PROGRAM DAN MEDIA LITERASI DI SD
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan,
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
2024
PERKENALAN
Nama : Dewi Tryanasari
Aktivitas : Dosen PGSD Univ. PGRI Madiun
Fasil. Sekolah Penggerak
Pendidikan :
S1 PBSI Univ. Negeri Malang
Short Course Massey University NZ
S2 Dikdas Unesa
S3 Dikdas UM
Bidang : kurikulum, literasi, dan
pembelajaran
Tujuan Pelaksanaan Program Literasi di SD
1. Membangun Kesadaran Siswa akan Pentingnya Membaca untuk Mendukung Pembelajaran yang
Efektif.
2. Menumbuhkan Kemampuan Berprikir Kritis Siswa.
3. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Siswa.
4. Mengembangkan Kreativitas Siswa dalam Mengelola Pojok Baca di Kelas.
5. Menjadikan Kegiatan Literasi sebagai Budaya Positif di Sekolah.
6. Menumbuhkan Budi Pekerti dan Kepribadian yang Baik kepada Siswa.
Program-Program Literasi di Sekolah Dasar
1. Pojok Literasi
2. Membaca Buku 15 Menit Sebelum Belajar
3. Madding
4. Duta Literasi
5. Lomba Menulis
6. Kunjungan Rutin ke
Perpustakaan
7. Resume Bacaan di Koran 7. Gerakan literasi
1. Pojok Literasi
2. Membaca Buku 15 Menit Sebelum Belajar
Pojok literasi atau yang juga sering disebut sudut literasi merupakan suatu
Program Literasi Sekolah yang mana dalam program ini sengaja membuat
sebuah ruangan yang biasanya terletak di bagian sudut atau pojok ruangan
dengan mengisi buku dan perlengkapan untuk membaca dan menulis.
Program ini dibuat agar siswa sudah memiliki pemahaman atau sudah membaca materi
pembelajaran terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Tujuannya agar siswa sudah
memiliki pemahaman sehingga cepat dan tanggap di dalam proses belajar mengajar, mengingat
padatnya waktu pembelajaran yang terkadang dirasa kurang dalam pemenuhannya, sehingga jika
tidak dilaksanakan program tersebut, maka siswa akan kehilangan waktu untuk mempelajari
pembelajaran.
3. Madding
4. Duta Literasi Sekolah
Program ini merupakan program di mana sekumpulan siswa yang tergabung di dalam komunitas atau
kelompok secara aktif mempublikasikan mading di beberapa titik ruangan di sekolah yang mana
mading yang dibuat sudah dirancang dan ditata sedemikian rupa agar dapat menyajikan informasi yang
menarik perhatian pembaca atau siswa yang lewat.
Duta literasi sekolah merupakan program yang digelar sekolah dengan cara memilih perwakilan siswa
yang sudah diseleksi. Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui siapa saja yang memiliki
minat baca tinggi dan paling produktif dalam menulis. Tentu ada berbagai pertimbangan dalam
pemilihan duta literasi ini, namun biasanya siapa yang terpilih adalah yang terbaik dalam
kualifikasinya.
5. Lomba Menulis
6. Kunjungan Rutin ke Perpustakaan
Salah satu program yang juga sering dilakukan adalah berbagai ajang lomba yang berhubungan
dengan literasi, salah satunya lomba menulis. Lomba menulis ini bisa berupa menulis esai, cerpen,
puisi, dan lain sebagainya yang mana akan dipilih siapa pemenangnya agar memotivasi siswa
lainnya agar dapat mengasah keterampilan literasi. Dengan perlombaan tersebut, maka siswa akan
berlomba-lomba mengasah kemampuan literasinya yang baik untuk masa depannya.
Program Literasi Sekolah juga mengajak siswa untuk melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan.
Tujuannya adalah agar siswa mau berkunjung ke perpustakaan secara rutin untuk membaca buku dan
menghabiskan waktu istirahat atau waktu luangnya di perpustakaan sehingga kebiasaan membaca akan
terpupuk sejak dini.
