, buka dia yang mencari mereka. ***
  • 32.
    Berlalunya waktu, berlalupulalah usaha Kebby membujuk Parrish untuk bertahan ditempat ini. Usahanya berhasil, walaupun dengan usaha yang sangat keras agar Parrish memenuhi permintaan Isaac & Vladimir melalui dirinya. Karena saling membantu, para Kitsune dan para manusia srigala sedikit demi sedikit menemui para pemimpin mereka. Namun hanya dalam waktu yang singkat, mereka harus kembali para pemukiman mereka sebelumnya. Allison jelas tidak tinggal diam melihat para siluman bahagia, merangkak namun pasti, ia memulai dari awal lagi rencana untuk membunuh para siluman tersebut dengan memastikan peluru peraknya cukup besar dan kuat menembus tubuh para siluman. Dan waktu yang paling tepat untuk membunuh mereka adalah di saat bulan purnama selanjutnya, dimana ketika para siluman berubah menjadi wujud binatangnya. “Sekarang tugas kita hanya untuk belajar kelompok, gak boleh bahas yang lain, ok?” penjelasan Eleazer seolah menyebutkan bahwa ialah yang memimpin pelajaran pada hari ini yang juga diikuti beberapa teman lama dan teman barunya seperti Jemaine, Randall, Irina, Beatrice, & Kebby, dan pastinya 3 sahabat terbaiknya. “Tujuan kita kesini kan emang untuk belajar, kan? Emang ada pembahasan lain?” Irina membalas pernyataan Eleazer yang direspon tertawa kecil dari teman-teman yang lain. Isaac hanya diam melihat Irina dan Eleazer yang saling serang namun masih dalam garis bercanda. “Sudah, jangan bikin suasana makin gak kondusif dong. Kita harus menyelesaikan semua ini secepat mungkin” Vladimir mempertengahi Eleazer & Irina, semua kembali belajar. Dan akhirnya tidak ada desah dari siapapun di ruang tengah rumah Eleazer tersebut. Semua benar-benar fokus dengan semua tugas yang siap mereka lahap. Namun para werewolf tiba-tiba saja teringat akan Allison yang sudah 3 hari tidak terlihat di sekolah? Langsung saja perasaan mereka tidak enak, karena juga 2 hari lagi adalah purnama penuh. Tugas
  • 33.
    tersebut akhirnya selesaisebersih mungkin. Semua pun bubar dari rumah Eleazer dan menyisakan para cowok. “Isaac, Vladimir, 2 hari lagi purnama penuh, dan kalian harus benar-benar siap karena purnama kali ini bakal berakibat sangat buruk buat para werewolf” Jemaine sekedar memberitahukan kemungkinan besar yang akan terjadi pada purnama penuh pertama mereka. Mungkin saja salah satu dari mereka terbunuh, atau salah satu dari mereka yang akan membunuh seorang manusia. “Gak, gw gak bakal ngikat lu pada lagi” Eleazer berespon menolak ketika Isaac & Vladimir melihat kearahnya memberi isyarat untuk mengikatnya lagi di tempat yang sama. Jelas sekali Eleazer menolak, karena berkaca dari sebelumnya, Isaac & Vladimir hampir saja membunuh Eleazer & Parrish hanya dengan satu tikaman cakar srigala mereka. “Jemaine, Randall, kalian udah dapat kabar dari Aro & Alistair tentang orang tua gw?” Vladimir sekedar ingin tahu keadaan orang tua mereka yang sudah beberapa minggu berdiam diri di Goa Ago bersama Aro & Vladimir. “Oh ya, gw lupa. Kemaren kita sempat kesana, dan orang tua lu udah sembuh dan kekuatan mereka telah kembali lagi. Mungkin sekarang Aro & Alistair udah balik ke kawanan” Randall menambahkan informasi tentang orang tua Isaac yang juga mulai melegakan pernafasan mereka. Akhirnya 2 hari tersebut berlalu, dimana malam harinya akan ada purnama penuh. Purnama yang akan menjadi saksi brutalnya para siluman srigala beraksi, dan juga saksi beraksinya Allison dengan sangat kejam membunuh para srigala. Segala persiapan dilakukan oleh para siluman srigala, dengan keterpaksaan Eleazer & Parrish harus kembali mengikat 2 sahabatnya dengan rantai yang lebih besar di ruang bawah tanah rumah Isaac karena juga saat itu sudah aman dari Allison dan mereka sengaja mengaliri aliran listrik agar amarah Isaac & Vladimir bisa diredam. 8 peluru perak telah disiapkan Allison untuk memburu para siluman srigala, dan jika beruntung akan ada Kitsune juga yang ia bunuh bersama kawanan siluman srigala.
  • 34.
    “Isaac, Vladimir. Lujangan pernah berfikir buat ngebunuh kita lagi. Karena tombol ini yang bakal membunuh lu pelan-pelan” ucap Eleazer menunjukkan tombol aliran listrik kepada Isaac & Vladimir, gertakan tersebut dilakukan agar Isaac & Vladimir bisa menguasai amarah mereka dan tak harus diikat dengan rantai lagi ketika purnama bulan. “Lu hanya harus lakuin apa yang harus lu lakuin” Isaac memberi isyarat bahwasanya Eleazer memang hanya harus menekan satu tombol tersebut untuk menggertak semua prilaku aneh Isaac & Vladimir. Purnama penuh pun dimulai. Eleazer & Parrish telah selesai mengikat Isaac & Vladimir dengan rantai yang berukuran lebih besar dan tentunya lebih kuat dari rantai kemaren & sengaja mereka mengalirkan aliran listrik yang cukup besar untuk menahan semua kekuatan mereka yang mulai meningkat. Apapun itu, Isaac & Vladimir harus juga berusaha menguasai nafsu membunuh mereka agar wujud siluman srigala bisa mereka kuasai dengan baik. Tambahan, Eleazer & Parrish juga akan berada tepat didepan mereka untuk melihat setiap kejadian yang akan terjadi para malam purnama bulan penuh itu. mengetahui bahwa hanya satu ruangan yang bisa dipakai oleh Isaac & Vladimir untuk berubah wujud, Allison memboyong 4 sepupunya yang senior dalam perihal memburu ini untuk membunuh Isaac & Vladimir. “El, Rish, kalian harus pergi” Isaac memerintahkan Eleazer & Vladimir agar menjauh sejauh mungkin karena Isaac tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari ruangan atas dan lebih tepatnya adalah di kamar Isaac & Vladimir. “Kita gak mungkin ninggalin lu berdua. Kita gak ada pilihan lain Rish” Eleazer memberi isyarat kepada Parrish untuk melepaskan rantai yang mengikat Isaac & Vladimir. Keduanya menahan aungan mereka agar Allison tidak mengetahui mereka. Walau mereka berhasil menahan aungan, tetapi lambat laun fisik mereka bertransformasi menjadi srigala. “Isaac, Vladimir, kalian tidak bisa bersembunyi selamanya. Peluru perak gw sendiri yang bakal mencabik jantung kalian” teriak Allison di ruangan atas.
  • 35.
    Mereka berempat mendengarhentakan kaki Allison ketika ia seraya berkata akan membunuh Isaac & kawanannya. Tanpa fikir panjang, Eleazer & Parrish melepaskan ikatan Isaac & Vladimir dan tanpa menghiraukan bahaya yang mengancam mereka. Merasa terbebas, Vladimir mengeluarkan aungan yang sangat keras. “Vla” Eleazer & Parrish menggertak srigala yang siap menerkam mereka itu. Gara-gara Vladimir mengaung disaat yang tidak tepat itu, Allison pun tepat berdiri didepan mereka dengan sebuah shotgun yang lumayan besar dan siap memberi Isaac & Vladimir hadiah di malam purnama penuh ini. “Pesta kalian sudah berakhir” langkah Allison terhenti saat melihat Eleazer dan Parrish yang berusaha melepaskan dua ekor srigala dari ikatan rantai yang cukup besar. Eleazer & Parrish tak mempedulikan kehadiran Allison, mereka terus berusaha melepaskan rantai tersebut. “Kalian tahu? Peluru perak gw pasti akan ngebunuh salah satu dari kalian malam ini” lanjut Allison yang sudah menarik pelatuk shotgun terbaiknya. Berlanjut, Eleazer & Parrish berhasil melepaskan rantai tersebut. Wujud srigala Isaac & Vladimir sangat siap menerkam kehadiran Allison ditengah-tengah mereka. “Jangan yakin dulu Allison. Lu belum tau siapa kita” Parrish menggertak Allison untuk lebih berhati-hati kepada mereka. Cahaya pada mata Nahuel kembali bercahaya kuning lebih gelap dari sebelumnya, dan akhirnya Allison juga mengetahui fakta tersebut. “Ya, Kitsune. Jadi sekarang lu jadi pelindung mereka? Sadar Rish, lu itu juga musuh gerombolannya Isaac” Allison menyadarkan Parrish bahwa memang ia adalah salah satu musuh kawanan Isaac & Vladimir yang juga harus memberi perlawanan terhadap bangsa Isaac. “Ingat, kali ini kalian gw beri kesempatan hidup. Tapi lu semua musti tahu, selanjutnya, kalian akan jadi bangkai” penekanan pada kata bangkai membuat mereka berempat sedikit panik. Karena itu jugalah, Isaac & Vladimir
  • 36.
    otomatis berubah menjadimanusia lagi. Sebab mereka mengesampingkan nafsu membunuh mereka kepada manusia. Allison pergi meninggalkan empat makhluk supranatural tersebut, walaupun pada kenyataannya Eleazer belum diketahui dari jenis apa. Bukan karena apa-apa, karena Eleazer masih hanya memilik satu kekuatan yang sangat jelas, yaitunya indra pendengarannya yang seperti indra pendengaran para werewolf. Perubahan wujud Isaac & Vladimir sekejap membuat 2 orang sahabatnya sangat bangga, karena dengan begitu mereka tidak perlu lagi menginkat Isaac & Vladimir dengan rantai yang bisa saja lebih besar lagi. “Parrish, lu musti ngingetin Beatrice tentang Allison. Dan kalo lu ketemu sama Kitsune lain, makan ingatkan selalu mereka dengan para pemburu. Karena bisa saja mereka membunuh kawanan lu” sekedar Isaac mengingatkan Parrish dan semua makhluk supranatural disekitar mereka, termasuk Eleazer yang seharusnya sudah memiliki kekuatan lain. Parrish juga mengingatkan hal yang sama kepada Isaac agar juga berhati-hati tentang Allison. Jika mungkin, Parrish & Isaac harus mempertemukan para Kitsune & werewolf disatu tempat agar terjadinya perdamaian antara dua siluman tersebut, dan bekerjasama membasmi para wolfhunters. *** Kesadaran tentang kekuatannya memang belum sepenuhnya disadari Eleazer, namun akhirnya gejala lain datang kepadanya yang berarti ada kekuatan lain yang ada dalam tubuhnya. Jika Isaac & Vladimir mendapati mata mereka berwarna merah, dan Parrish berwarna kuning, namun pada matanya berwarna hijau muda yang berarti dia bukanlah salah satu dari kawanan Isaac maupun kawanan Parrish. Ketika menyadari bahwa ada satu siluman lagi yang masih berkeliaran dimuka bumi ini, manusia hyena. Siluman yang memiliki nafsu membunuh lebih dari manusia srigala. Target utama para manusia hyena
  • 37.
