Seorang perempuan, umur 21 tahun, G1P0A0, hamil 18 minggu , dirujuk oleh bidan
ke RS dan ditemani oleh suami. Hasil pemeriksaan didapatkan perdarahan 250 cc,
kontraksi Rahim, serviks membuka, ada ekspulsi hasil konsepsi, ibu terlihat lemah
dan sangat pucat.
Apakah jenis rujukan medik pada kasus diatas ..
a. Transfer of patient
b. Transfer of specimen
c. Transfer of knowledge
d. Horizontal
e. Vertikal
Soal No.1
Foco.indonesia
Kunci Jawaban : a. Transfer of patient
Pembahasan :
Jenis rujukan medik antara lain:
1.Transfer of patient
Konsultasi penderita untuk keperluan diagnosis, pengobatan, tindakan operatif dan
lain-lain.
2. Transfer of specimen
Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap.
3. Transfer of knowledge / personal.
Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan
setempat.
Referensi :
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Sistem Rujukan Nasional,Jakarta: RI. 2012
Pembahasan No.1
Foco.indonesia
Seorang perempuan umur 32 tahun datang ke Rumah Sakit, hendak melahirkan.
Berdasarkan hasil anamnesa: ibu sudah merasakan ingin mengejan, kontraksi teratur
sejak 8 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan pembukaan lengkap, kulit ketuban positif,
teraba sacrum, penurunan di Hodge III, kontraksi 4x/10’/40”, TBJ 3000 gram,
Apakah Tindakan pertolongan persalinan pada kasus diatas …
a. Manual aid
b. Spontan Bracht
c. Ektraksi total
d. Persalinan normal
e. Mouriceau
Soal No.2
Foco.indonesia
Kunci Jawaban :
B. Spontan bracht
Pembahasan :
Persalinan spontan (spontaneous breech) Janin
dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu
sendiri. Cara ini lazim disebut cara Bracht.
Referensi :
Mochtar , Rustam (1998), Sinopsis obstetri : obstetri fisiologi, obstetri patologi, EGC,
Jakarta
Pembahasan No.2
Foco.indonesia
Seorang bidan bertugas sebagai pembimbing praktik mahasiswa di Rumah
Sakit. Bidan memberikan pembelajaran tentang bagaimana asuhan
persalinan normal.
Apakah fungsi dan peran bidan dalam melaksanakan tugasnya sesuai
kasus diatas….
a. Peneliti
b. Pendidik
c. Pelaksana
d. Pengelola
e. Investigator
Soal No.3
Foco.indonesia
Kunci Jawaban : b. Pendidik
Pembahasan:
Fungsi bidan sebagai pendidik terdiri dari hal-hal sebagai berikut :
Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait
dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana.
Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang
tanggung jawab.
Memberi bimbingan kepada para bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan
masyarakat.
Mendidik tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya.
Referensi :
Meilani, N dkk (2009). Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya.
Pembahasan No.3
Foco.indonesia
Setiap bulan seorang ibu selalu membawakan anaknya ke posyandu untuk
memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Saat ini bayi tersebut
berumur 4 bulan.
Berapakah BB ideal bayi pada kasus tersebut tersebut …
a. 4,0
b. 6,5
c. 7,5
d. 8,5
e. 12,8
Soal No.4
Foco.indonesia
Kunci Jawaban : b. 6,5 kg
Pembahasan:
Usia 3-12 bulan
(usia bayi dalam bulan + 9) : 2 = BB ideal (dalam kg)
Usia 1-6 tahun
(usia bayi dalam tahun x 2) + 8 = BB ideal (dalam kg)
Usia 7-12 tahun
(usia bayi dalam tahun x 7 – 5) : 2 = BB ideal (dalam kg)
Referensi :
Arisman. 2010. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC.
Pembahasan No.4
Foco.indonesia
Seorang bayi perempuan lahir 2 jam yang lalu di rumah. Hasil
anamnesis: Bayi menyusu kuat, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil
pemeriksaan: BB lahir 2400 gram, PB 46 cm, S 35⁰C, Frekuensi Jantung
120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan
kelainan.
