PROGRAM PENGENDALIAN INFEKSI(PPI),
BIOSECURITY DAN BIO SAFETY SERTA
PENANGANAN LIMBAH DI MASA COVID 19
By Zuraidah
2.
LATAR BELAKANG
Virusdan bakteri adalah mikroorganisme yang
dapat menimbulkan wabah penyakit yang
menyebar dengan cepat dan mengakibatkan
kematian.
Hal tersebut mendorong WHO dan beberapa
negara bekerja sama untuk menanggulangi dan
mencegah terulangnya kejadian tersebut, dalam
suatu istilah yang disebut biosecurity.
3.
PPI (PROGRAM PENGENDALIAN
INFEKSI)
Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau
Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan
salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di
dunia, termasuk Indonesia
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan
upaya untuk memastikan perlindungan kepada
setiap orang terhadap kemungkinan tertular infeksi
dari sumber masyarakat umum dan disaat
menerima pelayanan kesehatan pada berbagai
fasilitas kesehatan.
4.
Pada tahun2007, CDC (Centers for Disease Control) dan HICPAC
(Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee)
merekomendasikan 11 (sebelas) komponen utama yang harus
dilaksanakan dan dipatuhi dalam kewaspadaan standar, yaitu ;
1. Kebersihan tangan
2. Alat Pelindung Diri (APD)
3. dekontaminasi peralatan perawatan pasien
4. kesehatan lingkungan
5. pengelolaan limbah
6. penatalaksanaan linen
7. perlindungan kesehatan petugas
8. penempatan pasien
9. hygiene respirasi/etika batuk dan bersin
10. praktik menyuntik yang aman
11. praktik lumbal pungsi yang aman.
5.
Biosafety :
usahayang dilakukan agar orang yang bekerja
dengan bahan biologi berbahaya terlindungi dari
bahan bahaya bahan biologi yang ditangani
Biosafety adalah :
penerapan pengetahuan, teknik, dan peralatan
untuk melindungi personalia laboratorium dan
lingkungan dari paparan agen yang berpotensi
menyebarkan penyakit.
6.
PENANGANAN LIMBAH
1. Limbahbersih atau tidak adanya infeksius,
yakni limbah yang tidak mengalami adanya
kontaminasi baik dari limbah biologis mauapun
limbah kimia. Penanganan untuk limbah ini pun
berbeda dengan limbah yang mengalami infeksius.
2. Limbah biologis,
yakni limbah biasanya mengandung agen infeksius
atau memiliki material dengan konsentrasi atau
kuantitas yang cukup aktif secara biologi untuk
menyebabkan infeksi pada manusia
7.
ADAPUN JENIS LIMBAHBIOLOGIS
ADALAH :
darah total (serum, darah manusia total)
barang tajam (jarum, scalpel, pencukur, peralatan yang
berasal dari kaca)
barang plastik
pecah belah, atau peralatan habis pakai yang
terkontaminasi,
kultur sel baik dalam bentuk sel pasien primer, kultur
galur sel yang kelanjutan, kultur galur sel yang terinfeksi,
kultur bakteri
alat pelindung diri yang terkontaminasi
tisu yang terkontaminasi,
DNA
limbah patologis serta limbah hewan.
8.
LIMBAH KIMIA
merupakan limbahyang terkontaminasi
mikrobiologi dan yang berpotensi terkontaminasi.
Limbah seperti ini harus dilakukan dengan
penanganan yang lebih khusus yakni harus
mengklasifikasikan jenis limbah agar dapat
ditangani secara tepat.
Limbah yang dimaksud adalah limbah cairan,
limbah padat, limbah kimia beracun, limbah
radioaktif.
9.
Biosecurity :
usahauntuk menjaga suatu daerah dari
masuknya agen penyakit, menjaga tersebarnya
agen penyakit dari daerah tertentu, dan menjaga
agar suatu penyakit tidak menyebar di dalam
daerah tersebut
Biosecurity merupakan konsep holistik yang
mencakup keberlangsungan lingkungan hidup
dan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
10.
PRINSIP BIOSECURITY
Hinggasaat ini batasan biosecurity mengacu pada
strategi Center for Disease Control and Prevention
(CDC) 6 yang terdiri atas lima hal, yakni :
• persiapan dan pencegahan
• deteksi dan surveilans
• diagnosis dan karakterisasi agen biologi dan kimiawi
• respons terhadap ancaman biosecurity
• komunikasi.
11.
MENGAPA PENTING ??
Untuk melindungi :
- Pekerja atau praktikan
- Produk atau hasil praktikum
- Lingkungan sekitar atau ruang laboratorium
12.
MATERIAL BIOLOGI BERBAHAYA
Virus
Bakteri
Fungi
Prions
DNA Rekombinan
Sel, jaringan, dan cairan makhluk hidup
Tumbuhan dan hewan transgenik
13.
Secara sekilas,biosecurity dan biosafety
memiliki kemiripan.
Namun, bila ditelaah keduanya dapat
dibedakan pada objek yang dilindungi.
Jika, biosafety menitikberatkan pada
manajemen dan desain laboratorium
dengan tujuan melindungi staf
laboratorium agar dapat bekerja secara aman
di laboratorium.
Adapun biosecurity, menitikberatkan pada
penanganan objek penelitian agar aman
bagi lingkungan