7. Resume Bacaan di Koran
Melakukan resume ini tentu memiliki tujuan tersendiri. Biasanya, tujuan dari berlangsungnya
program ini adalah agar siswa memiliki kemampuan melakukan resume dari koran. Yang mana untuk
membuat resume, tentu siswa dituntut membaca dengan tepat dan dapat memahami makna,
kekurangan, dan juga kelebihan mengenai berbagai hal yang ada di dalam koran, sehingga
kemampuan literasinya semakin baik dari hari ke hari.
AYO MENGENAL GERAKAN
LITERASI
Paham konsep dan tujuan Gerakan Literasi Sekolah
(GLS)
Paham prinsip-prinsip pelaksanaan GLS
Paham kegiatan-kegiatan dalam 3 tahapan
pelaksanaan GLS
Paham pelaksanaan monitoring dan evaluasi GLS
KOMPONEN LITERASI
• Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan,
dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang
dibentuk oleh pengalaman berinteraksi dengan
lingkungan sosial di rumah.
Literasi Dini
(Early Literacy)
• Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca,
menulis, dan membilang (counting) berkaitan dengan
kemampuan analisis untuk memperhitungkan
(calculating), mempersepsikan informasi (perceiving),
mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi
(drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan
kesimpulan pribadi.
Literasi Dasar
(Basic Literacy)
• Kemampuan memahami cara membedakan bacaan fiksi
dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan
periodikal, memahami Dewey Decimal System,
menggunakan katalog dan indeks, hingga memiliki
pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang
menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau
mengatasi masalah.
Literasi
Perpustakaan
(Library Literacy)
• Kemampuan mengetahui berbagai bentuk media yang
berbeda seperti media cetak, media elektronik (media
radio, media televisi), media digital (media internet), dan
memahami tujuan penggunaannya.
Literasi Media
(Media
Literacy)
• Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti
teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak
(software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan
teknologi.
• Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak,
mempresentasikan, dan mengakses internet.
Literasi
Teknologi
(Technology
Literacy)
Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi
teknologi dengan memanfaatkan materi visual dan
audio-visual secara kritis dan bermartabat.
Literasi Visual
(Visual Literacy)
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
• Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah
sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
TUJUAN GLS
Menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah
agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. (Permendikbud No. 23 Th 2015)
TAHAP PELAKSANAAN GLS
STRATEGI MEMBANGUN LITERASI
Mengkondisikan
lingkungan fisik
ramah literasi.
Mengupayakan
lingkungan sosial dan
afektif.
Mengupayakan
sekolah sebagai
lingkungan akademik
yang literat.
a. Membiasakan
membaca dalam hati
15 menit sebelum
kegiatan jam
pelajaran.
b. Membudayakan
membaca bersama-
sama bagi guru dan
peserta didik (guru
menjadi contoh).
c. Mendisiplinkan
membaca karya sastra
sampai selesai dengan
membuat daftar buku
yang sudah selesai
dibaca
d. Membudayakan
membaca di setiap
kesempatan.
e. Membiasakan untuk
berdiskusi tentang buku
yang sudah dibaca,
menuliskan
kembali/membuat
resensi, dan presentasi.
f. Membuat karya atau
menuliskan kesan atau
rangkuman setelah
selesai membaca
(hasilnya digunakan
untuk gelar karya).
g. Membudayakan
meramaikan mading
dan atau
buletin/majalah peserta
didik di setiap sekolah.
h. Mewajibkan setiap
guru bidang studi untuk
menerapkan metode
diskusi dan presentasi
pada beberapa
kegiatan pembelajaran.
i. Menyediakan sudut
buku kelas.
j. Mendokumentasikan
karya peserta didik
(cerpen, puisi, dll.) ke
dalam bentuk buku
k. Memberikan
penghargaan non-
akademik terhadap
kebiasaan membaca.
l. Mengadakan
perayaan literasi
sepanjang tahun dan
pameran buku, baik
nasional maupun
internasional.