Asuhan apakah yang harus diberikan kepada bayi pada kasus
tersebut…
a. Lakukan perawatan metode kanguru
b.Letakkan dibawah lampu
c. Berikan infus dekstrose
d.Berikan antibiotic
e. Rujuk segera
Soal No.5
Foco.indonesia
Jawaban :
A. Lakukan perawatan metode kangguru
Pembahasan :
Kondisi bayi termasuk berat bayi lahir rendah, dengan hasil pemeriksaan fisik
dalam batas normal, sehingga untuk mencegah komplikasi hipotermia maka segera
dilakukan perawatan metode kanguru.
Referensi :
Astuti, D. P., Mutoharoh, S. & Priyanti, R. (2015), Pengaruh Penerapan Metode. Kanguru dengan Peningkatan
Berat Badan Bayi Baru Lahir Rendah
Pembahasan No.5
Foco.indonesia
Bidan bekerja dengan kader mengadakan posyandu bayi dan balita di
bawah kerjanya. Dari 20 bayi balita yang berkujung 5 di antaranya berada di
bawah garis merah dan terdapat 10 bayi yang belum mendapatkan
vaksinasi campak karena ibu bayi kuatir bayinya mengalami demam tinggi
pasca pemberian vaksinasi.
Apakah pendidikan kesehatan yang tepat untuk kasus di atas….
a. Kejadian ikutan pasca imunisasi
b. Deteksi dini tumbuh kembang
c. Lima imunisasi dasar lengkap
d. Nutrisi bergizi dan seimbang
e. Stimulasi tumbuh kembang
Soal No.6
Foco.indonesia
Jawaban :
b. Lima Imunisasi dasar lengkap
Pembahasan :
Bayi yang kelihatannya sehat belum tentu kebal terhadap serangan penyakit berbahaya.
Membawa bayi ke Posyandu atau tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan
Imunisasi Dasar Lengkap sesuai jadwal adalah wujud kasih sayang dan tanggung jawab
melindungi buah hati tercinta. Dengan memberikan lmunisasi Dasar Lengkap sesuai jadwal, tubuh
bayi dirangsang untuk memliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu bertahan melawan serangan
penyakit berbahaya.
Referensi :
Depkes RI. Imunisasi Murah Dan Efektif Imunisasi Melindungi Anak Indonesia Dari Wabah,
Kematian Atau Kecacatan. Jakarta.
Pembahasan No.6
Foco.indonesia
Di sebuah desa terpencil seorang ibu mengalami pendarahan postpartum. Setelah melahirkan
bayinya yang pertama di rumah. Ibu tersebut menolak untuk diberikan suntikkan uterotonika.
Akan tetapi bidan memaksa pasien untuk disuntik.
Apakah tipe/jenis pengambilan keputusan berdasarkan kasus tersebut ….
a. Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidaksanggupan atau merasa
tidak sanggup.
b. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena keputusan
tersebut dirasa paling tepat.
c. Pengambilan keputusan yang terpaksa karena harus segera dilaksanakan
d. Pengambilan keputusan yang reaktif, serinhgkali dilaksanakan tergesa gesa
e. Pengambilan keputusan secara berhati-hati, berpikir baik-baik, mempertimbangkan
berbagai pilihan.
Soal No.7
Foco.indonesia
Jawaban : b. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena
keputusan tersebut dirasa paling tepat
Pembahasan :
Tipe-tipe/jenis-jenis Pengambilan Keputusan
1.Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidaksanggupan atau merasa tidak
sanggup.
2.Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena keputusan tersebut
dirasa paling tepat.
3.Pengambilan keputusan yang terpaksa karena harus segera dilaksanakan.
4.Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilaksanakan dalam situasi marah-marah atau
tergesa-gesa.
5.Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggung jawab.
6.Pengambilan keputusan secara berhati-hati, berpikir baik-baik, mempertimbangkan berbagai
pilihan.