    adalah membunuh parawerewolf dan siluman lain jika mereka menghadang manusia hyena. Penasaran dengan taring yang dimilikinya, Eleazer mencoba mengumpulkan semua emosinya dalam satu titik, kembali matanya bercahaya, taringnya pun tumbuh. Jika dibandingkan dengan Isaac, Eleazer memiliki taring yang lebih panjang dan tajam, namun memiliki ambisi yang paling besar untuk membunuh semua makhluk dimuka bumi ini. “Rish, semakin parah. Gw tunggu di rumah” Eleazer mengirim text sms kepada Parrish untuk mendengarkan apa yang sedang terjadi. Kebetulan Isaac & Vladimir sedang pergi ketempat orang tua mereka di Goa Ago. Kesempatan untuk Eleazer menjelaskan semua secara detail apa yang terjadi pada dirinya sejauh ini. Parrish akhirnya datang ke rumah Eleazer dengan kecepatan kilatnya. Pergi secara hati-hati, karena Allison mungkin saja menembakkan satu peluru perak kepada Kitsune itu. “Akhirnya gw nemuin siapa diri gw” Eleazer memberikan photo yang berhasil dia ambil dari wajahnya tadi kepada Parrish yang membuatnya berfikir keras. “Hyena” Parrish mendadak mengucapkan kata tersebut kepada Eleazer yang terlintas satu detik difikirannya. “Tadinya gw juga berfikir seperti itu” ”Rish, gw gak harus tinggal disini kan?” “El, lu harus berani menghadapi ini semua. Lu gak akan pernah menyakiti semua sahabat lu” “Dan karena itu gw harus menghilang dari sini untuk sementara waktu, Rish. Gw harap lu gak cerita dulu kepada yang lain” Langsung Eleazer pergi menjauh untuk sementara dari keramaian itu. Tanpa arah yang jelas, namun tujuan awalnya adalah membuat semuanya menjadi lebih baik. Parrish memegang perkataan Eleazer untuk tidak mengatakan sedikit pun kepada yang lain. Selama Eleaazer pergi, selama itu pula mulut Parrish terkunci untuk kebenaran yang sebenarnya tentang Eleazer
  • 38.
    yang tengah mencarijati dirinya di luar kota sana. Parish terpaksa berbohong kepada para guru di sekolah, ia terpaksa mengatakan perihal Eleazer tidak masuk sekolah sementara waktu karena ada urusan keluarga yang sangat mendadak sehingga harus segera diselesaikan. “Rish, sebenarnya apa yang lu sembunyiin dari kita? Kenapa lu gak jujur?” Vladimir memaksa Parrish agar bersikap jujur kepadanya dan Isaac. Sedang Isaac masih bungkam dan sedikit kecewa atas sikap buruk Parrish akhir- akhir ini. Parrish memang masih rutin berkomunikasi dengan Eleazer, namun itulah janji yang harus dipenuhi Parrish kepada Eleazer, menyimpan serapat- rapatnya rahasia kecil Eleazer terhadap semua orang. “Isaac, Vladimir,gw gak tau apa-apa tentang Eleazer. Kenapa kalian gak bisa percaya sama gw?” dan Parrish pun mendesak dua sahabatnya itu agar mempercayainya walaupun sebenarnya mereka tak harus. “Rish, gw gak tau musti percaya sama siapa” Isaac meninggalkan kantin dengan wajah yang sangat kecewa. Ia tak ingin melihat wajah Parrish karena terlalu kecewa terhadap sahabatnya tersebut. “Lu liat, sekarang saudara gw pun gak mau percaya sama lu” Vladimir memuncak. Ia pun berlalu meninggalkan Parrish sendirian di kantin. Parrish sangat kebingungan dengan dirinya sendiri. Ia tak tahu harus melakukan langkah apa lagi setelah tragedi buruk ini. “El, gw gak mau tau. Sekarang juga lu harus menjelaskan semuanya kepada Isaac & Vladimir. Sekarang, mereka kecewa karena gw nyembunyiin kebenaran tentang lu” tak ada langkah lain selain memberitahu kepada Eleazer tentang kejadian ini. Parrish hilang akal, fikirannya kacau, belum lagi ia harus berhadapan dengan Allison yang telah berhasil membunuh beberapa siluman seperti werewolf, & kitsune. Eleazer tak membalas semua sms dari Parrish karena memang tak ada waktu untuknya meladeni Parrish untuk saat ini. Eleazer telah berubah, dia bukanlah Eleazer yang dulu. Ia telah menemukan siapa dia sebenarnya dan apa yang akan ia lakukan kedepannya.
  • 39.
    Tujuan awalnya adalahmembunuh Isaac & Vladimir, yang mana akan menjadi ancaman bagi dirinya. Dalam hal ini, ada persamaan antara dirinya dan Allison, yaitunya sama-sama memburu para pemimpin kawanan srigala, atau mereka sering menyebutnya Alpha. Alpha adalah ancaman terbesar baginya, bahkan sangat besar. “Inilah saat kita membunuh semua Alpha yang menghalangi langkah kita” Eleazer berucap kepada sekongkolannya yang tak lain adalah Allison, hanya Allison seorang yang tau dimana Eleazer berada, karena Allison lah yang menemukan siapa Eleazer sebenarnya. “Dengan senang hati” Allison menjawab penuh semangat. Langkahnya seolah dibukakan dan dilancarkan dengan bekerjasamanya ia dan Eleazer. Wujud Eleazer yang sebenarnya telah lahir setelah beberapa hari pergi dari rumah, wujud Hyena nya lebih besar dari para Srigala & Kitsune. Eleazer siap mengubah semua takdir para siluman Hyena kedepannya dengan sembunuh para Alpha. Semua persiapan kembali dilakukan, Allison yang kembali mempersiap- kan peluru peraknya, sedang Eleazer mempersiapkan cakar panjangnya untuk menikam jantung para Alpha yang sampai saat ini hanya diketahui Isaac & Vladimir. Berbalik dari keadaan Eleazer yang semakin berubah, kini kehidupan Parrish pun seperti dibalikkan seratus delapan puluh derajat karena juga perubahan sikap Isaac & Vladimir yang juga disebabkan oleh Parrish dan juga disebabkan oleh permintaan Eleazer sendiri. Parrish tak habis fikir kepada Eleazer yang tak pernah lagi membalas setiap sms nya dan mengangkat setiap panggilannya. “Isaac, gw harus bicara sama lu” sorak Parrish tepat didepan rumah Isaac & Vladimir yang telah bisa ditinggali agi setelah satu bulan lamanya mereka bersembunyi dari Allison. Sekarang memang mulai lebih aman dari sebelumnya. Isaac membukakan pintu utama rumahnya,
  • 40.
    “Kalo lu siap”Isaac memberi aba-aba. Dengan membukakan pintu berarti ia memperbolehkan Parrish memasuki rumahnya dan menceritakan semuanya. Parrish pun harus memberanikan diri menceritakan semua ancaman tersebut kepada Isaac & Vladimir. Mereka sengaja duduk di ruang bawah tanah dimana kisah ini dimulai, dan mereka juga harus mencari akhirnya di ruangan tersebut. “Kalian harus menjauh dari Eleazer” Parrish meminta agar 2 sahabatnya menjauh dari Eleazer yang bisa saja membunuh mereka jika ia memiliki kesempatan itu. “Kenapa kami harus menjauh dari Eleazer?” Isaac masih bingung dengan penjelasan yang diberikan Parrish, seolah ada bahaya besar yang menanti kematian dua srigala tersebut. Vladimir pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Isaac. “Eleazer akan membunuh lu” sontak Isaac & Vladimir terkejut mendengar pernyataan Parrish. “Atas dasar apa lu ngomong kayak gitu?” Vladimir mendesak Parrish agar menjelaskan semuanya terlebih rinci. “Eleazer itu siluman Hyena, dan siluman Hyena akan membunuh semua siluman yang ada dimuka bumi ini. Dan tujuan awalnya, membunuh para Alpha. Lu pasti nanya kenapa gw nyembuniin ini semua dari lu? Karena ini permintaan Eleazer sendiri sebelum akhirnya dia pergi dari kita. Dan insting gw mengatakan ia akan kembali secepat mungkin untuk membunuh kalian berdua” Parrish berhenti sejenak. Ia melihat kedua sahabatnya benar-benar kehilangan pegangan. Mata mereka mengayun kesana-kemari mencari penjelasan yang mungkin bisa menjelaskan semuanya kepada mereka. “Dan sekarang gw cuma ingin bilang, kalian harus siap dengan segala kemungkinannya” bukannya menakut-nakuti, hanya saja Parrish tak ingin kejadian buruk terjadi kepada sahabat-sahabatnya. Setelah Parrish menceritakan segalanya kepada Isaac & Vladimir, keadaan persahabatan mereka kembali seperti semula, walaupun tidak sebaik keadaan awal dimana persahabatan itu
  • 41.
    digawangi 4 orangmanusia, Isaac, Vladimir, Parrish, & Eleazer. Sekarang, mereka bertiga harus saling membahu agar Eleazer kembali seperti semula dan bisa bersama mereka. *** Masa sekolah pun akhirnya selesai. Baik Isaac & Vladimir, maupun Parrish, mereka harus berkeliling sekeliling kota untuk mecari kawanan mereka yang tersebar di kota ini. Parrish hanya masih menemukan Beatrice, sedang Isaac & Vladimir sudah menemukan setidaknya 5 manusia srigala dalam kawanannya. Akhirnya, Allison dan Eleazer menemukan waktu yang tepat untuk melakukan aksi mereka untuk melakukan perlawanan besar bagi semua siluman. Isaac dan Vladimir sangat bersemangat melakukan perjalanan dari hutan ke hutan untuk menemukan srigala lain yang berkeliaran disana. Namun, bukan para werewolf-lah yang mereka temukan, mereka kembali bertemu dengan manusia yang memburu bangsa mereka, Allison. “Saat yang tepat bukan?” Allison tertawa kecil memperlihatkan shotgun terbaiknya yang sudah siap ditembakkan kearah mereka berdua. Allison telah merencanakan rencana besar untuk mereka berdua. “Ini memang saat yang tepat untuk mengakhiri semua Allison” Vladimir mulai merasakan tubuhnya melakukan perubahan para wajah, gigi, & kukunya. Matanya kembali bersinar merah, dan siap mencabik Allison dengan emosinya yang mulai memuncak. “Bahkan ini adalah awal” tiba-tiba Eleazer hadir tepat disamping Allison berdiri. Bahkan Eleazer lebih dari siap memulai segalanya. Dan apa yang Isaac & Vladimir lihat adalah kenyataan, dimana Eleazer telah berubah menjadi lawan mereka. Namun sebelum itu, Parrish pun telah bergabung dengan Isaac & Vladimir disana.
  • 42.
    “El, lu mustisadar. Ini bukan diri lu. Otak lu dicuci sama Allison” Parrish mencoba menyadarkan Eleazer yang mulai bersikap tak baik kepada mereka. Kesadaran yang sudah diambil dari Eleazer oleh Allison. Akhirnya, Allison menembakkan satu peluru perak tepat ke arah jantung Vladimir yang saat itu juga jatuh ditempat. Isaac & Parrish panik dan melakukan perlawanan terhadap Eleazer dan Allison. Pertempuran antara merekapun dimulai. Allison hanya bisa bersembunyi dan menyaksikan Isaac & Parrish bersama bertempur dengan Eleazer. Melihat kesempatan ketika Vladimir mencoba bangun dan melawan efek dari peluru perak, Allison kembali menembakkan peluru lain ke arah Vladimir yang tepat terkena pada tulang keringnya. Mendengar adanya tembakan, Isaac kembali kepada saudaranya dan membiarkan Eleazer & Parrish bertempur. Parrish pun mengambil kesempatan, yaitunya mengambil pedang yang tersimpan pada salah satu ekornya. Ia harus tepat mengambil pedang tersebut, karena jika tidak, maka nyawanyalah yang menjadi taruhan. Diikuti emosi, ia berhasil mengambil pedangnya dan langsung mengarahkan ke Eleazer. Eleazer begitu pandai sehingga ia bisa menghindari pedang Kitsune tersebut. Berbalik kepada Vladimir yang mulai merasakan tubuhnya yang melemah, Isaac tak bisa melakukan apa-apa kecuali membawa Vladimir pergi. Namun Eleazer & Allison tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Eleazer mengejar Isaac & Vladimir yang diikuti oleh Parrish dibelakang mereka. Allison hanya menunggu di titik dimana mereka akan berakhir selanjutnya. Mereka berhenti, Isaac melepaskan Vladimir dan menyuruh Vladimir beristirahat, juga tidak melakukan gerakkan yang bisa membuat efek peluru perak Allison begitu cepat. Isaac kembali menghadiahkan Eleazer pukulan ke wajah Eleazer dan membuat Eleazer terkungkung jauh. Dan Parrish harus berhadapan dengan Allison yang selalu menjadi provokator dalam kisah ini. Allison yang dulunya pernah belajar boxing, akhirnya memutuskan untuk melawan Parrish. Eleazer pun membalas Isaac dengan pukulan yang lebih keras. Isaac lemah, ia tak mampu lagi berdiri untuk melawan. Eleazer langsung
  • 43.
