KEUTAMAAN
PUASA DAN RAMADHAN
DEFINISI PUASA
MENURUT BAHASA:
Menahan diri, diam tidak berbicara,
stagnan, dan beberapa arti lain yang
senada.
‫ن‬ۡ‫ي‬َ‫ع‬ ‫ى‬ ِ
‫ر‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ۡ‫ٱش‬ َ‫و‬ ‫ى‬ِ‫ل‬ُ‫ك‬َ‫ف‬
ِ‫م‬ َّ‫ن‬ِ‫ي‬َ‫ر‬َ‫ت‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ۖ‫ا‬
ِ
‫َر‬‫ش‬َ‫ب‬ۡ‫ٱل‬ َ‫ن‬
ِ‫ل‬ ُ‫ت‬ ۡ
‫ر‬َ‫ذ‬َ‫ن‬ ‫ى‬ِ‫ن‬ِ‫إ‬ ٓ‫ى‬ِ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ا‬‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬
َ‫ف‬ ‫ا‬‫م‬ ۡ
‫و‬َ‫ص‬ ِ‫ن‬ٰ‫ـ‬َ‫م‬ ۡ
‫ح‬َّ‫لر‬
ۡ
‫ن‬َ‫ل‬
‫ا‬‫ي‬ِ‫س‬‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫م‬ ۡ
‫و‬َ‫ي‬ۡ‫ٱل‬ َ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ڪ‬ُ‫أ‬
“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu
melihat seorang manusia, maka katakanlah: ’Sesungguhnya
aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha
Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang
manusia pun pada hari ini.’“ (TQS. Maryam [19]: 26)
DEFINISI PUASA
MENURUT SYARA:
Menahan diri dari perkara-perkara yang
membatalkannya, yakni: (dari) makan, minum, jima’
(bersetubuh), menghisap bubuk halus dari sejenis
tembakau melalui hidung sampai tertelan, dan
muntah dengan sengaja, dengan niat mendekatkan
diri kepada Allah SWT, sejak terbit fajar hingga
terbenam matahari.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
Allah SWT berfirman: “Seluruh perbuatan anak Adam adalah untuknya,
kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang
mengganjarnya”. Puasa itu adalah perisai, dan jika salah seorang dari kalian
berpuasa pada suatu saat, maka janganlah dia melontarkan perkataan keji,
dan jangan pula berteriak-teriak. Jika seorang memakinya atau
mengajaknya berkelahi, maka hendaklah dia berkata: Sesungguhnya aku
sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di dalam
genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang sedang berpuasa itu
lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kasturi. Dan bagi orang yang
berpuasa ada dua kegembiraan yang bisa diaraihnya, yaitu kegembiraan
ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya karena
(pahala) puasanya. (HR. Bukhari Muslim)
KEUTAMAAN PUASA #1
Seluruh perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan.
Kebaikannya akan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus
kali lipat, bahkan hingga (kelipatan) yang Allah
kehendaki. Allah azza wa jalla berfirman: Kecuali puasa.
Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang
membalasnya. (HR Ahmad)
Yaitu dengan adanya tambahan: “bahkan hingga (kelipatan) yang
Allah kehendaki”
KEUTAMAAN PUASA #2
Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut
ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat nanti hanya dimasuki
oleh orang-orang yang suka berpuasa, tidak dimasuki oleh
seorang pun selainnya. Lalu diserulah: “Dimanakah orang-
orang yang suka berpuasa”. Kemudian mereka berdiri,
dimana tidak seorang pun selain mereka yang masuk
darinya. Jika mereka telah masuk, pintu itu pun ditutup, dan
tidak seorang pun yang masuk melaluinya.
(HR. Bukhari Muslim)
Barangsiapa termasuk orang-orang yang suka
berpuasa niscaya ia akan memasukinya, dan
barangsiapa memasukinya niscaya tidak akan
pernah merasa kehausan selamanya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
KEUTAMAAN PUASA #3
Barangsiapa yang mampu menikah maka
menikahlah, karena menikah itu lebih mendorong
(seseorang) untuk menundukkan pandangan dan
lebih memelihara kemaluannya. Dan barangsiapa
yang tidak mampu (menikah) maka hendaklah dia
berpuasa, karena (puasa itu) baginya menjadi
penawar (penekan hawa nafsu syahwatnya).