Pembahasan No.7
Foco.indonesia
Referensi :
Karlina Novi, dkk. 2015. “Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan “. In Media. Bogor
Foco.indonesia
"Yakinlah pada diri sendiri. Karena kesuksesan berawal
dari diri kita sendiri.“
Foco.indonesia

template PPT soal foco.17 juli. pptx

  • 1.
    Seorang perempuan, umur21 tahun, G1P0A0, hamil 18 minggu , dirujuk oleh bidan ke RS dan ditemani oleh suami. Hasil pemeriksaan didapatkan perdarahan 250 cc, kontraksi Rahim, serviks membuka, ada ekspulsi hasil konsepsi, ibu terlihat lemah dan sangat pucat. Apakah jenis rujukan medik pada kasus diatas .. a. Transfer of patient b. Transfer of specimen c. Transfer of knowledge d. Horizontal e. Vertikal Soal No.1 Foco.indonesia
  • 2.
    Kunci Jawaban :a. Transfer of patient Pembahasan : Jenis rujukan medik antara lain: 1.Transfer of patient Konsultasi penderita untuk keperluan diagnosis, pengobatan, tindakan operatif dan lain-lain. 2. Transfer of specimen Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap. 3. Transfer of knowledge / personal. Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan setempat. Referensi : Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Sistem Rujukan Nasional,Jakarta: RI. 2012 Pembahasan No.1 Foco.indonesia
  • 3.
    Seorang perempuan umur32 tahun datang ke Rumah Sakit, hendak melahirkan. Berdasarkan hasil anamnesa: ibu sudah merasakan ingin mengejan, kontraksi teratur sejak 8 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan pembukaan lengkap, kulit ketuban positif, teraba sacrum, penurunan di Hodge III, kontraksi 4x/10’/40”, TBJ 3000 gram, Apakah Tindakan pertolongan persalinan pada kasus diatas … a. Manual aid b. Spontan Bracht c. Ektraksi total d. Persalinan normal e. Mouriceau Soal No.2 Foco.indonesia
  • 4.
    Kunci Jawaban : B.Spontan bracht Pembahasan : Persalinan spontan (spontaneous breech) Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Cara ini lazim disebut cara Bracht. Referensi : Mochtar , Rustam (1998), Sinopsis obstetri : obstetri fisiologi, obstetri patologi, EGC, Jakarta Pembahasan No.2 Foco.indonesia
  • 5.
    Seorang bidan bertugassebagai pembimbing praktik mahasiswa di Rumah Sakit. Bidan memberikan pembelajaran tentang bagaimana asuhan persalinan normal. Apakah fungsi dan peran bidan dalam melaksanakan tugasnya sesuai kasus diatas…. a. Peneliti b. Pendidik c. Pelaksana d. Pengelola e. Investigator Soal No.3 Foco.indonesia
  • 6.
    Kunci Jawaban :b. Pendidik Pembahasan: Fungsi bidan sebagai pendidik terdiri dari hal-hal sebagai berikut : Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana. Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang tanggung jawab. Memberi bimbingan kepada para bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan masyarakat. Mendidik tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya. Referensi : Meilani, N dkk (2009). Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Fitramaya. Pembahasan No.3 Foco.indonesia
  • 7.
    Setiap bulan seorangibu selalu membawakan anaknya ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Saat ini bayi tersebut berumur 4 bulan. Berapakah BB ideal bayi pada kasus tersebut tersebut … a. 4,0 b. 6,5 c. 7,5 d. 8,5 e. 12,8 Soal No.4 Foco.indonesia
  • 8.
    Kunci Jawaban :b. 6,5 kg Pembahasan: Usia 3-12 bulan (usia bayi dalam bulan + 9) : 2 = BB ideal (dalam kg) Usia 1-6 tahun (usia bayi dalam tahun x 2) + 8 = BB ideal (dalam kg) Usia 7-12 tahun (usia bayi dalam tahun x 7 – 5) : 2 = BB ideal (dalam kg) Referensi : Arisman. 2010. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC. Pembahasan No.4 Foco.indonesia
  • 9.