    menikam jantung danmelakukan hal tersebur berkali-kali sampai tubuh Vladimir tidak mampu lagi melakukan pergerakkan, hal tersebut membuat Vladimir langsung tidak sadarkan diri. Isaac tersadar ketika mendengar erangan kuat Vladimir, begitupun Parrish. Allison tersenyum mendengar erangan yang berarti Eleazer berhasil menaklukan se eokr Alpha, ia dan Eleazer kabur dari situasi tersebut dan meninggalkan Isaac & Parrish yang harus menerima kenyataan itu. “Vla, gw yakin lu kuat. Lu musti lawan luka ini” Issac tidak bisa menahan kesedihannya. Ia mencoba melakukan apa yang selau ia lakukan ketika Vladimir tengah kesakitan. “Saac, lu musti ikhlas. Vladimir gak bernafas lagi” Parrish mencoba menenangkan sahabatnya itu. Ia harus mengikhlaskan Vladimir yang memang telah meninggal oleh tangan Eleazer, sahabatnya. “ELEAZER” Isaac mengucap nama sahabatnya sangat keras yang saat itu juga menjadi musuhnya. Dendam bersemat dihatinya untuk Eleazer, karena telah merenggut saudaranya. Karena itu kemarahan yang sangat besar itu, membuat mata Isaac berubah menjadi merah dan bahkan lebih bersinar dibandingkan mata Vladimir sebelumnya. Allison merasa sangat puas dengan berakhirnya Vladimir ditangan Eleazer. Dan ia sangat percaya bahwa Eleazer akan melakukan hal yang lebih besar dari itu. Isaac dan Parrish masih belum bisa berfikir jernih setelah kematian Vladimir yang disebabkan oleh Eleazer. Kematian Vladimir menandakan awal semua perang terhadap bangsa Hyena dan juga Allison. Isaac & Parrish harus membuat rencana untuk menghentikan Allison & Eleazer. “Bu, Yah, Vladimir meninggal” Isaac memberi tahu orang tuanya. Karena merasa ia bertanggung jawab terhadap adiknya itu, Isaac tak ingin memikirkan konsekuensi yang akan diberikan orang tuanya kepadanya. Orang tuanya merasa sangat terpukul terhadap pengakuan Isaac, jelas air mata mengalir dari wajah keduanya. Terakhir mereka melihat Vladimir adalah disaat
  • 44.
    mereka diserang olehAllison dan para pemburu lain, dan itu adalah waktu yang telah lama sekali. “Kenapa bisa?” dalam tangisannya, sang Ibu masih sempat menanyakan bagaimana Vladimir bisa meninggal dalam pengawasan Isaac dan saat itu juga ada Parrish yang membantu mereka. “Tante, pertanyaannya bukan kenapa, tapi siapa yang membunuh Vladimir” Parrish mengalihkan pokok pertanyaan Ibu Isaac, lambat laun mereka juga harus memberi tahu siapa yang telah membunuh Vladimir. “Eleazer” Isaac akhirnya mengucapkan nama tersebut kepada kedua orang tuanya. Isaac mulai merasa tidak nyaman mengucapkan nama sahabat yang hanya beberapa detik berubah menjadi musuh besarnya. “Kalian bilang Eleazer? Eleazer itu kan cuma . . .” sang Ibu berhenti. “Manusia? Tante, Eleazer adalah siluman yang paling berbahaya untuk kita semua, Tante. Bahkan untuk Kitsune seperti kita” Parrish memotong perkataan Ibu Isaac. Parrish pun memberi tahu tentang Kitsune kepada salah satu gerombolannya itu. Parrish dan Isaac mulai sampai pada puncak pembicaraan mereka. Ibu Isaac tak perlu menjawab pernyataan Parrish tentang Kitsune, karena ia pun telah mengetahui dari Isaac & Vladimir sebelumnya. “Maksud kalian siluman Hyena?” Ayah Isaac akhirnya angkat bicara. Sedikit banyaknya, ia lebih banyak tahu tentang Hyena dari sang istri. “Yah, apa Ayah tahu tentang siluman Hyena?” Isaac berharap agar Ayahnya memberi tahu tentang bangsa Eleazer yang adalah ancaman terbesar bagi Kitsune, Werewolf, & manusia. Ibu Issac memberi isyarat kepada suaminya untuk memberi tahunya, mungkin inilah saat yang tepat untuk itu. “Sebenarnya siluman Hyena telah punah sejak abad ke-5 M. Dan Eleazer adalah satu-satunya siluman Hyena yang berhasil bangkit dari kepunahan itu. Dari awal kalian memperkenalkan Ayah kepada Eleazer, Ayah sadar ia adalah bangsa Hyena. Namun saat itu kalian masih SD. Umur Eleazer jika dihitung
  • 45.
    sekitar 4 abad.Dan dia lebih tahu segalanya dari kita semua” Ayahnya mulai menceritakan semua hal. “Kenapa Eleazer selama ini bersahabat bersama kalian? Karena dia ingin mencari titik lemah dari kalian semua. Parrish, kamu harus bisa mempertahankan 9 ekormu, jika Eleazer berhasil mencabut semua ekormu, maka kehidupanmu berakhir” Ayah Isaac melanjutkan semua ceritanya dan juga berpesan agar Parrish berhati-hati terhadap sahabatnya tersebut. Tetapi semuanya mulai penasaran dengan Allison yang tiba-tiba saja memburu bangsa siluman. Memang belum semua orang yang mengetahui tentang kehidupan Allison, tapi ada dua orang yang mengetahuinya sangat baik, Beatrice, dan Kebby. Namun ketika itu pula Beatrice juga telah pergi berlibur bersama keluarganya ke Brunei, otomatis mereka harus menemui Kebby yang sangat siap dengan itu semua. “Rish, lu bakal bersama gw sampai akhir kan?” tanya Isaac mulai khawatir dengan semuanya. Ia berharap agar tak ada lagi yang meninggalkan seperti sebelumnya. Parrish hanya mempunyai satu janji kepada sahabatnya itu, yaitunya tetap bersama sang sahabat sampai akhir, apapun yang terjadi kepada semua makhluk dibumi ini. Kebby menceritakan semuanya, se-detail mungkin dan sebenar-benarnya. Siapa Allison, kenapa dia memburu para siluman, dan segala macam tentangnya. “Kebby, ekor lu masih utuh?” Parrish merubah jalur pembicaraan. Ia sekedar ingin tahu apakah Kebby masih mempunyai ekor yang utuh seperti yang ia miliki, atau bahkan Kebby juga memiliki satu pedang pada ekornya. “Isaac, Parrish, gw musti mencabut 8 ekor gw, karena gw sempat bicara sama Ibu Isaac tentang Kitsune. Kitsune harus mencabut 8 ekornya untuk keselamatan mereka. Berbeda dengan lu Rish, lu musti mempertahankan semua ekor lu, agar lu bisa melindungi Kitsune lain” Kebby menjawab rasa penasaran Parrish.
  • 46.
    “Kenapa musti Parrishyang melindungi semua Kitsune?” Isaac pun mulai merasa tertarik dengan pembicaraan ini. “Kalian harus tahu, selama ini hanya wanita lah yang bisa menjadi Kitsune. Dan kini, seorang cowok berubah menjadi Kitsune, itu jarang terjadi. Hanya terjadi sekali dalam 3000 tahun. Jelas lu mempunyai tanggung jawab besar bagi Kitsune lain, Rish” dan akhirnya sebuah rahasia terungkap, dimana Parrish merupakan Kitsune langka yang hanya hidup sekali dalam 3000 tahun. Dan itulah mengapa Parrish tidak pernah menemui para Kitsune jantan selama ini. Yang ia temukan selalu Kitsune dengan wujud perempuan. Bagaimanapun, Parrish harus tetap menjaga 10 ekornya, dimana satu diantaranya adalah senjata terbaik Parrish. Sedang Isaac, harus secepat mungkin menghentikan langkah Allison dan mendapatkan Eleazer kembali. Dan tugas berat harus Parrish pikul agar ia menjadi Kitsune yang bisa memimpin para Kitsune lain. Penjelasan dari Kebby telah lebij dari cukup, itu menjelaskan semua yang Parrish dan Isaac inginkan. Langkah mereka selanjutnya: menyusun rencana sebaik mungkin. *** Sekolah kembali seperti semula, namun mulut semua murid masih membicarakan kematian Vladimir yang banyak dari mereka tidak mengetahui bagaimana lelaki itu mati. Bangsa siluman, terutama bangsa srigala berusaha menyembunyikan kisah itu agar semua murid tidak merasa ketakutan. Tentu waktu yang membosankan ketika tidak ada satu hal pun yang bisa dilakukan. Tapi itu tidak berlaku bagi Parrish dan Isaac. Disaat tak ada kegiatan, keputusan gila keluar dari Isaac. Ia menantang Parrish untuk berpacu lari di hutan, dengan senang hati Parrish menerima ajakan Isaac. Ya, setelah kepergian Vladimir, Isaac lebih banyak menghabiskan waktu bersama Parrish di rumahnya. Parrish juga bersedia 24 jam untuk sang sahabat. Dan perjalanan dimulai. Dibawah sinar bulan yang ditutupi awan, mereka berubah menjadi
  • 47.
    wujud masing-masing dansaling melempar tatapan dari mata mereka yang juga saling bercahaya. Perjalanan 5 mil terasa sangat singkat bagi mereka, karena semangat mereka malam itu tidak mengisyaratkan adanya perasaan lelah dari wajah mereka. Parrish merasakan panggilan dari siluman lain ketika ia dan Isaac hendak kembali melanjutkan perjalanan malam mereka. “Saac, tunggu” mereka kembali ke wujud manusia, mata Parrish yang berwarna kuning keemasan pun sibuk mencari-cari asal darimana panggilan aneh itu. Mereka mendengar suara tersebut semakin keras, namun wujudnya tidak terlihat. Berbeda dengan Parrish yang merasakan panggilan dari makhluk tersebut, Isaac hanya mendengar seperti siluman biasa, yang selalu membuat mereka merasakan hal yang tak wajar lagi. “Rish, jangan-jangan itu Kitsune?” Isaac mencoba menebak makhluk apa yang sedang berkeliaran disekitar mereka. Parrish tidak mengiyakan, namun juga tidak menidakkan perkataan Isaac, karena itu belum bisa dibuktikan jika makhluk tersebut tidak terlihat wujudnya. Tanpa sadar, sang makhluk telah berdiri dibelakang mereka. “Hey, apa yang kalian lakuin disini?” mereka langsung berbalik, dan apa yang mereka lihat membuat mereka sangat kaget. Itu memang Kitsune, dan bahkan juga memiliki wujud seorang laki-laki seperti Parrish. Ekornya hanya berjumlah sembilan, berbeda dengan Parrish yang memiliki satu pedang pada ekornya, dan juga menimbulkan cahaya seperti ekor Parrish. “Kalian harus keluar dari sini, karena ini tidak aman bagi kalian” berlanjut tubuh berbidang tersebut memerintahkan mereka untuk segera pergi dari sana, karena pada saat itu keadaan diluar kendali. “Kami gak mungkin pulang, kami telah melakukan perjalanan jauh untuk mencari siluman lain, dan kami nemuin lu” Isaac menolak perintahnya. “Tunggu-tunggu, lu Kitsune?” tanyanya kepada Parrish yang hanya diam melihat Kitsune berwujud cowok tersebut.
  • 48.