STRATEGI LITERASI INOVATIF
a. Literature Circle
b. Literatcy work station
c. Bengkel Literasi
Optimalisasi keterampilan literasi berbasis proyek, bisa dikaitkan dengan
keterampilan produktif pada bahasa dan juga P5 dengan tema tertentu
d,. DEAR (drop everything and read)
Penyediaan waktu khusus untuk mambaca bersama di sekolah dengan
pengondisian dari sekolah
MEDIA LITERASI BERBASIS WEB
https://www.letsreadasia.org/
https://www.bookbot.id/buku-anak-gratis
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbeldon
geng&hl=id&pli=1
https://buku.kemdikbud.go.id/
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/buku
https://www.freechildrenstories.com/
https://www.loc.gov/free-to-use/
https://www.storyberries.com/
TERIMAKASIH

Program dan media literasi inovatif di SD

  • 1.
    PROGRAM DAN MEDIALITERASI DI SD Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi 2024
  • 2.
    PERKENALAN Nama : DewiTryanasari Aktivitas : Dosen PGSD Univ. PGRI Madiun Fasil. Sekolah Penggerak Pendidikan : S1 PBSI Univ. Negeri Malang Short Course Massey University NZ S2 Dikdas Unesa S3 Dikdas UM Bidang : kurikulum, literasi, dan pembelajaran
  • 3.
    Tujuan Pelaksanaan ProgramLiterasi di SD 1. Membangun Kesadaran Siswa akan Pentingnya Membaca untuk Mendukung Pembelajaran yang Efektif. 2. Menumbuhkan Kemampuan Berprikir Kritis Siswa. 3. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Siswa. 4. Mengembangkan Kreativitas Siswa dalam Mengelola Pojok Baca di Kelas. 5. Menjadikan Kegiatan Literasi sebagai Budaya Positif di Sekolah. 6. Menumbuhkan Budi Pekerti dan Kepribadian yang Baik kepada Siswa.
  • 4.
    Program-Program Literasi diSekolah Dasar 1. Pojok Literasi 2. Membaca Buku 15 Menit Sebelum Belajar 3. Madding 4. Duta Literasi 5. Lomba Menulis 6. Kunjungan Rutin ke Perpustakaan 7. Resume Bacaan di Koran 7. Gerakan literasi
  • 5.
    1. Pojok Literasi 2.Membaca Buku 15 Menit Sebelum Belajar Pojok literasi atau yang juga sering disebut sudut literasi merupakan suatu Program Literasi Sekolah yang mana dalam program ini sengaja membuat sebuah ruangan yang biasanya terletak di bagian sudut atau pojok ruangan dengan mengisi buku dan perlengkapan untuk membaca dan menulis. Program ini dibuat agar siswa sudah memiliki pemahaman atau sudah membaca materi pembelajaran terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Tujuannya agar siswa sudah memiliki pemahaman sehingga cepat dan tanggap di dalam proses belajar mengajar, mengingat padatnya waktu pembelajaran yang terkadang dirasa kurang dalam pemenuhannya, sehingga jika tidak dilaksanakan program tersebut, maka siswa akan kehilangan waktu untuk mempelajari pembelajaran.
  • 6.
    3. Madding 4. DutaLiterasi Sekolah Program ini merupakan program di mana sekumpulan siswa yang tergabung di dalam komunitas atau kelompok secara aktif mempublikasikan mading di beberapa titik ruangan di sekolah yang mana mading yang dibuat sudah dirancang dan ditata sedemikian rupa agar dapat menyajikan informasi yang menarik perhatian pembaca atau siswa yang lewat. Duta literasi sekolah merupakan program yang digelar sekolah dengan cara memilih perwakilan siswa yang sudah diseleksi. Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui siapa saja yang memiliki minat baca tinggi dan paling produktif dalam menulis. Tentu ada berbagai pertimbangan dalam pemilihan duta literasi ini, namun biasanya siapa yang terpilih adalah yang terbaik dalam kualifikasinya.
  • 7.
    5. Lomba Menulis 6.Kunjungan Rutin ke Perpustakaan Salah satu program yang juga sering dilakukan adalah berbagai ajang lomba yang berhubungan dengan literasi, salah satunya lomba menulis. Lomba menulis ini bisa berupa menulis esai, cerpen, puisi, dan lain sebagainya yang mana akan dipilih siapa pemenangnya agar memotivasi siswa lainnya agar dapat mengasah keterampilan literasi. Dengan perlombaan tersebut, maka siswa akan berlomba-lomba mengasah kemampuan literasinya yang baik untuk masa depannya. Program Literasi Sekolah juga mengajak siswa untuk melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan. Tujuannya adalah agar siswa mau berkunjung ke perpustakaan secara rutin untuk membaca buku dan menghabiskan waktu istirahat atau waktu luangnya di perpustakaan sehingga kebiasaan membaca akan terpupuk sejak dini.