(HR. Bukhari Muslim)
KEUTAMAAN PUASA #4
Fitnah (kehilafahan yang dilakukan)
seorang lelaki terkait keluarganya,
hartanya, anaknya, dan tetangganya, akan
ditebus dengan shalat, puasa dan
shadaqah. (HR. Bukhari Muslim)
Fitnah (kehilafahan yang dilakukan)
seorang lelaki terkait keluarganya,
hartanya, anaknya, dan tetangganya, akan
ditebus dengan puasa, sedekah, amar
ma’ruf dan nahi munkar.
(HR. al-Bazzar)
KEUTAMAAN PUASA #5
Barangsiapa yang hidupnya ditutup
dengan puasa satu hari maka dia akan
masuk surga. (HR. al-Bazzar)
KEUTAMAAN PUASA #6
Puasa dan al-Qur’an akan memohonkan syafa’at bagi
seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa akan berkata:
“Wahai Tuhanku, aku telah mencegahnya dari makanan dan
syahwat pada siang hari, maka kabulkanlah permohonan
syafa’atku untuknya”. Dan al-Qur’an akan berkata: “Aku
telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka
kabulkanlah permohonan syafa’atku untuknya”.
(Permohonan syafa’at) keduanya dikabulkan. (HR. Ahmad)
KEUTAMAAN PUASA #7
Dari Abu Umamah ra ia berkata:
Aku mendatangi Rasulullah saw, lalu berkata:
“Perintahkanlah aku melakukan satu perbuatan yang bisa
memasukkan aku ke dalam surga”. Beliau saw berkata:
“Engkau harus berpuasa, karena puasa itu tidak ada yang
menyamainya”. Lalu aku mendatangi beliau saw untuk
kedua kalinya, dan beliau saw berkata kepadaku: “Engkau
harus berpuasa”. (HR. Ahmad, an-Nasai, Ibnu Hibban, Ibnu
Khuzaimah, Ibnu Abi Syaibah, dan at-Thabrani)
KEUTAMAAN PUASA #8
Tiga golongan yang tidak ditolak permohonannya:
imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka,
dan doa orang yang didzalimi. Allah akan
mengangkatnya di bawah kabut putih pada Hari
Kiamat, dan pintu-pintu langit dibukakan untuknya.
Dan Dia berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh akan
Aku tolong engkau walau setelah satu masa”.
(HR. Ibnu Majah)
KEUTAMAAN PUASA #9
Dari Utsman bin Abil ‘Ash ra, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Puasa itu
perisai (yang akan melindunginya) dari api neraka,
laksana perisai salah seorang dari kalian (yang
melindungi kalian) dari serangan musuh”.
(HR. an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan
Ibnu Abi Syaibah)
Puasa itu merupakan perisai,
selama ia tidak melubanginya. Abu
Muhammad berkata: yakni dengan
ghibah. (HR. Ad-Darimi)
KEUTAMAAN RAMADHAN #1
Shalat yang lima waktu, satu Jumat ke Jumat
berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan
berikutnya, menjadi penebus dosa yang
dilakukan diantara keduanya, selama ia
menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim)
KEUTAMAAN RAMADHAN #2
Sungguh rugi seseorang ketika (nama)ku disebut disampingnya
tetapi dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang
bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya
sebelum dosa-dosa dirinya diampuni, dan sungguh rugi
seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan
renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang)
memasukkannya ke dalam surga. Rib’I berkata: Aku tidak tahu
kecuali dia berkata: atau salah satu dari kedua orang tuanya.
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim)
KEUTAMAAN RAMADHAN #3
Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu
langit dibukakan, pintu-pintu
jahannam dikunci, dan setan-setan
pun dibelenggu. (HR. Bukhari Muslim)
KEUTAMAAN RAMADHAN #4
Barangsiapa yang berpuasa di bulan
Ramadhan dengan penuh keimanan dan
dengan mengharapkan ridha-Nya, maka
diampunilah dosa-dosa yang dilakukan di
masa lalu. (HR. Bukhari)
KEUTAMAAN RAMADHAN #5
Umrah di bulan Ramadhan
menyamai (nilai) haji.
(HR Ibnu Majah, an-Nasai dan Ahmad)
KEUTAMAAN RAMADHAN #6
Ketika tiba malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan
jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup,
sehingga tidak ada satu pun pintu neraka pun yang dibuka,
dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu
surga pun yang ditutup. Lalu seseorang berseru, wahai para
pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan
maka tahanlah. Dan milik Allah-lah orang-orang yang
dibebaskan dari neraka, dan hal itu terjadi setiap malam.
(HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)
KEUTAMAAN RAMADHAN #7
Rasulullah saw adalah orang yang paling pemurah, dan
lebih pemurah lagi dalam bulan Ramadhan. Ketika
ditemui Jibril, beliau saw ditemui Jibril pada setiap
malam di bulan Ramadhan, dan kemudian beliau
melakukan mudarasah al-Qur’an (mendengarkan dan
memperdengarkan bacaan al-Qur’an). Sungguh
Rasulullah saw sangat lebih pemurah dibandingkan
angin yang bertiup. (HR. Bukhari Muslim)

PUASA DAN KEUTAMAANNYA.pdf

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI PUASA MENURUT BAHASA: Menahandiri, diam tidak berbicara, stagnan, dan beberapa arti lain yang senada.
  • 3.
    ‫ن‬ۡ‫ي‬َ‫ع‬ ‫ى‬ ِ ‫ر‬َ‫ق‬َ‫و‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ۡ‫ٱش‬ َ‫و‬ ‫ى‬ِ‫ل‬ُ‫ك‬َ‫ف‬ ِ‫م‬ َّ‫ن‬ِ‫ي‬َ‫ر‬َ‫ت‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫إ‬َ‫ف‬ ۖ‫ا‬ ِ ‫َر‬‫ش‬َ‫ب‬ۡ‫ٱل‬ َ‫ن‬ ِ‫ل‬ ُ‫ت‬ ۡ ‫ر‬َ‫ذ‬َ‫ن‬ ‫ى‬ِ‫ن‬ِ‫إ‬ ٓ‫ى‬ِ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ف‬ ‫ا‬‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫ف‬ ‫ا‬‫م‬ ۡ ‫و‬َ‫ص‬ ِ‫ن‬ٰ‫ـ‬َ‫م‬ ۡ ‫ح‬َّ‫لر‬ ۡ ‫ن‬َ‫ل‬ ‫ا‬‫ي‬ِ‫س‬‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫م‬ ۡ ‫و‬َ‫ي‬ۡ‫ٱل‬ َ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ڪ‬ُ‫أ‬ “Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: ’Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.’“ (TQS. Maryam [19]: 26)
  • 4.
    DEFINISI PUASA MENURUT SYARA: Menahandiri dari perkara-perkara yang membatalkannya, yakni: (dari) makan, minum, jima’ (bersetubuh), menghisap bubuk halus dari sejenis tembakau melalui hidung sampai tertelan, dan muntah dengan sengaja, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • 5.
    Dari Abu Hurairahra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Allah SWT berfirman: “Seluruh perbuatan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang mengganjarnya”. Puasa itu adalah perisai, dan jika salah seorang dari kalian berpuasa pada suatu saat, maka janganlah dia melontarkan perkataan keji, dan jangan pula berteriak-teriak. Jika seorang memakinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah dia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang bisa diaraihnya, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya karena (pahala) puasanya. (HR. Bukhari Muslim) KEUTAMAAN PUASA #1
  • 6.
    Seluruh perbuatan anakAdam akan dilipatgandakan. Kebaikannya akan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan hingga (kelipatan) yang Allah kehendaki. Allah azza wa jalla berfirman: Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang membalasnya. (HR Ahmad) Yaitu dengan adanya tambahan: “bahkan hingga (kelipatan) yang Allah kehendaki”
  • 7.
    KEUTAMAAN PUASA #2 Sesungguhnyadi surga itu ada sebuah pintu yang disebut ar-Rayyan, yang pada Hari Kiamat nanti hanya dimasuki oleh orang-orang yang suka berpuasa, tidak dimasuki oleh seorang pun selainnya. Lalu diserulah: “Dimanakah orang- orang yang suka berpuasa”. Kemudian mereka berdiri, dimana tidak seorang pun selain mereka yang masuk darinya. Jika mereka telah masuk, pintu itu pun ditutup, dan tidak seorang pun yang masuk melaluinya. (HR. Bukhari Muslim)
  • 8.
    Barangsiapa termasuk orang-orangyang suka berpuasa niscaya ia akan memasukinya, dan barangsiapa memasukinya niscaya tidak akan pernah merasa kehausan selamanya. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
  • 9.
    KEUTAMAAN PUASA #3 Barangsiapayang mampu menikah maka menikahlah, karena menikah itu lebih mendorong (seseorang) untuk menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluannya. Dan barangsiapa yang tidak mampu (menikah) maka hendaklah dia berpuasa, karena (puasa itu) baginya menjadi penawar (penekan hawa nafsu syahwatnya). (HR. Bukhari Muslim)
  • 10.