    “Oh, iya. GwKitsune” Parrish tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum kecil, karena menemukan partner Kitsune jantan. “Ok, gw bakal nemuin kalian disini lagi besok. Tapi kalian harus segera pergi dari sini” ia pun langsung pergi tanpa meninggalkan identitas yang pasti seperti namanya. Namun itu memberi kelegaan kepada Parrish, karena akhirnya perkataan Kebby terpatahkan setelah Kitsune yang mereka temukan di hutan tadi. Rencananya, Parrish akan mengikutsertakan Kebby untuk bertemu dengan Kitsune tadi untuk mendapatkan segala informasi tentang makhluk yang dikenal sebagai penipu tersebut. Kitsune tersebut bernama Avery, dia juga termasuk spesial karena ia juga bisa hidup dalam kurun waktu yang mempunyai batas yang sangat lama. Berbeda dengan Parrish yang mempunyai mata kuning emas, Avery memiliki warna mata biru cerah yang juga sangat jarang ditemui pada Kitsune di muka bumi. Namun perbedaan warna mata, tidak membuat perbedaan kekuatan yang ia miliki dengan Parrish. Jika Parrish memiliki semua kekuatan yang dimiliki para siluman Kitsune, ia pun memiliki semua kekuatan itu. Di hari selanjutnya, Avery pun menunggu kedatangan Isaac dan Parrish ditempat awal mereka bertemu, jarak yang lumayan jauh dari rumah Isaac. Karena ketidaksabaran yang dimiliki Parrish, mereka datang tepat waktu, termasuk Kebby. “Ikutin gw” Avery memberi perintah kepada mereka untuk ikut bersamanya. Avery menuntun mereka ke sebuah tempat dimana para siluman hidup damai didalamnya. Mereka bertiga pun mengikuti kemana Avery menuntun mereka. Mereka sampai di sebuah bangunan yang tepat ditengah hutan. Sebuah bangun tak lebih kecil dari sebuah rumah, dan terlihat sangat tua. Mungkinkah disana Avery tinggal? “Ini tempat apa?” Parrish bukan hanya penasaran, namun juga merasa ada keanehan dalam rumah tersebut. “Nanti kalian juga tahu” jawaban yang diberi Avery masih menjadi teka- teki bagi mereka semua. Avery pun masuk kedalam rumah tersebut, namun 3
  • 49.
    siluman tersebut masihberdiri terpaku didepan pintu rumah tersebut. Jika dilihat dari jauh, dinding rumah tersebut hanya hitam polos dan tak ada corak tertentu. Namun jika dilihat dari dekat, maka dinding rumah tersebut memiliki berbagai macam gambar simbol yang hanya bangsa siluman lah yang mengetahuinya. Mereka tak ingin lama-lama terpaku akan simbol tersebut, mereka akhirnya terpana untuk masuk kedalam rumah tersebut yang hanya diterangi oleh cahaya bulan tanpa satupun listrik. “Oh ya, gw lupa. Nama gw Avery. Gw udah tau kalian semua. Isaac, Parrish, dan Kebby” tak hanya memperkenalkan diri, Avery juga mengetahui identitas tiga siluman tersebut. Mereka bertiga tak terkejut dengan kenalnya Avery terhadap mereka, karena setiap ada siluman baru yang hadir, mereka pasti mengenal satu sama lain. “Isaac werewolf, Parrish dan Kebby Kitsune” pernyataan selanjutnya dari Avery membuat mereka kagum, karena Avery mengetahui mereka itu jenis siluman apa. “Avery, lu beneran tinggal disini?” Kebby mulai merasa tak nyaman dengan keadaan rumah tersebut. Karena yang menerangi rumah tersebut hanyalah cahaya bulan, dan mata mereka. “Gak, gw cuma sering aja ngabisin waktu gw disini. Dulu, ini memang rumah gw, tapi setelah para pemburu membunuh semua keluarga gw, gw pindah” dan Avery adalah salah satu yang telah lama diincar oleh para pemburu. Kenyataannya, keluarganya telah dulu mati karena adanya tangan kejam para pemburu. “Hyena” lanjutnya. Kata tersebut membuat Isaac dan Parrish langsung teringat dengan sahabatnya yang telah membunuh Vladimir dengan sangat kejam. Isaac mencoba menahan amarahnya agar tidak membahayakan dirinya juga.
  • 50.
    “Bisa lu jelasinkepada kita, kenapa manusia bisa bekerjasama dengan siluman Hyena?” Parrish mulai mengubah jalur pembicaraan. Pertanyaan dasar yang akan mereka tahu dari Avery. “Para leluhur siluman memanggil mereka werehyena. Mereka bisa saja menjadi sahabat yang baik untuk manusia, dan juga sebaliknya. Mereka bisa menjadi ancaman besar bagi manusia. Kebanyakan werehyena berukuran lebih kecil, namun spesiesnya juga berukuran dua kali lipat lebih besar dari srigala. Jika kita mencarinya, kita tidak akan menemukannya, tapi merekalah yang akan menemukan kita. Para werehyena dikenal karena mereka pandai menyembunyikan bau mereka dari siluman apapun, dan karena itulah kita tidak harus mencari mereka. Titik lemah mereka, tidak ada” Avery menyampaikan semuanya kepada tiga siluman tersebut. Dengan itu juga, mereka harus siap karena akan susah melumpuhkan werehyena seperti Eleazer. “Avery, apa kita bisa menghentikan mereka?’ Kebby langsung menanyakan point paling penting tersebut karena ia tidak ingin adanya pertumpahan darah lagi. Pada akhirnya, yang diinginkan semua makhluk dibumi ini adalah hidup dengan damai. “Sampai sekarang, gw masih mencari tahu apa yang bisa mengakhiri semua ini” Avery pun masih dalam perjalanan menuju pintu kedamaian. Baik Isaac maupun Parrish tentu tak ingin membunuh Eleazer walaupun Eleazer telah membunuh Vladimir sebelumnya, mereka hanya ingin Eleazer kembali seperti sedia kala. Pembicaraan selesai, namun Avery ikut bersama Parrish dan Isaac untuk mencapai keinginan mereka, kedamaian. Avery memutuskan untuk pindah ke kota dimana Parrish dan Isaac tinggal, untuk mengubah kehidupannya yang selalu sendiri, juga mengubah semua takdir semua siluman kedepannya. Beruntung orang tua Isaac juga telah mengenal Avery sebelumnya, karena mereka yang sering melakukan perjalanan malam dan melakukan pertemuan dengan para siluman, termasuk Avery yang mereka temui sekitar 4 bulan yang
  • 51.
    lalu. Avery punmemiliki kekayaan yang sangat melimpah, karena warisan orang tuanya yang semakin hari semakin berlimpah ruah. Karena itulah ia memutuskan untuk bersekolah dimana Isaac dan Parrish bersekolah. *** Ketika sekolah aktif kembali, dalam arti masa liburan telah habis. Semua murid kembali memasuki gerbang masa depan. Ketika pertama kali meihat gedung sekolah yang berlantai 3, Avery mengingat bahwa bangunan itu bukan bangunan biasa. Di dalam bangunan tersebut, terdapat sebuah aturan dan kekuatan yang sangat kuat yang melindungi gedung tersebut. “Ave, kenapa bingung? Masuk yuk?” Isaac merangkul Avery untuk masuk ke sekolah barunya itu yang ternyata memang bukan sekedar bangunan biasa. Avery pun melempar kebingungannya dan masuk dengan Isaac ke kelas. Karena kapasitas dalam kelas Isaac & Parrish yang sudah penuh, Avery akhirnya masuk ke kelas Eleazer & Allison. Karena itu merupakan ajaran baru, semua murid kelas dua belas sekarang pun diacak. Isaac, Parrish, Beatrice dan Irina duduk dikelas yang berbeda dengan Allison, Eleazer, Kebby, dan Avery. Sedang Aro, Alistair, Jemaine, dan Randall menghilang begitu saja dari permukaan sekolah setelah kematian Vladimir. “Saac, Rish, gw mau bicara sama lu berdua. Hari ini sepulang sekolah dilapangan” karena telah memiliki CP Isaac dan Parrish, Avery hanya mengirimi mereka text sms untuk mengadakan pertemuan dilapangan setelah kelas bubar, menurut Avery, pembicaraan ini adalah pembicaraan tentang sekolah mereka ini. “Ave, lu harus siap sekolah disini” bisik Kebby yang duduk tepat dibelakang Avery. Avery hanya memberi senyuman kecil sambil menyelipkan pandangannya kepada Allison dan Eleazer tanpa mereka sadari. Sedang Eleazer dan Allison tengah sibuk membicarakan hal-hal lain. Karena merasa bahwa sekolah ini sudah dibangun dengan beberapa aturan tentang hubungan manusia
  • 52.
    dengan para siluman,Avery dengan percaya diri memperkenalkan dirinya kepada Allison dan Eleazer. “Hey” Avery memperkenalkan diri kepada dua orang tersebut. Ia berlagak seperti tidak tahu bahwa mereka tidak terlibat dalam kisah ini, yang ia tahu mereka hanyalah dua orang murdi biasa seperti yang lainnya. Keduanya memberi senyum perkenalkan kepada Avery pertanda bahwa mereka memang tidak ada kaitannya dengan semua itu. Akhirnya perkenalan Avery dengan Eleazer dan Allison berlangsung dengan sangat baik, karena sepertinya Allison dan Eleazer juga menerima kehadiran Avery di sekolah barunya. Hal unik terlihat ketika Avery menyaksikan mainan tas Allison yang terbagi dari empat bagian, tubuh srigala yang dibagi empat, kepala, kaki, dan tubuh mereka yang dibagi dua. Itu semua tak membuat Avery terkejut karena ia memang telah mengetahui keluarga besar Allison adlah keluarga pemburu para siluman. Selama pelajaran berlangsung, Avery tidak pernah benar-benar memperhatikan sang guru ketika menjelaskan materi pelajaran. Ia masih terkejut dengan dijadikannya bangunan ini menjadi sebuah sekolah, dan dimana didalamnya terdapat pergaulan antara manusia dengan siluman. Tepat sepulang sekolah, Avery menunggu Isaac dan Parrish di lapangan. Isaac dan Parrish tidak membuang banyak waktu untuk membuat Avery menunggu mereka terlalu lama. “Ada apa sih sebenarnya, Ave?” Avery melihat kesana-kemari ketika Parrish menanyakan perihal mereka dilapangan. Avery memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mengikuti mereka, takutnya semua akan terbongkar begitu saja. “Gw mau nanya juga sama kalian, sekolah ini sejak kapan berdiri?” Avery memastika terlebih dahulu apakah yang ia fikirkan itu benar. Parrish dan Isaac tidak tahu pasti kapan sekolah itu dibangun, namun mereka mengetahui kapan sekolah itu aktif sebagai sekolah.
  • 53.
    “Kita juga gaktau pasti, Ave. Yang kita tau, sekolah ini sudah aktif sejak 35 tahu belakangan” Isaac menjelaskan kapan sekolah itu mulai aktif, Isaac dan Parrish semakin tidak menegrti dengan jalur pembicaraan Avery. “Kalian harus tahu, sekolah ini dulunya adalah sebuah tahanan untuk para siluman” Avery memberikan pernyataan mengejutkan. Fakta dimana dulunya sekolah mereka adalah sebuah bangunan yang digunakan sebagai penjara untuk semua siluman, dan juga sebagai tempat eksekusi terburuk bagi bangsa siluman. “Di belakang sekolah ada gudang kan?” Avery kembali memberi tahu Isaac & Parrish bahwa sesuatu yang besar disimpan di dalam gudang sekolah, dan mereka harus masuk kesana, saat itu juga. Sesampainya di gudang, Avery kembali melihat keadaan sekitar untuk memastikan bahwa mereka aman. Hanya dengan sedikit tendangan, pintu gudang terbuka lebar. Mereka tidak menemukan barang-barang yang berarti, mereka hanya menemukan dus bekas dan barang-barang yang selayaknya tinggal di gudang. “Kalian tidak melihat apa-apa kan?” teka-teki yang diberi Avery semakin rumit dan juga menarik, karena mereka telah menunggu terlalu lama untuk sesuatu yang besar. Avery memindahkan beberapa dus bekas yang terletak di sudut gudang, lalu ia menarik lantai dimana hanya lantai ukuran 1x1 meter itulah yang terbuat dari papan. Lantai tersebut sama hal nya dengan lantai yang dulu pernah Isaac temukan di dalam kamarnya, bedanya lantai di gudang memiliki kurang lebih 20 anak tangga untuk menghubungkan gudang dengan ruang bawah tanahnya. Avery langsung menekan tombol yang berada pada pintu masuk rungan tersebut karena ia sudah hafal dengan ruangan tersebut. Dan apa yang mereka lihat, sangatlah membuat Isaac & Parrish bertambah terkejut lagi. Setidaknya, 7 ruang tahanan mereka lihat. Bukti perkataan Avery memang benar. Ruang tahanan disini memang lebih sedikit dibandingkan yang dimiliki oleh sekolah pada dahulunya, karena memang ruang bawah tanah ini digunakan untuk menahan semua kunci keberhasilan para siluman, seperti pemimpin para siluman.
  • 54.