  • 8.
    7. Resume Bacaandi Koran Melakukan resume ini tentu memiliki tujuan tersendiri. Biasanya, tujuan dari berlangsungnya program ini adalah agar siswa memiliki kemampuan melakukan resume dari koran. Yang mana untuk membuat resume, tentu siswa dituntut membaca dengan tepat dan dapat memahami makna, kekurangan, dan juga kelebihan mengenai berbagai hal yang ada di dalam koran, sehingga kemampuan literasinya semakin baik dari hari ke hari.
  • 9.
    AYO MENGENAL GERAKAN LITERASI Pahamkonsep dan tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Paham prinsip-prinsip pelaksanaan GLS Paham kegiatan-kegiatan dalam 3 tahapan pelaksanaan GLS Paham pelaksanaan monitoring dan evaluasi GLS
  • 10.
    KOMPONEN LITERASI • Kemampuanuntuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang dibentuk oleh pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sosial di rumah. Literasi Dini (Early Literacy) • Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan membilang (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi. Literasi Dasar (Basic Literacy) • Kemampuan memahami cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System, menggunakan katalog dan indeks, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah. Literasi Perpustakaan (Library Literacy)
  • 11.
    • Kemampuan mengetahuiberbagai bentuk media yang berbeda seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya. Literasi Media (Media Literacy) • Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. • Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Literasi Teknologi (Technology Literacy) Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat. Literasi Visual (Visual Literacy)
  • 12.
    GERAKAN LITERASI SEKOLAH •Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. TUJUAN GLS Menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. (Permendikbud No. 23 Th 2015)
  • 13.
  • 14.
    STRATEGI MEMBANGUN LITERASI Mengkondisikan lingkunganfisik ramah literasi. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat.
  • 15.
    a. Membiasakan membaca dalamhati 15 menit sebelum kegiatan jam pelajaran. b. Membudayakan membaca bersama- sama bagi guru dan peserta didik (guru menjadi contoh). c. Mendisiplinkan membaca karya sastra sampai selesai dengan membuat daftar buku yang sudah selesai dibaca d. Membudayakan membaca di setiap kesempatan. e. Membiasakan untuk berdiskusi tentang buku yang sudah dibaca, menuliskan kembali/membuat resensi, dan presentasi. f. Membuat karya atau menuliskan kesan atau rangkuman setelah selesai membaca (hasilnya digunakan untuk gelar karya). g. Membudayakan meramaikan mading dan atau buletin/majalah peserta didik di setiap sekolah. h. Mewajibkan setiap guru bidang studi untuk menerapkan metode diskusi dan presentasi pada beberapa kegiatan pembelajaran. i. Menyediakan sudut buku kelas. j. Mendokumentasikan karya peserta didik (cerpen, puisi, dll.) ke dalam bentuk buku k. Memberikan penghargaan non- akademik terhadap kebiasaan membaca. l. Mengadakan perayaan literasi sepanjang tahun dan pameran buku, baik nasional maupun internasional.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    c. Bengkel Literasi Optimalisasiketerampilan literasi berbasis proyek, bisa dikaitkan dengan keterampilan produktif pada bahasa dan juga P5 dengan tema tertentu d,. DEAR (drop everything and read) Penyediaan waktu khusus untuk mambaca bersama di sekolah dengan pengondisian dari sekolah
  • 19.
    MEDIA LITERASI BERBASISWEB https://www.letsreadasia.org/ https://www.bookbot.id/buku-anak-gratis https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbeldon geng&hl=id&pli=1 https://buku.kemdikbud.go.id/ https://ditpsd.kemdikbud.go.id/buku https://www.freechildrenstories.com/ https://www.loc.gov/free-to-use/ https://www.storyberries.com/
  • 20.