    KEUTAMAAN PUASA #4 Fitnah(kehilafahan yang dilakukan) seorang lelaki terkait keluarganya, hartanya, anaknya, dan tetangganya, akan ditebus dengan shalat, puasa dan shadaqah. (HR. Bukhari Muslim)
  • 11.
    Fitnah (kehilafahan yangdilakukan) seorang lelaki terkait keluarganya, hartanya, anaknya, dan tetangganya, akan ditebus dengan puasa, sedekah, amar ma’ruf dan nahi munkar. (HR. al-Bazzar)
  • 12.
    KEUTAMAAN PUASA #5 Barangsiapayang hidupnya ditutup dengan puasa satu hari maka dia akan masuk surga. (HR. al-Bazzar)
  • 13.
    KEUTAMAAN PUASA #6 Puasadan al-Qur’an akan memohonkan syafa’at bagi seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa akan berkata: “Wahai Tuhanku, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat pada siang hari, maka kabulkanlah permohonan syafa’atku untuknya”. Dan al-Qur’an akan berkata: “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka kabulkanlah permohonan syafa’atku untuknya”. (Permohonan syafa’at) keduanya dikabulkan. (HR. Ahmad)
  • 14.
    KEUTAMAAN PUASA #7 DariAbu Umamah ra ia berkata: Aku mendatangi Rasulullah saw, lalu berkata: “Perintahkanlah aku melakukan satu perbuatan yang bisa memasukkan aku ke dalam surga”. Beliau saw berkata: “Engkau harus berpuasa, karena puasa itu tidak ada yang menyamainya”. Lalu aku mendatangi beliau saw untuk kedua kalinya, dan beliau saw berkata kepadaku: “Engkau harus berpuasa”. (HR. Ahmad, an-Nasai, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abi Syaibah, dan at-Thabrani)
  • 15.
    KEUTAMAAN PUASA #8 Tigagolongan yang tidak ditolak permohonannya: imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang didzalimi. Allah akan mengangkatnya di bawah kabut putih pada Hari Kiamat, dan pintu-pintu langit dibukakan untuknya. Dan Dia berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh akan Aku tolong engkau walau setelah satu masa”. (HR. Ibnu Majah)
  • 16.
    KEUTAMAAN PUASA #9 DariUtsman bin Abil ‘Ash ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Puasa itu perisai (yang akan melindunginya) dari api neraka, laksana perisai salah seorang dari kalian (yang melindungi kalian) dari serangan musuh”. (HR. an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Abi Syaibah)
  • 17.
    Puasa itu merupakanperisai, selama ia tidak melubanginya. Abu Muhammad berkata: yakni dengan ghibah. (HR. Ad-Darimi)
  • 19.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #1 Shalatyang lima waktu, satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi penebus dosa yang dilakukan diantara keduanya, selama ia menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim)
  • 20.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #2 Sungguhrugi seseorang ketika (nama)ku disebut disampingnya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni, dan sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkannya ke dalam surga. Rib’I berkata: Aku tidak tahu kecuali dia berkata: atau salah satu dari kedua orang tuanya. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim)
  • 21.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #3 JikaRamadhan tiba, maka pintu-pintu langit dibukakan, pintu-pintu jahannam dikunci, dan setan-setan pun dibelenggu. (HR. Bukhari Muslim)
  • 22.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #4 Barangsiapayang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridha-Nya, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukan di masa lalu. (HR. Bukhari)
  • 23.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #5 Umrahdi bulan Ramadhan menyamai (nilai) haji. (HR Ibnu Majah, an-Nasai dan Ahmad)
  • 24.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #6 Ketikatiba malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pun pintu neraka pun yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu surga pun yang ditutup. Lalu seseorang berseru, wahai para pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan maka tahanlah. Dan milik Allah-lah orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan hal itu terjadi setiap malam. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)
  • 25.
    KEUTAMAAN RAMADHAN #7 Rasulullahsaw adalah orang yang paling pemurah, dan lebih pemurah lagi dalam bulan Ramadhan. Ketika ditemui Jibril, beliau saw ditemui Jibril pada setiap malam di bulan Ramadhan, dan kemudian beliau melakukan mudarasah al-Qur’an (mendengarkan dan memperdengarkan bacaan al-Qur’an). Sungguh Rasulullah saw sangat lebih pemurah dibandingkan angin yang bertiup. (HR. Bukhari Muslim)