    “Di sekolah ini,kalian semua sekolah di tempat yang sangat aman untuk para bangsa siluman dan manusia. Karena di sekolah ini telah tertera aturan tentang sakit-menyakiti antara manusia dan siluman. Dulu, nenek moyang kita, pemimpin dari segala siluman sebelum akhirnya para siluman berpisah, telah melakukan persetujuan dengan pempimpin para manusia untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat yang bisa digunakan untuk manusia dan para siluman untuk melakukan belajar-mengajar. Disini bukan hanya murid yang memiliki kekuatan seperti kita, tapi guru-guru kita sebagian adalah para siluman seperti kita. Para siluman yang hidup disini telah melupakan nafsu mereka untuk membunuh para manusia, karena mereka yakin jika mereka bisa menahan nafsu itu, mereka akan hidup dengan damai dengan manusia” Avery masih menceritakan sedikit detail tentang sejarah sekolah itu. avery pun menunjukkan bukti tertulis tentang kesepakatan itu agar Isaac & Parrish percaya dengan apa yang ia katakan. Wajah Isaac & Parrish semakin bingung mendengar pernyataan tersebut. Kenapa orang tua mereka tidak pernah menjelaskan kepada mereka tentang itu sebelumnya? Apakah orang tua mereka bertujuan untuk melindungi mereka, para bangsa siluman? 4. 3 in 1 “Tunggu” Isaac tiba-tiba mencium bau manusia yang baru saja keluar dari ruangan itu. Bau nya semakin kuat ketika mereka berjalan menuju lorong di ujuang ruangan untuk bersembunyi. “Ave, Saac. Kita harus secepatnya keluar dari tempat ini” karena merasa tak lagi aman, Parrish meminta kedua temannya tersebut untuk secepatnya meninggalkan ruangan ini. Mungkin saja Eleazer telah mengintai mereka sebelum mereka datang ke ruangan ini, atau bahkan Allison yang telah bersiap- siap menembaki mereka dengan peluru perak.
  • 55.
    Dan akhirnya kejadianyang tak diinginkan terjadi. Eleazer dan Allison memang telah menunggu di depan pintu gudang. Dua ekor Kitsune dan seekor srigala melawan seekor Hyena dan seorang manusia. “Avery, selamat bergabung” Allison mengucapkan dengan nada yang sangat semangat. Kenapa tidak, karena ia mempunyai satu target lagi untuk dibunuh selain Isaac, Parrish, dan yang lainnya. “Dengan senang hati, Allison” pun Avery membalas dengan sedikit senyuman yang membuat Allison berubah menjadi kesal dengan melihat wajah Avery. Mereka bertiga telah bersiap melawan Eleazer & Allison. Namun perperangan sepertinya akan bertambah seru, karena pada saat itu juga terjadi bulan purnama. “Dan disinilah akhir hidup kalian” Allison langsung menembakkan shotgun terbaiknya. Semua siluman tersebut langsung berpencar guna mengelabui Allison dan Eleazer. Eleazer pun semakin ganas, ia mulai bingas dari sebelumnya. Semua siluman telah berubah menjadi wujud sebenarnya mereka. Entah disengaja atau tidak, Allison menembak Eleazer dengan peluru perak terakhirnya. Eleazer hilang kendali, dan langsung pingsan. Takut efek yang ditimbulkan peluru perak semakin buruk, Isaac & Parrish membawa Eleazer ke rumahnya. “Gw gak habis fikir sama Allison, kenapa dia sampai menembak Eleazer?” Parrish merasa ada keanehan saat itu. Kenapa dengan mendadak Allison menembak Eleazer? Bukankah selama ini mereka adalah partner kerja untuk memburu para siluman. Dan kanehan yang lain adalah, tubuh Eleazer yang tiba-tiba sembuh dan dapat melawan efek dari peluru Allison, namun Eleazer masih masih tidak sadarkan diri. “Kalian harus membunuh Allison” tangan Eleazer menahan tangan Isaac dengan sangat kuat. Eleazer telah siuman, namun tak lama Eleazer pun menyusul Vladimir. Tubuhnya memang mengalami penyembuhan yang cepat, namun peluru Allison terlebih dahulu menikam tepat di jantungnya. Sama
  • 56.
    halnya yang terjadidengan Vladimir, tubuh Eleazer berubah menjadi abu ketika jantungnya tak lagi berdetak. Setelah kehadiran Allison, telah banyak nyawa siluman tak bersalah yag mati sia-sia. Kehadiran Isaac & Parrish sangatlah dibutuhkan, karena mereka adalah kunci perdamaian antara bangsa manusia dan bangsa siluman. Begitu pula dengan kehadiran Avery, ia adalah sosok yang akan menghentikan segalanya, dengan ia mengetahui sejarah para siluman dan lebih lama hidup dengan para siluman, dan lebih lama berbaur dengan pemburu yang selalu memburu siluman. “Ave, kenapa pada buku yang di beri Ibu Isaac, gak ada nama werehyena?” Parrish mencoba mengingat kembali sebuah buku yang dulunya mereka baca bersama di ruangan di bawah kamar Isaac. Ya, sebuah buku yang dulu diberikan orang tua Isaac untuk memberikan informasi-informasi tentang bangsa siluman tentunya. “Maksud lu robekan kertas ini?” Avery menunjukkan sebuah robekan kertas kepada Isaac & Parrish yang bertuliskan werehyena, dan itu menjelaskan bahwa memang buku itu menjelaskan semua detail tentang para musuh werewolf. Isaac dan Parrish juga masih susah menerima fakta yang sesungguhnya, Vladimir dan Eleazer mati sia-sia karena Allison. Beruntung, dengan hadirnya Avery, sedikit memberi mereka kesempatan memenangkan perang ini dari Allison. “Ibu Isaac memberi gw robekan ini ketika kami melakukan pertemuan terakhir sebelum akhirnya gw bertemu kalian. Kenapa dia menyuruh gw nyimpan ini? Karena dia fikir kalian belum siap dengan semua ini. Kalian masih butuh pelajaran lagi, kalian butuh penguasaan kekuatan kalian, dan kalian belum cukup dewasa untuk itu” Avery melanjutkan kisahnya. Isaac dan Parrish mendengarkan cerita Avery dengan seksama, karena mereka merasa itulah titik dari semuanya, BELAJAR, KONTROL, & DEWASA. Tapi bukan hanya itu yang harus mereka miliki, tetapi juga rencana yang matang untuk mengalahkan
  • 57.
    segalanya. Tiba-tiba, Parrishharus pulang ke rumah. Karena juga mendadak sang kakak, Liam, juga telah sampai di rumah. “Ave, bukannya Kitsune bermata kuning emas?” “Oh itu, mata gw. Emang mata gw berwarna apa?” “Ave, jangan belagak gak tahu. Lu udah tahu sebenarnya kan, mata lu itu berwarna biru. Dan itu bukan mata Kitsune” “Gw, keturunan Kitsune-werehyena” “Ha? Gw gak pernah dengar tentang itu” “Juga gw Saac, gw gak pernah tahu ternyata mama gw itu Kitsune, dan papa gw itu werehyena. Sama halnya dengan lu, tapi Ayah lu werewolf, kan?” “Ok, bagaimana dengan Parrish? Dan kenapa Parrish itu Kitsune yang spesial?” “Sedang kedua orang tua Parrish adalah murni manusia” “Liam? Kakaknya Parrish?” “Liam adalah anak angkat orang tua Parrish. Mereka tidak menyadari bahwa Liam adalah seekor Kitsune, dan karena itu pula, mereka berhasil mendapatkan anak, Parrish. Ajaibnya, Parrish adalah seekor Kitsune seperti kakaknya” “Trus, bagaimana dengan dendam Allison?” “Gw masih mencari tentang mereka” Pembicaraan tersebut jelas membuat teka-teki tentang Liam, bagaiamana mungkin Parrish bisa terlahir dari dua orang yang murni memiliki wujud manusia tanpa kekuatan seperti siluman. Liam, Kitsune yang lahir sebelum Parrish dan telah kehilangan 8 ekornya demi menjaga sang adik, Parrish. Terkuak lagi sebuah misteri, Liam memang disengaja untuk di taruh di rumah orang tua mereka yang sekarang, karena Liam adalah Kitsune yang akan menjaga Parrish sampai Parrish siap untuk membuat sejarah baru. Dan itulah kenapa Parrish merupakan Kitsune yang sangat spesial sejauh ini. Berbalik ke Liam, Liam juga mempunyai pendaping, Kitsune wanita. Kitsune yang juga dari
  • 58.
    awal telah memperhatikanLiam dari kejauhan. Dan ketika berumur 10 tahun, barulah Kitsune tersebut menjadi peliharaan Liam. “Liam” “Parrish” “Isaac mana?” “Di rumah” “Bareng Avery?” “Tu kan. Lu udah tahu semuanya” “Parrish, gw lahir duluan dari lu. Dan gw lebih tahu dari lu” “Dan gw tahu kalo lu itu juga Kitsune” “Ha? Kitsune?” “Liam, jangan pernah nyembunyiin apa-apa lagi dari gw” “Lu mau cerita yang sesungguhnya?” “Jelas gw pengen tahu yang sebenarnya, Liam” “Sebelumnya gw mau bertanya, lu udah tau tentang rubahnya?” “Udah, gw cuma mau dengar itu semua dari mulut lu, Liam” “Gw Kitsune, Rish. Gw kayak lu” “Kan, lu. Kenapa gak dari dulu bilang ke gw?” “Parrish, percaya sama gw. Lu belum siap untuk itu” “Dan lu abang gw. Seharusnya lu bilang dari dulu” “Lu tahu, ekor gw cuma ada satu. Gw kehilangan 8 ekor gw hanya untuk jagain lu Rish” “Liam, kenapa lu harus mastiin gw untuk aman?” “Parrish, lu itu spesial. Lu tahu kan? Mama sama Papa itu manusia. Mereka bukan siluman kayak kita” “Trus lu?” “Gw bukan anak Papa sama Mama” “Kenapa bisa?” “Rish, gw gak harus cerita kan?”
  • 59.
    “Gw gak maudengar ceritanya dari orang lain, Liam. Gw pengen abang gw yang jelasin semua ke gw” Liam akhirnya menceritakan semuanya kepada Parrish, tapi dia masih menyimpan cerita tentang Irina yang tiba-tiba menyerang Beatrice dan rubah yang selalu bersamanya. Lain halnya dengan mereka, Avery juga masih menjelaskan tentang berapa banyak siluman yang masih hidup di bumi Indonesia sampai sekarang ini. Peradaban siluman yang dimulai dari Eropa, dan sampai akhirnya mereka mempunyai tempat di Indonesia. Setelah pulang ke rumah, tentunya Liam lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Parrish, karena juga rubah yang selalu bersamanya juga telah tewas ketika mereka dalam perjalanan pulang, dan itu semua ulah manusia yang mempunyai misi seperti Allison. *** Satu lagi kenyataan yang harus diterima oleh semua siluman, dan khusunya Isaac. Irina, sang pacar juga merupakan seorang wolfhunter seperti Allison. Irina memang hanya manusia yang selama ini bersembunyi dibalik Beatrice agar para siluman seperti Isaac tidak mengetahui bahwa ia lah yang telah merencanakan semuanya, dan barulah memberi perintah kepada Allison untuk melakukan semua rencana mereka. “Irina, seharusnya lu gak pernah bersembunyi kayak gini” “Lu tau kan, Al. Gw sembunyi agar mereka percaya sama gw, dan disaat mereka percaya, boom” “Tapi lu udah ngabisin banyak waktu buat sembunyi” “Bukan berarti gw takut kan?” “Gini Rin, sekarang kita harus membunuh semua siluman secepat mungkin” “Gw setuju, dan gw minta Isaac harus mati ditangan gw”
  • 60.