    Seorang bayi perempuanlahir 2 jam yang lalu di rumah. Hasil anamnesis: Bayi menyusu kuat, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2400 gram, PB 46 cm, S 35⁰C, Frekuensi Jantung 120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Asuhan apakah yang harus diberikan kepada bayi pada kasus tersebut… a. Lakukan perawatan metode kanguru b.Letakkan dibawah lampu c. Berikan infus dekstrose d.Berikan antibiotic e. Rujuk segera Soal No.5 Foco.indonesia
  • 10.
    Jawaban : A. Lakukanperawatan metode kangguru Pembahasan : Kondisi bayi termasuk berat bayi lahir rendah, dengan hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal, sehingga untuk mencegah komplikasi hipotermia maka segera dilakukan perawatan metode kanguru. Referensi : Astuti, D. P., Mutoharoh, S. & Priyanti, R. (2015), Pengaruh Penerapan Metode. Kanguru dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Baru Lahir Rendah Pembahasan No.5 Foco.indonesia
  • 11.
    Bidan bekerja dengankader mengadakan posyandu bayi dan balita di bawah kerjanya. Dari 20 bayi balita yang berkujung 5 di antaranya berada di bawah garis merah dan terdapat 10 bayi yang belum mendapatkan vaksinasi campak karena ibu bayi kuatir bayinya mengalami demam tinggi pasca pemberian vaksinasi. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat untuk kasus di atas…. a. Kejadian ikutan pasca imunisasi b. Deteksi dini tumbuh kembang c. Lima imunisasi dasar lengkap d. Nutrisi bergizi dan seimbang e. Stimulasi tumbuh kembang Soal No.6 Foco.indonesia
  • 12.
    Jawaban : b. LimaImunisasi dasar lengkap Pembahasan : Bayi yang kelihatannya sehat belum tentu kebal terhadap serangan penyakit berbahaya. Membawa bayi ke Posyandu atau tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap sesuai jadwal adalah wujud kasih sayang dan tanggung jawab melindungi buah hati tercinta. Dengan memberikan lmunisasi Dasar Lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi dirangsang untuk memliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya. Referensi : Depkes RI. Imunisasi Murah Dan Efektif Imunisasi Melindungi Anak Indonesia Dari Wabah, Kematian Atau Kecacatan. Jakarta. Pembahasan No.6 Foco.indonesia
  • 13.
    Di sebuah desaterpencil seorang ibu mengalami pendarahan postpartum. Setelah melahirkan bayinya yang pertama di rumah. Ibu tersebut menolak untuk diberikan suntikkan uterotonika. Akan tetapi bidan memaksa pasien untuk disuntik. Apakah tipe/jenis pengambilan keputusan berdasarkan kasus tersebut …. a. Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidaksanggupan atau merasa tidak sanggup. b. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena keputusan tersebut dirasa paling tepat. c. Pengambilan keputusan yang terpaksa karena harus segera dilaksanakan d. Pengambilan keputusan yang reaktif, serinhgkali dilaksanakan tergesa gesa e. Pengambilan keputusan secara berhati-hati, berpikir baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan. Soal No.7 Foco.indonesia
  • 14.
    Jawaban : b.Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena keputusan tersebut dirasa paling tepat Pembahasan : Tipe-tipe/jenis-jenis Pengambilan Keputusan 1.Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidaksanggupan atau merasa tidak sanggup. 2.Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya segera langsung diputuskan karena keputusan tersebut dirasa paling tepat. 3.Pengambilan keputusan yang terpaksa karena harus segera dilaksanakan. 4.Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilaksanakan dalam situasi marah-marah atau tergesa-gesa. 5.Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggung jawab. 6.Pengambilan keputusan secara berhati-hati, berpikir baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan. Pembahasan No.7 Foco.indonesia
  • 15.
    Referensi : Karlina Novi,dkk. 2015. “Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan “. In Media. Bogor Foco.indonesia
  • 16.
    "Yakinlah pada dirisendiri. Karena kesuksesan berawal dari diri kita sendiri.“ Foco.indonesia