    “Itu terserah luRin, bagaimana dengan Beatrice?” “Beatrice? Juga udah tewas” “Gimana bisaa tewas?” “Lu tau kan rubah yang selalu pergi bareng Liam, kakaknya Parrish. Gw cuma memberi sedikit bumbu aja agar mereka saling menyerang satu sama lain” “Dan Liam?” “Dia menghilang. Tapi gw yakin dia masih hidup dan pasti dia mengadu kepada adik kesayangannya” “Gw gak peduli lagi, Rin. Gw hanya ingin mereka membalas semua kematian keluarga kita” Dan Irina adalah sepupu Allison yang selama ini lebih tenag dari Allison. Dan karena itu juga, Irina berhasil menyembunyikan segala dendamnya dari semua sahabatnya selama ini. Dia berhasil tersenyum dibalik tangis dan irisan yang perih yang tepat tertanam dihatinya. Irisan luka karena kematian keluarga besar tepat didepan mata yang dikarenakan oleh sekawanan werewolf. Satu janji Irina, Isaac akan mati ditangannya. Jika ia tak berhasil, maka Irina lah yang akan mati ditangan Isaac, hanya itu. Akhirnya, setelah satu minggu kepulangan Liam, dia baru bisa bertemu dengan Isaac & Avery, dikarenakan ia harus beristirahat yang cukup setelah kejadian yang menimpanya. Ditemani sang adik, mereka datang ke rumah Isaac dimana pada saat itu juga ada Avery yang tengah berbincang dengan Ibu dan Ayah Isaac. “Rish, lu gak ngomong ke kita kalo kakak lu pulang ya?” tanya Isaac berbisik kepada Parrish dengan nada bercanda kepada sahabatnya tersebut. “Gimana mau bilang ke kalian, Liam nya sendiri gak ngebolehin” berbalik Parrish membisikan jawaban yang sangat tepat kepada Isaac yang juga bisa didengar oleh seisi ruangan tersebut karena didalam ruangan tersebut adalah para siluman.
  • 61.
    “Sorry Saac gwgak bilang ke lu. Soalnya ini juga menyangkut Irina” Isaac langsung terdiam ketika Liam menyebutkan nama Irina didepan orang tuanya dan juga ia. Liam pun tidak dengan nada bercanda menyebutkan nama Irina. “Maksud lu?” Isaac bertanya dengan nada penasaran kepada Liam yang juga sudah dianggapnya sebagai kakanya sendiri. Ia pun tak segan hanya menyebutkan nama ketika berbincang dengannya. “Irina, sepupunya Allison” di ruangan tersebut, hanya Isaac lah yang benar-benar terkejut mendengar bahwa Irina juga berasal dari keluarga pemburu yang selama ini memburu mereka. Orang tua Isaac dan Avery juga telah mengethaui dari lama tentang Irina. Wajah cantiknya mampu mengelabui kpribadian Isaac. Parrish baru mengetahui ketika Liam pulang dan menceritakan kronologis kejadian dimana rubah yang selalu bersamanya dan juga Beatrice telah tewas di tempat dan saat yang sama. “Isaac, kita semua sudah mengetahui dari awal. Bahkan, Irina lebih berbahaya dari Allison” mendengar sang Ibu mengucapkan kaliam terakhir, Isaac langsung mengambil kunci motornya, dan pergi meninggalkan mereka menuju ke rumah Allison. Kenapa ia pergi ke rumah Allison? Karena selama ini Irina tidak pernah membolehkan ia dan teman-temannya bertanggang ke rumah Irina, bahkan untuk belajar. Tidak mungkin mereka semua mengikuti Isaac ke sarang musuh. Yang mengikuti Isaac hanyalah Avery dan Parrish. “Allison, keluar lu sekarang” sorak Isaac sangat lantang. Tak lama, bukannya Allison, tetapi malah Irina yang keluar dengan tangan kosong. “Ada apa?” tanya Irina lebih lantang seolah tak mengetahui bahwa tubuh yang berdiri didepannya adalah Isaac. “Irina, ternyata kamu . . .” “Ya, aku yang akan mengakhiri kehidupan kamu, Isaac” potong Irina. “Isaac, aku udah bosan hidup dengan topeng polos terus. Aku ingin hidup ku yang dulu. Berburu para siluman dan membunuh mereka” lanjutnya. Isaac
  • 62.
    hanya diam melihatperubahan Irina yang sangat drastis tersebut. Ia hanya mengepalkan tangannya sekuat mungkin. “Yaudah, bunuh” hanya mengucapkan kata bunuh, Allison yang masih berada didalam, menembakkan shotgun nya tepat pata dada Isaac. Isaac langsung lumpuh, pergerakkannya melemah. Allison pun keluar setelah Isaac benar-benar tak mampu bergerak. “Al. Lu gila ya?” Irina langsung emosi melihat Allison yang tiba-tiba saja menyerang Isaac tanpa peritahnya. “Rin, lu kelamaaan” pungkas Allison. “Lu tau kan, Isaac harus mati ditangan gw” Irina tak terlalu kuat, namun Isaac mendengar perkataan Irina yang langsung membuatnya semakin mengeracau. Isaac bangkit dan langsung membawa kabur Irina. Allison tak tinggal diam, diapun kian kemari menembakkan shotgun nya menuju Isaac, namun masih saja meleset. Isaac ingat sebuah tempat dimana dahulunya Avery membawanya bersama Parrish untuk mengetahui sejarah berdirinya sekolah mereka, Morresey High School. “Isaac, kamu mau bawa aku kemana?” “Ke masa lalu” “Maksud kamu masa lalu?” “Kamu pun pasti udah tau, Rin. Aku hanya ingin memperlihatkan bagaimana manusia menahan bangsa siluman dahulunya. Kamu itu, itu semua ulah manusia yang menyiksa kaumku” “Isaac, manusia hanya ingin hidup damai dengan para siluman. Tapi apa? Bangsa siluman duluan yang menyerang manusia” “Tapi kenapa harus kalian siksa sekejam ini?” “Kami tidak menyiksa, Saac. Kami membunuh” “Dan cara kalian membunuh” Cahaya lampu pun menyala secara tiba-tiba. Ternyata didalam ruangan tersebut telah berdiri sekelompok manusia dengan senjata mereka masing-
  • 63.
    masing. Itu semuaadalah rencana Allison, namun Allison memutuskan tidak datang. “Siapa kalian?” Irina memang tidak mengetahui mereka yang kebanyakan memakai jaket kulit hitam dan berkepala plontos, juga mereka terlihat berumur 25-30 tahunan. Mereka tak menjawab, malahan mereka memompa senjata mereka dan siap untuk menembakkan kearah Isaac dan Irina. “Awas, Rin” Isaac langsung merangkul Irina dan membawanya pergi dari sana, namun tiba-tiba juga pintu ruangan tersebut telah dikunci dari atas. Tapi sebelumnya, Avery, Parrish, Liam, dan Kebby pun juga telah berdiri di belakang Isaac, mereka siap mengakhiri perang dingin tersebut. “Saac, lebih baik lu bawa Irina sejauh mungkin” perintah Liam yang langsung Isaac lakukan. Ia dan Irina mencari pintu manual dimana pintu yang bisa membawa mereka keluar dari ruangan tersebut. Liam, Parrish, Avery, dan juga Kebby akhirnya berperang dengan tangan kosong melawan para manusia yang sangat kejam tersebut. Isaac dan Irina menemukan pintu kecil yang menghubungkan ruangan tersebut dengan ruangan guru yang sangat jauh jaraknya jika dihitung dari ruangan tersebut. “Stop” Irina mencegat langkah Isaac diwaktu mereka akan sampai ke ruangan guru. Isaac langsung berhenti. “Kenapa?” tanya Isaac. “Gw gak bisa pergi sama lu” jelas Irina yang telah merubah tata bahasanya terhadap Isaac dari “AKU-KAMU” menjadi “LU-GW”. “Jelas kamu harus pergi bersama aku, Rin. Aku akan buka mata kamu tentang apa yang sebenarnya terjadi antara bangsa aku dan juga kamu” Isaac bersikeras membawa Irina bersamanya saat itu juga. “Gw harus balik ke tempat tadi, gw harus akhiri semua” “Maksud kamu?” “Mengakhiri perang dingin ini dengan perdamaian Isaac” Pun langsung Isaac memutar balik arah mereka ke ruangan sebelumnya yang lumayan jauh
  • 64.
    jika dilakukan denganjalan kaki. Sesampainya disana, mereka melihat para siluman masih beradu kuat, namun Allison juga ada disana. Perkataan Irina tentang perdamaian berubah ketika ia masuk kebarisan Allison. “Isaac, gw hidup buat mengakhiri bangsa kalian. Bukan buat nyerah kayak tadi” perubahan Irina memang membuat Isaac semakin tidak bisa memendam amarahnya. Rencana untuk tidak melakukan perlawanan berubah ketika wajahnya berubah menjadi wajah srigala, dan juga kuku-kukunya yang menandakan akan mengakhiri perang ini, bagaimanapun. “Jika itu mau kamu” Isaac hanya memberi jawaban singkat pertanda ia menerima ajakan perperangan tersebut. Alison memberi Irina sebuah senjata yang sudah lama tidak Irina gunakan untuk berburu para siluman. Senjata yang ukurannya lebih kecil dari ukuran senjata Allison, dan juga memiliki peluru yang berbeda dengan yang dimiliki oleh Allison, pemanah yang sudah dimodifikasi dengan gaya modern. Kenapa para siluman dan manusia berperang? Manusia beranggapan bahwa para siluman telah membuat kekacauan dimuka bumi ini. Dimulai dari hal kecil, seperti memperlihatkan diri mereka kepada manusia disaat yang tidak tepat. Hinggal hal besar seperti membunuh manusia dengan sangat ganas, bahkan mereka membuat manusia bertransformasi menjadi siluman seperti para siluman. Adakah penawar agar semua makhluk dibumi ini damai? Adakah? Liam, Avery, Parrish, dan Kebby masih mempunyai tenaga untuk melawan manusia, walau mereka tak menggunakan senjata seprti para manusia. Walapun Liam telah tertembak dua peluru, namun semangatnya untuk menghentikan perlawanan manusia masih utuh. Pun peluru yang terkena pada tubuh Liam hanya peluru biasa. Dilain sisi, Isaac masih berdiri kaku di depan Allison dan Irina yang sudah siap menembak Isaa, namun mereka berdua belum menekan tombol senjata mereka untuk menembak Isaac. Entah apa yang ditunggu mereka berdua sehingga mereka pun terdiam seperti Isaac.
  • 65.
    “Tunggu apa lagi?Langsung aja tembak kalo kalian ingin gw mati” Isaac memerintahlan kedua bersaudara itu untuk langsung menembaknya. Untuk langsung mengakhiri hidupnya. Isaac pasrah jika ia memang harus mati oleh peluru Irina ataupun Allison. Allison langsung menembakkan shotgunnya dan membuat Irina jelas terkaget. Itu adalah peluru perak Allison yang terakhir setelah menghabiskan beberapa pelurunya melawan Avery, Parrish, Liam, dan Kebby. “Allison, lu gila ya?” ekspresi Irina memperlihatkan bahwa ia memang terkejut dengan langkah yang diambil oleh Allison. Sebenarnya, ia juga tidak tega untuk membunuh Isaac dan para siluman lainnya, namu ia harus menunaikan dendam keluarganya agar keluarganya bahagia. “Jangan pernah beranjak dari tempat kamu” Isaac mencegat Irina yang ingin mendekatinya dan menolongnya. Isaac tak ingin lagi Irina menyentuhnya. Cukup kali ini ia melihat Irina yang akan mengakhiri hidupnya. “Jangan pernah sentuh gw dengan tangan kotor lu” Isaac semakin mengeluarkan amarahnya didepan Allison dan Irina. Irina hanya tertunduk dan sedih, ini pertama kalinya Isaac berkata sangat kasar kepadanya. Ia pun merubah tata bahasanya seperti yang dilakukan Irina kepadanya. “Rin, ini emang udah saatnya” Allison memberi semangat kepada Irina agar secepatnya membunuh Isaac. Kitsune dikenal sebagai makhluk yang bisa memakan aliran listrik. Ketika teringat dengan hal itu, Parrish dan Avery langsung mengsiasati semua hal di ruangan tersebut. Mereka menggunakan tangan mereka memakan semua aliran listrik yang ada di ruangan tersebut dan seketika semua ruangan tersebut menjadi sangat gelap gulita. Liam langsung membawa Isaac jauh dari tempat itu, diikuti Kebby, Avery, dan Parrish. Irina dan Allison tidak bisa melihat apapun kecuali warna hitam yang menyelimuti mata mereka. Setibanya di rumah, semua siluman tersebut saling membantu menolong nyawa Isaac, agar tidak seperti Vladimir yang telah tewas terlebih dahulu.
  • 66.
    Orang tua Isaacpun juga membantu agar anak mereka selamat seperti semula lagi. “Yah, ayah harus mencabut pelurunya, sebelum efeknya semakin menjalar” Ibu Isaac menyuruh sang suami untuk melakukan hal tersebut karena hanya Ayah Isaac lah satu-satunya werewolf yang tertinggal disana. Ayah Isaac langsung memasukkan jari telunjuknya kedalam dada Isaac tepat disamping jantung Isaac terletak. Ia merasakan pelurunya dan langsung mencabut peluru tersebut dengan kukunya. Sebelumnya, tubuh Isaac yang terkena peluru perak Allison memulai bereaksi dengan berubah warna menjadi hitam dan menjalar seperti akar. Dengan berhasilnya peluru tersebut dicabut, Isaac mendapatkan kesempatan untuk hidup lagi dan melanjutkan perjalanannya menuju perdamaian. Setelah menyelamatkan nyawa anaknya, kedua orang tua Isaac harus membicarakan perihal yang lebih penting berdua. “Mas, apakah kita harus memberi tahu mereka tentang segerombolan siluman itu?” “Belum waktunya, Bu. Kita harus memastikan bahwa mereka akan benar- benar datang” “Apakah maksud kamu kita harus pergi dari rumah lagi?” “Apakah kita mempunyai pilihan lain?” Orang tua Isaac membicarakan tentang segerombolan siluman yang tergabung dari Kitsune, werewolf, dan werehyena yang akan mendatangi kota mereka. Tepatnya mereka akan menemui Isaac, Parrish, dan Avery, krena mereka bertiga adalah siluman yang lahir dengan sangat spesial. Liam juga telah mengetahui bahwa nanti akan ada segerombolan siluman yang akan datang ke kota ini untuk menemui mereka bertiga. “Kalian bisa menjaga Isaac sampai dia sembuh kan?” tanya Ibu Isaac yang telah siap melakukan perjalanan menemui para siluman lain. “Emang om sama tante mau kemana?” Kebby berbalik bertanya karena melihat pasangan tersebut sangat khawatir dan tergesa-gesa.
  • 67.
    “Belum saatnya kaliantahu” jawab Ayah Isaac singkat. “Liam, mungkin kamu ingin ikut dengan kami” lanjut Ayah Isaac menawarkan Liam untuk pergi dengan mereka. Dengan sedikit merasa aneh, Liam pun menerima tawaran tersebut. “Liam, lu musti hati-hati. Gw gak pengen lu kenapa-napa” dengan nada cemas, Parrish memeluk kakaknya tersebut dengan sangat erat. “Pasti, lu juga” Liam melepaskan pelukan Parrish dan langsung pergi dengan orang tua Isaac yang sudah menunggu dia di depan pintu. Liam dan kedua orang tua Isaac pun akhirnya pergi untuk menemui para siluman yang akan datang ke kota itu, dan juga orang tua Isaac juga ingin berbicara dengan Liam tentang para kawanan siluman tersebut. Liam yang awalnya tidak tahu-menahu tentang rencana orang tua Isaac, hanya diam jika kedua orang tua Isaac tidak mengajaknya untuk berbicara. “Liam, kamu tahu kenapa kami mengajak kamu?” tanya Ayah Isaac menghentikan langkah mereka. “Beneran Om, Tante, Liam gak tahu sama sekali tentang ini” Liam menjawab tenang. “Trus bagaimana dengan kawanan siluman yang akan datang menemui Isaac, Avery, dan juga adikmu, Parrish” Ibu Isaac memberi clue agar Liam mengingat apa yang tengah mereka bicarakan. Liam pun berusaha untuk mengingat. “Jadi Om sama Tante ngajak Liam pergi hanya untuk ingin tahu tentang kawanan siluman itu?” Liam mulai merasa orang tua Isaac memanfaatkannya. “Liam, kami hanya ingin kamu mengakui bahwa kamu mengetahui mereka akan datang, kan?” Ayah Isaac pun mulai emosi. “Om, Tante. Ok kalau kalian berdua ingin tahu. Ya, sebelum Liam balik kesini, Liam telah bertemu dengan Gibson. Mereka merencanakan untuk datang kesini setelah purnama penuh selanjutnya. 1 minggu lagi” Liam menjelaskan
  • 68.
    bahwa ia telahbertemu dengan Gibson, pemimpin para siluman di negeri seberang. “Gibson? Bukankah para siluman telah mengusirnya karena ia berkhianat?” Ibu Isaac mengingat bahwa Gibson telah diusir dari kawanan, karena Gibson yang berkhianat dan malah bergabung dengan manusia untuk memburu para siluman. “Gibson telah kembali kekawanan Om, Tante. Karena hanya Gibson yang bisa membawa para siluman kepada Isaac, Avery, dan juga Parrish” semua akhirnya dituturkan Liam kepada orang tua Isaac. Mereka bergegas pergi menuju kawanan siluman yang masih dipimpin oleh Gibson. Isaac masih tidak sadarkan diri setelah sang Ayah berhasil mencabut peluru yang bersarang didadanya, Avery, Parrish, dan Kebby pun masih setia menemani Isaac. Tapi, secara tiba-tiba Isaac bangun dan membuat ketiga temannya terkejut. “Isaac” ucap Avery, Kebby, dan Parrish berbarengan. “Kita harus menemui Gibson” itulah kalimat pertama yang Isaac ucapkan ketika dia baru sadar dari sekaratnya. Tak mementingkan ketiga temannya, ia langsung menuju tempat Gibson yang ia juga tidak mengetahui. “Isaac, lu mau nyari Gibson dimana?” Kebby pun menanyakan hal yang Isaac sendiri tidak mempunyai jawabannya. “Lagian, Liam sama orang tua lu lagi dijalan menuju ke tempat Gibson” Parrish keceplosan memberi tahukan bahwa Isaac telah didahului oleh kedua orang tuanya dan Liam. “Berarti mereka tahu dimana Gibson. Kita harus menyusul mereka” Isaac langsung bergeas menyusul Liam dan kedua orang tuanya. Ketiga temannya hanya diam melihat kepergiaan Isaac yang tiba-tiba, dan mau tak mau mereka harus menyusul Isaac juga, agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. Gibson akhirnya bertemu dengan Liam dan kedua orang tua Isaac, Gibson dan yang lain telah melakukan perjalanan panjang, dan hanya bersisa 12 KM
  • 69.
    jarak mereka keMorresey High Schhol untuk menemui Avery, Isaac, dan Parrish. “Gibson” Ayah Isaac menghadang Gibson dan rombongan untuk berhenti melakukan perjalanan. Gibson dan rombongannya hanya sedikit terkejut “Jameson, kami sudah menunggu kalian” jawab Gibson menyambut kedatangan saudara kembarnya. Gibson dan Jameson adalah saudara kembar seperti Isaac dan Vladimir, walaupun wajah mereka sangat berbeda seperti yang juga terjadi pada Isaac dan Vladimir. Namun mereka telah terpisah selama 400 tahun lamanya karena Gibson yang tidak bisa menahan nafsunya untuk mengacau di duinia manusia. “Owh, Liam. Apa kabar?” Gibson berpindah ketika melihat Liam bersama orang tua Isaac. “Baik” jawab Liam singkat. “Gibson, kenapa kamu mau menemui 3 remaja yang belum siap itu?” Ibu Isaac bertanya kepada point penting yang mengaju kepada Avery, Isaac, dan Parrish. “Noshiko, kami sangat perlu bertemu dengan 3 anak muda itu” Gibson tidak menyebutkan kenapa ia dan kawanannya harus menemui Avery, Isaac, dan Parrish. “Kami hanya ingin jalan keluar dari semua perang kita dengan para manusia” Gibson pun langsung memberi jawaban tepat kepada Noshiko (Ibu Isaac) dan Jameson (Ayah Isaac). “Bukankah tidak ada jalan keluar antara manusia dan siluman?” Noshiko menebak. “Ada Om, Tante” jawab Liam mengagetkan Noshiko dan Jameson, dan juga Gibson. “Maksud kamu apa, Liam?” Noshiko memaksa Liam agar memberi jawaban yang pasti, bukan memberi teka-teki sepeti itu.
  • 70.
    “Kita hanya perlumembuktikan kepada manusia bahwa kita bukanlah parasit di bumi ini” Isaac menjawab dari jauh pertanyaan sang Ibu. Semua siluman pun diam melihat kehadiran Isaac, Avery, Parrish, dan juga Kebby. Semua memang terkejut dengan kedatangan Isaac yang mendadak, terutama orang tuanya karena sebelumnya Isaac masih dalam keadaan sekarat melawan efek peluru Allison. “Isaac, kenapa kamu disini?” Jameson masih bingung dengan anaknya yang tiba-tiba sembuh dari sekaratnya. “Ayah, Ibu. Om Gibson dan para siluman ini melakukan hal yang sangat tepat karena memang hanya aku, Avery, dan Parrish yang mengetahuinya” Isaac menjelaskan sedikit detail tentang pertemuan itu. “3 bertiga maksdu lu Saac?” tanya Parrish kebingungan dengan pernyataan Isaac. “Parrish, lu lahir dari rahim dari sepasang manusia. Dan mereka murni manusia kan? Nah lu Ave, lu juga lahir dari percampuran seperti gw, tapi lu lahir dari Kitsune-werehyena, kan?” Isaac membuka penjelasan tentang mereka bertiga. “Ave, Rish. Kita bertiga itu ABADI” Isaac kembali membuat pernyataan mengejutkan. Mereka bertiga sangat spesial, mereka bertiga adalah siluman yang bisa hidup sampai akhir zaman, bahkan sampai zaman para siluman habis. Misalnya, Isaac yang bisa melawan efek peluru perak Allison. Werewolf pasti mati ketika peluru perak menancap di tubuh mereka. Pada keadaan sekarat, Isaac mengalami mimpi yang pernah ia alami ketika belum mengetahui bahwa ia adalah werewolf. Se ekor srigala datang menemuinya, se ekor srigala yang mempunyai ekor Kitsune dan mempunyai motif bulu seperti Hyena, dialah nenek moyang para siluman. Matanya berwarna seperti mata Hyena namun sedikit lebih terang. Ia berbicara kepada Isaac bahwa hanya 3 siluman spesial lah yang bisa mengakhiri perang ini. Siluman yang lahir dari percampuran werewolf-Kitsune, Kitsune-werehyena, dan siluman yang lahir dari darah
  • 71.
    manusia murni. 3siluman tersebutlah yang akan merubah segala sejarah tentang manusia dan para siluman. “Kita hanya perlu membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dengan damai” Isaac melanjutkan ceritanya. “Tapi kan, Saac. Manusia tidak akan pernah percaya kepada kita” Parrish berputus asa dengan segala kemungkinan. “Isaac, lakukan apa yang bisa kalian lakukan. Jika itu harus mengambil jalan buntu, kami bersama kalian” Gibson memberi semangat kepada Isaac untuk memimpin dan mengakhiri perang ini secara damai. Isaac dengan percaya diri menerima kepercayaan Gibson kepadanya, sontak Avery dan Parrish harus setuju dengan langkah yang diambil Isaac karena mereka juga merupakan kunci dari semua ini. “Kalian bisa beristirahat disini, atau melanjutkan perjalanan kalian menuju kota” Gibson memberi dua pilihan kepada gerimbolannya, semuanya memilih opsi kedua dan mengikuti Isaac. Memang tidak sampai di kota, mereka hanya sampai ditepian kota yang bisa memuat jumlah mereka. Kenapa tepian kota? Karena Allison pasti telah menunggu mereka jika mereka sampai ke kota. “Isaac, terimakasih karena kamu sudah memberi kami harapan untuk hidup” ucap Gibson yang merasa memiliki semangat untuk hidup berdampingan dengan manusia lagi setelah ia bertemu dengan Isaac dan kawanannya. Malam ini mereka semua harus beristirahat terlebih dahulu ditepian kota agar stamina mereka kembali. Keesokkan harinya barulah mereka semua beranjak. Isaac memimpin mereka semua untuk menjalankan segala rencana. “Irina, malam ini. Aku ingin kamu nemuin aku di bukit belakang sekolah. Malam ini” Isaac mengirimi Irina text sms agar bertemu dengannya untuk mengakhiri semua perang tersebut. Irina menebak bahwa Isaac akan membawa banyak siluman pada pertemuan tersebut, ia pun membawa semua pasukannya untuk pertemuan malam nanti, termasuk Allison.
  • 72.
    “Saac, lu yakinmalam ini?” Parrish tak yakin dengan keputusan Isaac yang langsung memutuskan malam itu sebagai malam terakhir mereka untuk berperang. “Rish, lebih cepat lebih baik. Jika kita nunggu lama, maka akan banyak nyawa lagi yang melayang” Avery menegaskan ia mendukung langkah Isaac. “Dan apa lu yakin semua berakhir malam ini?” Parrish kembali menanyakan keyakinan Isaac tentang perang tersebut. “Gw harus yakin, Rish” Isaac pun menjawab dengan tegas. Isaac dan Avery yakin bahwa mereka bisa menghentikan semua permasalahannya, namun tidak bagi Parrish, ia masih belum yakin dengan semua ini. Baginya masih ada keanehn dalam perjanjian nanti malam tersebut. “Isaac, lu bilang semua keturunan siluman campuran adalah abadi. Berarti Vladimir?” Parrish mengingatkan bahwa Vladimir juga siluman dengan darah campuran seperti Isaac. Isaac mapun Parrish jelas berfikir keras tentang Vladimir karena Vladimir juga satu darah dengan Isaac. “Tapi jasad Vladimir juga udah ngilang, Rish” Isaac juga baru mengingat bahwa tubuh Vladimir juga entah dimana sekarang. “Sekarang kita harus bertemu orang tua gw” Isaac buru-buru menemui orang tuanya untuk memastikan semua itu. memastikan apakah Vladimir sama dengan mereka, jika ia kemanakah Vladimir sekarang? “Bu” “Isaac, tentang Vladimir?” “Jelas” “Vladimir tidak abadi” “Kenapa Ibu bisa yakin?” “Karena hanya kamu satu-satunya percampuran Kitsune-werewolf yang abadi” “Isaac masih tidak mengerti, Bu”
  • 73.
    “Isaac, kamu samaVladimir memang werwolf spesial. Tapi Vladimir tidak sama dengan kamu. Walaupun darah Ibu mengalir dalam tubuhnya, tetapi tubuhnya menolak semua gen dari Ibu. Dan kamu tahu artinya apa?” “Werewolf mendominan gen-nya” “Tepat sekali” Ibu Isaac menjelaskan semuanya dengan jelas, dan Isaac mengerti semua jawaban dengan jelas pula. Jadi, tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Vladimir telah tenang. Pertanyaannya sekarang, apakah manusia bisa berdamai dengan siluman seperti siluman lakukan? Karena bisa dilihat perlakuan dari masing-masing bangsa yang tidak bisa melakukan semuanya dengan kesabaran. *** Detik demi detik berlalu, matahari pun berubah menjadi bulan. Bisa dihitung beberapa jam lagi akan terjadi purnama penuh. Isaac dan para kawanannya mulai mempersiapkan diri mereka. Begitupun Irina dan Allison yang juga menyiapkan diri mereka untuk pertemuan yang akan menentukan segalanya. Baik Irina maupun Allison, segera menuju tempat pertemuan seperti yang diktakan Isaac kepada mereka, Bukit belakang sekolah. Mereka sengaja membawa pasukan terbaik mereka agar para siluman tahu bahwa mereka serius. Berbeda dengan mereka, Isaac hanya membawa Avery dan Parrish dalam pertemuan mereka, jika ada suatu hal yang benar-benar mencurigakan mereka, barulah siluman lain datang. “Gw bilang tadi kan cuma lu sama Allison” secara permanen, Isaac telah mengubah tata bahasanya terhadap Irina. Irina terlihat berbeda sekali, ia bersikap lebih cuek dengan Isaac. “Kami juga tidak mengatakan tidak kan?” Allison menjawab pertanyaan Isaac. Irina masih berfikir apakah ia harus membunuh Isaac dan kawanannya.
  • 74.
    Ketika semua serempakmemompa pistol masing-masing. Para siluman datang dari segala sudut di Bukit tersebut. “Kami pun tidak mengatakan kami datang bertiga” tukas Avery dengan licik. Sama halnya dengan para manusia, para siluman pun telah siap jika manusia menarik pematuk pistol mereka. “Kami kesini bukan untuk melanjutkan perang, tapi mengakhiri” papar Isaac. Para manusia menurun kan semua senjata mereka tapi itu tidak menjamin mereka tidak akan menyerang. “Kalian fikir kami harus?” Allison mengacau. “Kami tidak pernah memaksa kalian untuk melakukannya, tapi kami hanya memberi opsi kalian untuk hidup” Parrish lebih mengacau dari pada Allison. Tak lama ketika semua manusia dan siluman mulai menyepakati perjajian, segerombolan siluman paling berbahaya datang, werehyena. Mereka tidak berkata apa-apa, namun langsung menyerang semua yang ada disana. Keadaan pun menjadi tidak terkendali, para manusia dan siluman berhamburan melakukan perlawanan. “Eleazer” wajah Isaac berubah sangat pesat. Mereka menyangka bahwa Eleazer telah mati setelah ditembak Allison. Semuanya berhenti tanpa aba-aba. Tak hanya Isaac, semua yang ada disana jelas merasa sangat aneh melihat Eleazer yang masih hidup, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. “Bagaimana? Terkejut? Gw aja” ucap Eleazer kepada Isaac yang masih terpana melihat kedatangan Eleazer. “Gw ingetin, gw bukan makhluk lemah kayak kalian. Dan lu semua lihat kan, jumlah gw bahkan berkembang pesat” lanjut Eleazer. “El, gimana bisa lu masih hidup?” potong Isaac. “Isaac, peluru gak bakal mempan bagi gw. Gw masih butuh hal yang luar biasa agar kalian semua bisa bunuh gw” Eleazer menyombong. “Dan lu Allison, lu bakal mati dengan senjata lu sendiri” tutur Eleazer memindahkan pandangannya kepada Allison yang merasa tidak bersalah dengan
  • 75.
    apapun. Allison menjawabEleazer dengan tembakan serupa yang ia lakukan kepada Eleazer beberapa waktu lalu dan membuat semua orang terkejut. Awalnya Eleazer merasa sedikit pusing, namun akhirnya ia bisa melawan efek peluru perak dari Allison. Langsung Eleazer memerintahkan semua pasukannya melakukan perlawan kepada semua makhluk disana. Mau tak mau, Isaac dan kawanannya juga harus melawan. Dan secara tidak langsung, Isaac dan kawanannya telah bersatu dengan manusia melawan Eleazer beserta kawanannya. “Allison, kami gak perlu buktiian sama kalian bahwa kami dipihak kalian, kan?” tanya Parrish yang juga kebetulan berdampingan dengan Allison melawan pasukan Eleazer, “Apa gw minta?” jawab Allison ketus. Allison lalu berlanjut meninggalkan Parrish dan kembali ke medan perang melawan pasukan Eleazer. Parrish mengikuti Allison agar ia bisa membuktikan inilah yang akan menyatukan manusia dan para siluman. Dilain sisi, Isaac, Irina, dan Avery bersama-sama melawan Eleazer yang telah menewaskan sepertiga jumlah manusia dan para siluman. Peluru perak memang telah beberapa menusuk tubuhnya, namun tubuhnya masih saja bisa melawan efek dari peluru tersebut. “Inilah saatnya lu mati” tepat Eleazer menusuk jantung Allison sangat dalam dan hampir menembus tubuhnya, erangan Allison sempat terdengar keras oleh Irina, Irina dan Isaac langsung mengejar tubuh Allison yang jatuh tepat didepannya. “Irina, maafin gw kalo gw belum sempat ngebahagiain lu” “Lu jangan banyak bicara dulu” “Isaac, maafin gw” ucap Allison yang hanya ditanggapi anggukan kecil oleh Isaac. “Isaac, gw harap lu mau jagain Irina sampai kapanpun” “Pasti”
  • 76.
    Allison menutup matauntuk selamanya. Jika cakar Eleazer tidak menegai jantung Allison, maka ia masih bisa hidup tapi ia juga akan bertransformasi menjadi werehyena. Wajah Irina mulai tak kompromi, genggaman keras tangannya jelas menggambarkan dendam yang sangat bersar untuk Eleazer. “Irina, lu mau ngebales kematian Allison? Coba” Eleazer menganggap enteng kemampuan Irina yan mulai bersiap membunuhnya. “Dan lu fikir gw bakal membunuh lu dengan perak? Salah besar” Irina menyerang Eleazer dengan tangan kosong. Rencananya ia akan berkerja sama dengan Isaac untuk memenggal kepala Eleazer, tapi Isaac hanya diam terlebih dahulu. Ia hanya menyaksikan Irina dan Eleazer saling menyudutkan, jika ia melihat kesempatan untuk memenggal kepala Eleazer, barulah ia bekerja. Tak lama, kesempatan itu datang. Langsung Isaac mengunci kedua tangan Eleazer dari belakang dan Eleazer benar-benar tidak bisa bergerak. “Lu fikir gw akan membunuh lu dengan praknya Allison? Lu salah, El” buka Irina. Eleazer tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan keadaannya. Jika meminta pasukannya untuk menolongnya, pasukannya pun sudah mulai kehilangan energi untuk melawan para siluman yang semakin kesani semakin banyak membantu. “Bagaimana kalo” jelas bunyi tulang leher Eleazer berbunyi keras. Tepat, Kepala Eleazer berpisah dari tubuhnya untuk selamanya. Tak hanya itu saja, Irina juga membakar kepala dan tubuh Eleazer di dua tempat yang berbeda agar tidak ada kemungkinan Eleazer untuk hidup kembali. Awalnya, Isaac tidak bisa melihat sang sahabat mati, namun karena juga Eleazer telah membunuh Vladimir, maka ia berhak mendapatkan semua itu. walaupun merasa dendamnya telah lunas, tapi Irina masih sangat terpukul dengan kepergian Allison. Tubuh Eleazer pun hangus dibakar oleh api, maka dari itu semua pertempuran itupun selesai.
  • 77.
    “Bagaimana? Diterimakah kamidi dunia manusia?” tanya Isaac bercanda. Semua siluman sangat berharap agar Irina mengeluarkan suara yang tept untuk semua penduduk bumi ini. “Asal kalian tidak mengacau” isyarat Irina bahwa manusia telah menerima siluman untuk hidup berdampingan dengan para manusia. Morresey High School yang dahulunya hanya berfungsi sebagai sekolah, kini digunakan kedua belah pihak untuk melacak pergerakan baru di wilayah kota tersebut. “Akhirnya, akhir yang damai” Parrish merasa lega dengan akhir peperangan tersebut. “Rin, terimakasih banyak ya untuk segalanya” ucap Isaac merayu. “Ini juga karena kalian semua kok. Karena kalian juga membantu membasmi satu siluman jahat itu” Irina sengaja memperkeras volume pada kata siluman jahat tersebut. Kini, ia merasa tak butuh lagi menyembunyikan identitasnya sebagai keturunan wolfhunters. “Tunggu, lu gak bermaksud bakal pergi dari sini kan, Ave?” tiba-tiba Parrish bertanya hal konyol kepada Avery yang sudah nyaman tinggal di kota ini. “Gara-gara lu ini, Rish. Coba lu gak bilang itu, gw kan keinget Kitsune yang lain” Avery melemah. “Maksud lu?” “Setiap satu kali 100 tahun, lahir 12 Kitsune spesial di kawanan gw. Dan mau gak mau gw harus balik. Masih ada satu werehyena yang mengincar mereka setiap tahun itu ” terang Avery. “Keberatan kalo kami ikut?” tiba-tiba Kebby hadir dan menawarkan untuk ikut bersama Avery. Wajah Avery memerah malu akan kedatangan Kebby. “Gw bukannya melarang kalian. Gw lebih suka bepergian sendiri kesana. Karena jarak dari sini ke sana itu 120 mil” tutur Avery.
  • 78.
    “Ini kesempatan kita,Ave. Kita harus bisa nejaga bayi-bayi Kitsune itu” Irina semangat sekali untuk bepergian jauh. Dan terpaksa Avery mengiyakan permintaan 4 sahabatnya tersebut untuk ikut bersamanya ke kota yang disebut dengan nama Terminus. Kota yang telah merubah Avery menjadi Kitsune yang sangat bijak dan jauh dari sikap murni Kitsune, penipu.